Dunia sempat dikejutkan dengan padi hasil rekayasa genetik "Golden Rice" (padi emas) pada tahun 2000

[1]. Padi varitas baru yang berhasil didapatkan ini adalah sebuah temuan mutakhir dalam bidang bioteknologi tanaman pangan. Varitas baru tersebut tidak bisa dihasilkan dengan persilangan biasa (breeding), tetapi melalui teknik DNA rekombinan atau rekayasa genetik. Ide rekayasa padi yang mengandung beta-karoten pada awalnya muncul ketika para ahli biotek menemukan sebuah fenomena dimana terdapat banyak anak-anak yang mengalami kekurangan vitamin A terutama di benua Asia dan Afrika. Kekurangan vitamin A bisa menyebabkan kebutaan dan bisa memperburuk penderita diare, sakit pernafasan dan penyakit cacar air. Selain itu, pemberian vitamin A secara oral menjadi hal yang problematik karena kurangnya infrastruktur yang menunjang. Maka sebuah alternatif sangat dibutuhkan untuk memeratakan konsumsi vitamin A khususnya pada anakanak. Salah satu terobosan yang bisa dilakukan adalah merekayasa padi agar bisa menghasilkan beta-karoten (provitamin A) pada biji (endosperma)-nya. Padi menjadi pilihan karena merupakan bahan pangan utama bagi hampir seluruh penduduk dunia. Bagaimana rekayasa golden rice dilakukan sehingga bijinya bisa mengandung beta karoten dan berwarna orange kekuningan? Rekayasa Padi Golden Rice Rekayasa padi golden rice memang baru terdengar saat keberhasilan tersebut termuat dalam jurnal Science pada tahun 2000. Namun sebenarnya sekitar sepuluh tahun sebelumnya, ilmuwan Jepang telah mengawali mengisolasi gen yang menyandi jalur biosintesa karotenoid dari bakteri fitopatogenik Erwinia uredovora [2]. Dari penelitian tersebut ditemukan bahwa gen CrtI mengkode enzim phytoene desaturase yang bertanggung jawab untuk mengubah phytoene menjadi lycopene. Beberapa tahun berselang, ilmuwan Eropa melaporkan bahwa di dalam biji padi terdapat bahan dasar (prekusor) untuk biosintesa karotenoid, termasuk beta-karoten, yaitu geranyl geranyl diphosphate (GGDP) [3]. Namun secara alami biji padi tidak menghasilkan phytoene karena terjadi penghambatan fungsi dari enzim phytoene synthase (PHY) dalam mengubah GGDP menjadi phytoene. Meskipun demikian, penghambatan fungsi enzim tersebut bisa dihilangkan dengan cara mengintroduksi gen phy dari tanaman daffodil (bunga narsis/ bakung) dengan menggunakan promoter spesifik untuk endosperma [3]. Selain phy dan CrtI, masih ada satu enzim lagi yang diperlukan untuk mengubah lycopene menjadi beta-karoten yaitu lycopene cyclase (LYC) yang juga berasal dari tanaman daffodil. Secara ringkas, rekayasa jalur biosintesa betakaroten pada golden rice bisa dilihat pada skema berikut:

4 mikrog/g dan 1. yaitu Ingo Potrykus dan Peter Beyer. Namun demikian. Ingo Potrykus menulis sebuah artikel dalam jurnal Plant Physiology dengan judul "Golden Rice and Beyond" yang merupakan penjelasan menyeluruh terhadap status golden rice dan bagaimana seharusnya masyarakat umum menyikapinya [5]. Bahkan untuk menjawab polemik yang muncul tersebut. untuk terus berkarya dan melakukan penelitian dengan tujuan lebih meningkatkan kandungan beta-karoten pada biji padi. hasil yang dicapai masih kurang memuaskan karena kandungan karotenoid pada varitas IR 64 dan Taipei 309 tersebut masih tergolong rendah yaitu berturut-turut 0. Hal ini terbukti berdasarkan hasil analisa fotometrik dengan menggunakan HPLC (high-performance liquid chromatography) yang menunjukkan adanya karotenoid. termasuk beta-karoten.2 mikrog/g [4]. terutama Asia Tenggara dan China. Reaksi ini muncul karena adanya kekhawatiran masyarakat akan tingkat keselamatan konsumsi golden rice. IR 64 dan Taipei 309 dipilih karena kedua varitas tersebut paling banyak digemari di kawasan Asia. Keberhasilan ini dilanjutkan dengan uji coba pada varietas yang berbeda seperti indica (IR 64) dan japonica (Taipei 309).Transformasi dengan menggunakan Agrobacterium menunjukkan bahwa modifikasi jalur biosintesa beta karoten berhasil dilakukan. Golden Rice 2 Munculnya golden rice pada tahun 2000 langsung mendapat reaksi keras dari para oposisi GMO (genetically modified organism). . pada golden rice yaitu 1. Namun polemik yang muncul tersebut tidak mematahkan semangat dua peneliti utama golden rice.6 mikrog/g [1].

Seleksi efisiensi dilakukan berdasar jumlah karotenoid yang diproduksi dan warna callus (intensitas warna) yang menunjukkan tingkat efisiensi transgene. Fokus riset masih bertumpu pada tingkat efisiensi ke-3 jenis gen yang telah diintroduksikan yaitu psy. crtI dan lyc. paprika. Penampakan biji padi biasa (wilt type). jagung. Gen psy dari jagung menunjukkan tingkat efisiensi paling tinggi dibanding dengan psy dari tanaman lainnya. 31 mikrog/gnya adalah beta-karoten. Dari total karotenoid tersebut. Untuk menguji kebenaran hipotesa. Penampakan biji golden rice generasi pertama dan golden rice 2 bisa dilihat pada gambar berikut: Gambar 1. dan golden rice 2 (Zm Psy/crtI) . Sehingga pada akhirnya para ahli tersebut merumuskan hipotesa bahwa gen psy-lah yang paling berperan dalam jalur biosintesa karotenoid tersebut. maka transfromasi pada padi lakukan dengan menyisipkan gen psy dari jagung bersama dengan gen crtI. wortel. mereka mengisolasi dan menguji efisiensi gen psy dari berbagai tanaman seperti Arabidopsis. Hasil yang dicapai bisa dibilang memuaskan karena kandungan karotenoid pada biji "Golden rice 2" mencapai 37 mikrog/g [7]. bahkan padi sendiri.Penelitian peningkatan kandungan beta-karoten pada golden rice terus dilakukan selama kurang lebih lima tahun. Pengujian awal dilakukan dengan cara overeskpresi gen-gen psy pada callus jagung. golden rice 1 (Np Psy/crtI). yang berarti 23 kali lipat dibanding golden rice generasi pertama. Callus dipilih karena sifat integrasinya yang stabil terhadap gen yang ditransformasikan (transgene) [6]. tomat. Berdasar pada hasil tersebut.

Sedangkan faktor konversi beta-karoten (provitamin A) dari total makanan adalah 12. Dengan mudahnya para petani mendapat benih dan membudidayakan golden rice. sehingga 72 gram berat kering golden rice 2 mampu menyediakan 50% RDA untuk anak-anak. . benihnya baru bisa didapatkan pada tahun 2011. Satu lagi pertanyaan yang timbul di benak para petani dan masyarakat pada umumnya yaitu bagaimana mendapatkan benih golden rice dan mahalkah harganya? Sebenarnya pertanyaan ini sudah lama menjadi topik diskusi para perakit (ilmuwan) dan penyuntik dana riset golden rice itu sendiri (Syngenta). Hal ini menunjukkan bahwa golden rice 2 memiliki sebuah potensi yang besar untuk menyelamatkan anak-anak dari kekurangan vitamin A. keamanan konsumsi bagi anak-anak untuk kelengkapan kebutuhan vitamin A tetap menjadi prioritas utama. Dengan menggunakan faktor konversi tersebut maka bisa dibuat semacam hitungan sederhana yaitu 24 mikrog/g provitamin A. pengujian penanaman golden rice di lahan di Asia (Philipina) telah dimulai awal April tahun ini.Potensi Golden Rice 2 RDA (recommended daily allowance) dari vitamin A untuk anak-anak berumur 1 sampai 3 tahun adalah 300 mikrog. Sedangkan untuk para petani. Dan berdasarkan berita dari IRRI (International Rice Research Institute) yang dikutip kantor berita Reuters. Namun terlepas dari itu semua. maka secara tidak langsung akan dapat menekan harganya.

Tekstur beras ini tidak ada bedanya dengan jenis yang lain. Tahukah Anda bahwa beras yang dikonsumsi miliaran penduduk dunia ternyata tidak memiliki kandungan nutrisi yang cukup selain karbohidrat? Penelitian menunjukkan bahwa kandungan vitamin A maupun zat besi di dalam beras. beras emas ini dijanjikan akan dijual bebas dengan harga standar sama dengan jenis beras yang umum. nantinya juga bisa mendapatkan bibitnya dengan harga wajar. dan satu lagi varietas yang tinggi tingkat kandungan zat besi-nya. Jenis yang pertama malah sudah dikembangkan dan ditanam. (sumber: Courtesy of IRRI) Kalau izin legal untuk distribusi dan standar keselamatan pangan sudah dipenuhi. kecuali warnanya yang kuning tua menyolok. 28 Maret 2012 | 01:00 Perbandingan golden rice (kiri) dan beras putih biasa. menurut Virk pula. mirip beras yang diberi pewarna atau kunyit untuk acara adat perkawinan atau kelahiran." katanya lagi. Petani yang akan menanam beras ini. yang bisa diolah tubuh menjadi vitamin A. di International Rice Research Institute (IRRI). "Berbeda dengan beras organik atau beras merah yang dijual dengan harga lebih mahal. sekitar dua jam berkendara dari Manila. "Kita namakan varietas dengan beta karoten ini golden rice. Filipina. karena menunggu hasil uji konsumsi yang aman dan izin dari badan pangan maupun pertanian dunia (FAO) yang pasti memakan waktu cukup lama. beras emas ini akan dijual bebas dengan harga standar sama dengan jenis beras yang umum. Selasa (27/3). Bedanya. Virk menjanjikan bahwa kalau izin legal untuk distribusi dan standar keselamatan pangan sudah dipenuhi. warna kuning tua itu datang dari alam. karena warna bijinya yang kuning tua. di pusat penelitian IRRI di Los Banos. jauh di bawah tingkat kebutuhan tubuh manusia atau malah hampir tidak ada sama sekali." tegasnya. peneliti jenis beras baru ini. atau katakanlah dari hasil rekayasa genetik ilmuwan. tidak akan ada harga khusus untuk golden rice. . Upaya Menciptakan Beras Bervitamin Rabu.Golden Rice. meskipun belum masuk tahap produksi massal. "Tidak akan dikenakan ongkos tehnologi untuk varietas ini. Beberapa tahun belakangan ini sedang dikembangkan varietas beras baru yang memiliki banyak kandungan beta karoten." kata Dr Parminder Virk.

"Karena itulah dikembangkan varietas beras yang memiliki kandungan zat besi tinggi dengan modifikasi genetika. Dr Inez Hortense Slamet-Loedin. Jerman." kata Inez. http://buzer-artikelpendidikan. Varietas ini pertama kali ditemukan oleh Profesor Ingo Potrykus ketika masih menjabat di Federal Institute of Technology. ibu hamil maupun ibu menyusui.html . Dikatakannya. varietas beras yang mengandung zat besi tinggi. dikembangkan dengan cara menambahkan gen dari kedelai. Swiss. mengatakan bahwa jenis beras yang umum sangat kecil kandungan zat besinya. di mana sebagian besar rakyatnya mengkonsumsi nasi setiap hari.com/2008/06/golden-rice-kini-dulu-dan-nanti. banyak orang mengalami kekurangan zat besi. namun akan diproduksi global jika sukses. di Asia Tenggara. peneliti IRRI asal Indonesia.html http://www. Sementara itu." kata Virk.com/berita-utama/39316-golden-rice-upaya-menciptakan-berasbervitamin. Menurut hasil penelitian. "Saat ini tipe golden rice baru diperuntukkan bagi Filipina dan Bangladesh saja.blogspot. dan Profesor Peter Beyer dari Universitas Freiburg. mengkonsumsi satu mangkok nasi dari golden rice bisa mencukupi setengah dari kebutuhan orang dewasa akan vitamin A.Golden rice dikembangkan dengan teknik modifikasi genetika. dengan menggabungkan gen maize dengan mikroorganisme tanah yang bisa menghasilkan beta karoten pada biji beras.beritasatu. dan hal itu bisa berdampak buruk kepada anak-anak.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful