Krisis ekonomi Indonesia sampai saat ini masih berlangsung dan belum menunjukkan tanda-tanda untuk segera

pulih. APBN kita masih dikuras dalam jumlah besar untuk pengeluaran membayar bunga hutang baik hutang luar negeri maupun bunga hutang dalam negeri dalam bentuk bunga obligasi rekap bank konvensional. Seharusnya dana APBN ratusan triliun digunakan untuk pemberdayaan rakyat miskin, tetapi justru untuk mensubsisi bank-bank ribawi melalui bunga rekap BLBI dan SBI. Ini terjadi karena pemerintah telah terperangkap kepada sistem riba yang merusak perekonomian bangsa. Menaiknya harga BBM semakin memperparah penderitaan rakyat Indonesia dan semakin membengkakkan angka kemiskinan. Inflasi meningkat secara tajam. Semua para ekonom hebat di negeri ini meprediski infasi hanya 8,7 %, tetapi kenyataannya melejit di luar dugaan, lebih dari 18 %. Ekonom hebat tersebut keliru besar dalam memprediksi. Angka inflasi 18 % merupakan yang tertinggi dalam empat tahun terakhir. Sebagai indikator penting bagi perekonomian negara, maka inflasi wajib dipandang secara kritis. Sebab, inflasi yang melonjak tinggi bermakna gong marabahaya bagi ekonomi rakyat Pada saat ini, tercatat jika sejak Maret 2005, jumlah utang Indonesia mencapai Rp1,282 triliun. Angka fantastis nan bombastis tersebut, setara dengan 52 % dari produk domestik bruto. Komposisi utang itu ialah 49% persen utang luar negeri. Sementara 51 persen utang dalam negeri. Selain problem hutang Indonesia yang amat besar, ancaman terhadap kesinambungan fiskal dan pembiayaan pembangunan juga menjadi problem besar. Demikian pula buruknya infrastruktur, rendahnya investasi dan pertumbuhan ekonomi, terpuruknya sektor riel, menurunnya daya saing, serta akan masih meningkatnya angka pengangguran akibat kenaikan BBM yang lalu.. APBN kita masih berada pada titik yang kritis, sebab faktor eksternal seperti naiknya harga minyak, bisa membuat beban APBN membengkak dan memperbesar defisit APBN. akibat ikut membengkaknya subsidi bahan bakar minyak (BBM) dan pengeluaran pemerintah yang terkait dengan luar negeri. Belum lagi ancaman depresiasi nilai rupiah yanag selalu membayang-bayangi. Keterpurukan ekonomi Indoiensias juga ditandai oleh masih belum bergairahnya sektor riil akibat lumpuhnya fungsi intermediasi perbankan konvensional. LDR Bank konvensional masih belum optimal bahkan masih jauh, yaitu berkisar di angka 50an %. Lain lagi NPL 2 bank konvensional raksasa yang semakin meningkat . Peningkatan NPL (kredirt macet) tersebut telah berada pada titik yang membahayakan, yaitu 24 & dan 20 %. Inilah kondisi bank-bank ribawi, LDR rendah sementara NPL tinggi. Realitas ini berbeda dengan bank syariah, FDR tingi, NPF rendah. Sehingga mendorong pertumbuhan sektor riil. Sementara bank konvensional sebaliknya. Kesimpulannya, ekonomi Indonesia benar-benar terpuruk dan terburuk di bawah sistem ekonomi kapitalisme. Indonesia hanya unggul atas negara-negara Afrika seperti Malawi, Uganda, Kenya, Zambia, Mozambik, Zimbabwe,Mali, Angola dan Chad. Peringkat daya saing pertumbuhan (growth competitiveness index) Indonesia, nyaris sama dengan Ethiopia yang pernah hancur-lebur oleh perang serta wabah kelaparan. Syari’ah Sebagai Solusi Salah satu solusi penting yang harus diperhatikan pemerintahan dalam merecovery ekonomi Indonesia adalah penerapan ekonomi syari’ah. Ekonomi syari’ah memiliki komitmen yang kuat pada pengentasan kemiskinan, penegakan keadilan pertumbuhan ekonomi,

penghapusan riba, dan pelarangan spekulasi mata uang sehingga menciptakan stabilitas perekonomian. Ekonomi syari’ah yang menekankan keadilan, mengajarkan konsep yang unggul dalam menghadapi gejolak moneter dibanding sistem konvensional. Fakta ini telah diakui oleh banyak pakar ekonomi global, seperti Rodney Shakespeare (United Kingdom), Volker Nienhaus (Jerman), dsb. Ke depan pemerintah perlu memberikan perhatian besar kepada sistem ekonomi Islam yang telah terbukti ampuh dan lebih resisten di masa krisis. Sistem ekonomi Islam yang diwakili lembaga perbankan syari’ah telah menunjukkan ketangguhannya bisa bertahan karena ia menggunakan sistemi hasil sehingga tidak mengalami negative spread sebagaimana bank-bank konvensional. Bahkan perbankan syariah semakin berkembang di masa-masa yang sangat sulit tersebut. Sementara bank-bank raksasa mengalami keterpurukan hebat yang berakhir pada likuidasi, sebagian bank konvensional lainnya terpaksa direkap oleh pemerintah dalam jumlah besar Rp 650 triliun. Setiap tahun APBN kita dikuras lagi oleh keperluan membayar bunga obligasi rekap tersebut. Dana APBN yang seharusnya diutamakan untuk pengentasan kemiskinan rakyat, tetapi justru digunakan untuk membantu bank-bank konvensional. Inilah faktanya, kalau kita masih mempertahakan sistem ekonomi kapitalisme yang ribawi. Selama ini, sistem ekonomi dan keuangan syari’ah kurang mendapat tempat yang memungkinkannya untuk berkembang. Ekonomi Islam belum menjadi perhatian pemerintah. Sistem ini mempunyai banyak keunggulan untuk diterapkan, Ekonomi Islam bagaikan pohon tumbuhan yang bagus dan potensial, tapi dibiarkan saja, tidak dipupuk dan disiram. Akibatnya, pertumbuhannya sangat lambat, karena kurang mendapat dukungan penuh dari pemerintah dan pihak-pihak yang berkompeten, seperti Menteri Keuangan, Menteri Perdagangan dan Industri, BAPENAS, DPR dan Menteri yang terkait lainnya. Keberhasilan Malaysia mengembangkan ekonomi Islam secara signifikan dan menjadi teladan dunia internasional, adalah disebabkan karena kebijakan Mahathir yang secara serius mengembangkan ekonomi Islam. Mereka tampil sebagai pelopor kebangkitan ekonomi Islam, dengan kebijakan yang sungguh-sungguh membangun kekuatan ekonomi berdasarkan prinsip syari’ah. Indonesia yang jauh lebih dulu merdeka dan menentukan nasibnya sendiri, kini tertinggal jauh dari Malaysia. Kebijakan-kebijakan Mahathir dan juga Anwar Ibrahim ketika itu dengan sistem syari’ah, telah mampu mengangkat ekonomi Malaysia setara dengan Singapura. Tanpa kebijakan mereka, tentu tidak mungkin ekonomi Islam terangkat seperti sekarang, tanpa kebijakan mereka tidak mungkin terjadi perubahan pendapatan masyarakat Islam secara signifikan. Mereka bukan saja berhasil membangun perbankan, asuransi, pasar modal, tabungan haji dan lembaga keuagan lainnya secara sistem syari’ah, tetapi juga telah mampu membangun peradaban ekonomi baik mikro maupun makro dengan didasari prinsip nilai-nilai Islami. Aplikasi ekonomi Islam bukanlah untuk kepentingan ummat Islam saja. Penilaian sektarianisme bagi penerapan ekonomi Islam seperti itu sangat keliru, sebab ekonomi Islam yang konsen pada penegakan prinsip keadilan dan membawa rahmat untuk semua orang tidak diperuntukkan bagi ummat Islam saja, dan karena itu ekonomi Islam bersifat inklusif. Penutup

Momentum Indonesia Syariah Expo hendaknya bisa menyentakkan dan membuka mata pemerintah untuk melirik dan menerapkan ekonomi syariah sebagai solusi perekonomian Indonesia.pnpmmandiri. Dalam situsnya http://www. pelatihan ketrampilan usaha. mengingat beberapa orang dan institusi mengklaim suksesnya beberapa program pengentasan kemiskinan. (3) Kegiatan terkait peningkatan kualitas sumberdaya manusia. terutama yang bertujuan mempercepat pencapaian target MDGs dan (4) Peningkatan kapasitas masyarakat dan pemerintahan lokal melalui penyadaran kritis. Ruang lingkup program ini cukup komprehensif. . Kenapa? Karena memang masalah tersebut merupakan salah satu masalah utama yang dihadapi oleh Indonesia saat ini. Sehubungan dengan itu. yang dimulai pada tahun 2007. meliputi: (1) Penyediaan danperbaikan pasarana/sarana lingkungan permukiman. yakni konvensional dan sistem ekonomi syari’ah. manajemen organisasi dan keuangan. Ekonomi syariah di Indonesia telah menunjukkan ketangguhannya di masa krisis dan lagi pula dalam praktek perekonomian di Indonesia selama ini. Tetapi faktanya jumlah penduduk miskin di Indonesia menurut Bank Dunia hampir separo penduduk.org. Dalam Pilpres di Indonesia yang baru lalu. salah satu topik menjadi perhatian dalam masa kampanye dan debat resmi capres / cawapres adalah masalah pengentasan kemiskinan. pembentukan Dewan Ekonomi Nasional (DEN) perlu kembali diwujudkan dengan memasukkan para pakar ekonomoi syariah di dalamnya. terutama yang berkaitan dengan lembaga perbankan dan keuangan. program tersebut merupakan program nasional penanggulangan kemiskinan terutama yang berbasis pemberdayaan masyarakat. Dan sejauh ini perkembangan program pengentasan kemiskinan belum memenuhi harapan bagi semua pihak. (2) Penyediaan sumberdaya keuangan melalui dana bergulir dan kredit mikro. Kemiskinan merupakan masalah kompleks yang menuntut solusi kesisteman yang komprehensif dari berbagai aspek dan melibatkan berbagai komponen dalam masyarakat. sosial dan ekonomi secara kegiatan padat karya. Salah satu program andalan pemerintah saat ini adalah PNPM Mandiri atau Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat Mandiri. Indonesia sudah menerapkan dual system. serta penerapan tata kepemerintahan yang baik. Pemerintah harus melihat ekonomi syari’ah dalam konteks penyelamatan ekonomi Nasional. Walaupun ukuran ini relatif. atau 115 juta orang.

com. Sedangkan Murobaha adalah layanan leasing dengan sistem angsuran flat.Unit Pengelola Kegiatan dan Fasilitator di tingkat kecamatan. yaitu lemahnya lembaga layanan publik pemerintah yang erat dengan citra birokratis.8 triliun pada tahun 2003. atau melonjak menjadi Rp 36. yaitu kegiatan produktif dalam rangka nilai tambah baru dan mendorong pertumbuhan ekonomi yang bersumber daya manusia.8 triliun pada 2008 dari Rp 11. Dalam microfinance dengan dasar syariah.452 kantor. Dana PNPM untuk tahun 2010 dianggarkan sebesar 16 triliun rupiah. skala Islamic Microfinance Institutions harus secara signifikan meningkat. pernah menyatakan bahwa agar microfinance mampu menjadi faktor besar dalam perkembangan ekonomi dan politik. Program ini juga mendapat dukungan penuh dari Bank Dunia. pada tahun 2002. seperti penyelewengan atau penyalahgunaan. Potensi Perbankan Syariah di Indonesia saat ini terus meningkat. Potensi Berbicara mengenai potensi. Mudhorobah adalah layanan untuk peminjam dana. dengan adanya Penanggung jawab Operasional. Pertama. George Soros. rata-rata 32. infaq dan shodaqoh serta lainya yang dibagikan/disalurkan kepada yang berhak dalam rangka mengatasi kemiskinan dan fungsi ekonomi. resikonya relatif lebih kecil. sedangkan resiko ditanggung penuh oleh bank. bagaimanakah peran Perbankan Syariah dalam pengentasan kemiskinan? Konsep dan beberapa produk Perbankan Syariah mempunyai potensi besar untuk mampu berkontribusi signifikan terhadap pengentasan kemiskinan. kecuali kerugian karena kelalaian atau kesalahan dari peminjam dana dalam mengelola usahanya. karena skala pinjaman dan adanya fungsi sosial dari lembaga tersebut.8% per tahun pada periode 2004 . Keempat. yaitu mengumpulkan dana dari berbagai sumber seperti: zakat. proses pinjaman yang sederhana. citra dari lembaga keuangan syariah dan lembaga dengan fungsi sosial yang melekat pada BMT akan lebih diterima masyarakat luas.Kemudian. menjalankan fungsi sosial. Pernyataan ini bukan tanpa alasan. PNPM Mandiri mempunyai potensi besar. BMT bisa menjadi salah satu lembaga keuangan yang sangat sesuai untuk program pengentasan kemiskinan. jumlah kantor bank syariah pada bulan Februari 2009 sebanyak 908 kantor ditambah channeling sebanyak 1. Organisasi pelaksana program ini sudah mencapai tingkat kecamatan. menurut gulfnews. Penghimpunan dana pihak ketiga (DPK) juga terus meningkat tajam. Beberapa konsep Perbankan Syariah yang sesuai. Menurut data ICN (Indonesian Commercial Newsletter). Pasar perbankan syariah di Indonesia diprediksi akan mampu menggeser Malaysia dalam pangsa pasar di kawasan Asia Tenggara. tidak ada beban bunga yang tinggi seperti bank konvensional pada umunya. . juga terdapat BMT (Baitul Maal wat Tamwil). Hal ini bsia menjadi salah satu alternatif dalam menjawab salah satu hambatan program pengentasan kemiskinan di Indonesia menurut Bank Dunia. di mana keuntungan dari hasil usaha akan dibagi. BMT adalah lembaga yang berfungsi ganda. khususnya dalam kaitannya dengan microfinance antara lain: adanya pembagian keuntungan dan kerugian antara pemberi dana dan peminjam dana dari hasil kegiatan lembaga peminjam dan tidak diperbolehkannya “menghasilkan uang dari uang” akan mengurangi beban bunga kepada peminjam yang biasa ditemui pada kredit bank konvensional. Beberapa produk bank syariah yang berpotensi antara lain: Mudhorobah dan Murobahah. Ketiga. Kedua.2008.

peneliti dari LIPI. tetapi tentunya harus dengan inovasi dalam layanan dan operasionalisasinya. Silakan berikan masukan http://ib-bloggercompetition. Saat ini persaingan di antara keduanya makin terbuka karena produk Bank Syariah yang mulai masuk ke segmen yang secara tradisi menjadi sasaran dari BMT. modal dan dukungan dari Bank Dunia. terutama masyarakat miskin akan program pemberdayaan masyarakat melalui microfinance yang saat ini dirasakan masih sangat kurang. maka perbankan syariah yang tidak menganut konsep riba akan lebih kompetitif dibandingkan bank konvensional. Salah satu solusinya bisa dengan komitmen pembagian segmen pasar yang bisa didukung dengan kebijakan pemerintah.100 BMT. BMT yang biasanya mempunyai modal kecil dan masalah pada kompetensi dari sumber daya manusianya bisa dilengkapi dari besarnya modal dan tingkat kompetensi yang lebih tinggi dari Bank Syariah. Pemerintah melalui PNPM juga mempunyai kekuatan yang tidak dimiliki oleh Bank Syariah maupun BMT. dan BMT.Potensi dari BMT juga tidak kalah menjanjikan. Hal ini sangat mungkin. Jadi. Inovasi Kemitraan Potensi masing-masing dari PNPM yang mewakili pemerintah. Tetapi bagaimanakah menurut Anda? Apakah kemitraan ini memang berpotensi besar atau akan sulit direalisasikan. termasuk Bank Syariah dan BMT.kompasiana. Cakupan gerak PNPM yang lebih luas dengan dukungan organisasi yang lebih lengkap juga bisa menjadi pelengkap kekurangan Bank Syariah dan BMT. Sehingga fokus Bank Syariah dan BMT diharapkan bukan pada persaingan tetapi pada kerjasama. regulasi. Perbankan Syariah akan sangat berperan dalam pengentasan kemiskinan. Tetapi bila dari ketiganya terdapat sinergi maka potensinya akan menjadi berlipat ganda. Salah satu kebijakan pemerintah yang akan sangat berpengaruh bagi perbankan syariah adalah tingkat suku bunga Bank Indonesia. dalam hal ini khususnya PNPM Mandiri. Bila suku bunga diturunkan. Bank Syariah bisa menjalankan peran pembinaan dan mitra bagi BMT. yaitu kebijakan. perbankan syariah dan BMT memang menjanjikan. Salah satunya adalah dengan membentuk kemitraan yang harmonis dengan pemerintah. pada tahun 2008 terdapat sekitar 3. karena kekuatan dari masing-masing pihak bisa menjadi komplemen dari kelemahan dari masing-masing pihak. Peran pemerintah juga diharapkan akan mampu meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap lembaga microfinance. BMT mampu menjadi komplemen dari hambatan birokratis lembaga pemerintahan. Dalam sebuah jurnal penelitian dari Teddy Lesmana. Cakupan dan organisasi akan sangat penting dalam meningkatkan awareness masyarakat. Misalnya seperti yang diungkapkan sebelumnya. Sehingga diharapkan inovasi kemitraan ini akan bisa menjawab tantangan yang pernah diungkapkan George Soros.com/2009/08/12/inovasi-kemitraan-perbankan-syariahuntuk-pengentasan-kemiskinan-revised/ . Tingkat kompetensi sumber daya manusia ini akan sangat berpengaruh terhadap inovasi dari produk dan layanan yang bisa dikembangkan bagi masyarakat.

Prinsip ini memungkinkan orang yang lebih dulu sukses itu membantu sesamanya. ''Kerja sama ini memungkinkan umat Islam maju bersama. sumber: www. Ekonomi syariah mempunyai prinsip sinergi (ta'awun). Namun. Selain itu. Amidhan mengatakan sistem bagi hasil memungkinkan bank sebagai pemodal tidak hanya menagih pinjaman modal. bagaimana kehidupan lebih baik bisa dicapai bersama.AKARTA . pihak yang tidak mendapat akses untuk kehidupan yang lebih baik.'' katanya. Sebaliknya pihak peminjam juga harus bekerja kera memajukan usahanya supaya bisa cepat mengembalikan pinjaman. Sistem ekonomi syariah tidak bertujuan mengumpulkan harta sebanyak-banyaknya. Sistem ini memungkinkan kerugian dan keuntungan ditanggung pemodal dan peminjam.republika. dan produk halal. Tapi. Hal ini karena masyarakat miskin tidak dipandang sebagai pihak yang malas. 10 April 2012 Dalam upaya membangun sektor pertanian sebagai landasan perekonomian dan meningkatkan pendapatan rakyat kecil demi pemerataan hasil pembangunan. Besarnya tanggungan diatur dalam akad yang sudah disetujui bersama. keuangan. pemerintah Indonesia telah . Pihak bank juga harus membantu peminjam dalam memajukan usahanya.Ekonomi syariah dinilai cocok untuk program pengentasan kemiskinan. ''Di sini letak perbedaan sistem ekonomi syariah dan konvensional.id Peran Lembaga keuangan mikro dalam mengentaskan kemiskinan Selasa.co. ekonomi syariah memiliki sistem bagi hasil. Amidhan.'' ujar ketua MUI bidang ekonomi.

misalnya tidak mau menerapkan teknologi baru. terutama (1) rendahnya tingkat pelunasan kredit. pengentasan kemiskinan dapat dilaksanakan melalui banyak sarana dan program. Sementara itu. dengan kriteria pendapatannya maksimum setara dengan 320 kg beras per kapita per tahun. dan resiko kreditnya ditanggung pemerintah. Karena kebijakan kredit pertanian semacam ini lazim dilaksanakan di negara berkembang selama lebih dari dua dasawarsa. berjangka waktu cukup lama. memperoleh dana likuiditas dari bank sentral. dan (3) rendahnya tingkat mobilisasi dana masyarakat. Dimulai dengan kredit Bimas (Bimbingan Massal) pada tahun 1972. muncullah banyak program kredit untuk komoditas lainnya. Walaupun beberapa program tersebut dapat mencapai tujuannya dalam meningkat kan produksi. Salah satu kelemahannya adalah tidak diperhitungkannya dampak pelaksanaan kebijaksanaan kredit program terhadap kinerja lembaga keuangan yang menjadi pelaksananya dan asumsi yang keliru terhadap perilaku golongan masyarakat yang menjadi kelompok sasarannya. Terdapat masih banyak lagi definisi micro finance atau keuangan mikro tergantung dari sudut pembicaraan. tetapi pelaksanaan kredit-kredit program bersubsidi tetap berlangsung sampai saat ini. kesehatan. Bagaimanapun. termasuk didalamnya adalah program pangan. Di BRI sendiri. yaitu terutama tidak tepatnya asumsi yang dipakai sebagai dasar kebijakan. (2) rendahnya moralitas di bidang perkreditan aparat pelaksana.melaksanakan program–program perkreditan yang ditujukan kepada petani dan pengusaha kecil sejak Repelita I. maka sering disebut sebut sebagai program kredit “tradisional” atau “konvensional”. di pedesaan sendiri rakyat telah lama memiliki lembaga-lembaga keuangan “lokal” atau “tradisional” yang melayani kebutuan mereka berazaskan swadaya dan pendekatan pasar. sampai Kredit Usaha Tani (KUT) pada akhir pemerintahan Orde Baru. Walaupun secara konseptual terdapat perubahan yang mendasar dalam kebijakan kredit dengan dikeluarkannya Paket Penyempurnaan Sistem Perkreditan tanggal 29 Januari 1990 (Pakjan 90). Menurut Marguiret Robinson (2000). Kredit Investasi Kecil (KIK) dan Kredit Modal Kinerja Permanen (KMKP). Masalah-masalah tersebut menunjukan adanya kelemahan yang mendasar dalam perumusan kebijakan kredit konvensional. Ciri umum kredit program pemerintahan adalah bersuku bunga murah. . Lembaga-lembaga tersebut disebut “lembaga keuangan pedesaan” (LKP) atau yang akhirakhir ini lebih dikenal dengan sebutan ”lembaga keuangan mikro” (LKM). Lembaga Keuangan Mikro dan Program Pengentasan Kemiskinan Lembaga Keuangan Mikro atau Micro Finance Institution merupakan lembaga yang melakukan kegiatan penyediaan jasa keuangan kepada pengusaha kecil dan mikro serta masyarakat berpenghasilan rendah yang tidak terlayani oleh Lembaga Keuangan formal dan yang telah berorientasi pasar untuk tujuan bisnis. micro finance didefinisikan sebagai pelayanan kredit dibawah Rp 50 juta. target atau segmen micro finance senantiasa bersentuhan dengan masyarakat yang relatif miskin atau berpenghasilan rendah Program P4K yang ditangani di BRI mendefinisikan masyarakat miskin sebagai mereka petani nelayan kecil (PNK) dan penduduk pedesaan lainnya yang hidup dibawah garis kemiskinan. tetapi terlihat adanya keragaan yang tidak memuaskan pada lembaga keuangan yang melaksanakannya.

Menunjang program pemerintah dalam mengupayakan pemerataan pendapatan penduduk desa dan upaya pengentasan kemiskinan.Menciptakan lapangan kerja baru di pedesaan. 4. Sedangkan sebagian masyarakat lain yang dikategorikan miskin namun memiliki kegiatan ekonomi (economically active working poor) atau masyarakat yang berpenghasilan rendah (lower income). termasuk dalam hal ini terutama adalah kewenangan dalam desentralisasi fiskal sebagaimana diatur dalam UU Nomor 25 tahun 1999. program subsidi atau jenis pinjaman mikro yang tepat untuk masing-masing kelompok masyarakat miskin tersebut. >Peran Lembaga Keuangan Mikro dalam Otonomi Daerah (OTODA) Kebijakan Pemerintah Indonesia dibidang Otonomi Daerah. yang pada akhirnya dapat membantu program pemerintah untuk : 1. keluarga berencana dan tentu saja adalah melalui pinjaman dalam bentuk micro credit. sehingga dapat memperkecil keinginan masyarakat pedesaan melakukan urbanisasi. nyata dan bertanggung jawab. 3. terutama kelompok masyarakat berpenghasilan rendah.pemukiman. Pinjaman dalam bentuk micro credit merupakan salah satu yang ampuh dalam menangani kemiskinan. ketika pinjaman diberikan kepada mereka yang sangat miskin. dimana pemberian kewenangan otonomi daerah tersebut adalah dalam wujud otonomi yang luas. BRI juga bekerjasama dengan Pemerintah atau Instansi lain mengelola P4K dan BKD. yang selama ini mengalami ketinggalan . Disamping BRI Unit. Dampak dari kebijakan otonomi daerah telah menimbulkan peluang peningkatan kegiatan perekonomian daerah. Pada lembaga keuangan mikro ini dapat menumbuhkan minat masyarakat di pedesaan untuk berusaha atau menumbuhkan pengusaha-pengusaha kecil di pedesaan. kemungkinan besar pinjaman tersebut tidak akan pernah kembali. tentu saja terdapat Lembaga Keuangan lain seperti BPR dan Lembaga Swadaya Masyarakat (NGO) yang ikut terlibat dalam pengentasan kemiskinan di Indonesia seperti pada gambar dibawah ini. 2.Meningkatkan produktivitas usaha masyarakat kecil di pedesaan. telah berpengaruh secara nyata terhadap sistem pemerintahan dan keuangan. Penerapan kebijakan desentralisasi fiskal mengandung suatu implikasi bahwa transfer dana ke daerah melalui dana perimbangan menunjukkan jumlah yang semakin besar. mereka memiliki penghasilan. Hal ini wajar saja. Dari sentralisasi kepada desentralisasi. Namun demikian perlu diperhatikan bahwa. Program pangan dan penciptaan lapangan kerja lebih cocok untuk masyarakat sangat miskin tersebut.Meningkatkan pendapatan penduduk desa. terutama di daerah luar Jawa. Hal tersebut sesuai dengan UU Nomor 22 tahun 1999. mengingat mereka (the extreme poor) tidak berpenghasilan dan tidak memiliki kegiatan produktif. meskipun tidak banyak. Banyaknya jenis lembaga keuangan mikro yang tumbuh dan berkembang di Indonesia menunjukkan bahwa lembaga keuangan mikro sangat dibutuhkan oleh masyarakat. Untuk itu diperlukan pendekatan. pengusaha kecil dan mikro yang selama ini belum terjangkau oleh jasa pelayanan keuangan perbankan khususnya bank umum. pendidikan. sehingga kemampuan keuangan daerah meningkat disertai dengan peningkatan kewenangan dalam pengelolaannya.

kepada sektor rill di daerah. Kiprah BRI dalam melayani masyarakat menengah kebawah Sejak didirikan. 2. dana yang dimiliki PEMDA harus dikelola dengan baik agar penggunaannya dapat dilakukan secara efektif dan bahkan mendatangkan pendapatan.4.3. baik yang ditujukan kepada PEMDA setempat maupun.4. 2. program pendampingan UKM maupuan inclass training. maka agar fungsi lembaga keuangan mikro dalam menggerakkan kegiatan perekonomian daerah dapat berjalan secara optimal.3. Melalui kerjasama ini selain akan mengurangi beban administrasi PEMDA.71% pada Maret 2002.dibanding Jakarta atau Jawa. Enrich Intermediary Function Dengan mempertimbangkan kondisi tersebut diatas. lembaga keuangan menjalankan kegiatannya dalam bentuk penghimpunan dana dari pihak yang mengalami surplus dana melalui produk saving. 2. BRI telah mengembangkan berbagai produk dan pelayanan bagai pengembangan perekonomian daerah. antara lain dalam bentuk pembayaran gaji. Sebaliknya. Antara lain melalui program peningkatan accessibility nasabah.14% pada Desember 2000. BRI juga menyediakan berbagai layanan dalam rangka peningkatan capacity building nasabah. lembaga keuangan mikro harus memenuhi kualifikasi : 1. Optimalisasi Pendapatan Dalam rangka optimalisasi pendapatan PEMDA. BRI melakukan optimalisasi pendapatan nasabah. BRI sebagai lembaga keuangan atau bank yang berpengalaman berhubungan dengan pemerintah daerah dan bisnis mikro. 3. Untuk tujuan tersebut BRI menawarkan kerjasama dalam bentuk manajemen kas. BRI memiliki misi dalam pengembangan perekonomian rakyat yang mana. komposisi kredit korporasi mengalami penurunan secara bertahap. memahami kebutuhan Pemerintah Daerah dan bisnis masyarakat setempat. Optimalisasi Pembiayaan Dalam rangka optimalisasi dibidang pembiayaan. . sebagai intermediary institutiuon. Konsistensi BRI dalam memberikan pelayanan kepada rakyat kecil tersebut dapat dilihat dari komposisi kredit UMKM dalam portfolio kredit BRI yang terus meningkat dari 80. Kehadiran mereka diharapkan akan semakin meningkatkan bisnis daerah yang bersangkutan. kerjasama ini juga akan memberikan kemudahan bagi karyawan PEMDA tersebut dalam menarik dana gajinya melalui outlet BRI yang tersebar sampai pelosok kecamatan. fungsi sebagai payment gateway berjalan dengan baik. 2. termasuk dalam hal ini adalah lembaga keuangan mikro dan perbankan. 2.16 pada Desember 2001 dan 85. Kualifikasi yang harus dipenuhi oleh Lembaga Keuangan Mikro Memperhatikan kondisi geografis daerah di Indonesia yang sangat luas dan tesebar dalam banyak pulau. Peran Klasik Lembaga Keuangan Mikro Secara klasik. Kegiatan bisnis daerah yang semakin berkembang tersebut pada gilirannya akan menarik investor untuk menanamkan modalnya di daerah.3. memiliki jaringan kerja yang kuat. serta mengingat pasar sektor riil yang hampir seluruhnya merupakan usaha mikro / UKM. dan menyalurkan dana tersebut kepada pihak yang mengalami defisit dana melalui produk lending.3. simpanan serta optimalisasi pembiayaan nasabah pinjaman. Disamping menawarkan beragam produk yang disesuaikan dengan kebutuhan pasar keuangan mikro khususnya.2. melalui berbagai produk yang ditawarkannya. tidak sematamata menjalankan fungsi klasik perbankan. meningkat menjadi 84. pada saat ini dipertegas lagi dengan memfokuskan kepada bisnis usaha mikro dan menengah (UMKM).

mendidik JTU dan Komisi BKD dan sebagainya. Nasabah BKD adalah perorangan yang berdomisili di desa bersangkutan. baru kemudian disusul berdirinya LKM-LKM lainnya baik yang didirikan oleh Pemerintah Daerah maupun oleh Kelompok Masyarakat di pedesaan. 2. pengelolaan uang Kas. Jangka waktu kredit KMK maksimum 12 bulan. P4K (Kredit kepada Kelompok Masyarakat dibawah garis kemiskinan atau Rural Income Generating Project) BRI sebagai executing Bank telah melaksanakan pemberian kredit untuk kelompok yang dibawah garis kemiskinan atau disebut kelompok swadaya.518 Bank Kredit Desa yang tersebar di berbagai pelosok desa di Jawa Madura serta melayani sekitar 700.4. sedangkan apabila mereka belum siap untuk mendapatkan kredit perorangan dan tetap akan bergabung dalam kelompok. Lumbung Desa dan Bank Desa inilah kemudian dikenal dengan nama Badan Kredit Desa (BKD). Bank Pasar. dengan kriteria pendapatan maksimum setara dengan 320 kg beras per kapita per tahun dan KPK yang sudah mendapat pembinaan dari Lembaga / Instansi lain serta Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) yang pendapatannya dibawah atau sama atau setara 480 kg setara beras per kapita per tahun. memberikan bantuan modal kerja. yang merupakan cikal bakal berdirinya Lembaga Perkreditan Kecil di Pedesaan atau sekarang lebih dikenal dengan istilah Lembaga Keuangan Mikro. Tidak ada jaminan tambahan berbentuk sertifikat atau lainnya kecuali obyek usahanya yang dibiayai oleh kredit dan tabungan terbeku sebesar 10% dari pinjamannya. Untuk . BRI ikut mendanai dalam pemberian kredit dimaksud. Setelah melihat keberhasillan BKD inilah. karena merupakan bagian dari proses belajar dan peningkatan kemandirian KPK.000. BKD Badan Kredit Desa boleh dibilang sebagai tonggak sejarah berdirinya Lembaga Keuangan Mikro di Indonesia. Syarat dan prosedur pelayanan di BKD relatif mudah dan cepat. dan sebagainya. karena mempunyai prospek yang baik dan BRI berusaha untuk tetap memberikan pelayanan kepada debitur yang telah lepas dari P4K melalui BRI Unit untuk debitur perorangan. Sasaran pemberian kredit P4K adalah Petani Nelayan Kecil (PNK) dan penduduk pedesaan lainnya yang hidup dibawah garis kemiskinan.2.000. KI maksimum 18 bulan. seperti Lumbung Pitih Nagari di Sumatera. yang jumlah anggotanya maksimum 16 orang serta telah mendapat bimbingan dan pembinaan oleh Penyuluh Pertanian. Kredit ini akan berlanjut terus. Dananya berasal dari BRI dan pinjaman dari IFAD dan ADB dimana resikonya ditanggung oleh BRI. BRI sudah menyiapkan kredit untuk kelompok tersebut atau dalam bentuk asosiasi yang merupakan gabungan dari beberapa kelompok.1.4. mulai dari bagaimana cara menilai calon peminjam. Diawali dengan berdirinya Lumbung Desa (LD) pada tahun 1897 oleh Kelompok Swadaya Masyarakat. Sebelum mendapat pinjaman kelompok dibentuk terlebih dahulu minimal selama 6 bulan dan kepada mereka juga diajarkan tentang pemilihan usaha produktif dan pemasaran yang mempunyai prospek baik didaerah tersebut serta tata cara pembukuan sederhana. Rata-rata besar pinjaman biasanya dibawah Rp 700. Disamping itu mereka juga diharuskan membuat tabungan kelompok terlebih dahulu selama 6 bulan sampai sebesar 10% dari jumlah pinjamannya. kredit berkisar antar Rp 500. Angsuran umumnya mingguan. BRI saat ini melaksanakan tugas sebagai pendamping atau sebagai pembina dan pengawas BKD. mengatur cara penggajian para Juru Tata Usaha (JTU) dan Komisi BKD. Lembaga Perkreditan Desa di Bali.000 s/d Rp 2. Peningkatan Pendapatan PetaniNelayan Kecil.000 orang. Kredit P4K diberikan secara bertahap. mengadministrasikan usaha simpan pinjam. jenis cicilan pinjaman yang cocok untuk calon anggota. Koperasi Simpan Pinjam.000 per anggota. selain mendapat loan dari ADB dan IFAD.2. Per Oktober 2002 terdapat 4. besarnya pinjaman anggota.

4. . namun demikian. serta supervisi dirancang sedemikian rupa sehingga menjadi sangat sederhana. BRI merancang ulang konsep BRI Unit. Transparancy. Dengan catatan kinerja sejak tahun 1996 hingga saat ini. Pada awal tahun 1984.5 Kunci Sukses BRI Unit Keberhasilan BRI Unit tidak lepas dari komitmen para manajemen BRI untuk mengembangkan BRI Unit dengan menggunakan pendekatan bisnis / komersial dan tidak lagi bergantung kepada subsidi pemerintah maupun donor. BRI Unit Desa (BRI Unit) Untuk beberapa waktu lamanya sampai dengan tahun 1980an. Dengan besar pinjaman bisa sampai Rp 50 juta namun demikain dari jumlah peminjam sekitar 4 juta debitur rata-rata pinjaman mereka adalah sekitar Rp 3 juta. Accesibiliy. tidak hanya di Indonesia khususnya. namun juga bagi dunia micro finance pada umumnya. Guna memastikan bahwa prinsip simplicity berjalan dengan benar maka. tidak hanya di Indonesia tetapi juga di kalangan negara-negara lain di dunia. BRI Unit Desa yang dimulai tahun 1984 tersebut.saat ini. Demand’s Driven. Sedangkan untuk tabungan. sejak tahun 1986 hingga tahun 2002 terus berkembang serta tetap mampu menghasilkan laba. BRI Unit menjalankan fungsi chanelling bagi kredit BIMAS-BIMAS. Semua biaya yang terkait dengan kegiatan BRI Unit harus dapat ditutup dengan jumlah income yang diterima BRI Unit. Produk simpanan dan pinjaman dirancang sedemikian rupa sehingga sesuai dengan tuntutan masyarakat yang membutuhkannya. BRI Unit saat ini melayani sekitar 25 juta penabung diseluruh Indonesia. 2. dari sisi kinerja produk pinjaman BIMAS INMAS tidak bisa dikatakan sebagai keberhasilan. sistem akuntansi. prosedur. Sistem yang diterapkan di BRI Unit seperti produk. BRI Unit Desa yang kemudian lebih dikenal sebagai BRI Unit kini telah tersebar di 3. BRI sedang mempersiapkan petunjuk pelaksanaan ke seluruh daerah untuk pemberian kredit kepada Kelompok dan Asosiasi dari gabungan beberapa kelompok P4K. BRI Unit bahkan dikenal sebagai Lembaga Keuangan Mikro paling berhasil. BRI Unit harus mampu menghasilkan laba sehingga seterusnya mampu bertumbuh dan berkembang demi keberlangsungan usahanya. 2. Cost Recovery. Dari yang awalnya syarat dengan program subsidi dari pemerintah. Prinsip-prinsip utama yang selama ini dipegang erat oleh manajemen BRI Unit adalah sebagai berikut : Simplicity. fungsi BRI sebagai agent of development sedikit banyak telah ikut berperan dalam pencapaian swasembada pangan pada tahun 1980an. Target market BRI adalah mereka yang digolongkan sebagai the working poor. dengan dukungan dari kementerian Keuangan RI dan Bank Indonesia.3. Saat ini banyak kelompok P4K yang telah lepas dari garis kemiskinan dan telah mendapat pinjaman komersial di BRI di berbagai daerah. BRI Unit harus dikelola secara terbuka / transparan. efisien dan efektif. Penggunaan pendekatan komersial tersebut ternyata menjadi suatu fenomena baru lembaga keuangan mikro. BRI Unit mudah dihubungi serta selalu berada dekat di tengah-tengah masyarakat bawah khususnya yang berada di daerah pedesaan / pinggiran.902 tempat di berbagai pelosok Indonesia. Sustainability. BRI Unit Desa kemudian dijadikan suatu unit kerja Micro banking dengan menggunakan pendekatan komersil sebagaimana prinsip-prinsip perbankan yang sehat pada umumnya.

hal ini antara lain disebabkan karena tingkat kejujuran dan keuletan berusaha masyarakat pedesaan masih sangat tinggi. dan mewajibkan setiap desa untuk mendirikan LKM semacam BKD.6 Peluang Lembaga Keuangan Mikro Dengan semakin banyaknya masyarakat desa yang berusaha. meningkatkan produktivitas usaha kecil masyarakat pedesaan. .Continous training. Saran Pemerintah menerbitkan Undang-undang atau Peraturan Pemerintah yang mengatur tentang LKM. transparency. tetapi para pengusaha kecil di pedesaan usahanya tetap berjalan dan bahkan terus berkembang dan hal ini dapat pula dilihat dari pertumbuhan assets Lembaga Keuangan Mikro yang dibawah pembinaan BRI seperti BRI Unit dan BKD pada waktu sebelum krisis tahun 1996 sampai dengan akhir tahun 2002. 2. continous training serta supervision. Untuk itu lembaga keuangan mikro perlu berinovasi guna mengantisipasi peluang bisnis yang semakin terbuka. cost recovery. Pembinaan dan pengawasan LKM dilakukan oleh satu lembaga yang mempunyai pengalaman membina LKM. Kesimpulan Peran Lembaga Keuangan Mikro di era Otonomi daerah semakin penting. dengan sendirinya akan membuka lapangan kerja baru. Setiap pegawai dijajaran BRI Unit harus mendapat training untuk memaksimalkan kemampuan setiap karyawan dalam rangka memberikan yang terbaik buat nasabah dan perusahaan. Pemerintah daerah bekerja sama dengan lembaga perbankan / keuangan mikro terkemuka memberikan fasilitas bantuan pelatihan kepada para pengurus LKM serta memberikan bantuan modal kerja berupa pinjaman. accesibility. sehingga tingkat perekonomian di desa yang bersangkutan secara otomatis juga ikut meningkat. Lembaga keuangan mikro mempunyai peran besar dalam menumbuhkan calon-calon pengusaha ditingkat desa. daya belinya meningkat. pendapatan penduduk desa meningkat. BRI Unit menjalankan mekanisme prosedur sistem supervisi guna memastikan bahwa semua karyawan telah menjalankan kegiatannya sesuai dengan pelaksanaan prinsipprinsip perbankan yang sehat. yang pada akhirnya dapat mengurangi atau mengentaskan kemiskinan di pedesaan. Pengalaman BRI dengan BRI Unitnya dan kedudukan BRI sebagai pembina dan pengawasan BKD serta sebagai anggota pelaksana proyek-proyek pemerintah untuk masyarakat miskin di Pedesaan menunjukkan bahwa tingkat kemacetan kredit yang disalurkan untuk modal kerja usaha kecil-kecilan secara umum prosentasenya kecil sekali. Supervision. LKM yang ada masih banyak yang kekurangan modal dan kemampuan manajemen usaha simpan pinjamnya masih lemah. serta menunjang program pemerintah dalam pengentasan kemiskinan. dimana banyak pengusaha menengah dan besar yang gulung tikar. khususnya dalam hal peningkatan aksesibilitas dan pelayan produk / jasa. sustainability. Keuletan berusaha ini juga bisa dibuktikan dengan adanya krisis ekonomi yang melanda Indonesia sejak tahun 1997. Dalam beberapa hal pengembangan lembaga keuangan mikro perlu menerapkan prinsip-prinsip komersial / bisnis yang dianut oleh BRI Unit seperti: simplicity. demand driven.

bahwa Umar bin Khattab memilik keunikan dalam upanya mengentaskan kemiskinan. Ini diibaratkan dengan orang yang punya hak dan tinggal di gunung Shan’a. Ketika makanan itu 1 . terjadilah perubahan sistem jatah untuk menyelesaikan maslah ini.SE. Keinginan Umar tidak terbatas dalam pemerataan kesejahtraan. Dengan demikan. bahwa ketika beliau datang ke Syam. namun beliau juga tidak ingin melewatkan hak tiap orang. maka beliau tetap akan memeberi jatahnya. Diantaranya yang menjelaskan tersebut. meski orang itu hanya diam dirumah saja. Sungguh Umar telah mengerti tentang tanggung jawabnya terhadap rakyatnya yang miskin dan ia sangat antusias untuk menutupi kebutuhan mereka.I Satu hal yang harus diperhatikan. Sepertinya beliau menginginkan adanya perubahan sistem yang berlaku. yaitu sistem hubungan kekerabatan dengan rasulullah dan siapa yang lebih awal masuk Islam kepada sistem persamaan.KAJIAN EKONOMI ISLAM Peran Kebijakan Fiskal Umar Bin Khattab Dalam Pengentasan Kemiskinan POSTED BY ANAS MALIK ⋅ APRIL 4. 2012 ⋅ TINGGALKAN SEBUAH KOMENTAR 2 Votes By: Anas Malik. maka dibuatkanlah makanan yang beliau belum pernah melihat yang sepertinya.

Dalam Islam. Maka dari itu zakat sebagai instrumen kebijakan fiskal pada masa khalifah Umar bin Khattab sangat berperan besar dalam peningkatan kesejahtraan rakyat. Dalam beberapa riwayat. “Bagi mereka surga” maka berderailahlah kedua mata Umar. Akan tetapi beliau melakukan politiknya dalam hal tersebut berdasarkan prinsip yang dinyatakan dengan perkataanya.” Ulangilah pemberian zakat kepada mereka. meskipun seseorang dari mereka pergi dengan membawa seratus unta. Oleh karena itu Umar sangat berhati-hati dalam mengalokasikan dana zakat terhadap fakir-miskin. lalu berkata.” jika ini bagian kami. Sedangkan riwayat yang menjelaskan pembatasan kecukupan dengan jumlah tertentu itu tidak berati tetapnya jumlah tersebut dalam setiap masa atau kota. Umar bin Khattab berpendapat agar orang miskin diberikan dari zakat sesuai dari kadar yang mencukupinya. bukan sekedar mencukupi kelaparanya dengan beberapa suap makanan atau mengurangi kesulitannya dengan beberapa dirham yang tidak merubah kondisi ekonominya. “Jika kamu memberi makan. atau pemasukanya tidak mencukupi kebutuhanya.” dan beliau mengatakan. dan mekanisme kebijakan ekonomi negara. mekanisme pemanfaatan dan pengembangan kepemilikan. kebijakan fiskal hanyalah salah satu mekanisme untuk menciptakan distribusi ekonomi yang adil. namaun penentuan batasan kekayaan yang menghambat keberhakan zakat pada masa Umar. maka sesungguhnya mereka meiliki keutamaan yang lebih jauh”. 2 3 4 .” dab beliau berkata kepada para Amil zakat. Jangan sampai ada pegawai yang menyelewengkan atau tidak tepat sasaran. mesipun seseorang diantara mereka pergi dengan seratus unta”. yaitu tidak mampu bekerja.“sungguh aku akan memberikan zakat kepada mereka. dan bagi mereka surga. maka cukupkanlah. seperti mekanisme kepemilikan. Umar menjelaskan syarat terpenting yang harus terpenuhi bagi orang yang mendaptkan jaminan sosial dari kalangan fakir miskin. “Ini untuk kami! Lalu apa yang untuk kaum muslimin yang miskin selalu tidak kenyang dari roti gandum?” Khalid bin Walid berkata. Umar bin Khattab telah memposisikan dana zakat sebagai alokasi penerimaan dan pengeluaran negara pada masa pemerintahanya.dibawa kepadanya. Karenanya kebijakan fiskal tidak akan berfungsi dengan baik bila tidak didukung oleh mekanisme-mekanisme lainnya yang diatur melalui syariat Islam. beliau berkata.

” ”Demi Allah. 5 ” Kalau aku menghadapi urusanku . dewasa ini kian melekat di benak publik. Beliau berkata. Umar selalu meninjau kembali kebijakan dan sirkulasi ekonomi pada masanya.” Apa itu ekonomi islam ? Ekonomi islam sebagai sebuah positioning baru yang mengasosiasikan kita kepada sistem pengelolaan ekonomi dan bisnis secara islami. Berikut ini keputusan yang diambil dalam bentuk pembicaraan atau pidato yang dilontarkan dalam berbagai kesempatan. Tidak hanya kaum muslimin . Umar juga menggunakan seluruh instrument fiskal agar dapat bersinergi dalam pertumbuhan ekonomi. InsyaAllahaku akan berjalan mengunjungi rakyat selama setahun sehingga rakyat dapat menyampaikan keperluanya padaku. maka aku tidak akan mundur dan aku akan mengambil sisa harta para kaum kaya. Hal ini bisa dilihat dalam keadilan pendistribusian pengeluaran negara yang telah ditetapkan Al-Qur’an dan As-Sunah beserta Ijtihad Umar sendiri. 1000 untuk tunggangan dan senjatanya.Selain dana zakat. Beliau akan melakukan pengawasan (controlling). Meemang mereka tidak bisa datang kepadaku. sayangnya mereka tidak meminta pendapatku. Hendaknya tidak tersissa seorangpun darikaum muslimin meskipun ia dirumah kcuali ia akan diberikan bagian. sehingga aku yang harus datang kepada mereka. Sistem ini secara nyata telah memiliki pengaruh . jika beliau masih hidup tahun mendatang.am standar. dan 1000 untuk biaya hidup keluarganya. dan bagianya adalah dari harta Allah meski dirinya tida bekerja untuk itu dan hartanya tidak dikenakan beban” ” Kalau akau masih hidup. tapi juga kaum lain nya. 1000 untuk biaya hidupnya. Beliau mengambil berbagai keputusan dan mengumumkan didepan rakyat. kemudian aku bagikan kepada kaum fakir miskin. kalu aku masih hidup ditahun mendatang. ” ” Aku berharap kalau aku hidup sebentar atau lama agar aku dapat berlaku benar kepada kalian. Sedangkan dalam masalah usaha. Tujuan utama pertumbuhan ekonomi Umar adalah kesejahtraan rakyatnya. Insya Allah. Aku akan menjadikan bagian pemberian seorang muslim 3000 dirham. maka aku akan mengantarkan orang-orang dibawah standar untuk aku angkat kederajat orang-orang yang ada dal.

anak yang belum mendapatkan pendidikan yang layak.orang yang berhak ( 8 golongan ) dengan nisab dan kadar tertentu yang di atur oleh syariah. Negara yang dikarunia kekayaan alam yang sungguh melimpah ternyata belum mampu mengentaskan masalah yang amat besar yaitu kemiskinan. Jadi tanpa kita sadari bahwa zakat memiliki peran yang cukup penting dalam pengentasan kemiskinan di indonesia. bersih. Apabila fungsi zakat sebagai penyalur kekayaan ini dijalankan dengan baik dengan menggunakan sistem syariah ( islam ) dengan pembagian yang merata tanpa adanya unsur riba. Harapan ini memang masih jauh dari kenyataan. anak . fenomena ini terlihat dengan marak nya sektor keuangan dan perbankan yang melakukan konversi atau perubahan dari sistem konvensional ke sistem syariah. Strategi komprehensif islam untuk pengentasan kemiskinan Sungguh ironis yang menyebutkan bahwa di indonesia kemiskinan begitu merajalela memang tidak dapat di nafikan lagi. tumbuh. baik dan berkembang. maka persoalan kemiskinan dan kesenjangan sosial dapat diperkecil. dan barang – barang tambang yang diambil dari perut bumi. yang berpedoman kepada Al Qu’ran dan Al – Hadist. maka harus ada upaya yang optimal untuk menggulangi kemiskinan dengan cara pendekatan secara komprehensif. Apa yang dimaksud dengan zakat ? Zakat secara bahasa/terminologi berasal dari kata zaka yang berarti berkah . 2012 . hewan peliharaan. atau begitu banyak nya antrian wanita – wanita yang ingin mendaftar menjadi TKW walaupun akhir nya mereka mendapatkan perlakuan yang tidak wajar dari majikan nya. sedangkan zakat menurut istilah/terminologi adalah sejumlah harta tertentu yang diwajibkan Allah swt yang diserahkan kepada orang . Zakat memiliki banyak pengaruh yang penting dalam mengarahkan perekonomian pada keadaan yang kita inginkan. Diterbitkan di: 25 Maret.orang miskin dan memberi pemahaman kepada orang – orang kaya agar sadar untuk mengeluarkan zakat.anak yang di derita busung lapar. dari beberapa problema di atas dapat kita simpulkan bahwa negara kita ini belum mampu menyelesaikan masalah yang cukup besar yaitu kemiskinan.yang besar di dunia perekonomian. Asumsi di atas dikuatkan dengan beberapa fakta yang sangat menyedikan diantara nya masih terdengar banyak anak . dan yang utama adalah pengetasan kemiskinan. aktivitas perniagaan ( perdagangan ). Zakat dikenakan pada cakupan yang luas dan meliputi berbagai sistem perekonomian. simpanan emas dan perak. Zakat di pungut dari produk pertanian. Ilmu ekonomi syariah atau yang disebut juga dengan ilmu ekonomi islam adalah ekonomi yang bertumpu pada sistem dasar nilai dan prinsip – prinsip syariah. kekeluarga yang rela menahan rasa sakitnya karena mahal nya biaya berobat. yaitu mengubah cara pandang orang .

2010 TINGGALKAN KOMENTAR 1 Vote kemiskinan menjadi masalah besar negeri ini.17 juta orang (16.Sumber: http://id. Penanggulangan kemiskinan menjadi prioritas pertama dari sembilan prioritas program kerja pemerintah pada tahun 2007.com/business-management/business-ideas-and-opportunities/2276472-ekonomi-islamzakat-sebagai-solusi/#ixzz1vSWa7A8q Peran Bank Syariah Dalam Pengentasan Kemiskinan SEPTEMBER 14. .shvoong. Perlu peran serta masyarakat baik dari pihak swasta maupun LSM untuk saling membantu. Jumlah penduduk miskin (penduduk yang berada di bawah Garis Kemiskinan) di Indonesia pada bulan Maret 2007 sebanyak 37. Melihat dari angka kemiskinan yang sangat besar ini.58 persen). sangat mustahil permasalahan ini bisa diatasi oleh pemerintah sendiri.

Muhammad Yunus dan Grameen Bank menerima hadiah bergengsi dunia ini karena usahanya dalam mengangkat mereka yang miskin melalui kredit mikro (micro finance). Selain menolak konsep riba. peraih Nobel Perdamaian tahun 2006 lalu. Keberhasilan usaha debitur menjadi indikator keberhasilan bank syariah. Dengan kata lain. Perbankan syariah dengan prinsip bagi hasil (mengacu pada akad musyarakah dan mudharabah) meniscayakan adanya penanggungan risiko kerugian bersama baik pihak bank maupun debitur. Tim pemberdaya masyarakat harus menjadi divisi penting dalam bank syariah. meskipun debitur sendiri mengalami kerugian dalam usahanya. Keunggulan ini menjadi entry point bagi bank syariah menjadi lembaga keuangan yang bersahabat dengan masyarakat. bank syariah bukanlah semata-mata bank yang mengeliminasi sistem bunga dalam operasionalnya. Menurut Umar Chapra. Bank syariah harus pro aktif memberdayakan debiturnya baik dari segi peningkatan kinerja maupun pembinaan moral. bank tidak mau tahu dengan kesulitan yang dihadapi kliennya. guna menghadiri pertemuan mingguan Centre Meeting yang beranggotakan sekitar 40 orang nasabah Grameen Bank. di antaranya: Bank Syariah menjadikan debitur sebagai mitra usaha. Analoginya kemiskinan harus menjadi musuh utama bank syariah. . Ia tidak canggung berjalan kaki dari desa ke desa. Sistem ini akan menjadi konsekuensi bank syariah menjadikan debitur sebagai mitra usaha. Kata kunci dari keberhasilan Muhammad Yunus adalah menjadikan debiturnya sebagai sahabat dengan tidak kenal lelah memberdayakan mereka. Jelas dalam hadits dikatakan bahwa kefakiran (kemiskinan mendekati kekufuran). menurutnya bank syariah juga harus melakukan peran yang berorientasi kesejahteraan-sosial (social welfare oriented).Pertanyaannya sekarang sejauhmana kehadiran perbankan syariah yang semakin semarak di tanah air ini mampu ikut berperan serta mengentaskan kemiskinan? Bank Syariah adalah tatanan sistem pengoperasian bank yang dilandasi oleh nilai-nilai syariah yang terkandung Al-Qur’an dan Hadits. Kita bisa belajar dari Muhammad Yunus. Sedangkan penerapan sistem bunga dalam dunia perbankan konvensional meniscayakan keuntungan yang pasti dari debitur dalam jumlah persen. Ada banyak keunggulan sistem bank syariah yang bisa dipergunakan untuk ikut serta memberantas kemiskinan ini dibanding bank konvensional.

tanpa dikenakan tambahan maupun margin keuntungan.26 persen) dan mudharabah (20. Angka kemiskinan sebagian besar persentasenya berada di daerah pedesaan. kelebihan dan pengembalian dana selanjutnya dikembalikan lagi menjadi sumber dana pembiayaan qardhul hasan. Inilah pangsa pasar terbesar yang menjanjikan dan sama sekali belum tergarap oleh dunia perbankan konvensional untuk saat ini. yakni pada bulan Maret 2007 sebesar 63. menyimpulkan bahwa dengan menganalisa karakteristik sektor usahanya bisa dikatakan bahwa skema pembiayaan yang paling ideal untuk memberdayakan kelompok ini adalah skema pembiayaan bagi hasil. nelayan dan masyarakat pedesaan dalam rangka mendukung pengentasan kemiskinan serta industri pedesaan yang berkelanjutan. Terutama pada para nasabah sektor menengah ke bawah yang masih sulit untuk mendapatkan bantuan dan pinjaman dari bank karena dianggap tidak bankable. Pembiayaan qardhul hasan berupa fasilitas pembiayaan yang diberikan atas dasar kewajiban untuk tujuan saling tolong-menolong (ta’awun) dimana pihak peminjam hanya dituntut untuk mengembalikan pokok pinjaman. Musyarakah dan mudharabah). Oleh bank syariah. terkecuali peminjam sukarela melebihkan pembayarannya. buruh dan umat yang bekerja di sektor informal lainnya justru merupakan kelompok umat Islam yang lebih dominan jumlahnya di negeri ini. pedagang kecil. pada sektorsektor pertanian secara umum. zakat. Berkembangnya kegiatan pertanian dan ekonomi pedesaan akan meningkatkan lapangan kerja dan meningkatkan pendapatan petani. Mengoptimalkan dana Qardhul Hasan Salah satu kekhasan bank syariah adalah bahwa produk-produknya tidak saja berorientasi bisnis-komersial. seorang pakar perbankan syariah Malaysia. Sudin Haroon. maka semakin tumbuh sektor riil berbasis bagi hasil dan secara otomatis kemiskinan pun akan semakin berkurang. Dana qardhul hasan bersumber dari pendapatan non halal (seperti bunga).50 persen). Dana ini bisa digunakan untuk membiayai peningkatan ekonomi dhuafa berupa modal kerja. Bagi hasil sangat cocok untuk sektor pertanian dan kelautan. . denda. jual sayur keliling. nelayan. Para petani. Sektor pertanian dan kelautan memiliki peran strategis karena keterlibatan tenaga kerja besar dan outputnya memiliki nilai strategis karena menyangkut hajat hidup orang banyak. pembiayaan murabahah (jual-beli) mencapai 60.Selama ini bank syariah masih didominasi oleh pembiayaan murabahah.52 persen. seperti modal dagang kecil-kecilan. Sebagian besar penduduk miskin adalah mereka yang bergantung pada sektor pertanian seperti petani. Lagi pula. Mencari pengusaha yang berkinerja tinggi sekaligus jujur menjadi kendala tersendiri bagi bank syariah untuk menyalurkan pembiayaan berbasis bagi hasil. Bank syariah dapat menjalin kerjasama dengan pihak lain seperti Departemen Pertanian dan Departemen Kelautan dan Perikanan. Dengan semakin banyaknya pengusaha yang dibina secara kinerja dan moral oleh bank syariah.67 persen dibandingkan dengan pembiayaan bagi hasil musyarakah (14. Khusus kelompok ini. tetapi juga mempunyai fungsi sosial (socio economical benefits). Pada bank syariah terdapat jenis pembiayaan yang dinamakan qardhul hasan (benevolent loan/pinjaman kebajikan). returnnya akan berdurasi untuk jangka waktu yang cukup panjang (long term). nelayan. dan peternak. servis sepatu dan kegiatan sejenisnya. Pada bulan Juli 2007. yaitu pembiayaan yang disalurkan tanpa imbalan apapun. Bank syariah harus mulai membidik kelompok ini dengan konsep pemberdayaan yang dimiliki. skema pembiayaan jual-beli (murabahah) tentu saja tidak cocok untuk dipraktekkan karena mereka rata-rata tidak memiliki aset yang cukup untuk dijadikan sebagai jaminan (collateral). infaq dan shadaqah.

Dari penjelasan di atas. dapat melahirkan radikalisasi atas kebijakan negara dan bahkan dapat menciptakan fundamentalisme dalam bergama. Hampir semua tokoh-tokoh pemerhati sosial kemasyarakatan sepakat bahwa kemiskinan yang meningkat berdampak pada peningkatan angka kriminalitas. maka akan menciptakan efek pada skala makro ekonomi. (zar) Sumber: Majalah Ekonomi Syariah. no 26. Pemberdayaan ekonomi umat skala kecil dengan konsep community empowerment (pemberdayaan masyarakat) merupakan solusi tepat mengatasi kemiskinan di masyarakat. 2008 .Apabila hal ini bisa dikelola dengan baik. jelaslah bahwa bank syariah memiliki prinsip filosofis dan basis operasional yang terintegrasi dengan nilai-nilai sosial dan aktifitas ekonomi. Marilah pemerintah untuk mulai menghadirkan bank syariah sebagai salah satu kunci utama pemecah masalah ini. semakin rendahnya tingkat pendidikan dan kesehatan. volume 6. Pemerintah harus punya komitmen yang kuat untuk segera mengatasi maslah kemiskinan bangsa ini.