salam

SUSUNAN PENGURUS BAZ JATIM SK Gubernur No.188/112/KPTS/03/2011
DEWAN PERTIMBANGAN : Gubernur Jawa Timur, Ketua Umum (MUI) Jawa Timur KOMISI PENGAWAS Ketua : Dr. H.A. Salam Nawawi, M.Ag (PWNU Jawa Timur) • Sekretaris : Drs. H.M. Syakur (Universitas Airlangga Surabaya) • Anggota-anggota : Drs. H. Sutrisno, M.Pd (Kepala Kanwil Kemenag Jatim), Drs. H. Sudjak , M.Ag (Kabiro AKKPSI IAIN Sunan Ampel), Dr. Mahmud Mustain, M. Sc (ITS Surabaya) BADAN PELAKSANA Ketua : Wakil Gubernur Jawa Timur, Wakil Ketua I : Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Timur, • Wakil Ketua II : Asisten Kesejahteraan Masyarakat, Sekretariat Daerah Provinsi Jawa Timur • Wakil Ketua III: Kepala Biro Administrasi Kemasyarakatan, (Sebagai Ketua Harian), Sekretariat Daerah Provinsi Jawa Timur • Wakil Ketua IV : H. Nur Hidayat, S.Pd, MM (Tokoh Masyarakat) • Sekretaris : Kepala Bidang Penyelenggaraan Haji, Zakat dan Wakaf, Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Jawa Timur • Wakil Sekretaris : Drs. H. Kasno Sudaryanto, M.Ag, (Pengurus Masjid Nasional Al-Akbar Surabaya) • Bendahara : Kepala Bagian pendidikan, Biro Administrasi Kemasyarakatan, Sekretariat, Daerah Provinsi Jawa Timur • Wakil Bendahara: Mierza Rahman DR, SE. (Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Jawa Timur) • Bidang-bidang : Bidang Pengumpulan • Kordinator : Kepala Sub Bagian Pembinaan, Biro Administrasi Kemasyarakatan, Sekretariat Daerah Provinsi Jawa Timur • Angota-anggota : K.H. Abdurrahman Nafis, Lc .M.Ag (Pengurus MUI Jawa Timur), Drs. H. Abi Kusno Said, MM (Tokoh Masyarakat), Drs. H. Najib Hamid (Tokoh Masyarakat) • Bidang Pengembangan, Koordinator : Kepala Bagian Agama, Biro Administrasi Kemasyarakatan, Sekretariat Daerah Provinsi Jawa Timur • Anggota-anggota : Kepala Seksi Pemberdayaan Zakat, Wakaf, Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Jawa Timur, K.H. Sholeh Hayat, S.H (Tokoh Masyarakat) • Bidang Pendistribusian, Koordinator : Kepala Sub Bagian Kelembagaan, Biro Administrasi Kemasyarakatan, Sekretariat Daerah Provinsi Jawa Timur • Anggota-anggota : Drs. H. Hafidz Bakri, MSi (Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Jawa Timur, Drs. H. Syamsul Arifin, MM (RRI Stasiun Surabaya) SUSUNAN PEGAWAI: Kepala Sekretariat: Drs. H. Kasno Sudaryanto. M.Ag • Wakil Kepala Sekretariat: H. Sudarto • Kepala Bagian Keuangan: Mierza Rachman DR, SE • Wakil Kepala Bagian Keuangan: Lutfi Nurzuhroidah, SE • Staf Administrasi dan RT: Dwindayatie, SE, Robby Cahyadi, Danang Bagus Triyono, • Kepala Bagian Pendistribusian: Kholik, A.Md • Staf Divisi Pendistribusian: Candra Asmara, SE, Syafrizal Kurniawan, Dedy Eko F. • Korrdinator Pengembangan Ekonomi: Syukron Dossy. M.EI • Staf Pengembangan Ekonomi: Masudah, S.HI, A. Rifa’i • Kepala Bagian Pengembangan dan Dakwah: Imam Fauzi, S.Th.I • Staf Pengembangan dan Dakwah: Siswi Mei, Fajar Cahyono, SE, Ak, Abdul Hamid, ST • Kepala Bagian Pengumpulan: Habib Tri W, SE • Staf Bagian Pengumpulan: Rismiati, SE, Abdullah Sugeng, Rahmat Cahyono, Yoyok W, Makhrus Ihsan REDAKSI BULETIN Penanggung Jawab : H.Thoriq Afandie, SH,MM Pimpinan Umum : Drs. H. Kasno Sudaryanto, M.Ag Pimpinan Redaksi : H. Nur Hidayat, S.Pd, MM Sekretaris Redaksi : H. Sudarto Redaktur Pelaksana : Anwar Djaelani Reporter : Afif • Iklan : Winda • Sirkulasi : Dwindayatie ALAMAT REDAKSI Gedung Islamic Centre Lt.3, Jl. Raya Dukuh Kupang 122-124 Surabaya, Telp. (031) 561 3661, Fax. (031) 5687488 NO. REKENING BAZ JATIM INFAQ • Bank Syariah Mandiri 008-111-6666 • Bank Jatim 001-108-8588 • BRI 0096-01-000800-300 ZAKAT • Bank Syariah Mandiri 008-116-666-1 • Bank Muamalat 0107916994 • Bank Jatim 001-118-3450 • BRI Syariah 707-31-16-00341 • Bank Bukopin Syariah 880-0249-032 • BTN Syariah 703-1000-284 • BNI Syariah 0707070770 • Bank Jatim Syariah 6101000108

HAMKA yang Teduh, Syafruddin yang Sederhana

Alhamdulillah! Allaahumma shalli ‘alaa Muhammad wa ‘alaa aali Muhammad. Pada 8/11/2011, www.republika.co.id menurunkan berita bahwa Pemerintah Republik Indonesia menganugerahkan gelar Pahlawan Nasional kepada tujuh tokoh bangsa yang telah berjuang demi kepentingan negara. Berdasarkan Keputusan Presiden No. 113 TK 2011, dua di antara pahlawan tersebut adalah (Alm) Haji Abdul Malik Karim Amrullah (HAMKA) dan (Alm) Syafruddin Prawiranegara. HAMKA seorang ulama besar. Tafsir Al-Azhar –bisa disebutsebagai karya keulamaannya yang terbaik. Kecuali itu, dia sangat dikenal sebagai sastrawan yang karya-karyanya memukau banyak kalangan. Tentu saja, untuk HAMKA, di ruang yang terbatas ini kita hanya bisa mencuplik sebagian saja dari sikap keteladanannya. Dalam hal ini, kami pilih sikap bijaknya dalam menghadapi persoalan perbedaaan di aspek furu’iyah. Sementara, jejak pengabdian Syafruddin Prawiranegara terekam cukup panjang. Jasanya yang paling puncak adalah saat dia menjalani amanah sebagai Ketua Pemerintahan Darurat Republik Indonesia, pada 1948-1949. Jabatan itu –secara hukum- setara dengan presiden. Amanah tersebut disandangnya karena pada saat itu Soekarno – Hatta ditawan Belanda. Sama seperti HAMKA, untuk Syafruddin Prawiranegara, kita perlu meneladaninya di banyak hal. Tapi, kali ini kita cukupkan terutama di aspek kesederhanaannya. Aspek yang disebut terakhir itu –kesederhanaanhari-hari ini seperti menghilang dari rata-rata pejabat kita. Rumah mewah, mobil mahal, dan dandanan perlente adalah sesuatu yang cukup melekat dalam keseharian mereka. Dan, ini berbeda jauh dengan Syafruddin Prawiranegara. Selamat membaca!
STOP PRESS !!... Anda tidak puas dengan BAZ Jatim? Sampaikan Pada Komisi Pengawas SMS ke : 081 857 37 92

Edisi 117 | Desember 2011 |

3

telaah utama

Teladan Hamka
di Soal Furu’iyah
HAMKA ulama besar. Tafsir Al-Azhar adalah karya terbaiknya di antara lebih dari seratus karya tulisnya. November 2011, Pemerintah Indonesia menetapkannya sebagai Pahlawan Nasional. Hal itu, semakin memberi alasan bahwa kita patut meneladaninya. Alim dan Santun
Di situs www.muhammadiyah.or.id 1/6/2011 ada biografi ringkasnya. Nama HAMKA adalah akronim dari Haji Abdul Malik bin Abdul Karim Amrullah. Dia tokoh Muhammadiyah. Lelaki –yang lahir 17/2/1908– ini mulai aktif di Muhammadiyah pada 1925 dan pada 1928 mengetuai cabang Muhammadiyah di Padang Panjang. Pada 1929 HAMKA mendirikan Pusat Latihan Pendakwah Muhammadiyah dan dua tahun kemudian menjadi Konsul Muhammadiyah di Makassar. Lalu, menjadi Ketua Majelis Pimpinan Muhammadiyah Sumatera Barat pada 1946. Pada 1953, HAMKA menjadi Penasihat Pimpinan Pusat Muhammadiyah. Sekalipun pendidikan formalnya tak tinggi, dua universitas terkemuka tak ragu untuk memberikan gelar Doktor Honoris Causa kepada HAMKA. Itu disampaikan Universitas Al-Azhar Mesir pada 1958 dan Universitas Kebangsaan Malaysia pada 1974. Reputasi keulamaan dari tokoh yang wafat pada 24/71981 itu diakui kalangan luas. Pengaruhnya terasa hingga kini, bukan saja di Indonesia, melainkan juga di Malaysia dan Singapura. Sekarang, kita lihat HAMKA di satu aspek saja, yaitu bagaimana sikap dia menghadapi persoalan furu’iyah (bersifat cabang, bukan yang pokok). Ini penting, sebab perselisihan di aspek ini sesekali masih terjadi. Sekadar menyebut dua contoh, baca qunut di shalat subuh itu perlukah? Adzan shalat Jum’at, sekali atau dua kalikah? Mari kita kenang dua fragmen menarik. Ini fragmen pertama. Suatu ketika HAMKA shalat subuh berjamaah bersama KH Idham Chalid (Ketua Umum PB NU 19561984, Ketua MPR/DPR 1971-1977, dan mendapat gelar Doktor Honoris Causa dari Universitas Al-Azhar-Mesir). HAMKA yang mengimami. Pada rakaat kedua, HAMKA membaca doa qunut (Sabili 21/2/2008). Ini menarik, sebab membaca qunut tak biasa dilakukan HAMKA. Artinya, kisah “qunut HAMKA” bisa memberi pelajaran yang dalam bagi

kita. Menarik pula, HAMKA dan Idham Chalid ditetapkan sebagai Pahlawan Nasional pada waktu yang bersamaan, yaitu pada 8/11/2011. Lalu, ini fragmen kedua, dipetik dari www. ustsarwat.com. Di sebuah Jum’at, KH Abdullah Syafii mengunjungi HAMKA di Masjid Al-Azhar Jakarta Selatan (catatan: HAMKA memimpin pelaksanaan ibadah sehari-hari dan pengajian di masjid tersebut sejak kali pertama digunakan, 1958). Hari itu seharusnya HAMKA yang menjadi khatib. Tapi, sebagai penghormatan kepada sahabat dan sekaligus tamunya, HAMKA dengan santun meminta Abdullah Syafii menjadi khatib. Hal menarik terjadi. Saat itu, adzan Juma’t dikumandangkan dua kali. Padahal, siapapun tahu, di masjid itu adzan Jum’at selalu hanya satu kali. Rupanya, HAMKA menghormati Abdullah Syafii sebab melaksanakan adzan dua kali pada shalat Jum’at adalah pendapat yang dipegang oleh sang sahabat. Siapa Abdullah Syafii? Mari kita ‘berkenalan’ dengan tokoh yang memiliki ‘latar-belakang’ berbeda dengan HAMKA itu. Situs www.majalahalkisah.com 12/10/2011 menurunkan judul “KH Abdullah Syafii, Penjaga Benteng Moral Umat” . Berikut ini petikannya. Dia ulama kelahiran Jakarta 10/8/1910 dan wafat 3/9/1985. Sedari kecil, telah memelajari Islam kepada sejumlah ulama di Jakarta. Dia juga pernah mengenyam pendidikan di Mekkah. Abdullah Syafi’i mengabdikan hidupnya untuk pendidikan umat. Gaya ceramahnya yang lantang, tegas, dan berapi-api membuatnya dikenal sebagai “Macan Betawi” . Pada masa penjajahan, dia merasa begitu terpanggil mensyiarkan Islam (antara lain dengan jalan memberantas buta huruf AlQur’an). Berbagai keterbatasan dan kendala tidak membuatnya patah semangat. Dia rela mengorbankan tenaga, pikiran, dan harta. Abdullah Syafii mendirikan “Madrasah Islamiyah Ibtidaiyah” Puluhan tahun kemudian . madrasah itu berganti nama menjadi “AsySyafi’iyah” dan berkembang pesat, mulai dari TK

hingga Perguruan Tinggi Agama Islam. Ada juga pesantren tradisional putra dan putri serta pesantren khusus yatim. Lokasinya tak hanya di Jakarta, tapi juga di Jatiwaringin, Pondok Gede, Bekasi. Ada sekitar 33 lembaga pendidikan, 19 lembaga dakwah, dan 11 lembaga sosial yang telah didirikannya. Abdullah Syafii tercatat sebagai salah satu pendiri Majelis Ulama Indonesia (MUI). Selain pernah menjabat Wakil Ketua MUI Pusat, dia juga pernah menjadi Ketua Umum MUI DKI Jakarta. Banyak jasa Abdullah Syafii. Peran dan perjuangannya dalam mendidik umat sangat bisa dirasakan. Maka, wajar, jika dia lalu mendapat penghargaan dari Pemerintah Indonesia berupa Bintang Maha Karya Putra Utama. Sementara, Pemerintah DKI Jakarta memberikan penghargaan dengan menamai salah satu jalan di Jakarta Selatan dengan nama Jalan KH Abdullah Syafii (www. ummatonline.net 1/8/2010). Dari uraian di atas, tampak bahwa HAMKA, Idham Chalid, dan Abdullah Syafii berilmu tinggi. HAMKA punya Tafsir Al-Azhar dan Perguruan Al-Azhar. Idham Chalid memimpin PB NU dalam waktu yang sangat lama. Abdullah Syafii memiliki Pesantren AsySyafi’iyah dan banyak alumnusnya yang juga sukses mengikuti jejak sang guru. Terlihat, mereka berinteraksi secara indah karena berprinsip saling menghormati. HAMKA –misalnya- dengan keluasan ilmunya, bisa ‘menyesuaikan diri’ dengan praktik ibadah yang berbeda dari saudara Muslim lainnya.

Pelihara, Ayo!
HAMKA –ketua MUI 1977 sampai 1981telah memberi teladan yang elok. Maka, masihkah akan ada di antara kita yang suka menyoal hal-hal furu’iyah? Mari, belajar kepada HAMKA, ulama yang tidak kita ragukan lagi ketinggian ilmunya, InsyaAllah, antara lain dengan cara itu, ukhuwah Islamiyah dapat kita pelihara.
Edisi 117 | Desember 2011 |

4

| Warta BAZ

5

telaah utama

Teladan Sederhana dari

Syafruddin Prawiranegara

S

yafruddin Prawiranegara berjasa sangat besar bagi republik ini. November 2011, dia ditetapkan sebagai Pahlawan Nasional. Tak perlu berselisih, apakah penetapan ini terlambat atau tidak. Kini, terutama di aspek apakah keteladanan yang bisa kita warisi darinya?

Gurita dan Sukun
Siapa Syafruddin Prawiranegara? Dia lahir pada 28/2/1911. Dia pernah diamanahi sejumlah jabatan –antara lain- Menteri Keuangan (1946), Menteri Kemakmuran (1947), Perdana Menteri RI (1948), Presiden Pemerintahan Darurat RI (1948-1949), Wakil Perdana Menteri RI (1949), Menteri Keuangan (1949-1950), dan Gubernur Bank Sentral/Bank Indonesia (1951). Jasa terbesarnya adalah ketika dia menjadi presiden 22/12/1948 sampai 13/7/1949. Ketika Soekarno-Hatta ditawan Belanda lewat agresi militer II-nya, Syafruddin memimpin Pemerintahan Darurat Republik Indonesia (PDRI) dari Bukittinggi. Maka, di saat itu –bisa dibilang- Syafruddin telah menyelamatkan republik ini. Memang, atas usaha PDRI, Belanda terpaksa berunding dengan Indonesia. Perjanjian RoemRoyen mengakhiri ‘mimpi’ Belanda, ditandai dengan pembebasan Soekarno-Hatta.

Lalu, pada 13/7/1949, diadakan sidang antara PDRI dengan Presiden Soekarno, Wakil Presiden Hatta serta sejumlah menteri kedua kabinet. Serah terima pengembalian mandat dari PDRI secara resmi terjadi pada 14/7/1949 di Jakarta. Siapa Syafruddin Prawiranegara? Mengambil momentum satu abad Syafruddin, pada 28/2/2011, terbit buku berjudul “Presiden Prawiranegara: Kisah 207 Hari Syafruddin Prawiranegara Memimpin Indonesia” Ditulis . oleh Akmal Nasery Basral dan berformat novel. Buku itu berbasis riset ilmiah. Faktafakta dalam buku tersebut juga didapat dari wawancara dengan keluarga / ahli waris Syafruddin dan orang-orang dekatnya seperti Ajip Rosidi yang merupakan anak angkat Syafruddin. Buku itu juga berdasarkan napak tilas ke empat tempat utama ibukota PDRI, artefak-artefak sejarah yang masih ada dan testimoni dari warga sekitar tempat-tempat penting itu. Siapa Syafruddin Prawiranegara? Lihatlah ‘diskripsi’ istri Syafruddin, saat sang suami menjabat Menteri Keuangan pada era pemerintahan Soekarno. Keluarga ini tak mampu beli gurita (kain pembebat dada dan perut) bayi. “Ayahmu Menteri Keuangan, Icah,” Lily menyeka matanya yang basah. “Ayah mengurusi uang negara, tetapi tidak punya uang untuk membeli gurita bagi adikmu, Khalid, yang baru lahir. Kalau Ibu tidak alami sendiri kejadian itu, Ibu pasti bilang itu khayalan pengarang. Tapi, ini nyata. Ayahmu sama sekali

tak tergoda memakai uang negara, meski hanya untuk membeli sepotong kain gurita” . Kalimat di atas, merupakan ucapan Teungku Halimah atau biasa dipanggil Lily, istri Syafruddin. Ucapan itu disampaikan Lily pada Aisyah atau Icah, putri pertama Syafruddin dan dimuat di lembar pertama dari buku “Presiden Prawiranegara” itu. Di bagian lain buku tersebut, dituliskan juga, bawa kondisi ekonomi Syafruddin -ternyatalebih miskin setelah menjadi Menteri Keuangan dan tinggal di Jogjakarta jika dibandingkan saat menjabat Inspektur Pajak di Kediri. Saat itu, masih di buku tersebut, menjadi menteri kabinet memang masih berkonotasi terjun langsung ke dalam perjuangan nyata, bukan simbol memasuki lingkaran elit dunia kapitalisme yang didominasi kuasa uang, kendaraan supermewah, serta beragam fasilitas kelas utama lainnya. Kecuali soal gurita bayi yang tak terbeli, buku itu juga menyingkap ‘rahasia’ bahwa Lily -istri Syafruddin- harus berjualan sukun goreng untuk menghidupi empat anaknya yang masih kecil yakni Icah, Pipi, Khalid dan Farid. Perjuangan hidup yang berat itu, dijalani Lily selama suaminya berada di Sumatera menjalankan tugas negara. Saat berjualan sukun itu, ada protes kecil dari Icah. “Kenapa kita tidak minta bantuan saja pada Presiden Om Karno dan Wakil Presiden Om Hatta serta Om Hengky (Sri Sultan Hamangku Buwono IX),” tanya Icah. “Ayahmu sering mengatakan kepada Ibu agar kita jangan bergantung pada orang lain, Icah. Kalau tidak penting sekali jangan pernah meminjam uang, jangan pernah berutang,” kata Lily. “Tapi apa ibu tidak malu? Ayah orang hebat, keluarga ayah dan ibu juga orang-orang hebat,” kata Icah. “Iya, Sayang. Ibu mengerti, tapi dengarkan ya. Yang membuat kita boleh malu adalah kalau kita melakukan hal-hal yang salah seperti

mengambil milik orang lain yang bukan hak kita, atau mengambil uang negara. Itu pencuri namanya. Orang-orang mungkin tidak tahu, tapi Allah tahu,” kata Lily, memberi penjelasan pada anak sulungnya itu. Farid Prawiranegara, anak keempat Syafruddin membenarkan perjuangan ibunya, yang sampai menjual sukun goreng untuk mencukupi kebutuhan hidup dan membeli susu bagi anaknya yang masih kecil. “Ya, saya pernah mendapat cerita dari Ibu. Ibu saya tidak malu berjualan sukun goreng dan tidak mengeluh ditinggalkan suaminya untuk melaksanakan tugas negara,” kata Farid.

Cermin Bagus
Nyaris bersamaan dengan saat penetapan gelar Pahlawan Nasional bagi Syafruddin Prawiranegara, gaya hidup mewah anggota DPR ramai digunjing publik karena dinilai sudah sangat berlebihan. Konon, lahan parkir di kantor ‘Wakil Rakyat’ itu mirip ruang pamer mobil mewah. Mulai dari Toyota Alphard yang berharga sekitar Rp 1 M sampai Bentley yang mencapai Rp 7 M, ada di sana. Tentu saja, adalah pemandangan yang sangat paradoksal, jika membandingkan antara penampilan pejabat masa kini dengan Syafruddin Prawiranegara. Pihak yang disebut pertama gemar bermewah-mewah, sementara pihak yang disebut terakhir walaupun punya berbagai kekuasaan tapi tetap memilih hidup apa adanya (untuk tak menyebut miskin). Duhai, para pejabat yang sedang diamanahi menyelenggarkan urusan rakyat, bercerminlah ke pejabat-pejabat masa lalu yang tetap hidup dalam kesederhanaan. Mereka, antara lain, Hatta, Natsir, dan –tentu saja- Syafruddin. Para pemimpin yang patut kita teladani itu memahami bahwa malu adalah sebagian dari iman. Mereka juga sangat memahami sindiran Nabi Muhammad SAW ini: “Jika engkau tidak malu, berbuatlah sekehendakmu” (HR Bukhari). Jadi, mari bercermin! []
Edisi 117 | Desember 2011 |

6

| Warta BAZ

7

liputan khusus

UU Zakat Disahkan,

Pengelolaan Zakat Terintegrasi
memenuhi syarat, antara lain terdaftar sebagai organisasi kemasyarakatan Islam yang mengelola bidang pendidikan, dakwah dan sosial serta berbentuk lembaga berbadan hukum. Menurut Sekretaris Jenderal Kementerian Agama RI, Dr. H. Bahrul Hayat, UU Zakat yang baru ini tidak akan membunuh pengelola zakat melalui LAZ, justru menguatkan institusi pengelola zakat. Berikut petikan wawancara BAZNAS dengan Sekjen Kemenag.

untuk memastikan keamanan aset umat yang dikelola. Misalnya jika terjadi kepailitan, maka aset tersebut dapat dipertanggungjawabkan. Kepastian hukum itu penting untuk memproteksi umat dari pengelolaan zakat yang tak tertib. Kepastian hukum akan memberi kemudahan muzaki dalam melaksanakan pembayaran zakat dan mustahik dalam menerima zakat.

Wakil Ketua DPR RI Priyo Budi Santoso (kanan) saat menerima berkas UU Zakat dari Komisi VIII DPR RI

Apa harapan pemerintah dalam pengelolaan zakat nasional setelah UU ini disahkan?
Setelah UU disahkan, mohon masyarakat melaksanakan pembayaran zakat melalui lembaga yang telah ditunjuk oleh UU sebagai pemegang otoritas, yaitu BAZNAS. Asas kepastian hukum lebih terjamin terhadap lembaga yang telah diotorisasi. Saya tentu berharap, dengan sistem yang terintegrasi, potensi zakat yang sangat besar ini dapat tergali. Potensi sekian triliun tidak akan tergali maksimal jika pengelolaannya masih tercerai berai seperti saat ini. Untuk BAZNAS, saya berharap dapat melakukan upaya kapasitas tata kelola karena antar lembaga pengelola zakat nantinya akan hirarkis dengan BAZ di daerah-daerah. Tugas BAZNAS untuk memperbaiki BAZ- BAZ di daerah. (fif dari baznas.or.id)

BAZNAS dan BAZDA, apalagi koordinasi dengan lembaga-lembaga amil zakat yang dikelola oleh masyarakat.

Apa esensi terpenting mengenai pengelolaan zakat dalam UndangUndang ini?
Pertama, sistem manajemen zakat yang akan terpadukan. Dalam sistem ini, BAZNAS menjadi satu-satunya lembaga pemegang otoritas zakat. Pemerintah akan berperan dalam pembinaan regulasi dan pengawasan. BAZNAS sebagai organisasi pemerintah non struktural yang sehari-hari berkoordinasi dengan Kementrian Agama akan mengkoordinir pengelolaan zakat secara nasional. Kedua, dengan pengelolaan zakat yang dilakukan oleh organisasi yang memiliki badan hukum resmi, maka kepentingan umat akan lebih terlindungi. Pada saatnya nanti muzaki akan lebih mudah melaksanakan zakat dan dananyapun dijamin aman, serta para mustahik akan lebih mudah memperoleh bantuan.

D

ewan Perwakilan Rakyat (DPR) telah mengesahkan Undang-Undang (UU) tentang Pengelolaan Zakat dalam rapat paripurna, Kamis (27/10) lalu. Dalam UU yang merupakan penyempurna UU No 38 tahun 1999 ini diputuskan bahwa pengelolaan zakat akan terintegrasi di bawah koordinasi Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS). Sebagai lembaga pengelola zakat milik pemerintah, kini BAZNAS memiliki kewenangan melakukan pengelolaan zakat secara nasional. BAZNAS nantinya akan berfungsi sebagai perencana, pelaksana, pengendalian pengumpulan, pendistribusian dan pendayagunaan, hingga pelaporan zakat. Dengan demikian, lembaga-lembaga pengelola zakat yang selama ini dikelola oleh masyarakat, akan dikoordinasi oleh BAZNAS. Pembentukan lembaga amil zakat (LAZ) juga diatur, harus mendapat ijin Menteri Agama dan

Apa yang melatarbelakangi penyusunan UU Zakat ini?
UU ini disusun untuk menyempurnakan UU no 38 tahun 1999 tentang pengelolaan zakat yang masih dapat lebih dioptimalkan. Pengelolaan zakat akan optimal jika, pertama, dikelola oleh sebuah organisasi pengelola zakat yang memiliki otoritas. Undang-undang ini merumuskan organisasi pengelola zakat sehingga memiliki kepastian hukum. Kedua, pada saat yang sama, pengelolaan zakat butuh akuntabilitas dan profesionalitas sehingga mampu bermanfaat lebih banyak sesuai tujuan zakat itu sendiri. Akuntabilitas dan profesionalitas agar sebanyak-banyaknya memperoleh dana zakat dari muzaki dan setepat-tepatnya bermanfaat. Dalam UU yang lama, UU no 38 tahun 1999, otorisasi terhadap lembaga pengelola zakat tidak tegas. Ketidaktegasan itu membuat pengelolaan zakat tidak optimal, karena lemahnya koordinasi

Bagaimana dengan kedudukan Lembaga Amil Zakat (LAZ) yang selama ini telah berperan mengelola zakat?
Dalam Undang-undang ini, Lembaga Amil Zakat harus berbadan hukum
Sekjen Kemenag RI Bahrul Hayat

8

| Warta BAZ

Edisi 117 | Desember 2011 |

9

liputan khusus

B

Apakah BAZNAS Sudah Siap?
nasional yang dapat menjadi acuan untuk semua pihak. Jika nanti sistem pengelolaan zakat telah terintegrasi, maka kita akan mendapatkan basis data muzaki dan mustahik yang pasti. Dengan demikian, kita -BAZNAS pusat, BAZNAS daerah dan LAZ-LAZ- secara bersama-sama dapat memaksimalkan penghimpunan sekaligus pendayagunaan zakat. Saat ini setiap organisasi lembaga pengelola zakat memiliki program masing-masing dan berusaha sendiri-sendiri. Iklan program banyak ditemukan di mana-mana tetapi perubahan pemanfaatan zakat, tidak terlalu signifikan.

Ruh UU Pengelolaan Zakat adalah untuk membuat pengelolaan zakat lebih tertib dan terorganisir dengan baik, bukan mematikan rasa kedermawanan masyarakat atau menghilangkan LAZ yang selama ini dikelola masyarakat. Sehingga saya himbau masyarakat tidak perlu khawatir. Jangan berfikir mengenai lembaga kita tetapi bagaimana pengelolaan zakat secara nasional. Dalam UU ini disebutkan, LAZ yang sudah dikukuhkan oleh menteri sebelum UU ini berlaku, tetap diakui keberadaannya. Sehingga 18 LAZ resmi yang kini ada, tidak perlu kha-watir dan ragu-ragu. Dasar hukum dalam Islam pun jelas, bahwa zakat harus dikelola oleh amil resmi, bukan sembarangan orang seperti yang termaktub dalam Al-Qur’an surat At Taubah ayat 103.

Proses perubahan dan persiapannya menjadi pekerjaan rumah yang besar bagi BAZNAS. Lalu bagaimana dengan program-program penghimpunan dan pendistribusian yang saat ini sedang dijalankan BAZNAS?
Program harus tetap jalan terus, namun karena tangan kami yang terbatas, maka BAZNAS akan menggandeng pihak lain untuk bermitra seperti yang sudah kami lakukan saat ini. Misalnya dalam program pendistribusian bencana, kami bekerjasama dengan Kementrian Sosial. Kemudian bekerjasama dengan LAZ-LAZ dan ormasormas Islam terutama dalam pendayagunaan, seperti program kaderisasi ulama dengan Dewan Dakwah Islamiyah Indonesia. Semua pihak harus bermitra untuk dapat menyukseskan pengelolaan zakat nasional yang profesional dan akuntabel. (fif dari baznas.or.id)

Pengesahan UU zakat memberi mandat yang kuat terhadap Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS). BAZNAS harus siap menuntaskan pekerjaan rumah yang besar dan menjadi leading sector dalam pengelolaan dana zakat secara nasional. Apakah BAZNAS siap? Berikut petikan wawancara bersama Ketua Umum BAZNAS sekaligus Sekretaris Jenderal World Zakat Forum (WZF), Prof Dr H Didin Hafidhuddin.

Bagaimana dengan kesiapan BAZNAS sendiri untuk menjalankan perannya sebagai lembaga yang berwenang melakukan tugas pengelolaan zakat nasional?
BAZNAS harus siap. Perubahan peran ini merupakan sebuah keniscayaan. BAZNAS akan segera membentuk struktur baru dengan 11 anggota yang terdiri dari delapan orang dari unsur masyarakat seperti ulama, tenaga profesional dan tokoh masyarakat Islam, sedangkan tiga orang lainnya berasal dari unsur pemerintah. InsyaAllah bulan November ini, dengan berakhirnya masa kepemimpinan pengurus yang lama, BAZNAS akan segera melakukan perubahan kepengurusan sesuai UndangUndang. Kami juga akan memilih sumber daya manusia yang mau bekerja dengan baik untuk mengelola dana zakat.

Apa keuntungan dengan adanya UU yang baru disahkan ini?
UU ini memberi semangat untuk menertibkan, mengatur dan sinkronisasi tentang pengumpulan, pemanfaatan dan pendayagunaan zakat. Dengan disahkannya UU ini, sekarang kita memiliki sistem zakat

Mengapa zakat harus dikelola oleh negara? Apakah ini tidak akan mengurung partisipasi masyarakat dalam mengelola zakat?

10

| Warta BAZ

Edisi 117 | Desember 2011 |

11

konsultasi

Pengobatan Gratis
Kuis SMS Berhadiah Umroh,
KH. Abdurrahman Nafis, LC. M.HI

untuk Dhuafa, dari BAZ Jatim

Bolehkah?
Pertanyaan: Bagaimana hukumnya mengikuti kuis melalui SMS yang berhadiah umroh dengan menjawab pertanyaan-pertanyaan sehingga terkumpul 1 pin yaitu 60 jawaban yang benar?
Tatik Rohimah Jl Pagesangan Timur, Surabaya

BAZ

Jawaban:
Kuis atau sayembara dalam literatur fiqih disebut dengan istilah “Ju`al” dan hukumnya boleh. Dalil yang membolehkannya adalah firman Allah SWT dalam Al-Qur’an surat Yusuf ayat 72. Bentuk ju`al yang biasa dilakukan adalah seseorang mengumumkan kepada khalayak, “Siapa yang bisa mencarikan untukku sesuatu, maka aku beri hadiah sekian” Dan ju`al . ini berlaku untuk siapa saja tanpa harus ada kesepakatan antara pemberi hadiah dengan peserta lomba sebelumnya. Dengan dasar ju`al ini maka undian atau kuis dibolehkan. Namun harus diperhatikan dalam kaitannya dengan kuis yang biasa dilakukan agar jangan sampai terkontaminasi dengan praktik judi atau riba. Seperti undian yang mensyaratkan peserta untuk membayar biaya tertentu baik langsung atau tidak langsung seperti membayar melalui pulsa telepon premium call, dimana pihak penyelenggara akan menerima sejumlah uang tertentu dari para peserta, lalu hadiah diambilkan dari jumlah uang yang terkumpul dari pemasukan premium call itu, maka ini

termasuk judi dan undian seperti ini haram hukumnya meski diberi nama apapun. Dan termasuk yang sama dengan praktik ini adalah melalui SMS. Kuis bisa menjadi haram bila tata aturan mainnya mengandung praktek perjudian. Misalnya, hadiah yang diberikan diambil dari uang para peserta. Katakanlah untuk ikut kuis itu Anda harus “membayar” Rp. 550,-, kalau pihak operator mendapat Rp. 350,- per SMS maka keuntungan penyelenggara kuis itu adalah Rp. 200,- per SMS. Bila jumlah yang mengikuti kuis itu 5.000.000 orang. Maka tentu akan terkumpul dana Rp. 1.000.000.000,-. Nah, bila uang ini yang digunakan untuk memberikan hadiah, di sini terjadi praktik perjudian itu. Karena sudah pasti pemenangnya terbatas dan uang kelebihannya akan menjadi hak bandar, dalam hal ini adalah penyelenggara kuis SMS itu. Para peserta kuis tidak mungkin selalu menang karena akan diundi dan hanya beberapa saja yang akan menang. Hal ini berbeda bila hadiah yang diberikan bukan diambil dari uang yang terkumpul dari peserta, misalnya dari sponsor dan pihak luar lainnya. Ini adalah sayembara yang dihalalkan. Jadi kuis itu bila memang benar mengambil hadiah dari keuntungan pemasukan charge SMS, maka merupakan kuis yang haram, meski hadiahnya adalah umroh, haji atau yang bernuansa ritual agama. Bila seseorang menang dan pergi umroh atau haji, maka umroh dan hajinya itu dari uang haram. []

Jatim kembali menggelar pengobatan gratis. Realisasi program pengobatan gratis ini merupakan agenda rutin bulanan untuk meringankan beban para dhuafa dalam mendapatkan layanan kesehatan. Sebulan terakhir, BAZ Jatim menyediakan layanan pengobatan gratis di tiga lokasi berbeda. Pertama, di Kelurahan Keputran Panjunan, Surabaya pada Ahad (23/10/11) bertempat di Balai RW setempat. Kedua, di Masjid Sabilun Najah Sawotratap, Kecamatan Gedangan, Sidoarjo pada Ahad (30/10/11). Dan ketiga, BAZ Jatim bekerjasama dengan mahasiswa KKN Universitas Bhayangkara Surabaya mengadakan bakti sosial dan pengobatan gratis di Desa Carang Wulung, Kecamatan Wonosalam, Jombang, pada Sabtu (05/11/11).

di • Pengobatan gratis Keputran Panjunan Surabaya

• BAZ Jatim melayani sepenuh hati

“Untuk melayani berbagai macam keluhan penyakit yang diidap masyarakat dhuafa, BAZ Jatim menerjunkan empat orang dokter agar memberikan pelayanan kesehatan. Empat orang dokter tersebut terdiri dari dua dokter umum, satu dokter gigi dan satu dokter spesialis mata bersama empat perawat dan satu apoteker,” terang Kepala Bagian Divisi Pendistribusian Sekretariat BAZ Jatim, Kholik, Amd. []

• Layanan kesehatan gratis di Masjid Sabilun Najah Gedangan - Sidoarjo

12

| Warta BAZ

Edisi 117 | Desember 2011 |

13

ilmu pengetahuan

Kunir Putih

Miliki Banyak Khasiat

Daftar Donatur Personal Badan Amil Zakat Provinsi Jawa Timur Bulan Oktober 2011
NO.
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 Karyawan-Karyawati Karyawan-Karyawati Karyawan-Karyawati Karyawan-Karyawati Pegawai Pegawai Pegawai Pegawai Pegawai Pegawai Pegawai Pegawai Pegawai Pegawai Pegawai Pegawai Pegawai Pegawai Pegawai Pegawai Pegawai Pegawai Pegawai Pegawai Pegawai Pegawai Pegawai Pegawai Pegawai Pegawai Pegawai Pegawai Pegawai Pegawai Karyawan-Karyawati Karyawan-Karyawati Karyawan-Karyawati Karyawan-Karyawati Pegawai Pegawai Pegawai Pegawai Pegawai Pegawai Pegawai Pegawai Pegawai Pegawai Pegawai Pegawai Pegawai Pegawai Pegawai Pegawai Pegawai Pegawai Karyawan-Karyawati Karyawan-Karyawati Karyawan-Karyawati Karyawan-Karyawati Pegawai Karyawan-Karyawati Pegawai

P

UNIT KERJA
Apotik Manukan Krajan ARMINA Surabaya Astra International (Isusu) AUTO 2000 Part Center Badan Diklat Prov. Jatim Badan Kepegawaian Daerah Prov. Jatim Badan Kesatuan Bangsa & Politik Prov. Jatim Badan Ketahanan Pangan Badan Lingkungan Hidup Badan Penanaman Modal Badan Perpustakaan & Kearsipan Balai Kesehatan Mata Masyarakat Prov. Jatim Bank Jatim Bank Mandiri BAPEMAS Prov. Jatim Bappeprop Jatim Biro Adm. Pemerintahan Umum Setda Prov. Jatim Biro Administrasi Kemasyarakatan Biro Administrasi Kerjasama Setda Prov Jatim Biro Administrasi Pembangunan Biro Hukum Biro Kerjasama Biro Kesra Biro Organisasi Biro Perekonomian Biro Sumber Daya Alam Biro Umum BKKBN Prop. Jatim BNP Prov. Jatim BP2TKI BPBD Prov. Jatim BPKAD BPPKB Prov Jatim BPSBTPH Bumi Jaya Cisadane Multimedia CV. Sonara Indah CV. Hutama Jasindo Depkominfo Prov. Jatim Diklat PU Wil IV Dinas Kehutanan Dinas Kepemudaan & Keolahragaan Prov. Jatim Dinas Koperasi & PKM Dinas P dan K Prov. Jatim Dinas Pendapatan Prop. Jatim Dinas Perhubungan & LLAJ Prop. Jatim Dinas Perikanan & Kelautan Prop. Jatim Dinas Perindustrian & Perdagangan Prov. Jatim Dinas Perkebunan Dinas Pertanian Prov. Jatim Dinas Peternakan Prov. Jatim Dinas PU Bina Marga Prov. Jatim Dinas PU Pengairan Prov. Jatim Dinas Sosial Prov. Jatim Dinas Tenaga Kerja Transmigrasi & Kependudukan Prov. Jatim DPRD Prop Jatim Garden Dian Regency High-Desert Hotel Majapahit IAIN Sunan Ampel Sby Inspektorat Prov. Jatim Institut Pembangunan (IP) Kanwil Ditjen. Anggaran

SEJUMLAH
1 1 2 6 23 11 22 18 18 2 2 2 2 4 17 19 27 28 2 8 11 4 1 8 10 1 3 1 1 1 4 9 1 6 1 1 1 1 16 2 4 17 3 8 5 21 7 12 8 15 5 18 4 15 13 4 8 1 1 1 16 3 1 50,000 10,000 30,000 115,000 1,065,000 545,000 655,000 465,000 365,000 75,000 1,025,000 60,000 100,000 475,000 1,047,500 510,000 1,395,000 1,355,500 50,000 525,000 325,000 185,000 100,000 260,000 825,000 40,000 50,000 50,000 100,000 25,000 225,000 350,000 50,000 475,000 10,000 30,000 50,000 50,000 275,000 40,000 125,000 245,000 225,000 380,000 293,500 640,000 185,000 430,000 320,000 975,000 320,000 970,000 90,000 380,000 327,000 200,000 210,000 150,000 100,000 50,000 580,000 65,000 205,000

NO.
64 65 66 67 68 69 70 71 72 73 74 75 76 77 78 79 80 81 82 83 84 85 86 87 88 89 90 91 92 93 94 95 96 97 98 99 100 101 102 103 104 105 106 107 108 109 110 111 112 113 114 115 116 117 118 119 120 121 122 123 124 125 126 Pegawai Pegawai Karyawan-Karyawati Karyawan-Karyawati Karyawan-Karyawati Karyawan-Karyawati Karyawan-Karyawati Karyawan-Karyawati Karyawan-Karyawati Karyawan-Karyawati Pegawai Karyawan-Karyawati Karyawan-Karyawati Karyawan-Karyawati Karyawan-Karyawati Pegawai Pegawai Karyawan-Karyawati Pegawai Karyawan-Karyawati Pegawai Pegawai Pegawai Karyawan-Karyawati Karyawan-Karyawati Karyawan-Karyawati Karyawan-Karyawati Karyawan-Karyawati Karyawan-Karyawati Karyawan-Karyawati Karyawan-Karyawati Karyawan-Karyawati Karyawan-Karyawati Karyawan-Karyawati Karyawan-Karyawati Karyawan-Karyawati Karyawan-Karyawati Pegawai Pegawai Karyawan-Karyawati Karyawan-Karyawati Karyawan-Karyawati Karyawan-Karyawati Pegawai Pegawai Pegawai Pegawai Karyawan-Karyawati Karyawan-Karyawati Karyawan-Karyawati Karyawan-Karyawati Karyawan-Karyawati Karyawan-Karyawati Karyawan-Karyawati Karyawan-Karyawati Karyawan-Karyawati Karyawan-Karyawati Karyawan-Karyawati Karyawan-Karyawati Pegawai Pegawai Karyawan-Karyawati Hamba Alloh

UNIT KERJA
Kanwil Kementrian Agama Kanwil Kementrian Agama Surabaya Klinik Al-Ikhlas Klinik BDS KPP Pratama Surabaya Wonocolo KPP Simokerto Surabaya KPP Surabaya Krembangan KPP Tegalsari LAB Kedungdoro Lab. Prospek Makodam Brawijaya MT. Annisa Natasya Skin Care P3B FIS UNESA Palem Inn Pengadilan Tinggi Agama Surabaya Peradilan Militer Surabaya Perum ITS PMI Pramita Lab PT. Anugerah Sentosa Jaya Abadi PT. ANZ Panin Bank, Plaza BRI PT. Astra Isuzu PT. Asuransi Jiwasraya PT. Brother Silver PT. Citra Gading Asri Tama PT. Dok dan Perkapalan Surabaya PT. Gaharu Sejahtera PT. Jatim Petroleum Transport PT. LKML PT. MPM Honda PT. Olympindo Multi F. PT. PG Rajawali I PT. Pitamas PT. Rexon Industri PT. Taspen PT. Varia Usaha Beton PU Cipta Karya & Tata Ruang Prov. Jatim PUSKUD Mina Rabbani Dharma Wangsa Ramayana RLQ RS. Husada Utama RSJ Menur RSU Haji Surabaya RSUD Dr. Soetomo Satuan Polisi Pamong Praja SDN Kedinding I 251 Sekolah Nurul Huda Shangri-La Hotel Surabaya SMA Mahardhika SMAN 5 SMK Farmasi SMK Mahardhika SMP Jalan Jawa STIESIA Surabaya Sukolilo Dian Regency Surabaya In Group UFO Manukan UPT PSBTPH UPT Surabaya Bina Marga Prop. Jatim Yayasan Pendidikan Mahardhika Umum

SEJUMLAH
4 1 2 6 48 8 71 35 1 2 3 8 2 15 2 10 12 1 1 4 6 10 2 11 1 2 2 5 2 2 11 1 7 81 1 1 1 40 6 1 79 2 2 10 18 515 3 4 1 21 5 5 1 10 11 50 1 1 20 1 3 6 373 250,000 100,000 80,000 100,000 685,000 360,000 895,000 525,000 50,000 30,000 50,000 175,000 170,000 185,000 20,000 265,000 225,000 10,000 120,000 230,000 115,000 210,000 80,000 350,000 50,000 225,000 170,000 60,000 100,000 40,000 745,000 20,000 275,000 550,000 10,000 50,000 350,000 850,000 170,000 100,000 900,000 20,000 30,000 500,000 1,895,000 7,310,000 125,000 60,000 15,000 1,575,000 50,000 50,000 20,000 140,000 160,000 435,000 100,000 250,000 335,000 50,000 120,000 75,000 6,110,000

ara ahli herbal / toga banyak yang menggunakan kunir putih untuk mengobati asam urat-rheumatik karena secara klinis kunir putih banyak mengandung ALP (Anti Lipid Peroksidasi) yang dapat menetralisir/mengurangi kelebihan zat-zat tertentu di dalam tubuh. Kunir putih baik juga untuk mengobati darah tinggi, diabetes dan jantung koroner. Kunir putih juga mengandung: Ribozome In Acting Protein/RIP serta Curcumin Anti Inflamasi untuk pengobatan penyakit kronis lainnya seperti tumor, kanker, polip, amandel, maag, ambeien, bronkhitis, keputihan, dan nyeri haid. Cara membuat/mengolah kunir putih sebagai berikut: * Beberapa siung kunir putih dicuci sampai bersih. Adapun kulitnya jangan dikupas. Setelah bersih diiris tipis-tipis seperti mengiris bawang, kemudian hasil irisan tersebut dijemur sampai kering. Setelah kering ditumbuk atau digiling hingga menjadi bubuk halus. Cara minum kunir putih ada 2 cara: 1. Dengan cara seduh: Campurkan 1 sendok teh (diperes) bubuk kunir putih dengan setengah gelas (200ml) air hangat, aduk sampai rata lalu diminum. 2. Dengan cara kapsul: Masukkan 1 sendok teh (diperes) bubuk kunir putih ke dalam kulit kapsul kosong (bisa dibeli di apotik), kemudian minum dengan air hangat.

Aturan minum kunir putih: Pengobatan: 3 kali sehari (1 kapsul / 1 sendok teh) sesudah makan. Pencegahan: 1 kali sehari (1 kapsul / 1 sendok teh) sesudah makan. Peringatan : Tidak untuk ibu hamil, ibu menyusui bayi yang berusia kurang dari 5 bulan. dan anak di bawah usia 2 tahun. []
Sumber: http://www.herbal.web.id/2011/09/manfaatkunir-putih-ramuan-alami-untuk.html

BAZ Jatim
turut berbela sungkawa atas wafatnya: - Bapak Pau Irtisam (74 tahun). Mantan Pengurus UPZ di Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) Jatim. Dimakamkan di Desa Tegal Wetan, Semarang. - Bapak H. Moch Anwar, Ph.D. (keluarga dari Ibu Ratih dan Bapak Abdullah Syafei, donatur BAZ Jatim di Gayung Kebonsari Surabaya). Wafat pada 26 September 2011. Semoga Allah mengampuni dosanya dan menerima amal baiknya. Aamiin.

34 35 36 37 38 39 40 41 42 43 44 45 46 47 48 49 50 51 52 53 54 55 56 57 58 59 60 61 62 63

14

| Warta BAZ

Edisi 117 | Desember 2011 |

15

daftar donatur

Daftar Penerimaan ZIS Unit Pengumpul Zakat (UPZ) BAZ Prov. Jatim Bln. Oktober 2011
NO. UNIT KERJA SEJUMLAH NO. UNIT KERJA SEJUMLAH

BAZ Provinsi Jawa Timur Daftar Penyaluran Dana Konsolidasi untuk Periode yang Berakhir Pada Tanggal 31 Oktober 2011
1 DANA ZAKAT Bantuan Ibnu Sabil Plesterisasi Rumah Dhuafa Bantuan Biaya Hidup Duafa Faqir Bantuan Beasiswa SMA/SMK/MA Jumlah DANA INFAQ/SHADAQAH Fasilitator Bidang Pemberdayaan Ekonomi dan Modal Bergulir Fasilitator Divisi Umum Perawatan Peralatan Media Dakwah Bil Qalam Sosialisasi Zakat Fasilitator Pengembangan Peningkatan Kinerja Juru Pungut Zakat Fasilitator Pengumpulan Prog Kajian Donatur Layanan Kesehatan Klinik Dhuafa (Al Ikhlas, Haromain,Tholabudi,Al Fajar) Bantuan sarana pendidikan SD, SMP Bantuan pendidikan guru LBB binaan BAZ Jatim Operasional Amil Pendistribusian Layanan Kesehatan Ambulan Bantuan Sosial Keagamaan Pengobatan Gratis Jaminan Kesehatan BAZ (JAMKESBAZ) Jumlah DANA JASA BANK Administrasi & Pajak Oktober 2011 Sekretariat Jumlah Total Penyaluran Rp. Rp. Rp. Rp. Rp. 150,000.00 40,000,000.00 35,000,000.00 190,183,740.00 265,333,740.00

1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36

Bakorwil II BJN Bakorwil I Madiun Bakorwil Malang Balitbang Jatim Bank Jatim Bank Jatim Batu Bappeda Prov. Jatim Baristand Industri Bina Marga Bojonegoro Bina Marga Banyuwangi Bina Marga Jember,BWS,STB Bina Marga Jombang Bina Marga Kediri Bina Marga Lumajang Bina Marga MLG Bina marga Pamekasan Bina Marga Probolinggo Biro Adm Kerjasama Prov Jatim Biro Adm Pembangunan Prov Jatim Biro Kesejahteraan Rakyat Biro Organisasi Biro Umum Prov Jatim BLKI BP 4 Madiun BP 4 Surabaya BP4 Pamekasan BPJ Bina Marga Sby BPKAD Bulog Jatim Dinas Energi & SDM Dinsos Situbondo Kandir PTPN XII Kopertis Wil VII KP3 Tanjung Perak Masjid Sabilinnajah Pengadilan Tinggi Agama

Rp. Rp. Rp. Rp. Rp. Rp. Rp. Rp. Rp. Rp. Rp. Rp. Rp. Rp. Rp. Rp. Rp. Rp. Rp. Rp. Rp. Rp. Rp. Rp. Rp. Rp. Rp. Rp. Rp. Rp. Rp. Rp. Rp. Rp. Rp. Rp.

495,000 150,000 577,000 978,750 1,152,325 9,800 2,990,000 1,023,000 2,156,250 208,000 1,436,250 273,750 832,500 405,000 2,801,250 750,000

37 38 39 40 41 42 43 44 45 46 47 48 49 50 51 52 53 54 55 56 57 58 59 60 61 62 63 64 65 66 67 68 69 70 71

1,305,000

544,000 2,013,750 288,700 505,000 181,875 2,407,500 250,000 3,193,900 150,000 906,300 3,823,500 3,165,000 350,000 247,500

PT Jasa Marga (Persero) Tbk PT. Adhi Karya PTKL Leces PTPN XII RSUD Dr. Soedono Madiun RS paru Jember RS paru Batu Tanpa Keterangan TVRI UPT ANKN Sby UPT Bina Marga Mojokerto UPT bina marga Madiun UPT Bina Marga Tulungagung UPT PSDA Gembong Pekalen UPT Materia Medica Batu UPT PK Ponorogo UPT PSA Balita Sidoarjo UPT PSAA Trenggalek UPT PSAA Taman Harapan SMP UPT PSAA Nganjuk UPT PSLU Jember UPT PSLU Blitar UPT PSLU Bwi UPT PSLU pasuruan UPT PSPA Bima Sakti Batu UPT PSRT Bojonegoro UPT Resos Cct Grahita Tuban UPT Rehsos Cacat rungu wicara Pasuruan UPT resos eks psikotik Pasuruan UPT Resos Gepeng SDA UPT RSCN Malang UPT RSCT Tuban UPT RSGP Madiun UPT RSGP Pasuruan UPT RSTS Kediri

Rp. Rp. Rp. Rp. Rp. Rp. Rp. Rp. Rp. Rp. Rp. Rp. Rp. Rp. Rp. Rp. Rp. Rp. Rp. Rp. Rp. Rp. Rp. Rp. Rp. Rp. Rp. Rp. Rp. Rp. Rp. Rp. Rp. Rp. Rp.

3,873,750 2,459,350 1,916,900 6,680,250 2

1,497,250 381,375 262,500 1,421,250 221,250 153,500 412,000 62,500 88,875

Rp. Rp. Rp. Rp. Rp. Rp. Rp. Rp. Rp. Rp. Rp. Rp. Rp. Rp. Rp. Rp. Rp. Rp. Rp. Rp. Rp. Rp.

3,047,500.00 5,787,500.00 1,474,500.00 13,466,500.00 1,167,000.00 3,552,500.00 6,477,964.00 3,932,500.00 450,000.00 30,200,193.00 2,881,000.00 150,000.00 7,067,500.00 586,000.00 41,900,000.00 6,371,000.00 40,450,000.00 168,961,657.00 889,721.60 5,357,095.00 6,246,816.60 440,542,213.60

69,400 91,500 92,625 266,300 352,500 64,500 3

126,000 73,875 140,000

24,000 62,625

Daftar Penerimaan ZIS Donatur Baru BAZ Prov. Jatim Bln. Oktober 2011
NO. 1 2 3 4 5 6 7 NAMA/ UNIT KERJA Dwi Retno Ir. Gumirang Sdri. Erl Sdri Ar Hamba Allah Hamba Allah Hamba Allah
Rp. Rp. Rp. Rp. Rp. Rp. Rp.

SEJUMLAH 200,000 2,500,000 150,000 62,500 625,000 1,450,000 250,000

KET via BRI infaq via BRI Syariah zakat via BNI Syariah zakat via BNI Syariah zakat via BNI Syariah zakat via Bank Jatim Zakat via BSM Zakat 1 2 3

BAZ Provinsi Jawa Timur Daftar Penerimaan Dana Konsolidasi Untuk Periode yang Berakhir Pada Tanggal 31 Oktober 2011
DANA ZAKAT DANA INFAQ/SHADAQAH DANA JASA BANK JUMLAH Rp Rp Rp Rp 42,291,750.00 203,451,400.00 3,683,823.00 249,426,973.00

Catatan 1. Laporan ini disusun berdasarkan setoran dana ZIS per tanggal 20 setiap bulan. Bagi UPZ yang belum dimuat mohon konfirmasi ke 031-5613661 2. UPZ yang menyetorkan dana ZIS melalui bank, mohon konfirmasi dengan mengirimkan bukti transfer melalui Fax 3. Para donatur yang belum namanya belum tercantum dapat melaporkan melalui 031 5613661 4. Donatur melalui transfer bank mohon mencantumkan nama pengirim * koreksi untuk Layanan Kesehatan Klinik Dhuafa bulan September tertulis Rp. 30.000.000,- seharusnya Rp. 24.192.860

16

| Warta BAZ

Edisi 117 | Desember 2011 |

17

sekitar kita

Mengapa Media Mainstream

Membisu?

Oleh Sirikit Syah, MA
Pengamat media, pengajar di FIB Unair dan Stikosa-AWS, pendiri dan Direktur Lembaga Konsumen Media-Media Watch tinggal di www.sirikitsyah.wordpress.com

B

ulan November lalu, VOA-Islam memberitakan perilaku tak patut dari aparat Densus 88 terhadap orang yang masih diduga teroris. Peristiwa penangkapan Dian Adi Priyana 12 November lalu itu terjadi di Pasar Nyamuk Cipondoh, Tangerang Selatan. VOA-Islam menggunakan kata “kebiadaban” dan “aniaya” Para insan . media di Indonesia, khususnya yang tergabung dalam diskusi di mailing list jurnalisme, kemudian sibuk membahas pilihan kosa kata. Seseorang bahkan menyebut itu “berita sampah” berdasarkan , bahasa yang digunakan. Sayang memang, bila diskusi hanya berhenti di “sampah kosa kata” namun sama sekali tak menyinggung , “esensi dugaan penganiayaan dan kebiadaban” . Inilah fakta beritanya: Ummu Yasmin, istri terduga teroris Dian Adi Priyana, menyaksikan penangkapan suaminya. Pagi itu, sekira pukul 07.30 WIB, terduga teroris Dian Adi Priana, yang disebut polisi terkait dengan jaringan Abdullah Omar, sedang mengantar istri dan dua anaknya dengan mengendarai motor. Di dekat SDN 3 Cipondoh, sekitar 50 meter dari rumah kontrakannya, motornya diberhentikan secara paksa oleh Tim Densus 88. Setelah dihentikan paksa, kemudian motornya dibelokkan ke arah got, lalu salah seorang anggota Densus 88 menodongkan senjata ke Dian. Anggota Densus lainnya menyeretnya dari motor, memukul, menendang dan menginjak-injaknya sampai mulutnya berdarah.

Sampai di sini, semua yang disaksikan dan dilaporkan oleh Ummu Yasmin kepada wartawan VOA-Islam adalah peristiwa (terlihat, terukur). Penulis telah menanggalkan banyak kosa kata adjective yang dikuatirkan akan mengganggu karena dianggap bombastis, berlebihan, dramatisasi, bahkan provokasi dan penyebar kebencian (hate speech). Kata-kata yang dihilangkan itu misalnya “dengan kasar”“biadab”“aniaya”“tak , , , manusiawi”“dengan kejinya” , . Peristiwa tersebut dilakukan oleh Densus 88 di depan istri dan dua anak Dian yang bernama Azzam (4,5) dan Syamil (1,5). Diceritakan oleh Yasmin, kedua anak balita itu juga mendapatkan perlakuan sama seperti ayah mereka. Azzam terluka karena motor terjatuh ke got , dan terus menangis melihat perlakuan Densus terhadap ayahnya. Syamil yang baru berumur 1,5 tahun direnggut oleh tim Densus 88, pelipisnya legam. Puluhan petugas kemudian mengangkut Ummu Yasmin dan kedua anaknya ke mobil Avanza warna putih, sementara Dian dinaikkan ke mobil lain warna hitam. Dari dalam mobil, Yasmin mendengar teriakan takbir dari Dian (Yasmin menduga Dian disiksa oleh anggota Densus 88). Anggota Densus 88 kemudian mengambil lakban dari mobil yang ditumpangi Yasmin dan kedua anaknya. “Dengan lakban itulah mulut suami saya dibungkam, mungkin karena mereka membenci suara takbir,” ujar Ummu Yasmin kepada voa-islam.com, Senin (15/11/2011).

Penulis menengarai bahwa berita semacam ini “tidak seksi” bagi media mainstream. Media mainstream terbiasa menunggu kabar dari narasumber andalan, yakni kepolisian. Kalau sudah ada statement resmi dari polisi, ada jumpa pers, ada claim, bahwa Densus 88 berhasil menangkap lagiseorang tersangka teroris, barulah media memberitakannya. Narasumber saksi mata yaitu Yasmin sang istri, tidak relevan dan tidak penting bagi banyak media. Ini suatu bentuk pengkhianatan pada standar jurnalistik tentang wawancara. Saksi mata –bersama korban dan pelaku- adalah narasumber primer yang derajatnya jauh lebih tinggi daripada narasumber otoritatif (kepolisian, pemerintah, parpol, dll). Penulis juga menduga-duga bahwa insiden itu cuma ‘selingan’ atau ‘camilan’ menjelang kedatangan Obama di Denpasar. Setidaknya Densus 88 melakukan sesuatu pada hari-hari menjelang kedatangan ‘sang tuan’ (AS memberi bantuan cukup signifikan bagi program-program Kepolisian RI berkaitan dengan gerakan “anti-teroris”). Aksi ini bisa saja untuk menunjukkan bahwa dana dipergunakan dengan sebaik-baiknya. Selalu ada yang ditangkap. Memang ada tudingan bahwa Dian adalah anggota teroris jaringan Abdullah Omar alias Zulfikar yang memiliki senjata api, namun Ummu Yasmin meragukan tudingan itu. Sebagai istri Dian, ia tak pernah melihat atau mengetahui adanya senjata api di tangan suaminya. Sekali lagi, kesaksian ini mestinya menjadi pertimbangan. Meskipun penulis setuju dengan ajakan agar wartawan tak mengumbar adejctive atau kata-kata sifat yang bersifat bombastis dan dramatis (seperti banyak digunakan oleh media Islam), namun penulis akan lebih mengutamakan menganalisis kebenaran fakta beritanya. Peristiwa tersebut di atas benar-benar terjadi. Pertanyaannya sekarang: kemana Dian sekarang? Sedang diapakan dia?

Mengapa media massa lain tidak menelusuri kelanjutan aksi Densus 88 itu? Seorang pengamat media di AS, Glenn Greenwald, menulis pada tahun 2010, bahwa “Terroism: the most meaningless and manipulated word” Dia mempertanyakan . mengapa Joseph Stack, warga AS yang menabrakkan pesawatnya ke gedung IRS di Texas, tak disebut teroris oleh media massa. Jawaban yang dia dapatkan dari rekan-rekan media di negaranya adalah: “Karena Stack bukan Muslim. Karena dia warga negara Amerika.” Greenwald penasaran luar biasa, karena berdasarkan penelitiannya atas motif dan cara Stack menabrak gedung pemerintah, yang dilakukan Stack “ fits all the official criteria of terrorism” (memenuhi kriteria definisi “terorisme” dari dokumen resmi pemerintah AS). Pengamat lain, Jon Pahl, melaporkan, di Michigan juga ada kelompok yang menamakan diri Hutaree, artinya ‘prajurit kristen’, yang beroperasi layaknya teroris. Kelompok ini tidak hanya menimbun senjata dan melakukan latihan yang mirip modus operandi Al-Qaeda, tapi bahkan merakit alat-alat peledak dari bahan-bahan seperti yang digunakan para teroris di Irak. FBI menggerebeg mereka. Hutaree secara terangterangan mengaku mengincar para penegak hukum untuk dibunuh dan menyatakan perang terhadap pemerintah AS. Perilaku mereka ini mirip perilaku mereka yang di-label-i “teroris” oleh media. Namun untuk kelompok Hutaree, media dan pemerintah AS menyebutnya “militan kristen” bukan “teroris” , . Sebagaimana di Indonesia, kritik para pengamat di AS atas ketidakadilan media massa memperlakukan manusia-manusia yang berbeda, hanya muncul di media online yang sifatnya pribadi atau golongan. Media mainstream tidak tertarik memuat kabar seperti itu. Maka benarlah, bahwa kata ‘teroris’ dan ‘terorisme’ adalah kata yang paling sering dimanipulasi dan paling kehilangan makna.
www.indonesianmediawatch.wordpress.com
Edisi 117 | Desember 2011 |

18

| Warta BAZ

19

tafakkur

Berharap Bertemu di Surga

Pisang
K
Buah Beruntung

ita suka pisang sebab enak dan berkhasiat. Kelak, di surga, pisang bisa pula kita temui. Hanya saja, pisang di surga tak bisa kita sebandingkan dengan yang di dunia. Maka, alangkah bahagia jika kita ‘dekat’ dengan pisang di dunia dan apalagi di surga. Berikut ini alasan mengapa kita patut berharap bertemu pisang di surga. Pertama, secara umum, lewat ayat pertama yang Allah wahyukan kepada Nabi SAW, kita diminta selalu membaca ayat-ayat Allah, baik yang tertulis maupun yang tak tertulis (lihat QS Al‘Alaq [96]: 1). Kedua, secara umum, kita diminta jangan seperti orang kafir, “yaitu orang-orang yang matanya dalam keadaan tertutup dari memerhatikan tanda-tanda kebesaran-Ku” (QS Al-Kahfi [18]: 101). Ketiga, secara umum, kita diminta bahwa “Hendaklah manusia itu memerhatikan makanannya” (QS ‘Abasa [80]: 24). Keempat, secara khusus –ternyata- pisang tergolong ‘beruntung’ karena termasuk nama buah yang disebut Al-Qur’an. Pisang disebut bersama-sama kurma, anggur, zaitun, dan delima.“Dan Dialah yang menurunkan air hujan dari langit, lalu kami tumbuhkan dengan air itu segala macam tumbuh-tumbuhan. Maka Kami keluarkan dari tumbuh-tumbuhan itu tanaman yang menghijau, Kami keluarkan dari tanaman yang menghijau itu butir yang banyak; dan dari mayang kurma mengurai tangkai-tangkai yang menjulai, dan kebun-kebun anggur, dan (Kami keluarkan pula) zaitun dan delima yang serupa dan yang tidak serupa. Perhatikanlah buahnya di waktu pohonnya berbuah, dan (perhatikan pulalah) kematangannya. Sesungguhnya pada yang demikian itu ada tanda-tanda (kekuasaan Allah) bagi orang-orang yang beriman” (QS AlAn’aam [6]: 99). Kelima, secara khusus, pisang termasuk buah yang tersedia di surga. Saat Al-Qur’an memberikan gambaran tentang isi surga di QS Al-Waaqi’ah [56]: 10-40, pisang termasuk yang disebut secara eksplisit sebagai salah satu ‘warga’nya. “Dan pohon pisang yang bersusunsusun (buahnya)” (QS Al-Waaqi’ah [56]: 29).

Bergizi, Berkhasiat
‘Siapa’-kah pisang itu? Informasi yang memadai –antara lain- bisa kita baca di www. harunyahya.com. Berikut ini petikannya. Al-Qur`an menyebut pisang sebagai salah satu buah-buahan surga, seperti yang bisa kita baca di QS Al-Waaqi’ah [56]: 10-40, terutama pada ayat 29. Seperti semua karunia Allah lainnya, pisang yang dinikmati penghuni surga tentu jauh lebih sempurna dari pisang yang sekarang ada di dunia. Pisang-pisang di surga tidak akan busuk dan memiliki rasa serta wewangian yang tidak mungkin kita bayangkan sekarang. Namun, di dunia ini, Allah sudah menciptakan sejenis buah

yang sangat mirip dengan yang ada di surga dan telah menyediakannya untuk kita. Pisang, buah yang sangat bergizi, terdiri atas air (75%), protein (1.3%) dan lemak (0.6%). Tiap buah pisang juga mengandung karbohidrat dan potassium dalam jumlah cukup. Di samping menolong menyembuhkan banyak penyakit, pisang sangat dianjurkan untuk penyembuhan demam, gangguan sistim kerja pencernaan, kejang-kejang, dan terkilir. Tingginya jumlah potassium yang dikandungnya (0.24%) memfasilitasi pembuangan ampas dari tubuh. Pisang menurunkan tekanan darah dan digunakan untuk penyembuhan beragam alergi. Potassium berfungsi bersama sodium, meningkatkan pertumbuhan sel dan otot, dan mengatur ekuilibrium air dan detak jantung. Setiap perubahan pada keseimbangan sodium-potassium dapat mandatangkan ketidakteraturan pada sistim kerja saraf dan otot. Itulah sebabnya, orang harus menjaga ekuilibrium potassium tubuh. Di samping itu, kekurangan potassium dapat berakibat pada edema (penumpukan air berlebihan di suatu organ tubuh) dan menurunkan jumlah sirkulasi gula di dalam darah. Maka, keseimbangan ini perlu tetap dijaga. Ada catatan, bahwa kekurangan vitamin B6 dapat mengakibatkan letih, memengaruhi kemampuan berkonsentrasi seseorang, insomnia, anemia, penyakit kulit, dan lain-lain. Sementara, pisang kaya vitamin B6. Pisang memainkan peran penting dalam menggugah reaksi-reaksi unsur kimia dari protein dan asam amino dan merupakan alat penting untuk menjaga otak berfungsi normal. Unsur-unsur kimiawi ini meningkatkan produksi sel darah merah, menjaga keseimbangan kimia dalam cairan tubuh, membantu produksi energi, dan memberikan kemampuan bertahan terhadap tekanan (stres). Karbohidrat berfungsi sebagai enzim penolong dalam proses metabolisme lemak dan protein. Selain itu, pisang menyembuhkan banyak jenis penyakit anemia (kekurangan

sel darah merah dalam darah atau dalam kadar hemoglobin penderita), instrumen dalam pembangunan sel dan otot, memelihara keseimbangan cairan tubuh, dan menyembuhkan penyakit-penyakit pada jantung. Sungguh, Allah telah menciptakan pisang -buah bermanfaat- dan menjuruskan perhatian kita pada manfaatnya. Maka, atas nikmat ini, hendaklah kita tak termasuk manusia yang “Sangat zalim dan sangat mengingkari (nikmat Allah)” (QS Ibrahim [14]: 34). Demikian, Harun Yahya menutup kajiannya.

Berjumpa, InsyaAllah!
Dari pisang kita mendapatkan pelajaran. Pertama, sebagaimana ciptaan Allah yang lain, pisang juga hebat. “Yang membuat segala sesuatu yang Dia ciptakan sebaik-baiknya ….. (QS As-Sajdah” [32]: 7). Kedua, jangan biarkan ‘fenomena’ pisang berlalu tanpa iman kita bertambah karenanya. “Perhatikanlah, betapa Kami mendatangkan tanda-tanda kebesaran Kami silih berganti agar mereka memahami(nya)” (QS Al-An’aam [6]: 65). “Ini adalah sebuah Kitab yang Kami turunkan kepadamu penuh dengan berkah supaya mereka memerhatikan ayat-ayatnya dan supaya mendapat pelajaran orang-orang yang mempunyai pikiran” (QS Shaad [38]: 29). Ketiga, setelah berkesempatan membaca ayat Allah –tertulis dan yang tak tertulis- maka janganlah kita mengingkari-Nya. “Perhatikanlah, bagaimana Kami berkali-kali memerlihatkan tanda-tanda kebesaran (Kami), kemudian mereka tetap berpaling (juga)” (QS AlAn’aam [6]: 46). Jadi, untuk selanjutnya, di setiap kita ‘bertemu’ dengan pisang, hadirkanlah bayangan bahwa lantaran Allah ridha dengan semua amal shalih kita, maka kelak –insyaAllah- kita akan dipertemukan lagi dengan pisang; di surga! [] Abdullah Al-Madury
Edisi 117 | Desember 2011 |

20

| Warta BAZ

21

kisah

Cerita Janna yang Memesona
Hidayah Allah itu mahal. Untuk itu, di hampir �ap saat, kita berdoa agar hidayah (petunjuk) Allah dan taufiq (pertolongan)-Nya selalu bersama kita. Hidayah perlu kita rawat, antara lain dengan suka memerha�kan kisah-kisah atau pengalaman ruhani orang lain.
Saya ingin tahu arti kata-kata dalam adzan, apa maknanya,” tutur Janna mengenang ketika kali pertama mendengar adzan. Dan, semua itu terjawab bertahun-tahun kemudian. Dulu, Janna tipikal orang yang sangat takut dengan hal-hal yang berhubungan dengan kematian. Ia selalu menghindari perbicangan tentang kematian dan tidak pernah menghadiri acara pemakaman. Tapi semuanya berubah ketika ia menyaksikan sendiri proses kematian di depan matanya. “Paman saya menghembuskan napas terakhirnya di hadapan saya. Pengalaman itu mengubah saya. Saya mulai merasa bahwa kehidupan ini tidak seperti yang ada dalam pikiran saya. Kita menginvestasikan banyak tenaga dan waktu untuk banyak hal yang bisa lenyap begitu saja dalam hitungan detik,” tutur Janna. Setelah menyaksikan proses kematian pamannya, Janna hampir tak bisa tidur tenang. Ia menjalani masa-masa dimana ia terbangun tiga kali dalam semalam, hanya untuk melihat apakah ayah dan ibunya masih hidup. Setelah belajar Islam, Janna tahu apa penyebab ketakutannya pada hal-hal yang berkaitan dengan kematian. “Saya selalu merasa takut pada kematian karena saya berpikir bahwa kematian adalah akhir dari segalanya,” ujar Janna. Sedangkan dalam Islam, kematian hanya pemutus kehidupan di dunia untuk melanjutkan kehidupan yang lebih kekal di akhirat. Janna bilang: “Ketakutan (akan kematian) itu membuat saya makin bersemangat untuk mencari tahu tentang Islam. Saya sudah mempelajari agama-agama lainnya, tapi saya belum menemukan kebenaran apapun dalam

Adzan dan Kematian
Situs www.eramuslim.com 15/9/2011 menurunkan sebuah kisah nan memikat tentang seorang wanita Yunani -tapi lahir di Jerman- bernama Janna. Berikut ini, petikannya. Keluarga Janna adalah penganut Kristen ortodok yang sangat taat. Kedua orang tuanya memastikan semua anak-anaknya, termasuk Janna, dididik dan dibesarkan dengan ajaran Kristen. Mereka selalu pergi berlibur bersamasama. Ketika berusia antara 12-13 tahun, Janna -dan keluarganya- berlibur ke Uni Emirat Arab. Inilah periode paling berkesan bagi Janna, karena liburan itu yang kemudian menuntunnya pada Islam. Janna mengenang. Sepekan pertama, dia dan keluarganya berkeliling Uni Emirat Arab. Suatu hari, di sebuah Jum’at, mereka sedang dalam perjalanan menuju Pasar AlSouq. Tiba-tiba terdengar adzan dan Janna melihat orang-orang di sekitarnya langsung menghentikan aktivitasnya. Mereka yang sedang mengendarai mobil berhenti, menggelar sajadah, lalu menunaikan shalat meski di pinggir jalan. “Suara adzan mengubah sesuatu dalam diri saya. Subhanallah! Saya tidak tahu apa itu. Tapi, setelah itu saya merasa ada perubahan dan perubahan itu mengendap dalam diri saya.

agama-agama itu atau kebenaran yang membuat saya benar-benar yakin.” Janna benar-benar yakin dengan Islam ketika membaca biografi Muhammad SAW, yang mengingatkannya pada apa yang pernah dia ketahui dan pernah dia baca tentang Yesus (Nabi Isa a.s.). “Dan saya terus membaca dan membaca. Figur ini (Nabi Muhammad SAW) adalah orang yang mulia dengan karakter dan kepribadian yang sangat mengagumkan. Saya kira, saya tidak pernah menemukan orang seperti ini sebelumnya,” papar Janna. Setelah membaca biografi itu, Janna yakin bahwa dia harus menghapus semua yang dia tahu tentang Islam yang selama ini dia peroleh karena ternyata itu salah. Janna lalu memulai kembali pencariannya. Tidak butuh waktu lama bagi dia untuk mengetahui bahwa Islam-lah kebenaran itu dan tidak ada satu agamapun di dunia ini yang bisa menandinginya. “Ketika saya mulai membaca buku-buku tentang Islam, saya menemukan semua jawaban yang tidak saya temukan dalam agama saya sendiri,” simpul Janna. Meski sudah merasa yakin dengan Islam, Janna masih takut untuk bersyahadat karena ia tahu orang tua dan keluarganya tidak akan pernah menerima Islam. “Jika mereka tahu tentang hal ini, hidup saya akan berubah secara dramatis,” kata Janna. Dia lalu bertemu Noha -muslimah asal Mesir- di Jerman. “Noha banyak membantu saya, karena saya berjumpa dengannya tepat ketika saya mulai berdoa agar saya segera menemukan kebenaran dan memiliki keberanian atas apa yang sedang saya lakukan,” ungkap Janna. Janna dan Noha sering bertemu serta berdiskusi tentang Islam. Noha menjelaskan semua hal tentang Islam dan menjawab semua pertanyaan Janna yang muncul karena dia yakin bahwa agamanya salah dan dia tidak mau hidup dalam kesalahan.

Sekitar satu setengah bulan Janna memikirkan tentang kebenaran yang diketahuinya. Diapun memutuskan masuk Islam. Janna mengucapkan dua kalimat syahadat di asrama mahasiswi di Jerman. Awalnya, hanya ada Noha dan Janna di ruangan. Tapi, lalu banyak mahasiswa yang yang tahu ada seseorang yang akan masuk Islam. Ruangan itu akhirnya dipenuhi 20 orang yang menjadi saksi keislaman Janna. “Alhamdulillah, hari itu, saya mengucapkan syahadat. Saya tidak akan pernah melupakannya. Saya pun tidak akan pernah melupakan kali pertama saya menunaikan shalat,” pungkas Janna.

Hidayah, Alhamdulillah!
Kisah Janna di atas bisa menggambarkan ‘misteri’ hidayah Allah. Cermatilah! “Barangsiapa yang Allah menghendaki akan memberikan kepadanya petunjuk, niscaya Dia melapangkan dadanya untuk (memeluk agama) Islam. Dan, barang-siapa yang dikehendaki Allah kesesatannya, niscaya Allah menjadikan dadanya sesak lagi sempit, seolah-olah ia sedang mendaki ke langit. Begitulah Allah menimpakan siksa kepada orang-orang yang tidak beriman” (QS AlAn’aam [6]: 125). “Sesungguhnya kamu tidak akan dapat memberi petunjuk kepada orang yang kamu kasihi, tetapi Allah memberi petunjuk kepada orang yang dikehendakiNya, dan Allah lebih mengetahui orangorang yang mau menerima petunjuk” (QS Al-Qashash [28]: 56). “Dia memberi petunjuk kepada siapa yang dikehendaki-Nya ke jalan yang lurus” (QS Al-Baqarah [2]: 142). Jadi, teruslah berharap pertolongan dan hidayah Allah. “Billahit-Taufiq wal Hidayah” [] . Abdullah Al-Madury
Edisi 117 | Desember 2011 | 23

22

| Warta BAZ

tips sehat

Jangan Abaikan (Hipotensi)

Tekanan Darah Rendah

T

ekanan darah adalah kekuatan darah bersirkulasi dalam pembuluhpembuluh darah. Tekanan darah ditentukan oleh dua faktor: 1. Jumlah darah yang dipompa oleh bilik kiri jantung ke dalam arteri-arteri. 2. Tahanan (resisten) pada aliran darah yang disebabkan oleh dinding-dinding dari arterioles (arteri-arteri yang lebih kecil). Tekanan darah tinggi terjadi jika lebih banyak darah yang dipompa ke dalam arteri-arteri atau jika arteriol-arteriol sempit dan kaku. Sedangkan tekanan darah rendah terjadi jika lebih sedikit darah yang dipompa ke dalam arteri-arteri atau jika arteriolarteriol lebih besar dan lebih lentur. Tekanan darah dinyatakan dengan tekanan darah sistolik/diastolic. Tekanan darah sistolik (angka yang di atas) adalah tekanan darah di arteri-arteri ketika otot jantung berkontraksi dan memompa darah ke dalamnya. Tekanan darah diastolik (angka yang di bawah) adalah tekanan darah di arteri-arteri ketika otot jantung mengendur (relax) setelah ia berkontraksi. Tekanan darah sistolik untuk kebanyakan kaum dewasa sehat antara 90 dan 120 milimeter air raksa (mm Hg). Tekanan darah diastolik normal antara 60 dan 80 mm Hg. Tekanan darah rendah (hipotensi) adalah aliran darah melalui arteri-arteri dan vena-vena terlalu rendah (90/50) sehingga organ-organ tubuh (otak, jantung, dan ginjal), kekurangan oksigen dan nutrisi yang dapat menyebabkan kerusakan organ

secara permanen. Oleh karena itu jangan mengabaikan tekanan darah rendah karena bisa menjadi masalah serius. Sebaiknya jagalah tekanan darah dalam batas normal. Penyebab tekanan darah rendah antara lain: pola makan buruk sehingga tubuh kekurangan nutrisi, beberapa jenis obat ( beta blockers untuk tekanan darah tinggi), dehidrasi (muntah dan diare yang berkepanjangan), pendarahan, peradangan yang berat, penyakit jantung (otot jantung lemah, denyut jantung lambat), alkohol dan narkotik. Tekanan darah yang terlalu rendah tidak baik dan dapat membahayakan jiwa. Hipotensi akan menjadi masalah jika penderita awalnya sangat sehat dan terjadi pada usia dewasa

• Pada waktu tekanan darah tidak mencukupi untuk menyerahkan darah yang cukup ke organ-organ tubuh maka organ-organ tidak dapat bekerja dengan baik dan kemungkinan rusak secara permanen. • Jika tidak cukup darah mengalir ke otak, sel-sel otak tidak menerima cukup oksigen dan nutrisi sehingga timbul gejala kepala yang ringan, pusing bahkan pingsan. • Jika tidak cukup darah mengalir ke ginjal, maka ginjal tidak optimal melakukan pembuangan-pembuangan dari tubuh (kenaikan-kenaikan blood urea nitrogen /BUN dan creatinine). • Jika tidak cukup darah mengalir ke arteri-arteri koroner (arteri-arteri yang menyuplai darah ke otot jantung), timbul gejala nyeri dada (suatu gejala dari angina) atau bahkan serangan jantung. • Jika tekanan darah tertalu rendah dapat menimbulkan shock, yaitu kondisi organorgan seperti ginjal, hati, jantung, paru, dan otak gagal secara cepat.

Perawatan Tekanan Darah Rendah
Tekanan darah rendah tanpa gejala atau kerusakan organ tidak memerlukan perawatan. Semua pasien dengan gejalagejala tekanan darah rendah harus dievaluasi oleh dokter. Oleh karena itu, periksalah ke dokter untuk mendapatkan terapi yang tepat. Penyebab dari tekanan darah rendah harus diindentifikasi karena perawatan tergantung pada penyebabnya. Contohnya, jika obat menyebabkan tekanan darah rendah, dosis dari obat harus dikurangi atau pengobatan dihentikan. • Postural hypotension dapat dirawat dengan meningkatkan masukan air, garam, dan minuman yang mengandung kafein karena kafein menyempitkan pembuluh-pembuluh

Gejala-Gejala Tekanan Darah Rendah.
• Perubahan posisi tubuh dari duduk atau berbaring ke posisi berdiri seringkali menimbulkan gejala-gejala tekanan darah rendah, yaitu kepala terasa ringan, pusing, atau dapat menimbulkan pingsan. Tekanan darah rendah akibat perubahan posisi tubuh disebut orthostatic hypotension.

darah. Menggunakan compression stockings untuk menekan vena-vena kaki dan mengurangi pengumpulan darah di vena-vena kaki. Pola makan yang sehat (konsumsi makanan rendah karbohidrat dan perbanyak makan sayur, buah dan lauk). Menghindari alkohol karena alkohol menyebabkan dehidrasi dan menurunkan tekanan darah. Ubah posisi tubuh secara perlahan (dari posisi duduk/tidur ke berdiri). Sebelum bangun tarik nafas dalam-dalam selama beberapa menit kemudian duduk perlahan sebelum berdiri. Untuk melawan efek gravitasi, cobalah tidur dengan sedikit mempertinggi kepala. Jika mulai mengalami gejala saat berdiri, silangkan paha dalam posisi seperti gunting dan tekan, atau letakkan salah satu kaki di pinggir kursi dan condongkan badan ke depan sejauh mungkin. Gerakan ini mendorong darah bergerak dari kaki ke jantung. • Dehidrasi dirawat dengan cairan-cairan dan mineral-mineral (elektrolit-elektrolit), untuk yang ringan secara oral, sedangkan yang berat dengan intravena. • Pendarahan perlu dirawat segera dengan cairan intravena dan transfusi darah. • Septic shock dirawat dengan cairancairan intravena dan antibiotik-antibiotik. • Obat tekanan darah atau diuretics disesuaikan, diganti, atau dihentikan oleh dokter jika menyebabkan gejala tekanan darah rendah. • Heart block dirawat dengan pemacu jantung. Perawatan tekanan darah rendah tersebut di atas hanyalah sebagai contoh saja karena masih ada beberapa jenis penyakit yang menyebabkan terjadinya tekanan darah rendah. Agar tekanan darahnya menjadi normal kembali, penyakitnya yang harus diterapi terlebih dahulu. Yuli Achtien
Edisi 117 | Desember 2011 |

24 |

Warta BAZ

25

uang dan saya

rumah dan membacanya, sejak halamanhalmaan awal saya benar benar terinspirasi dengan buku berjudul “Memoar Pendiri Grup Hero-Perintis Ritel Modern Indonesia” ini. Banyak hal diceritakan dalam buku ini mulai rintisan bisnis toko kelontong gerobak kaki lima, jadi toko kelontong kecil, perkenalan dengan Mr Charles Turton si ekspatriat yang menginspirasi pendirian minimarket pertama, jatuh bangun dan aneka kesulitan yang dihadapi masa-masa awal dan sebagainya. Yang sangat menarik, dalam setiap bagian tulisan, ada nuansa cinta luar biasa Nurhajati -si penulis, kepada mendiang MS Kurnia, suaminya. Nuansa cinta mendalam itulah yang selalu memberi spirit dan inspirasi dua sejoli ini untuk membangun Hero

He Loves You So Much

S

Oleh: Iman Supriyono

uatu petang selepas isya pada tahun 2006. Ketika itu sebenarnya saya tidak sengaja membeli buku inspiratif ini. Saya sedang menemani istri berbelanja barang-barang keperluan rumah di sebuah gerai Giant tidak jauh dari rumah kami di Surabaya. Saat seluruh kebutuhan telah masuk keranjang dan datang ke kasir untuk membayarnya, di depan mata terpampang setumpuk buku warna hijau cantik. Karena Giant bukan toko buku, maka sebenarnya bisa dibilang buku ini “salah kamar” Tetapi . melihat judulnya, saya langsung tertarik untuk memasukkannya ke keranjang belanjaan. Mengapa menarik? Tidak lain karena buku ini ditulis oleh Nurhajati Kurnia? Siapa itu? Apa hubungannya dengan Giant? Tidak lain adalah karena Nurhayati bersama suaminya, mendiang MS Kurnia, telah berjibaku merintis grup Hero-Giant sebagai ritel modern pertama di Indonesia. Begitu sampai di

hingga seperti saat ia menulis buku ini. Memberi kekuatan di saat menghadapi kesulian. Memberi kelembutan di saat menghadapi kerasnya dunia bisnis. Cinta yang mendalam dalam sebuah ikatan keluarga maupun perusahaan. Buku ini seolah juga menjadi prasasti cinta Nurhajati kepada MS Kurnia yang telah terlebih dahulu menghadap-Nya.

Awal Nopember 2011 saya menceritakan peristiwa itu pada seorang sahabat. Saya ceritakan juga bagaimana liku-liku perjalanan membangun cinta selama 18 tahun ini. Dari nol karena memang kami tidak pernah pacaran sampai kondisi yang saya sangat bangga seandainya ditanya kembali oleh Pak Penghulu itu saat ini. Perjalanan membangun cinta seiring dengan perjuangan kami membangun bisnis yang juga berawal dari nol. Jalan terjal, naik turun, panas oleh sengatan matahari, dingin oleh hembusan embun malam, semua terlalui dengan indah. “Mbak Anni, He loves you so much!” , itulah komentar spontan sahabat ini demi mengetahui “kisah asmara” saya. Sebuah pernyataan yang membuat saya merasa seperti pasangan Nurhajati-MS Kurnia dengan Hero Supermarketnya. Memang apa yang telah kami hasilkan masih jauh dibandingkan dengan Hero Supermarket dan grupnya yang pada akhir 2010 beraset 3,1 Trilyun lebih. Saya juga jauh lebih muda dibandingkan Nurhajati atau MS Kurnia. Tetapi nuansa cinta yang tertangkap dari tulisan penuh inspirasi Nurhajati juga kami rasakan. Perjuangan membangun perusahaan bagi sepasang suami istri entrepreneur yang merintis bisnis dari nol

Strategic Finance Specialist pada SNF Consulting, www.snfconsulting.com

Iman Supriyono,

memang bukan sekedar perjungan fisik. Bukan sekedar perjuangan memupuk asset rupiah demi rupiah. Lebih dari itu, perjuangan membangun asset juga sekaligus perjalanan indah membangun cinta sebagai energi utama dalam menghadapi liku-liku bisnis. Membangun kebersamaan untuk menggapai ridha-Nya. Jika cinta Nurhajati-MS Kurnia berbuah sebuah perusahaan yang menjadi lahan nafkah bagi belasan ribu keluarga, cinta Anda dengan pasangan Andapun bisa. Cinta kami -saya dan istri- juga bisa. Keluaga entreprenur yang penuh keyakinan. Keyakinan cinta! Semoga setelah perjalanan indahnya genap 18 tahun, cinta itu akan makin kokoh hingga negeri abadi. Mbak Anni, He loves you so much! []

••••
“Saudara Iman apa sudah benar benar cinta dengan Saudari Anni?” tanya Pak , Penghulu pada suatu pagi segar. Kalender saat itu menunjukkan angka 8 bulan Nopember tahun1993. Yang ditanya adalah mempelai pria yang tidak lain adalah saya sendiri. “Belum Pak” jawab saya apa adanya. , “Lho belum cinta kok mau menikah?” “Ya Pak, kami menikah bukan karena cinta. Kami menikah tanpa pacaran. Kami menikah karena ingin cinta-Nya” begitulah kurang lebih , dialog sebelum sebuah ikatan suci dinyatakan sah oleh para saksi pagi itu.
Edisi 117 | | Oktober 2011 | Edisi 115 Desember

26 |

Warta BAZ

27

cermin

‘Banjir Nuh’

Berita Dunia Bernama

S

iapa yang tak kenal Nabi Nuh a.s.? Siapa yang tak bergetar ‘menyaksikan’ banjir dahsyat yang menenggelamkan para pengingkar Allah?

Semua Bicara
Banjir Nuh disebutkan di hampir seluruh kebudayaan. Al-Qur’an termasuk yang paling lengkap menguraikan tentang keengganan umat Nuh terhadap nasihat dan peringatannya serta peristiwa banjir super-hebat itu. Nuh diutus untuk mengingatkan mereka yang telah meninggalkan ayatayat Allah dan menyekutukan-Nya. Nuh mengajak mereka menyembah Allah. Meski Nuh telah berkali-kali menasihati serta mengingatkan akan kemurkaan Allah, mereka tetap menolak dan terus menyekutukan-Nya. Di QS Al-Mu’minuun [23]: 23-26, perkembangan peristiwa itu dilukiskan: “Dan sesungguhnya Kami telah mengutus Nuh kepada kaumnya. Lalu ia berkata: ‘Hai kaumku, sembahlah oleh kamu Allah, (karena) sekali-kali tidak ada Tuhan bagimu selain Dia. Maka mengapa kamu tidak bertaqwa (kepada-Nya)’.”? (QS AlMu’minuun [23]: 23). “Maka pemuka-pemuka orang yang kafir di antara kaumnya menjawab: ‘Orang ini tidak lain hanyalah manusia seperti

kamu, yang bermaksud hendak menjadi seorang yang lebih tinggi dari kamu. Dan kalau Allah menghendaki, tentu Dia mengutus beberapa malaikat. Belum pernah kami mendengar seruan (seruan yang seperti) ini pada masa nenek moyang kami yang dahulu. Ia tidak lain hanyalah seorang laki-laki yang berpenyakit gila, maka tunggulah (sabarlah) terhadapnya sampai suatu waktu’.” (QS Al-Mu’minuun [23]: 24-25). (Tampak –di saat itu- elit menuduh Nuh mencari keuntungan pribadi seperti status, kekuasaan, dan kekayaan. Mereka mencitrakan Nuh “aneh” lantas , memutuskan untuk membiarkannya sementara waktu sambil menekannya). “Nuh berdoa, ‘Yaa Tuhanku, tolonglah aku karena mereka mendustakanku’.” (QS Al-Mu’minuun [23]: 26). Pertolongan yang diinginkan Nuh kepada Allah ialah membinasakan kaumnya sehabis-habisnya. Lihatlah QS Nuh [71]: 26: “Nuh berkata: ‘Yaa Tuhanku, janganlah Engkau biarkan seorangpun di antara orang-orang kafir itu tinggal di atas bumi’. Allah menyampaikan ke Nuh bahwa mereka yang menolak kebenaran dan melakukan kesalahan akan dihukum dengan ditenggelamkan. Sementara, yang beriman akan diselamatkan. Allah memerintahkan Nuh untuk “menaikkan ke atas perahu pasanganpasangan dari setiap jenis, serta keluarganya, kecuali mereka yang menentang wahyu” . Air yang sangat deras lalu muncul dan menyembur dari dalam tanah, dibarengi hujan sangat lebat yang menyebabkan banjir dahsyat. Seluruh manusia ditenggelamkan, termasuk “anak laki-laki” Nuh yang semula berpikir bahwa dia bisa selamat dengan berlindung ke gunung terdekat. Semua tenggelam kecuali yang naik

Perahu Nuh. Ketika air surut, perahu ‘berlabuh’ di Bukit Judi (baca QS Huud [11]: 44). Bukit Judi terletak di Armenia sebelah selatan, berbatasan dengan Mesopotamia. Studi arkeologis, geologis, dan historis menunjukkan bahwa peristiwa itu terjadi sebagaimana yang diceritakan Al-Qur’an. Banjir tersebut juga digambarkan secara hampir serupa pada banyak catatan peradaban masa lalu dan dalam banyak dokumen sejarah, meski ciri-ciri dan namanama tempat beragam. Intinya, “semua yang terjadi pada manusia yang salah” disajikan untuk manusia saat ini sebagai peringatan. Menurut Harun Yahya, di samping di Perjanjian Lama dan Baru, Banjir Nuh diungkap secara serupa di catatan-catatan sejarah Sumeria dan Asiria-Babilonia, di legenda-legenda Yunani, di epik Shatapatha Brahmana dan Mahabarata dari India, di beberapa legenda Wales di Kepulauan Inggris, di legenda-legenda Lithuania, dan bahkan dalam cerita-cerita yang berakar dari Cina. Pertanyaannya, bagaimana mungkin cerita-cerita yang begitu rinci dan relevan dapat dikumpulkan dari berbagai daratan yang jauh secara geografis dan budaya, saling berjauhan sesamanya, juga dengan wilayah banjir? Jawabannya jelas: Fakta bahwa peristiwa yang sama dituturkan dalam berbagai catatan sejarah berbagai bangsa tersebut, yang kecil kemungkinan saling berkomunikasi, merupakan bukti bahwa mereka menerima pengetahuan dari sebuah sumber Ilahiyah. Tampak, Banjir Nuh telah diwartakan oleh banyak Nabi yang diutus ke pelbagai peradaban untuk memberi contoh. Dengan demikian, berita Banjir Nuh tersebar ke berbagai kebudayaan. Namun, walau banyak diriwayatkan di berbagai budaya dan sumber ajaran berbagai agama, cerita tentang Banjir

Nuh itu telah banyak berubah dan membias dari kisah aslinya karena kepalsuan sumber, kekeliruan penyampaian, atau bahkan mungkin karena tujuan yang tidak benar. Riset menunjukkan bahwa di antara sekian banyak riwayat, penggambaran paling konsisten hanya terdapat di Al-Qur’an.

Binasa, yang Ingkar
Kaum Nuh yang ingkar itu binasa ditenggelamkan. “Maka mereka mendustakan Nuh, kemudian Kami selamatkan dia dan orang-orang yang bersamanya di dalam bahtera, dan Kami tenggelamkan orangorang yang mendustakan ayat-ayat Kami. Sesungguhnya mereka adalah kaum yang buta (mata hatinya)” (QS Al A’raaf [7]: 64). “Dan sesungguhnya Kami telah mengutus Nuh kepada kaumnya, maka ia tinggal di antara mereka seribu tahun kurang lima puluh tahun. Maka mereka ditimpa banjir besar, dan mereka adalah orang-orang yang zalim” (QS Al-Ankabuut [29]: 14). Salah satu putra Nuh -yang ingkar- juga dibinasakan. “Dan bahtera itu berlayar membawa mereka dalam gelombang laksana gunung, dan Nuh memanggil anaknya, sedang anak itu berada di tempat jauh terpencil: ‘Hai anakku, naiklah (ke kapal) bersama kami dan janganlah kamu berada bersama orang-orang yang kafir’. Anaknya menjawab: ‘Aku akan mencari perlindungan ke gunung yang dapat memeliharaku dari air bah!’ Nuh berkata: ‘Tidak ada yang melindungi hari ini dari azab Allah selain Allah (saja) Yang Maha Penyayang’. Dan gelombang menjadi penghalang antara keduanya; maka jadilah anak itu termasuk orang-orang yang ditenggelamkan” (QS Huud [11]: 42-43). Semoga kita dapat meraup hikmah dari kisah ini. Untuk itu, akan jauh lebih lengkap jika kisah nyata ini kita dalami –antara lain- di www.harunyahya.com. Baca dan jangan tiru kaum yang ingkar itu, agar kita tak binasa. Subhanallah! [] Al-Faqir
Edisi 117 | Desember 2011 |

28

| Warta BAZ

29

psikologi keluarga

Resiliensi,

Mengembangkan Resiliensi
Para ahli psikologi mengintrodusir enam tahap strategi (six steps strategy) yang disebut dengan istilah “The Resiliency Wheel”(Roda Resiliensi). Tahap awal membangun resiliensi adalah dengan memperkuat hubungan-hubungan (relationship) sehingga terjadi peningkatan hubungan di antara individu dan pribadi prososial. Remaja (siswa) yang memiliki relasi atau keterikatan yang positif jauh lebih mampu menghindari perilaku beresiko dan negatif. Pergaulan yang baik akan menunjukkan perilaku dan sikap yang positif dan saling membantu, memberikan dorongan untuk belajar, saling memberikan saran dan saling menolong. Berkaitan dengan hal tersebut hal pertama yang harus dilakukan adalah menciptakan lingkungan yang memungkinkan terpeliharanya hubunganhubungan. Pendidik harus mengawali hubungan ini dengan senantiasa memberikan harapan, optimisme, dukungan kasih sayang. Tahap kedua adalah menjelaskan dan menjaga konsistensi dari batasan-batasan atau peraturan-peraturan yang berlaku. Tahap ini meliputi pengembangan dan implementasi kebijakan dan prosedur pelaksanaannya secara konsisten, serta dikomunikasikan kepada siswa, sehingga mereka mendapat gambaran yang jelas tentang harapan-harapan tingkah laku yang harus mereka penuhi. Harapanharapan tingkah laku ini disertai dengan penjelasan tentang tingkah laku beresiko dan konsekuensinya, ditulis dan dikomunikasikan dengan jelas serta dilaksanankan secara konsisten. Tahap ketiga, mengajarkan keterampilanketerampilan hidup yang meliputi kerja sama, resolusi konflik secara sehat, resistensi, keterampilan berkomunikasi, memecahkan masalah, pengambilan keputusan dan manajemen stres yang sehat. Bisa diajarkan dengan pendekatan cooperative learning melalui pengintegrasian secara alami dalam proses pembelajaran sehari-hari.

Cara Jitu Mengatasi School Stress

Anandyah Retno Cahyaningrum, S.Psi.
alumnus Psikologi Unair – peminat masalah sosial kemasyarakatan www.anandyah.com

K

ompleksitas kehidupan adalah suatu keniscayaan dalam perkembangan jaman. Stres, trauma atau resiko sebagai dampaknya, merupakan bagian dari proses hidup yang tidak dapat dielakkan. Setiap individu harus memiliki kemampuan untuk mengatasinya agar dapat survive dalam kehidupannya. Pengamatan saya beberapa bulan terakhir di sekolah menengah swasta memberikan gambaran betapa masa-masa sekolah menengah di satu sisi merupakan suatu pengalaman yang berharga bagi anak remaja, tetapi di sisi lain mereka dihadapkan pada banyak tuntutan dan perubahan cepat yang membuat mereka mengalami masa-masa yang penuh stres. Mereka dihadapkan pada pekerjaan rumah yang banyak, perubahan kurikulum yang berlangsung cepat, batas waktu tugas dan ujian, kecemasan dan kebingungan dalam menentukan pilihan karier dan program pendidikan lanjutan, membagi waktu untuk mengerjakan PR, olah raga, hobi dan kehidupan sosial. Tidak jarang, mereka juga harus berhadapan dengan situasi konflik dengan orang tua, temanteman, saudara-saudara, perhatian tentang penampilan, percekcokan dengan kelompok sebaya, termasuk percintaan dan dorongan seksual. Fenomena stres pada remaja merupakan masalah serius, yang secara psikodinamik dapat menjadi pencetus munculnya problem lain, semisal tawuran kelompok pelajar dan penyalahgunaan narkotika serta zat adiktif lainnya. Kondisi stres atau perasaan tidak nyaman yang dialami pelajar memicu terjadinya ketegangan fisik, psikologis dan perubahan

tingkah laku serta dapat mempengaruhi prestasi belajar mereka.

Paradigma Resiliensi
Dalam ilmu psikologi terdapat sebuah pandangan kontemporer mengenai paradigma resiliensi. Paradigma ini didasari oleh pandangan tentang bagaimana anak, siswa, orang dewasa dapat bangkit kembali dan bertahan dari kondisi stres, trauma dan resiko dalam kehidupannya. Resiliensi merupakan kekuatan dasar yang menjadi fondasi dari semua karakter positif dalam membangun kekuatan emosional dan psikologis seseorang. Tanpa adanya resiliensi, tidak akan ada keberanian, ketekunan, tidak ada rasionalitas, tidak ada insight. Bahkan resiliensi sangat menentukan gaya berpikir dan keberhasilan setiap anak dalam hidupnya, termasuk keberhasilannya dalam belajar. Resiliensi perlu untuk dibangun pada setiap individu agar memiliki kemampuan untuk menghadapi, mencegah, meminimalkan dan bahkan menghilangkan dampak-dampak yang merugikan dari kondisi yang tidak menyenangkan atau mengubah kondisi kehidupan yang menyengsarakan menjadi suatu hal yang wajar untuk diatasi. Bagi mereka yang resilien, resiliensi membuat hidupnya menjadi kuat. Artinya, resilien akan membuat seseorang berhasil menyesuaikan diri dalam berhadapan dengan kondisi yang tidak menyenangkan serta dapat mengembangkan kompetensi sosial, akademis sekalipun dalam kondisi stress hebat (stressfull).

Tahap empat, pemberian penghargaan, perhatian dan dorongan positif. Semua pihak harus mampu memberikan caring dan support, agar remaja (siswa) dapat mengatasi adversitasnya. Dalam situasi sulit, pendidik mampu melakukan investigasi dan intervensi dengan mengidentifikasi kekuatan-kekuatan siswa dan mengembangkan kekuatan-kekuatan siswa ini. Tahap kelima adalah memberikan atau menyampaikan harapan yang tinggi. Harapan yang tinggi dan realistis merupakan motivator yang efektif bagi siswa dan berkorelasi positif dengan motivasi dan prestasi yang tinggi. Harapan adalah tingkat dimana individu percaya bahwa kerja keras akan membuahkan pencapaian dan prestasi yang tinggi. Tahapan keenam adalah memberikan tanggung jawab dan kesempatan untuk berpartisipasi aktif, seperti kesempatan untuk memecahkan masalah, mengambil keputusan, perencanaan, bekerjasama dan menolong orang lain. Siswa diperlakukan sebagai individu yang bertanggung jawab dan mengijinkan mereka untuk berpartisipasi dalam semua aspek fungsi sekolah. Resiliensi merupakan kapasitas individu yang diperoleh melalui proses belajar dan pengalaman lingkungan. Dengan demikian peran lingkungan keluarga, sekolah dan masyarakat menjadi urgen dalam membantu perkembangan faktor protektif setiap anak. []

30

| Warta BAZ

Edisi 117 | Desember 2011 |

31

info BAZ

Penyembelihan hewan kurban di Ponorogo •

dengan 3 kg beras, 1 lt minyak goreng, 2 kaleng susu kental manis, 1 pouch kecap manis dan 1 kg gula pasir. Paket ini diharapkan dapat melengkapi kebahagiaan masyarakat kurang mampu dalam merayakan Idul Adha, meringankan beban mereka agar tak perlu lagi membeli bahanbahan pokok ini saat menikmati daging kurban. Selain itu, Wakil Sektretaris BAZ Jatim Drs. H. Kasno Sudaryanto, M.Ag bersama perwakilan BAZ kabupaten juga melakukan kunjungan ke rumah para dhuafa yang ada di desa tersebut. Meski harus melewati medan yang berat akibat hujan, semua

anyaman bambu dan rawan roboh. Di dalamnya hanya ada satu ruangan yang ia fungsikan sebagai tempat tidur sekaligus dapur.

Lebih Bermakna
Selain di daerah Ponorogo dan sekitarnya, BAZ Jatim juga menebarkan kurban di daerah lain yang rawan pangan dan gizi. Kurban tersebut berasal dari para donatur yang mengamanatkan penyebarannya kepada BAZ Jatim agar lebih bermanfaat dan bermakna. Di antaranya adalah di Dukuh Karang Anyar, Desa Blimbing, Kecamatan Mojo,

1000 Paket Santunan Idul Adha
Ditemani rintik hujan dan suhu udara yang dingin, semua pekerjaan dituntaskan dengan baik. 500 paket dibagikan kepada warga dari dua desa yang sering diidentikkan dengan sebutan kampung idiot itu. Sedangkan 500 paket sisanya dibagikan kepada warga di Kabupaten Pacitan, Madiun, Magetan, dan Kota Madiun melalui perwakilan pengurus BAZ dari masing-masing kabupaten yang turut hadir di lokasi. Paket tersebut tak hanya berisi daging kurban. Di dalamnya juga dilengkapi
Di depan rumah Mbah Gutheng (90 tahun) • yang akan direnovasi

BAZNAS-BAZ Jatim Berbagi

• Wakil Sekretaris BAZ Jatim berdialog dengan Mbah Ghuteng

kurban dari • Tebar hewan dan BAZ Jatim BAZNAS

P
32

agi itu, Senin 7/11/11, suasana di Desa Sidoharjo, Kecamatan Jambon, Kabupaten Ponorogo, terasa sangat berbeda. Kerumunan orang berkumpul di satu tanah lapang yang luas bersama ratusan warga dari Desa Sidoharjo dan Krebet. Pada hari kedua pasca-Idul Adha itu mereka bahu-membahu menuntaskan penyembelihan tiga ekor sapi sebagai kurban yang disalurkan ke BAZNAS dan BAZ Jatim.
| Warta BAZ

Mengunjungi rumah dhu afa • yang sudah direnovasi dan layak huni

anggota rombongan tetap semangat menjumpai mereka yang tinggal di bilikbilik sederhana. Di antara mereka ada yang sudah menerima bantuan dari BAZ Jatim berupa program perbaikan rumah tinggal (properti) untuk rumah yang tidak layak huni, program santunan fakir senilai Rp. 200 ribu per bulan selama setahun, dan sebagainya. Sebagian lagi sedang diagendakan penyaluran bantuan dari BAZ Jatim. Mbah Gutheng, misalnya, adalah janda tua yang hidup sebatang kara di desa tersebut. Rumahnya yang berukuran sekitar 3 x 4 meter persegi terbuat dari

Kediri, Desa Mancilan, Kecamatan Mojoagung, Jombang, Desa Argosari Tetelan, Kecamatan Senduro, Lumajang, Kelurahan Keputran Panjunan dan Medokan Semampir, Surabaya. “Dengan dukungan para donatur, BAZ Jatim akan terus berperan meringankan bahkan menuntaskan kesulitan hidup sesama. Dengan demikian, masyarakat miskin dapat menikmati bantuan dengan cara mulia, pemberi bantuan pun segera mendapat berkahnya. Dengan demikian, lengkaplah kebahagiaan kita di setiap Hari Raya Idul Adha,” tutur Kasno Sudaryanto. []
Edisi 117 | Desember 2011 |

33

info BAZ

Rp. 50 Juta
Dikucurkan untuk Bantuan Modal

P

rogram pendistribusian dana zakat secara produktif dari BAZ Jatim terus dimantapkan. Kali ini, BAZ Jatim kembali bekerjasama dengan Pimpinan Wilayah (PW) Aisyiyah Jatim untuk mendistribusikan bantuan modal bergulir bagi pelaku usaha kecil dan menengah.
Pelaku usaha kecil tersebut tersebar di berbagai daerah di Jatim yang tergabung dalam Pusat Koperasi Bueka As-Sakinah. Bantuan dana tunai senilai Rp. 50 juta itu diserahkan oleh Wakil Kepala Sekretariat BAZ Jatim, Drs. H. Sudarto

kepada Ketua Puskop Bueka As-Sakinah Dra. Nelly Asnifati pada Selasa (04/11/11) siang di Kantor BAZ Jatim. “Ini bukan pertama kali kami bekerjasama dengan BAZ Jatim. Kali ini adalah tahap kedua pencairan dana bantuan modal bergulir senilai Rp. 50 juta yang akan kami distribusikan kepada 4 kelompok di Tuban dan 1 kelompok di Ponorogo. Masing-masing kelompok berjumlah sepuluh orang sehingga setiap orang menerima bantunan senilai Rp. 1 juta,” kata Dra. Nelly Asnifati. []

Formulir Pendaftaran Donatur BAZ Jatim
Nama Tempat, Tanggal Lahir Alamat Rumah, telp Alamat Kantor, telp No. HP Jumlah donasi per bulan Mulai bulan Jenis donasi Cara pembayaran : : : : : : : : : .................................................................................................................. .................................................................................................................. .................................................................................................................. .................................................................................................................. .................................................................................................................. .................................................................................................................. .................................................................................................................. zakat infaq akad khusus ............................. Diambil di kantor Diambil di rumah Transfer bank

“Bismillahirrahmanirahim. Yaa Allah, jadikanlah ini simpanan yang menguntungkan dan jangan jadikan ini pemberian yang merugikan” Rekening Infaq Bank Syariah Mandiri Bank Jatim Rekening Zakat Bank Syariah Mandiri Bank Muamalat BNI Syariah 008 – 111 – 6666 001 – 108 – 8588

008 – 116 – 6661 701 – 099 – 6222 0707 – 0707-70

Informasi: BAZ Jatim 031-5613661

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful