Adiwidia Edisi Juli 2010, No.

2

TINJAUAN TEKNIS DAN EKONOMIS GILSONITE SEBAGAI BAHAN ADDITIVE CAMPURAN ASPAL BETON

Hj. Maria Serafin Muliadi Program Studi Teknik Sipil Universitas Kristen Indonesia Paulus

Abstrak Serbuk gilsonite merupakan bahan additive untuk campuran aspal beton. Bahan ini berasal dari hasil tambang di AS dan banyak dijual di pasaran dengan maksud untuk memperbaiki mutu / kualitas campuran. Namun sampai sejauh mana perbaikan tersebut dapat dicapai, ini merupakan permasalahan. Penelitian ini mencoba mencari jawaban atas permasalahan tersebut. Pelaksanaan penelitian secara garis besar meliputi test terhadap bahan pembentuk aspal beton, mencari proporsi agregate, melakukan variasi kadar aspal untuk mendapatkan kadar aspal optimum. Khusus untuk AC pen 60/70 dicampur terlebih dahulu dengan gilsonite sebanyak 2%, 4%, 6%, dan 8%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa serbuk gilsonite mampu memperbaiki mutu/kualitas asphalt cement, terlihat dengan naiknya tingkat kekerasan sebesar 40,85 %, naiknya titik lembek sebesar 12,93 %, naiknya titik nyala sebesar 5,52 %, naiknya titik bakar sebesar 5,45 %, masing-masing pada kadar gilsonite 8 %. Selanjutnya setelah dicampur pada proporsi agregate kasar 33 %, agregate halus 67 %, kadar aspal optimum 5,1 % dilakukan variasi pemberian gilsonite 0%, 2 %, 4%, 6% dan 8%. Hasil penelitian menunjukkan naiknya stabilitas sebesar 36,11 %, turunnya air void sebesar 9 % pada kadar gilsonite 8 %. Hal ini menunjukkan ketahanan terhadap beban dan tahanan terhadap kejadian retak yang semakin baik. Akan tetapi semua keuntungan teknis memberi resiko kenaikkan biaya sebesar 26 % setiap ton berat campuran aspal beton pada kadar gilsonite optimum 4 %. Kata Kunci : Serbuk gilsonite, agregate, kadar aspal

40

 Melakukan test terhadap asphalt cement penetrasi 60/70 khususnya setelah dicampur serbuk gilsonite sebanyak 2 %.9%. Gradasi agregat aspal beton adalah menerus dengan butiran agregat kasar 30 % . Menurut Gilsonite information bulletin. Jenis lapis perkerasan ini bergradasi menerus. sehingga susunan agregatnya cukup rapat. Karena itu stabilitas bahan relatif tinggi dan tahan terhadap deformasi permanen. salah satu penyebabnya adalah kualitas campuran aspal beton. Permasalahannya adalah sampai sejauh mana gilsonite mampu memperbaiki kualitas campuran aspal beton terutama ketahanannya terhadap deformasi permanen (rutting) dan ketahanannya terhadap retak (cracks).  Sesuai kadar aspal optimum dan proporsi agregate yang ada. skid resistance. memiliki air void kecil.12 % dari berat asphalt cement untuk lapis pondasi atas. filler dan asphalt cement penetrasi 60 / 70.  Menetapkan proporsi agregate berdasarkan hasil tes saringan agregate kasar dan agregate halus. lapis pondasi atas dan lapis pondasi untuk pekerjaan overlay jalan. sehingga aspal mudah teroksidasi. durabilitas. 8 % untuk mencari karakteristik campuran sehubungan perubahan kadar gilsonite tersebut. 5. Aspal beton dengan tambahan serbuk gilsonite diharapkan memenuhi syarat spesifikasi campuran sekaligus memenuhi kriteria campuran yang telah diuraikan. fleksibilitas. (1993) ada kelemahan dari aspal beton antara lain mudah retak. lapisan kurang kedap air. Menurut Silvia S. Urutan pelaksanaan penelitian untuk maksud tersebut adalah sebagai berikut :  Melakukan test terhadap bahan pembentuk aspal beton seperti agregate kasar. 6 %. sesuai spesifikasi Bina Marga. 4 %. tes titik lembek. meliputi test penetrasi. dan sedikit memerlukan asphalt cement. Bahan ini berasal dari hasil tambang di AS dan banyak dijual di pasaran untuk memperbaiki mutu / kualitas campuran aspal beton.6 %. II.50 % dari total berat agregat. agregate halus. 6 %. dilakukan variasi kadar gilsonite 0%. Kadar asphaltene yang tinggi bila dicampur dengan asphalt cement maka gilsonite akan berfungsi sebagai penguat (reinforcer). Beberapa kriteria campuran adalah stabilitas. memiliki rongga antar agregat relatif kecil. kadar abu antara 0.1 % untuk mencari kadar aspal optimum. Aspal beton sering dipakai sebagai lapis atas perkerasan jalan raya. 4. Kerusakan yang terjadi pada aspal beton dimulai dengan timbulnya retak-retak. Penambahan gilsonite merupakan pengganti dan mereduksi asphalt cement sebanyak penggunaan bahan additive tersebut.6 % s/d 1 %. dan aspal mudah mengelupas dari agregatnya. Berdasarkan fungsinya aspal beton dapat digunakan sebagai lapis permukaan.1 %. Hal ini karena rongga antara agregate yang kecil mengakibatkan volume aspal yang menyelimuti permukaan agregate terbatas / bitumen film thickness tipis.6 %. HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN Hasil penelitian laboratorium menunjukkan bahwa pembentuk campuran telah memenuhi persyaratan sebagaimana diperlihatkan pada Tabel 1. IV. sesuai dengan standar Bina Marga yang berlaku. agregat halus. gilsonite adalah bahan additive untuk campuran aspal beton yang merupakan mineral hidrokarbon alami sebesar > 99%. METODOLOGI PENELITIAN Penelitian ini hanya terbatas menguji pengaruh penggunaan serbuk gilsonite sebagai bahan additive asphalt cement dan diharapkan mampu memperbiki kualitas campuran aspal beton. PENDAHULUAN Aspal beton (asphaltic concrete) merupakan campuran panas agregate kasar. No.  Berdasar proporsi agregat yang telah ditetapkan kadar gilsonite 0 %. 41 .Adiwidia Edisi Juli 2010. 2 I. 4 %. Serbuk gilsonite merupakan bahan additive untuk campuran aspal beton.1 %. Prosentase pemberian gilsonite berkisar 8 % dari berat asphalt cement untuk wearing course dan 10 % . TINJAUAN PUSTAKA Aspal beton adalah salah satu jenis lapis perkerasan lentur jalan raya. 6. 2 %. dilakukan variasi kadar aspal 4. Kandungan asphaltene mencapai 70. filler dan aspal cement. III. Karena itu agregat beton umumnya bergradasi cukup rapat. 5. test titik nyala dan test titik bakar. 8%. dan sedikit menggunakan asphalt cement. diharapkan bisa terjawab dalam penelitian ini. workability dan fatigue resistance. Maltene 27 % dan oil + 2 %.

Marshall quotient.45 % 38.09 86. Hal ini sesuatu yang menggembirakan karena aspal menjadi kurang peka terhadap perubahan temperatur dan dapat berfungsi lebih baik sebagai pengikat agregat. 4.93% pada kadar gilsonite 8 %. No.6 1010 2.5 342 346 52 344 348 54 344 348  Penetrasi  Titik Lembek  Titik Nyala  Titik Bakar  Daktilitas  Berat Jenis  Berat Jenis  Penyerapan  Keausan  Kelekatan  Berat Jenis  Penyerapan 70 48.709 % Min 2.19 3. 6. Titik lembek aspal juga ada kecenderungan meningkat sehubungan penambahan gilsonite. Titik nyala dan titik bakar dari aspal juga meningkat masing-masing sebesar 5.9 52.1 %.4 55 344 348 Sumber : Hasil penelitian laboratorium Menunjuk hasil pada Tabel 2 di atas. Jenis Test Asphalt Cement Penetrasi (mm) Titik Lembek (0°) Titik Nyala (0°) Titik Bakar (0°) Kadar Gilsonite % 2 4 6 62.52 % dan 5. yakni sebesar 12. 2 TABEL. 1 Hasil Test Bahan Pembentuk Campuran Asphalt Concrete.55 2.34 84.1 %.39 2. film thickness campuran aspal beton seperti pada Tabel 3.79 48 °C-58 °C 200 °C Min 100 cm 1 0 70 48. Hal ini menunjukkan adanya perubahan tingkat kekerasan bahan asphalt cement. 8 % memberikan hasil seperti pada Tabel 2.Adiwidia Edisi Juli 2010. flow.69 73.1 910 3.36 2.54 Spesifikasi Aspal Beton Min 750 kg 2 mm – 4 mm 1.76 2.M (2006) TABEL 2. 5.8 – 5 kg/mm 3%-5% 75 % .1 1040 3.6 %.75 °C 326 °C 330 °C 140 cm 1. Selanjutnya setelah dilakukan pencampuran dengan proporsi agregate kasar 33 %. Ini merupakan hal yang menguntungkan karena asphalt cement tidak mudah terbakar (semakin aman) saat pelaksanaan pekerjaan.04 79.2 50. kadar gilsonite 0 %.1 %. 2 %.24 6.78 65. bila gilsonite diberikan sampai dengan kadar gilsonite 8 %. Apabila dipakai untuk campuran aspal beton maka bahan ini akan menaikkan kekuatan aspal beton tersebut. Macam-macam test bahan pembentuk campuran Aspal 60/70 Hasil test Spesifikasi B. TABEL 3 : Sifat campuran pada variasi aspal Sifat Campuran Stabilitas (kg) Flow (inch) Marshall Quotient (Kg/mm) Air Void (%) Rongga terisi aspal (%) Sumber : hasil penelitian laboratorium 4.85 % 42 .71 Kadar Aspal 60/70 (%) 4. terlihat adanya penurunan penetrasi asphalt cement sebesar 40.62 5.1 770 2.5 Max 3 % Sumber : Devisi 6.5 Max 3 % Max 40 % Min 25 % Agregat Halus 2. dan variasi kadar aspal 4. Agregat Kasar 2.80 3.10 5.7 326 330 8 41.03 60 . 6 %. hasil test Marshall menunjukkan harga stabilitas.70 2. 2005 Hasil test yang khusus dilakukan pada asphalt cement penetrasi 60 / 70 setelah diberikan gilsonite 0 %.85% sehubungan penambahan gilsonite 8 %. perkerasan beraspal bina marga. 4 %. air void. Hasil test Asphalt Cement penetrasi 60/70 dengan variasi pemberian gilsonite.70 1.45 %. agregate halus 67 %.08 % 98 % Min 2.98 3.92 3.6 840 2.80 4.75 47.03 3.

57 Marshall Quotient 3.Adiwidia Edisi Juli 2010.71 (Kg/mm) Air Void (%) 3.65 3.28 3.11 77.73 3. Berdasarkan kadar aspal optimum sebesar 5. maka melalui Gambar 1 diperoleh kadar aspal optimum 5.6 % 5.08 3.6% 6.55 78.44 Sumber : hasil penelitian laboratorium 8 1470 3.07 Rongga terisi aspal (%) 77.22 3.1 %.86 3. Hubungan Kadar Gilsonite GAMBAR 3.33 3.27 77. 4 %.03 78. 6 %.44 3.1 % dan proporsi agregat yang tetap dilakukan variasi dalam pemberian gilsonite 0 %.55 3. 8 % dengan hasil seperti ditunjukkan pada Tabel 4 TABEL 4 : Sifat Campuran Dengan Variasi Pemberian Gilsonite Sifat Kadar Aspal PEN 60/70 (%) Campuran 0 2 4 6 Stabilitas (kg) 1080 1140 1200 1350 Flow (inch) 3. 2 Stabilitas Flow Marshall Quotient Air Void Rongga terisi Aspal 4.85 % Dengan Stabilitas GAMBAR 2. Rentang persyaratan aspal beton yang diuji Mempertimbangkan syarat spesifikasi aspal beton seperti terlihat pada Tabel 3.1% 5.8 – 5 kg/mm 3%-5% 75 % . 2 %.33 Spesifikasi Aspal Beton Min 750 kg 2 mm – 4 mm 1.15 3.1% GAMBAR 1.1% 4.24 3. Hubungan Kadar Gilsonite 43 . No.

Information Bulletin. flow. 1983.96 dan r² = 0. Gilsonite Departemen PU. “Divisi 6 Perkerasan Aspal. Penambahan gilsonite yang semakin banyak ternyata mampu menaikkan kekuatan campuran. V. Hubungan ini kuat dan negatif dengan koefisien korelasi (r) = 0. Hubungan Kadar Gilsonite dengan Marshall Quotient Hasil variasi pemberian gilsonite menunjukkan.1 %. Kadar gilsonite optimum sebesar 4 % dipilih berdasarkan rentang persyaratan aspal beton pada Gambar 1. DAFTAR PUSTAKA 1. . Pusat Litbang Prasarana Transportasi Badan Penelitian dan Pengembangan. 7. Isbilly MH. proporsi agregat kasar/halus yang sudah tertentu. semakin banyak gilsonite. Spesifikasi Umum Bidang Jalan dan Jembatan”. No. 5. Hasil test Marshall menunjukkan bahwa penambahan gilsonite pada kadar aspal optimum 5. 4. Petunjuk Pelaksanaan Lapis Aspal Beton (LASTON). sehingga tahan terhadap deformasi permanen (ruting). Hasil pemeriksaan laboratorium terhadap bahan pembentuk campuran menunjukkan semua bahan termasuk asphalt cement penetrasi 60/70 telah memenuhi persyaratan didalam spesifikasi. ternyata memenuhi spesifikasi campuran aspal beton. 44 . menaikkan tahanan campuran terhadap retak. 2. 2. Hal ini mengindikasikan bahwa gilsonite dengan kadar asphaltene yang tinggi mampu memperkuat campuran. Turunnya air void menunjukkan tahanan terhadap retak (cracks) atau fatique life yang semakin baik. 6. dan titik nyala. dari segi spesifikasi marshall. Final. sehingga gilsonite bisa menjadi alternatif untuk memperbaiki kualitas campuran aspal beton disamping bahan additive lain. 5. Direktorat Jenderal Bina Marga Spesifikasi Umum. A. Sukirman S. SIMPULAN Berdasarkan pembahasan pada hasil penelitian dapat disimpulkan sebagai berikut: 1. dan hasil-hasil test pada Tabel 4. P. Mix Design Untuk Indonesia Proseding 1 Komperensi tahunan teknik jalan ke 2 Bandung.97 dan r = 0.90. 4. Departemen PU. Tentang berapa besar kadar gilsonite dipilih untuk perbaikan kualitas campuran aspal beton.Adiwidia Edisi Juli 2010.93. Direktorat Jenderal Bina Marga.11 % pada kadar gilsonite 8 %. Tugas Akhir Fakultas Teknik Jurusan Sipil UNDAR Jombang. Penerbit Nova Bandung. demikian pula harga untuk Marshall Quotient seperti terlihat pada Gambar 2 dan Gambar 4. Hubungan ini kuat dan positif dengan koefisien korelasi masing-masing r = 0. 1998. semakin besar stabilitas campuran aspal beton yakni sebesar 36. 3. Kadar gilsonite optimum 4 % memberi keuntungan teknis. yaitu tingkat kekerasannya bertambah. jakarta. terlihat dengan koefisien korelasi (r) semuanya diatas 0. 1982. Yaqin dan Djoko Sulistiono. Pengaruh Serbuk Gilsonite Terhadap Stabilitas Campuran Aspal Beton. Penambahan gilsonite pada bahan asphalt cement penetrasi 60/70 ternyata mampu meningkatkan sifat-sifatnya. 2 Dengan Flow 3.96 dan koefisien penentuan (r²) sebesar 0. air void dan rongga terisi aspal. Hubungan-hubungan ini secara umum cukup kuat.99 serta koefisien penentuan masing-masing r² = 0. Marshall Quotient. ditinjau dari harga stabilitas.99. Selanjutnya harga air void yang semakin menurun (9 % pada kadar gilsonite 8 %) sehubungan penambahan gilsonite mempunyai kaitan dengan naiknya rongga terisi aspal seperti terlihat pada Gambar 5 dan Gambar 6. titik lembek bertambah (kurang peka perubahan temperaturnya). GAMBAR 4. American Gilsonite Company. Rantetoding. Departemen Pekerjaan Umum. tetap harus mempertimbang-kan persyaratan spesifikasi dan biaya. titik bakar semakin tinggi yang menjadikan semakin aman saat pelaksanaan. 1993 Perkerasan Lentur Jalan Raya. 2005.

Adiwidia Edisi Juli 2010. No. 2 45 .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful