KATARAK

Definisi Katarak adalah setiap keadaan kekeruhan pada lensa yang dapat terjadi akibat penambahan cairan di lensa, pemecahan protein lensa, atau kedua-duanya. Katarak merupakan penyebab kebutaan utama yang dapat diobati di dunia pada saat ini. Sebagian besar katarak timbul pada usia tua sebagai akibat pajanan terus menerus terhadap pengaruh lingkungan dan pengaruh lainnya seperti merokok, radiasi ultraviolet, dan peningkatan kadar gula darah. Katarak ini disebut sebagai katarak senilis (katarak terkait usia). Sejumlah kecil berhubungan dengan penyakit mata (glaukoma, ablasi, retinitis pigmentosa, trauma, uveitis, miopia tinggi, pengobatan tetes mata steroid, tumor intraokular) atau penyakit sistemik spesifik (diabetes, galaktosemia, hipokalsemia, steroid atau klorpromazin sistemik, rubela kongenital, distrofi miotonik, dermatitis atopik, sindrom Down, katarak turunan, radiasi sinar X). Pasien dengan katarak mengeluh penglihatan seperti berasap dan tajam penglihatan menurun. Secara umum, penurunan tajam penglihatan berhubungan langsung dengan kepadatan katarak.

Gbr 1 : Perbedaan Penglihatan benda pada mata normal dan mata katarak Epidemiologi Penelitian-penelitian di Amerika Serikat mengidentifikasi adanya katarak pada sekitar 10% orang, dan angka kejadian ini meningkat hingga sekitar 50% untuk mereka yang berusia antara 65 sampai 74 tahun, dan hingga sekitar 70% untuk mereka yang berusia lebih dari 75 tahun. Sperduto dan Hiller menyatakan bahwa katarak ditemukan lebih sering pada wanita dibanding pria. Pada penelitian lain oleh Nishikori dan Yamomoto, rasio pria dan wanita adalah 1:8 dengan dominasi pasien wanita yang berusia lebih dari 65 tahun dan menjalani operasi katarak.

Kejadian komplikasi setelah operasi lebih kecil kalau kapsul bagian belakang utuh. ablasio retina. Gbr 2 :Mata tanpa katarak Gbr 3 : Mata dengan katarak Tata laksana Satu-satunya terapi untuk pasien katarak adalah bedah katarak dimana lensa diangkat dari mata (ekstraksi lensa) dengan prosedur intrakapsular atau ekstrakapsular :    Ekstraksi intrakapsular (ICCE). Tajam penglihatan biasanya akan sangat berkurang. Selain itu dapat pula terjadi pandangan ganda. Pada gejala awal dapat terjadi penglihatan jauh kabur sedangkan penglihatan dekat sedikit membaik dibandingkan sebelumnya (second sight). bagian depan kapsul dipotong dan diangkat.Pemeriksaan Pada pasien katarak. . Apabila diperlukan pembedahan maka pengangkatan lensa akan memperbaiki ketajaman penglihatan pada >90% kasus. lensa dibuang dari mata. Pada tehnik ini. Gejala lain yang dijumpai pada katarak senilis adalah penigkatan rasa silau (glare). Ekstraksi ekstrakapsular (ECCE). Teknik ini kurang efektif pada katarak yang padat. sehingga mempermudah penyembuhan luka pasca-operasi. Pada lensa mata penderita katarak akan tampak bayangan putih. Bila kualitas lensa memburuk atau terjadi kelelahan maka second sight ini akan menghilang. Tehnik ini jarang dilakukan lagi sekarang. Adanya lensa intraokular dan lensa kontak kornea menyebabkan penyesuaian penglihatan setelah operasi katarak menjadi lebih mudah dibandingkan sewaktu hanya tersedia kacamata katarak yang tebal. Sisanya mungkin telah mengalami kerusakan retina atau mengalami penyulit pasca bedah serius misalnya glaukoma. Lensa intraokuler buatan dapat dimasukkan ke dalam kapsul tersebut. atau infeksi yang mengambat pemulihan daya pandang. Katarak biasanya berkembang lambat selama beberapa tahun dan pasien mungkin meninggal sebelum diperlukan pembedahan. Fakofragmentasi dan fakoemulsifikasi. rabun senja dan terkadang membutuhkan cahaya yang lebih terang untuk membaca. Gejala dan Tanda Gejala utama yang dijumpai adalah penglihatan berkabut dan penglihatan yang semakin kabur. Merupakan teknik ekstrakapsular yang menggunakan getaran-getaran ultrasonik untuk mengangkat lensa melalui irisan yang kecil (2-5 mm). dapat dilakukan pemeriksaan tajam penglihatan. sehingga menyisakan kapsul bagian belakang.

Tonometri.GLAUKOMA Definisi Adalah suatu kelainan pada mata yang ditandai oleh meningkatnya tekanan dalam bola mata (Tekanan Intra Okular = TIO) yang disertai pencekungan diskus optikus dan pengecilan lapang pandang. . Aliran Humor Akues Klasifikasi Terdapat beberapa pembagian glaukoma antara lain : 1. Penyakit ini disebabkan: • Bertambahnya produksi humor akueus (cairan mata) oleh badan siliar • Berkurangnya pengeluaran humor akueus (cairan mata) di daerah sudut bilik mata atau di celah pupil. CDR yang perlu diperhatikan jika ternyata melebihi 0. Gonioskopi. glaukoma sudut tertutup (glaukoma akut) Pemeriksaan penunjang untuk menilai glaukoma secara klinis 1. Aliran Humor Akueus (cairan mata) Terdapat 2 rute dalam pengeluaran humor akueus 1. Sudut bilik mata depan merupakan tempat penyaluran keluar humor akueus. 3. sempit atau tertutup ataukah terdapat abnormalitas pada sudut tersebut. Penilaian diskus optikus. 2.5 karena hal itu menunjukkan peningkatan tekanan intraokular yang signifikan. Dengan menggunakan opthalmoskop kita bisa mengukur rasio cekungan-diskus (cup per disc ratio-CDR). Melalui jaringan trabekular Sekitar 90% humor akueus dikeluarkan melalui jalur ini. Dari sini akueus akan disalurkan ke kanal schlemm kemudian berakir di vena episklera. Alat ini berguna untuk menilai tekanan intraokular. Tekanan bola mata normal berkisar antara 10-21 mmHg. glaukoma sudut terbuka (glaukoma kronis) 2. 2. apakah terbuka. Dengan gonioskopi kita berusaha menilai keadaan sudut tersebut. Melalui jaringan uveoskleral Mempertanggung jawaban 10% dari pengeluaran akueus . Gambar 1.

Epidemiologi Terjadi pada 1 dari 1000 orang yang berusia di atas 40 tahun dengan angka kejadian yang bertambah sesuai usia.4. Macam obat yang tersedia dalam bentuk obat minum adalah glycerol dan isosorbide sedangkan dalam bentuk . Lapang pandang glaukoma memang akan berkurang karena peningkatan TIO akan merusakan papil saraf optikus. sering terjadi pada kedua mata. Perbandingan wanita dan pria pada penyakit ini adalah 4:1. Glaukoma Akut Merupakan glaukoma yang terjadi secara tiba-tiba dengan sumbatan aliran humor akueus yang lebih komplit. Pertama diberikan secara intravena (acetazolamide 500mg) kemudian diberikan dalam bentuk obat minum lepas lambat 250mg 2x sehari o Agen hiperosmotik. Hal ini penting dilakukan untuk mendiagnosis dan menindaklanjuti pasien glaukoma. Nama lainnya adalah glaukoma sudut tertutup primer. Gejala Gejala-gejala yang ada antara lain : • Keluhan : o penglihatan kabur mendadak o nyeri hebat o mual o muntah o melihat halo (pelangi disekitar objek) • Pemeriksaan Fisik : o Visus sangat menurun o TIO meninggi o Mata merah o Kornea suram o Bilik mata depan dangkal o Rincian iris tidak tampak o Pupil sedikit memlebar. tidak bereaksi terhadap sinar o Diskus optikus terlihat merah dan bengkak Penatalaksanaan • Terapi medikamentosa Tujuannya adalah menurunkan TIO terutama dengan menggunakan obat sistemik (obat yang mempengaruhi seluruh tubuh) A. Pemeriksaan lapang pandang. obat sistemik o Inhibitor karbonik anhidrase.

Pilokarpin 2% pertama digunakan sebanyak 2x dengan jarak 15 menit kemudian diberikan 4x sehari. levobunolol. Digunakan 2x sehari. Epidemiologi Glaukoma kronis merupakan glaukoma yang tersering. Digunakan untuk membuat saluran dari bilik mata belakang dan depan karena telah terdapat hambatan dalam pengaliran humor akueus. Nama lainnya adalah glaukoma sudut terbuka primer. carteolol. Pria dan wanita mempunyai angka kejadian yang sama dan lebih sering mengenai kulit hitam dibandingkan kulit putih. mengenai sekitar 1 dari 200 seluruh populasi yang berusia lebih dari 40 tahun dan jumlahnya semakin meningkat sesuai dengan usia. Digunakan 4x sehari. . Diberikan sekitar 30-40 menit setelah terapi sistemik. berguna untuk menurunkan TIO. o Trabekulotomi (Bedah drainase).intravena adalah manitol. Obat ini diberikan jika TIO sangat tinggi atau ketika acetazolamide sudah tidak efektif lagi. o Miotikum. o Steroid (prednison). o Untuk gejala tambahan dapat diberikan anti nyeri dan anti muntah. betaxolol. obat tetes mata lokal o Penyekat beta. • Terapi Bedah o Iridektomi perifer. Hal ini hanya dapat dilakukan jika sudut yang tertutup sebanyak 50%. Macam obat yang tersedia adalah timolol. Pilokarpin 1% bisa digunakan sebagai pencegahan pada mata yang lainnya 4x sehari sampai sebelum iridektomi pencegahan dilakukan. Dilakukan jika sudut yang tertutup lebih dari 50% atau gagal dengan iridektomi. dan metipranolol. Glaukoma Kronis Merupakan glaukoma yang terjadi perlahan-lahan dengan ciri-ciri : o Kerusakan seraf optikus glaukomatosa o Kerusakan lapangan pandang glaukomatosa o TIO beberapa kali berulang lebih tinggi dari 21 mmHg o Usia dewasa o Sudut bilik mata depan terbuka dan terkesan normal o Tidak adanya penyebab sekunder lainnya Umumnya terjadi pada kedua mata akan tetapi tidak terdapat kesamaan pada perburukannya. berguna sebagai dekongestan mata. B.

Faktor keturunan juga berperan terjadinya keadaan ini karena TIO. 5. Sudut bilik mata depan terbuka 4. Miotikum (pilocarpine dan carbachol) meski merupakan antiglaukoma yang baik tidak boleh digunakan karena efek sampingnya. cara pengeluaran akueus dan ukuran diskus optikus dipengaruhi oleh genetik. Bahkan jika berlangsung cukup lama pasien akan mengeluhkan kehilangan penglihatan pada salah satu mata sedangkan mata yang lainnya menurun penglihatannya. Selain itu karena TIO yang meningkat pasien juga akan mengeluhkan adanya nyeri pada mata. Hal ini sesuai dengan teori dimana glaukoma kronik dimana umumnya kedua mata akan terkena meski perburukan keduanya tidak sama. Tidak terdapat sebab lain yang dapat menyebabkan glaukoma kronik Penatalaksanaan • Terapi obat-obatan Terapi ini tidak diberikan pada kasus yang sudah lanjut. • Terapi bedah o Trabekuloplasti jika TIO tetap tidak bisa terkontrol dengan pengobatan medikamentosa yang maksimal. . Untuk mencegah efek samping obat diberikan dengan dosis terendah dan frekuensi pemberiannya tidak boleh terlalu sering. dan metipranolol) atau simpatomimetik (adrenalin dan depriverin). o Trabekulotomi (bedah drainase) jika trabekuloplasti gagal. Terapi awal yang diberikan adalah penyekat beta (timolol. levobunolol. Tampak kerusakan nervus optikus glaukomatosa atau terdapat ketidaksamaan pada cekungan pada pemeriksaan rutin. Penurunan lapang pandang 2. 3. atau kontraindikasi dengan trabekuloplasti atau diperlukan TIO yang lebih rendah lagi. Terdapat perbedaan 5 mmHg antara kedua mata perlu dicurigai adanya peningkatan yang abnormal. Gejala klinis Dari keluhan pasien umumnya penglihatannya yang makin menurun. betaxolol. Secara umum risiko terjadinya glaukoma pada saudara kandung sekitar 10% sedangkan pada keturunan sebanyak 4%. Jika pengobatan belum efektif maka dapat dilakukan peningkatan konsentrasi obat. Peningkatan TIO. carteolol. Gejala 1. Perubahan pada diskus optikus. sakit kepala dan perasaan seperti melihat halo (pelangi di sekitar objek) karena pembengkakkan pada kornea. mengganti jenis obat atau menambah dengan obat lain.

peningkatan angka kejadian juga terjadi walupun persentase tiap usia berbeda.KELAINAN REFRAKSI Definisi Kelainan refraksi adalah keadaan bayangan tegas tidak dibentuk pada retina. Bila benda terletak jauh bayangan akan terletak pada retina. Studi nasional Taiwan menemukan prevalensi sebanyak 12% pada usia 6 tahun dan 84 % pada usia 16-18 tahun. . Secara umum. Bila benda tersebut didekatkan maka bayangan akan bergeser ke belakang retina. Ametropia adalah suatu keadaan mata dengan kelainan refraksi sehingga pada mata yang dalam keadaan istirahat memberikan fokus yang tidak terletak pada retina. maka mata akan berakomodasi dengan mencembungkan lensa. 14% antara usia 11-12 tahun dan 25% antara usia 12-17 tahun. Jika berakomodasi. terjadi ketidak seimbangan sistem penglihatan pada mata sehingga menghasilkan bayangan yang kabur. Refleks akomodasi akan bangkit bila mata melihat kabur dan pada waktu melihat dekat. tetapi dapat di depan atau di belakang retina dan tidak terletak pada satu titik fokus. hipermetropia (rabun dekat). daya pembiasan lensa yang mencembung bertambah kuat. Angka kejadian rabun jauh meningkat sesuai dengan pertambahan usia. dan kelainan panjang sumbu bola mata. lensa 1 D mempunyai titik fokus pada jarak 1 meter. Akomodasi Pada keadaan normal cahaya berasal dari jarak tak berhingga atau jauh akan terfokus pada retina. Kekuatan akan meningkat sesuai dengan kebutuhan. hal ini terjadi akibat adanya daya akomodasi lensa yang memfokuskan bayangan pada retina. Etnis Cina memiliki insiden rabun jauh lebih tinggi pada seluruh usia. maka benda pada jarak yang berbeda-beda akan terfokus pada retina. makin dekat benda makin kuat mata harus berakomodasi. Epidemiologi Sekitar 148 juta atau 51% penduduk di Amerika Serikat memakai alat pengkoreksi gangguan refraksi. Jumlah penderita rabun jauh di Amerika Serikat berkisar 3% antara usia 5-7 tahun. Akibat benda ini didekatkan penglihatan menjadi kabur. Angka yang sama juga dijumpai di Singapura dan Jepang. Kelainan refraksi dapat diakibatkan terjadinya kelainan kelengkungan kornea dan lensa. Sinar tidak dibiaskan tepat pada retina. demikian pula bila benda jauh tersebut didekatkan. perubahan indeks bias. 8% antara usia 8-10 tahun. Ametropia dapat ditemukan dalam bentuk kelainan miopia (rabun jauh). dan astigmat. Akomodasi adalah kemampuan lensa di dalam mata untuk mencembung yang terjadi akibat kontraksi otot siliar. Kekuatan akomodasi ditentukan dengan satuan Dioptri (D). Pada etnis tertentu. Akibat akomodasi. dengan penggunaan lensa kontak mencapai 34 juta orang.

Koreksi mata miopia dengan memakai lensa minus/negatif ukuran teringan yang sesuai untuk mengurangi kekuatan daya pembiasan di dalam mata. dan jarang sakit kepala.1 : Mata Miopia Miopia ditentukan dengan ukuran lensa negatif dalam Dioptri. yaitu setiap -1D akan memberikan kesan pengecilan benda 2%. miopia dapat diatasi dengan pembedahan pada kornea antara lain keratotomi radial. seperti yang terjadi pada kelainan bawaan tertentu. Laser Asissted In situ Interlamelar Keratomilieusis (Lasik). Miopia terjadi jika kornea (terlalu cembung) dan lensa (kecembungan kuat) berkekuatan lebih atau bola mata terlalu panjang sehingga titik fokus sinar yang dibiaskan akan terletak di depan retina. Biasanya pengobatan dengan kaca mata dan lensa kontak. Gejala miopia antara lain penglihatan kabur melihat jauh dan hanya jelas pada jarak tertentu/dekat. atau penurunan indeks bias refraktif (hipermetropia refraktif). dan sangat berat (>9D). keratektomi fotorefraktif. berat (6 – 9D).Miopia Miopia disebut rabun jauh karena berkurangnya kemampuan melihat jauh tapi dapat melihat dekat dengan lebih baik. Pada keadaan tertentu. Hipermetropia Hipermetropia adalah keadaan mata yang tidak berakomodasi memfokuskan bayangan di belakang retina. seperti afakia (tidak mempunyai lensa). Pemakaian kaca mata dapat terjadi pengecilan ukuran benda yang dilihat. Hipermetropia terjadi jika kekuatan yang tidak sesuai antara panjang bola mata dan kekuatan pembiasan kornea dan lensa lemah sehingga titik fokus sinar terletak di belakang retina. . Klasifikasi miopia antara lain: ringan (3D). Gbr. Hal ini dapat disebabkan oleh penurunan panjang sumbu bola mata (hipermetropia aksial). gangguan dalam pekerjaan. selalu ingin melihat dengan mendekatkan benda yang dilihat pada mata. sedang (3 – 6D).

kurus. Bila hipermetropia lebih dari + 3. terlalu lebar atau kabur. Mata dengan astigmatisme dapat dibandingkan dengan melihat melalui gelas dengan air yang bening. Variasi kelengkungan kornea atau lensa mencegah sinar terfokus pada satu titik. Pada anak usia 0-3 tahun hipermetropia akan bertambah sedikit yaitu 0-2.00 D dengan usia muda atau 20 tahun masih dapat melihat jauh dan dekat tanpa kaca mata tanpa kesulitan. mata terasa pedas dan tertekan. Keluhan tersebut berupa sakit kepala. Akibatnya penglihatan akan terganggu. Sebagian bayangan akan dapat terfokus pada bagian depan retina sedang sebagian lain sinar difokuskan di belakang retina. Keluhan akan bertambah dengan bertambahnya umur yang diakibatkan melemahnya otot siliar untuk akomodasi dan berkurangnya kekenyalan lensa. Pada perubahan usia. Pada pasien yang banyak membaca atau mempergunakan matanya. namun tidak demikian bila usia sudah 60 tahun. silau. terutama pada usia yang telah lanjut akan memberikan keluhan kelelahan setelah membaca. Kemudian pasien juga mengeluh matanya lelah dan sakit karena terus-menerus harus berakomodasi untuk melihat atau memfokuskan bayangan yang terletak di belakang retina. Pasien muda dengan hipermetropia tidak akan memberikan keluhan karena matanya masih mampu melakukan akomodasi kuat untuk melihat benda dengan jelas. Bayangan yang terlihat dapat menjadi terlalu besar. dan kadang juling atau melihat ganda. Pasien dengan hipermetropia sebaiknya diberikan kaca mata lensa positif terbesar yang masih memberikan tajam penglihatan maksimal. Mata dengan hipermetropia akan memerlukan lensa cembung atau konveks untuk mematahkan sinar lebih kuat kedalam mata.00 D maka penglihatan jauh juga akan terganggu. lensa berangsur-angsur tidak dapat memfokuskan bayangan pada retina sehingga akan lebih terletak di belakangnya. Astigmatisma Astigmata terjadi jika kornea dan lensa mempunyai permukaan yang rata atau tidak rata sehingga tidak memberikan satu fokus titik api. . Pada hipermetropia dirasakan sakit kepala terutama di dahi. Pasien hipermetropia hingga + 2.Gambar 2. Sehingga diperlukan penambahan lensa positif atau konveks dengan bertambahnya usia. Koreksi hipermetropia adalah diberikan koreksi lensa positif maksimal yang memberikan tajam penglihatan normal.00 D. Mata Hipermetropia Pasien dengan hipermetropia mendapat kesukaran untuk melihat dekat akibat sukarnya berakomodasi.

yaitu: +1D untuk 40 tahun. Mata Presbiopia Gejala presbiopia biasanya timbul setelah berusia 40 tahun. Koreksi dengan kaca mata bifokus untuk melihat jauh dan dekat. membaca dengan menjauhkan kertas yang dibaca. berair. Untuk membantu kekurangan daya akomodasi dapat digunakan lensa positif. mengecilkan celah kelopak. bentuk benda yang dilihat berubah. dan lainnya. Usia awal mula terjadinya tergantung kelainan refraksi sebelumnya. kedalaman fokus (ukuran pupil). Presbiopia Presbiopia adalah perkembangan normal yang berhubungan dengan usia. . +2D untuk 50 tahun. Pasien presbiopia diperlukan kaca mata baca atau tambahan untuk membaca dekat dengan kekuatan tertentu sesuai usia. Jarak baca biasanya 33cm. +1. mata dan fisik lelah. Pemeriksaan Refraksi Pemeriksaan refraksi terdiri dari 2 yaitu refraksi subyektif dan refraksi obyektif. kegiatan penglihatan pasien. Refraksi subyektif tergantung respon pasien untuk mendapatkan koreksi refraksi yang memberikan tajam penglihatan terbaik. melihat benda yang bulat menjadi lonjong. Koreksi mata astigmat adalah dengan memakai lensa dengan kedua kekuatan yang berbeda. Presbiopia terjadi akibat penuaan lensa (lensa makin keras sehingga elastisitas berkurang) dan daya kontraksi otot akomodasi berkurang. Astigmat ringan tidak perlu diberi kaca mata. yaitu akomodasi untuk melihat dekat perlahan-lahan berkurang. sakit kepala. melihat ganda dengan satu atau kedua mata. Gambar 3.5D untuk 45 tahun. +2. penglihatan akan kabur untuk jauh ataupun dekat. Gejalanya antara lain setelah membaca akan mengeluh mata lelah.Seseorang dengan astigmat akan memberikan keluhan : melihat jauh kabur sedang melihat dekat lebih baik. dan +3D untuk 60 tahun. gangguan pekerjaan terutama di malam hari. mata tegang dan pegal. sering memerlukan sinar yang lebih terang untuk membaca.5D untuk 55 tahun. Mata sukar berakomodasi karena lensa sukar memfokuskan sinar pada saat melihat dekat. sehingga tambahan +3D adalah lensa positif terkuat yang dapat diberikan. dan sering terasa pedas.

antara lain dengan: o o o o Koreksi penglihatan dengan bantuan kacamata Pemberian tetes mata atropin. Mayoritas retinoskopi menggunakan sistem proyeksi streak yang dikembangkan oleh Copeland. Setelah usia 50 tahun. banyak pengobatan yang dilakukan untuk mencegah atau memperlambat progresi miopia.Gambar 4. . Pada usia 20 – 50 tahun dan mata tidak memperlihatkan kelainan. pemeriksaan mata dilakukan setiap tahun. Idealnya. Pencegahan Selama bertahun-tahun. pemeriksaan kelainan refraksi dilakukan saat akomodasi mata pasien istirahat. maka pemeriksaan mata perlu dilakukan setiap 1 – 2 tahun. Pemeriksaan Mata Refraksi obyektif dilakukan dengan retinoskopi. Penggunaan lensa kontak kaku : memperlambat perburukan rabun dekat pada anak. Retinoskopi dilakukan saat akomodasi pasien relaksasi dan pasien disuruh melihat ke suatu benda pada jarak tertentu yang diperkirakan tidak membutuhkan daya akomodasi. Menurunkan tekanan dalam bola mata. Pemeriksaan mata sebaiknya dimulai pada anak sebelum usia 5 tahun.

kaca mata tidak selalu bersih. lensa kontak juga alat koreksi yang cukup banyak dipergunakan. radikal keratotomi dan Automated Lamelar Keratoplasty (ALK). Air mata ini diperlukan untuk membawa makanan seperti oksigen. cepat mengantuk. Pada lasik yang diangkat adalah bagian tipis dari permukaan kornea yang kemudian jaringan bawahnya dilaser. Keuntungan dibandingkan dengan kaca mata biasa antara lain: 1. Kebutuhan mengkoreksi kelainan refraksi tergantung gejala pasien dan kebutuhan penglihatan. Tajam penglihatan pasien kurang dari normal (6/6). pegal pada bola mata. Warna akan lebih kuat terlihat dengan mata telanjang dibanding dengan kaca mata. Perlekatan longgar ini akan memberikan kesempatan air mata dengan mudah masuk diantara lensa kontak dan kornea. dan C. Lensa ini mempunyai diameter 8-10 mm. sakit pada telinga dan kepala. sedangkan lensa cembung akan memberikan kesan lebih besar. Koreksi kelainan refraksi bertujuan mendapatkan koreksi tajam penglihatan terbaik. Terapi bedah lain yang dapat dilakukan antara lain penanaman lensa buatan di depan lensa mata. Terapi Terapi meliputi edukasi mengenai kelainan refraksi. infeksi kornea. nyaman dipakai karena terapung pada kornea seperti kertas yang terapung pada air. . Agar lensa kontak terapung baik pada permukaan kornea maka permukaan belakang berbentuk sama dengan permukaan kornea. Lensa kontak merupakan lensa tipis yang diletakkan di dataran depan kornea untuk memperbaiki kelainan refraksi dan pengobatan. flat (agak datar) ataupun normal untuk dapat menempel secara longgar sesuai dengan kecembungan kornea. Pembesaran yang terjadi tidak banyak berbeda dibanding bayangan normal 2. pengangkatan lensa. silau. Selain itu dapat pula dilakukan pembedahan. Gejala dan Tanda Penderita kelainan refraksi biasanya datang dengan keluhan sakit kepala terutama di daerah tengkuk atau dahi. mata berair. Lapang pandangan menjadi lebih luas karena tidak banyak terdapat gangguan tepi bingkai pada kaca mata. Pada lasik dapat terjadi hal-hal berikut : kelebihan koreksi. Kaca mata merupakan alat koreksi yang paling banyak dipergunakan karena mudah merawatnya dan murah. dan penglihatan kabur. Pasien dengan kelainan refraksi ringan dapat tidak membutuhkan koreksi. Permukaan belakang lensa atau base curve dibuat steep (cembung kuat). Lensa gelas dan plastik pada kaca mata atau lensa kontak akan mempengaruhi pengaliran sinar.o Latihan penglihatan : kegiatan merubah fokus jauh – dekat. Lensa cekung kuat akan memberikan kesan pada benda yang dilihat menjadi lebih kecil. penggunaan kaca mata tidak menyembuhkan kelainan refraksi. Selain kacamata. meningkatkan jumlah asupan makanan yang mengandung vitamin A. Salah satu terapi pembedahan yang cukup populer adalah dengan cara LASIK atau bedah dengan sinar laser. coating kaca mata mengurangkan kecerahan warna benda yang dilihat. Keluhan memakai kaca mata diantaranya. B. ataupun kekeruhan pada kornea. mudah turun dari pangkal hidung. koreksi kurang. mata terasa pedas. Ametropia pada anak dapat mengakibatkan seperti penglihatan kabur dan juling.