Persembahan dari

KELOMPOK 3

Click to edit Master subtitle style

5/29/12

Click to edit Master subtitle style

5/29/12

Terdapat 7 (tujuh) langkah pokok asesmen pembelajaran.
1. Menyusun Rencana Asesmen atau Evaluasi Hasil Belajar 2. Menghimpun Data 3. Melakukan Verifikasi Data 4. Mengolah dan Menganalisis Data 5. Melakukan Penafsiran dan Menarik Kesimpulan 6. Menyimpan Instrumen Asesmen dan Hasil Asesmen 7. Menindaklanjuti Hasil Evaluasi
5/29/12

Merumuskan tujuan dilakukannya asesmen Menetapkan aspek-aspek yang akan dinilai Memilih dan menentukan teknik yang akan digunakan 2. Anda perlu melakukan setidaknya enam hal. 3. Menyusun instrumen yang akan dipergunakan untuk menilai proses 5/29/12 dan hasil belajar para peserta didik 4. . yaitu: 1.1. Dalam menyusun asesmen.

wawancara atau angket dengan menggunakan instrumeninstrumen tertentu berupa rating scale. .• 2. interview guide 5/29/12 atau angket. Menghimpun Data Dalam kegiatan ini Anda sebagai guru bisa memilih teknik tes dengan menggunakan tes atau memilih teknik non tes dengan melakukan pengamatan. check list.

Melakukan Verifikasi Data • Verifikasi data perlu dilakukan agar kita dapat memisahkan data yang “baik” dari data yang “kurang baik” 5/29/12 .3.

Agar data yang terhimpun tersebut bisa dimaknai. kita bisa menggunakan teknik statistik dan/atau teknik non statistik. 5/29/12 .4. Mengolah dan Menganalisis Data • Tujuan dari langkah ini adalah memberikan makna terhadap data yang telah dihimpun. berdasarkan pada mempertimbangkan jenis data.

5. Melakukan Penafsiran dan Menarik Kesimpulan Kegiatan ini pada dasarnya merupakan proses verbalisasi terhadap makna yang terkandung pada data yang telah diolah dan dianalisis sehingga menghasilkan sejumlah kesimpulan. dan Kesimpulan-kesimpulan yang dibuat harus mengacu pada 5/29/12 • .

.6. Menyimpan Instrumen Asesmen dan Hasil Asesmen • Dengan disimpannya instrumen dan ringkasan dan jawaban siswa. termasuk berbagai catatan tentang upaya memperbaiki instrumen. sewaktu-waktu Anda membutuhkan untuk memperbaiki instrumen tes pada tahunberikutnya maka tidak akan membutuhkan waktu yang 5/29/12 lama.

7. dianalisis. dan disimpulkan maka kita sebagai guru atau evaluator bisa mengambil keputusan atau merumuskan kebijakan sebagai tindak lanjut konkret dari kegiatan penilaian. diolah. . sehingga seluruh kegiatan penilaian yang telah dilakukan dapat 5/29/12 membawa manfaat. Menindaklanjuti Hasil Evaluasi • Setelah data telah dihimpun.

guru seharusnya menggunakan langkahlangkah sistematis sebagai berikut.Badan Standar Nasional Pendidikan Departemen Pendidikan Nasional (2006) menyatakan bahwa dalam prosedur penilaian. Perumusan Indikator Pencapaian Hasil Belajar 2. 1. Penyusunan Kisi-kisi. 5/29/12 .

Perumusan Indikator Pencapaian Hasil Belajar • Indikator pada hakekatnya adalah ukuran. pembuatan atau proses yang berkontribusi/ menunjukkan ketercapaian suatu kompetensi dasar. 5/29/12 . ciri-ciri. karakteristik.1.

Penyusunan Kisikisi. penilaian adalah bagian yang Kisi-kisi • tak terpisahkan dari kegiatan perencanaan pembelajaran dalam bentuk silabus dan rencana pelaksanaan pembelajaran. 5/29/12 . • Fungsi kisi-kisi adalah sebagai pedoman untuk menulis soal atau merakit soal menjadi perangkat tes.

untuk masing-masing sasaran pembelajaran harus digunakan Click to edit Master subtitle style berbagai indikator prestasi pembelajar Ketika Anda menginterpretasi atau melakukan penafsiran terhadap hasil asesmen.Prinsip dalam Menentukan Prosedur Asesmen 1) 2) 3) Sasaran pembelajaran yang akan dinilai asesmenharus jelas. 4) 5) 5/29/12 . Teknik-teknik asesmen yang Anda pilih harus benar-benar sesuai dengan masing-masing sasaran pembelajaran Teknik-teknik asesmen yang dipilih harus benar-benar memenuhi kebutuhan pembelajar ika memungkinkan. Anda harus mempertimbangkan kelemahan – kelemahannya.

5/29/12 . semakin jelas sasaran pembelajaran yang akan kita capai. maka akan semakin baik pula proses pemilihan teknik asesmen yang tepat.• 1). Sasaran pembelajaran yang akan dinilai asesmen harus jelas.

sehingga teknik asesmen yang dipilih bisa sepraktis dan seefisien mungkin 5/29/12 .2). Teknik-teknik asesmen yang Anda pilih harus benar-benar sesuai dengan masing-masing sasaran pembelajaran • Teknik – teknik asesmen harus benar – benar dipertimbangkan ketika Anda hendak melakukan proses asesmen.

Oleh karena itu.• harus memberi kesempatan kepada pembelajar untuk menentukan secara khusus apa yang telah dicapainya dan apa yang harus mereka lakukan untuk memperbaiki unjuk kerja (performance) mereka. 5/29/12 3). Teknik-teknik asesmen yang dipilih harus benarbenar memenuhi kebutuhan pembelajar Teknik-teknik asesmen yang dipilih juga . Anda harus bisa memilih metode asesmen yang memungkinkan Anda dapat memberikan umpan balik yang bermakna terhadap pembelajar.

5/29/12 . oleh karena itu kita membutuhkan kombinasi dari ketiga teknik asesmen tersebut agar dapat meningkatkan validitas asesmen yang anda lakukan. untuk masing-masing sasaran pembelajaran harus digunakan berbagai indikator prestasi pembelajar • Salah satu format asesmen (seperti pertanyaan dengan jawaban singkat atau latihan mencarikan pasangan atau matching exercises) memberikan gambaran yang tidak lengkap mengenai apa yang telah dipelajari oleh siswa. Jika memungkinkan.4).

Anda harus mempertimbangkan kelemahan – kelemahannya.5). Oleh karena itulah ketika membuat keputusan yang didasarkan pada informasi hasil asesmen. selain itu faktor seperti kondisi fisik dan emosi siswa juga membatasi tingkat akurasi informasi yang kita peroleh. Ketika Anda melakukan penafsiran terhadap hasil asesmen. Tingkat akurasi informasi yang kita peroleh tidaklah sepenuhnya valid. sejumlah kelemahan atau keterbatasan yang ada harus tetap diperhitungkan 5/29/12 .

beberapa karakteristik yang harus dimiliki prosedur asesmen dan penting untuk dipertimbangkan antara lain: a) sesuai dengan tujuan untuk mengumpulkan informasi yang diperlukan dan memberikan hasil yang berguna. asesmen yang tidak diperlukan harus dihindari. b) memiliki kualitas teknik yang baik. mengukur seluruh skills yang terkait. dan lingkungan belajar. penskoran. asesmen yang bersifat khusus dan lebih mendalam hanya dilakukan untuk permasalahan yang telah teridentifikasi. artinya secara statistik valid dan reliabel komprehensif. dan interpretasi). 5/29/12 . c) d) e) f) g) h) mengukur seberapa jauh siswa mengetahui dan bagaimana siswa mengerjakan tugas. tugas belajar. efektif dan efisien (pelaksanaan. mencakup asesmen tentang dimensi utama: siswa. dipilih berdasarkan kebutuhan siswa secara individu.

Fokus Assesmen 5/29/12 .

Teknik Non-tes Click to edit Master subtitle style 1.Subunit 2 Teknik Tes dan Non Tes Teknik Tes 2. 5/29/12 .

Sekolah Lanjutan.Teknik tes Oemar Hamalik (1989) menyebutkan beberapa jenis tes yang bisa digunakan di Sekolah Dasar. dan Perguruan Tinggi. Tes yang digunakan di Sekolah Dasar q q q Tes Membaca Tes Bakat Akademik Kelompok Batrai Tes Keterampilan Dasar 5/29/12 .

tes membaca memperoleh tempat yang paling utama karena kecakapan membaca (reading skill) mempunyai peran kunci untuk memperoleh segala macam pengetahuan. Kenyataan menunjukkan bahwa kecakapan membaca yang semakin baik untuk memahami berbagai sumber bacaan semakin diperlukan 5/29/12 .q Tes Membaca Di Sekolah Dasar.

5/29/12 .q Tes Bakat Akademik Kelompok Tes jenis ini digunakan untuk membantu menafsirkan hasil tes membaca dan aspek prestasi akademik lainnya. Sesuai dengan namanya tes ini dipersiapkan secara kelompok.

Sebaiknya tes ini dilakukan setiap tahun. maka sebaiknya diberikan kepada peserta didik yang duduk di kelas tiga atau kelas empat. tes jenis ini sebaiknya dilakukan bersama-sama dengan tes bakat akademik. jika dengan pertimbangan tertentu hanya dapat dilakukan sekali dalam setahun. Namun demikian. sehingga hasil dari 5/29/12 .q Batrai Tes Keterampilan Dasar Agar memberikan hasil yang optimal.

tes kesiapan membaca ini merupakan bagian dari panduan tersebut.q Tes Kesiapan Membaca Anda yang sedang mengajar di Sekolah Dasar kelas satu biasanya memerlukan panduan terutama ketika hendak membentuk kelompok belajar membaca dan menilai kemajuan siswa. 5/29/12 .

tidak jarang hasil tes kecakapan intelektual yang dilakukan secara individual juga diperlukan. Namun demikian. terutama jika ada peserta didik yang mengalami permasalahan terkait dengan kesulitan belajar atau 5/29/12 .q Tes Intelegensi Individual Upaya untuk mengetahui kecakapan intelektual secara umum seringkali dilakukan dengan melakukan tes kelompok.

tes prestasi ini masih memiliki sejumlah keterbatasan khususnya 5/29/12 terkait dengan kegunaannya untuk . Namun. sehingga tes ini mendapat tempat yang pertama di antara berbagai jenis tes yang ada dan digunakan di sekolah-sekolah.q Tes Hasil Belajar dalam Mata Pelajaran Kebanyakan dari tes jenis ini dibuat oleh guru sesuai dengan kurikulum sekolah.

5/29/12 .q Jenis Pengukuran lainnya Tes diagnostik dan tes klistis adalah dua jenis alat pengukuran lain yang digunakan sebagai pelengkap. Tes diagnostik digunakan untuk mengetahui sebab kegagalan peserta didik dalam belajar. Dua jenis tes ini terutama digunakan untuk mempelajari peserta didik secara individual.

tes bakat khusus. dan inventori kepribadian dan penyesuaian diri. tes hasil belajar. pengukuran minat. baik secara verbal 5/29/12 . tes membaca. ü Tes bakat skolastik diberikan untuk mendapatkan deskripsi menyeluruh mengenai kemampuan individu peserta didik.Tes untuk Sekolah Lanjutan Tes-tes tersebut adalah tes bakat skolastik. tes prognostik.

Pengamatan atau Observasi Interviews (interviu) Angket Work Sample Analysis (Analisa Sampel Kerja) Task Analysis (Analisis Tugas) Checklists dan Rating Scales e. d. b. c.2. Teknik non-tes a. f. Portofolio 5/29/12 . g.

Pengamatan atau Observasi Ciri-ciri: • Dilakukan untuk mengkaji perilaku kelas. dan faktor-faktor yang dapat diamati (observable) lainnya. 5/29/12 yang sering disajikan dalam bentuk • . interaksi antara siswa dan guru.a. Hasilnya biasanya berupa jumlah dan sifat dari masalah perilaku di kelas. terutama keterampilan/kecakapan sosial (social skills).

bagaimana melakukan observasi. bagaimana mempersiapkan observasi. bagaimana merangkum data sehingga bisa digunakan oleh para siswa dan para stakeholder lain. maka Anda harus benarbenar memahami tentang: • • dasar-dasar observasi.Jika Anda sebagai guru ingin menggunakan observasi sebagai alat asesmen. 5/29/12 • • .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful