Petunjuk Penggunaan Kamus & Indeks Al-Qur’an

PETUNJUK PENGGUNAAN KAMUS & INDEKS AL-QUR’AN
Pola penulisan Kamus & Indeks Al-Qur’an dalam Quranic Explorer ini secara umum terbagi dalam 9 (sembilan) penjelasan dari A sampai I, seperti pada contoh di bawah ini:

Keterangan: A. B. C. D. E. F. G. H. I. Akar Kata Transliterasi Kata Entri ke Huruf Latin (tercetak tebal) Kata Entri Sambung (tidak tercetak tebal) Teks Arab dari kata entri Jumlah Pengulangan Keterangan Subyek dan Waktu (dalam tanda kurung) Arti/terjemah Kata Entri Arti/terjemah Kata Ganti [dalam tanda square] Letak Ayat Dalam Al-Qur’an

Penjelasan secara terperinci adalah sebagai berikut:

A. AKAR KATA
Yaitu bentuk paling dasar (ashl wâhid), yang secara umum terdiri dari tiga huruf, dan sangat jarang terdiri dari empat huruf atau lebih. Namun tidak semua yang tertulis bisa disebut sebagai akar kata, terutama yang menunjuk pada kata benda. Seperti (’A.B.Q.R.Y), (’A.N.K.B.T), (Dh.F.D.’A), (Z.N.J.B.L), dll, yang penulisannya hanya dengan membuang huruf illat dari kata bentukannya. Yang demikian hanya bertujuan untuk memudahkan dalam urutan pencarian akar kata. Demikian juga ada beberapa kata yang tidak memiliki akar kata atau terdiri dari dua kata yang tergabung menjadi satu, atau merupakan kata yang berasal dari bahasa di luar Arab, seperti kata: rûm (R.W.M), jibrîl (J.B.R.L), jâlût (J.L.T), thâlût (Th.L.T), dll. Kata-kata seperti ini berasal dari bahasa Ibrani (Hebrew). Untuk katakata sejenis ini penyusun tetap mengelompokkannya dalam Akar Kata. Urutan akar kata berdasarkan transliterasinya ke dalam huruf latin dapat dilihat pada poin B. Bagi yang belum terbiasa dengan bahasa Arab, telah tersedia bab “Panduan Mencari Akar Kata”. Dalam bab tersebut tercantum seluruh kata entri yang ada dalam Al-Qur’an, disertai akar kata yang terletak di belakangnya. Jika suatu kata tidak terdapat pada bab tersebut, maka kata tersebut tidak termasuk kata entri, atau kata tersebut masih memiliki awalan. Untuk kata jenis ini, lihat penjelasannya pada lampiran: “Kata Berawalan”. Contoh, kita akan mencari kata: muslimîn ( ). Dalam bab Panduan Mencari Akar Kata akan kita temui: muslimîna • S.L.M. Artinya, kata “muslimîn” berasal dari akar kata S.L.M (sîn, lâm dan mîm). Kemudian kita
Quranic Explorer - 11

dll.i. namun tidak dibaca “anaa”. khâshshah ( ) dibaca “khôshshoh”.B). hîna ( ) dibaca “hiina”. 5) ra ( ) dibaca “ro”. nufûsu ( ) dibaca “nufuusu”. Gh : Ghayn ( ) H : Hâ` ( ) H : Hâ` ( ) J : Jîm ( ) K : Kâf ( ) Kh : Khâ` ( ) L : Lâm ( ) M : Mîm ( N : Nûn ( Q : Qâf ( R : Râ` ( S : Sîn ( Sh : Shâd ( Sy : Syîn ( ) ) ) ) ) ) ) T : Tâ` ( ) Th: Thâ` ( ) Ts : Tsâ` ( ) W : Waw ( ) Y : Yâ` ( ) Z : Zâ` ( ) Zh : Zhâ` ( ) 2. dll. Urutan dan transliterasi huruf Latin dari huruf Arab. manâfi’a ( ) dibaca “manaafi’a”.R). ) dibaca “ghoffâr”. yaitu: A : Alif ( ) ’A : ’Ayn ( ) B : Bâ` ( ) D : Dâl ( ) Dh : Dhâd ( ) Dz : Dzâl ( ) F : Fâ` ( ) a. maka dalam Glossarium akan Anda dapatkan bahwa kata “hati” dapat ditemukan pada akar kata (F. seperti kata: khabîr ( ) dibaca “khobîr”.M • disana seluruh kata-kata dalam Al-Qur’an yang berasal dari akar kata yang sama. Misalnya: âkhirati ( ) dibaca “aakhirati”. mubasysyirîna ( ).B. ). Keterangan selengkapnya dapat dibaca di bab Glossarium. d. Huruf yang ber-syiddah (tasydîd) ditulis dengan huruf dobel. B. dll. seperti: muhammadin ( fa’’âlun ( ). yaitu: .Petunjuk Penggunaan Kamus & Indeks Al-Qur’an buka Kamus & Indeks Al-Qur’an pada urutan huruf S ( ). mudhâ’afah ( ) dibaca “mudhô’afah”. dharabnâ ( 12 . b. c. î = ii.F. tetapi dibaca “ana”. yahudhdhu ( ). akan ditemukan aslama • aslamâ • aslamnâ • aslamtu • aslamtum • aslamû • aslim • aslimû • islâma.D). Untuk bacaan panjang (madd) ditranslit dengan simbol: â = aa. dll. rasûl ( ) dibaca “qobla”. Jika sebuah kata yang akan kita cari belum diketahui bahasa Arabnya. Anda ingin membaca ayat-ayat yang mengandung kata “hati”. dan (L.un • salâmân • salîmin • sâlimûna • sallama • sallamtum • sallimû • salmi • silmi • sullamân. ghamratihim ( ) dibaca “ghofûr”. Bab ini penting juga untuk memahami kata-kata yang terdapat dalam Panduan Mencari Akar Kata. dll. qabla ( dibaca “yuqoddiru”. yadu’’u ( ). telah disediakan bab “Glossarium”.i. Untuk itu perlu diperhatikan beberapa hal berikut: 1. yuqaddiru ( ) dibaca “rosûl”.u • islâmakum • islâmihim •musallamatun •muslimân •muslimayni •muslimatan •muslimâtin • muslimîna •muslimûna •mustaslimûna • nuslima • salama • salamân • salâma. 2) gha ( ) dibaca “gho”. muslimûna ( ) dibaca “muslimuuna”. (Q. 4. dll. lalu cari akar kata: S. Bacaan “a” menjadi “o” khusus untuk 8 (delapan) jenis huruf hijaiyyah yang mendapat fat-hah.L.in. (Sh. khalaqaka ( kharajû ( ) dibaca “khorojû”. TRANSLITERASI HURUF LATIN (Tercetak Tebal) Dalam poin ini yang sangat perlu diperhatikan adalah kesesuaian transliterasi dari teks Arab ke dalam teks Latin.A. seperti kata: rahmat ( ) dibaca “rohmat”. dll. khususnya bagi umat muslim di Indonesia. ) ) 3) kha ( ) dibaca “kho”. muslimîna ( ) dibaca “muslimiina”. (N. seperti kata: ghafûr ( ( ) dibaca “nughôdir”. Sedangkan di beberapa wilayah negara lain tetap menggunakan dialek “a”. ).Quranic Explorer . dhahikat ( ) dibaca “dhohikat”.S).un • taslîmân • tusallimû • tuslimûna • uslima • yusallimû • yuslim • yuslimûna. khusus untuk kata “ana” ( ) yang berarti “aku” atau “saya”. seperti kata: dhâllîn ( ) dibaca “dhôllîn”. meskipun terdapat tanda panjang. tawakkaltu ( 3.u.D. musahharîna ( ). seperti kata: qadhâ ( ) dibaca “qodhô”. û = uu. muqarrabîn ( ) dibaca “muqorrobîn”.B). yatadharra’ûn ( ) dibaca “yatadhorro’ûn”. ghaffâr ( ) dibaca “ghomrotihim”. nughâdir ) dibaca “kholaqoka”. 4) qa ( ) dibaca “qo”. dll. Delapan jenis huruf yang dimaksud adalah: 1) dha ( ) dibaca “dho”. Contoh.L.

Kata jenis ini hanya ada satu dalam Al-Qur’an. akan membentuk sh yang merupakan translit ). Khusus untuk kata “majrâhâ” ( ) dibaca “majrêhâ”. dll. seperti kata: zhâhir ( ) dibaca “zhôhir”. 6. Dibedakan dengan garis bawah untuk huruf ( ). dan rahmatun. Misalnya: rahmata. dll. menghancurkan”. kasih sayang. bisa menjadi kata benda yang artinya “anak laki-laki”.13 . 2) Antara huruf Hâ’ ( ) dan Hâ’ ( ). “sedekah” (tidak ditulis “shodaqoh”). 8. zhâlimîn ( ) dibaca “zhôlimîn”.L. seperti kata: yus-hitakum ( (h) akan membentuk dh yang merupakan translit huruf dhâd ( ).L).W). Ada juga dua kata yang sama dalam tulisannya tetapi memiliki akar kata yang berbeda..an. seperti pada kata: hâjara ( ) dan hajara ( ). dst. syadîd ( ).u. dll.un 72 • rahmat. 5. seperti pada kata: ta`lamûna ( ) dan ta’lamûna ( ). Maksudnya mencakup kata: rahmata. 6) sha ( ) dibaca “sho”. Sebagiannya merupakan batas bentuk kata jika berhenti (waqaf). hanya berbeda syakl Quranic Explorer .H. dll.l. Bertemunya Dal mati (d) dengan Hâ’ (h) atau Hâ’ huruf shâd ( ). 3) Antara huruf Sin ( ). seperti kata: “ibni” ( ) dari akar kata (B. yaitu dengan menghilangkan syakl (harakat/ baris) terakhir. dll. Itulah sebabnya cara penulisan kata “Allah” dalam huruf Latin tetap menggunakan huruf “a” bukan “o”. “rahmat” (tidak ditulis “rohmat”). seperti kata: shalât ( ) dibaca “sholât”. 7) tha ( ) dibaca “tho”. shadrahu ( ) dibaca “shodrohu”. rahmatin. atau menjadi kata perintah yang artinya “dirikanlah” atau “bangunlah”. atau disebut koma atas untuk sebelah kanan.N. Kata-kata yang tidak tercetak tebal tersebut memiliki teks Arab dan arti yang sama. mushallîn ( ) dibaca “mushollîn”. 2:157. seperti pada tiga kata berikut: sadîd ( ). ayna ( ) dan ’ayna ( ). KATA ENTRI SAMBUNG (Tidak Tercetak Tebal) Yaitu kata yang bersambung dan atau dipisahkan oleh titik setelah kata entri yang tercetak tebal. maka diberi tanda pemisah (-). dll. 2:178. tazhâharâ Selain untuk delapan jenis huruf tersebut. anthaqanâ ( ) dibaca “anthoqonâ”. sehingga masih dapat dipahami oleh para pemula. nashaddaqanna ( ) dibaca “nashoddaqonna”. ) dibaca “zhonna”. thayyibât ( ) dibaca “thoyyibât”. C. rahmati. seperti kata: “ahlaka” ( ) yang berarti “keluargamu”. dan “ahlaka” ( ) yang berarti “(d. Apabila hamzah di tengah maka menggunakan simbol Grave Accent (`). dll. seperti kata “surat” (tidak ditulis “surot”). “rasul” (tidak ditulis “rosul). seperti kata: zid-hu ( ). Begitu pula dua kata yang sama dan berasal dari akar kata yang sama pula. Syin ( ). Beberapa huruf memiliki transliterasi yang hampir sama. dan shadîd ( ). jika ’ayn dengan simbol Right Single Quotation Mark (’).t) membinasakan. rahmatu. dan Shad ( ). “gaib” (tidak ditulis “gho`ib”). Namun sebenarnya tidak murni berbunyi “o”. yaitu terdapat dalam surat Hûd [11] ayat 41. Tetapi kasus seperti ini tidak banyak. tetapi artinya berbeda. 8) zha ( ) dibaca “zho”..Petunjuk Penggunaan Kamus & Indeks Al-Qur’an dibaca “dhorobnâ”. seperti: 1) Alif/hamzah ( ) dengan ’Ayn ( ). 4) Untuk dua huruf yang bertemu dan terjadi transliterasi yang sama dengan huruf lain. zhanna ( ( ) dibaca “tazhôharô”. dll. seperti kata: tharîqat ( mutathahhirîn ( ) dibaca “mutathohhirîn”. bacaan “o” terutama untuk kata “Allâh” dibaca “Allôh”. ) dibaca “thorîqot”. seperti: bertemunya Sin mati (s) dengan Hâ’ (h). rahmatan.i.in.K). tetapi antara “a” dan “o”. mud-hadîn ( ). 7. Demikian juga beberapa kata lain dalam bahasa Indonesia yang diadopsi dari bahasa Arab yang mengandung unsur huruf delapan jenis tersebut diatas tetap ditulis dengan huruf “a”. yang berasal dari akar kata (H. mutarabbishîn ( ) dibaca “mutarobbishîn”. berasal dari akar kata (A.

.hâ.nâ. penulisan teks Arab dalam Al-Qur’an dan teks Arab dalam kamus atau teks Arab sehari-hari terdapat beberapa perbedaan cara penulisan. ..hi. Th... Yang membuatnya berbeda adalah posisi kata tersebut dalam susunan kalimat (i’râb) nya. yang mana antara tâ` tâ`nits ( ) dan tâ` marbuthah ( ). Muhammad Mustafa Al-A’zami.. 4:155. Sy. Dari Wahyu Sampai Kompilasinya) yang disusun oleh Prof.. seperti S. Z. seperti pada kata: rahmati ( penulisan dalam transliterasinya sama. yaitu: Bentuk 1 : Teks yang digunakan dalam bahasa Arab sehari-hari. ardhu. Maksudnya mencakup kata: qulûbanâ.hinna.hum.. Seperti kata ardha.humâ.Quranic Explorer Bentuk 1 Bentuk 2 Bentuk 3 .nî. .. Karena beberapa kata memiliki transliterasi yang hampir sama..hunna.. ..ka.. 3:8. 17:54 6 • hati [kami] {b}. . . .... .. seperti: . .. 17:8. Selain itu. 41:5. Mushhaf ini banyak beredar di Indonesia. allâhu.Petunjuk Penggunaan Kamus & Indeks Al-Qur’an (harakat/baris). atau allâha. Perbedaan ini berkaitan dengan teks Al-Qur’an dari mushhaf Utsmaniy. . TEKS ARAB Yaitu teks Arab dari Kata Entri untuk memudahkan kembali pada teks asal. D. Zh.. . yang masih berupa tulisan tangan. dhammah (u) dan dhammatayn (un).kum. kasrah (i).unâ 2 • (d. ardhi. Selain itu. Begitu pula ) dan rahmati ( ).. . Sh.. Ts.kunna.. .. maka dibedakan tersendiri jika terjadi pengulangan lebih dari satu kali. atau rusydân ( ).himâ.inâ. . Sampai saat ini telah jutaan eksemplar. fathatayn (an). (Keterangan lebih lanjut tentang Kata Ganti dapat dilihat pada poin H). Lebih lengkapnya dapat dibaca di buku The History of The Qur’anic Text From Revelation to Compilation (Sejarah Teks Al-Quran. .kumâ... Keterangan lebih lanjut lihat poin H. Transliterasi ’âlamîna zhâlimîna shâdiqîna khâlidûna râki’ûna shirâtha kitâbi subhâna abshârihim ashâbi’ahum 14 .hu.î.. . qulûbunâ... kasratayn (in).kum qulûbanâ.. Bentuk 3 : Teks Arab Al-Qur’an yang banyak beredar di Indonesia. . qulûbinâ. T. Bentuk ini juga yang digunakan dalam Quranic Explorer. 5:113. Bentuk 2 : Teks Arab Al-Qur’an Mushhaf Utsmaniy. namun tanpa syakl/harakat/baris. Misalnya: yarhamakum. Dr. yang sebagian besar dicetak dan dibiayai oleh kerajaan Saudi Arabia. namun tidak mempengaruhi artinya.l) rahmati [kalian]... Namun jika setelah fathatayn terdapat alif seperti kata: rusulân ( ).him. dll. Beberapa kata yang memiliki banyak pengulangan dipisahkan untuk mempermudah. kata entri sambung ini banyak berupa kata ganti (dhâmir). allâhi. Lihat uraian poin B... terutama cetakan lama. 2:88. 59:10 Maksudnya mencakup kata: yarhamakum dan yarhamkum. Berikut ini contoh yang penyusun bagi dalam tiga bentuk. yaitu fathah (a).. dll.ki. walaupun memiliki teks dan arti yang sama..

50:1. maka hanya terjadi satu kali pengulangan. 36:69. 54:22. serta keterangan waktu. 20:2. 46:29. kata: “qur`âna. 27:76. 5:101. 17:78. 34:31. saya banyak. 25:61 Maksudnya. 17:41. 15:1. 28:85. jika tidak. 16:98. 7:204. 41:26. 17:9. 15:91. berarti kata benda (ism).in. F. 12:3. 76:23. 38:1. Kode huruf yang dimaksud adalah: 2 a b d e k : : : : : : berdua.Petunjuk Penggunaan Kamus & Indeks Al-Qur’an amwâtan syayâthîna âyâtinâ zhulumâti kalimâti jannâti shâlihâti thayyibâti samâwâti wâ’adnâ adrâka ahyâkum a’thaynâka najjaynâkum razaqnâkum sawwâhunna malâ`ikat E. 17:82. jamak dia. ia (1 orang) engkau (1 orang) kamu. 27:1.15 . 73:20. Misalnya: qur`âna. qur`âni. JUMLAH PENGULANGAN Yaitu angka setelah teks Arab yang menunjukkan banyaknya pengulangan kata entri tersebut yang terdapat dalam Al-Qur’an.i. shalat. jenis kata laki-laki (mudzakkar) atau perempuan (mu`annats). 84:21. 55:2. 17:41. berarti kata tersebut adalah kata kerja (fi’il). 54:40. 54:17. KODE HURUF DALAM TANDA KURUNG Kode huruf dalam tanda kurung menunjukkan subyek. 50:45. terulang sebanyak 58 kali dalam Al-Qur’an. 2:185. Jika terdapat kode pada point F ini. 85:21 Maksudnya. 9:111. 30:58. 4:82. 47:24. kami mereka perempuan sesungguhnya telah Quranic Explorer . bacaan. kalian (banyak) ki m p ss t : : : : : kita. 17:60. 39:27. kata “qamaran” hanya terulang sekali dalam Al-Qur’an. 10:15. Jika tidak terdapat angka setelah teks Arab. 17:46. 18:54.un 58 • Al-Qur‘an. 59:21. qur`ânin. 25:30. 73:4. 10:61. qur`ânu. 15:87. 17:88. 54:32. dua orang aku. qamarân • rembulan. 56:77. 6:19. 36:2. qur`ânun”. 43:31. 20:114. 10:37. 27:6. 17:89. 27:92. 17:78.u. 25:32.

3:37. 5:4. yas`alûnaka ‘anir rûh.p) adalah bumi (ardh). maka yang dimaksud adalah “banyak” hanya dalam bentuk “perempuan” (mu`annats). tidak disebutkan: “mereka laki-laki sedang/akan bertanya kepadamu tentang ruh. seperti dalam QS. Al-Isra [17]:85. 79:42 Dalam QS.b}.p) digoncangkan. rembulan (qamar).”. Misalnya: yas`alûnaka 15 • (m. Dalam bentuk kalimat terjemahannya. 99:1 yang dimaksud dia perempuan (d. 2:217. 6. 2:219. Kata bertanda (p) atau (l) tidak selalu berarti pelakunya adalah perempuan atau laki-laki menurut jenis kelamin seksual. yg serahkan diri {b}. 24:38.. Misalnya: anzalnâhâ • (ki. keterangan jenis dan waktu sering tidak disebutkan.l) tanyai. Misalnya: muslimâtin 2 • orang Islam {p. atau “dia laki-laki sedang/ akan mengabarimu”. langit (samâ’). 3:52. 5:111. Demikian pula jika tanda (p) atau (l) jika berhubungan dengan perintah atau larangan. Misalnya: yunabbi`uka • (d. atau dalam kalimat terjemahnya sering ditulis: “perempuan-perempuan muslim” atau “orang-orang muslim perempuan”. maka menggunakan kata-kata yang merujuk pada laki-laki (mudzakkar).l) yang dimaksud adalah kembali ke “huwa” sebagai kata ganti Allah. 7:187. innallâha yarzuqu man yasyâ`u bighayri hisâb (Sesungguhnya Dia [Allah] memberi rizki kepada siapa yang Dia kehendaki dengan tanpa hisab). 29:46.l) beri rizki. Seperti jika kita menyapa dengan: “Assalâmu ‘alaikum” (Salam sejahtera atasmu). 3:80. 99:1. 2. Kata ganti benda-benda alam lebih banyak dalam bentuk mu’annats (perempuan). 4. (mereka bertanya kepadamu tentang ruh. 3:37. 2:219. 27:81..t) turunkan [nya]. bukan “Assalâmu ‘alaikunna”.. 3:64.). past tense). Tetapi jika yang diperintah atau dilarang adalah kaum perempuan saja. surga (jannat). berarti “banyak” dalam bentuk “laki-laki” (mudzakar) dan tidak menutup kemungkinan termasuk juga yang dimaksud adalah perempuan. 3:102. 21:108. 35:14 maka yang dimaksud adalah “dia laki-laki sedang/akan mengabarkan kepadamu”. idzâ zulzilatil ardhu zilzâlahâ (Apabila bumi digoncangkan dengan goncangannya).. yarzuqu 4 • (d. dll. 42:19 dia laki-laki (d. 8:1. “kum” (kamu. tetapi yang dimaksud adalah kembali kepada kata ganti (dhamir)nya sesuai dengan kaidah bahasa Arab. kalian) tersebut dalam bentuk laki-laki (mudzakkar). maka keterangan waktunya adalah “telah-lampau” (fi’il mâdhiy. 2:222. 2:136. Jika kata perintah atau larangan tertuju untuk laki-laki dan perempuan secara umum. 2:220. orang Islam. tetapi termasuk juga perempuan. 20:105. 3:84. 11:14.l) kabarkan kpd [mu]. 17:85. 72:14 Tetapi jika tertulis {p. 2:189.. 66:5 Maka yang dimaksud hanya untuk perempuan jamak. maka menggunakan kata perempuan (mu`annats). 2:215. Jika hanya tertulis tanda {b}.Quranic Explorer . 7:187. 3. 30:53. maka keterangan waktunya adalah “sedang/akan” (fi’il mudhâri’.Petunjuk Penggunaan Kamus & Indeks Al-Qur’an 1.b}. Jika tidak ada tanda (t). present continuous tense). 2:212. 2:132. 33:35. 18:83. Misalnya: zulzilati • (d. bumi (ardh). Misalnya: 16 . 24:1 maka yang dimaksud adalah “kami telah menurunkannya” atau “telah kami turunkan ia”.. muslimûna 15 • muslim. 2:133. neraka (nâr). karena jika kita sapa perempuan pun juga menggunakan “Assalâmu ‘alaikum”. tanya kpd [mu]. seperti: matahari (syams). Jika ada tanda (t). Seperti QS. 5.

. Dalam bahasa Arab.l) selamatkan/pelihara/jaga [mu] dari [mereka]. karena sudah terdapat subyek-predikat-obyek. Kata ganti (dhamir) yang dimaksud adalah: .kum . “pukullah”. kekacauan.kumâ : [nya] atau [dia] perempuan. rukuklah (irka’û)”. Untuk kalimat perintah dalam Kamus & Indeks Al-Qur’an ini tetap dibubuhi “lah”.ka . Quranic Explorer . tidak sekedar “menuduh tanpa ada bukti” seperti yang diadopsi dalam bahasa Indonesia... “buatlah”. Jika ada satu saja laki-laki.hinna .hi . perintah “dirikanlah (aqîmû). 30:31. seperti “percaya”. dua orang perempuan.hunna . hasutan. sehingga menjadi: fasayakfîkahumu ( yang artinya: “maka kelak Dia akan menjagamu dari mereka”. 2:137 ).hum . untuk kata ganti “antum” ( ). untuk kata ganti “hunna” ( ). tiga orang atau lebih.. tiga orang atau lebih. untuk itu beberapa diantaranya penyusun tambahkan alternatif artinya. 55:9. tunaikanlah (âtû). 4:103. ujian. 65:2. dua orang. untuk kata ganti “hiya” ( ). 22:78. : [nya] atau [dia] laki-laki. G. tetapi tentu yang diperintah termasuk juga kaum perempuan. dsb.. : [mereka] hanya untuk perempuan.humâ .. seperti: “berimanlah”. 58:13.. Mengingat pula bahwa terjemahan dalam bahasa Indonesia tidak terdapat perbedaan kata berdasarkan jenis kelamin.. aniaya. Misalnya kata “fitnah”. maka menjadi “him/hum”. “mempercayai”. 6:72. untuk kata ganti “hum” ( ). Al-Baqarah [2]: 43).. 42:13. Untuk arti kata kerja (aktif) beberapa diantaranya disingkat dalam bentuk kata dasarnya. 4:77. : [mereka] dua orang. : = hu : = hum : = humâ : = hunna : [mu] [kamu] atau [engkau] 1 orang laki-laki. kesesatan.hu . untuk kata ganti “antumâ” ( ).. 2:110. : [mu] [kamu] atau [engkau] 1 orang perempuan. “adakanlah”.. termasuk jika dua orang wanita & satu orang pria atau lebih. ARTI KATA (Terjemah) Arti kata-kata yang terpakai dalam Quranic Explorer ini adalah terjemahan yang sudah jadi menurut susunan ayat Al-Qur’an..l) dirikanlah... 2:83.. gangguan.. artinya: “kami telah menikahkanmu dengannya”. dalam terjemahnya bisa menjadi “percayai”. 7:29.. atau satu orang lakilaki dan satu orang perempuan. 73:20 “Dan dirikanlah shalat. siksa.ki . Pada ayat ini.t) nikahkan [mu] dgn [nya].. : [kalian] laki-laki. (QS..17 . : [kalian] laki-laki atau perempuan.hâ .him . untuk kata ganti “anti” ( ). untuk kata ganti “anta” ( ).. cobaan.. kata tersebut dalam Al-Qur’an diawali dengan fa+sa. satu kata yang semua hurufnya tersambung sudah dapat disebut kalimat dalam kaidah bahasa Indonesia.. dlsb. 2:43.. 10:87.Petunjuk Penggunaan Kamus & Indeks Al-Qur’an aqîmû 16 • (k. arti kata ganti untuk laki-laki dan perempuan disamakan. H. dalam arti asalnya dapat berarti: perang. ARTI KATA GANTI (Dhâmir) Untuk memudahkan pembaca. 24:56. untuk kata ganti “humâ” ( ).. : [mereka] laki-laki. seperti kata: zawwajnâkahâ yakfîkahumu • (ki. 33:37 • (d. tunaikanlah zakat dan rukuklah beserta orang-orang yang rukuk”. untuk kata ganti “huwa” ( ).himâ . menggunakan kata yang tertuju kepada laki-laki.. Hal ini mengingat bahwa Quranic Explorer ini terutama untuk para pemula.. baik dua orang laki-laki.

: [ku] [aku] atau [saya].nî / î .nâ : [kalian] perempuan. dzâlika.Petunjuk Penggunaan Kamus & Indeks Al-Qur’an . innanî. min. humâ.S. an.Quranic Explorer . la‘in. walahum. fa`annâ. annâ. fa`idzâ. kadzâlika. Nama Surat [Nomor Surat]: Nomor Ayat). untuk kata ganti “nahnu” ( ). wakadzâlika. man. lamina.. ’alaykum.. ilâ. untuk kata ganti “antunna” ( saja laki-laki maka menjadi “kum”.kunna . Seperti dua contoh berikut ini: ya`ûduhu • (d. innahum. wamâ. waman. 10:86. hum. sangat disarankan dengan format penulisan: (Q. annanâ. lahum. 18 . yaitu pada surah ke-7 (Al-A’râf) ayat 151. anta. innanâ. alladzîna. anna. inna. dan angka setelah tanda titik dua (:) adalah “nomor ayat”. annahâ. faman. lihat lampiran. tiga orang atau lebih. wa`in. tetapi di Quranic Explorer ini penyusun membedakannya dengan arti “kalian”. ). laka. aw. rahmatika 3 • rahmat [mu]. Berdasarkan beberapa pertimbangan dan pengalaman kami. idzâ. Al-Baqarah [2]: 183) Untuk beberapa kata yang tidak termasuk kata entri tidak semuanya penyusun sebutkan letak ayatnya karena terlalu banyak dan kata tersebut jarang sekali dijadikan rujukan. lakum. lâ. inni. innakum. antum. diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa. innâ. ’alayka. surah ke-10 (Yûnus) ayat 86. wamin. I. yaitu pada surah ke-2 (Al-Baqarah) ayat 255. : [kami] atau [kita]. alladzî. (Q.. seperti kata-kata: ’alâ. wa`idzâ.. Jika ada satu Untuk kum dan kunna dalam terjemahan biasanya tetap menggunakan “mu” atau “kamu”. 27:19 maksudnya. dan surah ke-27 (An-Naml) ayat 19. seperti contoh berikut: Hai orang-orang yang beriman. lilladzîna..S. LETAK AYAT DALAM AL-QUR’AN Setiap angka sebelum tanda titik dua (:) adalah “nomor surat”. kata “rahmatika” terulang sebanyak tiga kali dalam Al-Qur’an. falahum. kata “ya`ûduhu” hanya terdapat satu kali dalam Al-Qur’an. 7:151. walâ. in. untuk kata ganti “ana” ( ). Untuk keterangan tentang nomor dan nama surah.. dan sebagainya. 2:255 maksudnya. untuk keperluan pengutipan ayat. idz.l) berati [nya]. hâdza. illâ.