P. 1
pp2_prinsip_aksi_obat_pdf

pp2_prinsip_aksi_obat_pdf

|Views: 37|Likes:
Published by Muslihatus Syarifah

More info:

Published by: Muslihatus Syarifah on May 31, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

11/22/2012

pdf

text

original

3/9/2012

Vinci Mizranita, MPharm., Apt.

 

Aksi : perubahan kondisi mengakibatkan  timbulnya efek (respon) ti b l   f k ( ) Efek : perubahan fungsi struktur atau proses  sbg akibat kerja obat (respon yang timbul) 

e.g : ● Adrenalin Aksi : mengaktivasi respon adrenensif dalam jantung Efek : memacu frekuensi denyut jantung ● Paracetamol Aksi : menghambat kerja enzim siklooksigenase Efek : menurunkan panas tubuh

1

Efek yang diinginkan sebagai antihistamin.3/9/2012 Dibagi menjadi:  Efek yang diinginkan (desire effect) y g g ( )  Efek yang tidak diinginkan (undesired effect) e.g : CTM (Chlorpheniramin maleat) .Ef k yang tid k dii i k yaitu efek sedative Efek tidak diinginkan it f k d ti (menyebabkan rasa kantuk) CTM→ antihistamin → menghambat SSP  sedatif (kantuk) EFEK YANG DIINGINKAN DALAM PENGGUNAAN OBAT    Hilangkan penyebab penyakit Hilangkan gejala penyakit Terapi untuk gantikan /menambah zat yang hilang/kurang EFEK OBAT YANG TIDAK DIINGINKAN :     Efek samping Efek toksik Alergi Teratogenik 2 . anti alergi .

3/9/2012 1. antar  individu bervariasi Obat yang ideal :  Bekerja cepat secara selektif untuk waktu   tertentu  Selektif : berkhasiat untuk penyakit tertentu tanpa  aktivitas lain 2. Efek Samping Obat : p g  Efek samping terjadi karena interaksi yang rumit  antara obat dengan sistem biologis tubuh.Efek Toksik Obat  Efek merugikan yang ditimbulkan oleh obat  Dapat terjadi karena:  Dosis berlebihan  Kadar obat melebihi MTC (kadar toksik  minimal)  Obat spektrum sempit resiko tinggi terjadinya  efek toksik 3 .

3/9/2012  Tempat aksi obat (site of action) pada skala  makro : Organ Jaringan Sel Molekul TEMPAT AKSI OBAT Contd.g : atropine..g:  basitrasin) Selama transport di dalam tubuh (ex: diuretik  osmotik. eter 4 ..    Pada tempat aplikasi ( salep kulit. manitol) Pada tempat tertentu (jaringan. sel) e. e..

5 .g : Sulfonamida    Bekerja pada inti sel Digunakan sbg substrat palsu untk  p pembentukan sel atau sintesis  DNA dari bakteri. Permukaan sel e. Intraseluler (aksinya di dalam sel) ( y ) e. Ekstraseluler ( aksinya diluar sel ) e.g: heparin. sebagai antibiotik √ Acetylcholin c.g : √ Penisilin. sebagai anti koagulan (jika ada penjendalan darah dlm otak) b.3/9/2012 Aksi Obat Pada Sel a.

3/9/2012 Ad. √ Asetil Kolin ● Senyawa endogen ● Termasuk neurotransmitter ( suatu senyawa yang dihasilkan oleh ujung saraf otonom). ● Tempat kerjanya reseptor asetil kolin pada membrane sel yang tersebar pada beberapa organ 6 .

3/9/2012 ● Di otot: mempengaruhi gerak ● Di sel otak : aksinya berupa sadar ● Di jantung : menurunkan frekuensi denyut jantung   Yang mempengaruhi efek : kadar obat dalam darah g g Yang menuju tempat aksi (yg membawa obat) : darah Secara : 1.g:  intra vena i t   2. e. inhalasi. Intra Vaskuler (IV) Obat langsung masuk dalam pembuluh darah. I.M 7 .P.g: per  oral. Ekstra Vaskuler (EV) Obat diberikan selain melalui pembuluh darah. I. e.

  I.  sehingga efeknya lebih lama. 8 . P.3/9/2012 Faktor yang mempengaruhi kadar obat dalam darah  adalah: ● Cara pemberian obat  ►berpengaruh pada onset  ( mulai kerja obat) ● Durasi (lama kerja obat)  - Intra Vena Per Oral berbeda pada onset dan durasinya.V → semua dosis masuk krn melalui saluran  darah sehingga efek lebih cepat.O → tidak semua dosis masuk krn melalui  dinding lambung yang sifatnya peristaltik.

Tidak diperantarai reseptor ( p p (aksi obat non spesifik) Dasar aksinya sifat fisika.g : a. Sifat Kimia . e. tidak berinteraksi dg reseptor. 9 .3/9/2012 : Yaitu cara bagaimana obat bekerja sehingga menimbulkan efek 1. kimia obat tsb.Antasida ( Obat maag) Maag diakibatkan krn terjadi sekresi as.lambung scr berlebihan shg menimbulkan iritasi pada lambung shg pH tubuh mengalami penurunan.

lambung shg tubuh kembali ke keadaan normal. Sifat Fisika ‐ S b  d Sabun. 2 Diperantarai Reseptor (aksi obat spesifik) . detergen ‐ Sbg surfaktan : agen yang mampu mengikat senyawa hidrofil dengan lipofil.Harus berinteraksi dg reseptor .Interaksi obat dg komponen spesifik sel (reseptor) e.3/9/2012 . 2.Antasida merupakan obat yg sifatnya basa shg y g jika penderita maag diberi antasida dpt menetralisir kelebihan as.g : Acetylcholin Acetylcholin berinteraksi dg reseptor acetyl cholin. 10 . b.

g : Dimerkaprol . 1. SIFAT FISIKA a.g : KMnO4 . : antasida b. c. e.Digunakan sebagai antidot (anti racun) bagi orang yang mengalami keracunan logam berat.Kalium permanganat digunakan bagi orang yang keracunan obat yang disalah gunakan seperti morfin .Dimerkaprol mampu membntuk kompleks dg logam berat shg tidak beracun. . Reaksi redoks e. Pembentukan senyawa kompleks e. Asam Basa.g. 11 .3/9/2012 : Bekerja berdasarkan sifat fisika kimia y g j yang sederhana.KMnO4 dapat mengoksidasi morfin menjadi morfin yang relative tidak beracun.

3/9/2012 SIFAT FISIKA a. d. Adsorpsi  Kaolin dan Karbon aktif pada pengobatan diare. Osmosis Obat‐obat menimbulkan efek krn sifat osmotic ( manitol‐ diuretik osmotic) Obat‐obat diuretic → antihipertensi  Mengeluarkan cairan‐cairan tubuh dari dalam tubuh ke luar tubuh (air & garam mineral) SIFAT FISIKA contd….  Karbon aktif memiliki daya serap permukaan yang tinggi. 12 . c. Masa Fisis Agar mengadsorpsi air→ jika diberikan scr oral dan dapat mengembang volumenya b. mampu menahan senyawa dengan berat molekul yg besar termasuk toksin-toksin bakteri dan senyawa racun. Rasa  Menambah nafsu makan.

3/9/2012 e. fenol →Mekanisme kerjanya dg mengendapkan protein → Digunakan sbg desinfektan yg membunuh kuman atau bakteri Misal Makhluk hidup bersel 1 atau tunggal Bakteri Protein dirusak atau di endapkan maka sel akan Sel tersusun dari protein p mati ANTIS® → efeknya berdasarkan denaturasi protein. 13 . Berdasarkan protein presipitan atau pengendapan protein : alkohol.

 e. » yaitu aksi obat yang berdasarkan interaksi obat dg target aksi spesifik didlm tubuh 14 .3/9/2012 f. Surfaktan  Senyawa yang dapat mengikat komponen hidrofil dan lipofil. detergen.g : sabun.

Reseptor Adalah komponen spesifik sel yg jika berinteraksi dg agonis atau obat akan menghasilkan efek.g : Furosemid .3/9/2012 Target aksi spesifik → Target aksi obat 1. K  g . dalam ginjal.g : Adrenalin. 15 . Kanal Ion Kanal merupakan tempat dimana ion‐ion  tubuh melakukan transport Kanal ion → menghambat proses transport ion Terletak pada membran sel e. bekerja pada kanal ion Na. Paracetamol 2. ►Dapat mengeluarkan ion dari sel ke luar tubuh melalui ginjal. ‐ Lokasi : ‐ Permukaan sel atau membran sel (sebagian besar obat) ‐ Intra seluler [ D ] + [ R ]  ↔ [ DR ]  → → → EFEK e. j p .

16 . SEE YOU IN THE NEXT LECTURE…. 4. menghambat enzim siklooksigenase. Enzim e.3/9/2012 3.g : Aspirin. Molekul pembawa ( Carrier) p ) Membawa suatu molekul dari luar ke dalam sel atau sebaliknya terutama senyawa endogen.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->