ABORSI PADA REMAJA

This entry was posted on f2,10. Bookmark the permalink. 16 Komentar BAB I PENDAHULUAN 1. Latar Belakang Lebih dari separuh (104,6 juta orang) dari total penduduk Indonesia (208,2 juta orang) adalah perempuan. Namun, kualitas hidup perempuan jauh tertinggal dibandingkan laki-laki. Masih sedikit sekali perempuan yang mendapat akses dan peluang untuk berpartisipasi optimal dalam proses pembangunan. Tidak heran bila jumlah perempuan yang menikmati hasil pembangunan lebih terbatas dibandingkan laki-laki. Hal itu terlihat dari semakin turunnya nilai Gender-related Development Index (GDI) Indonesia dari 0,651 atau peringkat ke 88 (HDR 1998) menjadi 0,664 atau peringkat ke 90 (HDR 2000) (GOI & UNICEF, 2000). GDI mengukur angka harapan hidup, angka melek huruf, angka partisipasi murid sekolah, dan pendapatan kotor per kapita (Gross Domestic Product/GDP) riil per kapita antara laki-laki dan perempuan. Di bidang pendidikan, terdapat perbedaan akses dan peluang antara laki-laki dan perempuan terhadap kesempatan memperoleh pendidikan. Menurut Susenas 1999, jumlah perempuan yang berusia 10 tahun ke atas yang buta huruf (14,1%) lebih besar daripada laki-laki pada usia yang sama (6,3%) (GOI & UNICEF, 2000). Angka Kematian Ibu (AKI) menurut survei demografi kesehatan Indonesia (SDKI) 1994 masih cukup tinggi, yaitu 390 per 100.000 kelahiran (GOI & UNICEF, 2000). Penyebab kematian ibu terbesar (58,1%) adalah perdarahan dan eklampsia. Kedua sebab itu sebenarnya dapat dicegah dengan pemeriksaan kehamilan (antenatal care/ANC) yang memadai. Walaupun proporsi perempuan usia 15-49 tahun yang melakukan ANC minimal 1 kali telah mencapai lebih dari 80%, tetapi menurut SDKI 1994, hanya 43,2% yang persalinannya ditolong oleh tenaga kesehatan. Persalinan oleh tenaga kesehatan menurut SDKI 1997, masih sangat rendah, di mana sebesar 54% persalinan masih ditolong oleh dukun bayi (GOI & UNICEF, 2000). Namun tidak semua kehamilan diharapkan kehadirannya. Setiap tahunnya, dari 175 juta kehamilan yang terjadi di dunia terdapat sekitar 75 juta perempuan yang mengalami kehamilan tak diinginkan (Sadik 1997). Banyak hal yang menyebabkan seorang perempuan tidak menginginkan kehamilannya, antara lain karena perkosaan, kehamilan yang terlanjur datang pada saat yang belum diharapkan, janin dalam kandungan menderita cacat berat, kehamilan di luar nikah, gagal KB, dan sebagainya. Ketika seorang perempuan mengalami kehamilan tak diinginkan (KTD), diantara jalan keluar yang ditempuh adalah melakukan upaya aborsi, baik yang dilakukan sendiri maupun dengan bantuan orang lain. Banyak diantaranya yang memutuskan untuk mengakhiri kehamilannya dengan mencari pertolongan yang tidak aman sehingga mereka mengalami komplikasi serius atau kematian karena ditangani oleh orang yang tidak kompeten atau dengan peralatan yang tidak memenuhi standar

Sarwono dan Widyantoro (1993) memperkirakan antara 750. Begitu juga kemampuan untuk mengendalikannya.000 hingga 1. . Perkiraan jumlah aborsi di Indonesia setiap tahunnya cukup beragam. Bahkan dikatakan bahwa aborsi oleh tenaga profesional di tempat yang memenuhi standar. Banyak perempuan harus berperang melawan perasaan dan kepercayaannya mengenai nilai hidup seorang calon manusia yang dikandungnya. Sayangnya.000 atau 18 aborsi per 100 kehamilan. seringkali diberikan dengan biaya yang sangat tinggi karena besarnya konsekuensi yang harus ditanggung bila diketahui oleh pihak yang berwajib. Perasaan seksual yang menguat tak bisa tidak dialami oleh setiap remaja meskipun kadarnya berbeda satu dengan yang lain. betapa besar pengaruh segala tindakan yang mereka lakukan saat ini kelak di kemudian hari tatkala menjadi dewasa dan lebih jauh lagi bagi bangsa di masa depan. dapat dibayangkan. sesungguhnya perempuan tidak harus mengalami kesakitan apalagi kematian karena aborsi sudah dapat diselenggarakan secara sangat aman dengan menggunakan tehnologi yang sangat sederhana. Lonjakan pertumbuhan badani dan pematangan organ-organ reproduksi adalah salah satu masalah besar yang mereka hadapi. masyarakat justru berupaya keras menyembunyikan segala hal tentang seks. Belum lagi penilaian moral dari orang-orang sekitarnya bila sampai tindakannya ini diketahui.000. Di Indonesia saat ini 62 juta remaja sedang bertumbuh di Tanah Air. Hull. Hanya orang-orang yang mampu berempati yang bisa merasakan betapa perempuan berada dalam posisi yang sulit dan menderita ketika harus memutuskan untuk mengakhiri kehamilannya. satu dari lima orang Indonesia berada dalam rentang usia remaja. banyak tenaga profesional yang tidak bersedia memberikan pelayanan ini. Artinya. Aborsi sering kali ditafsirkan sebagai pembunuhan bayi. Mereka yang tidak punya pilihan lain. masih banyak perempuan di Indonesia tidak dapat menikmati kemajuan tehnologi kedokteran tersebut.Keputusan untuk melakukan aborsi bukan merupakan pilihan yang mudah. Dengan perkembangan tehnologi kedokteran yang sedemikian pesatnya. Sedangkan sebuah studi terbaru yang diselenggarakan oleh Pusat Penelitian Kesehatan Universitas Indonesia memperkirakan angka kejadian aborsi di Indonesia per tahunnya sebesar 2 juta (Utomo dkk 2001). Mereka adalah calon generasi penerus bangsa dan akan menjadi orangtua bagi generasi berikutnya. meninggalkan remaja dengan berjuta tanda tanya yang lalu lalang di kepala mereka. Terciptanya kondisi ini terutama disebabkan karena hukum di Indonesia masih belum berpihak kepada perempuan dengan melarang tindakan ini untuk dilakukan kecuali untuk menyelamatkan ibu dan bayinya. tingkat keamanannya 10 kali lebih besar dibandingkan dengan bila melanjutkan kehamilan hingga persalinan. terpaksa beralih ke tenaga yang tidak aman yang menyebabkan mereka beresiko terhadap kesakitan dan kematian.3 juta. Tentunya. Saifuddin (1979 di dalam Pradono dkk 2001) memperkirakan sekitar 2. Ketika mereka harus berjuang mengenali sisi-sisi diri yang mengalami perubahan fisik-psikissosial akibat pubertas. Menjadi remaja berarti menjalani proses berat yang membutuhkan banyak penyesuaian dan menimbulkan kecemasan. walaupun secara jelas Badan Kesehatan Dunia (WHO) mendefinisikan aborsi sebagai penghentian kehamilan sebelum janin dapat hidup di luar kandungan atau kurang dari 22 minggu (WHO 2000). Akibatnya. sebelum akhirnya mengambil keputusan. walaupun ada.

Yang lebih memprihatinkan. Berdasarkan hasil penelitian Annisa Foundation pada tahun 2006 yang melibatkan siswa SMP dan SMA di Cianjur terungkap 42. dan sudah muncul situs-situs pelindung dari pornografi . Yogyakarta telah melakukan hubungan seks pra-nikah. buku. Bahkan Departemen Kesehatan RI mencatat bahwa setiap tahunnya terjadi 700 ribu kasus aborsi pada remaja atau 30 persen dari total 2 juta kasus di mana sebgaian besar dilakukan oleh dukun. Jateng. Data WHO menyebutkan bahwa 15-50 persen kematian ibu disebabkan karena pengguguran kandungan yang tidak aman.% dan pedesaan 0%. Di Bali: perkotaan 4. dia melakukan hubungan seks tersebut berdasarkan suka dan tanpa paksaan. dan film pornografi yang memaparkan kenikmatan hubungan seks tanpa mengajarkan tanggung jawab yang harus disandang dan risiko yang harus dihadapi.Pandangan bahwa seks adalah tabu. membuat remaja enggan berdiskusi tentang kesehatan reproduksi dengan orang lain.3% Di Jawa Barat: perkotaan 1.4. 21-30% remaja Indonesia di kota besar seperti Bandung. Jabar dan Lampung: 0.4 – 5% Di Surabaya: 2. Hasilnya. 1. yang telah sekian lama tertanam. Mereka juga melalap “pelajaran” seks dari internet.3% dan pedesaan 1. yang sebagian besar dilakukan secara sembunyi-sembunyi tanpa mempedulikan standar medis. mereka justru merasa paling tak nyaman bila harus membahas seksualitas dengan anggota keluarganya sendiri! Tak tersedianya informasi yang akurat dan “benar” tentang kesehatan reproduksi memaksa remaja bergerilya mencari akses dan melakukan eksplorasi sendiri.3 persen pelajar telah melakukan hubungan seks yang pertama saat duduk di bangku sekolah. menjadi acuan utama mereka. 13-15 tahun! Hasil penelitian di beberapa daerah menunjukkan bahwa seks pra-nikah belum terlampau banyak dilakukan. Di Jatim. Ketakutan akan hukuman dari masyarakat dan terlebih lagi tidak diperbolehkannya remaja putri belum menikah menerima layanan keluarga berencana memaksa mereka untuk melakukan aborsi. meski saat ini aktivitas situs pornografi baru sekitar 2-3%. Tujuan Untuk mengetahui dan memahami tentang aborsi yang terjadi pada remaja Untuk mengetahui gambaran kasus aborsi pada remaja . Jakarta. Tetapi beberapa penelitian lain menemukan jumlah yang jauh lebih fantastis. Arus komunikasi dan informasi mengalir deras menawarkan petualangan yang menantang.4%. Majalah. Beberapa dari siswa mengungkapkan. remaja yang beberapa generasi lalu masih malu-malu kini sudah mulai melakukan hubungan seks di usia dini.

dimana janin (hasil konsepsi) yang dikeluarkan tidak bisa bertahan hidup di dunia luar. karena alasan yang sangat mendasar untuk melakukannya adalah untuk menyelamatkan nyawa/menyembuhkan si ibu. 1. Dalam KUHP Bab XIX Pasal 346 s/d 349 dinyatakan sebagai berikut: . Abortus Buatan Ilegal Yaitu pengguguran kandungan yang tujuannya selain dari pada untuk menyelamatkan/ menyembuhkan si ibu. Abortus spontan adalah merupakan mekanisme alamiah yang menyebabkan terhentinya proses kehamilan sebelum berumur 28 minggu.Undang Hukum Pidana (KUHP) tindakan pengguguran kandungan yang disengaja digolongkan ke dalam kejahatan terhadap nyawa (Bab XIX pasal 346 s/d 349). bukan semata untuk menyelamatkan jiwa ibu hamil dalam keadaan darurat tapi juga bisa karena sang ibu tidak menghendaki kehamilan itu. dilakukan oleh tenaga yang tidak kompeten serta tidak memenuhi syarat dan cara-cara yang dibenarkan oleh undang-undang. B. Aspek Hukum ( KUHP dan UU Kesehatan ) Di negara Indonesia. Abortus buatan.BAB II TINJAUAN PUSTAKA 1. Lain halnya dengan abortus buatan. karena di dalamnya mengandung unsur kriminal atau kejahatan. 1. Abortus golongan ini sering juga disebut dengan abortus provocatus criminalis. Pengertian Aborsi Aborsi adalah tindakan penghentian kehamilan sebelum janin dapat hidup di luar kandungan (sebelum usia 20 minggu kehamilan). dimana dalam Kitab Undang. A. dapat dilakukan tindakan medis tertentu. Populer juga disebut dengan abortus provocatus therapcutius. Abortus buatan Legal Yaitu pengguguran kandungan yang dilakukan menurut syarat dan cara-cara yang dibenarkan oleh undang-undang. abortus dengan jenis ini merupakan suatu upaya yang disengaja untuk menghentikan proses kehamilan sebelum berumur 28 minggu. Di kalangan ahli kedokteran dikenal dua macam abortus (keguguran kandungan) yakni abortus spontan dan abortus buatan. jika ditinjau dari aspek hukum dapat digolongkan ke dalam dua golongan yakni : 1. Penyebabnya dapat oleh karena penyakit yang diderita si ibu ataupun sebab-sebab lain yang pada umumnya gerhubungan dengan kelainan pada sistem reproduksi. Namun dalam undang-undang Nomor 23 Tahun 1992 Tentang kesehatan pada pasal 15 dinyatakan bahwa dalam keadaan darurat sebagai upaya untuk menyelamatkan jiwa ibu hamil atau janinnya.

23 Tahun 1992 Pasal 15 dinyataka sebagai berikut: Ayat (1) : “Tindakan medis dalam bentuk pengguguran kandungan dengan alasan apapun. . bidan atau juru obat (tenaga kesehatan) ancaman hukumannya ditambah sepertiganya dan hak untuk berpraktek dapat dicabut. ataupun membantu melakukan salah satu kejahatan dalam pasal 347 dan 348. norma agama. Namun dalam keadaan darurat sebagai upaya untuk menyelamatkan jiwa ibu atau janin yang dikandungnya dapat diambil tindakan medis tertentu. diancam dengan pidana penjara paling lama empat tahun”. diancam dengan pidana penjara paling lama dua belas tahun. bidan atau juru obat membantu melakukan kejahatan berdasarkan pasal 346. diancam hukuman empat tahun penjara. Pasal 347 : (1) Barang siapa dengan sengaja menggugurkan atau mematikan kandungan seorang wanita tanpa persetujuannya. (2) Jika perbuatan itu mengakibatkan matinya wanita tersebut. diancam dengan pidana penjara paling lama lima tahun enam bulan.5 tahun penjara dan bila ibu hamilnya mati diancam hukuman 7 tahun penjara.000 (lima ratus juta rupiah). Jika dengan persetujuan ibu hamil. dengan pidana Pasal 349 : “Jika seorang dokter. diancam 15 tahun penjara. Jika yang melakukan dan atau membantu melakukan abortus tersebut seorang dokter. Dari rumusan pasal-pasal tersebut diatas dapat ditarik kesimpulan bahwa: 1. 4. diancam penjara paling lama tujuh tahun. dengan tanpa persetujuan ibu hamil tersebut. maka diancam hukuman 5. maka pidana yang ditentukan dalam pasal itu dapat dditambah dengan sepertiga dan dapat dicabut hak untuk menjalankan pencaharian dalam mana kejahatan dilakukan”. Pasal 15 ayat (1) dan ayat (2) dipidana dengan pidana penjara paling lama 15 (lima belas) tahun dan pidana denda paling banyak Rp. diancam dengan pidana penjara paling lama lima belas tahun. 2.000. (2) Jika perbuatan itu mengakibatkan matinya wanita tersebut. Seorang wanita hamil yang sengaja melakukan abortus atau ia menyuruh orang lain.Pasal 346 : “Seorang wanita yang sengaja menggugurkan atau mematikan kandungannya atau menyuruh orang lain untuk itu. dilarang karena bertentangan dengan norma hukum. dan jika ibu hamil tersebut mati. 3. Pasal 348 : (1) Barang siapa dengan sengaja menggunakan atau mematikan kandungan seorang wanita dengan persetujuannya. Seseorang yang sengaja melakukan abortus terhadap ibu hamil. 500. norma kesusilaan dan norma kesopanan”. Pada penjelasan UU No. diancam hukuman penjara 12 tahun.

Perbandingan dengan negara-negara tetangga seAsia Tenggara menunjukkan bahwa AKI 373 per 100. Akibatnya. sebbab tanpa tindakan medis tertentu itu. aborsi tidak aman tidak pernah tercatat sebagai penyebab resmi kematian ibu. ternyata Indonesia tidak memperlihatkan hasil yang bermakna atau tidak bisa bergeming dari posisi sebagai negara dengan AKI tertinggi di Asia Tenggara. 2000). Padahal pemerintah Indonesia termasuk salah satu dari sejumlah negara yang menyatakan komitmen terhadap Program Aksi Konferensi Kependudukan (ICPD) di Kairo tahun 1994 untuk menurunkan risiko kematian ibu karena proses reproduksi (kehamilan. dapat diminta dari suami atau keluarganya. atau satu dari sembilan kematian ibu. Aborsi tidak aman merupakan urutan ketiga penyebab kematian ibu di dunia (WHO 2000). seperti dikemukakan oleh Direktorat Jendral Bina Kesehatan Masyarakat Departemen Kesehatan RI yang secara informal memperkirakan kontribusi aborsi terhadap kematian ibu di Indonesia sebesar 50%. karena terselubung dalam perdarahan dan infeksi. kecuali dalam keadaan tidak sadar atau tidak dapat memberikan persetujuannya.000) dari kematian ibu karena tindakan aborsi yang tidak aman (The Alan Guttmacher Institute 1999). Butir b : Tenaga kesehatan yang dapat melakukan tindakan medis tertentu adalah tenaga yang memiliki keahlian dan kewenangan untuk melakukannya.000 kelahiran hidup 37 kali lebih tinggi dari pada Singapura (AKI 10).1% dari kematian ibu di Indonesia. sarana kesehatan yang ditunjuk. Unsafe Abortion & KEMATIAN MATERNAL Di dunia setiap tahunnya diperkirakan 600.Ayat (2) Butir a : Indikasi medis adalah suatu kondisi yang benar-benar mengharuskan diambil tindakan medis tertentu. Sekitar 13% (78. Butir d : Sarana kesehatan tertentu adalah sarana kesehatan yang memiliki tenaga dan peralatan yang memadai untuk tindakan tersebut dan telah ditunjuk oleh pemerintah. Ayat (3) : Dalam Peraturan Pemerintah sebagai pelaksanaan dari pasal inidijabarkan antara lain mengenal keadaan darurat dalam menyelamatkan jiwa ibu hamil atau janinnya. tenaga kesehaan mempunyai keahlian dan kewenangan bentuk persetujuan. dua kategori penyebab yang menyebabkan lebih dari separuh (55%) kematian ibu (Gunawan. C. Butir c : Hak utama untuk memberikan persetujuan ada pada ibu hamil yang bersangkutan. Lima tahun setelah ICPD Kairo 1994. Angka sebenarnya mungkin jauh lebih besar lagi.000 perempuan meninggal dunia karena sebab-sebab yang berhubungan dengan kehamilan dan persalinan. hampir 5 . 1. ibu hamil dan janinnya terancam bahaya maut. Tidak pernah tersedia data yang pasti mengenai jumlah aborsi di Indonesia disebabkan tidak adanya ketetapan hukum. sehingga tidak dapat dilakukan pencatatan data mengenai tindakan aborsi terutama yang diselenggarakan secara tidak aman. Analisis lebih jauh data SKRT 1995 menyebutkan aborsi berkontribusi terhadap 11. persalinan dan pasca persalinan). yaitu seorang dokter ahli kebidanan dan penyakit kandungan.

Peningkatan kualitas perempuan merupakan salah satu syarat pembangunan sumber daya manusia. 1. disebutkan bahwa moral dasar yang dijiwai seorang dokter adalah butir Lafal Sumpah Dokter yang berbunyi: ”Saya akan menghormati hidup insani sejak saat pembuahan: oleh karena itu Abortus buatan dengan indikasi medik. maka ia hendak mengundurkan diri dan menyerahkan pelaksanaan tindakan medik itu kepada sejawatnya yang lain yang kompeten. Jika dokter itu merasa bahwa hati nuraninya tidak memberanikan ia melakukan pengguguran tersebut. Prosedur itu hendaklah dilakukan seorang dokter yang kompeten di instalasi yang diakui oleh suatu otoritas yang sah. tanpa menghakimi. Thailand (AKI 200). perlu disadari bahwa risiko terjadinya kehamilan selalu ada. Melalui pemahaman agama . UPAYA YANG DILAKUKAN (Upaya Mengurangi Abortus Buatan Ilegal di Kalangan Tenaga Kesehatan) Para dokter dan tenaga medis lainnya. dan masih lebih tinggi dari Vietnam (AKI 160). Konseling keluarga berencana dimaksudkan untuk membimbing klien melalui komunikasi dan pemberian informasi yang obyektif untuk membuat keputusan tentang penggunaan salah satu metode kontrasepsi yang memadukan aspek kesehatan dan keinginan klien. D. yaitu 650 per 100.kali Malaysia (AKI 80). sekalipun pasangan menggunakan kontrasepsi. Jika hal ini secara konsekwen dilakukan pengurangan kejadian abortus buatan ilegal akan secara signifikan dapat dikurangi. Apalagi kalau digunakan data perkiraan AKI yang dipakai UNICEF untuk Indonesia. Pengguguran hanya dilakukan sebagai suatu tindakan terapeutik. hanya dapat dilakukan dengan syarat-syarat berikut”: 1. 2001). para tenaga kesehatan perlu pula meningkatkan pemahaman agama yang dianutnya. Strategi untuk menurunkan risiko kematian karena aborsi tidak aman adalah dengan menurunkan „demand’ perempuan terhadap aborsi tidak aman. Tingginya AKI mengindikasikan masih rendahnya tingkat kesejahteraan penduduk dan secara tidak langsung mencerminkan kegagalan pemerintah dan masyarakat untuk mengurangi risiko kematian ibu. Bagi remaja yang belum menikah. perlu dibekali dengan pendidikan seks sedini mungkin sejak mereka mulai bertanya mengenai seks.000 kelahiran hidup (Population Action International. maka akan selalu ada „demand‟ perempuan terhadap aborsi tidak aman. 3. The Reproductive Risk Index. 2. Bila akses terhadap pelayanan aborsi yang aman tetap tidak tersedia. Namun. Ini dapat dimungkinkan bila pemerintah mampu menyediakan fasilitas keluarga berencana yang berkualitas dilengkapi dengan konseling. sedapat mungkin disetujui secara tertulis oleh dua orang dokter yang dipilih berkat kompetensi profesional mereka. dan Filipina (AKI 280 per 100. 5. 4.000 kelahiran hidup). hendaklah selalu menjaga sumpah profesi dan kode etiknya dalam melakukan pekerjaan. Selain memahami dan menghayati sumpah profesi dan kode etik. Dalam deklarasi Oslo (1970) tentang pengguguran kandungan atas indikasi medik. Suatu keputusan untuk menghentikan kehamilan.

WHO-SEARO. 1998 4. diharapkan para tenaga kesehatan dalam menjalankan profesinya selalu mendasarkan tindakannya kepada tuntunan agama. Bagi tenaga kesehatan. 2. Laporan Nasional Tindak Lanjut Konferensi Tingkat Tinggi Anak (Draft). khususnya Dokter. ancaman pidana melakukan perbuatan Abortus Buatan Ilegal dapat ditambah sepertiga dari ancaman hukumannya. . Regional Health Report 1998: Focus on Women. dan memberikan informasi lebih awal tentang aborsi. BAB III PEMBAHASAN 1. Saran – saran 1. WHO. Kesimpulan 1. Medan 3.yang benar. 1. Edisi 2. Valentino Group. Bidan dan Juru Obat. sehingga pengurangan kejadian Abortus Buatan Ilegal dapat dikurangi. mengingat para pihak dalam melakukan perbuatan tersebut selalu didahului pemukatan (jahat) untuk saling merahasiakan. A Draft 4 September 2002. New Delhi: WHOSEARO. GOI & UNICEF. Hendaknya para tenaga kesehatan agar selalu menjaga sumpah profesi dan kode etiknya dalam melakukan pekerjaan. masyarakat. seperti membatasi pergaulan. Safe Abortion: Technical and Policy Guidance for Health System. Sinopsis Obstetri. Untuk itu baik pemerintah. serta ilmu agama yang lebih mendalam dengan harapan agar si anak tidak terjebak dalam kondisi yang kemungkinan dapat terjadi seperti itu. 2. 1987. Mochtar. Proses pembuktian atas kasus Abortus Buatan Ilegal sangat sulit dan rumit. Rustam. sekolah dan orangtua agar dapat memberikan masukan (suplemen) khusus kepada remaja wanita. Desember 2000. Diharapkan kepada orangtua agar lebih memperhatikan kondisi/ keadaaan anak khususnya perempuan. 3. Bagaimanapun juga tindakan abortus adalah merupakan tindakan yang tidak dapat ditolerir baik dari segi hukum maupun agama. DAFTAR PUSTAKA 1. 1. agar pola pikir tentang arah-arah negatif dapat dihindari sejak dini 1.

5. Disampaikan pada acara Temu Ilmiah Fertilitas Endokrinologi Reproduksi. Abortus Provocatus dan Hukum. Susilo and Herna Lestari. Syafruddin. Hotel Savoy Homann Bidakara Bandung. 2003. 6. 6 Oktober 2002. USU-Library. Artikel. Zumrotin K. .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful