You are on page 1of 1

Gerakan Orang Berzakat Infak dan Shedekah

Pungut zakat dari kekayaan mereka, berarti kau membersihkan dan mensucikan mereka dengan zakat itu, kemudian doakanlah mereka, doamu itu sungguh memberikan kedamaian buat mereka. Allah Maha Mendengar, Maha Mengetahui.

Zakat, Infaq dan Sedekah MEMBEBASKAN Mereka dari KEMISKINAN


Mari Jadikan Dana Anda Lebih Bermakna dengan Menyumbangkan dana anda ke Rekening Gerakan Orang Berzakat, Infak dan Sedekah Insyaallah Amanah dan Berkah.

Info Utama

Intermezo

Bagaimana Bersedekah dengan Benar

BRI Syariah AC : 1001876755 (zakat) 1001876879 (infak/Sedekah).

Zakat, Infak, Sedekah

Gerakan Orang Berzakat Infak dan Sedekah


Daftar Nama Penyumbang Per September 2010

Daftar Donatur/Amil/Muzakki
NO 1 2 3 5 6 7 8 9 10 NAMA AMIL/MUZAKKI Abdullah Abdul Jafar Ahmad Muzani Agus Rahmat Hamba Allah Bani Azis Rafah Alfanani Oktaviani Agus Salim Muhammad Hafiz Muhammad Faiz Muhammad Zaid Muhammad Zamroni Hamba Allah Hamba Allah Hamba Allah Hamba Allah Hamba Allah Syaiful Azhar Qanita Muslimah Khadijja AlMakki Nisa Hidayati Total JUMLAH Rp. 2.000.000,Rp. 1.500.000,Rp. 1.000.000,Rp. 900.000,Rp. 900.000,Rp. 850.000,Rp. 800.000,Rp. 700.000,Rp. 700.000,Rp. 600.000,Rp. 600.000,Rp. 500.000,Rp. 500.000,Rp. 500.000,Rp. 400.000,Rp. 400.000,Rp. 400.000,Rp. 400.000,Rp. 300.000,Rp. 300.000,Rp. 300.000,Rp. 300.000,Rp. 20.000.00.,-

Misi Gozis untuk Sejahterakan Rakyat


JAKARTA (Suara Karya): Ketua Badan Pengurus Gerakan Orang Zakat, Infak, Sedekah, dan Wakaf (Gozis) DPP Partai Golkar Hajriyanto Y Thohari mengatakan, Gozis dibentuk sebagai wujud konkret gerakan sosial-kemasyarakatan untuk menyejahterakan rakyat. Gozis merupakan lembaga filantropi yang dimiliki Partai Golkar untuk menjadi ujung tombak pelaksanaan program-program kerja partai di bidang sosial, kata Hajriyanto Y Thohari saat berkunjung ke kantor redaksi Harian Umum Suara Karya (HUSK), di Jakarta, Rabu (13/10). Dalam kunjungannya itu, Hajriyanto, yang juga Wakil Ketua MPR, didampingi Wakil Sekretaris Badan Pengurus Gozis Gunawan Hidayat, Direktur Eksekutif Gozis Fauzan Amar, Manajer Penghimpunan Gozis Aisyah Ulfa, Manajer Pendayagunaan Gozis Muhammad Nurul Ikhsan, dan dua anggota Badan Pengurus Gozis DPP Partai Golkar, yakni Dwie Aroem Hadiatie dan Amelia Jaksa Parijata. Dari jajaran Suara Karya, hadir Pemimpin Redaksi HUSK Ricky Rachmadi, Wakil Pemimpin Redaksi HUSK Kodrat Wahyu Dewanto, dan Redaktur Pelaksana HUSK Djunaedi Tjunti Agus. Menurut Hajriyanto, Gozis sebagai bentuk kepedulian Partai Golkar dalam rangka mewujudkan kesejahteraan rakyat. Gozis, menurut dia, merupakan gerakan nyata dalam menghimpun dan menyalurkan baik zakat, infak, maupun sedekah yang dikelola secara profesional, transparan, akuntabel, dan berdasarkan prinsip-prinsip agama. Hajriyanto yang juga Ketua DPP Partai Golkar Bidang Keagamaan mengungkapkan, penghimpunan zakat, infak, sedekah (ZIS) dan wakaf dilakukan secara internal, namun untuk penyaluran atau pendayagunaannya dilakukan secara umum. Penghimpunan ZIS dan wakaf hanya dari kalangan keluarga besar Partai Golkar, tapi penyalurannya ke masyarakat luas, kata Hajriyanto. Ia menambahkan, Gozis DPP Partai Golkar pertama kali diluncurkan bulan Ramadhan, 20 Agustus 2010. Gozis saat ini masih terus melakukan pembenahan-pembenahan, termasuk soal infrastruktur dan tata laksana organisasi. Dalam waktu dekat, insya Allah, Gozis DPP Partai Golkar sudah bisa memulai kegiatan-kegiatan secara nyata di masyarakat, ujarnya. Ia mengatakan, pengelolaan dan pendayagunaan ZIS dan wakaf akan dilakukan secara transparan dan akuntabel. Apalagi dua faktor itu sangat dibutuhkan dalam pengelolaan ZIS dan wakaf. Dalam kaitan itu, menurut dia, Gozis DPP Partai Golkar berpandangan perlunya menggandeng media massa untuk berperan serta bersama dalam upaya memujudkan prinsip akuntabilitas dan transparansi dalam mengelola dana ZIS dan wakaf. Silaturahmi Gozis DPP Partai Golkar ke redaksi Suara Karya merupakan bentuk kerja sama media massa dengan lembaga Gozis DPP Partai Golkar. Ini untuk mewujudkan prinsip transparansi dan akuntabilitas dalam mengelola dana ZIS dan wakaf, ujarnya. Sebab, menurut dia, media massa juga ikut berperan dalam menciptakan prinsipprinsip itu. Artinya, setiap dana yang masuk ke Gozis, satu sen pun harus akuntabel dan transparan, baik penghimpunan maupun pendayagunaannya, kata Hajriyanto. Sementara itu, Ricky Rachmadi yang juga Wakil Sekjen DPP Partai Golkar Bidang Kesehatan dan Lingkungan mengatakan, pengelolaan zakat bisa disinergikan dengan program-program kerakyatan. Dia mencontohkan bantuan kesehatan untuk rumah sakit dan perbaikan kualitas lingkungan masyarakat miskin dan sebagainya. Salah satu pengurus Gozis, Dwie Aroem Hadiatie, menjelaskan, potensi zakat di Indonesia sangat besar. Menurut dia, berdasarkan kajian Islamic Development Bank (IDB), potensi zakat di negeri ini mencapai Rp 100 triliun. Meski demikian, menurut Ketua Bidang Politik DPP AMPI ini, zakat yang terkumpul oleh lembaga amil masih sangat kecil. Walau begitu, ia menyebutkan, pada 2007 dana zakat yang berhasil dihimpun Badan Amil Zakat, Infak, dan Sedekah Nasional (Baznas), mencapai Rp 450 miliar, pada 2008 Rp 920 miliar, dan pada 2009 tumbuh menjadi Rp 1,2 triliun. Untuk tahun 2010, dengan berbagai program sosialisasi, Baznas bisa terkumpul mencapai Rp 1,5 triliun. Nah, demikian pula di internal Partai Golkar, potensi ZIS dan wakaf sangat besar. Ini mengingat jumlah pengurus dan anggota legislatifnya yang besar pula, katanya. Menurut dia, banyak program Gozis yang sangat membantu implementasi catur sukses Partai Golkar yang digagas Ketua Umum DPP Partai Golkar Aburizal Bakrie. Salah satunya menyejahterakan rakyat di berbagai bidang seperti kesehatan, pendidikan, dan ekonomi, ujarnya. (M Kardeni/ Yudhiarma)

Salah satu perbuatan yang sangat dianjurkan dalam ajaran Islam adalah bersedekah. Bersedekah adalah perbuatan yang hanya bisa dilakukan bila ada 2 pihak, yaitu pihak pemberi dan pihak penerima. Dengan adanya kedua pihak ini, maka tujuan bersedekah akan tercapai. Bila hanya ada pemberi tanpa ada penerima, maka tak akan terjadi proses sedekah. Begitu pula sebaliknya. Oleh karena itu tidak boleh jika ada salah satu pihak menyombongkan diri kepada pihak yang lain. Selain itu ada beberapa hal yang perlu diperhatikan oleh orang-orang yang akan bersedekah dan juga yang menerima sedekah, agar keduanya mendapat pahala. 1. Orang yang ingin bersedekah ketika seseorang ingin bersedekah biasanya timbul rasa ragu, sehingga jika tidak dapat mengalahkan godaan nafsunya, ia tidak akan jadi bersedekah, dan jika ia berhasil mengalahkan godaan nafsunya ia akan dengan mudah mengeluarkan sebagian hartanya tersebut. Kali ini saya coba memberikan satu tips untuk anda yang diberikan kelebihan harta kemudian ingin bersedekah. Ketika anda ingin bersedekah, janganlah anda melihat uang yang akan anda keluarkan, tapi lihatlah uang yang tersisa di tangan anda. 2. Orang yang menerima sedekah Tips untuk orang yang menerima sedekah berbeda dengan orang yang bersedekah. Ketika ada seseorang memberikan sesuatu kepada anda, jangan pernah memandang kecil atau besarnya pemberian, tapi lihatlah siapa yang memberikan. Jika yang memberikan sesuatu tersebut orang yang kita kenal baik, saleh dan bertaqwa, maka bergembiralah sebab hati anda akan tenang menerima pemberian yang bersih, dari seseorang yang berjiwa bersih, sehingga bisa diyakini kehalalan hartanya. Sebaliknya jika yang memberikan sesuatu tersebut orang yang kita kenal jahatnya, sering menentang Allah Swt, menghalalkan segala cara dalam usahanya, maka alangkah ruginya jika anda menerima pemberiannya meskipun jumlahnya sangat banyak, apalagi hanya sedikit. Jika anda menjalankan tips ini, anda akan menjadi pribadi yang bersyukur kepada Allah Swt dan juga kepada makhluk-Nya. (diambil dari forumbebas.com)

11 12 13 14 16 17 18 19 20 21 22 23 24

Salurkan Dana Anda


ALAMAT GOZIS Gedung Golkar Jl. Anggrek Nelly Murni No. XI A Slipi Jakarta Barat 11480. Telp. 021-34258800, 5302222 Fax. 021-5303380 E-mail : gozispusat@yahoo.co.id REKENING
BRI Syariah AC : 1001876755 (zakat) 1001876879 (infak/Sedekah).

www.gozis.org