You are on page 1of 5

CHAPTER I INTRODUCTION Produk kosmetik sangat diperlukan oleh manusia, baik laki-laki maupun perempuan.

Produk-produk kosmetik tersebut dipakai secara berulang setiap hari, sehingga diperlukan persyaratan aman untuk dipakai. Kosmetik yang dijual dipasaran banyak ditemukan mengandung bahan berbahaya diantaranya merkuri (Hg). Kosmetik yang mengandung merkuri (Hg) ini dapat membahayakan kesehatan bagi wanita yang setiap harinya memakai kosmetik. Berdasarkan penelitian yang dilakukan terhadap 10 sampel kosmetik ditemukan adanya kandungan merkuri yang bervariasi. Hal ini yang mendasari penulis melakukan penelitian yang diambil dari beberapa data dan berbagai sumber mengenai kosmetik yang mengandung merkuri (Hg) karena rata-rata perempuan pada saat ini, menggunakan krim pemutih yang ternyata terdapat kandungan merkuri (Hg). Oleh karena itu, untuk meningkatkan pengetahuan, sikap dan tindakan mahasiswa mengenai kosmetik mengandung merkuri (Hg) sebaiknya mahasiswa diberikan informasi yang lebih banyak mengenai kosmetik mengandung merkuri (Hg) oleh para dokter kulit yang telah mengetahuinya sehingga tidak tertipu oleh iklan-iklan yang ada. Para perempuan juga diharapkan aktif dalam mencari informasi mengenai kosmetik mengandung merkuri (Hg). Penelitian ini bertujuan agar dapat mengetahui dan mengidentifikasi unsur merkuri dalam kosmetik serta dapat mengetahui efek merkuri terhadap manusia dan lingkungan. Langkah awal dalam penelitian ini adalah membuat perumusan masalah. Masalah yang kami gunakan adalah apakah bahaya yang ditimbulkan dari penggunaan kosmetik yang mengandung merkuri (Hg) ? apakah ciri atau karakteristik dari unsur merkuri ? serta apa alasan produsen menambahkan merkuri pada produk kosmetik khususnya krim pemutih dan berapa kadar merkuri yang dilegalkan oleh lembaga berwenang? Masalah ini diangkat berdasarkan apa yang kita lihat yaitu kosmetik yang dijual dipasaran yang sudah banyak mengandung bahan berbahaya diantaranya merkuri (Hg). Kosmetik yang mengandung merkuri ini dapat membahayakan kesehatan bagi wanita yang setiap harinya menggunakan kosmetik. Dari perumusan masalah diatas, penulis memiliki hipotesis (dugaan sementara) bahwa unsur merkuri (Hg) tidak memiliki manfaat sedikit pun karena karakter dari merkuri sendiri sudah sangat bahaya, jadi merkuri tidak memiliki manfaat. Selanjutnya, bahaya yang ditimbulkan diantaranya adalah rusaknya permukaan kulit karena terus dipaksa memakai krim pemutih yang mengandung unsur tersebut sehingga menjadi ketergantungan kosmetik.

CHAPTER II BODY Pendahuluan Kosmetik adalah bahan yang digosokkan,ditaburkan,disiramkan,dioleskan atau disemprotkan pada kulit orang yang normal yaitu kulit yang mengalami perubahan terdahulu misalnya scaring atau tanda lahir, dengan tujuan mempercantik, membersihkan, menyokong penampilan dan bahan kosmetik ini adalah bahan yang tidak mengganggu kemampuan physiologi kulit(Nasution, 2008). Biasanya produsen kosmetik menambahkan merkuri ke dalam kosmetik khususnya krim pemutih dengan tujuan memberikan warna putih lebih cepat dibandingkan bahan lain, namun kadar yang dilegalkan menurut FDA adalah kurang dari 1 ppm. Untuk itu konsumen harus berhati-hati dalam memilih produk kosmetik pemutih yang menawarkan bahwa produknya dapat memutihkan dalam waktu sekejap. Pada dasarnya, merkuri (Hg) merupakan unsur logam yang sangat penting dalam teknologi modern saat ini di abad ini. Merkuri adalah unsur memiliki nomor atom (NA = 80) dan memiliki massa molekul relatif (MR = 200,59). Merkuri diberikan simbol kimia Hg merupakan singkatan berasal dari bahasa Yunani yang Hydrargyricum, yang berarti perak cair. Bentuk fisik dan kimia sangat menguntungkan karena itu adalah logam hanya yang cair pada suhu kamar (25 C), titik beku terendah (-39 C), memiliki kecenderungan lebih besar untuk menguap, mudah dicampur dengan logam lain untuk logam campuran (Amalgam / Alloi), juga dapat mengalirkan arus konduktor yang baik listrik karena tegangan tinggi arus listrik dan tegangan listrik rendah saat ini. Manfaat Merkurius dan Lingkungan Hidup Manusia Dalam pengobatan: merkuri untuk pengobatan penyakit kelamin (sifilis). Kalomel (HgCl) digunakan sebagai pembersih luka untuk dicatat bahwa bahan tersebut beracun, jadi jangan digunakan lagi. Komponen merkuri organik digunakan untuk obat diuretik selama bertahun-tahun dan juga digunakan sebagai bahan untuk kosmetik. Dalam bidang pertanian: merkuri digunakan untuk membunuh jamur, sehingga baik digunakan untuk pengawet produk pertanian. Organik merkuri juga digunakan untuk pengendalian hama pada tanaman seperti apel, tomat, kentang, dan juga digunakan sebagai pembasmi hama padi. Dalam industri: merkuri yang digunakan dalam pembuatan baterai, karena baterai dengan bahan yang mengandung merkuri dapat tahan lama dan tahan terhadap kelembaban tinggi. Dan lampu merkuri digunakan untuk penerangan jalan raya. Mungkin ini disebabkan instalasi dan biaya operasi yang murah dan arus listrik dapat diberi makan dengan tegangan tinggi.

Merkuri juga digunakan dalam pembuatan klor-alkali industri menghasilkan klorin (Cl2), di mana perusahaan air Penggunaan klorin untuk pemurnian air dan desinfektan (klorinasi proses). Dampak Negatif yang disebabkan oleh Kosmetik yang tidak aman 1. Iritasi Reaksi langsung timbul pada pemakaian pertama kosmetik karena salah satu atau lebih bahan yang dikandungnya bersifat iritan. Misalnya : kosmetik pemutih kulit (misalnya kosmetik import Pearl Cream yang mengandung merkuri dapat langsung menimbulkan reaksi iritan). 2. Alergi Reaksi negatif pada kulit muncul setelah kosmetik dipakai beberapa kali, kadangkadang setelah bertahun-tahun, karena kosmetik itu mengandung bahan yang bersifat alergenik bagi seseorang meskipun mungkin tidak bagi yang lain. Cat rambut, lipstick dapat menimbulkan reaksi alergi pada orang-orang tertentu. 3. Fotosensitisasi Reaksi negatif muncul setelah kulit yang ditempeli kosmetik terkena sinar matahari karena salah satu atau lebih dari bahan, zat pewarna atau zat pewangi yang dikandung oleh kosmetik itu bersifat photosensitizer. Misalnya tabir surya dapat menimbulkan reaksi fotosensitisasi pada kulit. 4. Jerawat Beberapa kosmetik pelembab (moisturizer) yang sangat berminyak dan lengket pada kulit, seperti yang diperuntukkan bagi kulit kering di iklim dingin, dapat menimbulkan jerawat bila digunakan pada kulit yang berminyak, terutama di negara-negara tropis seperti Indonesia karena kosmetik demikian cenderung menyumbat pori-pori kulit bersama kotoran dan bakteri. 5. Penyumbatan Fisik Penyumbatan oleh bahan-bahan berminyak dan lengket yang ada di dalam kosmetik tertentu, seperti dasar bedak. 6. Intoksikasi Keracunan dapat terjadi secara lokal maupun sistemik melalui penghirupan lewat mulut dan hidung, atau lewat penyerapan via kulit, terutama jika salah satu atau lebih bahan yang dikandung oleh kosmetik itu bersifat toksik, misalnya merkuri di dalam kosmetik impor pemutih kulit yang sudah dilarang peredarannya di Indonesia oleh pemerintah

Efek Merkuri pada Manusia dan Lingkungan

Sebagian besar merkuri yang ditemukan di alam diproduksi oleh sisa industri dalam jumlah 10.000 ton per tahun. Penggunaan merkuri sangat luas di mana 3.000 jenis kegunaan dalam industri pengolahan manufaktur bahan kimia farmasi, proses yang digunakan oleh manusia serta pembuatan insektisida untuk pertanian (Kristen et al., 1970).

Semua komponen dalam bentuk metil merkuri dan bentuk alkil yang masuk ke tubuh manusia terus menerus akan menyebabkan kerusakan permanen pada otak, hati, dan ginjal (Roger et al., 1984).

Ion merkuri menimbulkan efek toksik, karena proses pengendapan protein menghambat aktivitas enzim dan bertindak sebagai bahan korosif. Merkuri juga terikat oleh kelompok sulfhidril, fosforil, karboksil, amida, dan amina, di mana kelompok adalah merkuri dapat menghambat fungsi enzim.

Efek toksisitas merkuri pada manusia tergantung pada bentuk komposisi merkuri, pintu masuk ke dalam tubuh, dan panjang tumbuh. Sebuah contoh adalah bentuk merkuri (HgCl2) lebih beracun daripada bentuk-bentuk lain dari merkuro (HgCl). Hal ini karena bentuk divalen lebih mudah larut dibanding bentuk monovalen. Selain itu, bentuk HgCl2 juga cepat dan mudah diserap sehingga toksisitas yang lebih tinggi (Zul Alfian, 1987, 1998, 2000, 2001).

Bentuk-bentuk organik seperti metil-merkuri, sekitar 90% diserap oleh dinding usus, itu jauh lebih besar daripada bentuk anorganik (HgCl2) yang hanya sekitar 10%. Namun, bentuk merkuri anorganik kurang korosif daripada bentuk-bentuk organik. Bentuk-bentuk organik juga dapat menembus penghalang darah dan plasenta sehingga dapat menimbulkan efek teratogenik dan gangguan saraf (Darmono, 2001).

Diagnosis toksisitas Hg tidak dapat dilakukan dengan tes biokimia. Indikator toksisitas Hg hanya dapat didiagnosis dengan analisis kadar Hg dalam darah atau urine dan rambut.

CHAPTER III CONCLUSION kesimpulan dari hasil penelitian yang penulis lakukan menunjukan bahwa kosmetik yang beredar di pasaran mengandung bahan kimia berbahaya, salah satunya adalah merkuri. banyak sekali dampak negatif yang ditimbulkan dari bahan kimia tersebut diantaranya adalah iritasi dan jerawat. namun disisi lain, merkuri juga memiliki dampak positif dibidang lain, yaitu dalam bidang pertanian digunakan untuk membunuh jamur. karakteristik dari merkuri adalah berbentuk perak cair. merkuri yang masuk ke tubuh manusia terus menerus akan menyebabkan kerusakan permanen pada otak, hati, dan ginjal.