You are on page 1of 24

ASALAMMUALAIKUM Wr.

Wb
Click to edit Master subtitle style

5/30/12

KELOMPOK VI
FEBRYAN ILHAM MULYANA IMAM PRASETYA UTAMA SRI ENDAH WAHYUNI

5/30/12

CrO3 K2Cr2O7
5/30/12

Pembuatan Kromium Trioxide

5/30/12

Reaksi :
Na2Cr2O7.2H2O(Aq) + H2SO4(L) H2O(L) 2CrO3(S) + Na2SO4(S) + 3

Sifat : Konduktor listrik yang tinggi dan

bersifat magnetik

Kegunaan : dapat digunakan pada

pengolahan logam seperti, elektroplating, pelapisan logam, dsb. Atau bisa digunakan di industri keramik, industri kaca, spektrofotocopy, industri instrumentasi di Indonesia.

5/30/12

MSDS

5/30/12

1. Hazards Identification .Very hazardous in case of skin contact

(irritant), of eye contact (irritant), of ingestion, of inhalation. Hazardous in case of skin contact (corrosive, permeator), of eye contact (corrosive). Slightly hazardous in case of skin contact (sensitizer).The amount of tissue damage depends on length of contact. Eye contact can result in corneal damage or blindness. Skin contact can produce inflammation and blistering. Inhalation of dust will produce irritation to gastro-intestinal or respiratory tract, characterized by burning, sneezing and coughing. Severe over-exposure 5/30/12 can produce lung damage, choking,

Potential Chronic Health Effects:

Hazardous in case of skin contact (irritant), of eye contact (irritant). CARCINOGENIC EFFECTS: Classified A1 (Confirmed for human.) by ACGIH, 1 (Proven for human.) by IARC. MUTAGENIC EFFECTS: Mutagenic for mammalian somatic cells. Mutagenic for bacteria and/or yeast. TERATOGENIC EFFECTS: Not available. DEVELOPMENTAL TOXICITY: Not available. p. 2 The substance may be toxic to kidneys, liver, gastrointestinal tract, upper respiratory tract, skin, eyes. Repeated or prolonged exposure to the substance can produce target organs damage. Repeated exposure of the eyes to a 5/30/12 low level of dust can produce eye irritation.

2. First Aid Measures


Eye Contact: check for and remove any

contact lenses. In case of contact, immediately flush eyes with plenty of water for at least 15minutes. Cold water may be used. Get medical attention immediately.
Skin Contact: In case of contact,

immediately flush skin with plenty of water for at least 15 minutes while removing contaminated clothing and shoes. Cover the irritated skin with an emollient. Cold water may be used.Wash clothing before reuse. Thoroughly clean shoes before reuse. Get 5/30/12 medical attention immediately.

Serious Skin Contact: Wash with a

disinfectant soap and cover the contaminated skin with an anti-bacterial cream. Seek immediate medical attention. not breathing, give artificial respiration. If breathing is difficult, give oxygen. Get medical attention immediately.

Inhalation: If inhaled, remove to fresh air. If

Serious Inhalation: Evacuate the victim to a

safe area as soon as possible. Loosen tight clothing such as a collar, tie, belt or waistband. If breathing is difficult, administer oxygen. If the victim is not breathing, perform 5/30/12 mouth-to-mouth resuscitation. WARNING: It

Ingestion: If swallowed, do not induce

vomiting unless directed to do so by medical personnel. Never give anything by mouth to an unconscious person. Loosen tight clothing such as a collar, tie, belt or waistband. Get medical attention immediately.
Serious Ingestion: Not available.

5/30/12

Pembuatan Kalium Dikromat

5/30/12

Reaksi :
KOH + Cr2O3 + KNO3 + H2O

K2CrO4 + Cr(OH)3 + K2Cr2O7 + H2O

NO
2 K2CrO4 + H3O+

Sifat :

Kristal berwarna oranye terang - merah, tidak berbau dengan rasa pahit, rasa logam. Suhu didih: 500C (rusak); suhu lebur 398C; berat jenis 2,68; kelarutan air 4,9%; pH 4,04 (larutan 1%).
Penggunaan :

Penyamak pada kulit; pencelup; bahan cat; 5/30/12 dekorasi porselen; percetakan fotolithografi; zat

MSDS

5/30/12

1. Identifikasi bahaya . Jangka pendek :

Terhirup :Dapat menyebabkan luka bakar. Efek tambahan meliputi perforasi pada hidung, kulit dan mata kekuning-kuningan, sakit dada, sulit bernafas, kongesti paru, dan kerusakan hati. Kontak dengan kulit : Dapat menyebabkan luka bakar dan reaksi alergi. Efek tambahan kemungkinan dapat merusak hati. LD50 intraperitoneal tikus 37 mg/kg.
5/30/12

Kontak dengan mata : Dapat menyebabkan luka bakar, mata berair dan penglihatan kabur. Tertelan :Menyebabkan luka bakar, demam, gangguan pencernaan, pusing, kerusakan ginjal, hati , syok dan koma. LD50 tikus oral 190 mg/kg
Jangka panjang :

Terhirup :Perubahan warna pada gigi, perforasi gendang telinga, kerusakan ginjal dan hati mungkin terjadi. Juga dapat menyebabkan kanker.
5/30/12

Kontak dengan kulit :Dapat menyebabkan luka bakar dan reaksi alergi. Efek tambahan kemungkinan dapat merusak hati. LD50 intraperitoneal tikus 37 mg/kg. Kontak dengan mata :Dapat menyebabkan luka bakar, mata berair dan penglihatan kabur. Tertelan :Menyebabkan luka bakar, demam, gangguan pencernaan, pusing, kerusakan ginjal, hati , shock dan koma. LD50 tikus oral 190 mg/kg.

5/30/12

2. Penyimpan : Simpan dalam wadah tertutup rapat, jauh dari bahan yang mudah terbakar. 3. Efek klinis : Keracunan akut dan kronis. 4. Pertolongan pertama :
Terhirup segera pindahkan korban dari daerah

5/30/12

pemaparan ke udara segar. Berikan bantuan pernafasan bila diperlukan. Jaga kehangatan tubuh dan biarkan istirahat. Obati simptomatik dan suportif. Beri pengobatan medis segera.

Kontak melalui kulit segera buka baju dan

sepatu korban yang terkontaminasi. Cuci dengan sabun atau deterjen ringan dengan air yang banyak sampai bersih (paling sedikit selama 15-20 menit). Jika terjadi luka bakar, proses selanjutnya: tutup daerah luka denga penutup steril kering. Berikan pengobatan simptomatik dan suportif. Beri pengobatan medis segera.

Kontak dengan mata cuci mata segera

dengan air yang banyak, sesekali dikedipkan, sampai dipastikan tidak ada bahan kimia tertinggal (tidak kurang dari 15-20 menit). Selanjutnya irigasi dengan normal salin 5/30/12 sampai pH kembali normal (30-60 menit).

Tertelan lakukan pengosongan lambung atau

muntah. Pertahankan tekanan darah dan jalan nafas. Beli oksigen bila terjadi depresi, jangan lakukan kumbah lambung atau muntah jika penderita tidak sadar. Segera beri perawatan medis. Kumbh lambung atau pemberian oksigen harus dilakukan oleh petugas medis yang ahli.

5/30/12

5. Dekontaminasi :
Dekontaminasi mata Dekontaminasi kulit

6. Alat pelindung diri :


Ventilasi Proteksi mata Pakaian Sarung tangan Respirator
5/30/12

7. Manajemen pemadam kebakaran


Bahaya ledakan dan kebakaran : dapat

diabaikan bila terpapar panas. Api terurai bila teroksidasi, khususnya bila dipanaskan, menghasilkan oksigen atau gas-gas lain dimana akan meningkatkan kebakaran bahan yang terbakar. Mudah kontak dengan pengoksidasi, organik atau bahan yang terbakar lainnya menimbulkan nyala, kebakaran yang hebat atau ledakan.
Media pemadaman : gunakan air dan jangan

gunakan kimia kering, karbon dioksida, atau halon.

5/30/12

8. Manajemen tumpahan Jauhkan dari bocoran bahan yang terbakar (misal kayu, kertas, minyak dan lain-lain). Jangan sentuh tumpahan. Untuk tumpahan sedikit dan kering, bersihkan dengan sekop dan masukkan dalam tempat yang bersih dan kering, tutup. Pindahkan dari tempat bocoran. Untuk tumpahan sedikit dan cair, serap dengan pasir, tanah atau absorben lain dan tempatkan dalam wadah untuk dibuang. Untuk tumpahan yang besar, buat lubang jauh dari tumpahan sebagai tempat pembuangan. Jauhkan orangorang yang tidak berkepentingan. Isolasi daerah bahaya dan dilarang masuk 5/30/12

SEKIAN DARI KAMI MUDAH-MUDAHAN BERMANFAAT BAGI SEMUANYA ATAS PERHATIANNYA KAMI UCAPKAN TERIMAKASIH SAMPAI JUMPA DI LAIN WAKTU WASALAMMUALAIKUM Wr.Wb @Kelompok VISatuBhe2012

5/30/12