P. 1
BAB I

BAB I

|Views: 484|Likes:
Published by Yusuf Yunia

More info:

Published by: Yusuf Yunia on May 20, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

05/20/2014

pdf

text

original

BAB I PENDAHULUAN

Keputusan Menteri Agama No. 517 Tahun 2001 tentang Penataan Organisasi Kantor Urusan Agama Kecamatan, tugas KUA adalah melaksanakan sebagian tugas Kantor Departemen Agama Kabupaten dan Kota dibidang Urusan Agama Islam dalam wilayah Kecamatan. Dalam melaksanakan tugasnya tersebut, maka KUA melaksanakan fungsi: (1) menyelenggarakan statsistik dan dokumentasi, (2) menyelenggarakan surat menyurat, kearsipan, pengetikan, dan rumah tangga KUA Kecamatan; dan (3) melaksanakan pencatatan nikah, rujuk, mengurus dan membina masjid, zakat, wakaf, baitul maal dan ibadah sosial, kependudukan dan pengembangan keluarga sakinah sesuai dengan kebijaksanaan yang ditetapkan oleh Dirjen Bimas Islam berdasarkan peraturan perundang-undangan yang berlaku. KUA Kecamatan mempunyai peran sangat strategis dalam upaya pengembangan dan pembinaan kehidupan keagamaan di masyarakat dalam wilayahnya. Disamping karena KUA letaknya di tingkat kecamatan yang langsung berhadapan dengan masyarakat, juga karena fungsi-fungsi yang melekat pada KUA itu sendiri, karenanya masyarakat sangat mengharapkan kepada aparatur yang berada di KUA Kecamatan mampu memberikan pelayanan secara maksimal sesuai dengan tugas dan fungsinya. Rumusan masalah dalam penelitian adalah: 1. Bagaimana pelaksanaan pelayanan penasehatan pranikah bagi catin (Suscatin) di KUA Kecamatan Babakan ? 2. Bagaimana pelaksanaan konseling keluarga di KUA Babakan Kabupaten Cirebon? 3. Apa saja faktor pendukung maupun penghambat dalam pelaksanaan kedua pelayanan tersebut. Tujuan penelitian ini adalah 1. Mengetahui pelaksanaan pelayanan penasehatan pranikah bagi catin (Suscatin) di KUA Kecamatan Babakan 2. Mengetahui pelaksanaan konseling keluarga di KUA Kecamatan Babakan 3. Mengetahui faktor-faktor pendukung maupun penghambat dalam pelaksanaan Pelayanan Keluarga Sakinah. Kegunaan penelitian dapat dijabarkan sebagai berikut : 1. Dari perspektif akademik: diharapkan dapat melengkapi buku-buku yang membahas tentang kebijakan Pemerintah dalam hal ini Departemen Agama, khususnya berkaitan dengan pembinaan Keluarga Sakinah di Kantor Urusan Agama Kecamatan.

diharapkan dapat dijadikan bahan rujukan dan pertimbangan bagi pimpinan Departemen Agama dan Instansi terkait dalam merumuskan kebijakan bagi upaya pelaksanaan pelayanan keluarga sakinah serta pemberdayaan dan pengembangan KUA di masa mendatang. peneliti. komentar. 2002:10).2. BAB II GAMBARAN UMUM DAN KAJIAN KEPUSTAKAAN A. kualifikasi. dalam proses analisis data ditempuh cara pengorganisasian data melalui pengumpulan catatan lapangan. institusi untuk mengamati atau komunikasi dan mencatat prilaku dalam latar alaminya ( John W. misalnya untuk menggambarkan jumlah pegawai. diinterpretasi untuk memperoleh pengertian baru sebagai bahan temuan.93 Km2. jumlah nikah. Data dikumpulkan menggunakan teknik studi pustaka. peneliti merupakan instrumen pokok untuk mengumpulkan dan analisis data. peneliti mengembangkan sendiri pedoman wawancara tersebut. lokasi. Berdasarkan data statistic Kabupaten Cirebon bahwa luas wilayah Kecamatan Babakan 21. Wawancara dilakukan kepada sejumlah informan yang yang bertugas melaksanakan tugas keluarga sakinah dengan menggunakan pedoman wawancara. Sekalipun demikian tidak berarti bahwa dalam kajian ini data tentang angka dikesampingkan. Kabupaten Cirebon terdiri dari 40 Kecamatan salahsatunya yaitu Kecamatan Babakan. peneliti cendrung menggunakan asumsi desain kualitatif sebagaimana ditawarkan Merriam (1988). 3. Sedangkan pengamatan dilakukan terhadap objek-objek tertentu untuk memperkaya data terkait. Babakan Kabupaten Cirebon termasuk daerah bagian dari Jawa Barat bagian ujung timur. 2002: 140). Dari perspektif fungsional: hasil penelitian ini diharapkan dapat dijadikan sebagai peta awal untuk melihat proses sosialisasi. dengan bentuk Pengamatan. peneliti melibatkan kerja lapangan. visualisasi data. dokumen. Untuk memperoleh informasi secara mendalam sesuai kebutuhan data yang dikumpulkan. dengan batas wilayah sebagai berikut : a. data dikumpulkan melalui instrumen manusia dan bukan melalui inventaris maupun mesin.Creswell. wawancara dan pengamatan. Gambaran Umum KUA Kec. 2004: 86). Secara garis besar. dokumen. antara lain: lebih menekankan perhatian pada proses. Dalam melakukan kajian. Wawancara dan Telaahan Dokumen. naskah hasil penelitian dan tulisan yang terkait. dsbnya untuk dideskripsikan sesuai kontek masalah. Pedoman wawancara disusun sebelum wawancara dilakukan dengan mengacu kepada tujuan studi (Ida Bagus Mantra. dan kompetensi SDM serta potensi sumber daya lain yang mendukung maupun menghambat pelaksanaan pelayanan keluarga sakinah. secara fisik berhubungan dengan orang. Dalam hal-hal tertentu. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif. Dalam pengumpulan data dan penafsirannya tidak menggunakan rumus-rumus statistik (Suharsimi Arikunto. angka juga dipergunakan. diperiksa keabsahannya melalui teknik trianggulasi. Data yang berhasil dikumpulkan. lebih tertarik pada makna. Pendekatan kualitatif yang dimaksud dalam kegiatan penelitian tidak menggunakan angka-angka. Studi pustaka dilakukan dengan mengkaji dan menelaah buku-buku. baik dalam pengumpulan data maupun dalam melakukan penafsiran-penafsiran terhadap data yang diperoleh. pemeluk agama di lokasi penelitian. Dari perspektif kebijakan. Sebelah Timur dengan Kecamatan Pabedilan .

ruang petugas Tata Usaha. baik dalam kehidupan keagamaan.62996/2009 tanggal 03 April 2009. 14 orang Pembantu Penghulu. B. Kantor Urusan Agama Kecamatan Babakan dibangun tahun 1986. Berdasarkan beberapa definisi diatas. 81 tahun 1993. baik dalam rangka pemenuhan kebutuhan masyarakat maupun dalam ketentuan peraturan perundang-undangan”.128 orang.b. Kerangka Teori 1.1/2/KP. Kantor Urusan Agama Kecamatan Babakan berdiri di atas tanah seluas 840 m2.4. ruang staf administrasi. sumber dana DIPA Bidang Urais Kanwil Dep. sedangkan organisasi yang belum mempunyai standar. . 1995). Kelengkapan ruangan berupa meja dan kursi. 1 set komputer. Mengenai sarana dan prasarana yang mendukung pelayanan keluarga sakinah di Kecamatan Babakan cukup representatip terdiri dari: ruang Kepala. ruang untuk Pengawas /Penyuluh Agama. maka pelayanan prima adalah pelayanan yang diberikan secara optimal. KEP. Sebelah Barat dengan Kecamatan Pangenan c. Budha 43 orang . membantu. almari. Pelayanan adalah usaha melayani kebutuhan orang lain.196608031994031002. maka yang kami maksud dengan pelayanan keluarga sakinah dalam penelitian ini adalah : upaya melayani. Katolik 220 orang. Kekuatan personal KUA Kecamatan Babakan terdiri dari 1 orang Kepala Kantor. termasuk pelayanan dalam bidang keluarga sakinah. b. membantu. Saat ini Kepala KUA Kecamatan Babakan dipimpin oleh Drs. tempat parkir. filling kabinet. ruang pelaksanaan akad nikah. menyiapkan kebutuhan pelanggan yang dilakukan oleh pegawai Kantor Urusan Agama Kecamatan dalam bidang keluarga sakinah. MENPAN No. Hindu 2 orang . dengan komposisi. dan toilet. berdasarkan Surat Keputusan Menteri Agama Nomor : KW. pembinaan bidang pendidikan. jumlah penduduk Kecamatan Babakan tahun 2009 sebanyak 70. dengan status tanah titisara Desa Karangwangun. belum mempunyai standar dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat dalam segala aspek..10. Sebelah Utara dengan Kecamatan Gebang. serta bangunan mushalla.683 orang. Sedangkan yang dimaksud dengan pelayanan prima adalah pelayanan yang sesuai dengan standar pelayanan dan memuaskan pelanggan. pemeluk Agama Islam 69.07.A. Sebelah Selatan dengan Kecamatan Pabuaran d. Pelayanan Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI. mesin ketik. pembinaan bidang haji. Departemen Agama. ruang tunggu. 1 orang Penghulu.Agama Provinsi Jawa Barat tahun 1985. mengurus apa yang diperlukan seseorang. suatu bentuk kegiatan pelayanan yang dilaksanakan oleh instansi Pemerintah Pusat dan Daerah dan BUMN/BUMD dalam bentuk barang dan jasa. 0 Penyuluh Agama serta dibantu 2 orang tenaga honorer. M. menyiapkan. seperti pelayanan yang diberikan kepada pelanggan. Keluarga Sakinah. Menurut data yang ada pada KUA Kecamatan. ruang arsip. 4 orang staf. dengan luas bangunan 105 m2. Da‟in. hemat peneliti. ruang konsultasi BP. Pengertian Pelayanan Keluarga Sakinah a. Protestan sebanyak 180 orang . papan pengumuman biaya nikah. NIP. menyebutkan bahwa ” Pelayanan Umum .

Dan nabi mereka mengatakan kepada mereka: "Sesungguhnya tanda ia akan menjadi raja.Secara bahasa. ahliah dan sulalah. Kula berarti abdi atau hamba. Sesungguhnya pada yang demikian itu terdapat tanda bagimu. dan Allah menurunkan bala tentara yang kamu tiada melihatnya. dan Allah menimpakan bencana kepada orang. usrah. Kelima ayat dimaksud terdapat dalam tiga surat. nyaman. Kamus Bahasa Indonesia (1980:471) menyebut keluarga dengan arti sanak saudara yang bertalian darah karena factor keturunan yang dihasilkan atas dasar perkawinan. Surat at taubah [9:26]: Kemudian Allah menurunkan ketenangan kepada RasulNya dan kepada orang-orang yang beriman. Kata-kata tersebut. ibu dan anak-anak yang tinggal dalam rumah mereka. kata sakinah umumnya diartikan dangan tenang yang memiliki derivasi makna dengan kata tentram. Dalam sebuah keluarga minimal terdapat suamu-istri dan anak-anak yang dilahirkan atas hasil perkawinan yang syah menurut ajaran agama. tabut itu dibawa malaikat. jika kamu orang yang beriman. dan adalah Allah Maha mengetahui segala sesuatu. Keluarga Sakinah adalah tujuan perkawinan sebagaimana disebutkan dalam Undangundang Nomor 1 Tahun 1974 tentang Perkawinan. Berdasarkan ayat-ayat di atas. Pengertian dimaksud adalah sesuatu dapat dianggap sebagai keluarga apabila terdapat bapak. memiliki makna yang sama dengan pengertian keluarga sebagaimana dijelaskan dalam pengertian Indonesia. Warga berarti anggota. bahwa perkawinan adalah ikatan lahir batin antara seorang pria dengan seorang wanita sebagai suami isteri dengan tujuan . Kemudian pada surat al-fath ayat 18 dijelaskan Sesungguhnya Allah Telah ridha terhadap orang-orang mukmin ketika mereka berjanji setia kepadamu di bawah pohon. yakni Surat Al Baqarah (2): 248. dan kepunyaan Allah-lah tentara langit dan bumi[1394] dan adalah Allah Maha mengetahui lagi Maha Bijaksana. keluarga berasal dari dua struktur kata. baik dalam dimensi fisik-biologis maupun pada dimensi-dimensi sosiologis-psikologis. ialah kembalinya tabut kepadamu. secara normative terdapat dalam lima ayat Al-Qur‟an. al fath [48”4]: Dia-lah yang Telah menurunkan ketenangan ke dalam hati orang-orang mukmin supaya keimanan mereka bertambah di samping keimanan mereka (yang Telah ada). yakni kata kula dan kata warga. Kata sakinah. Maka Allah mengetahui apa yang ada dalam hati mereka lalu menurunkan ketenangan atas mereka dan memberi balasan kepada mereka dengan kemenangan yang dekat (waktunya) Pada surat yang samg (al-fath) ayat 26: Ketika orang-orang kafir menanamkan dalam hati mereka kesombongan (yaitu) kesombongan Jahiliyah lalu Allah menurunkan ketenangan kepada Rasul-Nya. dan Demikianlah pembalasan kepada orang-orang yang kafir. keluarga disebut dengan asyirah.orang yang kafir. „ailah. Menurut Azyumardi Azra (2000:14) ketentraman tercirikan dengan hilangnya keresahan. di dalamnya terdapat ketenangandari Tuhanmu dan sisa dari peninggalan keluarga Musa dan keluarga Harun. dan kepada orang-orang mukmin dan Allah mewajibkan kepada mereka kalimat-takwa dan adalah mereka berhak dengan kalimat takwa itu dan patut memilikinya. Dalam Bahasa Arab. kedamaian dan keharmonisan. Pasal 1.

shalat. c. menghayati dan memperdalam nilai-nilai keimanan. bimbingan keagamaan dalam keluarganya. sosial psikologis dan pengembangan keluarganya. Untuk mengukur keberhasilan program keluarga sakinah tersebut ditentukan tolok ukur umum masing-masing tingkatan dan dapat juga dikembangkan sesuai kondisi daerah setempat. c. diliputi suasana kasih sayang antara anggota keluarga dan lingkungannya dengan selaras. Keluarga Sakinah III Plus : yaitu keluarga-keluarga yang telah dapat memenuhi seluruh kebutuhan keimanan. Berdasarkan Keputusan Direktur jenderal Bimbingan Masyarakat Islam dan Urusan Haji Nomor : D/71/1999 tentang Petunjuk Pelaksanaan Pembinaan Gerakan Keluarga Sakinah Bab III Pasal 3 menyatakan bahwa Keluarga Sakinah adalah keluarga yang dibina atas perkawinan yang syah. mampu memenuhi hajat spritual dan material secara layak dan seimbang. mengikuti interaksi sosial keagamaan dengan lingkungannya. ketaqwaan dan akhlak mulia. sandang. Peningkatan Pendidikan Agama Melalui Lembaga Pendidikan Formal 4. Menabung dan sebaginya. akhlakul karimah. serasi. amal jariah. Klasifikasi Keluarga Dalam program pembinaan gerakan keluarga sakinah disusun kriteria umum keluarga sakinah yang terdiri dari Keluarga Pra Sakinah. ketaqwaan. zakat fitrah. Keluarga Pra Sakinah: yaitu keluarga yang dibentuk bukan melalui ketentuan perkawinan yang syah. ketaqwaan dan akhlaqul karimah secara sempurna. Keluarga Sakinah III. zakat. ketagwaan dan akkhlakul karimah. Keluarga Sakinah III : yaitu keluarga-keluarga yang dapat memenuhi seluruh kebutuhan keimanan. pangan. tidak dapat memenuhi kebutuhan dasar spritual dan material(basic need) secara minimal. Keluarga Sakinah I : yaitu keluarga keluarga yang dibangun atas perkawinan yang syah dan telah dapat memenuhi kebutuhan spritual dan material secara minimal tetapi masih belum dapat memenuhi kebutuhan sosial psikologisnya seperti kebutuhan akan pendidikan. Untuk mencapai tujuan diatas. serta mampu mengamalkan. kebutuhan sosial psikologis. Pendidikan Agama di Masyarakat 3. tetapi belum mampu menghayati serta mengembangkan nilai-nilai keimanan. puasa. 2. a. dan Keluarga Sakinah III Plus.papan dan kesehatan. Keluarga Sakinah I. Keluarga Sakinah III Plus dapat dikembangkan lebih lanjut sesuai dengan kondisi masing-masing daerah. Kursus Calon Pengantin .membentuk keluarga (rumah tangga) yang bahagia dan kekal berdasarkan Ketuhanan Yang Maha Esa. seperti keimanan. Uraian masing-masing kriteria sebagai berikut. infaq. maka ditetapkan program pembinaan Gerakan Keluarga Sakinah antara lain sebagai berikut: 1. Keluarga Sakinah II : yaitu keluarga-keluarga yang dibangun atas perkawinan yang sah disamping telah dapat memenuhi kebutuhan kehidupannya juga mampu memahami pentingnya pelaksanaan ajaran agama serta bimbingan keagamaan dalam keluarga serta mampu mengadakan interaksi sosial keagamaan dengan lingkungannya. d. tetapi belum mampu menjadi suri tauladan bagi lingkungannya. b. Keluargga Sakinah II. Pendidikan Agama dalam Keluarga. dan pengembangannya serta dapat menjadi suri tauladan bagi lingkungan. e.

sesuai dengan KMA nomor 03 tahun 1999 tentang Pembinaan Gerakan Keluarga Sakinah point empat berbunyi : “ . di Kecamatan dibentuk Satuan Tugas (Satgas) yang dipimpin oleh Kepala Kantor Urusan Agama Kecamatan. Peningkatan Kegiatan Konseling Keluarga Program ini dilaksanakan dalam rangka menekan angka perceraian terutama dalam masa 5 tahun pertama usia pernikahan. Peningkatan Gizi Keluarga 9. Pembinaan Pangan Halal 13.8 %. angka perselisihan yang tinggi mendorong meningkatnya angka perceraian yang mengakibatkan keluarga berantakan sekaligus sebagai sumber timbulnya masalah sosial. Reproduksi Sehat 10. Untuk itu pembinaan calon pengantin mutlak diperlukan dengan memanfaatkan masa tunggu 10 hari sebelum pelaksanaan perkawinan. Dari hasil berbagai pengamatan menunjukkan bahwa hal tersebut disebabkan rendahnya pengetahuan calon pengantin tentang keluarga sakinah sebelum memasuki jenjang perkawinan. sehingga angka perselisihan dan perceraian dapat ditekan. Pembinaan Remaja Usia Nikah 7. Perselisihan sulit diselesaikan dalam interen keluarga karena sama sulitnya dengan bersikap netral terhadap persoalan yang dihadapi oleh pihak suami maupun isteri. Sanitasi Lingkungan 11. Pemberdayaan Ekonomi Keluarga 8. 30 % berselisih. artinya berkisar sampai 20.Data tahun 2009 dari 799 peristiwa perkawinan di kecamatan Babakan setiap tahun. fisik dan mental dalam memasuki jenjang perkawinan untuk membentuk keluarga sakinah. 5. 6. karena tingginya angka perselisihan mendorong meningkatnya angka perceraian yang membuat keluarga .. Penanggulangan Penyakit Menular Seksual (PMS) dan HIV AIDS 12. Kerangka Pemikiran Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan berperan penting dalam melaksanakan pembinaan dan pelayanan Keluarga Sakinah. Pengendalian Dengan demikian yang dimaksud dengan pelayanan Keluarga Sakinah dalam penelitian ini adalah sejauhmana KUA Kecamatan Babakan melaksanakan program-program diatas terutama program kursus calon pengantin (Suscatin) dan Konseling Keluarga. rata-rata sekitar 4594 peristiwa dari peristiwa nikah 22.000. dalam pelaksanaannya bekerjasama dengan Kasi Pengembangan Masyarakat Desa pada Kantor Camat. C. Monitoring dan Evaluasi 14. Data di Pengadilan Agama tahun 2009 menyajikan bahwa keluarga bermasalah yang diputus cerai di PA setiap tahun relatif tetap.. dan 14 % bercerai dan perceraian tersbut 80 % dalam usia perkawinan di bawah 5 tahun. Begitupun dengan kegiatan konseling keluarga mutlak diperlukan. Penyuluh dan Pengawas Pendidikan Agama Islam. untuk itu diperlukan pihak ketiga yang dapat menjembatani serta bersikap netral yaitu seorang konselor. Hemat peneliti bila penasehatan pranikah dilaksanakan secara optimal akan mampu menekan angka perceraian tersebut. Penasehatan kepada calon pengantin dilaksanakan untuk memberikan bekal kepada calon pengantin tentang pengetahuan berkeluarga dan reproduksi sehat agar supaya calon pengantin memiliki kesiapan pengetahuan.

padahal untuk membangun Keluarga Sakinah perlu dukungan dari keluarga dua belah pihak. Jika materi yang disampaikan bervariasi tentu catin akan mempunyai bekal lebih banyak. 5. Calon pengantin yang datang diperkirakan 20 %. 7. padahal dalam juknis Keluarga Sakinah diharapkan penasehatan itu diberikan oleh Tim Lintas Sektoral. tempat pelaksanaan pada umumnya di rumah mempelai wanita. Selama ini penasehatan dilakukan melalui Badan Penasihatan Pembinaan dan Pelestarian Perkawinan (BP4). sedangkan oleh calon pengantin atau walinya sekitar 40 %. terutama pengetahuan dan pemahaman agamanya. tanpa konselor yang profesional serta didukung oleh sarana dan prasarana yang memadai. Pendaftaran pemberitahuan kehendak nikah dilakukan oleh wakil atau orang lain sekitar 60 %. Menurut pengamatan peneliti bahwa yang memberikan penasehatan kepada catin secara perorangan masih dominan dilakukan oleh Penghulu atau Pembantu Penghulu. pemeriksaan calon pengantin tetap dilakukan setelah diadakan pemanggilan secara kedinasan. maka KUA mengeluarkan piagan melalui BP4 sebagai penanggung jawab. Apabila pendaftaran nikah diwakilkan. sehingga dia dapat mencarikan solusi dari masalah-masalah yang timbul kelak dalam rumahtangga. Penghulu atau Pembantu Penghulu yang datang menghadiri akad nikah tersebut sesuai dengan waktu yang ditentukan oleh keluarga mempelai atau walinya. 2. mustahil perkawinan itu bisa bertahan dan berbahagia. pada tahun 2009 KUA Kecamatan Babakan juga telah melakukan kegiatan yang berkaitan dengan pembinaan keluarga sakinah sebagai berikut: a. Jika hal ini diantisipasi dengan mengoptimalkan penasehatan mudahmudahan angka perselisihan dan perceraian dapat ditekan. Pelayanan penasehatan dilaksanakan dua kali dalam satu minggu. Penasehatan pranikah (suscatin) dan konseling keluarga harus diberikan kepada setiap calon pengantin dan keluarga yang tengah berselisih. . 6. 3. dengan nasehat dan bimbingan dari konselor yang profesional tujuan pernikahan. Pelayanan Keluarga Sakinah Dari pengamatan peneliti di Kantor KUA Kecamatan Babakan dalam hal pelaksanaan pelayanan keluarga sakinah kami dapati sebagai berikut : 1. mewujudkan keluarga yang Sakinah Mawaddah wa Rahmah akan dapat tercapai. diberikan penasehatan terhadap calon pengantin oleh Penghulu atau Pembantu Penghulu. BAB III HASIL PENELITIAN A. Pelayanan Keluarga Sakinah yang diberikan secara umum dilaksanakan secara perorangan (catin saja).berantakan sebagai sumber utama timbulnya masalah sosial. Sebagai bukti bahwa catin telah mengikuti kegiatan penasihatan perkawinan. Disamping kegiatan rutin dua kali dalam seminggu yang berkaitan dengan penasihatan catin. Mengikuti Pembinaan Keluarga Sakinah yang diadakan Kandepag Kabupaten Cirebon. untuk itu diperlukan pihak ketiga yang netral yaitu konselor. Data Pengadilan juga menyatakan bahwa orang ketiga (bisa pihak keluarga) mempunya andil dalam perceraian. 4. sedangkan yang tidak datang sekitar 80 %. Nikah selama tahun 2009 sebanyak 799 peristiwa. Sebelum pelaksanaan akad nikah. Perselisihan keluarga sulit diselesaikan dalam interen keluarga karena sama sulitnya dengan bersikap netral terhadap persoalan yang dihadapi oleh pihak suami maupun isteri.

B.4 Kecamatan Babakan 8.b.Agama Kabupaten Cirebon atau Kanwil Dep. karena terkadang pihak ketiga sebagai tokoh kunci tidak pernah dihadirkan. imunisasi calon pengantin. dan mereka yang sedang berselisih langsung menyelesaikannya melalui Pengadilan Agama. karena KUA Babakan hanya memiliki seorang penghulu. f) Masih ada sebagian masyarakat yang belum menyadari arti pentingnya penasehatan. c) Meningkatnya kesadaran masyarakat akan arti pentingnya kesehatan ibu dan anak. 118 langgar dan Musholla. agar masyarakat mudah mengetahuinya. pihak KUA Kecamatan telah membuat bagan. KBIH.Agama Jawa Barat. Dalam rangka membimbing masyarakat yang akan melaksanakan nikah. Faktor Pendukung dan Penghambat 1. Untuk memudahkan pelayanan Keluarga Sakinah di Kantor KUA Kecamatan Babakan telah dilakukan hal-hal sebagai berikut. c) Terbatasnya tenaga profesional. Penghulu dan Pembantu Penghulu yang membantu melayani pelaksanaan nikah dan rujuk mempunyai rincian tugas atau Job discription Penghulu sesuai dengan Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor. PER/62/01 PAN/6/2005 Dalam rangka memberikan pelayanan prima telah diupayakan penghulu hadir pada acara prosesi akad nikah. pemeriksaan kesehatan ibu hamil dan lainnya. maka penghulu menugaskan pembantu penghulu untuk menggantikan kehadirannya. Orientasi peningkatan kompetensi pengurus BP. prosedur pernikahan yang diletakkan di ruang tamu atau ruang recepsionis. . Mengadakan Penasehatan massal calon pengantin bulan Agustus 2009 c. sedangkan tenaga fungsional Penyuluh Agama dan tenaga pembina keluarga sakinah belum ada. pada pelaksanaan pernikahan yang jadwalnya berbarengan. Terkait dengan minimnya jumlah penghulu pada KUA Kecamatan Babakan. Semua jenis pengumuman diletakkan pada tempat yang mudah dibaca. Bahkan tidak sedikit konseler yang ada di KUA dilewati. 2. d) Menjamurnya kelompok Pengajian seperti Majlis Taklim. papan tarif biaya nikah sesuai dengan aturan yang berlaku. Faktor Penghambat a) Terbatasnya SDM yang profesioanal di KUA Kecamatan Babakan. Sosialisasi Program Keluarga Sakinah peserta utusan dari 14 desa bertempat di Kantor Urusan Agama Kecamatan Babakan d. b) Dukungan dana yang belum memadai untuk operasional penasehatan terutama dalam merekrut tenaga profesional diluar Kantor KUA. Faktor Pendukung Faktor pendukung terlaksananya dua kegiatan di Kecamatan Babakan karena didukung oleh beberapa hal sebagai berikut: a) Jumlah sarana ibadah yang cukup banyak terdiri dari 20 masjid. Remaja Masjid dan lainlainnya. penanggulangan penyakit masyarakat. sehingga penghulu sebagai konseler sering mengalami kesulitan. Disamping itu terpasang papan Pengumuman pelaksanaan pernikahan. d) Belum terprogramnya kegiatan peningkatan kualitas (orientasi) untuk tenaga Penasehat Perkawinan baik oleh Kantor Dep. Konseling Keluarga di Kecamatan Babakan juga dihadapi oleh perorangan. b) Penduduk mayoritas beragama Islam lebih kurang 90%.

kecuali dalam hal pelaksanaan Konseling perkawinan belum dilaksanakan secara optimal.BAB IV KESIMPULAN Dari uraian diatas akhirnya dapat diambil kesimpulan bahwa pelaksanaan pelayanan keluarga sakinah di KUA Kecamatan Babakan sudah berjalan sesuai aturan yang berlaku. Membentuk Keluarga Sakinah. 2. Psychologi Keluarga. MA. keterlibatan pihak lain tersebut diperlukan mengingat untuk membangun Keluarga Sakinah calon pengantin diperlukan memahami berbagai jenis pengetahuan. BKKBN dan PKK. Pustakawan IAIN Sunan Ampel Dibuat : 2011-11-22. 5. Jenis penelitian skripsi ini adalah field research atau penelitian lapangan. sementara catin perlu memiliki berbagai pengetahuan: Hukum Munakahat.Azyumardi. 2004. Kesehatan Keluarga. Menuju Masyarakat Madani : Gagasan Fakta dan Tantangan. dan tinjauan hukum Islam terhadap perkawinan ketika hamil di wilayah KUA Kecamatan Tegalsari Surabaya. Bandung. dengan 9 file Keyword : Hamil di luar nikah Subjek : Fikih Wanita ABSTRAK Judul dari skripsi ini adalah “TINJAUAN HUKUM ISLAM TERHADAP FAKTOR-FAKTOR TERJADINYA KEHAMILAN DI LUAR NIKAH DI WILAYAH KUA KECAMATAN TEGALSARI SURABAYA―. BKKBN Bekerjasama dengan Depag RI . NU. 3. Pembantu Penghulu serta pegawai pada KUA Kecamatan Babakan. bagaimana cara menanggulangi terjadinya kehamilan di luar nikah di wilayah KUA Kecamatan Tegalsari Surabaya. Adapun pendekatan yang penyusun gunakan adalah dengan tekhnik deskriptif analisis. Penelitian ini untuk menjawab pertanyaan : apa saja faktor-faktor yang menyebabkan terjadinya kehamilan di luar nikah diwilayah KUA Kecamatan Tegalsari Surabaya. 4. masih terbatas hanya kepada calon pengantin. Undang-undang Perkawinan. TINJAUAN HUKUM ISLAM TERHADAP FAKTOR-FAKTOR TERJADINYA KEHAMILAN DI LUAR NIKAH DI WILAYAH KUA KECAMATAN TEGALSARI SURABAYA Undergraduate Theses from JIPTIAIN / 2011-11-22 14:48:32 Oleh : ENI DYAH AYU ROHMAWATI NIM: C31205007. 2008. Selama ini di KUA Kecamatan Babakan yang memberikan pembekalan hanya Penghulu dan Pembantu Penghulu. 2000. Penghulu. Modul Pembinaan Keluarga Sakinah Untuk Pembinaan Keluarga Sakinah. Yayat Hidayat. yaitu metode yang diawali teori yang bersifat umum tentang pernikahan dan tentang penyimpangan seksual kemudian mengemukakan pernyataan yang bersifat . Azra . wawancara dan dokumentasi. Bandung : Membangun Keluarga Sakinah. Jakarta : Membangun Keluarga Sehat dan Sakinah. Bandung : Rosdan Karya. Puskesmas. secara umum telah mengembangkan peran sesuai dengan fungsi yang dimiliki. 2008. belum menjangkau keluarga dua belah pihak. Bagian Proyek Pembinaan Keluarga Sakinah Kantor Wilayah Departemen Agama Propinsi Jawa Barat. dengan tekhnik pengumpulan data yang berupa observasi. MUI. Begitupun ruang lingkup penasehatan. Hal ini bukan berarti KUA tidak melaksanakan sebagaimana fungsinya. Tim Derektorat Jendral Bimbingan Masyarakat Islam dan Urusan Haji. 2004. Gizi dan Imunisasi dan lainnya. DMI. Jakarta : Depag. DAFTAR PUSTAKA 1. namun kekurangan ini lebih disebabkan kurangnya keterlibatan dinas dan instansi lain seperti MUI. Dalam pemberian bekal kepada calon pengantin (catin) maupun dalam menangani kasus-kasus rumah tangga. tapi dalam hal pelayanan Keluarga Sakinah masih perlu ditingkatkan.

Adapun. bila si pria itu yang menghamilinya dan kemudian baru ia mengawininya. Adapun faktor yang mempengaruhi penyebab terjadinya kehamilan di luar nikah adalah: Faktor individual yaitu Lemahnya mental spiritual sebesar 40% dan faktor lingkungan sebesar 60% antara lain: orang tua dan perkembangan IPTEK yang berdampak negatif . mengacu pada ke empat mazhab (Hanafi. sehingga mendapatkan gambaran yang jelas mengenai masalah tersebut.khusus dari hasil penelitian tentang faktor-faktor terjadinya kehamilan di luar nikah diwilayah KUA Kecamatan Tegalsari Surabaya dengan pola pikir deduktif. Maliki. prosentase yang menunjukkan faktor utama dalam mempengaruhi penyebab terjadinya kehamilan sebelum menikah di Wilayah KUA Tegalsari Surabaya adalah faktor lingkungan. dan juga memberikan pendidikan agama sejak dini sehingga anak-anak bisa membawa diri ke pergaulan yang lebih baik dan tidak dipengaruhi oleh orang lain. usaha dari pejabat KUA untuk menanggulangi atau mewaspadai terjadinya kehamilan sebelum menikah adalah memberi pengetahuan orangtua untuk mengawasi anak-anaknya dalam bergaul. bahwa perkawinan keduanya sah dan boleh bercampur sebagai suami isteri dengan ketentuan. Mengenai praktek di KUA Kecamatan Tegalsari Surabaya tentang kawin hamil. yaitu menganalisis menggunakan teori-teori yang bersifat umum tentang pernikahan dan teori penyimpangan seksual. Pengaruh lingkungan adalah faktor utama yang menyebabkan timbulnya penyimpangan seksual. sehingga mengakibatkan kehamilan sebelum menikah. Hasil studi menyimpulkan bahwa faktor-faktor terjadinya kehamilan di luar nikah di wilayah KUA Kecamatan Tegalsari Surabaya antara lain : Faktor-faktor yang menyebabkan terjadinya kehamilan di luar nikah di wilayah KUA Kecamatan Tegalsari Surabaya adalah : seks pra nikah (zina) dan perkosaan (karena paksaan). Syafi'i dan Hambali) yang mana mereka berpendapat. .Faktor individual yaitu Lemahnya mental spiritual sebesar 40% dan faktor lingkungan sebesar 60% antara lain: orang tua dan peran perkembangan IPTEK .

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->