LAPORAN EKOLOGI TANAMAN ALELOPATI

21 Des 2010 Tinggalkan sebuah Komentar by 4m3one in Uncategorized PENDAHULUAN Latar balakang Species gulma yang diketahui mengeluarkan senyawa – senyawa beracun adalah alang – alang (Imperata cilyndrica ), teki ( Cyperus rotundus), Agropron intermedium, Salvia lenchophyella, dan lainnya. Persaingan yang timbul akibat dikeluarkannya zat yang meracuni tumbuhan alin disebut allelopathy. Interaksi biokoimia antara gulma dan pertanaman antara lain menyebabkan gangguan perkecambahan biji, kecambah jadi abnornal, pertumbuhan memanjang akar terhambat, perubahan susunan sel – sel akar dan lain sebagainya, ( Sukman dan Yakup, 1995 ) Hambatan pertumbuhan akibat adanya allelopat dalam peristiwa allelopat, misalnya hambatan pada pembelahan sel, pengambilan moneral, respirasi, penutupan stomata, sintesis protein, dll. Peristiwa allelopati ialah peristiwa adanya pengaruh jelek dari zat kimia ( allelopat ) yang dikeluarkan tumbuhan tertentu yang dapat merugikan pertumbuhan tanaman lain jenis yang tumbuh di sekitarny. ( Moenandir, 1993 ) Hambatan allelopathy dapat pula berbentuk pengurangan dan kelambatan perkecambahan biji, penahanan pertumbuhan tanaman, gangguan sistem perakaran, klorosis, layu, bahkan kematian tanaman. Tumbuhan yang bersifat sebagai alelopat mempunyai kemampuan bersaing yang lebih hebat sehingga pertumbuhan tanaman pokok lebih terhambat, dan hasilnya semakin menurun ( http:// www. www.indoft.index.com/index-php, 2009 ) Respon yang akan terjadi karna pemberian allelopati adalah panjang tajuk dan akar yang terhambat yang dapat disebut sebagai herbisida pra tumbuh namun hal ini tergantung juga pada formulasi ekstraksi allelopati yang diberikan. perkembangan tumbuhan tergantung pada konsentrasi ekstrak, sumber ekstrak, temperatur ruangan, dan jenis tumbuhan yang dievaluasi serta saat aplikasi ( http :// www.jurnal@indonesia.co.id , 2010 ) Pertumbuhan rambut akar juga terganggu, dengan melihat fenomena ini maka allelokimia yang berasal dari ekstrak Imperata cylindrica dan Acasia mangium mungkin bekerja mengganggu proses fotosintesis atau proses pembelahan sel. Penekanan pertumbuhan dan perkembangan karena ekstrak alang-alang dan akasia ditandai dengan penurunan tinggi tanaman, penurunan panjang akar, perubahan warna daun (Dari hijau normal menjadi kekuning-kuningan) serta bengkaknya akar, ( http://id.wikipedia. allelopati /wiki/2009 ) Daun merupakan tempat terbesar bagi substansi beracun yang dapat mengganggu tumbuhan tetangganya. Jenis substansi beracun ini meliputi gugusan asam organik, gula, asam amino, pekat, asam gibberelat, terpenoid, alkaloid, dan fenolat (Sukman dan Yakup 1995 ) Tujuan Percobaan Adapun tujuan dari percobaan ini adalah untuk mengetahui penyebab penurunan atau peningkatan perkecambahan akibat perlakukan konsentrasi alelopati.

Sebagai salah satu syarat untuk dapat mengikuti Praktikal Test di Laboratorium Ekologi Tanaman. Biji jagung terdiri atas 3 bagian utama. umumnya batang tamnaman ini tidak bercabang kecuali jika terdapat pada jagung manis akan sering dijumpai yang berasal dari pangkal batang yang berkisar antara kedua pelepah yang tumbuh antara 10-30 cm. Setelah kecambahnya berumur 6-10 hari maka akan tumbuh akar permanen yang keluar pada kedalaman 2. akar cabang. Perakaran tanaman jagung terdiri atas empat macam akar. TINJAUAN PUSTAKA Menurut Rukmana ( 2007 ) sistematika tanaman jagung adalah : Kingdom : Plantae Divisio : Spermatophyta Subdivisio : Angiospermae Kelas : Monocotyledoneae Ordo : Graminae Famili : Graminaceae Genus : Zea Spesies : Zea mays L. endosperm dan embrio.200 – 1. akar lateral. yang khas dimiliki familia poaceae. biji dan daun pembungkus. Temperatur rendah akan menghambat pertumbuhan tanaman. Bentuknya memanjang antara pelepah dan helai daun terdapat ligula. Tulang daun sejajar dengan ibu tulang daun. yaitu akar utama.5 cm dari kedalaman tanaman (Rukmana. Stoma pada daun jagung berbentuk halter. dan akar rambut. mengeluarkan zat organik serta senyawa yang tidak diperlukan dan alat pernafasan.Sebagai sumber informasi bagi pihak yang membutuhkan. 1985 ) Keluarnya bunga yang berdampingan dengan bakal buah dan berkembang menjadi seminal root yang sifatnya hanya sementara. sehingga akan menurunkan produksi. Permukaan daun ada yang licin dan ada yang berambut. Daun jagung adalah daun sempurna. (Rukmana. Jumlah curah hujan yang diperlukan untuk pertumbuhan jagung yang optimal adalah 1.( Rukmana. Biji jagung mempunyai bentuk.Kegunaan Percobaan . yaitu kulit biji. 1997) Pada umumnya biji jagung tersusun dalam barisan melekat secara lurus atau berkelok – kelok dan berjumlah antara 8 – 20 biji. warna dan kandungan endosperm yang bervariasi. tergantung pada tipe jagung.500 mm per tahun dengan bulan basah (> 100 mm/bulan) 7-9 bulan dan bulan kering (<60 mm/bulan) 4-6 bulan. Sistem perakaran tanaman jagung berfungsi sebagai alat untuk menghisap air serta garam – garam yang terdapat dalam tanah. 1997) . Fakultas Pertanian. ( Splittstoesser. Ruas-ruas berbentuk silindris dan ruasruas batang berbentuk agak pipih. Universitas Sumatera Utara. Medan . sedangkan temperatur tinggi vegetatif yang berlebihan. 1984 ) Syarat Tumbuh Iklim Kisaran tenmperatur untuk syarat pertumbuhan tanaman jagung adalah antara 23ºC – 27ºC dengan temperatur optimum 25ºC. (George. Jagung membutuhkan kelembaban udara sedang . Buah jagung terdiri atas tongkol. 1997 ) Pada tanaman jagung dapat dilihat karakter lain dan ciri khas tanaman ini antara lain.

