P. 1
asd

asd

|Views: 5|Likes:
Published by Nagud Yoro

More info:

Published by: Nagud Yoro on May 30, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as RTF, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

01/08/2014

pdf

text

original

224

Karena teknik ini menghendaki pengenalan secara mendalam, maka waktu yang dibutuhkan untuk mendapatkan data atau informasi menjadi lama. Semakin lama peneliti berbaur dengan yang diteliti, maka peneliti akan dapat mempelajari pola dan perilaku hidup obyek yang diteliti.
25.2.2 Observasi

Kegiatan observasi meliputi melakukan pencatatan secara sistematik kejadian-kejadian, perilaku, obyek-obyek yang dilihat dan hal-hal lain yang diperlukan dalam mendukung penelitian yang sedang dilakukan. Pada tahap awal observasi dilakukan secara umum, peneliti mengumpulkan data atau informasi sebanyak mungkin. Tahap selanjutnya peneliti harus melakukan observasi yang terfokus, yaitu mulai menyempitkan data atau informasi yang diperlukan sehingga peneliti dapat menemukan pola-pola perilaku dan hubungan yang terns menerus terjadi. Jika hal itu sudah diketemukan, maka peneliti dapat menemukan tema-tema yang akan diteliti. Salah satu peranan pokok dalam melakukan observasi ialah untuk menemukan interaksi yang kompleks dengan latar belakang sosial yang alami.
25.2.3 Wawancara (In depth Interview) Teknik wawancara dalam penelitian pendekatan kualitatif dibagi menjadi tiga kategori, yaitu 1) wawancara dengan cara melakukan pembicaraan informal (informal conversational interview), 2) wawancara umum yang terarah (general interview guide approach), dan 3) wawancara terbuka yang standar (standardized open-ended interview). (Patton, 1990:280-290 dikutip oleh
-

keberhasilan dalam mendapatkan data atau informasi dari obyek yang diteliti sangat bergantung pada kemampuan peneliti dalam melakukan wawancara. Cara melakukan wawancara ialah mirip dengan kalau kita sedang melakukan pembicaraan dengan lawan bicara kita.Catherine Marshal. 1995: hal 80). Wawancara dimulai . Dalam menggunakan teknik wawancara ini.

6 Interview Kelompok Kecil (Focus Group Interviewing) Interview model ini diilhami oleh para peneliti bidang pemasaran. Cara menganalisis isi dokumen ialah dengan memeriksa dokumen secara sistematik bentuk-bentuk komunikasi yang dituangkan secara tertulis dalam bentuk dokumen secara obyektif.2.Penggunaan dokumen ini berkaitan dengan apa yang disebut analisis isi. keuangan. Pertanyaan diberikan kepada peserta . Tujuan utama ialah untuk mendapatkan informasi yang berkaitan dengan kebijakan-kebijakan penting suatu perusahaan.5 Interview khusus (Elite Interviewing) Yang dimaksud dengan interview khusus ialah melakukan wawancara dengan kelompok elit tertentu.2. Kelompok elit ini sangat memahami seluk beluk perusahaan dari berbagai sisi. misalnya dengan pimpinan perusahaan atau kantor tertentu. Informasi sedemikan itu tidak akan dapat diperoleh dari para pegawai biasa ataupun para manajer kelompok menengah. dan kebijakan-kebijakan yang berkaitan dengan tujuan perusahaan. misalnya dari sisi kualitas sumber days manusia. 25. Pelaksaannya ialah kelompok tersebut dipandu oleh seorang yang ahli dalam bidang pemasaran dan mengarahkan diskusi dengan cara memberikan pertanyaan-pertanyaan yang sudah dirancang sebelumnya. 25. Mereka melakukan interview atau diskusi dengan beberapa orang yang biasanya terdiri dari 5 — 10 orang.

dan kemudian para peserta diminta menjawab dan mendiskusikan dengan kelompoknya. Tujuan dari diskusi model ini ialah untuk menyaring permasalahan yang umum menjadi Iebih khusus yang pada akhirnya permasalahan khusus tersebut akan dijadikan sebagai masalah yang layak untuk diteliti. Metode Pelengkap: Metode pelengkap dapat digunakan secara bersamaan dengan metode pokok di atas untuk mendapatkan data .

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->