Jika kita tak dapat mengakhiri perbedaan yang ada.

Paling tidak, marilah kita menciptakan dunia yang tentram dalam kondisi berbeda itu.”
John F. Kennedy, Mantan Presiden AS

Kementerian Pendidikan Nasional Ditjen Manajemen Dikdasmen Direktorat Pembinaan SMA

1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. 9. 10. 11. 12. 13. 14. 15. 16.

Peta Naskah Latar Belakang Landasan Acuan Operasional SKM, PBKL, PSB Tugas dan Fungsi Dit. Pembinaan SMA Peran Pemerintah dan Pemerintah Daerah Tujuan Hasil yang Diharapkan Pengertian Profil Strategi Pelaksanaan Program Pengorganisasian Bentuk Pembinaan 2010 Tahapan Pembinaan (2010-2012) Pembiayaan Kesimpulan

Pola Pembinaan SKM dan PBKL 2. dan Evaluasi Modul Materi 1. 7. Panduan Website Panduan BA-TIK Panduan BU-TIK Panduan Kemitraan Panduan Bimtek Sup. 6. 5. Juknis Pembinaan Implementasi KTSP Panduan Penyelenggaraan PBKL Panduan Penyelenggaraan SKM 34 Juknis KTSP Juknis Penyusunan Program Kerja Sekolah Panduan dan Instrumen Verifikasi-Supervisi dan Evaluasi SMA Model SKM-PBKL-PSB ©2010. 2.Dit.Konsep dan Strategi Implementasi SMA Model SKM-PBKL-PSB Konsep PBKL Konsep SKM Konsep PSB Program dan Strategi Implementasi PSB Panduan Pengelolaan PSB 1. Pembinaan SMA . 3. 4.

Standar Sarana dan Prasarana. pelaksanaan. Sekolah Pendidikan Berbasis Keunggulan Lokal 4. 4. Fungsi: sebagai dasar dalam perencanaan. SKL. Sekolah Kategori Mandiri 3. 2. Sekolah Kategori Standar 2.PP 19/2005 Standar Nasional Pendidikan 1. 8. Tujuan: menjamin mutu pendidikan nasional dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat 2. Standar Penilaian 1. Standar Isi. Sekolah Bertaraf Internasional . 7. Standar Pendidik dan Tendik. dan pengawasan pendidikan dalam rangka mewujudkan pendidikan nasional yang bermutu 3. Standar Pengelolaan. 5. Standar Pembiayaan. 6. Standar Proses. Maksud: memacu pengelola dan penyelenggara satuan pendidikan agar dapat meningkatkan kinerjanya dalam memberikan layanan pendidikan yang bermutu 1. 3.

dan PSB 4. dan PSB dalam 1 (satu) SMA Memprogramkan pembinaan lanjutan RSKM/RSSN.1. PBKL. Mewujudkan bentuk SKM. Mendorong sekolah mengupayakan pemenuhan SNP 2. RPBKL. dan RPSB 3. Mengintegrasikan SKM. dan RPSB secara komprehensif dalam satu SMA . Mempercepat pencapaian profil RSKM /RSSN. PBKL. PBKL .

UU No. Permendiknas. 48/2008 tentang Pembiayaan Pendidikan 4. 20/2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional 2. Renstra Kemendiknas 2010-2014 . PP. 17/2010 tentang Pengelolaan dan Penyelenggaraan Pendidikan 5. PP No. dan PSB : 1. PP No. Semua Permendiknas yang mengatur pelaksanaan 8 SNP 6. 19/2005 tentang Standar Nasional Pendidikan 3. SKM.Pelaksanaan SMA Model SKM-PBKL-PSB mengacu pada UU. PP No. Renstra yang berkaitan dengan SNP. PBKL.

4. Kewajiban satuan pendidikan untuk menyesuaikan diri dengan ketentuan PP No. Butir b) paling lambat 7 (tujuh) tahun setelah berlakunya PP tersebut. Pasal 94.1. Kewajiban pemerintah untuk melakukan pengkategorian sekolah/ madrasah yang telah memenuhi atau hampir memenuhi SNP ke dalam kategori mandiri. 19/2005. 2. dan sekolah/madrasah yang belum memenuhi SNP ke dalam kategori standar. Kepentingan pemerintah untuk memetakan sekolah/madrasah menjadi sekolah/madrasah yang sudah atau hampir memenuhi SNP dan sekolah/madrasah yang belum memenuhi SNP berkaitan dengan diberlakukannya SNP. . Tanggung jawab Pemerintah dan Pemerintah Daerah untuk membantu sekolah/madrasah yang masih dalam kategori standar dalam upaya meningkatkan diri menuju kategori mandiri. 3.

pertanian. pariwisata. Satuan pendidikan dasar dan menengah yang dikembangkan menjadi berbasis keunggulan lokal harus diperkaya dengan muatan pendidikan kejuruan yang terkait dengan potensi ekonomi. . Pemerintah kabupaten/kota mengelola dan menyelenggarakan paling sedikit 1 (satu) satuan pendidikan pada jenjang pendidikan dasar dan menengah yang berbasis keunggulan lokal. dan atau budaya setempat yang merupakan keunggulan kompetitif dan atau komparatif daerah. perindustrian. Keunggulan lokal dikembangkan berdasarkan keunggulan kompetitif dan atau komparatif daerah di bidang seni.1. 3. Satuan pendidikan berbasis keunggulan lokal merupakan satuan pendidikan yang telah memenuhi SNP dan diperkaya dengan keunggulan kompetitif dan atau komparatif daerah. dan bidang lain. 4. sosial. 2. kelautan.

7. ekologi. Pendidikan berbasis keunggulan lokal adalah pendidikan yang memanfaatkan keunggulan lokal dalam aspek ekonomi. Pendidikan berbasis keunggulan lokal dapat diperoleh peserta didik dari satuan pendidikan yang bersangkutan atau dari satuan pendidikan nonformal yang sudah terakreditasi. budaya. 8. 9. Kurikulum SMA atau bentuk lain yang sederajat dapat memasukkan pendidikan berbasis keunggulan lokal. 6. . Pendidikan berbasis keunggulan lokal dan global dapat merupakan bagian dari semua mata pelajaran dan juga dapat menjadi mata pelajaran muatan lokal. Standar mutu di atas SNP yang berbasis keunggulan lokal dapat dirintis pemenuhannya oleh satuan pendidikan yang telah memenuhi SPM dan sedang dalam proses memenuhi SNP. teknologi informasi dan komunikasi. bahasa. dan lain-lain yang semuanya bermanfaat bagi pengembangan kompetensi peserta didik.5.

3. Pengembangan pusat sumber belajar berbasis TIK pada pendidikan dasar dan menengah. 2. Pengembangan sistem pengelolaan pengetahuan untuk mempermudah dalam berbagi informasi dan pengetahuan antar peserta didik dan tenaga kependidikan. menyenangkan. dan compact disk. website.1. 4. dan perkembangan fisik serta psikologis peserta didik. dan kemandirian sesuai dengan bakat. Sekolah mengelola sistem informasi manajemen yang memadai untuk mendukung administrasi pendidikan yang efektif. Kewajiban satuan pendidikan memiliki buku dan sumber belajar lainnya antar lain jurnal. kreatifitas. minat. inspiratif. majalah. 5. serta memberikan ruang yang cukup bagi prakarsa. dan memotivasi peserta didik untuk berpartisipasi aktif. artikel. efisien. menantang. dan akuntabel. Proses pembelajaran pada satuan pendidikan diselenggarakan secara interaktif. .

kriteria. c. b. pemberian bimbingan teknis.1. Penyiapan bahan perumusan kebijakan di bidang pembinaan sekolah menengah atas. pedoman. 2. supervisi. supervisi. Tugas : Melaksanakan penyiapan bahan perumusan kebijakan. Penyiapan perumusan standar. dan evaluasi di bidang pembinaan sekolah menengah atas. dan prosedur di bidang pembinaan SMA. dan evaluasi di bidang pembinaan SMA. Pemberian bimbingan teknis. Fungsi : a. .

dan penyediaan fasilitas penyelenggaraan pendidikan lintas daerah kabupaten/kota untuk tingkat pendidikan dasar dan menengah. Pemerintah kabupaten/kota mengelola pendidikan dasar dan pendidikan menengah. 2. . pengembangan tenaga kependidikan. serta satuan pendidikan yang berbasis keunggulan lokal. Pemerintah menentukan kebijakan nasional dan standar nasional pendidikan untuk menjamin mutu pendidikan nasional. 3.1. Pemerintah daerah provinsi melakukan koordinasi atas penyelenggaraan pendidikan.

Menjalin kerja sama dan meningkatkan peran serta pemangku kepentingan (stakeholder) pendidikan di SMA. baik di tingkat pusat maupun daerah dalam memenuhi SNP. Mewujudkan SMA Model SKM-PBKL-PSB untuk dapat digunakan sebagai rujukan bagi SMA yang akan memenuhi SNP dan menyelenggarakan PBKL dan PSB. 2. 3. .1. Memberikan pendampingan/pembinaan kepada sekolah untuk mewujudkan SKM yang menyelenggarakan pendidikan berbasis keunggulan lokal. memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi dalam proses pembelajaran. dan menerapkan PBKL serta memfungsikan PSB di sekolah. dan manajemen sekolah.

Pembinaan SMA. pemangku kepentingan. dan pemangku kepentingan lainnya dan berperan serta dalam pelaksanaan program SMA Model SKM-PBKL-PSB.1. Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota. Dinas Pendidikan Provinsi. 2. 3. Terlaksananya kerjasama antara Dit. Terwujudnya 132 SMA Model SKM-PBKL-PSB yang dapat dijadikan rujukan dalam pemenuhan SKM. dan Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota terhadap SMA Model SKM-PBKL-PSB dalam mewujudkan SMA Model SKM-PBKL-PSB. Dinas Pendidikan Provinsi. Terlaksananya pendampingan/pembinaan oleh Dit. 4. dan SMA lain yang berkeinginan mencapai SKM serta melaksanakan PBKL dan PSB. penyelenggaraan PBKL dan PSB. Terpahaminya Konsep dan Strategi Implementasi SMA Model SKM-PBKL-PSB sekaligus sebagai acuan oleh institusi pembina. . Pembinaan SMA.

menyelenggarakan Pendidikan Berbasis Keunggulan Lokal (PBKL). dan memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi (TIK) dalam proses pembelajaran dan manajemen sekolah. Standar Penilaian Standar Kompetensi Lulusan Pusat Sumber Belajar Standar Isi PBKL Standar Proses Standar Pendidik dan Tendik Standar Pembiayaan Standar Sarpras Standar Pengelolaan .SMA Model SKM-PBKL-PSB adalah SMA yang telah memenuhi/hampir memenuhi 8 (delapan) SNP.

Melakukan perencanaan proses pembelajaran berupa silabus. 3. b. Dokumen KTSP telah dinyatakan berlaku oleh kepala sekolah dengan pertimbangan dari komite sekolah dan diketahui oleh Dinas Pendidikan Provinsi. Standar Proses a. Standar Isi a.1. dan bahan ajar yang disusun sesuai dengan ketentuan dan telah mengintegrasikan PBKL dan TIK. 2. . c. RPP. NIlai kelulusan US minimal sama dengan KKM setiap mata pelajaran. Pencapaian rata-rata KKM peserta didik per mata pelajaran ≥ 75%. Memiliki dokumen KTSP yang didukung dengan dokumen hasil analisis konteks dan dokumen hasil analisis keunggulan lokal. Tingkat lulusan yang diterima di Perguruan Tinggi ≥ 75%. b. Standar Kompetensi Lulusan a. Tingkat kelulusan 100% d.

b. Melaksanakan pembelajaran berdasarkan RPP dengan menerapkan kegiatan tatap muka. 4. e. tenaga perpustakaan. Standar Pendidik dan Tenaga Kependidikan a. rasio buku teks untuk peserta didik 1:1 per mapel. Memiliki minimal 4 tenaga layanan khusus. rasio minimal jumlah peserta didik terhadap guru 20:1. kegiatan terstruktur dan kegiatan mandiri tidak terstruktur sesuai tuntutan KD dengan memanfaatkan perpustakaan dan TIK. dan evaluasi pembelajaran. c. sertifikasi profesi guru. tenaga administrasi. yaitu penjaga sekolah. d. dan kompetensi di bidang TIK. Melaksanakan pembelajaran PBKL yang terintegrasi dalam mata pelajaran mulok/keterampilan/yang relevan. beban kerja minimal guru (24 jam tatap muka/ minggu). dan pengembangan bahan ajar. Memiliki tenaga kependidikan sekurang-kurangnya terdiri atas kepala sekolah. pengemudi. kualifikasi akademik. Melaksanakan dan melaporkan pengawasan proses pembelajaran dalam bentuk pemantauan pembelajaran. . latar belakang pendidikan. supervisi pembelajaran. Melaksanakan proses pembelajaran sesuai dengan persyaratan rombongan belajar (32 peserta didik). c. tenaga kebersihan. Memiliki lebih dari 75% pendidik yang telah memenuhi kualifikasi akademik. tukang kebun. tenaga laboratorium yang telah memenuhi persyaratan jenis. kompetensi TIK.b. pesuruh sesuai dengan persyaratan.

ruang laboratorium bahasa. ruang laboratorium biologi. dan ketersediaan listrik sesuai dengan kebutuhan. Semua bangunan gedung memenuhi persyaratan luas. b. kenyamanan. ruang laboratorium kimia. Memiliki prasarana sekurang-kurangnya adalah ruang kelas. ruang tatausaha. menyediakan fasilitas dan aksesibilitas bagi penyandang cacat. ruang organisasi kesiswaan.5. jamban. kesehatan. Memiliki minimum 3 rombongan belajar dan maksimum 27 rombongan belajar. ruang laboratorium komputer. e. serta terpelihara secara berkala. tempat beribadah. gudang. sistem keamanan. dan tempat bermain/berolah raga yang telah memenuhi persyaratan luas dan kelengkapan sarana. 24/2007) dan secara sah menempati lahan yang telah disetujui untuk peruntukan sekolah. keselamatan. c. ruang laboratorium fisika. Memiliki sarana pendukung PSB berupa website dan perangkat audio visual . Permendiknas No. ruang guru. ruang perpustakaan.1 atau 4. ruang UKS. ruang sirkulasi. ruang pimpinan. Memiliki luas lahan sesuai persyaratan standar (Tabel 4. d. ruang konseling.2. Standar Sarana dan Prasarana a.

promosi. penempatan. pembagian tugas di antara tenaga kependidikan. e. struktur organisasi sekolah. kalender pendidikan. dan tujuan sekolah. program pembelajaran. Standar Pengelolaan a. kalender pendidikan/akademik. Memiliki pedoman-pedoman (KTSP. melakukan pembinaan prestasi unggulan. dan pendayagunaan . c.6. Memiliki dokumen perencanaan program berupa Rencana Kerja Jangka Menengah (RKJM) dan Rencana Kegiatan dan Anggaran Sekolah (RKAS) yang dikembangkan berdasarkan visi. melaksanakan kegiatan ekstrakurikuler untuk para peserta didik. pembagian tugas di antara guru. Melaksanakan rencana kerja bidang kurikulum dan kegiatan pembelajaran berdasarkan persyaratan yang tertuang dalam KTSP. tatatertib sekolah. peraturan akademik. Melaksanakan rencana kerja bidang pendidik dan tenaga kependidikan meliputi pemberdayaan. Melaksanakan rencana kerja bidang kesiswaan dalam bentuk memberikan layanan konseling kepada peserta didik. b. dan peraturan akademik. d. kode etik sekolah. pengangkatan. biaya operasional sekolah) yang berfungsi sebagai petunjuk pelaksanaan operasional dan struktur organisasi sekolah yang diuraikan secara jelas dan transparan. melakukan pelacakan terhadap alumni dan didukung dengan tersedianya petunjuk proses penerimaan peserta didik. penilaian hasil belajar peserta didik. misi.

Melaksanakan rencana kerja bidang peran serta masyarakat dan kemitraan sekolah dengan sasaran menjalin kemitraan dengan lembaga pemerintah dan non-pemerintah. dan pemanfaatan lulusan. pelaporan. berkaitan dengan input. j. proses. . supervisi. Mempunyai kepemimpinan yang terdiri atas Kepala Sekolah dengan dibantu 3 Wakil Kepala Sekolah yang diangkat sesuai dengan ketentuan. h. pemeliharaan sarana dan prasarana. l. output. fasilitas fisik untuk kegiatan ekstrakurikuler. Memperoleh sertifikat akreditasi dengan peringkat A .f. Melaksanakan rencana kerja bidang sarana dan prasarana meliputi pemenuhan. dan pengelolaan perpustakaan. evaluasi pengembangan KTSP. g. evaluasi. Melaksanakan pengawasan pengelolaan sekolah dalam bentuk pemantauan. m. Melaksanakan rencana kerja bidang keuangan dan pembiayaan mengacu pedoman pengelolaan biaya investasi dan operasional. pendayagunaan. iklim. laboratorium. k. Melakukan evaluasi dalam bentuk evaluasi diri. i. Melaksanakan rencana kerja bidang budaya dan lingkungan sekolah untuk menciptakan suasana. dan lingkungan pendidikan yang kondusif dengan menerapkan tatatertib sekolah. dan evaluasi pendayagunaan pendidik dan tenaga kependidikan. dan tindak lanjut hasil pengawasan. dan kode etik sekolah.

Menerapkan penilaian oleh pendidik. b. 7. Membuat laporan pertanggungjawaban secara akuntabel dan transparan. Menerapkan teknik dan instrumen penilaian. 9. Menerapkan penilaian oleh satuan pendidikan. akuntabel. tenaga kependidikan. Standar Pembiayaan a. Menerapkan mekanisme dan prosedur penilaian. Memiliki program dan upaya sekolah menggali dan mengelola serta memanfaatkan dana dari berbagai sumber. Standar Penilaian Pendidikan a. Menerapkan prinsip-prinsip penilaian. Menyatakan kesiapan sebagai SMA Model SKM-PBKL-PSB dengan dukungan penuh dari pendidik. b. c. PT. Mengalokasikan dan memenuhi biaya investasi. 8. b. Kab. Memiliki Sistem Informasi Manajemen (SIM) untuk mendukung administrasi pendidikan yang efektif. Dinas Pend. Prov.. dan tenaga administrasi. d. e. biaya operasi. asosiasi profesi.n. Kesiapan Sekolah dan Dukungan Eksternal a. efisien. Mengupayakan penggalangan dukungan dari eksternal sekolah seperti Komite Sekolah. dan mudah diakses didukung dengan sumberdaya manusia yang kompeten./Kota. Dinas Pend. LPMP/P4TK. . biaya personal dan non personal. dan lain-lain. c.

8 SNP Analisis Kesenjangan dan Renc. dan RKAS Peningkatan Profil SKM-PBKL-PSB Hasil dan Rekomendasi . RKJM. Tindk. dan RKAS Instrumen Supervisi dan Evaluasi Mempelajari dan Memahami Dokumen SNP Penguasaan Substansi Strategi Implement. RKJM. Lanjut Analisis Kontek dan Skala Prioritas Menyusun KTSP. RKJM.Permendiknas 8 SNP Instrumen Analisis Kondisi Juknis KTSP & Penyusunan Program Kerja KTSP. dan RKAS Pelaksanaan Kegiatan Sekolah Supervisi dan Evaluasi KTSP.

supervisi dan evaluasi proses dan hasil pelaksanaan program SMA Model 4. Kebijakan SMA Model Pedoman-pedoman SMA Model Bimtek pengemb program SMA Model Pemberian dana bantuan block grant Supervisi dan evaluasi Perguruan Tinggi/P4TK/LPMP/ Dewan Pendidikan dan Pemangku Kepentingan lainnya antar lain : 1. manajerial. manajerial. Pendampingan 3. Bantuan teknis. Kemitraan 2. Rekomendasi penetapan SMA Model 2. koodinasi 4. pendanaan pemenuhan profil SMA Model 3. supervisi dan evaluasi proses dan hasil pelaksanaan program SMA Model 4. 3. Konsultasi. Bantuan material pembelajaran 1. Perluasan sasaran SMA Model secara mandiri 1. Narasumber 5. Bantuan teknis. 2. Pemantauan. Pemantauan.1. Rekomendasi penetapan SMA Model 2. 5. 4. Perluasan sasaran SMA Model secara mandiri . pendanaan pemenuhan profil SMA Model 3.

sinkronisasi dan MoU BG Supervisi dan Evaluasi SMA Model SKM-PBKL-PSB Pelaksanaan Program Kerja 1 Tahun dan Dana Bantuan Block Grant Pemberian Dana Bantuan Block Grant SMA Model SKM-PBKL-PSB  Penyaluran oleh Dit.d. SMA Model SKM-PBKL-PSB Workshop 132 SMA untuk koordinasi. Manajerial. PBKL. pelaksanaan PBKL. Prov. sosialisasi. SMA  Jumlah sesuai kemampuan anggaran Pemerintah  Periode pertanggungjawaban untuk 1 tahun pelajaran (Juli tahun penerimaan s. pembelajaran berbasis TIK dan KTSP . dan Sinkronisasi Prog./Kab. Juni tahun berikutnya  Penggunaan dan pertanggung jawaban mengikuti ketentuan yang berlaku Ketercapaian Profil SMA Model SKM-PBKL-PSB Target hasil tahun ke-3 (Tahun 2012) : 132 SMA berkategori ’Siap SKM’ dan berkategori ’Sangat Baik’ untuk PBKL dan PSB yang dapat digunakan sebagai patok duga (benchmark) bagi SMA lain di sekitarnya. Bantuan Teknis. dan Pendanaan Dinas Pendk. Pemb. Asistensi. dan Kab/Kota sesuai dengan tugas dan tanggung jawabnya dalam pembinaan SMA untuk percepatan pemenuhan SNP. Prov.Verifikasi Calon SMA Model SKM-PBKL-PSB  Terpilih 132 SMA Model  Peta kondisi awal SKM. PSB Penyusunan Draf Program SMA Model SKM-PBKL-PSB 132 SMA menyusun/mengembangkan draf RKJM dan RKAS berdasarkan hasil verifikasi Sosialisasi./Kota Keterlibatan Dinas Pend.

Pemberian dana block grant 6. Asistensi dan sikronisasi program kerja sekolah 3. Supervisi dan evaluasi 5. Kab/Kota dan pemangku kepentingan lainnya 3. Supervisi dan evaluasi 7. Pembinaan manajerial dan teknis SMA Model secara terprogram dengan mengalokasikan sumber dana sesuai kebutuhan sekolah 2. Pengembangan perangkat pendukung 2. Asistensi dan sikronisasi program kerja sekolah 5. Perluasan SMA Model . Asistensi dan sikronisasi program kerja sekolah 5. Penyusunan perangkat pendukung 2. dan PSB Tingkat Provinsi : 1. Pengembangan PSB 7. KTSP. Supervisi dan evaluasi 4. Pemantapan implementasi PBKL. Pengembangan implementasi PBKL. Pemberian dana block grant 4. pembinaan tingkat provinsi dan kab/kota 4. Sosialisasi program pembinaan SMA Model 3. Supervisi dan evaluasi 4. Pembinaan manajerial dan teknis SMA Model secara terprogram dengan mengalokasikan sumber dana sesuai kebutuhan sekolah 2. dan PSB dalam bentuk peningkatan kualitas Tingkat Provinsi : 1. Pemilihan dan penetapan 132 SMA (verifikasi) 3.Tingkat Nasional : 1. Koord. Sosialisasi tingkat prov dan kab/kota 4. Supervisi dan evaluasi Tingkat Provinsi : 1. Kab/Kota dan pemangku kepentingan lainnya 3. Pembinaan manajerial dan teknis SMA Model 4. Koordinasi pembinaan dengan Dinas Pendk. Pemberian dana block grant 6. Koordinasi pembinaan tingkat provinsi dan kab/ kota 2. KTSP. Supervisi dan evaluasi Tingkat Nasional : 1. Rekomendasi calon SMA Model 2. Koordinasi pembinaan dengan Dinas Pendk. Perluasan SMA Model Tingkat Nasional : 1.

Mensosialisasikan program SMA Model dan mengupayakan dukng pemangku kepentingan untuk menjadi bagian dari peningk.. proses. 2011 dengan prioritas pada stdr. SKL. Perluasan SMA Model Tingkat Sekolah : 1. Supervisi dan evaluasi 4. Koordinasi pembinaan dengan Dinas Pendk. penilaian. isi. penilaian. Supervisi dan evaluasi Tingkat Sekolah : 1. Penyusunan prog. isi. Pend. stdr. pendidik dan tendik dan standar lain untuk mencapai kondisi memenuhi/hampir memenuhi 8 SNP 2. stdr. Perluasan SMA Model Tingkat Sekolah : 1. mutu sekolah 3. stdr. stdr. Mengkongkritkan bentuk dukungan pemangku kepentingan dalam bentuk dukungan nyata 4. pend. pengelolaan. Kab/Kota dan pemangku kepentingan lainnya 3. isi. Evaluasi diri terhadap proses dan hasil pelaksanaan SMA Model Tingkat Kabupaten/Kota : 1. Rekomendasi calon SMA Model 2. PSB. Pembinaan manajerial dan teknis SMA Model secara terprogram dengan mengalokasikan sumber dana sesuai kebutuhan sekolah 2. Melaks prog SMA Model dengan tingkat keberhasilan di atas 90% secara kualitatif dan Amat Baik secara kuantitatif Tingkat Kabupaten/Kota : 1. stdr. Koordinasi pembinaan dengan Dinas Pendk. proses. Penyusunan program 2012/ 2013) dengan prioritas pada stdr. stdr. stdr. penil. Supervisi dan evaluasi 4. dan tendik 2.Tingkat Kabupaten/Kota : 1. stdr. Pembinaan manajerial dan teknis SMA Model secara terprogram dengan mengalokasikan sumber dana sesuai kebutuhan sekolah 2. SKL. stdr. Prov dan pemangku kepentingan lainnya 3. dan KTSP 3. Peningkatan dan pemantapan kualitas pelaksanaan PBKL. stdr. Pengembangan pelaksanaan PBKL. pengel. stdr. SKL. Penyusunan RKJM dan RKAS dengan prioritas pada stdr. pengelolaan. stdr. & tendik. 2. proses. PSB. Sosialisasi program pembinaan SMA Model 3. Pembinaan manajerial dan teknis SMA Model 4. dan KTSP .

 Sedangkan pembiayaan di luar kegiatan di atas yang berkaitan dengan pemenuhan SNP di tingkat Provinsi dan Kabupaten/Kota dibebankan kepada Dinas Pendidikan Provinsi. dan sinkronisasi program kerja. Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota. dan supervisi dan evaluasi dibebankan pada anggaran Dit. . Pembiayaan pelaksanaan program implementasi SMA Model SKM-PBKL-PSB yang berkaitan dengan inventarisasi kondisi. asistensi. dan Sekolah sesuai dengan tugas. tanggung jawab dan kewenangannya masing-masing. Sosialisasi. pemberian dana bantuan block grant. Pembinaan SMA tahun berjalan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

maka pelaksanaan program SMA Model SKM-PBKL-PSB dilakukan secara bertahap dan berkelanjutan. Berkembangnya SMA Model dapat dijadikan inspirasi bagi sekolah lain di sekitarnya untuk melaksanakan upaya pemenuhan SNP . Mempertimbangkan berbagai keterbatasan. Pembinaan SMA. Dinas Pendidikan Provinsi. Pengembangan SMA Model SKM-PBKL-PSB merupakan salah satu strategi percepatan pemenuhan SNP sebagai upaya untuk mewujudkan SMA yang telah memenuhi/hampir memenuhi SNP. sumber daya manusia. 2. Sebagai program bersama. maka pola pembinaan sebagaimana diuraikan dalam dokumen ini merupakan komitmen bersama sebagai acuan pembinaan dan ditaati oleh semua pihak yang terlibat. SMA Model SKM-PBKL-PSB merupakan program bersama Dit. 3.1. seperti pemahaman substansi program. 4. . dan infrastruktur pendidikan. Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota dalam rangka peningkatan mutu SMA melalui pemenuhan SNP yang menerapkan PBKL dan memanfaatkan TIK untuk pembelajaran dan manajemen.

Rintisan PBKL. 7. SMA Model idealnya dikembangkan di setiap Kabupaten/Kota dengan membina SMA pelaksana Rintisan SKM.5. 8. Pembinaan SMA. maka bagi daerah yang siap dapat mengembangkan SMA Model dengan pola yang sama seperti yang dikembangkan oleh Dit. Pemberian dana bantuan block grant pada SMA Model terpilih merupakan dana stimulus untuk membantu sekolah memenuhi sebagian kecil program pemenuhan SNP. dan PSB. sehingga pemilihan SMA Model dilakukan secara proporsional berdasarkan jumlah sekolah di wilayahnya. . SMA Model SKM-PBKL-PSB sebagai sekolah rujukan bagi sekolah lain di sekitarnya harus siap melayani dan membantu memberikan konsultasi dan bimbingan teknis kepada sekolah dalam pencapaian SNP. 6. dan Rintisan PSB yang memenuhi persyaratan sebagai SMA Model. pelaksanaan PBKL. Penyebaran jumlah SMA di tingkat Provinsi dan Kabupaten/Kota tidak merata. Namun kondisi tiap daerah berbeda-beda dalam kesiapan dana.

Kementerian Pendidikan Nasional Ditjen Manajemen Dikdasmen Direktorat Pembinaan SMA .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful