Pengaturan volume urin

• Produksi urin kental yang sedikit atau urin encer yang lebih banyak diatur melalui mekanisme hormon dan mekanisme pengkonsentrasi urin ginjal • Mekanisme hormonal
– Antidiuretic hormon (ADH) mengakibatkan terjadinya reabsorpsi dan volume urin yang sedikit 1. Sisi sintesis dan sekresi
• ADH sisintesis oleh badan sel saraf dalam nukleus supraoptik hipotalamus • Disimpan dlm serabut saraf hipofisis posterior • Dilepas sesuai impuls yang sampai pada serabut saraf

Stimulus pada sekresi ADH Osmotik • Neuron hipotalamus adalah osmoreseptor dan sensitif terhadap perubahan konsentrasi ion natrium dan zat lain yg menyelubunginya • Peningkatan osmolitas plasma.2. dan produksi urin encer yg banyak . berkurangnya reabsorpsi air dari ginjal. menstimulasi osmoreseptor utntuk mengirim impuls ke kelenjar hipofisis posterior agar melepas ADH • Air diabsorpsi kembali dari tubulus ginjal sehingga dihasilkan urin kental dengan volume sedikit • Penurunan osmoloritas plasma mengakibatkan berkurangnya ekskresi ADH.

kecemasan. olahraga.Volume dan tekanan darah • Baroreseptor dalam pembuluh darah memantau volume darah dan tekanan darah • Penurunan volume dan tekanan darah meningkatkan sekresi ADH dan begitupun sebaliknya Faktor lain • Nyeri. analgesik narkotik. dan barbiturat meningkatkan sekresi ADH • Alkohol menurunkan sekresi ADH .

• Sistem arus bolak-balik dalam ansa Henle dan vasa rekta – Memungkinkan terjadinya reabsrpsi osmotik air dari tubulus dan duktus pengumpul ke dalam cairan interstisial medularis yang lebih kental di bawah pengaruh ADH – Reabsorpsi air memungkinkan gtubuh untuk menahan air sehingga urin yg diekskresikan lebih kental dibandingkan cairan tubuh normal .

terbentuk gradien konsentrasi yg dibutuhkan air untuk keluar dari duktus • Duktus pengumpul impermeabel thd air jika tidak ada ADH • Air akan keluar dari duktus pengumpul melalui osmosis jika ada ADH .Ekskresi urin kental • Filtrat hipo-osmotik (encer) dalam tungkai asenden ansa Henle masuk ke tubulus distal. mengalir menuruni tubulus pengumpul menuju ureter • Cairan interstisial menjadi hiperostomik.

Ekskresi urin encer • Duktus pengumpul hampir tidak akan tertembus air jika tidak ada ADH • Reabsorpsi tambahan zat terlarut dalam tubulus distal dan tubulus pengumpul mengakibatkan penurunan osmolaritas dalam cairan tubular sampai terendah antara 60-70 mOs/L • Urin encer yang masuk ke pelvis ginjal akan diekskresi .