Strategi Pembelajaran Peningkatan Kemampuan Berpikir (SPPKB

)
11/11/2010 Tanto Aljauharie No comments

A. Pendahuluan SPPKB merupakan strategi pembelajaran yang menekankan kepada kemampuan berfikir siswa. Joyce dan Weil (1980) menempatkan model pembelajaran ini ke dalam bagian model pembelajaran cognitive growth : Increasing the capacity to think (perkembangan kognitif : Penambahan kapasitas berpikir. Dalam SPPKB siswa dibimbing untuk menemukan sendiri konsep yang harus dikuasai melalui proses dialogis yang terus menerus dengan memanfaatkan pengalaman siswa. Persamaannya dengan Strategi inkuiri, siswa menemukan materi pelajaran sendiri, perbedaanya pada SPPKB guru menggunakan pengalaman siswa sebagai titik tolak berpikirnya, sementara dalam Inkuiri jawaban dicari dari berbagai sumber. B. Hakikat dan Pengertian Strategi Pembelajaran Peningkatan Kemampuan Berfikir (SPPKB) Model strategi pemabelajaran peningkatan kemampuan berpikir (SPPKB) adalah model pembelajaran yang bertumpu kepada pengembangan kemampuan berpikir siswa melalui telaahan fakta-fakta atau pengalaman anak sebagai bahan untuk memecahkan masalah yang diajarkan. Pengertian di atas mengandung beberapa hal : 1. SPPKB adalah model pembelajaran yang bertumpu kepada pengembangan kemampuan berpikir, artinya siswa tidak hanya menguasai materi, akan tetapi bagaimana siswa dapat mengembangkan gagasangagasan dan ide-ide melalui kemampuan berbahasa secara verbal. Hal ini didasarkan kepada asumsi bahwa kemampuan berbicara secara verbal merupakan salah satu kemampuan berpikir. 2. Telaahan fakta-fakta sosial atau pengalaman sosial merupakan dasar pengembangan kemampuan berpikir, artinya gagasan dan ide-ide didasarkan kepada pengalaman sosial anak dalam kehidupan seharihari dan atau berdasarkan kepada kemampuan anak untuk mendeskripsikan hasil pengamatan mereka terhadap berbagai fakta dan data yang mereka peroleh dalam kehidupan sehari-hari. 3. Sasaran akhir SPPKB adalah kemampuan anak untuk memecahkan masalah-masalah sosial sesuai dengan tarap perkembangan anak. C. Latar Belakang Filosofis dan Psikologis SPPKB 1. Latar belakang filosofis Pembelajaran adalah proses interaksi, baik antara manusia dengan manusia maupun manusia dengan lingkungan. Interaksi ini ditujukan untuk perkembangan kognitif, afektif dan psikomotor. Pengembangan afektif erat kaitannya dengan meningkatkan aspek pengetahuan, baik secara kuantitatif maupun secara kualitatif. Timbul pertanyaan apakah pengetahuan itu ? Bagaimana memperolehnya ? a. Aliran Rasionalisme mangatakan bahwa pengetahuan menunjuk kepada objek dan kebenaran itu merupakan akibat dari deduksi logis (mengambil keputusan yang khusus berdasarkan kepada kaidah yang umum secara rasional). b. Aliran Empirisme mengatakan bahwa pengetahuan berdasarkan kepada pengalaman dalam memahami objek. Aliran ini memandang bahwa semua kenyataan itu diketahui melalui indera dan kriteria kebenaran itu adalah kesesuaian dengan pengalaman. c. Konstruktivisme, mengatakan bahwa pengetahuan itu bukan hanya terbentuk dari objek semata, tetapi juga dari kemampuan individu sebagai subjek dalam menangkap setiap objek yang diamati. Dengan demikian pengetahuan terbentuk oleh 2 faktor penting yaitu objek yang menjadi bahan pengamatan dan kemampuan subjek untuk menginterpretasi objek tersebut. Dari pendapat di atas dapat disimpulkan bahwa pengetahuan diperoleh bukan sebagai hasil tranfer dari orang lain, tetapi pengetahuan diperoleh melalui interaksi mereka dengan objek, fenomena dan lingkungan yang ada. Oleh karena itu model pembelajaran berpikir menakankan kepada aktivitas siswa untuk mencari pemahaman akan objek, menganalisis dan mengkonstruksinya sehingga terbentuk pengetahuan baru dalam individu. 2. Latar belakang psikologis Belajar merupakan peristiwa mental, bukan peristiwa behavioral. Sebagai gerakan mental perilaku manusia tidak hanya gerakan fisik, tetapi yang lebih penting adalah adanya faktor pendorong yang menggerakan fisik itu, yaitu kebutuhan. Dalam prespektif psikologni kognitif, belajar adalah proses aktif individu dalam membangun pengetahuan dan pencapaian tujuan. Proses belajar tidak tergantung kepada pengaruh dari luar, tetapi sangat tergantung kepada individu yang belajar. Dengan demikian tingkah laku manusia merupakan ekspresi yang dapat diamati sebagai akibat dari eksistensi internal yang pada hakikatnya bersifat pribadi.

D. Hakikat Kemampuan Berfikir dalam SPPKB Menurut Peter Reason (1981) berpikir (thingking) adalah proses mental seseorang yang lebih dari sekedar mengingat (remembering) dan memahami (comprehending). Menurutnya, mengingat dan memahami lebih bersifat pasif daripada berpikir. Mengingat pada dasarnya hanya melibatkan usaha penyimpanan sesuatu yang telah dialami untuk suatu saat dikeluarkan kembali atas permintaan, sedang memahami memerlukan pemerolehan apa yang didengar dan dibaca serta melihat keterkaitan antar aspek dalam memori. Adapun berpikir menyebabkan seseorang harus bergerak hingga di luar informasi yang didengarnya. Kemampuan berpikir memerlukan kemampuan mengingat dan memahami. Dengan demikian kemampuan berpikir pasti diikuti oleh kemampuan mengingat dan memahami, tetapi belum tentu orang yang memiliki kemampuan mengingat dan memahami memiliki kemampuan untuk berpikir. SPPKB merupakan bukan hanya model pembelajaran yang mengarahkan peserta didik agar dapat mengingat dan memahami berbagai data, fakta atau konsep, akan tetapi bagaimana data, fakta atau konsep tersebut dapat dijadikan sebagai alat untuk melatih kemampuan berpikir siswa dalam mengahadapi dan memecahkan suatu persoalan. E. Karakteristik SPPKB SPPKB menekankan kepada tiga karakter utama, yaitu : 1. Proses pembelajaran melalui SPPKB menekankan kepada proses mental siswa secara maksimal. Artinya kegiatan belajar itu bukan hanya disebabkan oleh adanya stimulus dan respon saja, tetapi juga disebabkan oleh dorongan mental yang diatur oleh otak. 2. SPPKB dibangun dalam nuansa dialogis dan proses tanya jawab secara terus menerus untuk memperbaiki dan meningkatkan kemampuan berpikir siswa untuk memperoleh pengetahuan yang mereka konstruksi sendiri. 3. SPPKB merupakan model pembelajaran yang menyandarkan kepada dua sisi yang sama penting yaitu sisi proses dan sisi hasil belajar. Sisi proses diarahkan untuk meningkatkan kemampuan berpikir, sisi hasil belajar diarahkan untuk mengkonstruksi pengetahuan dan penguasaan materi pembelajaran baru. F. Perbedaan SPPKB dengan Pembelajaran Konvensional 1. Strategi Pembelajaran Konvensional a. Peserta didik sebagai objek belajar. b. Pembelajaran bersifat teoritis dan abstrak. c. Perilaku dibangun atas proses kebiasaan. d. Kemampuan didasarkan atas latihan-latihan e. Tujuan akhir adalah penguasaan materi pembelajaran. f. Perilaku dilakukan karena faktor pendorong dari luar (mis. Karena takut dihukum dll). g. Pengetahuan bersifat absolut dan final, karena pengetahuan dikonstruksi oleh orang lain. h. Keberhasilan siswa diukur hanya melalui test. 2. Strategi Pembelajaran Peningkatan Kemampuan Berpikir (SPPKB) a. Peserta didik sebagai subjek belajar. b. Pembelajaran dikaitkan dengan kehidupan nyata (pengalaman siswa). c. Perilaku dibangun atas kesadaran diri. d. Kemampuan didasarkan atas penggalian pengalaman. e. Tujuan akhir adalah kemampuan berpikir dengan menghubungkan pengalaman dengan kenyataan. f. Perilaku dilakukan karena faktor pendorong dari dalam (mis. karena bermanfaat dll). g. Pengetahuan yang dimiliki setiap individu selalu berkembang sesuai pengalaman yang dialaminya. h. Keberhasilan siswa diukur dari proses dan hasil belajar. G. Tahapan Pembelajaran SPPKB Ada 6 tahap pembelajaran SPPKB, yaitu : 1. Tahap Orientasi Tahap ini dilakukan dengan (1) penjelasan tujuan yang harus dicapai, baik tujuan yang berhubungan dengan penguasaan materi maupun proses pembelajaran, (2) penjelasan proses pembelajaran yang harus dilkukan oleh siswa. 2. Tahap Pelacakan Tahap ini merupakan tahap penjajakan untuk memahami sejauh mana pengalaman dan kemampuan dasar siswa yang sesuai dengan tema atau pokok persoalan yang dibicarakan. Tahap ini dilakukan secara dialogis dan menjadi pijakan dalam pengembangan dialog dan tanya jawab pada tahap selanjutnya. 3. Tahap Konfrontasi Tahap ini merupakan tahap penyajian persoalan yang harus dipecahkan sesuai dengan tingkat kemampuan

dan pengalaman siswa. Pada tahap ini guru harus dapat mengembangkan dialog agar siswa benar-benar memahami persoalan yang harus dipecahkan. Hal ini penting, karena pemahaman terhadap masalah akan mendorong siswa untuk berpikir. 4. Tahap Inkuiri Pada tahap ini siswa diajak untuk memecahkan persoalan yang dihadapinya. Oleh karena itu guru harus memberikan ruang dan kesempatan kepada siswa untuk mengembangkan gagasan dalam upaya pemecahan pesoalan. 5. Tahap Akomodasi Tahap ini merupakan tahap pembentukan pengetahuan baru melalui proses penyimpulan. Pada tahap ini melalui dialog, guru membimbing siswa agar dapat menyimpulkan apa yang mereka temukan dan mereka pahami sekitar topik yang dipermasalahkan. 6. Tahap Transfer Tahap ini merupakan tahap penyajian masalah baru yang sepadan dengan masalah yang disajikan. Pada tahap ini guru dapat memberikan tugas-tugas yang sesuai dengan topik pembahsan. Ada beberapa hal yang harus diperhatikan dalam pembelajaran SPPKB, yaitu : 1. SPPKB adalah model pembelajaran yang bersifat demokratis. 2. SPPKB dibangun dalam suasana tanya jawab. 3. SPPKB merupakan model pembelajaran yang dikembangkan dalam suasana dialogis. Referensi : Dr. Wina Sanjaya, M.Pd., 2007, Strategi Pembelajaran Berorientasi Standar Proses Pendidikan, Kencana Prenada Media Group, Jakarta.

setrategi pembelajaran SPPKB
SETRATEGI PEMBELAJARAN PENINGKATAN KEMAMPUAN BERPIKIR BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Belajar pada hakikatnya adalah perubahan tingkah laku. Perubahan tingkah laku terjadi setelah kegiatan belajar dilalui dengan berbagai proses, seperti mendengar, mengamati, melihat dan sebagainya. Hamalik (1999:36) mengungkapkan “ belajar adalah modifikasi atau memperteguh kelakuan melalui pengalaman”. Berdasarkan pengertian tersebut, belajar merupakan suatu proses, aktivitas atau kegiatan yang didapat melalui pengalaman. Oleh sebab itu guru dalam melakukan pembelajaran harus memakai strategi pembelajaran tertentu, salah satunya adalah strategi pembelajaran peningkatan kemampuan berpikir, yang akan dibahas dalam makalah ini. SPPKB merupakan setrategi pembelajaran yang menekankan kepada kemampan berpikir siswa. Ioyce dan weil (1980) menempatkan pembelajaran ini ke dalam model pembelajaran cogniteve growth: increasing the capacity to think. Dalam SPPKB, materi pelajaran tidak disajikan begitu saja ke pada siswa. Akan tetapi, siswa dibimbing untuk menemukan sendiri konsep yang harus dikuasai melalui proses dialogis yang terus-menerus dengan memanfaatkan pengalaman siswa. Walaupun tujuan SPPKB sama dengan strategi pembelajaran inkuri (SPI), yaitu agar siswa dapat mencari dan menemukan materi pelajaran sendiri, akan teapi keduanya memiliki perbedaan yang mendasar. Perbedaan tersebut terletak pada pola pola pembelajaran yang di gunakan. Dalam proses pembelajaran SPPKB, guru memanfaatkan pengalaman siswa sebagai titik tolak berpikir, bukan teka-teki yang harus dicari sendiri jawabanya seperti dalam pola inkuri. B. Rumusan Masalah

Untuk memudahkan dalam memahami materi yang akan kami sampaikan, rumusan masalahnya adalah sebagai berikut: 1. Apakah pengertian strategi pembelajaran peningkatan kemampuan berpikir (SPPKB) ? 2. Apa sajakah yang Latar belakang filosofis dan psikologis sppkb 3. Apakah hakiakat kemampuan berpikir dalam SPPKB? 4. Bagaimana karakteristik SPPKB? 5. Apa perbedaan SPPKB dengan pembelajaran konvensional 6. Tahapan-tahapan apa sajakah pembelajaran SPPKB? C. Tujuan penulisan makalah Makalah ini dibuat untuk menyelesaikan tugas sebagai salah satu persyaratan mengikuti kuliah srategi pembelajaran, dan agar mahasiswa dapat memahami, mengerti dan dapat mempraktikkan strategi pembelajaran ini dalam proses pembelajaran kelak.

BAB II PEMBAHASAN A. Hakikat Dan Pengertian Strategi Pembelajaran Peningkatan Kemampuan Berpikir (SPPKB) Telah dijelaskan bahwa salah satu kelemahan proses pembelajaran yang dilaksanakan para guru kita adalah kurang adanya usaha pengembangan kemampuan berpikir siswa. Dalam setiap proses pembelajaran pada mata pelajaran apapun lebih banyak mendorong agar dapat menguasai sejumlah materi pelajaran. Strategi pembelajaran yang dibahas pada bab ini adalah strategi pembelajaran yang diharapkan dapat meningkatkan kemampuan berpikir siswa. Stratei pembelajaran ini pada awalnya dirancang untuk pembelajaran ilmu pengetahuan sossial (IPS). Hal ini didasarkan asumsi bahwa selama ini IPS di anggap sebagai pelajaran hafalan. Namun demikian, tentu saja dengan berbagai penyesuaian topik, strategi pembelajaran yang akan dibahas ini juga dapat diterapkan pada mata pelajaran lain. Berdasarkan hasil penelitian, selama ini IPS di anggap pelajaran kelas dua. Para orang tua siswa berpendapat IPS merupakan pelajaran yang tidak terlalu penting di bandingkan dengan pelajaran lainnya, seperti IPA dan matematika (sanjaya, 2002). Hal ini merupakan pandangan yang keliru. Sebab pelajran apapun diharapkan dapat

membekali siswa. Baik untuk terjun kemasyarakat maupun untuk melanjutkan ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi. Kekeliruan ini juga terjadi pada sebagian besar para guru. Mereka berpendapat bahwa IPS adalah pelajaran hafalan yang tidak menantang untuk berpikir. IPS adalah pelajaran yang sarat dengan konsep-konsep, pengertian-pengertian, data atau fakta yang harus dihafal dan tidak perlu dibuktikan. Model strategi pembelajaran peningkatan kemampuan berpikir (SPPKB) adalah model pembelajaran yang bertumpu kepada pengembangan kemampuan berpikir siswa melalui telaah fakta-fakta atau pengalaman anak sebagai bahan untuk memecahkan masalah yang diajukan. Terdapat beberapa hal yang terkandung pengertian diatas. Pertama, SPPKB adalah model pembelajaran yang bertumpu pada pengembangan kemampuan berpikir, artinya tujuan yang ingin dicapai oleh SPPKB adalah bukan sekedar siswa dapat menguasai sejumlah marteri pelajaran, akan tetapi bagaimana siswa dapat mengembangkan gagasan-gagasan dan idi-ide melalui kemampuan berbahasa secara verbal. Kedua, telaahan fakta-fakta sosial pengalaman sosial merupakan dasar pengembangan kemampuan berpikir, artinya pengembangan gagasan dan ide-ide didasarkan kepada pengalaman sosial anak dalam kehidupan sehari-hari dan atau berdasarkan kemampuan anak dalam mendeskripsikan hasil pengamatan mereka terhadap berbagai fakta dan data yang mereka peroleh dalam kehidupan seharihari. Ketiga, sasaran akhir SPPKB adalah kemampuan anak untuk memecahkan masalah-masalah sosial sesuai dengan taraf-taraf perkembangan anak. B. Latar Belakang Filosofis Dan Psikologis SPPKB 1. Latar Belakang Fisolifis Pembelajara adalah proses interksi baik antara manusia dengan manusia ataupun antara manusi dengan lingkungan. Proses iteraksi ini diarahkan untuk mencapai tujuan yang telah ditentukan. Misalkan yang berhubungan dengan tujuan perkembangan kognitif, afektif dan psikomotor. Tujuan pengembangan kognitif adalah proses pengembangan intelektual yang erat kaitannya dengan meningkatkan aspek pengetahuan, baik secara kuantitatif maupun kualitatif. Apa hakikatnya dengan pengetahuan itu? Bagaimana sebenarnya setiap individu memperoleh pengetahuan? Hal itu merupakan pertanyaan-pertanyaan yang mendasar yang membutuhkan kajian filosofis. Dilihat dari bagaimana pengetahuan itu bisa diperoleh manusia, dapat didekati dengan dua pendekatan yang berbeda, yaitu pendekatan rasional dan pendekatan empiris. Rasionalisme menyatakan bahwa pengetahuan menunjukan kepada objek dan kebenaran itu merupakan akibat dari deduksi logis. Aliran rasionalisme menekankan pada rasio, logika, dan pengetahuan deduktif. Berbeda dengan aliran empiris, aliran empiris lebih menekankan kepada pentingnya pengalaman dalam memahami setiap objek. Aliran ini memandang bahwa semua kenyataan itu diketahui melalui indra dan kriteria kebenaran itu adalah kesesuaian dengan pengalaman. Dengan demikian, pandangan empirisme menekankan kepada pengalaman dan pengetahuan induktif. Apabila kita simak, baik aliran rasional maupun aliran empiris, keduanya berangkat

Dengan demikian. atau objek yang menjadi pengamatannya. Subjek membentuk skema kognitif. Itu disebabkan karena manusia memiliki kebutuhan yang melekat dalam dirinya. proses belajar tidaklah tergantung kepada pengaruh dari luar. maka dalam proses pembelajaran berpikir. Oleh sebab itu. Pengetahuan dibentuk oleh struktur konsepsi seseorang. tetapi sangat . Kedua fator itu sama pentingnya. belajar adalah proses aktif individu dalam membangun pengetahuan dan pencapaian tujuan . pengalaman. menganalisis. pengetahuan tidak diperoleh sebagai hasil transfer dari orang lain. akan tetapi pengetahuan di peroleh melalui interaksi mereka dengan objek.dari dasar pemikiran yang sama.” Inilah yang melatar belakangi SPPKB. kategori. Struktur kosepsi membentuk pengetahuan apabila konsepsi itu berhadapan dengan pengalamanpengalaman seseorang (suparno. c. Oleh sebab itu .. Sebagai peristiwa mental perilaku manusia tidak semata-mata gerakan fisik saja. akan tetapi yang lebih penting adalah adanya faktor pendorong yang menggerakan fisik itu. b. yaitu sumber utama dari pengetahuan adalah dunia luar atau objek yang ada diluar individu.. bukan peristiwa behavioral. Tetapi juga dari kemampuan individu sebagai objek yang diamati. pengetahuan itu memang berasal dari luar. menurut aliran kognitif. konsep. pengetahuan terbentuk oleh dua faktor penting. yaitu objek yang menjadi bahan pengamatan dan kemampuan subjek untuk menginterpetasi objek tersebut. Aliran kontruktivisme menganggap bahwa pengetahuan tidak dapat di transfer begitu saja dari orang kepada orang lain. Inilah dasar filisofis dalam pembelajaran berpikir. Dalam perspektif psikologi kognitif sebagai SPPKB. Suatu pengetahuan dianggap benar manakala pengetahuan tersebut berguna untuk menghadapi dan memecah persoalan atau fenomena yang muncul. Sesuai dengan penjelasan diatas. fenomena. Selanjutnya tentang hakikat pengetahuan menurut filsafat kontruktivisme adalah sebagai berikut: a. belajar pada hakikatnya merupakan peristiwa mental. pengetahuan ini terbrntuk bukan hanya dari objek semata. Menurut kontruktivisme. 2. dan mengkontruksinya sehingga terbentuk pengetahuan baru dalam diri individu.. dan struktur yang perlu untuk pengetahuan.. Kebutuhan itu yang mendorong manusia untuk berperilaku. Pengetahuan bukanlah merupakan gambaran dunia kenyataan bekala. tetapi harus di interprestasikan sendiri oleh masing-masing individu. dan lingkungan yang ada. model pembelajaran berpikir menekankan kepada aktivitas siswa untuk mencari pemahaman akan objek. Yang menjadi masalah adalah apakah pengetahuan itu sematamata hanya terbentuk karna objek itu? Bukankah objek itu tidak tidak memiliki arti apa-apa tanpa individu sebagai subjek yang menafsirkan data objek itu? Apakah pengetahuan itu bersifat ststis yang telah dihasilkan oleh pemikir terdahulu seperti yang diklime oleh aliran idialisme? Pertanyaan-pertanyaan seperti itu terus mengembang dan menjadi bahan pemikiran manusia. 1992:21). Piaget menyatakan “. tergantung cara melihat dan mengkontruksinya.children have a built-in desire to learen. tetapi selalu merupakan konstruksi kenyataan melalui subjek. sehingga muncul aliran kontruktivisme yang berkembang pada pengunjung abad 20 ini. tetapi dikontruksi oleh dan dari dalam diri seseorang. pengetahuan itu tidak bersifat statis tapi bersifat dinamis. Artinya. Menurut aliran kontruktivisme. Latar Belakang Psikologis Aliaran psikologis SPPKB adalah aliran psikologis kognitif .

Kemampuan berpikir merupakan kemampuan mengingat dan memahami. Jika seorang kurang memiliki daya ingat jangka panjang (long term memory). Menurut reason mengingat dan memahami lebih bersifat pasif daripada kegiatan berpikir (thinking). Sebaliknya. berpikir (thinking) adalah proses mental seseorang yang lebih dari sekedar meningat (remembering) dan memahami (comprehending). C. bahwa berpikir tidak mungkin terjadi tanpa adanya memori. Bila seseorang kurang memiliki daya ingat (working memory). Oleh sebab itu psikologi kognitif memandang bahwa belajar itu merupakan proses mental. oleh sebab itu kemampuan mengingat adalah bagian terpenting dalam mengembangkan kemampuan berpikir. berpikir sebagai kegiatan yang melibatkan proses mental memerlukan kemampuan mengingat dan memahami. Brower dan hilgard (1986:421) menjelaskan bahwa teori kognitif berkenaan dengan bagaimana seseorang pengetahuan dan bagaimana mereka menggunakan pengetahuan tersebut untuk berperilaku yang lebih efektif. sebaliknya untuk dapat mengingat dan memahami diperlukan proses mental yang disebut berpikir. fakta atau konsep. Hal ini seperti yang dikemukakan peter reason. manusia bebas untuk membuat satu pilihan dalam setiap situasi. maka orang tersebut tidak mungkin sanggup menyimpan masalah dan informasi yang cukup lama. Berpikir menyebabkan seseorang harus bergerak hingga diluar informasi yang didengarnya. Individu adalah organisme yang aktif. belum tentu seseorang yang memiliki kemampuan mengingat dan memahami memilki kemampuan juga dalam berpikir. dan titik pusat kebebasan tu adalah kesadarannya sendiri. fakta dan konsep tersebut dapat dijadikan sebagai alat untuk melatih kemampuan berpikir siswa dalam menghadapi dan memecahkan suatu persoalan.tergantung kepada individu yang belajar (student center). Misalkan kemampuan berpikir sesorang untuk menemukan solusi baru dari suatu persoalan yang dihadapi. Ialah sumber dari semua kegiatan. Pada hakikatnya manusia adalah bebas untuk berbuat. Dengan demikian. Menurut Peter Reason (1981). Artinya. Berdasarkan penjelasan diatas maka SPPKB bukan hanya sekedar model pembelajaran yang diarahkan agar peserta didik dapat mengingat dan memahami berbagai data. Mengingat pada dasarnya hanya melibatkan usaha penyimpanan sesuatu yang telah dialami untuk suatu saat dikeluarin kembali atas permintaan. akan tetapi sebagaiman data. Tingkah laku manusia hanyalah ekspresi yang dapat diamati sebagai akibat dari eksistensi internal yang pada hakikatnya bersifat pribadi. D. Berpikir adalah istilah yang lebih dari keduanya. kemampuan berpikir seseorang sudah pasti diikuti oleh kemampuan mengingat dan memahami. maka orang tersebut dipastikan tidak akan memiliki catatan masa lalu yang dapat digunakan untuk memecahkan masalahmasalah yang dihadapi pada masa sekarang. sedangkan memahami memerlukan pemerolehan apa yang didengar dan dibaca serta melihat keterkaitan antar-aspek dalam memori. Hakiakat Kemampuan Berpikir Dalam SPPKB Strategi pembelajaran peningkatan kemampuan berpikir atau SPPKB merupakan model pembelajaran yang bertumpu pada proses perbaikan dan peningkatan kemampuan berpikir siswa. Karakteristik SPPKB Sebagai strategi pembelajaran yang diarahkan untuk mengembangkan kemampuan .

Siswa harus secara aktif merespon apa yang mereka pelajari. 3. tetapi juga disebabkan karena dorongan mental yang diatur oleh otaknya. SPPKB menempatkan peserta didik sebagai subjek belajar. Berkaitan dengan karakteristik tersebut. artinya peserta didik berperan aktif dalam setiap proses pembelajaran dengan cara menggali pengalamanya sendiri. maka dalam proses implimentasi SPPKB perlu diperhatikan hal-hal sebagai berikut: a. Proses pembelajaran melalui SPPKB menekankan kepada proses mental siswa secara maksimal. Merepon dalam konteks ini adalah aktivitas mental bukan aaktivitas secara fisik. SPPKB bukan model pembelajaran yang hanya menurut siswa sekedar mendengar dan mencatat. sedangkan dalam pembelajaran konvensional pembelajaran bersifat teoritis dan abstrak. tetapi menghendaki aktivitas siswa dalam proses berpikir. e. SPPKB dibangun dalam nuansa dialogis dan proses tanya jawab secara terusmenerus. guru harus menyadari bahwa proses pembelajaran itu yang terpenting bukan hanya apa yang dipelajarai. setiap kegiatan belajar itu disebabkan tidak hanya peristiwa hubungun stimulus-respon saja. 3. c. SPPKB adalah model pembelajaran yang menyadarkan kepada dua sisi yang sama pentingnya. E. SPPKB memiliki tiga karakteristik utama. bahwa pembelajaran itu adalah peristiwa mental bukan peristiwa behavioral yang lebih menekankan aktivitas fisik. Hal ini sesuai dengan latar belakang psikologis yang menjadi tumpuanya. Proses pembelajaran melalui dialog dan tanya jawab itu diarahkan untuk memperbaiki dan meningkatkan kemampuan berpikir siswa. Artinya. b.berpikir. yang pada giliranya kemampuan berpikir itu dapat membantu siswa untuk memperoleh pengetahuan yang mereka kontruksi sendiri. Dengan demikian guru harus dapat membantu siswa belajar dengan memperlihatkan bagaimana gagasan baru berhubungan dengan pengetahuan yang telah dimiliki. pembelajaran dikaitkan dengan kehidupan nyata melalui penggalian pengalaman setiap siswa. Jika belajar tergantung pada bagaimana informasi diproses secara mental. manakala siswa dapat mengorganisasikannya dengan pengetahuan yang telah mereka miliki. Informasi baru akan bisa ditangkap lebih mudah oleh siswa. Dalam hal ini guru harus membantu agar siswa belajar untuk melihat hubungan antabagian yang dipelajari. Dalam SPPKB. Guru harus mempertimbangkan tingkat perkembangan kognitif siswa ketika merencanakan topik yang harus dipelajari serta metode apa yang akan digunakan. maka proses kognitif siswa harus menjadi kepedulian utama para guru artinya. 2. Perbedaan tersebut adalah: 1. sedangkan sisi hasil belajar diarahkan untuk mengkontruksi pengetahuan atau penguasaan materi pembeljaran baru. sedangkan dalam pembelajaran konvensional perilaku dibangun atas proses kebiasaan. 2. yaitu sebagai berikut: 1. Siswa harus mengorganisasi yang mereka pelajari. yaitu sisi proses dan hasil belajar. d. Proses belajar diarahkan untuk meningkatkan kemampuan berpikir. perilaku dibangun atas kesadaran diri. . tetapi bagaimana cara mereka mempelajari. sedangakan dalam pembelajaran konvensional peserta didik ditempatkan sebagai objek belajar yang berperan sebagai penerima informasi secara pasif. Perbedaan SPPKB Dengan Pembelajaran Konvensional Ada perbadaan pokok antar SPPKB dengan pembelajaran yang selama ini banyak dilakukan guru. Dalam SPPKB.

Tujuan yang ingin di capai oleh SPPKB adalah kemampuan siswa dalam proses berpikir untuk memperoleh pengetahuan. Ada 6 tahap dalam SPPKB. . Dalam SPPKB. maka kreteria keberhasilan ditentukan oleh proses dan hasil belajar. Tahap orientasi dilakukan dengan. Tujuan akhir dari pembelajaran melalui SPPKB adalah kemampuan berpikir melalui proses menghubungkan antara pengalaman dengan kenyataan. 5. Hal ini sesuai dengan hakikat SPPKB yang tidak mengharapkan siswa sebagai objek belajar yang hanya duduk mendengarkan penjelasan guru kemudian mencatat untuk dihafalkan. penjelasan proses pembelajaran yang harus dilakukan siswa. yaitu penjelasan tentang apa yang harus dilakukan siswa dalam setiap tahapan proses pembelajran. sehingga dapat menumbuhkan motivasi belajar mereka. sedangkan dalam pembelajaran konvensional kemampuan diperoleh melalui latihan-latihan. F. Dari perbedaan pokok diatas SPPKB memang memiliki perbedaan baik dilihat dari asumsi maupun proses pelaksanaan dan pengelolaanya. Untuk itulah dialog yang dikembangkan guru pada tahapan ini harus mampu menggugah dan menumbuhkan minat belajar siswa. sedangkan dalam pembelajaran konvensional tujuan akhir adalah penguasaan meteri pembelajaran. Tahap Orientasi Pada tahap ini guru mengkondisikan siswa pada posisi siap untuk melakukan pembelajaran. 6. kedua. 7. Pemahaman siswa terhadap arah dan tujuan yang harus dicapai dalam proses pembelajaran seperti yang dijelaskan pada tahap orientasi sangat menentukan keberhasilan SPPKB. misalnya individu tidak melakukan sesuatu akaibat takut hukuman. oleh karena pengetahuan dikontruksi oleh orang lain. Setiap dijelaskan berikut ini: 1. tindakan atau perilaku dibangun atas kesadaran diri sendiri. Pemahaman yang baik akan membuat siswa ke mana mereka akan dibawa. misalnya individu tidak melakuakan perilaku tertentu karena ia menyadari bahwa perilaku merugikan dan tidak bermanfaat. Dalam SPPKB. pengetahuan yang dimiliki setiap individu selalu berkembang sesuai dengan pengalaman yang dialaminya. penjelasan tujuan yang harus dicapai. 8. Cara yang demikian bukan saja tidak sesuai dengan hakikat belajar sebagai usaha untuk memperoleh pengalaman. Kebenaran yang dimiliki bersifat absolut dan final. hal ini tidak mungkin terjadi. Dalam SPPKB. Dalam pembelajaran konvensional. sedangkan dalam pembelajaran konvensional keberhasilan pembelajaran biasanya hanya diukur dari test. namun juga dapat menghilangkan gairah dan motivasi belajar siswa (george W. Maxsim:1987). tahapan ini merupakan tahapan yang sangat penting dalam implementasi proses pembelajaran. Oleh sebab itu. pertama.4. oleh sebab itu setiap peserta didik bisa terjadi perbedaan dalam memaknai hakikat pengetahuan yang dimilikinya. Tahapan-tahapan pembelajaran SPPKB SPPKB menekankan kepada keterlibatan ssiswa secara penuh dalam belajar. sedangkan pembelajaran konvensional tindakan atau perilaku individu didasarkan oleh faktor dari luar dirinya. maupun tujuan yang berhubungan dengan proses pembelajaran atau kemampuan berpikir yang harus dilakukan siswa. kemampuan didasarkan atas panggilan pengalaman.

Tahap Akomodasi Tahap akomodasi adalah tahapan pembentukan pengetahuan baru melalui proses penyimpulan. Tahap Transfer Tahap trasfer adalah tahap penyajai masalah baru yang sepadan dengan masalah yang disajikan.2. dan lain sebagainya. SPPKB adalah model pembelajaran yang bersifat demokratis. Sesuai tahapan-tahapan dalam SPPKB seperti yang telah dijelaskan diatas. siswa diajak untuk memecahakan persoalan yang dihadapi. 3. Tahap Inkuri Tahap inkuri adalah tahapan terpenting dalam SPPKB. Oleh sebab itu pada tahap ini guru harus memberikan ruang dan kesempatan kepada siswa untuk mengembangkan gagasan dalam upaya pemecahan persoalan. Tahap transfer dimaksudkan sebagai tahap agar siswa mampu mentransfer kemampuan berpikir siswa untuk memecahkan masalah-masalah baru. 6. 4. Dengan berbekal pemahaman itulah selanjutnya guru menentukan bagaimana ia harus mengembangkan dialog dan tanya jawab pada tahapan-tahapan selanjutnya. Melalui berbagai tehnik bertanya guru harus dapat menumbuhkan keberanian siswa agar mereka dapat menjelaskan. Pada tahap inilah siswa berpikir yang sesungguhnya. sebab pada tahap ini siswa diarahkan untuk mampu mengungkap kembali pembahasan yang dianggap penting dalam proses pembelajaran. Tahap Pelacakan Tahap pelacakan adalah tahap penjejakan untuk memahami pengalaman dan kemampuan dasar siswa sesuai dengan tema atau pokok persoalan yang akan dibicarakan. Pada tahap ini guru dapat memberikan tugas-tugas yang sesui dengan topik pembahasan. Pada tahap ini siswa dituntut untuk dapat menemukan kata-kata kunci sesuai dengan topik atau tema pebelajaran. Melalui tahap inkuri. 1. memberikan argumentasi dan meyakinkan. mengungkap fakta sesuai dengan pengalamannya. Untuk merangsang peningkatan kemampuan siswa pada tahap ini guru dapat memberikan persoalanpersoalan yang delematis yang memerlukan jawaban atau jalan keluar. Pada tahap ini melalui dialog. guru membimbing agar siswa dapat menyimpulkan apa yang mereka temukan dan mereka pahami sekitar topik yang dipermasalahkan. Melalui tahapan inilah guru mengembangkan dialog dan tanya jawab untuk mengungkap pengalaman apa saja yang dimiliki siswa yang dianggap relevan dengan tema yang akan dikaji. Itu disebabkan pemahaman terhadap masalah akan mendorong siswa untuk dapat berpikir. mengembangkan gagasan. Persoalan yang diberikan sesuai dengan tema atau topik itu tentu saja persoalan yang sesuai dengan kemampuan dasar atau pengalaman siswa seperti yang diperoleh pada tahap kedua. Tahap akomodasi bisa juga dikatakan sebagai tahap pemantapan hasil belajar. oleh sebab itu guru . 5. maka ada beberapa hal yang harus diperhatikan agar SPPKB dapat berhasil dengan sempurna khususnya bagi guru sebagai pengelola pembelajaran. Pada tahap ini guru harus dapat mengembangkan dialog agar siswasiswa benar-benar memahami persoalan yang harus dipecahkan. Tahap Konfrontasi Tahap konfrontasi adalah tahap penyajian persoalan yang harus dipecahkan sesuai dengan tingkat kemampuan dan pengalaman siswa. Oleh sebab itu keberhasilan pembelajaran pada tahap selanjutanya akan ditentukan oleh tahapan ini.

inisiatif pembelajaran harus muncul dari siswa sebagai subjek belajar. kemampuan bertanya untuk memancing. 3. dan mengembangkan pertanyaan terbuka dan tertutup. sehingga setiap siswa dapat mengembangkan kemampuanya dalam menyampaikan pengalaman dan gagasan. membuktikan dengan memberikan data dan fakta sosial serta keberanian untuk mengeluarkan ide dan gagasan serta menyususn kesimpulan dan mencari hubungan antara-aspek yang dipermasalahkan. bertanya induktif-deduktif. karena itu guru harus mampu merangsang dan membangkaitkan keberanian siswa untuk menjawab pertanyaan.harus mamapu menciptakan suasana yang terbuka dan saling menghargai. SPPKB di bangun dalam suasana tanya jawab. oleh sebab itu guru dituntut untuk dapat mengembangkan kemampuan bertanya. Strategi Pembelajaran Beronrientasi Standar Proses Pendidikan. DAFTAR PUSTAKA Sanjaya. misalnya kemampuan bertanya untuk melacak. Oleh sebab itu. menjelaskan. wina. Hindari para guru sebagai sumber belajar yang memberikan informasi tentang materi pelajaran. Bandung PENERAPAN STRATEGI PEMBELAJARAN PENINGKATAN KEMAMPUAN BERFIKIR SISWA PADA PEMBELAJARAN TEKNOLOGI INFORMASI DAN KOMUNIKASI (TIK) Posted on 27/04/2011 PENERAPAN STRATEGI PEMBELAJARAN PENINGKATAN KEMAMPUAN BERFIKIR SISWA PADA PEMBELAJARAN TEKNOLOGI INFORMASI DAN KOMUNIKASI (TIK) . SPPKB juga merupakan model pembelajaran yang dikembangkan dalam suasana dialogis. 2. Dalam SPPKB guru harus menempatkan siswa sebagai subjek belajar bukan sebagai objek. 2006.

dan struktur yang perlu untuk pengetahuan. kategori. sedangkan model pembelajaran lebih menitikberatkan pada pola yang digunakan untuk membentuk. maka dalam proses pembelajaran tidak hanya sekedar memindahkan pengetahuan dari guru kepada siswa. tetapi dibangun lagi oleh dan dari dalam diri individu. (2) Subyek membentuk skema kognitif. (3) Pengetahuan dibentuk oleh struktur konsepsi seseorang. Dengan penerapan strategi pembelajaran yang benar diharapkan dapat memberikan kontribusi positif bagi kemampuan dan prestasi siswa khususnya bagi siswa yang belajar teknologi informasi dan komunikasi (TIK) di sekolah dasar dan menengah. Latar Belakang Landasan Filosofis Strategi Pembelajaran Peningkatan Kemampuan Berfikir (SPPKB) adalah kontruktivisme. dimana strategi pembelajaran merupakan sebuah prosedur pembelajaran yang dijalankan oleh guru secara bersama-sama dengan siswa. dan model pembelajaran adalah berbeda dalam berbagai dimensi. Strategi. Menurut aliran kontruktivisme pengetahuan tidak . pengetahuan memang berasal dari luar. Menurut kontruktivisme pengetahuan itu terbentuk bukan hanya dari obyek saja. Kata Kunci: Strategi Pembelajaran. Teknologi Informasi. merancang dan membimbing pembelajaran di dalam kelas. pengalaman dan lingkungan yang ada disekitar mereka. dan model pembelajaran yang terintegrasi secara sistematis dan komprehensif.Abstrak Siswa dapat meningkatkan kemampuan berfikir melalui implementasi strategi. konsep. menurut kontrukivisme. tetapi bagaimana kemampuan individu sebagai obyek menangkap setiap obyek yang diamati. Kemampuan Berfikir. tetapi selalu merupakan kontruksi kenaytaan melalui subyek. A. Berdasarkan penjelasan di atas. Hakikat pengetahuan menurut filsafat kontruktivisme yang dikemukakan Sanjaya (2009: 227) adalah sebagai: (1) Pengetahuan bukanlah merupakan gambaran dunia kenyataan belaka. metode. pendekatan. tetapi pengetahuan diperoleh melalui interaksi mereka dengan obyek.

Dick dan Carey dalam Sanjaya (2009 : 124) juga menyebutkan bahwa “strategi pembelajaran adalah suatu set materi dan prosedur pembelajaran yang digunakan secara bersam-sama untuk menimbulkan hasil belajar pada siswa”. Sejalan dengan pandangan tersebut. Landasan Psikologis Strategi Pembelajaran Peningkatan Kemampuan Berfikir adalah aliran psikologi kognitif. Sekarang ini dalam pembelajaran istilah strategi pun digunakan Kemp dalam Sanjaya (2009 :124) menjelaskan bahwa “Strategi pembelajaran adalah suatu kegiatan pembelajaran yang harus dikerjakan guru dan siswa agar tujuan pembelajaran dapat dicapai secara efektif dan efesien”. tetapi yang terpenting adalah adanya faktor pendorong yang menggerakan fisik tersebut. .dapat ditransfer begitu saja kepada orang lain. bukan peristiwa behavioral (Sanjaya. menganalisis. dan mengkontruksinya sehingga terbentuk penegtahauan baru dalam diri individu. Menurut aliran kognitif.hal ini disebabkan karena manusia memiliki kebutuhan yang melekat dalam dirinya. belajar pada hakikatnya adalah peristiwa mental. tetapi harus diartikan sendiri oleh setiap individu. Sebagai peristiwa mental perilaku manusia bukan hanya gerakan fisik saja. Berdasarkan kedua pendapat tersebut. B. kemampuan itulah yang membuat manusia untuk berperilaku. 2009: 227). Sanjaya (2009 :224) mengungkapkan: Strategi pembelajaran peningkatan kemampuan berpikir (SPPKB) adalah model pembelajaran yang bertumpu kepada pengembangan kemampuan berpikir siswa melalui telaahan fakta-fakta atau pengalaman anak sebagai bahan untuk memcahkan masalah yang diajukan. Landasan Teori Istilah strategi pertama kali digunakan dalam dunai militer yang berarti cara bagaimana menggunakan kekuatan untuk menengakan perang. bisa disimpulkan bahwa strategi pembelajaran digunakan untuk mencapai tujuan pembelajaran pada Strategi Pembelajaran Peningkatan Kemampuan Berpikir (SPPKB). Oleh sebab itu. pembelajaran berpikir menekankan kepada aktivitas siswa untuk mencari pemahaman akan obyek. hal inilah yang melatar belakangi Strategi Pembelajaran Peningkatan Kemampuan Berfikir.Piaget dalam Sanjaya (2009:227) menyatakan :”…children have a built-in desire to learn”.

yaitu sisi proses dan hasil belajar. Strategi Pembelajaran Peningkatan Kemampuan Berfikir dibangun dalam nuansa dialogis dan proses tanya jawab secara terus menerus . Menurut Reason dalam Sanjaya (2009:228) bahwa: “berpikir (thingking) dalam proses mental yang lebih dari sekedar mengingat (remembering) dan memahami(comprehending)”. 2. yang pada gilirannya kemampuan berpikir itu dapat membantu siswa memperoleh pengetahuan yang mereka kontruksi sendiri. Proses pembelajaran melalui Strategi Pembelajaran Peningkatan Kemampuan Berfikir menekankan kepada proses mental siswa secara maksimal.Berdasarkan pengertian di atas bisa ditangkap bahwa Strategi Pembelajaran Peningkatan Kemampuan Berfikir merupakan suatu model pembelajaran yang menitikberatkan kepada pengembangan kemampuan berpikir siswa berdasarkan pengalaman kehidupannya sehari-hari.Ada tiga karakteristik utama yang dimilki oleh Strategi Pembelajaran Peningkatan Kemampuan Berfikir. seperti yang diungkapkan oleh Sanjaya (2009 :229) berikut ini : 1. misalnya kemampuan berpikir seseorang dalam menemukakan jalan keluar terhadap masalah yang dihadapinya. Strategi Pembelajaran Peningkatan Kemampuan Berfikir adalah model pembelajaran yang menyandangkan kepada kedua sisi yang sam pentingnya. C. tetapi menghendaki aktivitas siswa dalam proses berpikir.proses pembelajaran melalui dialogis dan tanya jawab itu diarahkan untuk memperbaiki dan meningkatkan kemampuan berpikir siswa. Karakteristik Strategi Pembelajaran Peningkatan Kemampuan Berfikir Strategi Pembelajaran Peningkatan Kemampuan Berfikir merupakan strategi pembelajaran yang diarahkan untuk mengembangkan kemampuan berpikir siswa yang memiliki beberapa karakteristik. sehingga pengalamannya itu dapat dijadikan sumber untuk memcahkan maalah yang diberikan oleh guru. Berpikir menyebabkan seseorang mencari informasi diluar yang didengarnya. Strategi Pembelajaran Peningkatan Kemampuan Berfikir bukan model pembelajaran yang hanya menuntut siswa sekedar mendengar dan mencacat. 3. Proses belajar diarahkan .

Strategi Pembelajaran Peningkatan Kemampuan Berfikir menekankan kepada keterlibatan dan kearifan siswa secara penuh dalm pembelajaran. maka Strategi Pembelajaran Peningkatan Kemampuan Berfikir menghendaki siswa harus aktif dalam proses pembelajaran.dengan berbekal pemahaman itulah selanjutnya guru menentukan bagaimana ia harus mengembangkan dialog dan tanya jawab pada tahapan-tahapan selanjutnya.melalui tahapan inilah guru mengembangkan dialog dan tanya jawab untuk mengungkapkan pengalamna apa saja yang telah dimiliki siswa yang dianggap relevan dengan tema yang bakan dikaji. Sanjaya (2009 : 232) menjelaskan setiap tahapannya sebagai berikut : 1. proses sisi hasil belajar diarahkan untuk mengkontruksi penegtahuan atau penugasan pembelajaran baru. selain itu siswa juga harus mampu dalam mengkontruksi dan membangun pengetahuan baru. penjelasan tujuan yang harus dicapai baik tujuan yang berhubungan dengan penguasaan materi pelajaran yang harus dicapai. Strategi Pembelajaran Peningkatan Kemampuan Berfikir memiliki enam tahap. 2. Tahap orentasi dilakukan dengann. 3. Berdasarkan karakteristik yang dikemukakan diatas. maupun tujuan yang berhubungan dengan proses pembelajaran atau kemampuan berpikir yang harus dimiliki siswa. tidak hanya sekedar mendengar dan mencatat apa yang diberikan oleh guru. Tahapan Orientasi Pada tahap ini guru mengkondisikan siswa pada posisi siap untuk melakukan pembelajarannya.untuk meningkatkan kemampuan berpikir. Kedua . Tahapan Pelacakan Tahap pelacakan adalah tahapan penjajakan untuk memahami pengalaman dan kemampuan dasar ssiwa sesuai dengan tema atau pokok persoalan yang akan dibicarakan. penjelasan proses pembelajaran yang harus dicapai siswa dalam setiap tahapan proses pembelajaran. Tahapan Konfrontasi . pertama.

persoalan yang sesuai dengan kemampuan dasar atau pengalaman siswa seperti yang diperoleh pada tahap kedua. 5.tahap trasfer dimaksudkan sebagai tahapan agar siswa mampu mentransfer kemampuan berpikir setiap siswa untuk memecahkan masalah-masalah baru. pada tahapan ini guru harus memberikan ruang dan kesempatan kepada siswa untuk mengembangkan gagasan dalam upaya pemecahan persoalan. Untuk merangsang peningkatan kemampuan siswa pada tahap ini guru dapat memberikan persoalan-persoalan yang dilematis yang memerlukan jawaban atau jalan keluar. Tahap Transfer Tahap transfer adalah tahapan penyajian masalah baru yang sepadan dengan masalah yang disajikan . maka ada beberapa hal yang harus diperhatikan agar Strategi Pembelajaran Peningkatan Kemampuan Berfikir dapat berhasil dengan sempurna khususnya bagi guru. 4. Oleh sebab itu. Tahap Akomodasi Tahap akomodasi adalah tahapan pembentukan pengetahuan baru melalui proses penyimpangan.Tapa konfrontasi adalah tahapan penyajian persoalan yang harus dipecahkan sesuai dengan tingkat kemampuan dan pengalaman siswa. siswa diajak untuk memecahkan persoalan yang dihadapi. Tahap inkuiri Tahap inkuiri adalah tahapan terpenting dalam Strategi Pembelajaran Peningkatan Kemampuan Berfikir. Pada tahap ini siswa dituntut untuk dapat menemukan kata-kata kunci sesuai dengan topik atau tema pembelajaran pada tahap ini melalui dialog guru membingbing agar siswa dapat menyimpulkan apa yang mereka temukakan dan mereka pahami sekitar topik yang dipersalahkan. Pada tahap inilah siswa belajar yang sesungguhnya . Pada tahap ini guru dapat memberikan tugas-tugas yang sesuai dengan topik pembahasan. Hal tersebut dikemukan Sanjaya (2009:234) sebagai berikut: . 6.melalui tahapan inkuiri. Berdasarkan tahapan-tahapan yang telah dijelaskan.

sehingga setiap siswa dapat mengembangkan kemampuannya dalam menyampaikan pengalaman dan gagasan. setiap apa yang disampaikan oleh guru.1) Strategi Pembelajaran Peningkatan Kemampuan Berfikir adalah model pembelajaran yang bersifat demokrasi. Perbedaan Strategi Pembelajaran Peningkatan Kemampuan Berfikir dengan Pembelajaran Konvensional Adapun makna dari pembelajaran konvensional disini adalah pembelajaran yang selama ini diterapkan oleh guru yaitu dimanan siswa ditempatkan sebagai obyek dalam pembelajaran yang hanya mendengar. 2) Strategi Pembelajaran Peningkatan Kemampuan Berfikir dibangun dalam suasan tanya jawab. artinya peserta didik beperan aktif dalam setiap proses pembelajaran dengan cara menggali pengalamannya sendiri. dan mengembangkan pertanyaan terbuka dan tertutup. D. 3) Strategi Pembelajaran Peningkatan Kemampuan Berfikir juga merupakan model pembelajaran yang dikemukan dalam suasana dialogis. Menurut Sanjaya (2009:231) ada beberapa perbedaan pokok Strategi Pembelajaran Peningkatan Kemampuan Berfikir dengan pembelajaran yang selama ini banyak dilakukan guru yaitu : 1. inisiatif pembelajaran harus muncul dari siswa sebagai subyek belajar. misalnya kemampuan bertanya untuk melacak. oleh sebab itu guru harus mampu menciftakan suasana yang terbuka dan saling menghargai. oleh sebab itu guru dituntut untuk dapat mengembangkan kemampuan bertanya. bertanya induktif-deduktif. dalam Strategi Pembelajaran Peningkatan Kemampuan Berfikir guru harus menempatkan siswa sebagai subyek belajar bukan sebagai obyek . Strategi Pembelajaran Peningkatan Kemampuan Berfikir menempatkan peserta didik sebagai obyek belajar. membuktikan dengan memberikan data dan fakta serta keberanian untuk mengeluarkan ide dan gagasan serta menyusun kesimpulan dan mencari hubungan antar aspek yang dipermasalahkan. sedangkan dalam pembelajaran konvensional peserta didik . kemampuan bertanya untuk memancing. menjelaskan.hindari peran guru sebagai sumber belajar yang memberikan informasi tentang materi pelajaran.oleh sebab itu . mencatat. karena itu guru harus mampu merangsang dan membangkitkan keberanian siswa untuk menjawan pertanyaan.

hal ini tidak mungkin terjadi. Kebenaran yang dimiliki bersifat absolut dan final. misalnya individu tidak melakukan perilaku tertentu karena ia menyadari bahwa perilaku itu merugikan dan tidak bermanfaat. oleh sebab itu setiap peserta didik bisa terjadi perbedaan dalam memaknai hakikat pengetahuan yang dimilikinya dalam pembelajaran konvensional. pembelajarannya dikaitkan dengan kehidupan nyata melalui penggalian pengalanam setiap siswa. perilaku dibangun atas kesadaran sendiri. kemampuan didasarkan atas penggalian pengalaman. sedangkan dalam pembelajaran konvensional pembelajaran bersifat teoritis dan abstrak. 4. tindakan atau perilaku dibangun atas kesadaran diri sendiri. 6. Dalam Strategi Pembelajaran Peningkatan Kemampuan Berfikir. 5. Dalam Strategi Pembelajaran Peningkatan Kemampuan Berfikir. sesangkan dalam pembelajaran konvensional perilaku dibangun atas proses kebiasaan Dalam Strategi Pembelajaran Peningkatan Kemampuan Berfikir. pengetahuan yang dimiliki setiap individu selalu berkemabng sesuai dengan pengalaman yang dialaminya.2. oleh karena pengetahuan dikontruksikan oleh orang lain. sedangkan dalam pembelajaran konvensional tujuan akhir adalah penguasaan materi pembelajaran Dalam Strategi Pembelajaran Peningkatan Kemampuan Berfikir. 7. maka kriteria keberhasilan ditentukan .misalnya individu tidak melakukan sesuatu disebabkan takut hukuman. 8. ditempatkan sebagai objek belajar yang berperan sebagai pemberi informasi pasif. 3. Dalam Strategi Pembelajaran Peningkatan Kemampuan Berfikir. sedangkan dalam pembelajaran konvensional kemampuan diperoleh melalui latihan-latihan Tujuan akhir dari proses pembelajaran melalui Strategi Pembelajaran Peningkatan Kemampuan Berfikir adalah kemampuan berpikir melalui proses menghubungkan antara pengalaman dengan kenyataan. sedangkan dalam pembelajaran konvensional tindakan atau perilaku individu dalam pembelajaran konvensional tindakan atau perilaku individu didasarkan oleh faktor dari luar dirinya. Tujuan yang ingin dicapai oleh Strategi Pembelajaran Peningkatan Kemampuan Berfikir adalah kemampuan siswa dalam proses berpikir untuk memperoleh pengetahuan.

Berdasarkan pendapat-pendapat di atas dapat disimpulkan bahwa hasil belajar adalah hasil yang diperoleh siswa setelah mengalami belajar dalam waktu tertentu yang berupa nilai atau angka. fakta atau istilah tanpa harus mengerti atau dapat menggunakannya. E. Pemahaman (comprehension). 2. Hasil belajar dapat pula berupa kemampuan ranah kognitif.oleh proses dan hasil belajar. bahan. Menurut Bloon. Pengetahuan (knowledge). yaitu kognitif. Hasil Belajar Siswa Pendapat lain tentang hasil belajar dikemukan oleh Syamsudin (1983:43) bahwa: “Hasil belajar adalah kecakapan nyata (actual ability) yang menunjukan kepada aspek kecakapan yang segera dapat didemonstrasikan dan diuji sekarang juga. yaitu: 1.afektif dan psikomotor”. Bloom dalam Arifin (2009:21) menjelaskan domain kognitif sebagai berikut: Domain kognitif (cognitive domain) memiliki enam jenjang kemampuan. dari yang mudah samapai yang sulit dan dari yang kongkrit sampai dengan hal yang abstrak. yaitu jenjang kemampuan yang menuntut peserta didik untuk memahami atau mengerti tentang materi pelajaran yang disampaikan guru dan dapat memanfaatkannya tanpa harus menghubungkannya dengan hal-hal lain. yaitu jenjang kemampuan yang menuntut peserta didik untuk dapat mengenali atau mengethaui adanya konsef . sedangkan pembelajaran konvensional keberhasilan pembelajaran hanya diukur dari tes. . dan dalam hal tertentu yang telah dialaminya”. Setiap domain disusun mulai dari yang sederhana sampai dengan hal yang komplek. Menurut sulaeman (1984:36) bahwa”hasil belajar siswa adalah hasil-hasil yang dicapai ssiwa dalam suatu periode tertentu setelah dinilai oleh guru yang ditunjukan dalam bentuk angka-angka (nilai-nilai).dalam penelitian ini hasil belajar dibatasi pada domain kognitif saja. dkk dalam Arifin (2009:21) “hasil belajar dapat dikelompokan kedalam tiga domiain. karena merupakan hasil usaha dalam belajar yang bersangkutan dengan cara. prinsip. Kemampuan kognitif merupakan salah satu bagian dari hasil belajar.

dan operasi dasar. 4. . Sintesis (synthesis). yaitu jenjang kemampuan yang menuntut peserta didik untuk menguraikan suatu situasi atau keadaan tertentu ke dalam unsurunsur atau komponen pembentukannya.net) Setiap mata pelajaran memiliki ciri khas atau karakteristik nya masingmasing . pengetahuan. keadaan. Namun demikian Teknologi Informasi dan Komunikasi tidak sekedar terampil. pernyataan atau konsep berdasarkan kriteria tertentu. tata cara ataupun metode. Pembelajaran Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) Mata pelajaran Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) merupakan salah satu mata pelajaran yang diajarkan disekolah yang mana pada hakikatnya kurikulum TIK menyiapkan siswa agar terlibat pada perubahan yang pesat dalam dunia kerja maupun kegiatan lainnya yang mengalami penambahan perubahan dalam variasi penggunaan teknologi (http://www. Evaluasi (evaluation). Analisi (analysis).3. keadaan pernyataan atau konsep berdasarkan kriteria tertentu. Penerapan (Application).puskur. yaitu jenjang kemampuan yang menuntut peserta didik untuk dapat mengevaluasi suatu situasi. prinsip. Bahan kajian TIK untuk jenjang SMP /MTS dalam standar isi mencakup tiga aspek yaitu konsep. yaitu jenjang kemampuan yang menuntut peserta didik untuk menggunakan ide-ide umum. tetapi lebih memerlukan kemampuan intelektual. ranah kognitif dibatasi hanya mengambil ranah kognitif aspek pemahaman (C2) dan penerapan (C3). Teknologi Informasi dan komunikasi merupakan keterampilan menggunakan komputer meliputi perangkat keras dan perangkat lunak.puskur.net).begitu juga dengan mata pelajaran TIK . 1.Pengelolaan informasi untuk produktifitas dan pemecahan masalah. F. teori-teori dalam situasi baru dan konkrit. 6. 5. eksploitasi dan komunikasi (httt/www.adapun karakteristik mata pelajaran TIK adalah sebagai berikut . Dalam penelitian ini. yaitu jenjang kemampuan yang menuntut peserta didik untuk dapat mengevaluasi suatu situasi .

aktual serta global yang berkembang dalam kemujuan teknologi pada masa kini. internet dan e-mail.2. juga meningkatkan kemampuan hasil belajar siswa dalam aspek pemahaman secara signifikan pada mata pelajaran TIK di sekolah. Teknik Elektronika. Hal ini disebabkan karena Strategi Pembelajaran Peningkatan Kemampuan Berfikir menuntut siswa untuk aktif dalam pembelajaran. presentasi. G. Materi Teknologi Informasi dan komunikasi berupa tema-tema esensial. Daftar Pustaka .lpmpjabar. Penerapan Strategi Pembelajaran Peningkatan Kemampuan Berfikir dalam pembelajaran.Tema-tema esensial tersebut berkaitan dengan kebutuhan pokok akan informasi sebagai ciri abad 21 seperti pengolah kata.Matematik. 4. sehingga mata pelajaran yang dapat mewarnai perkembangan perkemabangan perilaku dalam kehidupan. Penerapan Strategi Pembelajaran Peningkatan Kemampuan Berfikir dapat meningkatkan kemampuan hasil belajar siswa pada aspek pengetahuan secara signifikan pada mata pelajaran TIK.id).go. Telekomunikasi.dikatakan interdisipliner karena melibatkan berbagai disiplin ilmu. 3. dan dikatakan multidimensional karena mencakup berbagai aspek kehidupan masyarakat. basis data. Sibernetika dan Informatika itu sendiri. Tema-tema esensial dalam Teknologi Informasi dan Komunikasi merupakan perpaduan dari cabang-cabang Ilmu Komputer. Kesimpulan Penerapan Strategi Pembelajaran Peningkatan Kemampuan Berpikir (SPPKB) dapat meningkatkan kemampuan hasil belajar siswa secara signifikan pada mata pelajaran Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) siswa di sekolah. spreadsheet. (http://www. Materi Teknologi Informasi dan komunikasi dikembangkan dengan pendekatan interdisiplier dan multidimentasional. Tema-tema esensial tersebut terkait dengan aspek kehidupan sehari-hari. Teknik Elektro. sehingga pengetahuan yang diperoleh dapat disergap dengan baik. Adapun kesimpulan secara khusus ini terbagi menjadi dua macam yaitu dari aspek pengetahuan dan aspek pemahaman.

Jakarta: Kencana Media Grup Sukmadinata. Proses Belajar Mengajar. tetapi pengetahuan diperoleh melalui interaksi mereka dengan objek. (3) Pengetahuan dibentuk oleh struktur konsepsi seseorang. Stratgei Belajar Mengajar. Jakarta. Menurut kontruktivisme pengetahuan itu bukan hanya terbentuk dari objek semata. Aswin. pengalaman dan lingkungan yang ada disekitar mereka.Arifin. (2009).Konsep dan Makna Pemeblajaran . Bahri. Bandung. Manajemen Sekolah Bermutu. Berdasarkan penjelasan di atas. tetapi selalu merupakan kontruksi keanytaan melalui subjek.Jakarta:PT. pembelajaran berpikir menekankan kepada aktivitas siswa untuk mencari pemahaman akan objek. (2009). Latar Belakang Landasan Filosofis Strategi Pembelajaran Peningkatan Kemampuan Berfikir (SPPKB) adalah kontruktivisme. konsep. (2002). Strategi Pembelajaran Berorentasi Standar Proses Pendidikan. pengetahuan memang berasal dari luar. Syaeful.Kurikulum dan Pembelajaran. kategori. Penerbit Remaja Rosdakarya Djamarah. Rineka Cipta Hamalik. tetapi dibangun lagi oleh dan dari dalam diri individu.N. Menurut kontrukivisme. Oemar. Psikologi Belajar. Evaluasi Pembelajaran. Jakarta: PT. dan struktur yang perlu untuk pengetahuan. Sagala. Teknologi Informasi dan Komunikasi. Sanjaya. dan mengkontruksinya sehingga terbentuk penegtahauan baru dalam diri individu.Rineka Cipta BAB I PENDAHULUAN A. menganalisis. (2008). Zainal.Bandung:Jurusan Kurikulum dan Teknologi Pendidikan FIP UPI. Jakarta: Erlangga Rusman. Menurut aliran kontruktivisme pengetahuan tidak dapat ditransfer begitu saja kepada orang lain. (2) Subjek membentuk skema kognitif. . tetapi juga dari kemampuan individu sebagai subjek dalam menangkap setiap objek yang diamati. tetapi harus diartikan sendiri oleh setiap individu. maka dalam proses pembelajaran tidak hanya sekedar memindahkan pengetahuan dari guru kepada siswa.Syaodin.(2006). S. H. (2006). (2004).Bumi Aksara Pandia. Zain. PT.W. Hakikat pengetahuan menurut filsafat kontruktivisme yang dikemukakan Sanjaya adalah sebagai: (1) Pengetahuan bukanlah merupakan gambaran dunia kenyataan belaka.Bandung:Alfabeta. Bandung: Mulia Mandiri Press. Oleh sebab itu. (2003). (2002).

hal inilah yang melatar belakangi Strategi Pembelajaran Peningkatan Kemampuan Berfikir. Hakikat berfikir dalam SPPKB.hal ini disebabkan karena manusia memiliki kebutuhan yang melekat dalam dirinya. Landasan Psikologis Strategi Pembelajaran Peningkatan Kemampuan Berfikir adalah aliran psikologi kognitif. Tahapan-tahapan pembelajaran SPPPKB. Piaget dalam Sanjaya menyatakan :”…children have a built-in desire to learn” (anak-anak mempunyai hasrat untuk belajar). BAB II PEMBAHASAN A. kemampuan itulah yang membuat manusia untuk berperilaku. e. c. C. a. bukan peristiwa behavioral. b. Sebagai peristiwa mental perilaku manusia bukan hanya gerakan fisik saja. b. Rumusan Masalah Berdasarkan latar belakang diatas. f. Strategi pembelajaran peningkatan kemampuan berpikir adalah model pembelajaran yang bertumpu pada pengembangan kemampuan berpikir. f. a.B. akan tetapi bagaimana siswa dapat mengembangkan gagasan-gagasan dan ide-ide melalui kemampuan berbahasa secara verbal. d. Terdapat beberapa hal yang terkandung dalam pengertian di atas: 1. maka rumusan masalah dalam makalah ini adalah: Apa pengertian SPPKB? Bagaiamana hakikat berfikir dalam SPPKB? Apa latar belakang filosofis dan psikologis SPPKB? Apa karakteristik SPPKB? Apa perbedaan pembelajaran konvensional dengan SPPKB? Bagaiamana tahapan-tahapan pembelajaran SPPPKB? Tujuan Berdasarkan rumusan masalah diatas. Belakang filosofis dan psikologis SPPKB. . Perbedaan pembelajaran konvensional dengan SPPKB. Menurut aliran kognitif. artinya tujuan yang ingin dicapai oleh Strategi pembelajaran peningkatan kemampuan berpikir adalah bukan sekedar siswa dapat menguasai sejumlah materi pelajaran. c. Pengertian SPPKB Strategi pembelajaran peningkatan kemampuan berpikir (SPPKB ) adalah model pembelajaran yang bertumpu kepada pengembangan kemampuan berpikir siswa melalui telaah fakta-fakta atau pengalaman anak sebagai bahan untuk memecahkan masalah yang diajukan. tetapi yang terpenting adalah adanya faktor pendorong yang menggerakan fisik tersebut. e. maka tujuan penulisan makalah ini adalah untuk menjelaskan tentang: Pengertian SPPKB. d. Karakteristik SPPKB. belajar pada hakikatnya adalah peristiwa mental.

Dengan demikian kemampuan berpikir pasti diikuti oleh kemampuan mengingat dan memahami. Aliran Rasionalisme. Pengembangan afektif erat kaitannya dengan meningkatkan aspek pengetahuan. tetapi belum tentu orang yang memiliki kemampuan mengingat dan memahami memiliki kemampuan untuk berpikir.[4] C. Jika seseorang kurang memiliki daya ingat jangka panjang (long term memory) maka orang tersebut dipastikan tidak akan memiliki catatan masa lalu yang dapat digunakan untuk memecahkan masalah-masalah yang dihadapi pada masa sekarang. berfikir sebagai kegiatan yang melibatkan proses mental memerlukan kemampuan mengingat dan memahami. artinya pengembangan gagasan dan ide-ide didasarkan kepada pengalaman sosial anak dalam kehidupan sehari-hari. akan tetapi bagaimana data. fakta atau konsep. afektif dan psikomotor. baik antara manusia dengan manusia maupun manusia dengan lingkungan. fakta atau konsep tersebut dapat dijadikan sebagai alat untuk melatih kemampuan berpikir siswa dalam mengahadapi dan memecahkan masalah. . Mengingat pada dasarnya hanya melibatkan usaha penyimpanan sesuatu yang telah dialami untuk suatu saat dikeluarkan kembali atas permintaan. baik secara kuantitatif maupun secara kualitatif. Hal ini seperti yang dikemukakan Peter Reason bahwa berfikir tidak mungkin tanpa adanya memori. Telaah fakta-fakta sosial atau pengalaman social merupakan dasar pengembangan kemampuan berpikir. sedang memahami memerlukan pemerolehan apa yang didengar dan dibaca serta melihat keterkaitan antar aspek dalam memori. sebaliknya. Sasaran akhir Strategi pembelajaran peningkatan kemampuan berpikiradalah kemampuan anak untuk memecahkan masalah-masalah sosial sesuai dengan taraf perkembangan anak. Timbul pertanyaan apakah pengetahuan itu? Bagaimana memperolehnya? Hal ini merupakan pertanyaan-pertanyaan mendasar yang membutuhkan kajian filosofis. Dilihat dari mana pengetahuan itu diperoleh manusia. Latar Belakang Filosofis Pembelajaran adalah proses interaksi. Adapun berpikir menyebabkan seseorang harus bergerak hingga di luar informasi yang didengarnya. Bila seseorang kurang memiliki daya ingat (working memory) maka orang tersebut tidak mungkin sanggup menyimpan masalah dan informasi yang cukup lama. Interaksi ini ditujukan untuk perkembangan kognitif.2. Latar Belakang Filosofis dan Psikologis SPPKB 1. Menurutnya.[2] Sebaliknya kemapuan berfikir seseorang sudah pasti diikuti oleh kemampuan mengingat dan memahami. Dapat didekati dari tiga pendekatan yang berbeda yaitu: a. mengingat dan memahami lebih bersifat pasif daripada berpikir (thinking). [1] B. Kemampuan berpikir memerlukan kemampuan mengingat dan memahami. untuk dapat mengingat dan memahami diperlukan proses mental yang disebut berfikir. 3. Hakikat Kemampuan Berfikir dalam SPPKB Menurut Peter Reason (1981) berpikir (thinking) adalah proses mental seseorang yang lebih dari sekedar mengingat (remembering) dan memahami (comprehending).[3] SPPKB merupakan bukan hanya model pembelajaran yang mengarahkan peserta didik agar dapat mengingat dan memahami berbagai data. mangatakan bahwa pengetahuan menunjuk kepada objek dan kebenaran itu merupakan akibat dari deduksi logis (mengambil keputusan yang khusus berdasarkan kepada kaidah yang umum secara rasional). Dengan demikian.

l maka proses kognitif siswa harus menjadi kepedulian utama guru. bukan peristiwa behavioral. Individu adalah organisme yang aktif. Aliran Empirisme. Dalam hal ini guru harus membantu agar siswa belajar untuk melihat hubungan antar bagian yang dipelajari. dan 2. Kemampuan subjek untuk menginterpretasi objek tersebut.[6] D. Dalam perspektif psikologi kognitif sebagai landasan SPPKB. fenomena dan lingkungan yang ada. Dari pendapat di atas dapat disimpulkan bahwa pengetahuan diperoleh bukan sebagai hasil tranfer dari orang lain. Aliran ini memandang bahwa semua kenyataan itu diketahui melalui indera dan kriteria kebenaran itu adalah kesesuaian dengan pengalaman. tetapi sangat tergantung kepada individu yang belajar (student centered). tetapi menghendaki aktivitas siswa dalam proses berpikir. Oleh karena itu model pembelajaran berpikir menakankan kepada aktivitas siswa untuk mencari pemahaman akan objek. . c. tetapi bagaimana cara mereka mempelajarinya. maka proses implementasi SPPKB perlu diperhatikan hal-hal sebagai berikut: a. menganalisis dan mengkonstruksinya sehingga terbentuk pengetahuan baru dalam individu. Mengapa demikian? Sebab manusia selamanya memiliki kebutuhan yang melekat dalam dirinya. Manusia bebas untuk membuat satu pilihan dalam setiap situasi dan titik kebebasan itu adalah kesadaran sendiri. Oleh sebab itu psikologi kognitif memandang bahwa belajar itu merupakan proses mental. Artinya proses belajar tidaklah tergantung kepada pengaruh dari luar.b. tetapi pengetahuan diperoleh melalui interaksi mereka dengan objek. tetapi juga dari kemampuan individu sebagai subjek dalam menangkap setiap objek yang diamati. Latar Belakang Psikologis Belajar merupakan peristiwa mental. ia adalah sumber darai pada semua kegiatan. akan tetapi yang lebih penting adalah adanya factor pendorong yang menggerakkan fisik itu. tingkah laku manusia hanyalah merupakan ekspresi yang dapat diamati sebagai akibat dari eksistensi internal yang pada hakikatnya bersifat pribadi. Siswa harus mengorganisasi yang mereka pelajaris sendiri. Kebutuhan itulah yang mendorong manusia untuk berperilaku. b. perilaku manusia tidak hanya semata-mata merupakan gerkana fisik saja. c. SPPKB memiliki tiga karakteristik : 1. mengatakan bahwa pengetahuan itu bukan hanya terbentuk dari objek semata. Artinya guru harus menyadari bahwa proses pembelajaran itu yang terpenting bukan hanya apa yang dipelajari. Jika belajar tergantung pada bagaimana informasi diproses secara menta.SPPKB bukan model pembelajaran yang hanya menuntut siswa sekedar mendengar dan mencatat. belajar adalah proses aktif individu dalam membangun pengetahuan dan pencapaian tujuan. Aliran Konstruktivisme. Pada hakikatnya manusia adalah bebas berbuat. Dengan demikian pengetahuan terbentuk oleh 2 (dua) faktor penting yaitu: 1. Sebagai peristiwa mental. Karakteristik SPPKB Sebagai strategi pembelajaran yang diarahkan untuk mengembangkan kemampuan berpikir. Berkaitan dengan karakteristik tersebut. mengatakan bahwa pengetahuan berdasarkan kepada pengalaman dalam memahami objek. Proses pembelajaran melalui SPPKB menekankan kepada proses mental siswa secara maksimal. [5] 2. Objek yang menjadi bahan pengamatan. Guru harus mempertimbangkan tingkat perkembanagn kognitif siswa ketika merencanakan topic yang harus dipelajari serta metode apa yang akan digunakan.

b. Peserta didik sebagai subjek belajar. e. Karena takut dihukum dll). Perilaku dilakukan karena faktor pendorong dari luar (mis. Tujuan akhir adalah penguasaan materi pembelajaran. 4. Kemampuan didasarkan atas penggalian pengalaman. Perilaku dibangun atas kesadaran diri. yang pada gilirannya kemampuan berpikir itu dapat membantu siswa untuk memperoleh pengetahuan yang mereka konstruksi sendiri. Strategi Pembelajarn Konvensional a. guru harus dapat membantu siswa belajar dengan memperlihatkan bagaimana gagasan baru dihubungkan dengan pengetahuan yang telah mereka miliki. Pembelajaran bersifat teoritis dan abstrak. Siswa harus secara aktif merespon apa yang mereka pelajari. Perilaku dilakukan karena faktor pendorong dari dalam (mis. karena pengetahuan dikonstruksi oleh orang lain. c. pertama penjelasan tujuan yang harus dicapai. kemudian mencatat yang berhubungan dengan penguasaan materi pelajaran dan mencatat untuk dihafalkan. 2. 2. Strategi Pembelajaran Peningkatan Kemampuan Berfikir (SPPKB) 1. Keberhasilan siswa diukur hanya melalui test. Kemampuan didasarkan atas latihan-latihan. SPPKB adalah model pembelajaran yang menyandarkan kepada dua sisi proses dan hasil belajar. Informasi baru akan bisa ditangkap lebih mudah oleh siswa manakala siswa dapat mengorganisasikannya dengan pengetahuan yang telah mereka miliki. Pengetahuan yang dimiliki setiap individu selalu berkembang sesuai pengalaman yang dialaminya. 2.[7] E. SPPKB dibangun dalam nuansa dialogis dan proses tanya jawab secara terus menerus.[8] F.d. h.Proses belajar diarahkan untuk meningkatkan kemampuan berpikir. Pembelajaran dikaitkan dengan kehidupan nyata (pengalaman siswa). e. f. Pengetahuan bersifat absolut dan final. 6. 3. Tahapan-Tahapan Pembelajaran SPPKB SPPKB menekankan kepada keterlibatan siswa secara penuh dalam belajar. Ada 6 tahap dalam SPPKB. Tahap Orientasi Pada tahap ini guru mengondisikan siswa pada posisi siap untuk melakukan pembelajaran Tahap orientasi dilakukan dengan. maupun tujuan yang berhubungan dengan proses pembelajaran atau kemampuan berpikir yang harus dimiliki . Hal ini sesuai dengan hakikat SPPKB yang tidak mengharapkan siswa sebagai obyek belajar yang hanya duduk mendengarkan penjelasan guru. d. Proses pembelajaran melalui dialog dan tanya jawab itu diarahkan untuk memperbaiki dan meningkatkan kemampuan berpikir siswa. Perbedaan Pembelajaran Konvensional dengan SPPKB 1. 8. karena bermanfaat dll). sebagai berikut : a. Peserta didik sebagai objek belajar. Keberhasilan siswa diukur dari proses dan hasil belajar. sedangkan sisi hasil belajar diarahkan untuk mengkontruksi pengetahuan atau penguasaan materi pembelajaran baru. Dengan demikian. 7. g. baik tujuan yang berhubungan dengan penguasaan materi pelajaran. Merespon dalam konteks ini adalah aktivitas mental bukan aktivitas secara fisik. Tujuan akhir adalah kemampuan berpikir dengan menghubungkan pengalaman dengan kenyataan. Perilaku dibangun atas proses kebiasaan. 5. 3.

c.untuk memecahkan masalah-masalahbaru. Pada tahap inilah siswa belajar berpikir yang sesungguhnya. b. maka ada beberapa hal yang harus diperhatikan dalam pembelajaran SPPKB.Pada tahap ini guru harus dapat mengembangkan dialog agar siswa benar-benar memahami persoalan yang harus dipecahkan. Melalui tahapan inkuiri siswa diajak untuk memecahkan persoalan yang dihadapi.Tahap transfer dimaksudkan agar agar siswa mampu menstransfer kemampuan berpikir setiap siswa. Tahap Transfer Tahap transfer adalah tahapan penyajian masalah baru yang sepadan dengan masalah yang disajikan. Melalui tahapan inilah guru mengembangkan dialog dan tanya jawab untuk mengungkap pengalaman apa saja yang telah dimiliki siswa yang dianggap relevan dengan tema yang akan dikaji. Persoalan yang diberikan sesuai dengan tema atau topic itu tentu saja persoalan yang sesuai dengan kemampuan dasar atau pengalaman siswa. yaitu: 1. agara supaya SPPKB berhasil dengan sempurna khususnya bagi guru sebagai pengelola pembelajaran.Pada tahap ini guru memberikan tugas-tugas yang sesuai dengan topik pembahasan. f. Pada tahap ini siswa dituntut untuk dapat menemukan kata-kata kunci sesuai dengan topik atau tema pembelajaran. 3. SPPKB adalah model pembelajaran yang bersifat demokratis.[9] Sesuai dengan tahapan-tahapan dalam SPPKB seperti yang telah dijelaskan diatas. Tahap Pelacakan Tahap pelacakan adalah tahapan penjajakan untuk memahami pengalaman dan kemampuan dasar siswa sesuai dengan tema atau pokok persoalan yang akan dibicarakan.[10] .oleh siswa. penjelasan proses pembelajaran yang harus dilakukan siswa dalam setiap tahapan proses pembelajaran. Untuk merangsang peningkatan kemampuan siswa pada tahapan ini. Tahap Akomodasi Tahap akomodasi adalah tahapan pembentukan pengetahuan baru melalui proses penyimpulan. guru dapat memberikan persoalan-persoalan yang dilematis yang memerlukan jawaban atau jalan keluar. d. 2. e. Tahap inkuiri Tahap inkuiri adalah tahapan terpenting dalam Strategi pembelajaran peningkatan kemampuan berpikir.Oleh sebab itu guru harus memberikan ruang dan kesempatan kepada siswa untuk mengembangkan gagasan dalam upaya penecahan persoalan. SPPKB merupakan model pembelajaran yang dikembangkan dalam suasana dialogis. Kedua. SPPKB dibangun dalam suasana tanya jawab. Pada tahap ini melalui dialog guru membimbing agar siswa dapat menyimpulkan apa yang mereka temukan dan mereka pahami sekitar topik yang dipermasalahkan. Dengan berbekal pemahaman itulah selanjutnya guru menentukan bagaimana ia harus mengembangkan dialog dan tanya jawab pada tahapan-tahapan selanjutnya. Tahap Konfrontasi Tahap konfrontasi adalah tahapan penyajian persoalan yang harus dipecahkan sesuai dengan tingkat kemampuan dan pengalaman siswa.

Kesimpulan Dari hasil pembahasan tentang Strategi Pembelajaran Peningkatan Kemampuan Berfikir (SPPKB) diatas. yang mengatakan bahwa belajar adalah proses aktif individu dalam membangun pengetahuan dan pencapaian tujuan. 3. Berpikir menyebabkan seseorang harus bergerak hingga di luar informasi yang didengarnya.BAB III PENUTUP A. fakta atau konsep. Perbedaan pembelajarn konvensional dengan SPPKB adalah: Pembelajaran No Sudut Pandang SPPKB Konvensional 1 Peserta didik 2 Sifat Pembelajaran 3 Perilaku 4 Kemampuan 5 Tujuan Akhir Objek belajar Teoritis & abstrak Proses kebiasaan Latihan-latihan Penguasaan materi pembelajaran Subjek belajar dikaitkan dengan kehidupan nyata kesadaran diri penggalian pengalaman Kemampuan berpikir dengan menghubungkan pengalaman dengan kenyataan 2. Karakteristik SPPKB antara lain: a) SPPKB menekankan kepada proses mental siswa secara maksimal. fakta atau konsep tersebut dapat dijadikan sebagai alat untuk melatih kemampuan berpikir siswa dalam mengahadapi dan memecahkan masalah. b) SPPKB dibangun dalam nuansa dialogis dan proses tanya jawab secara terus menerus. akan tetapi bagaimana data. b. dan c) SPPKB adalah model pembelajaran yang menyandarkan kepada dua sisi proses dan hasil belajar. Menurut kontruktivisme pengetahuan itu bukan hanya terbentuk dari objek semata. dapatlah ditarik konklusi sebagai berikut: Strategi pembelajaran peningkatan kemampuan berpikir (SPPKB ) adalah model pembelajaran yang bertumpu kepada pengembangan kemampuan berpikir siswa melalui telaah fakta-fakta atau pengalaman anak sebagai bahan untuk memecahkan masalah yang diajukan. . 4. 1. Latar belakang filosofis dan psikologis SPPKB Latar Belakang Filosofis SPPKB adalah kontruktivisme. 5. Berpikir (thinking) adalah proses mental seseorang yang lebih dari sekedar mengingat (remembering) dan memahami (comprehending). SPPKB merupakan bukan hanya model pembelajaran yang mengarahkan peserta didik agar dapat mengingat dan memahami berbagai data. tetapi juga dari kemampuan individu sebagai subjek dalam menangkap setiap objek yang diamati Latar Belakang Psikologis SPPKB psikologi kognitif. a.

Oleh karena itu itu. Misalnya kemampuan bertanya untuk melacak atau memancing. d. Strategi Pembelajaran Berorientasi Standar Proses Pendidikan. Sehingga setiap siswa dapat mengembangkan kemampuannya dalam menyampaikan pengalaman dan gagasan. e. Hindari peran guru sebagai sumber belajar yang memberikan infromasi tentang materi pembelajaran. Oleh sebab itu. inisiatif pembelajaran harus muncul dari siswa sebagai subjek belajar.6 Faktor pendorong 7 Pengetahuan 8 Hasil Belajar 6. SPPKB adalah model pembelajaran yang bersifat demokratis. b. Jakarta: Kencana Prenada Media Group. Oleh sebab itu. 2007. guru dituntut untuk dapat mengembangkan kemampuan bertanya siswa. SPPKB dibangun dalam suasana tanya jawab. f. menjalaskan. a. . Oleh karena itu. c. guru harus mampu merangsang dan membangkitkan keberanian siswa untuk menjawab pertanyaan. DAFTAR PUSTAKA Wina Sanjaya. guru harus mampu menciptakan suasana yang terbuka dan saling menghargai. Saran-saran Dalam SPPKB guru harus menciptakan siswa sebagai subjek belajar bukan objek. SPPKB merupakan model pembelajaran yang dikembangkan dalam suasana dialogis. Dari luar individu Absolut dan final Diukur melalui test Dari dalam individu Berkembang sesuai pengalaman yang dialaminya Diukur dari proses dan hasil belajar Tahapan-Tahapan Pembelajaran SPPKB adalah sebagai berikut: Tahap Orientasi Tahap Pelacakan Tahap Konfrontasi Tahap inkuiri Tahap Akomodasi Tahap Transfer B. membuktikan dengan memberikan data dan fakta sosial serta keberanian untuk mengeluarkan ide dan gagasan serta menyusun kesimpulan dan mencari hubungan antar aspek yang dipermasalahkan.

2009 : 14).blogspot.html (diakses: 24 Oktober 2011) [5]http://jawharie. Strategi Pembelajaran Berorientasi Standar Proses Pendidikan. hal.com/2010/03/strategi-pembelajaran-peningkatan. dan pencapaian hasil pembelajaran yang lebih optimal (Isjoni. hal.com/2010/11/strategi-pembelajaran-peningkatan.html (diakses: 24 Oktober 2011) [1]http://hipni. salah satu model pembelajaran yang kini banyak mendapat respon adalah model pembelajaran kooperatif.html (diakses: 24 Oktober 2011) [2]http://jawharie. memiliki keterampilan sosial. Dapat mengembangkan kemampuan mengungkapkan ide atau gagasan. mampu berpikir kritis. Dapat meningkatkan prestasi akademik sekaligus kemampuan sosial.blogspot.html (diakses: 24 Oktober 2011) [10]Sanjaya. [8]http://jawharie.. Menurut Slavin (1985) dalam bukunya Isjoni (2010: 12) mengatakan.blogspot. Model pembelajaran berfungsi untuk memberikan situasi pembelajaran yang tersusun rapi untuk memberikan suatu aktivitas kepada siswa guna mencapai tujuan pembelajaran.. Kooperatif berasal dari bahasa Inggris yaitu Cooperate yang berarti bekerja bersama-sama. Merujuk pada hal ini perkembangan model pembelajaran terus mengalami perubahan dari model tradisional menuju model yang lebih modern.229-230. Dapat membantu anak untuk merespon orang lain. Dapat mengembangkan kemampuan siswa untuk meng . hal.blogspot.236-237.html (diakses: 24 Oktober 2011) [9]http://hipni. [7]Sanjaya.http://suksesbersamasukarto. akan tetapi dapat menambah kepercayaan kemampuan berpikir sendiri. Strategi Pembelajaran Berorientasi Standar Proses Pendidikan.231-232. Sejalan dengan pendekatan konstruktivisme dalam pembelajaran.blogspot.com/2010/03/strategi-pembelajaran-peningkatan. 2007). Dapat memberdayakan siswa untuk lebih bertanggung jawab dalam belajar.231.keunggulan dan kelemahan dari pembelajaran kooperatif adalah : Keunggulan Siswa tidak terlalu menggantungkan pada guru.com/2011/09/strategi-pembelajaran-peningkatan. Strategi Pembelajaran Berorientasi Standar Proses Pendidikan.blogspot.com/2011/09/strategi-pembelajaran-peningkatan.com/2010/11/strategi-pembelajaran-peningkatan. [4]http://suksesbersamasukarto.blogspot. (Jakarta: Kencana Prenada Media Group.html (diakses: 24 Oktober 2011) [3]Wina Sanjaya. Pembelajaran kooperatif adalah strategi belajar dengan sejumlah siswa sebagai anggota kelompok kecil yang tingkat kemampuannya berbeda (Isjoni. bahwa pembelajaran kooperatif adalah suatu model pembelajaran dimana siswa belajar dan bekerja dalam kelompok-kelompok kecil secara kolaboratif yang anggotanya 4-6 orang .com/2010/11/strategi-pembelajaran-peningkatan. Model Pembelajaran Kooperatif 15 Jul 2011 .blogspot. Pembelajaran menurut Degeng adalah upaya untuk membelajarkan siswa. Model pembelajaran merupakan strategi yang digunakan oleh guru untuk meningkatkan motivasi belajar. sikap belajar dikalangan siswa.html(diakses: 24 Oktober 2011) http://hipni.html (diakses: 24 Oktober 2011) [6]Sanjaya.com/2011/09/strategi-pembelajaran-peningkatan.blogspot. Strategi Pembelajaran Berorientasi Standar Proses Pendidikan.com/2010/11/strategi-pembelajaran-peningkatan.html (diaks es: 24 Oktober 2011) http://jawharie. hal. 2009: 8).

menuntun dan menggali. memancing. gagasannya secara verbal. yang artinya strategi ini tidak hanya dirancang untuk siswa bisa memahami pelajaran. konfrontasi. adanya aturan kelompok. bersandarkan pada sisi proses dan hasil. pelacakkan. Pengertian Strategi Pembelajaran Peningkatan Kemampuan Berpikir (SPPKB) Strategi Pembelajaran Peningkatan Kemampuan Berpikir (SPPKB) merupakan strategi pembelajaran yang bertumpu kepada pengembangan kemampuan berpikir siswa melalui telaah fakta – fakta atau pengalaman anak sebagai bahan untuk memecahkan masalah yang diajukan. mengarahkan. Orientasi. tapi lebih pada bagaimana supaya siswa bisa mengembangkan fikirannya dengan mengemukan ide. Proses dialogis ini dapat diciptakan guru dengan memberikan pertanyaan – pertanyaan kepada siswa. Materi pelajaran yang diberikan tidak disajikan begitu saja kepada siswa. dibangun dalam nuansa dialogis dan tanya jawab secara terus menerus. Terdapat empat unsur penting dalam pembelajaran kooperatif yaitu. menekankan pada proses mental pada siswa secara maksimal. Model pembelajaran koperatif adalah rangkaian kegiatan belajar yang dilakukan oleh siswa dalam kelompok-kelompok tertentu untuk mencapai tujuan pembelajaran yang telah dirumuskan. adanya peserta didik yang terbagi dalam kelompok. Akomodasi. Prosedurnya.2009:226). Untuk itu dalam proses pembelajaran guru dituntut untuk dapat mengembangkan kemampuan bertanya untuk melacak.dengan struktur kelompok heterogen. sedangkan inkuiri siswa baru mencari.id/tag/apakah-kelemhan-dan-keunggulansppkb#ixzz1sIlZcKRk Strategi Pembelajaran Peningkatan Kemampuan Berpikir (SPPKB) SPPKB merupakan strategi pembelajaran yang menekankan pada kemampuan berfikiri siswa. Transfer Strategi Pembelajaran Peningkatan Kemampuan Berpikir dengan Metode Demontrasi Strategi Pembelajaran Peningkatan Kemampuan Berpikir 1. guru memanfaatkan pengalaman siswa. Strategi ini pertama kalinya dirancang untuk pelajaran IPS.ac. Inkuiri. . Artikel ini disalin dari : http://blog. Tujuan pada strategi ini sama dengan halnya dengan strategi Inkuiri. Kareteristik SPPKB ini. dalam SPPKB. tetapi siswa dibimbing untuk menemukan sendiri konsep yang harus dikuasai melalui proses dialogis yang terus-menerus dengan memanfaatkan pengalaman siswa (Sanjaya. Siswa ditempatkan sebagai subjek dalam proses pembelajaran. dengan tujuan akhir diharapkan siswa mampu memecahkan permasalahan sosial sesuai dengant tingkatannya.tp. perbedaannya terletak pada pola pembelajaran yang digunakan.

Tahap Orientasi Pada tahap ini guru mengkondisikan siswa pada posisi siap untuk melakukan pembelajaran. (Sanjaya. memperoleh kesempatan untuk belajar kreatif supaya menjadi kreatif. bertanya dan mendengar. Setiap kegiatan belajar yang berlangsung disebabkan dorongan mental yang diatur oleh otak. SPPKB dibangun dalam suasana dialogis dan proses tanya jawab secara terus – menerus. 2. Jadi dapat disimpulkan bahwa Strategi Pembelajaran Peningkatan Kemampuan Berpikir adalah strategi pembelajaran yang menekankan kepada kemampuan berpikir siswa dengan pemberian pertanyaan – pertanyaan yang memacu anak untuk berpikir sehingga dapat menemukan konsep sendiri. Sedangkan menurut Wahyana (1986:62) salah satu bentuk komunikasi adalah bentuk verbal. tetapi menghendaki aktivitas siswa dalam proses berpikir. dan menjadi sensitif karena kemampuannya. Tahap Pelacakan Tahapan pelacakan adalah tahapan penjajakan untuk memahami pengalaman dan kemampuan dasar siswa sesuai dengan tema atau pokok persoalan yang akan dibicarakan. yaitu : 1. SPPKB memiliki tiga karakteristik utama . 2009:231-232) 3. Dengan suatu pertanyaan guru. Untuk itulah dialog yang dikembangkan guru pada tahapan ini harus mampu menggugah dan menumbuhkan minat belajar siswa. memberi informasi. Proses pembelajaran melalui dialog dan tanya jawab itu diarahkan untuk memperbaiki dan meningkatkan kemampuan berpikir siswa sehingga dapat membantu siswa untuk memperoleh pengetahuan yang mereka konstruksi sendiri. 2.Menurut Zubaidah (2007:35) dengan memberdayakan kemampuan berpikir melalui pertanyaan. Tahapan – Tahapan pembelajaran SPPKB Penerapan SPPKB memiliki 6 tahapan. di samping siswa aktif menjawab pertanyaan ternyata hal tersebut memicu timbulnya pertanyaan – pertanyaan baru. sedangkan sisi hasil belajar diarahkan untuk mengkonstruksi pengetahuan atau penguasaan materi pembelajaran baru. Karakteristik Strategi Pembelajaran Peningkatan Kemampuan Berpikir (SPPKB) Sebagai strategi Pembelajaran yang diarahkan untuk mengembangkan kemampuan berpikir. yaitu sisi proses dan hasil belajar. 2. 3. Proses belajar diarahkan untuk meningkatkan kemampuan berpikir. siswa dapat belajar berpikir dengan cara berpikir. Proses pembelajaran melalui SPPKB menekankan pada mental siswa secara maksimal. Tahap orientasi dilakukan dengan menjelaskan tujuan pembelajaran dan menjelaskan proses pembelajaran yang harus dilakukan siswa. yaitu : 1. Pemahaman siswa terhadap arah dan tujuan yang harus dicapai dalam proses pembelajaran sangat menentukan keberhasilan SPPKB. SPPKB menyandarkan pada dua sisi yang sama pentingnya. Pertanyaan – pertanyaan yang timbul dalam pikiran siswa tersebut menunjukkan bahwa semakin berkembangnya penalaran siswa. . SPPKB bukan hanya menuntut siswa mendengar dan mencatat.

Pada tahap inilah siswa belajar berpikir dengan sesungguhnya. penggunaan metode demonstrasi dalam pembelajaran memberikan banyak keuntungan. Dengan berbekal pemahaman itulah selanjutnya guru menentukan bagaimana ia harus mengembangkan dialog dan tanya jawab pada tahapan – tahapan selanjutnya. 3. 2. Melalui berbagai teknik bertanya guru harus dapat menumbuhkan keberanian siswa agar mereka dapat menjelaskan. Menurut Saputro (2004:145). antara lain: 1. Tahap Inkuiri Tahap inkuiri adalah tahap terpenting dalam SPPKB. 6. (Sanjaya. mengungkap fakta sesuai dengan pengalamannya. Tahap Akomodasi Tahap akomodasi adalah tahapan pembentukan pengetahuan baru melalui proses penyimpulan. mengembangkan gagasan dan lain sebagainya. baik sebenarnya atau sekedar tiruan (Sanjaya. 2009:234-236) 4. Melalui tahapan inkuiri. Tahap Konfrontasi Tahap konfrontasi adalah tahapan penyajian persoalan yang harus dipecahkan sesuai dengan tingkat kemampuan dan pengalaman siswa. Pada tahap ini siswa dituntut untuk dapat menemukan kata – kata kunci sesuai dengan topik atau tema pembelajaran. . Metode Demonstrasi Metode demonstrasi adalah metode penyajian pelajaran dengan memperagakan dan mempertunjukkan kepada siswa tentang suatu proses. 5. Perhatian siswa dapat dipusatkan kepada hal-hal yang dianggap penting oleh guru. karena pada tahap ini siswa diarahkan untuk mampu mengungkapkan kembali pembahasan yang dianggap penting dalam proses pembelajaran. 4. Tahap transfer dimaksudkan agar siswa mampu mentransfer kemampuan berpikirnya untuk memecahkan masalah – masalah baru. sebab membantu siswa untuk mencari jawaban dengan usaha sendiri berdasarkan fakta atau data yang benar (Depdiknas. Jadi dapat diambil kesimpulan bahwa metode demonstrasi adalah cara penyajian pelajaran dengan memperagakan secara langsung proses terjadinya sesuatu yang disertai dengan penjelasan lisan. 2008:16). Tahap Transfer Tahap transfer adalah tahap penyajian masalah baru yang sepadan dengan masalah yang disajikan. 2009:152).Melalui tahapan ini guru mengembangkan dialog dan tanya jawab untuk mengungkap pengalaman apa saja yang telah dimiliki siswa yang dianggap relevan dengan tema yang akan dikaji. Demonstrasi merupakan metode yang sangat efektif. Tahap akomodasi bisa juga disebut sebagai tahap pemantapan hasil belajar. Dapat mengurangi kesalahan-kesalahan bila dibandingkan dengan hanya membaca atau mendengarkan keterangan guru. siswa diajak untuk memecahkan persoalan yang dihadapi. Pada tahap ini guru harus dapat mengembangkan dialog agar siswa benar – benar mamahami persoalan yang harus dipecahkan. memberikan argumentasi yang meyakinkan. situasi atau benda tertentu.

Bila memperhatikan kelemahan-kelemahan di atas seorang guru kadang-kadang merasa ragu untuk menggunakan metode demonstrasi. 5. Memperhitungkan waktu yang dibutuhkan 4. Memberikan kesempatan siswa untuk berpikir secara cermat dan kritis. Memerlukan fasilitas yang tidak sedikit 3. Kadang tidak semua anak memperhatikan apa yang didemonstrasikan guru.(3) telah disarankan kepada siswa untuk membuat catatan-catatan seperlunya dengan waktu secukupnya. maka siswa akan memperoleh pengalaman praktek untuk mengembangkan kecakapan dan keterampilan. Sering kali perlu terlebih dahulu diadakan diskusi-diskusi dan siswa mencobakan lagi demonstrasi agar memperoleh kecekatan yang lebih baik. Kurang efisien waktu 2. Demonstrasi akan merupakan metode yang tidak wajar bila alat yang didemontrasikan tidak dapat diamati secara seksama oleh siswa. Tetapi perlu diketahui bahwa metode demonstrasi sangat efektif hasilnya. 6. Bila siswa turut aktif melakukan demonstrasi. Bila guru kurang dapat menggunakan alat-alat peraga yang dipakai maka akan menghambat jalannya pelajaran. misalnya alat yang sangat besar atau yang jauh berada di kelas. Menetapkan garis besar langkah-langkah demonstrasi yang akan dilaksanakan. .3. Beberapa masalah yang menimbulkan pertanyaan pada diri siswa akan dapat dijawab pada waktu mengamati proses demonstrasi. Untuk mengatasi kelemahan-kelemahan di atas seorang guru harus dapat merencanakan demonstrasi yang efektif agar metode ini dapat pula berhasil dengan baik. 7. (2) alat itu telah ditempatkan pada posisi yang baik sehingga setiap siswa dapat melihat dengan jelas. Langkah – langkah yang dapat dilakukan guru. Selama demonstrasi berlangsung kita bertanya pada diri kita sendiri apakah:(1) keteranganketerangan itu dapat didengar dengan jelas oleh siswa. Demonstrasi menjadi kurang efektif bila tidak diikuti dengan sebuah aktivitasdi mana siswa sendiri yang melakukan dan menjadikan aktivitas itu pengalaman yang berharga. Merumuskan tujuan dengan jelas dari sudut kecakapan atau kegiatan yang diharapkan dapat dicapai atau dilaksanakan oleh siswa. 4. 8. 2. 7. Bila guru kurang menguasai materi maka ia akan memberikan keterangan yang berbelit-belit yang sulit dipahami 4. Penggunaan metode demonstrasi mampu mengurangi pengertian anak yang bersifat verbalistik 6. Penggunaan metode demonstrasi dapat memberikan pengalaman belajar bagi siswa mengenai langkah-langkah atau prosedur penguasaan suatu keterampilan tangan atau keterampilan motorik tertentu Selain keuntungan – keuntungan di atas penggunaan metode demonstrasi memiliki kelemahan – kelemahan sebagai berikut : 1. Menetapkan rencana untuk menilai kemajuan murid. Tidak semua hal dapat didemontrasikan di dalam kelas. 5. antara lain : 1. 5. 3.

adalah sebagai berikut: Tabel 2. Pembelajaran Fisika menggunakan Strategi Pembelajaran Peningkatan Kemampuan Berpikir dengan Metode Demonstrasi Pembelajaran Fisika menggunakan Strategi Pembelajaran Peningkatan Kemampuan Berpikir dengan Metode Demonstrasi seperti yang telah dipaparkan di atas. Sedangkan penggunaan metode demonstrasi dalam pembelajaran dapat merangsang siswa untuk memunculkan pertanyaan – pertanyaan. menuntut siswa untuk berpikir aktif dalam pembelajaran. Menurut Sumaji (1999:170) demonstrasi yang dapat membangkitkan masalah – masalah atau pertanyaan – pertanyaan sangat baik untuk mengawali atau membuka proses pembelajaran.5.1 Tabel tahapan pembelajaran (sintakmatik) Strategi Pembelajaran Peningkatan Kemampuan Berpikir dengan Metode Demonstrasi . Dalam penerapan Strategi Pembelajaran Peningkatan Kemampuan Berpikir peserta didik tidak sekadar mendengar dan mencatat. tetapi bagaimana mengembangkan gagasan dan ide melalui bahasa verbal. Pada penelitian ini tahapan pembelajaran (sintakmatik) menggunakan Strategi Pembelajaran Peningkatan Kemampuan Berpikir dengan Metode Demonstrasi. Tujuan dari strategi ini adalah peserta didik bukan sekedar menguasai materi pelajaran. tetapi menghendaki aktivitas peserta didik dalam proses berpikir.

metode mengajar. latar belakang orang tua). Hasil Belajar Hasil belajar memiliki peran penting dalam proses pembelajaran. Penilaian terhadap hasil belajar dapat memberikan informasi kepada guru tentang kemajuan siswa dalam upaya mencapai tujuan-tujuan belajarnya melalui berbagai kegiatan belajar. Sedangkan menurut Sudjana (1992:3) hasil belajar pada hakekatnya adalah perubahan tingkah laku. cacat tubuh). Faktor intern meliputi: faktor jasmani (kesehatan. perhatian. bakat. Selanjutnya. baik untuk keseluruhan kelas maupun individu. Perubahan sebagai hasil proses belajar mengajar dapat ditunjukkan dalam berbagai bentuk seperti pengetahuan. Menurut Slameto (1995:56-72) faktor-faktor yang mempengaruhi hasil belajar adalah sebagai berikut: 1. Faktor ekstern meliputi: faktor keluarga (didikan orang tua. . dari informasi tersebut guru dapat menyusun dan membina kegiatan-kegiatan siswa lebih lanjut. faktor psikologis (intelegensi. relasi. Hasil belajar menunjukkan kemampuan yang dimiliki siswa setelah menerima pengalaman belajar. faktor masyarakat (media massa. faktor kelelahan (kelelahan jasmani dan rohani). keadaan sekolah dan lain-lain). faktor sekolah (kurikulum. keterampilan dan sikap (Slameto. relasi guru dan siswa. Hasil belajar merupakan perubahan tingkah laku yang terjadi dalam kehidupan individu yang berlangsung secara terus menerus. minat. teman bergaul dan keadaan lingkungan masyarakat). 1995:5). 2.6. dan lain-lain). Suatu perubahan tingkah laku yang terjadi akan menyebabkan perubahan dan berguna bagi kehidupan atau proses belajar berikutnya.

Drawing activities. gembira. Diedrich dalam Sardiman (2005:101) membuat suatu daftar yang berisi 177 macam kegiatan siswa yang antara lain dapat digolongkan sebagai berikut: 1. tanpa perbuatan seorang anak tidak akan berpikir sehingga anak harus diberi kesempatan untuk melakukan suatu perbuatan sendiri agar ia senantiasa berpikir sendiri. bertanya. Itulah sebabnya aktivitas merupakan prinsip atau asas yang sangat penting di dalam pembelajaran. Piaget (dalam Sardiman. Mental activities. laporan. mengemukakan pendapat. menyalin. 6. angket. merasa bosan. Listening activities. Aktivitas yang dimaksudkan oleh penulis dalam penelitian ini adalah aktivitas selama kegiatan pembelajaran menggunakan Strategi Pembelajaran Peningkatan Kemampuan Berpikir dengan Metode Demonstrasi yang meliputi : (1) keaktifan siswa dalam memperhatikan penjelasan. mengadakan wawancara. 2005:100) menerangkan bahwa seorang anak akan berpikir sepanjang ia berbuat. bergairah. mereparasi. Berdasarkan uraian di atas. diagram. meliputi menyatakan. meliputi menangggapi. diskusi. meliputi menulis cerita. Aktivitas dapat diketahui melalui indikator atau gejalagejala yang tampak pada saat proses pembelajaran yang berperan dalam menentukan keberhasilan pembelajaran. tenang. Aktivitas Belajar Siswa Aktivitas belajar siswa merupakan segala tingkah laku siswa pada saat mengikuti pembelajaran. meliputi uraian. berkebun. mengambil keputusan. (4) keaktifan siswa dalam menjawab pertanyaan. Writing activities. 2. Retensi Hasil Belajar . bermain. yaitu proses belajar sesuatu. berternak. Aktivitas belajar tersebut juga dapat diketahui oleh guru dari perlakukan siswa terhadap bahan belajar. meliputi menggambar. Menurut Sardiman (2005:100) aktivitas belajar adalah aktivitas yang bersifat fisik ataupun mental. Motor activities. meliputi menaruh minat. membuat konstruksi. melihat hubungan. interupsi. (2) keaktifan siswa dalam memperhatikan demonstrasi. mengingat. diskusi. pekerjaan orang lain. Paul B. (5) keaktifan siswa dalam membuat kesimpulan.7. maka aktivitas belajar siswa merupakan segala macam kegiatan siswa selama mengikuti kegiatan pembelajaran. (3) keaktifan siswa dalam mengajukan pertanyaan. Dimyati dan Mudjiono (2002:236) berpendapat bahwa aktivitas belajar dialami oleh siswa sebagai suatu proses. percakapan. memecahkan soal. Dalam kegiatan belajar mengajar. percobaan. visual activities meliputi membaca. Oral activities. 4. pidato. 7. Emotional activities. 8. 3. merumuskan. musik. Jadi. kedua aktivitas tersebut harus selalu terkait. peta. 8. meliputi melakukan percobaan. membuat grafik. memperhatikan gambar demonstrasi. 5. semangat. memberi saran. menganalisis. dan gugup. model. karangan.

Menurut Dahar (1989:145) retensi adalah bertahannya materi yang telah dipelajari (jadi tidak dilupakan). fisika juga memberikan pelajaran yang baik kepada manusia untuk hidup selaras berdasarkan hukum alam. 1999:56). maka pengertian retensi hasil belajar fisika adalah kemampuan siswa untuk mengingat kembali konsep-konsep fisika yang telah dipelajari. Berdasarkan uraian di atas. Perkembangan pesat di bidang teknologi informasi dan komunikasi dewasa ini dipicu oleh temuan di bidang fisika material melalui penemuan piranti mikroelektronika yang mampu memuat banyak informasi dengan ukuran sangat kecil. Kualitas mutu pendidikan dapat dilihat dari produk kelulusan (output) suatu lembaga pendidikan. Penggunaan Strategi Pembelajaran Peningkatan Kemampuan Berpikir dengan Metode Demonstrasi dalam pembelajaran fisika melibatkan siswa secara langsung selama proses pembelajaran. Untuk mengetahui retensi hasil belajar siswa maka dilaksanakan tes yang dikenal dengan tes tunda yang dilaksanakan satu minggu setelah seluruh proses belajar mengajar selesai dilaksanakan.Retensi adalah apa yang tertinggal dan dapat diingat kembali setelah seseorang mempelajari sesuatu (Soekamto.Retensi merupakan fase dalam satu tindakan belajar di mana informasi yang diperoleh harus dipindahkan dari memori jangka pendek ke memori jangka panjang. maka proses belajar siswa tidak berlangsung dengan baik dan sebaliknya jika tidak belajar maka tidak akan ada retensi. sehingga mereka memiliki sistem berpikir. Fisika merupakan salah satu cabang IPA yang mendasari perkembangan teknologi maju dan konsep hidup harmonis dengan alam. Sebagai ilmu yang mempelajari fenomena alam. Pengelolaan sumber daya alam dan lingkungan serta pengurangan dampak bencana alam tidak akan berjalan secara optimal tanpa pemahaman yang baik tentang fisika (Permendiknas No. dan keyakinan yang diwariskan masyarakatnya dan mengembangkan warisan tersebut ke arah yang sesuai untuk kehidupan masa kini dan masa mendatang. Penggunaan demonstrasi serta pertanyaan – pertanyaan akan merangsang otak siswa sehingga lebih mudah menyimpan dan mengingat apa yang telah dipelajari. Latar Belakang Pendidikan merupakan upaya terencana dalam mengembangkan potensi peserta didik. moral. 2010) jika tidak ada retensi. Strategi Menumbuhkan Kemampuan Berpikir Dalam Pembelajaran Fisika STRATEGI MENUMBUHKAN KEMAMPUAN BERPIKIR DALAM PEMBELAJARAN FISIKA BAB I PENDAHULUAN A. Menurut James Dese (dalam Rahman. Lulusan suatu lembaga pendidikan yang berkualitas . Indonesia sebagai negara berkembang tentunya selalu berupaya meningkatkan kualitas mutu pendidikannya. nilai. 24 Tahun 2006).

pendidikan di Indonesia memprihatinkan. Dalam penyelenggaraan pendidikan di sekolah yang melibatkan guru sebagai pendidik. Sehubungan dengan latar belakang masalah di atas maka penulis merasa tertarik untukmenulis makalah dengan judul “Strategi Menumbuhkan Kemampuan Berpikir Dalam Pembelajaran Fisika”.0 (Depdiknas.dapat diukur dari kemampuan lembaga dalam melaksanakan pendidikan di sekolah. dan siswa sebagai peserta didik diwujudkan dengan sadarnya interaksi belajar mengajar atau proses pembelajaran. bekerja dan bersikap ilmiah serta berkomunikasi sebagai salah satu aspek penting kecakapan hidup (Permendiknas No. Model pembelajaran merupakan sebuah perencanaan untuk mencapai suatu tujuan pembelajaran tertentu. fisika dipandang penting untuk diajarkan sebagai mata pelajaran tersendiri dengan beberapa pertimbangan. Dengan kata lain. guru dengan sadar merencanakan kegiatan pengajarannya secara sistematis dan berpedoman pada seperangkat aturan dan rencana tentang pendidikan yang dikemas berdasarkan kurikulum. 24 Tahun 2006). Pada tingkat SMA/MA. . Dalam aspek kualitas. Pertama. Pembelajaran fisika dilaksanakan secara inkuiri ilmiah untuk menumbuhkan kemampuan berpikir. Yang berarti bahwa arah terakhir dari sebuah model pembelajaran adalah keberhasilan dari tujuan pembelajaran. antara lain. guru tidak memberikan kesempatan kepada siswanya untuk mengkontruksi pengetahuan IPA nya yang akan menjadi milik siswa sendiri. Kedua. Rata-rata NEM nasional tingkat SLTP dan SLTA untuk semua mata pelajaran yang “diebtanaskan” (kecuali PPKn) dalam empat tahun terakhir selalu dibawah 6. terdapat petunjuk yang menyokong bahwa kebanyakan guru mengajar dengan tidak memperhatikan kemampuan berpikir siswa atau tidak mengajar secara bermakna (Wardani. Dalam konteks penyelenggaraan ini. Hal ini tercermin. Selanjutnya. 2001). Hal ini tercermin antara lain dari ukuran Humen Development Index (HDI) yang menunjukan rendahnya kualitas SDM Indonesia yang berada pada tingkat memprihatinkan. 2002). pemahaman dan sejumlah kemampuan yang dipersyaratkan untuk memasuki jenjang pendidikan yang lebih tinggi serta mengembangkan ilmu dan teknologi. mata pelajaran Fisika dimaksudkan sebagai wahana untuk menumbuhkan kemampuan berpikir yang berguna untuk memecahkan masalah di dalam kehidupan sehari-hari. mata pelajaran Fisika perlu diajarkan untuk tujuan yang lebih khusus yaitu membekali peserta didik pengetahuan. dari peringkat 109 dari 174 negara yang diukur (Depdiknas. 1998). selain memberikan bekal ilmu kepada peserta didik.

Apa Devenisi. Rumusan Masalah Berdasarkan pada latar belakang diatas. dan Tahapan – Tahapan dari Strategi Pembelajaran Peningkatan Kemampuan Berpikir (SPPKB). KARAKTERISTIK. Sebagai bahan informasi bagi penulis sendiri dan dapat dijadikan pedoman dalam proses belajar mengajar Fisika. Tujuan Penulisan Dari rumusan masalah diatas maka tujuan yang ingin dicapai dalam 1.? 3. Sebagai bahan informasi bagi guru. .B. Mengetahui apa itu pembelajaran fisika. dan Tahapan – Tahapan dari Strategi Pembelajaran Peningkatan Kemampuan Berpikir (SPPKB). 3. Karakteristik. DEVENISI. 2. Mengetahui Bagaimana Cara Strategi Menumbuhkan Kemampuan Berpikir Dalam Pembelajaran Fisika. khususnya Fisika untuk meningkatkan kualitas sebagai tenaga pengajar agar menjadi pengajar yang profesional. 2. D. yaitu sebagai berikut: 1. DAN TAHAPAN – TAHAPAN DARISTRATEGI PEMBELAJARAN PENINGKATAN KEMAMPUAN BERPIKIR(SPPKB). maka penulis bermaksud mengelompokan rumusan masalah agar tidak terjadi kesimpangsiuran dalam membahas permasalahan terkait dengan “Strategi Menumbuhkan Kemampuan Berpikir Dalam Pembelajaran Fisika”. BAB II PEMBAHASAN A. Bagaimana Cara Strategi Menumbuhkan Kemampuan Berpikir Dalam Pembelajaran Fisika. Apa itu pembelajaran fisika. Karakteristik. penulisan makalah ini adalah untuk : Mengetahui Devenisi.? C.? 2. Manfaat Penulisan Setelah menyelesaikan penulisan makalah ini manfaat yang diharapkan oleh penulis adalah: 1.

2008). bahwa strategi pada dasarnya masih bersifat konseptual tentang keputusan-keputusan yang akan diambil dalam suatu pelaksanaan pembelajaran.2009:226). dengan mengutip pemikiran J. Kemampuan berpikir memerlukan kemampuan mengingat dan memahami. Dengan suatu pertanyaan guru. Proses . Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (2005). bertanya dan mendengar. Sementara Strategi Pembelajaran Peningkatan Kemampuan Berpikir (SPPKB) merupakan strategi pembelajaran yang bertumpu kepada pengembangan kemampuan berpikir siswa melalui telaah fakta – fakta atau pengalaman anak sebagai bahan untuk memecahkan masalah yang diajukan. mengarahkan.1. menuntun dan menggali. tetapi siswa dibimbing untuk menemukan sendiri konsep yang harus dikuasai melalui proses dialogis yang terus-menerus dengan memanfaatkan pengalaman siswa (Sanjaya. R David. Menurut Zubaidah (2007:35) dengan memberdayakan kemampuan berpikir melalui pertanyaan. Pembelajaran yang berpusat pada siswa sejalan dengan kurikulum tingkat satuan pendidikan (KTSP) yang merupakan kurikulum berbasis kompetensi dimana dalam proses pembelajaran berpusat pada siswa dengan guru bertindak sebagai fasilitator. Untuk itu dalam proses pembelajaran guru dituntut untuk dapat mengembangkan kemampuan bertanya untuk melacak. memancing. berpikir adalah proses menggunakan akal budi untuk mempertimbangkan dan memutuskan sesuatu. Jadi dapat disimpulkan bahwa Strategi Pembelajaran Peningkatan Kemampuan Berpikir adalah strategi pembelajaran yang menekankan kepada kemampuan berpikir siswa dengan pemberian pertanyaan – pertanyaan yang memacu anak untuk berpikir sehingga dapat menemukan konsep sendiri. Materi pelajaran yang diberikan tidak disajikan begitu saja kepada siswa. Pengertian Strategi Pembelajaran Peningkatan Kemampuan Berpikir (SPPKB) Strategi pembelajaran adalah suatu kegiatan pembelajaran yang harus dikerjakan guru dan siswa agar tujuan pembelajaran dapat dicapai secara efektif dan efisien Wina Senjaya. siswa dapat belajar berpikir dengan cara berpikir. Sedangkan menurut Wahyana (1986:62) salah satu bentuk komunikasi adalah bentuk verbal. oleh sebab itu kemampuan mengingat adalah bagian terpenting dalam mengembangkan kemampuan berpikir. Wina Senjaya (2008) menyebutkan bahwa dalam strategi pembelajaran terkandung makna perencanaan. Artinya. Selanjutnya. Pertanyaan – pertanyaan yang timbul dalam pikiran siswa tersebut menunjukkan bahwa semakin berkembangnya penalaran siswa. dan menjadi sensitif karena kemampuannya. memperoleh kesempatan untuk belajar kreatif supaya menjadi kreatif. Proses dialogis ini dapat diciptakan guru dengan memberikan pertanyaan – pertanyaan kepada siswa. memberi informasi. di samping siswa aktif menjawab pertanyaan ternyata hal tersebut memicu timbulnya pertanyaan – pertanyaan baru.

b. SPPKBadalah model pembelajaran yang bertumpu pada pengembangan kemampuan berpikir. SPPKB memiliki tiga karakteristik utama . akan tetapi bagaimana siswa dapat mengembangkan gagasan-gagasan dan ide-ide melalui kemampuan berbahasa secara verbal sesuai dengan taraf perkembangan anak. Proses belajar diarahkan untuk meningkatkan kemampuan berpikir. Menurut Joyce dan Weil (1996) model pembelajaran dikelompokkan menjadi empat jenis yaitu model interaksi sosial. model pemrosesan informasi. 2009:231-232) 3. SPPKB dibangun dalam suasana dialogis dan proses tanya jawab secara terus – menerus. Karakteristik Strategi Pembelajaran Peningkatan Kemampuan Berpikir (SPPKB) Sebagai strategi Pembelajaran yang diarahkan untuk mengembangkan kemampuan berpikir. SPPKB bukan hanya menuntut siswa mendengar dan mencatat. (Arifin et al. tetapi menghendaki aktivitas siswa dalam proses berpikir. Proses pembelajaran melalui dialog dan tanya jawab itu diarahkan untuk memperbaiki dan meningkatkan kemampuan berpikir siswa sehingga dapat membantu siswa untuk memperoleh pengetahuan yang mereka konstruksi sendiri. yaitu : . Proses pembelajaran suatu topik dapat dikemas dalam suatu bentuk model pembelajaran. sedangkan sisi hasil belajar diarahkan untuk mengkonstruksi pengetahuan atau penguasaan materi pembelajaran baru. 2003) 2. Proses pembelajaran melalui SPPKB menekankan pada mental siswa secara maksimal. c. serta kemampuan menggunakan kembali informasi tersebut untuk kepentingan penyelesaian masalah. model pengembangan kepribadian. dan model modifikasi perilaku. 2003). yaitu : a. Model pemrosesan informasi menekankan pada peningkatan kemampuan siswa dalam memproses informasi. dalam arti bagaimana siswa menangkap stimulus yang ada dan menyimpannya sebagai informasi yang bermakna bagi dirinya dalam memori jangka pendek dan jangka panjang.pembelajaran sendiri merupakan interaksi komunikasi aktif antara siswa dengan guru dalam kegiatan pendidikan yang didalamnya teradapat kegiatan belajar siswa dan kegiatan mengajar guru yang berlangsung bersamaan dalam kurun waktu yang sama (Arifin et al. Setiap kegiatan belajar yang berlangsung disebabkan dorongan mental yang diatur oleh otak. (Sanjaya. SPPKB menyandarkan pada dua sisi yang sama pentingnya. yaitu sisi proses dan hasil belajar. Tahapan – Tahapan pembelajaran SPPKB Penerapan SPPKB memiliki 6 tahapan. artinya tujuan yang ingin dicapai oleh SPPKB bukan sekadar siswa dapat menguasai sejumlah materi pelajaran.

Tahap Akomodasi Tahap akomodasi adalah tahapan pembentukan pengetahuan baru melalui proses penyimpulan. 4. Tahap transfer dimaksudkan agar siswa mampu mentransfer kemampuan berpikirnya untuk memecahkan masalah – masalah baru. 6. 5. Melalui tahapan inkuiri. Tahap Inkuiri Tahap inkuiri adalah tahap terpenting dalam SPPKB. Pemahaman siswa terhadap arah dan tujuan yang harus dicapai dalam proses pembelajaran sangat menentukan keberhasilan SPPKB. Pada tahap ini siswa dituntut untuk dapat menemukan kata – kata kunci sesuai dengan topik atau tema pembelajaran. 2. memberikan argumentasi yang meyakinkan. Tahap Konfrontasi Tahap konfrontasi adalah tahapan penyajian persoalan yang harus dipecahkan sesuai dengan tingkat kemampuan dan pengalaman siswa. karena pada tahap ini siswa diarahkan untuk mampu mengungkapkan kembali pembahasan yang dianggap penting dalam proses pembelajaran. Untuk itulah dialog yang dikembangkan guru pada tahapan ini harus mampu menggugah dan menumbuhkan minat belajar siswa. Tahap orientasi dilakukan dengan menjelaskan tujuan pembelajaran dan menjelaskan proses pembelajaran yang harus dilakukan siswa. Tahap akomodasi bisa juga disebut sebagai tahap pemantapan hasil belajar. mengembangkan gagasan dan lain sebagainya. 3. . Pada tahap ini guru harus dapat mengembangkan dialog agar siswa benar – benar mamahami persoalan yang harus dipecahkan. mengungkap fakta sesuai dengan pengalamannya. Pada tahap inilah siswa belajar berpikir dengan sesungguhnya. Tahap Transfer Tahap transfer adalah tahap penyajian masalah baru yang sepadan dengan masalah yang disajikan.1. Tahap Orientasi Pada tahap ini guru mengkondisikan siswa pada posisi siap untuk melakukan pembelajaran. siswa diajak untuk memecahkan persoalan yang dihadapi. Melalui tahapan ini guru mengembangkan dialog dan tanya jawab untuk mengungkap pengalaman apa saja yang telah dimiliki siswa yang dianggap relevan dengan tema yang akan dikaji. Tahap Pelacakan Tahapan pelacakan adalah tahapan penjajakan untuk memahami pengalaman dan kemampuan dasar siswa sesuai dengan tema atau pokok persoalan yang akan dibicarakan. Dengan berbekal pemahaman itulah selanjutnya guru menentukan bagaimana ia harus mengembangkan dialog dan tanya jawab pada tahapan – tahapan selanjutnya. Melalui berbagai teknik bertanya guru harus dapat menumbuhkan keberanian siswa agar mereka dapat menjelaskan.

pandangan kebanyakan orang. dan fisika sebagai proses (“a way of investigating”). IPA sebagai sikap untuk pengganti pernyataan IPA sebagai cara atau jalan berpikir (“a way of thinking”). cara atau jalan berpikir (“a way of thinking”). melainkan masing-masing hanya merupakan salah satu dari tiga hakekat IPA dalam pernyataan itu. Dengan mengacu kepada pernyataan ini ternyata bahwa. maka sampai pada tahap ini kita dapat menyamakan persepsi bahwa hakekat fisika adalah sama dengan hakekat IPA atau sains.(Sanjaya. Pembelajaran Fisika Collette dan Chiappetta (1994) menyatakan bahwa “sains pada hakekatnya merupakan sebuah kumpulan pengetahuan (“a body of knowledge”). dan cara untuk penyelidikan (“a way of investigating”)”. pernyataan Collette dan Chiappetta di atas merupakan pandangan yang komprehensif atas hakekat IPA atau sains. 2009:234-236) B. Istilah lain yang juga digunakan untuk menyatakan hakekat IPA adalah IPA sebagaiproduk untuk pengganti pernyataan IPA sebagai sebuah kumpulan pengetahuan (“a body of knowledge”). dan pandangan para ahli filsapat yang dikemukakan di atas tidaklah salah. pandangan para ilmuwan. Karena fisika merupakan bagian dari IPA atau sains. Dengan demikian dapat dikatakan sebaliknya bahwa. Secara umum hakikat fisika dapat dijelaskan dalam bagan berikut: . dan IPA sebagai proses untuk pengganti pernyataan IPA sebagai cara untuk penyelidikan (“a way of investigating”). hakekat fisika adalah sebagai produk (“a body of knowledge”). fisika sebagai sikap (“a way of thinking”).

sehingga kata proses pengajaran diganti dengan proses pembelajaran. Selama ini sering terjadi dimana-mana bahwa prose “belajar dan mengajar” guru aktif dan memang kegiatan “belajar dan mengajar” berpusat pada guru atau “teacher centered”. kata mengajar dianggap lebih menekankan kepada kegiatan guru melaksanakan tugas mengajar. Sebelum sampai kepa latihan praktek membuat rencana pembelajaran fisika dan mengsimulasikan serta mengimplementasikannya. kata mengajar ditujukan kepada guru yang melaksanakan tugas mengajar di kelas. dan pengajaran ditujukan kepada proses belajar dan mengajar yang terjadi di dalam kelas. atau bahkan mungkin memang disebabkan oleh pandangan itu. Kata belajar ditujukan kepada siswa atau peserta didik. Dahulu kata kerja yang digunakan untuk kata dasar ajar adalah belajar. terlebih dahulu marilah kita pahami terlebih dahulu apa dan bagaimana itu pemebajaran fisika. Kata-kata itu sangat berjaya dan bertuah pada massanya. Pemahaman atas isi paparan itu diharapkan menjadi latar belakang dan modal yang cukup berarti bagi guru untuk memahami pembelajaran fisika sehingga mampu merencanakan dan melaksanakan serta mengevaluasi pembelajaran fisika yang berkualitas baik. tetapi bagian yang tidak cukup menggembirakan atau bahkan justru malah menyedihkan atau mengecewakan adalah ketika dalam keberjayaan dan kebertuahan kata-kata itu muncul anggapan atau pandangan yang cukup umum dikalangan pendidik pada umumnya dan guru pada khususnya bahwa “mengajar adalah mentransfer pengetahuan dari guru kepada siswa”. melainkan terletak pada pelaksanaan proses “belajar dan mengajar” yang senada dengan pandangan itu. Oleh sebab itu kita kata pengajaran diganti dengan pembelajaran. Masalahnya buka terletak pada keliru atau tidaknya pandangan itu. siswa pasif. mengajar dan pengajaran.Gambar 01: Hakikat Fisika Sebelum ini telah dipaparkan secara cukup rinsi namun sangat singkat mengenai hakekat fisika sebagai bagian dai IPA atau sains dan teori-teori belajar. metoda ceramah cukup bahkan lebih mendominasi. oleh sebab itu . dan pemanfaatan sumber dan lingkungan belajar yang rendah.

Pada pokoknya guru melaksanakan tugas pembelajaran fisika di dalam kelas. dan istilah pengajar diganti dengan istilah pembelajar. Itulah pembelajaran yang dapat dianggap berhasil. para ahli dan praktisi pendidik IPA telah banyak menerapkan. Dengan memahami hakekat fisika sebagai prodak. penulis yakin kita pun akan menganggap bahwa pembelajaran yang berupa hanya pemberian informasi adalah keliru. Sampai pada tahap ini kiranya cukup jelas bahwa yang dimaksud dengan pembelajaran fisika adalah proses menjadikan anak atau siswa belajar fisika. Jika kita memandang bahwa materi ajar adalah tujuan utama proses pembelajaran. tujuan dan hasil belajar yang diharapkan. sikap dan keterampilan proses siswa. serta cara mengevaluasi proses dan hasil pembelajaran. dan lulusan kita mungkin akan kalah bersaing dalam hal kemampuan berpikir. Dalam rangka meningkatkan kualitas prose dan hasil pembelajaran. peserta didik atau siswa yang akan mengikuti pelajaran. .diganti dengan membelajarkan. Pada bagian ini kita akan membicarakan pembelajaran fisika dengan mempertimbangan masukan utama berupa pemahaman atas hakekat fisika sebagai bagian dari sains dan pemahaman atas peserta didik dan cara mereka belajar. proses dan sikap. mengembangkan dan memperkenalkan model-model pembelajaran yang sesuai dengan hakekat dan kerakteristik ilmu pengetahuan alam termasuk fisika di dalamnya. Untuk menciptakan pembelajaran fisika yang baik dan berhasil itu. Dalam model tersebut juga tergambar secara eksplisit kegiatan guru dan siswa selama proses pembelajaran berlangsung. namum jika berhasil bukan tidak mungkin hal itu menyebabkan \siwa aktif belajat fisika di dalam maupun di luar kelas. Yang dimaksud dengan model pembelajaran disini adalah rencana pembelajaran yang mengandung pedoman konseptual dan akademis untuk melaksanakan dan mengevaluasi proses pembelajaran. sikap dan ketampilan proses. dan kita pun akan sejalan dengan para ahli dan praktisi pendidikan yang lain untuk mengubah proses pembelajaran yang hanya mengutamakan pemberian informasi menjadi proses pembelajaran yang juga mementingkan pengembangan ketrampilan berpikir. maka semakin lama kurikulum akan semakin tidak terselesaikan karena materi fisika selalu bertambah dengan penemuan-penemuan baru. Oleh sebab itu kurikulum yang semula berbasis isi (content base curriculum) dikembangkan menjadi kurikulum berbasis kompetensi (competence base curriculum). maka guru perlu memahami dengan baik terlebih dahulu materi ajar yang harus disampaikan.

Dengan munculnya kurikulum berbasis kompetensi ini. berpikir reflektif yang terfokus pada keputusan untuk mempercayai dan melakukannya (Ennis. dari proses pembelajaran yang bersifat teacher centered menjadi proses pembelajaran yang bersifat student centered. berinteraksi dengan orang lain). 1986. bertanya dan menjawab pertanyaan tentang suatu penjelasan). C. rumpun model pembelajaran individual (pribadi). Dalam bukunya Models of Teaching. 5. Disebutkan Ennis (1985). membuat dan menentukan nilai pertimbangan). menganalisis pertanyaan. 1993. Memberikan penjelasan secara sederhana (meliputi: memfokuskan pertanyaan. 4. yaitu: 1. ada 12 indikator kemampuaan berpikir kritis yang dikelompokkan menjadi 5 aspek kemampuan berpikir kritis. 3. Membangun keterampilan dasar (meliputi: mempertimbangkan apakah sumber dapat dipercaya atau tidak. yaitu rumpul model pembelajaran pengolahan informasi. 1994). . Memberikan penjelasan lanjut (meliputi: mendefinisikan istilah dan pertimbangan definisi dalam tiga dimensi. STRATEGI MENUMBUHKAN KEMAMPUAN BERPIKIR DALAM PEMBELAJARAN FISIKA Pada dasarnya berpikir kritis merupakan suatu hal yang masuk akal (reasonable). rumpun model pembelajaran interaksi soasial. Menyimpulkan (meliputi: mendeduksi dan mempertimbangkan hasil deduksi. Mengatur strategi dan taktik (meliputi: menentukan tindakan. Joice dan Weil (1980) menggolongkan model-model pembelajaran ke dalam empat rumpun model pembelajaran. 1988). mencari bukti yang valid dan mecapai kesimpulan yang logis (Marzano et al. 2. Ennis. proses dan sikap. namun beikut ini akan dikemukakan sebagian saja yang penulis anggap lebih tepat menjadi model pembelajaran fisika sesuai dengan hakekat fisika sebagai bagian dari sains yaitu fisika sebagai produk. maka mau tidak mau proses pembelajaran harus bergeser dari proses pembelajaran yang mengutamakan pencapaian materi ajar menjadi proses pembelajaran yang juga mengutamakan pencapaian kompetensi minimal. mengamati dan mempertimbangkan suatu laporan hasil observasi). King. dan rumpun model pembelajaran perilaku. mengidentifikasi asumsi). Berpikir dikatakan masuk akal apabila pemikir berusaha menganalisis argumen secara hati-hati. Kemampuan berpikir kritis dapat diberdayakan dengan memhami aspek-aspek yang berkaitan dengan konsepsi berpikir kritis. menginduksi dan mempertimbangkan hasil induksi. Banyak sekali model-model pembelajaran yang bersifat student centered.

Senada dengan hal ini. dan Tipe Kecerdasan Siswa. Kemampuan ini akan berkembang dengan baik apabila secara sengaja dikembangkan. sama halnya dengan melatihkan keterampilan motorik. 2005:100) menerangkan bahwa seorang anak akan berpikir sepanjang ia berbuat. yaitu proses belajar sesuatu. Kemampuan ini tidak dapat berkembang dengan sendirinya seiring dengan perjalanan usia seseorang. Dalam kegiatan belajar mengajar. problem based learning. Lawson. . diskusi dan praktik. kedua aktivitas tersebut harus selalu terkait. Aktivitas belajar tersebut juga dapat diketahui oleh guru dari perlakukan siswa terhadap bahan belajar.cooperative learning (Corebima. Itulah sebabnya aktivitas merupakan prinsip atau asas yang sangat penting di dalam pembelajaran.Thinking Empowerment by Questioning (TEQ). 2000). 2008). Secara rinci masing-masing hal mempengaruhi tersebut dijelaskan sebagai berikut : 1. menulis. Pemberdayaan kemampuan berpikir kritis dapat dilakukan oleh guru dengan pembelajaran menggunakan strategi-strategi pembelajaran konstruktivistik yang berpotensi memberdayakan kemampuan berpikir kritis. tetapi harus dilatihkan melalui beberapa konsep dan strategi belajar. tanpa perbuatan seorang anak tidak akan berpikir sehingga anak harus diberi kesempatan untuk melakukan suatu perbuatan sendiri agar ia senantiasa berpikir sendiri. Kemampuan berpikir kritis merupakan alat yang dipergunakan dalam proses penguasaan konsep karena pengetahuan konseptual merupakan akibat dari proses konstruktif. Penner (1995) menjelaskan bahwa berpikir kritis tidak dapat dilatihkan sekaligus dalam satu konsep saja. Dimyati dan Mudjiono (2002:236) berpendapat bahwa aktivitas belajar dialami oleh siswa sebagai suatu proses. Kemampuan berpikir ilmiah merupakan alat esensial bagi semua orang selama perjalanan hidupnya (Lawson. Aktivitas belajar siswa Aktivitas belajar siswa merupakan segala tingkah laku siswa pada saat mengikuti pembelajaran. project based learning. Menurut Sardiman (2005:100) aktivitas belajar adalah aktivitas yang bersifat fisik ataupun mental. Khusus cooperative learning terdapat bermacam-macam tipe yang dapat digunakan dalam pembelajaran untuk memberdayakan kemampuan berpikir kritis. Lebih lanjut disampaikan oleh Marzano (1993) bahwa membelajarkan berpikir kritis dapat dilakukan guru melalui tanya jawab. 1993. Jadi. kerja sama. Cara Menumbuhkan Kemampuan Berpikir Dalam Pembelajaran Fisika secara umum dipengaruhi oleh Aktivitas belajar siswa. Retensi Hasil Belajar siswa. seperti inquiry based learning.Pembelajaran biologi seyoganya mengembangkan dan memberdayakan kemampuan berpikir kritis. Piaget (dalam Sardiman.

maka pengertian retensi hasil belajar fisika adalah kemampuan siswa untuk mengingat kembali konsep-konsep fisika yang telah dipelajari. diagram. Menurut Dahar (1989:145) retensi adalah bertahannya materi yang telah dipelajari (jadi tidak dilupakan). Untuk mengetahui retensi hasil belajar siswa maka dilaksanakan tes yang dikenal dengan tes tunda yang dilaksanakan satu minggu setelah seluruh proses belajar mengajar selesai dilaksanakan. merumuskan. Listening activities. laporan. dan menghadapi lingkungannya secara . maka proses belajar siswa tidak berlangsung dengan baik dan sebaliknya jika tidak belajar maka tidak akan ada retensi. pekerjaan orang lain. Tipe Kecerdasan Siswa Menurut David Wechsler. mengambil keputusan. meliputi menulis cerita. Emotional activities. mengemukakan pendapat. inteligensi adalah kemampuan untuk bertindak secara terarah. Retensi merupakan fase dalam satu tindakan belajar di mana informasi yang diperoleh harus dipindahkan dari memori jangka pendek ke memori jangka panjang. 2. 2010) jika tidak ada retensi. membuat konstruksi. tenang. 7. Mental activities. 6. meliputi menangggapi. Penggunaan demonstrasi serta pertanyaan – pertanyaan akan merangsang otak siswa sehingga lebih mudah menyimpan dan mengingat apa yang telah dipelajari. memberi saran. Motor activities. pidato. berternak. Oral activities. mereparasi. membuat grafik. berkebun. melihat hubungan. memecahkan soal. percobaan. diskusi. 2. Drawing activities. 1999:56). musik. bermain. mengadakan wawancara. Retensi Hasil Belajar Retensi adalah apa yang tertinggal dan dapat diingat kembali setelah seseorang mempelajari sesuatu (Soekamto.Paul B. 3. Menurut James Dese (dalam Rahman. angket. menganalisis. interupsi. gembira. 8. dan gugup. Writing activities. visual activities meliputi membaca. meliputi menaruh minat. 5. meliputi uraian. Penggunaan Strategi Pembelajaran Peningkatan Kemampuan Berpikir dalam pembelajaran fisika melibatkan siswa secara langsung selama proses pembelajaran. model. mengingat. diskusi. meliputi menggambar. merasa bosan. peta. menyalin. 4. percakapan. 3. semangat. meliputi menyatakan. bergairah. Diedrich dalam Sardiman (2005:101) membuat suatu daftar yang berisi 177 macam kegiatan siswa yang antara lain dapat digolongkan sebagai berikut: 1. meliputi melakukan percobaan. Berdasarkan uraian di atas. berpikir secara rasional. memperhatikan gambar demonstrasi. karangan. bertanya.

Howard Gardner (1993) menegaskan bahwa skala kecerdasan yang selama ini dipakai. mengategori. kecerdasan bahasa. Oleh karena itu. misalnya menyusun hipotesis. Anak-anak dengan kecerdasan matematika dan logika yang tinggi cenderung menyenangi kegiatan analisis dan mempelajari sebab akibat terjadinya sesuatu. secara garis besar dapat disimpulkan bahwa inteligensi adalah suatu kemampuan mental yang melibatkan proses berpikir secara rasional. Menurut Gardner. Mereka menyenangi cara berpikir yang konseptual.efektif. kemampuan berpikir menurut aturan logika dan menganalisis pola angka-angka. kecerdasan interpersonal. kecerdasan kinestetik. inteligensi tidak dapat diamati secara langsung. serta memecahkan masalah melalui kemampuan berpikir. Secara rinci masing-masing kecerdasaan tersebut dijelaskan sebagai berikut : 1. kecerdasan musikal. melainkan harus disimpulkan dari berbagai tindakan nyata yang merupakan manifestasi dari proses berpikir rasional itu. Anak-anak ini cenderung . dan mengklasifikasi apa yang dihadapinya. kecerdasan visual spasial. Kecerdasan matematika dan logika atau cerdas angka Memuat kemampuan seorang anak berpikir secara induktif dan deduktif. kecerdasan seseorang meliputi unsur-unsur kecerdasan matematika logika. ternyata memiliki banyak keterbatasan sehingga kurang dapat meramalkan kinerja yang sukses untuk masa depan seseorang. kecerdasan intrapersonal. dan kecerdasan naturalis. Teori Multiple Intelligences bertujuan untuk mentransformasikan sekolah agar kelak sekolah dapat mengakomodasi setiap siswa dengan berbagai macam pola pikirnya yang unik.

penyair. Saat dewasa mereka dapat menjadi penyanyi. dan profesi-profesi lain yang banyak melibatkan bahasa dan kata-kata. Dalam hal kemampuan menguasai bahasa baru. 4. dan bidang-bidang lain yang berhubungan dengan musik. 2. mulai dari senandung yang mereka lakukan sendiri. Mereka cenderung lebih mudah belajar dengan cara mendengarkan dan verbalisasi. dan setelah dewasa menjadi insinyur. Kecerdasan musikal atau cerdas musik Memuat kemampuan seorang anak untuk peka terhadap suara-suara nonverbal yang berada di sekelilingnya. Anak-anak yang cerdas angka juga sangat menyukai permainan yang melibatkan kemampuan berpikir aktif seperti catur dan bermain teka-teki. pengarang. penerjemah. atau memainkan alat musik sendiri. ahli teknik. pemain musik. 3. kaset. ahli statistik. Anak-anak ini cenderung memiliki daya ingat yang kuat akan nama-nama orang. Pada saat dewasa biasanya mereka akan menjadi presenter. wartawan. Bila kurang memahami. dan menyusun kata mutiara. Anak-anak ini memiliki kemampuan menciptakan imajinasi bentuk dalam pikirannya.menyukai aktivitas berhitung dan memiliki kecepatan yang tinggi dalam menyelesaikan problem matematika. membuat puisi. Kecerdasan visual spasial atau cerdas gambar Memuat kemampuan seorang anak untuk memahami secara lebih mendalam mengenai hubungan antara objek dan ruang. istilah-istilah baru. Anak-anak ini senang sekali mendengar nada-nada dan irama yang indah. Setelah remaja biasanya mereka cenderung menggeluti bidang matematika atau IPA. dan pekerjaanpekerjaan yang banyak melibatkan angka. mereka cenderung bertanya dan mencari jawaban atas hal yang kurang dipahaminya. Mereka lebih mudah mengingat sesuatu dengan musik. Anak-anak dengan kemampuan bahasa yang tinggi umumnya ditandai dengan kesenangannya pada kegiatan yang berkaitan dengan bahasa seperti membaca. maupun hal-hal yang sifatnya detail. anak-anak ini umumnya memiliki kemampuan yang lebih tinggi dibandingkan dengan anak-anak lainnya. dari radio. Kecerdasan bahasa atau cerdas kata Memuat kemampuan seorang anak untuk menggunakan bahasa dan kata-kata baik secara lisan maupun tulisan dalam berbagai bentuk yang berbeda untuk mengekspresikan gagasannya. atau menciptakan bentuk-bentuk tiga . dalam hal ini adalah nada dan irama. menonton orkestra. komposer pencipta lagu.

5. public relation. 8. senang mengintropeksi diri. gunung. dan cabang-cabang olah raga lainnya. misalnya senang berada di lingkungan alam terbuka seperti cagar alam. Saat dewasa biasanya mereka akan menjadi ahli filsafat. dan profesi lain yang berkaitan dengan seni visual. basket. Hal ini dapat dijumpai pada anak-anak yang unggul dalam bidang olah raga. arsitek. desainer. mengorganisasi. Mereka cenderung suka mengobservasi lingkungan alam seperti aneka macam bebatuan. Mereka cenderung memahami dan berinteraksi dengan orang lain sehingga mudah dalam bersosialisasi dengan lingkungan di sekelilingnya. renang. 6. menangani perselisihan antar teman. 7. dimana seorang anak mampu menjalin persahabatan yang akrab dengan temantemannya. pantai. direktur. Saat dewasa mereka dapat menjadi pecinta alam. Kecerdasan inter personal atau cerdas teman Memuat kemampuan seorang anak untuk peka terhadap perasaan orang lain. manajer. flora dan fauna. dan hutan. bermain sulap. mengoreksi kekurangan maupun kelemahannya dan kemudian mencoba untuk memperbaiki dirinya sendiri. tenis. pelukis. Kecerdasan ini disebut juga kecerdasan sosial. pecinta lingkungan. bahkan benda-benda di ruang angkasa. ahli geologi. Kecerdasan kinestetik atau cerdas gerak Memuat kemampuan seorang anak untuk secara aktif menggunakan bagian-bagian atau seluruh tubuhnya untuk berkomunikasi dan memecahkan berbagai masalah. Mereka cenderung mampu mengenali kekuatan atau kelemahan dirinya sendiri. bahkan menteri atau presiden. Kecerdasan naturalis atau cerdas alam Memuat kemampuan seorang anak untuk peka terhadap lingkungan alam. misalnya bulu tangkis. Kecerdasan intra personal atau cerdas diri Memuat kemampuan seorang anak untuk peka terhadap perasaan dirinya sendiri. dan memperoleh simpati dari anak yang lain. merenung dan berdialog dengan dirinya sendiri. dan aktivitas-aktivitas lain yang berhubungan dengan alam dan lingkungan. dan kemampuan-kemampuan lain yang melibatkan keterampilan gerak tubuh. penyayang binatang. atau seniman. Setelah dewasa biasanya mereka akan menjadi pemahat. sepak bola. . Setelah dewasa mereka dapat menjadi aktivis dalam organisasi. penyair.dimensi. ahli astronomi. akrobat. pemimpin. Beberapa di antara mereka cenderung menyenangi kesendirian dan kesunyian. atau bisa pula terlihat pada mereka yang unggul dalam menari. termasuk berkemampuan memimpin.

Model. dan metode yang dikembangkan hendaknya memungkinkan terjadinya pembelajaran yang berpusat pada mahasiswa. Oleh karena itu diperlukan kesungguhan dari orang tua dan pendidik untuk secara tekun dan rendah hati mengamati dan memahami potensi anak atau murid dengan segala kelebihan maupun kekurangannya. Strategi. Tingkat kecerdasan (Intelegensi) ditentukan oleh bakat bawaan berdasarkan gen yang diturunkan dari orang tuanya. Jadi mudah dipahami bahwa kecerdasan adalah pemandu bagi kita untuk mencapai sasaran-sasaran kita secara efektif dan efisien. Kecerdasan merupakan suatu kemampuan untuk memahami informasi yang membentuk pengetahuan dan kesadaran. Kemampuan . Faktor lingkungan 3. Demikian pula sistem evaluasinya. Faktor bawaan atau keturunan 2. strategi. Secara umum intelegensi dapat dirumuskan sebagai. Kecerdasan sebagai kemampuan untuk memproses informasi sehingga masalahmasalah yang kita hadapi dapat dipecahkan (problem solved) dan dengan demikian pengetahuan pun bertambah.Dengan konsep Multiple Intelligences (Kecerdasan Ganda). atau hanya sekadar dilihat dari prestasi yang ditampilkan seorang anak melalui ulangan maupun ujian di sekolah belaka. Kemampuan memecahkan masalah yang muncul dalam kehidupan nyata. Inteligensi dan Kreativitas BAB III PENUTUP A. belajar aktif (active learning). Kesimpulan Pembelajaran fisika dasar bagi calon guru hendaknya dimulai dengan mengidentifikasi kemampuan-kemampuan fisika yang dapat dikembangkan dari topiktopik yang akan diajarkan. bahwa seolah-olah kecerdasan hanya terbatas pada hasil tes intelegensi yang sempit saja. Pengukuran Inteligensi 5. mereka memerlukan lingkungan subur yang diciptakan untuk itu. dan metode pembelajaran hendaknya dirancang secara sengaja untuk mengembangkan kemampuan-kemampuan fisika yang telah teridentifikasi. dan memberikan pengalaman langsung (firsthand-experience) dalam pengembangan konsep-konsep dan prinsip-prinsip penting. Howard Gardner ingin mengoreksi keterbatasan cara berpikir yang konvensional mengenai kecerdasan. dan menghargai seriap bentuk kecerdasan yang berlainan. Inteligensi dan Bakat 6. Anak-anak unggul pada dasarnya tidak akan tumbuh dengan sendirinya. Inteligensi dan IQ 4. pendekatan. Adapun faktor-faktor yang mempengaruhi inteligensi adalah : 1.

Komitmen dan kemauan serta kegigihan seluruh stekkholder yang terlibat secara langsung dalam perses KBM (kegiatan belajar mengajar) pendidik dan peserta didik dalam mengaplikasikan Strategi Menumbuhkan Kemampuan Berpikir Dalam Pembelajaran Fisika. Kreativitas merupakan salah satu ciri dari perilaku yang inteligen karena kreativitas juga merupakan manifestasi dari suatu proses kognitif. . hubungan antara kreativitas dan inteligensi tidak selalu menunjukkan bukti-bukti yang memuaskan. dan Kemampuan menyiapkan atau menawarkan suatu layanan yang bermakna dalam kehidupan kultur tertentu. 2. telah dilakukan penelitian dan pengembangan model pembelajaran fisika dasar yang bertolak dari kemampuan-kemampuan Berpikir Dalam Pembelajaran Fisika. Walau ada anggapan bahwa kreativitas mempunyai hubungan yang bersifat kurva linear dengan inteligensi.melahirkan masalah baru untuk dipecahkan. Meskipun demikian. B. Saran Berdasarkan pada penjelasan sebelunya penulis bermaksud memberikan saran-saran yang inyah Allah tidak menyinggung perasaan pihak yang berwenang. Untuk mewujudkan pembelajaran fisika dasar yang sesuai dengan calon guru. tapi bukti-bukti yang diperoleh dari berbagai penelitian tidak mendukung hal itu. Yaitu: 1.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful