OSMOSIS

Judul Buku By Hal : Animal Osmoregulation : Timothy J. Bradley : 17-34

READING ASSIGNMENT I
Tugas ini diajukan sebagai salah satu syarat untuk mengikuti Ujian Semester II pada Sekolah Tinggi Perikanan

Oleh : MAKHZANIL ASYWAQ NRP : 4711529477

PROGRAM DIPLOMA IV PROGRAM STUDI TEKNOLOGI PENGELOLAAN SUMBER DAYA PERAIRAN SEKOLAH TINGGI PERIKANAN JAKARTA 2012

LEMBAR PENGESAHAN READING ASSIGNMENT I

Nama NRP Judul Judul Buku Program Studi Jurusan

: Makhzanil Asywaq : 4711529477 : Osmosis : Animal Osmoregulation : Teknologi Pengelolaan Sumber Daya Perairan : Teknologi Pengelolaan Sumber Daya Perairan

Jakarta , Mei 2012

Menyetujui, Dosen Pembimbing

I Nyoman Sudiarsa, A.Pi

Tanggal Pengesahan :

Mei 2012

sehingga reading ini dapat diselesaikan dengan baik. Jakarta. Mei 2012 Makhzanil Asywaq . Reading ini berjudul “Osmosis” yang diambil dari buku karangan Timothy J. Penulis menyadari bahwa Reading Assignment I ini masih banyak kekurangan. karena atas rahmat dan karunia-Nya. sehingga bantuan berupa kritik dan saran yang membangun sangat diharapkan oleh penulis. Reading Assignment II ini disusun berdasarkan bahan yang telah diajukan untuk memenuhi syarat mengikuti ujian semester II di Sekolah Tinggi Perikanan. Akhirnya penulis hanya berharap semoga Reading Assignment I ini dapat bermanfaat sebagai ilmu pengetahuan dan bermanfaat bagi kita semua. Bradley yang berjudul Animal Osmoregulation. Reading ini merupakan salah satu tugas wajib bagi taruna/I Sekolah Tinggi Perikanan sebagai salah satu syarat untuk mengikuti Ujian Akhir Semester II.KATA PENGANTAR Puji syukur kehadirat Allah SWT.

Alm. 4. Keluarga besar yang selalu mendukung. segala saran serta masukan yang membangun sangat penulis harapkan demi perbaikan dan kemajuan dalam tugas akhir ini. Penulis menyadari bahwa penyusunan tugas ini masih jauh dari sempurna. Ayah dan Alm. Amin. Semua pihak yang membantu terselesaikannya tugas akhir iniyang tidak dapat disebutkan satu persatu. 2. Oleh karena itu. Jakarta. Bapak I Nyoman Sudiarsa. Rekan rekan seperjuangan Taruna-Taruni Sekolah Tinggi Perikanan program studi Tekhnologi Pengelolaan Sumber Daya Perairan semester II. Mei 2012 Makhzanil Asywaq .UCAPAN TERIMAKASIH Puji syukur penulis panjatkan kehadirat Allah SWT karena atas rahmat dan hidayatnya lah tugas ini dapat terselesaikan dengan baik.Pi selaku dosen pembimbing yang telah memberikan bimbingan. Semoga Reading Assignment I ini dapat bermanfaat bagi kita semua khususnya yang membaca. dan arahan dalam penyusunan Reading Assignment I ini. baik dalam keadaan suka maupun duka. 3. Akhir kata semoga Allah SWT melimpahkan berkah dan rahmat-Nya kepada kita semua. A. Ibu yang senantiasa menginspirasi. Selain itu penulis juga mengucapkan terimakasih banyak kepada 1. 5.

konsentrasi sukrosa akan terkumpul di bagian bawah gelas sampai Anda mengaduknya. gradien konsentrasi dalam wadah akan menghilang.1 M) tuang pula ke dalam wadah yang sama dan terlihat terdapat dua larutan membentuk lapisan. Larutan yang memiliki konsentrasi lebih besar memiliki lebih banyak molekul sukrosa dalam volume berapa pun dari pada larutan yang lebih encer. Larutan yang lebih encer akan mengambang di atas larutan yang memiliki konsentrasi lebih besar. Ini terlihat karena efek dari difusi yang merusak gradien. izinkan saya untuk menyelidiki apa yang terjadi dengan molekul-molekul sukrosa.1 Fenomena Osmosis Berpikir dalam suatu situasi ini. larutan yang terkonsentrasi memiliki konsentrasi 1 mol/liter dan larutan yang encer memiliki konsentrasi 0. Pertama. awalnya. larutan sukrosa yang lebih encer (0. air dan molekul sukrosa bergerak karena energi kinetik sehingga berdifusi secara acak. Dalam wadah yang kita gunakan. Mari kita amati kasus ini lebih dekat. sudah pasti 10 kali lebih banyak molekul sukrosa per .0 M) larutan sukrosa ke dalam wadah tersebut. yang satu berada di atas yang lainnya. Kedua larutan akan mencapai kesetaraan dan akan memiliki konsentrasi sukrosa yang sama. Kita menempatkan wadah kecil di atas meja di depan kita lalu tuangkan satu molar (1. Selanjutnya. menyebabkan cairan menjadi seragam dalam wadah itu.2.1 mol/liter. Setelah periode waktu yang sangat panjang. Kenyataannya. karena molekul-molekulnya kurang rapat. Anda tahu dalam hal ini karena Anda telah melihat ketika Anda menambahkan gula (sukrosa) ke dalam segelas es teh.

Gambar 2. Bola bola kecil adalah molekul air sedangkan bola yang lebih besar dan berwarna hitam adalah molekul sukrosa. Ini terlihat karena terdapat lebih banyak molekul sukrosa di . terdapat 10 kali lebih banyak molekul sukrosa di satu sisi dengan sisi yang lain (Gambar. Gambar 2.mililiter pada larutan yang terkonsentrasi.2 Seperti molekul Sukrosa yang bergerak secara acak. digerakkan oleh energi kinetik dari posisinya.2 menunjukkan bahwa secara murni alasan statistik. Gambar 2. Seluruh molekul sukrosa berdifusi secara acak. lebih banyak molekul sukrosa akan berdifusi ke atas dan ke bawah dalam kondisi ini.1). Di fase pertengahan antara kedua larutan. larutan dengan molekul Sukrosa terbanyak (larutan lebih rendah) akan secara acak melintasi garis demarkasi disbanding larutan yang lebih encer Sukrosa menunjukkan difusi bersih dari daerah yang berkonsentasi tinggi ke daerah yang berkonsentrasi rendah.1 Sebuah ilustrasi tentang kondisi awal ketika larutan Sukrosa berada di lapisan di atas yang lebih terkonsentrasi.2. oleh sebab itu.

Ketika kita berfikir akan molekul air. Untuk statistika secara murni dan alasan fisika. Ini yang disebut dengan osmosis. untuk alasan statistika murni. Berdasarkan hal ini. Sekarang pikirkan sebuah situasi ketika dua larutan diatur sebagaimana dijelaskan di atas tetapi kedua larutan itu dipisahkan oleh sebuah membran semipermeabel. Sebuah membran semipermeabel adalah lapisan yang dapat dilewati oleh beberapa zat namun tidak untuk yang lain. Dalam kasus ini. oleh sebab itu. Ini akan dihasilkan air yang bergerak dari larutan sukrosa encer ke larutan sukrosa yang berkonsentrasi lebih besar. Osmosis adalah sebuah kejadian istimewa dari difusi. Tidak seperti contoh di atas bahwa air berdifusi secara vertikal dalam wadah yang kecil. Ini terlihat sekali karena efek keseluruhan dari gerak acan dan bukan karena suatu fakta bahwa sukrosa “menyukai” air. dan untuk berdifusi secara bebas.” Pergerakan adalah benar-benar secara acak. dan air menunjukkan difusi yang bergerak turun dalam wadah kita. sukrosa menunjukkan difusi yang bergerak naik. Ini terjadi karena osmosis adalah proses . Oleh sebab itu. atau menolak molekul sukrosa lainnya. difusi menurunkan aktifitas gradien kedua larutan melewati membran. prinsip yang sama juga bisa kita terapkan. kita selalu lebih tertarik oleh pergerakan air ke dalam dan ke luar sel-sel.” Meskipun. jaringanjaringan. mengartikan kapasitas air untuk menghubungkan reaksi kimia. sukrosa tidak dapat berdifusi turun aktifitas gradien karena sukrosa tidak dapat melewati membran. Konsentrasi air adalah lebih tinggi di dalam larutan yang lebih encer. membran dapat dilewati oleh air tetapi tidak untuk sukrosa. air berdifusi menurun aktifitas gradien. Dalam wadah kita berisi dua cairan. untuk melarutkan larutan. Seperti yang sudah didiskusikan di Bab 1. biasa digunakan untuk menggambarkan difusi air menurunkan aktifitas gradien melewati sebuah membran semipermeabel. molekul sukrosa yang lebih banyak akan menyeberang dari konsentrasi tinggi ke konsentrasi rendah dari pada arah yang sebaliknya. Ini penting untuk diketahui bahwa air tidak “tertarik oleh konsentrasi larutan yang lebih tinggi. atau secara keseluruhan bagian hewan. atau “ memang begitu adanya. molekul air menunjukkan difusi dari larutan sukrosa yang lebih encer ke larutan yang lebih terkonsentrasi sebagai hasilnya air menurunkan gradien konsentrasi. kita bisa menyatakan bahwa konsentrasi air sebagai aktfitas air. gradien konsentrasi adalah kebalikannya. Molekul-molekul air bisa melewatinya. sehingga. Dalam kasus air. Ini adalah karakteristik umum dari membran biologis.dekat pertemuan dari satu sisi dengan konsentrasi tinggi.

Para biologis secara normal mengilustrasikan aliran cairan dan transpor larutan dalam diagram yang menunjukkan aliran cairan secara horizontal. yang mengarah ke jaring difusi dan melintasi membran semipermeabel dari kiri ke kanan Dalam persamaan ini.1 adalah daerah permukaan membran (cm2).3. J adalah. daerah permukaan yang lebih besar akan lebih memudahkan air untuk bergerak. Kita akan menggambarkan flux dalam bagian-bagian yang dapat dipahami sebagai: ml/min. sering disebut juga sebagai flux. rasio pergerakan air melewati karang adalah dalam ml/min. J adalah rasio dari pergerakan air.yang menggerakkan air melewati membran-membran sel dan melewati permukaan bagian epitel dari hewan. Para biologis menggambarkan hubungan ini dengan sebuah formula J = D(A) (C1 -C2) (2. Rasio pergerakan air dalam sistem ini disebabkan oelh tiga karakteristik dasar dari sistem: (1) permeabilitas dari sebuah membran untuk air. dan (3) perbedaan dalam aktifitas air dalam melewati membran.1) Gambar 2.1 menjelaskan Anda bahwa rasio dari flux adalah secara langsung sesuai proporsional ke dalam . jika Anda memiliki daya untuk mengarahkan pergerakkan air untuk melewati membran. kita dapat melihat bahwa sebuah aktifitas yang berbeda dari air melewati sebuah membran semipermeabel adalah disebabkan oleh sebuah pergerakan air dari kiri ke kanan. (2) ukuran membran (daerah permukaan secara spesifik). seperti digambarkan dalam Gambar 2. Lebih jelasnya. Dalam gambar ini. Oleh sebab itu. “A” dalam persamaan 2.3 Air bergerak turun yang merupakan aktivitasnya gradien . Persamaan 2.

02 Kandung kemih (+ ADH) Selaput membran sperma Insang ikan Kulit ikan Kutikula kepiting Kulit Kadal Kulit Ular Kutikula ( Masukan air) 0. D adalah sebuah konstanta untuk setiap membran yang menggambarkan dasar permeabilitas dari tiap membran untuk pergerakan air.9 0. Beberapa pembatas adalah tidak permeabel untuk air (kulit ular). bagian kelanjutan Osm.000001 0.2) Tabel 2. A digambarkan dalam cm2.0 0. kita bisa mencari nilai Osm dari Osm.1 adalah konsentrasi dari larutan dalam kompartemen 1 dan C2 adalah konsentrasi dari kompartemen 2.daerahnya.0006 0. Yang terakhir adalah D. C1 dalam persamaan 2. Mari kita lihat bagian mana yang kita butuhkan untuk D yang akan memperbolehkan kita untuk memiliki koefisien difusi yang akan berguna untuk berbagai macam pembatas biologis yang tidak kita duga.1 untuk menyelesaikan D (Bukankah Anda menyukai jargon aljabar yang keren?) Kita mendapat. kita bisa menggambarkan J sebagai cm3/min. ketika yang lain adalah sangat permeabel (membran yang menyelubungi sebuah ubur-ubur). Jika kita mengatur persamaan 2. Mililiter bisa juga digunakan sentimeter kubik. adalah koefisien difusi.0004 .001 0. D =J/A (Osm) (2.0003 0.1Perkiraan nilai untuk permeabilitas osmotik berbagai epitel Epitel Permeabilitas Osmosis (Cm/min osm) Paru-paru mamalia Amnion mamalia Usus besar mamalia 1.4 0. Untuk alasan-alasan yang digambarkan pada Bab 1.00008 0. J digambarkan dalam ml/min.00001 0. kita dapat mengekspresikan konsentrasi ini dalam Osmoles (OSM) sebagai ekpresi dari aktifitas air.1 Kandung kemih (no ADH) 0. C1 dan C2 digambarkan dalam Osm.

3 Osm. Bagaimana bisa sebuah permeabiltas digambarkan dalam cm/min? Ingat saja ketika Anda melihat hal ini adalah bagian nyata sebelum menyederhanakan pada persamaan 2. Kita pakai persamaan ini untuk menyelesaikan masalah praktis dari osmoregulasi hewan. Beberapa membran memiliki permeabilitas secara alami untuk air. bisa kita nyatakan 10 mOsm. koefisien difusi menggambarkan rasio dari pergerakan air melewati membran per Osm dari gaya gerak. Jika kita memasukkan bagian-bagian dari simbol kita mendapat. Daerah permukaan yang lebih luas dari membran lebih cepat air bergerak.1 yang telah disebutkan tadi. Oleh sebab itu. Permeabilitas digambarkan sebagai koefisien difusi. . mari kita ulas kembali persamaan 2. Ikan mas memiliki sebuah konsentrasi darah sekitar 0. Dalam poin ini bagian-bagian masih diketahui.1) bagian-bagian akan cm/min (Osm).3 dan bagian akan masuk akal apabila Anda berfikir bahwa D adalah gambaran dari permeabilitas secara dasar dari material di membran. Bagian-bagian merefleksikan sentimeter kubik dari air yang dapat melewati sebuah membran dari daerah permukaan yang diberikan untuk setiap Osm dari gaya. Dapat dimengerti bahwa ini tidak masuk akal. konsentrasi osmotik yang bisa jadi sangat rendah.Digambarkan dalam kata-kata. Dengan menyederhanakan bagiannya kita mendapatkan persamaan baru Oleh sebab itu. untuk sebuah membran dari sebuah daerah permukaan yang diberikan. Rasio pergerakan air menambah proporsi untuk gaya gerak untuk pergerakan air digambarkan sebagai perbedaan dari konsentrasi osmotik. mereka hidup di air tawar. ketika Anda melihat nilai dari D untuk membran yang lain (seperti yang ada dalam tabel 2.

1 untuk menyatakan rasio pada air yang memasuki ikan melalui osmosis.1 J=A(D) (C1-C2) =74cm (8x10-5 cm/min Osm) (0. sehingga air yang dapat masuk ke dalam ikan mas bisa digambarkan sebesar 1.Sebagai hasilnya.1 Menggunakan persamaan 2.4 ml/hari. mengarahkan air untuk masuk. Daerah permukaan secara kasar berbentuk silinder. Jadi. Daerah permukaan dalam cm² =10 (berat dalam gram)⅔ =10 (20)2/3 = 10 (7. Kebanyakan hewan 75%nya adalah air.4) = 74 cm² Oleh karena itu. Kita menggunakan seekor ikan mas dengan berat badannya 20 gram. kita dapat memperkirakan daerah permukaan dari ikan itu sekitar 74 cm2. Ini berarti rasio masuknya air adalah 1 jam bisa jadi 60 kali atau bisa sekitar 0. seperti yang terlihat pada tabel 2. akan setara dengan meminum 11 liter air sehari. dalam seorang manusia seberat 70 kg (154 pon). Kita pakai koefisien permeabilitas untuk kulit (8x10-5 cm/min Osm).3 Osm-0.01 Osm) =178 x 10-5 ml/min Satu mikroliter adalah satu juta mililiter. Ini sangat cepat tapi rasionya pengambilan airnya teratur. Untuk menempatkan perspektif ini.7 liter air sehari. kita dapat melihat bahwa ikan melakukan osmosis setara dengan 16% dari total air di dalam tubuhnya per hari. aktifitas air akan lebih tinggi di medium luar dari pada cairan di dalam tubuh ikan. total kandungan air ikan adalah 15 ml. Kulit dan sebagian insang dari ikan mas adalah sangat permeabel untuk air. . seekor ikan mas seberat 20 gram mengandung 15 g (15 ml) air.1 ml/jam atau 2.78 μl/min. Departemen pertanian Amerika Serikat merekomendasikan bahwa seorang manusia seberat 70 kg membutuhkan 3. Kita dapat menggunakan persamaan 2.

3 M larutan sukrosa. urin yang encer untuk membuang zat yang tidak dibutuhkan dari dalam tubuh. Larutan ini mengandung sebuah larutan yang tidak dapat menembus membran. Penampungan urin melepaskan larutan selama 20 menit. Penampungan urin telah dipindahkan dari hewan dan dibersihkan dengan air yang telah didistilasi. Bagian dalam penampungan urin diisi oleh air distilasi dan dirancang dengan tongkat kaca. .4 menunjukkan suatu preparat percobaan untuk menyimpulkan koefisien difusi dari suatu jaringan lapisan datar. penampungan urin dipindahkan dari larutan sukrosa dan permukaan luar dari penampungan urin dikeringkan dengan kertas. Tempat keluarnya cairan dari penampungan urin (ureter dan uretra) dirancang. sebagai contoh. Mari kita kombinasikan berat keduanya seberat 20 gram. suatu 0.1 untuk memecahkan masalah yang berbeda. Penampungan urin dan tuba ditimbang lagi. Ginjal ikan akan memproduksi dalam jumlah banyak. Penampungan urin kemudian ditempatkan dalam suatu larutan isosmotik untuk menggambarkan darah dari hewan.maka bisa kita lihat bahwa ikan mas mendapatkan jumlah yang cukup besar dalam proses osmosis. para biologis seringkali menghadapi ketika menginvestigasi suatu sistem atau organ experimental. Terjadi pengurangan berat selama 20 menit pergerakan osmosis air dari cairan dengan aktifitas air yang tinggi (air distilasi) untuk larutan dengan aktifitas yang lebih rendah (larutan sukrosa 1 M). Mari kita pakai persamaan 2. Berat yang baru ditemukan adalah 18 gram. Bagaimana kamu menyimpulkan koefisien difusi dari suatu membran yang tidak diketahui? Gambar 2. tetapi teratur. dalam kasus ini adalah sebuah penampungan urin sejenis katak. Setelah ini. Penampungan urin dan tuba dibuat dalam kondisi seimbang.

Kita dapat memasang nilai ini ke dalam persamaan 2.1 diselesaikan dengan cara ini. Kita dapat membelah dan mengidentifikasi penampungan urin tadi. Mari kita anggap permukaannya 12 cm2.Gambar 2. membenamkan dalam larutan sukrosa dalam jangka waktu yang ditetapkan. dengan membuka dan mengukur daerah permukaan dari penampungan urin. tingkat gerakan air dalam menanggapi gradien dapat dibentuk dengan menimbang kandung kemih. kandung kemih katak dikuatkan sehingga setiap gerakan air terjadi di sel epitel.4 Metode praktis untuk memperkirakan permeabilitas osmotik epitelium. Di sini. Dengan membentuk gradien yang dikenal. bisa dengan mengukur aliran yang air yang melewati epitelia yang terisolasi atau dengan mengukur air yang terserap ke dalam sel dan menyelesaikan perubahan volume. . dan kemudian ditimbang ulang.4 Kita merancang kembali untuk menyelesaikan nilai D Koefisien difusi yang terlihat pada tabel 2.

2. . air bergerak turun dalam aktifitas gradien melewati membran dan kita telah melakukan proses osmosis. Kebanyakan membran memiliki batas permeabilitas untuk zat-zat terlarut. kita asumsikan bahwa perkiraan daerah permukaan dan gradien osmotik. karena gradien dalam aktifitas air. Pembaca telah mengetahui mulai sekaran bahwa membran yang sangat sempurna sangatlah jarang. yang telah kita namai. Sebagai hasilnya. Apa yang kemudian terjadi jika membran permeabel untuk zat-zat terlarut? Gambar 2.2 Refleksi koefisien Setelah kita melewati diskusi dan penghitungannya. Anda dapat mengukur aliran air dan menyelesaikan gradien difusi. Daerah yang sangat baik difusinya akan terlihat.5 mengilustrasikan kondisi yang kita diskusikan sebelumnya. menggunakan jaringan yang terisolasi atau membran dan secara presisi mengatur gradien osmotik. oleh karena itu sangat jelas yang jadi pusat perhatian adalah membran. Ini bisa dilihat kenaikan atau penurunan gradien secara drastis untuk aktifitas air dalam membran. Anda bisa memperkirakan rasio aliran air yang melewati membran. kita telah mengasumsikan bahwa membran memisahkan dua larutan adalah membran semipermeabel yang sempurna. ketika Anda mengetahui koefisien difusi dari membran yang diberikan. Secara alternatif. oleh sebab itu.Ini bisa dilihat. Perbedaan dalam gambar ini adalah saya telah menggambarkan aktifitas air dalam larutan dalam sebuah ruangan. ini berarti memposisikan bahwa air permeabel tetapi sangat tidak permeabel untuk zat terlarut. Keduanya dapat dipakai dan akan sangat berguna untuk kita ketika kita mendiskusikan jaringan spesifik dalam Bab yang akan datang. yaitu yang kedua larutan dengan konsentrasi osmotik yang berbeda dalam kompartemen 1 dan 2 adalah dipisahkan oleh sebuah membran semipermeabel.

penurunan air gradient untuk kegiatan itu berada tepat melalui membran .5.5 Dalam kondisi awal .Gambar 2. Membran. menghasilkan penurunan rasio osmosis. daerah yang jadi pusat perhatian dari gradien aktifitas air adalah terletak pada membran. tetapi daerah ini tidak bertahan lama di membran. Ini sangat penting untuk dicatat. Ini terlihat karena pergerakan air dari kiri ke kanan melewati membran mengencerkan perbedaan konsentrasi. dan ini sekarang terletak di dalam ruangan 1. . zat terlarut menjadi semakin encer di ruangan 2.5 dan 2. Situasi ini diilustrasikan dalam gambar 2. pergerakan zat terlarut melewati membran adalah disebabkan oleh bagian yang sangat penting dari gradien untuk menggerakannya ke kiri. Mari kita pikirkan sebuah situasi di mana membran itu permeabel tidak hanya untuk air. faktanya. bagaimana pun. masih terdapat sebuah daerah yang belum setara di mana air menunjukkan difusi murni. lokasi dari pusat perhatian dari gradien tidak bergerak. tapi juga untuk zat terlarut yang terkandung pada ruangan 2. ini hanya terpusat pada membran. telah kita namai. tidak lama memiliki aktifitas gradien yang melewatinya. bagaimana pun.6. Pembaca akan mengartikan bahwa air bergerak dari kiri ke kanan dalam gambar 2. Sebagai hasilnya.5. Secara singkat. Kondisi awal adalah sama persis dengan gambar 2.

Seperti yang bisa kita lihat. kemudian dari gradient yang paling curam air bergerak menjauh dari membran dan aliran osmotik di membran berhenti.Untuk alasan ini.1 sebagai berikut: . Gambar 2.6 Jika larutan dapat menembus membran. pergerakan air secara murni melewati membran terhenti. jika membran semipermeabel adalah permeabel untuk zat terlarut. Refleksi koefisien dimasukkan dalam persamaan 2.1. Bagaimana kita menghadapi situasi ini dengan kuantitatif? Para biologis telah memiliki untuk menyerahkan masalah ini dengan merujuk pada faktor baru dalam persamaan 2. yang dinamai. refleksi koefisien. kemudian zat terlarut itu tidak mampu menyebabkan pergerakan osmotik air untuk melewati membran.

oleh karena itu. yang secara utuh berefleksi dan tidak bisa melewati membran secara keseluruhan.Kondisinya. rr. melihat refleksi koefisien tersebut menggambarkan hal penting dari sebuah membran. Dengan kata lain. Ini telah kita pahami pada persamaan 2. Jika suatu zat terlarut memiliki refleksi koefisien 1. Sebagai refleksi koefisien . jika nilai rr adalah 0. memiliki sebuah koefisien refleksi 1. menyebabkan flux selalu bernilai 0. kita dapat mengabaikan ini dalam persamaan 2.1 ketika kita kenalkan di awal. Sebaliknya. zat terlarut.7 Perhatikan perbedaan dalam ukuran ion amonium (berat molekul 18) dan molekul Sukrosa (berat molekul 342). Gambar 2. kita mengabaikan rr karena kita telah mengaturnya menjadi 1. dapat disebut refleksi koefisien karena Anda dapat memikirkan bahwa ini adalah sebuah angka yang mengindikasikan derajat sebuah zat terlarut merefleksi balik dari sebuah membran. Sebuah zat terlarut yang secara keseluruhan permeabel memiliki refleksi koefisien 0. Ini terlihat karena zat terlarut yang permeabel dapat membuat tidak adanya gaya osmotik yang berakibat zat terlarut tesebut berdifusi melewati membran.5 karena perkalian dengan 1 tidak berpengaruh dalam rasio aliran air (J).0 dengan mengutarakan bahwa membran semipermeabel tidak dapat ditembus oleh zat terlarut. Situasi bisa jadi lebh rumit. Anda dapat.5. ini akan berefek pada persamaan 2.

. Saya akan memberi satu contoh. daerah membran.5.7) Persamaan menyatakan bahwa kondisi awal. kebanyakan membran akan sulit untuk dilewati oleh sukrosa.. setiap zat terlarut menyebabkan suatu gradien dari aktifitas air untuk melewati membran. Refleksi koefisien memecah tiap zat terlarut. Seberapa cepat air bergerak dari ruangan 1 ke ruangan 2 dalam kasus ini? Kita tau bahwa membran memiliki batas permeabilitas untuk amonia maka mari kita nyatakan bahwa refleksi koefisien untuk zat terlarut ini adalah 0. Csucrose2 dan Csucrose1 merujuk pada konsentrasi sukrosa pada kedua ruangan. dan D adalah aliran air. Pada contoh kita dalapat menyubstitusi refleksi koefisien dari tiap zat terlarut dalam persamaan 2. sebuah membran yang memisahkan dua larutan seperti yang terlihat pada gambar 2. Cammonia2 adalah konsentrasi dalam Osm dari amonia di ruangan 2 dan Cammonia1 adalah konsentrasi amonia dalam ruangan 1. untuk setiap permeabilitas melewati membran ini. A. jumlah itu bisa menjadi penting untuk dipikirkan. bagaimana pun. Amonia adalah molekul yang relatif kecil dan hampir semua membran biologis memiliki batas permeabilitas untuk amonia.6. menghasilkan (2. Kita selanjutnya perlu untuk memodifikasi persamaan 2. Gambar 2.5 untuk menghitung rasio dari pergerakan air yang disebabkan oleh zat terlarut masing-masing. dan ini mampu untuk memproduksi aliran osmotik air untuk melewati suatu membran semipermeabel.menghadirkan hal yang lebih spesifik dari sebuah membran yang diketahui dari sebuah zat terlarut yang spesifik. Kita juga tau bahwa membran hampir tidak dapat ditembus oleh sukrosa maka mari kita nyatakan refleksi koefisiennya adalah 1. Sebaliknya. Sukrosa adalah sebuah disakarida dan kecuali dia hancur menjadi gula yang lain. Pikirkan.7 menunjukkan ukuran molekul dari amonia dan sukrosa.0. Oleh sebab itu. Ketika J.4. dan koefisien difusi. ruangan 1 berisi murni air distilasi ketika ruangan 2 berisi larutan amonia dan sukrosa. oleh karena itu. sukrosa adalah molekul yang relatif besar. Seseorang dapat membayangkan sebuah membran yang relatif permeabel untuk amonia.

karbonat.9) Perubahan tanda antara persamaan 2.9 merefleksikan perbedaan arah dari gaya osmotik menggerakkan air. amonia dan sukrosa menggerakkan pergerakan air melewati membran yang sama dengan daerah permukaan yang sama.8 dan 2. Bagaimana kita bisa meyakinkan bahwa kompleksitas dan tetap memproduksi hasil yang bermakna untuk kita pakai dalam situasi biologi ini ? . Oleh sebab itu. Ini adalah poin tambahan yang saya pakai. Anda mungkin benar! Berpikir tentang fakta adalah kebanyakan masalah osmotik di dunia nyata dan di biologi ditemukan penghitungan dari pergerakan air melewati membran bahwa ini mengarah pada darah atau air laut. sulfat. refleksi koefisien dari kedua zat terlarut tidaklah sama. Dalam situasi ini. jika dua zat terlarut hadir dalam dua larutan yag memiliki konsentrasi osmotik yang sama. kedua nilai harus dipecahkan masing-masing. Air laut memiliki konsentrasi aktif dari sodium. kita dapat melihat aliran osmotik dari air melewati membran seperti yang digambarkan dalam persamaan berikut (2. Dan itu semua hanya bagian anorganik! Membran biologis akan memisahkan ini semua ke dalam refleksi koefisien untuk tiap zat terlarut. oleh karena itu. Bagaima pun. Keduanya adalah cairan yang kompleks.8) Seseorang dapat membayangkan situasi secara lebih rumit dalam gradien untuk amonia telah dikenal satu aram ( ruangan 1 lebih pekat dari pada ruangan 2) dan konsentrasi sukrosa kebalikannya. (gambar 2. Kita lihat sebuah aliran karena meskipun aktifitas air serupa dari kedua sisi. potasium.9 gaya antar kebalikannya dan. persamaan 2. kedua larutan akan mengakibatkan aktifitas air secara serupa. Dalam situasi ini digambarkan dalam gambar 2. karena perbedaan permeabilitas dari zat terlarut.efek osmotik dari sebuah gradien amonia hanya 0. klorida.4 kali daripada sukrosa dalam menggerakkan air untuk membran ini.8). dan ion hidrogen. Dalam poin ini Anda mungkin mulai merasa bahwa ini menjadi sangat rumit.7 dapat secara sederhana dihasilkan (2.

Ini adalah percobaan yang sangat baik dan ini menyediakan kita nilai yang sangat berguna. Jika kita menggunakan kondisi biologis yang lebih akurat.bikarbonat. Selain itu. kita dapat menghadapi suatu masalah matematika yang tidak menyenangkan. kita dapat terhindar dari kekhawatiran tentang efek dari tiap zat terlarut secara masing-masing. Mari kita kembalikan situasi seperti yang terlihat pada gambar 2. Anda perlu untuk waspada bahwa nilai yang telah dilaporkan dari D bisa jadi sesuai dengan tipe dari cairan dari sisi yang lain. dan lainnya). ketika kita membaca literatur dihubungkan dengan aturan osmotik. . dari suatu membran.4. kita mengukur permeabilitas osmotik dari penampung urin dengan menempatkan suatu larutan sukrosa dalam satu sisi dan air distilasi dalam sisi yang lain. Dalam penglihatan kita yang pertama dalam contoh. salah satunya adalah yang kita kenal dengan tekanan osmotik. kita tau.3 Tekanan Osmosis Sering kali. Ini selalu ditemui dalam literatur yang lebih tua dan dalam ranah osmoregulasi hewan telah tidak terlalu dipakai. kita kenal. kita dapat menyederhanakan percobaan secara langsung. Ini secara umum yang kita tahu: bagaimana hewan atau jaringan berfungsi dalam lingkungan yang normal? Dengan mengetahui nilai ini secara empiris. glukosa. oleh karena itu. dan dalam lingkungan fisiologis yang normal. air distilasi di dalam penampung urin dan darah kodok (larutan yang serupa dengan darah) sebagai larutan yang di luar?Jika kita berpikir untuk menghitung rasio dari pergerakan air melewati penampung urin menggunakan refleksi koefisien untuk semua zat terlarut dalam darah (sodium. Secara umum. Mari kita selidiki bagaimana masalah ini bisa terjadi dan mengeksplor lebih dalah tekanan apa yang harus dilakukan dengan konsentrasi osmotik.Kita dapat meraih informasi yang berguna secara biologis dengan mengukur osmosis di bawah kondisi dan kemungkinan secara alami. klorida. rasio dari pergerakkan air melewati jaringan epitel dari penampung urin sejenis kodok. Sebagai pengguna tabel koefisien difusi. ini adalah kondisi osmotik yang dipakai dalam dunia hewan dan dalam konteks fisiologis. Setelah itu. para biologis telah menyatakan nilai dari D dengan menggunakan larutanlarutan yang muncul sedekat mungkin dengan apa yang ada di alam. 2. Kita menempatkan air di dalam penampung urin dan menghitung koefisien difusi untuk membran ini di bawah aturan kondisi yang spesifik.

seperti yang digambarkan dalam gambar 2. Kamu pasti sangat mengenali dengan apa yang akan terjadi. Air akan bergerak dengan aktifitas gradien dari kiri ke kanan. Gambar 2.8b.8a yang seuatu larutan dengan konsentrasi dari sebuah zat terlarut yang tidak larut sebesar 1 Osm yang terpisah oleh sebuah membran semipermeabel dari sebuah larutan dengan konsentrasi 0. sistem akan mencapai keseimbangan. Dalam beberapa poin. Pergerakan air turun adalah akititas gradien akan menyediakan energi potensial yang cukup untuk mengangkat air. Sekarang mari kita asumsikan bahwa dinding-dinding dalam ruangan di sebelah kanan tidak dapat meluas.1 M.8 (a dan b) Energi yang tersimpan dalam bentuk perbedaan aktivitas air dapat digunakan untuk menghasilkan difusi air bersih dan kepala tekanan hidrostatik.Bayangkan sebuah situasi seperti digambarkan dalam gambar 2. . tetapi ketinggian air di ruangan 2 dapat naik.

Ini akan mencapai keseimbangan karena akumulasi dan air yang bergerak naik dalam ruangan 2 akan menyediakan sebuah tekanan hidrolik yang akan menggerakkan air kembali melewati membran dari ruangan 2 ke ruangan 1. Ini tidak membutuhkan sebuah membran ( catatan bagaimana air mengalir melewati saluran. A adalah luas permukaan membran. tekanan hidrolik digerakkan oleh perbedaan ketinggian dari dua larutan dalam sisi lain dari membran (Kepala tekanan hidrolik) akan sama dan memiliki efek yang berkebalikan untuk difusi air dari ruangan 1 ke ruangan 2. Sistem ini dapat .8b. Aliran hidrolik adalah secara proporsional langsung ke perbedaan dari ketinggian air dalam dua larutan. Kita dapat mengekspresikan efekefek tekanan hidrolik melewati sebuah membran dengan relatif sederhana dengan sebuah persamaan: J =A Lp (dP) Dimana J adalah sebuah aliran air digerakan oleh tekanan hidrolik. yang dalam sebuah proses memerlukan sebuah membran semipermeabel. Dengan kata lain. dan dP adalah tekanan hidrolik yang melewati membran. atau sungai). Ini sangat penting untuk mengenali bahwa kita menetapkan disini dengan dua fenomena yang sangat berbeda. tidak terjadi pergerakkan yang terlihat karena aliran osmotik murni sebanding dengan aliran hidrolik murni. Tekanan hidrolik dapat menggerakkan air melewati sebuah membran. dengan menganggap bahwa melewati pori-pori air yang berbeda. Satu adalah osmosis. perbedaan dari konsentrasi osmotik dari dua larutan ini proporsional untuk perbedaan kedua larutan dalam keseimbangan. Lp adalah permeabilitas hidrolik dari membran. Kedua adalah cairan mengalir oleh tekanan hidrolik. Sebuah keseimbanagan digambarkan dalam gambar 2. dan pergerakkan air dari kanan ke kiri disebabkan aliran hidrolik. Oleh sebab itu. J=0 Ketika J = A(D) (C2 = C1) = A Lp (dP) = 0 Ini bisa terlihat bahwa pergerakkan air dari kiri ke kanan dalam gambar 2.8b adalah disebabkan gradien osmotik.

gaya hidrolik digerakkan oleh osmosis adalah sangat penting. Metode ini telah dipakai dalam percobaan-percobaan yang lebih dulu untuk mengukur tekanan osmotik ( van’t Hoff tahun 1887). Dalam sistem hewan. Hasilnya pada tanaman disebut dengan tekanan turgor. dan (2) gaya ini dapat ditambahkan berdasarkan yang terkait. Dibawah kondisi ini.digunakan untuk mengukur konsentrasi osmotik dari larutan. Sel tumbuhan dikelilingi oleh dinding sel yang terbuat dari selulosa. Secara alternatif. Dalam suatu waktu membran-membran sel menabrak dinding sel dan tidak lama akan melebar. sistem akan dalam keseimbangan (gambar 2. kamu dapat memperkirakan konsentrasi osmotik (larutan standar yang telah disediakan) . mari kita mengambil tindakan cepat dalam bagaimana tumbuhan menggerakkan hidrolik dari osmosis. Situasi ini digerakkan oleh tekanan hidrolik di dalam sel sampai tekanan seimbang dengan gaya osmotik yang menggerakkan air masuk. Ini secara tepat dalam situasi sel tumbuhan. Meskipun begitu buku ini tentang osmoregulasi hewan. Poin-poin penting dalam kasus ini adalah (1) air dapat digerakkan melewati membran dengan gradien osmotik atau sebuah gradien tekanan hidrolik.9b). Sebagai cairan yang mengalir dari ruangan 1 ke ruangan 2. metode ini dapat menjelaskan kepada anda bahwa konsentrasi yang lain. Seperti yang telah dijelaskan dalam bab 1. tekanan yang menurun dapat diaplikasikan untuk piston ini untuk menahan aliran air melewati membran dari ruangan 1 dan ruangan 2. piston akan terangkat (gambar 2. Jika kita menempatkan tekanan yang cukup dalam piston ini.9a. kita biasanya tidak mengkhawatirkan mengenai tekanan hidrolik. Ini penting untuk lebih mewaspadai bahwa tekanan hidrolik juga bisa menggerakkan air melewati sebuah membran. Aliran-aliran air dari osmosis ke sel tumbuhan kemudian bertambah lebar dan luas. Dalam tumbuhan-tumbuhan. . Sel tumbuhan terisi oleh sitoplasma (larutan yang berisi banyak zat terlarut aktif) ketika cairan-cairan ekstraselular cukup encer (karena kebanyakan air tertarik dari akar). tekanan hidrolik yang positif di dalam sel tumbuhan diberikan oleh kekakuan tanaman dan volumenya. Bayangkan situasi I yang digambarkan dalam gambar 2. dengan jelas. disini sekarang ada cara yang lebih mudah dan cepat untuk mengukur konsentrasi osmotik dalam larutan.9c). tapi sekarang dalam hal yang terkait terdapat sebuah piston di atas dari ruangan 2. Jika anda dapat mengukur perbedaan ketinggian dari dua ruangan. kita dapat menahan penambahan dari ruangan 2. Ini bukan pergerakan air murni ketika gaya osmotik menggerakkan air dari ruangan 1 ke ruangan 2 adalah berkebalikan dari gaya hidrolik yang diaplikasikan oleh piston. larutan yang tidak diketahui.

Ini disebabkan sel melebar dan meluas. Seperti yang kita diskusikan dalam bab 10. air akan bergerakan oleh osmosis menyebrangi membran plasma dan ke dalam sel. Apakah gaya yang disebabkan oleh aliran osmotik air benar-benar cukup untuk memecahkan sebuah sel? Mari kita lihat lebih lanjut. Ini adalah poin akhir yang kita butuhkan untuk membuat sebuah kapasitas dari osmosis untuk menggenerasikan tekanan. yang memproduksi urin primer.Terdapat banyak situasi dalam hewan yang gaya-gaya hidroliknya sangat penting dalam mengarahkan pergerakan air. . Kita akan menyelidiki proses ini dengan lebih rinci ketika kita membahas fungsi ginjal. ini. Ketika sebuah sel hewan ditempatkan dalam sebuah larutan yang lebih encer dari cairan dalam sitoplasma. ginjal dari vertebrata tingkat tinggi menggunakan tekanan darah untuk mengarahkan cairan melewati dinding-dinding glomerulus. untuk melebarkan volume. karena dikelilingi oleh membran sel yang hanya meluas dalam jumlah kecil sebelum dia pecah. Sel tidak dapat melebar secara tidak terhitung.

Gambar 2. Seperti yang kita bahas sebelumnya di atas.9 Aplikasi tekanan dapat digunakan untuk menghasilkan gradien untuk aktivitas air melintasi membran semipermeabel Tekanan yang dapat disebabkan oleh osmosis adalah dengan proporsional untuk perbedaan dalam konsentrasi osmotik dari zat terlarut dalam sisi yang berlawanan dari membran. Ini membalikkan bahwa sebuah gradien dari 1 Osm sebuah zat terlarut melewati sebuah membran yang tidak dapat ditembus untuk zat terlarut itu akan menyebabkan sebuah tekanan 22. satu dapat diukur secara langsung tekanan yang diproduksi di bawah kondisi osmotik yang berbeda.4 atm. Kedengarannya .

mereka secara umum memakai bagian tekanan dari ruangan (setara tekanan dari satu kolom merkuri ketinggian 1-m). ikan. 35 kg/m2. cacing atau manusia. Oleh sebab itu. Sebuah apresiasi penuh dari kepentingan dan keefisienan dari proses-proses itu yang memerlukan sebuah pengertian dari efek-efek yang dapat dihilangkan dari gradien osmotik. namun frankly sebagian besar dari kita tidak terbiasa untuk meyakinkan tekanan dalam atmosfer. dan aliran air yang besar dalam bagian dalam dari kehidupan makhluk hidup yang ada di dalam habitat osmotik yang secara luas dalam planet. didisain untuk menjaga tekanan di dalam. Jika kita mengekspresikan bahwa tekanan air dalam atmosfer ini menjadi 2.4 atm.000 kali lebih kecil dari sebuah milimeter! Terlebih lagi hewan-hewan. tekanan ban diukur dalam pounds per square inch. mari kita kembali ke tekanan bahwa sebuah gradien osmotik 1 Osm dapat digunakan.41 bar 1 bar = 100. dapat mempertahankan untuk mencegah mereka untuk mengembangkan gaya tekanan yang besar. Mari kita ambil beberapa bagian yang lebih kita kenal. . Tekanan dalam gradien 1 Osm dapat digenerasikan lebih banyak dari sembilan kali dari tekanan dalam mobil anda.4 atm. Ini cukup untuk menjaga beban meskipun sebuah mobil menekannya. Di dunia.. dinding-dinding dari ban adalah karet yang tebal.000Pa Saya pikir kita dapat menyetujui bahwa tekanan dalam ban mobil adalah sangat tinggi. ketika sebuah serangga. Efek-efek yang dapat dihilangkan termasuk gaya tekanan masif yang potensial.seperti tekanan yang cukup besar. Rata-rata ban mobil anda dioperasikan dengan tekanan 35 kg/m2. Di Amerika Serikat dan Inggris. Bab-bab selanjutnya dalam buku ini akan menyediakan penjelasan untuk proses-proses ini dan diversitas mereka diantara hewan-hewan. Tambahan.= 2. 22. osmotik. dan ionik yang mengkhawatirkan dalam kompartemen selular. gaya osmotik dapat memecahkan membran sel yang 100. Perkiraan kecil kemudian.

TX.C. P. Oxford University Press.S. Oxford.W. J. P. Forth Worth. (1992) Comparative Animal Physiology.Referensi Hochachka. Biol. Withers. & G.N. 173:73–87. Somero (2002) Biochemical Adaptation. (2000) Water permeability in living cells and complex tissues. A. Membr. . Verkman. Saunders College Publishing.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful