Laporan Perancangan Instalasi Listrik 1

BAB I
PENDAHULUAN
A. TUJUAN
1. Dapat merencanakan instalasi suatu gedung
2. Dapat menghitung jumlah armatur yang dibutuhkan dalam tiap ruangan
3. Mengetahui kebutuhan intensitas penerangan
4. Dapat menghitung kebutuhan daya suatu instalasi
5. Dapat menghitung kapasitas pengaman dan saklar
6. Dapat menghitung kapasitas kapasitor yang dipakai untuk memperbaiki faktor daya
7. Dapat menghitung perhitungan pertanahan
8. Dapat membuat perkiraan estimasi bahan material dan komponen yang diperlukan

B. LANDASAN TEORI
a. Jenis dan Fungsi Ruangan
Gedung yang penulis rancang ialah gedung Fakultas Pendidikan Bahasa dan Seni (FPBS)
lantai satu. Tujuan dari perancangan ini ialah agar penulis dapat membuat instalasi listrik
dengan baik, bisa di aplikasikan kepada proyek nyata dan memenuhi standar keamanan.
Perencanaan instalasi listrik ini berdasarkan materi dari buku PUIL (Peraturan Umum Instalasi
Listrik), diktat dari dosen pengajar pun digunakan untuk menunjang berhasilnya rancang listrik
yang dibuat.

Di dalam gedung Fakultas Pendidikan Bahasa dan Seni (FPBS) lantai satu ini terdapat
beberapa ruangan dengan fungsi sebagai berikut :
- Ruang Kelas :
 10 ruangan dengan ukuran 8,35 m x 7 m
 2 ruangan dengan ukuran 3,75 m x 7 m
 2 ruangan dengan ukuran 3,5 m x 4,5 m
- WC :
 2 wc dengan ukuran 4,72 m x 7 m
Laporan Perancangan Instalasi Listrik 2

 2 wc dengan ukuran 3,65 m x 7 m
- Ruang Dosen :
 10 ruangan dengan ukuran 8,35 m x 3,5 m
 2 ruangan dengan ukuran 3,63 m x 5 m
 3 ruangan dengan ukuran 7,4 m x 4,63 m
 3 ruangan dengan ukuran 4.6 m x 7 m
- Ruang Ka.Prodi :
 12 ruangan dengan ukuran 4,175 m x 2,34 m
 6 ruangan dengan ukuran 2,78 m x 3,5 m
- Ruang Staff Dekan :
 3 ruangan dengan ukuran 3,98 m x 4,64 m
 1 ruangan dengan ukuran 3,45 m x 13,92 m
 1 ruangan dengan ukuran 17,5 m x 7 m
- Ruang Dekan :
 4 ruangan dengan ukuran 4,175 m x 3,5 m
 2 ruangan dengan ukuran 8,35 m x 3,5 m
 1 ruangan dengan ukuran 7,4 m x 6,86 m
 2 ruangan dengan ukuran 3,43 m x 3.68 m
 1 ruangan dengan ukuran 4,5 m x 3,9 m
 1 ruangan dengan ukuran 3,67 m x 3,43 m
 1 ruangan dengan ukuran 3,18 m x 2,6 m
- 1 Me room dengan ukuran 4 m x 2,55 m
- 1 Security room dengan ukuran 3,53 m x 3,78 m
- 1 Information room dengan ukuran 3,53 m x 3,78 m
- 1 Meeting room dengan ukuran 5,85 m x 7,4 m
- 1 Sitting room dengan ukuran 3,45 m x 4,38 m
- 1 Pantry dengan ukuran 2,48 m x 1,5 m
- 1 gudang dengan ukuran 3,5 m x 3,75 m

Laporan Perancangan Instalasi Listrik 3

Dengan masing-masing ruangan memiliki ketinggian 3 m
b. Panel Hubung Bagi (PHB)
Panel utama untuk gedung Fakultas Pendidikan Bahasa dan Seni (FPBS) terdapat di lantai
pertama gedung tersebut, yang mana adalah gedung yang saya rancang instalasinya. Mengenai
pendistribusiannya, daya didapat dari sumber, yaitu MDP, selanjutnya didistribusikan melalui
kabel ke SDP utama. Setelah itu didistribusikan kembali ke SDP 1, 2 dan 3 yang selanjutnya
didistribusikan ke saklar untuk menghidupkan lampu dan ke KKB untuk menghidupkan
peralatan elektronik.

c. Pengaman Arus
Pengaman arus yang digunakan pada instalasi gedung Pasca Sarjana adalah MCB dan
Sakering (Fuse) adapun analisis pemakaian dan penempatannya adalah sebagai berikut :

1. MCB (Miniatur Circuit Breaker)
Pada instalasi listrik gedung Fakultas Pendidikan Bahasa dan Seni (FPBS) lantai
satu yang digunakan sebagai pengaman arus dari pendistribusian energi listrik ke beban
terbagi menjadi beberapa group atau kelompok adalah MCB. Adapun MCB itu sendiri
adalah suatu rangkaian pengaman yang dilengkapi dengan komponen thermos (bimetal)
untuk pengaman beban lebih dan juga dilengkapi relay elektromagnetik untuk
pengaman hubung singkat. MCB banyak digunakan untuk pengaman sirkuit satu fasa
dan tiga fasa.
Keuntungan menggunakan MCB, yaitu :
a. Dapat memutuskan rangkaian tiga fasa walaupun terjadi hubung singkat pada
salah satu fasanya.
b. Dapat digunakan kembali setelah rangkaian diperbaiki akibat hubung singkat
atau beban lebih.
c. Mempunyai respon yang baik apabila terjadi hubung singkat atau beban lebih.
MCB dibuat hanya memiliki satu kutub untuk pengaman satu fasa, sedangkan
untuk pengaman tiga fasa biasanya memiliki tiga kutub dengan tuas yang disatukan,
Laporan Perancangan Instalasi Listrik 4

sehingga apabila terjadi gangguan pada salah satu kutub maka kutub yang lainnya juga
akan ikut terputus.
Gambar 2.2 Miniatur Circuit Breaker

2. Sikring (Fuse)

Sikring adalah suatu peralatan proteksi yang umum digunakan. Sekering adalah
suatu peralatan proteksi kerusakan yang disebabkan oleh arus berlebihan yang mengalir
dan memutuskan rangkaian dengan meleburannya elemen sekering. Hal-hal yang perlu
diperhatikan dalam pemilihan sekering :
a. Arus nominal sekering (current rating) adalah arus yang mengalir secara terus
menerus tanpa terjadi panas yang berlebihan dan kerusakan.
b. Tegangan nominal (voltage rating) yaitu tegangan kerja antar konduktor yang
diproteksi atau peralatan.
c. Time current protection yaitu suatu lengkung karakteristik untuk menentukan
waktu pemutusan.
d. Pre arcing time adalah waktu yang diperlukan oleh arus yang besar untuk dapat
meleburkan elemen sekering.
Laporan Perancangan Instalasi Listrik 5

e. Arcing time adalah waktu elemen sekering melebur dan memutuskan rangkaian
sehingga arus jatuh menjadi nol.
f. Minimum fusing current adalah suatu harga minimun dari arus yang akan
menyebabkan elemen sekering beroperasi (melebur)
g. Cut off ini adalah satuan fungsi yang penting sekering HRC. Jika elemen sekering
melebur dan membatasi harga arus yang dicapai ini kita kenal dengan sebutan
“arus cut off”
h. Categori of duty. Sekering diklasifikasikan pada kategori kesanggupan dalam
menangani gangguan sesuai dengan harga arus prospective pada rangkaian.
Katagori A1 dan A2 untuk arus propectif. 1.0.kA dan 4.0 kA. Sedangkan untuk
kategori AC3, AC4 dan AC5 untuk arus 16,5 kA, 33 kA dan 46 kA.

d. Menentukan Indeks Ruangan / Indeks Bentuk
k =
) ( l p h
l p
×
×

Keterangan :
k = Indeks ruang
p = Panjang ruangan (meter)
l = Lebar ruangan (meter)
h = Jarak media kerja dengan langit-langit (meter)

e. Menentukan Jumlah Titik Cahaya
n =




Keterangan :
n = Jumlah Armature
E = Intensitas Penerangan (Lux)
A = Luas Ruangan (m
2
)
η = Rendament / efisiensi
Laporan Perancangan Instalasi Listrik 6

Φ = Flux Cahaya (Lumen)
d = Defisiasi (Pengotoran Ringan = 0,8)
h = Tinggi ruangan (meter)

f. Menentukan Kapasitas Pengaman

In =
3 cos × ×VL
P
u
untuk beban tiga fasa

In =
u cos × Vf
P
untuk beban satu fasa

Keterangan :
In = Arus nominal (Ampere)
P = Daya listrik (Watt)
VL = Tegangan line (380 VAC)
Vf = Tegangan fasa (220 VAC)
Cos θ = Faktor daya

Ip = In x k k = 1.1 s/d 2.5 (untuk beban pengaman beban lebih).

g. Menentukan Luas Penampang Konduktor dan Jenis Kabel

1. Untuk Tegangan Satu Fasa
A =
Vdrop
l × × µ 2


Satuan dalam mm
2

2. Untuk tegangan tiga fasa
Laporan Perancangan Instalasi Listrik 7

A =
Vdrop
i l 3 × × × µ

Satuan dalam mm
2


Keterangan :
A = Luas penampang (

)
µ = Tahanan jenis
l = Panjang pemghantar (meter)
I = Arus (ampere)
V
drop
= Tegangan jatuh (volt)

h. Menentukan Tahanan Grounding
Rp O s
IA
50

IA = in x k

Keterangan :
Rp = Tahanan pentahanan insatalsi listrik
IA = Pengaman arus lebih
In = Arus nominal
k = Faktor pengali (konstanta) (k=1,5-3,5)

i. Menghitung Kebutuhan Kapasitor Untuk Perbaikan Faktor Daya
P

Q
1

S Q
Q
2



Laporan Perancangan Instalasi Listrik 8

Q
2
= Q – Q
1

Q = S Sin φ ……………..(1)
Q
2
= S
1
Sin φ
1 …………………
(2)

Sedangkan S = P / cos φ

...(3)
S = P / cos φ
1 ….
(4)

Substitusi (3) ke (1) dan (4) ke (2), sehingga didapat :
Q
2
= P (Sin φ / cos φ) – P (Sin φ
1
/ cos φ
1
)

Dimana,
Sin φ / cos φ = tan φ
Q
2
= P tan φ – P tan φ
1
Q
2
= P (tan φ – tan φ
1
) VAR ……………….(5)

Sehingga dengan diperolehnya harga Q
2
sebagai kapasitas dari sebuah kapsitor yang
diperlukan untuk perbaikan faktor daya, selanjutnya dapat dihitung kapasitas kapasitor dalam
μF (mikro farad atau 10
-6
Farad) adalah :

X
c
= V
2
/ Q
2

Sedangkan X
c
= 1 / ωC

Dimana : ω = 2 π f
f = 50 Hz

X
c
=
FC t 2
1

C =
c
FX t 2
10 1
6
×
μF
atau
Laporan Perancangan Instalasi Listrik 9

C =
2
6
2
2
10
FV
Q
t
×
μF

Q
tiga fasa
= 3 V
1
I sin φ (dalam VAR)
BAB II
PERENCANAAN INSTALASI LISTRIK

A. Perhitungan Jumlah Armatur atau Titik Cahaya
Untuk mendapatkan pencahayaan yang baik dari titik cahaya di tiap ruangan, terlebih
dahulu kita harus mengetahui data-data dari tiap ruangan.
Adapun rincian data berdasarkan survey di tempat sebagai berikut :
- Rw (refleksi dinding) = 0.5
- Rp (refleksi langit langit) = 0.5
- Rm (refleksi semu) = 0.1
- d (faktor depresiasi) = 0.8 (pengotoran ringan)
- Tinggi ruangan = 3 meter
- TL = 3000 lumen
- = 3,0 - 0,7 = 2,3 meter

Adapun ukuran penerangan (E, satuan lux) tiap ruangan antara lain:
Ruang Kelas : 250 lux (baik) 500 lux (sangat baik)
Ruang Baca : 250 lux (baik) 500 lux (sangat baik)
WC dan Koridor : 150 lux (baik) 250 lux (sangat baik)

Lampu yang digunakan sebagai penerangan gedung Fakultas Bahasa dan Seni lantai satu
adalah Tube Lamp (TL), TL 2 x 60 Watt. Dengan lumens sebanyak 6000.
- Perhitungan jumlah armature
Dengan menggunakan lampu TL 2 x 60 W
Φ = 2 x 3000 lumen
Laporan Perancangan Instalasi Listrik 10

E = 500 lux
A = 8,35 x 7
= 3,0 - 0,7 = 2,3 meter

Contoh menghitung jumlah armature kelas dengan ukuran 8,35 m x 7 m
Pertama kita harus mencari indeks ruang untuk mencari nilai efisiensinya, cara
penghitungannya adalah :
k =




maka :
k=

=

= 1,6

Karena 1,6 tidak ada di dalam tabel, maka kita harus mencarinya dengan interpolasi :
Ƞ …….1,5 = 0,58
Ƞ …….2 = 0,63

Ƞ= 0.58+

(0,63 – 0,58)
= 0,58+0,2(0,05)
= 0,59

Setelah nilai efisiensinya kita ketahui, maka kita bisa masukkan kedalam rumus mencari
nilai armature

Laporan Perancangan Instalasi Listrik 11


n=
d
A E
× u ×
×
q


n=



n = 10.32 ≈ 10 armatur
jadi ruangan ini masing-masing memiliki 10 buah armatur


Berdasarkan cara penghitungan yang telah diuraikan diatas, maka :
 Untuk ruangan kelas dengan ukuran 3,75 m x 7 m diperoleh 5 armature
 Untuk ruangan kelas dengan ukuran 3,5 m x 4,5 m diperoleh 4 armature
 Untuk ruangan dosen dengan ukuran 8,35 m x 3,5 m diperoleh 6 armature
 Untuk ruangan dosen dengan ukuran 3,63 m x 5 m diperoleh 4 armature
 Untuk ruangan dosen dengan ukuran 7,4 m x 4,6 m diperoleh 2 armature
 Untuk ruangan kelas dengan ukuran 4.6 m x 7 m diperoleh 2 armature
 Untuk ruangan Ka.Prodi dengan ukuran 4,175 m x 2,34 m diperoleh 2 armature
 Untuk ruangan Ka.Prodi dengan ukuran 2,78 m x 3,5 m diperoleh 2 armature
 Untuk ruangan Staff Dekan dengan ukuran 3,98 m x 4,64 m diperoleh 4 armature
 Untuk ruangan Staff Dekan dengan ukuran 3,45 m x 13,92 m diperoleh 7 armature
 Untuk ruangan Staff Dekan dengan ukuran 17,5 m x 7 m diperoleh 20 armature
 Untuk ruangan Dekan dengan ukuran 4,175 m x 3,5 m diperoleh 3 armature
 Untuk ruangan Dekan dengan ukuran 8,35 m x 3,5 m diperoleh 6 armature
 Untuk ruangan Dekan dengan ukuran 7,4 m x 6,86 m diperoleh 9 armature
 Untuk ruangan Dekan dengan ukuran 3,43 m x 3.68 m diperoleh 3 armature
 Untuk ruangan Dekan dengan ukuran 4,5 m x 3,9 m diperoleh 4 armature
 Untuk ruangan Dekan dengan ukuran 3,67 m x 3,43 m diperoleh 3 armature
 Untuk ruangan Dekan dengan ukuran 3,18 m x 2,6 m diperoleh 2 armature
Laporan Perancangan Instalasi Listrik 12

- 1 Me room dengan ukuran 4 m x 2,55 m dihitung dengan perkiraan efisiensi kegunaan
ruangan memiliki 1 armature
- 1 Security room dengan ukuran 3,53 m x 3,78 m dihitung dengan perkiraan efisiensi
kegunaan ruangan memiliki 1 armature
- 1 Information room dengan ukuran 3,53 m x 3,78 m dihitung dengan perkiraan efisiensi
kegunaan ruangan memiliki 1 armature
- 1 Meeting room dengan ukuran 5,85 m x 7,4 m memiliki 8 armature
- 1 Sitting room dengan ukuran 3,45 m x 4,38 m memiliki 3 armature
- 1 Pantry dengan ukuran 2,48 m x 1,5 m dihitung dengan perkiraan efisiensi kegunaan
ruangan memiliki 1 armature
- 1 gudang dengan ukuran 3,5 m x 3,75 m dihitung dengan perkiraan efisiensi kegunaan.
ruangan memiliki 1 armature

Hitungan diatas adalah berdasarkan teori penghitungan armature, akan tetapi dalam
pemasangannya, perancang menyesuaikan dengan efektifitas dan kegunaan ruangan.

B. Perhitungan Arus Beban
Untuk mengetahui besarnya arus beban, dapat diukur melalui rumus berikut ini :
In =
u cos Vfx
P

Keterangan :
In = Arus nominal (ampere)
P = Daya listrik (Watt)
VL = Tegangan line (380 VAC)
Vf = Tegangan fasa (220 VAC)
Cos θ= Faktor daya (0.4)

Sedangkan untuk menghitung besarnya kapasitas arus pengaman (arus nominal) adalah :

Ip = In x k

Laporan Perancangan Instalasi Listrik 13


Dimana : k = 1.1 s/d 2.5 (untuk beban lebih)
k = 1.1 s/d 4 (untuk pengaman hubung singkat)
berikut ini adalah perhitungan kapasitas arus pengaman pada gedung Fakultas Pendidikan
Bahasa dan Seni lantai 1

C. PERHITUNGAN ARUS PENGAMAN
Pada SDP 1 :
1. Kelompok 1 = 10 lampu TL 2 X 60 W (MCB satu fasa)
Diketahui : P = 10 X 120 Watt
V
f
= 220 Volt
Cos θ = 0.4 leg
Jawab :
In =
u cos Vfx
P
= A
x
x
63 . 13
4 . 0 220
120 10
=
Ip = In x k
Ip = 13.63 x (1.1 – 2.5)
= (14.99 – 34.07) A ~25 A
jadi MCB yang dipakai adalah ≈ 25 A
2. Kelompok 2 = 10 lampu TL 2 X 60 W (MCB satu fasa)
Diketahui : P = 10 X 120 Watt
V
f
= 220 Volt
Cos θ = 0.4 leg
Jawab :
In =
u cos Vfx
P
= A
x
x
63 . 13
4 . 0 220
120 10
=
Ip = In x k
Ip = 13.63 x (1.1 – 2.5)
= (14.99 – 34.07) A ~25 A
jadi MCB yang dipakai adalah ≈ 25 A
Laporan Perancangan Instalasi Listrik 14

3. Kelompok 3 = 10 lampu TL 2 X 60 W (MCB satu fasa)
Diketahui : P = 10 X 120 Watt
V
f
= 220 Volt
Cos θ = 0.4 leg
Jawab :
In =
u cos Vfx
P
= A
x
x
63 . 13
4 . 0 220
120 10
=
Ip = In x k
Ip = 13.63 x (1.1 – 2.5)
= (14.99 – 34.07) A ~25 A
jadi MCB yang dipakai adalah ≈ 25 A

4. Kelompok 4 = 6 KKB x 150 VA (MCB satu fasa)
Diketahui : P = 6 X 150 VA
V
f
= 220 Volt
Cos θ = 0.4 leg
Jawab :
In =
u cos Vfx
P
= A
x
x
22 . 10
4 . 0 220
150 6
=
Ip = In x k
Ip = 10.22 x (1.1 – 2.5)
= (11,24 – 25,55) A ~16 A
jadi MCB yang dipakai adalah ≈ 16 A

5. Kelompok 5 = 12 lampu TL 2 X 60 W (MCB satu fasa)
Diketahui : P = 12 X 120 Watt
V
f
= 220 Volt
Cos θ = 0.4 leg
Jawab :
Laporan Perancangan Instalasi Listrik 15

In =
u cos Vfx
P
= A
x
x
36 . 16
4 . 0 220
120 12
=
Ip = In x k
Ip = 16.35 x (1.1 – 2.5)
= (17.98 – 40.87) A ~32 A
jadi MCB yang dipakai adalah ≈ 32 A

6. Kelompok 6 = 6 KKB x 150 VA (MCB satu fasa)
Diketahui : P = 6 X 150 VA
V
f
= 220 Volt
Cos θ = 0.4 leg
Jawab :
In =
u cos Vfx
P
= A
x
x
22 . 10
4 . 0 220
150 6
=
Ip = In x k
Ip = 10.22 x (1.1 – 2.5)
= (11,24 – 25,55) A ~16 A
jadi MCB yang dipakai adalah ≈ 16 A

7. Kelompok 7 = 9 lampu TL 2 X 60 W (MCB satu fasa)
Diketahui : P = 9 X 120 Watt
V
f
= 220 Volt
Cos θ = 0.4 leg
Jawab :
In =
u cos Vfx
P
= A
x
x
27 . 12
4 . 0 220
120 9
=
Ip = In x k
Ip = 12.27 x (1.1 – 2.5)
= (13.49 – 30.67) A ~25 A
jadi MCB yang dipakai adalah ≈ 25 A
Laporan Perancangan Instalasi Listrik 16


8. Kelompok 8 = 4 KKB x 150 VA (MCB satu fasa)
Diketahui : P = 4 X 150 VA
V
f
= 220 Volt
Cos θ = 0.4 leg
Jawab :
In =
u cos Vfx
P
= A
x
x
81 . 6
4 . 0 220
150 4
=
Ip = In x k
Ip = 6.81 x (1.1 – 2.5)
= (7.49 – 17.02) A ~10 A
jadi MCB yang dipakai adalah ≈ 10 A

9. Kelompok 9 = Lampu XL 10 X 40 W (MCB satu fasa)
Diketahui : P = 10 X 40 Watt
V
f
= 220 Volt
Cos θ = 0.4 leg
Jawab :
In =
u cos Vfx
P
= A
x
x
54 . 4
4 . 0 220
40 10
=
Ip = In x k
Ip = 4.54 x (1.1 – 2.5)
= (4.99 – 11.35) A ~10 A
jadi MCB yang dipakai adalah ≈ 10 A

10. Kelompok 10 = KKB 5 x 150 VA (MCB satu fasa)
Diketahui : P = 5 X 150 VA
V
f
= 220 Volt
Cos θ = 0.4 leg
Jawab :
Laporan Perancangan Instalasi Listrik 17

In =
u cos Vfx
P
= A
x
x
52 . 8
4 . 0 220
150 5
=
Ip = In x k
Ip = 8.52 x (1.1 – 2.5)
= (9.37 – 21.3) A ~16 A
jadi MCB yang dipakai adalah ≈ 16 A

11. Kelompok 11 = KKB 5 x 150 VA (MCB satu fasa)
Diketahui : P = 5 X 150 VA
V
f
= 220 Volt
Cos θ = 0.4 leg
Jawab :
In =
u cos Vfx
P
= A
x
x
52 . 8
4 . 0 220
150 5
=
Ip = In x k
Ip = 8.52 x (1.1 – 2.5)
= (9.37 – 21.3) A ~16 A
jadi MCB yang dipakai adalah ≈ 16 A

12. Kelompok 12 = Lampu XL 10 X 40 W (MCB satu fasa)
Diketahui : P = 10 X 40 Watt
V
f
= 220 Volt
Cos θ = 0.4 leg
Jawab :
In =
u cos Vfx
P
= A
x
x
54 . 4
4 . 0 220
40 10
=
Ip = In x k
Ip = 4.54 x (1.1 – 2.5)
= (4.99 – 11.35) A ~10 A
jadi MCB yang dipakai adalah ≈ 10 A
Laporan Perancangan Instalasi Listrik 18


13. Kelompok 13 = KKB 5 x 150 VA (MCB satu fasa)
Diketahui : P = 5 X 150 VA
V
f
= 220 Volt
Cos θ = 0.4 leg
Jawab :
In =
u cos Vfx
P
= A
x
x
52 . 8
4 . 0 220
150 5
=
Ip = In x k
Ip = 8.52 x (1.1 – 2.5)
= (9.37 – 21.3) A ~16 A
jadi MCB yang dipakai adalah ≈ 16 A
14. Kelompok 14 = KKB 5 x 150 VA (MCB satu fasa)
Diketahui : P = 5 X 150 VA
V
f
= 220 Volt
Cos θ = 0.4 leg
Jawab :
In =
u cos Vfx
P
= A
x
x
52 . 8
4 . 0 220
150 5
=
Ip = In x k
Ip = 8.52 x (1.1 – 2.5)
= (9.37 – 21.3) A ~16 A
jadi MCB yang dipakai adalah ≈ 16 A

15. Kelompok 15 = 4 Lampu TL 2 x 60 W dan lampu XL 5 x 40 W (MCB satu fasa)
Diketahui : P = (4 x 12)+(5 x 40)
V
f
= 220 Volt
Cos θ = 0.4 leg
Jawab :
Laporan Perancangan Instalasi Listrik 19

In =
u cos Vfx
P
= A
x
x x
72 . 7
4 . 0 220
) 40 5 ( ) 120 4 (
=
+

Ip = In x k
Ip = 7.72 x (1.1 – 2.5)
= (8.49 – 19.3) A ~16 A
jadi MCB yang dipakai adalah ≈ 16 A
16. Kelompok 16 = KKB 5 x 150 VA (MCB satu fasa)
Diketahui : P = 5 X 150 VA
V
f
= 220 Volt
Cos θ = 0.4 leg
Jawab :
In =
u cos Vfx
P
= A
x
x
52 . 8
4 . 0 220
150 5
=
Ip = In x k
Ip = 8.52 x (1.1 – 2.5)
= (9.37 – 21.3) A ~16 A
jadi MCB yang dipakai adalah ≈ 16 A

17. Kelompok 17 = KKB 4 x 150 VA (MCB satu fasa)
Diketahui : P = 4 X 150 VA
V
f
= 220 Volt
Cos θ = 0.4 leg
Jawab :
In =
u cos Vfx
P
= A
x
x
8 . 6
4 . 0 220
150 4
=
Ip = In x k
Ip = 6.8 x (1.1 – 2.5)
= (7.48 – 17) A ~10 A
jadi MCB yang dipakai adalah ≈ 10 A

Laporan Perancangan Instalasi Listrik 20

18. Kelompok 18 = 3 Lampu TL 2 x 60 W dan lampu XL 4 x 40 w dan lampu XL 6 x 15 W
(MCB satu fasa)
Diketahui : P = (3 X 120)+(4 x 40)+(6 x 15)
V
f
= 220 Volt
Cos θ = 0.4 leg
Jawab :
In =
u cos Vfx
P
= A
x
x x x
93 . 6
4 . 0 220
) 15 6 ( ) 40 4 ( ) 120 3 (
=
+ +

Ip = In x k
Ip = 6.93 x (1.1 – 2.5)
= (7.62 – 17.32) A ~16 A
jadi MCB yang dipakai adalah ≈ 16 A


19. Kelompok 19 = 4 KKB x 150 VA (MCB satu fasa)
Diketahui : P = 4 X 150 VA
V
f
= 220 Volt
Cos θ = 0.4 leg
Jawab :
In =
u cos Vfx
P
= A
x
x
81 . 6
4 . 0 220
150 4
=
Ip = In x k
Ip = 6.81 x (1.1 – 2.5)
= (7.49 – 17.02) A ~10 A
jadi MCB yang dipakai adalah ≈ 10 A

20. Kelompok 20 = KKB 5 x 150 VA (MCB satu fasa)
Diketahui : P = 5 X 150 VA
V
f
= 220 Volt
Cos θ = 0.4 leg
Laporan Perancangan Instalasi Listrik 21

Jawab :
In =
u cos Vfx
P
= A
x
x
52 . 8
4 . 0 220
150 5
=
Ip = In x k
Ip = 8.52 x (1.1 – 2.5)
= (9.37 – 21.3) A ~16 A
jadi MCB yang dipakai adalah ≈ 16 A
21. Kelompok 21 = 10 lampu TL 2 X 60 W (MCB satu fasa)
Diketahui : P = 10 X 120 Watt
V
f
= 220 Volt
Cos θ = 0.4 leg
Jawab :
In =
u cos Vfx
P
= A
x
x
63 . 13
4 . 0 220
120 10
=
Ip = In x k
Ip = 13.63 x (1.1 – 2.5)
= (14.99 – 34.07) A ~25 A
jadi MCB yang dipakai adalah ≈ 25 A

22. Kelompok 22 = 10 lampu TL 2 X 60 W (MCB satu fasa)
Diketahui : P = 10 X 120 Watt
V
f
= 220 Volt
Cos θ = 0.4 leg
Jawab :
In =
u cos Vfx
P
= A
x
x
63 . 13
4 . 0 220
120 10
=
Ip = In x k
Ip = 13.63 x (1.1 – 2.5)
= (14.99 – 34.07) A ~25 A
jadi MCB yang dipakai adalah ≈ 25 A
Laporan Perancangan Instalasi Listrik 22


23. Kelompok 23 = 6 lampu TL 2 X 60 W (MCB satu fasa)
Diketahui : P = 6 X 120 Watt
V
f
= 220 Volt
Cos θ = 0.4 leg
Jawab :
In =
u cos Vfx
P
= A
x
x
18 . 8
4 . 0 220
120 6
=
Ip = In x k
Ip = 8.18 x (1.1 – 2.5)
= (8.99 – 20.45) A ~10 A
jadi MCB yang dipakai adalah ≈ 16 A

24. Kelompok 24 = 14 lampu TL 2 X 60 W (MCB satu fasa)
Diketahui : P = 14 X 120 Watt
V
f
= 220 Volt
Cos θ = 0.4 leg
Jawab :
In =
u cos Vfx
P
= A
x
x
09 . 19
4 . 0 220
120 14
=
Ip = In x k
Ip = 19.09 x (1.1 – 2.5)
= (20.99 – 47.72) A ~32 A
jadi MCB yang dipakai adalah ≈ 32 A

25. Kelompok 25 = 11 lampu TL 2 X 60 W (MCB satu fasa)
Diketahui : P = 11 X 120 Watt
V
f
= 220 Volt
Cos θ = 0.4 leg
Jawab :
Laporan Perancangan Instalasi Listrik 23

In =
u cos Vfx
P
= A
x
x
15
4 . 0 220
120 11
=
Ip = In x k
Ip = 15 x (1.1 – 2.5)
= (16.5 – 37.5) A ~25 A
jadi MCB yang dipakai adalah ≈ 25 A

Pada SDP 1.2 :

1. Kelompok 1 = 2 Lampu TL 2 x 60 W dan lampu XL 4 x 40 W (MCB satu fasa)
Diketahui : P = (2 X 120)+(4 x 40)
V
f
= 220 Volt
Cos θ = 0.4 leg
Jawab :
In =
u cos Vfx
P
= A
x
x x
54 . 4
4 . 0 220
) 40 4 ( ) 120 2 (
=
+

Ip = In x k
Ip = 4.54 x (1.1 – 2.5)
= (4.99 – 11.35) A ~6 A
jadi MCB yang dipakai adalah ≈ 6 A

2. Kelompok 2 = 12 lampu TL 2 X 60 W (MCB satu fasa)
Diketahui : P = 12 X 120 Watt
V
f
= 220 Volt
Cos θ = 0.4 leg
Jawab :
In =
u cos Vfx
P
= A
x
x
36 . 16
4 . 0 220
120 12
=
Ip = In x k
Ip = 16.35 x (1.1 – 2.5)
Laporan Perancangan Instalasi Listrik 24

= (17.98 – 40.87) A ~32 A
jadi MCB yang dipakai adalah ≈ 32 A

3. Kelompok 3 = 6 KKB x 150 VA (MCB satu fasa)
Diketahui : P = 6 X 150 VA
V
f
= 220 Volt
Cos θ = 0.4 leg
Jawab :
In =
u cos Vfx
P
= A
x
x
22 . 10
4 . 0 220
150 6
=
Ip = In x k
Ip = 10.22 x (1.1 – 2.5)
= (11,24 – 25,55) A ~16 A
jadi MCB yang dipakai adalah ≈ 16 A

4. Kelompok 4 = 11 lampu TL 2 X 60 W dan lampu XL 3 x 40 W (MCB satu fasa)
Diketahui : P = (11 X 120)+(3 x 40)
V
f
= 220 Volt
Cos θ = 0.4 leg
Jawab :
In =
u cos Vfx
P
= A
x
x x
36 . 16
4 . 0 220
) 40 3 ( ) 120 11 (
=
+

Ip = In x k
Ip = 16.36 x (1.1 – 2.5)
= (17.99 – 40.9) A ~32 A
jadi MCB yang dipakai adalah ≈ 32 A


5. Kelompok 5 = 4 KKB x 150 VA (MCB satu fasa)
Diketahui : P = 4 X 150 VA
Laporan Perancangan Instalasi Listrik 25

V
f
= 220 Volt
Cos θ = 0.4 leg
Jawab :
In =
u cos Vfx
P
= A
x
x
81 . 6
4 . 0 220
150 4
=
Ip = In x k
Ip = 6.81 x (1.1 – 2.5)
= (7.49 – 17.02) A ~10 A
jadi MCB yang dipakai adalah ≈ 10 A

6. Kelompok 6 = 4 KKB x 150 VA (MCB satu fasa)
Diketahui : P = 4 X 150 VA
V
f
= 220 Volt
Cos θ = 0.4 leg
Jawab :
In =
u cos Vfx
P
= A
x
x
81 . 6
4 . 0 220
150 4
=
Ip = In x k
Ip = 6.81 x (1.1 – 2.5)
= (7.49 – 17.02) A ~10 A
jadi MCB yang dipakai adalah ≈ 10 A

7. Kelompok 7 = 14 lampu TL 2 X 60 W (MCB satu fasa)
Diketahui : P = 14 X 120 Watt
V
f
= 220 Volt
Cos θ = 0.4 leg
Jawab :
In =
u cos Vfx
P
= A
x
x
09 . 19
4 . 0 220
120 14
=
Ip = In x k
Laporan Perancangan Instalasi Listrik 26

Ip = 19.09 x (1.1 – 2.5)
= (20.99 – 47.72) A ~32 A
jadi MCB yang dipakai adalah ≈ 32 A
8. Kelompok 8 = 9 lampu TL 2 X 60 W (MCB satu fasa)
Diketahui : P = 9 X 120 Watt
V
f
= 220 Volt
Cos θ = 0.4 leg
Jawab :
In =
u cos Vfx
P
= A
x
x
27 . 12
4 . 0 220
120 9
=
Ip = In x k
Ip = 12.27 x (1.1 – 2.5)
= (13.49 – 30.67) A ~25 A
jadi MCB yang dipakai adalah ≈ 25 A

9. Kelompok 9 = 8 lampu TL 2 X 60 W (MCB satu fasa)
Diketahui : P = 8 X 60 Watt
V
f
= 220 Volt
Cos θ = 0.4 leg
Jawab :
In =
u cos Vfx
P
= A
x
x
45 . 5
4 . 0 220
60 8
=
Ip = In x k
Ip = 5,45 x (1.1 – 2.5)
= (5.99 – 13.62) A ~10 A
jadi MCB yang dipakai adalah ≈ 10 A

10. Kelompok 10 = 4 KKB x 150 VA (MCB satu fasa)
Diketahui : P = 4 X 150 VA
V
f
= 220 Volt
Laporan Perancangan Instalasi Listrik 27

Cos θ = 0.4 leg
Jawab :
In =
u cos Vfx
P
= A
x
x
81 . 6
4 . 0 220
150 4
=
Ip = In x k
Ip = 6.81 x (1.1 – 2.5)
= (7.49 – 17.02) A ~10 A
jadi MCB yang dipakai adalah ≈ 10 A

11. Kelompok 11 = 6 KKB x 150 VA (MCB satu fasa)
Diketahui : P = 6 X 150 VA
V
f
= 220 Volt
Cos θ = 0.4 leg
Jawab :
In =
u cos Vfx
P
= A
x
x
22 . 10
4 . 0 220
150 6
=
Ip = In x k
Ip = 10.22 x (1.1 – 2.5)
= (11,24 – 25,55) A ~16 A
jadi MCB yang dipakai adalah ≈ 16 A
12. Kelompok 12 = 9 lampu TL 2 X 60 W (MCB satu fasa)
Diketahui : P = 9 X 120 Watt
V
f
= 220 Volt
Cos θ = 0.4 leg
Jawab :
In =
u cos Vfx
P
= A
x
x
27 . 12
4 . 0 220
120 9
=
Ip = In x k
Ip = 12.27 x (1.1 – 2.5)
= (13.49 – 30.67) A ~25 A
Laporan Perancangan Instalasi Listrik 28

jadi MCB yang dipakai adalah ≈ 25 A

13. Kelompok 13 = 14 lampu TL 2 X 60 W (MCB satu fasa)
Diketahui : P = 14 X 120 Watt
V
f
= 220 Volt
Cos θ = 0.4 leg
Jawab :
In =
u cos Vfx
P
= A
x
x
09 . 19
4 . 0 220
120 14
=
Ip = In x k
Ip = 19.09 x (1.1 – 2.5)
= (20.99 – 47.72) A ~32 A
jadi MCB yang dipakai adalah ≈ 32 A

14. Kelompok 14 = Lampu XL 6 X 40 W (MCB satu fasa)
Diketahui : P = 6 X 40 Watt
V
f
= 220 Volt
Cos θ = 0.4 leg
Jawab :
In =
u cos Vfx
P
= A
x
x
72 . 2
4 . 0 220
40 6
=
Ip = In x k
Ip = 2.72 x (1.1 – 2.5)
= (2.99 – 6.8) A ~4 A
jadi MCB yang dipakai adalah ≈ 4 A

15. Kelompok 15 = 1 lampu TL 2 X 60 W dan lampu XL 11 x 40 W (MCB satu fasa)
Diketahui : P = (1 X 120)+(11 x 40)
V
f
= 220 Volt
Cos θ = 0.4 leg
Laporan Perancangan Instalasi Listrik 29

Jawab :
In =
u cos Vfx
P
= A
x
x x
36 . 6
4 . 0 220
) 40 11 ( ) 120 1 (
=
+

Ip = In x k
Ip = 6.36 x (1.1 – 2.5)
= (6.99 – 15.9) A ~10 A
jadi MCB yang dipakai adalah ≈ 10 A

16. Kelompok 16 = 11 lampu TL 2 X 60 W (MCB satu fasa)
Diketahui : P = 11 X 120 Watt
V
f
= 220 Volt
Cos θ = 0.4 leg
Jawab :
In =
u cos Vfx
P
= A
x
x
15
4 . 0 220
120 11
=
Ip = In x k
Ip = 15 x (1.1 – 2.5)
= (16.5 – 37.5) A ~25 A
jadi MCB yang dipakai adalah ≈ 25 A

17. Kelompok 17 = 6 KKB x 150 VA (MCB satu fasa)
Diketahui : P = 6 X 150 VA
V
f
= 220 Volt
Cos θ = 0.4 leg
Jawab :
In =
u cos Vfx
P
= A
x
x
22 . 10
4 . 0 220
150 6
=
Ip = In x k
Ip = 10.22 x (1.1 – 2.5)
= (11,24 – 25,55) A ~16 A
Laporan Perancangan Instalasi Listrik 30

jadi MCB yang dipakai adalah ≈ 16 A

18. Kelompok 18 = 6 KKB x 150 VA (MCB satu fasa)
Diketahui : P = 6 X 150 VA
V
f
= 220 Volt
Cos θ = 0.4 leg
Jawab :
In =
u cos Vfx
P
= A
x
x
22 . 10
4 . 0 220
150 6
=
Ip = In x k
Ip = 10.22 x (1.1 – 2.5)
= (11,24 – 25,55) A ~16 A
jadi MCB yang dipakai adalah ≈ 16 A

19. Kelompok 19 = 6 KKB x 150 VA (MCB satu fasa)
Diketahui : P = 6 X 150 VA
V
f
= 220 Volt
Cos θ = 0.4 leg
Jawab :
In =
u cos Vfx
P
= A
x
x
22 . 10
4 . 0 220
150 6
=
Ip = In x k
Ip = 10.22 x (1.1 – 2.5)
= (11,24 – 25,55) A ~16 A
jadi MCB yang dipakai adalah ≈ 16 A

20. Kelompok 20 = KKB 5 x 150 VA (MCB satu fasa)
Diketahui : P = 5 X 150 VA
V
f
= 220 Volt
Cos θ = 0.4 leg
Laporan Perancangan Instalasi Listrik 31

Jawab :
In =
u cos Vfx
P
= A
x
x
52 . 8
4 . 0 220
150 5
=
Ip = In x k
Ip = 8.52 x (1.1 – 2.5)
= (9.37 – 21.3) A ~16 A
jadi MCB yang dipakai adalah ≈ 16 A

21. Kelompok 21 = KKB 5 x 150 VA (MCB satu fasa)
Diketahui : P = 5 X 150 VA
V
f
= 220 Volt
Cos θ = 0.4 leg
Jawab :
In =
u cos Vfx
P
= A
x
x
52 . 8
4 . 0 220
150 5
=
Ip = In x k
Ip = 8.52 x (1.1 – 2.5)
= (9.37 – 21.3) A ~16 A
jadi MCB yang dipakai adalah ≈ 16 A

22. Kelompok 22 = 9 lampu TL 2 X 60 W (MCB satu fasa)
Diketahui : P = 9 X 120 Watt
V
f
= 220 Volt
Cos θ = 0.4 leg
Jawab :
In =
u cos Vfx
P
= A
x
x
27 . 12
4 . 0 220
120 9
=
Ip = In x k
Ip = 12.27 x (1.1 – 2.5)
= (13.49 – 30.67) A ~25 A
Laporan Perancangan Instalasi Listrik 32

jadi MCB yang dipakai adalah ≈ 25 A
23. Kelompok 23 = 2 Lampu TL 2 x 60 W dan lampu XL 6 X 40 W (MCB satu fasa)
Diketahui : p = (2 X 120)+(6 x 40)
V
f
= 220 Volt
Cos θ = 0.4 leg
Jawab :
In =
u cos Vfx
P
= A
x
x x
45 . 5
4 . 0 220
) 40 6 ( ) 120 2 (
=
+

Ip = In x k
Ip = 5,45 x (1.1 – 2.5)
= (5.99 – 13.62) A ~10 A
jadi MCB yang dipakai adalah ≈ 10 A

24. Kelompok 24 = 2 Lampu TL 2 x 60 W dan lampu XL 6 X 40 W (MCB satu fasa)
Diketahui : P = (2 X 120)+(6 x 40)
V
f
= 220 Volt
Cos θ = 0.4 leg
Jawab :
In =
u cos Vfx
P
= A
x
x x
45 . 5
4 . 0 220
) 40 6 ( ) 120 2 (
=
+

Ip = In x k
Ip = 5,45 x (1.1 – 2.5)
= (5.99 – 13.62) A ~10 A
jadi MCB yang dipakai adalah ≈ 10 A

25. Kelompok 25 = 2 Lampu TL 2 x 60 W dan lampu XL 6 X 40 W (MCB satu fasa)
Diketahui : P = (2 X 120)+(6 x 40)
V
f
= 220 Volt
Cos θ = 0.4 leg
Jawab :
Laporan Perancangan Instalasi Listrik 33

In =
u cos Vfx
P
= A
x
x x
45 . 5
4 . 0 220
) 40 6 ( ) 120 2 (
=
+

Ip = In x k
Ip = 5,45 x (1.1 – 2.5)
= (5.99 – 13.62) A ~10 A
jadi MCB yang dipakai adalah ≈ 10 A

26. Kelompok 26 = 2 Lampu TL 2 x 60 W dan lampu XL 4 X 15 W (MCB satu fasa)
Diketahui : P = (2 X 120)+(4 x 15)
V
f
= 220 Volt
Cos θ = 0.4 leg
Jawab :
In =
u cos Vfx
P
= A
x
x x
40 . 3
4 . 0 220
) 15 4 ( ) 120 2 (
=
+

Ip = In x k
Ip = 3.40 x (1.1 – 2.5)
= (3.74 – 8.5) A ~6 A
jadi MCB yang dipakai adalah ≈ 6 A



27. Kelompok 27 = 6 KKB x 150 VA (MCB satu fasa)
Diketahui : P = 6 X 150 VA
V
f
= 220 Volt
Cos θ = 0.4 leg
Jawab :
In =
u cos Vfx
P
= A
x
x
22 . 10
4 . 0 220
150 6
=
Ip = In x k
Ip = 10.22 x (1.1 – 2.5)
Laporan Perancangan Instalasi Listrik 34

= (11,24 – 25,55) A ~16 A
jadi MCB yang dipakai adalah ≈ 16 A

28. Kelompok 28 = 6 KKB x 150 VA (MCB satu fasa)
Diketahui : P = 6 X 150 VA
V
f
= 220 Volt
Cos θ = 0.4 leg
Jawab :
In =
u cos Vfx
P
= A
x
x
22 . 10
4 . 0 220
150 6
=
Ip = In x k
Ip = 10.22 x (1.1 – 2.5)
= (11,24 – 25,55) A ~16 A
jadi MCB yang dipakai adalah ≈ 16 A

29. Kelompok 29 = 9 lampu TL 2 X 60 W (MCB satu fasa)
Diketahui : P = 9 X 120 Watt
V
f
= 220 Volt
Cos θ = 0.4 leg
Jawab :
In =
u cos Vfx
P
= A
x
x
27 . 12
4 . 0 220
120 9
=
Ip = In x k
Ip = 12.27 x (1.1 – 2.5)
= (13.49 – 30.67) A ~25 A
jadi MCB yang dipakai adalah ≈ 25 A

Pada SDP 3 :


Laporan Perancangan Instalasi Listrik 35

1. Kelompok 1 = 10 lampu TL 2 X 60 W (MCB satu fasa)
Diketahui : P = 10 X 120 Watt
V
f
= 220 Volt
Cos θ = 0.4 leg
Jawab :
In =
u cos Vfx
P
= A
x
x
63 . 13
4 . 0 220
120 10
=
Ip = In x k
Ip = 13.63 x (1.1 – 2.5)
= (14.99 – 34.07) A ~25 A
jadi MCB yang dipakai adalah ≈ 25 A
2. Kelompok 2 = 10 lampu TL 2 X 60 W (MCB satu fasa)
Diketahui : P = 10 X 120 Watt
V
f
= 220 Volt
Cos θ = 0.4 leg
Jawab :
In =
u cos Vfx
P
= A
x
x
63 . 13
4 . 0 220
120 10
=
Ip = In x k
Ip = 13.63 x (1.1 – 2.5)
= (14.99 – 34.07) A ~25 A
jadi MCB yang dipakai adalah ≈ 25 A

3. Kelompok 3 = 10 lampu TL 2 X 60 W (MCB satu fasa)
Diketahui : P = 10 X 120 Watt
V
f
= 220 Volt
Cos θ = 0.4 leg
Jawab :
In =
u cos Vfx
P
= A
x
x
63 . 13
4 . 0 220
120 10
=
Laporan Perancangan Instalasi Listrik 36

Ip = In x k
Ip = 13.63 x (1.1 – 2.5)
= (14.99 – 34.07) A ~25 A
jadi MCB yang dipakai adalah ≈ 25 A

4. Kelompok 4 = 12 lampu TL 2 X 60 W (MCB satu fasa)
Diketahui : P = 12 X 120 Watt
V
f
= 220 Volt
Cos θ = 0.4 leg
Jawab :
In =
u cos Vfx
P
= A
x
x
36 . 16
4 . 0 220
120 12
=
Ip = In x k
Ip = 16.35 x (1.1 – 2.5)
= (17.98 – 40.87) A ~32 A
jadi MCB yang dipakai adalah ≈ 32 A

5. Kelompok 5 = 6 KKB x 150 VA (MCB satu fasa)
Diketahui : P = 6 X 150 VA
V
f
= 220 Volt
Cos θ = 0.4 leg
Jawab :
In =
u cos Vfx
P
= A
x
x
22 . 10
4 . 0 220
150 6
=
Ip = In x k
Ip = 10.22 x (1.1 – 2.5)
= (11,24 – 25,55) A ~16 A
jadi MCB yang dipakai adalah ≈ 16 A

6. Kelompok 6 = 6 KKB x 150 VA (MCB satu fasa)
Laporan Perancangan Instalasi Listrik 37

Diketahui : P = 6 X 150 VA
V
f
= 220 Volt
Cos θ = 0.4 leg
Jawab :
In =
u cos Vfx
P
= A
x
x
22 . 10
4 . 0 220
150 6
=
Ip = In x k
Ip = 10.22 x (1.1 – 2.5)
= (11,24 – 25,55) A ~16 A
jadi MCB yang dipakai adalah ≈ 16 A


7. Kelompok 7 = 6 lampu TL 2 X 60 W (MCB satu fasa)
Diketahui : P = 6 X 120 Watt
V
f
= 220 Volt
Cos θ = 0.4 leg
Jawab :
In =
u cos Vfx
P
= A
x
x
18 . 8
4 . 0 220
120 6
=
Ip = In x k
Ip = 8.18 x (1.1 – 2.5)
= (8.99 – 20.45) A ~10 A
jadi MCB yang dipakai adalah ≈ 16 A


8. Kelompok 8 = 10 lampu TL 2 X 60 W (MCB satu fasa)
Diketahui : P = 10 X 120 Watt
V
f
= 220 Volt
Cos θ = 0.4 leg
Jawab :
Laporan Perancangan Instalasi Listrik 38

In =
u cos Vfx
P
= A
x
x
63 . 13
4 . 0 220
120 10
=
Ip = In x k
Ip = 13.63 x (1.1 – 2.5)
= (14.99 – 34.07) A ~25 A
jadi MCB yang dipakai adalah ≈ 25 A
9. Kelompok 9 = 10 lampu TL 2 X 60 W (MCB satu fasa)
Diketahui : P = 10 X 120 Watt
V
f
= 220 Volt
Cos θ = 0.4 leg
Jawab :
In =
u cos Vfx
P
= A
x
x
63 . 13
4 . 0 220
120 10
=
Ip = In x k
Ip = 13.63 x (1.1 – 2.5)
= (14.99 – 34.07) A ~25 A
jadi MCB yang dipakai adalah ≈ 25 A
10. Kelompok 10 = 3 Lampu TL 2 x 60 W dan lampu XL 4 x 40 w dan lampu XL 6 x 15 W
(MCB satu fasa)
Diketahui : P = (3 X 120)+(4 x 40)+(6 x 15)
V
f
= 220 Volt
Cos θ = 0.4 leg
Jawab :
In =
u cos Vfx
P
= A
x
x x x
93 . 6
4 . 0 220
) 15 6 ( ) 40 4 ( ) 120 3 (
=
+ +

Ip = In x k
Ip = 6.93 x (1.1 – 2.5)
= (7.62 – 17.32) A ~16 A
jadi MCB yang dipakai adalah ≈ 16 A
11. Kelompok 11 = 4 KKB x 150 VA (MCB satu fasa)
Laporan Perancangan Instalasi Listrik 39

Diketahui : P = 4 X 150 VA
V
f
= 220 Volt
Cos θ = 0.4 leg
Jawab :
In =
u cos Vfx
P
= A
x
x
81 . 6
4 . 0 220
150 4
=
Ip = In x k
Ip = 6.81 x (1.1 – 2.5)
= (7.49 – 17.02) A ~10 A
jadi MCB yang dipakai adalah ≈ 10 A
12. Kelompok 12 = KKB 5 x 150 VA (MCB satu fasa)
Diketahui : P = 5 X 150 VA
V
f
= 220 Volt
Cos θ = 0.4 leg
Jawab :
In =
u cos Vfx
P
= A
x
x
52 . 8
4 . 0 220
150 5
=
Ip = In x k
Ip = 8.52 x (1.1 – 2.5)
= (9.37 – 21.3) A ~16 A
jadi MCB yang dipakai adalah ≈ 16 A
13. Kelompok 13 = 14 lampu TL 2 X 60 W (MCB satu fasa)
Diketahui : P = 14 X 120 Watt
V
f
= 220 Volt
Cos θ = 0.4 leg
Jawab :
In =
u cos Vfx
P
= A
x
x
09 . 19
4 . 0 220
120 14
=
Ip = In x k
Ip = 19.09 x (1.1 – 2.5)
Laporan Perancangan Instalasi Listrik 40

= (20.99 – 47.72) A ~32 A
jadi MCB yang dipakai adalah ≈ 32 A
14. Kelompok 14 = 11 lampu TL 2 X 60 W (MCB satu fasa)
Diketahui : P = 11 X 120 Watt
V
f
= 220 Volt
Cos θ = 0.4 leg
Jawab :
In =
u cos Vfx
P
= A
x
x
15
4 . 0 220
120 11
=
Ip = In x k
Ip = 15 x (1.1 – 2.5)
= (16.5 – 37.5) A ~25 A
jadi MCB yang dipakai adalah ≈ 25 A

15. Kelompok 15 = 9 lampu TL 2 X 60 W (MCB satu fasa)
Diketahui : P = 9 X 120 Watt
V
f
= 220 Volt
Cos θ = 0.4 leg
Jawab :
In =
u cos Vfx
P
= A
x
x
27 . 12
4 . 0 220
120 9
=
Ip = In x k
Ip = 12.27 x (1.1 – 2.5)
= (13.49 – 30.67) A ~25 A
jadi MCB yang dipakai adalah ≈ 25 A


16. Kelompok 16 = Lampu XL 10 X 40 W (MCB satu fasa)
Diketahui : P = 10 X 40 Watt
V
f
= 220 Volt
Laporan Perancangan Instalasi Listrik 41

Cos θ = 0.4 leg
Jawab :
In =
u cos Vfx
P
= A
x
x
54 . 4
4 . 0 220
40 10
=
Ip = In x k
Ip = 4.54 x (1.1 – 2.5)
= (4.99 – 11.35) A ~10 A
jadi MCB yang dipakai adalah ≈ 10 A

17. Kelompok 17 = KKB 4 x 150 VA (MCB satu fasa)
Diketahui : P = 4 X 150 VA
V
f
= 220 Volt
Cos θ = 0.4 leg
Jawab :
In =
u cos Vfx
P
= A
x
x
8 . 6
4 . 0 220
150 4
=
Ip = In x k
Ip = 6.8 x (1.1 – 2.5)
= (7.48 – 17) A ~10 A
jadi MCB yang dipakai adalah ≈ 10 A
18. Kelompok 18 = KKB 5 x 150 VA (MCB satu fasa)
Diketahui : P = 5 X 150 VA
V
f
= 220 Volt
Cos θ = 0.4 leg
Jawab :
In =
u cos Vfx
P
= A
x
x
52 . 8
4 . 0 220
150 5
=
Ip = In x k
Ip = 8.52 x (1.1 – 2.5)
= (9.37 – 21.3) A ~16 A
Laporan Perancangan Instalasi Listrik 42

jadi MCB yang dipakai adalah ≈ 16 A


19. Kelompok 19 = KKB 5 x 150 VA (MCB satu fasa)
Diketahui : P = 5 X 150 VA
V
f
= 220 Volt
Cos θ = 0.4 leg
Jawab :
In =
u cos Vfx
P
= A
x
x
52 . 8
4 . 0 220
150 5
=
Ip = In x k
Ip = 8.52 x (1.1 – 2.5)
= (9.37 – 21.3) A ~16 A
jadi MCB yang dipakai adalah ≈ 16 A
20. Kelompok 20 = Lampu XL 10 X 40 W (MCB satu fasa)
Diketahui : P = 10 X 40 Watt
V
f
= 220 Volt
Cos θ = 0.4 leg
Jawab :
In =
u cos Vfx
P
= A
x
x
54 . 4
4 . 0 220
40 10
=
Ip = In x k
Ip = 4.54 x (1.1 – 2.5)
= (4.99 – 11.35) A ~10 A
jadi MCB yang dipakai adalah ≈ 10 A



21. Kelompok 21 = 4 Lampu TL 2 x 60 W dan lampu XL 5 x 40 W (MCB satu fasa)
Diketahui : P = (4 x 12)+(5 x 40)
Laporan Perancangan Instalasi Listrik 43

V
f
= 220 Volt
Cos θ = 0.4 leg
Jawab :
In =
u cos Vfx
P
= A
x
x x
72 . 7
4 . 0 220
) 40 5 ( ) 120 4 (
=
+

Ip = In x k
Ip = 7.72 x (1.1 – 2.5)
= (8.49 – 19.3) A ~16 A
jadi MCB yang dipakai adalah ≈ 16 A

22. Kelompok 22 = KKB 5 x 150 VA (MCB satu fasa)
Diketahui : P = 5 X 150 VA
V
f
= 220 Volt
Cos θ = 0.4 leg
Jawab :
In =
u cos Vfx
P
= A
x
x
52 . 8
4 . 0 220
150 5
=
Ip = In x k
Ip = 8.52 x (1.1 – 2.5)
= (9.37 – 21.3) A ~16 A
jadi MCB yang dipakai adalah ≈ 16 A

23. Kelompok 23 = KKB 5 x 150 VA (MCB satu fasa)
Diketahui : P = 5 X 150 VA
V
f
= 220 Volt
Cos θ = 0.4 leg
Jawab :
In =
u cos Vfx
P
= A
x
x
52 . 8
4 . 0 220
150 5
=
Ip = In x k
Laporan Perancangan Instalasi Listrik 44

Ip = 8.52 x (1.1 – 2.5)
= (9.37 – 21.3) A ~16 A
jadi MCB yang dipakai adalah ≈ 16 A


24. Kelompok 24 = KKB 5 x 150 VA (MCB satu fasa)
Diketahui : P = 5 X 150 VA
V
f
= 220 Volt
Cos θ = 0.4 leg
Jawab :
In =
u cos Vfx
P
= A
x
x
52 . 8
4 . 0 220
150 5
=
Ip = In x k
Ip = 8.52 x (1.1 – 2.5)
= (9.37 – 21.3) A ~16 A
jadi MCB yang dipakai adalah ≈ 16 A
25. Kelompok 25 = 4 KKB x 150 VA (MCB satu fasa)
Diketahui : P = 4 X 150 VA
V
f
= 220 Volt
Cos θ = 0.4 leg
Jawab :
In =
u cos Vfx
P
= A
x
x
81 . 6
4 . 0 220
150 4
=
Ip = In x k
Ip = 6.81 x (1.1 – 2.5)
= (7.49 – 17.02) A ~10 A
jadi MCB yang dipakai adalah ≈ 10 A



Laporan Perancangan Instalasi Listrik 45

D. Perhitungan Kapasitas MCB dam FUSE Pada SDP

- MCB SDP 1
Terdiri dari :
 335 Lampu TL
 100 Lampu XL 40 W
 16 Lampu XL 15 W
 192 KKB
Diketahui : P Lampu TL = 335 x 2 x 60 W = 40200 W
P Lampu XL = 100 x 40 W = 4000 W
P Lampu XL = 16 x 15 W = 240 W
P KKB = 172 x 150 VA = 25800 VA
P Total = 70240 W
Maka pengaman yang digunakan pada SDP 1 adalah :
In SDP 1 =
P total
√3.V.cosφ
=
70240
3.380.0,4

Pengaman yang digunakan :
Imcb SDP 1 = 266.79 1,12,5

Jadi pengaman yang digunakan pada SDP 1 adalah 400 A
Fuse yang digunakan :
Imcb SDP1 = 266.79 1,14
Jadi Fuse yang digunakan pada SDP 1 adalah 500 A
- SDP 1.1
Terdiri dari
 109 Lampu TL
 29 Lampu XL 40 W
 6 Lampu XL 15 W
 54 KKB
Diketahui : P Lampu TL = 109 x 2 x 60 W = 13080 W
Laporan Perancangan Instalasi Listrik 46

P Lampu XL = 29 x 40 W = 1160 W
P Lampu XL = 6 x 15 W = 90 W
P KKB = 54 x 150 VA = 8100 VA
Total Daya = 22430 W

Maka pengaman yang digunakan pada SDP 1.1 adalah :
In SDP 1.1 =
P total
√3.V.cosφ
=
22430
3.380.0,4

Pengaman yang digunakan :
Imcb SDP 1.1 = 85.19 1,12,5

Jadi pengaman yang digunakan pada SDP 1.1 adalah 160 A
Fuse yang digunakan :
Imcb SDP1.1 = 85.19 1,14
Jadi Fuse yang digunakan pada SDP 1.1 adalah 200 A

- SDP 1.2
Terdiri dari
 117 Lampu TL
 42 Lampu XL 40 W
 4 Lampu XL 15 W
 64 KKB
Diketahui : P Lampu TL = 117 x 2 x 60 W = 14040 W
P Lampu XL = 42 x 40 W = 1680 W
P Lampu XL = 4 x 15 W = 60 W
P KKB = 64 x 150 W = 9600 W
Daya Total = 25380 W

Maka pengaman yang digunakan pada SDP 1.2 adalah :
Laporan Perancangan Instalasi Listrik 47

In SDP 1.2 =
P total
√3.V.cosφ
=
25380
3.380.0,4

Pengaman yang digunakan :
Imcb SDP 5C = 96.40 1,12,5
Jadi pengaman yang digunakan pada SDP 1.2 adalah 200 A
Fuse yang digunakan :
Imcb SDP1.1 = 96.40 1,14
Jadi Fuse yang digunakan pada SDP 1.2 adalah 250 A

- SDP 1.3
Terdiri dari
 109 Lampu TL
 29 Lampu XL 40 W
 6 Lampu XL 15 W
 54 KKB
Diketahui : P Lampu TL = 109 x 2 x 60 W = 13080 W
P Lampu XL = 29 x 40 W = 1160 W
P Lampu XL = 6 x 15 W = 90 W
P KKB = 54 x 150 VA = 8100 VA
Total Daya = 22430 W

Maka pengaman yang digunakan pada SDP 1.3 adalah :
In SDP 1.3 =
P total
√3.V.cosφ
=
22430
3.380.0,4

Pengaman yang digunakan :
Imcb SDP 5C = 85.19 1,12,5

Jadi pengaman yang digunakan pada SDP 1.3 adalah 160 A
Fuse yang digunakan :
Laporan Perancangan Instalasi Listrik 48

Imcb SDP1.1 = 85.19 1,14
Jadi Fuse yang digunakan pada SDP 1.3 adalah 200 A
E. Perhitungan Kebutuhan Kapasitor untuk Perbaikan Faktor Daya
- Capasitor Bank
P total lampu TL = 335 x 2 x 60 = 40200 W
Q = P (tan

)
Q = 40200 ( 2,291 – 0,484)
Q = 40200 (1,807)
Q = 72.64 KVAR
Q = 72 KVAR

Dengan demikian ada tiga kapasitor tiga fasa, dengan rincian sebagai berikut:
- 20 KVAR
- 20 KVAR
- 10 KVAR
- 10 KVAR
- 5 KVAR
- 5 KVAR
- 1 KVAR
- 1 KVAR



 Perhitungan Pengaman arus kapasitor untuk 30 KVAR, 15 KVAR dan 75 KVAR
- Q = 20 KVAR = 20000 VAR



Maka untuk pengaman
MCB: Ip = In x k
Laporan Perancangan Instalasi Listrik 49

= x (1.1 – 2.5)
= (33.41 – 75.95) A ~50 A
jadi MCB yang dipakai adalah ≈ 50 A
- Q = 10 KVAR = 10000 VAR
-



Maka untuk pengaman
MCB: Ip = In x k
= x (1.1 – 2.5)
= (16.70 – 37.97) A ~25 A
jadi MCB yang dipakai adalah ≈ 25 A

- Q = 5 KVAR = 5000 VAR



Maka untuk pengaman
MCB: Ip = In x k
= 7.59 x (1.1 – 2.5)
= (8.35 – 20.89) A ~16 A
jadi MCB yang dipakai adalah ≈ 16 A
- Q = 5 KVAR = 5000 VAR



Maka untuk pengaman
MCB: Ip = In x k
= 7.59 x (1.1 – 2.5)
= (8.35 – 20.89) A ~16 A
jadi MCB yang dipakai adalah ≈ 16 A
- Q = 1 KVAR = 1000 VAR



Maka untuk pengaman
Laporan Perancangan Instalasi Listrik 50

MCB: Ip = In x k
= 1.51 x (1.1 – 2.5)
= (1.66 – 3.77) A ~2 A
jadi MCB yang dipakai adalah ≈ 2 A
- Q = 72 KVAR = 72000 VAR



Maka untuk pengaman
MCB: Ip = In x k
= 109.39 x (1.1 – 2.5)
= (120.33 – 300.82) A ~250 A
jadi MCB yang dipakai adalah ≈ 250 A

Menghitung kapasitas pengaman kontaktor



- Untuk kapasitor 1 KVAR = 1000VAR




pengaman yang digunakan :
Imcb = 1,51 1,12,5 1,,73,775

Jadi pengaman yang digunakan adalah sebesar 2 A



- Untuk kapasitor 5 KVAR = 5000VAR
Laporan Perancangan Instalasi Listrik 51




pengaman yang digunakan :
Imcb = 7,6 1,12,5 8,419

Jadi pengaman yang digunakan adalah sebesar 16 A


- Untuk kapasitor 10 KVAR = 10000VAR




pengaman yang digunakan :
Imcb = 15,2 1,12,5 16,738

Jadi pengaman yang digunakan adalah sebesar 25 A
- Untuk kapasitor 20 KVAR = 20000VAR




pengaman yang digunakan :
Imcb = 30,38 1,12,5 33,4283,56
Laporan Perancangan Instalasi Listrik 52


Jadi pengaman yang digunakan adalah sebesar 50 A

F. Perhitungan Grounding
- MCB SDP 1
Terdiri dari :
 335 Lampu TL
 100 Lampu XL 40 W
 16 Lampu XL 15 W
 172 KKB
Diketahui : P Lampu TL = 335 x 2 x 60 W = 40200 W
P Lampu XL = 100 x 40 W = 4000 W
P Lampu XL = 16 x 15 W = 240 W
P KKB = 172 x 150 VA = 25800 VA
P Total = 70240 W
Maka pengaman yang digunakan pada SDP 1 adalah :
In SDP 1 =
P total
√3.V.cosφ
=
70240
3.380.0,4

Pengaman yang digunakan :
Imcb SDP 1 = 266.79 1,12,5
Maka tahanan tanah (Rp) adalah:

≤ 0.170 Ω s/d 0.074 Ω
Tahanan yang dipakai sebaiknya yang memiliki nilai ≤ 0.074 Ω

Laporan Perancangan Instalasi Listrik 53

- SDP 1.1
Terdiri dari
 109 Lampu TL
 29 Lampu XL 40 W
 6 Lampu XL 15 W
 54 KKB
Diketahui : P Lampu TL = 109 x 2 x 60 W = 13080 W
P Lampu XL = 29 x 40 W = 1160 W
P Lampu XL = 6 x 15 W = 90 W
P KKB = 54 x 150 VA = 8100 VA
Total Daya = 22430 W

Maka pengaman yang digunakan pada SDP 1.1 adalah :
In SDP 1.1 =
P total
√3.V.cosφ
=
22430
3.380.0,4

Pengaman yang digunakan :
Imcb SDP 1.1 = 85.19 1,12,5
Maka tahanan tanah (Rp) adalah:

≤ 0.533 Ω s/d 0.213 Ω
Tahanan yang dipakai sebaiknya yang memiliki nilai ≤ 0.213 Ω





Laporan Perancangan Instalasi Listrik 54

- SDP 1.2
Terdiri dari
 117 Lampu TL
 42 Lampu XL 40 W
 4 Lampu XL 15 W
 64 KKB
Diketahui : P Lampu TL = 117 x 2 x 60 W = 14040 W
P Lampu XL = 42 x 40 W = 1680 W
P Lampu XL = 4 x 15 W = 60 W
P KKB = 64 x 150 W = 9600 W
Daya Total = 25380 W

Maka pengaman yang digunakan pada SDP 1.2 adalah :
In SDP 1.2 =
P total
√3.V.cosφ
=
25380
3.380.0,4

Pengaman yang digunakan :
Imcb SDP 1.2 = 96.40 1,12,5
Maka tahanan tanah (Rp) adalah:

≤ 0.471 Ω s/d 0.188 Ω
Tahanan yang dipakai sebaiknya yang memiliki nilai ≤ 0.188 Ω





Laporan Perancangan Instalasi Listrik 55

- SDP 1.3
Terdiri dari
 109 Lampu TL
 29 Lampu XL 40 W
 6 Lampu XL 15 W
 54 KKB
Diketahui : P Lampu TL = 109 x 2 x 60 W = 13080 W
P Lampu XL = 29 x 40 W = 1160 W
P Lampu XL = 6 x 15 W = 90 W
P KKB = 54 x 150 VA = 8100 VA
Total Daya = 22430 W

Maka pengaman yang digunakan pada SDP 1.3 adalah :
In SDP 1.3 =
P total
√3.V.cosφ
=
22430
3.380.0,4

Pengaman yang digunakan :
Imcb SDP 1.3 = 85.19 1,12,5
Maka tahanan tanah (Rp) adalah:

≤ 0.533 Ω s/d 0.213 Ω
Tahanan yang dipakai sebaiknya yang memiliki nilai ≤ 0.213 Ω

- KAPASITOR BANK
- Q = 72 KVAR = 72000 VAR



Laporan Perancangan Instalasi Listrik 56

Maka untuk pengaman
MCB: Ip = In x k
= 109.39 x (1.1 – 2.5)
= (120.33 – 300.82) A ~250 A
Maka tahanan tanah (Rp) adalah:

≤ 0.415 Ω s/d 0.166 Ω
Tahanan yang dipakai sebaiknya yang memiliki nilai ≤ 0.166 Ω
- MDP (Main Distribution Panel)
MDP (Main Distribution Panel) ialah panel utama yang menghubungkan antara sumber
daya (PLN) dengan SDP Utama. MDP ini berfungsi sebagai panel pendistribusian utama
untuk seluruh lantai.
Pada gedung FPBS diketahui In tiap lantai antara lain :
- Lantai 1 = 266,79 A
- Lantai 2 = 224,1 A
- Lantai 3 = 241,91 A
- Lantai 4 = 207,67 A
- Lantai 5 = 95,13 A
Total = 1035,6 A

Pengaman yang digunakan (MCB) ialah :
Imcb DP = 1035,6 1,12,5
Maka pengaman yang digunakan ialah 1600 A
Maka tahanan tanah (Rp) adalah:

Laporan Perancangan Instalasi Listrik 57


≤ 0.043 Ω s/d 0.019 Ω
Tahanan yang dipakai sebaiknya yang memiliki nilai ≤ 0.019 Ω

G. Perhitungan Luas Penampang Konduktor
Penampang kabel berfungsi untuk memperkecil hambatan pada kabel tersebut, makin besar
penampangnya makin kecil hambatan dalam sebuah rangkaian.
Untuk jenis penampang kabel yang digunakan pada gedung FPBS lantai 1 adalah jenis NYY dan
NYFGbY.
Rumus untuk menghitung luas penampang
Untuk 3 phase :



Untuk 1 phase :


Dimana :
A = luas penampang (mm
2
)
= hambatan jenis tembaga (0,0175)
l = panjang kabel (m)
V = persentase yang diizinkan, lebih kecil dari tegangan jala-jala
Laporan Perancangan Instalasi Listrik 58

Untuk panjang kabel gedung FPTK lantai 5 ditentukan sebagai berikut : SDP Utama ke instalasi=
175 M, SDP Utama ke SDP 1 dan 3 = 125 M, SDP Utama ke SDP 2 =85 M, SDP Utama ke
Kapasitor Bank = 5 M, dan MDP ke SDP Utama = 5 M, PLN ke MDP = 30 M.

Perhitungan luas penampang SDP Instalasi
Untuk luas penampang SDP instalasi telah ditentukan berdasarkan standar, bahwa yang
digunakan ialah kabel NYM 3 x 2,5

Perhitungan Luas penampang SDP panel ke panel
SDP Utama ke SDP 1


Maka kabel yang digunakan : NYY 4 x 35 mm
2

SDP Utama ke SDP 2


Maka kabel yang digunakan : NYY 4 x 25 mm
2

SDP Utama ke SDP 3


Maka kabel yang digunakan : NYY 4 x 35 mm
2

Perhitungan Luas penampang SDP Utama
Laporan Perancangan Instalasi Listrik 59



Maka kabel yang digunakan : NYFGbY 4 x 16 mm
2

Perhitungan Luas penampang Bank Kapasitor


Maka kabel yang digunakan : NYFGbY 4 x 6 mm
2
Perhitungan Luas penampang Bank MDP


Maka kabel yang digunakan : NYFGbY 4 x ?? mm
2



CATATAN: Konduktor dalam sistem instalasi menuju titik cahaya
(Lampu / KKB), ukuranya percore adalah 2,5

Kecuali sudah jelas bebannya krang dari 500 W, maka dapat menggunakan ukuran Percore 1,5

.





Laporan Perancangan Instalasi Listrik 60

No Kebutuhan Material Volume Harga Jumlah Harga
1

SDP Utama
- Fuse 680 A
- MCB 160 A
- MCB 200 A
- MCB 250 A
- MCB 500 A



1
2
1
1
1

2
SDP
- MCB 4 A
- MCB 6 A
- MCB 10 A
- MCB 16 A
- MCB 25 A
- MCB 32 A
- FUSE 200 A
- FUSE 250 A

1
2
20
29
19
7
2
1


3
SDP C (KAPASITOR BANK)
- Kapasitor 20 KVAR
- Kapasitor 10 KVAR
- Kapasitor 5 KVAR
- Kapasitor 1 KVAR
- MCB 2 A
- MCB 16 A
- MCB 25 A
- MCB 50 A
- MCB 250 A
- Kontaktor 2 A
- Kontaktor 16 A
- Kontaktor 25 A
- Kontaktor 50 A


2
2
2
2
2
2
2
2
1
2
2
2
2

4
Kabel
- NYM 3 X 2,5

- NYY 4 X 25

- NYY 4 X 35

- NYFGbY 4 x 16

- NYFGbY 4 x 500

10 roll
2 roll
6 roll
1 roll
1 roll

5
Lampu
- TL 2 x 60 W
- XL 40 W
- XL 15 W


335
100
16

6 KKB 172

 

2 wc dengan ukuran 3,65 m x 7 m

Ruang Dosen :     10 ruangan dengan ukuran 8,35 m x 3,5 m 2 ruangan dengan ukuran 3,63 m x 5 m 3 ruangan dengan ukuran 7,4 m x 4,63 m 3 ruangan dengan ukuran 4.6 m x 7 m :

Ruang Ka.Prodi  

12 ruangan dengan ukuran 4,175 m x 2,34 m 6 ruangan dengan ukuran 2,78 m x 3,5 m :

Ruang Staff Dekan   

3 ruangan dengan ukuran 3,98 m x 4,64 m 1 ruangan dengan ukuran 3,45 m x 13,92 m 1 ruangan dengan ukuran 17,5 m x 7 m

Ruang Dekan :        4 ruangan dengan ukuran 4,175 m x 3,5 m 2 ruangan dengan ukuran 8,35 m x 3,5 m 1 ruangan dengan ukuran 7,4 m x 6,86 m 2 ruangan dengan ukuran 3,43 m x 3.68 m 1 ruangan dengan ukuran 4,5 m x 3,9 m 1 ruangan dengan ukuran 3,67 m x 3,43 m 1 ruangan dengan ukuran 3,18 m x 2,6 m

      

1 Me room dengan ukuran 4 m x 2,55 m 1 Security room dengan ukuran 3,53 m x 3,78 m 1 Information room dengan ukuran 3,53 m x 3,78 m 1 Meeting room dengan ukuran 5,85 m x 7,4 m 1 Sitting room dengan ukuran 3,45 m x 4,38 m 1 Pantry dengan ukuran 2,48 m x 1,5 m 1 gudang dengan ukuran 3,5 m x 3,75 m

Laporan Perancangan Instalasi Listrik

2

Dengan masing-masing ruangan memiliki ketinggian 3 m b. Panel Hubung Bagi (PHB) Panel utama untuk gedung Fakultas Pendidikan Bahasa dan Seni (FPBS) terdapat di lantai pertama gedung tersebut, yang mana adalah gedung yang saya rancang instalasinya. Mengenai pendistribusiannya, daya didapat dari sumber, yaitu MDP, selanjutnya didistribusikan melalui kabel ke SDP utama. Setelah itu didistribusikan kembali ke SDP 1, 2 dan 3 yang selanjutnya didistribusikan ke saklar untuk menghidupkan lampu dan ke KKB untuk menghidupkan peralatan elektronik.

c. Pengaman Arus Pengaman arus yang digunakan pada instalasi gedung Pasca Sarjana adalah MCB dan Sakering (Fuse) adapun analisis pemakaian dan penempatannya adalah sebagai berikut :

1.

MCB (Miniatur Circuit Breaker) Pada instalasi listrik gedung Fakultas Pendidikan Bahasa dan Seni (FPBS) lantai

satu yang digunakan sebagai pengaman arus dari pendistribusian energi listrik ke beban terbagi menjadi beberapa group atau kelompok adalah MCB. Adapun MCB itu sendiri adalah suatu rangkaian pengaman yang dilengkapi dengan komponen thermos (bimetal) untuk pengaman beban lebih dan juga dilengkapi relay elektromagnetik untuk pengaman hubung singkat. MCB banyak digunakan untuk pengaman sirkuit satu fasa dan tiga fasa. Keuntungan menggunakan MCB, yaitu : a. Dapat memutuskan rangkaian tiga fasa walaupun terjadi hubung singkat pada salah satu fasanya. b. Dapat digunakan kembali setelah rangkaian diperbaiki akibat hubung singkat atau beban lebih. c. Mempunyai respon yang baik apabila terjadi hubung singkat atau beban lebih. MCB dibuat hanya memiliki satu kutub untuk pengaman satu fasa, sedangkan untuk pengaman tiga fasa biasanya memiliki tiga kutub dengan tuas yang disatukan,
Laporan Perancangan Instalasi Listrik 3

Pre arcing time adalah waktu yang diperlukan oleh arus yang besar untuk dapat meleburkan elemen sekering. Tegangan nominal (voltage rating) yaitu tegangan kerja antar konduktor yang diproteksi atau peralatan. Sekering adalah suatu peralatan proteksi kerusakan yang disebabkan oleh arus berlebihan yang mengalir dan memutuskan rangkaian dengan meleburannya elemen sekering. Laporan Perancangan Instalasi Listrik 4 . d. Arus nominal sekering (current rating) adalah arus yang mengalir secara terus menerus tanpa terjadi panas yang berlebihan dan kerusakan. Time current protection yaitu suatu lengkung karakteristik untuk menentukan waktu pemutusan.sehingga apabila terjadi gangguan pada salah satu kutub maka kutub yang lainnya juga akan ikut terputus. Gambar 2. Sikring (Fuse) Sikring adalah suatu peralatan proteksi yang umum digunakan. c.2 Miniatur Circuit Breaker 2. b. Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam pemilihan sekering : a.

e. Minimum fusing current adalah suatu harga minimun dari arus yang akan menyebabkan elemen sekering beroperasi (melebur) g. f. AC4 dan AC5 untuk arus 16. 1.0 kA.kA dan 4.5 kA. d. Sekering diklasifikasikan pada kategori kesanggupan dalam menangani gangguan sesuai dengan harga arus prospective pada rangkaian. Menentukan Jumlah Titik Cahaya n= Keterangan : n = Jumlah Armature E = Intensitas Penerangan (Lux) A = Luas Ruangan (m2) η = Rendament / efisiensi Laporan Perancangan Instalasi Listrik 5 . Jika elemen sekering melebur dan membatasi harga arus yang dicapai ini kita kenal dengan sebutan “arus cut off” h. Sedangkan untuk kategori AC3. Menentukan Indeks Ruangan / Indeks Bentuk k= pl h( p  l ) Keterangan : k = Indeks ruang p = Panjang ruangan l = Lebar ruangan (meter) (meter) h = Jarak media kerja dengan langit-langit (meter) e. 33 kA dan 46 kA. Categori of duty.0. Katagori A1 dan A2 untuk arus propectif. Cut off ini adalah satuan fungsi yang penting sekering HRC. Arcing time adalah waktu elemen sekering melebur dan memutuskan rangkaian sehingga arus jatuh menjadi nol.

Φ = Flux Cahaya (Lumen) d = Defisiasi (Pengotoran Ringan = 0.1 s/d 2.5 (untuk beban pengaman beban lebih). Menentukan Luas Penampang Konduktor dan Jenis Kabel 1. Menentukan Kapasitas Pengaman In = P cos  VL  3 untuk beban tiga fasa In = P Vf  cos untuk beban satu fasa Keterangan : In P VL Vf = Arus nominal = Daya listrik = Tegangan line = Tegangan fasa (Ampere) (Watt) (380 VAC) (220 VAC) Cos θ = Faktor daya Ip = In x k k = 1.8) h = Tinggi ruangan (meter) f. Untuk Tegangan Satu Fasa A= 2  l Vdrop Satuan dalam mm2 2. g. Untuk tegangan tiga fasa Laporan Perancangan Instalasi Listrik 6 .

5-3.5) i.A=  l i  3 Vdrop Satuan dalam mm2 Keterangan : A = Luas penampang = Tahanan jenis = Panjang pemghantar = Arus = Tegangan jatuh (meter) (ampere) (volt) ( )  l I Vdrop h. Menghitung Kebutuhan Kapasitor Untuk Perbaikan Faktor Daya P Q1 S Q2 Q Laporan Perancangan Instalasi Listrik 7 . Menentukan Tahanan Grounding Rp  50  IA IA = in x k Keterangan : Rp IA In k = Tahanan pentahanan insatalsi listrik = Pengaman arus lebih = Arus nominal = Faktor pengali (konstanta) (k=1.

.. sehingga didapat : Q2 = P (Sin φ / cos φ) – P (Sin φ1 / cos φ1) Dimana.Q2 Q Q2 = Q – Q1 = S Sin φ …………….(4) Substitusi (3) ke (1) dan (4) ke (2). selanjutnya dapat dihitung kapasitas kapasitor dalam μF (mikro farad atau 10-6 Farad) adalah : Xc = V2 / Q2 Sedangkan Xc = 1 / ωC Dimana : ω = 2 π f f = 50 Hz Xc = 1 2FC 1  106 C= 2FX c atau Laporan Perancangan Instalasi Listrik μF 8 .(5) Sehingga dengan diperolehnya harga Q2 sebagai kapasitas dari sebuah kapsitor yang diperlukan untuk perbaikan faktor daya..(3) S = P / cos φ1 …. Sin φ / cos φ = tan φ Q2 = P tan φ – P tan φ1 Q2 = P (tan φ – tan φ1) VAR ……………….(1) = S1 Sin φ1 …………………(2) Sedangkan S = P / cos φ .

C= Q2  10 6 2FV 2 μF Qtiga fasa = 3 V1 I sin φ (dalam VAR) BAB II PERENCANAAN INSTALASI LISTRIK A.8 (pengotoran ringan) = 3 meter = 3000 lumen = 3.5 = 0.0 .7 = 2. Dengan lumens sebanyak 6000. TL 2 x 60 Watt.0.1 = 0.3 meter  Tinggi ruangan   TL Adapun ukuran penerangan (E.  Perhitungan jumlah armature Dengan menggunakan lampu TL 2 x 60 W Φ = 2 x 3000 lumen Laporan Perancangan Instalasi Listrik 9 . Adapun rincian data berdasarkan survey di tempat sebagai berikut :  Rw  Rp  Rm d (refleksi dinding) (refleksi langit langit) (refleksi semu) (faktor depresiasi) = 0. satuan lux) tiap ruangan antara lain: Ruang Kelas Ruang Baca WC dan Koridor : 250 lux (baik) 500 lux (sangat baik) (sangat baik) (sangat baik) : 250 lux (baik) 500 lux : 150 lux (baik) 250 lux Lampu yang digunakan sebagai penerangan gedung Fakultas Bahasa dan Seni lantai satu adalah Tube Lamp (TL). Perhitungan Jumlah Armatur atau Titik Cahaya Untuk mendapatkan pencahayaan yang baik dari titik cahaya di tiap ruangan. terlebih dahulu kita harus mengetahui data-data dari tiap ruangan.5 = 0.

35 x 7 = 3.59 (0. maka kita harus mencarinya dengan interpolasi : Ƞ …….63 Ƞ= 0.58) Setelah nilai efisiensinya kita ketahui.0 .5 = 0.6 tidak ada di dalam tabel. maka kita bisa masukkan kedalam rumus mencari nilai armature Laporan Perancangan Instalasi Listrik 10 .35 m x 7 m Pertama kita harus mencari indeks ruang untuk mencari nilai efisiensinya.05) = 0.0.63 – 0.58 Ƞ …….E = 500 lux A = 8.2(0.1.2 = 0.3 meter Contoh menghitung jumlah armature kelas dengan ukuran 8. cara penghitungannya adalah : k= maka : k= = = 1.58+ = 0.58+0.7 = 2.6 Karena 1.

5 m x 3.32 ≈ 10 armatur jadi ruangan ini masing-masing memiliki 10 buah armatur Berdasarkan cara penghitungan yang telah diuraikan diatas.5 m x 7 m diperoleh 20 armature Untuk ruangan Dekan dengan ukuran 4.92 m diperoleh 7 armature Untuk ruangan Staff Dekan dengan ukuran 17.43 m x 3.5 m diperoleh 2 armature Untuk ruangan Staff Dekan dengan ukuran 3.67 m x 3.4 m x 4.n= E A  d n= n = 10.98 m x 4.9 m diperoleh 4 armature Untuk ruangan Dekan dengan ukuran 3.5 m diperoleh 3 armature Untuk ruangan Dekan dengan ukuran 8.175 m x 2.4 m x 6.86 m diperoleh 9 armature Untuk ruangan Dekan dengan ukuran 3.64 m diperoleh 4 armature Untuk ruangan Staff Dekan dengan ukuran 3.68 m diperoleh 3 armature Untuk ruangan Dekan dengan ukuran 4.175 m x 3.75 m x 7 m diperoleh 5 armature Untuk ruangan kelas dengan ukuran 3.5 m diperoleh 6 armature Untuk ruangan dosen dengan ukuran 3.Prodi dengan ukuran 2.43 m diperoleh 3 armature Untuk ruangan Dekan dengan ukuran 3.6 m x 7 m diperoleh 2 armature Untuk ruangan Ka.35 m x 3.45 m x 13.18 m x 2.Prodi dengan ukuran 4. maka                   : Untuk ruangan kelas dengan ukuran 3.5 m diperoleh 6 armature Untuk ruangan Dekan dengan ukuran 7.34 m diperoleh 2 armature Untuk ruangan Ka.5 m x 4.6 m diperoleh 2 armature Untuk ruangan kelas dengan ukuran 4.5 m diperoleh 4 armature Untuk ruangan dosen dengan ukuran 8.6 m diperoleh 2 armature Laporan Perancangan Instalasi Listrik 11 .63 m x 5 m diperoleh 4 armature Untuk ruangan dosen dengan ukuran 7.35 m x 3.78 m x 3.

akan tetapi dalam pemasangannya.4) P Vfx cos  : Sedangkan untuk menghitung besarnya kapasitas arus pengaman (arus nominal) adalah : Ip = In x k Laporan Perancangan Instalasi Listrik 12 .45 m x 4. B.85 m x 7. ruangan memiliki 1 armature Hitungan diatas adalah berdasarkan teori penghitungan armature. dapat diukur melalui rumus berikut ini In = Keterangan : In = Arus nominal (ampere) P = Daya listrik (Watt) VL = Tegangan line (380 VAC) Vf = Tegangan fasa (220 VAC) Cos θ= Faktor daya (0.4 m memiliki 8 armature 1 Sitting room dengan ukuran 3.5 m x 3.75 m dihitung dengan perkiraan efisiensi kegunaan. Perhitungan Arus Beban Untuk mengetahui besarnya arus beban.53 m x 3.       1 Me room dengan ukuran 4 m x 2.38 m memiliki 3 armature 1 Pantry dengan ukuran 2.78 m dihitung dengan perkiraan efisiensi kegunaan ruangan memiliki 1 armature 1 Information room dengan ukuran 3. perancang menyesuaikan dengan efektifitas dan kegunaan ruangan.78 m dihitung dengan perkiraan efisiensi kegunaan ruangan memiliki 1 armature 1 Meeting room dengan ukuran 5.55 m dihitung dengan perkiraan efisiensi kegunaan ruangan memiliki 1 armature 1 Security room dengan ukuran 3.48 m x 1.53 m x 3.5 m dihitung dengan perkiraan efisiensi kegunaan ruangan memiliki 1 armature 1 gudang dengan ukuran 3.

99 – 34.Dimana : k = 1. PERHITUNGAN ARUS PENGAMAN Pada SDP 1 1.4 leg Jawab : In = P 10 x120 =  13.63 A Vfx cos  220 x0.63 A Vfx cos  220 x0.5) = (14.4 Ip = In x k Ip = 13.63 x (1.07) A  25 A jadi MCB yang dipakai adalah ≈ 25 A Laporan Perancangan Instalasi Listrik 13 . Kelompok 2 Diketahui : P Vf = 10 lampu TL 2 X 60 W (MCB satu fasa) = 10 X 120 Watt = 220 Volt Cos θ = 0.5) = (14.1 s/d 2.07) A  25 A jadi MCB yang dipakai adalah ≈ 25 A 2.63 x (1.1 s/d 4 (untuk pengaman hubung singkat) berikut ini adalah perhitungan kapasitas arus pengaman pada gedung Fakultas Pendidikan Bahasa dan Seni lantai 1 C.4 leg Jawab : In = P 10 x120 =  13.99 – 34.1 – 2.4 Ip = In x k Ip = 13.1 – 2.5 (untuk beban lebih) k = 1. Kelompok 1 Diketahui : P Vf : = 10 lampu TL 2 X 60 W (MCB satu fasa) = 10 X 120 Watt = 220 Volt Cos θ = 0.

1 – 2.4 Ip = In x k Ip = 10.1 – 2. Kelompok 4 Diketahui : P Vf = 6 KKB x 150 VA (MCB satu fasa) = 6 X 150 VA = 220 Volt Cos θ = 0.5) = (11.3.22 x (1.63 x (1.24 – 25. Kelompok 5 Diketahui : P Vf = 12 lampu TL 2 X 60 W (MCB satu fasa) = 12 X 120 Watt = 220 Volt Cos θ = 0.4 leg Jawab : Laporan Perancangan Instalasi Listrik 14 . Kelompok 3 Diketahui : P Vf Cos θ Jawab : In = = 10 lampu TL 2 X 60 W (MCB satu fasa) = 10 X 120 Watt = 220 Volt = 0.99 – 34.5) = (14.63 A Vfx cos  220 x0.22 A Vfx cos  220 x0.07) A  25 A jadi MCB yang dipakai adalah ≈ 25 A 4.55) A  16 A jadi MCB yang dipakai adalah ≈ 16 A 5.4 Ip = In x k Ip = 13.4 leg P 10 x120 =  13.4 leg Jawab : In = P 6 x150 =  10.

4 leg Jawab : In = P 6 x150 =  10.1 – 2.98 – 40.4 Ip = In x k Ip = 16.5) = (13.36 A Vfx cos  220 x0.4 leg Jawab : In = P 9 x120 =  12.55) A  16 A jadi MCB yang dipakai adalah ≈ 16 A 7.5) = (17.35 x (1.4 Ip = In x k Ip = 10.1 – 2.4 Ip = In x k Ip = 12.27 A Vfx cos  220 x0.5) = (11.87) A  32 A jadi MCB yang dipakai adalah ≈ 32 A 6.22 x (1. Kelompok 7 Diketahui : P Vf = 9 lampu TL 2 X 60 W (MCB satu fasa) = 9 X 120 Watt = 220 Volt Cos θ = 0.27 x (1. Kelompok 6 Diketahui : P Vf = 6 KKB x 150 VA (MCB satu fasa) = 6 X 150 VA = 220 Volt Cos θ = 0.22 A Vfx cos  220 x0.24 – 25.49 – 30.67) A  25 A jadi MCB yang dipakai adalah ≈ 25 A Laporan Perancangan Instalasi Listrik 15 .1 – 2.In = P 12 x120 =  16.

54 x (1.54 A Vfx cos  220x0. Kelompok 9 Diketahui : P Vf = Lampu XL 10 X 40 W (MCB satu fasa) = 10 X 40 Watt = 220 Volt Cos θ = 0.81 x (1.5) = (4.81A Vfx cos  220x0.1 – 2.8.35) A  10 A jadi MCB yang dipakai adalah ≈ 10 A 10.4 leg Jawab : Laporan Perancangan Instalasi Listrik 16 .02) A  10 A jadi MCB yang dipakai adalah ≈ 10 A 9.4 Ip = In x k Ip = 4.4 leg Jawab : In = P 4 x150 =  6. Kelompok 10 Diketahui : P Vf = KKB 5 x 150 VA (MCB satu fasa) = 5 X 150 VA = 220 Volt Cos θ = 0.49 – 17. Kelompok 8 Diketahui : P Vf = 4 KKB x 150 VA (MCB satu fasa) = 4 X 150 VA = 220 Volt Cos θ = 0.1 – 2.5) = (7.4 leg Jawab : In = P 10 x 40 =  4.99 – 11.4 Ip = In x k Ip = 6.

In =

P 5 x150 =  8.52 A Vfx cos  220x0.4

Ip = In x k Ip = 8.52 x (1.1 – 2.5) = (9.37 – 21.3) A  16 A jadi MCB yang dipakai adalah ≈ 16 A

11. Kelompok 11 = KKB 5 x 150 VA (MCB satu fasa) Diketahui : P Vf = 5 X 150 VA = 220 Volt

Cos θ = 0.4 leg Jawab : In =
P 5 x150 =  8.52 A Vfx cos  220x0.4

Ip = In x k Ip = 8.52 x (1.1 – 2.5) = (9.37 – 21.3) A  16 A jadi MCB yang dipakai adalah ≈ 16 A

12. Kelompok 12 Diketahui : P Vf

= Lampu XL 10 X 40 W (MCB satu fasa) = 10 X 40 Watt = 220 Volt

Cos θ = 0.4 leg Jawab : In =
P 10 x 40 =  4.54 A Vfx cos  220x0.4

Ip = In x k Ip = 4.54 x (1.1 – 2.5) = (4.99 – 11.35) A  10 A jadi MCB yang dipakai adalah ≈ 10 A
Laporan Perancangan Instalasi Listrik 17

13. Kelompok 13 = KKB 5 x 150 VA (MCB satu fasa) Diketahui : P Vf = 5 X 150 VA = 220 Volt

Cos θ = 0.4 leg Jawab : In =
P 5 x150 =  8.52 A Vfx cos  220x0.4

Ip = In x k Ip = 8.52 x (1.1 – 2.5) = (9.37 – 21.3) A  16 A jadi MCB yang dipakai adalah ≈ 16 A 14. Kelompok 14 = KKB 5 x 150 VA (MCB satu fasa) Diketahui : P Vf = 5 X 150 VA = 220 Volt

Cos θ = 0.4 leg Jawab : In =
P 5 x150 =  8.52 A Vfx cos  220x0.4

Ip = In x k Ip = 8.52 x (1.1 – 2.5) = (9.37 – 21.3) A  16 A jadi MCB yang dipakai adalah ≈ 16 A

15. Kelompok 15 = 4 Lampu TL 2 x 60 W dan lampu XL 5 x 40 W (MCB satu fasa) Diketahui : P Vf = (4 x 12)+(5 x 40) = 220 Volt

Cos θ = 0.4 leg Jawab :

Laporan Perancangan Instalasi Listrik

18

In =

P (4 x120)  (5 x 40) =  7.72 A Vfx cos  220x0.4

Ip = In x k Ip = 7.72 x (1.1 – 2.5) = (8.49 – 19.3) A  16 A jadi MCB yang dipakai adalah ≈ 16 A 16. Kelompok 16 = KKB 5 x 150 VA (MCB satu fasa) Diketahui : P Vf = 5 X 150 VA = 220 Volt

Cos θ = 0.4 leg Jawab : In =
P 5 x150 =  8.52 A Vfx cos  220x0.4

Ip = In x k Ip = 8.52 x (1.1 – 2.5) = (9.37 – 21.3) A  16 A jadi MCB yang dipakai adalah ≈ 16 A

17. Kelompok 17 = KKB 4 x 150 VA (MCB satu fasa) Diketahui : P Vf = 4 X 150 VA = 220 Volt

Cos θ = 0.4 leg Jawab : In =
P 4 x150 =  6.8 A Vfx cos  220x0.4

Ip = In x k Ip = 6.8 x (1.1 – 2.5) = (7.48 – 17) A  10 A jadi MCB yang dipakai adalah ≈ 10 A

Laporan Perancangan Instalasi Listrik

19

49 – 17.4 Ip = In x k Ip = 6.1 – 2.1 – 2.5) = (7.4 Ip = In x k Ip = 6.4 leg Jawab : In = P (3x120)  (4 x 40)  (6 x15) =  6.4 leg Jawab : In = P 4 x150 =  6.02) A  10 A jadi MCB yang dipakai adalah ≈ 10 A 20.93 x (1. Kelompok 19 Diketahui : P Vf = 4 KKB x 150 VA (MCB satu fasa) = 4 X 150 VA = 220 Volt Cos θ = 0.4 leg Laporan Perancangan Instalasi Listrik 20 .32) A  16 A jadi MCB yang dipakai adalah ≈ 16 A 19. Kelompok 20 = KKB 5 x 150 VA (MCB satu fasa) Diketahui : P Vf = 5 X 150 VA = 220 Volt Cos θ = 0.5) = (7.81 x (1.81A Vfx cos  220x0.62 – 17.18. Kelompok 18 = 3 Lampu TL 2 x 60 W dan lampu XL 4 x 40 w dan lampu XL 6 x 15 W (MCB satu fasa) Diketahui : P Vf = (3 X 120)+(4 x 40)+(6 x 15) = 220 Volt Cos θ = 0.93 A Vfx cos  220x0.

4 Ip = In x k Ip = 8.1 – 2.1 – 2.52 A Vfx cos  220x0.07) A  25 A jadi MCB yang dipakai adalah ≈ 25 A Laporan Perancangan Instalasi Listrik 21 .63 A Vfx cos  220 x0.63 x (1.3) A  16 A jadi MCB yang dipakai adalah ≈ 16 A 21.07) A  25 A jadi MCB yang dipakai adalah ≈ 25 A 22. Kelompok 21 Diketahui : P Vf = 10 lampu TL 2 X 60 W (MCB satu fasa) = 10 X 120 Watt = 220 Volt Cos θ = 0. Kelompok 22 Diketahui : P Vf = 10 lampu TL 2 X 60 W (MCB satu fasa) = 10 X 120 Watt = 220 Volt Cos θ = 0.99 – 34.99 – 34.Jawab : In = P 5 x150 =  8.4 Ip = In x k Ip = 13.4 leg Jawab : In = P 10 x120 =  13.5) = (14.63 x (1.4 leg Jawab : In = P 10 x120 =  13.37 – 21.4 Ip = In x k Ip = 13.5) = (9.52 x (1.1 – 2.5) = (14.63 A Vfx cos  220 x0.

99 – 20. Kelompok 23 Diketahui : P Vf = 6 lampu TL 2 X 60 W (MCB satu fasa) = 6 X 120 Watt = 220 Volt Cos θ = 0.18 x (1. Kelompok 25 Diketahui : P Vf = 11 lampu TL 2 X 60 W (MCB satu fasa) = 11 X 120 Watt = 220 Volt Cos θ = 0.4 leg Jawab : In = P 14 x120 =  19.23.4 Ip = In x k Ip = 19.4 leg Jawab : Laporan Perancangan Instalasi Listrik 22 .18 A Vfx cos  220x0.4 leg Jawab : In = P 6 x120 =  8.09 x (1.4 Ip = In x k Ip = 8.45) A  10 A jadi MCB yang dipakai adalah ≈ 16 A 24.09 A Vfx cos  220 x0.5) = (20.1 – 2.1 – 2.99 – 47.72) A  32 A jadi MCB yang dipakai adalah ≈ 32 A 25. Kelompok 24 Diketahui : P Vf = 14 lampu TL 2 X 60 W (MCB satu fasa) = 14 X 120 Watt = 220 Volt Cos θ = 0.5) = (8.

1 – 2.54 x (1.36 A Vfx cos  220 x0.5 – 37.35) A  6 A jadi MCB yang dipakai adalah ≈ 6 A 2. Kelompok 2 Diketahui : P Vf = 12 lampu TL 2 X 60 W (MCB satu fasa) = 12 X 120 Watt = 220 Volt Cos θ = 0.5) = (4.4 Ip = In x k Ip = 4.4 leg Jawab : In = P 12 x120 =  16.54 A Vfx cos  220 x0.99 – 11.In = P 11x120 =  15 A Vfx cos  220 x0. Kelompok 1 = 2 Lampu TL 2 x 60 W dan lampu XL 4 x 40 W (MCB satu fasa) = (2 X 120)+(4 x 40) = 220 Volt Diketahui : P Vf Cos θ = 0.4 Ip = In x k Ip = 16.1 – 2.1 – 2.2 : 1.5) = (16.5) A  25 A jadi MCB yang dipakai adalah ≈ 25 A Pada SDP 1.35 x (1.4 Ip = In x k Ip = 15 x (1.5) Laporan Perancangan Instalasi Listrik 23 .4 leg Jawab : In = P (2 x120)  (4 x 40) =  4.

1 – 2.4 Ip = In x k Ip = 16.99 – 40. Kelompok 3 Diketahui : P Vf = 6 KKB x 150 VA (MCB satu fasa) = 6 X 150 VA = 220 Volt Cos θ = 0.98 – 40.22 x (1.36 A Vfx cos  220 x0.4 leg Jawab : In = P (11x120)  (3 x 40) =  16.36 x (1.4 Ip = In x k Ip = 10.5) = (17.55) A  16 A jadi MCB yang dipakai adalah ≈ 16 A 4.= (17.9) A  32 A jadi MCB yang dipakai adalah ≈ 32 A 5.4 leg Jawab : In = P 6 x150 =  10.5) = (11. Kelompok 5 Diketahui : P = 4 KKB x 150 VA (MCB satu fasa) = 4 X 150 VA 24 Laporan Perancangan Instalasi Listrik .1 – 2. Kelompok 4 Diketahui : P Vf = 11 lampu TL 2 X 60 W dan lampu XL 3 x 40 W (MCB satu fasa) = (11 X 120)+(3 x 40) = 220 Volt Cos θ = 0.22 A Vfx cos  220 x0.24 – 25.87) A  32 A jadi MCB yang dipakai adalah ≈ 32 A 3.

4 leg Jawab : In = P 4 x150 =  6.81 x (1.81 x (1.09 A Vfx cos  220 x0.5) = (7.81A Vfx cos  220x0.4 Ip = In x k Ip = 6.49 – 17.1 – 2.81A Vfx cos  220x0.02) A  10 A jadi MCB yang dipakai adalah ≈ 10 A 7.5) = (7.4 Ip = In x k Laporan Perancangan Instalasi Listrik 25 .4 leg Jawab : In = P 14 x120 =  19.Vf = 220 Volt Cos θ = 0. Kelompok 7 Diketahui : P Vf = 14 lampu TL 2 X 60 W (MCB satu fasa) = 14 X 120 Watt = 220 Volt Cos θ = 0.4 leg Jawab : In = P 4 x150 =  6.49 – 17.1 – 2.02) A  10 A jadi MCB yang dipakai adalah ≈ 10 A 6.4 Ip = In x k Ip = 6. Kelompok 6 Diketahui : P Vf = 4 KKB x 150 VA (MCB satu fasa) = 4 X 150 VA = 220 Volt Cos θ = 0.

4 leg Jawab : In = P 9 x120 =  12.49 – 30.5) = (20.27 x (1.67) A  25 A jadi MCB yang dipakai adalah ≈ 25 A 9.4 Ip = In x k Ip = 5. Kelompok 9 Diketahui : P Vf = 8 lampu TL 2 X 60 W (MCB satu fasa) = 8 X 60 Watt = 220 Volt Cos θ = 0. Kelompok 10 Diketahui : P Vf = 4 KKB x 150 VA (MCB satu fasa) = 4 X 150 VA = 220 Volt 26 Laporan Perancangan Instalasi Listrik .45 x (1.5) = (5.1 – 2.4 leg Jawab : In = P 8 x60 =  5.72) A  32 A jadi MCB yang dipakai adalah ≈ 32 A 8.62) A  10 A jadi MCB yang dipakai adalah ≈ 10 A 10.4 Ip = In x k Ip = 12.99 – 13.99 – 47.09 x (1.1 – 2.5) = (13.1 – 2.Ip = 19.45 A Vfx cos  220x0. Kelompok 8 Diketahui : P Vf = 9 lampu TL 2 X 60 W (MCB satu fasa) = 9 X 120 Watt = 220 Volt Cos θ = 0.27 A Vfx cos  220 x0.

49 – 17.1 – 2. Kelompok 12 Diketahui : P Vf = 9 lampu TL 2 X 60 W (MCB satu fasa) = 9 X 120 Watt = 220 Volt Cos θ = 0.5) = (7.4 leg Jawab : In = P 9 x120 =  12.4 Ip = In x k Ip = 12.1 – 2.02) A  10 A jadi MCB yang dipakai adalah ≈ 10 A 11.22 A Vfx cos  220 x0.55) A  16 A jadi MCB yang dipakai adalah ≈ 16 A 12.4 leg Jawab : In = P 6 x150 =  10.Cos θ = 0.4 Ip = In x k Ip = 10.49 – 30.81A Vfx cos  220x0.27 x (1.5) = (13.4 Ip = In x k Ip = 6.27 A Vfx cos  220 x0.24 – 25.5) = (11.81 x (1.22 x (1.67) A  25 A Laporan Perancangan Instalasi Listrik 27 . Kelompok 11 Diketahui : P Vf = 6 KKB x 150 VA (MCB satu fasa) = 6 X 150 VA = 220 Volt Cos θ = 0.1 – 2.4 leg Jawab : In = P 4 x150 =  6.

Kelompok 13 Diketahui : P Vf = 14 lampu TL 2 X 60 W (MCB satu fasa) = 14 X 120 Watt = 220 Volt Cos θ = 0.8) A  4 A jadi MCB yang dipakai adalah ≈ 4 A 15. Kelompok 15 Diketahui : P Vf = 1 lampu TL 2 X 60 W dan lampu XL 11 x 40 W (MCB satu fasa) = (1 X 120)+(11 x 40) = 220 Volt Cos θ = 0.5) = (20.jadi MCB yang dipakai adalah ≈ 25 A 13.99 – 47.1 – 2.4 leg Jawab : In = P 6 x 40 =  2.5) = (2.1 – 2.72 x (1.99 – 6.09 x (1.4 Ip = In x k Ip = 2.4 Ip = In x k Ip = 19.4 leg Laporan Perancangan Instalasi Listrik 28 .72) A  32 A jadi MCB yang dipakai adalah ≈ 32 A 14. Kelompok 14 Diketahui : P Vf = Lampu XL 6 X 40 W (MCB satu fasa) = 6 X 40 Watt = 220 Volt Cos θ = 0.72 A Vfx cos  220x0.4 leg Jawab : In = P 14 x120 =  19.09 A Vfx cos  220 x0.

4 Ip = In x k Ip = 15 x (1.1 – 2.1 – 2. Kelompok 16 Diketahui : P Vf = 11 lampu TL 2 X 60 W (MCB satu fasa) = 11 X 120 Watt = 220 Volt Cos θ = 0. Kelompok 17 Diketahui : P Vf = 6 KKB x 150 VA (MCB satu fasa) = 6 X 150 VA = 220 Volt Cos θ = 0.1 – 2.4 leg Jawab : In = P 11x120 =  15 A Vfx cos  220 x0.99 – 15.5) = (16.5) A  25 A jadi MCB yang dipakai adalah ≈ 25 A 17.5) = (11.22 A Vfx cos  220 x0.22 x (1.Jawab : In = P (1x120)  (11x 40) =  6.36 x (1.36 A Vfx cos  220x0.4 Ip = In x k Ip = 6.5) = (6.55) A  16 A Laporan Perancangan Instalasi Listrik 29 .5 – 37.4 Ip = In x k Ip = 10.24 – 25.4 leg Jawab : In = P 6 x150 =  10.9) A  10 A jadi MCB yang dipakai adalah ≈ 10 A 16.

4 Ip = In x k Ip = 10.22 x (1.4 Ip = In x k Ip = 10.4 leg Jawab : In = P 6 x150 =  10.24 – 25.22 x (1.55) A  16 A jadi MCB yang dipakai adalah ≈ 16 A 19.22 A Vfx cos  220 x0.22 A Vfx cos  220 x0. Kelompok 19 Diketahui : P Vf = 6 KKB x 150 VA (MCB satu fasa) = 6 X 150 VA = 220 Volt Cos θ = 0.55) A  16 A jadi MCB yang dipakai adalah ≈ 16 A 20.4 leg Laporan Perancangan Instalasi Listrik 30 .4 leg Jawab : In = P 6 x150 =  10. Kelompok 18 Diketahui : P Vf = 6 KKB x 150 VA (MCB satu fasa) = 6 X 150 VA = 220 Volt Cos θ = 0.5) = (11.24 – 25.5) = (11.1 – 2. Kelompok 20 Diketahui : P Vf = KKB 5 x 150 VA (MCB satu fasa) = 5 X 150 VA = 220 Volt Cos θ = 0.jadi MCB yang dipakai adalah ≈ 16 A 18.1 – 2.

5) = (9.4 Ip = In x k Ip = 8.Jawab : In = P 5 x150 =  8.52 A Vfx cos  220x0.1 – 2.67) A  25 A Laporan Perancangan Instalasi Listrik 31 .1 – 2.5) = (9.49 – 30.52 x (1.3) A  16 A jadi MCB yang dipakai adalah ≈ 16 A 22.27 x (1.52 A Vfx cos  220x0.52 x (1.27 A Vfx cos  220 x0.4 leg Jawab : In = P 5 x150 =  8.37 – 21.37 – 21. Kelompok 22 Diketahui : P Vf = 9 lampu TL 2 X 60 W (MCB satu fasa) = 9 X 120 Watt = 220 Volt Cos θ = 0.3) A  16 A jadi MCB yang dipakai adalah ≈ 16 A 21.5) = (13.4 leg Jawab : In = P 9 x120 =  12.4 Ip = In x k Ip = 8. Kelompok 21 Diketahui : P Vf = KKB 5 x 150 VA (MCB satu fasa) = 5 X 150 VA = 220 Volt Cos θ = 0.1 – 2.4 Ip = In x k Ip = 12.

45 x (1.5) = (5.62) A  10 A jadi MCB yang dipakai adalah ≈ 10 A 24.4 leg Jawab : Laporan Perancangan Instalasi Listrik 32 . Kelompok 23 Diketahui : p Vf = 2 Lampu TL 2 x 60 W dan lampu XL 6 X 40 W (MCB satu fasa) = (2 X 120)+(6 x 40) = 220 Volt Cos θ = 0.45 A Vfx cos  220 x0.45 x (1.4 Ip = In x k Ip = 5.4 leg Jawab : In = P (2 x120)  (6 x 40) =  5.5) = (5. Kelompok 25 Diketahui : P Vf = 2 Lampu TL 2 x 60 W dan lampu XL 6 X 40 W (MCB satu fasa) = (2 X 120)+(6 x 40) = 220 Volt Cos θ = 0.1 – 2.1 – 2.4 Ip = In x k Ip = 5.99 – 13.45 A Vfx cos  220 x0.jadi MCB yang dipakai adalah ≈ 25 A 23.4 leg Jawab : In = P (2 x120)  (6 x 40) =  5.62) A  10 A jadi MCB yang dipakai adalah ≈ 10 A 25. Kelompok 24 Diketahui : P Vf = 2 Lampu TL 2 x 60 W dan lampu XL 6 X 40 W (MCB satu fasa) = (2 X 120)+(6 x 40) = 220 Volt Cos θ = 0.99 – 13.

40 A Vfx cos  220x0.In = P (2 x120)  (6 x 40) =  5.4 Ip = In x k Ip = 5. Kelompok 26 Diketahui : P Vf = 2 Lampu TL 2 x 60 W dan lampu XL 4 X 15 W (MCB satu fasa) = (2 X 120)+(4 x 15) = 220 Volt Cos θ = 0.1 – 2.4 leg Jawab : In = P (2 x120)  (4 x15) =  3.5) A  6 A jadi MCB yang dipakai adalah ≈ 6 A 27.5) = (3.1 – 2.22 x (1.74 – 8.4 Ip = In x k Ip = 3. Kelompok 27 Diketahui : P Vf = 6 KKB x 150 VA (MCB satu fasa) = 6 X 150 VA = 220 Volt Cos θ = 0.5) = (5.4 Ip = In x k Ip = 10.4 leg Jawab : In = P 6 x150 =  10.45 x (1.40 x (1.45 A Vfx cos  220 x0.5) Laporan Perancangan Instalasi Listrik 33 .1 – 2.22 A Vfx cos  220 x0.62) A  10 A jadi MCB yang dipakai adalah ≈ 10 A 26.99 – 13.

24 – 25.22 x (1.5) = (13.22 A Vfx cos  220 x0.27 x (1.4 leg Jawab : In = P 6 x150 =  10.1 – 2.5) = (11.27 A Vfx cos  220 x0.1 – 2.67) A  25 A jadi MCB yang dipakai adalah ≈ 25 A Pada SDP 3 : Laporan Perancangan Instalasi Listrik 34 .49 – 30.4 Ip = In x k Ip = 12.= (11.4 leg Jawab : In = P 9 x120 =  12. Kelompok 29 Diketahui : P Vf = 9 lampu TL 2 X 60 W (MCB satu fasa) = 9 X 120 Watt = 220 Volt Cos θ = 0.4 Ip = In x k Ip = 10.55) A  16 A jadi MCB yang dipakai adalah ≈ 16 A 28.55) A  16 A jadi MCB yang dipakai adalah ≈ 16 A 29.24 – 25. Kelompok 28 Diketahui : P Vf = 6 KKB x 150 VA (MCB satu fasa) = 6 X 150 VA = 220 Volt Cos θ = 0.

63 x (1.4 35 Laporan Perancangan Instalasi Listrik .4 Ip = In x k Ip = 13.4 leg Jawab : In = P 10 x120 =  13.63 A Vfx cos  220 x0.4 leg Jawab : In = P 10 x120 =  13. Kelompok 2 Diketahui : P Vf = 10 lampu TL 2 X 60 W (MCB satu fasa) = 10 X 120 Watt = 220 Volt Cos θ = 0.5) = (14.63 A Vfx cos  220 x0.1 – 2. Kelompok 3 Diketahui : P Vf = 10 lampu TL 2 X 60 W (MCB satu fasa) = 10 X 120 Watt = 220 Volt Cos θ = 0.4 leg Jawab : In = P 10 x120 =  13.4 Ip = In x k Ip = 13.99 – 34.1.07) A  25 A jadi MCB yang dipakai adalah ≈ 25 A 2.63 x (1.63 A Vfx cos  220 x0. Kelompok 1 Diketahui : P Vf = 10 lampu TL 2 X 60 W (MCB satu fasa) = 10 X 120 Watt = 220 Volt Cos θ = 0.07) A  25 A jadi MCB yang dipakai adalah ≈ 25 A 3.99 – 34.5) = (14.1 – 2.

4 Ip = In x k Ip = 16.87) A  32 A jadi MCB yang dipakai adalah ≈ 32 A 5.5) = (11.22 x (1.Ip = In x k Ip = 13.1 – 2.36 A Vfx cos  220 x0.98 – 40.35 x (1.22 A Vfx cos  220 x0.4 leg Jawab : In = P 6 x150 =  10. Kelompok 5 Diketahui : P Vf = 6 KKB x 150 VA (MCB satu fasa) = 6 X 150 VA = 220 Volt Cos θ = 0.55) A  16 A jadi MCB yang dipakai adalah ≈ 16 A 6. Kelompok 4 Diketahui : P Vf = 12 lampu TL 2 X 60 W (MCB satu fasa) = 12 X 120 Watt = 220 Volt Cos θ = 0.4 leg Jawab : In = P 12 x120 =  16.07) A  25 A jadi MCB yang dipakai adalah ≈ 25 A 4.99 – 34.63 x (1.5) = (14.1 – 2. Kelompok 6 = 6 KKB x 150 VA (MCB satu fasa) 36 Laporan Perancangan Instalasi Listrik .24 – 25.4 Ip = In x k Ip = 10.5) = (17.1 – 2.

Kelompok 7 Diketahui : P Vf = 6 lampu TL 2 X 60 W (MCB satu fasa) = 6 X 120 Watt = 220 Volt Cos θ = 0.5) = (11.22 A Vfx cos  220 x0.18 A Vfx cos  220x0.22 x (1.4 leg Jawab : In = P 6 x120 =  8.4 leg Jawab : In = P 6 x150 =  10.1 – 2.5) = (8.55) A  16 A jadi MCB yang dipakai adalah ≈ 16 A 7.Diketahui : P Vf = 6 X 150 VA = 220 Volt Cos θ = 0.45) A  10 A jadi MCB yang dipakai adalah ≈ 16 A 8.24 – 25.4 leg Jawab : Laporan Perancangan Instalasi Listrik 37 .18 x (1.99 – 20. Kelompok 8 Diketahui : P Vf = 10 lampu TL 2 X 60 W (MCB satu fasa) = 10 X 120 Watt = 220 Volt Cos θ = 0.4 Ip = In x k Ip = 8.4 Ip = In x k Ip = 10.1 – 2.

5) = (14.93 A Vfx cos  220x0.4 Ip = In x k Ip = 13.93 x (1. Kelompok 9 Diketahui : P Vf = 10 lampu TL 2 X 60 W (MCB satu fasa) = 10 X 120 Watt = 220 Volt Cos θ = 0.63 x (1.4 Ip = In x k Ip = 6.62 – 17.4 leg Jawab : In = P 10 x120 =  13.1 – 2.4 leg Jawab : In = P (3x120)  (4 x 40)  (6 x15) =  6.4 Ip = In x k Ip = 13.07) A  25 A jadi MCB yang dipakai adalah ≈ 25 A 10.07) A  25 A jadi MCB yang dipakai adalah ≈ 25 A 9.63 A Vfx cos  220 x0.1 – 2. Kelompok 10 = 3 Lampu TL 2 x 60 W dan lampu XL 4 x 40 w dan lampu XL 6 x 15 W (MCB satu fasa) Diketahui : P Vf = (3 X 120)+(4 x 40)+(6 x 15) = 220 Volt Cos θ = 0.In = P 10 x120 =  13.5) = (7.5) = (14.99 – 34.63 A Vfx cos  220 x0.1 – 2.99 – 34.32) A  16 A jadi MCB yang dipakai adalah ≈ 16 A 11.63 x (1. Kelompok 11 = 4 KKB x 150 VA (MCB satu fasa) 38 Laporan Perancangan Instalasi Listrik .

Diketahui : P Vf = 4 X 150 VA = 220 Volt Cos θ = 0.4 leg Jawab : In = P 14 x120 =  19.09 x (1.1 – 2.4 leg Jawab : In = P 4 x150 =  6.4 leg Jawab : In = P 5 x150 =  8. Kelompok 13 Diketahui : P Vf = 14 lampu TL 2 X 60 W (MCB satu fasa) = 14 X 120 Watt = 220 Volt Cos θ = 0.52 x (1.5) Laporan Perancangan Instalasi Listrik 39 .1 – 2.09 A Vfx cos  220 x0.1 – 2.81 x (1.4 Ip = In x k Ip = 19.52 A Vfx cos  220x0.81A Vfx cos  220x0.5) = (9.37 – 21.02) A  10 A jadi MCB yang dipakai adalah ≈ 10 A 12.5) = (7.49 – 17.4 Ip = In x k Ip = 6.3) A  16 A jadi MCB yang dipakai adalah ≈ 16 A 13.4 Ip = In x k Ip = 8. Kelompok 12 = KKB 5 x 150 VA (MCB satu fasa) Diketahui : P Vf = 5 X 150 VA = 220 Volt Cos θ = 0.

4 leg Jawab : In = P 11x120 =  15 A Vfx cos  220 x0.4 Ip = In x k Ip = 12.49 – 30.4 leg Jawab : In = P 9 x120 =  12.72) A  32 A jadi MCB yang dipakai adalah ≈ 32 A 14.27 A Vfx cos  220 x0.= (20.5) A  25 A jadi MCB yang dipakai adalah ≈ 25 A 15. Kelompok 14 Diketahui : P Vf = 11 lampu TL 2 X 60 W (MCB satu fasa) = 11 X 120 Watt = 220 Volt Cos θ = 0.5) = (16.1 – 2.4 Ip = In x k Ip = 15 x (1. Kelompok 15 Diketahui : P Vf = 9 lampu TL 2 X 60 W (MCB satu fasa) = 9 X 120 Watt = 220 Volt Cos θ = 0.67) A  25 A jadi MCB yang dipakai adalah ≈ 25 A 16.1 – 2. Kelompok 16 Diketahui : P Vf = Lampu XL 10 X 40 W (MCB satu fasa) = 10 X 40 Watt = 220 Volt 40 Laporan Perancangan Instalasi Listrik .5) = (13.99 – 47.27 x (1.5 – 37.

4 leg Jawab : In = P 5 x150 =  8.1 – 2.8 A Vfx cos  220x0.1 – 2.52 x (1. Kelompok 18 = KKB 5 x 150 VA (MCB satu fasa) Diketahui : P Vf = 5 X 150 VA = 220 Volt Cos θ = 0.5) = (4.Cos θ = 0.4 leg Jawab : In = P 10 x 40 =  4.4 Ip = In x k Ip = 6.48 – 17) A  10 A jadi MCB yang dipakai adalah ≈ 10 A 18.37 – 21.3) A  16 A Laporan Perancangan Instalasi Listrik 41 .99 – 11.8 x (1.4 leg Jawab : In = P 4 x150 =  6.35) A  10 A jadi MCB yang dipakai adalah ≈ 10 A 17.52 A Vfx cos  220x0.5) = (7.4 Ip = In x k Ip = 4.5) = (9.54 x (1.54 A Vfx cos  220x0.4 Ip = In x k Ip = 8. Kelompok 17 = KKB 4 x 150 VA (MCB satu fasa) Diketahui : P Vf = 4 X 150 VA = 220 Volt Cos θ = 0.1 – 2.

99 – 11.35) A  10 A jadi MCB yang dipakai adalah ≈ 10 A 21.52 x (1.52 A Vfx cos  220x0. Kelompok 20 Diketahui : P Vf = Lampu XL 10 X 40 W (MCB satu fasa) = 10 X 40 Watt = 220 Volt Cos θ = 0. Kelompok 19 = KKB 5 x 150 VA (MCB satu fasa) Diketahui : P Vf = 5 X 150 VA = 220 Volt Cos θ = 0.37 – 21.5) = (4.1 – 2.jadi MCB yang dipakai adalah ≈ 16 A 19.3) A  16 A jadi MCB yang dipakai adalah ≈ 16 A 20.4 Ip = In x k Ip = 4.4 leg Jawab : In = P 10 x 40 =  4.4 leg Jawab : In = P 5 x150 =  8. Kelompok 21 = 4 Lampu TL 2 x 60 W dan lampu XL 5 x 40 W (MCB satu fasa) Diketahui : P = (4 x 12)+(5 x 40) 42 Laporan Perancangan Instalasi Listrik .1 – 2.54 A Vfx cos  220x0.54 x (1.5) = (9.4 Ip = In x k Ip = 8.

4 Ip = In x k Ip = 8.5) = (8.49 – 19.3) A  16 A jadi MCB yang dipakai adalah ≈ 16 A 23.4 leg Jawab : In = P 5 x150 =  8.3) A  16 A jadi MCB yang dipakai adalah ≈ 16 A 22.5) = (9. Kelompok 23 = KKB 5 x 150 VA (MCB satu fasa) Diketahui : P Vf = 5 X 150 VA = 220 Volt Cos θ = 0.52 A Vfx cos  220x0.4 Ip = In x k Ip = 7. Kelompok 22 = KKB 5 x 150 VA (MCB satu fasa) Diketahui : P Vf = 5 X 150 VA = 220 Volt Cos θ = 0.Vf = 220 Volt Cos θ = 0.1 – 2.37 – 21.4 leg Jawab : In = P (4 x120)  (5 x 40) =  7.4 Ip = In x k Laporan Perancangan Instalasi Listrik 43 .52 A Vfx cos  220x0.1 – 2.72 A Vfx cos  220x0.72 x (1.4 leg Jawab : In = P 5 x150 =  8.52 x (1.

5) = (9.52 x (1.52 A Vfx cos  220x0.1 – 2.81A Vfx cos  220x0.37 – 21.52 x (1.81 x (1.1 – 2.5) = (7.37 – 21.4 Ip = In x k Ip = 8.3) A  16 A jadi MCB yang dipakai adalah ≈ 16 A 25.Ip = 8.4 Ip = In x k Ip = 6.4 leg Jawab : In = P 5 x150 =  8. Kelompok 24 = KKB 5 x 150 VA (MCB satu fasa) Diketahui : P Vf = 5 X 150 VA = 220 Volt Cos θ = 0. Kelompok 25 Diketahui : P Vf = 4 KKB x 150 VA (MCB satu fasa) = 4 X 150 VA = 220 Volt Cos θ = 0.3) A  16 A jadi MCB yang dipakai adalah ≈ 16 A 24.1 – 2.49 – 17.5) = (9.02) A  10 A jadi MCB yang dipakai adalah ≈ 10 A Laporan Perancangan Instalasi Listrik 44 .4 leg Jawab : In = P 4 x150 =  6.

4 Pengaman yang digunakan : Imcb SDP 1 = 266.79 1. Perhitungan Kapasitas MCB dam FUSE Pada SDP  MCB SDP 1 Terdiri dari :     335 Lampu TL 100 Lampu XL 40 W 16 Lampu XL 15 W 192 KKB = 335 x 2 x 60 W = 100 x 40 W = 16 x 15 W = 172 x 150 VA = 40200 W = 4000 W = 240 W = 25800 VA = 70240 W Diketahui : P Lampu TL P Lampu XL P Lampu XL P KKB P Total Maka pengaman yang digunakan pada SDP 1 adalah : In SDP 1 = P total √3.1 2.1 Terdiri dari     109 Lampu TL 29 Lampu XL 40 W 6 Lampu XL 15 W 54 KKB = 109 x 2 x 60 W = 13080 W 45 Diketahui : P Lampu TL Laporan Perancangan Instalasi Listrik .D.79 1.V .5 Jadi pengaman yang digunakan pada SDP 1 adalah 400 A Fuse yang digunakan : Imcb SDP1 = 266.cosφ = 70240 3.1 4 Jadi Fuse yang digunakan pada SDP 1 adalah 500 A  SDP 1.0.380.

1 = 85.cosφ = 22430 3.4 Pengaman yang digunakan : Imcb SDP 1.1 adalah 160 A Fuse yang digunakan : Imcb SDP1.1 adalah : In SDP 1.1 4 Jadi Fuse yang digunakan pada SDP 1.380.19 1.1 = P total √3.2 Terdiri dari     117 Lampu TL 42 Lampu XL 40 W 4 Lampu XL 15 W 64 KKB = 117 x 2 x 60 W = 42 x 40 W = 4 x 15 W = 14040 W = 1680 W = 60 W = 9600 W = 25380 W Diketahui : P Lampu TL P Lampu XL P Lampu XL P KKB = 64 x 150 W Daya Total Maka pengaman yang digunakan pada SDP 1.0.P Lampu XL P Lampu XL P KKB = 29 x 40 W = 6 x 15 W = 1160 W = 90 W = 8100 VA = 22430 W = 54 x 150 VA Total Daya Maka pengaman yang digunakan pada SDP 1.1 adalah 200 A  SDP 1.2 adalah : Laporan Perancangan Instalasi Listrik 46 .V .1 2.5 Jadi pengaman yang digunakan pada SDP 1.19 1.1 = 85.

40 1.5 Jadi pengaman yang digunakan pada SDP 1.0.3 = P total √3.5 Jadi pengaman yang digunakan pada SDP 1.380.40 1.2 adalah 200 A Fuse yang digunakan : Imcb SDP1.3 Terdiri dari     109 Lampu TL 29 Lampu XL 40 W 6 Lampu XL 15 W 54 KKB = 109 x 2 x 60 W = 29 x 40 W = 6 x 15 W = 13080 W = 1160 W = 90 W = 8100 VA = 22430 W Diketahui : P Lampu TL P Lampu XL P Lampu XL P KKB = 54 x 150 VA Total Daya Maka pengaman yang digunakan pada SDP 1.V .4 Pengaman yang digunakan : Imcb SDP 5C = 96.380.1 = 96.4 Pengaman yang digunakan : Imcb SDP 5C = 85.3 adalah : In SDP 1.2 adalah 250 A  SDP 1.0.cosφ = 22430 3.V .19 1.3 adalah 160 A Fuse yang digunakan : Laporan Perancangan Instalasi Listrik 47 .1 2.In SDP 1.1 4 Jadi Fuse yang digunakan pada SDP 1.2 = P total √3.1 2.cosφ = 25380 3.

dengan rincian sebagai berikut:         20 KVAR 20 KVAR 10 KVAR 10 KVAR 5 KVAR 5 KVAR 1 KVAR 1 KVAR  Perhitungan Pengaman arus kapasitor untuk 30 KVAR. Perhitungan Kebutuhan Kapasitor untuk Perbaikan Faktor Daya  Capasitor Bank P total lampu TL = 335 x 2 x 60 = 40200 W Q = P (tan Q = 40200 ( 2.484) Q = 40200 (1.291 – 0.1 = 85.1 4 Jadi Fuse yang digunakan pada SDP 1. 15 KVAR dan 75 KVAR  Q = 20 KVAR = 20000 VAR √ Maka untuk pengaman MCB: Ip = In x k Laporan Perancangan Instalasi Listrik √ 48 .807) Q = 72.3 adalah 200 A E.64 KVAR Q = 72 KVAR ) Dengan demikian ada tiga kapasitor tiga fasa.19 1.Imcb SDP1.

70 – 37.35 – 20.59 x (1.5) = (8.59 x (1.1 – 2.= x (1.5) = (16.5) = (33.41 – 75.89) A  16 A jadi MCB yang dipakai adalah ≈ 16 A  Q = 5 KVAR = 5000 VAR √ √ Maka untuk pengaman MCB: Ip = In x k = 7.1 – 2.97) A  25 A jadi MCB yang dipakai adalah ≈ 25 A  Q = 10 KVAR = 10000 VAR √ √ Q = 5 KVAR = 5000 VAR √ √ Maka untuk pengaman MCB: Ip = In x k = 7.89) A  16 A jadi MCB yang dipakai adalah ≈ 16 A  Q = 1 KVAR = 1000 VAR √ √ Maka untuk pengaman Laporan Perancangan Instalasi Listrik 49 .1 – 2.1 – 2.5) = (8.95) A  50 A jadi MCB yang dipakai adalah ≈ 50 A   Maka untuk pengaman MCB: Ip = In x k = x (1.35 – 20.

66 – 3.5 1.775 Jadi pengaman yang digunakan adalah sebesar 2 A - Untuk kapasitor 5 KVAR = 5000VAR 50 Laporan Perancangan Instalasi Listrik .1 – 2.1 2.77) A  2 A jadi MCB yang dipakai adalah ≈ 2 A  Q = 72 KVAR = 72000 VAR √ √ Maka untuk pengaman MCB: Ip = In x k = 109.7 3.33 – 300.MCB: Ip = In x k = 1.5) = (120.51 1.82) A  250 A jadi MCB yang dipakai adalah ≈ 250 A Menghitung kapasitas pengaman kontaktor √ Untuk kapasitor 1 KVAR = 1000VAR √ √ pengaman yang digunakan : Imcb = 1.1 – 2..39 x (1.51 x (1.5) = (1.

7 38 Jadi pengaman yang digunakan adalah sebesar 25 A Untuk kapasitor 20 KVAR = 20000VAR √ √ pengaman yang digunakan : Imcb = 30.1 2.5 16.√ √ pengaman yang digunakan : Imcb = 7.38 1.1 2.2 1.6 1.56 Laporan Perancangan Instalasi Listrik 51 .5 8.1 2.4 19 Jadi pengaman yang digunakan adalah sebesar 16 A - Untuk kapasitor 10 KVAR = 10000VAR √ √ pengaman yang digunakan : Imcb = 15.5 33.42 83.

0.074 Ω Laporan Perancangan Instalasi Listrik 52 . Perhitungan Grounding  MCB SDP 1 Terdiri dari :     335 Lampu TL 100 Lampu XL 40 W 16 Lampu XL 15 W 172 KKB = 335 x 2 x 60 W = 100 x 40 W = 16 x 15 W = 172 x 150 VA = 40200 W = 4000 W = 240 W = 25800 VA = 70240 W Diketahui : P Lampu TL P Lampu XL P Lampu XL P KKB P Total Maka pengaman yang digunakan pada SDP 1 adalah : In SDP 1 = P total √3.79 1.Jadi pengaman yang digunakan adalah sebesar 50 A F.V .1 2.4 Pengaman yang digunakan : Imcb SDP 1 = 266.074 Ω Tahanan yang dipakai sebaiknya yang memiliki nilai ≤ 0.170 Ω s/d 0.cosφ = 70240 3.380.5 Maka tahanan tanah (Rp) adalah: ≤ 0.

1 = P total √3.1 adalah : In SDP 1.1 = 85.1 2.5 Maka tahanan tanah (Rp) adalah: ≤ 0.cosφ = 22430 3. SDP 1.0.213 Ω Tahanan yang dipakai sebaiknya yang memiliki nilai ≤ 0.19 1.213 Ω Laporan Perancangan Instalasi Listrik 53 .V .380.533 Ω s/d 0.1 Terdiri dari     109 Lampu TL 29 Lampu XL 40 W 6 Lampu XL 15 W 54 KKB = 109 x 2 x 60 W = 29 x 40 W = 6 x 15 W = 54 x 150 VA = 13080 W = 1160 W = 90 W = 8100 VA = 22430 W Diketahui : P Lampu TL P Lampu XL P Lampu XL P KKB Total Daya Maka pengaman yang digunakan pada SDP 1.4 Pengaman yang digunakan : Imcb SDP 1.

4 Pengaman yang digunakan : Imcb SDP 1.1 2. SDP 1.2 adalah : In SDP 1.188 Ω Tahanan yang dipakai sebaiknya yang memiliki nilai ≤ 0.5 Maka tahanan tanah (Rp) adalah: ≤ 0.cosφ = 25380 3.2 = P total √3.2 Terdiri dari     117 Lampu TL 42 Lampu XL 40 W 4 Lampu XL 15 W 64 KKB = 117 x 2 x 60 W = 42 x 40 W = 4 x 15 W = 64 x 150 W = 14040 W = 1680 W = 60 W = 9600 W = 25380 W Diketahui : P Lampu TL P Lampu XL P Lampu XL P KKB Daya Total Maka pengaman yang digunakan pada SDP 1.V .188 Ω Laporan Perancangan Instalasi Listrik 54 .471 Ω s/d 0.40 1.2 = 96.380.0.

V .3 = 85.4 Pengaman yang digunakan : Imcb SDP 1.213 Ω   KAPASITOR BANK Q = 72 KVAR = 72000 VAR √ Laporan Perancangan Instalasi Listrik √ 55 .0.3 = P total √3.1 2.3 Terdiri dari     109 Lampu TL 29 Lampu XL 40 W 6 Lampu XL 15 W 54 KKB = 109 x 2 x 60 W = 29 x 40 W = 6 x 15 W = 54 x 150 VA = 13080 W = 1160 W = 90 W = 8100 VA = 22430 W Diketahui : P Lampu TL P Lampu XL P Lampu XL P KKB Total Daya Maka pengaman yang digunakan pada SDP 1.533 Ω s/d 0.19 1.3 adalah : In SDP 1.213 Ω Tahanan yang dipakai sebaiknya yang memiliki nilai ≤ 0. SDP 1.5 Maka tahanan tanah (Rp) adalah: ≤ 0.cosφ = 22430 3.380.

33 – 300.91 A = 207.67 A = 95. Pada gedung FPBS diketahui In tiap lantai antara lain Lantai 1 Lantai 2 Lantai 3 Lantai 4 Lantai 5 Total = 266.Maka untuk pengaman MCB: Ip = In x k = 109.1 – 2.6 1.6 A : Pengaman yang digunakan (MCB) ialah Imcb DP = 1035.415 Ω s/d 0.1 A = 241.166 Ω Tahanan yang dipakai sebaiknya yang memiliki nilai ≤ 0.1 2.82) A  250 A Maka tahanan tanah (Rp) adalah: ≤ 0.5) = (120.13 A = 1035.79 A = 224.39 x (1.5 : Maka pengaman yang digunakan ialah 1600 A Maka tahanan tanah (Rp) adalah: Laporan Perancangan Instalasi Listrik 56 .166 Ω  MDP (Main Distribution Panel) MDP (Main Distribution Panel) ialah panel utama yang menghubungkan antara sumber daya (PLN) dengan SDP Utama. MDP ini berfungsi sebagai panel pendistribusian utama untuk seluruh lantai.

043 Ω s/d 0.≤ 0. makin besar penampangnya makin kecil hambatan dalam sebuah rangkaian.0175) l V = panjang kabel (m) = persentase yang diizinkan.019 Ω G. Perhitungan Luas Penampang Konduktor Penampang kabel berfungsi untuk memperkecil hambatan pada kabel tersebut. Rumus untuk menghitung luas penampang Untuk 3 phase : √ Untuk 1 phase : Dimana : A = luas penampang (mm2) = hambatan jenis tembaga (0. Untuk jenis penampang kabel yang digunakan pada gedung FPBS lantai 1 adalah jenis NYY dan NYFGbY.019 Ω Tahanan yang dipakai sebaiknya yang memiliki nilai ≤ 0. lebih kecil dari tegangan jala-jala Laporan Perancangan Instalasi Listrik 57 .

SDP Utama ke SDP 2 =85 M. PLN ke MDP = 30 M. dan MDP ke SDP Utama = 5 M. SDP Utama ke SDP 1 dan 3 = 125 M. Perhitungan luas penampang SDP Instalasi Untuk luas penampang SDP instalasi telah ditentukan berdasarkan standar.Untuk panjang kabel gedung FPTK lantai 5 ditentukan sebagai berikut : SDP Utama ke instalasi= 175 M. bahwa yang digunakan ialah kabel NYM 3 x 2. SDP Utama ke Kapasitor Bank = 5 M.5 Perhitungan Luas penampang SDP panel ke panel SDP Utama ke SDP 1 √ √ Maka kabel yang digunakan : NYY 4 x 35 mm2 SDP Utama ke SDP 2 √ √ Maka kabel yang digunakan : NYY 4 x 25 mm2 SDP Utama ke SDP 3 √ √ Maka kabel yang digunakan : NYY 4 x 35 mm2 Perhitungan Luas penampang SDP Utama Laporan Perancangan Instalasi Listrik 58 .

√ √ Maka kabel yang digunakan : NYFGbY 4 x 16 mm2 Perhitungan Luas penampang Bank Kapasitor √ √ Maka kabel yang digunakan : NYFGbY 4 x 6 mm2 Perhitungan Luas penampang Bank MDP √ √ Maka kabel yang digunakan : NYFGbY 4 x ?? mm2 CATATAN: Konduktor dalam sistem instalasi menuju titik cahaya (Lampu / KKB).5 Kecuali sudah jelas bebannya krang dari 500 W.5 . maka dapat menggunakan ukuran Percore 1. Laporan Perancangan Instalasi Listrik 59 . ukuranya percore adalah 2.

Kapasitor 1 KVAR .MCB 500 A SDP .MCB 4 A .No Kebutuhan Material SDP Utama .MCB 32 A .NYY 4 X 35 .MCB 200 A .MCB 2 A .MCB 16 A .MCB 250 A .Kontaktor 16 A .NYY 4 X 25 .Kapasitor 5 KVAR .FUSE 200 A .MCB 16 A .Kapasitor 20 KVAR .5 .MCB 25 A .MCB 160 A .NYFGbY 4 x 16 .XL 40 W .Kontaktor 2 A .TL 2 x 60 W .NYM 3 X 2.MCB 50 A .MCB 6 A .MCB 25 A .Kontaktor 50 A Kabel .MCB 250 A .XL 15 W KKB Volume Harga Jumlah Harga 1 1 2 1 1 1 2 1 2 20 29 19 7 2 1 3 2 2 2 2 2 2 2 2 1 2 2 2 2 4 10 roll 2 roll 6 roll 1 roll 1 roll 335 100 16 172 5 6 Laporan Perancangan Instalasi Listrik 60 .Fuse 680 A .Kapasitor 10 KVAR .MCB 10 A .NYFGbY 4 x 500 Lampu .FUSE 250 A SDP C (KAPASITOR BANK) .Kontaktor 25 A .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful