B A B 23 ILMU PENGETAHUAN DAN TEKNOLOGI

B A B 23 ILMU PENGETAHUAN DAN TEKNOLOGI A. PENGEMBANGAN ILMU GI DAN PENELITIAN PENGETAHUAN TEKNOLO-

I. PENDAHULUAN Dalam Garis-garis Besar Haluan Negara ditentukan bahwa kebijaksanaan pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi diarahkan pada pengembangan kemampuan nasional dalam ilmu dan teknologi yang diperlukan dalam pembangunan sesuai dengan kebutuhan serta prioritas yang tersedia dalam pembangunan. Untuk mencapai tujuan ini maka perlu ditingkatkan keahlian dan ketrampilan tenaga yang tersedia ataupun tenaga baru, kerja sama yang erat antara lembaga pendidikan panelitian dan pengembangan dengan pihak yang memanfaatkan h a s i l hasilnya, peningkatan kegiatan pusat penelitian dan pengembangan ilmu pengetahuan serta teknologi, serta peningkatan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya peranan ilmu pengetahuan dan teknologi bagi pembangunan. Untuk mewujudkan pengembangan pendidikan dan ilmu pengetahuan diusahakan penambahan fasilitas dengan prioritas yang tepat dan disesuaikan dengan kemampuan pembiayaan, baik yang berasal dari pemerintah maupun dari masyarakat sendiri. I l m u pengetahuan dan teknologi tidaklah jadi dengan sendirinya dan tidak pula begitu saja dapat dipakai. Keduanya harus selalu dipupuk baik dengan pengembangan ketrampilan teknis maupun dengan penelitian. Karena itu suatu sasaran utama dari Repelita I ialah merehabilitasikan dan memperkembangkan sarana ilmiah dan meningkatkan sumber daya ilmiah

187

yaitu pertama: pengembangan nasional dalam ilmu pengetahuan dan teknologi. maka demi efisiensi dan efektivitas dana dan daya penelitian pembagian kerja yang jelas tetapi serasi sangat diperlukan antara lembaga penelitian departemen. II. diadaptasi seperlunya. Kedayagunaan yang tinggi dalam pemilihan ini harus menjadi bahan pertimbangan pokok. KEADAAN DAN MASALAH DEWASA INI Pengembangan ilmu pengetahuan. Oleh sebab itu maka yang harus pula di selesaikan dengan seksama ialah koordinasi dan penyusunan strategi pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang dapat dipertanggung jawabkan. teknologi.Dalam Repelita I I kita akan meningkat ketahap yang lebih lanjut. antara lain dengan memperluas popularisasi ilmu pengetahuan dan teknologi. dan penelitian yang dilakukan pada waktu lampau menunjukkan hasil yang belum memadai. Oleh karena ilmu pengetahuan dan teknologi ada yang bersifat universil tetapi ada pula yang bercorak khas nasional atau lokal. dan kedua : penerapan ilmu pengetahuan dan teknologi untuk tujuan pembangunan. 188 . perguruan tinggi dan lembaga nondepartemen. maka harus dipikirkan pula jenis-jenis yang dapat diambil dari luar negeri. Salah satu jalan pokok dalam mencapai sasaran tersebut ialah memperkembangkan penelitian dan keahlian. dan memperhatikan kesejahteraan dan karier karyawan ilmiah. Pengembangan dan sekaligus penerapan sikap hati-hati sangat panting. terutama karena desakan perlunya pengkaitan yang erat antara ilmu pengetahuan dan teknologi dengan pembangunan nasional menjadi lebih besar. Dalam mengembangkan dan menerapkan ilmu pengetahuan dan teknologi. Untuk memperlancar hal ini maka diperlukan pula suasana sosial dan ekonomi yang sesuai. dan yang harus sama sekali digali sendiri sejak awal.

Sumbangan ilmu pengetahuan dan teknologi untuk pembangunan baru dapart dirasakan apabila jumlah dan mutu tenaga peneliti yang mengerjakan penelitian telah memadai. dan lembaga penelitian nondepartemen. tenaga ahli. ilmu pengetahuan dan teknologi menyebabkan penyediaan fasilitas penelitian tidak sepadan dengan keperluan lembaga yang ada. dan sumber pembiayaan yang tersedia belum dimanfaatkan sebaik-baiknya. sering kali kegiatan penelitian yang ada dirasakan tidak mempunyai kaitan yang kuat dengan kebutuhan pembangunan. Dari laporan yang diterbitkan oleh lembaga penelitian terlihat bahwa jarang yang mengungkapkan ketidak berhasilan sesuatu penelitian. dan lembaga swasta. lembaga penelitian departemen. Dilain pihak pengarahan penggunaannya masih perlu terus ditingkatkan sesuai dengan kebutuhan yang langsung menunjang prioritas pembangunan. Akan tetapi apabila dihitung jumlah naskah pene- 189 . Pengarahan yang masih kurang tegas dari program penelitian. Di samping itu perlu pula ditingkatkan kemampuan teknis dan kesejahteraan para karyawan ilmiah.Baik oleh pihak pelaksana maupun oleh pihak pemakai sama-sama dirasakan kurang adanya pengarahan usaha penelitian yang dilakukan di berbagai bidang dan oleh berbagai lembaga. Akibat dari kurangnya pengarahan dan terpencarpencarnya kegiatan tersebut. Fasilitas penelitian tersebar di berbagai lembaga pendidikan. Koordinasi proyek penelitian dari lembaga ilmiah masih harus diadakan secara efisien. Penyediaan dana untuk keperluan rehabilitasi sarana dan untuk keperluan penelitian yang diartikan sebagai langkah permulaan kearah pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi terus meningkat dari tahun ke tahun. Hal ini berarti bahwa lembaga. Tenaga ilmiah yang masih terbatas jumlahnya itu tersebar di berbagai lembaga pendidikan. lembaga penelitian departemen dan lembaga penelitian nondepartemen.

Hal ini mungkin disebabkan oleh kurangnya pengertian akan pentingnya basil penelitian yang harus diterbitkan secara sah. pengarahan pikiran dan usaha penjajagan tentang hal ikhwal yang mempengaruhi usaha pembangunan dalam jangka panjang. Untuk mengembangkan iklim penelitian di Indonesia selama Repelita I telah ada usaha ke arah tersebut. Seminar. Tetapi semua itu masih dalam tahap permulaan.litian yang diterbitkan akan terllihat bahwa jumlah yang dilaporkan dan jumlah yang diterbitkan sangat tidak berimbang. pembangunan. Prioritas dan arah pengembangan penelitian Tujuan pengarahan dan koordinasi kegiatan penelitan dalam Repelita II adalah pertama: mempertinggi manfaat kegiatan penelitian untuk menunjang dan mengamankan usaha. Menciptakan iklim sosial yang menguntungkan bagi peneliti dan popularisasi ilmu pengetahuan dan teknologi merupakan salah satu prasyarat untuk menerapkan ilmu dan teknologi dalam pembangunan. Tanpa penerbitan yang semacam itu akan timbul keragu-raguan mengenai kemampuan dan produktivitas peneliti yang ada. baik yang berasal dari dalam negeri maupun luar negeri. baik dalam jangka pendek maupun jangka panjang. baik antara se-sama ilmiawan maupun antara ilmiawan dengan masyarakat umum. Keempat. simposium. Pengarahan yang ketiga. Kedua. 190 . rapat kerja. memobilisir semua sumber pembiayaan yang tersedia. baik swasta maupun pemerintah. loka karya dan sebagainya sering diadakan oleh kelompok profesi dan lembaga ilmiah. KEBIJAKSANAAN POKOK 1. III. dan untuk lebih menggairahkan proses ini perlu dibina suatu sistem komunikasi ilmiah. adalah menentukan skala priroritas kegiatan penelitian. baik yang dilakukan dalam jangka pendek maupun jangka panjang.

maupun lembaga penelitian perguruan tinggi. dan (2) kegiatan penelitian dan pengembangan yang dimaksudkan untuk menunjang pelaksanaan operasionil tugas departemen/lembaga nondepartemen yang bersangkutan. sesuai dengan kebutuhan akan diusahakan penertiban pengaturan kegiatan penelitian dari lembaga penelitiannya maupun diciptakan dan dilembagakan pula titik-titik koordinasi dan pengarahannya. maka dapat dibentuk konsorsium yang merupakan kerjasama dan pengarahan tenaga peneliti. pengarahan dan pengawasan dari pemerintah. sarana dan dana dari lembaga penelitian pemerintah.Pertarna. Kegiatan penelitian yang dilakukan oleh departemen dan lembaga nondepartemen ditinjau dari segi tujuannya dapat digolongkan kedalam 2 golongan besar. akan diusahakan untuk mengadakan pembagian bidang penelitian yang jelas dan tegas antara lembaga penelitian nondepartemen. Pelaksanaan penelitian akan diserahkan pada lembaga yang berwenang dengan mempertimbangkan tersedianya persyaratan yang diperlukan. Kegiatan penelitian di departemen pada dasarnya diarahkan pada pemecahan masalah yang timbul dalam lingkungan departemen yang bersangkutan dan pada umumnya berupa penelitian terapan (applied research) yang bersifat jangka pendek. dan lembaga penelitian perguruan tinggi. Khususnya pada departemendepartemen. tentunya tidak dimaksudkan untuk justru menghambat usaha mencapai tujuan pengarahan dan koordinasi kegiatan penelitian itu sendiri. yaitu (1) kegiatan penelitian dan pengembangan yang dimaksudkan untuk mempermudah tugas perumusan kebijaksanaan. Dalam pelaksanaan selanjutnya pembidangan tersebut di atas. Bahkan lembaga penelitian swasta di mana perlu dapat diikutsertakan dengan bimbingan. Pada lembaga nondepartemen kegiatan penelitian 191 . lembaga penelitian departemen. berdasarkan atas kemampuan dan kepentingan masing-masing. baik berupa lembaga penelitian departemen dan nondepartemen. Jika hal ini tidak mungkin.

Peningkatan peranan perguruan tinggi dalam usaha pembangunan antara lain diarahkan untuk menjadikan perguruan tinggi sebagai pusat pemeliharaan dan pengembangan ilmu pengetahuan. untuk pendidikan dan latihan lanjutan atau khusus masih akan dipergunakan fasilitas lembaga pendidikan di luar negeri. Meskipun sebahagian dari kebutuhan akan tenaga tersebut telah dapat dipenuhi oleh lembaga pendidikan di dalam negeri. Dalam rangka menghasilkan tenaga peneliti yang dibutuhkan ini 192 . dengan mengadakan kerjasama yang erat antara lembaga penelitian dengan lembaga pendidikan. maka akan semakin dirasakan kebutuhan akan tenaga kerja dan kemampuan dalam bidang ilmiah dan teknis. Penelitian sedemikian ini untuk sebahagian bersifat penelitian dasar yang bersifat jangka panjang. Dengan bertambah cepatnya kemajuan ilmu dan teknologi serta kebutuhan penerapannya dalam pembangunan. dan kemampuan penyediaan tenaga kerja. yang dihubungkan dengan kemajuan ilmu dan teknologi serta kebutuhan pembangunan. Dalam hal ini kemungkinan untuk pendidikan tambahan di luar negeri akan dipergunakan seefisien mungkin. Demikian pula perlu ditingkatkan pengumpulan data serta penyelidikan secara mendalam mengenai kebutuhan tenaga kerja ilmiah dan teknis pada umumnya. Oleh karena itu lembaga-lembaga dalam lingkungan perguruan tinggi melakukan penelitian untuk meningkatkan kemampuannya dan untuk mempersiapkan tenaga kerja yang cakap melakukan penelitian diberbagai bidang kehidupan masyarakat. Kegiatan penelitian yang tersebut terakhir ini dapat bersifat jangka panjang. sambil mengembangkan pengabdiannya kepada masyarakat. meningkatkan keahlian dan ketrampilan tenaga kerja yang tersedia dan mendidik tenaga kerja baru dalam bidang ilmu dan teknologi. Kedua.bersifat lintas sektoral (cross sectoral) dan berorientasi pada keperluan nasional yang berarti mencakup keperluan lebih dari satu departernen. tenaga kerja penelitian dan pengembangan khususnya. penelitian dan pengembangan khususnya.

akan lebih ditingkatkan lagi kerja sama dalam bidang ilmu pengetahuan dan teknologi dengan lembaga penelitian asing. di mana kebebasan ilmiah. UUD 1945. Adapun kerja sama dengan para peneliti asing yang datang ke Indonesia untuk melakukan penelitian atas biaya sendiri. akan dilanjutkan dengan ketentuan antara lain bahwa: (a) mereka hanya melaksanakan penelitian dalam bidang tertentu saja ataupun penelitian yang sesuai dengan prioritas pembangunan dan (b) mereka diharuskan menyerahkan beberapa eksemplar dari hasil penelitian mereka kepada lembaga penelitian Indonesia. maka 120038 . Kepada para peneliti akan diberikan kesempatan untuk mencari kebenaran ilmiah. serta kebebasan mimbar dalam penelitian diakui dan dijamin. Dengan semakin besarnya peranan ilmu dan teknologi dalam usaha peningkatan kesejahteraan warga dan masyarakat. kebebasan penelitian. Ketiga. Juga akan dikembangkan tata-cara pemberian penghargaan yang layak bagi tenaga peneliti yang menghasilkan prestasi kerja yang luar biasa ataupun yang berhasil mendapatkan penemuan baru dalam ilmu pengetahuan dan teknologi.akan diusahakan bea siswa ataupun ikatan dinas bagi para pelajar/mahasiswa yang berbakat luar biasa. membina dan mengembangkan iklim yang mendorong peningkatan kemampuan nasional di bidang ilmu pengetahuan dan teknologi baik dari masyarakat pada umumnya maupun masyarakat ilmiah sendiri. baik yang belajar di dalam negeri maupun di luar negeri. sepanjang kebebasan ini tidak bertentangan dengan Pancasila. seperti asosiasi profesi.(71). 193 . termasuk lembaga penelitian dari negara-negara lainnya dalam lingkungan ASEAN. dan GBHN. Untuk mengejar ketinggalan dalam ilmu pengetahuan dan teknologi. Perhatian juga akan diberikan kepada pengembangan suasana dan kondisi yang memungkinkan mereka dapat mengarahkan perhatian sepenuhnya pada profesi mereka.

yakni jangka pendek dan jangka panjang. dan penelitian meliputi 2 aspek. perindustrian. Dalam bidang prioritas tersebut di atas diutamakan proyek penelitian yang hasilnya diharapkan akan bersifat menunjang sementara memenuhi tiga kriteria tersebut di bawah ini tanpa mengurangi produksi total: 194 . baik dalam kehidupan rakyat sehari-hari maupun dalam pembangunan. Dewasa ini titik berat pembangunan adalah pada sektor pertanian. juga diutamakan penelitian. dan pertambangan. Dengan demikian selain penelitian di bidang pertanian. teknologi.perlu disebarkan pengertian secara populer kepada masyarakat mengenai kegunaan dan penggunaan kemajuan ilmu dan teknologi. Pertimbangan di dalam menentukan tiga bidang prioritas tersebut adalah bahwa skala prioritas penelitian haruslah serasi dengan skala prioritas pembangunan. Kebijaksaanaan dalam bidang pengembangan ilmu pengetahuan. Oleh karena itu prioritas diberikan pada penelitian di bidang pertanian. siaran regular ilmu pengetahuan dan teknologi melalui TVRI dan RRI. di bidang perindustrian dan pertambangan. dan sebagainya. Oleh karena itu secara bertahap bidang perindustrian dan pertambangan harus pula ditingkatkan. 1) Kebijaksanaan jangka pendek Kegiatan penelitian dalam Repelita II diarahkan pada penunjangan kegiatan di sektor yang diutamakan. yang pada umumnya yang bersifat penelitian jangka pendek. pemutaran film ilmiah Pameran ilmiah keliling. Untuk memupuk dan membina minat. Akan tetapi dalam jangka panjang tujuan yang ingin dicapai adalah struktur ekonomi yang lebih seimbang. maka dalam Repelita II perlu lebih ditingkatkan lagi kegiatan sebagai berikut: penerbitan majalah ilmiah populer. pengertian dan kesadaran ilmiah masyarakat Indonesia.

b) sebanyak-banyaknya menggunakan bahan-bahan dalam negeri. kesehatan. Penentuan proyek penelitian sesuai dengan persyaratan ter-sebut di atas setiap tahun pelaksanaan Repelita II akan ditentukan bersama-sama dengan ahli peneliti dari instansi/ lembaga yang bersangkutan. dan sebagainya. dan perkembangan teknologi yang diperkirakan dimasa yang akan datang beserta pengaruhnya terhadap ekologi dan ekonomi. Penelitian tersebut karena itu tidak terpaku pada satu-dua disiplin ilmiah saja. c) menimbulkan pengaruh positif terhadap neraca pembayaran. melainkan bersifat multidisipliner. sudah sewajarnya pula kalau penelitian tersebut menyentuh beberapa aspek luas yang panting. Sehingga dengan demikian para ahli peneliti secara aktif ikut berpartisipasi dalam penentuan program penelitian. ekologis. Pada saat ini sudah harus diadakan langkah persiapan untuk menghindarkan atau setidak-tidaknya melunakkan akibat dari persoalanpersoalan yang diperkirakan akan harus dihadapi. sumber alam. Penelitian perspektif arah perkembangan jangka panjang bermaksud memperoleh gambaran yang lebih matang dan lebih kwantitatif mengenai demografi. dan keadaan lingkungan alam. 2) Kebijaksanaan jangka panjang Bersamaan dengan penelitian jangka pendek.a) menyerap banyak tenaga kerja. demografis. ekonomis. Penelitian tersebut juga dimaksudkan untuk memperoleh gambaran mengenai pengaruh timbal balik antara perkembangan penduduk dengan keadaan alam. seperti kemasyarakatan (dengan segala kaitan-kaitannya). sekaligus juga harus dimulai usaha pemikiran untuk jangka yang lebih lama. Karena luasnya sasaran yang ingin dicapai. 195 .

196 . Di negara-negara industri telah terdapat masalah lingkungan hidup yang berada dalam keadaan yang mengkhawatirkan. dan menggunakan alat yang sebanyak mungkin dihasilkan dan dipelihara sendiri. pembangunan dan lingkungan. dan (iv) merupakan pusat penerangan teknis untuk umum. meningkatkan produktivitas tenaga kerja.Tujuan pokok penelitian perspektif arah perkembangan masa depan adalah pengamanan daripada sumber alam dan sumber daya manusia. Penerapan ilmu pengetahuan dan teknologi dalam pem. Maka pembidangan penelitian tersebut adalah Kekayaan Alam. Ilmu pengetahuan dan teknologi yang diperoleh dari luar sebelum diterapkan dalam pembangunan terlebih dahulu perlu diteliti apakah sesuai atau tidak dengan kondisi setempat. Pusat penelitian dan pengembangan ilmu pengetahuan serta teknologi akan memegang peranan penting dalam proses pemasukan atau pemindahan teknologi dari luar. (iii) menciptakan sistem sendiri. 2. Khususnya penelitian dan pengembangan di bidang teknologi harus mampu untuk (i) memilih teknologi yang paling sesuai dengan kebutuhan Indonesia.bangunan Penerapan ilmu dan teknologi dalam pembangunan terutama ditujukan untuk memberikan kesempatan kerja yang lebih luas. Hal ini tentunya memerlukan inventarisasi. Penduduk/Sumber Daya Manusia dan Lingkungan Hidup. Tiga hal tersebut menjadi patokan yang dipergunakan dalam penelitian perspektif arah perkembangan jangka panjang. evaluasi dan pemeliharaan/konservasi. Ketimpangan ekologis ini disebabkan oleh proses industrialisasi yang sudah lanjut. maupun dalam menciptakan sistem sendiri dalam rangka usaha memperbaiki tingkat kehidupan dan penghidupan sekelilingnya. Oleh karena itu dalam memanfaatkan ilmu dan teknologi terhadap lingkungan maka sejak awal sudah harus dijaga agar terdapat keseimbangan antara teknologi. (ii) mengadaptasi teknologi dari luar sesuai dengan kondisi setempat.

Dalam hal ini tentunya juga termasuk ilmu sosial yang penye suaiannya dengan kondisi setempat kadang-kadang ternyata lebih sulit. Peningkatan fasilitas fisik dan tenaga kerja saja memang belum merupakan jaminan bagi berhasilnya suatu pusat penelitian. untuk pusat penelitian. (b) Pembinaan dan pengembangan iklim yang mendorong peningkatan kesadaran nasional di bidang ilmu pengetahuan dan teknologi. (c) Pengembangan sistem jaringan nasional untuk dokumentasi dan informasi. Koordinasi dan pembagian tugas antara pusat/lembaga yang tersedia harus betulbetul dapat dimanfaatkan bagi pembangunan. Termasuk dalam fasilitas adalah antara lain bangunan laboratorium. Organisasi dan pengelolaannya merupakan aspek yang memerlukan perhatian khusus. tertentu masih perlu mendapatkan perhatian utama. seperti air. alat ilmiah. bengkel percobaan (pilot plants) serta fasilitas untuk tenaga peneliti dan pengembangan. bahan bakar. Selanjutnya teknologi yang diterapkan dalam pembangunan harus sedemikian rupa sehingga tidak merusak melainkan justru dapat memelihara lingkungan hidup manusia. listrik dan komunikasi. Usaha pemeliharaan dan peningkatan fasilitas penelitian meskipun sebagian telah dilaksanakan dalam Repelita I. 3. bengkel (plants). fasilitas umum. Dalam hal ini peningkatan kesadaran akan pentingnya kedudukan ilmu pengetahuan dan teknologi sebagai salah satu faktor yang panting dalam pembangunan perlu disebarkan dalam kalangan masyarakat luas Di pihak masyarakat ilmiah dan teknologi pembentukan asosiasi ilmiah/profesi akan sangat membantu usaha masyarakat tersebut dalam memberikan sumbangan nyata bagi pembangunan. Sarana ilmu dan teknologi yang perlu dikembangkan (a) Fasilitas penelitian dan pengelolaan penelitian. Pada tingkat nasional telah tersedia 197 . Dengan demikian kesadaran akan kewajiban sosial daripada masyarakat ilmu dan teknologi dapat ditingkatkan pula.

Sejalan dengan pengembangan sistem jaringan nasional untuk dokumentasi informasi. 4. Pengembangan sistem nasional ini meliputi penentuan kebijaksanalan dan pengawasan mutu secara nasional.4 Pusat Nasional. yang bertugas menyediakan informasi literatur: 1. Pusat informasi dan dokumentasi yang melayani bidang kesehatan. maka perlu standarisasi dan pengawasan mutu atas barang hasil produksi dan barang yang diperdagangkan. (d) Pengembangan sistem nasional untuk standarisasi dan pengawasan mutu dimaksudkan untuk menunjang perkembangan industri dan perdagangan nasional maupun internasional dalam Repelita II. Pusat informasi dan dokumentasi yang melayani bidang ilmu-ilmu sosial dan kemanusiaan. Dalam melaksanakan tugas pelayanannya masing-masing pusat tersebut akan dibantu oleh sejumlah konsorsia perpustakaan bidang khusus yang menjadi tujuan pokok dari sistem jaringan informasi ini ialah pendayagunaan dan penyediaan fasilitas informasi untuk kepentingan nasional. 3. Untuk itu perlu dipertimbangkan pula aspek kelembagaan 198 . 2. Penentuan di bidang standarisasi tersebut serta sistem pelaksanaan dan penerapan standarisasi dan pengawasan mutu akan merupakan suatu prasarana yang secara aktif ikut menunjang pembangunan. Sistem jaringan diharapkan menghimpun semua sumber yang diperlukan untuk dapat menghasilkan pelayanan informasi literatur sebaik mungkin. Pengembangan perbendaharaan di bidang ilmu pengetahuan dan teknologi berupa bahan informasi perlu ditingkatkan. Untuk menjaga kelangsungan perkembangan tersebut. Pusat informasi dan dokumentasi yang melayani bidang biologi dan pertanian. Pusat infomasi dan dokumentasi yang melayani bidang ilmu dan teknologi.

design baru dan inovasi yang dimungkinkan oleh daya kreativitas.nya guna mengkoordinir kegiatan di bidang standarisasi dan pengawasan mutu tersebut. (f ) Pengembangan dan peningkatan sistem jaminan prioritas dan jaminan hukum bagi penemuan baru. Segi hukum dan jaminan hukum memintakan perhatian yang sungguh-sungguh. Dengan makin meningkatnya kegiatan penelitian serta pengembangan dan kegiatan di bidang perhubungan. mendorong dan memberikan insentif yang memadai. Kegiatan penetitian dan pengembangan yang semakin meningkat di segala sektor akan memberikan suatu dorongan bagi penciptaan dan penemuan baru.dalam pengembangan peraturan di bidang: claim prioritas penemuan (gagasan. 1. Demikian juga halnya dengan. Sebab itu masalah yang menyangkut soal penduduk. peneraan dan peningkatan mutu instrumentasi memerlukan perhatian khusus. alatalat metrologi dan ketepatan prediksi hanya dapat dicapai dengan perbaikan dan peningkatan mutu alat-alatnya. maka diperlukan peneraan. perlu dikembangkan dan dipikirkan secara men. perbaikan. pemeliharaan dan peningkatan mutu instrumen. pertambangan. perindustrian dan bidang-bidang lainnya yang memerlukan dan menggunakan alat-alat ilmiah (instrumentasi). Hal ini diperlukan untuk menjamin ketepatan hasil produksi. instrumen. Untuk menggiatkan.tasi dan metrologi. IV. hak cipta. Oleh karena itu usaha pemeliharaan. (e) Pengembangan sistem nasional untuk kalibrasi. LANGKAH KEGIATAN. hak merek dagang dan lain-lain. pertanian. dengan segala aspeknya atau 199 . proses dan design). Penelitian Sesuai dengan arah kebijaksanaan maka langkah kegiatan dalam pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi dibimbing oleh kesadaran akan perlunya suatu pendekatan yang menyeluruh terhadap masalah yang dihadapi.

Penelitian ini juga dimaksudkan untuk mencari cara yang tepat bagi pengembang. (c) Penelitian dalam bidang kesehatan Masalah pokok yang dihadapi dalam bidang ini ialah kese. baik lokal maupun antarpulau. serta hubungan manusia dengan kekayaan alam adalah tiga lapangan pokok yang mendasari perincian langkah kegiatan ini. Sebab itu bidang pendidikan harus merupakan salah satu pokok penelitian pula. Maka yang menjadi sasaran utama ialah soal epidemiologis dan cara penanggulangannya serta pengembangan sistem higiene yang sesuai dan dapat dipertanggung jawabkan. (b) Penelitian dalam bidang pendidikan Pendayagunaan tenaga kerja yang efisien menghendaki tersedianya tenaga yang terdidik. Dalam hal ini yang dipentingkan ialah masalah perimbangan dan pelaksanaan pendidikan formil dan nonformil. urbanisasi. pola pertumbuhan penduduk dalam daerah tertentu.patan pertambahan penduduk. dan kemungkinan pengembangan regional. Tujuan pokok dari pene-litian yang menyangkut berbagai aspek ini ialah pencarian jalan dan penyusunan strategi yang tepat bagi pengurangan kece. tenaga kerja.kemanusiaan pada umumnya. masalah kekayaan alam. penyebaran penduduk yang relatif seimbang. dan tenaga kerja yang berdaya guna tinggi.an pendidikan di Indonesia. Urutan langkah yang diuraikan di bawah ini bukanlah berdasarkan prioritas tetapi berdasarkan sistematik masalah. (d) Penelitian dalam bidang sosial budaya Pada dasarnya bidang sosial budaya dianggap sebagai bidang yang mencakup keseluruhan masalah kemasyarakatan dan ke200 . (a) Penelitian dalam bidang kependudukan Dalam bidang ini perlu dilanjutkan penelaahan secara mendalam dan yang lebih bersifat operasionil mengenai masalah migrasi.hatan masyarakat.

antropologi. dengan segala aspeknya. yang mencari asal-usul dan memperlihatkan proses perkembangan. 201 . Ketiga masalah pokok itu ialah proses penciptaan identitas nasional. adat istiadat. tetapi untuk tahap ini ada tiga masalah pokok yang mendapat prioritas utama. dan sebagainya. perlu dikembangkan. dan bahasa serta tradisi sastra. linguistik. Survey dan penelitian yang perlu dilakukan dalam lapangan kekayaan alam dan hubungannya dengan manusia adalah sebagai berikut : ( f ) Inventarisasi kekayaan alam Sasaran penting dalam inventarisasi kekayaan alam ialah sumber-tenaga mineral dan bijih mineral. Dengan usaha ini diharapkan akan bertambah pengetahuan tentang masyarakat dan kebudayaan — suatu pengetahuan yang akan lebih memantapkan strategi dan pelaksanaan pembangunan nasional — dan peningkatan mutu serta perkembangan ilmu-ilmu sosial. seperti sosiologi. psikologi. kesusasteraan. ekonomi dan politik dengan keadaannya di negara lain. dan ilmu-ilmu kemanusiaan (humanities) seperti filologi. sejarah. Dalam usaha ini perhatian juga akan ditujukan kepada prospek ekonomi. terutama dengan negaranegara tetangga. struktur masyarakat serta sistem kepercayaan. politik. dan diplomatik internasional. kesenian daerah. Dalam pelaksanaannya aspek sejarah. dan sebagainya. dan sebagainya. Termasuk dalam masalah pokok ini ialah soal yang menyangkut kepurbakalaan. Sebab itu semacam studi yang akan memungkinkan diadakannya perbandingan pengalaman historis dan sistem sosial. tradisi lisan. hukum. serta aspek strukturil mendapatkan perhatian utama.(7 d). filsafat. Pengetahuan tentang negara asing diperlukan pula untuk memperlancar hubungan internasional negara kita.budayaan. inventarisasi sumber 420038 . (e) Pengembangan studi kawasan Pengenalan terhadap diri sendiri akan lebih baik jika kita dapat mengadakan perbandingan dengan orang lain.

Tanaman tradisionil yang bernilai ekspor.tenaga air dan pemetaan hidrografi. dan tanaman yang berkhasiat yang dapat dipakai dalam pengobatan tradisionil. harus menjadi sasaran penelitian yang sungguh-sungguh. perencanaan. Survey dan penelitian akan dilaksanakan oleh lembaga penelitian departemen dan nondepartemen. Hal ini mengingat akibat negatif. dan inventarisasi sumber alam laut dan sumber alam hayati. perlu mendapatkan perhatian yang secukupnya. Pokok masalah yang penting dalam penelitian di bidang pertanian ialah penambahan sumber makanan rakyat yang sehat serta kemungkinan pemasarannya. 202 . pemetaan hidrografi dan survey oceanologi. pemetaan tanah dan tata tanah.naga kerja. Perhatian khusus perlu diberikan kepada inventarisasi kekayaan hutan serta kemungkinan hutan yang dapat dimanfaatkan bagi pembangunan. penggunaan dan pengelolaan kekayaan alam. Sesuai dengan pembidangan sasaran khusus ini maka perlu diadakan pemetaan topografis. secara ekologis dan ekonomis jangka panjang. Karena itu semacam kategorisasi dalam bidang pertanian harus diadakan. bukan hanya pengerjaannya. pemetaan geologis. antara lain dalam penyerapan te. (g) Inventarisasi bidang pertanian tanaman dan kategori penelitian dalam Inventarisasi tanaman adalah salah satu aspek terpenting dari usaha tersebut di atas. serta tanaman yang dipakai untuk industri rakyat dan kerajinan tangan. Peremajaan hutan. Perkebunan rakyat akan mendapatkan perhatian yang lebih sungguh-sungguh mengingat potensi yang besar. Hasil inventarisasi dapat dipergunakan sebagai landasan dalam penentuan kebijaksanaan. Jadi di samping penelitian teknis budidaya harus pula diadakan penelitian yang menyangkut aspek sosial-ekonomis. dengan mengikutsertakan perguruan tinggi serta jika diperlukan juga lembaga swasta. yang dapat ditimbulkan jika hutan dieksploitir tanpa pertimbangan yang masak.

(h) Penelitian dalam bidang pengairan. pengembangan hidrologi dan hidrometri. Maksud utama dari penelitian ini ialah menunjang program pembangunan pengairan antara lain masalah pengembangan sumber air. dan masalah pencemaran yang disebabkan pengolahan bahan-bahan tambang ini. Masalah penting yang harus diperhatikan dalam penelitian minyak dan gas bumi ialah cara pengolahan minyak yang sesuai dengan macam minyak bumi yang terdapat di Indonesia. inventarisasi serta pengumpulan data dari kegiatan eksplorasi yang pernah diadakan. penyelidikan geologi teknik untuk perencanaan bangunan sipil. (j) Survey dan pemetaan Walaupun dalam beberapa penelitian yang tersebut di atas telah disinggung tentang pentingnya survey dan pemetaan. pengaturan tata-pengairan serta penelitian dan pengelolaan air untuk keperluan industri. Pengembangan kedua jenis hasil tambang ini harus dimulai dengan penyelidikan dalam bentuk survey dan eksplorasi. (i) Penelitian dalam bidang pertambangan Minyak dan gas bumi merupakan sasaran penelitian yang penting. Perubahan geologis yang mungkin terjadi sejak pemetaan yang terakhir serta kurang lengkapnya perpetaan yang tersedia di Indonesia menyebabkan perlunya diadakan survey baru. usaha khusus yang mencakup segala macam aspek dan bentuk dari pemetaan perlu diadakan. Sejalan dengan usaha di atas perlu pula dijalankan penelitian dalam bidang pengairan. seperti waduk dan jalan bangunan industri. geofisika. penelitian geokimia. serta penyelidikan air tanah. Beberapa penelitian pelengkap untuk mencapai sasaran pokok tersebut di atas perlu diadakan oleh lembaga departemen maupun nondepartemen. Penyelidikan geologi ditujukan antara lain untuk pemetaan. Peta topografi yang lengkap dan tepat bukan saja penting bagi kepentingan inventarisasi keka- 203 .

Keperluan ini juga didorong oleh pentingnya pengetahuan yang mendalam tentang cuaca dan bidang atmosfir luar. Beberapa aspek penelitian yang disebutkan di atas dimaksudkan pula untuk memperlancar proses pengembangan industri. (n) Penelitian dalam bidang perindustrian Perindustrian adalah salah satu bidang yang memerlukan perhatian khusus. (m) Penelitian dalam bidang perhubungan Dengan didukung oleh survey dan pemetaan maka dalam bidang perhubungan selain untuk perencanaan kenaikan mutu jalan. telekomunikasi. laut. termasuk inventarisasi tumbuh-tumbuhan. (k) Penelitian antariksa Untuk menunjang inventarisasi kekayaan alam. Kegiatan permulaan diadakan dalam rangka mempersiapkan penggunaan tenaga nuklir untuk pembangkit tenaga listrik serta peningkatan survey mineral radio aktif. kegiatan pemanfaatan antariksa perlu mulai digiatkan. pariwisata dan sebagainya akan mendapatkan perhatian yang sesuai dengan prioritas pembangunan.yaan alam. (1) Penelitian tenaga atom. Termasuk dalam hal ini ialah : peningkatan mutu basil produksi. Pengembangan bidang peroketan juga membutuhkan pemanfaatan yang baik dari antariksa. kemungkinan penggantian bahan baku impor dengan bahan 204 . Masalah komunikasi seperti perhubungan darat. Sebelum membicarakan beberapa hal teknis dan kemungkinan bagi pengembangan industri maka hal yang perlu diperhatikan terlebih dahulu ialah penelitian dalam bidang industri rakyat. penelitian juga diperlukan untuk usaha perluasan jaringan jalan. tetapi juga merupakan landasan utama bagi perencanaan pembangunan regional. Di samping untuk menunjang pembangunan dalam bidang pertanian dan pertambangan kegiatan pemanfaatan tenaga atom juga ditujukan untuk keperluan perindustrian. udara.

aluminium. peningkatan produktivitas). Kegiatan penelitian akan mencakup perencanaan dan pelaksanaan eksplorasi berbagai sumber energi. mesin tekstil dan sebagainya. 205 . tembaga. industri logam (antara lain peningkatan mutu alat pertanian. industri tekstil (antara lain pemilihan jenis kapas. Survey penggunaan garam sebagai bahan dasar dari industri kimia misalnya sekarang telah mulai dilaksanakan. kemungkinan penggunaan teknologi baru untuk pengembangan dan pengawetannya. dan lain-lain). ( o) Penelitiam dalam bidang sumber energi Industri tidak akan mungkin dikembangkan dengan baik tan. Untuk keperluan industri kertas koran telah mulai diadakan survey hutan. pendinginan serta akibatnya bagi mutu komoditi. dan sebagainya). Masalah yang tak kurang pentingnya untuk diteliti ialah industri pengolahan pangan (antara lain alat dan proses pengeringan bagi basil perikanan dan pertanian. timah. Secara umum dapat dikatakan bahwa penelitian dalam bidang industri harus di arahkan kepada pemanfaatan sumber alam yang dapat dipergunakan untuk bahan berbagai jenis industri. Keduanya harus dilanjutkan sampai tercapai hasil maksimal. pengenalan alat dan proses produksi baru yang mempunyai daya guna yang lebih tinggi. penggunaan material secara lebih efektif.baku lokal.pa memperhitungkan dengan matang masalah sumber energi. pemilihan jenis serat buatan. Sebab itu penelitian dalam bidang ini perlu ditingkatkan dalam Repelita II. serta pengembang-an jangka panjang untuk ekstraksi besi. Demikian pula kemungkinan pemakaian gas bumi untuk industri petrokimia sedang diteliti. pemanfaatan bahan-bahan limbah ( w a s t e materials). dan industri listrik (terutama masalah standarisasi). sifat berbagai jenis makanan dalam pengalengan. Survey nasional tentang pulp dan kertas sekaligus di arahkan pula untuk inventarisasi jenisjenis kayu tertentu yang terdapat di beberapa daerah.

(q) Penelitian perspektif ekonomi jangka panjang Penelitian yang menyeluruh mengenai prospek ekonomi Indonesia dalam jangka panjang harus pula dilakukan. analisa mengenai distribusi pendapatan. berdasarkan proyeksi berbagai komponen konsumsi dan produksi yang mempunyai arti strategis. Selanjut. penyusunan dan penerbitan yang dila206 . dan lain-lain. erosi. Untuk membantu dalam penggarisan dan perumusan kebijaksanaan maka akan dijelajahi berbagai proyeksi berdasarkan alternatif-alternatif kebijaksanaan. Sebab itu penelitian yang khusus mengenai hal ini perlu diadakan. Penelitian ini diharapkan akan dapat menggariskan pola konsumsi dan produksi yang khas Indonesia. pengaruh sosial. kesempatan kerja. Perlu diteliti faktor yang mempengaruhi perkembangan lingkungan hidup hingga memungkinkan penyusunan strategi bagi pengelolaannya. Tetapi karena diperlakukan sebagai masalah sampingan maka kemungkinan besar hanya akan diperoleh pengetahuan yang fragmentaris mengenai masalah yang sangat penting dan yang makin bersifat universil ini. Demikian pula. pencemaran air dan sebagainya telah disinggung. PENGEMBANGAN STATISTIK 1. masalah hutan. B. PENDAHULUAN Kegiatan pokok dari pada sistem statistik Indonesia meliputi kegiatan pengumpulan. pencemaran air dan lautan. Dengan demikian masalah yang diperkirakan akan timbul. produksi dan neraca pembayaran adalah merupakan masalah inti. Dalam hal ini proyeksi mengenai konsumsi.(p) Penelitian dalam bidang lingkungan hidup Dalam beberapa usaha tersebut di atas masalah pencemaran udara. Masalah yang mendesak ialah yang menyangkut pemukiman hidup manusia. produksi nasional. di masa depan sudah dapat menjadi pertimbangan kebijaksanaan sejak dari sekarang.nya akan disusun proyeksi mengenai perkembangan penduduk. akan diadakan perkiraan mengenai kebutuhan dan persediaan pangan serta kebutuhan akan tanah dan energi di masa depan.

2. daripada kekuatan ekonomi yang menggerakkan struktur tersebut. sebuah sistem statistik nasional yang terintegrasi tak rnungkin dapat dibina ataupun dilaksanakan secara efektif tanpa adanya koordinasi dalam program informasi antara berbagai lembaga yang tersangkut dalam pengumpulan dan penyusunan data statistik. integritas teknis. serta penyusunan sebuah statistik Pendapatan Nasional. Data statistik semacam itu sangat diperlukan untuk mendapatkan gambaran yang dapat dipertanggungjawabkan daripada struktur ekonomi dan sosial Indonesia. Program pengembangan statistik ini perlu disusun prioritasnya. Untuk mendapatkan hal itu perlu adanya suatu program pengembangan statistik yang secara terarah dan terkoordinasi ditujukan pada pendu-kungan dari penyusunan berbagai kebijaksanaan ekonomi dan sosial. kwalitas. Pada akhirnya. dan tujuan yang jelas. Hal itu perlu 207 . berbagai pertimbangan juga harus diberikan pada persyaratan hukum. baik dalam materi yang ingin dicakup maupun dalam tingkat intensitas kegiatan yang dikehendaki di tiap bidang. Biarpun data-data statistik berbeda dalam materinya datadata tersebut harus memiliki definisi klasifikasi. dan daripada hubungan yang ada di antara berbagai sektor. pengolahan. nasional yang sifatnya terintegrasi. sifat statistik (seperti relevansi. Data tersebut harus dapat dipergunakan secara maksimal untuk memenuhi kebutuhan penyusunan kebijaksanaan. ketepatan waktu. perencanaan. KEADAAN DAN MASALAH DEWASA INI Berbagai kegiatan usaha dan penyempurnaan dibidang statistik telah dilaksanakan pada masa Repelita I.kukan secara tetap dan teratur dari sekelompok data statistik. sifat komprehensif. Dalam merencanakan dan melaksanakan program ini. Prosedur dan standar harus dikembangkan dan diimplementasikan dalam kegiatan pengumpulan. persyaratan personalia dan latihan. dan sifat netral) dan alokasi pembiayaan. serta penerbitan dari data statistik.

jagung. ketela rambat. Dimaksudkan untuk hanya memakai satu bahan statistik di bidang statistik pertanian. Terutama dalam penyediaan data-data statistik yang dapat dipercaya dan tepat pada waktunya. Pelaksanaan sensus pertanian telah diselesaikan pada tahun 1973 dan pada permulaan Repelita I I akan diselenggarakan pemrosesannya. Kecuali itu masih perlu dilakukan penyempurnaan organisasi statistik serta peningkatan koordinasi kegiatan statistik antara berbagai instansi. Kemudian perbaikan dan penyempurnaan dalam rangka pembinaan tenaga statistik serta penyediaan peralatannya juga perlu dilakukan. kacang kedele. kacang hijau. Usaha pengumpulan data-data kwantitatif juga masih perlu disempurnakan. dan lain-lain. Dalam periode Repelita I telah diselenggarakan berbagai kegiatan statistik yang cukup penting dan berarti. Secara bertahap telah terdapat penyempurnaan di bidang ini. Suatu team perbaikan statistik pertanian telah bertugas untuk mendapatkan suatu sistem pencatatan dan laporan yang lebih baik dan seragam untuk seluruh Indonesia. Kecuali itu perbaikan dalam kecepatan penyampaian laporan mengenai harga bahan pokok dari daerah berkat penggunaan SSB dan sebagainya.dilakukan oleh karena keadaan statistik di Indonesia masih belum memuaskan. 208 . ketela pohon. kacang tanah. mengenai perbaikan aspek ekonomi dan sosial yang panting. Dalam bidang statistik pertanian perbaikan antara lain telah dilaksanakan mengenai statistik produksi bahan makanan pokok yang meliputi padi. Demikian pula mengenai data statistik harga eceran bahwa konsumsi bulanan di tiap-tiap Ibu Kota Daerah Tingkat II. Hal yang masih juga merupakan masalah adalah penggunaan statistik yang berbeda-beda. Di bidang statistik harga telah diintensipkan pengumpulan data harga bahan makanan pokok di semua Ibu Kota Daerah Tingkat II (kecuali Irian Jaya). sehingga menyulitkan bagi keperluan perencanaan maupun penilaian pembangunan.

KEBIJAKSANAAN DAN LANGKAH PENYEMPURNAAN Pembangunan statistik di arahkan kepada langkah sebagai berikut: Pertama. sehingga angka tahunan di bidang ekspor-impor telah mengalami perbaikan dalam besarnya lingkungan (coverage) dan jumlah/jenis tabel yang bisa di produksi. 3. transpor. komunikasi. pemerintah daerah dan perguruan tinggi setempat. Kegiatan usaha yang lain adalah secara bersama-sama dengan instansi yang bersangkutan menyusun dan melaksanakan suatu program statistik nasional yang terintegrasi sehingga tersedia data pokok yang diperlukan untuk merumuskan kebijaksanaan pembangunan jangka panjang. dan menyempurnakan data yang secara khusus diperlukan untuk perencanaan jangka pendek dan evaluasi pelaksanaannya. Hasil sensus tersebut telah dapat diselesaikan pengolahannya. dan sudah dapat dipergunakan untuk penyusunan berbagai proyeksi. serta perbaikan terhadap sistem peralatan pengolahan serta penyediaan tenaga soft ware dan operator guna pelayanan komputer telah ditingkatkan. 209 . Demikian pula mengadakan. Antara lain diperbaiki sistem pengolahannya. bersamaan dengan perbaikan administrasi.Berbagai penyempurnaan telah dilakukan pula di bidang statistik perdagangan. Kegiatan usaha penyempurnaan dan perbaikan telah dilakukan pula di bidang statistik perindustrian. melengkapi. dan pariwisata. masing-masing lembaga mengusahakan agar dapat menghasilkan data statistik dari administrasi sehari-hari. Suatu kegiatan penting dalam bidang statistik adalah penyelenggaraan sensus penduduk tahun 1971. listrik dan gas. pertambangan. Penyelenggaraan latihan dan upgrading. Suatu studi statistik tentang pendapatan regional telah diselenggarakan bersama antara Biro Pusat Statistik.

Untuk itu perlu disusun suatu sistem pencatatan yang sederhana tetapi lengkap. statistik sosial dan penduduk. peternakan. penunaian kewajiban membayar atau kewajiban memberikan laporan kepada yang berwajib. yang menggambarkan struktur masyarakat. Dalam menunjang pelaksanaan Repelita II perlu diselenggarakan statistik produksi di bidang pertanian (khususnya pertanian rakyat) perikanan. Mengingat luasnya ruang lingkup jenis statistik tersebut dan perlunya dipelihara dan disempurnakan terus menerus. dan industri. klasifikasi. Data statistik yang diusahakan sebagai hasil program bersama ini berupa statistik yang mempunyai kegunaan secara umum. kehutanan. maka kebutuhan mengada. Bila cara pertama ditingkatkan. yakni (a) diturunkan dari catatan administrasi yang bertalian dengan pemberian izin. 210 . maka tugas dan kewajiban ini perlu dipikul bersama antara instansi yang bersangkutan di bawah koordinasi lembaga yang menurut Undang-undang Statistik berfungsi sebagai koordinator. kependudukan dan lingkungan hidup. Pengiriman laporan juga harus cepat. statistik distribusi dan transpor. Data pokok tersebut dibutuhkan sekali dalam penilaian keadaan. (b) melalui survey di mana dikumpulkan dari unit obyek penelitian. definisi.Data statistik pada dasarnya dikumpulkan melalui dua cara. statistik tenaga kerja. Jenis statistik ini menggambarkan perubahan jangka pendek yang perlu diamati terus menerus supaya dapat dikendalikan dan diarahkan sesuai dengan rencana. Koordinasi dalam melaksanakan program pembangunan perstatistikan nasional secara integral ditujukan untuk keseragaman maupun keserasian konsep. yang disertai dengan pengawasan secara berkala. dan prosedur. sehingga memudahkan perumusan rencana pembangunan secara luas. Dalam hal ini perlu diusahakan lebih dahulu perbaikan administrasi desa yang ternyata merupakan sumber pokok dari banyak data yang dibutuhkan. kekayaan alam.kan survey khusus akan berkurang dan banyak data akan secara teratur tersedia.

Kedua. Dengan perkataan lain usaha hendaknya diarahkan 211 . terjaminnya integrasi antara produsen statistik dan para pemakai (perencana dan perumus kebijaksanaan) agar statistik yang dikumpulkan benar-benar memenuhi kebutuhan dan secara efektif dapat digunakan sebagai alat pembantu dalam pengendalian pembangunan. penataran serta latihan bagi pegawai statistik dan penyempurnaan ketatalaksanaan. Untuk itu perlu perbaikan metodologi. perlu ditempuh kebijaksanaan yang mengarah ke perwujudan suatu sistem perstatistikan di mana jelas tercermin sifat tertentu. organisasi lapangan. pengesahan oleh pemerintah terhadap program kerja yang menyeluruh di bidang pengembangan perstatistikan nasional yang dilaksanakan bersama oleh berbagai instansi di bawah satu koordinasi (UU No. adanya suatu fungsionalisasi antara berbagai instansi yang melakukan pengumpulan statistik. cara pengumpulan data pokok statistik.Tujuan pokok pembangunan statistik ialah meningkatkan kemampuan perstatistikan nasional dalam usaha menyediakan keterangan yang dapat diandalkan dan tepat pada waktunya mengenai aspek ekonomi dan sosial yang penting. tenaga. Dengan demikian hasilnya dapat merupakan bahan dasar guna penyusunan berbagai statistik. peralatan dan apresiasi masyarakat terhadap statistik. Keempat. Ketiga. Dalam menghadapi berbagai pembatasan dalam pembiayaan. Pertama. ruang lingkup maupun frekwensinya. terbinanya keserasian antara berbagai kegiatan statistik yang beraneka ragam baik dalam kelengkapan. Dengan demikian diharapkan hasil-hasil berbagai sensus dan survey statistik akan saling lengkap-melengkapi sehingga diperoleh gambaran menyeluruh tentang suatu keadaan. 7 tahun 1960 tentang statistik). Dalam membina Sistem Perstatistikan Nasional yang memperhatikan persyaratan di atas dipandang sangat besar artinya usaha menstandarisir berbagai cara pencatatan dan pelaporan yang telah ada pada instansi masing-masing sedemikian rupa sehingga diperoleh keseragaman. koordinasi dengan instansi lainnya.

struktur biaya perikanan dan pengolahan hasil ikan. dan jumlah produksi hasil ternak. kematian. seperti misalnya kelapa. maka perbaikan sistem statistik pertanian yang telah dimulai tahun 1973 akan diteruskan. Pertambangan dan Konstruksi. Statistik Peternakan. kopi. Secara berkala dikumpulkan data tentang perikanan. Program pembangunan statistik akan meliputi Statistik Pertanian. pemindahan ternak besar. banyaknya perahu dan kapal bermotor serta alat-alat penangkapan ikan. Statistik Perikanan. Bila situasi demikian tercapai. khususnya yang dihasilkan oleh petani kecil. Statistik dan Sensus Industri. Dalam hal statistik peternakan.untuk lebih banyak mendayagunakan dokumen yang dipelihara oleh masing-masing instansi dalam menunaikan kewajibannya sehari-hari sebagai sumber statistik. Statistik Sosial dan Penduduk. karat. teh. dan lain-lain. Dalam Repelita II. maka fungsi daripada survey statistik akan melengkapi gambaran yang terkumpul dari pencatatan administrasi atau sebagai bahan pembanding dari laporan kedinasan. Statistik Desa. Mengingat pembangunan sektor pertanian tetap memegang peranan penting dalam Repelita II. Statistik Transpor. misalnya bentuk dan status perusahaan. sekali dalam setahun akan dikumpulkan angka jumlah ternak dan unggas yang cukup terperinci. Pencatatan tersebut akan meliputi angka kelahiran. Data tersebut akan meliputi penangkapan ikan laut (jumlah dan nilainya). perbaikan ini perlu diperluas sehingga mencakup perbaikan statistik tanaman perdagangan. Dalam membina statistik industri perlu dibentuk suatu sistem di mana terkumpul seluruh keterangan yang menggambarkan berbagai aspek. 212 . usaha perbaikan jenis/ras. dan jumlah nelayan. jumlah pemotongan. Dalam jangka waktu yang lebih panjang juga akan dikumpulkan data mengenai sosioekonomi nelayan. Neraca Pendapatan Nasional/Regional dan Label input-output dan faktor penunjang Pembangunan Statistik. baik mengenai methode pengukuran maupun teraturnya pelaporan data.

produksi. Selanjutnya masih perlu disempurnakan klasifikasi industri dan komoditi sehingga lebih serasi dengan klasifikasi di bidang lainnya. pengerahan tenaga. Dengan demikian hasil sesuatu sensus industri yang menyediakan sekali dalam lima/sepuluh tahun data tentang struktur perindustrian di negara kita akan dilengkapi oleh survey tahunan dengan data tentang perkembangan prestasi sektor ini. Mengenai pertambangan khususnya yang merupakan perusahaan dan terdaftar pada Departemen Pertambangan datanya secara administratip dikumpulkan berkala. Untuk mengikuti perkembangan dalam periode yang lebih singkat lagi bagi jenis industri yang terpilih akan dikumpulkan data bulanan dan dihitung indeksnya. pemakaian bahan baku dan penolong. Perbaikan klasifikasi itu akan memudahkan analisa tentang hubungan kebijaksanaan import/ ekspor dan fiskal terhadap pertumbuhan industri. upah. sehingga data yang tersedia meliputi aspek-aspek sebagaimana berlaku untuk sektor industri.permodalan. Pertama dikumpulkan data konstruksi yang dilakukan oleh pemerintah 213 . akan dikumpulkan data produksi per triwulan. pemasaran dan penambahan investasi. Untuk mendapatkan gambaran perkembangan jangka pendek mengenai cabang industri yang penting seperti misalnya cabang industri yang mengolah hasil pertanian menjadi bahan baku. Dengan demikian lengkaplah seluruh gambaran tentang perindustrian baik terorganisir sebagai perusahaan maupun yang dilakukan oleh ± 900.000 rumah tangga. Tentang statistik konstruksi yang merupakan statistik paling sulit. Aspek-aspek tersebut dikumpulkan melalui berbagai cara dan survey di mana masing-masing survey satu sama lain meskipun berlainan dalam periodisitasnya saling melengkapi. penanggulangannya dilakukan secara bertahap. Data industri rumah tangga dan kerajinan tangan dikumpulkan melalui sample survey secara berkala yaitu melalui sensus industri dan survey yang dilakukan di antara dua sensus. Masih perlu diusahakan agar keterangan yang belum tersedia secara teratur tercakup juga dalam sistem pelaporan tersebut.

misalnya dalam hal jumlah ternak yang dipotong jauh di bawah angka kulit yang diekspor. Pelaporan yang terkendalikan menunjukkan angka yang tidak wajar. jumlah luas tanaman. Di mana perlu pamong desa mengadakan pencacahan setahun sekali secara menyeluruh dengan mengunjungi rumahrumah tangga dalam wilayah kelurahan. Oleh karenanya perlu dikumpulkan secara teratur statistik tentang lalu lintas penumpang dan muatan barang yang dapat disusun dalam arus antar daerah. Dalam sistem ini dapat dimasukkan antara lain data-data kependudukan. Di samping pengecekan secara sample perlu diadakan pula survey untuk melengkapi keterperincian keterangan yang telah terkumpul dari register desa. maka register desa perlu diperbaiki bentuknya dan cara pengisiannya dan berangsur-angsur diseragamkan untuk seluruh propinsi. perlu diadakan penataran terhadap pamong desa. adanya berbagai jenis perusahaan. Terhadap sistem pencatatan dan pelaporan ini perlu diadakan pengawasan dan pemeriksaan terhadap ketelitiannya secara sample. Ketentuan hukum yang berlaku mengharuskan pelaporan/ pendaftaran kejadian tertentu kepada aparatur pemerintah daerah baik hal ini dikaitkan dengan kewajiban pembayaran retribusi/pajak/uang pendaftaran maupun tidak. Sebagai sumber data statistik. Selebihnya yaitu konstruksi yang dilakukan oleh rumah tangga diusahakan melalui survey. Oleh karena itu banyak data terkumpul di kantor-kantor tersebut. Jelas bahwa untuk mencapai kondisi yang memungkinkan sistem ini berlaku. yang terperinci menurut jenis alat transpor. Meskipun titik berat dari Repelita II adalah pembangunan ekonomi yang juga merupakan arah dari pembangunan statis- 214 .dan dilakukan oleh perusahaan sendiri. penggunaan tanah. Pada tahap berikutnya digarap keterangan yang terperinci dan mikro dari kontraktor bangunan. jenis barang dalam ton kilometer. Sampai kini belum terdapat suatu sistem statistik transpor yang luas di mana dapat didasarkan arus lalu lintas yang integral yang dibutuhkan untuk analisa produksi dan distribusi. populasi ternak.

pendidikan. Ini berbentuk Penghitungan Produksi dan Pendapatan Nasional maupun Regional. Dalam pada itu sangat besar artinya pengintensipan latihan dan pendidikan statistik.tik. peralatan. peradilan. keuangan. antara sektor produsen dengan sektor rumah tangga. kesehatan. penghitungan ini memungkinkan pula ditemukannya kelemahan dalam data pokoknya. Tujuan dari perhitungan tersebut adalah untuk dapat mempelajari arus barang dan jasa antara sektor satu dengan yang lainnya. perbedaan pendapatan. Dalam usaha membina statistik yang dihadapkan kepada berbagai hambatan seperti masih terbatasnya tenaga terdidik dan terlatih. maka perlu diperkembangkan methode dan cara kerja yang disesuaikan dengan kondisi tersebut. sampling survey rumah tangga dan Sensus Penduduk. perpindahan penduduk. sektor pemerintah dan sebagainya. Bentuk lain dari himpunan data pokok ini ialah yang berupa perhitungan tabel input-output. tenaga kerja. rekreasi. Berbagai cara akan ditempuh untuk memperoleh data di atas. seperti misalnya melalui hasil sampling dari administrasi. Penemuan tersebut akan merupakan pedoman guna mengadakan perbaikan dalam pengumpulan data selanjutnya yang menyangkut keserasian konsep. Usaha ini kelak akan merupakan landasan analisa ekonomi yang sangat berguna dan sekaligus memberikan pengarahan dalam melakukan perbaikan statistik dasarnya. anakanak dan pemuda. dan faktor-faktor dinamis yang menentukan perkembangan penduduk seperti kelahiran dan kematian. Di samping sebagai landasan analisa. tingkat hidup. Statistik tersebut akan meliputi. namun statistik mengenai kondisi sosial dan penduduk perlu mulai diperkembangkan. Sensus Penduduk tahun 1980 sudah perlu dipersiapkan dalam pertengahan kedua Repelita II ini. definisi dan klasifikasi maupun yang menyangkut ruang lingkup. sehingga secara bertahap 215 . Segala data statistik yang dikumpulkan dan menyangkut segenap sektor akhirnya perlu dituangkan di dalam suatu himpunan agregatip yang memudahkan pembuatan analisa dan konklusi tentang jalannya perekonomian.

0 juta selama lima tahun dalam Repelita II.0 juta dalam tahun 1974/75 dan diperkirakan berjumlah Rp. Guna pemantapan penelitian dan pengembangan methodologi statistik yang serasi. sedang selama lima tahun dalam Repelita II diperkirakan berjumlah Rp. 210.1 milyar.3 milyar.dapat diisi kekurangan tenaga statistik diseluruh wilayah yang secara penuh dapat mencurahkan tenaganya untuk pengumpulan data. Penelitian dan Statistik sebesar Rp. 11. dimanfaatkan kerjasama internasional dalam bentuk Proyek Pengembangan Statistik. 101. 102. Di samping itu ada pula kegiatan untuk pembangunan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi yang pembiayaannya diperhitungkan di sektor lain yakni untuk Penelitian yang digolongkan dalam sektor Pengembangan Ilmu dan Teknologi. 216 .0 juta dalam tahun 1974/75 dan diperkirakan berjumlah Rp. 714.260. Sedang untuk pembangunan prasarana fisik Pemerintahan dan/atau untuk Peningkatan Efisiensi Aparatur Pemerintahan yang digolongkan dalam Sektor Aparatur Negara sebesar Rp.0 juta selama lima tahun dalam Repelita II. 1. perlu pula ditingkatkan prasarana dan fasilitas kerja untuk memungkinkan penempatan tenaga terdidik dan terlatih diseluruh Indonesia dan yang mampu bergerak ke seluruh lapangan dalam usaha pengumpulan data. PEMBIAYAAN Pembiayaan dari Anggaraan Pembangunan Negara untuk pembangunan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi dalam tahun 1974/75 berjumlah Rp. Sejalan dengan pengembangan methode dan cara kerja. Dalam seluruh jumlah tersebut di atas sudah termasuk nilai lawan pelaksanaan bantuan proyek.

0 11.4 511.2.4.6 1. Program Penelitian Umum 15.0 4 105.0 838.047.4 983.0 1 0 1 .1 Subsektor Pengembangan IImu dan Teknologi 15.0 217 .606.6 983.853.3.0 165.6.0 70.592. Program Penelitian Perhubungan dan Pariwisata 15.400.0 108. Program Pengembangan Ilmu dan Teknologi 15. PENELITIAN DAN STATISTIK 15.0 1. Program Penelitian Regional dan Daerah 15.5 Program Penelitian Tenaga Kerja dan Transmigrasi 15.1.7 Program Penelitian Agama dan Kepercayaan terhadap Tuhan Yang Mahaesa 11. Program Penelitian Pertanian dan Pengairan 16.0 920.3.0 140.3.608.0 34.0 8.400. Subsektor Penelitian Umum 15.430.475.3.0 8.2.356.792.3.0 10.0 750.4 3.3.0 1.3 0 0 .0 10.4 1.3.3.112.1.356. SEKTOR PENGEMBANGAN ILMU DAN TEKNOLOGI. Program Penelitian Perdagangan dan Koperasi 15.TABEL 23 -1. PEMBIAYAAN RENCANA PEMBANGUNAN LIMA TAHUN 1974/75 — 1978/79 (dalam jutaan rupiah) ILMU PENGETAHUAN DAN TEKNOLOGI No.2. Program Penelitian Industri dan Pertambangan 15.4 7.557. Kode Sektor/Subsektor/ Program 1974/75 1974/75 — 1978/79 (Anggaran (Anggaran Pembangunan) Pembangunan) 3 15.6 0 8 . Subsektor Penelitian Institusionil.1.0 13.3.1. 15.

ILMU PENGETAHUAN DAN TEKNOLOGI 1 2 3 4 15. Keluarga Berencana dan Kesejahteraan Sosial 15.0 11.666.9.0 16.0 664. Program Penelitian Aparatur Pemerintahan 15.0 104.0 714. Program Penyempurnaan dan Pengembangan Statistik Kegiatan Ilmu Pengetahuan Teknologi lainnya yang diperhitungkan di Sektor lain : 9.11.0 1 .0 1.0 2. Subsektor Aparatur Pemerin.0 790.0 102.4. Subsektor Pendidikan dan Latihan Institusionil/Kedinasan 9.0 1.2.12. Program Penelitian Keuangan Negara 15.500. Program Penelitian Penerangan dan Komunikasi 15. Sektor Aparatur Negara 16.740.8.3.2 1 5 .4. Subsektor Statistik 15. Program Penyempurnaan Prasarana Fisik Pemerintahan 210.0 800.0 11.Pendidikan Aparatur Pengajaran dan Kebudayaan 15. Program Penelitian Perumahan Rakyat dan Penyediaan Airminum 15. Program Penelitian.3.0 385.2.2.0 1.11.215.1.0 1.10. Program Pendidikan Pengembangan Ilmu dan Teknologi 16.3.tahan 135.0 105.3.260. Program Penelitian Kesehatan.500. Sektor Pendidikan.080.13.2.2.0 102.3.3. Kebudayaan Nasional dan Pembinaan Generasi Muda 9.0 238.0 218 .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful