BAB I PENDAHULUAN Infeksi saluran napas bawah akut (ISNBA) masih terus menjadi masalah kesehatan yang utama

meskipun kemajuan dalam identifikasi baik agen-agen penyebab baru ataupun lama sangat pesat, dan kemampuan obat-obat antimikroba telah banyak ditingkatkan. Selain itu masih banyak terdapat kontroversi berkenaan dengan pendekatan diagnostic dan pilihan pengobatan. ISNBA dapat dijumpai dalam berbagai bentuk, tersering adalah dalam bentuk pneumonia. Pneumonia adalah proses infeksi akut yang mengenai jaringan paru-paru (alveoli). Juga bisa didefinisikan peradangan yang mengenai parenkim paru, distal dari bronkiolus terminalis yang mencakup bronkiolus respiratorius, dan alveoli, serta menimbulkan konsolidasi jaringan paru dan gangguan pertukaran gas setempat. Dan menimbulkan angka kesakitan yang tinggi, dengan gejala-gejala batuk, demam, dan sesak nafas. Secara klinis pneumonia dapat diklasifikasikan sebagai suatu peradangan paru yang disebabkan oleh mikroorganisme (bakteri, virus, jamur, parasit, dan lain-lain). Secara anatomis pneumonia dapat diklasifikasikan sebagai pneumonia lobaris, pneumonia segmentalis, dan pneumonia lobularis yang dikenal sebagai bronkopneumonia dan biasanya mengenai paru bagian bawah. Selain itu pneumonia dapat juga dibedakan berdasarkan tempat dapatannya, yaitu pneumonia komunitas dan pneumonia rumah sakit BAB II PNEUMONIA

INSIDENSI Sekitar 80% dari seluruh kasus baru praktek umum berhubungan dengan infeksi saluran napas yang terjadi di masyarakat (pneumonia komunitas/PK) atau di dalam rumah sakit (pneumonia nosokomial/PN). Berdasarkan hasil penelitian insiden pada pneumonia didapat 4 kasus dari 100 anak prasekolah. Di AS pneumonia mencapai 13% dari semua penyakit infeksi pada anak dibawah 2 tahun. yang disebabkan oleh mikroorganisme (bakteri. Berdasarkan umur.virus. Pneumonia yang merupakan bentuk infeksi saluran nafas bawah akut di parenkim paru yang serius dijumpai sekitar 15-20%.jamur. Meskipun penyakit ini lebih banyak ditemukan pada daerah berkembang akan tetapi di Negara majupun ditemukan kasus yang cukup signifikan.2. distal dari bronkiolus terminalis yang mencakup bronkiolus respiratorius dan alveoli. 2 kasus dari 100 anak umur 5-9 tahun.1. pneumonia dapat menyerang siapa saja. DEFINISI Pneunomia adalah peradangan alat parenkim paru.3 EPIDEMIOLOGI Pneumonia merupakan salah satu penyakit infeksi saluran napas yang terbanyak di . Pada berbagai usia penyebabnya cendrung berbedabeda.dan 1 kasus ditemukan dari 100 anak umur 9-15 tahun.protozoa) 2. Meskipun lebih banyak ditemukan pada anak-anak. 2. UNICEF memperkirakan bahwa 3 juta anak di dunia meninggal karena penyakit pneumonia setiap tahun.2. dan dapat menjadi pedoman dalam memberikan terapi.

5% Pneumonia pada dapat terjadi pada orang tanpa kelainan imunitas yang jelas. Pneumonia lobaris adalah peradangan jaringan akut yang berat yang disebabkan oleh . panti perawatan.8%. angka kematian (mortalitas) pada bayi 23. angka kesakitan (morbiditas) pneumonia pada Bayi: 2. virus. yang sebagian besar disebabkan oleh bakteri. ataupun rumah sakit.5% (16 provinsi di atas angka nasional). Selain itu factor iklim dan letak geografik mempengaruhi peningkatan frekuensi infeksi penyakit ini. Pneumonia lainnya disebabkan oleh virus. Namun pada kebanyakan pasien dewasa yang menderita pneumonia didapati adanya satu atau lebih penyakit dasar yang mengganggu daya tahan tubuh. sedangkan di AS merupakan penyebab kematian urutan ke 15.2 %. Di Indonesia berdasarkan hasil Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) tahun 2007. misalnya influenza. Di Inggris pneumonia menyebabkan kematian 10 kali lebih banyak dari pada penyakit infeksi lain. Frekuensi relative terhadap mikroorganisme petogen paru bervariasi menurut lingkungan ketika infeksi tersebut didapat. jamur. menunjukkan. 2. prevalensi nasional ISPA: 25. dan Balita 15. protozoa. Bakteri staphylococcus aureus dan streptococcus aeruginosa. Streptococcus pneumonia yang menyebabkan pneumonia streptokokus. Balita: 3%. Penyebab tersering pneumonia bakterialis adalah bakteri positif-gram. Misalnya lingkungan masyarakat.4 ETIOLOGI Pneumonia dapat disebabkan oleh berbagai macam mikroorganisme yaitu bakteri.dapatkan dan sering merupakan penyebab kematian hampir di seluruh dunia.

dan lobus inferior. segmen ketujuh adalah segmen mediobasal. Paru-paru kanan lebih besar dari pada paru-paru kiri.pneumococcus. lobus medius. dan segmen kelima adalah segmen medial. Paru-paru kanan dibagi menjadi 3 lobus yaitu lobus superior. Kedua paru-paru saling terpisah oleh mediastinum sentral yang berisi jantung dan beberapa pembuluh darah besar. dan segmen ketiga adalah segmen anterior. Pada lobus inferior terdiri atas 5 segmen yakni segmen keenam adalam segmen apical. Nama ini menunjukkan bahwa hanya satu lobus paru yang terkena. segmen kedua adalah segmen posterior. berbentuk kerucut. segmen kesembilan adalah segmen laterobasal. misalnya bronkopneumonia yang penyebabnya sering haemophylus influenza dan pneumococcus gambar 1 2. Setiap paru-paru mempunyai apeks (bagian atas paru-paru) dan basis. segmen kedelapan adalah segmen anteriobasal. Paru-paru kanan terbagi lagi atas 10 segmen yaitu pada lobus superior terdiri atas 3 segmen yakni segmen pertama adalah segmen apical.5 ANATOMI PARU-PARU Paru-paru merupakan organ yang elastic. dan segmen kesepuluh adalah segmen posteriobasal gambar 2 Paru-paru kiri terbagi atas dua lobus yaitu lobus superior dan lobus inferior. Paru-paru . dan letaknya berada di dalam rongga dada atau thorax. Ada bermacam-macam pneumonia yang disebabkan oleh bakteri lain. Pada lobus medius terdiri atas 2 segmen yakni segmen keempat adalah segmen lateral.

segmen keempat adalah segmen inferior. segmen keenam adalah segmen mediobasal atau kardiak. dari bayi sampai usia lanjut.Inokulasi langsung . bakteri pneumonia akan dengan cepat berkembang biak dan merusak organ paruparu. 2. usia lanjut. orang-orang dengan gangguan penyakit pernapasan. toksintoksin yang dikeluarkan oleh bakteri pada pneumonia bakterialis dapat secara langsung merusak sel-sel system pernapasan bawah. Kerusakan jaringan paru setelah kolonisasi suatu mikroorganisme paru banyak disebabkan oleh reaksi imun dan peradangan yang dilakukan oleh pejamu. Selain itu. dan malnutrisi. sedang terinfeksi virus atau menurun kekebalan tubuhnya . Pada lobus inferior terdiri dari segmen kelima segmen apical atau segmen superior.kiri terdiri dari 8 segmen yaitu pada lobus superior terdiri dari segmen pertama adalah segmen apikoposterior.6 PATOFISIOLOGI Pneumonia yang dipicu oleh bakteri bisa menyerang siapa saja. Pecandu alcohol. segmen ketujuh adalah segmen anterobasal dan segmen kedelapan adalah segmen posterobasal. Pada saat pertahanan tubuh menurun. adalah yang paling berisiko. segmen kedua adalah segmen anterior. misalnya karena penyakit. Sebenarnya bakteri pneumonia itu ada dan hidup normal pada tenggorokan yang sehat. pasien pasca operasi. segmen ketiga adalah segmen superior. Ada beberapa cara mikroorganisme mencapai permukaan: 1.

Bakteri pneumokokus adalah kuman yang paling . dan dua di paruparu kiri) menjadi terisi cairan. Jika terjadi infeksi. Bila terjadi kolonisasi pada saluran napas atas (hidung. mikrobakteria atau jamur. ataupun seluruh lobus. bahkan sebagian besar dari lima lobus paru-paru (tiga di paru-paru kanan.0 nm melalui udara dapat mencapai bronkus terminal atau alveoli dan selanjutnya terjadi proses infeksi.2. sebagian jaringan dari lobus paru-paru. Pneumonia bakterialis menimbulkan respon imun dan peradangan yang paling mencolok. orofaring) kemudian terjadi aspirasi ke saluran napas bawah dan terjadi inokulasi mikroorganisme. Basil yang masuk bersama sekret bronkus ke dalam alveoli menyebabkan reaksi radang berupa edema seluruh alveoli disusul dengan infiltrasi sel-sel PMN dan diapedesis eritrosit sehingga terjadi permulaan fagositosis sebelum terbentuknya antibodi.Kolonisasi dipermukaan mukosa Dari keempat cara tersebut diatas yang terbanyak adalah cara Kolonisasi. hal ini merupakan permulaan infeksi dari sebagian besar infeksi paru. Dari jaringan paru-paru.Inhalasi bahan aerosol 4. peminum alkohol dan pemakai obat (drug abuse). Kebanyakan bakteri dengan ukuran 0.Penyebaran melalui pembuluh darah 3. Aspirasi dari sebagian kecil sekret orofaring terjadi pada orang normal waktu tidur (50%) juga pada keadaan penurunan kesadaran. Secara inhalasi terjadi pada infeksi virus.5 – 2. infeksi dengan cepat menyebar ke seluruh tubuh melalui peredaran darah. mikroorganisme atipikal.

Degranulasi sel mast juga mengaktifkan jalur komplemen. Mediator-mediator tersebut mencakup histamin dan prostaglandin. Stadium kongesti (4 – 12 jam pertama Disebut hiperemia. Lobus yang terkena menjadi padat . Hal ini ditandai dengan peningkatan aliran darah dan permeabilitas kapiler di tempat infeksi. Hal ini mengakibatkan perpindahan eksudat plasma ke dalam ruang interstitium sehingga terjadi pembengkakan dan edema antar kapiler dan alveolus. Penimbunan cairan di antara kapiler dan alveolus meningkatkan jarak yang harus ditempuh oleh oksigen dan karbondioksida maka perpindahan gas ini dalam darah paling berpengaruh dan sering mengakibatkan penurunan saturasi oksigen hemoglobin.umum sebagai penyebab pneumonia. Komplemen bekerja sama dengan histamin dan prostaglandin untuk melemaskan otot polos vaskuler paru dan peningkatan permeabilitas kapiler paru. Stadium hepatisasi merah (48 jam selanjutnya) Terjadi sewaktu alveolus terisi oleh sel darah merah. eksudat dan fibrin yang dihasilkan oleh penjamu (host) sebagai bagian dari reaksi peradangan. 2. Hiperemia ini terjadi akibat pelepasan mediatormediator peradangan dari sel-sel mast setelah pengaktifan sel imun dan cedera jaringan. mengacu pada respon peradangan permulaan yang berlangsung pada daerah baru yang terinfeksi. Terdapat empat stadium anatomic dari pneumonia terbagi atas: 1.

lobus masih tetap padat karena berisi fibrin dan leukosit. Parenkim paru kembali menjadi penuh dengan cairan dan basah sampai pulih mencapai keadaan normal. Berdasarkan klinis dan epidemiologi 1. Stadium akhir (resolusi) Eksudat yang mengalami konsolidasi di antara rongga alveoli dicerna secara enzimatis yang diserap kembali atau dibersihkan dengan batuk. warna merah menjadi pucat kelabu dan kapiler darah tidak lagi mengalami kongesti. Pneumonia komuniti (Community-acquired pneumonia= CAP) . eritrosit dan cairan.oleh karena adanya penumpukan leukosit. Pada stadium ini eritrosit di alveoli mulai diresorbsi. pada stadium ini udara alveoli tidak ada atau sangat minimal sehingga anak akan bertambah sesak. Stadium ini berlangsung sangat singkat. sehingga warna paru menjadi merah dan pada perabaan seperti hepar. KLASFIKASI A. 4. 3. 2. Pada saat ini endapan fibrin terakumulasi di seluruh daerah yang cedera dan terjadi fagositosis sisa-sisa sel. Stadium hepatisasi kelabu (konsolidasi) Terjadi sewaktu sel-sel darah putih mengkolonisasi daerah paru yang terinfeksi.7. yaitu selama 48 jam.

Bronko pneumonia (Pneumonia lobularis) Inflamasi paru-paru biasanya dimulai di bronkiolus terminalis. Pneumonia lobaris Sering disebabkan aspirasi benda asing atau oleh infeksi bakteri (Staphylococcus). Berdasarkan lokasi infeksi 1. hal ini bersifat diagnostik untuk pneumonia lobaris/ 2. . Pneumonia aspirasi B. Ketika terlihat adanya bronchogram. Pada gambaran radiologis. Penumonia nosokomial (Hospital-acquired Pneumonia= HAP) 3. Pada bayi dan orang-orang yang lemah. jarang pada bayi dan orang tua. mengikuti infeksi dari saluran nafas atas. demam pada infeksi spesifik dan penyakit yang melemahkan sistem pertahanan tubuh. terlihat gambaran gabungan konsolidasi berdensitas tinggi pada satu segmen/lobus atau bercak yang mengikutsertakan alveoli yang tersebar. Air bronchogram adalah udara yang terdapat pada percabangan bronchus.2. Pneumonia yang terjadi pada satu lobus atau segmen kemungkinan sekunder disebabkan oleh obstruksi bronkus misalnya pada aspirasi benda asing atau proses keganasan. Bronkiolus terminalis menjadi tersumbat dengan eksudat mukopurulen membentuk bercak-bercak konsolidasi di lobulus yang bersebelahan. yang dikelilingi oleh bayangan opak rongga udara. Penyakit ini seringnya bersifat sekunder. Pneumonia pada penderita immunocompromised Host 4.

sakit tenggorokan. suhu tubuh kadangkadang melebihi 40º C. kemudian diikuti dengan demam. Pada pemeriksaan fisik dada terlihat bagiam yang sakit tertinggal waktu bernafas .Rasa lelah akibat reaksi peradangan dan hipoksia apabila infeksinya serius.Pneumonia dapat muncul sebagai infeksi primer.8.8 DIAGNOSIS Penegakan diagnosis pneumonia dapat dilakukan melalui: 2.Demam dan menggigil akibat proses peradangan 2. Gambaran klinis biasanya didahului oleh infeksi saluran napas akut bagian atas selama beberapa hari. pada auskultasi terdengar suara napas bronkovesikuler sampai bronchial yang kadang-kadang melemah. Juga disertai batuk. menggigil.Sputum berwarna merah karat atau kehijauan dengan bau khas 4. yang kemudian menjadi ronkhi basah kasar pada stadium resolusi. Terjadi edema dinding bronkioli dan juga edema jaringan interstisial prebronkial. diliputi perselubungan yang tidak merata 2. pada perkusi redup. yaitu interstitial dinding bronkus dan peribronkil. 2. Gejala-gejala meliputi: 1.8. Radiologis berupa bayangan udara pada alveolus masih terlihat.Batuk yang sering produktif dan purulen 3. dengan sputum mukoid atau purulen. 3. kadang-kadang berdarah. Mungkin disertai ronkhi halus. pada palpasi fremitus dapat mengeras. Peradangan dapat ditemumkan pada infeksi virus dan mycoplasma.1 Gambaran Klinis Gejala-gejala pneumonia serupa untuk semua jenis pneumonia.2 Pemeriksaan Laboratorium .Pneumonia interstisial Terutama pada jaringan penyangga. nyeri otot dan sendi.

tidak seperti atelektasis dimana paru mengecil.3 Gambaran Radiologis Gambaran Radiologis pada foto thorax pada penyakit pneumonia antara lain: • Perselubungan homogen atau inhomogen sesuai dengan lobus atau segment paru secara anantomis. Tidak tampak deviasi trachea/septum/fissure/ seperti pada atelektasis.Pada pemeriksaan laboratorium terdapat peningkatan jumlah leukosit. dan pada hitungan jenis leukosit terdapat pergeseran ke kiri serta terjadi peningkatan LED. 2. berarti lesi tersebut berdampingan dengan jantung atau di lobus medius kanan. walaupun pada mulanya kurang jelas. . Untuk menentukan diagnosis etiologi diperlukan pemeriksaan dahak. • Batasnya tegas. biasanya >10. • Volume paru tidak berubah.000/ul kadang-kadang mencapai 30. batas lesi dengan jantung hilang.8.000/ul. Kultur darah dapat positif pada 2025% penderita yang tidak diobati. Anlalisa gas darah menunjukkan hipoksemia dan hiperkarbia. kultur darah dan serologi. • Silhouette sign (+) : bermanfaat untuk menentukan letak lesi paru . pada stadium lanjut dapat terjadi asidosis respiratorik. • Seringkali terjadi komplikasi efusi pleura.

• Pada permulaan sering masih terlihat vaskuler.• Bila terjadinya pada lobus inferior. • Pada masa resolusi sering tampak Air Bronchogram Sign (terperangkapnya udara pada bronkus karena tiadanya pertukaran udara pada alveolus). maka sinus phrenicocostalis yang paling akhir terkena. Pseudomonas aeruginosa sering memperlihatkan infiltrat bilateral atau gambaran bronkopneumonia sedangkan Klebsiela pneumonia sering menunjukan konsolidasi yang terjadi pada lobus atas kanan meskipun dapat mengenai beberapa lobus 1. Foto thorax saja tidak dapat secara khas menentukan penyebab pneumonia. misalnya penyebab pneumonia lobaris tersering disebabkan oleh Streptococcus pneumoniae . hanya merupakan petunjuk ke arah diagnosis etiologi.Pneumonia Lobaris Foto Thorax Tampak gambaran gabungan konsolidasi berdensitas tinggi pada satu segmen/lobus (lobus .

namun tidak menjalar sampai perifer. 3.Pneumonia Interstisial Foto Thorax Terjadi edema dinding bronkioli dan juga edema jaringan interstitial prebronkial. Pada gambar diatas tampak konsolidasi tidak homogen di lobus atas kiri dan lobus bawah kiri CT scan Tampak gambaran opak/hiperdens pada lobus tengah kanan. 2. diliputi oleh perselubungan yang tidak merata CT scan Gambaran CT Scan pneumonia interstitiak pada seorang pria berusia 19 tahun.kanan bawah PA maupun lateral)) atau bercak yang mengikutsertakan alveoli yang tersebar. Air bronchogram biasanya ditemukan pada pneumonia jenis ini CT scan Hasil CT dada ini menampilkan gambaran hiperdens di lobus atas kiri sampai ke perifer. Radiologis berupa bayangan udara pada alveolus masih terlihat. Bronchopneumonia (Pneumonia Lobularis) Foto Thorax Merupakan Pneumonia yang terjadi pada ujung akhir bronkiolus yang dapat tersumbat oleh eksudat mukopurulen untuk membentuk bercak konsolidasi dalam lobus. (B) CT Scan pada hasil follow up selama 2 tahun menunjukan area konsolidasi yang . (A) Menunjukan area konsolidasi di percabangan peribronkovaskuler yang irreguler.

2. Penderita yang tidak dirawat di RS 1) Istirahat ditempat tidur. penanganannya di bagi 2 : Penatalaksanaan Umum • Pemberian Oksigen • Pemasangan infuse untuk rehidrasi dan koreksi elektrolit Mukolitik dan ekspektoran. torakosintesis. bronkoskopi.8. ekspektoran 4) Antibiotika Penderita yang dirawat di Rumah Sakit . • . atau biopsi. takikardi atau kelainan jantung.4 Pemeriksaan Bakteriologis Bahan berasal dari sputum. bila perlu dilakukan pembersihan jalan nafas • Obat penurunan panas hanya diberikan bila suhu > 400C. bila panas tinggi di kompres 2) Minum banyak 3) Obat-obat penurunan panas. mukolitik. aspirasi nasotrakeal/transtrakeal.9 PENATALAKSANAAN Dalam mengobati penderita pneumonia perlu diperhatikan keadaan klinisnya.irreguler tersebut berkembang menjadi bronkiektasis atau bronkiolektasis (tanda panah) 2. darah. Bila keadaan klinis baik dan tidak ada indikasi rawat dapat dirawat dirumah. Kuman yang predominan pada sputum disertai PMN yang kemungkinan penyebab infeksi.

• Perlu diketahui riwayat antibiotika sebelumnya pada penderita. mereka yang sudah sembuh dari pneumonia mikroplasma akan letih lesu dalam waktu yang panjang 2. Pewarnaan gram sebaiknya dilakukan. • Kuman pathogen yang berhasil diisolasi belum tentu sebagai penyebab sakit. dan beberapa kasus ricketsia. yang cukup manjur mengatasi pneumonia oleh bakteri..10 DIAGNOSIS BANDING Differential Diagnosis dari penyakit pneumonia adalah sebagai berikut: . akan tetapi beberapa hal perlu diperhatikan: • Penyakit yang disertai panas tinggi untuk penyelamatan nyawa dipertimbangkan pemberian antibiotika walaupun kuman belum dapat diisolasi. pasien juga akan mendapat pengobatan tambahan berupa pengaturan pola makan dan oksigen untuk meningkatkan jumlah oksigen dalam darah. diperlukan istirahat lebih panjang untuk mengembalikan kondisi tubuh. Selain antibiotika. oleh karena itu diputuskan pemberian antibiotika secara empiric. Pengobatan awal biasanya adalah antibiotic.Bila nyeri pleura hebat dapat diberikan obat anti nyeri. Pengobatan Kausal Dalam pemberian antibiotika pada penderita pneumonia sebaiknya berdasarkan MO(Mikroorganisme) dan hasil uji kepekaannya. Kebanyakan pasien juga bisa diobati di rumah. mikroplasma. Namun. Pada pasien yang berusia pertengahan.

Jalan masuk untuk organism M. lemas. saluran pencernaan. Tampak gambaran cavitas pada paru lobus atas kanan pada foto thorax proyeksi PA B. menggigil. trakea. Sehingga akan tampak thorax asimetris. tanpa air bronchogram. Efusi Pleura Memberi gambaran yang mirip dengan pneumonia. Memberikan gambaran yang mirip dengan pneumonia tanpa air bronchogram. Namun terdapat penarikan jantung. dan mediastinum ke arah yang sakit karena adanya pengurangan volume interkostal space menjadi lebih sempit dan pengecilan dari seluruh atau sebagian paru-paru yang sakit. tuberculosis adalah saluran pernafasan. hilang nafsu makan dan penurunan berat badan. keringat malam. Atelektasis Atelektasis adalah istilah yang berarti pengembangan paru yang tidak sempurna dan menyiratkan arti bahwa alveolus pada bagian paru yang terserang tidak mengandung udara dan kolaps. trakea. dan mediastinum kearah yang sehat.A Tuberculosis Paru (TB) Tuberculosis Paru (TB) adalah suatu penyakit infeksi menular yang disebabkan oleh M. Atelektasis pada foto thorax proyeksi PA C. Terdapat penambahan volume sehingga terjadi pendorongan jantung. nyeri dada. dan hemoptisis dan gejala sistemik meliputi demam. tuberculosis. Rongga thorax membesar. Gejala klinis TB antara lain batuk lama yang produktif (durasi lebih dari 3 minggu). Pada edusi pleura sebagian akan tampak meniscus .

melainkan harus dilihat dari riwayat penyakit. laboratorium dan radiologi akan dapat menunjang penegakan diagnosis yang tepat. tanda khas pada efusi pleura Efusi pleura pada foto thorax posisi PA KESIMPULAN Pemeriksaan radiologi. Terutama apabila dari pemeriksaan fisik memang menunjukan kelainan di paru dan membutuhkan pemeriksaan peunjang berupa foto thorax. Namun tidak semua pneumonia memberikan gambaran khas tersebut. atelektasis. dan efusi pleura dilihat dari adanya penarikan atau pendorongan jantung. Sementara untuk membedakan pneumonia dengan TB adalah dilihat dari ada atau tidaknya kavitas yang umumnya terdapat pada lobus paru bagian atas. Untuk membedakan antara pneumonia. Gambaran khas pada pneumonia adalah adanya perselubungan dengan adanya gambaran air bronchogram. sangat diperlukan gambaran radiologis untuk penegakan diagnosis disamping pemeriksaan laboratorium . dan juga pemeriksaan laboratorium. Koordinasi antara pemeriksaan klinis. Untuk menentukan etiologi pneumonia tidak dapat hanya semata-mata menggunakan foto thorax. Jadi dalam menegakkan pneumonia. dalam hal ini foto thorax konvensional dan CT Scan menjadi pemeriksaan yang sangat penting pada pneumonia.sign. trakea dan mediastinum ke arah yang sakit atau sehat.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful