P. 1
2510

2510

|Views: 243|Likes:

More info:

Published by: Himbio Universitas Padjadjaran on May 25, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

09/21/2015

pdf

text

original

PENGARUH TANAMAN HUTAN JENIS Pinus sp.

(konifer) TERHADAP KONDISI KEMASAMAN (pH) TANAH Dl BAWAHNYA1)
Oleh : Yelin Adalinaf

ABSTRAK
Pinus termasuk kelas penqusahaan nomor dU(1sete/ah jatl~ yang dikelola Perum Periuitani denqan total area 483.272,48 ha atau 27,35% dari luas IwwQson IJUtan produksi. Kandisi reaksi (pH) tcmah merupakon salah satu faktor yang berpenqarun terhadap pertumbuhan tanaman. Hal ini karena kondisi pH tanah berkaiton denqan ketersediaan unsur ham. Pinus sp. dapat: tumbuh baik pada selang pH 3,0-6,0. Kondisi kemasaman (pH) tanah ditentukan tipe [jenis] bahan induk tanah, pellgaruh iklim, penqaruh orqanisme tanah, dan penqaruh vegetasi di atasnya. Tanaman hutan Pinus sp. menqhasilkan serasah lontai hutan berupa daun jarum, buoh kerucut (cone), rontillg dan cabanq da/am jumlah yang cukup banyok. Sifat serusah daun jarum (konifer] tebih lambat: terdekomposisi menjadi humus doripada tanamun daull lebar karena banyak mengandung lignin. Hal ini menyebabkon akumulasi yang tebol serasah Pinus, membuat kondisi tanah di buwahnya menjadi bersifat: masam .. Oleh korena itu pada penanaman secara ekstensif jenis tanaman Pinus sp. perlu sllaw autisipasi terhadap kondisi tanah di bawahnya. Makalah in! merupakan kaiian untuk menqetahui apakan jenis Pinus sp. menyebabkan efek neqati] terhodap tempat tumbuh yakni naiknya kondisi kemosaman tanahyang berada di bawahnya. Kata kunci: Pinus sp., IWmasaman [pH), tanah

I.

PENDAHULUAN

[enis pinus merupakan jenis tanaman hutan penting dalam kegiatan kehutanan khususnya di Indonesia sebagai salah satu jenis tanaman reboisasi. [enis tanaman ini terutama banyak dijumpai di Pulau [awa dan terrnasuk kelas pcngusahaan nomor dua setelah jati, yang dikelola Perum Perhutani dengan total area 483.272,48 ha atau 27,35% dari Iuas kawasan hutan produksi dengan pertncian 182.053,59 ha; 165.428,30 ha: dan 135.790,59 ha berturut-turut pada area kcnsesi Unit I (Jawa Tengah), Unit II (Jawa Timur), dan Unit HI (Jawa Barat dan Banten) (Perum Perhutani, 2006). Di samping menghasilkan produk hutan non kayu berupa getah sebagai bahan terpentin dan gondorukem, pernanfaatan kayu pinus
1] M3knl:ah pada Gelar Tekllnlogi "Pemanfaatan lptek untuk Xesejabtcrnan

Masyarakat", Purwcrelo. 30·31 Okrober2007. 2) Peneilti pada Pusal L;(bang Hutan dan Konservasi Alam

B7

&S2 2 EiZii2£iiiSSiiEL iiiU.2iiiiiiii.:.".'",.:

•••••••

"'Si:lii."".....

UIliJil.

tu

menyebabkan n. lantai. 1983). Namun demikian pengusahaan secara ekstensif jenis Pinus sp. B.0-7. Bila pH tanah terlalu tinggi (alkalin) (pH >7. sup it. Menurut Martawijaya et al. Pertumbuhan terbaik anakan 88 . Pada kondisi pH 6. Cu2+. dan P menjadi tidak tersedia bagi tanaman karena mengendap (Buckman & Brady. 1983. Sutigno. asal tanahnya tidak tergenang air. tanah berbatu.Presiding Gelar Teknologt. sp. 1960). bahkan kadang-kadang di bawah 200 m dpJ. meubel. korek api. dan Ap· konsentrasinya pada tanah naik sehingga berbahaya (toksik) bagi perakaran tanaman. pen. tanah berpasir. sendok es krim.0 hampir sernua jenis un sur hara yang diperlukan tanaman berada pada keadaan "tersedia" (available). diperkirakan menimbulkan efek negatif terhadap kondisi pH tanah. Makalah ini merupakan kajian untuk mengetahui apakah jenis Pinus efek negatif terhadap rernpat tumbuh yakni naiknya kondisi kemasarnan tanah yang berada di bawahnya. tusuk gigi. Suherdie dan Hamzah (1972) menyatakan bahwa tiap-tiap jenis tanaman menghendaki selang pH tertentu. pensil. Hal ini karena kondisi pH tanah berkaitan dengan ketersediaan unsur hara. sedangkan pada nilai pH tanah yangrendah (tanah masam) (pH s 4.700 m di atas permukaan laut (dpl). sehingga diduga menghambat pertumbuhan tanaman hutan pada rotasi berikutnya. pada wilayah dengan iklim basah sampai agak kering (tipe iklim A-C) dengan ketinggian 2001. bahan bangunan perumahan. Kondisi pH Tanah dan Pertumbuhan Pohon Kondisi reaksi (pH) tanah merupakan salah satu faktor yang berpengaruh terhadap pertumbuhan tanaman (pohon). cukup luas. (1989J daya adaptasi jenis pohon Pinus sp. 1979 dalam Badrudin. 20013:87·99 merupakan bahan baku untuk industri veneer dan" kayu lapis. papan wol kayu.5) unsur-unsur mikro seperti Zn2+. FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KONDISI KEMASAMAN TANAH A. dan penggaris (Iding dan Abdurohim. yakni mempengaruhi kondisi kemasaman tanah yang disebabkan oleh sifat serasahnya yang bereaksi rnasam dan sulit terdekompostsi. Diharapkan hasil kajian ini dapat bermanfaat bagi pemilik konsesi HPH HTI dalarn upaya melestarikan produktivitas laban khususnya lahan kelas pengusahaan Pinus sp. yakni dapat tumbuh pada tanah kurang subur.0) unsur-unsur esensial seperti Mo. Fe".

Pinus caribaea var.' •• ZRiN. memburukkan sifat-sifat fisik tanah dan menimbulkan gangguan dalam tersedianya zat hara yaitu timbulnya keracunan (misal Fe. Faktor-faktor yang Mempengaruhi Kemasaman Tanah (pH) Faktor-faktor yang mernpengaruhi nilai pH (kemasaman tanah) antara lain tipe (jenis) bahan induk tanah." [Yelin AdalinaJ pinus pada pH 4.0).0. Salah satu persyaratan tumbuh tanaman adalah kemasaman tanah.UiIf. tidak baik pada kondisi baik (toleran) pH pada 3. Tipe (Jenis) Bahan Induk Tanah oleh tipe bahan induk pembentuk (pH) tanah inherent ditentukan pertarna-tama tanah. misalnya: 1. tumbub pH 3. perlu dipaharnl agar dapat diperoleh pertumbuhan sesuai dengan ya ng diharapkan._. Tipe bahan induk dan jenis tanah yang terbentuk Tipe bahan induk Masam Intermediate II Kondisl kemasaman Tabel1." •• ' . dan kctinggian tempat mernpengaruhi kemasaman tanah misalnya tanah Organosol 89 LSZLiiEaEZSiiZS. Jika pH kurang dari 4.5-6.Pengaruh Tanarnan J-Iutan . iklim. Pinus caribaea var. dan tipe vegetasi di atasnya.5 maka mikro fauna dan mikro flora tanah dapat berkembang ke arah yang ndak dikehendaki.0-6. dan tumbuh tidak baik pada pH < 6.0. bahamaensis dapat tumbuh tanah ber-pH tinggi [tanah berkapur). No. kondisi yang umurn terjadi kaitan antara kondisi kemasaman tanah dengan tipe bahan induk dapat dilihat pada Tabel1.0. Toleransi dan adaptabilitas berbagai jenis pohon terhadap pH tanah bervariasi. Ienls tanah yangterjadi Podsolik (pH masam) Latosol (pH sedang) Grummsol (pH netral] 2. OJ wilayah tropika. 1992 [enis tanah. Pinus sp. organisme tanah. hondurensis tanah alkalin (pH >7. I 3. 1. Al). dapat tumbuh baik pada selang 2. Azachdirata indica (mimba) perlu pH netral (pH::: 7. kedalaman lapisan. 4. bahan induk. B.. ="Mi== ••• SZi2caZ: i2i212221£!! . beberapa jenis pohon sensitifterhadap kondisi pH tanah. Sumber: Basal (Basalt) Anonymous. 1.0) sampai alkalin Oleh sebab itu persyaratan tumbuh jenis-jenis pohon komersial penting yang secara ekstensif dan intensif dlusahakan dalarn program hutan tanaman.

Hal ini karen a terjadinya perbaikan sifat fisik tanah terutama aerasi tanah yang lebih baik yang rnenurunkan kadar CO2 dalam ruang-ruang pori tanah. K+. Atasnya [enis vegetasi (tumbuhan) di atas tanah berpengaruh nyata pada kondisi pH tanah. Tingkat kemasaman serasah (foliage) berbagai jenis pohon hutan menunjukkan jenis-jenis pada daun jarum (konifer) bereaksi lebih masam (pH 3. dan Pinus merkusii.9) antara lain Abies balsamea. sedangkan yang memiliki tingkat kemasaman lebih tinggi (pH 4. cabang. Pengaruh Iklim Di wiJayah tropika yang beriklim basah (tipe iklim A dan BJ misalnya wilayah barat Indonesia proses pelapukan tanah (weathering) karena presipitasi (hujan) dan pengaruh suhu berlangsung intensif. 3. Dengan demikian kation-kation basa pada tanah (Ca2+. 90 . Mg.2. dan Betula popilifilia. T. 4. Makin tinggi dari permukaan laut makin rendah pH (Lutz & Chandler. Pengaruh Tipe [Ienis] Vegetasl di. Cal pada daun beragam menurut jenis pohon. sehingga tanah bereaksi rnasam (pH rendah). Abies rubrum. Betula popinifera. Na' ) mudah mengalami pencucian.0-4.9) yaitu jenis-jenis P. Kemasaman tanah secara alami bersifat tetap disebabkan oleh tipe nahan induk asal. 2008:87-99 dan Podsol terkenal sebagai tanah masam sedangkan Grumosol lebih dekat kepada netral. Tipe pohon daun lebar biasanya berkadar unsur-unsur basa [Na. Hal ini menyebabkan pH tanah di bawahnya menjadi lebih masam [Sudarnadi. sehingga pengaruhnya terhadap kondisi pH tanah berlainan. conadiensis. tetapi dalam hal pengelolaan tanahnya. kerucut buah. . Mg) lebih besar daripada tipe (jenis) konifer (daun [arum).Prosiding Gelar Teknoiogi. Ca. Karena kadar unsur hara (K.0-3. 1951). Di tanah Podsollapisan atas lebih asam dari tanah lapisan bawah. K. 1981). karena adanya siklus unsur hara (phytocyle) yaitu pengembalian unsur-unsur hara yang terdapat pada stsa-stsa tumbuhan terutama serasah [daun. banksiane. Abies sacca rum. Berkembangbiaknya cacing tanah di samping rnenaikkan pH tanah juga menaikkan Kapasitas Tukar Kation (KTK) dan Kejenuhan Basa (KB). Pengaruh Organisme Tanah Faktor yang dapat sedikit menaikkan pH tanah adalah organisme tanah terutama cacing tanah. Mg2+. kemasaman tanah dapat diperbaiki misalnya dengan apllkasi penarnbahan bahan kapur atau dolomite agar pertumbuhan jenis-jenis pohon yang diusahakan tumbuh secara optimum . ranting. dan lain-lain) yang mengalami dekomposisi rneniadl humus tanah. maka pengaruhnya terhadap kemasaman tanah juga berbeda.

Caliandra calotnyensis.0-6.7. [Velin Adalina) Jenis-jenis pohon yang berpengaruh positifterhadap kondisi pH tanah (pH 6.a:SA . 1.. karena tanah tersebut terbuka dari penutupan vegetasi dan tanah telah banyak mengalami pencucian sehingga akan memiliki kemasaman yang tinggi. Pada umumnya padang alang-aJang mempunyai kemasaman tanah yang bereaksi sangat masam.72 0. sedangkan Paraserianthes falcataria serasah daunnya mempunyai pH alkalin (pH:> 7. (1966) do/am Suherdie dan Hamzah (1972).67 rnenjadi 5. makin turun nilai pH H20 maupun pH KCI. dan Maesopsis eminii yang bukan merupakan [enis pohon daun jarum (konifer). dan disimpulkan bahwa monokultur konifera menurunkan pH tanah.92 g:r) Caliandra caliothyrsus 4.9) adalahAbies sulcata. ""al2idiiiL:aa=aaa 12221S . yaitu semakin tua tegakan. Dalam waktu 13 tahun pH H20 tanah dalam tegakan P. 6.43 4. Sedangkan hasil penelitian Tangketasik dan Harahap (1982) menunjukkan kernasarnan tanah (pH HzO) di bawah tegakan P.21. Hal ini diduga karena kerapatan relatif jenis alang-alang sudah menurun serta tingkat pencucian berkurang. Adapun hasil pengamatan serasah dari beberapa spesies pohon hutan tanaman di daerah tropis dapat dilihat pada Tabel 2. merkusii merosot 1.7 menjadi 4.0 unit yaitu dari 5. Spesies pohon hutan Paroserianthes Pinus merkusii Maesopsis etniuii fulcataria pH serasah 7.S: :a::ZiiXU •• iiS"S::.14) jadi bersifat paling rnasam. Pengaruh serasah beberapa kernasarnan (pH) tanah speslcs pohon hutan terhadap No.19 6...0).64 1.Pengaruh Tanaman Hutan .95 1. Tabel Z. merkusii di lokasi percobaan Darmaga naik dari 4. Sedangkan hasil penelitian Suherdie & Harnzah (1972). "U"UJii:i. Hasil penelitian Robinson et ol. menunjukkan pengaruh tegakan konifer terhadap pH tanah dengan membandingkan dua tegakan yang berdekatan antara hutan sekunder dan tegakan murni Cupressus lusitanica yang berurnur 16 tahun di Afrika Timur yaitu sifat fisik tanah tidak berubah sedangkan sifat kimianya menurun. antara lain pH tanah. [adi adanya penurunan pH tersebut kemungkinan disebabkan oleh proses pencucian tanah 91 =&1 LE !ISZS:SUJ!I&ZII'i.. 2.14 Daya netralisasi (me/lOO 3.. 3.82 Sumber : Purwanto dan Adalina (2001) Jenis daun jarum (konifer) misalnya P. Hal ini sesuai dengan hasil penelitian di Jerman dan tempat-ternpat lain. menunjukkan pengaruh urnur tegakan sangat signifikan terhadap pH tanah dalam tegakan P merkusii. merkusii memi1iki nilai pH serasah yang paling rendah (pH 4.

yaitu menyebabkan pH tanah menjadi asam. Tingkat kemasaman serasah dart berbagai jenis pohon hutan lainnya dapat dilihat pada Tabel 3. *) Purwanto dan Adalina (2001) III. seperti pada tipe tanah Podsalik. tidak membutuhkan persyaratan yang tinggi terhadap tempat tumbuh.0·4. poralifllia Pinus banksiane Tsuga canadensi Pinus merkusii Fagus gradifolia Fraxinus americana Papulus grandidupita 3. dan Maesopsfs sp.0-6. terutama bila kondisi tanah awal memang sudah bereaksi masam.07) daripada topsoil (0-20 em) dengan nilai pH 5. Pinus sp. Nilai pH tanah di bawah tegakan P merkusii di Sumedang pada sub soil (20-40 em) sedikit lebih tinggi (pH 6. [enis pohon non konifer [bukan daun jarum) seperti Caliandra sp.9 1.0-5. Hal ini diduga sifat serasah dari tegakan P merkusli yang agak as am (Adalina dan Purwanto. 6.9 5. Sumber: x x x x x x Paraserianthes fa/cataria *) Caliandra callothyrsus *) Maesopsis eminii Sumber *) : Lutz and Candler (1951). 13. 2008:07·99 yang terus herlangsung. Spesiespohon Abies balsarnea Aes rubrum A. x x " x x x x x 9. secara ekstensif mempengaruhi kondisi pH tanah di bawahnya. 11. iklim. 7.9 4. saccarum Betula papyirifera B. 2001). dan setelah ditanami P merkusii menyebabkan intensitas pencucian rnenurun sehingga pH tanah naik kembali. Kemasaman dari berbagai serasah spesies pohon pH No. Tabel3.0-3.0). 14.96. pH serasahnya bersifat intermediate (pH'" 6. 12. Hal ini menunjukkan indikasi yang kuat bahwa penanaman spesies Pinus sp.Prosiding Gelar Teknologi.. SIFAT-SIFAT PERTUMBUHAN POHON Pinus sp. 3. 4. dan ketinggian. namun pertumbuhannya dipengaruhi oleh berbagai faktor seperti sifat tanah.9 6.. [enis ini tumbuh di 92 . 8. 2. 5. 10.

tergolong jenis yang berkernarnpuan tinggI untuk mengadakan fotosintesa. 1949). dan pertumbuhan maksirnum pada ketinggian 900-1. sedangkan pada temperatur terlalu rendah akan menghambat kegiatan Fotosintesa (Danil.500 m dpl. 1964). Menurut Martawijaya et al.1 % ke 88. UnSUI"P digunakan untuk pertumbuhan akar sedangkan N dan K digunakan untuk fotosintesa [Soeryono. dan kalium (K) atau dapat hidup di tempat yang miskin akan unsur N..500 mrn/tahun dan akan tumbuh lebih baik di daerah yang sepanjang tahun mendapat hujan.4 ke 4. begitu pula pada tanah yang berkelebihan air menunjukkan pertumbuhan yang serupa. 1983). Helm and Baker.Pengaruh 'I'anaman Hutan ""'''. 1983]. (1989). 1983). K.000 m dpl tidak akan menghasilkan pertumbuhanyang baik karena akan menghambat kegiatan fotosintesa. Pada tanah-tanah padat pertumbuhannya jelek. di Indonesia pinus dapat tumbuh pada kettngglan 200-2.. phosphor (P).7 telah mengakibatkan penurunan jumlah persentase pembentukan mikoriza pada ujung akar dad 99. Ternperatur optimum yang diperlukan adalah 30!!C [Doubenrnlre. 1981 dalam Alrasjid et al. pH tanah pada batas-batas tertentu dapat mempengaruhi pertumbuhan yang normal bagi pinus. Pertumbuhan akar pinus pada tanah padat kurang berkernbang dibandingkan dengan di tanah yang kesuburan fisiknya balk (Beekman.asi dengan jumlah air yang diabsorbsl oleh tanaman.000 m dpl Perturnbuhan yang optimum dicapai pada ketinggian 400-1. Kingston (1980) dalam Alrasjid et a I.500 m dpl.. walaupun ketahanannya terhadap kekurangan 02 cukup tinggi. 1974 dalam Alrasjid et al. terutama untuk pohon muda sampai umur 10 tahun. tetapi yang paling baik ialah tipe iklim B menurut Schmidt dan Ferguson (1951). Curah hujan minimum 1. 1980 dalam Alrasyid et al... Penanaman di atas 2. tetapi tidak selalu menghasilkan pertumbuhan yang sama balk.4% (Lee. Temperatur yang sangat tinggi dan berkepanjangan (di atas 40°C) berbahaya bagi perturnbuhan pinus karena mengakibatkan protein dalam protoplasma sel menjadi menggurnpal.'' [Yelin Adallna) berbagai jenis tanah. 1983).1974 dalam Alrasjid et al. Turunnya pH tanah dari 5. Pengaruh ternperatur tanah berkorel. Hal inl karena adanya korelasi pengaruh pH tanah terhadap pembentukan mikoriza pada akar pinus. Dapat tumbuh pada keadaan iklim yang berbeda-beda. Pinus sp. Pada umumnya Pinus sp. dapat tumbuh balk pada tanah yang cukup kesuburannya walaupun unsur hara yang diperlukan lebih rendah dibandingkan dengan jenis pohon daun lebar pada temperatur udara berkisar 1830ec. (1983) menganjurkan penanaman pinus pada daerah yang 93 . semakin tinggi temperatur tanah [umlah air yang diabsorbsi semakin besar. P. Sedikit membutuhkan unsur nitrogen (N). Secara kualitatifkebutuhan akan cahaya adalah nyata sekali bagi pinus karena tergolong jenis heliophyte (Doubenmire.

bawah Lutz & Chandler. Produksi serasah pada hutan ranarnan Bagtan tanaman Pinus sp (konifer) Produksi serasah [lbj'acre] 8.6lb/acre (9. 2008.2 Cabang Daunjarum Kerucut Tumbuhan Sumber: 3. No. Ternyata tumbuh adaptifwalaupun ditanam pacta tanah-tanah Juvenil dart bahan volkanik lereng Gunung Merapi (Gam bar 1). sedangkan bagian ranting tingkat pohon (trees) pada wilayah tanaman yang kembali ke tanah vulkaniklereng Merapi di Jawa Tengah hanya a. A. serasah tumbuhan bawah yang biasa tumbuh di antara tegakan hutan tanaman Pinus sp. Vigor tanaman Pinus sp.8 Keterangan : Keterangan : satuan lb/acre dikalikan 1. 1951 sarna dengan ton/ha 12.8 Gambar 1.2 lb/acre (32. Pinus sp.4 In/acre (55. 1. 2. cabang.Prosidlng Gelar Teknclogi.87·99 memiliki sifat fisik tanah yang baik dan memiliki bulan basah (5-6 bulan) yang diselingi dengan bulan kering yang pendek (3-4 bulan).7 t/ha).4 29. Produksi Serasah pada Lantai Rutan Berbeda dengan spesies daun lebar seperti jati dan mahoni yang menghasilkan serasah sedikit pada lantai hutan di bawahnya. maka jenis tanaman hutan Pinus sp. ranting. Adapun sifat-sifat pertumbuhan tanaman hutan jenis Pinus sp. menghasUkan serasah lantai hutan berupa daun jarum. Sumber.3 t/ha) kernudian diikuti oleh buah kerucut (cone) 29. dan lain-lain dalam jumlah yang cukup banyak (TabeI4).12 dengan Tarnpak bahwa daun pinus merupakan bagian tanaman yang terbesar kembali ke lahan [lantai hutan) yakni sebesar 49. 4. buah kerucut (cone). 94 .6 49. Korrdtsi kemasaman (pH) tanah berkorelasi erat dengan sifatspesies vegetasi yang tumbuh di atasnya. Tabel4. sebesar 12. yang berkaitan dengan proses phytocycle adalah produksi serasah pada lantai hutan dan kecepatan tumbuh. lh/acre.6 t/ha].

merupakan klas no.33 em (tebal) 1256-1665 gr/m2 1337-1747 Pinus merkusii (Cikole) Pinus merkusii (Dramaga) Pinus coribaea . mernbuat kondisi tanah di bawahnya menjadi bersifat masam. [urnlah serasah yang dapat dihasilkan vegetasi bervariasi menurut jenis pahon.484.4 menjadi 4. menyatakan bahwa tegakan murni P. oocarpa. Harahap (1980) menyatakan jumlah serasah dari masing-masing jenis P. dan P. Merkusii.ikan pH contoh tanah di lubang penanaman. insularis di Darmaga sekltar 4 kg selama 3 tahun dan lebih mudah hancur.4. insularis yaitu masing-masing 4. merkusii urnur 13 tahun telah terjadi penurunan kadar pH tanah satu unit yaitu dart 5.246. P. Guguran daun selama 3 tahun dari P. 95 .3 ton/ha 14 ton/ha Tectono Brandis Paraseriantnes Dyospiros 80 falcataria 14 2 10 ton/ha celebica 544 384 484 912 4. P. Tabel S. Hal ini bertentangan dengan penelitian Harahap (1980). dan 4.33 em.5-10. yaitu timbunan serasah setelah 3 tahun dari 4 jenis pinus ternyata meningg.2 ton/ha 0.1 em atau rata-rata per tahun dihasilkan serasah setebal 0. Iumlah serasah yang dihasilkan vegetasi bervariasi menurut jenis pohon hutan CTabel 5).Pengaruh Tanarnan Rutan [Yelin Adalina] Tanaman hutan jenis Pinus sp. dan P. Hal lni menyebabkan akumulasi yang tebal serasah pinus. Penambahan unsur hara dalam tanah tergantung pada kemarnpuan vegetasi menghasilkan serasah dan memfiksasi Nz dari udara serta kecepatan serasah yang dapat didekomposisi. caribaea lebih besar dari P. 4. merkusii pada tegakan umur 14 tahun rata-rata 5. P.329.7. Pinus oocurpa Pinus insuiaris Sumher : Alrasyid et al. 2 setelah jati. (1983) 14 24 8 8 24 gr/m2 1332-1564 gr/m2 1281-1515 gr/m2 Dari Tabel 5 terlihat bahwa pinus berkemarnpuan menghasilkan serasah yang cukup tinggL Sifat serasah daun [arum (konifer) lebih lam bat terdekomposisi menjadi humus daripada tanaman daun lebar karena banyak mengandung lignin. oocarpa. tebal serasah yang dihastlkan oleh P. Mekusii. Produksi serasah yang dihasilkan jenis tegakan tanarnan hutan setiap tahun per hektar berbagai [enis butan Tropika basah Dipterocarp Umur (tahun] - N/ha Volume serasab - 8.145 gr/rn". Menurut Saeryono (1964). Suherdie & Harnzah (1972).3 ton/ha B. cortbaea. sehingga perlu diantisipasi efek kernasaman tanah di bawahnya yang mungkin terjadi.

dan yang terendah di Bidin dengan MAl 13.Jika daur ditetapkan 25 tahun pertumbuhan tegakan tusam yang paling baik di Baleq dengan MAl 32. Bidin. 1982 Hasil penehtian Darwo (2000) menunjukkan bahwa kondisi tegakan tusam pada daur 15 tahun di Kabupaten Aceh Tengah tertinggi di Baleq dibandtngkan dengan di Rajawali. bahwa pelapukan serasah pinus rnenghasllkan senyawa-senyawa yang rniskin basa dan bersifat asam.22 m3/ha/ tahun. sedangkan di wilayah tropis lainnya jenis Pinus sp. Menurut Agus et al. caribaea) dengan rotasi B tahun (Tabel 6). 4.32 m3/ha!tahun. Tabel6. Kecepatan tumbuh dan rotasi berbagai var. dan Burni . mernpunyai kecepatan tumbuh termasuk sedang dan cepat tergantung pada spesiesnya seperti di Malawi (MLW) dan Swazi Land (SWZ) (18-19 m3/ha/tahun) dengan rotasi (siap tebang) 15-16 tahu. Terjadinya varlasi pertumbuhan tegakan tusam di Aceh Tengah akibat adanya perbedaan kondisi tanah. 2008:07·99 Menurut Alrasjid dan Samingan (1979) dalam Agus et al. Lampahan. spesies Pinus sp. 1. 6. (1980). Sedangkan menurut Fandeli dan Soeyono (1978) dalam Agus et al. timbunan serasah daun P caribaea dan P. sedangkan di Costa Rica (CR) termasuk cepat 40 m3/ha/th (jenis P. terutama pada ketebalan horizon 96 . (1980). (1980).21 m3/ha/tahun . merkusii mempunyai tingkat keasaman yang tinggi di mana tingkat keasaman ini akan berkurang dan bergesermendekati netral dengan semakin membusuknya serasah daun. di wilayah barat Indonesia termasuk lambat. B. oocarpa sukar terdekomposisi dan mineralisasi sehingga menyebabkan tanah di bawah kedua [enis pinus tersebut akan mempunyai pH yang rendah (tingkat keasaman tinggi). Spesies (jenis) Pinus patula (Swazi Land) Pinus patula (Malawi) Pinus caribaea (Fiji) Pinus caribaea (Brazil) Pinus caribaea (Costa Rica) Pinus oocarpa (Costa Rica) I MAl(m3jha/ th) 19 18 21 27 40 Rotasi (tahun) 15 16 12-15 16 8 12 22 Sumber : Evans. No.00 m3/ha/tahun dan terendah di Burni Telong dengan MAl 9. 3. bahwa serasah daun P. 5. 2.. Senyawa organik yang terbentuk akan sangat bersifat asarn. Kecepatan Turnbuh Kecepatan tumbuh tanaman hutan jenis Pinus sp. Telong dengan MAl yaitu 29.Presiding Gelar Teknologt.

(Vel. Proceeding Simposiurn Pengusahaan Hutan Pinus (Simpo Pinus 97 . Kesimpulan DAN SARAN 1. merupakan bahan baku untuk industri dan untuk program reboisasi dan penghijauan. Nataprawira. Y. Samarinda. Pergantian 3. termasuk klas pengusahaan no .' 2 . Ngaloken Gintings. dan A. Forestry and Forest Products GFG. Di samping itu Pinus sp.. Iarak tanam yang agak lebar dapat memberi peluang jenis rumput dan belukar sehingga mengurangi tebalnya serasah.ReportNo 7. Alrasjid.__. 1983. tebal horizon A maka jumlah cadangan unsur IV. Pusat Bogor. Agus.Saran Berdasarkan basil kajian ini maka disarankan kepada pengusaha hutan tanaman (pemilik konsesiJ HPH HTI yang mengembangkan tanaman pinus untuk antisipasi efek negatif pada tanah dengan : 1. R. Tanah Timur. 2. Mengadakan tanaman hutan campuran pinus dengan kayu daun leba. Pembinaan Hutan Pinus Khususnya Pinus merkusii Untuk Penghara Industri. Tanaman hutan jenis Pinus sp. KESIMPULAN A..2 setelah jati.. Hal ini karena semakin hara semakin besar.. OJ. Penanaman secaraekstensif jenis tanaman Pinus sp. Aplikasi kapur (CaeOJ) atau dolomit CaMg(C03)z 4.. Sifat Kesuburan Fisik Kimia Tipe AndosoI Pada Lahan Hutan Tanaman di BKPH Manglayang KPH Sumedang. Penelitian pH asamjSerasah Daun Pinus caribaea dan Pinus cocarpa Pada Filtrat Tanah di PT ITCI Kenangan Balikpapan. B. merupakan tanaman penting di Pulau [awa. w. 2001. 1980. Kayunya diperlukan (laku) di pasaran dan menghasilkan hasil hutan ikutan berupa gondorukem. German Forestry Group at Mulawarman University. resin.•.dan Purwanto. H. Penelitian dan Pengembangan Hutan dan Konservasi Alam.Pengaruh Tanaman Hutan . [awa Barat. Kustiawan..n Adalma] A. perlu antisipasi terhadap kondisi tanah di bawahnya yaitu peningkatan kernasaman tanah yang disebabkan oleh serasah pada lantai hutan. atau menghambat proses podsolisasi. DAFTAR PUSTAKA Adalina. Sambas. Buletin Penelitian Hutan 629. dan terpentin.

2000: 1. Evans. Buletin Penelitian Hutan 627. Jakarta. New York.O. Terhadap pH Tanah. Harahap. 2006. 1982. Buletin llmiah Fakultas Kehutanan. P. and Nyle C. H. dan Pengembangan Hasil Hutan dan Perum DAS.H. 1981. Proceeding Pengusahaan Hutan Pinus. Dept. Guguran Daun [arum dan Tanah Tegakan Pinus. V. dan Z. Laporan Tahunan Bogar . Bogor. Clarendon of the Press Ltd. Buckman.Chandler. jhon Wiley & Sons Inc.. Jakarta. No.42. 1949. Mengenal Vegetasi dan Lingkungannya. Hutan Pinus merkusii Tanah dan Air. R. Dry Periods Ratios for Indonesia and Papua New Guinea. Pengaruh Tegakan Pinus merkusii Jungh et de Yr. Soeryono. Martawijaya. The Nature and Properties Soils. Soewanda A. Balai Penelitian Kehutanan Pematang Siantar. John Willey and Sons Ltd.A. 1972. Adalina. Badan Litbang Kehutanan Jakarta. Jakarta. 1980. Atlas Kayu Indonesia.. 1-1. Forest Soils.l7 -99 '83). Djawatan Meteorogi & Geofisika.Prosiding Gelar Teknologt. dan ). Houteel in Indonesia. Botani Ditinjau dari Segi Pengawetan Lembaga Penelitian Hutan. Hamaah. Prosiding Seminar Hasihasil Perielitian. Badrudin. Brady. Kadir.Mandang. Schmidt. 1992. Model Pertumbuhan dan Proyeksi Produksi Tegakan Hutan Tanaman Pinus rnerkusii di Aceh Tengah. 1989. 98 .I. Bogor. Lernbaga Penelitian Hutan. H. IPB. Forestry In The Tropics. Perum Perhutani Tahun 2001- Purwanto dan Y. . Darwo.dan K. Pusat Penelitian dan Pengembangan Hutan dan Konservasi Alam.H. and F. Rainfall Types Based on Wet and . R. . 1951.LKartasudjana. Lutz. Buku Statistik 2005. Bogor. Plantation Oxford. 2000.. S.. 2001. SEAMEO-Biotrop. Bogor.H. M. Jakarta. 1964. A 1983.J. Suherdie. A. Ferguson. Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian. 1951. Aek Nauli. Sudarnadi. 1960. Makalah kuliah managemen Strnposiurn Beekman. Verhand. Prediksi Kebutuhan Unsur Hara Pada Lahan Hutan Tanaman Paraserianthes falcataria. . Anonymous. Perum Perhutani. Menggalakkan Penggunaan Kayu Pinus. J. A. Pusat Penelitian dan Pengembangan Hasil Hutan dan Perum Perhutani. Pusat Penelitlan Perhutani.. F.. IPB. Bogor.

Bogor. Balai Penelitian Hutan. 1982. 99 . dan R. 1983. Dinamika Tumbuhan Bawah dan Keasaman Tanah di Bawah Tegakan Pinus rnerkustl di Dramaga Bogor. Proceeding Simposium Pengusahaan Hutan Pinus.]. Jakarta. Pusat Penelitian dan Pengembangan Basil Hutan dan Perum Perhutani.Pengaruh Tanarnan Hutan (Yelin Adalina] Sutigno. P. Tangketasik. Penggunaan Kayu Tusarn Untuk Beberapa Komoditi. Harahap.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->