Komentar video kelompok satu ini mengenai budaya desa conggeang .

Bila dilihat video kelompok ini sudah bagus, tetapi pada awalnya seharusnya tidak langsung wawancara dengan masyarakat, jadinya terlihat kurang bagus. wawancara yang ga jelas dengan masyarakat bias dilihat dengan sebuah tulisan yang ada di bawahnya menjadikan orang yang menonton video ini tau apa yang dibicarakan. Dalam segi pengambilan gambar video sendiri sudah cukup bagus meskipun sedikit goyang tapi sudah lumayan karena yang mengambil gambarnya juga masih amatiran. Seharusnya pas wawancara dengan tema berbagi cerita tidak usah di masukan dalam video karena tidak menarik sama sekali karna itu hanya curhatan seorang warga saja. Bila dilihat dari segi Antopologi budayanya dalam video ini memperlihatkan bahasa yang digunakan yaitu bahasa sunda kadang-kadang masyarakatnya juga menggunakan bahasa Indonesia, mata pencaharian mereka yaitu dalam bidang agraris seperti bertani dan berkebun yang menjadi cirri khas mata pencaharian kampong ini dengan alat seadanya, kesenian yang meskipun keseniannya tidak di perlihatkan dalam video ini, hanya di perlihatkan secara sepintas dan dengan gambar saja jadi penonton tidak melihat langsung pertunjukannya, pas bagian kesenian lesung juga hanya diperlihatkan lesungnya saja dan hanya penjelasan kesenian lisungnya. Ada juga karya yang mereka ciptakan yaitu membuat golok yang sudah menjadi tradisi di sumedang sampe-sampe ke ondangan pun bawa golok. Terus pertanyaan tradisi golok jangan ditanya, karena warga pasti membawa golok karena mayoritas para petani. Harusnya yang ditanyakannya pada saat acara apa saja golok dibawa.

Komentar video kelompok dua ini mengenai budaya tato Video ini sudah bagus, tetapi pertamanya kaya pembawa acara gossip yang kaya terlalu formal. Video ini juga ada bagian yang goyang, tetapi itu dapat dimaklumi karena bukan seorang yang ahli dalam mengambil sebuah video. Bila dilihat dari segi antopologi budayanya, video ini haya wawancara saja bukan memperlihatkan sebuah antopologi budaya dari tato, itu sendiri tetapi hanya mewawancarai orang-orang dari komentar orang terhadap tato, tato sebuah kebudayaan dan bisnis sampai komentar dari segi agama. Kalao mau mengomentari tato dari segi agama seharusnya dating langsung ke orang yang lebih tau masalah agama bukan ke kent tatonya itu sendiri. Terus pas memperlihatkan seseorang yang sedang di tato itu merupakan hal yang membosankan menurut saya sendiri karena ngapain liat orang yang sedang di tato, mendingan langsung saja memperlihatkan Aryo yang sedang mencoba tato. Intinya video ini kurang bahkan tidak memperlihatkan sebuah antropologi buday dari tato itu sendiri.

. Jadi menurut saya video ini bukan merupakan sebuah antropologi. Jika dilihat dari segi antropologinya video ini memperlihatkan peralatan hidup yang masih tradisional dan rumahnya pun masih tradisional yang terbuat dari alam seperti kayu dan bamboo. Komentar video kelompok lima ini mengenai ekspedisi ujung genteng Dalam video ini bila dilihat dari segi pengambilan gambar dan editing video sudah bagus. tiba-tiba langsung ada dialog yang dialognya tidak jelas juga membicarakan apa. Jadi ketika melihat video ini tidak bosan karena ada sisi lucunya juga. Penjelasan mengenai pabrik mebelnya ada beberapa perkataan yang tidak terdengar jelas. Dalam pembukaannya disebutkan rencana kegiatannya jadi semenjak pertama melihat penonton sudah tau urutan mereka akan pergi kemana. terus lampu gentur ini menurut saya bukan merupakan sebuah antropologi karena kebiasaan membuat lampu gentur ini hanya dibuat oleh satu keluarga yang turun temurun bukan merupakan kebudayaan masyarakat sekitar. tetapi ketika melihat pembukaan video ini tidak jelas. Di dalam video ini juga diperlihatkan sebuah pengajian. jadi memperlihatkan bahwa di kampong ini mayoritas agama yang di anut penduduknya adalah islam. tetapi menceritakan sebuah bisnis turun temurun keluarga. klo saja teman-temannya itu membereskan kerupuk mungkin akan kelihatan bagus. Terus di dalamnya juga ada binatang yang tidak perlu dimasukan ke dalam video ini. mendingan jangan dikomntari kaya acara kuliner aja. padahal langsung saja ke perkenalan lampunya. Tetapi dalam perkenalan nama terlalu bertele-tele meskipun bagus. Pada saat di tempat pembuatan kerupuk ketika seseorang sedang menjelaskan pabrik it u terus yang lainnya melakukan gerakan di belakang seharusnya tidak perlu karena merusak pemandangan di belakang. Videonya juga enak untuk disaksikan karena editing dan pengambilan gambarnya bagus. Dalam video ini juga ada penjelasan terlebih dahulu terhadap kampong mahmudnya. Dalam video ini juga ada sedikit hal lucunya. Bagian akhirnya kan kuliner. Mereka juga bagus telah menanyakan mengapa dinamakan ujung genteng sehingga orang yang menonton tau sejarahnya. Jika dilihat dari dari segi antopologinya hanya diceritakan antropologi sejarahnya saja. dan masih dianyam yang dibangun berdasarkan aturan adat.Komentar video kelompok tiga ini mengenai kampung Mahmud Dalam video ini sudah terlihat orang yang mengambil gambarnya sudah professional dan dalam editannya juga hasil orang yang professional. Komentar video kelompok empat ini mengenai lampu gentur Dalam video ini dalam hal pengambilan gambar sudah baik begitupun dalam hal editing.

Terus pada malam hari karena kurangnya penerangn jadi video sedikit gelap. terus di perlihatkan juga berbagai universitas tapi sayangnya kenapa ga semua universitas ditampilkan dalam video ini. . Membuat orang bertanya-tanya apa sih antropologi yang ingin di tekankan dalam video ini. Klo masalah editing dan pengambilan gambar komentar saya sama dengan komentar-komentar yang sebelumnya. Jika dilihat dari segi antropologinya video ini memperlihatkan sebuah kebiasaan warga dari mulai membersihkan kandang sapi dan membuat risoles kampung dan juga rumah yang mereka tempati yang terbuat dari kayu itu. Tulisan penjelasan yang ada di bawah juga tidak terlalu kelihatan. Komentar video kelompok tujuh ini mengenai serba serbi bandung Video ini bagus membuat orang yang melihatnya tidak bosan karena memperlihatkan bagaimana kegidupan di kota bandung . system kemasyarakatannya dengan diperlihatkannya kegiatan car free day.Jika dilihat dari segi antropologinya video ini memperlihatkan mata pencaharian daerah itu yaitu nelayan dan bertani. jadi cakupannya terlalu luas. Dalam video ini juga diperlihatkan bagaimana system kemasyarakatan kampong seperti dapur bersama untuk saling berinteraksi dan juga system laundry bersama dengan 4 mesin cuci yang berbeda kegunaannya. Dalam segi antropologinya video ini memuat berbagai antropologi dari mulai system pengetahuan dengan diperlihatkannya beberapa universitas yang ada di bandung. Tetapi pada saat member makan ikan seharusnya jangan dimasukan karena tidak jelas juga. padahal banyak universitas yang terdapat di bandung. berbeda dengan yang lainnya. Dalam video ini juga memperlihatkan bagaimana penyu dilepaskan. Tetapi video ini tidak focus memperlihatkan antropologinya. Menurut saya seharusnya tidak di sisipkan gambar di awal. keseniannya juga ada terus religinya juga dengan cara memperlihatkan anggota kelompok ini shalat di mesjid. Terus dalam video ini dijelaskan bagaimana berdirinya kompung pepohonan ini. Dalam video ini juga menyebutkan letak sekolah meskipun tidak memperlihatkan sekolah itu sendiri. cumin beberaa saja yang ditampilkan. tetapi kebanyakan nelayan karena ujung genteng ini dekat dengan lautan. Di ujung genteng ini juga ada Taman Pesisir Pantai Penyu yaitu membudidayakan penyu. meskipun tidak dengan cara bagaimana membudidayakan penyu tetapi secara sekilas kita sudah tau bagaimana penyu itu di budidayakan karena kamera tidak diperkenankan untuk mereka jadi mereka cumin memperlihatkan video-video saja. kalai mau memperlihatkan kampong lebih baik langsung dalam perjalanan menuju kampunya itu sendiri. Komentarvideo kelompok enam ini mengenai kampung 99 pepohonan Pada walanya video ini sebelum keberangkatan berdo’a bagus sekali.

. meskipun tidak diperlihatkan sepenuhnya. disini juga diperlihatkan peralatan tradisional yang digunakan untuk memasak nasi dan menumbuk padi. Videonya masih sama seperti video yang ke kampung adat lainnya. video ini juga memperlihatkan tempat tamu untuk singgah.Komentar video kelompok delapan ini mengenai kampung adat cipta gelar Video ini sangat menarit untuk disaksikan karena memperlihatkan alam yang indah. Jika dilihat dari segi antropologi vide ini memperlihatkan bagaimana system kemasyarakatan ketika warga perempuan menumbuk padi secara bersama-sama dan di dapur juga memasak sama-sama. Terus disebutkan juga adat pakaian yang harus ditaati. mereka membuat alat music sendiri yaitu suling. rumah masih dibuat dari alam yaitu kayu. Dalam video ini diperlihatkan juga keseniannya. paluku untuk lantai di dapur dan dinding terbuat dari bilik. Dalam memasak juga kayu bakarnya tidak membawa kayu sembarangan tetapi dari kayu yang sudah mati. Bahasa yang ada dipake di kampung ini yaitu bahasa sunda seperti yang sudah kita dengar sendiri secara algnsung.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful