v

PENGEMBANGAN BUKU T'EKS BAHASA INDONESIA SMP BERDASARKAN PENDEKATAN KONTEKSTUAL
Mulyadi Eko Pumomo, Nurhayati dan Agus Sarifudin"

Abstrak: Buku teks yang baik merupakan salah satu komponen penting dalam kegiatan pembelajaran di sekolah. Kenyataan menunjukkan bahwa buku teks yang benar-benar sesuai dengan Kurikulum 2004 dan sesuai dengan prinsip-prinsip pembelajaran kontekstual belum tersedia, terutama untuk SMP di kota Palembang atau Provinsi Sumatera Selatan. Oleh karen a itu, pengembangan buku teks yang sesuai dengan tuntutan kurikulum dan karakteristik siswa di Palembang dan Sumatera Selatan sangat diperlukan. Penelitian ini bertujuan mengembangkan buku teks yang dapat digunakan oleh siswa dan guru dalam pembeJajaran bahasa Indonesia di kelas 7 SMP. Penelitian menggunakan metode pengembangan dengan langkah-langkah mengkaji kurikulum, melakukan survei terhadap buku teks yang digunakan, dan mengembangkan buku teks sebagai prototipe dengan karakteristik yang dikehendaki, Hasil survei menunjukkan bahwa belum ada buku teks yang sesuai dengan kurikulum 2004 dan karakteristik siswa SMP di Palembang dan Sumsel. Proses pengembangan menghasilkan draf buku teks untuk siswa dan buku panduan untuk guru. Draf buku teks berisi 14 unit pelajaran yang materinya meliputi semua kompetensi dasar dan indikator selama satu tahun. Draf buku panduan guru berisi panduan umum dan panduan khusus untuk setiap unitipelajaran. Buku teks dan buku panduan guru itu pad a tahap selanjutnya akan direview dan dicobakan di sekolah-sekolah. Kata-kata kunci: buku teks SMP, mata pelajaran bahasa Indonesia, kontekstual

Buku teks atau buku pelajaran merupakan salah satu komponen penting dalam pembelajaran. Dengan buku teks yang baik, guru bersama siswa akan lebih mudah mencapai tujuan pembelajaran seperti yang ditetapkan dalam kurikulum. Buku teks juga bisa menjadi sarana untuk meningkatkan motivasi dan minat belaajr siswa karena dalam buku itu dirancang kegiatan belajar yang menantang sekaligus menyenangkan. Buku teks dapat berfungsi sebagai media dan sumber belajar, di samping sebagai sarana pemacu motivasi dan minat. Sebagai media beIajar buku teks berfungsi mengembangkan kompetensi sesuai dengan tuntutan kurikulum. Sebagai sumber belajar, buku teks dapat digunakan sebagai sumber inforrnasi tentang bidang studio Sementara itu, buku teks juga dapat berfungsi untuk meningkatkan minat dan motivasi belajar dan membaca bagi siswa, di samping memacu kreativits siswa. Agar dapat memenuhi fungsi seperti itu, buku teks hams memenuhi kriteria tertentu, Beberapa kriteria penting yang dapat digunakan untuk melihat mutu buku teks adalah kesesuai-annya dengan kurikulum, kesesuaiannya dengan tingkat perkembangan siswa, kesesuaiannyazz

dengan prinsip-prinsip pembelajaran yang mutakhir, dan beragamnya sumber bahan yang digunakan, terutama yang memiliki kedekatan dengan kehidupan siswa. Kondisi di Palembang menunjukkan hal yang bertentangan dengan kondisi ideal mengenai adanya buku teks bahasa Indonesia SMP. Sampai saat ini di Palembang belum ada buku teks yang benar-benar sesuai dengan tuntutan Kurikulum 2004 (Kurikulum Berbasis KompetensilKBK) yang sesuai dengan prinsip pembelajaran kontekstual (Contextual Teaching and LearningICTL). Oleh karena itu, perlu disusun buku teks yang memenuhi tuntutan kurikulum sekaligus sesuai dengan prinsip-prinsip pembelajaran kontekstual. Kurikulum 1994 yang telah diberlakukan sekitar 10 tahun dewasa ini mendapat berbagai tanggapan, pendapat, kritik karen a memiliki kelemahan. Kritikan-kritikan tersebut antara lain adalah (I) materi terlalu sarat, (2) gradasi materi kurang jelas, dan (3) pembelajaran mengarang kurang dilatihkan. Saran terhadap Kurikulum 1994 tersebut adalah bahwa kurikulum harus direvisi. Setidaknya berdasarkan ketiga pertimbangan di ataslah Kurikulum Berbasis Kompe-

*) Mulyadi Eko Purnomo, Nurhayati, dan Agus Sarifudin adalah dosen Program Studi Pend. Bahasa Indonesia FKIP Unsri

22

panjangnya wacana. Sebuah strategi belajar yang tidak mengharuskan siswa menghafal fakta-fakta. Namun. dinyatakan secara eksplisit bahwa pembelajaran BI hendaknya dilakukan secara kontekstual. yaitu strategi belajar yang membantu guru mengaitkan materi pelajaran dengan situasi dunia nyata siswa dan mendorong siswa mengaitkan pengetahuan yang telah dimilikinya dengan penerapannya dalam kehidupan mereka sehari-hari. 2002:]). Dalam Kurikulum SLTP 1994 juga dalam Kurikulum Berbasis Kompetensi (Kurikulum 2004) mata pelajaran BI. dan penilaian autentik. Ada kecenderungan baru dalam teori belajar yang bertumpu pada pandangan konstruktivisme dalam filsafat yang juga diadopsi oleh psikologi. boleh dikatakan KBK akan dapat diimple-mentasikan dengan menggunakan strategi CTL yang di dalamnya sudah menyatu adanya kebermaknaan dan unsur komunikatif. Oleh karena itu. Hal ini sangat sesuai dengan pendekatan CTL yang dewasa ini sedang dipromosikan. 2002: 10). tetapi strategi yang mendorong siswa mengkonstruksikan pengetahuan di benak mereka sen- diri (Nurhadi. pemodelan. dan pendekatan pragmatik! kewacanaan. Dalam pengembangan bahan ajar harus ada rambu-rambu yang jelas sehingga terlihat adanya tingkat kompetensi yang berjenjang dari tingkat rendah ke tingkat yang lebih tinggi. 2002: 10). semuanya telah ada dalam KBK. Kebiasaan berpikir kritis dan bertindak secara konsisten dan terus menerus memungkinkan anak didik untuk menjadi kompeten (Suyanto. Proses . kebermaknaan. dan fungsional. dan nilai-nilai dasar yang direfleksikan dalam kebiasaan berpikir dan bertindak. Untuk menata materi/bahan ajar. suggestopedia. antara kebahasaan dan kesastraan. Dalam pembelajaran bahasa (Indonesia). yaitu konstruktivisme. tema.Purnomo. Dalam pembelajaran. pendekat-an CTL sangat cocok dan menunjang pelaksanaan KBK (Suyanto. menemukan. respons fisik total. dan struktur. masyarakat belajar. serta dikaitkan dengan fungsinya. refleksi. Dalam perkembangannya. KBK berisikan perangkat rencana dan pengaturan tentang kompe-tensi yang hams dicapai siswa. Terdapat beberapa komponen dalam CTL. seperti komunikatif. pendekatan alamiah. pengetahuan. baik dalam berkomunikasi maupun dalam memenuhi keterampilan untuk hidup (lifeskill). dan kegiatan belajar mengajar. komponenkomponen yang harus diperhatikan yaitu jumlah kosa kata. Hal ini sesuai dengan beberapa prinsip metode pengajaran bahasa "mutakhir". Oleh sebab itu. terutama psikologi pendidikan. serta antara keempat kemahiran bahasa sendiri. Pengembangan Buku Teks Bahasa Indonesia 23 tensi (KBK) disusun dan direncanakan akan diberlakukan pada tahun 2004 (Maim. terintegrasi antara kebahasaan dan kemahiran bahasa. Yang dimaksudkan adalah pembelajaran yang dilakukan berdasarkan konteks. Kompetensi dalam KBK merupakan kemampuan. keterampilan. 2002:2). gagasan konstruktivisme itu kemudian dikembangkan menjadi pembelajaran kontekstual (CTL) . Pendekatan kontekstual merupakan konsep belajar yang membantu guru mengaitkan antara materi yang diajarkannya dengan situasi dunia nyata siswa dan mendorong siswa membuat hubungan antara pengetahuan yang dimilikinya dengan penerapannya dalam kehidupan mereka sebagai anggota keluarga dan masyarakat. penilaian. dikembangkan sebuah strategi yang dikenal dengan pernbelajaran kontekstual atau Contextual Teaching and Learning (CTL). diperlukan juga buku teks yang baik dalam arti yang sesuai dengan prinsip-prinsip pembelajaran. untuk dapat terlaksana dengan baik diperlukan praktisi (guru) yang profesional yang dapat menerjemahkan isi kurikulum ke dalam kegiatan di kelas dengan benar. Untuk itu. konstruktivisme dipahami sebagai strategi "mengkonstruk" pengetahuan berdasarkan pengalaman aktual dari lingkungan atau pengalaman dan/atau pengetahuan yang telah dimiliki siswa. Di samping itu. CTL dapat diterapkan untuk meningkatkan proses dan hasil belajar siswa. baik konteks linguistik maupun konteks nonlinguistik. diperlukan sebuah strategi "baru" yang lebih memberdayakan siswa. Guru perlu memahami KBK dan CTL secara mendalam agar dapat menerapkannya dalam berbagai bentuk kegiatan belajar-mengajar (Suyanto. kemudian ceramah menjadi pilihan utama strategi belajar. fungsi bahasa. terintegrasi. Nurhayati dan Agus. bertanya. Kelas masih berfokus pada guru sebagai sumber utama pengetahuan. lsi kompetensi dan fungsi bahasa yang tertera dalam KBK ter-nyata sejalan dengan prinsip-prinsip dalam CTL. 2002: 10). baik yang ada pada rambu-rambu kurikulum maupun prinsip-prinsip cit: Sejauh ini pendidikan kita masih didominasi oleh pandangan akan pengetahuan sebagai perangkat fakta-fakta yang harus dihafal. Dengan demikian.

2002:8). Dalam proses pembeJajaran siswa dilatih membangun sendiri pengetahuan mereka melalui keterlibatan aktif dalam proses belajar mengajar. kelompok atau masyarakat. masyarakat belajar (learning community). PBK dilakukan dengan mengumpulkan kerja siswa (port- . NOMOR J.24 FORUM KEPENDIDIKAN. Pendekatan CTL memiliki tujuh komponen utama yaitu konstruktivisme (constructivism). pembelajaran harus dikemas menjadi proses mengkonstruksi bukan "menerima pengetahuan. di dalam pelatihan ini digunakan ketujuh komponen CTL tersebut di dalam pembelajaran bahasa Indonesia termasuk pembelajaran sastra Indonesia. pemodelan (modelling). 2002:2).' Bagi siswa. 2002: 7--10). menemukan (inquiry). Manusia harus mengkonstruksi pengetahuan itu dan memberi makna melalui penggunaan yaitu pengalaman nyata dalam bentuk berbahasa. mengkonfirmasikan apa yang sudah diketahui dan mengarahkannya kepada aspek yang belum diketahuinya (Suyanto. dan penilaian yang sebenarnya (authentic assessment). Dengan dasar itu. refleksi (rejlection). Nurhadi (2002: 11) menyatakan bahwa esensi dari teori konstruktivis adalah siswa harus menemukan dan mentransformasikan suatu informasi kompleks ke situasi yang lain dan apabila dikehendaki informasi itu menjadi milik mereka sendiri. konsep. 2002: 15). Sementara itu. Prinsip-prinsip di dalam strategi CTL ini telah banyak diterapkan di enain negara bagian di Amerika Serikat. Penilaian dilakukan dengan mengumpulkan kerja siswa berupa tulisan dan tes tertulis serta catatan observasi berupa catatan aktivitas siswa selama proses pembelajaran (Suyanto. pragmatik. Keterampilan menulis berkembang semakin dalam dan kuat apabila diuji dengan pengetahuan baru (learning experiency). Penilaian suatu program pendidikan selalu dilakukan untuk menge-tahui hasil pemerolehan belajar. Pada akhir kegiatan pun guru menyediakan waktu untuk melakukan rejleksi dengan siswa yang realisasinya dapat berupa catatan atau jumal di buku siswa atau hasil karya siswa (Nurhadi. Sebagai salah satu komponen KBK. SEPTEMBER 2006 pembelajaran berlangsung alamiah dalam bentuk kegiatan siswa bekerja dan mengalami bukan transfer pengetahuan dari guru ke siswa(Nurhadi. 2002:2) CTL merupakan perpaduan antara beberapa pendekatan dan praktik pengajaran yang "baik" yang sudah dikenal sebelumnya misalnya konsep Dewey. sasaran. Ciri khas paradigma pembelajaran constructivistic ialah keaktifan dan keterlibatan siswa dalam proses belajar sesuai dengan kemampuan. 2002:1--2). Questioning akan muncul dalam proses pembelajaran pada strategi CTL karena keterampilan berbahasa selalu bermula dad 'bertanya. bertanya (questioning). Di Indonesia dalam upaya meningkatkan mutu siswa SLTP. kegiatan bertanya merupakan bagian penting dalam melaksanakan pembelajaran yang berbasis inquiri yaitu menggali inforrnasi. Dalam prinsip CTL ditekankan hasil belajar dapat diperoleh dari sharing antara ternan. Guru tidak mampu memberikan semua pengetahuan kepada siswa maka siswa harus mengkonstruksikan pengetahuan dibenak mereka sendiri dengan menemukan dan mentransfonnasikan suatu informasi kompleks ke situasi lain yang akan menjadi miliknya sendiri. penilaian berbasis kelas (PBK) merupakan prinsip. 2002: 10).2002:4). dan konstruktivis. dan gaya belajar masing-masing sementara guru sebagai fasilitator yang membantu apabila siswa mengalami kesulitan dalam upaya belajar siswa tersebut (Latief. Selanjutnya siswa diminta melakukan refleksi terhadap apa yang baru dipelajarinya atau diperolehnya. komunikatif. Misalnya penguasaan keterampilan menu lis yang dapat tumbuh berkembang melalui pengalaman. Direktorat Sekolah Lanjutan Tingkat Pertama telah rnenganjurkan guru-guru menggunakan strategi CTL ini (Suyanto. VOLUME26. Oleh sebab itu. atau kaidah yang siap untuk diambil dan diingat. Penilaian dalam strategi CTL ini diarahkan bukan hanya kepada hasil pembelajaran yang berupa nilai atau angka-angka akan tetapi juga kepada proses. Sebuah kelas dikatakan menggunakan CTL jika menerapkan ketujuh komponen tersebut dalam pembelajarannya (Nurhadi. Mengapa? Konstruktivisme dengan landasan bahwa pengetahuan bukanlah seperangkat fakta-fakta. pengetahuan awaI. Ini dapat dilakukan dengan saling belajar dad orang lain (learning community) dengan observasi pemodelan (modelling) dan dengan timbulnya rasa ingin tahu sesuatu (inquiry). Pragmatik dan komuni-katif inilah yang memperkuat kesesuaian pendekatan ini untuk diterapkan dalam pembelajaran bahasa (Suyanto." Prinsip-prinsip CTL ini cocok dengan pembelajaran bahasa. dan pelaksanaan penilaian berkelanjutan (on-going assessment).

Purnomo (2001). dan komunikatif. Persamaannya adalah keduanya samasarna penelitian pengembangan yang meliputi tahap-tahap perancangan. seperti tidak adanya buku paket atau buku teks yang disusun dengan memenuhi prinsip integratif. baik kaidah gramatika. Di samping itu. Di samping ito. sampai sastra. juga terpisah-pisah antara tata bahasa. jurnalisitik. Nurhayati dan Agus. Strategi CTL itu seharusnya "diterjemahkan" ke dalam paket belajar yang siap pakai. bernegosiasi. peneliti ini sebagai anggota tim peneliti mendapatkan hibah dari DCRG tentang pengembangan kebiasaan membaca dan belajar bahasa Inggris pada siswa SMU di Palembang. kinerja (performances. Pada penelitian ini juga akan dihasilkan "Paket Belajar" yang memenuhi prinsip-prinsip pembelajaran kontekstual (CTL). dan adanya keinginan guru untuk segera menyelesaikan materi kurikulum. Dari pernyataan di atas jelaslah bahwa dengan berlakunya KBK serta PBK. serta diberi kesempatan mengakses bahan-bahan itu secara mandiri dari suatu pusat membaca dan belajar yang berisi bahan bacaan yang bervariasi. dan bertoleransi dipandang penting untuk dibinakan kepada generasi mendatang. dan mengevaluasi. yang dapat digunakan oleh siswa. wacana). dan apresiasi sastra walaupun dalam rencana pelajarannya atau satuan pelajarannya dikatakan bahwa guru melaksanakan pendekatan kontekstual. Oleh karena itu. Bidang ini dipilih karena dipandang merupakan sasaran strategis berkaitan dengan pengembangan kemampuan generasi muda anak bangsa yang akan hidup pada periode yang berbeda dengan kurun waktu sekarang ini. Pada penelitian yang sedang diusulkan ini mata pelajaran yang dibina adalah bahasa Indonesia dengan mengikuti kurikulum yang sedang dikembangkan (Kurikulum Berbasis Kompetensi) yang akan berlaku secara nasional pada 2004 mendatang. Paket belajar itu berupa bahan ajar yang berisi uraian materi. Hal ini sesuai dengan hasil survei Nurhayati dan M. baik dalam bahasa Inggris maupun bahasa Indonesia. Penelitian ini merupakan penelitian pengembangan yang bertujuan merancang. Pada tahun 2000/2001. Bahkan. maupun kaidah tata tulis dan aspek teknis lainnya. dad yang "unggul". hasil karya (product). Pada penelitian sebelumnya. perlu dikembangkan pembelajaran BI yang memenuhi prinsip kontekstual (CTL) dalam bentuk "Paket Belajar" yang dapat digunakan oleh siswa dengan atau tanpa guru yang diharapkan dapat meningkatkan kemahiran bahasa siswa dengan tetap memperhatikan kaidah bahasa. latihan. evaluasi.Purnomo. Ada persamaan dan perbedaan antara penelitian itu dan penelitian yang diusulkan ini. penugasan (project).E. tetapi tidak dapat menerapkannya karena beberapa sebab seperti dinyatakan pada butir sebelumnya. Pengembangan Buku Teks Bahasa Indonesia 25 folio). kemahiran bahasa. pendekatan CTL merupakan pendekatan yang sesuai dan sejalan dengan prinsip yang ada di dalamnya. terutama bahan-bahan berbahasa Inggris. Kontribusi penelitian ini lebih banyak diarahkan pada pembangunan nasional. yang terdiri atas 23 orang siswa dari lima SMU negeri. serta merevisi suatu prototipe paket beJajar mata pelajaran bahasa Indonesia untuk kelas 7 SMP. "sedang". Fakta di \apangan menunjukkan bahwa hanya sebagian kecil guru BI yang menerapkan prinsip itu. contoh (teks. baik dengan guru maupun tanpa guru. uji-coba. dapat diterapkan pada mata pelajaran apa saja karena yang dibina adalah kemampuan dan kebiasaan membaca. pada penelitian ini yang menjadi subjek sasaran adalah siswa SLTP dengan "kualitas" yang bervariasi. Pada penelitian itu siswa dilatih membaca berbagai genre teks. dari yang ilmiah. kemampuan bahasa juga dapat di-manfaatkan untuk mengembangkan kemampuan berpikir dan dapat juga dimanfaatkan untuk menguasai mata pelajaran lain mengingat mata pelajaran lain itu juga disampaikan menggunakan bahasa. Guru pada umumnya mengetahui dan memahami prinsip integratif dalam pembelajaran BI. Perbedaan-nya adalah dalam hal mata pelajaran yang dikembangkan dan subjek sasaran (siswa) yang dituju. mencobakan. integratif. petunjuk kegiatan. Subjek sasaran yang diberi pelatihan adalah siswa SMU di Kota Palembang yang berkualifikasi "sedang" atau "rata-rata". kaidah retorika. dan revisi. serta meningkatkan apresiasi dan kreativitas dalam bersastra atau dalam seni bahasa. dan tes tertulis (paper and pen). ada kecenderungan guru mengajarkan Bl terpisah dari konteksnya. yang pada penelitian sebelumnya tidak dihasilkan "paket belajar" seperti ini. sampai yang "lemah". khususnya pembangunan bidang pendidikan dasar. Kemampuan berbahasa yang merupakan bagian dari kemampuan berkomunikasi. . Fakta seperti itu disebabkan oleh beberapa hal. orientasi pad a EBT ANAS/UAN yang soal-soalnya tidak memenuhi prinsip integratif.

deskriptif. ling-kungan.. HASIL DAN PEMBAHASAN Hasil penelitian ini meliputi dua hal. • Mengevaluasi buku paket yang sudah dikembangkan oleh tim di tingkat nasional. dan yang tidak kalah pentingnya. sekolah-sekoIah yang ada dikelompokkan dalam tiga peringkat. koran. SMPN 18. Pemilihan sekolah-sekolah itu didasarkan atas peringkat sekolah itu dilihat dari sarana dan jumlah siswa yang dimiliki. dan sumber bahan yang dibuat oleh guru. • Meriyusun prototipe Paket Belajar dengan spesifikasi tertentu. (2) memenuhi prinsip pernbelajaran kontekstual (CTL). Bahan-bahan itu berisi informasi yang lingkupnya meIiputi daerah (lokal). ilmu pengetahuan. Lokasi penelitian ini adalah Kota Palembang. • MengumpuIkan dan menyeleksi bahan yang meliputi: (a) informasi. (5) dapat digunakan sebagai bahan pelengkap (suplemen) dari buku teks atau buku paket yang resmi. (4) dapat digunakan sebagai sumber belajar. kemasyarakatan. teks. karya siswa atau guru. Sekolah yang lebih tua usianya dengan jumlah guru dan siswa lebih banyak dan sarana pembelajaran yang lebih memadai diasumsikan memiliki variasi dalam penggunaan buku pelajaran (buku teks). kesehatan/kedokteran. (3) dapat digunakan dengan atau tanpa guru. pertanian. meliputi berbagai bidang kehidupan seperti yang dinyatakan dalam temalsubtema pada kurikulum. SMPN 30. tugas (projek). dan SMPN 18. bahan diskusi. dan sebagainya. sedangkan kelompok ketiga diwakili oleh SMPN 30 dan SMPN 35. SMPN 10. Sekolah yang dilibatkan daIam survei itu adalah SMP Negeri (SMPN) 1. kamus. • Melakukan survei terhadap buku paket. nasional. dan (6) dapat digunakan pada semester kedua di kelas I SMP (kelas 7) di Kota Palembang . Kelompok pertama diwakili oleh SMPN 1. Sasaran yang ingin dicapai dalam penelitian ini adalah terciptanya prototipe Paket Belajar dengan spesifikasi sebagai berikut: (l) sesuai dengan Kurikulum Berbasis Kompetensi. guru bahasa Indonesia sekoIah-sekoIah itu hanya digunakan sebagai responden untuk survei penggunaan buku paket atau buku penunjang mata pelajaran bahasa Indonesia. yaitu hasil survei dan proses dan hasil pengembangan prototipepaket belajar. • Menyusun silabus sesuai dengan kurikulum yang berlaku dan kebutuhan siswa dan guru berdasarkan pendekatan kontekstual (CTL). SMP 17. dan (e) evaluasi diri (self assessment).26 FORUM KEPENDJDIKAN. sedangkan proses dan hasil pengembangan prototipe merupakan proses yang dikerjakan untuk merancang dan menghasilkan prototpe itu serta . (b) uraian materi. VOLWvlE 26. Bahan-bahan dikumpulkan dari berbagai sumber seperti buku. Untuk mengembangkan prototipe ini dilakukan kegiatan sebagai berikut. SMPN 17. SEPTEilvlBER 2006 dan evaluasi diri yang dapat digunakan dengan atau tanpa guru. hasil penelitian yang belum diterbitkan. juga sesuai dengan minat siswa seperti teknologi. kemanusiaan. LKS. Data penelitian ini berupa hasil survei tentang buku teks (bahan ajar dalam bentuk lain) yang digunakan oleh guru selama ini dan isi buku teks yang digunakan oIeh guru. agama. Alat pengumpulan data berupa lembar obser-vasi dan daftar cek untuk survei Teknik analisis data: kualitatif. tepatnya beberapa SMP yang ada di Kota Palembang. radio. ekonomi. ensiklopedi. bahan belajar. SMPN 7. televisi. Berdasarkan pertimbangan itu. politik. dan SMPN 35. Pada tahap I penelitian ini. yaitu penelitian yang berusaha merancang dan menciptakan prototipe dengan spesifikasi tertentu. dan per-sentase untuk data yang dijaring dengan lembar observasi dan kuesioner. hukum. jurnal. monograf. budaya. dan bahan self assessment. (c) wacana. (d) bahan latihan. . Prototipe yang dikembangkan itu adalah Paket Belajar Bahasa Indonesia yang spesifikasinya adalah sesuai dengan kurikulum berbasis kompetensi dan sesuai dengan prinsip-prinsip pembelajaran kontekstual (Contextual Teaching and Learning/CTL). seni. dan bahan pelajaran dalam bentuk lain yang selama ini digunakan di sekolah. diskusi. SMPN 16. usia sekolah itu. juga nara sumber setempat. HasiI survei mencakup survei tentang penggunaan bahan ajar oleh guru. petunjuk. kelompok kedua diwakili oleh SMPN 7. moral. METODE PENELITIAN Jenis penelitian ini adalah penelitian pengembangan. SMPN 16. dan internasional. majalah. HAM. dan jumlah guru sekolah itu. bahan latihan. NOi'v/OR t.

yaitu Cerita Rakyat ari Bangka (Sumatera Selatan). Pengentbangan Buku Teks Bahasa Indonesia 27 prototipe paket belajar yang dihasilkan. Graha Pustaka (Jakarta). Dengan membaca buku bacaan ini. LKS adalah bahan ajar yang berupa tugas dan pertanyaan yang harus dikerjakan oleh siswa. dan Angkasa. Bumi Aksara (Jakarta). Bahasa Indonesia yang Benar (Dendy Sugono). yaitu berupa kamus dan buku tata bahasa. Gading Kencana. LKS yang digunakan oleh guru pada umumnya diterbitkan oleh penerbit swasta. LKS berupa bahan Iatihan yang berbentuk format isian. Pustaka Setia. baik oleh penerbit pemerintah maupun swasta. Buku terbitan pemerintah yang digunakan oleh guru sebagai buku wajib adalah buku-buku terbitan Departemen Pendidikan dan Kebudayaan. Penerbit swasta yang bukunya digunakan sebagai buku penunjang adalah Intan Pariwara. Yang ada hanya latihan dan soal-soal. Di smaping itu terdapat satu buku kumpulan cerita rakyat. tercatat 16 juduI bahan bacaan yang digunakan oleh guru dan siswa. seperti Gasing Kencana. buku bacaan ini sangat bermanfaat bagi guru. Buku Praktis Bahasa Indonesia I & II (Pusat Bahasa. misalnya. buku sastra. Banyak variasi buku bacaan yang digunakan oleh guru dan siswa. Buku penunjang yang digunakan oleh guru pada umumnya adalah buku-buku terbitan swasta. Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia yang Disempurnakan (Depdikbud). Buku terbitan swasta yang digunakan adalah buku-buku terbitan Intan Pariwara (Klaten). guru juga membuat atau mengembangkan bahan pembelajaran sendiri. lembar kerja siswa (LKS). bahasa Indonesia baku. ada beberapa buku yang digunakan sebagai bahan bacaan. Yang termasuk bahan yang terakhir ini adalah buku Argumentasi dan Narasi. Dengan mempelajari buku-buku bacaan itu. buku bacaan ini juga ditugaskan kepada siswa untuk dibaca. ada beberapa kategori bahan ajar yang digunakan oleh guru. dan bahan pembelajaran buatan guru. juga buku terbitan Departemen Pendidikan Nasional. Mengenai tata bahasa. Memang bahan pembelajaran buatan guru ini belum banyak variasinya. 5700 Peribahasa Indonesia. Buku bacaan juga digunakan oleh guru. Eksposisi dan Persuasi. buku bacaan. guru akan dapat memberikan penjelasan dengan lebih baik kepada siswa tentang berbagai hal. Buku bacaan ini digunakan oleh guru untuk menambah pengetahuan dan wawasan guru itu sendiri. Buku penun-jang ini digunakan oleh guru untuk memperkaya atau menambah penge-tahuan dan wawasan siswa. Dari survei yang dilakukan hanya tercatat makalah atau paper. Buku wajib yang digunakan oleh guru pada urnumnya adalah buku-buku pelajaran bahasa Indonesia yang telah diterbitkan. LKS. yaitu buku wajib/pokok. Jika dilihat dad isinya. Depdiknas). serta buku lain yang berkaitan dengan pelajaran dan pengajaran bahasa Indonesia. dan Kosakata Bahasa Indonesia (Soedj ito) .Purnomo. Hanya ada satu LKS yang diterbitkan oleh Departemen Pendidikan Nasional. dan suratmenyurat dinas. buku bacaan pada umumnya berupa buku yang berisi teori/kaidah bahasa Indonesia. Buku tentang sastra Indonesia hanya tercatat dua buku yaitu Tanya Jawab Sastra Indonesia dan Sinopsis Fiksi Indonesia. buku penunjang. dan bentuknya pun belum berupa buku atau modul yang lengkap. Hanya ada dua buku yang berasal dari penerbit pemerintah yang digunakan. sedangkan selebaran . dan Widya Duta (Surakarta). kamus. cerita rakyat. seperti Tata Bahasa Indonesia karya Gorys Keraf. dan Model Pembelajaran dan Penilaian Portofolio. Selain buku-buku yang sudah diterbitkan. ada juga yang berupa bukan buku pelajaran. yaitu buku terbitan P&K dan balai Pustaka. Selain buku wajib dan penunjang digunakan juga lembar kerja siswa (LKS). dan PT Mapan (Jakarta). siswa memperoleh inforrnasi dan penjelasan yang lebih luas dan mendalam tentang suatu bahan pelajaran. Pioner Jaya Grasindo. Sekawan (Klaten). Berdasarkan jawaban kuesioner. Makalah yang dibuat guru· adalah tentang pengumuman dan pemberitahuan. Di samping itu. dan selebaran atau handout. Erlangga. Nurhayati dan Aglls. Grafino Media Prama. PT Rosda Karya (Bandung). Tata Bahasa Baku Bahasa Indonesia karya Hasan Alwi dkk. Yang lain diterbitkan oleh penerbit swasta. Memang beberapa jubul buku bacaan itu tercatat juga sebagai buku penunjang. Oleh karen a itu. Mengenai buku referensi sebagai pedoman terdapat buku Kamus· Besar Bahasa Indonesia (Balai Pustaka). Tiga Serangkai. HasH Survei Bahan Ajar yang Digunakan oleh Guru Berdasarkan hasil survei. Buku penunjang ini aa yang berupa buku pelajaran seperti halnya buku paket atau buku wajib/pokok. Pada LKS biasanya tidak ditemukan uraian teori atau penjelasan tentang materi ajar.

tabloid. dan surat. Metro TV. disusul oleh Palernbang Pos dan Transparan. guru-guru berusaha megnernbangkan bahan pembelajaran sendiri yang diambil dari berbagai sumber. Jurnal ilmiah yang digunakan sebagai sumber bahan adalah Pelangi Pendidikan (Jurnal yang memuat hasil penelitian tindakan yang dilakukan oleh para guru di seluruh Indonesia. Sumber bahan itu meliputi beletin. Hal lain yang digali dari survei adalah materi-materi itu digunakan untuk latihan apa. TV7. radio La Nugraha. cerita anak. Dalam latihan meringkas. tabloid. ternyata guru menggunakan berbagai jenis sumber bahan pembelajaran selain yang telah ada pada beberapa buku paket. dan TVRI pada peringkat pertama disusul oleh ANTV. sedangkan monograf juga hanya satu yaitu Statistik Pendidikan Sumsel. pemanfaatan media massa cetak ataupun elektronik merupakan hal yang baik karena hal ini juga dituntut oleh kurikulum. Apabila dilihat frekuensi penggunaannya. Televisi yang banyak dimanfaatkan sebagai sumber bahan adalah RCTI. NOMOR r. SEPT£ilJBER 2()()6 yang dibuat guru adalah tentang surat-menyurat dan tentang begaimana menyimpulkan masalah utama dari beberapa media yang berbeda. ada satu buletin yang digunakan sebagai bahan ajar. yang digunakan adalah koran. menulis. banyak digunakan materi latihan yang diambil dari koran. Tabloid hanya satu yang digunakan yaitu Bola. Koran Sumatera Ekspres dan Sriwijaya Pos merupakan koran yang paling banyak digunakan. Radio yang digunakan sebagai sumber bahan adalah RRI (Pro-I. Latihan mendeskripsikan hanya menggunakart materi lingkungan alam. Koran nasional hanya dua yang digunakan oleh guru yaitu Kompas dan Republika. monograf. Apa yang dapat dicatat dari pemanfaatan sumber-sumber itu sebagai bahan pembelajaran adalah sebagai berikut. Bahan-bahan itu cukup tersedia di media massa. karya sastra. televisi. misalnya untuk materi mendengarkan berita dan mendengarkan wawancara. Dalam latihan men-diskusikan dan memberi komentar. dan bahan rekaman video. ataupun menanggapi pembacaan cerpen. Koran dan televisi merupakan sumber bahan yang paling banyak digunakan oleh guru dalam mengembangkan materi ajar. VOLUME 26. sumber bahan yang paling banyak digunakan secara berturut-turut adalah koran/surat kabar. dan Pro-3). Kedua. dan surat resmi serta surat pribadi. dan menyampaikan pengumuman. Majalah hiburan yang digunakan sebagai sumber materi ajar adalah Gadis. Apabila dilihat sumbernya. untuk latihan menafsirkan. televisi. Koran yang terbit di Palembang merupakan sumber bahan yang banyak digunakan oleh guru. jurnal ilmiah. majalah hiburan. Pro-2. latihan menemukan sebab akibat hanya untuk . Dalam kurikulum 2004 ini memang dinyatakan bahwa guru hendaknya mengembangkan sendiri materi pelajaran menurut kurikulum yang berlaku. dan buletin. guru sudah berusaha mencari berbagai sumber untuk menyusun bahan pembelajaran di kelas karena buku pelajaran yang ada tidak dapat memenuhi tuntutan kurikulum. dan menceritakan kembali. SCTV. televisi. yaitu Suara Guru (buletin yang diterbitkan oleh PGRI Pengurus Pusat). teltvisi. jurnal ilmiah. Kawanku. monograf. diterbitkan oleh Proyek Peningkatan Mutu Pendidikan Menengah) dan Forum Kependidikan (jurnal ilmiah terakreditasi yang memuat artikel bidang pendidikan yang diterbitkan oleh FKlP Unsri). radio. terutama media massa cetak. Kartini. dan TPI. koran. dan juga cerita rakyat. juga VCD pembelajaran yang diperoleh dari penataran CTL.28 FORU/V/ KEPENDfDIKAN. menganalisis. diikuti oleh Fernina. Hal ini disebabkan oleh tidak sesuainya buku yang ada sekarang dengan tuntutan kurkulum yang berlaku. yang meliputi rekaman video berupa cerita Kancil dan Timun Mas. yang antara lain menganjurkan penggunaan bahan yang sudah dikenal dalam lingkungan yang dekat dengan siswa. radio. Ketiga. latihan meresensi hanya menggunakan materi resensi buku. dan Hai. atau mengapresiasi hanya terbatas pada materi kesastraan. Ada juga beberapa kegiatan latihan yang hanya memarifaatkan satu jenis materi latihan. memaknai. dan bahan yang aktual memang lebih menarik bagi siswa. mendiskusikan berbagai issue yang sedang hangat dibicarakan di media massa. Pertama. membacakan. majalah hiburan. karya sastra. Sementara itu. dimanfaatkannya sumbersumber "lokal" menunjukkan bahwa para guru telah cukup memahami prinsip kontekstual dalam pembalajaran. Mengenai hal ini ternyata terdapat berbagai jenis latihan yang menggunakan materi latihan yang bervariasi. Bahan rekaman ternyata cukup banyak juga digunakan. Berdasarkan hasil survei diketahui bahwa ada berbagai sumber yang digunakan untuk mengembangkan dan menyusun bahan. dan Momea (dua radio swasta yang cukup terkenal di Palembang). Oleh karena itu. misalnya. bahan rekaman audio.

Dalam buku itu yang digunakan sebagai contoh puisi adalah teks lagu Ebiet O. Di samping itu. Ade. yaitu kesesuaiannya dengan kurikulum. 2003. bagi buku pelajaran untuk tingkat SMP hal itu perlu ditinjau kembali. Departemen Pendidikan Nasional. Hal ini tidak dipenuhi oleh buku itu karena tidak ada satu pun wacana contoh. apakah itu berita. Mengenai yang pertama pada umumnya terjadi pada kompetensi mendengarkan. Salah satu prinsip pembelajaran kontekstual adalah hendaknya bertolak dari yang sudah diketahui siswa dan dari bahan yang sudah dikenal oleh siswa. Sekolah Lanjutan Tingkat Pertama Kelas I.. Pengembangan Buku Teks Bahasa Indonesia 29 materi surat pembaca. Oleh karena itu. Hasil Evaluasi terhadap Buku Teks yang Ada Evaluasi terhadap buku teks yang ada dan digunakan oleh guru dan siswa di Palembang menggunakan beberapa kriteria. tetapi apabila dilihat dari fungsinya sebagai buku pelajaran untuk siswa kurang sesuai. Ada juga kesalahan dalam membuat contoh untuk bahasa lisan. (2) adanya kegiatan belajar yang tidak efisien. Ketiga. Pertama. prinsip pembelajaran bahasa yang efisien dimasukkan dalam buku itu. Supamo dkk. oleh Prof. seperti pada bagian yang disebutnya sebagai "jendela bahasa". kelemahan ini tidak terhindarkan. buku yang tidak memiliki kesesuaian antara materi dan tuntutan kurikulum. ada beberapa kesalahan konsep pada beberapa aspek. Berdasarkan kriteria itu. Memang teks lagu bisa juga dipandang sebagai puisi. Kedua. I1ustrasi yang berlebihan tampak pada adanya warna-warni pada setiap halaman atau sekelompok halaman dengan warn a yang berbeda sehingga buku itu kelihatan "rarnai". buku itu disediakan bagi siswa untuk bahan belajar mengembangkan kemamuan berbahasa. Adanya pencampuradukan antara petunjuk untuk siswa dan untuk guru mungkin karena penyusun buku tidak memisahkan antara buku untuk siswa dan buku untuk guru. dan latihan mernprosakan hanya untuk materi puisi. malah diisi dengan materi bagaimana menghitung kecepatan membaca. menuIis surat pribadi. Nurltayati dan Agus. karaya sastra. bahasa yang digunakan terasa terlalu resmi utnuk situasi . Adanya kegiatan belajar yang tidak efisien tampak pada banyaknya kegiatan siswa yang ditugaskan. Oleh karen a itu. dan keragaman sumber bahan yang digunakan. Dengan begitu siswa akan membaca teks itu bukan mendengarkan behan yang dilisankan. Penerbit Erlangga dan Bahasa & Sastra Indonesia. kecuali bagi buku untuk SD kelas rendah dan TK/RA Di samping kekurangan itu. buku pelajaran yang apabila dilihat dari kesesuaiannya dengan kurikulum sudah memenuhi kriteria. atau puisi. Yang tergolong kelompok ini adalah buku Belajara Berbahasa Indonesia untuk SMP Kelas VII oleh Frans Asisi Datang dan Aah Hilyati. H. tetapi dari segi pembelajaran kontekstual kurang sesuai karena tidak dikaitkan dengan konteks terdekat siswa. Hal ini tampak pada dua hal. lagu itu terlalu "canggih" bagi siswa. Yang kedua tampak pada kegiatanl kompetensi menciptakan puisi. Kontekstualisasi pada pengalaman terdekat anaklsiswa tampak kurang karena buku ini disusun untuk siswa SMP di seluruh Indonesia.Purnomo. kesuaian penyaj ian materi dengan prinsip-prinsip pembelajaran kontekstual (CTL). beberapa informasi tentang kurikulum. Memang unsur warna dan grafts dapat membuat buku menjadi menarik untuk dibaca. yaitu ketidaksesuaian antara kompetensi yang dituntut oleh kurikulum dan kegiatan mempeJajari materi yang disajikan dan ketidaksesuaian antara materi yang dituntut untuk mencapai kompetensi dan materi yang dijaikan sebagai contoh. seharusnya disjikan puisi anakanak sebagai contoh. dan (3) adanya ilustrasi yang berlebihan. wawancara. Hal ini dapat dilihat dari beberapa hal: (1) adanya pencampuradukan antara petunjuk atau informasi untuk siswa dan informasi untuk guru. Padahal. dan menu lis buku harian. Akan tetapi. Untuk merangsang agar siswa tidak takut membuat puisi. buku teks yang sudah memenuhi hampir semua kriteria itu. Pad a buku itu materi mendengarkan diganti dengan teks bacaan yang disajikan pada buku siswa. Memang hal ini dapat diatasi apabila guru mencari bahan lain yang tidak ada dalam buku kemudiandirekam atau diperdengarkan secara langsung melalui pembacaan. pada kelompok ini terdapat juga kekurangan pada tidak tepenuhinya prinsip kontekstual. apakah itu puisi siswa SO atau puisi siswa SMP yang setingkat atau satu tingkat di atasnya. Pada contoh-contoh itu. kesesuaiannya dengan tingkat perkembangan siswa. hasil evaluasi terhadap buku teks yang ada dapat dikernukakan sebagai berikut. tetapi sebagai contoh puisi untuk anak-anak. misaInya dalam berte1epon. atau teks lainnya yang berkaitan dengan kehidupan siswa di Palembang atau Sumatera Selatan. tetapi tidak berkaitan langsung dengan kompe- tensi yang dibinakan. Dr.

Buku cerita anak 11. Mengkaji kurikulum dimaksudkan untuk menentukan kompetensi apa yang harus dibinakan. Teks berita dan/atau rekaman berita (Audio/ Audio-visual) 2. Teks puisi (menulis kreatif puisi) 9. Teks/bacaan 9. Pantun (menulis pantun) Materi yang akan menjadi topik-topik dalam buku teks itu ditentukan berdasarkan materi pokok yang ada pada kurikulum. Buku harian 2. Pengalaman yang mengesankan 2. kumpulan puisi. dan materi pokok untuk kelas SMP kelas 7. 8. ada tiga kegiatan yang dilakukan. Tabelldiagram 5. Sumbersumber itu adalah buku/kumpulan cerita rakyat. Hasil kajian terhadap kurikulum itu dapat digambarkan sebagai berikut. Materi pokok yang tercantum dalam kurikulum ini akan menjadi panduan untuk mengumpulkan dan menyeleksi bahan. indikator kompetensinya apa. Buku kumpulan dongeng 12. Mengkaji kurikulum dilakukan dengan menganalisis kompetensi dasar.30 FORUM KEPENDfDIKAN. Teks biografi 7. Sebelum draf ditulis. Teks dongeng dan/atau rekaman dongeng (audio/audio-visual) Berbicara: 1. Teks percakapan (naskah drama) 6. Cara bertelepon 4. Anak-anak yang merupakan teman akrab betelepon untuk keperluan bukan dinas rasanya tidak seperti seorang resepsionis kantor menerima telepon dari pelanggan atau klien. Surat resmi (permohonan) 8. 9. Proses dan Hasil Pengembangan Prototipe Proses Pengembangan Dalam proses pengembangan. laporan . Teks hasil wawancara (untuk diubah menjadi naratif atau deskriptif) 7. indikator. Buku cerita anak terjemahan Menulis 1. NOJ'vIOR1. Materi ini juga dikaitkan dengan kompetensi yang meliputi empat kemampuan berbahasa. Teks pengumuman nama-nama pemenang suatu lombalkompetisi 2. VOLUkfE 26. Teks wawancara danlatau rekaman wawancara (Audio/ataudio-visual) 3. dan ada kompetensi bersastra yang juga meliputi empat keterampilan. Teks puisi dan/atau rekaman bacaan puisi (audio/audio-visual) 4. Karangan sendiri/teman (untuk disunting) 5. SEPTEMBER 20()6 itu. Teks bacaan 300--450 kata 4. 7. dan apa meterinya. Pengalaman yang menarik 6. Dari kajian ini diperoleh penjelasan tentang materi apa yang harus ada untuk mencapai suatu kompetensi dengan indikator yang telah ditentukan. MA TERI DALAM KURIKULUM 2004 MATA PELAJARAN BAHASA DAN SASTRA INDONESIA SMP KELAS 7 Mendengarkan: I. lebih dahulu disusun kerangka yang berupa cetak biru buku pelajaran untuk siswa dan buku panduan guru. kemudian menyeleksinya berdasarkan kriteria tertentu. Mengumpulkan dan menyeleksi bahan merupakan tahap berikutnya setelah meninjau mated pokok dalam kurikulum. Mengumpulkan dan menyeleksi bahan dimaksudkan untuk mengumpulkan bahan/materi ajar yang mungkin sesuai dengan kurikulum. dan me-nulis draf paket belajar. Surat pribadi untuk tujuan dan pembaca yang berbeda 3. koran. ada kompetensi berbahasa yang meliputi empat keterampilan itu. membaca dan menulis yang meliputi kompetensi berbahasa dan kompetensi bersastra. majalah. tabloid. Kamus 3. Artikel atauberita dari media massa (cetak dan/atau elektronik) 5.Menulis draf merupakan kegiatan inti yang menghasilkan draf buku pelajaran untuk siswa dan buku panduan untuk guru. Teks pengumuman sesuai dengan konteks 4. Teks pengumuman 3. Isu dari berbagai media cetak 8. Jadi. Teks Puisi 10. yaitu mengkaji kurikulum. mengumpulkan dan menyeleksi bahan. berbicara. yaitu mendengarkan. Data Teks Teks Teks pribadi cerpen dongeng pantun Membaca 1. Bahan-bahan dikumpulkan dari berbagai sumber. buku/kumpulan dongeng. Tokoh idola 6. kumpulan cerpen.

cerpen. selalu disertai dengan langkah-langkah untuk mengerjakannya. kurnpulan peribahasa. Iangkah berikutnya adalah menu lis. Setiap unit terdiri atas butir-butir berikut. Pengembangan Buku Teks Bahasa Indonesia 31 penelitian. Kriteria itu adalah tingkat kesulitan materi dikaitkan dengan tingkat perkembangan siswa. Dalam hal ini guru harus mengernbangkan materi sendiri dengan mengambil materi berita tentang peristiwa yang terjadi waktu itu. menulis tips. biografi. Oi sam ping itu. Dalam menulis uraian diusahakan agar uraian itu sederhana tetapi jelas bagi siswa. langkah berikutnya adalah menu lis draf. Dalam beberapa kompetensi. Satu unit kadang-kadang dimulai dari menulis. radio. Rancangan cetak biru untuk buku siswa ditentukan berdasarkan kompetensi dan indikatornya serta materi pokok dalam kurikulum dan materi terpilih dari hasil seleksi. Dalam cetak biru ini juga ditentukan tema-tema yang menjadi payung dari kegiatan berbahasa dalam setiap unit! pelajaran. untuk tugas membacaimeringkas. Setiap unit terdiri atas dua atau tiga kegiatan/kompetensi. dongeng. mendengarkan. • Uraian singkat tentang suatu kemampuan: apa yang dimaksud dengan kemampuan itu dan apa gunanya dipelajari. kadang-kadang dari membaca. Dalam setiap akhir kutipan selalu dicantumkan sumbernya dan diberi keterangan "dikutip dengan perubahan seperlunya. dan televisi. dipilihlah sejumlah bahan yang sesuai dengan materi yang diperlukan berdasarkan kriteria tertentu. Hal ini didasarkan atas tingkat kesulitan materi itu. kamus. Rancangan cetak biru buku siswa terdiri atas 14 unit!pelajaran. Setelah rancangan isi buku teks disusun. Setiap unit dimulai dengan kegiatan untuk mencapai kompetensi tertentu yang dikaitkan dengan empat keterampilan bahasa itu. dan buku-buku pelajaran/teks bahasa Indonesia yang sudah ada untuk bahan perbandingan. Kadang-kadang dalam tugas itu disertakan juga format isian yang harus diisi agar·tugas itu dapat dikerjakan dengan baik. Demikian juga dengan berbahasa dan bersastra. atau kadang-kadang dibuang beberapa bagian yang tidak diperlukan. di-tuntut pembelajaran yang harus bersifat aktual. dan sebagainya • Latihan di kelas atau di rumah. Dalam menulisi mengutip teks baik untuk contoh maupun untuk tugas diusahakan agar teks itu dipertahankan seperti aslinya (autentik). Misalnya dalam mendengarkan berita dan wawancara. Dari sejumlah bahan yang dikumpulkan itu. buku panduan itu juga berisi tentang bagaimana me- . Di samping tentang melatih dan mengembangkan materi. kadang-kadang dimulai dari kemampuan berbahasa. buku teori sastra. Panduan untuk guru ini berisi petunjuk atau panduan yang harus dilakukan oleh guru dalam melatih siswa mencapai kompetensi juga dalam mengembangkan materi ajar yang merupakan tindak lanjut dari penggunaan buku siswa. Pada tahap ini yang dilakukan adalah menyusun uraian materi. ditentukan lebih dulu rancangan cetak biru buku siswa dan buku guru. artinya harus sesuai dengan kondisi saat itu. Setelah bahan-bahan terkumpul dan terseleksi. yang termasuk bah an untuk penulisan buku ini adalah buku tata bahasa. selebaran/bahan-bahan lepas.PUI"I701ll0. baik individu maupun ke1ompok. dan menulis latihan. kadang-kadang bersastra. atau berbicara. Di samping itu. menulis teksimengutip teks dari berbagai sumber. dan keterkaitan antarmateri itu. Walau pun demikian. Inilah sebenarnya kegiatan inti dari penelitian inL Sebelum menulis draf. juga dikaitkan dengan tema dan kompetensi yang dibinakan. Oleh karena itu. individual atau kelompok. uraian yang bersifat teoretis sedapat mungkin dihindari atau disederhanakan dalam bentuk tips. Untuk keperluan itu. surat. dalam setiap tugas. diharapkan siswa dilatih mendengarkan berita yang materinya memang berita yang sedang hangat saat pembelajaran itu dilakukan. yang jenis kompetensinya tidak sarna dari satu unit ke unit lainnya. kemungkinannya diintegrasikan dalam satu tema. Kompetensi dan materi yang memiliki hubungan secara substansial ataupun prosedural didekatkan penyajiannya dalam buku siswa dan dikelompokkan dalam dalam satu payung tema. Selain buku untuk siswa. Dalam menulis tugas diusahakan agar tugas itu disertai dengan petunjuk melakukannya. beberapa teks yang dipandang terlalu "berat" disesuaikan dengan menggantikan kosakata yang sulit atau struktur kalimat yang berbelit-belit." atau "dikutip dengan sedikit perubahan" untuk menyatakan penyesuaian seperti yang dije1askan di atas. Nurhayoti dan AglIs. dalam penelitian ini disusun jug buku pedoman atau panduan untuk guru. cerita rakyat. • Bagaimana melakukan kegiatan untuk mencapai kemampuan itu: berupa tips praktis bukan teoretis • Contoh berupa 'teks/wacana utuh atau fragmen: koranimajalahitabloid.

SEPTEMBER 20M ngembangkan kornpetensi siswa dengan memperhatikan karakteristik siswa. seperti menyunting. panduan umurn yang berisi kurikulum 2004 dan aspek-aspeknya. yaitu buku siswa dan buku panduan guru. Kedua. Buku petunjukl panduan guru ini juga baru bersifat subsansial. bentuk dan jenis font. Selain aspek substansi. Buku-buku itu semuanya diterbitkan di kota lain di P. guru harus sabar melatih dan tidak menuntut terlalu tinggi lebih dari kemampuan maksimal siswa. Buku teks yang dikembangkan dalam tahap ini baru bersifat substansial. LKS. Bagian kedua berisi -panduan secara khusus unit demi unit. Apabila nanti buku ini akan dicetak oleh penerbit untuk digunakan oleh siswa. Buku panduan untuk guru itu terdiri atas dua bagian. Untuk kornpetensi yang cukup "berat". yaitu buku teks/buku pelajaran untuk siswa dan buku panduan untuk guru. prinsipprinsip urnum dalam pembelajaran bahasa dan sastra. dan latihan yang merupakan subsatansi utama buku ini. Artinya. Ada juga buku teks yang ilustrasi dan tata warnanya terlalu "ramai" sehingga lebih sesuai untuk tingkat SO dan TKIRA. Buku teks itu terdiri atas 14 unit pelajaran yang kisi-kisinya seperti dikemukakan di atas. Di samping itu.hal Saran • Pengembangan bahan ajar oIeh guru hendaknya terus dilakukan sebelum ada buku teks yang benar-benar sesuai dengan kurikulum dan dengan karakteristik pembelajar di kota . Hasil pengembangan buku paket dalam penelitian ini terdiri atas dua buku. Dalarn hal ini banyak sumber bahan yang ternyata dimanfaatkan oleh guru. Buku ini terdiri atas 36 halaman termasuk daftar pustaka. • • • berikut. Buku pedoman guru yang merupakan bagian tak terpisahkan dari buku siswa juga merupakan hasil pengembangan. Berdasarkan hasil survei juga diketahui bahwa buku-buku yang diguna-kan oleh guru pada umumnya tidak memenuhi kriteria kontekstual dilihat dari kedekatannya dengan siswa Palembang atau Sumatera Selatan. Ketiga. Buku pelajaran untuk siswa berisi 14 unit/pelajaran yang digunakan dalam satu tahun atu dua semester. maupun tanpa guru. NOMOR J. Bagian ini berisi sistematika setiap unitlpelajaran buku siswa. yaitu ilustrator dan penata set (setter). Hasil Pengembangan Hasil pengembangan prototipe dalam penelitian ini ada dua macam. cara melatih kompetensi yang dibinakan itu. ada buku teks yang tidak sesuai dengan materi kurikulum. sebenarnya ada juga aspek grafika yang berupa ilustrasi. dan bahanbahan lain yang dapat digunakan untuk mengembangkan materi. Aspek-aspek grafika ini dalam penelitian tahap ini belum dapat dikerjakan dengan baik karena harus melibatkan pihak lain. SIMPULAN DAN SARAN Kesimpulan • Berdasarkan hasil survei diketahui hal. Buku teks itu terdiri atas 105 halaman. teks. VOLUME 26. guru-guru juga menggunakan buku penunjang yang juga diterbitkan oIeh penerbit pemerintah dan swasta yang beredar secara nasional dan terbit di Jakarta dan sekitarnya. Hanya ada makalah.32 FORUiv/ KEPENDIDIKAN. penambahan ilustrasi dan tata letak yang menarik sesuai dengan prinsipprinsip grafika akan dilakukan. menyusun rancangan cetak biru. seperti Jakarta dan Bandung. pada umumnya guru-guru menggunakan buku-buku teks utama terbitan pemeritnah dan swasta yang beredar secara nasional. Kisi-kisinya seperti yang disebutkan pada bagian sebelumnya. dan perkembangan metode pernbelajaran bahasa. Jawa. guru terpaksa mencari bahan sendiri karen a bukubuku yang ada kurang memenuhi tuntutan kurikulum dan konteks lokal. guru tidak banyak membuatlmengembangkan bahan ajar sendiri secara khusus dalam bentuk modul atau buku teks. Pertama. mengumpulkan dan memilih bahan/materi dari berbagai sumber. Proses pengembangan buku teks meliputi kegiatan mengkaji kurikukum. tidak sesuai pilihan teks sebagai contoh. dan ada juga buku teks yang kegiatan belajar yang disarankan tidak berkaitan langsung dengan kompetensi yang dibinakan. dan lembaran-lembaran lepas yang dibuat oleh guru. Keempat. Itu pun hanya oleh beberapa orang guru saja. buku ini baru berisi uraian materi. dan menulis buku teks untuk siswa dan buku panduan untuk guru. Pertama. Buku siswa berupa buku teks atau buku pelajaran yang dapat digunakan baik dengan guru.

E. "Diveloping Learning Habit through Students' Reading Comprehension and Study Skills Improvement. S.. Tahun 21. M. hlm. 172--193. and T." Laporan Penelitian Hibah DCRG. M. DAFTAR RUJUKAN Dardjowidjojo. PELLBA 6. 2001. Mairu. menguji coba. "Kontroversi dalam Pendekatan Komunikatif. Jacobs (Eds. Pendekatan Kontekstual (Contextual Teaching and Learning (CTL)). Ihsan. B. & G. hIm. 2001. "Pembelajaran Bahasa Indonesia secara Kontekstual. Learners and Language Learning. Padang. 79-93. T. Learners and Language Learning. Kaswanti Purwo. 2002. 207-226. 2002." Dalarn Renandya. "Pendekatan PembaIajaran Bahasa Indonesia dan Pengembangan Buku Teks. Jacobs." Makalah Seminar Bahasa dan Sastra Peringatan Bulan Bahasa dan Sastra 2001. Pengembangan Buku 'leks Bahasa indonesia 33 • • Palembang atau Suamtera Selatan." Dalam Renandya. "Pemahaman Guru terhadap Prinsip-Prinsip Kurikulum 1994 dan Pelaksanaannya" Forum Kependidikan. M. M. Dardjowidjojo. Yogyakarta: Kanisius. "Expanding Role Learners and Teachers in Learner-Centered Instruction. S. Ihsan. Berbagai Pendekatan dalam Penga-jaran Bahasa dan Sastra." Makalah Seminar Pembalajaran Bahasa yang Berlandaskan Kurikulum Berbasis . Singapore: SEAMEO Regional Language Centre. 2002. Perlu dikembangkan buku yang sesuai dengan tuntutan kurikulum dan dengan karakteristik siswa di Palembang dan/stu di sumatera Selatan. Terrell. S. C. "Cooperative Learning or Just Grouping the Students: the Difference Make a Difference. dan S. G.E. Dit. 1992." Makalah Seminar Nasional Pengajaran Bahasa dan Sastra Universitas Bung Hatta Padang." DaIam Sumardi (Ed. dan S. Denpasar. dan mempublikasikan rancangan buku teks untuk siswa dan buku panduan untuk guru agar dapat dimanfaatkan oleh masyarakat. Jakarta. 1--15 Agustus 2002. Pengembang-an Model Membaca untuk Meningkatkan Kemampuan Membaca dan Keterampilan Belajar. Dikmenum. Jakarta: Pustaka Sinar Harapan. Kurikulum Berbasis Kompetensi Mata PeIajaran Bahasa dan Sastra Indonesia: Harapan dan Tantangannya." dalam Kaswanti Purwo (Ed. Diem. Oxford: OUP.. hIm. 1998. 2000.D. Purnomo. 1993. Makalah Seminar Pembelajaran Bahasa yang Berlandaskan Kurikulum Berbasis Kompetensi tanggal 2 November 2002 di Palembang. Pumomo.).30-70.).E. 1998. M. D. "Lima Pendekatan Mutakhir dalam Pengajaran Bahasa." dalam Sumardi (Ed.Purn011l0. Nurhadi.E. Larsen-Freeman. Harapan. Departeman Pendidikan dan Kebudayaan. 27 Juni 2000. Kurikulum Pendidikan Dasar GBPP SLTP Mata Pelajaran Bahasa Indonesia. Nomor 1. Indrawati. Indrawati. ' Purnomo.E. Purnomo. W. 1993. M. Departemen Pendidikan Nasional Direktorat Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah Direktorat PLP.E." Makalah Penataran Guru Bahasa Indonesia SMU Sumsel Palembang. 1999." Makalah KLN MLI.).A. Diem. 2001.A.M. 2001. 2002. G. 1992. Palembang.M. D.144--185 Krashen. C.Kompetensi dalam Rangka Kegiatann Bulan Bahasa dan Sastra 2002 dan Purnabakti Dra. Juli 2002. Departemen Pendidikan Nasional. MLI Cabang Universitas Sriwijaya Bekerja Sarna dengan PSPB PPS Unsri. 1983." Makalah Seminar Pendekatan Komunikatif dan Penerapannya. Indralaya. 2001. Jakarta: Pustaka S. hlm. Hj." Jakarta: Dirjen Dikdasmen. Suwarni Nusrato dan .).E.). "Pengajaran Tata Bahasa Indonesia: Pendekatan Pragmatik. 2002.M. Nurhayati dan Agus. hal. "Pendekatan Komunikatif dan Teori Belajar Bahasa. Berbagai Pendekatan dalam Peng-ajaran Bahasa & Sastra. Purnomo. Purnomo. Jacobs (Eds. 39--51 Purnomo. hIm.E. "Kompetensi Komunikatif: Arah bagi Kurikulum Berbasis Kompetensi dalam Pembelajaran Bahasa Indonesia. W. 5 Nov. & . "Bahan Sosialisasi Pengembangan Kurikulum Berbasis Kemampuan Dasar SekoIah Menengah Umum. D. "Wacana dalam Pembelajaran Bahasa Indonesia. 16--1 7 April 1999. Singapore: SEAMEO Regional Language Centre. Peril! kerja sama dengan pemerintah provinsi atau dinas diknas untuk mengembangkan.D. M. Nurhayati dan M.D. Purnomo. The Natural Approach.

. Construcion of Knowledge as the Basis of Foreign Language Learning. "Pengajaran Bahasa Indonesia di Sekolah: Gramatika atau Komunikatif?" Sumardi (Ed. Berbagai Pendekatan dalam Pengajaran Bahasa dan Sastra. Rodgers. Contextual Teaching and Learning (CTL) dalam Pengajaran dan Pembelajaran Bahasa. dan G. 2002. 2002.A. . Cambridge: CUP Ruschoff. Sutari Harifin. Richards. K. NOMOR 1. Oxford: Oxford University Press. Sumardi. E. M. s. Tarone.34 FORUM KEPENDIDIKAN.id/data/Ringkasan.U. 1992." Diakses pada 30 Oktober 2002 dari http://www. Pusat Kurikulum 2002.htm Suyanto.C. VOLUME 26.).puskur. Yule.S. Jakarta: Pustaka Sinar Harapan. K. 1996. 1993. Metodologi Pengajaran Bahasa.uni-ssen. di Medan.KHB. Approaches and Methods in Language Teaching. E. Diakses pada 20 Januari 2003 dari http:// www. 206-218. Makalah Pelatihan Pembela-jaran Kontekstual (CTL) tanggal 25 Okt. and P. 1986. Focus on the Learners: Approaches to Identifying and Meeting the Needs of Second Language Learners. J. 3 Nov. Subyakto-Nababan. S. Palembang. 2 November 2002.d.or. "Kurikulum dan Hasil Belajar. Jakarta: PT Gramedia Pustaka Utama. SEPTEMBER 2006 Dra. M. B. hIm.d/anglistiklconstruction.