pisau sebagai alat memotong dan membersihkan umbi. Tanah Tanah yang baik untuk pertumbuhan tanaman jagung adalah tanah dengan pH 5. Bahan dan Alat Bahan yang digunakan pada percobaan ini adalah 300 gram rhizom Alang-alang (Imperata cylindrica L.wikipedia.5 – 7. (http://id. banyak mengandung bhan organik. podsolik merah Kuning ( PMK ). Metode Percobaan Percobaan ini menggunakan metode Non Faktorial dengan : A = Alang-alang T = Teki K = Akasia 1 = 100 gram + 500 ml air 2 = 100 gram + 1000 ml air 3 = 100 gram + 1500 ml air Bagan Percobaan Keterangan: A1 = 100 gram rhizom alang-alang + 500 ml air A2 = 100 gram rhizom alang-alang + 1000 ml air A3 = 100 gram rhizom alang-alang + 1500 ml air T1 = 100 gram umbi teki + 500 ml air T2 = 100 gram umbi teki + 1000 ml air T3 = 100 gram umbi teki + 1500 ml air K1 = 100 gram daun akasia + 500 ml air . Medan dengan ketinggian tempat pada tanggal 03 Maret 2010 pukul 14. cawan petri sebagai wadah perkecambahan. blender sebagai alat menghaluskan umbi. gelas ukur untuk mengukur jumlah air.00 WIB sampai 10 Maret 2010.) sebagai tanaman indikator. Tanaman jagung mempunyai daya adaptasi yang baik terenpaling ideal untuk menghasilkan tanaman jagung adalah tanah andosol.). aerasi dan draenasenya baik.) sebagai bahan penghasil alelopati. allelopati /wiki/2009). erlenmeyer sebagai wadah meletakkan ekstrak alelopati. rhizome dan daun akasia. saringan untuk menyaring alelopat dan jarum suntik untuk mengukur jumlah alelopati yang disiramkan. Percobaan ini dilakukanUtara. latosol. gembur. 300 gram umbi Teki (Cyperus rotundus L. Benih jagung (Zea mays L. pasir yang telah digongseng sebagai media tanam dan air sebagai perendam benih dan pengencer ekstrak alelopati serta label untuk menandai cawan petri.) dan 300 gram daun Akasia (Acasia sp.5 . ( Rukmana. Alat yang digunakan pada percobaan ini adalah cangkul sebagai alat bantu mengeluarkan rhizom dan umbi dari dalam tanah. rhizome dan daun akasia. Hal yang terpenting untuk diperhatikan adalah tanahnya subur.sampai dengan tinggi (50% – 80%) agar keseimbangan metabolisme tanaman dapat berlangsung dengan optimal. Penggaris untuk mengukur panjang tunas serta alat tulis untuk mencatat data. 1997 ) BAHAN DAN METODE Tempat dan Waktu Pelaksanaan Percobaan ini dilaksanakan di Laboratorium Ekologi Tanaman Departemen Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Sumatera 25 mdpl.

5 2 3.5 6. Kemudian dibersihkan.K2 = 100 gram daun akasia + 1000 ml air K3 = 100 gram daun akasia + 1500 ml air PELAKSANAAN PERCOBAAN Persiapan Bahan Media Media tanam yang digunakan untuk perkecambahan ini adalah pasir steril.5 6 T3 2 5 7 3. kemudian pasir dimasukkan ke setiap cawan petri dan diberi label.5 2 1 9 K3 1.75 3. 1000 ml.5 .5 3.5 10 Kontrol 2 2.75 4 T1 3 3.5 2. Pemeliharaan Larutan alelopati disiram setiap hari untuk melihat laju perkecambahan masing-masing cawan petri. Pembuatan Alelopati Umbi teki.5 4. HASIL DAN PEMBAHASAN Hasil Persentase Perkecambahan (%) NO Perlakuan 2 HST 4 HST 6 HST % 2 HST % 4 HST % 6 HST 121212 1 A1 0 0 2 0 2 0 0 20 20 2 A2 0 0 2 1 2 4 0 20 60 3 A3 0 0 2 0 2 1 0 20 30 4 T1 0 0 1 1 1 1 0 10 20 5 T2 0 0 3 1 1 3 0 40 40 6 T3 0 0 0 1 2 2 0 20 40 7 K1 0 0 1 2 2 0 0 10 20 8 K2 0 0 0 0 2 3 0 10 50 9 K3 0 0 1 1 2 2 0 20 40 10 Kontrol 0 0 1 5 2 5 0 30 70 Panjang Tunas (cm) NO Perlakuan Ulangan Total Rataan 12 1 A1 1.25 5 T2 2 3 5 2.75 5.75 2 A2 4 1. Aplikasi Alelopati Larutan alelopati diberikan ke setiap cawan petri sebanyak 15 ml menggunakan jarum suntik sesuai dengan perlakuan masing-masing cawan petri. dipotong dan diiris-iris bahan alelopati.75 2. Penanaman Benih Benih jagung direndam selama ± 30 menit sebelum ditanam. dan daun akasia ditimbang sebanyak 300 gram.5 3.5 1.5 1. dan 1500 ml. Masing-masing tanaman ditimbang 100 gram untuk 3 perlakuan kemudian diblender dan ditambah air 500 ml.5 7 K1 4 0 4 2 8 K2 0. rhizom alang-alang.5 1. Pasir digongseng terlebih dahulu agar steril. Masing-masing cawan petri ditanam 5 benih jagung dengan arah embrio ke bawah.86 3 A3 3 0.25 5 2.

Hal ini menunjukkan bahwa kandungan alelopat yang terdapat pada gulma tersebut sangat tinggi sehingga menghambat pertumbuhan jagung. Dari hasil percobaan diketahui bahwa persentase perkecambahan jagung tertinggi adalah 70 % pada perlakuan kontrol. bahkan kematian tanaman. K1. dengan melihat fenomena ini maka allelokimia yang berasal dari ekstrak Imperata cylindrica dan Acasia mangium mungkin bekerja mengganggu proses fotosintesis atau proses pembelahan sel. Hal ini sesuai dengan pernyataan http://id. KESIMPULAN DAN SARAN Kesimpulan 1.indoft. menghambat pertumbuhan. yitu tanpa mengunakan zat alelopati. Hal ini sesuai dengan pernyataan http://id. K2 pada 4 HST. Hal ini menunjukan bahwa daun aksia. Hal ini sesuai literatur Irwan (2009) yang menyatakan Senyawa alelopati berpengaruh terhadap beberapa hal yaitu: Penyerapan hara. K1.wikipedia. Dari hasil percobaan diketahui bahwa persentase perkecambahan jagung terendah adalah 10 % pada perlakuan T1. Pertumbuhan rambut akar juga terganggu. penahanan pertumbuhan tanaman. penurunan panjang akar. 2.index.5 cm pada perlakuan A3 dan K2. menghambat pembelahan sel. mempengaruhi suksesi. dengan melihat fenomena ini maka allelokimia yang berasal dari ekstrak Imperata cylindrica dan Acasia mangium mungkin bekerja mengganggu proses fotosintesis atau proses pembelahan sel. umbi teki. penurunan panjang akar. klorosis. gangguan sistem perakaran. K2 yaitu pada daun akasia. menghambat pembusukan biji dan perkecambahan. Berdasarkan hasil percobaan diketahui bahwa panjang tunas tertinggi adalah 5 cm pada perlakuan T3 yaitu pada perlakuan umbi teki. perubahan warna daun ( Dari hijau normal menjadi kekuning-kuningan) serta bengkaknya akar. allelopati /wiki/ ( 2009 ) bahwa penekanan pertumbuhan dan perkembangan karena ekstrak alang-alang dan akasia ditandai dengan penurunan tinggi tanaman. mempengaruhi sintesis protein. yang menyatakan bahwa hambatan allelopathy dapat pula berbentuk pengurangan dan kelambatan perkecambahan biji. umbi teki dan rhizome menghambat pertumbuhan jagung.Pembahasan Dari hasil percobaan diketahui bahwa persentase perkecambahan terendah adalah 10 % dengan perlakuan T1. 3. Hal ini sesuai dengan literature http://www. allelopati /wiki/ ( 2009 ) bahwa penekanan pertumbuhan dan perkembangan karena ekstrak alang-alang dan akasia ditandai dengan penurunan tinggi tanaman. menghambat aktivitas fotosintesis. menghambat pola penyebaran tumbuhan. menghambat aktivitas enzim. mempengaruhi respirasi. menghambat fiksasi Nitrogen dan Nitrifikasi.wikipedia.com /index-php (2009). Hal ini dikarenakan kandungan alelopatnya yang sudah terlarut dengan air serta kandungan alelopat tertinggi pada umbi teki adalah pada daunnya sehingga pada perlakuan ini jagung dapat tumbuh. Pertumbuhan rambut akar juga terganggu. mempengaruhi ketegangan membrane. layu. Dari hasil percobaan diketahui bahwa persentase perkecambahan tertinggi pada 6 HST adalah 70% dengan perlakuan kontrol. Hal ini menunjukkan bahwa senyawa alelopati itu beracun yang dapat menghambat pembelahan sel dan pertumbuhan tanaman sehingga mengurangi hasil produksinya. Tumbuhan yang bersifat sebagai alelopat mempunyai kemampuan bersaing yang lebih hebat sehingga pertumbuhan tanaman pokok lebih terhambat. dan hasilnya semakin menurun Berdasarkan hasil percobaaan diketahui bahwa panjang tunas terendah adalah 0. Dari hasil percobaan diketahui bahwa panjang tunas tertinngi adalah 5 cm pada perlakuan . perubahan warna daun ( Dari hijau normal menjadi kekuning-kuningan) serta bengkaknya akar. www.

allelopati /wiki/2009. Diakses pada tangga l3 Maret 2010 pada pukul 20.H. R. Jakarta Sukman. 1984. A. .indoft. 1986.wikipedia. 4. New York http :// http://www.5 cm pada perlakuan A3 dan K2 yaitu pada rhizome alang-alang dan daun akasia.com/index-php . Vegetable Growing Handbook.jurnal@indonesia. DAFTAR PUSTAKA George.20 WIB http:// www. J. Saran Diharapakan agar dalam penimbangan bahan lebih teliti sehingga hasil yang didapat lebih akurat. 2010 Diakses pada tanggal 13 Maret 2010 pada pukul 20.Jakarta Splittstoesser. Gulma dan Teknik Pengendaliannya. PT RajaGrafindo Persada.T3 pada umbi teki. Diakses pada tanggal 13 Maret 2010 pada pukul 20.H. 1985.co. www. 2009 Diakses pada tanggal 13 Maret 2010 pada pukul 20. R. Vegetable Growing Handbook. 1995.index. W. Dari hasil percobaan diketahui bahwa panjang tunas terendah adalah 0.com. PT RajaGrafindo Persada.20 WIB Moenandir. Budidaya Baby Corn. 5.Jakarta Nasution.30 WIB http://id. U. Mc Grow Hill Company. Asam Fenolat pada ekstrak alang – alang dapat mempengaruhi pembelahan sel dan menghambat perkecambahan. 1993. Tanjung Morawa Rukmana. Van Northrand Reinhold Company. T.. Pusat Penelitian dan Pengembangan Perkebunan. Penerbit Kanisius. Y dan Yakup. Gulma dan Pengendaliannya di perkebunana Karet Sumatera Utara dan aceh. 1997.id)www.30 WIB http://ptsingosari. Persaingan Tanaman Budidaya dengan Gulma.

yaitu autotoxin. ekologi mempunyai pengaruh yang besar terhadap cabang biologinya. Kedua. Komponen-komponen pembentuk ekosistem adalah komponen hidup (biotik) dan komponen tak hidup (abiotik). 2001).1. dan pembuahan jenis-jenis lainnya. yang baru muncul pada tahun 70-an. Alelopati merupakan sebuah fenomena yang berupa bentuk interaksi antara makhluk hidup yang satu dengan makhluk hidup lainnya melalui senyawa kimia (Rohman dan I wayan Sumberartha. Ekologi merupakan cabang ilmu yang masih relatif baru. Istilah ini mulai digunakan oleh Molisch pada tahun 1937 yang diartikan sebagai pengaruh negatif dari suatu jenis tumbuhan tingkat tinggi terhadap perkecambahan. Ekosistem bisa dikatakan juga suatu tatanan kesatuan secara utuh dan menyeluruh antara segenap unsur lingkungan hidup yang saling mempengaruhi. perubahan populasi atau spesies pada waktu yang berbeda dalam faktor-faktor yang menyebabkannya. Kemampuan untuk menghambat pertumbuhan tumbuhan lain merupakan akibat adanya suatu senyawa kimia tertentu yang terdapat pada suatu jenis tumbuhan (Anonimb 2009 : 1).PENDAHULUAN 1. . dan logos artinya ilmu. Sedangkan menurut Odum (1971) dalam Rohman dan I wayan Sumberartha (2001) alelopati merupakan suatu peristiwa dimana suatu individu tumbuhan yang menghasilkan zat kimia dan dapat menghambat pertumbuhan jenis yang lain yang tumbuh bersaing dengan tumbuhan tersebut. Akan tetapi. Ekologi mempelajari bagaimana makhluk hidup dapat mempertahankan kehidupannya dengan mengadakan hubungan atarmakhluk hidup dan dengan benda tak hidup di dalam tempat hidupnya atau lingkungannya (Anonima 2009 : 1). Zat-zat kimia atau bahan organik yang bersifat allelopathy dapat dibagi menjadi dua golongan berdasarkan pengaruhnya terhadap tumbuhan atau tanaman lain. Ekologi berasal dari dua kata dalam bahasa Yunani. pertumbuhan. terjadi hubungan antarspesies (interaksi antarspesies) makhluk hidup dan hubungan antara makhluk hidup dengan lingkungannya. Dan ketiga. Ilmu yang mempelajari ekosistem disebut ekologi. Kedua komponen tersebut berada pada suatu tempat dan berinteraksi membentuk suatu kesatuan yang teratur (Anonima 2009 : 1). Latar belakang Ekosistem adalah suatu sistem ekologi yang terbentuk oleh hubungan timbal balik antara makhluk hidup dengan lingkungannya. yaitu oikos dan logos. Para ahli ekologi mempelajari hal berikut : pertama. perpindahan energi dan materi dari makhluk hidup yang satu ke makhluk hidup yang lain ke dalam lingkungannya dan faktor-faktor yang menyebabkannya. Oikos artinya rumah atau tempat tinggal.

disebut netral. dan antarkomunitas. sedangkan yang mengeluarkan zat Allelopathy melalui pembusukan nisalnya Helianthus. antarpopulasi. Interaksi demikian banyak kita lihat di sekitar kita. Eucalyptus globules. yaitu zat kimia bersifat allelopathy dari suatu tumbuhan yang dapat mematikan atau menghambat pertumbuhan tumbuhan lain yang berbeda jenisnya (Indrianto 2006). Predasi . misalnya Camelina alyssum.yaitu zat kimia bersifat allelopathy dari suatu tumbuhan yang dapat mematikan atau menghambat pertumbuhan anaknya sendiri atau individu lain yang sama jenisnya dan antitoxic. Tujuan Praktikum Tujuan dari praktikum kali ini adalah untuk mempelajari pengaruh alelopati dari jenis tumbuhan terhadap perkecambahan tanaman. Contoh jenis tumbuhan yang mengeluarkan zat kimia bersifat allelopatyy melalui daun. parasitisme. Interaksi antarorganisme dapat dikategorikan sebagai netral. Erenophylla mitchellii. predasi. baik individu dalam satu populasinya atau individu-individu dari populasi lain. yang mengeluarkan zat allelopathy melalui perakaran misalnya gandum. dan eksudasi melalui akar (root exudation) ke dalam tanah. dan Agropyron repens (Indrianto 2006). Zat-zat kimia atau bahan organik yang bersifat allelopathy dilepaskan oleh tumbuhan penghasilnya ke lingkungan tumbuhan lain melalui beberapa cara antara lain melalui serasah yang telah jatuh kemudian membusuk.2. Adenostena fasciculatum. Interaksi antar organisme dimana semua makhluk hidup selalu bergantung kepada makhluk hidup yang lain. komensalisme. Interaksi antar organisme dalam komunitas ada yang sangat erat dan ada yang kurang erat. 1. dan apel. antara capung dan sapi. melalui penguapan dari permukaan organ-organ tumbuhan. dan mutualisme. Tiap individu akan selalu berhubungan dengan individu lain yang sejenis atau lain jenis. Contohnya. Aster. melalui pencucian daun atau batang oleh air hujan. gandum hitam. BAB II TINJAUAN PUSTAKA Interaksi antarkomponen ekologi dapatmerupakan interaksi antarorganisme. Netral yakni hubungan tidak saling mengganggu antarorganisme dalam habitat yang sama yang bersifat tidak menguntungkan dan tidak merugikan kedua belah pihak.

Kemampuan . bahkan kematian tanaman (Anonimc 2009 : 1). Contoh. Sedangkan menurut Odum (1971) dalam Rohman dan I wayan Sumberartha (2001) alelopati merupakan suatu peristiwa dimana suatu individu tumbuhan yang menghasilkan zat kimia dan dapat menghambat pertumbuhan jenis yang lain yang tumbuh bersaing dengan tumbuhan tersebut. sintesa protein. klorosis. predator tak dapat hidup. Zat-zat penghambat tumbuh yang paling umum adalah senyawa-senyawa aromatic seperti fenol dan laktan. di sekitar pohon walnut (juglans) jarang ditumbuhi tumbuhan lain karena tumbuhan ini menghasilkan zat yang bersifat toksik. Pohon-pohon yang terdapat pada areal hutan yang akan digunakan sebagai tanaman utama.Contoh. dapat menghasilkan antibiotika yang dapat menghambat pertumbuhan bakteri tertentu. predator juga berfungsi sebagai pengontrol populasi mangsa (Anonimf 2009 : 1) Interaksi antarpopulasi. gangguan sistim perakaran. Pada mikroorganisme istilah alelopati dikenal sebagai anabiosa. dapat mengeluarkan zat-zat penghambat tumbuh yang dikenal dengan allelopathy. aktifitas giberalin dan Indole Acetid Acid ( IAA ). yakni terjadi antara populasi yang satu dengan populasi lain selalu terjadi interaksi secara langsung atau tidak langsung dalam komunitasnya. aktivitas enzim tertentu dan lain-lain. alkaloid tertentu. bila antarpopulasi terdapat kepentingan yang sama sehingga terjadi persaingan untuk mendapatkan apa yang diperlukan. asam organic dan asam lemak bahkan ion-ion logam dapat juga bertindak sebagai penghambat. Kompetisi merupakan interaksi antarpopulasi. 2001). layu. Contohnya. Kendala yang dihadapi dalam pelaksanaan sistem tumpang sari yaitu pada pohonpohon yang ada. respirasi. dan pembuahan jenis-jenis lainnya. Sebaliknya. Istilah ini mulai digunakan oleh Molisch pada tahun 1937 yang diartikan sebagai pengaruh negatif dari suatu jenis tumbuhan tingkat tinggi terhadap perkecambahan. Alelopati merupakan sebuah fenomena yang berupa bentuk interaksi antara makhluk hidup yang satu dengan makhluk hidup lainnya melalui senyawa kimia (Rohman dan I wayan Sumberartha. Patrick (1971) dalam Salampessy (1998) menyatakan bahwa hambatan allelopathy dapat pula berbentuk pengurangan dan kelambatan perkecambahan biji. penahanan pertumbuhan tanaman. penyerapan hara. pembukaan mulut daun.Contoh interaksi antarpopulasi adalah alelopati.adalah hubungan antara mangsa dan pemangsa (predator). Pengaruh buruk dari allelopathy berupa gangguan atau hambatan pada perbanyakan dan perpanjangan sel. jamur Penicillium sp. bila populasi yang satu menghasilkan zat yang dapat menghalangi tumbuhnya populasi lain. Hubungan ini sangat erat sebab tanpa mangsa. laju fotosintesis. pertumbuhan. persaingan antara populasi kambing dengan populasi sapi di padang rumput (Anonimf 2009 : 1). Allelopathy merupakan interaksi antarpopulasi.

senyawa alelopati ada yang dilepaskan melalui penguapan. bunga. Senyawa kimianya termasuk ke dalam golongan terpenoid. tumbuhan-tumbuhan yang menghasilkan alelokimia umumnya mendominasi daerah-daerah tertentu. Demikian juga tumbuhan yang sudah matipun dapat melepaskan senyawa alelopati lewat organ yang berada di atas tanah maupun yang di bawah tanah (Anonimd 2009 : 1). Sel-sel pada bagian-bagian organ yang mati akan kehilangan permeabilitas membrannya dan dengan mudah senyawa-senyawa kimia yang ada didalamnya dilepaskan. Selain melalui cara-cara tersebut. Lebih lanjut dijelaskan bahwa senyawa-senyawa tersebut dapat terlepas dari jaringan tumbuhan melalui berbagai cara yaitu melalui penguapan. akar. banyak terdapat senyawa kimia yang dapat dilepaskan oleh akar tumbuhan (eksudat akar). dan dapat pula masuk ke dalam tanah yang akan diserap akar. dan biji). Dengan adanya proses interaksi ini. sinamat. Senyawa ini dapat diserap oleh tumbuhan di sekitarnya dalam bentuk uap. Pencucian. Eucalyptus. pencucian. sehingga populasi hunian umumnya adalah populasi jenis tumbuhan penghasil alelokimia. setelah tumbuhan atau bagian-bagian organnya mati. Alelopati tentunya menguntungkan bagi spesies yang menghasilkannya. namun merugikan bagi tumbuhan sasaran. Proses pembentukkan senyawa alelopati sungguh merupakan proses interaksi antarspesies atau antarpopulasi yang . pada tumbuhan yang masih hidup dapat mengeluarkan senyawa alelopati lewat organ yang berada di atas tanah maupun yang di bawah tanah. Beberapa jenis mulsa dapat meracuni tanaman budidaya atau jenis-jenis tanaman yang ditanam pada musim berikutnya. dan Salvia. dan fenolat. yang kebanyakan berasal dari asam-asam benzoat. buah. sehingga tidak ada jenis tumbuhan lain yang dapat hidup di bawah naungan tumbuhan ini. batang. eksudat akar. bentuk embun. senyawa-senyawa kimia yang mudah larut dapat tercuci dengan cepat. dan pembusukan bagianbagian organ yang mati (Anonimd 2009 : 1). Oleh karena itu. Dalam Rohman dan I wayan Sumberartha (2001) disebutkan bahwa senyawa-senyawa kimia tersebut dapat ditemukan pada jaringan tumbuhan (daun.untuk menghambat pertumbuhan tumbuhan lain merupakan akibat adanya suatu senyawa kimia tertentu yang terdapat pada suatu jenis tumbuhan. sejumlah senyawa kimia dapat tercuci dari bagian-bagian tumbuhan yang berada di atas permukaan tanah oleh air hujan atau tetesan embun (Anonimd 2009 : 1). rhizoma. Hasil cucian daun tumbuhan Crysanthemum sangat beracun. Melalui penguapan. Pembusukan organ tumbuhan. maka penyerapan nutrisi dan air dapat terkonsenterasi pada tumbuhan penghasil alelokimia dan tumbuhan tertentu yang toleran terhadap senyawa ini. Beberapa genus tumbuhan yang melepaskan senyawa alelopati melalui penguapan adalah Artemisia. Eksudat akar.

fanin. eksudasi akar. Beberapa jenis tumbuhan penghasil sat allelopathy antara lain. pinus. Alelokimia pada tumbuhan dilepas ke lingkungan dan mencapai organisme sasaran melalui penguapan. asam benzoate. Senyawa-senyawa kimia dari dalam tubuh tumbuhan yang bersifat allelopathy misalnya phenolic. dan atau dekomposisi. Mekanisme pengaruh alelokimia (khususnya yang menghambat) terhadap pertumbuhan dan perkembangan organisme (khususnya tumbuhan) sasaran melalui serangkaian proses yang cukup kompleks. modifikasi saluran membran. Erenophylla. pigmen dan senyawa karbon lain. Camelina. namun menurut Einhellig (1995) proses tersebut diawali di membran plasma dengan terjadinya kekacauan struktur. terpenes. Arthemisia absinthium dan A. habitat. atau hilangnya fungsi enzim ATP-ase. Hambatan berikutnya mungkin terjadi dalam proses sintesis protein. nitrils. atau dalam hal lainnya (Anonime 2009 : 1). Encelia farinose. dan diduga jenis tumbuhan lainnya yang diduga menghasilkan zat allelopathy. glycosides. Salvia leucophylla. Eucelia. Parthenium argentatum. Hordeum. yaitu genus Eucalyptus. . Hordeum vulgare. asam lemak. pelindian. alkaloids. Juglans nigra. glucocida. Adenostena. Acacia. vulgaris. dan Agropyron (Indrianto 2006). baik dalam hal makanan. koumarin. difenol. Setiap jenis alelokimia dilepas dengan mekanisme tertentu tergantung pada organ pembentuknya dan bentuk atau sifat kimianya. slfida. Hal ini akan berpengaruh terhadap penyerapan dan konsentrasi ion dan air yang kemudian mempengaruhi pembukaan stomata dan proses fotosintesis. Sebagian atau seluruh hambatan tersebut kemudian bermuara pada terganggunya pembelahan dan pembesaran sel yang akhirnya menghambat pertumbuhan dan perkembangan tumbuhan sasaran (Anonim e 2009 : 1). serta aktivitas beberapa fitohormon. grevillea.menunjukkan suatu kemampuan suatu organisme untuk mempertahankan kelangsungan hidup dengan berkompetisi dengan organisme lainnya. parin dan nucleocida. Helianthus annuus.

Alat dan Bahan Alat yang digunakan adalah blender. sebanyak 10 tetes (setiap hari). dan pisau/gunting sedangkan bahan yang digunakan adalah Acacia mangium. pipet tetes. Ditimbang potongan daun akasia. Dicampur potongan akasia dengan air dengan perbandingan (w/v) 1:7 . Waktu dan Tempat Praktikum dilaksanakan pada hari Jum’at . Dipilih biji jagung dan kacang hijau yang berkualitas baik (besar. 1:14 . 1:21 . kertas saring. Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam. akuades. gelas ukur 10 cc.3. Universitas Sriwijaya. Zea mays. kapas/tissue. 3. 3. Ditaburkan biji jagung dan kacang hijau (10 buah) pada piring plastik. cawan petri. Disimpan hasil ekstrak di dalam lemari es (freezer) selama 24 jam. Diamati selama 1 minggu dan dihitung panjang perkecambahan bijinya. tenggelam dalam air). Jurusan Biologi. pukul 13. Disira dengan ekstrak Acacia mangium sesuai dengan masing-masing perlakuan. Cara Kerja Dibuat ekstrak Acacia mangium. mangkuk pengerus. Inderalaya. piring plastik. . Disaring ekstrak hasil pemblenderan.30-15. corong penyaring. Phaseolus radiatus. 15-22 Mei 2009. daun akasia dipotong-potong kecil untuk mempermudah penggilingan dan pemblenderan. 1:0 (kontrol) dan diblender sampai halus untuk masing-masing perlakuan.1. tidak rusak.00 WIB bertempat di Laboratorium Zoologi.BAB III METODE PRAKTIKUM 3. penggaris.2.

laju fotosintesis. tidak tejadi pertumbuhan kecambah. benih yang demikian tidak akan dapat berkecambah. aktivitas enzim tertentu dan lain-lain. Benih dorman adalah benih yang sebenarnya hidup tetapi tidak mau berkecambah meskipun diletakkan pada lingkungan yang memenuhi syarat untuk berkecambah. klorosis. alkaloid tertentu. Ukuran benih mempunyai korelasi yang positip terhadap kandungan protein pada benih. dormansi. serta faktor luar yang meliputi: air. Pada beberapa jenis tanaman. temperatur. layu. Pembahasan Allelopathy berpengaruh dalam pertumbuhan tumbuhan disekitarnya. dan cahaya. oksigen. penyerapan hara. semakin besar/berat ukuran benih maka kandungan protein juga makin meningkat. Hambatan allelopathy dapat pula berbentuk pengurangan dan kelambatan perkecambahan biji. protein. lemak. embrio rudimenter. Karbohidrat. bahkan kematian tanaman.1.BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN 4. respirasi. didapat hasil sebagai berikut: Pada Phaseolus radiatus maupun Zea mays. aktifitas giberalin dan Indole Acetid Acid ( IAA ). sintesa protein. dan mineral ada dalam jaringan penyimpanan benih. Pengaruh buruk dari alleolopathy berupa gangguan atau hambatan pada perbanyakan dan perpanjangan sel. Allelopathy dapat menghambat atau mematikan pertumbuhan/perkecambahan. penahanan pertumbuhan tanaman. gangguan sistim perakaran. 4. dan penghambat perkecambahan. Hal ini sesuai dengan Anonimc (2009 : 1) bahwa zat-zat penghambat tumbuh yang paling umum adalah senyawasenyawa aromatic seperti fenol dan laktan. halangan perkembangan embrio oleh sebab-sebab mekanis. pembukaan mulut daun. Hal ini diduga benih belum memiliki cadangan makanan yang cukup dan pembentukan embrio belum sempurna. dan adanya bahan-bahan penghambat . Hasil Dari praktikum yang telah dilaksanakan.2. Penyebab dormansi antara lain adalah impermeabilitas kulit biji terhadap air atau gas-gas (sangat umum pada famili leguminosae). asam organik dan asam lemak bahkan ion-ion logam dapat juga bertindak sebagai penghambat. Hal ini sesuai dengan Sutopo (1983) bahwa benih yang dipanen sebelum mencapai tingkat kemasakan fisiologis tidak mempunyai viabilitas tinggi. ukuran benih. Perkecambahan benih dapat dipengaruhi oleh faktor yang meliputi : tingkat kemasakan benih.

Temperatur harus dikendalikan dengan teliti beberapa macam benih berkecambah diatas suatu batas yang lebar dari temperatur yang wajar. Proses respirasi akan berlangsung selama benih masih hidup. proses respirasi akan meningkat disertai dengan meningkatnya pengambilan oksigen dan pelepasan karbondioksida. Banyak zat-zat yang diketahui dapat menghambat perkecambahan benih. Pada saat perkecambahan berlangsung. Zat-zat tersebut adalah herbisida. Hal ini sesuai dengan Anonimg (2009 : 1) bahwa faktor yang mempengaruhi penyerapan air oleh benih ada dua. Hal ini disebabkan karena praktikan tidak melakukan prosedur percobaan sebagai mana mestinya. Yakni menetesi biji kacang hijau dan jagung sebanyak 10 tetes setiap harinya secara rutin.perkecambahan. yaitu sifat kulit pelindung benih dan jumlah air yang tersedia pada medium sekitarnya. bahwa laju perkecambahan juga tergantung pada tanggapan dari jenis benih terhadap daya penghambat dari allelopathy dimana benih jagung memiliki laju perkecambahan benih yang lebih lambat dari benih kacang hijau. Pada umumnya. serta bahan yang menghambat respirasi (sianida dan fluorida). air dan energi. Proses penyerapan terhadap air. larutan mannitol dan NaCl yang mempunyai tingkat osmotik tinggi. Benih berkecambah biasanya pada temperatur dimana benih itu telah menyesuaikan dengan iklim di tempat benih tersebut dihasilkan. Hal ini karena kondisi benih jagung yang lebih memungkinkan untuk menerima daya penghambat dari allelopathy dibandingkan benih kacang hijau. Perkecambahan pada biji kacang hijau maupun jagung tidak terjadi. auksin. Kurang tersedianya air pada lingkungan benih akan menyebabkan jumlah air yang diambil untuk berkecambah menjadi semakin rendah atau tidak terpenuhi. tetapi yang lain mulai tumbuh dengan segera hanya dibatas yang sempit. Ketersediaan air di lingkungan sekitar benih merupakan faktor penting. juga dilakukan oleh benih tanaman. Semua persenyawaan tersebut menghambat perkecambahan tetapi tak dapat dipandang sebagai penyebab dormansi. umumnya tidak melampaui dua atau tiga kali dari berat keringnya. Menurut Anonimc (2009 : 1). Jumlah air yang diperlukan untuk berkecambah bervariasi tergantung kepada jenis benih. . proses perkecambahan dapat terhambat bila penggunaan oksigen terbatas. bahan-bahan yang terkandung dalam buah.

BAB V KESIMPULAN Dari hasil praktikum diperoleh kesimpulan sebagai berikut: 1. Anonim c.ac. 3.org/wiki/Ekosistem. Allelopathy Gulma. Diakses tanggal 13 Mei 2009 jam 19:58 WIB. Allelopathy merupakan pengaruh yang menghambat atau merusak pertumbuhan dari tumbuhan lain disekitar yang disebabkan oleh senyawa kimia yang dihasilkan oleh suatu tumbuhan ke lingkungannya. dan cahaya. 2009. Faktor dalam perkecambahan. 2009. Diakses tanggal 13 Mei 2009 jam 20:28 WIB.id/~hamasains/dasarperlintan-4. Diakses tanggal 18 Mei 2009 jam 21:27 WIB. Allelopathy. . dormansi. Allelopathy adalah senyawa kimia yang menghambat pertumbuhan jenis lain yang tumbuh bersaing dengan tumbuhan penghasil Allelopathy tersebut.com/2008/01/23/alelopati.wikipedia. 4. DAFTAR PUSTAKA Anonim a.com. www. Diakses tanggal 17 Mei 2009 jam 22:13 WIB. 6.irwantoshut.htm. Http://id. Anonim d. Http://fp. Anonim b. zat-zat kimia yang bersifat allelopathy dapat dibagi menjadi autotoxic dan antitoxic. 5. Ekosistem. Http://iqbalali. Pengaruh Allelopathy terhadap Perkecambahan. temperatur. Faktor luar yang mempengaruhi perkecambahan meliputi : air. 2009. Faktor-faktor yang mempengaruhi perkecambahan terdiri dari faktor dalam dan faktor luar. ukuran benih. 2. 2009.uns. oksigen. dan penghambat perkecambahan. Berdasarkan pengaruhnya terhadap pertumbuhan tumbuhan. meliputi tingkat kemasakan benih.

co. Jakarta : ix + 223 hlm. Sutopo. 2006. Jakarta : v + 210 hlm. 2009. . 2009. Http://www. Indrianto. Teknologi Benih. Anonim f. Http://nandito106.html. Diakses tanggal 19 Mei 2009 jam 20:47 WIB. Grafindo. Interaksi Populasi. Ekologi Hutan.Anonim e. L.cc/2008/09/interaksi-antar-komponenekologi. Bumi Aksara. Diakses tanggal 19 Mei 2009 jam 20:28 WIB.com/2009/03/02/ alelopatiinteraksi-antarpopulasi. 1985.cixers.wordpress. Interaksi Populasi.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful