You are on page 1of 4

Pemeliharaan hutan

Pemeliharaan hutan merupakan suatu kegiatan yang merupakan suatu tindakan silvikultur yang berkaitan dengan usaha untuk meningkatkan nilai tegakan atau nilai hutan. Tindakan silvikultur dalam pemeliharaan huta bisa dikelmpokkan dalam pemeliharaan hutan pada waktu tanaman masih muda, dimana tanaman tersebut telah meningkat pertumbuhannya dan tanaman telah tumbuh menetap. Kegiatan pemeliharaan ini disebut tending. Pemeliharaan selajutnya yaitu diikuti dengan istilah perlakuan tebangan antara (intermediate cutting), diantaranya adalah tebangan penjarangan. Oleh karena itu dimungkinkan pula dalam kegiatan tersebut juga diperoleh hasil ikutan tanpa mengurangi kesuburan tanahnya. Pemeliharaan hutan khusunya pada hutan tanman yang masih muda meliputi kegiatan: 1. Penyiangan 2. Pendangiran 3. Pemupukan dan penyiraman 4. Pemberian mulsa 5. Singling 6. Wiwil 7. Pruning 8. Pemberantasan hama dan penyakit

Penjelasan dari kegiatan pemeliharaan pada tanaman (khususnya pada hutan tanaman) yang masih muda : 1. Penyiangan Penyiangan merupakan suatu kegiatan silvikultur yang meliputi pembersihan dan pembersihan dari gulma dan juga pembebasan dari naungan, sehingga tanaman tersebut terbebas dari gangguan gulma dan dapat menerima sinar mata hari dengan baik.

Silvikultur | 1

Kegiatan ini dapat dilakukan secara periodik (misalnya dilakukan 3-4 bulan sekali, atau bisa juga 6 bulan sekali) tergantung dari kondisi lingkungan pertumbuhan tanaman tersebut. 2. Pendangiran Pendangiran merupakan suatu kegiatan berupa pencangkulan disekeliling tanamanyang dipelihara, dengan maksud untuk menggemburkantanah disekitar tanaman agar aerasi tanah disekitar tanaman menjadi lebih bagus. Disamping itu juga berpengaruh pada pertumbuhan akar-akar baru dibagian akar yang terpotong pada waktu proses pencangkulan tanah. Kegiatan ini biasanya mengiringi kegiatan penyiangan, dan sekaligus dibuat piringan tanaman (diameter piring tanaman sekitar 50-100 cm).

3. Pemupukan dan penyiraman Pemupukan perlu dilakukan terutama pada kondisi lingkungan yang kurang mendukung untuk pertumbuhan dan perkembangan tanaman. demikian pula dengan penyiraman, penyiraman dilakukan pada saat kondisi lapangan sangat lapangan. Pemupukan dilakukan pada saat diperlukan yait menjelang musim ujahan atau mendekati musim kemarau. Banyak dan macam unsur hara yang diberikan tergantunr dari kondisi tanah dan hara yang dibutuhkan tanaman. prinsip pemupukan adalah memberikan hara yang dioerlukan tanaman, dengan jumlah yang sesuai. Pemberian pupuk ada tanaman yang tidak tepatakan mempunyai dampak negatif pada pertumbuhan tanaman. Pemupukan bisa berupa dua macam yaitu : pupuk padat dan pupuk cair. Pemupukan dapat dilakukan melalaui sistem perakaran atau melalui daun. Pada pemupukan yang dilakuakan melalui sistem perakaran bisa berupa pupuk padat atau pupuk cair. Sedangkan yang diberikan mellui daun pupuk yang diberikan adalah pupuk cair.

Silvikultur | 2

4. Pemberian mulsa Mulsa adalah bahan yang diberikan pada suatu tempat dimana diharapkan pada lokasi tersebut kelembabannya bisa terjaga. Meski demikian akan lebih baik lagi bila mulsa tersebut bisa berfungsi ganda, yaitu sebagai bahan pupuk untuk menambah unsur hara bagi tanaman, disini mulasa yang digunakan berasal dari bahan organik. Sedang kan yang lainya mulsa bisa berasal dari plastik, kertas, batu dan lain sebaginya. Yang perlu diamati adalah bahan tersebut tersedia dengan cukup dan tidak mahal serta tidak menumbulkan dampak negatif bagi tanaman. 5. Singling (penunggalan batang) Silngling adalah suatu kegiatan pemeliharaan pada tanaman muda dengan maksud memotong batang ganda (multistem), kemudian disisakan atu diantaranya, agar pertumbuhan dan perkembangan batang tanaman yang diharapkan dapat obtimal. Dalam hal ini pemeliharaan batang tunggal cermat dan harus diperhatikan dan disesuaikan denga tujuan . jangan salah justru batang yang potensial untuk dipeluhara justru yang dipotong. 6. Wiwil Wiwil ini sebenarnya hampir sama dengan singling, disini kegiatannya berupa membuan tunas-tunas air yang bersifat sileptis (tunas pada batng pokok yang tumbuh ortotroph, sejajar batang) atau lateral. Wiwil bisa juga berupa pruning bila sifat tunas yang dipotong berupa tunas-tunas lateral. Jadi tujuan dari kegian ini adal suoaya tanaman tersebut berbatang tunggal dengan bebas cabang tinggi, dan atau agar batang pokok tumbuh normal tanpa gangguan adanya tunas-tunas kateral dan atau tunas-tunas air yang biasanya berkembang legih pesat. Wiwil dilakukan pada tanaman yang masih muda, yaitu pada masa pemeliharaan tahun pertama dan tahun kedua. Pelaksanaan wiwil dilakuakan dengan pisau wiwil, yang bentuknya seperti sabit tetapi kecil, runcing dan tajam.

Silvikultur | 3

7. Pruning Pohon mempunyai bagian vegetatip diantaranya termsuk tunas dan cabang sering kali cang tumbuh secara tidak normal. Hal ini sesuai denan sifat genetikanya, cabang pada pohon ada yang melekat sampai beberapa tahun, tetapi ada yang cepat lepas dari batang pokok. Keadaan ini banyak ditentukan oleh factor lingkungan, cabang pada batang yang lapas atau runtuh dikarenakan factor lingkungan (fisik dan biotik )disebut pruning secara alami. Pruning secara alami terjadi sangat pelan. Tindakan menghilangkan cabang dari batang yang terpilih untuk meningkatkan kualitas dan nilai dari tegakan disebut pruning buatan. 8. Pemberantasan hama dan penyakit Pemberantasan hama dan penyakit, kegiatan ini termasuk dalam kegiatan perlindungan hutan. Dalam pembangunan hutan sering dijumpai berbagai kendala, khusunya yang menyangkut seringnya terjadi kegagalan dalam membuat tanaman hutan. Kegagalan ini disebabkan oleh banyak factor, diantaranya adalah serangan hama dan penyakit. Banyak cara digunakn untuk mengatasi masalah tersebut diantaranya adalah dengan cara : Mendeteksi Mengidentifikasi Menetapkan kerusakan yang ditimbulkan disebabkan oleh serangan hama atau penyakit

Silvikultur | 4