P. 1
Motivasi Mahasiswa Untuk Berkarir Sebagai Wirausaha

Motivasi Mahasiswa Untuk Berkarir Sebagai Wirausaha

5.0

|Views: 345|Likes:
Published by faturasia
Motivasi Mahasiswa Untuk Berkarir Sebagai Wirausaha, darpujiyanto stie asia malang
Motivasi Mahasiswa Untuk Berkarir Sebagai Wirausaha, darpujiyanto stie asia malang

More info:

Published by: faturasia on May 20, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

02/24/2014

pdf

text

original

EkoBis Jurnal Ekonomi dan Bisnis Maret 201 I Vol. 2 No.I Hal.

65 - 73

MOTNASI MAHASISWA TJNTUK BERKARIR SEBAGAIWIRAUSAHA
Darpujiyanto
Dosen Manajemen STIE ASIA Malang

Abslraksi Tinggirya angka penganggurqn di Indonesia menyebabkan lidak sentua lulusan perguruqn tinggi dapat cliserap oleh lapangan kerja yang tersedia. Oleh karena itu, wirausaha menjadi salah sqtu alternatif pilihan karir bagi para luluson perguruqn tinggi. Sayangnya motivasi mahasisvtq untuk menekuni karir sebagai wirausahawan masih rendah. Adanya stigma bahwq wirausaha merupakan pilihan karir yang tidak jelas membuat sejumlah mahasiswa enggan untuk memttlai bisnisnya sendiri. Oleh kareno itu, dibutuhkan upaya bersama dari berbagai pihak untuk memotivasi mahasiswa dalam berwirqusahq. Idealny.a jiwa wirausaha dikenalkan sejak dini. Salah satu motivasi yang perlu dihidupkan dalam diri ntahasis'rua adalah ntotivasi akan pemeruthan kebutuhan berprestasi dctn berkuasa, yakni dengan sukses berwirausahq ntereka berkesempatan unluk memimpin perusahactnnya sendiri. Oleh karena ittt, dibutuhkan satu ttsah{l
agar ntotit'crsi untuk rnentenuhi keduct kebutultan tersebut dapat tumbuh. Pendidiken wirausaha nterupakan salah sqttt alternati{t'dttg dapot dilakukan untuk ntenginspirasi ntahasisv'a benrirausaha. Pendidikan berbasis virausahtt dinilai dapat ntengenbangkctn karakteristik seorang wirausaha yang handol, ),akni tneningkatkort efkasi diri ddn locus of control. Selain itu, pendidikan virausaha juga melatih mahasiswa dalam menbrld/ business plan, sehingga nereka dapat lebih siap ketika nenilih wirausaha sebagai karirnya. Artkel ini bertujuan; (l) untuk lebih mentahaffii ntotivasi mahasiswct untuk berkarir sebagai y.'irausaha, (2) pendidikan berbasis v,irausaha sebagai salah satu upaya nlemotisi mahQsistta unttrk
bemvirauseha,

Kuts Kuttci: ntotivasi, karir, wirausqha

PENDAHULUAN
\\iacana tentang mahasiswa berwiraswasta
akhft-akhh ini mencuat sefuing dengan bertumbuhnya
angka pengangguran di kalangan mantan mahasiswa.

representasi kecil dari kisah pengangguran mahasiswa di Indonesia. Oleh karena itu, mendalami
karir sebagai wiraswasta menj adi salah satu altematif

untuk menekan angka pengagguran tersebut.
Sebagai langkah awal, mahasiswa idealnyajuga

Secara kuantitatif, data dari berbagai referensi di media maupun dinas ketenagakerjaan menunj ukkan ada 40 juta penganggwan secarzl nasional. Ironisny4
dari jumlah tersebut sebanyak 2,6 jutadiantaranya temyata adalah lulusan pergunran tinggi, baik diploma

dibekali wacana wiraswasta sedini mungkin agar kelak mereka termotivasi untuk berkarir sebagai wiraswasta.
Perlu disadari bahwa wirausaha berperan cukup penting dalam mengembangkan perekonomian suatl
negara, Terkait dengan hal tersebut, Ahmad (2010) berpendapat bahwa sasaran perkembangan indrstri, baik pertumbuhan regional maupun ketenagakerjaan

maupun strata 1. Sebanyak 1,2 jutamerupakan pengangguran tsrbuka, sedangkan 1,4 juta merupakan setengah pengangguran (Badri, 2010 dalam Santoso, 1010 r. Data tersebut merupakan
65

tergantung pada kewirausahaan. Kewirausahaan

mengembangkan produk dan jasa, serta memberikan inovasi dan kreativitas yang cukup penting bagi pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan

untuk menggeluti ri irausaha juga membutuhkan modal awal yang tidaklah sedikit, apalagi untuk
ukuran mahasiswa. Stigma seperti inilah yang perlu

masyarakat. Kewirausahaan pada skala kecil sekalipun sepefti Usaha Kecil \4enengah (UKM) berfungsi penting dalam sektor ekonomi, yakni menvediakan barang dan jasa bagi konsumen
berdaya beli rendah sampai sedang, menyumbang

diluruskan agar kewirausahaan dapat ditumbuh kembangkan. Berpijak pada hal tersebut, maka tulisan ini berupaya untuk mengupas lebih jauh bagaimana upaya yang dapat dilakukan untuk memotivasi mahasiswa untuk berkarir menjadi
wirausaha.

lebih dari separuh perlumbuhan ekonomi serta memberikan kontribusi yang signifikan terhadap perolehan devisa negara (Sukman4 2008). Amerika sebagai negara adidaya sekalipun secara ekonomi
berekemba:1g atas dukungan kewirausahaan. Terkait

PEMBAHASAN
Pengertian Motivasi
Motivasi menurut Robbins (2006) merupakan individu, dalani usaha menoarahkan secara terus menerus
su.atu proses vang men-yebabkan intensitas

dengan ha1 tersebut Drucker

(

1

985

) berpandangan

bah*a penl'umbang terbesar perekonomian
Amerika bukan perusahaan-perusaahaan besar
berleknologi tinggi, melainkan dunia wirausaha yang

unruk mencapai tuj uan. Luthans (2006) menl'atalian

menciptakan ribuan lapangan kerja. Perekonomian

secarateknis, istilah motivasit asi berasal dari kata

Amerika digambarkan oleh Drucker ( I 985) sebagai e n tre ttpreune ur i al e c on omy, yakni perekonomian yang berbasiskan kewirausahaan. Di sejumlah negara, minat masyarakat untuk berkarir sebagai wirausahawan sudah bertumbuh (Brenner et al.,l99l dalam Fayolle et aL.,2006), sedangkan ketertarikan mereka untuk bergabung

latin "movere", yang artinya bergerak, Senada dengan kedunya, Benardin (i998) menyatakan bahwa motivasi merupakan usaha dari setiap
keinginan manusia untuk mendapatkan kebutuhan
hidupnya.

Wajosumidjo

(1

999) menyebutkan bahwa

sebagai karvauan penrsahaan besar mulai mengalami penlirunan t Koli'ereid . 1996 dalail Fal'olle er a|..2006). Sa1'angnla perkemban_ean ken'irausahaan di Indonesia sejauh ini belumlah menggemberikan. Perlumbuhan wirausaha di Indonesia ternyata masih di bawah lo/o, jauh dibandingkan Singapura yang mencapai 7o/o
(www.suaramerdeka. com, 2009).
Selama ini sebagian masyarakat di Indonesia

motivasi merupakan suatu proses psikologis yang mencerminkan interaksi antara sikap, kebutuhan,
I-.ersepsi. dan keputusan \,ang terjadi pada diri ses3orans r ans diakrbatkan oleh flaktor-faktor dari

daiam lintnnsik) dan dari luar (ekstrinsik). Faktor dari dalam diri seseorang dapat berupa kepribadian.

masih beranggapan bahwa keu'irausahaan identik
denganbakat. Menurut Swasono (Sukmana 2008). mereka yang memandang kewirausahaan sebagai sesuatu yangooin born quality" bertitik tolak pada
suatu kevakinan bahwa kewirausahaan adalah suatu

sikap, pengalaman dan pendidikan, sedangkan faktor dari luar diri seseorang dapat berupa pengaruh pimpinan kolega atau faktor lain yang sanganat kompleks. Supardi (2002) mendeskripsikan motivasi
sebagai keadaan dalam pribadi seseorang yang mendorong keinginan individu untuk melakukan

kegiatan-kegiatan tertentu guna mencapai suatu tujuan. Ir4otirasi vang ada pada seseorang akan mewujudkan suaru perilaku yang diarahkan pada sa*saran kepuasan. Jadi, motivasi bukanlah yang diamati. tetapi adalah hal yang dapat disimpulkan adanva karena suatu perilaku yang
tujuan mencapai
tampak.
66

properti budai'a dan sikap mental, oleh karena itu bersifat attitudinol dan behavioral. Salah satu sikap mental vang tersebut adalah perasaan
ketidakpastian karir menj adi pengusaha. Selain itu,

Karir
I

Pengertian Wirausaha
lah

sti

"karif'

tel ah di gunakan untuk ntenurj

uk1

Kewirausahaan pertama kali munculpada abad
8

kan orang-orang pada masing-masine peranan atau
status mereka (Handoko,2001).

diawali dengan penemuan penemuan baru seperti

\lenurut (Gibson

dan

Mitchell, 1995) karir adalah rangkaian sikap

mesin uap, mesin pemintal, dan penemuanpenemuan inovatif lainnya. Tujuan utama mereka
adalah pertumbuhan dan perluasan organisasi melalui

dan perilaku yang berkaitan dengarr penealaman dan

aktivitas kerja selama rentang u'aktu kehidupan
seseorang dan rangkaian aktivitas kerja 1.ang terus

inovasi dan keativitas, jadi euntungan dan kekayaan

berkelanjutan. Dengan demikian karir seorang
individu melibatkan rangkaian pilihan dari berbagai
macarn kesempatan.

bukanlah tujuan utama. Secara sederhana arti rvirausaharv an (e n I re pre ne ur) adalahorang yang berjiwa berani mengambil resiko untuk membuka
usaha dalam berbagai kesempatan. Berjiwa berani

Surya (1988) menegaskan bahwa karir erat

kaitannya dengan pekerjaan, tetapi mernpunyai
makna yang lebih luas dari pada pekerjaan. Karir
dapat dicapai melalui pekerjaan yang direncanakan dan dikembangkan secaraoptimal dan tepat, tetapi

mengambiI resiko artinya bermental mandiri dan berani memulai usah4 tanpa diliputi rasatakut atau cemas sekalipun dalam kondisi tidak pasti (Kasmir,

2007). Hisrich and Brush (Ahmad, 2010)
mendefinisikan wirasuaha sebagai berikut:

Entrepreneurship is defined as a process

of

pekerjaan tidak selamanya dapat menunjang pencapaian karir. Den-ean demikian pekerjaan
merupakan tahapan pentixs dalanr peneembanean

creating something dffirent with value by developing the necessary time and effort,
assunting the ttarious factors such as financial, pln sicul. anrl socict/ risks, .fot' rev,cu'ds o.f
ti
; (') i :

karir. Sementara itu, perkembangan karir sendiri
memerlukan proses panjang dan berlangsung sejak dini
serta dipengan rhi oleh berbagai faktor kehidupan

! i.t

t'

)

t'i t t

d p e r s o tt a I s a t i s.fac tlorz iH

isrich and

Brush. 19S5t.
Berdasarkan definisi tersebut dapat disirnpulkan

manusia
Ho1't (Gibson dan lv{itchell, 1995) rnenjelaskan
bahr,"a karir adalah totalitas dari pengalaman pekerj aanl j ab atan
se

bahri.a keu,irausahaan merupakan proses menciptelian sesuatu yang baru derlgan mempertimbanglian

berbagai faktor seperti keuangan, aspek fisik, dan
berbagai risiko sosial yang ada.

seoran g dal am s epanj an g

h id

upnya.

Dalam arti sempit karir adalah jumlah total dari
pe n g al

aman p ekerj aanlj abatan

ses

eo

ran g

d al

arn

Drucker ( 1985) mendeskripsikan wirausaha sebagai kemampuan dalam menciptakan sesuatu
yang baru dan berbeda. Pengertian ini mengandung maksud bahwa seorang wirausahawan adalah orang

kategori pekerjaan urnum, seperti sebagai pengajar,

akunting. dokter. atau sales. Sedangkan menurut
Soetjipto, dkk (2002) karir merupakan bagian dari perjalanan hidup seseorang. bahkan bagi sebagian
orang merupakan suatu tujuan hidup. Setiap orang

yang nremiliki kemampuan untuk menciptakan sesuatu yang baru, berbeda dari yang lain atau
mampumenciptakan sesuatu yang berbeda dengan yang sudahadasebelumnya. Gifford @ouglas dan
Shepherd, 2002) membedakan antara kemampuan
wirausaha dengan kemampuan managerial. Menurut

mempunyai hak dan keri'ajiban untuk sukses
mencapai karir yang baik. Karir sebagai sarana untuk

membentuk seseorang menemukan secara jelas
keahlian, nilai, tujuan karir dan kebutuhan untuk
pengembangan, merencanakan tujuan karir. secara

kontinyu mengevaluasi, merevisi dan meningkatlan
ftmcangannya.

Gifford. kemampuan kewirausahaan merupakan kemampuan untuk mengenali tiap kesesempatan baru vang dapat dieksplorasi dan mendatangkan keuntungan, sedangkan kemampuan manaj erial adalah kemampuan untuk mempertahankan
h

profitabilitas yang telah berhasi diperoleh. Wirausaha

e.

Rangsanganuntul< r-unpanbalik

menurut Gifford mencakup kesiagaan dan respon
terhadap setiap peluang yang dapat mendatangkan keunflmgan.

f
g. h.

Aktivitas energik Orientasi ke masa depan Ketrampilan dalam pengorganisasian
Sikap terhadap uang

Berdasarkan deskripsi

di

atas dapat

i.

disimpulkan bahna nirausaha adalah kemampuan

untuk merubah nilai sumber daya, tenaga kerja, bahan dan faktor produksi lainnl'a menjadi lebih besar daripada sebelumnya dan juga kemampuan
untuk
me lakukan perubahan, inovas i dan cara-cara

Meredith

e

t al. (2000) rnendeskripsikan

ciri dan

watak kewirausahaan sebagai berikut:

Ciri-ciri wirausaha yang berhasil menuerut
Kasmir (2007) meliputi:

baru untuk mendapatkan keuntungan yang
diharapkan.

a.

Memiliki visi dan tujuan yang jelas. Hal ini
berfungsi untuk menebak ke mana langkah dan

Ciri dan \\ atak \\'irausCre Dalam konteks bisnis. Sitri.r11! e,:ire r,'e ilai',' membuka usaha baru (rzeu' renturesl )'ang men\ ebabkan munculnyaproduk baru arau ide tentang penyelenggaraan j asa-j asa. Menurut Schermerhom Jr. (1999) karakteristik tipikal entrepreneur meliputi: a. Lokus pengendalian internal

arah yang dituju sehingga dapat diketahui lan-ekah yang harus dilakukan oleh pengusaha
tersebut

c.

L:isi;tif

d-:.r selgiu

p:er:kii. hi merupalian ciri

mendasar di mana pengusaha tidak hanl'a me-

nunggu sesuatu terjadi, tetapi terlebih dahulu memulai dan mencaripeluang sebagai pelopor
dalam berbagai kegiatan.
c.

b.

Tingkatenergitinggi
Kebutuhan tinggi akan prestasi

Berorientasi pada prestasi. Pengusaha yang
sukses selalu mengejar presta^si yang lebih baik

c.
d. e.

Toleransiterhadapambiguitas
Kepercayaan

daripada prestasi sebelurnnya. Mutu produk,

diri

f
(
1

Berorientasipada 4gtietl
Ka-"rkt : :i 991 r dan
s:

-

r
"'.

j-='.t-<:*
t

pelayanan yang diberikan, serta kepuasan pelanggan menjadi perhatian utama. Setiap ri'aktu segala aktifitas usaha -vang dijalankan
s:1;1:; die'. :l',n-.i dan hants lebih baik dibanding
:

:

\\

rnardi

litti:

:ir : r e r,'.:r-i : r melipuii
:'.'.

a. Keinginan unnili berprestasi b. Keinginan untukbertanggrrngjawab c. Preferensi kepada resiko menengah d. Persepsi kepada kemungkian berhasil
Thbel l. Ciri dan Watak kervirausahaan No
I
2

=be1-::nr;
d B€rani menga,nbi l ns iko. Hal ini merupalian sifat yang harus dimiliki seoftmg pengusaha kapanprur
dan dimanapun, baik dalam bentuk uang maupun

waktu.

Ciri
Percava diri

Watak
Keyakinan, ketidalcergantungan, indivi dual istis, dan optimism Kebduhan untuk berprestasi, berorientasi pada laba, ketekunan dan ketabahan, tekad kerja keras, mempunyai dorongan kuat, energetft dan inisiatif Kemampuan untuk mengamUlt risifo lang *ajar dan suka
tantangan

Berorienbsi pada
u-rgas

dan hasil

lengambilan risiko
Kepemimpinan

+
5

Perilaku sebagaipemimpin, bergaul dengan orang Iain, menanggapi
saran-saran dan kritk, dan suka tantansax Inovatif dan kreatif serta fl eksibe l Pandangan ke depan, perspektif

K--'r:<t--:,an

6

Berorbn=si ke masa
depan

68

e.

Ke{a keras. Jam kerja pengrLsaha tidak terbatas pada waktu, di mana ada peluang di situ dia datang. Kadang-kadang seorarg pengusaha sulit untuk mengatur r,r'aktu kerjanya. Benaknya selalu memikirkan kemaj uan wahanya. Ide-ide
baru selalu mendorongnl a untuk bekerja kerjas merealisasikann)
a-

proses yang dipengauhi lingkungan, organisasi dan

keluarga (Suryana, 2001). Secara ringkas, model
proses kewirausaharm menurutAlma (2007) mencakup tahaptahap berikut:

Trd".k ada kata sulit dan tidak

f

adamasalah 1'ang tiJak dapat diselesaikan. Bertanggungiatab terhadap segala aktifitas
yang dijalankanni 3- baik sekarang maupun yang

a. prosesinovasi b. proses pemicu c, prosespelaksanaan d. proses perfumbuhan
Berdasarkan deskripsi tersebut dapat disim-

akan datang. Tanggungjawab seorang pengusaha tidak henl a pada segi material, tetapi

pulkan bahwa proses kewirausahaan meliputi
berbagaitahap, yakni mulai proses mencari peluang

juga

g.

moral kepada berbagai pihak. Komitmeir pada berbagai pihak merupakzur ciri
yang harus dipegang teguh dan harus ditepati.

usaha baru, mencari momen yang tepat untuk
memulai berbisnis, mulai berbisnis dengan memak-

Komitmen untuk melakukan sesuatu memang merupakan kervajiban untuk segera ditepati dana direalisasikan. Mengembangkan dan memelihara ltubtrngan

simalkan modal yang dimiliki hingga betproses menujutangga sukses.

h.

MOTIVASI MAHASISWA UNTUK BERWIRAUSAHA
Motivasi pada mahasiswa untuk berwilausaha menumbuhkan upaya untuk memulai bisnis sendiri yang akhirnya dapat menumbuhkan kerjasama ataupun iklim kopetitif. Usaha untuk berbisnis melahirkan kerjasama untuk membangun usaha bersama, sekaligus berkompetisi untuk nteraih puncak kesuksesan dalam bidang yang ditekuni. Dorongan untuk mencapai prestasi yang tinggi
d

baik dengan berbagai pihak. baik

-vang

berhubungan langsung dengan usalia 1'ang dijalankan rnaupun tidak. Hubungan baik 1'ang perlu dlijalankan. anlara lain kepada paft pelanggan. pemerintah. pemasok, serta masyarakat luas. Proses Kewirausahaan

Menurut Noore (Bygrave, 1996). proses ker.virausahaan diawali dengan adany a inovasi.
Inovasi tersebut dipengaruhi oleh berbagai faktor

isebut motivasi berprestasi. Motivasi berprestasi

sangat menentukan tingkah laku seseorang dalam berkarir. Indir idu dengan motivasi berprestasitinggi

baik yang berasal dari pribadi maupun di luar
pribadi, seperti pendidikan, sosiologi, organisasi, kebudayaan dan lingk-ungan. Faktor-faktor tersebut membentuk locus of control, kreativitas, keinovasian, implementasi, dan pertumbuhan yang
kemudian berkembangan menjadi wirausaha yang besar. Secara intemal, keinovasian dipengaruhi oleh

tentunya akan bekerja keras untuk meraih yang terbaik. Dalam memahami motivasi, sejumlah atrli telah mengembangkan berbagai teori dengan berbagai pendekatan. Salah satu teori yang begitu terkenanl adalah dual factor theory of motivation yang dikembangkan oleh Herzberg, Mausner dan Synderman

faktor yang bersal dari individu, seperti locus of c ontrol.toleransi, nilai-nilai, pendidikan, pengalaman. Sedangkan faktor yang berasal dari ling*,rngan vang mempengamhi diantaranya model peran. aktrr itas. dan peluang. Oleh karena itr-r.
urovasi berkerlbang menj adi kewirausahaan melaiut

(1963). Pemikiran Herzbergh beranjak pada pentingnya pemenuhan kebutuhan (need) para pegawai. Mereka menyatakan bahwa motivasi pegawai dapat dipahami dengan baik jika sikap
pegawai terieLrih dahuiu dapat dipahami. Mereka

rneyakni bahwa individu dengan pekerjaania
69

I
merupakan hubungan dasar dan bahwa sikap seseorang terhadap kerja sangat menentukan
kesukesesan atau individu tersebut. Implika:ut1 a bagi

UPAYA MEMOTIVASI MAHASISWA UNTUK BERKARIR SEBAGAI WIRASWASTA
Istilah karir sering sering diindentikl<.an dengan

mahasiswayang ingin terjun dalarn J',rrra *irausaha

adalah pemahanran akan rebutuhan individu tersebut. sehingga b'i,1-rr,g .isia l arg ditekuni pun
diharapkan dapat memenuhi keburuhan tersebut.

bidang pekerjaan, suatu .jabatan tertentu. atau
prestise seseorarrg. Secara ru-uum keberhasilan karir

Terkait dengan kosep need. McClelland (Suryana, 2001) mengelompokkan kebutuhan (needs) menjadi tig4 yakni : 1. Need for Achievenrcnt.yaitu dorongan untuk meraih kesuksesan melampaui standar yang
telah ditetapkan.

seseorang diukur dengan jumlah materi yang diperoleh, sehingga mucul kategori sukses-tidak sukses. Kondisi ini pula yang kemudian memaksa
individu turnrk membuat pilihan karir yang sulit, yakni

rnenjadi wiraswata atau bekerja pada perusahaan
ataupaun instansi yang dipandang lebih menjanjikan

2. 3.

dari sisi finansial. Memilih karir sebagai wiraswata artinya siap menjalani karir yang menuntut sejrurrlah energi r-mtr.rk tems berinor asi nienciptakan hal-hal
b'aru sena kesiapan ntenial untuk ntenerima risiko gagal sekaliptur.

ltreed

for Power'. laitu kebr-rtulian untuk

berkuasa.

Needfor Affiliarion. yaitu kebutuhan untuk bekerjasama dan menjalin hubungan interpersonal dengan orang lain.

Selama ini motivasi mahasiswa untuk berkarir sebagai rvirasrvasta masih rendah. Oleh karena itu perlu dilakukan sejumlah upaya untuk memotivasi para mahasiswa. Salah satu usaha yang dapat di-

Kebutuhan berprestasi akan mempengaruhi jiwa seseorang, sehingga orang yang mempunyai rnotivasi kekuasaan yang tinggi berbeda pribadinya dengan orang yang mempunyai motivasi afiliasi. hrdividu dengan kebutulian berprestasi dan berkuasa
r,mg tinggi rnempr"urlai kehginan untuk rnenghasilkan

tempuh untuk menstimulus mahasiswa untuk ber-

ia akan berusaha r.tntuk menvelesaikan tugas lang meniadi tangsung jau'abn1'a dengan baik. Keburuhan individu unruk
1'ang terbaik. sehingga
mencapai sesuatu menjadi pendorong untuk memiliki

rvirausaha adalah dengan memberikan edukasi tentang kewirausahaan melalui training ataupun pengembangan materi perkuliahan yang berbasis peda keu'irausahaan, Pendidikan tentang keri'irarusehaan sebagainrana diungkapkan oleh

Li (2005)

dapat mengirupirasi mahasisn a urtuk beniirausaha.

kinerja yang baik. Masing-masing kebutuhan itu mempengaruhi pribadi seseorang dianggap mempunyai motivasi berprestasi tinggi apabila ia mempunyai keinginan untuk berprestasi lebih baik dari pada y'ang lain dalam berbagai situasi dan kekuasaan.

Berdasarkan hasil penelitian Fayolle et al. (2006) terbukti bahwa Enterpreneurship Teaching
Programmes (Program Pengaj aran Kewirausahaan) dapat mempengaruhi sikap dan intensi mahasiswa

terhadap kewirausahaan. Hasil penelitian Noel (2001) seperti dikutip oleh Fayolle et al. (2006)juga
menunj ukkan bahwa lulusan program kewirausalraan

Berdasarkan deskripsi tersebut dapat disim-

lebih meniukai untuk berbisnis sendiri dan memiliki

pulkan bahwa salah satu kebutuhan yang dapat memotivasi mahasiswa untuk berwirausaha adalah kebutuhan untuk berprestasi, yakni meraih kesuksesan, serta kebutuhan untuk memperoleh kekuasaan, i,akni menjadi pimpinan sebuah usahayang

intensi serta et-ikasi diri yang lebih tinggi untuk berw'irausaha d iband ingkan mahasiswa yang tidak mengikuti pro_qram ke*'irausahaan. Penelitian yang dilakukan ol eh Fre geno (2 0 02) menurujukkan pula
bahwa simulasi bisnis terbukti dapat memberikan pengalaman vang positif bagi mahasiswa untuk
mendalami keuirausahaan.
70

dia miliki sendiri dan tidak menjadi bawahan orang

lain

Pendidikan kewirausahaan idealnya j uga dapat

oleh berbagai faktor seperti pendidikan dan
pengalaman masa lalu (Hollenbeck & Hall, 2004 dalarn Pihie, 2009). Oleh karena itu, efikasi diri
dapat dikernbangkan.

mengembangkan intense mahasiswa untuk bem'irausaha sedini mung:I<in. Intensi individu urtuk
berwirausaha berdasarkan teori perilaku berencana

versiAjzen (Ajzen's theon of planned behavior/ TPB) menurut Li (10(-ii i dapat digambarkan pada skemadibawah ini:

Selain menumbuhkan karakter positif pada diri

mahasiswa, pelatihan kewirausahaan juga bermanfaat untuk memberikan pembelajaran secara

Entepren

u

rial lntention

Gambar 1. Skema Kewirausahaan
Intensi mengacu pada target perilaku, yakni bekerja rurtLrk diri sendiri atau memulai bisnis sendari. Intensi untuk berwirausaha meliputi keterlarikan personal yakni sikap yang dapat mendr.rkung keberhasi lan r,vi rau saha, norma sosial yakni nomla sosial yang han-s dipegang ketikamemulai berbisnis, dan p e r c e i,- e d fe a s i b i I i ty, yakni kemam p uan unfuk merasakan atau memprediksi segala kemungkinan kej adian yang dapat rnempengaruhi bisni s 1'ang alan
ditekuni.

mendalam tentang business plan (Fayolle et al.,
2006), Terkait dengan perencanaan bisnis, The U.S. Small Business Administration (Fayolle et al., 2006)

manusia wirausahawan, maka seseorang harus memiliki kekuatan sebagai modal. Kekuatan ini dapat
diperoleh melalui proses belajaryang terus menerus,

Untuk mencapai kualitas

mendeskipsikan pentingnya pen)'usunan business plan bagi seorang r.virauasahawan sebagai berikut: "A business plan precisely defines your business, identifies your goals, and serves as your firm's resulre. The basic components include a current and pro fonna balance sheet, an ingome statement, and a cash flow analysis. It helps you allocate resources properly, handle unforeseen complications, and make good business decisions. Because it provides specific and organized
information about yourcompany and howyou

will

repay borrowed money, a good business plan is a crucial part ofany loan application. Additionally, it informs sales personnel, suppliers, and others about your operations and goals." (www.sba.gov)
Berdasarkan uraian di atas dapat disimpulkan bahwa penlusunan business plan akan membantu
mahasiswa yang ingin berwirasuh4 termasuk dalam

termasuk belajar tentang bisnis secara formal. Pendididikan kewirausaahaan berdasarkan riset Hansemark dan Eltlich (Fa1'olle et al., 2006) terbulai berdampak positif urtuk menumbuhkan karakteristik seorang entepreneuryakni efikasi diri dan locus of control. Efikasi diri menurut Bandura (Pihie, 2009) adalah keyakinan individu yang kuat terhadap keahlian dan kemampuan untuk memulai sebuah tugas/ pekerjaan dan meraih kesuksesan. Menurut Markham, et. al. (Pihie,2009) persepsi individu
terhadap efrkasi diri akan memotivais dirinya untuk

penentuan jenis usaha yang akan dipilih,
pengalokasian modal, hingga membuat keputusan-

keputusan yang bijak agar kerugian dapat
diminimalsir.

melakukan upal'a wirausaha- Efikasi diri dipengamhi

Kesuksesan berwirausaha dicapai melaui sebuah proses yang tidak dapat diraih dalam sekejap mata. Oleh karena itu, mahasiswa yang tertarik
1t

-

urtuk berwiraswasta diharapkan mampu menj alani setiap tahapan yangadadengan penuh semangat hingga titik kesuksesan diraih. Terkait dengan kesuksesan tersebut, Alma (2007 ) menl'ebutkan bahwa puncak karir beni irausaha setidaknya meliputi delapan anak tangga- r akni: a. mau kerja keras lucrpacirl for hardwork) b. bekerjasama dengan orang lain (getting things
done with and

membangun karakter n'irausahawan yang sukses. yakni memiliki persepsi efrliasi diri yang tinggi serla locus of controlyangkuat. Selain itu. Pendidikan

kewirausahaan juga berperan penting dalam
membennrk mind set mahasiswatentang seluk beluk
bisni s termasuk bagaimana cara menlus un bu s ine s s

planyangbaik sebelum menekuni sebuah bidang
usaha.

through people)
DAFTAR RUJUKAN Ahmad, H. M. 2010. Personality Traits among Entrepreneurial and Professional CEOs in S\IEs. Irternationtt! .-lr:ttrt'rfl! o,l' Busir;e ss ar;d
-t.j-;r:.;-1.r,';i;;. Paqe lt-ti -l i -:.
rr,.r1.

c. penampilan yang baik (good appearance) d. yakin (self confidence) e. pandai membuat keputusan (ntaking sound
decision'\

f

mau menambab ilntu rengetahuan (college
educcttiort
I

g. ambisi untuk may(anbirion clriv t h. pandai berkomunikasi (abilitT

j. \_, J: Sg:lg:,1:ef

]l_i

i

_

Io

Alma. B. 2007. Kenirausahaan. Eiisi Rerisi.
Bandung: Penerbit Alfabeta. Benardin, R. I 993. Human Resource Management

communicate) Berpijak pada delapan tanggatersebut tanpak bahrva segala sesuatu yang berkaitan dengan
kesuksesan berwirausaha selalu membunrlrkan usaha keras dari tiap individu untuk terus mengembangkan

ot't Expreriental Approach.
McGrawHill.

USA:

diri dan komitmen untuk terus maju. Oleh karena itu, salah satu upal'a I'ang dapat dilakukan untuk
mentunbuhkan motiva-si
sebag ai
tr-rr1135isrr a

unfuk berkarir

u'i:au-.:h: ac : I ah i: :;r gentban gkan kepri badian l ang nundiri. inovatit. suka bekerja keras,
dan pantant menl erah.

Bygrave. 1996. The Portable MBA in Entrepreneu"ship. Singapore: John Wiley & Sons. Douglas. E. J., & Shepherd, D. A. (2002). SelfEmplovment as a Career Choice: Attitudes, Entrepreneurial Intentions, and Utility Maximization. Entrepreneurship: Theory & P ractice, 26(3), 8 1 -90. Drucker, P. F. 1985. Inovation and Enterpreneur s hip. London : Heinenmarn.

KESIMPULAN
dini untuk berkarir sebagai wirausaharvan sejak dini.
Mahasiswa idealnya diperkenalkan
sej ak

Motivasi berwiratsaha dalam diri mereka harus terus

dipupu( anara lain dengan menumbulrkan keingtnan mereka untuk memenuhi kebutuhan akan kesuksesan dan kemandirian dalam memperoleh penghasilan. Salah satu upayayang dinilai dapat

membangun motivasi mahasiswa dalam bers'irausaha adalah memberikan pendidikan yang berbasis kew'irausahaan. Pendidikan semacam ini
diharapkan mampu menginspirasi mahasiswa untuk

Fayolle.A., Gailll. B. dan lassas. C.N.2006. Efect dan Counter-ef'lect of Entrepreneurship Education and Social Context on Student's Inie:li.-'ns .lo:ir4ol. Estudios De Ekonomia .lplikoiitt. \bl. l+-1. Page 509- 523. Fregeno. E. lr-tLl. Business Plan Or Business Simulaticr Ft r Enuepreneurship Education?. Dewlopn:er:s :,: Brrslless Simulation and

Experient;al

Le

::rriir:g. I blunte

29.

memulai bisnisnya sendiri. Pendidikan kewirausahaan sejauh ini bermanfaat positif untuk
72

Gibson, R. L. ,ian \litche1l, M.H. 1995. Intoductiot ri Coi,ri-qeling and Guidance. Engleri ood C iilt - \eri' Jersey : Prentice-Hall
Inc.

Handoko, H. 2001 . Manajenten Stmtber Daya Manusia. Edisi kedua. Yogy'akarta: BPFE. Herzbergh, F. I962.NewApproach in Management Organization and Job Design. Journal of Industrial Medicine. In \,lichael T. Mattenson and John M. Ivancevich. tr[anagententent and Organizationol Belutvior Classic,r. 6'r' ed., 1996. http ://suaramerdeka. con/r' /index.php/read/cetak/ 2009/07l I 4/724 1 9,Pertumbuhan-WirausahaNasional-di-Bau-ah- I -Persen. Diakses tanggal I April2011.
1

European Journal of Social Sciences

-

Volunte 9, Number 2 (2009). Page 338-349.

Robbins, S.P. 2006. Perilaku Organisasi. Alih bahasa: Benyamin Molan. Indeks. Edisi 10. Santoso, B. D. 2010. Aksi dan Kreasi sang Wiraswasta. Diakses dari http://suaramerdeka.com/v I /index.php/read/cetaV}}l 0 I 07 I 17 I I 1 7 060 I Aksi-dan-Kreasi-sangWiraswasta padatanggal I April20l l. Schermerhorn, J.R. 1999. Management, 5th Ed. New York: John Willey & Sons.

Kasmir. 2007. Kev,irottsahaan. Jakarta: PT
RajaGrafindo Perkasa.

Soetjipto, B.W. 2002. Paradigma Baru Manajemen Sumber Daya Manusia.
Yogyakarta Sukmana, U.D. 2008. Peran Pendidikan Kewirausahaan dalam Menumbuhkan Motivasi Wira-

Li, W. 2005. Entrepreneurial Intention Among International Students: Testing A Model Of
Entreprener.rri al Intention. Journal from The

usaha (Studi tentang Pengaruh Pendidikan
Kewirausahaan terhadap Motivasi Mahasisrva

Urbana-Champaip 50 I E. Daniel Street, Champaign,lL 61820, Luthans, F.2006. Perilaku Organisasi. Edisi 10. Alih bahasa: Vivin Andhika Yuu'ono. Sekar Purwanti, Th. Arie P., dan Winong Rosari. Yogyakarra : Penerbit Andi. Masykur, W 1994. Kev'irausahaan: Seri Diktat Kul i ah. Jakarta: Gunadarma. Meredith, G.G et al. (2000). Kevt,irausahctan; Teori dan Praktek, Seri terjemahan. Jakafta: Pustaka Binaman Pressindo.
University of IlI inois
at

Universitas Kuningan. E q u i I i b r iunl, Vol.
8, Juli

4,

No.

-

Desember 2008: I -23.
P er

Supardi. 2002. D as a r - D as ar

il a ku Or gani s a s i.

Yogirakarta: UII Press. Sun'a. 1988. Bimbingan Karir. Bandung : PPS UPI.

Makalah tidak diterbitkan.
Suryana. 2001 . Kew ir aus ahaan. Jakarla: Penerbit

SalembaEmpat. Wajosumidj

o. 1999. Manajemen

Sumber Daya

Pihie, 2.A.L.2009. Entrepreneurship as a Career Choice: An Analysis of Entrepreneurial SelfEfficacy and Intention of University Students.

Manusia. Jakarta: Penerbit Mandar Utama. Winardi, 2003. Ennepreneur & Entrepreneur s hip.
Jakarta: Kencana.

73

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->