Penerapan Turbin Gas pada Penggerak Kapal Turbin gas merupakan mesin penggerak kapal yang telah dikembangkan

dalam dunia ship propulsion yang mana bahan bakar (fuel) dibakar melalui proses udara yang dikompresikan, dan gas panas hasil pembakaran tersebut digunakan untuk memutar turbine. Gas turbine umumnya diaplikasikan pada dunia kedirgantaraan, dan perkembangannya sangat tergantung pada teknologi metal yang mampu menahan terhadap tekanan dan temperatur yang tinggi. Keunggulan dari gas turbine ini terletak pada ukuran dan kapasitas power yang dihasilkan dibandingkan dengan tenaga penggerak lainnya. contoh gambar gas turbin kapal ukuran kecil

Gambar 1, gas turbin kapal Selain itu, kesiapannya untuk beroperasi pada kondisi full load sangat cepat, yaitu berkisar 15 menit untuk warming-up period. Marine Gas Turbine sangat jarang dijumpai pada kapalkapal niaga, hal ini disebabkan karena operasi dan investasinya yang relatif mahal. Sehingga paling banyak dijumpai pada kapalkapal pesiar, fast ferry atau kapal perang jenis, frigates; destroyers; patrol crafts; dsb. Instalasinya pun kadang merupakan kombinasi dengan tipe permesinan yang lainnya, yakni : Diesel engines.

Gas Turbine | 1

Gambar 2, Contoh kapal yang menggunakan Turbin gas

Gambar 3, Instalasi Twin gas turbin pada mesin kapal

Gambar4, Sistem Kerja umum turbin gas pada kapal

Gas Turbine | 2

Gas Turbine | 3 .

Turbin gas merupakan salah satu komponen dari suatu sistem turbin gas.1. Gambar 4. Bagian turbin yang berputar disebut rotor atau roda turbin dan bagian turbin yang diam disebut stator atau rumah turbin. pesawat terbang dan lainnya. Turbin Gas 2. Kompresor ini tekanan udara berfungsi untuk menghisap dan menaikkan juga tersebut. akibatnya temperatur udara Gas Turbine | 4 . Sistem turbin gas dapat dipasang dengan cepat dan biaya investasi yang relatif rendah jika dibandingkan dengan instalasi turbin uap dan motor diesel untuk pusat tenaga listrik. ruang bakar dan turbin gas. Pendahuluan Turbin gas adalah suatu penggerak mula yang memanfaatkan gas sebagai fluida kerja. Prinsip Kerja Sistem Turbin Gas Udara masuk ke dalam kompresor melalui saluran masuk udara (inlet). Sistem turbin gas yang paling sederhana terdiri dari tiga komponen yaitu kompresor. mesin industri. Rotor memutar poros daya yang menggerakkan beban (generator listrik pompa. kompresor atau yang lainnya). menjadi Didalam turbin gas energi kinetik yang dikonversikan energi mekanik berupa putaran menggerakkan roda turbin sehingga menghasilkan daya. Saat ini sistem turbin gas telah banyak diterapkan untuk berbagai keperluan seperti mesin penggerak generator listrik.

Proses Sistem Turbin Gas Pada kenyataannya. Kemudian udara yang telah dikompresi ini masuk kedalam ruang bakar. Gambar 5. tidak ada proses yang selalu ideal. Di dalam ruang bakar disemprotkan bahan bakar sehingga bercampur dengan udara tadi dan menyebabkan proses pembakaran. Gas hasil pembakaran tersebut dialirkan ke turbin gas melalui suatu nozel yang berfungsi untuk mengarahkan aliran tersebut ke sudu-sudu turbin. Proses pembakaran tersebut berlangsung dalam keadaan tekanan konstan sehingga dapat dikatakan ruang bakar hanya untuk menaikkan temperatur. Daya yang dihasilkan oleh turbin gas tersebut digunakan untuk memutar kompresornya sendiri dan memutar beban lainnya seperti generator listrik. dll. Secara umum proses yang terjadi pada suatu sistem turbin gas adalah sebagai berikut: 1) 2) 3) 4) Pemampatan (compression) udara di hisap dan dimampatkan Pembakaran (combustion) bahan bakar dicampurkan ke Pemuaian (expansion) gas hasil pembakaran memuai Pembuangan gas (exhaust) gas hasil pembakaran dalam ruang bakar dengan udara kemudian di bakar. Setelah melewati turbin ini gas tersebut akan dibuang keluar melalui saluran buang (exhaust).meningkat. dan mengalir ke luar melalui nozel (nozzle) dikeluarkan lewat saluran pembuangan. tetap terjadi kerugian-kerugian yang dapat menyebabkan turunnya daya Gas Turbine | 5 .

Efisiensi termalnya sama dengan efisiensi termal pada siklus Ericson. Proses perpindahan panas pada proses isobarik berlangsung di dalam komponen siklus internal (regenerator). dsb. Sebab-sebab terjadinya kerugian antara lain: • • Adanya gesekan fluida yang menyebabkan terjadinya kerugian tekanan (pressure losses) di ruang bakar. b) Siklus Stirling Merupakan siklus mesin kalor dapat balik. Siklus-Siklus Turbin Gas Tiga siklus turbin gas yang dikenal secara umum yaitu: a) Siklus Ericson Merupakan siklus mesin kalor yang dapat balik (reversible) yang terdiri dari dua proses isotermis dapat balik (reversible isotermic) dan dua proses isobarik dapat balik (reversible isobaric). • Berubahnya nilai cp dari fluida kerja akibat terjadinya perubahan temperatur dan perubahan komposisi kimia dari fluida kerja. 3. dimana effisiensi termalnya adalah : ηth = 1 – T1/Th dimana T1 = temperatur buang dan Th = temperatur panas. Gas Turbine | 6 .yang dihasilkan oleh turbin gas dan berakibat pada menurunnya performansi turbin gas itu sendiri. yang terdiri dari dua proses isotermis dapat balik (isotermal reversible) dengan volume tetap (isovolum). Untuk memperkecil kerugian ini hal yang dapat kita lakukan antara lain dengan perawatan (maintanance) yang teratur atau dengan memodifikasi peralatan yang ada. Kerugian-kerugian tersebut dapat terjadi pada ketiga komponen sistem turbin gas. Adanya kerja yang berlebih waktu proses kompresi yang menyebabkan terjadinya gesekan antara bantalan turbin dengan angin. • Adanya mechanical loss.

Menurut siklusnya turbin gas terdiri dari: • Turbin gas siklus tertutup (Close cycle) • Turbin gas siklus terbuka (Open cycle) Gas Turbine | 7 . ekspansi isentropik didalam turbin. Jumlah kalor yang dihasilkan: Qa = (ma + mf) (h3 – h2) • Proses 3→4. Klasifikasi Turbin Gas Turbin gas dapat dibedakan berdasarkan siklusnya. Jumlah kalor yang dilepas: QR = (ma + mf) (h4 – h1) Gambar 6. Siklus Brayton ini terdiri dari proses kompresi isentropik yang diakhiri dengan proses pelepasan panas pada tekanan konstan. pemasukan bahan bakar pada tekanan konstan. Pada siklus Bryton tiaptiap keadaan proses dapat dianalisa secara berikut: • Proses 1→2 (kompresi isentropik) Kerja yang dibutuhkan oleh kompresor: Wc = ma (h2 – h1) • Proses 2→3. kontruksi poros dan lainnya. Daya yang dibutuhkan turbin: WT = (ma + mf) (h3 – h4) • Proses 4→1. pembuangan panas pada tekanan konstan ke udara.c) Siklus Brayton Siklus ini merupakan siklus daya termodinamika ideal untuk turbin gas. sehingga saat ini siklus ini yang sangat populer digunakan oleh pembuat mesin turbine atau manufacturer dalam analisa untuk up-grading performance. Siklus Brayton 4.

0333 kg/cm2 488oC 1. akhir ekspansi fluida kerjanya langsung dibuang ke udara atmosfir.900/20. F.0333 kg/cm2 Gas Turbine | 8 . Horse Power PG 5341 (N) 20.Perbedaan dari kedua tipe ini adalah berdasarkan siklus fluida kerja. D.450 (kW) Sea Level 17 2 5100 rpm 32.4 33.000 HP Natural Gas Gas/Oil (Unit A dan B) Gas (Unit C. sedangkan untuk siklus tertutup akhir ekspansi fluida kerjanya didinginkan untuk kembali ke dalam proses awal. Contoh data-data manufacture gas turbin poros tunggal adalah : Type Rating (Base.2oC 1. E. Pada turbin gas siklus terbuka. G dan H) Speedtronic Type A500 400 HP Induction Motor (Unit C/H) 500 HP motor diesel (Unit A/B) Dalam industri turbin gas umumnya diklasifikasikan dalam dua jenis yaitu : 1) Turbin Gas Poros Tunggal (Single Shaft) Turbin jenis ini digunakan untuk menggerakkan generator listrik yang menghasilkan energi listrik untuk keperluan proses di industri. Gas/Oil) Altitude Compressor Stage Turbin Stage Turbin Speed Inlet Temperatur Inlet Pressure Exhaust temperatur Exhaust Pressure Pressure Ratio Fuel Fuel Systems Control System Accessory gear Starting system 9. Desired min.

dimana turbin gas ini digunakan untuk menggerakkan beban yang berubah seperti kompresor pada unit proses. Turbin gas single shalf 2) Turbin Gas Poros Ganda (Double Shaft) Turbin jenis ini merupakan turbin gas yang terdiri dari turbin bertekanan tinggi dan turbin bertekanan rendah. Gas Turbine | 9 .Gambar 7.

merupakan penyaringan udara awal yang dipasang pada inlet house. merupakan penyaring utama yang terdapat pada bagian dalam inlet house. berfungsi untuk membersihkan debu-debu atau partikel yang terbawa bersama udara masuk.Gambar 8. udara yang telah melewati penyaring ini masuk ke dalam kompresor aksial. Bagian ini terdiri dari: 1) Air Inlet Housing. Komponen Utama • Air Inlet Section . merupakan tempat udara masuk dimana didalamnya terdapat peralatan pembersih udara. 4) Main Filter. berfungsi untuk membagi udara agar merata pada saat memasuki ruang kompresor. Komponen Turbin Gas Komponen turbin gas terdiri dari : A. Berfungsi untuk menyaring kotoran dan debu yang terbawa dalam udara sebelum masuk ke kompresor. 5) Inlet Bellmouth. 2) Inertia Separator. Turbin gas Double shalf 5. 3) Pre-Filter. Gas Turbine | 10 .

Gambar 8. tie bolt dan sudu-sudu yang disusun kosentris di sekeliling sumbu rotor. berfungsi untuk mengkompresikan udara yang berasal dari inlet air section hingga bertekanan tinggi sehingga pada saat terjadi pembakaran dapat menghasilkan gas panas berkecepatan tinggi yang dapat menimbulkan daya output turbin yang besar. Bagian ini tersusun dari wheels. • Compressor Section Komponen utama pada bagian ini adalah aksial flow compressor. merupakan blade yang berfungsi sebagai pengatur jumlah udara yang masuk agar sesuai dengan yang diperlukan. Turbine Rotor Assembly 2) Compressor Stator Gas Turbine | 11 . Rotor ini memiliki 17 tingkat sudu yang mengompresikan aliran udara secara aksial dari 1 atm menjadi 17 kalinya sehingga diperoleh udara yang bertekanan tinggi. stubshaft.6) Inlet Guide Vane. Aksial flow compressor terdiri dari dua bagian yaitu: 1) Compressor Rotor Assembly Merupakan bagian dari kompresor aksial yang berputar pada porosnya.

d. Forward Compressor Casing. Gambar 9. bagian casing yang didalamnya terdapat empat stage kompresor blade. bagian casing yang didalamnya terdapat Discharge Casing. Compressor Casing Gas Turbine | 12 .Merupakan bagian dari casing gas turbin yang terdiri dari: a. merupakan bagian dari casing yang mengarahkan udara masuk ke inlet bellmouth dan selanjutnya masuk ke inlet guide vane. c. b. berfungsi sebagai tempat keluarnya dikompresi. Aft Casing. Pada bagian ini terdapat compressor blade tingkat 11 sampai 17. Inlet Casing. merupakan bagian udara casing yang yang telah compressor blade tingkat 5-10.

• Combustion Section Pada bagian ini terjadi proses pembakaran antara bahan bakar dengan fluida kerja yang berupa diubah menjadi energi kinetik udara bertekanan tinggi dan udara bersuhu tinggi. berfungsi untuk meratakan nyala api Flame Detector. berfungsi untuk memercikkan bakar ke dalam combustion liner. berfungsi sebagai tempat masuknya bahan Ignitors (Spark Plug). Fungsi dari keseluruhan sistem adalah untuk mensuplai energi panas ke siklus turbin.  Cross Fire Tubes. berfungsi untuk mengarahkan dan membentuk aliran gas panas agar sesuai dengan ukuran nozzle dan sudu-sudu turbin gas. Komponen-komponen itu adalah :  Combustion Chamber. berfungsi antara udara yang telah dikompresi terdapat didalam combustion dengan bahan bakar yang masuk. Combustion chamber yang ada disusun kosentris mengelilingi aksial flow compressor dan disambungkan dengan keluaran Gas Turbine | 13 .  mendeteksi proses pembakaran terjadi. Hasil pembakaran ini berupa energi panas yang dengan mengarahkan panas tersebut ke transition pieces yang juga berfungsi sebagai nozzle.  Fuel Nozzle. Sistem pembakaran ini terdiri dari komponen-komponen berikut yang jumlahnya bervariasi tergantung besar frame dan penggunaan turbin gas.  bunga api ke dalam combustion chamber sehingga campuran bahan bakar dan udara dapat terbakar.  Combustion yang chamber sebagai tempat berlangsungnya pembakaran.  Transition Fieces. merupakan alat yang dipasang untuk pada semua combustion chamber. berfungsi sebagai tempat terjadinya pencampuran Liners.

chamber. Alat ini digunakan untuk mengarahkan udara panas yang dihasilkan pada combustion section ke First stage nozzle. Fuel nozzle terdapat pada ujung combustion chamber dan masuk ke combustion liners. pembakaran bahan combustion chamber ada tiga yaitu: 1) Primary berdifusi merupakan tempat dimana udara kompresor untuk membentuk campuran udara bahan bakar yang siap dibakar. dan fire akan tube Spark plugs plugs untuk terpasang pada sebuah pegas setelah proses pembakaran terjadi. Digunakan untuk mencampurkan bahan udara dari kompresor dan bahan bakar dari nozel yang membakar campuran ini. 3) Dilution Zone. Tabung digunakan mengirimkan Gas Turbine | 14 . Pembakaran akan terus terjadi selama suplai bahan bakar dan udara terus berlangsung. 2) Secondary Zone. merupakan zona untuk mereduksi temperatur gas hasil pembakaran pada keadaan yang diinginkan pada saat masuk ke first stage nozzles. tekanan yang dihasilkan meningkat Cross combustion memaksa berfungsi ini naik menuju casing dan menghubungkan untuk semua mengeluarkan gas panas. Spark plugs terdapat pada bagian samping combustion chamber dan masuk ke combustion liners. Spark plugs berfungsi untuk menyulut campuran bahan bakar dan udara pada saat turbin gas star up. Combustion louvers yang liners didesain dengan satu seri lubang dan ditempatkan didalam chambers. adalah zona penyempurnaan pembakaran sebagai kelanjutan pembakaran pada primary zone. dengan chambers. Transition piece terdapat antara combustion liners dan first stage nozzle.kompresor langsung udara ke dari aksial flow compressor Zona yang dialirkan pada bakar masing-masing Zone. Fungsi dari fuel nozzle ini adalah untuk mengabutkan bahan bakar dan mengarahkannya ke reaction zone pada ruang bakar.

berfungsi untuk mengkonversikan energi kinetik dari aliran udara yang berkecepatan tinggi menjadi energi mekanik berupa putaran rotor. Komponen-komponen pada turbin section adalah sebagai berikut : 1) Turbin Rotor Case 2) First Stage Nozzle. 4) Second Stage Nozzle dan Diafragma. sedangkan diafragma berfungsi untuk memisahkan kedua turbin wheel. 3) First Stage Turbine Wheel. Dari daya total yang dihasilkan kira-kira 60 % digunakan untuk memutar kompresornya sendiri. dan sisanya digunakan untuk kerja yang dibutuhkan. Gas Turbine | 15 . berfungsi untuk mengatur aliran gas panas ke second stage turbine wheel. Combustion System • Turbin Section Turbin section merupakan tempat terjadinya konversi energi kinetik menjadi energi mekanik yang digunakan sebagai penggerak kompresor aksial dan perlengkapan lainnya.pengapian dari satu combustion liners ke yang berikutnya selama start up. yang berfungsi untuk mengarahkan gas panas ke first stage turbine wheel. Gambar 10.

5) Second Stage Turbine. berfungsi untuk memanfaatkan energi kinetik yang masih cukup besar dari first stage turbine untuk menghasilkan kecepatan putar rotor yang lebih besar. 2) Exhaust Diffuser Assembly. Exhaust section terdiri dari beberapa bagian yaitu : 1) Exhaust Frame Assembly. Gambar 11. Turbine Section • Exhaust Section Exhaust section adalah bagian akhir turbin gas yang berfungsi sebagai saluran pembuangan gas panas sisa yang keluar dari turbin gas. Gambar 11. Exhaust Frame Gas Turbine | 16 .

Gas Turbine | 17 . lalu mengalir ke exhaust plenum dan kemudian didifusikan dan dibuang ke atmosfir melalui exhaust stack.Exhaust gas keluar dari turbin gas melalui exhaust diffuser pada exhaust frame assembly. sebelum dibuang ke atmosfir gas panas sisa tersebut diukur dengan exhaust thermocouple dimana hasil pengukuran ini digunakan juga untuk data pengontrolan temperatur dan proteksi temperatur trip. Pada exhaust area terdapat 18 buah termokopel yaitu. 12 buah untuk temperatur kontrol dan 6 buah untuk temperatur trip.

berfungsi untuk melakukan start up sebelum turbin bekerja. Jenis-jenis starting equipment yang digunakan di unit-unit turbin gas pada umumnya adalah : Gas Turbine | 18 . Exhaust Diffuser 2.Gambar 12. Komponen Penunjang Ada beberapa komponen penunjang yaitu : • Starting Equipment.

yaitu: 1) 2) 3) • Jaw Cluth. kompressor beban. Lube Oil System pada setiap komponen sistem turbin gas. Untuk mendapatkan dengan kondisi knock tersebut out drum diatas yang maka sistem ini dilengkapi • berfungsi untuk memisahkan cairan-cairan yang masih terdapat pada fuel gas. Fuel System Bahan bakar yang digunakan berasal dari fuel gas system dengan tekanan sekitar 15 kg/cm2. Ada tiga jenis coupling yang digunakan.1. Lube oil Lube oil system berfungsi untuk melakukan pelumasan secara kontinu disirkulasikan pada bagian-bagian utama turbin gas dan trush bearing juga untuk accessory gear dan yang lainnya. gear dengan HP turbin rotor. menghubungkan LP turbin rotor dengan accessory gear dan HP turbin rotor. 4X02 dan 4X03) 3. Gas Expansion Turbine (Starting Turbine) • Coupling dan Accessory Gear. (PG-9001C/H dan KGT 4X01. Berfungsi untuk memindahkan daya dan putaran dari poros yang bergerak ke poros yang akan digerakkan. (PG –9001A/B) 2. Induction Motor. menghubungkan accessory Load Coupling. menghubungkan starting turbine dengan Accessory Gear Coupling. Diesel Engine. Lube oil system terdiri dari: 1) Oil Tank (Lube Oil Reservoir) 2) Oil Quantity 3) Pompa 4) Filter System 5) Valving System 6) Piping System 7) Instrumen untuk oil Gas Turbine | 19 . Fuel gas yang digunakan sebagai bahan bakar harus bebas dari cairan kondensat dan partikel-partikel padat.

dilakukan dengan memutar turbin seperempat lingkaran dalam waktu satu menit secara terus menerus selama 10 hingga 12 jam untuk mendistribusikan massa rotor. merupakan pompa yang beroperasi jika kedua pompa diatas tidak mampu menyediakan lube oil. • Cooling System Sistem pendingin yang digunakan pada turbin gas adalah air dan udara. 2) Rubbing Check. pemutaran turbin gas sampai 1350 rpm. yaitu: 1) Main Lube Oil Pump. Gas Turbine | 20 dan journal shaft serta mencegah . merupakan pompa utama yang digerakkan oleh HP shaft pada gear box yang mengatur tekanan discharge lube oil. kemudian dimatikan. Udara dipakai untuk mendinginkan berbagai komponen pada section dan bearing. Komponen-komponen utama dari cooling system adalah: 1) Off base Water Cooling Unit 2) Lube Oil Cooler 3) Main Cooling Water Pump 4) Temperatur Regulation Valve 5) Auxilary Water Pump 6) Low Cooling Water Pressure Swich 6. meratakan pelumasan pada bearing terjadinya pembengkokan. beroperasi apabila tekanan dari main pump turun. 2) Auxilary Lube Oil Pump. 3) Emergency Lube Oil Pump. Prosedur Pengoperasian Turbin Gas Prosedur yang harus dilakukan untuk mengoperasikan turbin gas sebagai langkah awal adalah : 1) Rachet. merupakan pompa lube oil yang digerakkan oleh tenaga listrik.Pada turbin gas terdapat tiga buah pompa yang digunakan untuk mensuplai lube oil guna keperluan lubrikasi.

Untuk turbine gas produksi General Electric batas maintenance bisa di dapat dengan memasukkan faktor penentu lain . kemudian turbin gas diputar 1200 rpm yang dilakukan selama 5 hingga 10 menit. baik sedang beroperasi maupun yang berfungsi sebagai suku cadang. 5) Flame Detector Check. Kemudian turbin gas ini diberi beban secara bertahap diinginkan. putaran turbin dinaikkan kembali sampai 1850 rpm. Semua pabrik pembuat turbine gas telah menetapkan suatu ketetapan yang aman dalam pengoperasian sehingga turbine selalu dalam batas kondisi aman dan tepat waktu untuk melakukan maintenance. 7. Maintenance pada turbine gas selalu tergantung dari faktor-faktor operasional dengan kondisi yang berbeda disetiap wilayah. Gas Turbine | 21 . tidak Maintenance Turbin Gas adalah perawatan untuk kerusakan terlalu yang mencegah hal-hal cepat yang diinginkan seperti terhadap semua hingga mencapai nilai mendekati maksimum. putaran turbin diputar sampai 2000 rpm. apabila diberikan penambahan fuel gas maka otomatis putaran turbin gas meningkat hingga mencapai batas yang telah ditentukan. Hal ini dilakukan untuk membersihkan turbin gas dan kompresor dari debu dan kotoran. setelah turbin gas dimatikan saat rubbing check. 6) Over Trip Test. Kerusakan yang timbul biasanya terjadi karena keausan dan ketuaan akibat pengoperasian yang terus-menerus. 4) Fuel Gas Leak Check. karena operasional turbine gas sangat tergantung dari kondisi daerah operasional.3) Cranking. dan juga akibat langkah pengoperasian yang salah. 7) Peak Load untuk. kemudian beban diturunkan setahap hingga mencapai batas yang Maintenance peralatan di pabrik. setelah itu turbin gas distart hingga mencapai putaran 5100 rpm. kemudian spark plug dinyalakan maka saat itu proses pembakaran mulai terjadi.

6) Modification Maintenance.Secara umum maintenance dapat dibagi dalam beberapa bagian. Kegiatan perawatan yang dilakukan setelah terjadi kerusakan atau kelainan pada peralatan sehingga tidak dapat berfungsi seperti biasanya. Unit produksi tetap melakukan adalah perawatan terhadap dilakukan hanya bertujuan untuk memperbaiki equipment yang satu kegiatan. 5) Break Down Maintenance. rusak b. 2) Repair Maintenance Repair Maintenance merupakan perawatan yang dilakukan terhadap peralatan yang tidak kritis. 3) Predictive Maintenance Predictive Maintenance merupakan kegiatan monitor. diantaranya adalah: 1) Preventive Maintenance Preventive maintenance adalah suatu kegiatan perawatan yang direncanakan baik itu secara rutin maupun periodik. apakah peralatan tersebut berjalan dengan normal atau tidak. atau disebut juga peralatan-peralatan yang tidak mengganggu jalannya operasi. Around Maintenance. peralatan yang sengaja dihentikan pengoperasiannya. karena apabila perawatan dilakukan tepat pada waktunya akan mengurangi down time dari peralatan. menguji. Turning saja dalam adalah suatu kegiatan perawatan yang unit. serta menambahkan komponen-komponen yang sesuai dan juga menambahkan materialmaterial yang cocok. 4) Corrective Maintenance Corrective Maintenance adalah perawatan yang dilakukan dengan memperbaiki perubahan kecil yang terjadi dalam disain. Gas Turbine | 22 . Preventive maintenance dibagi menjadi: a. dan mengukur peralatan-peralatan yang beroperasi dengan menentukan perubahan yang terjadi pada bagian utama. Running Maintenance.

Combustion Inspection. Batas-batas pekerjaan dapat dilihat seperti gambar di bawah ini: • Shut Down Inspection Pada Turbin Gas Merupakan pemeriksaan yang dilakukan pada saat unit tersebut tidak dalam pengoperasian. Combustion Inspection. Hot Gas Path Ispection dan Major Inspection.Pekerjaan yang berhubungan dengan disain suatu peralatan atau unit. Shutdown maintenance pada turbine gas terdiri dari Boroscope Inspection. Gas Turbine | 23 . Shut down inspection terdiri dari: a. Modifikasi bertujuan menambah kehandalan peralatan atau menambah tingkat produksi dan kualitas pekerjaan. 7) Shut Down Maintenance Shut Down adalah kegiatan perawatan yang dilakukan terhadap peralatan yang sengaja dihentikan pengoperasiannya.

sehingga sistem pembakaran yang buruk akan menyebabkan pendeknya umur dari komponen-komponen tersebut terutama bagian hilir seperti nozzle dan bucket turbin. Perawatan yang dilakukan pada waktu combustion dan inspection adalah pemeriksaan pada bagian ruang bakar.Combustion Inspeksi merupakan shut down jangka pendek yang dibutuhkan untuk memeriksa nozzle tingkat pertama. transition piece dan cross fire tube. combustion liner. leading edge baik secara visual atau clerence. compressor casing dan turbin casing tanpa mengangkat atau membongkarnya adalah memakai perangkat Gas Turbine | 24 . Pemeriksaan boroscape pada nozzle turbin tingkat pertama dan bucket tingkat pertama terhadap degradasi. Pemeriksaan pada thermocople yang rusak. bagian atas dan bagian bawah dari diafragma dan bagian antara diameter horizontal dan vertikal. pada turbin bucket dan over plan secara visual. cross fire tube dan transition piece. Untuk melakukan inspeksi secara visual pada bagian rotating dan stationary pada kerja dari borescope. Komponen-komponen ini membutuhkan pemeriksaan secara berkala. Pemeriksaan pada catatan paking menunjukkan adanya gesekan. karena kerja yang dilakukan oleh turbin gas bekerja terus menerus. pendapatan fuel nozzle terhadap pluging pada bagian tutup dan mencatat hasil pemeriksaan.

Turbine Section. Axial Flow Compressor. Turbin Bucket. Gas Turbine | 25 . 2. Spring Position Spark Plug. b. Pada compressor section dilakukan inspeksi pada blade atau sudu-sudu tetap dan sudu gerak. retak. untuk menginspeksi kerusakan bagian luar. untuk menginspeksi kerusakan bagian luar yang melepuh. Combustion System. Hot Gas Path Inspection Pemeriksaan pada daerah panas termasuk dalam combustion inspection. Flame Detector.Bagian-bagian yang diinspeksi pada turbin gas adalah: 1. gangguan pada lubang pendingin. terperinci hanya lagi saja dalam dari pemerikasaan hingga ini dilakukan lebih mulai nozzle bucket turbin. 2. Adapun komponen-komponen yang dibongkar dan diinspeksi antara lain : 1. Turbin Nozzle. korosi. 3. retak dan sebagainya. kelonggaran tempat buang dan lainlain. 2. Turbin section yang diinspeksi adalah : 1.

Turbine Shell and Shoud Assembly. Second Stage Nozzle Inspeksi dilakukan secara visual dan juga dilakukan secara non visual. Major Inspection Adapun pemeriksaan pada seluruh bahagian utama turbin secara garis besar pemeriksaan ini dilakukan pada bagian-bagian : 1. 10. First Stage Nozzle. dalam yang terjadi pada komponen tanpa mata bantu. Combustion Section 3. ultrasonografi dan sebagainya. Cap and Liner Assembly. Singapura. 8. Combustion Chambers. dengan diruang Inspeksi non visual dilakukan dengan menggunakan alat bantu. second stage nozzle dan bucket turbin. Pemeriksaan perawatan. seperti pemeriksaan struktur mikro marrige bold yang dilakukan di turbin walaupun efisiensi turbin semakin besar. perubahan keretakan suatu dan lain-lain. Clearance yang terlalu clearance c. Air Inlet Section 2. 9. Clearance yang diperiksa pada saat hot gas path inspection tidak boleh kurang atau lebih dari ukuran yang telah ditetapkan. cukup dengan mata telanjang seperti perubahan seperti warna. Compressor Discharge and Frame Casing Assembly.3. 6. besar akan mengurangi kecil efisiensi turbin sedangkan yang terlalu akan berpengaruh pada keselamatan komponen dilakukan dilapangan bahkan pemeriksaan dapat juga dilakukan diluar pabrik. Inspeksi lainnya yaitu pemeriksaan clearance pada daerah sekitar first stage nozzle. Compressor Section Gas Turbine | 26 . 7. Support ring Assembly. Inspeksi secara visual dengan melihat perubahan bentuk. melihatkeretakan bagian logam atau mengunakan radiografi. Combustion Transition Piece Assembly. 5. 4.

Exhaust Section Pemeriksaan inspection. karat dan kebocoran. Gas Turbine | 27 . Bantalan dari sheel (sekat) diperiksa clearencenya dan tingkat kehausan yang terjadi.4. pengerutan atau kerusakan yang disebabkan oleh panas. Turbine Section 5. Pengikat dan penyekat nozzle serta diafragma diperiksa dari kemungkinan adanya gesekan. Semua pemeriksaan ini dilakukan berdasarkan spesifikasi yang ditetapkan oleh pabrik. pengikisan. lain pemeriksaan pada nozzle clearence pada compressor. keretakan ini meliputi rotor unsur dari combustion antara Clearence dan hot path dan Kegiatan yang sudu dan dilakukan stator. Kompresor dari guide inlet fane diperiksa dari kemungkinan adanya kotoran.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful