- Elusi = proses mengekstraksi zat yg umumnya padat dr campuran zat dng menggunakan zat cair (pelarut).

- Eluen = zat cair yg digunakan untuk mengekstraksi suatu zat padat dr campuran zat padat. - kromatografi = Kromatografi adalah suatu teknik pemisahan molekul berdasarkan perbedaan pola pergerakan antara fase gerak dan fase diam untuk memisahkan komponen (berupa molekul) yang berada pada larutan. - pelarut polar ada 2 : - Protik menunjukkan atom hidrogen yang menyerang atom elektronegatif yang dalam hal ini adalah oksigen. Dengan kata lain pelarut protik polar adalah senyawa yang memiliki rumus umum ROH. Contoh dari pelarut protik polar ini adalah air H2O, metanol CH3OH, dan asam asetat (CH3COOH). - Aprotik menunjukkan molekul yang tidak mengandung ikatan O-H. Pelarut dalam kategori ini, semuanya memiliki ikatan yang memilki ikata dipol besar. Biasanya ikatannya merupakan ikatan ganda antara karbon dengan oksigen atau nitorgen. Contoh dari pelarut yang termasuk kategori ini adalah aseton [(CH3)2C=O] dan etil asetat (CH3CO2CH2CH3). - pelarut non polar = senyawa yang memilki konstanta dielektrik yang rendah dan tidak larut dalam air. Contoh pelarut dari kategori ini adalah benzena (C6H6), karbon tetraklorida (CCl4) dan dietil eter (CH3CH2OCH2CH3). Dalam hal ini juga terdapat tiga ukuran yang dapat menunjukkan kepolaran dari suatu pelarut yaitu : a. momen dipol b. konstanta dielektrik c. kelarutannya dengan air Pada umumnya pelarut yang baik mempunyai kriteria sebagai berikut : 1. Pelarut harus tidak reaktif (inert) terhadap kondisi reaksi. 2. Pelarut harus dapat melarutkan reaktan dan reagen. 3. Pelarut harus memiliki titik didih yang tepat. 4. Pelarut harus mudah dihilangkan pada saat akhir dari reaksi. Beberapa faktor yang perlu diperhatikan antara lain : Keadaan zat yang diinginkan terhadap campuran, apakah zat ada di dalam sel makhluk hidup, apakah bahan terikat secara kimia, dan sebagainya. Kadar zat yang diinginkan terhadap campurannya, apakah kadarnya kecil atau besar. Sifat khusus dari zat yang diinginkan dan campurannya, misalnya zat tidak tahan panas, mudah menguap, kelarutan terhadap pelarut tertentu, titik didih, dan sebagainya. Standar kemurnian yang diinginkan. Kemurnian 100% memerlukan tahap yang berbeda dengan 96%. zat pencemar dan campurannya yang mengotori beserta sifatnya. Nilai guna zat yang diinginkan, harga, dan biaya proses pemisahan. Ekstraksi adalah proses pemisahan suatu zat berdasarkan perbedaan kelarutannya terhadap dua cairan tidak saling larut yang berbeda, biasanya air dan yang lainnya pelarut organik. Proses ekstraksi dapat berlangsung pada: Ekstraksi parfum, untuk mendapatkan komponen dari bahan yang wangi. Ekstraksi cair-cair atau dikenal juga dengan nama ekstraksi solven. Ekstraksi jenis ini merupakan proses yang umum digunakan dalam skala laboratorium maupun skala industri. Leaching, adalah proses pemisahan kimia yang bertujuan untuk memisahkan suatu senyawa kimia dari matriks padatan ke dalam cairan.

1

keduanya saling memiliki dipol permanen. Pertama kali diperkenalkan oleh James dan Martin pada tahun 1952. Metode ini paling banyak digunakan karena efisien. Kekurangan metode kromatografi cair-padat ini antara lain ialah: (a) pilihan fasa diam (adsorben) terbatas. Metode ini pada awalnya kurang berkembang. sehingga hasil-hasil pemisahannya lebih tajam. sedang pelarut polar mampu melarutkan senyawa-senyawa polar dan senyawa-senyawa ion. cepat dan peka. Umumnya metode kromatografi diklasifikasikan atas jenis fasa yang digunakan dan sebagian berdasarkan mekanisme pemisahannya. Kromatografi Cair-cair (Kromatografi Partisi) Metode kromatografi ini diperkenalkan oleh Martin den Synge pada tahun 1941. serba guna. Fasa diam pada kromatografi Jenis ini berupa lapisan tipis cairan yang terserap pada: padatan inert berpori. maka mereka sama-sama netral.. yang berfungsi sebagai fasa pendukung. metode ini khusus digunakan untuk memisahkan spesies ion. Penemuan jenis-jenis padatan baru sebagai hasil riset memperluas penggunaan metode ini. tidak memiliki dipol. Sebagai fasa diam di dalam kolom dapat dipilih salika gel atau alumina. Cuplikan dengan ukuran beberapa mikrogram sampai dengan ukuran 10-15 gram masih dapat dideteksi. Sehingga keduanya dapat bercampur secara homogen. Keuntungan metode ini ialah: (a) pelihan kombinasi cairan cukup banyak. Kromatografi Gas-padat (KGP) Kromatografi jenis ini digunakan sebelum tahun 1800 untuk menurunkan gas. Sayangnya komponen cuplikan harus mempunyai tekanan beberapa torr pada suhu kolom. Kemajuan metode kromatografi sangat ditunjang oleh penemuan resin sintetik dengan sifat penukar ion sebelum perang Dunia II. Pelarut non polar melarutkan zat-zat yang bersifat non polar. Metode ini banyak digunakan untuk analisis biokimia dan organik. Kromatografi Gas-Cair (KGC) Pada kaimia organik kadang-kadang menyebutnya sebagi kromatografi fasa uap. Berikut ini diberikan Pengertian jenisjenis metode kromatografi berdasarkan klasifikasi tersebut. (b) koefisien distribusinya tidak tergantung pada konsentrasi. Kromatografi Kertas (KT) 2 . Sesuai dengan namanya. maka kutub positif akan tarik menarik dengan kutub negatif dan sebaliknya. pelarut polar dan non polar. (b) koefisien distribusi untuk serapan seringkali tergantung pada kadar total. sehingga pemisahannya kurang sempurna. Kelemahan metode ini mirip dengan kromatografi cair-padat. Teknik pelaksanaannya dilakukan dengan kolom. Jika kedua jenis molekul yang dicampur sama-sama non polar. Kromatografi Penukar Ion Metode kromatografi ini merupakan bidang khusus kromatografi cair-padat. sehingga keduanya dapat bercampur homogen. Kromatografi cair-padat (Kromatografi Adsorpsi) Metode jenis ini diketemukan oleh Tswett dan diperkenalkan kembali oleh Kuhn dan Ledere pada tahun 1931.Pelarut sendiri dapat dibedakan menjadi 2. Demikian pula jika molekul pelarut dan terlarut sama-sama polar.

atau dapat pula dipakai untuk mengontrol kondisi obat tersebut sehingga bisa bertahan lama. Fasa diam berupa lapisan tipis air yang terserap oleh kertas. Kromatografi juga bisa diaplikasikan dalam pemisahan molekul-molekul penting seperti asam nukleat. akan tetapi semuanya membutuhkan kerja ekstra dan waktu 3 .Jenis kromatografi ini merupakan bidang khusus kromatografi cair-cair. Kromatografi Filtrasi Gel Pada kromatografi jenis ini fasa diam berupa gel yang terbuat dari dekstran. Misalnya dalam penentuan.(sianida) dari sampel air liurnya. kromatografi mempunyai peranan yang sangat besar. Pengerjaannya sangat sederhana. vitamin dan molekul penting lainnya. dokter dapat mengetahui jenis penyakit yang sedang diderita pasien tersebut. Dengan data-data yang didapatkan dengan menggunakan kromatografi ini. Kromntografi Lapis Tipis (KLT atau TLC = Thin Layer Chromatography) Kromatografi jenis ini mirip dengan kromatografi kertas. silika gel. atau lainnya. teknik ini sangat bermanfaat terutama dalam menginvestigasi fluida badan seperti air liur. darah dan fluida badan lainnya bisa memberikan data yang akurat dan cepat sehingga keberadaan suatu penyakit dalam tubuh manusia dapat dideteksi secara dini dan cepat. Bedanya kartas digantikan lembaran kaca atau plastik yang dilapisi dengan lapisan tipis adsorben seperti alumina. Pada Bidang Bioteknologi Dalam bidang bioteknologi. lemak. Arah aliran spesies ionik akan menyimpang dari arah aliran semula tergantung atas muatan molekul dan gerakitasnya. Demikian halnya air kencing. Dari air liur seorang pasien. Protein sering dipilih karena ia sering menjadi obyek molekul yang harus di-purified (dimurnikan) terutama untuk keperluan dalam bio-farmasi. b. Seorang perokok dapat diketahui apakah dia termasuk perokok berat atau ringan hanya dengan mengetahui konsentrasi CN. Banyak metode analisis seperti spektrofotometri. Pori-pori akan menehan molekul komponen-komponen berdasarkan ukurannya (berat molekul). senyawa dalam protein. selulosa atau materi lainnya. Pada Bidang Klinik Dalam bidang clinical (klinik). selanjutnya sebuah produk obat-obatan dapat ditingkatkan mutunya. Kromatografi Elektroforesis Kontinyu Kromatografi jenis ini merupakan bagian dari kromatografi kertas dimana selama pengerjaannya diterapkan medan listrik tegak lurus pada aliran pelarut. Molekul dengan berat molekul dari 100 sampai berapa juta dapat dipisahkan dengan teknik ini. manganometri. baik kualitatif maupun kuantitatif. Kromatografi lapis tipis lebih bersifat reprodusibel (bersifat boleh ulang) daripada kromatografi kertas. a. suatu bahan hasil ikatan silang molekul-molekul polisakarida. Bahan ini bila dimasukkan dalam air akan menggembung dengan membentuk saringan berpori dengan ukuran poripori tertentu. karbohidrat. deteksi senyawa oksalat dalam air kencing menjadi sangat penting terutama bagi pasien kidney stones (batu ginjal). Selain air dapat juga dipakai cairan lain. dapat dipakai sebagai data awal untuk menghasilkan jenis obat baru. Sekarang ini. Penempatan satu tetes larutn cuplikan pada ujung kertas dan kemudian mencelupkannya ke dalam pelarut (eluen) sudah cukup untuk memisahkan komponen-komponen cuplikan.

Hal ini didorong karena dengan semakin cepat diketahuinya bahan-bahan dasar apa saja bahan peledak. adsorbat) pada permukaannya. Zat yang memiliki titik didih lebih rendah akan menguap lebih dulu. Kini kromatrografi menjadi hal yang sangat penting dalam menganalisis berbagai bahanbahan kimia yang terkandung dalam bahan peledak. Demikian halnya di Indonesia yang marak dengan aksi peledakan bom yang terjadi di mana-mana. getaran atau adanya perubahan suhu yang meningkat. Distilasi atau penyulingan adalah suatu metode pemisahan bahan kimia berdasarkan perbedaan kecepatan atau kemudahan menguap (volatilitas) bahan. yang di atasnya padatan akan terendapkan Kecendrungan dalam proses kromatografi yaitu. Dalam penyulingan. Umumnya penguapan dapat dilihat dari lenyapnya cairan secara berangsur-angsur ketika terpapar pada gas dengan volume signifikan. sebuah peristiwa Black September Tragedy mengguncang Amerika pada tanggal 11 September 2001 yang ditandai dengan runtuhnya dua gedung kesayangan pemerintah Amerika Serikat. gesekan. Pada Bidang Forensik Aplikasi kromatografi pada bidang forensik pun sangat membantu. farmasi. c. campuran zat dididihkan sehingga menguap. Pada dasarnya setiap bahan peledak. baru akan meledak jika terjadi benturan. klinik dan kehidupan manusia secara umum. Elektroforesis adalah teknik pemisahan komponen atau molekul bermuatan berdasarkan perbedaan tingkat migrasinya dalam sebuah medan listrik. cairan maupun gas . Proses ini adalah kebalikan dari kondensasi. atau septum. misalnya DNA yang bermuatan negatif. maka akan makin mempercepat diambilnya tindakan oleh bagian keamanan untuk mengatasi daerah-daerah yang terkena ledakan serta antisipasi meluasnya efek radiasi yang kemungkinan akan mengena tubuh manusia di sekitar lokasi ledakan. Filtrasi adalah pembersihan partikel padat dari suatu fluida dengan melewatkannya pada medium penyaringan. memberikan peluang bahan peledak tersebut berubah manjadi zat lain yang lebih stabil yang diikuti dengan tekanan yang tinggi. dan uap ini kemudian didinginkan kembali ke dalam bentuk cairan. yang bisa menghasilkan ledakan dahsyat atau bahkan munculnya percikan api. Masih lekat dalam ingatan kita. Lebih jauh lagi. 4 . terutama dilihat dari segi keamanan. Perhatian dunia pun akhirnya mulai beralih dengan adanya peristiwa-peristiwa pengeboman/peledakan tersebut ke bahaya explosive (bahan peledak) dengan peningkatan yang cukup tajam. adsorben) dan akhirnya membentuk suatu lapisan tipis atau film (zat terjerap. efek negatifnya terhadap lingkungan juga bisa segera diketahui. terikat kepada suatu padatan atau cairan (zat penjerap. Dengan terjadinya hal-hal seperti ini. Penguapan atau evaporasi adalah proses perubahan molekul di dalam keadaan cair (contohnya air) dengan spontan menjadi gas (contohnya uap air). Medan listrik dialirkan pada suatu medium yang mengandung sampel yang akan dipisahkan. Adsorpsi = Adsorpsi atau penjerapan adalah suatu proses yang terjadi ketika suatu fluida.yang cukup lama untuk mendapatkan hasil analisis dibandingkan dengan teknik kromatografi. kromatografi kemudian menjadi pilihan utama dalam membantu mengatasi permasalahan dalam dunia bioteknologi. Dengan alasan-alasan inilah.Teknik ini dapat digunakan dengan memanfaatkan muatan listrik yang ada pada makromolekul.

sedangkan untuk fase gerak yang digunakan adalah pelarut atau campuran pelarut yang sesuai. di mana terjadi perpindahan massa (mass transfer) dari suat zat terlarut (solute) dari cairan larutan ke fase kristal padat. Berdasarkan fase gerak dan fase diam yang digunakan. kromatografi dibedakan menjadi liquid-solid chromatography (kromatografi dengan fase diam berwujud padat dan fase gerak berwujud cair). Teman-teman mungkin bertanya. Silika atau alumina tersebut berfungsi sebagai fase diam. Mekanisme kerja dari kromatografi kertas cukup sederhana. kromatografi lapis tipis Kromatografi lapis tipis biasanya menggunakan sebuah lempengan tipis yang terbalut gel silika atau alumina. dan kromatografi gas (Harvey 2000). gas-solid chromatography (kromatografi dengan fase diam berwujud padat dan fase gerak berwujud gas). dan kromatografi permeasi atau filtrasi (kromatografi berdasarkan perbedaan bobot molekul) (Skoog et al 2002). melt (campuran leleh). dan gas-liquid chromatography (kromatografi dengan fase diam berwujud padat dan fase gerak berwujud gas) (Harvey 2000). Kristalisasi juga merupakan teknik pemisahan kimia antara bahan padat-cair. kromatografi dibedakan menjadi kromatografi adsorpsi (kromatografi dengan teknik penyerapan komponen oleh adsorben tertentu). interaksi apa yang terjadi pada proses kromatografi cair sehingga terjadi pergerakan sampel di dalam pelarut? Ada beberapa 5 . senyawa tumbuhan seperti klorofil . kromatografi pertukaran ion (kromatografi yang dapat memisahkan senyawa dengan afinitas ion yang berbeda dengan resin penukar ion). Aplikasi dari teknik pemisahan kromatografi lapis tipis dapat digunakan untuk mengetahui jenis pada campuran asam amino tertentu. zat pewarna. Berdasarkan bentuk ruang penyangganya. Berdasarkan interaksi komponen dengan fase diam dan fase gerak. liquid-liquid chromatography (kromatografi dengan fase diam berwujud cair dan fase gerak berwujud cair). Aplikasi penggunaan dari kromatografi kertas sendiri adalah untuk memisahkan diantaranya adalah tinta. kromatografi dibedakan menjadi kromatografi planar (kromatografi dengan fase diam terletak pada permukaan datar) yang meliputi kromatografi kertas dan kromatografi lapis tipis serta kromatografi kolom (kromatografi dengan fase diam tertahan pada sebuah kolom) yang meliputi kromatografi manual. atau lebih jarang pengendapan langsung dari gas. kromatografi partisi (kromatografi dengan partisi terjadi antara fase gerak dan fase diam). Materi lain juga bisa digunakan sebagai fase diam asalkan mampu mengalami pendarflour (fluorescence) dalam sinar ultra violet.Kecendrungan molekul – molekul komponen untuk melarut dalam cairan. Kecendrungan molekul – molekul komponen untuk melekat pada permukaan padatan halus (adsobsi = penyerapan) Kecendrungan molekul – molekul komponen untuk bereaksi secara kimia ( penukaran Ion) Kristalisasi adalah proses pembentukan bahan padat dari pengendapan larutan. Sementara untuk fase gerak yang digunakan adalah pelarut atau campuran pelarut yang digunakan. Kertas sebagai fase diam akan dicelupkan ke dalam sampel dan pelarut. high performance liquid chromatography. Perbandingan jarak relatif antara senyawa (sampel) dengan jarak pelarut dihitung sebagai nilai Rf. yakni kandungan selulosa di dalamnya. selanjutnya sampel dan pelarut berdasarkan gaya kapilaritas akan terserap dan bergerak ke atas.  Kromatografi kertas Kromatografi kertas menggunakan fase diam kertas. make up dan berbagai zat lainnya. di laboratorium kita sering melakukan percobaan menggunaan teknik kromatografi kertas tersebut.

Jarak relative pada pelarut disebut sebagai nilai Rf.2 Faktor yang mempengaruhi dalam kromatografi Pelarut Suhu Kertas 2. Harga ini merupakan ukuran kecepatan migrasi suatu senyawa pada kromatogram dan pada kondisi konstan merupakan besaran karakteristik dan reprodusibel. 2. Atau bisa juga berupa pembentukan senyawa kompleks. Kromatografi adalah metode pemisahan komponen kimia yang didasarkan pada perbedaan antara fase bergerak dan fase diam. diantaranya adalah pembentukan ikatan hidrogen.interaksi yang terjadi. Jarak tempuh relative pada pelarut adalah konstan untuk senyawa tertentu sepanjang anda menjaga segala sesuatunya tetap sama. Jarak tepi muka pelarut dari titik awal. Ekstraksi Cara Panas Metoda ini pastinya melibatkan panas dalam prosesnya.4 Definisi Rf Beberapa senyawa dalam campuran bergerak sejauh dengan jarak yang ditempuh pelarut. umumnya dilakukan menggunakan alat khusus sehingga terjadi ekstraksi konstan dengan adanya pendingin balik (kondensor). selama waktu tertentu dan sejumlah pelarut tertentu dengan adanya pendingin balik (kondensor). Harga Rf didefinisikan sebagai perbandingan antara jarak senyawa dari titik awal dan jarak tepi muka pelarut dari titik awal. Macam Metoda Ekstraksi : Ekstraksi Cara Dingin Metoda ini artinya tidak ada proses pemanasan selama proses ekstraksi berlangsung. Ekstraksi dengan alat Soxhlet merupakan ekstraksi dengan pelarut yang selalu baru. Metodanya adalah: Refluks merupakan ekstraksi dengan pelarut yang dilakukan pada titik didih pelarut tersebut. Rf = Jarak titik tengah noda dari titik awal. tujuannya untuk menghindari rusaknya senyawa yang dimaksud rusak karena pemanasanan. misalnya jenis kertas dan komposisi pelarut yang tepat. beberapa lainnya tetap lebih dekat pada garis dasar. Jenis ekstraksi dingin adalah : Maserasi merupakan proses ekstraksi menggunakan pelarut diam atau dengan beberapa kali pengocokan pada suhu ruangan. Untuk setiap senyawa berlaku rumus sebagai berikut: Rf = jarak yang ditempuh oleh senyawa jarak yang ditempuh oleh pelarut Harga Rf merupakan parameter karakteristik kromatografi kertas dan kromatografi lapis tipis. Perkolasi merupakan ekstraksi dengan menggunakan pelarut yang selalu baru sampai sempurna (exhaustive extraction) yang umumnya dilakukan pada suhu ruangan. 6 . Dengan adanya panas secara otomatis akan mempercepat proses penyarian dibandingkan cara dingin. Kromatografi adalah cara pemisahan campuran dimana komponen-komponen mempunyai fase diam dan fase bergerak. ikatan vander walls dan gaya debye.

Kristalisasi. yaitu pemisahan komponen-komponen dalam campuran yang didasarkan pada perbedaan kecepatan peresapan pada medium resap/adsorben. Infusa merupakan proses ekstraksi dengan merebus sample (khusunya simplisia) pada suhu 900C Komponen-komponen dalam campuran dapat dipisahkan dengan cara: a. Hasil filtrasi disebut filtrat sedangkan sisa filtrasi disebut residu atau ampas. Kromatografi. Data yang diperoleh dari analisis dengan KLT adalah nilai Rf. Dekantasi dapat dilakukan untuk memisahkan campuran zat cair dan zat padat atau zat cair dengan zat cair yang tidak saling campur (suspensi). yaitu pemisahan komponen-komponen dalam campuran dengan cara mengkristalkan komponen tercampur dengan cara dipanaskan kemudian didinginkan. yaitu pemisahan komponen-komponen dalam campuran yang mudah menyublim dengan cara penyubliman melalui pemanasan. nilai Rf berguna untuk identifikasi suatu senyawa. a. Dekantasi. Contoh : Pemisahan campuran kotoran dalam kapur barus. karena tidak akan bereaksi dengan senyawa atau pereaksi ayng reakstif. f. baik penyerap maupun cuplikannya. Destilasi dapat dilakukan untuk memisahkan campuran zat cair dan zat cair yang berbeda titik didihnya. KLT dapat digunakan untuk memisahkan senyawa yang hidrofobik seperti lemak dan karbohidrat. Contoh : Pemisahan campuran air dan alkohol. Sublimasi dapat dilakukan untuk memisahkan komponen campuran yang mudah menyublim. Kromatografi Kolom. Nilai Rf didefinisikan sebagi perbandingan jarak yang ditempuh oleh senyawa pada permukaan fase diam dibagi dengan jarak yang ditempuh oleh pelarut sebagai fase gerak. Sublimasi. c. Contoh : Pemisahan campuran air dan tinta. secara umum dilakukan pada suhu 40ºC – 50ºC. Kristalisai dapat dilakukan untuk memisahkan campuran zat cair dan zat padat yang saling larut. yaitu pemisahan komponen-komponen dalam campuran dengan cara dituang secara langsung. b. Nilai Rf suatu senyawa dalam sampel dibandingkan dengan nilai Rf dari senyawa murni.Digesti merupakan maserasi kinetik (dengan pengadukan kontinyu) yang dilakukan pada suhu lebih tinggi dari suhu ruangan. Filtrasi dapat dilakukan untuk memisahkan campuran zat cair dan zat padat yang tidak saling larut. yaitu pemisahan komponen-komponen dalam campuran dengan mneggunakan filter (penyaring). Contoh : Pemisahan campuran air dan garam. e. Contoh: Pemisahan campuran air dan kopi. Contoh: Pemisahan campuran air dan pasir. Kromatografi Lapis Tipis (KLT) KLT merupakan cara analisis cepat yang memerlukan bahan sedikit. d. KLT dapat digunakan u ntuk menentukan eluen pada analisis kromatografi kolom dan isolasi senyawa murni dalam skala kecil. 7 . Filtrasi. Destilasi. yaitu pemisahan komponen-komponen dalam campuran yang didasarkan pada perbedaan titik didih komponen campuran tersebut melalui pemanansan/pendidihan campuran. b. Pelarut yang dipilih untuk pengembang pada KLT disesuaikan dengan sifat kelarutan senyawa yang dianalisis. Sebagai fase diam digunakan silika gel.

N2 Senyawa non polar digambarkan sebagai UKURAN KUANTITATIF TITIK DIDIH SENYAWA KOVALEN * Senyawa polar titik didihnya lebih tinggi daripada senyawa non polar Urutan titik didih. Senyawa polar dan non polar Ciri-ciri senyawa polar : dapat larut dalam air dan pelarut polar lain memiliki kutub + dan kutub . H2O. akibat meratanya distribusi elektron -tidak memiliki pasangan elektron bebas (bila bentuk molekul diketahui) atau keelektronegatifannya sama Contoh : Cl2. HCl. poliamida). ikatan hidrogen > dipol-dipol > non polar-non polar atau ikatan hidrogen > Van der Waals > gaya london Bila sama-sama polar/non polar. Kolom yang terbuat dari gelas diisi dengan fase diam berupa serbuk penyerap (seperti selulosa. Setiap senyawa/komponen dalam campuran akan didorong oleh fase gerak dan sekaligus ditahan oleh fase diam. silika gel. rantai C memanjang titik didih > rantai bercabang (bulat) PERBEDAAN SENYAWA POLAR DENGAN NON POLAR SENYAWA POLAR dapat larut dalam air Memiliki pasangan elektron bebas (bentuk tdk simetris) Berakhir ganjil. HBr.Kromatografi kolom digunakan untukdigunakan untuk memisahkan suatu campuran senyawa. PCl5. kepolaran pelarut (fase diam). Sampel yang mengandung campuran senyawa dituangkan ke bagian atas dari kolom. Kekuatan senyawa ditahan oleh fase diam akan berbeda dengan senyawa lainnya. N2O5 Senyawa polar digambarkan sebagai Ciri-ciri senyawa non polar : tidak larut dalam air dan pelarut polar lain Tidak memiliki kutub + dan kutub . kemudian dielusi dengan pelarut sebagai fase gerak.. kecepatan alir elusi. H2. ukuran kolom (diamter dan panjang kolom). PCl3. N2O5. PCl3. akibat tidak meratanya distribusi elektron -memiliki pasangan elektron bebas (bila bentuk molekul diketahui) atau memiliki perbedaan keelektronegatifan Contoh : alkohol. yang Mr besar titik didihnya lebih besar Untuk senyawa karbon Mr sama. SO3. Faktor-faktor yang mempengaruhi pemisahan dengan kromatografi kolom adalah fase diam yang digunakan.. Cl2O5 SENYAWA NON POLAR Tdk dapat larut dalam air Tdk memiliki pasangan elektron bebas (bentuk simetris) Berakhir genap Presipitasi 8 . H2O. HCl. Fase diam dialiri (dielusi) dengan fase gerak berupa pelarut. kecuali BX3 dan PX5 Cth : NH3.

es. Keuntungan-keuntungan dari Kromatografi diantaranya : 1.Sentrifugasi.Stripping.Elektroforesis.Kromatografi. Terbentuknya struktur butiran baru melalui tumbuhnya inti dengan pemanasan. Untuk proses pemisahan suatu campuran heterogen. kecuali untuk kromatografi gas. lalu ia menuangkan campuran pigmen tanaman yang dilarutkan dalam eter ke dalam kolom tersebut.Distilasi.Ekstraksi(Leaching. yaitu: Sedimentasi. memakai fase diam cair dan fase gerak cair 9 .Presipitasi.Ekstraksi cair-cair. disamping itu kromatografi pekerjaannya dapat diulang.yang sangat sedikit sekali. Hasilnya secara mengejutkan pigmen tadi terpisah dan membentuk lapisan berwarna sepanjang kolom. bahkan tidak menggunakan jumlah yang besar. memakai fase diam padat dan fase gerak cair atau gas 2. Berbagai metode tujuh digunakan untuk terjadinya suatu fase baru sehingga campuran homogen dapat dipisahkan adalah: Absorpsi. besarnya suhu rekristalisai adalah setengah sampai dengan sepertiga dari suhu logam Sedimentasi adalah suatu proses pengendapan material yang ditransport oleh media air.Sublimasi Terdapat beberapa defini tentang rekristalisasi yaitu : 1. hingga campuran yang kompleks dapat dipisahkan dengan mudah. Fasa baru terjadi / terbentuk dari adanya perbedaan sifat fisik dan kimiawi masing-masing komponen. Asas” kromatografi : 1. Selanjutnya ia menamakan metode ini dengan nama kromatografi (1906).Filtrasi Proses pemisahan suatu campuran homogen. Kromatografi dengan asas adsorpsi. prinsipnya merupakan pemisahan dari terbentuknya suatu fase baru sehingga campuran menjadi suatu campuran heterogen yang mudah dipisahkan.SEJARAH KROMATOGRAFI Awal abad 20 kimiawan Rusia Mikhail Semenovich Tsvet (1872-1919) menyiapkan kolom yang diisi dengan K2CO3. Kromatografi merupakan metoda pemisahan yang cepat. mudah dan menggunakan peralatan yang murah serta sederhana. terdapat empat prinsip utama proses pemisahan. suatu proses dimana butir logam yang terdeformasi digantikan oleh butiran baru yang tidak terdeformasi yang intinya tumbuh sampai butiran asli termasuk didalamnya 2. Kromatografi dengan asas partisi.Evaporasi. 2.Pembekuan fraksional. Perubahan struktur kristal akibat pemanasan pada suhu kritis 3. Lalu kimiawan dari Swiss Richard Martin Willstatter (1872-1942) menggunakan metode ini untuk riset khlorofilnya dari sinilah kromatografi mulai populer digunakan.Adsorpsi.Kristalisasi. angin. Kromatografi hanya membutuhkan campuran cuplikan. atau gletser di suatu cekungan.Evaporatio n.Flotasi.Ekstraksi padat-cair).Rekristalisasi.

memakai CO2 dalam keadaan superkritik KLT = Keuntungan :  Digunakan untuk tujuan analitik  Identifikasi komponen dapat dilakukan dengan pereaksi warna. fase diam dan fase gerak sama dengan KLT 10 . karena selulosa (kertas) bersifat polar  Banyak digunakan untuk pemisahan senyawa bahan alam  Kekurangan : lebih lama karena panjang kertas bisa sampai 50 cm. fluoresensi atau pemadaman fluoresensi. radiasi UV  Dapat dilakukan elusi dengan mekanik (ascending) atau menurun (descending) atau dengan cara elusi 2 dimensi  Ketepatan penentuan kadar akan lebih baik karena komponen yang ditentukan merupakan noda yang tidak bergerakIdentitas komponen dijabarkan dalam harga Rf (retardation factor) yang dalam penentuan kualitatif dibandingkan dengan standar  Untuk tujuan kuantitatif digunakan KLT preparatif (dikerok lalu senyawa diisolasi dalam pelarutnya). KKO  Digunakan untuk isolasi senyawa dari sample  Merupakan kelanjutan dari KLT  Prinsip pemisahan. Kromatografi dengan asas suhu kritik. KK = Prinsip sama dengan KLT  Fase diam adalah air yang didukung oleh pelat serat selulosa.3. Kromatografi dengan asas fitrasi. fase mobil air dicampur pelarut organik  Lebih banyak digunakan untuk pemisahan senyawa non polar. memakai fase diam padat yang mempunyai sifat fitrasi dan fase gerak cairan 4.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful