BAB I PENDAHULUAN

Katarak adalah penyakit gangguan penglihatan yang dicirikan oleh adanya penebalan lensa secara gradual dan progresif. Katarak merupakan salah satu penyebab utama kebutaan di dunia saat ini. Hal ini, sangat disayangkan karena sebenarnya katarak memiliki morbiditas visual yang bersifat reversibel. Sehingga, deteksi dini, monitor ketat, dan intervensi pembedahan harus tercakup dalama tata laksana katarak senilis. Istilah katarak berasal dari kata Yunani yaitu cataractos, berarti air yang mengalir dengan cepat. Saat air bergerak turbulen, maka air yang awalnya jernih akan menjadi berbuih. Banyak orang tidak waspada terhadap katarak karena perubahan penglihatan terjadi secara perlahan. Katarak umumnya mengenai kedua mata dan mengenai 60% orang usia diatas usia 60 tahun, serta di Amerika Serikat dilakukan sekitar lebih dari 1,5 juta operasi katarak tiap tahunnya.1 Banyak ahli memperkirakan bahwa disabilitas visual terkait katarak terjadi pada lebih dari 8 juta kunjungan per tahunnya di Amerika Serikat. Angka ini cenderung meningkat saat proporsi masyarakat berusia lebih dari 60 tahun meningkat. Pasien dengan katarak mengeluh penglihatan seperti berasap dan tajam penglihatan yang menurun secara progresif. Saat seseorang menderita katarak, maka akan muncul gangguan dalam beraktivitas sehari-hari, seperti kesulitan saat mengendarai mobil pada malam hari, kesulitan dalam membaca, berpartisipasi dalam kegiatan olah raga dan kegiatan lain yang membutuhkan penglihatan yang jernih.1 Katarak terdeteksi melalui pemeriksaan mata yang komprehensif, meliputi : 1) tes tajam penglihatan dengan menggunakan eye chart test untuk mengetahui sejauh mana pasien dapat melihat dalam jarak tertentu. 2) pemeriksaan mata terdilatasi dengan menggunakan tetes midriatil untuk melebarkan pupil sehingga dapat dilakukan pemeriksaan retina dan nervus optikus. 3) Tonometri, adalah suatu alat untuk mengukur tekanan dalam bola mata.1,2

BAB II
1

atau hepatosplenomegali.1 Katarak berasal dari terminologi Bangsa Yunani yaitu cataractos. Kadang-kadang pada ibu hamil terdapat riwayat kejang. atau penyulit penyakit mata lokal menahun. Lensa memegang peranan penting dalam memfokuskan cahaya ke retina untuk kemudian retina mengubah cahaya menjadi sinyal neurologis yang diinterpretasikan oleh otak sebagai penglihatan. Pemeriksaan darah pada katarakk kongenital perlu dilakukan 2 . Untuk mengetahui penyebab katarak kongenital diperlukan pemeriksaan riwayat prenatal ineksi ibu seperti Rubella pada kehamilan trimester pertama dan pemakaian obat selama kehamilan. akan tetapi dapat juga akibat kelainan kongenital. Katarak kongenital merupakan penyebab kebutaan pada bayi yang cukup berarti terutama akibat penanganan yang kurang tepat. uveitis.2 Katarak dapat dibedakan menjadi beberapa jenis. tetani. dan retinitis pigmentosa.1 Definisi katarak adalah berubahnya kejernihan lensa secara perlahan yang menyebabkan penurunan kualitas penglihatan. Katarak umumnya merupakan penyakit pada usia lanjut. Orang Yunani pada jaman dulu juga melihat hal yang sama terjadi pada katarak yaitu penurunan tajam penglihatan akibat akumulasi cairan turbulen. yang berarti air yang mengalir cepat. maka air akan menjadi berbuih. Bermacam-macam penyakit mata dapat mengakibatkan katarak. Katarak yang signiikan dapat menghalangi cahaya melewati lensa sehingga menyebabkan gejala gangguan penglihatan. yaitu katarak kongenital adalah katarak yang mulai terjadi sebelum atau segera setelah lahir dan bayi berusia kurang dari 1 tahun. Lensa terletak di belakang iris dan tidak dapat dilihat secara langsung dengan mata telanjang kecuali lensa menjadi sangat keruh. ablasi. seperti glaukoma. Dalam bahasa Indonesia disebut bular dimana penglihatan seperti tertutup air terjun akibat lensa yang keruh.TINJAUAN PUSTAKA 2.2 Kekeruhan lensa pada katarak biasanya mengenai kedua mata dan berjalan progresif ataupun dapat tidak mengalami perubahan dalam waktu lama. ikterus. Saat air turbulen. Katarak dapat berhubungan dengan proses intraokular lainnya.1.

Toksik e. Katarak metabolik a. aniridia. adanya kelainan mata lain.karena ada hubungan katarak kongenital dengan diabetes mellitus. Katarak radiasi 3 . mikrotalmia. seperti :5 1. Penyakit Wilson f. Katarak hipokalsemik c. koloboma. Katarak juvenil biasanya merupakan kelanjutan katarak kongenital. Penaganan katarak kongenital tergantung pada unilateral dan bilateral. Katarak diabetik dan galaktosemia b. Katarak anoksik d. Otot a. heterokromia iridis) b. kalsium. Katarak berhubungan dengan kelainan metabolik lain 2. Katarak defisiensi gizi d. Katarak kongenital prognosisnya kurang memuaskan karena bergantung pada bentuk katarak dan munkin sekali pada mata itu terjadi ambliopia. dan fosfor. dan saat terjadinya katarak. Kelainan kongenital dan herediter (siklopia. Distrofi miotonik 3. Katarak juvenil biasanya merupakan penyulit penyakit sistemik ataupun metabolik dan penyakit lainnya. Hampir 50% katarak kongenital adalah sporadik dan tidak diketahui penyebabnya. Katarak aminoasiduria e.5 Katarak juvenil terjadi pada orang muda yang mulai terbentuknya pada usia kurang dari 9 tahun dan lebih dari 3 bulan. Katarak traumatik 4. Katarak degeneratif (dengan myopia dan distrofi vitreoretinal) c. Katarak komplikata a. pembuluh haloid persisten.

yang berlanjut menjadi pembengkakan lensa. Gangguan penlihatan beraneka ragam bergantung tipe katarak. terjadi pada orang berusia lanjut yang dicirikan dengan kekeruhan pada lensa.3 Insiden 2. dan penyusutan dengan hilangnya kejernihan lensa secara total.Katarak senilis (usia tua) Katarak traumatika Katarak kongenital Katarak senilis. Pasien dengan katarak senilis seringkali memiliki riwayat gangguan penglihatan yang bersiat gradual dan progresif.1. Jika tidak ditangani. katarak akan menyebabkan phacomorphic glaucoma.1.4 Manifestasi Klinis Anamnesis Anamnesis yang cermat penting dalam menentukan progresi dan gangguan fungsional penglihatan akibat katarak dan juga dalam mengidentifikasi penyebab lain kekeruhan pada lensa. Contohnya.3 • Penurunan tajam penglihatan o Penurunan tajam penglihatan merupakan keluhan paling umum pada pasien dengan katarak senilis. Lebih lanjut lagi.5 2.2 Patofisiologi 2. katarak sklerotik 4 o . katarak subkapsular posterior derajat ringan dapat menyebabkan penurunan tajam penglihatan yang berat dengan tajam penglihatan dekat lebih terpengaruhi dibanding tajam penglihatan jauh. Sedangkan. Katarak yang sangat lanjut dengan zonula yang lemah rentan terhadap dislokasi ke anterior atau posterior. korteks akan mencair untuk membentuk cairan putih (katarak Morgagni) yang akan menyebabkan peradangan berat jika kapsul lensa pecah dan bocor.

ada pasien presbiopik melaporkan peningkatan penglihatan jarak dekat dan tidak membutuhkan kacamata baca saat mereka mengalami hal yang disebut second sight. Selain itu. o Katarak kortikal secara umum dapat relevan secara klinis saat puncak korteks mengganggu axis penglihatan. Tes yang paling penting adalah swinging flashlight test yang mendeteksi Marcus Gunn pupil atau relative afferent pupillary defect (RAPD) indikatif untuk lesi nervus optikus atau keterlibatan macular diffuse. pemeriksaan dengan ophthalmoskopi langsung maupun tak langsung 5 . Saat pasien mengeluhkan glare. Perlu juga dicek sensitivitas kontras. munculnya sementara dan saat kualitas optis lensa mengalami gangguan. anterior chamber). o • Monocular diplopia Pemeriksaan Fisik Meliputi pemeriksaan mata lengkap dimulai dari tes tajam penglihatan. myopic shift dan second sight tidak terjadi pada katarak kortikal dan subkapsular posterior. Namun. Pemeriksaan dengan slitlamp juga penting selain untuk memeriksa kekeruhan lensa juga untuk struktur mata lainnya (misal konjunctiva. Keluhan ini berupa menurunnya sensitivitas kontras pada cahaya terang atau glare pada siang hari atau pada arah datangnya sinar pada malam hari. Akibatnya.nuklear seringkali terkait dengan penurunan tajam penglihatan jauh dan tajam penglihatan dekat yang baik. tes tajam penglihatan harus dilakukan di kamar terang. maka second sight tersebut akan hilang. iris. • Myopic shift o Progresi katarak serinkali meningkatkan kekuatan dioptrik lensa menyebabkan terjadinya myopia or myopic shift derajat ringan hingga sedang. Gangguan seperti ini muncul utamanya pada pasien dengan katarak subkapsular posterior dan sedikit pada pasien dengan katarak kortikal. kornea. • Glare o Peningkatan glare adalah juga keluhan yang umum terjadi pada pasien dengan katarak senilis. Pemeriksaan ocular adnexa dan struktur intraokular dapat memberikan petunjuk terhadap penyakit pasien dan prognosis.

penting untuk mengevaluasi bagian posterior mata sehingga dapat diketahui prognosis setelah ekstraksi lensa. Lensa buatan ini merupakan lempengan plastik yang disebut lensa intraokuler. • Pembedahan intrakapsuler : lensa beserta kapsulnya diangkat. Untuk mencegah infeksi. 2. Beberapa penderita mungkin merasa penglihatannya lebih baik hanya dengan mengganti kaca matanya.1 2.2. mengurangi peradangan dan mempercepat penyembuhan. Pengangkatan lensa Ada 2 macam pembedahan yang bisa digunakan untuk mengangkat lensa: • Pembedahan ekstrakapsuler : lensa diangkat dengan meninggalkan kapsulnya. Untuk memperlunak lensa sehingga mempermudah pengambilan lensa melalui sayatan yang kecil. Pada saat ini pembedahan intrakapsuler sudah jarang dilakukan. Setelah pembedahan jarang sekali terjadi infeksi atau perdarahan pada mata yang bisa menyebabkan gangguan penglihatan yang serius. biasanya lensa intraokuler dimasukkan ke dalam kapsul lensa di dalam mata. digunakan gelombang suara berfrekuensi tinggi (fakoemulsifikasi). Operasi katarak sering dilakukan dan biasanya aman.4 1.1. selama 6 . Jika katarak tidak mengganggu biasanya tidak perlu dilakukan pembedahan.4 Pembedahan katarak terdiri dari pengangkatan lensa dan menggantinya dengan lensa buatan. Penggantian lensa Penderita yang telah menjalani pembedahan katarak biasanya akan mendapatkan lensa buatan sebagai pengganti lensa yang telah diangkat. Pembedahan dilakukan jika penderita tidak dapat melihat dengan baik dengan bantuan kaca mata untuk melakukan kegiatan sehari-hari. menggunakan kaca mata bifokus yang lebih kuat atau menggunakan lensa pembesar.5 Pengobatan Satu-satunya pengobatan untuk katarak adalah pembedahan.

Untuk melindungi mata dari cedera. Menggunakan kaca mata hitam ketika berada di luar ruangan pada siang hari bisa mengurangi jumlah sinar ultraviolet yang masuk ke dalam mata.4 DAFTAR PUSTAKA 7 .6 Pencegahan Pencegahan utama adalah mengontrol penyakit yang berhubungan dengan katarak dan menghindari faktor-faktor yang mempercepat terbentuknya katarak. penderita sebaiknya menggunakan kaca mata atau pelindung mata yang terbuat dari logam sampai luka pembedahan benar-benar sembuh.3. Berhenti merokok juga bisa mengurangi resiko terjadinya katarak.beberapa minggu setelah pembedahan diberikan tetes mata atau salep.4 2.

Available at: http://emedicine.2004081234. 8 .id. 3. Senile Cataract. Ilmu Penyakit Mata. 2007.com Accessed : 9th September 2009 2. Iljas. Semua Tetang Katarak. Accessed : 9th September 2009.tempointeraktif. Edisi ketiga. Available at: http://www. VD.com/reviews/item/5.multiply. Available at: http://kinton. Accessed 9th September 2009.html. Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia. Ocampo. 4. Katarak. Fajaru.medscape.com/hg/jakarta/2004/08/12/brk.1. S.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful