Atikel Blog Penulisan Berita

Nanang Musha : Manajer Festival Film Solo 218 film : 146 ladrang, 72 Gayaman Peserta terjauh dari palu

Program yang berbeda : Tahun lalu -> Kebanyakan screening Tahun ini -> Banyak diskusi : Bursa Gayaman dan Forum temu komunitas Tahun ini meniadakan Tamasya layar tancap karena : - SDM kurang - Kurang tenaga - Kurang efisien "Pemikiran yang harus kita rubah adalah, sok tahu mengenai kebutuhan orang." - Tidak efektif karena tidak semua kamung butuh itu _ Mengajarkan budaya merekam itu tidak semua merasa perlu Tahun ini malam puncak di TBS dan screening di ISI Publikasi VIA Twiter dan Facebbook "Kami pikir peserta tahun ini akan berkurang, karena orang-orang berpikir ini festival grade tinggi. ternyata malah banyak dan kualitas yang masuk sudah semakin baik" Tanggapan munculnya festival baru : "Gak ada masalah dan saya sangat mensupport. Fungsi festival kan untuk apresiasi, jadi semakin banyak ruang semakin oke. Sayangnya biasanya festival berbasis kampus, bukannya kurang greget tapi kemana sih arah festival ini?" "Festival muncul bukan karena diharuskan, tapi karena niat dari pengelolanya"

"FFS berusaha untuk tidak ketergantungan dengan pihak tertentu. Aku sangat mendukung." ungap Nanang. semakin banyak ruang malah semakin bagus. Festival Film Solo tahun kedua ini telah menerima 218 film pendaftar. bukannya kurang greget. tapi kadang festival film berbasis kampus dipertanyakan. Festival muncul bukan karena keharusan dan program kerja. Keterpaksaan mengadakan festival hanya akan membuat festival berjalan tidak maksimal dan tidak mencapai tujuan yang seharusnya. ke mana sih arah festival film ini?" Ungkap Nanang saat diwawancarai di Sekretariat Festival FIlm Solo. namun menyayangkan arah Festival Film indie berbasis kampus yang kadang tidak jelas arahnya. Nanang mengatakan. Saat ditanya mengenai Festival yang menggandeng Sponsor besar. Keberlanjutan festival juga akan terancam kalau sampai kerjasama tertuputus. Selain akan banyaknya campur tangan dari sponsor tersebut.Festival Film Indie Bersasis Kampus Bermunculan. Jumat (13/4). "Harusnya kemampuan kita mengelola festival sudah level lima. Nanang mengaku FFS belum merasa perlu. Film yang masuk 20 besar akan discreening di Institut Kesenian Solo. "Aku tidak ada masalah dengan banyaknya Festival Film yang baru bermunculan. Kita belajar dari pengalaman festival film lain. Fungsi festival kan untuk apresiasi film maker.kemudian pemenang akan diumumkan pada malam puncak di Taman Budaya Solo (TBS) 25 April 2012. Sayang. Manajer FFS Angkat Bicara. tapi karena niat dan tujuan dari pengelola festival. ." Selanjutnya Nanang berpendapat. namun kembali nol lagi karena masa kepengurusan selesai dan panitia akan diganti dengan angkatan baru yang pengalamannya belum seberapa. Manajer Festival Film Solo (FFS) Nanang Musha mendukung banyak Festival Film Independent yang baru bermunculan. panitia festival yang dari komunitas kampus harusnya tidak dibatasi masa kepungurusan.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful