TUGAS TERSTRUKTUR AGROINDUSTRI PERUNGGASAN ‘PROBLEMATIKA PERUNGGASAN DI DAERAH TROPIS’

Disusun Oleh : KELOMPOK 5 M. SAEFUL ROHMAN HASAN (P2DA 11019) SUGANDA (P2DA 11020) RINI WIDIASTUTI (P2DA 110210

KEMENTERIAN PENDIDIKAN NASIONAL PROGRAM PASCA SARJANA MAGISTER ILMU PETERNAKAN UNIVERSITAS JENDERAL SOEDIRMAN PURWOKERTO 2012

a. 7 ton dari unggas lainnya 1. 5 kg/ kapita/ tahun (FAO. Proyeksi yang dilakukan oleh ICN untuk tahun 2012 mencapai 1. 6%/ tahun. khususnya di Indonesia antara lain temperature lingkungan yang tinggi dan kelembaban tinggi (hyperthermic). Tingkat konsumsi unggas tahun 2006 4. eksogen serta interaksi dari kedua factor tersebu. B.A. pedaging dan itik) ras pedaginglah yang tumbuh paling besar 8. kelembaban lingkungan yang tinggi. kandang dan penyakit. 48 ton atau ras pedaging berkontribusi 70. 2008). Diantara jenis unggas (buras. 21 juta ekor (2005) menjadi 1. dan perkembangan bibit penyakit sepanjang tahun. khususnya Indonesia menyebabkan temperature dan kelembaban tinggi. Iklim tropis. 7%/ tahun bahkan di akhir 2007-2008 mencapai 20. Problema perunggasan didaerah tropis. 7 kg/ kapita/ tahun (FAO. Berkaitan dengan hal tersebut maka permasalahan perunggasan di lingkungan tropis antara lain bibit. 6%/ tahun (Ditjennak. kualitas bahan pakan rendah dan penyakit yang mampu bertahan dalam kondisi tropis sepanjang tahun. Kondisi iklim di daerah tropis (iklim makro) cendrung melebihi iklim mikro yang dibutuhkan unggas sehingga berdampak negative bagi kinerjanya. 2006) dan mengalami kenaikan menjadi 6. 947 juta ekor (ICN. 24% pada produksi daging unggas total. Unggas merupakan hewan yang bersifat homeothermick yang performans produksinya dipengaruhi oleh factor endogen. 52 juta ekor (2008) mengalami peningkatan 6. Problematika Perunggasan di Lingkungan Tropis Kondisi iklim makro didaerah tropis yang cendrung melebihi temperature yang dibutuhkan oleh unggas (kondisi hyperthermic) berakibat negative terhadap kinerja unggas. petelur. Pembahasan 1. kualitas bahan pakan rendah dan mudah rusak. 2009). Kontribusi daging asal ras pedaging mencapi 992. 2008) atau mengalami kenaikan 13/%/ tahun. pakan. Pendahuluan Perkembangan populasi perunggasan di Indonesia boleh dikatakan cukup pesat dari 1. Bibit .

USA. dan efisiensi pakan (feed efficiency). Belanda. yang memiliki perbedaan lingkungan sangat mencolok teruma suhu dan kelembaban yang tinggi. Kondisi tersebut diatas harus diatasi agar dampak negative terhadap kinerja unggas dapat ditekan atau dihilangkan. kualitas telur bagian dalam (interior egg quality). b. Didaerah tropis. meathionin serta mudah rusaknya vitamin dalam pakan akibat penyimpanan. ketahanan tubuh terhadap penyakit (disease resistant). sehingga sebagian besar unggas yang dipelihara di daerah tropis juga berasal dari daerah sub tropis. diperlukan seleksi bibit yang berkualitas atau memiliki mutu genetik yang unggul dan tahan terhadap panas atau heat tolerance yang tinggi sehingga dapat menghasilkan keuntungan pada unggas komersial. kualitas kerabang telur (egg shell quality). sifat yang perlu diperbaiki adalah : pertumbuhan (growh rate). fertilitas (fertility). . peresentasi karkas (carcass percentage). daya tetas (hatchbility). dewasa kelamin (sexual maturity). Untuk bibit pedaging. juga terdapat beberapa breeder unggas tetapi perkembangannya tidak sebesar di daerah sub tropis. konformasi (conformation). Untuk itu. Inggris. ukuran tubuh (body size) dan efisiensi pakan (feed efficiency) untuk diperbaiki. tripthopan. ukuran telur (egg size). Selain tahan terhadap heat stress pada bibit ayam petelur juga perlu diperhatikan sifat yang berkaitan dengan nilai ekonomi yaitu : produksi telur (egg production). Problem utama bibit untuk daerah tropis adalah bibit yang ada memiliki performans yang kurang baik.Pembibitan unggas poultry breeder sebagian besar berasal dari daerah beriklim sub tropis. kualitas daging (meat yeld). seperti : Canada. Jerman. pengangkutan dan saat pemberian. Prancis. Daerah tersebut memungkinkan unggas berproduksi secara optimal. Disamping itu kondisi lingkungan yang mempunyai temperature tinggi menyebabkan kualitas bahan pakan rendah terutama asam amino essensial seperti arginin lysine. Pakan Kondisi di daerah tropis yang cenderung hyperthermic menyebabkan unggas harus berupaya mempertahankan atau menjaga temperature tubuhnya relatife konstan antara lain dengan meiningkatkan konsumsi air minum dan mengurangi konsumsi pakan.

Itulah sebabnya. proses produksinya tidak dapat kembali normal. bagaimana memanipulir micro climate dalam kandang. . Membuat design untuk ayam tak ubahnya sebagai usaha merancang. dalam proses produksi lebih diutamakan mencegah dari pada mengobati penyakit. ternak ini sedikit atau tidak pernah dihinggapi penyakit yang bersifat zoonosis. Didaerah tropis seperti Indonesia unsure iklim makro (temperature dan kelembapan lingkungan) lebih tinggi dari kebutuhan unggas dengan demikian kandang di daerah tropis diupayakan dapat memodifikasi iklim makro menjadi iklim mikro yang sesuai dengan kehidupan unggas agar mampu berprestasi secara maksimal. Oleh karena itu.c. Lain halnya di daerah sub tropis pada musim dingin. temperature lingkungan dapat berada beberapa derajat di bawah 0 sehingga bibit penyakit mati dan terjadi pemutusan siklus perkembangan bibit penyakit. Jadi kandang yang didirikan hendaknya dapat diterima oleh semua pihak. baik lingkungan individu masyarakat maupun pemerintah d. Temperature tubuh unggas relative lebih tinggi dibandingkan dengan ternak lain. agar tidak menimbulkan stress dalam arti luas bagi penghuninya. Penyakit Salah satu problem peternakan unggas didaerah tropis adalah penyakit. Hal ini disebabkan bibit penyakit dapat hidup dan berkembang didaerah tropis sepanjang tahun mengingat temperaturnya bekisar 20-35oC. Kandang tidak hanya bersifat sebagai phycal security maupun lebih mengutamakan segi biologis ayam dan ekonomis bagi peternak serta menjaga keserasian lingkungan. namun lebih bersifat carrier. Penyakit dapat menghambat atau menghentikan sama sekali proses biologi secara biologis. Kandang Kandang adalah suatu tempat untuk pemeliharaan ternak yang memberikan kenyamanan dan ketenangan sehingga ternak dapat berprestasi secara maksimal. Bahkan ayam yang sembuh dari sakit.

telur lebih besar dan mortalitas lebih rendah dibandingkan dengan gen na na. effisiensi pakan yang lebih baik. dewasa kelamin yang lebih cepat. 2) Frizzle (F) Gen ini menyebabkan bulu menjadi terbalik. menyusun pakan yang seimbang. pada keadaan hetero zigot bulu tidak banyak yang terbalik. pada keadaan homo zigot bulu terbalik tersebut sangat ekstrim. Upaya Mengatasi Problematika perunggasan di Lingkunan Tropis a. sehingga perlu dilakukan penggabungan beberapa sifat dari beberapa line grandparent. Three atau Four Way Cross untuk mendapatkan heterosis Ada beberapa macam gen yang berpengaruh terhadap heat tolerance yaitu : 1) Naked Neck (Na) • Homo zigot (Na Na) dapat mengurangi bulu penutup tubuh sekitar 40% • Hetero zigot (Na na) dapat mengurangi bulu penutup tubuh sekitar 30% Ayam broiler yang memiliki gen Na menghasilkan bobot badn lebih tinggi. Bibit Toleransi terhadap panas merupakan sifat bawaan (inherited) yaitu sifat kuantitatif yang dipengaruhi oleh banyak gen. efisiensi pakan lebih baik. Gen ini berpengaruh terhadap bobot telur. efisiensi pakan dan daya tahan . daya tahan hidup (viabilitas) yang lebih tinggi dan sifat kanibalisme yang lebih rendah. 2. misalnya sistim perkawinan Two.Upaya yang diperlukan untuk mengatasi problem peternakan unggas di daerah tropis yaitu dengan menciptakan bibit yang tahan terhadap temperature tinggi. pembuatan kandang yang ideal serta melakukan pencegahan penyakit secara teratur. Ayam petelur yang memiliki gen Na dapat memperbaiki toleransi terhadap panas yang diindikasikan oleh produksi telur yang lebih tinggi. persentasi bulu lebih rendah.

meskipun ada sedikit penurunan egg size dan egg production. pada pejantan homo zigot sekitar 43% dan pada betina homo zigot 26-32%.hidup pada ayam yang dipelihara dilingkungan panas (32oC). Pada saat menetas. Keuntungan dengan induk gen dw pada ayam petelur : • • • • • • 5-10% lebih ringan pada umur 8 minggu 15-25% lebih ringan pada umur 25-30 minggu Konsumsi pakan pada layer 10-20% lebih rendah Produksi telur sedikit lebih rendak Conversi pakan 5-10% lebih effisien Daya hidup relative sama. bulu primer dan sekunder dari unggas resesif . mengurangi bobot bulu sekitar 40% dan meningkatkan bobot comb (jengger). Keuntungan dengan induk gen dw pada ayam pedaging • • • Konsumsi pakan pullet lebih sedikit Produksi telur lebih banyak dan lebih effisien Menghasilkan lebih banyak anak ayam 4) Slow Feathering (K) Gen ini banyak dimanfaatkan untuk auto sexing pada beberapa stain dan bangsa hasil persilangan. 3) Dwarf (dw) Pengaruh utama dari gen dw adalah untuk mengurangi bobot badan. Keuntungan yang diperoleh dengan gen (dw dw) ini adalah bobot badan yang kecil sehingga sesuai untuk dipelihara didaerah yang memiliki temperature tinggi dibandingkan bobot normal (Dw dw).

Dibawah ini bias dilihat kebutuhan energi dan protein pada ayam petelur pada suhu yang berbeda.6 14.3 12. kebutuhan energi dan protein untuk ayam petelur (bobot badan 1. Pakan yang disusun harus balans artinya pakan mengandung semua zat makanana atau nutrisi yang dibutuhkan oleh unggas dalam kuantitas dan kualitas yang mencukupi sesuai tujuan pemeliharaan.8 13.4 14.7 14. dipecah menjadi komponen – komponen zat gizi. protein dan lemaknya tinggi tetapi karbohidratnya rendah. Hanya berbeda secara kuantitatif. Proses ini terjadi pada jaringan hidup. b. 8 kg) Temperatur( ͦ ) C Dingin (10) konsumsi pakan (g/e/h) 130 125 121 117 113 110 Sedang (20) 110 107 ME (Kkal/kg) 2680 2760 2880 2910 3080 3180 2680 2760 Protein (%) 12.2 14.(kw atu kk) pertumbuhan bulu sayapnya lebih baik dibandingkan dengan anak ayam yang memiliki gen (Kk atau Kw). Tabel 1. Sebaliknya daging dan telur.9 . pakan di dalam saluran pencernaan mengalami proses digesti. Ayam dengan pertumbuhan bulu lambat lebih sesuai dipelihara didaerah beriklim panas. Pakan Beberapa cara untuk mengatasi masalh pakan didaerah tropis yaitu dengan cara : 1) Pemberian pakan Nutrisi yang terdapat dalam pakan sacara kualitatif sama dengan nutrisi yang terdapat pada jaringan daging dan telur. Dengan kata lain. proses yang terjadi dalam tubuh ayam adalah proses resistensi nutrient pakan menjadi nutrisi jaringan (daging) dan telur.2 13. Untuk menyiapkan proses ini. dimana pakan mengandung karbohidrat tinggi tetapi protein dan lemaknya rendah. untuk dapat diserap oleh usus dan dibawa ke dalam sel.

5 16 16.103 100 97 94 Panas (30) 100 96 93 90 87 85 Sumber : Yousef (1982) 2880 2910 3080 3180 2680 2760 2880 2910 3080 3180 15.3 22 19 19. kurang lebih 70 % berada dalam sel dan 30 % merupakan cairan diantara sel-sel (intersel) dalam darah. kebutuhan energi dan protein untuk ayam broiler Finisher (4-8) temperatur ME (Kkal/kg) Stater 0.3 23 24 24.4 17 17.5 20.5 17 15.5 25. Air merupakan bagian terbesar dalam tubuh yaitu sekitar 70 % dari total bobot badan.5 24 sumber : Yousef (1982) 2) Pemberian air minum Air adlah nutrisi penting untuk kehidupan.5 21 22 23.8 16.7 19. Di dalam tubuh. Kandungan air di dalam tubuh berhubungan dengan kandungan lemaknya meningkat sehingga kandungan air dalam tubuh berdasarkan persentase .3 20 20.5 22.4 minggu sedang panas (%) (%) 2750 2850 2950 3050 3150 3250 3350 21 21.7 Tabel 2. karena adanya dehidrasi. Keseimbangan cairan dalam tubuh adalah penting pada tubuh unggas.2 18.3 18 18.7 21.6 18.

c.bobot badan menurun. Kebutuhan air untuk unggas berasal dari air minum dan pakan. bahan untuk pembuatan kandang. Kandang Bentuk dan kontruksi kandang di daerah tropis perlu disesuaikan agar sesuai untuk kehidupan unggas. banyak factor yang berpengaruh terhadap konsumsi air minum. Factor-faktor yang mempengaruhi terhadap design kandang 1) Lokasi Farm Pemilihan lokasi farm adalah hal pertama yang perlu di perhatikan. Tingkah laku minum berhubungan dengan konsumsi pakan. konveksi dan evaporasi. Selain manfaat kandang bagi unggas pembuatan kandang perlu memperhatikan cara hilangnya panas melalui radias . daerah yang tidak rata penempatan ayam yang muda di tempatkan di atas sedang ayam yang lebih muda diletakan di bawah dengan tujuan menghindari penularan penyakit. ketersediaan kandang serta harga bahan. Konsumsi air pada unggas meningkat sesuai dengan meningkatnya umur. konduksi. Beberapa informasi yang perlu diketahui sebelum memilih calon lokasi farm yang nantinya sangat berhubungan erat dengan pembuatan kandang adalah : • Unsure iklim makro yaitu temperature lingkungan. curah hujan. kecepatan angin. • • • Sumber air mudah didapat dan bersih Sumber tenaga Letak atau jarak kandang minimal 250 m dari pemukiman penduduk. • Topografi. 2) Tataletak bangunan kandang . kelembaban. keawetan bahan.

dan tinggi kandang 3 m.4 x H x (L)0. pemberian vitamin dan obat dosis pencegahan. CRD. lebar kandnag maksimal 7 m. Coccidiosis dan Cholera. . d. kandang stater. • Jarak antar kandang 20 m. 3) Model bangunan kandang • Atap yang cocok di daerah tropis adalah tipe monitor dan semi monitor.Sebelum membuat farm perlu direncanakan macam bangunan di dalam farm. karena sinar matahari dapat masuk dengan baik.grower. Pencegahan dapat dilakukan dengan vaksinasi secara teratur. untuk lantai kandang lebarnya 10-11 m. kandang karantina sebaiknya ditata sedemikian rupa agar kenyamanan dan produksi ternak tidak terganggu. layer gudang. Jarak bangunan kandang dapat dihitung dengan rumus : D = 0. seperti : kantor.5 Ket : D = jarak antar kandang H = tinggi bangunan L = panjang bangunan • Lebar bangunan kandang tidak lebih dari 7 m. Penyakit Penyakit unggas yang sering menyerang didaerah tropis antara lain : ND. • • Dinding kandang dapat terbuka yang memungkinkan ventilasi baik Letak dan jarak bangunan: letak terbuka dengan arah membujur dari arah timur ke barat akan memberikan keuntungan.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful