17 Motivasi Berinteraksi Dengan Al-Qur'An

Cetak Halaman - 17 Motivasi Berinteraksi Dengan Al-Qur'an

http://myquran.org/forum/index.php?PHPSESSID=hfgc57v1ei4ttasabvj...

myQuran - Komunitas Muslim Indonesia
Pesantren Virtual => Kajian Quran dan Hadits => Topik dimulai oleh: Decade pada 27 Juni 2009, 00:38:20

Judul: 17 Motivasi Berinteraksi Dengan Al-Qur'an Ditulis oleh: Decade pada 27 Juni 2009, 00:38:20 [bgcolor=#FFFF22] 17 Motivasi Berinteraksi dengan Al-Qur’an Taujih oleh : Ust. Abdul Aziz Abdul Rauf, Lc, Al-Hafidz

Telah kita ketahui - dari hadits shahih yang bersumber dari Aisyah Ra. - bahwa tabi’at dan akhlaq Rasulullah Saw adalah Al-Qur’an. Beliau adalah The Living Qur’an, Al-Qur’an yang hidup. Sementara itu, para Sahabat, para Tabi’in dan para salafush shalih adalah ahlul Qur’an. Artinya nilai-nilai Al-Qur’an telah diinternalisasi ke dalam diri mereka dengan sangat baiknya. Dan sejarah umat manusia mencatat dengan tinta emas kiprah salafush shalih kita yang berhasil membangun peradaban dan masyarakat madani dengan beberapa ciri: berakhlaq, adil, toleran, intelek, harmonis, aman, dinamis dan sejahtera. Proses internalisasi Al-Qur’an tidak mungkin dapat terjadi jika umat Islam tidak dekat dengan Al-Qur’an. Kedekatan dengan Al-Qur’an hanya bisa terjadi jika kita memiliki iman yang memadai dan terus menerus berinteraksi dengan Al-Qur’an - dalam segala bentuknya , seperti tilawah, tahfidz, tadabbur dan mengajarkannya - secara intens. Buku ini memaparkan berbagai tahapan dan motivasi serta beberapa persoalan dalam berinteraksi dengan Al-Qur’an, dengan pendekatan yang pas. Istimewanya, buku ini disusun oleh seorang ustadz yang bukan saja telah hafidz (hapal) Al-Qur’an sejak usia muda tetapi beliau juga terjun langsung ke tengah umat untuk mengawal Al-Qur’an dan mengkader murid-muridnya dengan konsisten. Daftar Isi 1. Langkah-langkah Membangun Kemampuan Berinteraksi dengan Al-Qur’an 2. Sudahkah Kita Memiliki Iman yang Cukup untuk Berinteraksi dengan Al-Qur’an 3. Belajar dari Mukmin yang Tinggi Semangat Berjihadnya 4. Menjawab dengan Segera Waswas Setan Saat Berinteraksi dengan Al-Qur’an 5. Siap Bekerja Keras dan Berlama-lama Saat Berinteraksi dengan Al-Qur’an 6. Mendambakan Al-Qur’an sebagai Kenikmatan Seperti Kita Mendambakan Harta 7. Melakukan Amal Shaleh Sebanyak-banyaknya 8. Berdo’a Sebanyak-banyaknya 9. Mencari Figur Teladan 10. Meraih Cita-cita dari yang Terdekat 11. Jangan Merasa Takut Tidak Kebagian Rezeki 12. Kokohkan Tekad Jangan Mudah Berubah Pikiran 13. Berlatih dengan Ekstrim 14. Berbahagia Jika Kita Bersama Orang-orang yang Sedikit 15. Jangan Merasa Takut Terhadap Keadaan Masa Depan 16. Jangan Suka Memvonis Diri 17. Merayu Diri Agar Mencintai Al-Qur’an sumber: binamuslim.com

1 von 20

11.09.2011 07:40

Cetak Halaman - 17 Motivasi Berinteraksi Dengan Al-Qur'an

http://myquran.org/forum/index.php?PHPSESSID=hfgc57v1ei4ttasabvj...

Posting Digabung: 27 Juni 2009, 00:51:10

TAUJIH 1 Membangun Kemampuan Berinteraksi dengan Al-Qur’an

Taujih oleh : Ust. Abdul Aziz Abdul Rauf, Lc, Al-Hafidz

Orang-orang yang telah Kami berikan Al Kitab kepadanya, mereka membacanya dengan bacaan yang sebenarnya, mereka itu beriman kepadanya. Dan barang siapa yang ingkar kepadanya, maka mereka itulah orang-orang yang rugi. (Q.S. Al-Baqarah [2]:121) Kita dan para pelajar sering mengeluh mengenai Al-Qur’an. Tak punya waktu untuk tilawah, tak lagi cukup muda untuk memulai tahfidz (menghafal), dan tak mampu tadabbur karena tak paham Bahasa Arab. Jika kita kurang berinteraksi dengan Al-Qur’an, akan lahir para intelektual yang hanya kaya ilmu tapi tanpa ruh. Ilmu yang tanpa ruh akan kehilangan fungsi utamanya. Fungsi utama ilmu adalah untuk mengantarkan manusia kepada pengenalan (ma’rifah) kepada Allah Swt. Menurut Sayyid Qutb, berinteraksi dengan Al-Qur’an perlu disertai dengan aktivitas: 1. Rajin membacanya. 2. Rajin mengkaji isi dan ilmu-ilmunya. 3. Hidup dalam kondisi di mana aktivitas, upaya, sikap, perhatian dan pertarungan sebagaimana kondisi di mana pertama kali Al-Qur’an diturunkan. 4. Hidup bersama Al-Qur’an dengan sepnuh hati dan berkeinginan untuk melawan tradisi jahiliyah yang saat ini menyelimuti seluruh sendi kehidupan umat manusia. 5. Membangun nilai-nilai Al-Qur’an di dalam diri masyarakat dan seluruh umat manusia. 6. Siap menghadapi dan memberantas segala macam pemikiran jahiliyah serta seluruh tradisinya di dalam realitas kehidupan. Adapun pertanyaan yang dapat menjadi bahan evaluasi kualitas interaksi dengan Al-Qur’an: 1. Sudahkah kita beriman terhadap kenbenaran Al-Qur’an, janji-janji yang ada di dalamnya, berbagai fadhillah yang dijanjikan Rasulullah Saw bagi orang yang rajin berinteraksi dengannya? 2. Sudahkah kita mampu membacanya? 3. Mampukah kita membacanya dengan baik sesuai dengan keaslian bacaan Al-Qur’an? 4. Sudahkah kita membacanya secara rutin setiap hari? Kalau kita rajin dan konsisten membaca 1 juz per hari, artinya dalam setahun minimal 12 kali khatam. Para salafush shalih umumnya mampu khatam sepekan sekali, bahkan tiga hari sekali. 5. Sudahkah kebiasaan membaca Al-Qur’an telah menambah bobot iman dan Islam kita? Sehingga tingkat loyalitas kita terhadap Allah Swt, Rasul-Nya dan Al-Qur’an semakin meningkat lantas menghasilkan energi yang membuat kita selalu siap berbuat apa saja untuk Islam ini? 6. Adakah keinginan untuk melakukan kegiatan menghafal Al-Qur’an? 30 juz, 15 juz, 10 juz, 3 juz, atau sekedar 1 juz saja? Menghafal adalah upaya untuk menambah kedekatan dengan Al-Qur’an. Karena antara tilawah dan menghafal adalah 2 hal yang berbeda. Dengan menghafal, jiwa dan otak kita akan terus menyerap lantunan ayat-ayat Al-Qur’an yang diulang-ulang begitu banyak oleh lidah kita. 7. Apakah kita merasa sedih dan penasaran jika ada ayat-ayat yang belum dipahami? 8. Siapkah diri kita menjadi manusia yang Qur’ani seperti yang diungkapkan Aisyah Ra atas Rasulullah Saw bahwa tabi’at dan akhlak Rasulullah adalah Al-Qur’an? 9. Ada iming-iming surga dan keselamatan dari neraka di akhirat kelak yang untuk mendapatkannya dibutuhkan pengorbanan jiwa dan harta untuk membela Islam (berjihad di jalan Allah), siapkah diri kita untuk merintisnya?

2 von 20

11.09.2011 07:40

2. tahmid. tiga kali dan seterusnya. Bacalah hadits-hadits yang menjelaskan fadhillah shalat tahajjud agar kita lebih termotivasi. bangunlah iman lebih tinggi dengan mulai mencoba shalat sunnah di waktu malam (tahajjud/qiyamullail). Apalah arti ilmu jika tidak menghasilkan amal? Artinya perlu mengamalkan ilmu yang telah dipelajari agar iman selalu meningkat. yaitu shalat lima waktu. 3 von 20 11. Sebaliknya. tingkatkan kualitasnya dengan berusaha khusyu’. Setelah mampu. 4. Sadarilah bahwa Islam adalah agama pengetahuan. 7. lalu dua kali. Abdul Aziz Abdul Rauf. ada beberapa langkah yang dapat ditempuh sebagai berikut. serta mana yang muakkadah (yang sangat dianjurkan) dan mana yang bukan (karena tidak rutin dilaksanakan Rasulullah Saw). Mulailah belajar tentang Islam. seperti infaq di jalan Allah. dan apabila dibacakan kepada mereka ayat-ayat-Nya bertambahlah iman mereka (karenanya) dan kepada Tuhan-lah mereka bertawakal. Rayulah diri dengan memulainya dari hal yang sekecil-kecilnya. untuk fakir miskin. Lc. tingkatkan kualitasnya dengan berjamaah di masjid. Keimanan kepada Allah juga dapat ditingkatkan dengan melakukan berbagai amal kontributif.php?PHPSESSID=hfgc57v1ei4ttasabvj. Sesungguhnya orang-orang yang beriman itu adalah mereka yang apabila disebut nama Allah bergetarlah hati mereka. Al-Hafidz Apapun bentuk interaksi kita dengan Al-Qur’an membutuhkan modal utama berupa iman yang kuat kepada Allah Swt. (QS Al-Anfal [8]:2) Untuk merintis peningkatan keimanan.org/forum/index. Posting Digabung: 27 Juni 2009. tahlil dan lain sebagainya yang mengacu kepada rujukan Riyadush Shalihin. Tentu perlu dipelajari. Peningkatan iman berikutnya adalah dengan melaksanakan ibadah-ibadah yang qauliyah (yang diucapkan). 1. kedekatan kita dengan Al-Qur’an merupakan indikator keimanan yang baik. mengikuti dan mendukung kegiatan pembelaan atau penyebaran agama Islam dan lain-lainnya. Jika belum sanggup melakukannya. pada shalat wajib mana kita tidak boleh melakukan shalat sunnah ba’diyah (yaitu Ashar dan Shubuh). 5. Mulailah dari amal shalih yang paling utama. Pada tahap ini. Di balik peningkatan iman akan tumbuh rasa ingin leih dekat dengan Al-Qur’an 3..17 Motivasi Berinteraksi Dengan Al-Qur'an http://myquran. 6.2011 07:40 .. Bila sudah mampu. membaca Al-Ma’tsurat (dzikir pagi dan petang yang dicontohkan Rasulullah Saw). berusahalah untuk melaksanakan shalat dua rakaat sebelum dan sesudah shalat wajib (yaitu qabliyah dan ba’diyah). padahal setiap amal memerlukan ilmu dan iman tersendiri. membaca tasbih. Setelah mampu shalat berjamaah di masjid dengan khusyu’. misal sebulan sekali. Hal ini mengingat luasnya ilmu Islam itu sendiri dan beragamnya amal shalih yang harus kita lakukan. Dapat berupa istighfar seratus kali sehari. pelajarilah kembali Islam dan berdoalah kepada Allah Swt agar dibukakan pintu hidayah untuk dapat melaksanakan pintu hidayah untuk dapat melaksanakan shalat lima waktu dengan rutin. Belajar tentang Islam bagi orang beriman jangan pernah berhenti dan merasa selesai. Jangan pernah mengatakan tidak mampu.09. 00:54:48 TAUJIH 2 Sudahkah Anda Memiliki Iman yang Cukup untuk Berinteraksi dengan Al-Qur’an? Taujih oleh : Ust.Cetak Halaman .

mereka yakin akan lebih leluasa untuk memutarbalikkan nilai-nilai Islam dari nash-nash sesungguhnya. tanyakan pada diri kita masing-masing: keyakinan apakah yang sesungguhnya melatarbelakangi kegiatan ini sehingga harus dipertahankan sedemikian rupa? Jika belum ada. Artinya perlu muhasabah (mengevaluasi diri sendiri): Apakah kita tidak tertarik untuk berinteraksi dengan Al-Qur’an karena kondisi jiwa kita yang tidak cukup bersih untuk berdekatan dengan kitab sesuci Al-Qur’an? Jika jawabannya ya. 1. 4 von 20 11.org/forum/index. Jawabannya adalah kembali kepada harapan apa yang selalu kita rindukan dari Allah Swt. Jika saat ini kita telah dikaruniai oleh Allah kedekatan dengan Al-Qur’an . Keyakinan para Qori’ dalam meraih kejuaraan MTQ. Al-Hafidz Sesungguhnya Allah telah membeli dari orang-orang mukmin.. lalu mereka membunuh atau terbunuh. Dan siapakah yang lebih menepati janjinya (selain) daripada Allah? Maka bergembiralah dengan jual beli yang telah kamu lakukan itu. dan itulah kemenangan yang besar. Keyakinan itulah yang memotivasi siapapun untuk bersusah payah dalam berjihad demi keyakinannya terhadap surga yang telah dijanjikan Allah Swt. Bila saat ini kita aktif dalam kegiatan berinteraksi dengan Al-Qur’an.09. 00:57:46 TAUJIH 3 Belajar dari Mukmin yang Tinggi Semangat Berjihadnya Taujih oleh : Ust.17 Motivasi Berinteraksi Dengan Al-Qur'an http://myquran. Mereka berperang pada jalan Allah. bahkan sampai akhir hayat. menugasai dan menjajah umat Islam dalam kurun waktu yang lama. Keyakinan para orientalis barat dalam mempelajari Al-Qur’an. mengajarkannya atau mengkajinya dan lain sebagainya . Berikut ini adalah beberapa contoh keyakinan di balik kegiatan bersama Al-Qur’an.apakah dengan membaca. Dari manakah semangat juang luar biasa ini? Semangat itu berasal dari kerinduan terhadap surga yang dijanjikan oleh Allah Swt. • Hanzhalah Ra yang segera bergegas berangkat berjihad sehingga lupa mandi junub. Hal tersebut berasal dari keyakinan mereka akan balasan pahala dan fadhillah yang dijanjikan Allah dan Rasul-Nya kepada orang yang ber-taqarrub dengan Al-Qur’an. walau berusia 90 tahun tetap memacu dirinya untuk berjihad. diri dan harta mereka dengan memberikan surga untuk mereka.2011 07:40 . At-Taubah [9]:111) Umumnya ayat tersebut sering dibahas berkaitan dengan motivasi berjihad di jalan Allah. 3. Namun pada tulisan ini kami ingin mengajak kita semua untuk memahaminya dari sisi yang lain. tidak ada jalan lain kecuali bersegera untuk bertaubat kepada Allah.. yaitu yang menggambarkan keyakinan yang sedalam-dalamnya dalam diri orang -orang yang beriman terhadap nikmat dan keindahan surga. Posting Digabung: 27 Juni 2009. banyak berdzikir dan berdoa hanya kepada-Nya. Lc. Kesucian jiwa juga merupakan modal mutlak dalam berinteraksi dengan Al-Qur’an.tantangannya adalah bagaimana bisa bertahan dalam karunia Allah Swt itu dalam kurun waktu yang panjang. (Itu telah menjadi) janji yang benar dari Allah di dalam Taurat.php?PHPSESSID=hfgc57v1ei4ttasabvj. Keyakinan sebagian orang yang sudah lanjut usia/hidup di kampung/jauh dari pengaruh ghazwul fikr dalam hidup dengan Al-Qur’an. Beberapa mujahid yang keyakinannya terhadap surga begitu tinggi antara lain: • Abu Thalhah Ra. kita harus segera mencarinya. Injil dan Al Qur’an. • ‘Umair bin Al-Humam Ra yang segera menghentikan makannya karena tidak sabar ingin berjihad pada perang Badar. lalu ketika para sahabat melihat ada tetesan air keluar dari telinga jasadnya.Cetak Halaman . Abdul Aziz Abdul Rauf. (QS. Jika mereka menguasai semua literatur Islam. Rasulullah menjelaskan bahwa jenazahnya telah dimandikan oleh para malaikat. menghafal. 2. sehingga mereka bisa mengalahkan.

bukan manusia. Belum ada penghargaan yang tinggi dari masyarakat terhadap orang yang lebih menguasai dan memiliki kemampuan ilmu tentang Al-Qur’an sehingga muncul suatu kesan “untuk apa bersusah payah berkecimpung di bidang Al-Qur’an jika masyarakat belum mengerti urgensinya?” Masyarakat sekarang lebih menghargai penceramah -orang menyebutnya da’i selebritis. Posting Digabung: 27 Juni 2009. Untuk mengatasinya. melainkan hidup dalam kemiskinan!” Seakan-akan bahwa dengan mengajarkan Al-Qur’an. Abdul Aziz Abdul Rauf.org/forum/index. dibandingkan dengan guru Al-Qur’an yang memiliki kekayaan pengetahuan tentang ayat-ayat Al-Qur’an.php?PHPSESSID=hfgc57v1ei4ttasabvj. Perlu dijaga kesinergian antara 2 hal tersebut karena sama pentingnya di sisi Allah Swt dan jika dipadukan insya Allah akan memberikan keberkahan. tanpa harus meninggalkan tugas mengajar Al-Qur’an.yang hanya bermodal keberanian berbicara dan popularitas. Tantangannya adalah bagaimana menumbuhkan sebuah keyakinan yang dapat menghasilkan energi sekuat yang dimiliki oleh orang-orang tersebut di atas. dinyatakan bahwa tak ada pekerjaan manusia yang akan mendapat gangguan syaitan yang lebih besar dan dahsyat daripada kegiatan bersama Al-Qur’an. lalu bagaimana dengan yang leih berat dan besar daripada itu? Semoga Allah Swt senantiasa menunjukkan jalan yang Ia ridhai untuk kita semua. akan hancurlah umat ini karena semakin sedikit generasi berikutnya yang mampu membaca Al-Qur’an dengan baik dan benar. Ada sebuah realita pada sebuah komunitas yang paham tentang pentingnya Al-Qur’an dalam proses aktivitas da’wah dan tarbiyah. Demikian pula kemampuan berinteraksi dengan Al-Qur’an belum menjadi sesuatu yang sangat didambakan dalam kehidupannya. Godaannya adalah “Berhentilah mengajar Al-Qur’an karena kegiatan itu tidak menjanjikan kekayaan. Waswas syaitan bagi pembaca Al-Qur’an. (QS. menjadi tugas kitalah untuk mengubah kedua fenomena tersebut. agar masyarakat menjadi lebih dekat dengan Al-Qur’an dan memahaminya dengan baik. An-Nahl [16]:98) Dari kesimpulan penafsiran Imam Ibnul Qayyim terhadap ayat di atas. Bila tiap pengajar tunduk dengan waswas tersebut. Godaan itu antara lain: 1. 01:00:47 TAUJIH 4 Menjawab dengan Segera Waswas (Bisikan) Syaitan Saat Berinteraksi dengan Al-Qur’an Taujih oleh : Ust. mereka begitu sabar dalam meraih apa yang mereka inginkan. Bagi kelompok ini.09. hendaklah kamu meminta perlindungan kepada Allah dari syaitan yang terkutuk. 2.Cetak Halaman . seorang yang belum hafal 30 juz belum malu/merasa kurang.17 Motivasi Berinteraksi Dengan Al-Qur'an http://myquran. 5 von 20 11. Kemudian berpikirlah untuk mencari usaha yang halal. Belum terbentuk suatu sistem kehidupan yang secara otomatis mendorong seseorang untuk melakukan apa yang diyakininya. Waswas syaitan bagi pengajar Al-Qur’an. Dalam proses tarbawi dan da’awi. yakinilah bahwa pemberi rezeki sesungguhnya hanya Allah Swt. peny .2011 07:40 . bahkan terlibat aktif di dalamnya namun minimdan lemah semangat dan keyakinannya dalam meraih kemampuan berinteraksi dengan Al-Qur’an. baru menghafal juz 30 saja masih dirasakan sebagai beban yang nyaris tidak bisa dilaksanakan . 2. Jika demikian halnya. Berbekal keyakinan itulah.. Al-Hafidz Apabila kamu membaca Al Qur’an.. Lc. Lemahnya motivasi untuk berinteraksi dengan Al-Qur’an dan minimnya keyakinan terhadap fadhillah-nya adalah penghambat perkembangan pendidikan Al-Qur’an. maka manusia akan menjadi miskin dan jika meninggalkannya akan menjadi kaya. Analisa dari fenomena tersebut adalah: 1.

17 Motivasi Berinteraksi Dengan Al-Qur'an http://myquran. Lalu menyepelekan kegiatan yang satu karena larut dalam kegiatan yang lain. Sebetulnya hanya satu keinginan syaitan: “Berhentilah saat ini juga untuk menghafal Al-Qur’an!” Sebagai solusinya. tetapi adakah kemauan dari dalam diri kita untuk menyempatkannya atau tidak? o Bila tak mampu berkonsentrasi.. contohnya: o Kita kecam diri sendiri: “Mengapa untuk kegiatan yang lain tersedia waktu yang cukup sedangkan untuk bertilawah Al-Qur’an tidak ada waktu?” Persoalan sesungguhnya sebenarnya bukanlah ada-tidaknya waktu. Godaannya adalah bahwa aktivitas menghafal Al-Qur’an ternyata tidak seindah yang dibayangkan. Jangan remehkan orang yang membaca dan menghafal saat kita memahami Al-Qur’an karena tiap kegiatan ada fadhillah-nya.09. keimanan. timbul waswas perasaan sudah terlalu lama bersama Al-Qur’an atau tiba-tiba tidak dapat berkonsentrasi. mulailah dengan konsentrasi baru dan memandang ayat-ayat Al-Qur’an sebagai pesan langsung dari Allah Swt kepada kita yang harus dihayati. niscaya akan dirasakan perkembangannya dari segi wawasan. atau harus segera menyelesaikan tugas-tugas yang lain. misal meremehkan orang yang menghafal karena sedang mempelajari sebuah tafsir dan meyakini bahwa hanya dengan mempelajari tafsirlah metode interaksi yang paling baik dengan Al-Qur’an. sesuai ungkapan salafush shalih: “Tidak disebut seorang itu alim kecuali jika ia telah hafal Al-Qur’an. berniatlah membaca dan menghafal saat memahami Al-Qur’an. 4. o Segeralah bergaul dengan orang-orang yang sedang menghafal Al-Qur’an agar tidak merasa sendiri dalam ber-mujahadah dan bersabar dengan Al-Qur’an dan mengetahui bahwa begitu banyak orang yang lebih bersemangat dan tahan banting. tiap tiga hari sekali membaca tafsir dan sehari sepekan menghafal. Jika bisa istiqamah. Godaannya adalah menunda-nunda bagian juz yang harus dibaca pada sebuah masa tertentu. Ingin mendalami agama Islam lebih jauh. Waswas syaitan bagi penghafal Al-Qur’an. Misal dalam satu pekan tiap hari tilawah. berhentilah sejenak. pemikiran dan mentalitas. Posting Digabung: 27 Juni 2009. Beberapa solusinya antara lain: o Sadarilah bahwa hakikat interaksi dengan Al-Qur’an mencakup membaca. Saat membaca tasfir malah ingin tilawah dan demikian pula sebaliknya.Cetak Halaman . Pasti akan sangat berbeda jika dibandingkan dengan kegiatan berinteraksi dengan Al-Qur’an dalam bentuk membacanya saja.php?PHPSESSID=hfgc57v1ei4ttasabvj.” Ingin memanfaatkan masa remaja yang produktif dengan kegiatan yang dapat dikenang saat dewasa.. Waswas syaitan bagi orang yang memahami Al-Qur’an. o Sadarilah bahwa hakikat berinteraksi dengan Al-Qur’an adalah harus memiliki waktu-waktu yang terbagi secara baku. Timbul rasa pesimis dalam menghafal. Sekian tahun rajin membaca Al-Qur’an tetapi selama itu pula kita belum merasakan ruh dan nikmatnya Al-Qur’an. Walaupun sudah mulai membaca. carilah jawaban dari dalam diri sendiri.2011 07:40 . antara lain: o Kita tanyakan pada diri sendiri: “Apa motivasi yang terngiang saat dahulu mulai menghafal?” Beberapa motivasi yang mungkin menjadi jawaban antara lain: Ingin membersihkan kehidupan masa lalu yang kotor dan kelam penuh maksiat. 01:02:30 TAUJIH 5 Siap Bekerja Keras dan Berlama-lama Dalam Berinteraksi dengan Al-Qur’an 6 von 20 11. dan jika tidak melakukannya maka kita rugi besar. tanyakan pada diri: “Sudah berapa lamakah kita ber-tilawah? Sudahkah kita merasa dinasehati oleh Allah dengan apa yang kita baca?” Jika belum. 3. menghafal dan memahami.org/forum/index. Demikian pula waswas seakan-akan tidak ada wakut untuk tilawah Al-Qur’an. Godaannya adalah berpindah-pindah kegiatan. kegiatan menghafal Al-Qur’an menjadi bentuk taubatannasuha kepada Allah Swt. Sebagai solusinya.

apalagi jika mala tersebut belum pernah dilaksanakan sebelumnya. Bergaul dengan orang-orang yang mencintai Al-Qur’an Bila sesuatu dilakukan beramai-ramai. berazzamlah untuk melaksanakannya walaupun hanya sekali seumur hidup. banyak berdzikir kepada Allah Swt. ‘beliau akan ruku’ pada ayat ke-100′. kita ketahui bahwa Rasulullah tilawah 5. Dari hadits tadi. Untuk dapat mencintai dan berinteraksi dengan Al-Qur’an diperlukan mujahadah sebagai berikut: 1. Nilai tarbiyah yang terkandung di dalam kisah tersebut: 1. keikhlasannya.5 juz) dibacanya dengan tartil. Ternyata beliau melanjutkannya dengan menghabiskan surah An-Nisa.25 juz. Begitu juga jika ayatnya memerintahkan untuk meminta perlindungan. tentu akan timbul semangat yang tidak akan didapatkan bila melaksanakannya sendirian.. banyak membaca kehidupan salafush shalih dalam beribadah dan lainnya. Memperbanyak tilawah. dan ternyata panjang ruku’nya hampir sama dengan lama berdirinya. Muslim) Bagaimana perasaan kita pada saat membaca hadits ini? Apakah terobesesi untuk mencobanya walaupun sekali seumur hidup? Atau kita menganggap hadits ini sekedar sekilas info saja dan kita pesimistis untuk bisa melakukannya? Padahal Allah telah memberikan kita berbagai macam daya dukung lahir dan batin.org/forum/index. Hatiku berkata lagi ‘barangkali beliau akan menghabiskan satu surah kemudian ruku’. Namun kemudian beliau melanjutkannya. misalnya membiasakan diri shalat malam. Al-Qur’an adalah Kalamullah (wahyu Allah) sehingga jiwa yang tidak dekat dengan Allah Swt tidak akan sejalan dan menyatu dengan ruh Al-Qur’an. 2.Cetak Halaman . Taujih oleh : Ust. memperbanyak khatam Al-Qur’an. Jika belum tergugah untuk melaksanakannya. Bila 1 juz butuh 40 menit. Jika membaca ayat yang memerintahkan untuk berdoa beliau berdoa. Kekuatan dan keteguhan Rasulullah Saw dan para Shahabat dalam berda’wah dan berjihad serta memberikan kontribusi untuk Islam dan umatnya sangat ditentukan oleh kekuatan dan keteguhan dalam beribadah kepada Allah Swt dan beramal shalih dengan semua cabangnya. Lc. berkomitmen untuk tilawah 1 juz per hari. Hatiku berkata. tentu akan memudahkan kita untuk mengerti ayat-ayat Allah Swt baik di dalam maupun luar shalat. dan pengetahuan tentang ibadah yang dilakukannya.” (HR. Kemudian belia ruku’. 2. Bahkan Hudzaifah pun mungkin tak dapat berlama-lama jika harus melaksanakan shalat malam sepanjang itu bila tidak sedang bersama Rasulullah Saw. Begitulah perasaanku selalu berkata.2011 07:40 . Tiga surah di atas (yang hampir sama dengan 5. artinya butuh waktu sekitar 3. perlu mujahadah. 7 von 20 11.09. Ternyata beliau melanjutkannya dengan surah Ali ‘Imran. Al-Hafidz “Hudzaifah Ibnul Yaman menjelaskan pengalamannya dalam bermujahadah bersama Rasulullah. Beribadah dan berinteraksi dengan Al-Qur’an adalah satu paket aktivitas yang tidak terpisahkan. ‘Pada suatu malam aku shalat bersama Rasulullah mulai dengan membaca surah Al-Baqarah. Untuk mencapai kondisi seperti ini.17 Motivasi Berinteraksi Dengan Al-Qur'an http://myquran. khususnya shalat.php?PHPSESSID=hfgc57v1ei4ttasabvj. Banyak beribadah. Tabiat orang shalih adalah selalu ingin segera melaksanakan amal shalih. Kalau ingin seperti Rasulullah Saw. perlu pemanasan. Begitu juga saat i’tidal dan sujud.5 jam. Shalat menjadikan manusia terputus dari dunia luar dan hanya berkonsentrasi dengan bermunajat kepada Allah Swt.. Aktivitas seperti ini tidak mungkin dilakukan manusia yang tidak terbiasa memperbanyak tilawah Al-Qur’an. Jika ada seseorang yang banyak beribadah tetapi tidak memiliki kecintaan standar dengan Al-Qur’an maka perlu evaluasi terhadap kondisi ibadah orang tersebut dari segi legalitas syar’inya. Abdul Aziz Abdul Rauf. 3. Rasulullah berdoa meminta perlindungan. Jika membaca ayat yang terdapat perintah tasbih beliau bertasbih. Al-Qur’an dan As-Sunnahlah yang dapat menjadikan kita mampu melaksanakannya.

Lc. Rasulullah Saw menjanjikan bahwa setiap orang beriman yang bersahabat akrab dengan Al-Qur’an dijamin akan mendapat syafa’at dari Al-Qur’an: “Bacalah Al-Qur’an.2011 07:40 .” (Muttafaqun ‘alaih) Melihat orang yang hartanya berlimpah tentu membuat kitapun mendambakannya. Al-Hafidz “Tidak boleh iri kecuali dalam dua kenikmatan: seseorang yang diberi Al-Qur’an oleh Allah kemudian ia membacanya sepanjang malam dan siang. jika tidak maka bertaubatlah kepada Allah Swt dan segera upayakan untuk kembali kepada Al-Qur’an agar tidak dikecam Allah Swt: “Mereka hanya mengetahui yang lahir (saja) dari kehidupan dunia. Muslim). Abdul Aziz Abdul Rauf. dan orang yang diberi harta oleh Allah lalu ia membelanjakannya di jalan Allah sepanjang malam dan siang. Itulah ghibthah. Tanyakan pada diri kita masing-masing. 01:04:58 TAUJIH 6 Mendambakan Al-Qur’an Sebagai Kenikmatan Seperti Kita Mendambakan Harta Taujih oleh : Ust.php?PHPSESSID=hfgc57v1ei4ttasabvj. Hal itu lumrah dan fitrah sekaligus fitnah bagi manusia. rajin beribadah. Dengan iman. Kualitas iman kita diukur dengan sejauh mana kualitas dan kuantitas interaksi kita dengan Al-Qur’an. sudahkan kita menjadi sahabat akrab Al-Qur’an? Benarkah di akhirat nanti kita berharap akan mendapat syafa’at dari Al-Qur’an? Alangkah sengsaranya kita bila di akhirat tanpa syafa’at.. Berikut ini beberapa perasaan yang harus menjadi pertanyaan dan perhatian kita: 1. hafalannya banyak. Telah menjadi tabiat manusia untuk berkompetisi. ketika melihat orang lain yang memiliki kelebihan dalam urusan akhiratnya .09.Cetak Halaman . Apakah kita masa bodoh dan tidak merasa sedih jika dalam sebulan tidak khatam Al-Qur’an? Adakah perasaan sedih jika kita tidak punya hafalan ayat-ayat Al-Qur’an? Sedihkah kita karena awam dengan kandungan dan makna Al-Qur’an? Jika belum. Tetapi percayalah bahwa keimanan yang baik tidak saja menjadikan manusia memimpikan kepemilikan dunia tetapi juga memimpikan dan menginginkan akhirat. itulah bukti lemahnya syu’ur Qur’ani (perasaan ingin membangkitkan diri dengan Al-Qur’an). Sabda Rasulullah Saw: “Barangsiapa yang belajar Al-Qur’an dan mengamalkannya 8 von 20 11. menginginkan kenikmatan orang lain tanpa membenci dan mengharapkan hilangnya nikmat dari orang tersebut. Posting Digabung: 27 Juni 2009.org/forum/index. sesungguhnya ia akan datang pada hari kiamat menjadi pemberi syafa’at bagi orang-orang yang bersahabat dengannya. “Berkatalah Rasul: ‘Ya Tuhanku. jabatan dan lawan jenis. serta banyak kontribusinya dalam dakwah .” (HR..maka kita pun sangat mendambakannya. sedang tentang (kehidupan) akhirat mereka lalai. dan jika tidak diarahkan maka kompetisi tersebut akan cenderung ke hal-hal duniawi seperti harta. 2. sesungguhnya kaumku telah menjadikan Al-Qur’an itu sesuatu yang diabaikan. tapi untuk Al-Qur’an hati kita adem ayem saja? Jika demikian adanya.17 Motivasi Berinteraksi Dengan Al-Qur'an http://myquran. Pernahkah kita menghitung tentang berapa banyak informasi tentang hal-hal yang bersifat duniawi yang ada di kepala kita dibandingkan dengan hal-hal yang berkaitan dengan Al-Qur’an? Jika tentang Al-Qur’an lebih banyak maka bersyukurlah.” 5. karena “…Tidak ada yang dapat memberi syafa’at kecuali atas seizin Allah…” (QS Al-Baqarah [2]:255) 3. dikhawatirkan bahwa kitalah yang disebut Rasulullah yang menjadikan Al-Qur’an sebagai mahjuran.misalnya sangat baik interaksinya dengan Al-Qur’an. Para salafush shalih selalu berkompetisi dalam hal interaksi dengan Al-Qur’an dan hal ukhrawi.’ “ (QS Al-Furqan [25]:30) 4. Adakah perasaan iri (ghibthah) dalam diri kita ketika melihat saudara kita memiliki kemampuan berinteraksi dengan Al-Qur’an yang lebih baik? Ataukah hanya iri dan menginginkan sesuatu yang terkait dengan harta yang dimiliki saudara kita.

Hari-hari yang diisi tilawah satu atau dua juz tentu beda dengan yang tidak diisi dengan tilawah sama sekali. maka saksikanlah bahwa dia memiliki iman yang baik. datang menjelang takbiratul ihram dan keluar paling awal. khususnya hafalan. Keberadaan kita di masjid pun sangat singkat. sedang mereka juga bersujud. 01:15:43 TAUJIH 7 Melakukan Amal Shalih Sebanyak-Banyaknya Taujih oleh : Ust.2011 07:40 . Sayang sekali bila kita tidak pernah merasakan suatu kerugian besar karena keterlambatan kita datang ke masjid. Ketika Rasulullah Saw membaca ayat ini. ‘Karena anakmu yang telah mempelajari Al-Qur’an’ “ (HR Abu Dawud. Isi Al-Qur’an sesungguhnya menjelaskan bagaimana semua urusan dunia itu bisa mengantarkan manusia kepada suksesnya urusan akhirat. Al-Hafidz “Mereka itu tidak sama. Mereka termasuk orang-orang yang shalih. misalnya: 1. Abdul Aziz Abdul Rauf. akan diberikan kepada orang tuanya pada hari kiamat mahkota yang cahanya lebih indah daripada cahaya matahari.17 Motivasi Berinteraksi Dengan Al-Qur'an http://myquran.” (HR Ahmad dan Turmudzi) Kita sering mengeluh tak dapat berinteraksi dengan Al-Qur’an.org/forum/index. Mencintai Masjid Menurut surah At-Taubah [9]:18. Perbedaan akan tampak dalam semangat shalat wajib dan sunnah. Kita. 2. Buktinya adalah lemahnya hubungan kita dengan masjid. Posting Digabung: 27 Juni 2009. Banyak Berdzikir 9 von 20 11. Insya Allah. lemah dan terbatas? Jangan sampai kita hanya kecewa bila anak tak mampu berbahasa Inggris atau menggunakan komputer tetapi santai saja dengan keterbatasannya dengan Al-Qur’an.Cetak Halaman . Lc. mereka menyuruh kepada yang ma’ruf dan mencegah dari yang mungkar dan bersegera kepada (mengerjakan) pelbagai kebajikan. atau ketenangan dalam mengatasi berbagai permasalahan kehidupan.” (QS Ali ‘Imran [3]: 113-114) Berinteraksi dengan Al-Qur’an sesungguhnya merupakan dampak dari sekian banyak amal shalih yang telah kita lakukan.php?PHPSESSID=hfgc57v1ei4ttasabvj. kecintaan terhadap masjid harus dibuktikan dengan adanya indikasi ‘imarah (memakmurkan). mereka membaca ayat-ayat Allah pada beberapa waktu di malam hari.. Bayangkan berapa puluh amal shalih yang tertinggal dengan kondisi seperti itu. Mereka beriman kepada Allah dan hari akhir. Jika sepakat dengan cara berpikir tersebut. maka dapat dipastikan bahwa orang-orang yang memiliki kemampuan berinteraksi dengan Al-Qur’an akan memiliki kebiasaan beramal shalih. padahal kita sendiri yang menciptakan kondisi itu. Di antara ahli Kitab itu ada golongan yang berlaku lurus. Kedua orang tua itu akan berkata.09. memang tidak ingin menjadi orang yang dekat dengan Al-Qur’an hanya secara huruf-hurufnya saja tetapi jauh dari dari ruh Al-Qur’an itu sendiri.. beliau pun bersabda: “Jika engkau melihat seorang laki-laki mondar-mandir ke masjid. Antara Al-Qur’an dan amal shalih saling menimbulkan motivasi antara satu dengan yang lain. ‘Mengapa kami diberi ini?’ Maka dijawab. kadangkadang hanya dua atau tiga waktu saja yang kita lakukan di masjid. Dari shalat lima waktu yang seharusnya kita lakukan di masjid. Ahmad dan Hakim) Tidakkah hadits tersebut menggugah kita sebagai orang tua untuk memberi perhatian yang lebih pada anak dalam hal pendidikan Al-Qur’annya? Bagaimana mungkin seorang anak dapat mencintai Allah Swt kalau tidak dapat menikmati shalat dengan baik? Bagaimana mungkin dapat shalat dengan baik kalau kemampuannya dalam berinteraksi dengan Al-Qur’an.

Kalau saja kita bisa rutin khatam sebulan sekali maka kita akan semakin stabil dan tidak mudah tunduk kepada hawa nafsu. 4. Berdzikir kepada Allah Swt secara hati dan lisan dapat membangun kemampuan berinteraksi dengan Al-Qur’an. maka demikian pula halnya dengan berinteraksi dengan Al-Qur’an.2011 07:40 . Rajin Ber-tilawah Ber-tilawah berarti melatih kesabaran dan ketundukan jiwa untuk berlama-lama dengan Al-Qur’an.. kecuali Allah akan memberinya tiga hal: (1) Allah akan memberinya sesuai dengan yang ia minta. Bila jiwa dalam kondisi ini. tasbih. Rasulullah Saw menjelaskan masalah ini dalam sebuah hadits: “Tidaklah di atas bumi ini seorang muslim berdoa kepada Allah.09. maka niscaya kita akan selalu siap dengan interaksi yang lebih memerlukan kesabaran yang lebih besar. Insya Allah. Banyak Melakukan Shaum Sunnah Orang yang sedang shaum akan mengisi sepanjang harinya dengan ketaatan kepada Allah Swt yang akan menghasilkan keterikatan yang kuat dengan Allah Swt lalu akan berdampak kepada pembersihan jiwa dan peningkatan kualitas maknawiyah. bahkan sekedar khatam sebulan sekali pun susah. Jiwa akan lebih tenang karena selalu tersibukkan dengan Allah Swt. 10 von 20 11. Sudahkah amaliyah dzikir yang secara harian dilaksanakan oleh Rasulullah Saw kita amalkan secara rutin? Antara lain: o Dzikir ba’da shalat wajib terdiri dari tahlil 10 kali. 01:20:55 TAUJIH 8 Berdoalah Sebanyak-Banyaknya Taujih oleh : Ust. Lc. Lakukanlah aksi. Rasulullah Saw bersabda: “Sebaik-baik dzikir adalah membaca Al-Qur’an”. Semua amal shalih pada hakikatnya saling terkait. niscaya jarak menuju kepada yang kita cita-citakan akan semakin dekat.17 Motivasi Berinteraksi Dengan Al-Qur'an http://myquran. tilawah.’ ” (QS Al-Mu’min [40]: 60) Berdoa adalah lambang rasa rendah diri dan ketidakberdayaan manusia di hadapan Allah yang dapat menumbuhkan perasaan ubudiyah (penghambaan) kepada Allah Swt. seperti shalat. Hasan Shahih). Seseorang bertanya. 5. selama tidak berdoa dengan suatu dosa atau memutus tali silaturahmi. i’tikaf di masjid dan lain sebagainya. Jangan biarkan jiwa kita terus mengeluh mengenai susah dan beratnya berinteraksi dan bergaul dengan Al-Qur’an.Cetak Halaman . Sesungguhnya orang-orang yang menyombongkan diri dari menyembah-Ku akan masuk neraka Jahanam dalam keadaan hina dina.org/forum/index. Allah akan menyimpan untuknya pahala sesuai dengan doanya” (HR At-Turmudzi. tahmid dan takbir masing-masing 33 kali. artinya iman kita berada pada kondisi prihatin karena hari-hari kita sebulan penuh sangat minim diwarnai oleh Al-Qur’an. Berkomitmen dengan Shalat Wajib dan Shalat Sunnah Jika pelaksanaan shalat membutuhkan kedisiplinan. (2) atau Allah akan menghindarkannya dari kejahatan yang setara dengan doanya. o Dzikir pagi dan petang yang dirangkum ‘ulama dalam Al-Ma’tsurat atau Al-Hisnul Muslim atau Al-Wirdul Latif o Dzikir dalam kegiatan seperti makan. niscaya akan Kuperkenankan bagimu.php?PHPSESSID=hfgc57v1ei4ttasabvj. Bila demikian keadaannya. Mungkin kita punya keinginan untuk berinteraksi dengan Al-Qur’an tetapi berulangkali gagal dalam melakukannya. Posting Digabung: 27 Juni 2009. minum.. naik kendaraan. Abdul Aziz Abdul Rauf. Al-Hafidz [/b] “Dan Tuhanmu berfirman: ‘Berdoalah kepada-Ku. keluar masuk kakus dan lain sebagainya 3. ‘kalau kita perbanyak doa’? Rasul menjawab: ‘Allah lebih banyak lagi’ (3) Dalam riwayat lain.

11 von 20 11. seperti saat selesai shalat wajib.. kagumi. tetapi bila masa bodoh/mencari pembenaran artinya kita harus banyak belajar lagi tentang hakikat keimanan kepada Al-Qur’an. sepertiga akhir malam. Ikuti semua aturan dan adab berdoa. bershalawat kepada Rasulullah Saw. 3. bisakah pula kita melakukannya dalam urusan akhirat? 5. Alangkah indahnya bila kita rajin berdoa. Lc. tawadlu dan penuh harap. antara adzan dan qamat. mentadabburinya dan mengamalkannya. tidak tergesa-gesa meminta agar dikabulkan segera. dsb.. Dalam kondisi itu.php?PHPSESSID=hfgc57v1ei4ttasabvj. Berdoalah kepada Allah Swt sebanyak-banyaknya dengan khusyu.2011 07:40 . Bentuknya dapat berupa istighfar. Mencari waktu yang dijanjikan bahwa doa akan lebih cepat dikabulkan. beberapa hal yang harus diperhatikan adalah: 1. Ya Allah Engkau Maha Tahu apa yang ada di dalam diriku. Kalau dalam urusan duniawi kita sudah terbiasa melakukannya. Ya Allah Engkau yang memiliki kitab suci ini. bershalawat kepada Rasulullah Saw. Abdul Aziz Abdul Rauf.17 Motivasi Berinteraksi Dengan Al-Qur'an http://myquran. sebagaimana sikap membelotnya bani Israil ketika ditinggalkan Nabi Musa As untuk menerima wahyu dari Allah Swt. Melakukan berbagai macam tawassul berupa amal shalih yang mendahului doa untuk membangun kedekatan dengan Allah Swt terlebih dahulu agar pada saat berdoa hubungan kita menjadi istimewa.org/forum/index. Untuk itu. 2. Berdoa dengan ilhah (terus menerus dan ngotot). ikuti dan teladani. 2. Al-Hafidz “Dan sesungguhnya kamu (Muhammad) benar-benar berbudi pekerti yang agung. mulai dengan memuji Allah Swt sebanyakbanyaknya. 01:21:43 TAUJIH 9 Mencari Figur Teladan [/b] Taujih oleh : Ust. kalau kita sedih artinya insya Allah dapat memperbaiki diri.Cetak Halaman . Tidak boleh mengultuskan figur. bukan cuma untuk urusan dunia. Betapapun berhasilnya ia dalam berinteraksi dengan Al-Qur’an. seperti harta dan yang lainnya melainkan seperti ini: “Ya Allah tolonglah aku agar dapat rajin membaca kitab suci-Mu. saat wukuf di Arafah. shaum. Figur seseorang dalam kadar tertentu biasanya sangat bermanfaat untuk menjadi sumber motivasi dan inspirasi dalam meraih suatu keinginan. Jangan sampai mempunyai sikap hanya mau beramal shalih jika figurnya ada di sampingnya.09. memahaminya. Sepantasnya kita khawatir kalau sampai umur kita habis tetapi belum tertarik untuk hidup ‘di bawah naungan’ Al-Qur’an. yaitu suatu keinginan yang sangat kuat untuk hidup bersama kitab suci-Mu.” Beberapa hal yang perlu diperhatikan: 1. Posting Digabung: 27 Juni 2009. 4. tanpa terasa semakin banyak kebiasaan sehari-hari kita yang dipengaruhi oleh figur Rasulullah Saw yang kita cintai.” (QS Al-Qalam [68]:4) Ketika iman kita semakin baik. Mereka syirik kepada Allah Swt dengan menyembah patung anak sapi dari emas. dll. khatam Qur’an dsb. menghadap kiblat. sujud. Meyakini bahwa doa kita pasti akan dikabulkan oleh Allah Swt. Konsentrasikan pikiran kita kepada aktifitas berdoanya. Kekecewaan terhadap figur dapat mengakibatkan futur yang mampu menghentikan amal. bukan kepada dampak dan hasil dari doanya agar kita tidak diliputi oleh perasaan bahwa doa kita lama sekali terkabulnya. Engkau Maha Kuasa atas segala sesuatu. dia tetap manusia biasa yang punya lupa dan khilaf. termasuk untuk berinteraksi dengan Al-Qur’an. Engkau Maha Kuasa untuk memberikan kepada siapa yang Engkau kehendaki kemampuan untuk hidup bersama kitab suci-Mu.

Caranya bisa dekat dengan pribadinya. “Dan akhirat itu lebih baik dan lebih kekal” (QS Al-A’la [87]:17) Manusia memiliki sifat tergesa-gesa atau senang dengan yang disegerakan. Dengan berfigur kepada orang yang saat ini masih ada di sekitar kita.09. Dalam bulan ini kita targetkan hafal 1 halaman saja (sementara orang lain yang dikaruniai Allah Swt semangat dan kemampuan menghafal yang tinggi. talaqqi. Tabi’in. Yang demikian adalah contoh target jangka pendek yang dicitacitakan mu’min sebelum mencapai tujuan tertinggi. Rasulullah Saw lembut sedangkan Umar Ra berwatak keras. berilah kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat dan peliharalah kami dari siksa api neraka. Demikian pula dalam usaha menghafal Al-Qur’an. Misalnya segera menerima gaji setelah bekerja. 4. itulah kemampuan yang paling pas dan paling mungkin untuk segera dilakukan. 3. Untuk mendapatkan hal seperti itu. satu halaman bisa dihafal dalam sehari). dan sebagainya. keikhlasannya. baik melalui tulisan. Sejak kecil. hakikat berfigur kepada seseorang hanya sebatas kepada esensinya saja.17 Motivasi Berinteraksi Dengan Al-Qur'an http://myquran. membaca. 01:22:39 TAUJIH 10 Meraih Cita-cita dari yang Terdekat Taujih oleh : Ust. kegigihannya dan lain sebagainya. segera mendapatkan banyak pendukung ketika berdakwah. Fokuskan pandangan pada kelebihan seseorang. Yang menjadi figur bagi Umar bin Khattab Ra adalah Rasulullah Saw. ceramah. remaja hingga dewasa. coba targetkan dalam satu bulan untuk mengucapkan satu huruf shad saja sampai benar. Dalam berinteraksi dengan Al-Qur’an.. dan orang-orang shalih setelah mereka hingga di sekeliling kita.” (QS Al-Baqarah [2]:201) Hakikat orientasi kehidupan seorang muslim tidak terlepas dari dua cita-cita besar di atas walaupun akhirat harus lebih diutamakan. tak mampu. mendengar kaset.Cetak Halaman . Al-Hafidz “Dan di antara mereka ada orang yang berdoa: ‘Ya Tuhan kami. Kalau belum mampu membaca Al-Qur’an dengan baik.org/forum/index. segera ada apresiasi dari lingkungan setelah beramal shalih. bukan orangnya. Salafush shalih beranggapan bahwa setiap mu’min pasti membutuhkan Al-Qur’an sebagai penyejuk hati dalam mencari ketenangan. Kiat tersebut dimaksudkan agar kita tidak dibebani perasaan berat. ketentraman dan kenikmatan yang sejati. dla. Abdul Aziz Abdul Rauf. Jangan berharap lebih.2011 07:40 . surga Allah di akhirat kelak.. Upaya yang dilakukan harus sungguh-sungguh seperti bertanya. kontribusinya. misal membedakan huruf shad. tetapi pada kenyataannya potret kehidupan mereka berbeda dan punya ciri khas masing-masing. mulailah dengan yang termudah menurut ukuran kita. tidak lebih. maupun tilawahnya secara langsung maupun tidak. Kalau dia seorang penghafal Al-Qur’an maka fahamilah bahwa Allah Swt telah memberi kelebihan kepada hamba-Nya pada bidan tersebut sedangkan dalam bidang yang lain mungkin belum dikuasainya. Manfaat figur hanya sebatas patokan dalam beramal. diperlukan usaha terkecil dan termudah untuk segera dimulai. kita akan dapat melihat langsung sepak terjangnya. tak 12 von 20 11. kadang kita merasa berat dengan apa yang telah dan harus dilakukan sehingga hanya mampu terdiam tanpa melakukan apa-apa untuk meningkatkan kemampuan dari segi kuantitas dan kualitas.php?PHPSESSID=hfgc57v1ei4ttasabvj. para Shahabat. Jadi. Mulailah mencari figur terjauh dan terdekat. Posting Digabung: 27 Juni 2009. Tabi’it Tabi’in. Namun bagi kita. tetaplah menjadi diri sendiri. tak ada tambahan hafalan Al-Qur’an yang berarti. karena kesempurnaan hanya milik Allah Swt. Lc. dlad. mulai dari Rasulullah Saw. atau melalui VCD tahsin tilawah.

Cetak Halaman . tetapi kemudian akan dijatuhkan secara sangat menyakitkan dan mungkin tiba-tiba) dan tak akan pernah memberikan kenikmatan dan kebahagiaan bagi manusia yang memilikinya. bahkan mengalami penyimpangan aqidah karena kesalahan pemahaman tentang hakikat rezeki. “Maka tatkala mereka melupakan peringatan yang telah diberikan kepada mereka. Rezeki akan dimudahkan oleh Allah Swt dengan melakukan berbagai amal shalih dan ketaqwaan. Mungkin hal itu benar untuk seluruh Al-Qur’an.17 Motivasi Berinteraksi Dengan Al-Qur'an http://myquran. sesungguhnya Allah melaksanakan urusan (yang dikehendaki)-Nya.09.. Bila ternyata kita melakukannya namun banyak mendapat rezeki.php?PHPSESSID=hfgc57v1ei4ttasabvj. Maka demi Tuhan langit dan bumi.”(QS Al-An’am [6]:44) 3. maka kita harus banyak bertaubat. “Barangsiapa bertaqwa kepada Allah niscaya Dia akan mengadakan baginya jalan keluar.”(QS Al-Ankabut [29]:60) 2. sesungguhnya apa yang dijanjikan itu adalah benar-benar (akan terjadi) seperti perkataan yang kamu ucapkan.org/forum/index. Perlu dipahami. Allahlah yang memberi rezeki kepadanya dan kepadamu dan Dia Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui. Rezeki adalah sesuatu yang menjadi kepastian yang telah ditetapkan Allah Swt sehingga mustahil ada makhluk yang dapat hidup tanpa rezeki yang ditetapkan Allah Swt untuknya. Al-Hafidz “Dan di langit terdapat (sebab-sebab) rezekimu dan terdapat (pula) apa yang dijanjikan kepadamu. 01:23:13 TAUJIH 11 Jangan Merasa Takut Tidak Kebagian Rezeki Taujih oleh : Ust. Dan memberinya rezeki dari arah yang tiada disangka-sangkanya. Kamipun membukakan semua pintu-pintu kesenangan untuk mereka.2011 07:40 . Rezeki tidak akan datang bila kita melakukan pelanggaran atau maksiat kepada Allah Swt.. Penjelasan mengenai rezeki dari Al-Qur’an: 1. apakah keengganan jiwa kita untuk berinteraksi dengan Al-Qur’an itu terhalang oleh kapasitas yang ada di dalam diri kita atau justru terhalang oleh kondisi jiwa kita yang belum dapat menikmati dan menghayati makna Al-Qur’an? Kalau karena kapasitas. tapi kalau bukan. Dalam kehidupan sehari-hari. latih diri seperti di atas. kita memiliki kemampuan itu. berbakat. Sesungguhnya Allah telah mengadakan ketentuan bagi tiap-tiap sesuatu”. Kami siksa mereka dengan sekonyong-konyong. maka ketika itu mereka terdiam berputus asa. beramal shalih serta berdoa agar Allah Swt membersihkan jiwa kita sehingga dapat menerima Al-Qur’an sebagai hidangan Allah Swt yang terlezat dalam kehidupan ini. itu adalah istidraj (penguluran dari Allah Swt. Dan barangsiapa yang bertawakkal kepada Allah niscaya Allah akan mencukupkan (keperluan)nya. “Dan berapa banyak binatang yang tidak (dapat) membawa (mengurus) rezekinya sendiri. frustasi. Lc. Posting Digabung: 27 Juni 2009. ada sebagian manusia yang walaupun rezekinya pas-pasan namun kehidupannya bahagia dan tenang (sakinah) karena mereka memiliki pemahaman yang benar tentang rezeki. sehingga apabila mereka bergembira dengan apa yang telah diberikan kepada mereka. gelisah. tapi jika untuk hafal 1 juz saja dalam 1 tahun? Sesungguhnya yakinlah.”(QS Adz-Dzariyat [51]:22-23) Rezeki adalah sumber kehidupan manusia.(QS 13 von 20 11. Abdul Aziz Abdul Rauf. Sementara tidak sedikit yang sebaliknya.

“Kepunyaan-Nya lah perbendaharaan langit dan bumi. Lc. Keinginan menghafal Al-Qur’an harus dipupuk bukan untuk dua atau lima tahun. tiba-tiba kehilangan daya tarik untuk menyempurnakan keinginan menghafal Al-Qur’an yang selama ini diperjuangkan. tak ada kaitan antara perannya tersebut dengan luas dan sempitnya rezeki. tetapkan hatiku untuk terus menghafal kitab suci-Mu yang mulia” 2.. Menjaga dan memelihara lingkungan pergaulan. Rezeki adalah hak prerogatif mutlak Allah Swt dan urusan manusia hanyalah berusaha sehingga pantas bila kita memohon rezeki hanya kepada Allah Swt semata. Bergaullah dengan para penghafal Al-Qur’an dan datangilah acara yang dihadiri para penghafal Al-Qur’an. Tadinya bersemangat dan sangat berkeinginan untuk menghafal Al-Qur’an. tetapi untuk sepanjang hayat kita. Kita berharap saat bertemu dengan Allah Swt kelak.org/forum/index. 14 von 20 11.php?PHPSESSID=hfgc57v1ei4ttasabvj. Jangan Mudah Berubah Pikiran Taujih oleh : Ust. Sesungguhnya Dia Maha Mengetahui segala sesuatu. Bagi yang berdawkah di jalan Allah atau menjadi penghafal Al-Qur’an. dsb. di hari kiamat sebagai pemberi syafaat. Kuncinya: “bersabarlah”. Penyebabnya mungkin karena kurangnya sifat zuhud dan qonaah sehingga proses dan interaksi tersebut menjadi sangat memberatkan dan melelahkan jasmani dan rohani.”(QS Asy-Syura [42]:12) 5. Posting Digabung: 27 Juni 2009.17 Motivasi Berinteraksi Dengan Al-Qur'an http://myquran.09. sering ada gangguan yang menyebabkan kita berubah pikiran. kita masih dalam kondisi terus mendekatkan diri dan berinteraksi dengan Al-Qur’an. akan diberikan kepada siapa saja yang dikehendaki-Nya. dan dari neraka sebagai penghalang dan penolak.. di atas shirat sebagai cahaya. di kubur sebagai penghibur. Dia melapangkan rezeki bagi siapa yang dikehendaki-Nya dan menyempitkan(nya). rezeki manusia sepenuhnya ada di tangan Allah Swt. Dalam hal berinteraksi dengan Al-Qur’an. Abdul Aziz Abdul Rauf. jabatan.2011 07:40 . Salah satu doa khatam Al-Qur’an: “Ya Allah jadikanlah Al-Qur’an ini bagi kami selama di dunia sebagai teman yang selalu bersama kami. Rezeki adalah sesuatu yang telah ditentukan kadarnya. contohnya: “Ya Allah yang Maha Membolak-balik hati . tanpa pandang pendidikan. Kiat-kiat agar tak mudah berubah pikiran dan tetap memiliki keinginan yang terus hidup: 1. Banyak berdoa kepada Allah Swt agar menetapkan dan meneguhkan hati kita.Cetak Halaman . dan tidak akan bertambah bila kita jauh dari Al-Qur’an.” 3. Perasaan manusia dalam urusan rezeki sering dikotori godaan syaitan. Kaitan antara rezeki dengan aktivitas berinteraksi dengan Al-Qur’an seringkali merupakan sesuatu yang dibuat-buat oleh manusia. Membaca terus menerus hal-hal tentang fadhillah berinteraksi dengan Al-Qur’an. Al-Hafidz “………Maka tetaplah pada jalan yang lurus menuju kepada-Nya dan mohonlah ampun kepada-Nya……”(QS Fushshilat [41]:6) Sikap istiqamah dan istighfar memiliki hubungan yang sangat erat dan saling mempengaruhi. Ath-Thalaq [65]:2-3) 4. Keyakinan tersebut akan muncul bila kita berada dalam ketaatan kepada Allah Swt. khususnya menghafal. Kita dapat belajar dari sekeliling kita. ke Surga sebagai petunjuk dan sahabat. Tidak akan berkurang karena kita dekat dengan Al-Qur’an. Kita mestinya yakin bahwa semakin dekat kita kepada Allah Swt dan Al-Qur’an maka insya Allah akan dimudahkan rezeki oleh-Nya. 01:23:52 TAUJIH 12 Kokohkan Tekad.

lalu dua puluh hari sekali.php?PHPSESSID=hfgc57v1ei4ttasabvj. 01:24:36 TAUJIH 13 Berlatih dengan Ekstrim Taujih oleh : Ust. sepekan sekali. Misalnya karya Yusuf Qardlawi atau Mustafa Al-Ghazali mengenai bagaimana berinteraksi dengan Al-Qur’an. Bila kita benar-benar ingin berinteraksi dengan Al-Qur’an. padahal hal tersebut sudah biasa dilakukan para salafush shalih. Untuk itu. minimak sehari harus membaca lima juz. Berusahalah melaksanakan shalat malam sendiri dengan melatih diri membaca satu. Posting Digabung: 27 Juni 2009. 2. membalas kejahatan dengan kebaikan. Pada umumnya jiwa yang belum terkondisi oleh suasana Al-Qur’an cenderung ingin menjauh dari ayat-ayat Al-Qur’an baik dari sisi suara. 2.”(QS Fushshilat [41]:34) 4. Hadirilah acara yang mengakrabkan diri kita dengan Al-Qur’an sebanyak mungkin. Melaksanakan shalat malam dengan durasi yang panjang. Tolaklah (kejahatan itu) dengan cara yang lebih baik sehingga orang yang antaramu dan antara dia ada permusuhan menjadi teman yang sangat setia. Jika ingin hafal 30 juz. maka kita dipaksa untuk dapat menikmati Al-Qur’an dan insya Allah dapat membuktikan janji Rasulullah Saw bahwa Al-Qur’an bagaikan hidangan yang lezat dari Allah Swt.09. Ketika kita melakukan sesuatu yang maksimal maka kita akan melihat yang minimal menjadi suatu yang sangat mudah dan terjangkau. walaupun kondisinya sangat berat. Menjaga pandangan mata di mana saja dan kapan saja terhadap lawan jenis yang bukan mahram. Lc. Latihan ini juga untuk melatih kesabaran. dan jauhkan lambung dari tempat tidur.. sedikitkanlah tidur di waktu malam. Al-Hafidz “Dan pada sebagian dari malam. minimal tiga juz atau lima juz. Berlatih khatam Al-Qur’an sebulan sekali. kajian. Dengan berbagai upaya tersebut. Menurut kita sangat berat. dua.17 Motivasi Berinteraksi Dengan Al-Qur'an http://myquran. Latih diri dengan membaca mushaf hingga mampu menegakkan qiyamullail tanpa membaca mushaf. banyaklah beristigfar. Abdul Aziz Abdul Rauf. sejarah manusia yang sukses hidupnya bersama dengan Al-Qur’an dari Rasulullah Saw hingga manusia saat ini.org/forum/index.” (QS Al-Insan [76]:26) Melatih diri untuk berinteraksi dengan Al-Qur’an membutuhkan upaya-upaya yang ‘ekstrim’. Contohnya menghafal Al-Qur’an sebanyak enam ribu ayat dihafal luar kepala.Cetak Halaman . Mengubah suasana permusuhan dengan sesama saudara menjadi suasana akrab dan hangat. Contoh amalan lain yang dianggap ekstrim oleh manusia sekarang karena jarang dilakukan adalah: 1. dsb. maka bersujudlah kepada-Nya dan bertasbihlah kepada-Nya pada bagian yang panjang di malam hari. kekuatan dan keteguhan untuk mencapai keinginan. hingga tiga hari sekali. Berjihad di jalan Allah Swt. Berusahalah menjadi makmum qiyamullail yang panjang. janji syafaat di hari kiamat. 3.. 4. 15 von 20 11. mari kita sambut contohcontoh yang ada di dalam Al-Qur’an atau sunnah dengan semangat yang tinggi dan latihan yang ‘ekstrim’: 1. lalu sepuluh hari sekali. 3. “Dan tidaklah sama kebaikan dengan kejahatan.2011 07:40 . lalu tiga juz dan seterusnya.

. Ayat di atas menjelaskan bahwa tidak ada rasa takut dan sedhi bagi manusia yang berada di jalan Allah Swt. teguh. mereka kekal di dalamnya.. Kita harus sabar. Di balik sedikitnya orang yang siap untuk menghafal Al-Qur’an. Dan segolongan sedikit dari orang-orang generasi terakhir. Telah menjadi sunnatullah. Sesungguhnya telah datang rasul-rasul Tuhan kami membawa kebenaran’. hanya Jum’at yang istimewa.Cetak Halaman . kemudian mereka tetap istiqamah maka tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan mereka tiada (pula) berduka cita.” (QS.” (QS Al-Ahqaf [46]:13-14) Bagi pribadi yang sedang mendekatkan diri dengan Al-Qur’an misalnya bertekad menjadi hafidz 30 juz. dari 12 bulan setahun hanya Ramadhan yang begitu istimewa.2011 07:40 . Abdul Aziz Abdul Rauf. serta bersegera melakukan amal shalih.org/forum/index. walimah. Lc. serta pertanyaan-pertanyaan bernada negatif yang lain. bukan dari diri kita. 16 von 20 11.17 Motivasi Berinteraksi Dengan Al-Qur'an http://myquran. kita perlu bertekad: “Aku siap bersama orang-orang yang qaliil“. sebagai balasan atas apa yang telah mereka kerjakan. 01:25:11 TAUJIH 14 Berbahagia Jika Kita Bersama Orang-orang Yang Sedikit Taujih oleh : Ust. Posting Digabung: 27 Juni 2009. merekalah yang paling dahulu (masuk surga).09. Ketika mau menghafal. 01:25:41 TAUJIH 15 Jangan Merasa Takut Terhadap Keadaan Masa Depan Taujih oleh : Ust. Al-Hafidz “Dan orang-orang yang paling dahulu (beriman). Dari tujuh hari sepekan. tak mudah putus asa karena apa yang akan diraih merupakan sesuatu yang besar dan berat perjuangannya dan tidak semua manusia siap untuk melakukannya. Mereka itulah penghuni-penghuni surga. godaan yang sering menggelayuti adalah kekhawatiran terhadap masa depan. Segolongan besar dari orang-orang yang terdahulu.php?PHPSESSID=hfgc57v1ei4ttasabvj. Di balik niat untuk hafal 30 juz Al-Qur’an. motivasinya harus jelas dan motivasi itu harus terus diyakini. Berada dalam jannah kenikmatan. Dan diserukan kepaa mereka: ‘Itulah surga yang diwariskan kepadamu disebabkan apa yang dahulu kamu kerjakan. dari sekian jenis logam hanya emas yang paling diburu orang. Al-Hafidz “Sesungguhnya orang-orang yang mengatakan ‘Tuhan kami adalah Allah’.”” (QS Al-A’raf [7]:43) Posting Digabung: 27 Juni 2009. bahwa sesuatu yang istimewa itu jumlahnya sedikit. seperti maisyah. Abdul Aziz Abdul Rauf. Mereka itulah yang didekatkan kepada Allah. Ucapan alhul jannah: “Dan mereka berkata: ‘Segala puji bagi Allah yang telah menunjuki kami kepada surga (ini). Al-Waqi’ah [56]:10-14) Kata qaliil (sedikit) di dalam Al-Qur’an banyak ditujukan kepada sekelompok manusia yang berkualitas dan memiliki kemampuan yang kuat dan keras untuk meningkatkan kualitas hidup. Dan kami sekali-kali tidak akan mendapat petunjuk kalau Allah tidak memberi kami petunjuk. Contohnya mereka yang beriman kepada Nabi Nuh dan Nabi Musa yang persentase dan jumlahnya sangat sedikit. kita perlu yakin bahwa kemuliaan dan keistimewaan itu adalah dari Allah Swt. Lc.

. ada yang dari pemberian orang lain.php?PHPSESSID=hfgc57v1ei4ttasabvj. “Apakah mereka yang membagi-bagi rahmat Tuhanmu? Kami telah menentukan antara mereka penghidupan mereka dalam kehidupan dunia. Langkah-langkah rinci: 1. bersih dari sikap cinta dunia yang berlebihan dan sifat rakus. 01:26:21 TAUJIH 16 Jangan Suka Memvonis Diri Taujih oleh : Ust. Bersikap qanaah terhadap rezeki Allah Swt. 2. ada pula yang dari hadiah dan lain sebagainya. Rasa takut dan khawatir biasanya disebabkan oleh mengambangnya visi dan misi serta kurangnya kepahaman terhadap bobot manfaat dari hafalan Al-Qur’an yang diperoleh. 4.2011 07:40 . 3. Seakan-akan kesuksesan itu hanya ditandai dengan uang dan materi yang banyak. perasaan kita telah dikuasai dan digelayuti oleh kecintaan berlebihan terhadap dunia. Ada yang hasil kerja keras. (QS Al-Ankabut [29]:62) Semoga kita dapat berkonsentrasi secara utuh dalam berkhidmah untuk Al-Qur’an Kalamullah tanpa di-was-was-i oleh kekhawatiran yang tak berdasar. Artinya tidak setiap rezeki yang luas dan banyak didapatkan dan dirasakan oleh manusia berarti pasti menunjukkan kasih sayang Allah Swt kepadanya. Insya Allah kita akan hidup tenang dan tidak diperbudak oleh harta. Tanpa disadari.17 Motivasi Berinteraksi Dengan Al-Qur'an http://myquran. yang terpenting dalam memahami rezeki Allah Swt adalah melakukan berbagai macam upaya yang halal untuk meraihnya lalu bertawakkal kepada-Nya. Berpikirlah untuk mencari maisyah yang sesuai dengan kondisi kita. “Allah melapangkan rezeki bagi siapa yang dikehendaki-Nya di antara hambahamba-Nya dan Dia (pula) yang menyempitkan baginya. yakni berdakwah di jalan Allah Swt.Cetak Halaman . 5.” (QS As-Zukhruf [43]:32) Peluang kehidupan yang baik tidak hanya dimiliki oleh orang-orang yang berduit saja. Memahami dengan baik hakikat ujian kehidupan dalam masalah rezeki.” 17 von 20 11.org/forum/index. agar sebagian mereka dapat mempergunakan sebagian yang lain. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui segala sesuatu”. Mantapkan keyakinan bahwa kita menghafal Al-Qur’an dengan satu cita-cita.. Tetapi sebenarnya Allah telah mengutuk hati mereka karen keingkaran mereka. Berkacalah pada keadaan orang-orang yang berangkat berhaji. Yakinlah terhadap janji-janji Allah SWT kepada manusia yang senantiasa taat kepada-Nya dan isitqamah di jalannya bahwa Allah Swt telah memberi garansi kehidupan yang bahagia dan aman di dunia dan akhirat. Padahal kehidupan ini tidak terlepas dari sunnatullah bahwa setiap manusia ada yang diberi rezeki yang banyak dan ada pula yang mendapat sedikit . Begitulah potret kehidupan manusia. Posting Digabung: 27 Juni 2009. Al-Hafidz “Dan mereka berkata: ‘Hati kami tertutup’. Allah Swt akan memudahkan rezeki bagi kita. Lc.09. Abdul Aziz Abdul Rauf. dan Kami telah meninggikan sebagian mereka atas sebagian yang lain beberapa derajat. dan rahmat Tuhanmu lebih baik dari apa yang mereka kumpulkan. demikian pula sebaliknya tidak setiap rezeki yang terbatas merupakan pertanda kebencian Allah Swt terhadap manusia. Usaha apapun yang berpegang pada prinsip tersebut insya Allah. Maka sedikit sekali mereka yang beriman.sekalipun keduanya sama-sama aktif mencarinya dan dengan jumlah jam yang sama pula. yang dapat memadukan antara mencari rezeki dan melayani ummat.

Jangankan untuk melakukan upaya berinteraksi dengan Al-Qur’an. susah. Permasalahan sesungguhnya biasanya terkendala oleh pola pikir yang salah sehingga menghasilkan penyikapan yang salah pula. mulailah dari sesuatu yang paling mudah untuk dilakukan. insya Allah kita bisa melakukannya. Lengkapilah dengan banyak berdzikir dan beramal shalih agar Allah Swt memberi kekuatan kepada diri kita untuk bisa mengatasi rasa malas.. 01:26:57 18 von 20 11. sekedar keinginan saja tidak mungkin terjadi dalam diri kita sekalipun kita sudah beriman. sebagaimana tubuh butuh makan. mengajarkan atau memahaminya . Seharusnya syaitan yang kita jadikan kambing hitam. apapun bentuknya . Dari mana kita tahu bahwa Allah Swt telah menghendaki kita untuk tidak dapat berinteraksi dengan Al-Qur’an? Kalau hanya dari perasaan. Kitalah yang harus menyempatkan diri.2011 07:40 . Bantahan terhadap vonis diri: “Ah. futur dan tak bergairah terhadap Al-Qur’an. Ketika dakwah Rasulullah ditanggapi kaum Yahudi dengan “Saya tidak mungkin mampu menerima da’wah ini. Bantahan terhadap vonis diri: “Bagaimana mungkin orang seperti ana yang sibuk seperti ini bisa menghafal Al-Qur’an” Allah Swt menciptakan manusia dengan dibekali kemampuan yang sangat luar biasa untuk beradaptasi terhadap kehidupan. dsb.org/forum/index. kalau kita mau dan bertekad kuat. Ia adalah kebutuhan hidup orang beriman. menghafal 1-1/2 halaman per pekan. Semoga Allah Swt. 2. Kalau kita mengakui kebenaran bantahan di atas.tanpa didukung oleh keimanan yang memadai akan menyebabkan jiwa merasa berat.bertilawah. karena hati saya sudah tertutup” berarti mereka bukan saja jauh dari hidayah Al-Qur’an bahkan Allah Swt melaknat sikap kufur tersebut dan mereka jauh untuk menjadi manusia yang beriman.09. Bantahan terhadap vonis diri: “Ah. Kalau menunggu “kalau sempat”. dan kita berlindung kepada Allah dari godaan syaitan. atau olah raga seperti juara bulutangkis. Posting Digabung: 27 Juni 2009. sesibuk apapun kita. ana sih memang ditakdirkan gak bakalan mampu menghafal” Takdir adalah kehendak Allah Swt. menghafal. itu artinya berburuk sangka kepada Allah Swt. karena kita terlalu banyak dosa dan jiwa kita terlalu jauh dari kesucian. mentadabburkan. Bakat biasanya berkaitan dengan keterampilan seperti menjahit. Atau kemungkinan lain. minimal 40 menit dari 24 jam per hari agar kita bisa khatam tiap bulan sekali. Artinya. Lalu perbanyaklah doa agar Allah Swt menolong kita untuk mampu dan bisa berinteraksi dengan Al-Qur’an dengan pola yang sebaik-baiknya. Mustahil kalau kita tak siap shalat 5 waktu dan tidak shaum karena alasan tidak bakat. Kita harus optimis dan membantah ungkapan-ungkapan tersebut agar keluar dari kungkungan ketidakberdayaan diri yang sesungguhnya berasal dari diri kita sendiri. Sudahkan kita mengakui bahwa berinteraksi dengan Al-Qur’an adalah sesuatu yang sangat penting dalam hidup ini? Kalau jawabannya ‘ya’ tetapi kita belum melakukannya artinya ada ketidaksesuaian antara hati dan lidah.17 Motivasi Berinteraksi Dengan Al-Qur'an http://myquran. melindungi kita dari hati yang dikunci mati karena kekafiran.. Berikut contohnya: 1. minum dan tidur.php?PHPSESSID=hfgc57v1ei4ttasabvj. 3. bertaubat dan mohonlah ampunan kepada Allah Swt. Berinteraksi dengan Al-Qur’an. Kita pasti akan menyempatkan diri untuk sesuatu yang kita anggap penting. entah hati yang berbohong atau lidah yang tak jujur.Cetak Halaman . Ungkapan-ungkapan bernada pesimis yang keluar di alam bawah sadar kita akan menjadi suatu vonis yang “mematikan” dan menjadikan diri kita berada di dalam kondisi kelemahan total. Misal tilawah 5-10 halaman per hari. Jika itu penyebabnya. repot. Keimanan yang telah Allah karuniakan kepada kita hendaknya dijadikan modal utama untuk dapat hidup bersama Al-Qur’an. (QS Al-Baqarah [2]:88) Sikap suka memvonis diri bertolak belakang dengan tawadlu untuk membuka diri terhadap dakwah. ana sih tidak bakat” Berinteraksi dengan Al-Qur’an bukan masalah bakat atau tidak bakat. syaitan tak akan pernah membiarkan diri kita untuk sempat berinteraksi dengan Al-Qur’an.

Bagaimana mungkin kita tidak tergiur dengan rayuan semacam itu? Kita bisa bekerja dengan keras saat jiwa kita sedang asyik dengan Al-Qur’an. Tanyakanlah pada diri kita: 1. 7. Berbagai permasalahan umum pada diri kita saat berinteraksi dengan Al-Qur’an antara lain: 1. tetapi jiwa kita belum siap untuk komitmen secara rutin sehingga dalam sebulan. tidakkah kamu malu kepada Allah Swt? Mengaku cinta kepada Allah Swt tetapi tidak merasa senang berinteraksi dengan Kalam-Nya. tetapi fadhillah tersebut hanya menjadi pengetahuan. kalau tidak dengan Al-Qur’an. siapa yang menjamin keamanan dirimu saat gentingnya suasana akhirat? Padahal Rasulullah Saw menjamin bahwa Allah Swt akan memberikan 19 von 20 11. TAUJIH 17 Merayu Diri Agar Mencintai Al-Qur’an Taujih oleh : Ust.17 Motivasi Berinteraksi Dengan Al-Qur'an http://myquran. jihad belum siap. Untuk kondisi seperti itu. tidak mampu menghasilkan energi yang besar untuk beristiqamah dalam berinteraksi dengan Al-Qur’an. Lc. Tetapi di saat yang lain. Wahai jiwaku.khususnya shalat malam . Kita sadar bahwa masih banyak ayat yang belum kita pahami. Jangan pernah berhenti untuk merayu diri agar segera bangkit. Al-Hafidz “Hai jiwa yang tenang. namun jiwa kita tidak siap untuk melakukan berbagai langkah standar minimal untuk dapat memahami isi Al-Qur’an. 4. 6. kita perlu merayu diri sendiri. merenungi kehidupan diri kita sendiri sambil mencari bahasa apa yang dapat membangkitkan energi kita untuk kembali bekerja: meraih cita-cita hidup bersama Al-Qur’an. 5. 3.org/forum/index. Maka masuklah ke dalam jama’ah hamba-hamba-Ku. Kita paham bahwa menghafal Al-Qur’an adalah kemuliaan yang besar manfaatnya. namun jiwa kita kadang tidak tertarik terhadap besarnya fadhillah membaca Al-Qur’an di dalam shalat. Kita paham betul bahwa banyak keutamaan di dunia dan akhirat bagi manusia yang berinteraksi dengan Al-Qur’an. Abdul Aziz Abdul Rauf. dengan apa lagi? 2. namun jiwa kita enggan mempersiapkan generasi mendatang yang hidupnya berada di bawah naungan Al-Qur’an. begitu banyak hari-hari yang terlewatkan tanpa tilawah Al-Qur’an. 8. Kembalilah kepada Tuhanmu dengan hati yang puas lagi diridhai-Nya.. namun jiwa kita tidak sabar dengan prosesnya yang panjang sehingga cenderung meninggalkan atau lari dari medan dakwah. tetapi karena minimnya apresiasi dan penghargaan ummat terhadap para pengajar Al-Qur’an maka sangat sedikit yang siap menjadi pengajar Al-Qur’an. Kita sadar bahwa dakwah dijamin oleh nash Al-Qur’an dan Allah Swt akan memberikan kemenangan.Cetak Halaman . jangankan disuruh menghafal. tetapi jiwa kita belum siap untuk meraihnya dengan mujahadah. kita mungkin mengalami kondisi keengganan yang besar. Masuklah ke dalam surga-Ku” (QS Al-Fajr [89]:27-30) Ungkapan lembut tersebut adalah rayuan Allah kepada hamba-hamba-Nya yang juga disertai ajakan yang provokatif. Kita sadar sepenuhnya bahwa tilawah setiap hari adalah keharusan. Kita sadar bahwa mengajarkan Al-Qur’an sangat besar fadhillahnya.. Bukankah ketika manusia cinta dengan manusia lain. ia menjadi senang membaca suratnya bahkan berulang-ulang? Mengapa kamu begitu berat dan enggap untuk hidup dengan wahyu Allah Swt? Adakah jaminan bahwa kamu mendapat pahala gratis tanpa beramal shalih? Dengan apa lagi kamu mampu meraih pahala Allah Swt? Infak cuma sedikit.2011 07:40 .adalah shalat yang panjang dan sebenarnya kita mampu membaca sekian banyak ayat.php?PHPSESSID=hfgc57v1ei4ttasabvj.09. Wahai diri. sekedar melihat mushaf pun sangat tidak siap. 2. Kita paham dengan sangat jelas bahwa semua tokoh Islam di atas bumi ini adalah orang-orang yang telah berhasil dengan ilmu Al-Qur’an dan merekapun menguasai kehidupan dunia. Kita paham bahwa shalat yang baik .

2011 07:40 .. 5.17 Motivasi Berinteraksi Dengan Al-Qur'an http://myquran. tabungan amal shalih masih sedikit. Wahai jiwa. mendekatkan diri kepada-Nya dengan memperbanyak membaca Al-Qur’an? 4.Cetak Halaman . Simple Machines LLC 20 von 20 11. mulai dari sakaratul maut hingga saat melewati shirat.org/forum/index. Wahai jiwa. 3. jangan-jangan Al-Qur’anlah yang tidak mau bersama dirimu karena begitu kotornya dirimu sehingga Al-Qur’an selalu menjauh dari dirimu.. Wahai jiwaku. hal yang dianjurkan oleh Allah Swt agar hidup kita tidak berlalu begitu saja tanpa makna. jika kamu tidak membaca Al-Qur’an. Semua yang kita baca dan lakukan. 6. jaminan masuk surga tak ada di tangan. jatah usia makin sedikit. yang diminta maupun tidak. “…. tidakkah engkau tergiur untuk mengikuti kehidupan Rasulullah Saw dan para sahabat serta tabiin yang menjadi kenangan sejarah sepanjang zaman dalam berinteraksi dengan Al-Qur’an? Jika hari ini kamu masih enggan berinteraksi dengan Al-Qur’an apa yang akan dikenang oleh generasi yang akan datang tentang dirimu? Ungkapan di atas adalah perenungan terhadap diri sendiri dalam urusan dunia dan akhirat. sadarkah kamu ketika Allah Swt dan Rasulnya mengajak dirimu memperbanyak hidup bersama Al-Qur’an? Untuk siapakah manfaat amal tersebut? Apakah kamu mengira bahwa dengan banyak membaca Al-Qur’an maka kemuliaan Allah dan Rasul-Nya menjadi bertambah? Dan sebaliknya. kitalah yang paling banyak mendapatkan manfaatnya. keamanan bagi manusia yang rajin berinteraksi dengan Al-Qur’an. tidakkah kamu bersyukur kepada-Nya. Wahai jiwaku.0 | SMF © 2006–2010. Sampai saat ini belum mampu tilawah rutin satu juz per hari. tidakkah kamu malu kepada Allah Swt? Dengan nikmat-Nya yang demikian banyak.09. kemuliaan itu berkurang? Sekali-kali tidak. tidakkah kamu merasa khawatir dengan dirimu sendiri? Selama ini hidup tanpa al-Qur’an.php?PHPSESSID=hfgc57v1ei4ttasabvj. Tentang dunia dan akhirat…” (QS Al-Baqarah [2]: 219-220) [/bgcolor][/color] Powered by SMF 2.Demikianlah Allah menerangkan ayat-ayat-nya kepadamu supaya kamu berpikir.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful