Blok 4 TUGAS KELOMPOK FARMAKOLOGI Percobaan II Dosis Letal, Dosis Efektif dan Penentuan Sigmoid Curve

Laboratorium Farmakologi Fakultas Kedokteran Universitas Kristen Maranatha Bandung 2009

Lalu akan terlihat reaksi ikan terhadap alkohol 70% dengan konsentrasi tertentu. . semakin pendek suatu MOS maka semakin bahaya suatu obat yang akan kita gunakan karena hanya perbedaan sedikit saja maka akan menimbulkan efek toksis. Dari. Tetapi alkohol sendiri memiliki Margin of Safety yang lebar sehingga alkohol dianggap memiliki tingkat keamanan yang baik. Margin of Safety = 3. apakah tereksitasi atau mati. Margin of Safety (MOS) dapat diukur dari jarak antara LD 50 dengan ED 50. Dari data yang didapatkan. Larutan air dan alkohol tersebut dituangkan ke gelas-gelas yang berisi ikan.725%.725%. LD 50 = 4. Parameter keamanan suatu obat dapat ditentukan dari: • • • Margin of Safety Index Therapy Sigmoid curve Tujuan percobaan ini adalah untuk menentukan keamanan alkohol 70% pada ikan seribu (Labitus reticulates) melalui penentuan persen dosis efektif (ED) dan dosis letalnya (LD).5%.4. Cara melakukan percobaan ini adalah dengan mencampurkan air dan alkohol 70% dengan konsentrasi yang berbeda-beda di setiap gelas ukur. hasil percobaan didapatkan ED 50 = 3.ABSTRAKSI Suatu obat. sebelum dipasarkan harus melalui proses pengujian terlebih dahulu untuk mengetahui apakah obat tersebut aman dikonsumsi.5% .35. Index Therapy dan gambar Sigmoid curve dapat ditentukan setelah mengatahui ED 50 dan LD 50. jika konsentrasi alkohol dalam larutan terlalu besar. Index Terapi = 1. Dalam percobaan ini dapat disimpulkan bahwa penambahan konsentrasi alkohol pada batas tertentu akan mengakibatkan terjadinya eksitasi pada ikan bahkan juga kematian. akhirnya dapat dibuat Sigmoid curve-nya.

Kurva Sigmoid adalah kurva yang menggambarkan persentase kematian dan efek yang diinginkan dari suatu obat pada konsentrasi yang berbeda pada keadaan yang sama. kita mengenal dan juga mengkonsumsi berbagai jenis obat. kita mempelajari: • • • Dosis Letal (Lethal Dose / LD) Dosis Efektif (Effective Dose / ED) Kurva Sigmoid (Sigmoid curve) Penjelasan: • Dosis Letal adalah dosis yang menyebabkan kematian pada 50% dari individu (hewan percobaan). ED 50 disebut juga dosis terapi median atau dosis efektif median. Penentuan LD 50 dan ED 50 dari suatu obat berguna untuk menentukan margin of safety (jarak antara ED 50 – LD 50. Pada percobaan ini. Misalnya: ED 50 adalah dosis yang menimbulkan efek yang dikehendaki pada 50% individu (hewan percobaan). melainkan harus mengikuti dosis/takaran yang sudah ditentukan. LD 50 disebut juga dosis letal median.BAB I PENDAHULUAN Dalam kehidupan sehari-hari. Konsumsi suatu obat tentu saja tidak boleh ditentukan sembarangan. • • • . Misalnya: LD 50 adalah dosis yang menyebabkan kematian sebanyak 50% dari hewan percobaan. Dosis Efektif adalah dosis yang menimbulkan efek yang dikehendaki. menunjukkan batas keamanan obat) dan index therapy dari suatu obat.

Macammacam dosis adalah sebagai berikut: • • • • • • • • • • • • • dosis tunggal dosis tunggal maksimum dosis harian dosis harian maksimum dosis normal dosis letal dosis awal dosis pemeliharaan dosis minimal/dosis ambang dosis maksimal dosis optimal/efektif/terapi dosis terapeutik dosis toksik Faktor-faktor yang mempengaruhi dosis adalah sebagai berikut: • • • berat badan luas permukaan tubuh umur .BAB II TINJAUAN PUSTAKA Dosis adalah jumlah obat yang dapat diberikan/diterima seseorang.

dapat digambarkan baik dalam kurva dosis-intensitas efek (DEC) maupun kurva log dosis-intensitas efek (log DEC) yang berbentuk sigmoid. Potensi yang terlalu rendah akan merugikan karena dosis yang diperlukan terlalu besar Sebaliknya. Hubungan antara kadar/dosis obat dan besarnya intensitas efek. intensitas efek obat berbanding lurus dengan fraksi reseptor yang diduduki atau diikatnya. . dan intensitas efek mencapai maksimal saat seluruh reseptor diduduki obat. Di bawah ini adalah bentuk Sigmoid curve: Intensitas Efek Efek Max Variabilit as e op Sl Potensi Log Dosis Sigmoid Curve Keterangan: Potensi adalah rentang dosis obat yang menimbulkan efek. potensi yang terlalu tinggi justru merugikan atau membahayakan bila obatnya mudah menguap atau mudah diserap melalui kulit.• • • • • • • kelamin cara pemberian saat pemberian kecepatan biotransformasi dan ekskresi obat faktor genetik interaksi obat variasi biologik Menurut teori pendudukan reseptor.

Kegunaan Kurva Sigmoid : • Mengetahui margin of safety dari suatu obat Margin of safety adalah jarak antara ED 50 – LD 50. Semakin curam slope. berarti obat tersebut tidak berbahaya. Biasanya obat-obat seperti ini dapat memberikan efek toksik. slope yang landai menunjukkan bahwa kenaikan dosis – baik banyak maupun sedikit – diikuti perubahan intensitas efek yang relatif kecil. maka kekuatannya meningkat. Garis vertikal menunjukkan bahwa pemberian obat dengan dosis tertentu pada populasi akan menimbulkan suatu rentang intensitas efek. Mengetahui index therapy dari suatu obat Index therapy adalah hubungan antara dosis obat yang diperlukan untuk memberi efek yang diinginkan dan yang tidak. Kurva lebih landai. menunjukkan bahwa obat sudah memberikan efek pada dosis kecil.Efek Maksimal adalah respon maksimal yang ditimbulkan oleh obat bila diberikan pada dosis tinggi. Bila dosis tinggi. Garis horizontal menunjukkan bahwa untuk menimbulkan efek obat dengan intensitas tertentu pada suatu populasi diperlukan suatu rentang dosis. Sebaliknya. Kurva hiperbola. Variabilitas adalah variasi antar individu dalam respon terhadap dosis obat yang sama dalam populasi yang sama. menunjukkan batas keamanan pemakaian obat. menunjukkan adanya respon terhadap obat secara gradual. IT = LD50 ≥1 ED50 • . menunjukkan bahwa obat bekerja terlalu lambat. Variasi Kurva Sigmoid • • • Kurva lebih curam. Slope adalah batas-batas keamanan obat. Slope yang curam menandakan bahwa kenaikan dosis yang sedikit dapat menghasilkan perubahan intensitas efek yang besar. Dirumuskan: Jika Index Therapy obat ≥1. Semakin kecil margin of safety. semakin berbahaya. semakin berbahaya obat tersebut. Hal ini ditentukan oleh aktivitas intrinsik obat dan ditunjukkan oleh dataran (plateau) pada kurva.

Berikan nomor urut 1 – 11 untuk penentuan dosis efektif dan dosis letal. 2. . Sediakan 2 deret beaker gelas 600 ml masing-masing terdiri dari 11 buah.• Mengetahui kecuraman / slope dari grafik BAB III CARA MELAKUKAN PERCOBAAN Obat-obat Alat-alat Hewan coba Cara Kerja : Alkohol 70% : Beaker gelas 600 ml : Ikan Seribu (Labitus reticulates) : 1. yang ukurannya sedapat mungkin sama. 3. Pada deret 1. tiap beaker gelas diisi 200 ml air + 10 ekor ikan seribu.

. Isi 26 ml alkohol + 174 ml air 28 ml alkohol + 172 ml air 30 ml alkohol + 170 ml air 32 ml alkohol + 168 ml air 34 ml alkohol + 166 ml air 36 ml alkohol + 164 ml air 38 ml alkohol + 162 ml air 40 ml alkohol + 160 ml air 42 ml alkohol + 158 ml air 44 ml alkohol + 156 ml air 46 ml alkohol + 154 ml air 5.4. Isi 10 ml alkohol + 190 ml air 12 ml alkohol + 188 ml air 14 ml alkohol + 186 ml air 16 ml alkohol + 184 ml air 18 ml alkohol + 182 ml air 20 ml alkohol + 180 ml air 22 ml alkohol + 178 ml air 24 ml alkohol + 176 ml air 26 ml alkohol + 174 ml air 28 ml alkohol + 172 ml air 30 ml alkohol + 170 ml air • Untuk penentuan dosis letal : Beaker gelas No. 3. 6. Kemudian tuangkan isi beaker gelas deret 2 ke dalam beaker gelas deret 1 yang berhadapan dalam waktu bersamaan. 9. beaker gelas diisi dengan alkohol dengan konsentrasi sebagai berikut : • Untuk penentuan dosis efektif : Beaker gelas No. 10. 5. 3. 2. 4. 8. 7. Pada deret 2. 11. 1. Perhatikan gerak ikan dalam keadaan normal 6. 9. 4. 10. 11. 8. 1. 5. 2. 7. 6.

45 2.15 3.2 4. Buatlah sigmoid curve BAB IV HASIL PERCOBAAN Dosis efektif: tabung no.55 4. hitung berapa % ikan yang mati sesudah 5 menit.75 2.55 jumlah ikan mati 2 ED% 20% alkohol (mL) 10 12 14 16 18 20 22 24 26 28 30 air (mL) 390 388 386 384 382 380 378 376 374 372 370 alkohol (%) 1. Kemudian mencatat : • Untuk penentuan ED.9 5.8 3.85 4. • • Untuk penentuan LD. 1 alkohol (mL) 26 air (mL) 374 alkohol (%) 4.1 2. 8.25 jumlah ikan tereksitasi 1 2 3 0 3 4 3 2 1 3 0 ED% 10% 20% 30% 0% 30% 40% 30% 20% 10% 30% 0% . Sesudah 5 menit amati apa yang terjadi.7. 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 Dosis letal: tabung no.5 3. hitung berapa % ikan yang eksitasi sesudah 5 menit.

35 7.2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 28 30 32 34 36 38 40 42 44 46 372 370 368 366 364 362 360 358 356 354 4.3 6.65 7 7.05 7 9 10 10 10 10 10 10 10 10 70% 90% 100% 100% 100% 100% 100% 100% 100% 100% .25 5.7 8.9 5.95 6.6 5.

5. %ED maksimum adalah 40%. yaitu sebagai berikut: % ED = jumlah ikan tereksitasi x 100% jumlah seluruh ikan Perhitungan %LD (Lethal Dose) Perhitungan %LD diketahui dari jumlah ikan yang mati setelah 5 menit. dapat dilihat bahwa : • • • %ED minimum adalah 0%. %LD minimum adalah 20%. %LD maksimum adalah 100%. ED 50 adalah sebesar 3.725.725.5 – 4. yaitu sebagai berikut: % LD = jumlah ikan mati x 100% jumlah seluruh ikan • Dari hasil percobaan. LD 50 adalah sebesar 4. Adapun perhitungan % alkohol pada masing-masing dosis (letal dan efektif) di tiap-tiap tabung secara umum adalah: % alkohol = jumlah alkohol (mL) x 70% jumlah seluruh cairan • Perhitungan %ED (Effective Dose) Perhitungan %ED diketahui dari jumlah ikan yang eksitasi setelah 5 menit. • • • • .Keterangan: • Perhitungan % Alkohol Pada percobaaan ini dipakai alkohol 70% dengan berbagai konsentrasi. Margin of Safety adalah 3.

hal ini menunjukkan bahwa alkohol 70% aman.• Index Therapy adalah 1. hal tersebut disebabkan ukuran ikan yang tidak sama untuk semua beaker gelas. sehingga mempengaruhi perolehan data. Kesalahan data diatas dapat terjadi karena adanya pengaruh ukuran (yang mempengaruhi berat ikan) terhadap efek yang ditimbulkan obat. Index Therapy = BAB V KESIMPULAN • • • Semakin besar kadar alkohol dalam larutan.35 = 3.5 ED 50 Index Therapy ≥ 1.725 = 1. BAB VI . Pada kadar tertentu. semakin banyak ikan yang tereksitasi. kadar alkohol dalam larutan sudah mencapai dosis letal dan menyebabkan ikan mati.35 LD 50 4. Dari hasil percobaan terdapat data yang kurang sesuai dengan teori.

2009. Halaman 27-28. . 2009. Basic Biology of Cells 1 – Edisi 2. Halaman420-423. Farmakologi – Edisi 2.DAFTAR PUSTAKA • • Bagian Farmakologi FK UKM. Buku Penuntun Praktikum Kontributor MP FK UKM.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful