PEMBAHASAN

A. Pengertian Kode etik profesi
Kode; yaitu tanda-tanda atau simbol-simbol yang berupa kata-kata, tulisan atau benda yang disepakati untuk maksud-maksud tertentu, misalnya untuk menjamin suatu berita, keputusan atau suatu kesepakatan suatu organisasi. Kode juga dapat berarti kumpulan peraturan yang sistematis. Kode etik ; yaitu norma atau azas yang diterima oleh suatu kelompok tertentu sebagai landasan tingkah laku sehari-hari di masyarakat maupun di tempat kerja. Jadi Kode etik profesi merupakan sarana untuk membantu para pelaksana sebagai seseorang yang professional agar tidak dapat merusak etika profesi.

MENURUT UU NO. 8 (POKOK-POKOK KEPEGAWAIAN) Kode etik profesi adalah pedoman sikap, tingkah laku dan perbuatan dalam melaksanakan tugas dan dalam kehidupan sehari-hari. Kode etik profesi sebetulnya tidak merupakan hal yang baru. Sudah lama diusahakan untuk mengatur tingkah laku moral suatu kelompok khusus dalam masyarakat melalui ketentuan-ketentuan tertulis yang diharapkan akan dipegang teguh oleh seluruh kelompok itu. Salah satu contoh tertua adalah ; SUMPAH HIPOKRATES, Tiga Ciri Utama Profesi : 1. Sebuah profesi mensyaratkan pelatihan ekstensif sebelum memasuki sebuah profesi; 2. Pelatihan tersebut meliputi komponen intelektual yang signifikan; 3. Tenaga yang terlatih mampu memberikan jasa yang penting kepada masyarakat. Sifat dan orientasi kode etik hendaknya: 1. Singkat; 2. Sederhana; 3. Jelas dan Konsisten;

Masuk Akal. Pengertian Pelanggaran Kode Etik Profesi Kode etik profesi merupakan norma yang ditetapkan dan diterima oleh sekelompok profesi. Kode etik profesi merupakan sarana control sosial bagi masyarakat atas profesi yang bersangkutan. 5. Komprehensif dan Lengkap. 2. Tiga hal pokok yang merupakan fungsi dari kode etik profesi: 1. Praktis dan Dapat Dilaksanakan. Penyebab pelanggaran kode etik profesi : .4. 7. yang mengarahkan atau memberi petunjuk kepada anggotanya bagaimana seharusnya berbuat dan sekaligus menjamin mutu profesi itu dimata masyarakat. Pelanggaran kode etik profesi adalah penyelewengan/ penyimpangan terhadap norma yang ditetapkan dan diterima oleh sekelompok profesi. B. 6. 3. Kode etik profesi memberikan pedoman bagi setiap anggota profesi tentang prinsip profesionalitas yang digariskan. Kode etik profesi mencegah campur tangan pihak diluar organisasi profesi tentang hubungan etika dalam keanggotaan profesi. yang mengarahkan atau memberi petunjuk kepada anggotanya bagaimana seharusnya berbuat dan sekaligus menjamin mutu profesi itu dimata masyarakat. Maksudnya bahwa etika profesi dapat memberikan suatu pengetahuan kepada masyarakat agar juga dapat memahami arti pentingnya suatu profesi. sehingga memungkinkan pengontrolan terhadap para pelaksana dilapangan kerja (kalangan sosial). Dapat Diterima. Arti tersebut dapat dijelaskan bahwa para pelaksana profesi pada suatu instansi atau perusahaan yang lain tidak boleh mencampuri pelaksanaan profesi di lain instansi atau perusahaan. Positif dalam Formulasinya. pelaksana profesi Mampu mengetahui suatu hal yang boleh dia lakukan dan yang tidak boleh dilakukan. Maksudnya bahwa dengan kode etik profesi. dan 8.

karena buruknya pelayanan sosialisasi dari pihak profesi sendiri 4. Sementara Temasek dinilai telah melakukan monopoli bisnis telekomunikasi di Indonesia oleh Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU). Bahkan. sehingga Time harus membayar ganti rugi moril sebesar Rp 3 triliun kepada Pak Harto. Pun. Mahkamah Agung akhirnya memutuskan tulisan Time tentang kekayaan keluarga Pak Harto tidak benar. Begitu pula ketika berbicara soal korupsi. Apalagi untuk dunia hukum di Indonesia. Todung Mulya Lubis memiliki trademark tersendiri. Untuk kasus pertama. Todung sering berbicara blak-blakan. sebagai pengacara Todung mendapat banyak kepercayaan dari sejumlah korporasi ternama. Majelis Kehormatan Perhimpunan Advokat Indonesia (Peradi) DKI Jakarta menjatuhkan hukuman dengan mencabut ijin kepengacaraan Todung seumur hidup. perusahaan telekomunikasi ternama Temasek dari Singapura mempercayakan Todung sebagai kuasa hukumnya di Indonesia. rendahnya pengetahuan masyarakat mengenai substansi kode etik profesi. Kabar terakhir. belum terbentuknya kultur dan kesadaran dari para pengemban profesi untuk menjaga martabat luhur profesinya 5. Analisis hukum yang sering dilontarkannya seringkali tajam dan kritis. Yang tidak kalah penting. Todung dinilai telah melanggar etika sebagai pengacara dalam perseteruan Sugar Group melawan Salim Group. Contoh Kasus Pelanggaran Kode Etik Profesi Nama Todung Mulya Lubis tentu tidak asing lagi bagi banyak masyarakat. tidak adanya kesadaran etis da moralitas diantara para pengemban profesi untuk menjaga martabat luhur profesinya C. organisasi profesi tidak di lengkapi dengan sarana dan mekanisme bagi masyarakat untuk menyampaikan keluhan 3. Pada saat Majalah Time menghadapi gugatan dari mantan Presiden Soeharto. tidak berjalannya kontrol dan pengawasan dri masyarakat 2. Todung menjadi bagian penting dalam kampanye penegakkan Hak Asasi Manusia di Indonesia. Sebagai ketua Masyarakat Transparansi Indonesia (MTI). Todung termasuk tokoh yang mengkritik keras adanya monopoli dan oligopoli yang dilakukan oleh para konglomerat di Indonesia. Todung menjadi pengacara yang dipercaya untuk menghadapi gugatan tersebut. .1.

Kita masih menunggu bagaimana akhir kisah Todung Mulya Lubis ini. sebagai pengacara Todung disebut “plin-plan” dan “hanya mengejar uang. Pastilah masing-masing pihak. Todung menjadi pengacara untuk Sugar Group. Sehingga. Kita pun tidak boleh bersikap diskrimatif dan tebang pilih dalam menegakkan hukum di Indonesia. selayaknya para pelanggar sumpah dan kode etik itu harus diseret ke pengadilan. yang setuju dan tidak setuju. Kita harus mengakhiri praktik-praktik curang dan penuh manipulatif dari sebagian elite masyarakat. Kode etik untuk sebuah profesi adalah sumpah jabatan yang juga diucapkan oleh para pejabat Negara. tidak ada toleransi terhadap siapa pun yang melanggarnya. namun tahun 2006 Todung menjadi pengacara Salim Group. Selain itu. Menarik lebih luas mengenai pelanggaran kode etik di Indonesia. kalau Indonesia ingin menjadi sebuah Negara dan Bangsa yang bermartabat RUMUSAN MASALAH . dibutuhkan sanksi keras terhadap pelanggar sumpah dan kode etik profesi. memiliki argumentasi berdasarkan kaidah-kaidah perundangan dan kode etik yang berlaku. Artinya. Profesi apa pun sesungguhnya tidak memiliki kekebalan di bidang hukum. Todung tentu saja tengah bersiap-siap melakuikan perlawanan. barangkali kasus Todung hanyalah satu dari sekian banyak kasus serupa. apabila memenuhi unsur adanya tindakan pidana atau perdata. Benar adanya. Penyalahgunaan profesi dengan berlindung di balik kode etik profesi harus diberantas.Kita memang harus memiliki keberanian untuk lebih bersikap tegas terhadap penyalahgunaan profesi di bidang apa pun. Beberapa pengacara senior pun ada yang membela Todung— dengan mengatakan agar keputusan Peradi DKI Jakarta mencabut ijin kepengacaraan Todung Mulya Lubis seumur hidup.” Benarkah? Keputusan Peradi DKI Jakarta memang belum final. Kode etik dan sumpah jabatan harus ditegakkan dengan sungguh-sungguh. Bahkan. diabaikan. Todung juga pernah menjadi auditor BPPN untuk menangani Salim Group.Pada tahun 2002. Kode etik dan sumpah adalah janji yang harus dipegang teguh. Ini penting dilakukan. senang dan tidak senang.

Contoh Kode Etik Profesi KATA PENGANTAR . dan apakah etika profesi itu ? Kata etik (atau etika) berasal dari kata ethos (bahasa Yunani) yang berarti karakter.Apakah etika. Sebagai suatu subyek. etika akan berkaitan dengan konsep yang dimilki oleh individu ataupun kelompok untuk menilai apakah tindakan-tindakan yang telah dikerjakannya itu salah atau benar. Pengertian kode etik profesi 2. Kita sebagai engineer khususnya. Mempelajari kode etik profesi dilatarbelakangi oleh semakin maraknya pelanggaran – pelanggaran yang telah dilakukan baik oleh perseorangan atau kelompok. buruk atau baik. watak kesusilaan atau adat. Pengertian Pelanggaran Kode Etik Profesi 3. Contoh Kasus Pelanggaran Kode Etik Profesi 4. harus mengetahui kode etik keprofesian kita. Rumusan masalah yang akan kami bahas dalam makalah kami mencakup : 1.

Terima kasih. Sebagian besar sumber-sumber makalah ini kami dapat dari jejaring situs internet. kode etik profesi.Puji syukur kita panjatkan kehadirat Allah SWT yang telah memberikan segala nikmat-Nya sehingga kami dapat menyelesaikan makalah ini. Makalah ini berjudul “KODE ETIK PROFESI” yang berisikan pengertian. Cilegon. Kami memohon kritik dan saran apabila masih terdapat kesalahan dan kekurangan dalam pembuatan makalah ini. Maret 2010 Penulis KODE ETIK PROFESI . pelanggaran kode etik profesi dan contoh pelanggaran kode etik profesi.

Disusun Oleh : o o o o o o o o o o o o o M. Contoh Kode Etik Profesi Kode Etik Jurnilistik Menurut Aliansi Jurnalistik Independen (AJI) • . Ganesha Nurul Zannah Rizky Akbar Utami W Ade S Azhar HF Bening NHK Harisma N Imam FPMS Indah PK M Febri Edliansyah M Luthfi Nurhasanudin JURUSAN TEKNIK METALURGI FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS SULTAN AGENG TIRTAYASA CILEGON – BANTEN 2010 D.

kecuali hal-hal itu bisa merugikan masyarakat. Jurnalis tidak menyajikan berita dengan mengumbar kecabulan. 11. off the record. Jurnalis menghormati hak nara sumber untuk memberi informasi latar belakang. kekejaman kekerasan fisik dan seksual. dan pelaku tindak pidana di bawah umur. 8. cacat/sakit jasmani. 13. sikap merendahkan.1. Jurnalis menghormati hak masyarakat untuk memperoleh informasi yang benar. 3. Jurnalis hanya melaporkan fakta dan pendapat yang jelas sumbernya. Jurnalis menggunakan cara-cara yang etis untuk memperoleh berita. Jurnalis segera meralat setiap pemberitaan yang diketahuinya tidak akurat. dalam masalah suku. 6. 10. . 4. politik. 5. 2. foto dan dokumen. 7. ras. Jurnalis tidak menyembunyikan informasi penting yang perlu diketahui masyarakat. Jurnalis memberi tempat bagi pihak yang kurang memiliki daya dan kesempatan untuk menyuarakan pendapatnya. Jurnalis tidak memanfaatkan posisi dan informasi yang dimilikinya untuk mencari keuntungan pribadi. Jurnalis menghindari kebencian. Jurnalis menghormati privasi. identitas korban kejahatan seksual. prasangka. bangsa. Jurnalis menjaga kerahasiaan sumber informasi konfidensial. diskriminasi. cacat/sakit mental atau latar belakang sosial lainnya. dan embargo. 12. 9. Jurnalis senantiasa mempertahankan prinsip-prinsip kebebasan dan keberimbangan dalam peliputan dan pemberitaan serta kritik dan komentar.

Catatan: yang dimaksud dengan sogokan adalah semua bentuk pemberian berupa uang. 18. 15. 16. Kasus-kasus yang berhubungan dengan kode etik akan diselesaikan oleh Majelis Kode Etik. Jurnalis menghindari setiap campur tangan pihak-pihak lain yang menghambat pelaksanaan prinsip-prinsip di atas. 17. dapat mempengaruhi jurnalis dalam membuat kerja jurnalistik.14. yang secara langsung atau tidak langsung.4/04/2002 tentang penerapan kode etik kedokteran Indonesia KEWAJIBAN UMUM . Jurnalis tidak dibenarkan menjiplak. 221 /pb/a. Jurnalis tidak dibenarkan menerima sogokan. • Kode Etik Kedokteran berdasarkan surat keputusan pengurus besar ikatan dokter indonesia no. Jurnalis menghindari fitnah dan pencemaran nama baik. barang dan atau fasilitas lain.

Pasal 7 Seorang dokter hanya memberi surat keterangan dan pendapat yang telah diperiksa sendiri kebenarannya. menghayati dan mengamalkan sumpah dokter. Pasal 7a . Pasal 2 Seorang dokter harus senantiasa berupaya melaksanakan profesinya sesuai dengan standar profesi yang tertinggi.Pasal 1 Setiap dokter harus menjunjung tinggi. Pasal 6 Setiap dokter harus senantiasa berhati-hati dalam mengumumkan dan menerapkan setiap penemuan teknik atau pengobatan baru yang belum diuji kebenarannya dan hal-hal yang dapat menimbulkan keresahan masyarakat. Pasal 3 Dalam melakukan pekerjaan kedokterannya. Pasal 4 Setiap dokter harus menghindarkan diri dari perbuatan yang bersifat memuji diri. seorang dokter tidak boleh dipengaruhi oleh sesuatu yang mengakibatkan hilangnya kebebasan dan kemandirian profesi. Pasal 5 Tiap perbuatan atau nasehat yang mungkin melemahkan daya tahan psikis maupun fisik hanya diberikan untuk kepentingan dan kebaikan pasien. setelah memperoleh persetujuan pasien.

memberikan pelayanan medis yang kompeten dengan kebebasan teknis dan moral sepenuhnya. hak-hak sejawatnya. KEWAJIBAN DOKTER TERHADAP PASIEN Pasal 10 Setiap dokter wajib bersikap tulus ikhlas dan mempergunakan segala ilmu dan ketrampilannya . dalam setiap praktik medisnya. serta berusaha menjadi pendidik dan pengabdi masyarakat yang sebenar-benarnya. preventif. Pasal 8 Dalam melakukan pekerjaannya seorang dokter harus memperhatikan kepentingan masyarakat dan memperhatikan semua aspek pelayanan kesehatan yang menyeluruh (promotif. dalam menangani pasien Pasal 7c Seorang dokter harus menghormati hak-hak pasien. Pasal 9 Setiap dokter dalam bekerja sama dengan para pejabat di bidang kesehatan dan bidang lainnya serta masyarakat. baik fisik maupun psiko-sosial. kuratif dan rehabilitatif). dan harus menjaga kepercayaan pasien Pasal 7d Setiap dokter harus senantiasa mengingat akan kewajiban melindungi hidup makhluk insani.Seorang dokter harus. disertai rasa kasih sayang (compassion) dan penghormatan atas martabat manusia. dan berupaya untuk mengingatkan sejawatnya yang dia ketahui memiliki kekurangan dalam karakter atau kompetensi. dan hak tenaga kesehatan lainnya. Pasal 7b Seorang dokter harus bersikap jujur dalam berhubungan dengan pasien dan sejawatnya. atau yang melakukan penipuan atau penggelapan. harus saling menghormati.

Pasal 15 Setiap dokter tidak boleh mengambil alih pasien dan teman sejawat.ia wajib menujuk pasien kepada dokten yang mempunyai keahlian dalam penyakit tersebut. KEWAJIBAN DOKTER TERHADAP TEMAN SEJAWAT Pasal 14 Setiap dokter memperlakukan teman sejawatnya sebagaimana ia sendiri ingin diperlakukan. KEWAJIBAN DOKTER TERHADAP DIRI SENDIRI Pasal 16 Setiap dokter harus memelihara kesehatannya. kecuali bila ia yakin ada orang lain bersedia dan mampu memberikannya. Dalam hal ini ia tidak mampu melakukan suatu pemeriksaan atau pengobatan. Pasal 13 Setiap dokter wajib melakukan pertolongan darurat sebagai suatu tugas perikemanusiaan. Pasal 12 Setiap dokter wajib merahasiakan segala sesuatu yang diketahuinya tentang seorang pasien. bahkan juga setelah pasien itu meninggal dunia. maka atas persetujuan pasien. supaya dapat bekerja dengan baik.untuk kepentingan pasien. kecuali dengan persetujuan atau berdasarkan prosedur yang etis. Pasal 17 . Pasal 11 Setiap dokter harus memberikan kesempatan kepada pasien agar senantiasa dapat berhubungan dengan keluarga dan penasehatnya dalam beribadat dan atau dalam masalah lainnya.

Setiap dokter harus senantiasa mengikuti perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi kedokteran/kesehatan. .