BAB II TINJAUAN PUSTAKA

2.1. Klinik Sanitasi Klinik sanitasi merupakan suatu wahana masyarakat untuk mengatasi masalah kesehatan masyarakat melalui upaya terintegrasi kesehatan lingkungan -

pemberantasan penyakit dengan bimbingan, penyuluhan dan bantuan teknis dari petugas Puskesmas. Klinik Sanitasi bukan sebagai unit pelayanan yang berdiri sendiri. tetapi sebagai bagian didalam dari kegiatan puskesmas. bekerjasama dengan program yang lain dari sektor terkait di wilayah kerja Puskesmas.( Depkes RI, 1999:2). Menurut Kangdarma (2009) klinik sanitasi adalah merupakan suatu wahana untuk mengatasi masalah kesehatan masyarakat melalui upaya terintegrasi antara kesehatan lingkungan pemberantasan penyakit dengan bimbingan, penyuluhan, dan bantuan teknis dari petugas Puskesmas. Program klinik sanitasi diharapkan dapat memperkuat peran dan meningkatkan efektifltas Puskesmas dalam melaksanakan pelayanan sanitasi dasar guna meningkatkan derajat kesehatan masyarakat dan semua persoalan yang ada kaitannya dengan kesehatan lingkungan. Khususnya pemberantasan penyakit yang berbasis lingkungan.( Depkes RI, 1999:2). Menurut Husein (2008) Klinik Sanitasi merupakan suatu wahana masyarakat untuk mengatasi masalah kesehatan lingkungan-pemberantasan penyakit dengan bimbingan, penyuluhan dan bantuan teknis dari petugas Puskesmas. Klinik sanitasi bukan sebagai unit pelayanan yang berdiri sendiri, tetapi sebagai bagian integral dari kegiatan puskesmas, bekerjasama dengan program yang lain dari sektor terkait di

wilayah kerja puskesmas.Dengan klinik sanitasi diharapkan dapat memperkuat peran dan meningkatkan efektifitas Puskesmas dalam melaksanakan pelayanan sanitasi dasar, guna meningkatkan derajat kesehatan masyarakat dan semua peroalan yang ada kaitannya dengan kesehatan lingkungan, khususnya

pemberantasan penyakit yang berbasis lingkungan. Adapun yang berkaitan erat dengan peranan klinik sanitasi adalah : 2.1.1. Pasien Penderlta penyakit yang diduga barkaitan dengan kesehatan lingkungan yang dlrujuk oleh petugas medis ke Ruang Sanitasi. 2.1.2. Klien Masyarakat umum bukan penderita penyakit yang datang ke puskesmas untuk berkosultasi masalah yang berkaitan dengan kesehatan lingkungan. 2.1.3. Bengkel Sanitasi Adalah suatu ruangan atau tempat yang dipergunakan untuk menyimpan peralatan pemantauan dan perbaikan kualitas lingkungan. 2.1.4. Ruang Klinik Sanitasi Adalah suatu ruangan atau tempat yang dipergunakan oleh Sanitarian atau Tenaga Kesling, Tenaga pelaksana kegiatan Klinik Sanitasi untuk rnelakukan fungsi penyuluhan, konsultasi, konseling, pelatihan perbaikan sarana sanitasi dan sebagainya. 2.1.5. Konseling Adalah kegiatan wawancara mendalam dan penyuluhan yang bertujuan untuk mengenali masalah lebih ringan kemudian diupayakan pemecahannya yang dilakukan oleh tenaga sanitarian atau tenaga pelaksana Klinik Sanitasi, sehubungan dengan konsultasi penderita atau klien yang datang ke Puskesmas tentang penyakit

setelah mendapat kartu status. tenaga pelaksanaan Klinik Sanitasi untuk rnelakukan kunjungan ke rumah untuk mellhat keadaan lingkungan rumah sebagai tindak lanjut darl kunjungan penderita atau klien ke ruang Klinik Sanitasi. Apabila didapatkan menderita penyakit yang berhubungan erat dengan faktor lingkungan. 2. yang akan dibawa Sanitarian atau tenaga kesling membuat janji kunjungan ke rumah pasien dan keluarga.berhubungan dengan lingkungan dan kesehatan lingkungan penduduk diwilayah kerja Puskesmas. Perawat danDokter).2.6. 1999:5). 2.2. Kunjungan Rumah Adalah kegiatan sanitarian atau tenaga kesling. Kegiatan dalam gedung Adalah kegiatan upaya pelayanan kesehatan lingkungan yang dilakukan di dalam lingkungan gedung puskesmas. Sanitarian atau tenaga kesling mencatat keterangan pasien. tetangga penderita atau klien yang perlu difasilitasi untuk mengatasi masalah kesehatan lingkungan. (Depkes RI. Dalam Gedung Puskesmas semua Pasien yang mendaftar di Loket.1. K eluarga Binaan Adalah keluarga. Kemudian Sanitarian atau tenaga kesling membuat janji kunjungan rumah . 2.1. kemudian diperiksa oleh petugas paramedis dan medis Puskesmas (Bidan.7. serta memberikan penyuluhan dan data yang diperlukan dttulis dalam Kartu Status Kesehatan Lingkungan. Kegiatan Klinik Sanitasi. maka yang bersangkutan dirujuk ke Klinik Sanitasi. Di Ruang Klinik Sanitasi Sanitarian atau tenaga kesling mewawancarai pasien tentang penyakit yang diderita dikaitkan dengan lingkungan.1. 2.

Menurut Kangdarma (2009) kegiatan didalam gedung meliputi Semua pasien yang mendaftar di loket setelah mendapat kartu status seterusnya diperiksa oleh petugas paramedis. Apabila di dapatkan penderita penyakit yang behubungan erat dengan faktor lingkungan. Dengan keterpaduan ini. medis Puskesmas. setelah mendaftar di loket. Bidan dan Dokter maupun Sanitarian atau tenaga kesling memahami secara utuh masalah kesehatan yang dialami paaien. balk Perawat.dengan pasien dan keluarganya. Sanitarian mencatat hasil wawancara dalam Kartu Status Kesehatan Lingkungan. keluarga dan masyarakat sekitarnya. 2. kemudian sanitarian membuat janji kunjungan rumah dengan klien. Klien datang dan mendaftar di loket. Dengan demikian diharapkan dapat dilakukan penanganan Klinik Sanitasi secara integratif dan komprehensif. hasil monitoring. Kalau klien. 2002:3). Selanjutnya sanitarian atau petugas kesling membuat janji kunjungan ke rumah pasien atau klien.2. Kegiatan luar gedung .2. mereka langsung ke ruang Klinik Sanitasi untuk mendapatkan bimbingan teknis. selanjutnya menuju ruang kerja sanltarian/tenaga kesling untuk melakukan konsultasl masalah-masalah kesehatan lingkungan yang dihadapinya. cara pemecahan masalah. Selanjutnya pasien dan keluarga mengambil obat. (Depkes RI. maka yang bersangkutan dirujuk ke ruang klinik sanitasi. evaluasi dan perencanaan Klinik Sanitasi dalam Mini Lokakarya Puskesmas yang melibatkan seluruh penanggung jawab kegiatan dan dilaksanakan satu bulan sekali. Di ruang Klinik Sanitasi. sanitarian/tenaga kesling akan melakukan wawancara dan konseling yang hasilnya ditulis dalam Kartu Status Kesehatan Lingkungan. Kegiatan lain di dalam gedung yang pertu dilakukan adalah membahas segala permasalahan.

reigjister yang telah diisi saat kunjungan pasien ke Klinik Sanitasi sebelumnya. Kegiatan luar gedung Ini adalah kunjungan rumah atau lokasi sebagai rencana tindak lanjut kunjungan pasien atau klien ke Klinik di Puskesmas. untuk melakukan kontrol atas penyakit yang telah diobati tersebut (semacam kegiatan PSN (Pemberantasan Sarang Nyamuk)). kelompok pemakai sarana. Sangat diharapkan kelak jika timbul masalah yang lebih kurang sama. karena saat kunjungan sanitarian telah mempunyai data pasti adanya sarana sanitasi dan lingkungan bermasalah yang perlu diperiksa dan faktor-faktor perilaku yang berperan besar dalam terjadi penyakit atau masalah tersebut. LSM (Lembaga Swadaya Masyarakat). Ketua Pokmair. Sebenamya kunjungan ini merupakan kegiatan rutin yang lebih dipertajam sasarannya. Selain itu Sanitarian juga mengajak kader klinik. Perlu pula dikoordinasikan melalui Camat dengan kegiatan instansi dan sektor lain yang mempunya kegiatan di desa dimana program Klinik Sanitasi diterapkan.Adalah kegiatan upaya kesehatan lingkungan yang dilakukan di luar lingkungan gedung puskesmas. Maksudnya agar masyarakat turut berperan aktif memecahkan masalah kesehatan yang timbul di lingkungan mereka sendiri. Perangkat Desa. Sanitarian membawa kartu status kesehatan lingkungan. . tokoh masyarakat. mereka mampu menanganinya sendiri. ibu PKK (Pendidikan Kesehatan Keluarga). Baik Sanitarian maupun petugas kesehatan lain yang mendampinginya dapat mamberikan penyuluhan kepada pasien dan atau keluarganya serta tetangga-tetangga pasien tersebut. Sanitarian sedapat mungkin mengikut sertakan Perawat dan Puskesmas Pembantu atau Bidan setempat. Bidan Desa. Dalam kunjungannya.

Apabila dibutuhkan suatu perbaikan atau pembangunan sarana sanitasi dasar dengan biaya besar. seperti pembangunan sistim perpipaan. (Depkes RI. sesuai hasil wawancara pasien/klien dengan sanitarian pada waktu di Puskesmas. yang kurang terjangkau oleh masyarakat setempat. koperasi. Sanitarian sebagai koordinator petugas Puskesmas yang berkompeten terhadap masalah kesehatan lingkungan dapat melaksanakan kegiatan Klinik Sanitasi sesuai dengan konsep dasar yang ada. Sanitarian akan mengusulkan kegiatan terebut kepada instansi terkait (misalnya : Kantor Cabang PU (Pekerjaan Umum) Kecamatan. II (Kota Jambi). Menurut Kangdarma (2009) Kegiatan di luar gedung ini adalah kunjungan rumah atau lokasi sebagai tindak lanjut kunjungan pasien dan klien ke Puskesmas (Klinik Sanitasi). Dinas PU Kabupaten). karena kurangnya pengetahuan dan keterampilan Petugas Puskesmas terhadap . II untuk mengkoordinaskan dengan instansi atau sektor terkait di Tk. maka Puskesmas dapat meminta bantuan Dinas Kesehatan Dati. Bila diperlukan bantuan sektor di Tk. Disamping itu. Hal ini disebabkan kurangnya sosialisasi dan tidak adanya koordinasi yang baik antar semua Petugas Puskesmas. Kenyataan kegiatan ini belum bisa jalan sebagaimana yang diharapkan. 2002:4). Kegiatan Klinik Sanitasi di Puskesmas menurut Munir pada dasarnya sebagai usaha pemerintah diharapkan dapat menurunkan insiden penyakit yang berbasis lingkungan. dsb). Pertu diingat bahwa kegiatan bantuan tersebut seharusnya berupa stimulan dan masyarakat harus dimotivasi untuk berswadaya sehingga menjadi bangunan sarana sanitasi dasar yang lengkap. Kunjungan ini sebenarnya merupakan kegiatan rutin yang lebih dipertajam sasarannya.Instansi dan sektor tersebut adalah instansi yang mempunyai kegiatan yang dapat menunjang pemberdayaan masyarakat di desa klinik Sanitasi (misalnya : sektor pertanian dan peternakan. II.

1 Alur Klinik Sanitasi PUSKESMAS Penderita L O K E T Poliklinik Apotik Pulang D A L A M G E D U N G L U A R G E D U N G Klien Ptg. Salah satu alternatif mengatasi masalah tentang pengetahuan dan keterampilan Petugas Puskesmas adalah pelatihan partisipatif dengan menggunakan multi metode ( dinamika kelompok. Gambar 2. curah pendapat. Klinik Sanitasi Lokakarya Mini Puskesmas Informasi ke aparat Desa atau Masyarakat • Kadus • Toma • Kader kesling Koordinasi lintas program atau sector • Pustu • Bides • PU • Pertanian .Program Klinik Sanitasi. diskusi dan demonstrasi ).

Meningkatnya pengetahuan dan kesadaran masyarakat (pasien dan klien serta masyarakat disekitarnya) akan pentingnya lingkungan dan perilaku hidup bersih dan sehat. b.Keterangan : Alur Penderita Alur Klien Alur Petugas Umpan Balik Kunjungan Rumah.2.1. Umum : Meningkatnya derajat kesehatan masyarakat melalui upaya preventtf dan kuratif yang dilakukan secara terpadu.3. . Tempat Kerja. Masyarakat mampu memecahkan masalah kesehatan yang berhubungan dengan kesehatan lingkungan. TTU. Khusus a. Transportasi Rekomendasi & implementasi perbaikan Lingkungan dan Prilaku Pemantauan dan Penilaian Sumber : DEPKES RI 2007 : 5 2. Tujuan Klnik Sanitasi 2. TP2M. Lingkungan.3. 2.3. terarah dan terut menerus.

1999:6). TB-Paru. Lingkungan penyebab masalah bagi penderita atau klien dan masyarakat sekitanya. Ruang Lingkup Ruang lingkup kegiatan kllnik sanitasi dalam Depkes RI (1999:6). demam Berdarah dan Malaria. 2.6. Pengamanan pestisida dalam rangka pencegahan keracunan pestisida. Penyehatan lingkungan kerja dalam rangka pencegahan penyakit yang berhubungan dengan pekerjaan dari akibat kerja. Masyarakat umum (klien) yang mempunyai masalah kesehatan lingkungan. (Depkes RI .4. d. (Depkes RI. yang datang ke puskesmas. Sasaran dari klinik sanitasi adalah: Penderita atau klien yang menderita dan mengeluhkan masalah yang berhubungan dengan masalah kesehatan lingkungan yang ada di wilayah kerja Puskesmas. 1999:5). 2. Penyehatan lingkungan perumahan dalam rangka pencegahan penyakit ISPA. kecatingan dan penyakit kulit. d.mencakup berbagai upaya leliputi antara lain : a. Sasaran. Strategi Operasioanal . e.c. Terdaptanya keterpaduan antar program . Penyehatan makanan dan minuman dalam rangka pencegahan penyakit saluran pencemaan dan keracunan makanan. 2. c.5.program kesehatan dan antar sektor terkait yang dilaksanakan dl Puskesmas. b. jamban dalam rangka pencegahan penyakit diare. Meningkatnya kewaspadaan dinl terhadap penyakit-penyakit berbasis lingkungan melalui Pemantauan Wilayah setempat (PWS) secara terpadu (PWS terhadap lingkungan dan penyakit). Penyediaan dan penyehatan air bersih. dengan pendekatan penanganan secara hokstik temadap penyakit-penyakit berbasis lingkungan.

Menurut Depkes RI (1999) untuk melaksanakan kegiatan klinik sanitasi diperlukan tenaga sebagai berikut : . (Depkes RI.5.7. 2.6. Menumbuh kembangkan peran terta masyarakat melalul kelembagaan yang sudah ada. 2. 2. Sumber Daya 2. Penyuluhan juga dilakukan dengan pemberian contoh dan keteladanan. Baik luas wilayah (jumlah desa) maupun jenis penyakitnya. Oleh sebab itu harus dipahami benar "Peta Masalah Kesehatan" yang berkenaan dengan kesehatan lingkungan.6. Membuat skala prioritas penanganan masalah kesehatan lingkungan dengan mempertimbangkan segala sumber daya yang ada. preventif. LKMD (Lembaga Keamanan Masyarakat Desa).2. Mengutamakan segi penyuluhan. karena sulit untuk menangani semua masalah yang ada dalam waktu yang bersamaan.6. 2. 2. 2.6. bimbingan teknls dan pemberdayaan untuk mendapatkan kemandlrian masyarakat.1. Penajaman masalah kesehatan lingkungan yarjg dihadapi masyarakat dan mengatasi dengan upaya promotif. Tenaga Pelakasana. 1999:7). Sehingga penanganannya menjadi lebih spesifik.3.6.7. kuratif.4. 2.6. dan rehabilitatif secara terpadu. misalnya PKK (Pendidikan Kesehatan Keluarga).6. Mengupayakan dukungan dana dengan meningkatkan swadaya masyarakat termasuk swasta selain dana dari pemerintah. baik antar desa maupun antar dusun.2. Masalah dalam tiap wilayah Puskesmas tidaklah sama.6. LSM (Lembaga Swadaya Masyarakat).7. Dilaksanakan secara terpadu dan bekerjasama dengan lintas program dan lintas sektor diwilayah puskesmas.1.

demonstrasi. pelatihan/perbaikan sarana sanitasi dasar dan penyimpanan peralatan kerja. Tenaga-tenaga tersebut di atas. c. b. Tenaga pendukung adalah tenaga kesehatan lainnya saparti bidan. Peralatan Peralatan klinik sanitasi berupa alat-alat peraga penyuluhan. Tenaga yang telah ditunjuk oleh pimpinan Puskesmas dalam pelaksanaan program. konsultasi.a. c. . Untuk mendukung kegiatan klinik sanitasi di luar Puskesmas diperlukan alat transportasi. d. parawat kesehatan masyarakat. periu mendapat pengetahuan/ orientasi tentang klinik sanitasi. alat pengukuran kualttas lingkungan (air. cetakan sarana air bersih dan jamban keluarga. alat perbaikan sarana ABPL. konseling. Alat peraga dan media penyuluhan.2. Untuk perkembangan selanjutnya bengkel sanitasi dapat berfungsi sebagai pusat pelatihan masyarakat di bidang sanitasi lingkungan. dan udara). 2. petugas gizi dan petugas lainnya. Prasarana dan Sarana Untuk melakukan kegiatan klinik sanitasi sarana dan prasarana yang dibutuhkan menurut Depkes RI (1999) adalah sebagai berikut : a. Tenaga Inti di bidang kesehatan lingkungan adalah sanitarian atau D3 kesehatan lingkungan. tanah. b. Ruangan : Diperlukan ruangan dan atau bengkel sanitasi yang dapat digunakan untuk kegiatan-kegiatan penyuluhan.7. Transportasi.

8 Standar Prosedur Operasional Klinik Sanitasi Standar prosedur operasional klinik sanitasi menurut Depkes (2002:6-7) secara umum meliputi standar operasional didalam gedung (Puskesmas) dan di luar gedung (Lapangan). Penderita Terhadap penderita petugas klinik sanitasi diharuskan melakukan langkahlangkah sebagai berikut : 1. e. poliklinik. 2. 2. 1999:10). sound system. 2. BLN. petugas klinik sanitasi melakukan langkahlangkah kegiatan terhadap penderita atau pasien dan klien. kemitraan dan swadaya masyarakat. Mempelajari kartu status rujukan tentang diagnosis oleh petugas . Formulir Pencatatan dan Pelaporan : Untuk pencatatan. Dalam gedung Di dalam gedung Puskesmas.3. Sumber dana Dana operasional puskesmas APBD I dan APBD II. a.7.8. Menerima kartu rujukan dari petugas poliklinik.Untuk kegiatan penyuluhan dan konseling diperlukan alat peraga maupun media penyuluhan antara lain : maket. dan pendataan diperlukan dalam melakukan kegiatan klinik sanitasi yang disediakan oleh Dinas Kesehatan Kota setempat. dan media elektronik. Dana Klinik Sanitasi di Kota Jambi berasal dari APBD Kota Jambi.1. 2. media cetak. (Depkes RI.

6. Klien Terhadap klien petugas klinik sanitasi diharuskan melakukan langkah-langkah sebagai berikut : 1. jenis kelamin. karaktristik penderita yang meliputi Umur. 4. Membantu menyimpulkan permasalahan lingkungan atau prilaku yang berkaitan dengan kejadian penyakit yang diderita. pekerjaan dan alamat. Menanyakan permasalahan yang diahadapai klien dan mencatat nama. dan prilaku yang diduga berkaitan dengan kejadian penyakit yang mengacu pada buku pedoman tehnis klinik sanitasi untuk Puskesmas dan panduan konseling bagi petugas klinik sanitasi di puskesmas. Melakukan wawancara atau konseling dengan penderita atau keluarganya yang berkaitan dengan kejadian penyakit. Memberikan saran atau tindak lanjut sesuai permasalahan. 5. membuat kesepakatan dengan penderita atau keluarganya tentang jadual kunjungan lapangan. Bila diperlukan. keadaan lingkungan. karaktristik klien yang meliputi Umur. b. serat diagnosis penyakit kebuku register. dan prilaku yang diduga berkaitan dengan kejadian penyakit yang mengacu pada bukupedoman tehnis klinik sanitasi untuk Puskesmas dan panduan konseling bagi petugas klinik sanitasi di Puskesmas. serat diagnosis penyakit kebuku register. keadaan lingkungan. pekerjaan dan alamat. 2.3. 7. jenis kelamin. Melakukan wawancara atau konseling dengan klien atau keluarganya yang berkaitan dengan kejadian penyakit. . Menyalin dan mencatat nama penderita atau keluarganya.

Mempelajari hasil wawancara atau konseling di dalam gedung puskesmas.2. Membantu menyimpulkan permasalahan lingkungan atau prilaku yang berkaitan dengan permasalahan yang ada. 5. lurah.3. Menyiapkan dan membawa berbagai peralatan dan kelengkapan lapangan yang diperlukan seperti formulir kunjungan lapangan. melakuan pemeriksaan dan pengamatan lingkungan serat prilaku dengan mengacu pada buku ‘ pedoman tehnis klinik sanitasi untuk puskesmas’ dan ‘ panduan konseling bagi petugas klinik sanitasi di puskesmas’ sesuai dengan penyakit dan permasalahan yang ada. atau kelurahan (kepala desa. dan alat sesuai dengan jenis penyakitnya. d. petugas klinik sanitasi melakukan kunjungan rumah atau kunjungan lapangan dan diharuskan melakukan langkah-langkah sebagai berikut: a. membuat kesepakatan dengan penderita atau keluarganya tentang jadual kunjungan lapangan ke rumah klien.klien atau keluarganya dengan petugas. Membantu menyimpulkan hasil kunjungan lapangan. Memberikan saran permasalahan masalah yang sederhana. sekertaris. kepala dusun atau ketua RT/RW) dan petugas kesehatan atau bidan desa. c. 2. media penyuluhan. Luar gedung Sesuai dengan jadual yang telah disepakati antara penderita. 4. Bila diperlukan. murah dan mudah untuk dilaksanakan klien. Memberi tahu atau menginformasikan kepada perangkat desa. b.8. . e.

Memberikan saran atau tindak lanjut kepada sasaran (keluarga penderita dan keluarga sekitar). Penurunan angka kejadian penyakit yang menjadi prioritas penanganan seperti Diare. 2002:6-7). perangkat desa atau kelurahan (kepala desa. 2. Malaria. 1999:18).2. b. (Depkes RI. Penyakit Akibat Kerja. Demam Berdarah. a.f.1. 2. a. g. Penyakit Kulit. kader kesehatan lingkungan. Kecacingan. lurah. TB-Paru. informasikan hasil kepada petugas kesehatan di desa atau kelurahan.9.9. Tak Langsung. Saluran Pencernaan dan Keracunan. b. Pelaksanaan klinik saanitasi ini dapat ditunjukan dengan beberapa indikator : 2. serta lintas sektor terkait di tingkat kecamatan intuk dapat di tindak lanjuti secara bersama. ISPA.10 Puskesmas. Meningkatkan kunjungan klien dan menurunkan kunjungan pasien klinik sanitasi. sekertaris.9 Kriteria Keberhasilan. c. kepala dusun atau ketua RT/RW). Terbentuknya kelembagaan di tingkat desa yang aktif dalam melaksanakan kegiatan kesehatan lingkungan secara swadaya dan berkesinambungan. Langsung. Apabila permasalahan menyangkut kelompok keluarga atau kampung. 2. Makin banyaknya pembangunan sarana kesehatan lingkungan dengan swadaya masyarakat. . (Depkes RI. Terciptanya hubungan dan kerjasama yang baik antara lintas program dan lintas sektor diwilayah kerja puskesmas.

Sedangkan dalam Menurut Keputusan Menteri Kesehatan No 128 Th 2004 Tentang Kebijakan Dasar Puskesmas bahwa Puskemas mempunyai fungsi sebagai berikut : a. Menurut Trihono Puskesmas mempunyai 3 pungsi yaitu: a.Pusat kesehatan masyarakat (Puskesmas) di indonesia sudah dikembangkan sejak pembangunan jangka panjang (PJP) yang pertama pada tahun 1971. Menurut Keputusan Menteri Kesehatan No 128 Th2004 Tentang Kebijakan Dasar Puskesmas bahwa Puskesmas adalah unit pelaksana tekhnis Dinas Kesehatan Kab/Kota yang bertanggungjawab menyelenggarakan pembangunan kesehatan di satu atau sebagian wilayah Kecamatan. Menurut Trihono (2005) dalam bukunya yang berjudul manajemen Puskesmas berbasis paradigma sehat dijelaskan bahwa Puskesmas adalah unit pelaksanaan teknis Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota yang bertanggung jawab menyelengarakan pembangunan kesehatan di suatu wilayah kerja. agar terwujud derajad kesehatan yang setinggi tingginya dalam rangka mewujudkan indonesia sehat 2010. kemauan dan kemampuan hidup sehat bagi setiap orang yang bertempat tinggal diwilayah kerja Puskesmas. yakni meningkatkan kesadaran. Pusat penggerak pembangunan berwawasan kesehatan . Pusat pemberdayaan masyarakat c. Pusat pelayanan kesehatan strata pertama. Tujuan pembangunan kesehatan yang diselengarakan oleh Puskesmas menurut Trihono (2005) adalah mendukung tercapainya tujuan pembangunan kesehatan nasional. Pusat pengerak pembangunan berwawasan kesehatan b.

kemauan dan kemampuan melayani diri sendiri dan masyarakat untuk hidup sehat–berperan aktif dalam memperjuangkan kepentingan kesehatan termasuk pembiayaan 2. Pusat pemberdayaan masyarakat Berupaya agar perorangan terutama pemuka masyarakat. menyelenggarakan dan memantau pelaksanaan program kesehatan c. Pelayanan kesehatan masyarakat Program pokok Puskesmas menurut Muninjaya (2004) untuk memberikan pelayanan kesehatan secara menyeluruh (comprehensive health care service) kepada seluruh masyarakat diwilayah kerjanya. Aktif memantau dan melaporkan dampak kesehatan dari penyelenggaraan setiap program pembangunan di wilayah kerjanya 2. keluarga& masyarakat: 1. 1. Pusat pelayanan kesehatan strata pertama Menyelenggarakan pelayanan kesehatan tingkat pertama secara menyeluruh. Memiliki kesadaran.Berupaya menggerakkan lintas sektor dan dunia usaha di wilayah kerjanya agar menyelenggarakan pembangunan yg berwawasan kesehatan 1. terpadu dan berkesinambungana. Kesehatan Ibu dan Anak . Ikut menetapkan. Pelayanan kesehatan perorangan 2. Mengutamakan pemeliharaan kesehatan dan pencegahan penyakit tanpa mengabaikan penyembuhan dan pemulihan b. Puskesmas menjalankan beberapa usaha pokok (basic health care services atau public health esential) yang meliputi program: a.

keluarga dan masyarakat agar berperan aktif dalam menyelenggarakan setiap upaya Puskesmas 2. Kesehatan Gigi Azas Penyelenggaraan Puskesmas Menurut Keputusan Menteri Kesehatan No 128 Th2004 Tentang Kebijakan Dasar Puskesmas adalah: a. Bidan di Desa. Penyuluhan Kesehatan Masyarakat h. Azas pemberdayaan masyarakat Yang termasuk azas pemberdayaan masyarakat adalah : 1. 3. Kesehatan Sekolah Perawatan Kesehatan Masyarakat k. Azas pertanggung jawaban wilayah Yang termasuk azas pertanggung jawaban wilayah adalah : 1. Pengobatan g. Pusk bertanggungjawab meningkatkan derajat kesehatan masyarakat yang bertempat tinggal diwilayah kerjanya 2.b. Puskesmas keliling b. Dilakukan kegiatan dalam gedung dan luar gedung Ditunjang dengan Puskesmas pembantu. Puskesmas harus memberdayakan perorangan. Keluarga Berencana c. Peningkatan Gizi e. Kesehatan Lingkungan f. Kesehatan Jiwa l. Potensi masyarakat perlu di himpun . j. Laboratorium i. Pemberantasan Penyakit Menular d.

bahan pemeriksaan dan ilmu pengetahuan 2. Upaya Promosi Kesehatan : keterpaduan sektor kesehatan dengan Camat. Keterpaduan lintas sektoral 5. Kesehatan Jiwa 4. 1. Gizi. 2. rujukan tenaga serta rujukan operasional Beberapa jaringan pelayanan Puskesmas menurut Muninjaya (2004) dapat paparakan sebagai berikut : a. Upaya Perbaikan Gizi : keterpaduan sektor kesehatan dengan camat. Kesehatan perorangan. dan Kesehatan Jiwa 3.c. Lurah/Kades. pendidikan. Rujukan upaya kesehatan masyarakat. agama d. Keterpaduan lintas program UKS : keterpaduan Promkes. Pengobatan. pendidikan. Azas keterpaduan Azas keterpadua adalah setiap upaya diselenggarakan secara terpadu seperti : 1. PKK 6. Lurah/Kades. koperasi. Promosi kesehatan. Puskesmas : Umumnya ada satu buah di setiap Kecamatan. Posyandu: keterpaduan KIA & KB. Azas rujukan Yang termasuk azas rujukan adalah : 1. rujukan sarana dan logistik. Remaja. rujukan kasus. Rujukan medis atau upaya kesehatan perorangan. pertanian. dunia usaha. agama. P2M. . pertanian. Kesehatan Gigi.

perawat. 1. di wilayah kerja puskesmas Pelayanan medis terpadu oleh dokter. sebagai penunjang pelaksanaan desa/kelurahan SIAGA. 2. 2. 1. pelayanan kesehatan rawat jalan dan rawat inap Puskesmas Non Perawatan. disertai jadwal kunjungan dokter 1. 5. dibagi dua kelompok yakni : 3. Puskesmas Pembantu (Pustu): Biasanya ada satu buah disetiap desa/kelurahan Pelayanan medis sederhana oleh perawat atau bidan. c. Puskesmas Keliling (Puskel) : Kegiatan pelayanan khusus ke luar gedung. Pos Kesehatan Desa (Poskesdes) Pos Kesehatan Kelurahan (Poskeskel) Balai Kesehatan Masyarakat (Bakesra) e. gizi. d. hanya pelayanan kesehatan rawat jalan b. Pondok Bersalin Desa (Polindes) : Pos pelayanan kesehatan ini sebaiknya ada disetiap desa/kelurahan. 4. 4.2. bidan. pengobatan dan penyuluhan. 2. Beberapa pos yang fungsinya sejenis (cuma namanya saja yang berbeda) antara lain: 3. Jenis Puskesmas menurut pelayanan kesehatan medis. Puskesmas Perawatan. Pos Pelayanan Terpadu (Posyandu) : .

d. tokoh masyarakat setempat. Sistem adalah gabungan dari elemen-elemen yang saling berhubungan oleh suatu struktur yang berfungsi sebagai suatu kesatuan organisasi dalam upaya menghasilkan sesuatu yang telah ditetapkan. 2. (Mc Manama) c. Ciri-ciri Sistem menurut Azwar(1996) adalah: . Lumrahnya selalu ada satu atau lebih di setiap RW/Desa/Kelurahan. Sistem adalah kumpulan dari bagian. 2.11 Sistem. RW.bagian yang berhubungan dan membentuk satu kesatuan yang majemuk. Strata pelayanan posyandu atau tingkat aktifitas posyandu. Sistem adalah suatu kesatuan yang utuh dan terpadu dari berbagai elemen yang berhubungan serta saling mempengaruhi yang dengan sadar mempersiapkan untuk mencapaitujuan yang ditetapkan. Posyandu Mandiri 2. Lurah. digolongkan menjadi : Posyandu Pratama. dimana masing-maing bagian bekerja sama secara bebas dan terkait untuk mencapai sasaran kesatuan dalam suatu situasi yang majemuk pula. bersama para kader kesehatan yang telah dibentuk dan ditunjuk.1. Posyandu Purnama. 3.Ciri-ciri Sistem. Posyandu Madya. 2.11.11.1 Pengertian Berikut ini adalah beberapa pebgertian sistem menurut azwar (1996): a.2. Hal ini sangat tergantung kepada peran serta aktif para RT. (Ryans) b. Sistim adalah suatu srtuktur konseptual yang terdiri dari fungsi-fungsi yang saling berhubungan dan bekerja sebagai salah satu unit organik untuk mencapai keluaran yang di inginkan secara efektif dan efisien.

d. Dalam melaksanakan fungsi tersebut. Sekalipun sistem merupakan satu kesatuan yang terpadu. Proses Proses (process) adalah kumpulan bagian atau elemen yang terdapat dalam sistem dan yang berfungsi untuk mengubah masukan menjadi keluaran yang direncanakan. buakn berarti ia tertutup terhadap lingkungan. Sistem terdiri dari beberapa unsur menurut Azwar adalah sebagai berikut: a. 2. b. d. dalam arti terdapat mekanisme pengendalian yang mengarahkannya agar tetap berfungsi sebagi mana yang telah direncanakan. Fungsi yang diperankan oleh masing-masing bagian atau elemen yang membentuk suatu kesatuan tersebut adalah dalam rangka mengubah masukan menjadi keluaran yang direncanakan. Umpan Balik . Keluaran Keluaran (output) adalah kumpulan bagian atau elemen yang dihasilkan dari berlangsungnya proses dalam sistem. dalam arti semuanya berfungsi untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan.3 Unsur Sistem. b.11. Dalam sistem terdapat suatu elemen yang satu sama lain saling berhubungan dan mempengaruhi yang kesemuanya membentuk suatu kesatuan. c. Masukan Masukan(input) adalah kumpulan bagian atau elemen yang terdapat dalam sistem dan yang diperlukan untuk dapat berfungsinya sistem tersebut. c. semuanya bekerja sama secara babas namun terkait.a.

f. Hubungan dari unsur. Lingkungan Lingkungan (environment) adalah dunia diluar sistem yang tidak dikelola oleh sistem tetapi mempunyai pengaruh basar terhadap sistem.unsur sistem LINGKUNGAN MASUKAN PROSES KELUARAN DAMPAK UMPAN BALIK Sumber : Azrul Azwar 1996 : 22 2.Umpan Balik (Feed Back) adalah kumpulan bagian atau elemen yang merupakan keluaran dari sistem dan sekaligus sebagai masukan bagi sistem tersebut. e.12 Kerangka Teori Menurut Azrul Azwar (1996 : 23) sistim kesehatan dipandang sebagai suatu upaya untuk menghasilkan pelayanan kesehatan maka dijelaskan dalam berbagai unsusr antara adalah sebagai berikut : .11. Dampak Dampak (Impact) adalah akibat yang dihasilkan keluaran oleh sistem.unsur sistem dapat dilihat dari bagan dibawah ini: Gambar 2.3 Hubungan unsur.

Masukan (input) adalah perangkat administrasi yakni tenagga. b. d. pengorganisasian. dan metoda atau dikenal pula dengan istilah sumber. Keluaran (output) adalah pelayanan kesehatan yakni yang dimanfaatkan oleh masyarakat.tata cara dan kesanggupan.a. dana. Outcome atau hasil yang didapat seperti peningkatan derajad kesehatan Yang dapat dilihat dalam bagan dibawah ini: Bagan 2. Proses adalah fungsi administrasi. pelaksanaan dan penilaian. yang terpenting ialah perencanaan. sarana.12 Teori Sistim Kesehatan Input Proses Output Outcome Tenaga Dana Sarana Metoda Fungsi manajemen • Perencanaan • Pengorganisasian • Pelaksanaan • Penilaian Pelayanan Kesehatan Peningkata n Derajat Kesehatan Sumber : Azrul Azwar 1996 : 23 . c.