Referat

THALASSEMIA

Disusun Oleh : NAWANG FEA AURORA 110.2006.180

Pembimbing : Dr. Hami Zulkifli Abbas Sp.PD, MH.Kes Dr. Sianne A. Wahyudi, Sp.PD Dr. Sunhadi

KEPANITERAAN KLINIK PENYAKIT DALAM RSUD ARJAWINANGUN MARET 2012

Kata Pengantar
Segala puji dan syukur penulis panjatkan kepada Allah SWT atas segala rahmat dan karunia-Nya yang telah memberikan kesempatan kepada penulis untuk menyusun tugas referat yang berjudul Sirosis Hati. Penyusun mengharapkan saran dan kritik yang membangun dari berbagai pihak agar dikesempatan yang akan datang penulis dapat membuatnya lebih baik lagi. Pada kesempatan ini penulis mengucapkan terima kasih kepada Dr. Hami Zulkifli Abbas, Sp.PD, MH.Kes; Dr. Sianne A. Wahyudi, Sp.PD; dan Dr. Sunhadi serta berbagai pihak yang telah membantu penyelesain presentasi kasus ini. Semoga tugas ini dapat bermanfaat untuk kita semua.

Arjawinangun, 05 Maret 2012

Penulis

13 D........ 21 E............ Klasifikasi Thalassemia dan Presentasi Klinisnya ................................................................................................... Prognosis .........................................DAFTAR ISI Kata Pengantar ...................................26 Bab III Kesimpulan ................................................................................................................................................................................................................................................................. 4 Bab II Thalassemia .......... 3 Bab I Pendahuluan ....................................... Skrining .............. 5 A......................................... 22 F................. 27 Daftar Pustaka ............................. Epidemiologi ............................................................6 B......................................................................................................................................................................................................................................................... 2 Daftar Isi ......................... Patofisiologi ....................................... Terapi ...............................................................................................................................................................8 C.............................................................................. Stadium Thalassemia ......................................................................26 G.......................................................................................... 28 ................

namun beliau gagal dalam menginvestigasi orangtua sehat pada anak-anak yang mengidap kelainan ini. diusulkan oleh Whipple. yang berarti ‘berhubungan . suatu keadaan yang disebutkan oleh von Jaksh sebelumnya. namun kurang tepat karena sebenarnya kondisi ini dapat ditemukan di mana saja di seluruh dunia. Namun tak lama kemudian.BAB I PENDAHULUAN Thalassemia adalah kelainan bawaan dari sintesis hemoglobin. Cooley menyadari bahwa eritroblastemia tidak spesifik dan esensial pada temuan ini sehingga istilah anemia eritroblastik tidak dapat dipakai. Sebagi tambahan. yaitu thalassa yang berarti ‘laut’ (mengarah ke Mediterania). Pada tahun 1925. Thomas Cooley. Presentasi klinisnya bervariasi dari asimtomatik sampai berat hingga mengancam jiwa. Di Eropa. seorang spesialis anak dari Detroit. Bentuk anemia berat ini kemudian dilabelisasi sebagai thalassemia mayor dan bentuk ringannya dinamakan sebagai thalassemia minor. yang mana awalnya beliau pikir sebagai anemia eritroblastik. mendeskripsikan suatu tipe anemia berat pada anak-anak yang berasal dari Italia. Dahulu dinamakan sebagai Mediterannian anemia. Kata thalassemia berasal dari bahasa Yunani dengan darah’. Seperti yang akan dijelaskan selanjutnya. beberapa tipe berbeda dari thalassemia lebih endemik pada area geografis tertentu. Anemia ini sangat mirip dengan kelainan yang ditemukan Riette. Wintrobe di Amerika Serikat melaporkan adanya anemia ringan pada kedua orangtua dari anak yang mengidap anemia Cooley. Meskipun Cooley curiga akan adanya pengaruh genetik dari kelainan ini. Riette mendeskripsikan mengenai adanya anemia mikrositik hipokromik ringan yang tak terjelaskan pada anak-anak keturunan Italia pada tahun yang sama saat Cooley melaporan adanya bentuk anemia berat yang akhirnya dinamakan mengikutinya namanya. Baru setelah itu anemia Cooley dinyatakan sebagai bentuk homozigot dari anemia hipokromik mikrositik ringan yang dideskripsikan oleh Riette dan Wintrobe. dan emia. Beliau menemukan adanya nukleasi sel darah merah yang masif pada sapuan apus darah tepi.

Pada umumnya. Pada bentuk thalassemia-α yang berat. rantai globin yang disintesis dalam eritrosit thalassemia secara struktural adalah normal. Kira-kira 100 mutasi yang berbeda telah ditemukan mengakibatkan fenotip thalassemia. dan kelainan ini diyakini merupakan penyakit genetik manusia yang paling prevalen. sejumlah Hb abnormal juga menyebabkan perubahan hemotologi mirip thalassemia.5 % dari kulit hitam Amerika membawa gen untuk thalassemia-β. Di beberapa daerah Asia Tenggara sebanyak 40 % dari populasi mempunyai satu atau lebih gen thalassemia. Distribusi utama meliputi daerah-daerah perbatasan Laut Mediterania. terbentuk hemoglobin hemotetramer abnormal (β4 atau γ4) tetapi komponen polipeptida globin mempunyai struktur normal. Timur Tengah. Akibatnya adalah penurunan dan supresi total sintesis rantai polipeptida Hb. . sub-benua India. Dari 3% sampai 8% orang Amerika keturunan Itali atau Yunani dan 0. dan Asia Tenggara. atau insersi nukleotida. Akibat dari berbagai perubahan ini adalah penurunan atau tidak adanya mRNA bagi satu atau lebih rantai globin atau pembentukan mRNA yang cacat secara fungsional. Gen thalassemia sangat luas tersebar. Sebaliknya. banyak di antara mutasi ini adalah unik untuk daerah geografi setempat.BAB II THALASSEMIA Thalassemia adalah sekelompok anemia hipokromik herediter dengan berbagai derajat keparahan. sebagian besar Afrika. Defek genetik yang mendasari meliputi delesi total atau parsial gen globin dan substitusi. delesi.

Terdapat juga laporan kasus yang lebih jarang mengenai neonatus dengan thalassemia-α mayor yang lahir tanpa hydrops fetalis yang bertahan tanpa transfusi intrauterin. yang merupakan Hb fungsional embrionik. Sebaliknya. India. dan Afrika. Itali. Timur Tengah. thalassemia-α lebih sering ditemukan di Asia Tenggara. . dan Spanyol. Banyak pulau-pulau Mediterania seperti Ciprus. Epidemiologi Di seluruh dunia. Pada kasus ini. 15 juta orang memiliki presentasi klinis dari thalassemia. Penyakit hati. Thalassemiaβ lebih sering ditemukan di negara-negara Mediteraniam seperti Yunani. menyerang hampir semua golongan etnik dan terdapat pada hampir seluruh negara di dunia. Fakta ini mendukung thalassemia sebagai salah satu penyakit turunan yang terbanyak. dan semua janin yang terkena akan lahir dalam keadaan hydrops fetalis akibat anemia berat. infeksi fulminan. Thalassemia-β mayor yang berat akan berakibat fatal bila tidak diterapi. memiliki insidens thalassemia-β mayor yang tinggi secara signifikan. Beberapa tipe thalassemia lebih umum terdapat pada area tertentu di dunia.A. diperkirakan sebagai penyebab kondisi klinis yang jarang tersebut. Mortalitas dan Morbiditas Thalassemia-α mayor adalah penyakit yang mematikan. mortalitas dan morbiditas bervariasi sesuai tingkat keparahan dan kualitas perawatan. sama dengan penderita thalassemia-β mayor. Timur Tengah. dan Malta. Pada pasien dengan berbagai tipe thalassemia-β. India. Beberapa laporan pernah mendeskripsikan adanya neonatus dengan thalassemia-α mayor yang bertahan setelah mendapat transfusi intrauterin. dan Eropa Timur. termasuk transfusi darah teratur dan terapi khelasi. atau komplikasi lainnya yang dicetuskan oleh penyakit ini atau terapinya termasuk merupakan penyebab mortalitas dan morbiditas pada bentuk thalassemia yang berat. Penderita seperti ini membutuhkan perawatan medis yang ekstensif setelahnya. tingginya level Hb Portland. Sardinia. Thalassemia-β juga umum ditemukan di Afrika Utara. Gagal jantung akibat anemia berat atau iron overload adalah penyebab tersering kematian pada penderita.

usia saat timbulnya gejala bervariasi secara signifikan. hipokromasia. tuli. kelainan klinis pada pasien dengan kasus-kasus yang parah dan temuan hematologik pada pembawa (carrier) tampak jelas pada saat lahir. . Ditemukannya hipokromia dan mikrositosis yang tidak jelas penyebabnya pada neonatus. Sapuan apus darah tepi Penyakit Hb H pada neonatus Namun. mikrositosis. atau infeksi.Mortalitas dan morbiditas tidak terbatas hanya pada penderita yang tidak diterapi. Bentuk thalassemia ringan sering ditemukan secara kebetulan pada berbagai usia. merupakan komplikasi yang potensial. produksi rantai globin γ dan penggabungannya ke Hb Fetal dapat menutupi gejala untuk sementara. Usia Meskipun thalassemia merupakan penyakit turunan (genetik). Banyak pasien dengan kondisi thalassemia-β homozigot yang jelas (yaitu. Kerusakan organ akibat iron overload. digambarkan di bawah ini. gejala mungkin tidak jelas sampai paruh kedua tahun pertama kehidupan. seperti katarak. Hampir semua pasien dengan kondisi tersebut dikategorikan sebagai thalassemia-β intermedia. atau komplikasi dari terapi khelasi. Situasi ini biasanya terjadi jika pasien mengalami mutasi yang lebih ringan. infeksi berat yang kronis yang dicetuskan transfusi darah. Gambar 1. sangat mendukung diagnosis. bukti bahwa kedua orang tua terpengaruh) mungkin tidak menunjukkan gejala atau anemia yang signifikan selama beberapa tahun. elektroforesis negatif untuk Hb A. pada thalassemia-β berat. sampai waktu itu. Dalam talasemia. mereka yang mendapat terapi yang dirancang dengan baik tetap berisiko mengalami bermacam-macam komplikasi.

pada sebagian besar thalassemia kurang sesuai disebut sebagai hemoglobinopati karena pada tipe-tipe thalassemia tersebut didapatkan rantai globin normal secara struktural dan juga karena defeknya terbatas pada menurunnya produksi dari rantai globin tertentu. apabila rantai β hanya sedikit diproduksi.B. Penurunan produksi dari satu atau lebih rantai globin tertentu (α.δ) akan menghentikan sintesis Hb dan menghasilkan ketidakseimbangan dengan terjadinya produksi rantai globin lain yang normal. Karena dua tipe rantai globin (α dan non-α) berpasangan antara satu sama lain dengan rasio hampir 1:1 untuk membentuk Hb normal. tidak seperti gen β dan α. Konsekuensi dari gangguan produksi rantai globin mengakibatkan berkurangnya deposisi Hb pada sel darah merah (hipokromatik). level Hb A2 (δ2/α2) biasanya meningkat. Pada tipe trait thalassemia-β yang paling umum. sedangkan tipe thalassemia-β° menandakan bahwa pada tipe tersebut rantai β tidak diproduksi sama sekali. maka akan terjadi produksi berlebihan dari rantai globin yang normal dan terjadi akumulasi rantai tersebut di dalam sel menyebabkan sel menjadi tidak stabil dan memudahkan terjadinya destruksi sel. Reduksi bervariasi dari mulai sedikit penurunan hingga tidak diproduksi sama sekali (complete absence). tipe thalassemia-nya dinamakan sebagai thalassemia-β+.γ. Hal ini berlaku hampir pada semua bentuk anemia yang disebabkan oleh adanya gangguan produksi dari salah satu atau kedua komponen Hb : heme atau globin. yang mengarah ke gambaran klasik thalassemia yaitu anemia hipokromik mikrositik. Tipe thalassemia biasanya membawa nama dari rantai yang tereduksi. Patofisiologi Thalassemia adalah kelainan herediter dari sintesis Hb akibat dari gangguan produksi rantai globin. Defisiensi Hb menyebabkan sel darah merah menjadi lebih kecil. Karena alasan ini. Namun hal ini tidak terjadi pada silent carrier. Ketidakseimbangan ini merupakan suatu tanda khas pada semua bentuk thalassemia. Gen δ. yang mengakibatkan terjadinya kekurangan rantai β adekuat untuk dijadikan pasangan. diketahui memiliki keterbatasan fisiologis dalam kemampuannya untuk . Sebagai contoh.β. karena pada penderita ini jumlah Hb dan indeks sel darah merah berada dalam batas normal. Hal ini disebabkan oleh meningkatnya penggunaan rantai δ oleh rantai α bebas yang eksesif.

rantai δ(rantai mirip-α) berkombinasi dengan rantai γ membentuk Hb Portland (δ2γ2) dan dengan rantai ε untuk membentuk Hb Gower-1 (δ2ε2). Kelebihan rantai α bebas yang signifikan akibat kurangnya rantai β akan menyebabkan terjadinya pemecahan prekursor sel darah merah di sumsum tulang (eritropoesis inefektif). dibentuklah Hb Gower-2. dan bertindak sebagai benda asing sehingga terjadinya destruksi dari sel darah merah. dibentuk dari rantai α2δ2. mengintervensi divisi sel normal.5-3% dari total Hb). Tingkat toksisitas yang disebabkan oleh rantai yang berlebihan bervariasi berdasarkan tipe dari rantai itu sendiri (misalnya toksisitas dari rantai α pada thalassemia-β lebih nyata dibandingkan toksisitas rantai β pada thalassemia-α). Hb fisiologis yang ketiga. Dua pasangan berbeda dari rantai globin akan membentuk struktur tetramer dengan Heme sebagai intinya. berpasangan dengan rantai ε (α2ε2). Semua Hb normal dibentuk dari dua rantai globin α (atau mirip-α) dan dua rantai globin non-α. bereaksi dengan membran sel. tergantung dari tipe rantai globin yang membentuknya. Produksi Rantai Globin Untuk memahami perubahan genetik pada thalassemia. dengan berpasangan dengan rantai α. Dalam bentuk yang berat.memproduksi rantai δ yang stabil. berlaku patofisiologi yang sama dimana terdapat adanya substansial yang berlebihan. biasanya berhubungan dengan kebutuhan oksigen pada tahap-tahap perkembangan yang berbeda dalam kehidupan manusia. Sebagian dari rantai α yang berlebihan digunakan untuk membentuk Hb A2. Bermacam-macam tipe Hb terbentuk. Masing-masing tipe Hb memiliki karakteristik yang berbeda dalam mengikat oksigen. ketika rantai α telah diproduksi. rantai δ memproduksi Hb A2 (kira-kira 2. Selanjutnya. Suatu unit rantai globin merupakan komponen utama untuk membentuk Hb : bersama-sama dengan Heme. kita perlu mengenali dengan baik proses fisiologis dari produksi rantai globin pada orang sehat atau normal. Pada masa kehidupan embrionik. Hb Fetal dibentuk dari α2γ2 dan Hb dewasa primer (Hb A) dibentuk dari α2β2. seperti thalassemia-β mayor atau anemia Cooley. Hb A2. . dimana sisanya (rantai α) akan terpresipitasi di dalam sel. rantai globin menghasilkan Hb.

tidak mampu membentuk Hb tetramer. menimbulkan hampir semua gejala yang bermanifestasi pada sindroma thalassemia-β. Rantai globin yang berlebihan pada thalassemia-α adalah rantai γ pada tahun-tahun pertama kehidupan. Perbedaan dasar pada dua tipe utama ini mempengaruhi perbedaan besar pada manifestasi klinis dan tingkat keparahan dari penyakit ini. Namun. Kondisi ini menyebabkan terjadinya destruksi intramedular dari prekursor sel darah merah.Gambar 2. terpresipitasi di dalam sel. dan mengganggu divisi sel. Rantai α yang terakumulasi di dalam prekursor sel darah merah bersifat tidak larut (insoluble). Pada thalassemia-β. meskipun relatif tidak stabil. terpresipitasi di dalam prekursor sel darah merah dan. Rantai-rantai tipe ini relatif bersifat larut sehingga mampu membentuk homotetramer yang. Gen rantai α yang berduplikasi pada kromosom 16 berpasangan dengan rantai-rantai non-α untuk memproduksi bermacam-macam Hb normal. berinteraksi dengan membran sel (mengakibatkan kerusakan yang signifikan). sel-sel yang bertahan . dengan berbagai cara. situasi ini tidak terjadi pada thalassemia-α. rantai α yang berlebihan. mampu tetap bertahan (viable) dan dapat memproduksi molekul Hb seperti Hb Bart (γ4) dan Hb H (β4). Patofisiologi seluler Kelainan dasar dari semua tipe thalassemia adalah ketidakseimbangan sintesis rantai globin. dan rantai β pada usia yang lebih dewasa. konsekuensi akumulasi dari produksi rantai globin yang berlebihan berbeda-beda pada tiap tipe thalassemia. Sebagai tambahan.

Selanjutnya. yang mampu untuk berpasangan dengan sebagian rantai α yang berlebihan untuk membentuk Hb F. sehingga penyerapan besi akan berkurang dan makrofag akan mempertahankan kadar besi. dan terjadi peningkatan jumlah hormon hepcidin. Kemampuan sebagian sel darah merah untuk mempertahankan produksi dari rantai γ. yang bersama-sama dengan adanya hematopoesis sebagai respon dari anemia yang tidak diterapi. . bersama-sama dengan anemia berat akan menstimulasi produksi dari eritropoetin. karena penyerapan besi diregulasi oleh dua faktor utama : eritropoesis inefektif dan jumlah besi pada penderita yang bersangkutan. Sel darah merah abnormal dalam jumlah besar akan diproses di limpa. hal ini berarti bahwa baik hemolisis maupun eritropoesis inefektif menyebabkan anemia pada penderita dengan thalassemia-β. Hal ini terjadi pada penderita dengan thalassemia intermedia. Peningkatan level Hb F akan meningkatkan afinitas oksigen. Ikatan dengan sebagian rantai berlebih tidak diragukan lagi dapat mengurangi gejala dari penyakit dan menghasilkan Hb tambahan yang memiliki kemampuan untuk membawa oksigen. ekspansi luas dari massa eritroid yang inefektif akan menyebabkan ekspansi tulang berat dan deformitas. Akibatnya. eritropoesis yang inefektif dapat diperbaiki. Memberikan sumber besi tambahan secara teori hanya akan lebih merugikan pasien. hal ini bukanlah masalah yang sebenarnya. regulator utama pada absorpsi besi di usus dan resirkulasi besi oleh makrofag. yang memproduksi hormon hepar yang dinamakan hepcidin. akan menyebabkan splenomegali masif yang akhirnya akan menimbulkan terjadinya hipersplenisme. Namun. menyebabkan terjadinya hipoksia. Baik penyerapan besi dan laju metabolisme akan meningkat. dimana. berkontribusi untuk menambah gejala klinis dan manifestasi laboratorium dari penyakit ini. maka ekspansi luas dari sumsum tulang akibat eritropoesis inefektif dapat dicegah atau dikembalikan seperti semula. adalah suatu hal yang menguntungkan. Apabila anemia kronik pada penderita dikoreksi dengan transfusi darah secara teratur.yang sampai ke sirkulasi darah perifer dengan intracellular inclusion bodies (rantai yang berlebih) akan mengalami hemolisis. Eritropoesis yang inefektif akan menyebabkan peningkatan absorpsi besi karena adanya downregulation dari gen HAMP. menimbulkan mekanisme lain untuk melindungi sel darah merah pada penderita dengan thalassemia-β. Dengan pemberian transfusi darah. peningkatan produksi Hb F sebagai respon terhadap anemia berat.

yang mentransportasikan besi dari enterosit dan makrofag menuju plasma dan menghantarkan besi dari plasenta menuju fetus. dan besi bebas ditemukan di plasma. Haldane menyatakan adanya suatu keuntungan selektif untuk bertahan hidup pada individu dengan trait thalassemia pada daerah endemik malaria. kelenjar endokrin. Sebagai contoh. transferrin. dan hati. Hipotesa Malaria Pada tahun 1949. transferrin tersaturasi. dan defisiensi G6PD terdapat hampir secara eksklusif pada daerah tropis dan subtropis. Hubungan ini juga menjelaskan mengapa penderita dengan thalassemia-β yang memiliki jumlah besi yang sama memiliki jumlah ferritin yang berbeda sesuai dengan apakah mereka mendapat transfusi darah teratur atau tidak. penderita thalassemia-β intermedia yang tidak mendapatkan transfusi darah memiliki jumlah ferritin yang lebih rendah dibandngkan dengan penderita yang mendapatkan transfusi darah secara teratur.Pada pasien dengan iron overload (misalnya hemokromatosis). meskipun keduanya memiliki jumlah besi yang sama. seperti pada thalassemia berat. Hardane berpendapat bahwa penyakit sel darah merah letal seperti pada thalassemia. Besi ini cukup berbahaya karena memiliki material untuk memproduksi hidroksil radikal dan akhirnya akan terakumulasi pada organ-organ. Namun. Kebanyakan besi non-heme pada individu yang sehat berikatan kuat dengan protein pembawanya. Pada keadaan iron overload. Efek hepsidin terhadap siklus besi dilakukan melalui kerja hormon lain bernama ferroportin. mengakibatkan terjadinya kerusakan pada organorgan tersebut (organ damage). anemia sel sabit. absorpsi besi menurun akibat meningkatnya jumlah hepsidin. Insidens dari mutasi genetik ini pada populas tertentu merefleksikan adanya keseimbangan antara kematian dini pada penderita homozigot dengan peningkatan kesehatan pada penderita heterozigot. Ferroportin diregulasi oleh jumlah penyimpanan besi dan jumlah hepsidin. . hal ini tidak terjadi pada penderita thalassemia-β berat karena diduga faktor plasma menggantikan mekanisme tersebut dan mencegah terjadinya produksi hepsidin sehingga absorpsi besi terus berlangsung meskipun penderita dalam keadaan iron overload. seperti jantung.

dan. Klasifikasi Thalassemia dan Presentasi Klinisnya Saat ini dikenal sejumlah besar sindrom thalasemia. Namun efek ini tidak ditemukan pada penderita dengan trait thalassemia-α. dan sebagian besar Asia. Sel darah merah pada penderita Penyakit Hb H juga memiliki semacam efek supresif terhadap pertumbuhan parasit.Mekanisme proteksi terhadap malaria pada penderita trait thalassemia belum jelas. Thalassemia-α Anemia mikrositik yang disebabkan oleh defisiensi sintesis globin-α banyak ditemukan di Afrika. dua. dan empat bentuk thalassemia-α yang berbeda telah diketahui sesuai dengan delesi satu. negara di daerah Mediterania. Sel Hb F telah didemonstrasikan dapat menghambat pertumbuhan parasit malaria. masing-masing melibatkan penurunan produksi satu atau lebih rantai globin. yang membentuk bermacam-macam jenis Hb yang ditemukan pada sel darah merah. Delesi gen globin-α menyebabkan sebagian besar kelainan ini. dan semua empat gen ini . malaria serebral fatal yang diketahui dapat menyebabkan kematian pada bayi tersebut dapat dicegah. tiga. berdasarkan tingginya level Hb F tersebut pada bayi dengan trait thalassemia-β. C. Jenis yang paling penting dalam praktek klinis adalah sindrom yang mempengaruhi baik atau sintesis rantai α maupun β. Terdapat empat gen globin-α pada individu normal.

hanya ditemukan adanya jumlah eritrosit (sel darah merah) yang rendah dalam beberapa pemeriksaan. .Tabel 1. terdapat 2 gen α yang terletak pada kromosom 16. Seperti telah dijelaskan sebelumnya. Hb Bart’s = γ4. biasanya ditemukan secara kebetulan diantara populasi. diagnosis tidak dapat dipastikan dengan pemeriksaan elektroforesis Hb. salah satu gen α pada kromosom 16 menghilang. Pemeriksaan darah lengkap pada salah satu orangtua yang menunjukkan adanya hipokromia dan mikrositosis tanpa penyebab yang jelas merupakan bukti yang cukup kuat menuju diagnosis thalasemia. HbH = β4  Silent carrier thalassemia-α o Merupakan tipe thalassemia subklinik yang paling umum. sehingga harus dilakukan tes lain yang lebih canggih. o Pada tipe silent carrier. seringnya pada etnik Afro-Amerika. o Pada tipe ini. Bisa juga dicari akan adanya kelainan hematologi pada anggota keluarga ( misalnya orangtua) untuk mendukung diagnosis. Hb = hemoglobin. Thalassemia-α Genotip Jumlah gen α Presentasi Klinis Hemoglobin Elektroforesis Saat Lahir > 6 bulan N N N αα/αα -α/αα --/αα atau –α/-α --/-α --/-- 4 3 2 Normal Silent carrier Trait thal-α N 0-3 % Hb Barts 2-10% Hb Barts 1 0 Penyakit Hb H Hydrops fetalis 15-30% Hb Bart >75% Hb Bart Hb H - Ket : N = hasil normal. menyisakan hanya 3 dari 4 gen tersebut. Penderita sehat secara hematologis.

Lewat umur satu bulan. subbenua India. sejumlah kecil Hb Barts (γ4) dapat ditemukan pada elektroforesis Hb. Kelainan ini sering ditemukan di Asia Tenggara. Trait thalassemia-α o Trait ini dikarakterisasi dengan anemia ringan dan jumlah sel darah merah yang rendah. dan kadar Hb A2 dan HbF secara khas normal. Gambar 3. dan Timur Tengah. Thalassemia alpha menurut hukum Mendel . Hb Barts tidak terlihat lagi. o Pada bayi baru lahir yang terkena. Kondisi ini disebabkan oleh hilangnya 2 gen α pada satu kromosom 16 atau satu gen α pada masing-masing kromosom.

yang berfungsi sebagai pengangkut oksigen. dan jumlah sel darah merah yang abnormal. Gambar 4. Hb A. merepresentasikan thalassemia-α intermedia. Pewarnaan supravital pada sapuan apus darah tepi Penyakit Hb H yang menunjukkan Heinz-Bodies  Thalassemia-α mayor o Bentuk thalassemia yang paling berat. maka bayi-bayi itu mengalami hipoksia berat. dan karena γ4 memiliki afinitas oksigen yang tinggi. Hb Barts (γ4) mendominasi pada bayi yang menderita. Eritrositnya juga mengandung sejumlah kecil Hb embrional normal (Hb Portland = δ2γ2). sehingga menampilkan gambaran golf ball. dengan anemia sedang sampai berat. Pada sediaan apus darah tepi yang diwarnai dengan pewarnaan supravital akan tampak sel-sel darah merah yang diinklusi oleh rantai tetramer β (Hb H) yang tidak stabil dan terpresipitasi di dalam eritrosit. maka tidak satupun dari Hb ini terbentuk. dan Hb A2 semuanya mengandung rantai α. ikterus. splenomegali. o Karena Hb F. Penyakit Hb H o Kelainan disebabkan oleh hilangnya 3 gen globin α. disebabkan oleh delesi semua gen globin-α. . Badan inklusi ini dinamakan sebagai Heinz bodies. disertai dengan tidak ada sintesis rantai α sama sekali.

Mutasi yang terjadi sangat ringan. dikenal beberapa bentuk klinis dari thalassemia-β. Thalassemia beta menurut Hukum Mendel . Bayi ini sangat hidropik. dan kebanyakan dari bayi yang lahir hidup meninggal dalam waktu beberapa jam. jika diwariskan bersama-sama dengan gen untuk thalassemia-β°. Thalassemia-β Sama dengan thalassemia-α. tetapi gen untuk keadaan ini. antara lain :  Silent carrier thalassemia-β o Penderita tipe ini biasanya asimtomatik. menghasilkan sindrom thalassemia intermedia. dengan gagal jantung kongestif dan edema anasarka berat. Gambar 5. Yang dapat hidup dengan manajemen neonatus agresif juga nantinya akan sangat bergantung dengan transfusi. dan merepresentasikan suatu thalassemia-β+.o Kebanyakan dari bayi-bayi ini lahir mati. o Bentuk silent carrier thalassemia-β tidak menimbulkan kelainan yang dapat diidentifikasi pada individu heterozigot. hanya ditemukan nilai eritrosit yang rendah.

. Trait thalassemia-β o Penderita mengalami anemia ringan. o Eritrosit adalah mikrositik hipokromik dengan poikilositosis. Sel target mungkin juga ditemukan tapi biasanya tidak mencolok dan tidak spesifik untuk thalassemia. tetapi kadar Hb mereka biasanya bertahan pada 6-8 gr/dL tanpa transfusi. dijumpai Hb A2 normal dengan kadar HbF berkisar dari 5% sampai 15%. yang mewakili thalassemia tipe δβ. Lebih dari 90% individu dengan trait thalassemia-β mempunyai peningkatan Hb-A2 yang berarti (3. Kira-kira 50% individu ini juga mempunyai sedikit kenaikan HbF.4%-7%). atau keduanya o Individu dengan ciri (trait) thalassemia sering didiagnosis salah sebagai anemia defisiensi besi dan mungkin diberi terapi yang tidak tepat dengan preparat besi selama waktu yang panjang. o o Kebanyakan bentuk thalassemia-β heterozigot terkait dengan anemia ringan. Pada sekelompok kecil kasus. dan seringkali bintik-bintik basofil. yang benar-benar khas. ovalositosis. Kadar Hb khas sekitar 2-3 gr/dL lebih rendah dari nilai normal menurut umur.  Thalassemia-β yang terkait dengan variasi struktural rantai β o Presentasi klinisnya bervariasi dari seringan thalassemia media hingga seberat thalassemia-β mayor Ekspresi gen homozigot thalassemia (β+) menghasilkan sindrom mirip anemia Cooley yang tidak terlalu berat (thalassemia intermedia). Hb F. dan elektroforesis Hb abnormal dimana didapatkan peningkatan jumlah Hb A2. sekitar 2-6%. nilai eritrosit abnormal. Deformitas skelet dan hepatosplenomegali timbul pada penderita ini.

Deformitas tulang pada thalassemia beta mayor (Facies Cooley) . o Pada kasus yang tidak diterapi atau pada penderita yang jarang menerima transfusi pada waktu anemia berat. Kadar besi serum normal atau meningkat.o MCV rendah. tetapi tanda hemolisis biasanya tidak ada. Tanpa transfusi. dan MCH juga rendah (<26 pg).  Thalassemia-β° homozigot (Anemia Cooley. Transfusi darah yang reguler diperlukan pada penderita ini untuk mencegah kelemahan yang amat sangat dan gagal jantung yang disebabkan oleh anemia. 80% penderita meninggal pada 5 tahun pertama kehidupan. Ekspansi masif sumsum tulang di wajah dan tengkorak menghasilkan bentuk wajah yang khas. Tulang-tulang menjadi tipis dan fraktur patologis mungkin terjadi. Thalassemia Mayor) o bergejala sebagai anemia hemolitik kronis yang progresif selama 6 bulan kedua kehidupan. Penurunan ringan pada ketahanan hidup eritrosit juga dapat diperlihatkan. kira-kira 65 fL. terjadi hipertrofi jaringan eritropoetik disumsum tulang maupun di luar sumsum tulang. Gambar 6.

Diabetes mellitus yang disebabkan oleh siderosis pankreas mungkin terjadi. Kadar serum besi tinggi dengan saturasi kapasitas pengikat besi (iron binding capacity). juga terlihat pasca splenektomi. terutama setelah splenektomi. . yang merupakan presipitasi kelebihan rantai α. Splenomegali pada thalassemia o Pertumbuhan terganggu pada anak yang lebih tua. Gambar 7. Sejumlah besar eritrosit yang berinti ada di darah tepi. pubertas terlambat atau tidak terjadi karena kelainan endokrin sekunder. hemosiderosis. Kadar Hb turun secara cepat menjadi < 5 gr/dL kecuali mendapat transfusi. banyak ditemukan poikilosit yang terfragmentasi. aneh (sel bizarre) dan sel target. Inklusi intraeritrositik. Disamping hipokromia dan mikrositosis berat. limpa mungkin sedemikian besarnya sehingga menimbulkan ketidaknyamanan mekanis dan hipersplenisme sekunder. Limpa dan hati membesar karena hematopoesis ekstrameduler dan hemosiderosis.o Pucat. Pada penderita yang lebih tua. Komplikasi jantung. o Kelainan morfologi eritrosit pada penderita thalassemia-β° homozigot yang tidak ditransfusi adalah ekstrem. Gambaran biokimiawi yang nyata adalah adanya kadar HbF yang sangat tinggi dalam eritrosit. dan ikterus sama-sama memberi kesan coklat kekuningan. termasuk aritmia dan gagal jantung kongestif kronis yang disebabkan oleh siderosis miokardium sering merupakan kejadian terminal.

menurunnya fraksi ejeksi pada ECG. yaitu :  Stadium I o Merupakan mereka yang mendapat transfusi kurang dari 100 unit Packed Red Cells (PRC). Dapat ditemukan pulsasi atrial dan ventrikular abnormal pada EKG dalam 24 jam  Stadium III o Gejala berkisar dari palpitasi hingga gagal jantung kongestif. pasien dibagi menjadi tiga kelompok. dan elektrokardiogram (EKG) dalam 24 jam normal. Penderita biasanya asimtomatik. Pada EKG dalam 24 jam ditemukan pulsasi prematur dari atrial dan ventrikular.  Stadium II o Merupakan mereka yang mendapat transfusi antara 100-400 unit PRC dan memiliki keluhan lemah-lesu. Pada ECG ditemukan penebalan dan dilatasi pada dinding ventrikel kiri. . pada echokardiogram (ECG) hanya ditemukan sedikit penebalan pada dinding ventrikel kiri. Stadium Thalassemia Terdapat suatu sistem pembagian stadium thalassemia berdasarkan jumlah kumulatif transfusi darah yang diberikan pada penderita untuk menentukan tingkat gejala yang melibatkan kardiovaskuler dan untuk memutuskan kapan untuk memulai terapi khelasi pada pasien dengan thalassemia-β mayor atau intermedia. Pada sistem ini.D.

Penderita thalassemia berat membutuhkan terapi medis.5 gr/dL sepanjang waktu. maka dibutuhkan suatu studi lengkap untuk keperluan pretransfusi. Terapi preparat besi sebaiknya tidak diberikan kecuali memang dipastikan terdapat defisiensi besi dan harus segera dihentikan apabila nilai Hb yang potensial pada penderita tersebut telah tercapai. Diperlukan konseling pada semua penderita dengan kelainan genetik. . Terapi Penderita trait thalassemia tidak memerlukan terapi ataupun perawatan lanjut setelah diagnosis awal dibuat. Pada pasien yang membutuhkan transfusi darah reguler. dan pemeriksaan hepatitis. 10-15 mL/kg PRC dengan kecepatan 5 mL/kg/jam setiap 3-5 minggu biasanya merupakan regimen yang adekuat untuk mempertahankan nilai Hb yang diinginkan. dan regimen transfusi darah merupakan terapi awal untuk memperpanjang masa hidup.E.  Pertimbangkan pemberikan asetaminofen dan difenhidramin sebelum transfusi untuk mencegah demam dan reaksi alergi. Transfusi Darah   Transfusi darah bertujuan untuk mempertahankan nilai Hb tetap pada level 9-9. khususnya mereka yang memiliki anggota keluarga yang berisiko untuk terkena penyakit thalassemia berat. Pemeriksaan tersebut meliputi fenotip sel darah merah.  Darah yang akan ditransfusikan harus rendah leukosit. Transfusi darah harus dimulai pada usia dini ketika anak mulai mengalami gejala dan setelah periode pengamatan awal untuk menilai apakah anak dapat mempertahankan nilai Hb dalam batas normal tanpa transfusi. vaksinasi hepatitis B (bila perlu).

pada beberapa pasien. Infeksi oleh organisme opurtunistik dapat menyebabkan demam dan enteriris pada penderita dengan iron overload. . sebaiknya diterapi dengan Gentamisin dan TrimetoprimSulfametoksazol. dengan adanya imunisasi. intramuskular. maka rute pemberiannya harus melalui parenteral (intravena. Terapi Khelasi (Pengikat Besi)  Apabila diberikan sebagai kombinasi dengan transfusi. Beberapa tahun lalu. Penderita thalassemia mayor biasanya lebih mudah untuk terkena infeksi dibanding anak normal. Demam yang tidak jelas penyebabnya.Komplikasi Transfusi Darah Komplikasi utama dari transfusi adalah yang berkaitan dengan transmisi bahan infeksius ataupun terjadinya iron overload.  Chelating agent yang biasa dipakai adalah DFO yang merupakan kompleks hidroksilamin dengan afinitas tinggi terhadap besi. yaitu untuk mencapai keseimbangan besi negatif (lebih banyak diekskresi dibanding yang diserap). terapi khelasi dapat menunda onset dari kelainan jantung dan. Saat ini. 25% pasien yang menerima transfusi terekspose virus hepatitis B. bahkan dapat mencegah kelainan jantung tersebut. khususnya mereka yang mendapat terapi khelasi dengan Deferoksamin (DFO). bahkan tanpa diberikan transfusi. Karena DFO tidak diserap di usus.  Dosis total yang diberikan adalah 30-40mg/kg/hari diinfuskan selama 8-12 jam saat pasien tidur selama 5 hari/minggu. Virus Hepatitis C (HCV) merupakan penyebab utama hepatitis pada remaja usia di atas 15 tahun dengan thalassemia. insidens tersebut sudah jauh berkurang. atau subkutan). Rute pemberiannya sangat penting untuk mencapai tujuan terapi.

Waktu yang optimal untuk memulai pengobatan tersebut adalah setahun setelah TSSH. individu tertentu perlu terus mendapat terapi khelasi untuk menghilangkan zat besi yang berlebihan. Limpa diketahui mengandung sejumlah besar besi nontoksik (yaitu. sehingga melindungi seluruh tubuh dari besi tersebut. . Faktafakta ini harus selalu dipertimbangkan sebelum memutuskan melakukan splenektomi. Prognosis bagi penderita yang memiliki ketiga karakteristik ini adalah 59%. Kemungkinan kanker setelah TSSH juga harus dipertimbangkan. Splenektomi dapat bermanfaat pada pasien yang membutuhkan lebih dari 200-250 mL / kg PRC per tahun untuk mempertahankan tingkat Hb 10 gr / dL karena dapat menurunkan kebutuhan sel darah merah sampai 30%. splenektomi dibenarkan apabila limpa menjadi hiperaktif. Prognosis jangka panjang pasca transplantasi . tidak diketahui. termasuk fertilitas. menghasilkan lebih banyak akumulasi besi. Meskipun transfusi darah tidak diperlukan setelah transplantasi sukses dilakukan. Limpa juga meningkatkan perusakan sel darah merah dan distribusi besi. Terapi Bedah Splenektomi merupakan prosedur pembedahan utama yang digunakan pada pasien dengan thalassemia. Sebaliknya. sedangkan pada penderita yang tidak memiliki ketiganya adalah 90%. Biaya jangka panjang terapi standar diketahui lebih tinggi daripada biaya transplantasi. Limpa berfungsi sebagai penyimpanan untuk besi nontoksik. fungsi penyimpanan). Prognosis yang buruk pasca TSSH berhubungan dengan adanya hepatomegali. fibrosis portal. dan terapi khelasi yang inefektif sebelum transplantasi dilakukan.. Pengangkatan limpa yang terlalu dini dapat membahayakan.Transplantasi Sel Stem Hematopoetik (TSSH) TSSH merupakan satu-satunya yang terapi kuratif untuk thalassemia yang saat ini diketahui. menyebabkan penghancuran sel darah merah yang berlebihan dan dengan demikian meningkatkan kebutuhan transfusi darah.

Biasanya. dan alfa-tokoferol.000 / μL pasca splenektomi. dan makanan yang kaya akan zat besi juga dihindari. Dosis rendah Aspirin® setiap hari juga bermanfaat jika platelet meningkat menjadi lebih dari 600. Pengobatan agresif dengan antibiotik harus selalu diberikan untuk setiap keluhan demam sambil menunggu hasil kultur. dan banyak prosedur sekarang dilakukan dengan laparoskopi.Gambar 8. Sebaiknya zat besi tidak diberikan. Kopi dan teh diketahui dapat membantu mengurangi penyerapan zat besi di usus. dengan suplemen sebagai berikut : asam folat. . prosedur ditunda bila memungkinkan sampai anak berusia 4-5 tahun atau lebih. Splenektomi Risiko yang terkait dengan splenektomi minimal. asam askorbat dosis rendah. Diet Pasien dianjurkan menjalani diet normal.

kondisi klinis penderita thalassemia sangat bervariasi dari ringan bahkan asimtomatik hingga berat dan mengancam jiwa. . Atau bisa juga dilakukan pemeriksaan terhadap setiap wanita hamil berdasar ras. Bila kadarnya normal. Seperti dijelaskan sebelumnya. kadar Hb A2 (meningkat pada thalassemia-β). melalui ukuran eritrosit. G.F. Prognosis Prognosis bergantung pada tipe dan tingkat keparahan dari thalassemia. pasien dikirim ke pusat yang bisa menganalisis rantai α. Skrining Dapat dilakukan skrining premarital dengan menggunakan pedigree.

yang nantinya akan dibagi lagi menjadi beberapa subtipe berdasarkan derajat mutasi (secara genetik) ataupun berat ringannya gejala. resesif atau ko-dominan. penderita thalassemia yang berat biasanya tidak dapat bertahan hingga mencapai usia dewasa normal meskipun kemungkinan ini tidak tertutup sama sekali. sedangkan homozigot atau gabungan heterozigot gejalanya lebih berat dari thalassemia α dan β. Konseling mengenai thalassemia sangat diperlukan untuk skrining dan pemahaman terhadap penderita. dan transplantasi sumsum tulang. Heterozigot biasanya tanpa gejala. terapi pengikat besi (khelasi). India sampai Asia Tenggara. Masing-masing terapi memiliki kriteria dan efek samping tertentu sehingga perlu dipertimbangkan secara seksama.KESIMPULAN Thalassemia adalah gangguan pembuatan hemoglobin yang diturunkan. Thalassemia memiliki dua tipe utama berdasarkan rantai globin yang hilang pada hemoglobin individu yaitu Thalassemia-α dan thalassemia-β. splenektomi. Timur Tengah. Sampai saat ini. Thalassemia diturunkan berdasarkan hukum Mendel. . Terapi thalassemia antara lain adalah terapi transfusi. Thalassemia ditemukan tersebar di seluruh ras di Mediterania.

Perhimpunan Dokter Spesialis Penyakit Dalam Indonesia. dkk. 1996 2. KPTI.2007. jilid II. 2006 8. Ilmu Penyakit Dalam. Volume 2. Jakarta : Pusat Penerbitan Departemen Ilmu Penyakit Dalam FKUI. Thalassemia in Harrison Prinsip-prinsip Ilmu Penyakit Dalam. Nelson : Ilmu Kesehatan Anak Volume 2. 5. Ikhwan Rinaldi. A. halim Mubin SpPd. Hay WW. Edisi ke-15. Mansjoer. 18th Edition. Jakarta : Pusat Penerbitan Departemen Ilmu Penyakit Dalam FKUI 2006. Jakarta : EGC . Mirzanie. Slyvia A. Prof. New York : Lange Medical Books/ McGraw Hill Publishing Division . MSc. Kliegman. Buku Ajar Hemotologi-Onkologi Anak Cetakan Kedua. Diagnosis dan Terapi. 1994. Internoid. A. 6. Jakarta : Media Aesculapius. Buku Ajar Ilmu Penyakit Dalam. 3. DR. Current Diagnosis and Treatment in Pediatrics. Daniel W. Permono B. H. EGC. Panduan pelayanan medic. Patofisiologi Konsep Klinis Proses-Proses Penyakit. Kapita selekta kedokteran jilid I. Price. Edisi 6. . Behrman. Yogyakarta : Tosca Enterprise.DAFTAR PUSTAKA 1. 9. 2007 7.Wilson. Jakarta : EGC. 2006. Jakarta 10. dkk. Levin MJ. Jakarta : Ikatan Dokter Anak Indonesia . Arvin. Edisi IV. 2005. 4. Dr. Sutaryo. 2001. Edisi 13. Foster. dkk. Lorraine M.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful