PSIKOLOGI “PSIKOLOGI REMAJA”

Disusun oleh : ~ Kelompok 4 ~ 1) Andi Hardiyanti 2) Desy Lestari 3) Fitri Rahmawati 4) Nur Fitriah 5) Puji Lestari (B) 6) Roza Eka Putri 7) Siti Hajizah 8) Wafiqoh Afaaf 9) Yuli Rahayu

Akademi Kebidanan Sismadi Tahun Ajaran 2011/2012 JAKARTA

penulisan maupun kata-kata yang digunakan. namun penyusun sangat menyadari bahwa hasil penyusunan makalah ini jauh dari sempurna dikarenakan keterbatasan data dan referensi maupun kemampuan penyusun. segala kritik dan saran yang bersifat membangun guna perbaikan Makalah ini lebih lanjut. Oleh karena itu. Jakarta. Tidak lupa penyusun mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu dalam penyusunan tugas ini. tiada gading yang tak retak. 2011 Penyusun i . baik dari segi isi. meskipun dalam penyusunan makalah ini penyusun telah mencurahkan semua kemampuan. Akhirnya. Oleh karena itu penyusun sangat mengharapkan saran serta kritik yang membangun dari berbagai pihak .KATA PENGANTAR Puji dan syukur penulis panjatkan ke hadirat Allah SWT karena atas rahmat dan karunia-Nya penyusun dapat menyelesaikan tugas ini. Penyusun menyadari bahwa dalam penyusunan tugas ini masih banyak kekurangan. akan penyusun terima dengan senang hati.

.. 2...……………………………………………………………………6 Masa-Masa Remaja ……....ii BAB 1 1.………………………………………………………………………………………………10 Pengertian Psikologi Perkembangan Dan Makna Remaja . I..……………………………………………9 DAFTAR PUSTAKA…………………. BAB IV Kesimpulan ………………………………………………………………………………………………………………….....…………………………………………3 Ciri. C...…………………………4 Kebutuhan Remaja ………………………………………………………………………………………………………5 Berbagai Konflik Yang Dialami Oleh Remaja …......…………………….6 Karakteristik Perkembangan Remaja ..……………………………………………….1 Batasan Masalah………………………………………………………. 4.. H......1 Kegunaan Pembahasan…..7 Penyimpangan Atau Kenakalan Remaja ……….9 Saran ……………………………………………………………………………. F..…………………1 Identifikasi Masalah……………………………………………………………………………………………………….....1 ii . 5..1 Rumusan Masalah………………………………………………………………………………………………………….………………………………………………………………7 Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Perilaku Menyimpang Pada Remaja …………………….. 3.………………………………………………………………………….. BAB II A.……i Daftar Isi………………………………………………………………………………………………………………………………...……………………………………………. B...Alasan Yang Umum Untuk Berpacaran Selama Masa Remaja .………………………………………………………………………………………………...……….. E.…………………………………………………………….....Ciri Masa Remaja……………………………………………………………………………………………………4 Alasan.5 Tugas-Tugas Perkembangan Remaja …….. D. G.7 Latar Belakang………………………………………………………………………………………………………………. J.DAFTAR ISI Kata Pengantar…………………………………………………………………………………………………………………….

Pengertian psikologi perkembangan 2. maka dengan ini penulis membatasi masalah penelitian hanya pada ruang lingkup Remaja dan pacaran saja.BAB I PENDAHULUAN 1. RUMUSAN MASALAH Memperhatikan realita remaja saat ini kurangnya pemahaman mengenai pacaran seperti yang digambarkan diatas perlu adanya pemahaman tentang remaja dan pacaran itu sendiri yang dirumuskan sebagai berikut: 1.KEGUNAAN PEMBAHASAN Kegunaan dari pembahasan ini adalah : 1 . serta problematika pacaran pada masa remaja. Menguraikan analisis data tentang pacaran yang menjadi trend remaja saat ini. hal-hal apa saja yang mempengaruhi psikologi perkembangan pada fase remaja. 3. Chaplin.P.Pembahasan atau analisis data yang diperoleh tentang remaja pacaran. 2. 2. Mengetahui secara gamblang pengertian dari psikologi perkembangan. 4. Mengetahui secara mendetail karakteristik perkembangan yang terjadi pada remaja.Karakteristik perkembangan fase remaja 3. Dalam hal ini penyusuns merasa tertarik untuk mengetahui karakteristik perkembangan fase remaja.LATAR BELAKANG Psikologi perkembangan merupakan cabang dari psikologi individu. 5. maka dengan ini penulis mengambil judul REMAJA. Pembuatan makalah ini bertujuan untuk memenuhi tugas kelompok yang diberikan oleh dosen mata kuliah psikologi perkembangan serta bertujuan untuk memenuhi atau menjawab rasa penasaran yang begitu kuat untuk mengetahui lebih dalam tentang remaja. 3. baik sebelum maupun setelah kelahiran berikut kematangan perilaku J.BATASAN MASALAH Psikologi perkembangan adalah ilmu yang luas yang saling berkesinambungan antara setiap fase-fase perkembangan agar masalah penelitian leih terfokus kepada tujuan penelitian dan tidak terlalu luas. 1979) psikologi perkembangan merupakan ilmu yang mempelajari karakteristik setiap fase-fase perkembangan.IDENTIFIKASI MASALAH Dalam hal ini penulis mengidentifikasi masalah penelitian sebagai berikut: 1.

Bagi penyusun pembahasan ini merupakan wahana latihan pengembangan ilmu pengetahuan dan ketrampilan dalam pembuatan Makalah.a. Dengan adanya pembahasan ini tentunya kami semua akan semakin memperkaya ilmu pengetahuan saya khususnya tentang permasalahan remaja saat ini terutama hubungannya dengan pacaran. b. 2 .

( Ross Vasta. (Darajat Zakiah. 1992 ). masa remaja adalah usia dimana individu berintelegensi dengan masyarakat dewasa. dkk. menuju hari depan dan dewasa yang matang. maka telah bertanggung jawab atas setiap perbuatannya. serta mempunyai kemantapan emosi. ( J. Secara psikologis. Psikologi perkembangan merupakan cabang psikologi yang mempelajari perubahan tingkah laku dan kemampuan sepanjang proses perkembangan individu dari mulai masa konsepsi sampai mati.BAB II PEMBAHASAN A. 1979 ). Biasanya remaja belum dianggap sebagai anggota masyarakat yang perlu didengar dan dipertimbangkan pendapatnya serta dianggap bertanggung jawab atas dirinya. 2.P. ditandai oleh pertumbuhan fisik cepat. cemas dan bimbang. serta persiapan untuk memasuki masa dewasa. Pengertian psikologi perkembangan Psikologi perkembangan merupakan cabang dari psikologi yang mempelajari proses perkembangan individu. kesenangan dan kesengsaraan. semuanya harus dilalui dengan perjuangan yang berat. Pertumbuhan cepat yang terjadi pada tubuh remaja luar dan dalam itu. baik sebelum maupun setelah kelahiran berikut kematangan perilaku. Jika ia berbuat baik akan mendapat pahala dan apabila melakukan perbuatan tidak baik akan berdosa. usia dimana anak tidak lagi merasa di bawah tingkat orang-orang yang 3 . membawa akibat yang tidak sedikit terhadap sikap. Masa remaja merupakan masa dimana timbulnya berbagai kebutuhan dan emosi serta tumbuhnya kekuatan dan kemampuan fisik yang lebih jelas dan daya fakir menjadi matang. Chaplin. sosial dan kepribadian. Remaja harapan dan tantangan: 8). PENGERTIAN PSIKOLOGI PERKEMBANGAN DAN MAKNA REMAJA 1. Terlebih dahulu mereka perlu menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi dalam kapasitas tertentu. yaitu remaja yang merupakan tahap peralihan dari kanak-kanak. perilaku. Hal inilah yang membawa para pakar pendidikan dan psikologi condong untuk menamakan tahap-tahap peralihan tersebut dalam kelompok tersendiri. Dalam pandangan Islam seorang manusia bila telah akhil baligh. dimana berkecambuk harapan dan tantangan. kesehatan serta kepribadian remaja. Makna remaja Remaja adalah tahap umur yang datang setelah masa kanak-kanak berakhir. Namun masa remaja penuh dengan berbagai perasaan yang tidak menentu.

keadaan emosinya goncang. C. yang kenyataannya merupakan ciri khas yang umum dari periode perkembangan ini. Fase remaja merupakan perkembangan individu yang sangat penting. B. 4. 1976) masa remaja ini meliputi: (a) remaja awal: 12-15 tahun. ALASAN-ALASAN YANG UMUM UNTUK BERPACARA SELAMA MASA REMAJA 1. minat-minat seksual. Dalam budaya Amerika. periode remaja ini dipandang sebagai “Strom dan Stress”. Integrasi dalam masyarakat (dewasa) mempunyai banyak aspek efektif. CIRI-CIRI MASA REMAJA Berikut ini ciri-ciri masa remaja: 1. (c) remaja akhir: 19-22 tahun. kurang lebih berhubungan dengan masa puber. yang diawali dengan matangnya organ-organ fisik (seksual) sehingga mampu bereproduksi. dan perasaan teralineasi (tersisihkan) dari kehidupan sosial budaya orang dewasa (Lustin Pikunas. 5. konflik dan krisis penyesuaian. sekurang-kurangnya dalam masalah hak. 1976). Transformasi intelektual yang khas dari cara berfikir remaja ini memungkinkannya untuk mencapai integrasi dalam hubungan sosial orang dewasa.frustasi dan penderitaan.Masa remaja sebagai usia yang menimbulkan ketakutan. Termasuk juga perubahan intelektual yang mencolok. karena masalah penyesuaian diri dengan situasi dirinya yang baru. remaja menginginkan agar pasanganya 4 .Masa remaja sebagai ambang masa dewasa. mudah tersinggung. karena setiap perubahan membutuhkan penyesuaian diri. sering terdorong. dan perhatiannya terpusat pada dirinya. 7. (b) remaja madya: 15-18 tahun. peka. mimpi dan melamun tentang cinta.Hiburan Apabila berkencan dimaksudkan untuk hiburan.Masa remaja sebagai periode perubahan. 2. Menurut Konpka (Pikunas. dan perhatian terhadap nilai-nilai estetika dan isu-isu moral.Masa remaja sebagai periode peralihan. bahwa remaja merupakan masa perkembangan sikap tergantung (dependence) terhadap orang tua ke arah kemandirian (independence). perenungan diri. 3. tidak stabil. 6.Masa remaja sebagai masa mencari identitas.Ciri-ciri kejiwaan remaja. mudah condong kepada ekstrim.Masa remaja sebagai usia bermasalah. bersemangat.lebih tua melainkan berada dalam tingkatan uang sama. yaitu peralihan dari masa kanak-kanak ke peralihan masa dewasa. Sementara Salzman mengemukakan.

4. 5.Kebutuhan akan penerimaan social 5. terutama dalam bentuk berpasangan tetap. yaitu sikap baik hati dan menyenangkan 2. maka laki-laki dan perempuan harus berkencan apabila masih ingin menjadi anggota kelompok dan mengikuti berbagai kegiatan sosial kelompok 3.Konflik antara kebutuhan untuk mengendalikan diri dan kebutuhan untuk bebas dan merdeka 2. 5.Kebutuhan akan penyesuaian diri 6.Konflik antara prinsip dan nilai-nilai yang dipelajari oleh remaja ketika ia kecil dulu dengan prinsip dan nilai yang dilakukan oleh orang dewasa di lingkungannya dalam kehidupan seharihari.Kebutuhan akan rasa kekeluargaan 4. KEBUTUHAN REMAJA Berikut ini yang termasuk dalam kebutuhan remaja: 1.Konflik menghadapi masa depan. 3.Status Berkencan bagi laki-laki dan perempuan. memberikan status dalam kelompok sebaya. berkencan berperan penting karena remaja jatuh cinta dan berharap serta merencanakan perkawinan. 4.Kebutuhan akan kebebasan 3.Konflik antara kebutuhan seks dan kebutuhan agama serta nilai sosial. 5 .mempunyai berbagai keterampilan sosial yang dianggap penting oleh kelompok sebaya.Sosialisasi Kalau anggota kelompok sebaya membagi diri dalam pasangan-pasangan kencan. ia sendiri harus memikirkan Sungguh-sungguh masalah keserasian pasangan kencan sebagai teman hidup. D. berkencan dalam kondisi demikian merupakan batu loncatan ke status yang lebih tinggi dalam kelompok sebaya.Masa Pacaran Dalam pola pacaran. BERBAGAI KONFLIK YANG DIALAMI OLEH REMAJA Konflik-konflik yang dialami oleh remaja adalah: 1.Kebutuhan akan agama dan nilai-nilai social E.Pemilihan Teman Hidup Banyak remaja yang bermaksud cepat menikahi memandang kencan sebagai cara percobaan atau usaha untuk mendapatkan teman hidup.Kebutuhan akan pengendalian diri 2.Konflik antara kebutuhan akan kebebasan dan kebutuhan akan ketergantungan kepada orang tua.

sebagai masa mencari sesuatu yang dapat dipandang menilai. teman yang dapat turut merasakan suka dan dukanya. d. MASA-MASA REMAJA Masa remaja merupakan masa yang banyak menarik perhatian karena sifat-sifat khasnya dan peranannya yang menentukan dalam kehidupan individu dalam masyarakat orang dewasa. Pada masa ini. Proses penemuan nilai-nilai kehidupan tersebut adalah pertama. 2)Masa remaja (remaja madya) Pada masa ini mulai tumbuh dalam diri remaja dorong untuk hidup. Prinsipprinsip atau falsafah hidup (Weltanschauung).Mampu meninggalkan reaksi dan penyesuaian diri (sikap/perilaku) kenak-kanakan. Masa ini dapat diperinci lagi menjadi beberapa masa. b.Mengembangkan keterampilan komunikasi interpersonal dan belajar bergaul dengan teman sebaya atau orang lain. yaitu a) negative dalam prestasi. dan sebagainya. yaitu sebagai berikut: 1)Masa praremaja (remaja awal) Masa praremaja biasanya berlangsung hanya dalam waktu relatif singkat. kurang suka bekerja. pantas dipuja walau pun sesuatu yang dipujanya belum mempunyai bentuk tertentu. baik dalam bentuk menarik diri dari masyarakat (negative positif) maupun dalam bentuk agresif terhadap masyarakat (negative aktif). Secara garis besar sifat-sifat negative tersebut dapat diringkas. g.Menerima dirinya sendiri dan memiliki kepercayaan terhadap kemampuannya sendiri f. dan b) negative dalam sosial. bahkan seringkali remaja hanya mengetahui bahwa dia menginginkan sesuatu tetapi tidak mengetahui apa yang diinginkannya.Menerima fisiknya sendiri berikut keragaman kualitasnya.Memperkuat self-control (kemampuan mengendalikan diri) atas dasar skala nilai. baik prestasi jasmani maupun prestasi mental. Masa ini ditandai oleh sifat-sifat negative pada si remaja sehingga seringkali masa ini disebut masa negative dengan gejalanya seperti tidak senang. karena tiadanya pedoman. TUGAS-TUGAS PERKEMBANGAN REMAJA William Kay mengemukakan tugas-tugas perkembangan remaja itu sebagai berikut : a. si remaja merindukan sesuatu bayang dianggap bernilai. pesimisitik. pantas dijunjung tinggi dan di puja-puja sehingga masa ini disebut masa merindu puja (mendewa-dewakan). c.Mencapai kemandirian emosional dari orangtua atau figur-figur yang mencapai otoritas. Kedua objek pemujaan itu telah menjadi lebih jelas.Menemukan manusia model yang dijadikan identitasnya. baik secara individu maupun kelompok. si remaja pedoman. e.F. yaitu pribadi-pribadi yang dipandang mendukung nilai-nilai 6 . kebutuhan akan adanya teman yang dapat memahami dan menolongnya. G. Proses terbentuknya pendirian atau pandangan hidup atau cita-cita hidup itu dapat di pandang sebagai penemuan nilai-nilai kehidupan. yaitu sebagai dewa remaja.

tugas perkembangan pada usia mahasiswa ini ialah pemantapan pendirian hidup. 5. dan memujanya dalam khayalan. yaitu menemukan pendirian hidup masuklah individu ke dalam masa dewasa. Di samping itu meningkat pula dengan cepat berat dan tinggi badan.Organ seks menjadi besar disertai dengan kemampuannya untuk melaksanakan fungsinya. 3)Masa remaja akhir Setelah remaja telah ditentukan pendirian hidupnya. 4.Menjajakan diri kepada pria hidung belang. 4)Masa Usia Kemahasiswaan Masa usia mahasiswa sebenarnya berumur sekitar 18. pada dasarnya telah tercapailah masa remaja akhir dan telah terpenuhilah tugas-tugas perkembangan masa remaja. terjadi pula perubahan dan perkembangan di dalam tubuhnya. sedangkan pada anak perempuan kebanyakan pasif. PENYIMPANGAN ATAU KENAKALAN REMAJA Berikut ini penyimpangan atau kenakalan yang terjadi pada remaja: 1. Di samping itu bahunya bertambah lebar dan mulai tumbuh bulu di ketika dan di atas bibir atasnya (kumis).Seks bebas di kalangan remaja. berganti dengan kelenjar endokrin yang memproduksi hormon. Tanda-tanda permulaan Kematangan seksual tidak berarti bahwa secara langsung terjadi kemampuan reproduksi. I. H. 6. Kelenjar kanak-kanaknya telah berakhir. Pada remaja putri terjadi pembesaran payudara dan pembesaran pinggul. yaitu terjadinya datang bulan / haid dan pada remaja putera mimpi basah. FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PERILAKU MENYIMPANG PADA REMAJA Inilah beberapa faktor yang pemicu terjadinya perilaku menyimpang pada diri remaja 7 .Kecanduan Alkohol / minuman keras. Dilihat dari segi perkembangan. Satu tanda Kematangan seksual dengan jelas pada remaja putri tetapi hanya diketahui oleh yang bersangkutan saja.0 sampai 25.tertentu (jadi personifikasi nilai-nilai).0 tahun. mengagumi. J.Sering berkunjung ke diskotik. yang bisa menyebabkan terjangkitnya penyakit AIDS. KARAKTERISTIK PERKEMBANGAN REMAJA Seiring perkembangan dan pertumbuhan fisik.Tawuran. Mereka dapat digolongkan pada masa remaja akhir sampai masa dewasa awal atau dewasa madya. Sedangkan pada remaja pria mulai kelihatan (membesar) jakun di lehernya dan suara menjadi sengau / besar. sehingga menggalakan Pertumbuhan organ seks yang tumbuh menuju kesempurnaan.Kecanduan akan Narkoba yang menyebakan kematian dan AIDS 3. 2. Pada anak laki-laki sering aktif meniru.

Penjualan alat-alat kontrasepsi yang kurang terkontrol.Hidup menganggur. 3.Diperjualbelikannya minuman keras/obat-obatan terlarang secara bebas. 2. 8. 7.Kehidupan ekonomi keluarga yang morat marit (miskin/fakir). 12. 6. 9.Kehidupan moralitas masyarakat yang bobrok.Beredarnya film-film atau bacaan-bacaan porno.Sikap perilaku orangtua yang buruk terhadap anak. 4.1.Perceraian orangtua. 11.Perselisihan atau konflik orangtua (antar anggota keluarga).Kelalaian orangtua dalam mendidik anak (memberikan ajaran dan bimbingan tentang nilainilai agama).Pergaulan negatif (teman bergaul yang sikap dan perilakunya kurang memperhatikan nilai nilai moral).Kurang dapat memanfaatkan waktu luang. 5. 10. 8 .

Hal ini juga mungkin disebabkan karena Indonesia bukan negara Islam.Jadikan agama dan keimanan sebagai alat untuk membatasi atau mengontrol diri dalam berpacaran agar tidak terjerumus dalam pergaulan bebas atau seks bebas. penulis sangat menghargai kepada yang menyatakan tak setuju hingga pacaran dan yang menyatakan setuju hingga pacaran. B. keluarga. SARAN Dari pembahasan diatas penulis menyadari bahwa ada perbedaan prinsip hidup. 2. sehingga peraturan / hukum-hukum islam di Indonesia tidak begitu kuat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari tidak seperti di negara Islam lainnya seperti Arab Saudi.Bagi remaja yang menyatakan setuju hingga pacaran diharapkan agar bisa menjaga kelancaran kuliahnya. penulis ingin memberikan saran-saran kepada pembaca khususnya remaja yang mungkin bisa bermanfaat. Maka dengan ini. agama. 4.Bagi remaja yang menyatakan tak setuju hingga pacaran.Bagi mempunyai pacar diharapkan untuk bisa menjaga diri. jadikan pacaran sebagai motivasi atau penyemangat untuk berprestasi dalam bidang pendidikan. 9 . 3.BAB IV PENUTUP A. Serta tuntutan dan perkembangan zaman yang membuat sistem /cara didik dan pergaulan pada zaman “Siti Nurbaya” tidak bisa diterapkan lagi dalam kehidupan zaman sekarang. dapat melakukan ta’aruf kepada calon suami atau istri. Tetapi mungkin disebabkan oleh semakin berkembangnya teknologi sehingga pergaulan semakin luas dan berkembang sehingga banyak orang yang setuju dengan pacaran. KESIMPULAN Dalam ajaran Islam sesungguhnya istilah pacaran itu tidak ada. yang ada hanyalah istilah ta’aruf yaitu perkenalan antara calon istri dan calon suami. kehormatan kesucian dan nama baik dirinya sendiri. almamater dan daerah asalnya serta bangsanya. diantaranya: 1.

DAFTAR PUSTAKA 1. Remaja Harapan dan Tantangan. 1999. Bandung: PT. B. 2004. Bandung: PT. Remaja Rosdakarya Offset. 1995. Syamsu Yusuf. Darajat Zakiah. Hur lock Elizabeth. 2. Remaja Rosdakarya. Psikologi Perkembangan Anak dan Remaja. Psikologis Perkembangan. Jakarta: Erlangga 3. 10 .