salam

SUSUNAN PENGURUS BAZ JATIM SK Gubernur No.188/112/KPTS/03/2011
DEWAN PERTIMBANGAN : Gubernur Jawa Timur, Ketua Umum (MUI) Jawa Timur KOMISI PENGAWAS Ketua : Dr. H.A. Salam Nawawi, M.Ag (PWNU Jawa Timur) • Sekretaris : Drs. H.M. Syakur (Universitas Airlangga Surabaya) • Anggota-anggota : Drs. H. Sutrisno, M.Pd (Kepala Kanwil Kemenag Jatim), Drs. H. Sudjak , M.Ag (Kabiro AKKPSI IAIN Sunan Ampel), Dr. Mahmud Mustain, M. Sc (ITS Surabaya) BADAN PELAKSANA Ketua : Wakil Gubernur Jawa Timur, Wakil Ketua I : Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Timur, • Wakil Ketua II : Asisten Kesejahteraan Masyarakat, Sekretariat Daerah Provinsi Jawa Timur • Wakil Ketua III: Kepala Biro Administrasi Kemasyarakatan, (Sebagai Ketua Harian), Sekretariat Daerah Provinsi Jawa Timur • Wakil Ketua IV : H. Nur Hidayat, S.Pd, MM (Tokoh Masyarakat) • Sekretaris : Kepala Bidang Penyelenggaraan Haji, Zakat dan Wakaf, Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Jawa Timur • Wakil Sekretaris : Drs. H. Kasno Sudaryanto, M.Ag, (Pengurus Masjid Nasional Al-Akbar Surabaya) • Bendahara : Kepala Bagian pendidikan, Biro Administrasi Kemasyarakatan, Sekretariat, Daerah Provinsi Jawa Timur • Wakil Bendahara: Mierza Rahman DR, SE. (Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Jawa Timur) • Bidang-bidang : Bidang Pengumpulan • Kordinator : Kepala Sub Bagian Pembinaan, Biro Administrasi Kemasyarakatan, Sekretariat Daerah Provinsi Jawa Timur • Angota-anggota : K.H. Abdurrahman Nafis, Lc .M.Ag (Pengurus MUI Jawa Timur), Drs. H. Abi Kusno Said, MM (Tokoh Masyarakat), Drs. H. Najib Hamid (Tokoh Masyarakat) • Bidang Pengembangan, Koordinator : Kepala Bagian Agama, Biro Administrasi Kemasyarakatan, Sekretariat Daerah Provinsi Jawa Timur • Anggota-anggota : Kepala Seksi Pemberdayaan Zakat, Wakaf, Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Jawa Timur, K.H. Sholeh Hayat, S.H (Tokoh Masyarakat) • Bidang Pendistribusian, Koordinator : Kepala Sub Bagian Kelembagaan, Biro Administrasi Kemasyarakatan, Sekretariat Daerah Provinsi Jawa Timur • Anggota-anggota : Drs. H. Hafidz Bakri, MSi (Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Jawa Timur, Drs. H. Syamsul Arifin, MM (RRI Stasiun Surabaya) SUSUNAN PEGAWAI: Kepala Sekretariat: Drs. H. Kasno Sudaryanto. M.Ag • Wakil Kepala Sekretariat: H. Sudarto • Kepala Bagian Keuangan: Mierza Rachman DR, SE • Wakil Kepala Bagian Keuangan: Lutfi Nurzuhroidah, SE • Staf Administrasi dan RT: Dwindayatie, SE, Robby Cahyadi, Danang Bagus Triyono, • Kepala Bagian Pendistribusian: Kholik, A.Md • Staf Divisi Pendistribusian: Candra Asmara, SE, Syafrizal Kurniawan, Dedy Eko F. • Korrdinator Pengembangan Ekonomi: Syukron Dossy. M.EI • Staf Pengembangan Ekonomi: Masudah, S.HI, A. Rifa’i • Kepala Bagian Pengembangan dan Dakwah: Imam Fauzi, S.Th.I • Staf Pengembangan dan Dakwah: Siswi Mei, Fajar Cahyono, SE, Ak, Abdul Hamid, ST • Kepala Bagian Pengumpulan: Habib Tri W, SE • Staf Bagian Pengumpulan: Rismiati, SE, Abdullah Sugeng, Rahmat Cahyono, Yoyok W, Makhrus Ihsan REDAKSI BULETIN Penanggung Jawab : H.Thoriq Afandie, SH,MM Pimpinan Umum : Drs. H. Kasno Sudaryanto, M.Ag Pimpinan Redaksi : H. Nur Hidayat, S.Pd, MM Sekretaris Redaksi : H. Sudarto Redaktur Pelaksana : Anwar Djaelani Reporter : Afif • Iklan : Winda • Sirkulasi : Dwindayatie ALAMAT REDAKSI Gedung Islamic Centre Lt.3, Jl. Raya Dukuh Kupang 122-124 Surabaya, Telp. (031) 561 3661, Fax. (031) 5687488 NO. REKENING BAZ JATIM INFAQ • Bank Syariah Mandiri 008-111-6666 • Bank Jatim 001-108-8588 • BRI 0096-01-000800-300 ZAKAT • Bank Syariah Mandiri 008-116-666-1 • Bank Muamalat 0107916994 • Bank Jatim 001-118-3450 • BRI Syariah 707-31-16-00341 • Bank Bukopin Syariah 880-0249-032 • BTN Syariah 703-1000-284 • BNI Syariah 0707070770 • Bank Jatim Syariah 6101000108

Assalamu’alaikum Wr. Wb. lhamdulillah! Allaahumma shalli ‘alaa Muhammad wa ‘alaa aali Muhammad. Suap-menyuap itu sangat dilarang Islam. Tapi, di negeri ini, aktivitas suap-menyuap seperti mengepung kita. Lihatlah, cukup banyak berita terkait suap-menyuap di berbagai media. Mereka yang disebut-sebut terlibat melingkupi berbagai profesi, mulai dari rakyat biasa sampai ke sejumlah pejabat tinggi. Suap-menyuap kerap terjadi di sekeliling kita. Padahal, Rasulullah Muhammad SAW menyebutkan bahwa penerima suap dan pemberi suap masuk neraka. Bahkan, Nabi Muhammad SAW lebih tegas lagi mengatakan bahwa laknat Allah akan ditimpakan bukan saja hanya kepada si penyuap dan yang menerima suap, tapi juga orang yang menjadi perantara keduanya. Mengingat betapa berbahayanya suap-menyuap itu, maka Telaah Utama kali ini kami menurunkan tema ini. Ada harapan bahwa kita menjadi semakin berhati-hati agar tak terjerumus ke praktik-praktik beraroma suap-menyuap. Ketika edisi ini diterima Anda –para pembaca yang budimaninsyaAllah kita berada dalam situasi ketika sejumlah saudara kita, keluarga kita, atau mungkin Anda sendiri- sedang bersiapsiap untuk berangkat berhaji. Maka, untuk itu kami turunkan tulisan di halaman 30-31 yang berjudul “Semoga Haji Kita Mabrur”. Dari judul tulisan tersebut, terbersit doa kami –Pengurus BAZ Jatim- agar perjalanan para jamaah haji lancar dan mendapat kemabruran. Kecuali itu, juga mengingatkan agar bekal berhaji dipersiapkan dengan sempurna, terutama bekal ilmu terkait dengan berbagai manasik haji dan hikmah di baliknya. Selamat membaca! []

Menyengsarakan

Suap-menyuap itu

A

STOP PRESS !!... Anda tidak puas dengan BAZ Jatim? Sampaikan Pada Komisi Pengawas SMS ke : 081 857 37 92

Edisi 115 | Oktober 2011 |

3

telaah utama

Wabah Suap di Sekitar Kita,

Waspadalah!

A

ktivitas suap-menyuap seperti mengepung kita. Salah satu indikasinya, banyak berita terkait suap di berbagai media. Misal, yang tergolong ‘baru’, di www.surya.co.id 1/9/2011 ada judul: “Muhaimin Disebut-sebut Ada di Pusaran Suap Kemenakertrans” Maka, kita jangan terkontaminasi! .

Menyergap, Mengepung!
Suap terasa sangat dekat dengan kita. Bacalah! “KPK Terbanyak Menangani Kasus Suap” (www.hidayatullah.com 28/2/2011). Diberitakan, bahwa pada 2010, yang nangkring di posisi pertama adalah kasus penyuapan. Jumlahnya 19 perkara. Begitu yang tertulis di laporan tahunan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Dari 19 perkara suap itu, yang paling heboh ialah kasus suap pemilihan Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia (DGS BI) Miranda Goeltom. Kasus ini semakin heboh saat KPK menjadikan 26 anggota Komisi IX DPR periode 1999-2004 sebagai tersangka. Terkait kasus itu, www.republika.co.id 17/6/2011 memberitakan bahwa Majelis Hakim Pengadilan Khusus Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta, menjatuhkan hukuman 16 bulan penjara kepada Paskah Suzetta selaku mantan anggota DPR atas kasus penerimaan suap pemilihan Miranda Goeltom selaku DGS BI tahun 2004. Ketua Majelis Hakim persidangan, Suwedy menyatakan Paskah dan empat terdakwa lainnya selaku mantan anggota DPR yakni Ahmad Hafiz Zawawi, Marthin Bria Seran, Boby Suhardiman, Anthony Zeidra Abidin telah terbukti secara sah dan meyakinkan menurut hukum bersalah melakukan tindak pidana korupsi. Hakim

menjatuhkan hukuman 16 bulan penjara, denda Rp 50 juta, subsidair tiga bulan kurungan kepada kelimanya. Lalu, di www. antaranews.com 15/6/2010 bisa kita baca: “Hakim Ibrahim Didakwa Terima Suap Rp300 Juta” Disebutkan, bahwa Hakim . Pengadilan Tinggi Tata Usaha Negara (TUN) DKI Jakarta, Ibrahim, didakwa menerima suap sebesar Rp 300 juta dari pengacara Adner Sirait untuk memenangkan perkara yang ditanganinya. “Hakim Masih Mudah Disuap,” demikian berita utama Jawa Pos 3/6/2011. Subjudulnya adalah: “Kali ini KPK Tangkap Basah Hakim Niaga” Dikabarkan, bahwa . Syarifuddin- nama hakim itu- pada 1/6/2011 ditangkap KPK sesaat setelah menerima suap Rp. 250 juta. Sang penyuap ikut juga ditangkap. Mereka diduga telah lama merancang skenario suap-menyuap untuk memenangkan sebuah perkara. Setidaknya sebagian hakim tampak seperti tak jera. Sebulan setelah Syarifuddin ditangkap, “Hakim Imas Dianasari Diduga Terima Suap Rp 200 Juta” (www.tempo. co 1/7/2011). Dikabarkan, KPK membekuk

Imas Dianasari (Hakim Ad Hoc Pengadilan Hubungan Industrial Bandung, Jawa Barat) bersama karyawan PT OI berinial OJ di Bandung 30/6/2011. Ditemukan juga duit sebesar Rp 200 juta. Kemudian, ini kasus yang sangat banyak menyita perhatian publik. Di www. detik.com 13/6/2011 ada judul: “KPK Panggil Nazaruddin Terkait Suap Wisma Atlet” . Pemanggilan itu terkait kasus dugaan suap proyek Wisma Atlet di Kemenpora. Itu artinya, saat dipanggil, Nazaruddin sudah lari ke luar negeri. Lihatlah www.kompas.com 26/5/2011. Di situ ada judul, “Dicegah ke LN, Nazaruddin ke Singapura Tanggal 23 Mei” . Setelah lama menjadi buronan Interpol, Nazaruddin akhirnya tertangkap di Kolombia pada 7/8/2011. Yang luar biasa, “Nazaruddin Coba Suap Polisi” Dikabarkan, bahwa mantan . Bendahara Umum Partai Demokrat itu sempat berniat menyogok polisi khusus yang menangkapnya di Cartagena, Kolombia. Niat itu dia katakan kepada Duta Besar Republik Indonesia di Kolombia Michael Menufandu yang kemudian menasihati untuk tidak mewujudkannya (www.kompas.com 10/8/2011). Bagaimana dengan kabar di awal tulisan ini? Diberitakan bahwa nama Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi, Muhaimin Iskandar, disebut-sebut dalam pusaran kasus dugaan suap terkait pencairan dana Percepatan Pembangunan Infrastruktur Daerah (PPID) di Kemenakertrans 2011 yang diduga melibatkan dua pejabat Kemenakertrans. Dua pejabat dan seorang pengusaha yang menjadi tersangka dalam

kasus itu diduga berniat memberikan uang Rp 1,5 miliar untuk Muhaimin. Terkait masalah di atas, “KPK Jadwalkan Pemanggilan Menteri Muhaimin” (www.tempo.co 3/9/2011).

Jangan Tergelincir!
Suap-menyuap sering terjadi di sekitar kita. Padahal, “Penerima suap dan pemberi suap masuk neraka” (HR Bazzar dan Thabrani). Tak takutkah para pelaku itu? Suap-menyuap sangat dilarang Islam. “Dan janganlah sebahagian kamu memakan harta sebahagian yang lain di antara kamu dengan jalan yang bathil dan (janganlah) kamu membawa (urusan) harta itu kepada hakim, supaya kamu dapat memakan sebahagian dari harta benda orang lain itu dengan (jalan berbuat) dosa, padahal kamu mengetahui” (QS Al-Baqarah [2]: 188). Umat Islam dilarang makan harta orang lain dengan cara bathil. Suap-menyuap termasuk contohnya. Lebih tegas, Rasulullah SAW bersabda: “Allah melaknat orang yang menerima suap, orang yang menyuap, dan orang yang menjadi perantara keduanya” (HR Ahmad, Thabrani, Baihaqi, dan Hakim). Islam mengharamkan suap-menyuap dan keras terhadap siapa saja yang bersekutu di dalamnya. Larangan ini sangat bisa dipahami, sebab membudayanya suap-menyuap di masyarakat berakibat kepada meluasnya kerusakan dan kezaliman. Misal, bisa saja ada hakim yang menetapkan hukum dengan jalan tidak benar, sehingga ‘Si Benar’ bisa salah dan sebaliknya. Atau, bisa saja terjadi di sebuah instansi pelayanan publik, seorang pegawai mendahulukan pelayanan orang yang seharusnya diakhirkan dan mengakhirkan orang yang seharusnya didahulukan karena pengaruh dari suap yang diterimanya. Mengingat ancaman keras terhadap pelaku suap-menyuap, maka kita patut waspada agar tak tergelincir sehingga terkategori sebagai turut terlibat –atau sekurang-kurangnya memberi peluang terjadinya- praktik laknat itu. Maka, waspadalah! []
Edisi 115 | Oktober 2011 |

4

| Warta BAZ

5

telaah utama

(Nyaris) Tak Berjarak

Ketika Hadiah dan SUAP

S

uap-menyuap sangat dilarang Islam. Tetapi, ada yang mencoba menyiasatinya yaitu dengan melabelinya sebagai hadiah. Bagaimana perspektif Islam atas fenomena yang belakangan ini semakin menggejala?

Modus Siasat
Pada 2006, terbit buku berjudul “Benang Tipis antara Hadiah dan Suap” Buku menarik . ini ditulis Syaikh Ahmad Muhammad Abdullah Ath-Thawil. Buku setebal 172 halaman tersebut cukup membantu menjawab pertanyaan di paragraf awal tulisan ini. Buku itu berisi empat bab dan cukup lengkap mengurai masalah ‘relasi’ hadiah dan suap. Bab pertama memotret posisi hadiah dalam Al-Qur’an dan As-Sunnah. Dapat dijelaskan, bahwa hadiah adalah pemberian sesuatu dari seseorang kepada orang lain untuk mempererat hubungan serta untuk lebih menumbuhkan cinta dan kasih sayang. Aktivitas (saling) memberi hadiah termasuk perbuatan yang disukai dan dianjurkan. Hadiah dapat diberikan ke semua lapisan,

kaya atau miskin (h. 21). Namun demikian, memberi hadiah itu lebih utama jika ditujukan kepada keluarga sendiri, karib kerabat, dan tetangga terdekat. Nabi Muhammad SAW menerima hadiah dan suka membalasnya (dengan yang lebih baik). Bagi yang tak memiliki sesuatu untuk membalasnya, hendaklah dia memuji si pemberi dan berdoa semoga Allah membalasnya dengan kebaikan. Nabi Muhammad SAW menerima hadiah, kecuali pada keadaan-keadaan tertentu. Misalnya, Nabi Muhammad SAW menolak hadiah yang berasal dari seseorang yang bermotifkan mengharap (bahkan menuntut) balasan yang lebih banyak. Jadi, Nabi Muhammad SAW menolak hadiah jika dia khawatir akan ada fitnah yang disebabkan olehnya (h. 38). Sebagian ahli hukum Islam membagi tiga tingkatan dalam masalah hadiah. Pertama, hadiah yang berasal dari orang dengan posisi sosial-ekonomi yang lebih tinggi ke yang lebih rendah. Ini, bentuk kedermawanan dan kebaikan yang tak mengharapkan balasan. Kedua, hadiah yang berasal dan tertuju kepada orang yang setaraf. Ketiga, hadiah berasal dari yang posisi sosial-ekonominya lebih rendah ke orang yang tinggi. Hadiah semacam ini menuntut adanya balasan. Si pemberi bermaksud mendapatkan balasan atas hadiah tersebut (h. 44-45). Di bab ketiga, lebih detil lagi penguraiannya, yaitu membahas “Hadiah yang Diberikan karena Faktor Jabatan” . Dikupas soal 1). Hadiah kepada Hakim. 2). Hadiah kepada Penguasa. 3). Hadiah kepada Wali atau Amir. 4). Hadiah kepada Mufti 5). Hadiah kepada Pengajar. 6). Hadiah kepada Pegawai Umum. Pada butir 3) di atas, ada kisah yang patut kita jadikan teladan. Umar bin Abdul

Azis –dalam sejarah Islam, disebut-sebut sebagai khalifah terbesar kelima setelah KhulafaurRasyidin- diketahui menolak hadiah yang ditujukan kepadanya. Lalu, salah seorang sahabatnya bertanya: “Wahai Amirul Mukminin, mengapa engkau tidak menerima hadiah, padahal dulu Rasulullah Muhammad SAW menerima?” Umar bin Abdul-Azis menjawab: “Sesungguhnya pemberian yang ada pada masa Rasulullah Muhammad SAW adalah hadiah, tetapi pemberian itu kini telah menjadi suap” . Dengan jawaban itu, Umar bin AbdulAzis mengisyarkatkan bahwa situasi dan kondisi telah sedemikan berubah. Kini, orang yang memberi hadiah menuntut halhal yang tidak halal dari orang yang diberi hadiah (h. 111). Umar bin Abdul-Azis telah memilih jalan taqwa. Sikap taqwa mensyaratkan kehatihatian, agar kita tak sekali-kali melanggar syariat Allah. Hanya dengan sikap seperti itulah, kita –insyaAllah- bisa selamat ketika berada di situasi yang korupsi telah menjadi budaya. Sebab, bukankah korupsi memiliki banyak wajah? Ada begitu banyak modus korupsi, dari yang tersamar sampai yang paling telanjang. Yang menarik, jika memilih yang tersamar, sebab kerap dilunakkan dengan istilah hibah. Padahal, hadiah atau hibah itu bermakna sama yaitu pemberian. Dalam praktiknya kini, hadiah (sebagian besar?) justru berasal dari pihak yang berposisi ‘di bawah’ ke yang ‘berkedudukan di atas’. Dari pegawai ke kepala kantor. Dari karyawan ke direktur. Dari yang dipimpin ke Pemimpin, dan seterusnya. Dalam konteks ini, relevan jika kita renungkan hadits riwayat Bukhari dan Muslim, berikut ini: Ibnu al-Latiibah bertugas mengumpulkan zakat. Ketika ia datang membawa zakat yang

dikumpulkannya, ia berkata: “Ini untuk kalian, dan yang ini hadiah milikku.” Mendengar hal itu, Rasulullah Muhammad SAW lalu mengoreksi: “Jika ia benar, mengapa ia tidak duduk-duduk saja di rumah bapak atau ibunya sehingga ia diberi hadiah? Demi Allah, tidak ada seorangpun dari kalian yang mengambil sesuatu tanpa hak kecuali ia bertemu Allah sambil membawa korupsinya itu pada hari kiamat.” Intinya, Nabi Muhammad SAW menyadarkan kita bahwa tak mungkin si pejabat negara itu akan menerima hadiah jika dia sedang tidak menjabat. Kisah dalam riwayat di atas sangat relevan untuk terus kita ‘teriak’-kan, agar semua orang tahu, bahwa hadiah dari seseorang kepada pihak yang sedang ‘menggenggam’ urusan kita, tak boleh dilakukan. Setelah pembahasan mendalam, penulis lalu menutup buku penting ini dengan beberapa kesimpulan, antara lain, adalah: 1). Hadiah yang diberikan seorang Muslim ke saudaranya memang disyariatkan Islam. Itu, dapat menumbuhkan rasa cinta dan menguatkan kasih-sayang. 2). Memberi hadiah hendaknya lebih diutamakan kepada keluarga, karib kerabat, dan tetangga. 3). Hadiah untuk mendapatkan manfat dengan melalui kedudukan dan menyalahgunakan jabatan untuk mendapatkan apa-apa yang bukan haknya, itu pada hakikatnya adalah suap.

Renungan Kita
Sungguh, umat Islam sangat dilarang memakan harta orang lain dengan cara bathil (baca QS Al-Baqarah [2]: 188). Suap-menyuap termasuk contohnya. Lebih tegas, Rasulullah Muhammad SAW bersabda: “Allah melaknat orang yang menerima suap, orang yang menyuap, dan orang yang menjadi perantara keduanya” (HR Ahmad, Thabrani, Baihaqi, dan Hakim). “Penerima suap dan pemberi suap masuk neraka” (HR Bazzar dan Thabrani). Maka, hendaklah kita takut atas keadaan yang sangat jelek tersebut, terutama ketika suap disamarkan sebagai hadiah atau hibah! []
Edisi 115 | Oktober 2011 |

6

| Warta BAZ

7

renungan

D

Mulailah dari Makan-Minum yang Halal dan Baik!
ulu, karena memakan buah terlarang, Adam a.s dan istrinya harus keluar dari surga. Kini, agar bisa makan enak, banyak orang melakukan suap-menyuap. Padahal, “Penerima suap dan pemberi suap masuk neraka” (HR Bazzar dan Thabrani).

(memasuki) mesjid, makan dan minumlah, dan janganlah berlebih-lebihan. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berlebih-lebihan” (QS Al-A’raaf [7]: 31). Jangan melampaui batas! “Makanlah di antara rizki yang baik yang telah Kami berikan kepadamu, dan janganlah melampaui batas padanya, yang menyebabkan kemurkaan-Ku menimpamu” (QS Thaha [20]: 81). Jangan makan dari hasil korupsi dan atau suap! “Dan, janganlah sebahagian kamu memakan harta sebahagian yang lain di antara kamu dengan jalan yang bathil dan (janganlah) kamu membawa (urusan) harta itu kepada hakim, supaya kamu dapat memakan sebahagian dari harta benda orang lain itu dengan (jalan berbuat) dosa, padahal kamu mengetahui” (QS Al-Baqarah [2]:188).“Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu saling memakan harta sesamamu dengan jalan yang bathil, kecuali dengan jalan perniagaan yang berlaku dengan suka sama-suka di antara kamu” (QS An-Nisaa’ [4]: 29). Jangan makan hasil riba! “Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu memakan riba dengan berlipat ganda dan bertaqwalah kamu kepada Allah supaya kamu mendapat keberuntungan” (QS Ali ‘Imraan [3]: 130). Jangan makan dari riba! “Orang-orang yang makan (mengambil) riba tidak dapat berdiri melainkan seperti berdirinya orang yang kemasukan setan lantaran (tekanan) penyakit gila. Keadaan mereka yang demikian itu, adalah disebabkan mereka berkata (berpendapat), sesungguhnya jual beli itu sama dengan riba, padahal Allah telah menghalalkan jual beli dan mengharamkan riba. Orang-orang yang telah sampai kepadanya larangan dari Tuhannya, lalu terus berhenti (dari mengambil riba), maka baginya apa yang telah diambilnya dahulu (sebelum datang larangan); dan urusannya (terserah) kepada Allah. Orang yang mengulangi (mengambil riba), maka orang itu adalah penghuni-penghuni neraka; mereka kekal di dalamnya (QS Al-Baqarah [2]: 275). Jangan

makan dari riba! “Dan, disebabkan mereka memakan riba, padahal sesungguhnya mereka telah dilarang darinya, dan karena mereka memakan harta orang dengan jalan yang bathil. Kami telah menyediakan untuk orang-orang yang kafir di antara mereka itu siksa yang pedih” (QS An-Nisaa’ [4]: 161). Jangan seperti Yahudi, yang suka makanan haram! “Dan, kamu akan melihat kebanyakan dari mereka (orang-orang Yahudi) bersegera membuat dosa, permusuhan, dan memakan yang haram. Sesungguhnya amat buruk apa yang mereka telah kerjakan itu” (QS Al-Maaidah [5]: 62). Jangan seperti Yahudi dan Nasrani! “Sesungguhnya sebahagian besar dari orangorang alim Yahudi dan rahib-rahib Nasrani benarbenar memakan harta orang dengan jalan yang bathil” (QS At-Taubah [9]: 34). Jangan makan harta anak yatim secara tidak patut! “Sesungguhnya orang-orang yang memakan harta anak yatim secara zalim, sebenarnya mereka itu menelan api sepenuh perutnya dan mereka akan masuk ke dalam api yang menyala-nyala (neraka)” (QS An-Nisaa’ [4]: 10).

Petunjuk Suci
Agar beruntung dan berbahagia, bersihkanlah jiwa kita. Dari mana memulainya? Bisa dari makan-minum kita.“Hai Rasul-Rasul, makanlah dari makanan yang baik-baik, dan kerjakanlah amal yang shalih” (QS Al Mu’minuun [23]: 51). Tampak, bersih-tidaknya jiwa seseorang sangat bergantung kepada halal atau haramnya makanan yang dikonsumsinya.Terasa, bahwa memakan makanan yang baik lagi halal adalah prasyarat sebelum beramal shalih. Jika kita (selalu) makan yang baik dan halal, berarti kita (selalu) siap beramal shalih. Orang dengan penampilan seperti itulah yang berhak memperoleh keberuntungan. Makanan dan minuman itu rizki dari Allah. “Dan Tuhanku, Yang Dia memberi makan dan minum kepadaku (QS Asy-Syu’araa’ [26]: 79). Sadar tentang hal tersebut, maka “Hendaklah manusia itu memperhatikan makanannya” (QS ‘Abasa [80]: 24). Maknanya, saat akan makan-minum, manusia harus mengikuti petunjuk Allah. Berikut ini sebagian petunjuk Al-Qur’an

soal makan-minum. Jangan turuti bujuk-rayu setan! “Hai sekalian manusia, makanlah yang halal lagi baik dari apa yang terdapat di bumi, dan janganlah kamu mengikuti langkah-langkah setan; karena sesungguhnya setan itu adalah musuh yang nyata bagimu” (QS Al-Baqarah [2]:168).“Dan, di antara binatang ternak itu ada yang dijadikan untuk pengangkutan dan ada yang untuk disembelih. Makanlah dari rizki yang telah diberikan Allah kepadamu, dan janganlah kamu mengikuti langkah-langkah setan. Sesungguhnya setan itu musuh yang nyata bagimu (QS Al-An’aam [6]: 142). Jangan serakah! Dalam hal makan-minum jangan serakah. Jangan makan-minum yang dilarang Allah. Ingatlah ‘insiden’ Adam a.s. yang memakan buah terlarang.“(Dan Allah berfirman): ‘Hai Adam bertempat-tinggallah kamu dan isterimu di surga serta makanlah olehmu berdua (buah-buahan) di mana saja yang kamu sukai, dan janganlah kamu berdua mendekati pohon ini, lalu menjadilah kamu berdua termasuk orangorang yang zalim’.” (QS Al-A’raaf [7]: 19). Jangan berlebih-lebihan! “Hai anak Adam, pakailah pakaianmu yang indah di setiap

Cermin Kepribadian
Duhai orang-orang yang beriman. Makanminumlah hanya yang halal lagi baik saja. Ketahuilah, sikap yang demikian itu adalah sebagian dari cermin orang yang bertaqwa. “Dan, makanlah makanan yang halal lagi baik dari apa yang Allah telah rizkikan kepadamu, dan bertaqwalah kepada Allah yang kamu beriman kepada-Nya” (QS Al-Maaidah [5]: 88). Duhai orang-orang yang beriman, makanminumlah seperti yang diminta oleh Allah dan Rasul-Nya. Atas semua karunia itu, bersyukurlah kepada-Nya.“Hai orang-orang yang beriman, makanlah di antara rizki yang baik-baik yang Kami berikan kepadamu dan bersyukurlah kepada Allah, jika benar-benar hanya kepada-Nya kamu menyembah” (QS Al-Baqarah [2]:172). Alhamdulillah! [] M. Anwar Djaelani
Edisi 115 | Oktober 2011 |

8

| Warta BAZ

9

konsultasi

liputan Khusus

Usaha Gagal Terus, Haruskah Berzakat?

KH. Abdurrahman Nafis, LC. M.HI

Assalamualaikum Wr. Wb. Pak Ustad yang terhormat. Saya punya usaha tapi dari awal sampai saat ini selalu dikhianati oleh orang-orang yang saya percaya hingga menimbulkan kerugian ratusan juta. Modal saya juga habis dan sebagian besar berupa pinjaman dari bank maupun perorangan. Saat ini usaha saya masih berjalan tapi hasilnya belum bisa menutupi angsuran-angsuran pinjaman, karena sistem gali lubang tutup lubang (pinjam untuk menutup pinjaman). Dari Hasil usaha saya yang sekarang, haruskah saya keluarkan zakat/sedekah? Mohon nasihatnya juga bagaimana cara bersedekah agar usaha kami bisa lancar dan tidak merepotkan keluarga. Terima kasih. Wassalamualaikum Wr. Wb. Hamba Allah Surabaya Jawaban: Akhi penanya yang saya hormati. Demikianlah yang namanya usaha. Kadang untung dan juga kadang buntung. Teman usaha kadang jujur dan kadang ajur. Namun hendaknya tetap jangan putus asa dan terus berusaha. Mudah-mudahan dengan keuletan Bapak akhirnya akan menemukan keuntungan yang berkah di dunia dan akhirat. Hampir semua pengusaha sukses selalu melewati masa-masa sulit seperti Anda.

Sebagian rumah yang sudah direnovasi

Alhamdulillah, 10 Rumah di Kampung Idiot
sudah Dibedah
mental yang terbesar. Ada 322 orang atau sekitar 4,1 persen dari jumlah total penduduk desa. Sedangkan di Desa Krebet, terdapat 83 orang yang mengalami keterbelakangan mental atau 1,1 persen dari jumlah total penduduk desa. Dengan demikian, sesungguhnya mayoritas warga kedua desa itu tidak termasuk penderita gangguan mental. Namun bukan berarti mereka hidup dengan kondisi yang wajar. Sebagian mereka hidup dengan penuh keterbatasan karena faktor kemiskinan yang turun-temurun. Setalah bulan Mei lalu berkunjung ke Ponorogo, BAZ Jatim memastikan sebagian
Edisi 115 | Oktober 2011 |

Sebagian rumah yang sudah direnovasi

D

alam Islam, zakat perdagangan wajib dikeluarkan jika memenuhi dua ketentuan; Pertama, nilai barang dagangan mencapai nishab emas (20 dinar = 85 gram emas) atau nishab perak (200 dirham = 595 gram perak). Kedua, telah berlalu haul (dimiliki selama satu tahun). Besarnya zakat 2,5 persen dari total harta (nilai barang dagangan plus laba). Jika pedagang punya utang, dihitung dulu sisa harta setelah utangnya yang wajib dibayar pada tahun ini saja, bukan yang masih harus dibayar tahun depan. Sebab yang wajib dibayar tahun depan masuk dalam perhitungan zakat tahun depan. Jika hartanya telah memenuhi dua ketentuan (nishab dan haul), tapi sisa hartanya kurang dari nishab, maka tidak wajib berzakat. Misalnya nilai hartanya senilai 100 gram emas, hutang senilai 50 gram emas. Maka sisa hartanya (50 gram emas) kurang dari nishab (85 gram), sehingga tak wajib berzakat. Jika sisa harta lebih dari nishab, tetap wajib

berzakat. Misalnya hartanya senilai 200 gram emas, hutang senilai 50 gram emas. Maka sisa hartanya (150 gram) masih melebihi nishab (85 gram), sehingga tetap wajib berzakat. Jika ia punya piutang di tangan orang lain, harus dilihat dulu. Jika orang lain itu mampu dan tidak suka menunda pembayaran utang, piutang itu tetap wajib dizakati. Jika orang itu tak mampu atau suka menunda pembayaran utang, piutang itu tak wajib dizakati. Cobalah hitung harta Anda dengan sebaikbaiknya. Barangkali beberapa tahun yang lalu belum dibayarkan zakatnya yang seharusnya dizakati, maka sekarang waktunya untuk bayar zakat. Anda harus yakin bahwa zakat atau shadaqah bisa membawa harta yang berkah dan menolak balak sehingga usaha bisa lancar, tidak ditipu orang dan berkah. Rasulullah SAW bersabda: “Tidak akan berkurang harta yang dishadaqahkan, bahkan akan bertambah, bertambah dan bertambah…” Wallahu a’lam . bisshawab. []

A

nda tentu masih ingat dengan kampung idiot, bukan? Ya, beberapa desa di Kabupaten Ponorogo yang beberapa warganya mengalami keterbelakangan mental. Nah, setelah BAZ Jatim mengunjungi dan memberitakan kondisi desa tersebut bulan Juni lalu, banyak respon positif mengucur dari para donatur. Puluhan juta juga sudah didistribusikan untuk kemaslahatan warga kampung tersebut. Seperti apa? Berikut uraiannya. Dalam catatan Pemerintah Kabupaten Ponorogo, Desa Sidoharjo adalah kawasan dengan penyandang keterbelakangan

10

| Warta BAZ

11

besar warga Desa Krebet dan Sidoharjo di Kecamatan Jambon layak menerima bantuan. BAZ Jatim kemudian bekerjasama dengan Pemerintah Desa dan beberapa warga untuk merealisasikan beberapa program pendistribusian. Hingga bulan Agustus silam, BAZ Jatim telah menyalurkan bantuan senilai puluhan juta rupiah. Bantuan itu berhasil dimanfaatkan untuk membedah dan merenovasi 10 rumah yang tidak layak huni dengan dana masing-masing Rp. 7 juta. Selain itu, BAZ Jatim juga menyalurkan

Kenapa Harus Bedah Rumah?
Kondisi terparah berada di Dusun Sidowayah, Desa Sidoharjo. Letaknya di tengah hutan jati dan berada di lereng gunung dengan struktur tanah bebatuan yang kering. Bisa dibayangkan, ketika BAZ Jatim ke lokasi tersebut, suasana gersang begitu tampak. Daun-daun kering berserakan, tanahnya retak-retak dan sungainya tak berair. Butuh perjuangan tersendiri untuk mendapatkan air sekedar untuk minum atau wudhu. Terdapat sekitar 20 kepala keluaga di Dusun Sidowayah. Untuk menemui mereka, perjalanan hanya bisa ditempuh menggunakan sepeda karena jalan makadam yang bisa dilalui hanya selebar 1 meter. Dan ketika musim hujan tiba, praktis

lainnya. Sementara untuk menerima proses pendidikan di Sekolah Dasar, anak-anak itu harus berjuang menempuh medan berat sepanjang sekitar 2 km ke desa terdekat. Biasanya mereka berjalan tanpa alas kaki karena takut sepatunya rusak. Ketika sudah di sekolah, baru mereka berani memakai sepatu. Kondisi rumah warga Dusun Sidowayah sangat memprihatinkan. Sebagian besar dibangun di atas tanah yang miring karena berada di lereng gunung. Strukturnya terbuat dari kayu yang hampir roboh dan berdinding anyaman bambu (gedhek).

membiarkan saudara kita yang menjalani kehidupan dengan keadaan tersebut.

Ayo, Tingkatkan Partisipasi!
Untuk merealisasikannya, tim bedah rumah tentu mengalami berbagai kendala, terutama untuk mengatasi struktur tanah yang miring, bebatuan dan kesulitan tenaga pekerja. Alhamdulillah, keuletan dan kesabaran menjadi senjata ampuh untuk mewujudkan perjuangan tersebut. “Kendala di lapangan memang berat. Tapi kami bekerja sekuat tenaga agar program-progran kerjasama dengan BAZ Jatim ini bisa sukses sehingga ke depan makin banyak lagi program pemberdayaan yang bisa direalisasikan untuk warga di desa kami,” ucap Devit Krisdianto, Kabag Kesra Pemerintah Desa Sidoharjo yang selama ini bekerjasama dengan BAZ Jatim. Tentu perjuangan mulia itu tidak berhenti di situ. Masih banyak warga yang membutuhkan realisasi programprogram selanjutnya. Maka, BAZ

Sebagian rumah yang mem

butuhkan renovasi

santunan tunai untuk 10 dhuafa fakir senilai Rp. 200 ribu per bulan. Awal September lalu adalah momen kedua BAZ Jatim mengunjungi dua desa itu. Langkah ini dilakukan sebagai upaya untuk memastikan bahwa para penerima bantuan benar-benar tepat sasaran. Hasilnya, 100 persen pendistribusian dikategorikan tepat sasaran. Bahkan, kedatangan kedua itu semakin melengkapi gambaran awal yang akan memperkuat pengembangan program pada periode berikutnya.

rin Karena keke

gan, mereka

kesulitan me

be ndapatkan air

rsih

mereka menjadi komunitas terpencil yang terisolasi. Banyak anak yang mengalami kekurangan asupan gizi. Sehari-hari mereka lebih sering makan tiwul atau gaplek tanpa tambahan susu dan makanan bergizi

Aroma tak sedap juga sangat menyengat ketika memasuki rumahrumah tersebut. Pasalnya, mereka terbiasa hidup serumah dengan binatang ternak seperti ayam dan kambing. Bahkan, mereka juga tak menyediakan tempat khusus untuk buang air. Sehingga kadangkadang mereka melakukannya di tempat sembarangan. Karena itulah, rumah mereka harus direnovasi. Rasanya miris sekali

Jatim sangat berterimakasih kepada para donatur dan tim bedah rumah yang telah bekerja keras menyukseskan program BAZ Jatim. Seraya mengajak kepada seluruh masyarakat Jawa Timur untuk terus meningkatkan kepeduliannya bersama BAZ Jatim, agar semakin banyak masyarakat yang menerima manfaat dan taraf kehidupannya semakin meningkat. [] fif
Edisi 115 | Oktober 2011 |

12

| Warta BAZ

13

silaturrahim

daftar donatur

Kepastian Pendistribusian
BAZ Jatim sangat berhati-hati dalam mendistribusikan bantuan. Kepastian akan prinsip tepat sasaran dan sesuai syariat Islam harus dijamin agar dana zakat, infak dan shadaqah yang terkumpul dapat dioptimalkan untuk memberdayakan kehidupan masyarakat. Karena itu, mekanisme survey dan uji kelayakan mutlak dilakukan. Hebatnya, semua dapat dilakukan dengan cepat oleh para pekerja di bidang pendistribusian sekretariat BAZ Jatim. mereka adalah: • Kholik, A.Md Di kantor sekretariat BAZ Jatim, nama Kholik benar-benar menjadi idola. Ia selalu dicari banyak orang, baik langsung maupun melalui telepon, karena ingin menanyakan bagaimana keputusan permohonan bantuan yang diajukan. Sebagai kepala bagian bidang pendistribusian, ia memang menjadi rujukan yang tepat bagi masyarakat yang ingin mendapatkan bantuan maupun lembaga yang mengajukan kerjasama untuk distribusi program. Ketika bergabung dengan BAZ Jatim pada tahun 2004, Kholik masih single dan baru saja lulus dari pendidikan tinggi di Universitas Negeri Surabaya. Setelah tujuh tahun berlalu, kini pria kelahiran Trenggalek ini telah dianugerahi satu istri dan tiga anak. • Candra Asmara, SE Administrasi bidang pendistribusian adalah tugas pokok ayah satu anak ini. Namun ia juga kerap terjun ke lapangan untuk memaksimalkan realisasi program pendistribusian. Pria kelahiran Sidoarjo 30 tahun silam ini adalah alumnus Fakultas ekonomi Universitas Bhayangkara Surabaya. • Safrizal Kurniawan Pria yang satu ini termasuk orang yag sulit ditemui di kantor. Sebagai petugas survey lapangan dan pendataan mustahik, seharihari ia berkeliling mengunjungi para dhuafa untuk memastikan kebutuhan dan kelayakan mereka sebagai penerima bantuan. Dalam menjalankan tugas, pria kelahiran Surabaya ini harus menyiapkan mental yang kuat layaknya psikolog. Sebab, setiap kali mengunjungi dhuafa, ia selalu menjadi obyek curhat atas berbagai problem yang mereka hadapi.

Daftar Donatur Personal Badan Amil Zakat Provinsi Jawa Timur Bulan Agustus 2011
No. Nama Instansi Personal Jumlah No. Nama Instansi Personal Jumlah

1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 39 40 41 42 43 44 45 46 47 48 49 50 51 52 53 54 55 56 57 58 59

Karyawan/karyawati Karyawan/karyawati Karyawan/karyawati Karyawan/karyawati Pegawai Pegawai Pegawai Pegawai Pegawai Pegawai Pegawai Pegawai Pegawai Pegawai Karyawan/karyawati Pegawai Pegawai Pegawai Pegawai Pegawai Pegawai Pegawai Pegawai Pegawai Pegawai Pegawai Pegawai Pegawai Pegawai Pegawai Pegawai Pegawai Pegawai Pegawai Pegawai Karyawan/karyawati Pegawai Pegawai Pegawai Pegawai Pegawai Pegawai Pegawai Pegawai Pegawai Pegawai Pegawai Pegawai Pegawai Pegawai Pegawai Pegawai Pegawai Pegawai Pegawai Karyawan/karyawati Karyawan/karyawati Karyawan/karyawati Pegawai

Apotik Caya Apotik Manukan Krajan ARMINA Surabaya AUTO 2000 Part Center Badan Diklat Prov. Jatim Badan Kepegawaian Daerah Badan Kesatuan Bangsa & Politik Badan Ketahanan Pangan Badan Lingkungan Hidup Badan Penanaman Modal Badan Perpustakaan & Kearsipan Balai Kesehatan Mata Masyarakat Prov. Jatim Balai Pelatihan BKKBN Balai Riset & Standarisasi Industri Sby Bank Mandiri BAPEMAS Prov. Jatim Bappeprop Jatim Biro Administrasi Kemasyarakatan Biro Administrasi Kerjasama Setda Prov Jatim Biro Administrasi Pembangunan Biro Hukum Biro Humas & Protokoler Biro kerjasama Biro Kesra Biro Organisasi Biro Pemerintahan & Otoda Biro Perekonomian Biro Sumber Daya Alam Biro Umum BKKBN Prop. Jatim BP2TKI BPBD Prov. Jatim BPKAD BPPKB Prov Jatim BPSBTPH Cisadane Multimedia Depkominfo Prov. Jatim DHD 45 Dinas Kehutanan Dinas Kepemudaan & Keolahragaan Prov. Jatim Dinas Koperasi & PKM Dinas P dan K Prov. Jatim Dinas Pariwisata Dinas Pendapatan Prop. Jatim Dinas Perhubungan & LLAJ Prop. Jatim Dinas Perikanan & Kelautan Prop. Jatim Dinas Perindag Prop. Jatim Dinas Perkebunan Dinas Pertanian Prov. Jatim Dinas Peternakan Dinas PU Bina Marga Dinas PU Pengairan Prov. Jatim Dinas Sosial Prov. Jatim Dinas Tenaga Kerja Transmigrasi & Kependudukan Prov. Jatim DPRD Jatim Era Bimasakti Garden Dian Regency IAIN Sunan Ampel Sby Infokom Prov. Jatim

1 1 1 6 23 10 23 18 19 2 1 2 1 2 4 15 22 28 1 14 10 1 4 2 10 17 11 1 3 3 2 4 13 1 8 1 18 1 6 21 4 4 1 2 24 7 11 6 12 5 7 5 25 11 5 2 9 1 1

Rp. Rp. Rp. Rp. Rp. Rp. Rp. Rp. Rp. Rp. Rp. Rp. Rp. Rp. Rp. Rp. Rp. Rp. Rp. Rp. Rp. Rp. Rp. Rp. Rp. Rp. Rp. Rp. Rp. Rp. Rp. Rp. Rp. Rp. Rp. Rp. Rp. Rp. Rp. Rp. Rp. Rp. Rp. Rp. Rp. Rp. Rp. Rp. Rp. Rp. Rp. Rp. Rp. Rp. Rp. Rp. Rp. Rp. Rp.

20,000 50,000 10,000 115,000 1,065,000 545,000 730,000 465,000 350,000 75,000 25,000 60,000 250,000 20,000 475,000 922,500 855,000 1,355,500 30,000 875,000 275,000 50,000 185,000 120,000 295,000 680,000 860,000 20,000 50,000 110,000 35,000 200,000 575,000 50,000 600,000 30,000 310,000 50,000 200,000 270,000 235,000 200,000 50,000 53,500 675,000 185,000 350,000 195,000 775,000 310,000 270,000 140,000 495,000 302,000 600,000 50,000 310,000 50,000 100,000

60 61 62 63 64 65 66 67 68 69 70 71 72 73 74 75 76 77 78 79 80 81 82 83 84 85 86 87 88 89 90 91 92 93 94 95 96 97 98 99 100 101 102 103 104 105 106 107 108 109 110 111 112 113 114 115 116 117 118 119 120 121 122

Pegawai Karyawan/karyawati Hamba Allah Karyawan/karyawati Pegawai Karyawan/karyawati Karyawan/karyawati Pegawai Pegawai Pegawai Karyawan/karyawati Pegawai Pegawai Karyawan/karyawati Karyawan/karyawati Karyawan/karyawati Karyawan/karyawati Pegawai Pegawai Karyawan/karyawati Pegawai Karyawan/karyawati Karyawan/karyawati Karyawan/karyawati Karyawan/karyawati Karyawan/karyawati Karyawan/karyawati Karyawan/karyawati Karyawan/karyawati Karyawan/karyawati Karyawan/karyawati Karyawan/karyawati Karyawan/karyawati Karyawan/karyawati Karyawan/karyawati Karyawan/karyawati Karyawan/karyawati Karyawan/karyawati Pegawai Pegawai Karyawan/karyawati Pegawai Pegawai Pegawai Pegawai Pegawai Pegawai Karyawan/karyawati Karyawan/karyawati Karyawan/karyawati Karyawan/karyawati Karyawan/karyawati Karyawan/karyawati Karyawan/karyawati Pegawai Karyawan/karyawati Karyawan/karyawati Karyawan/karyawati Karyawan/karyawati Pegawai Pegawai Pegawai Hamba Allah

Inspektorat Prov. Jatim Institut Pembangunan (IP) Jama’ah Pengajian Al Fajar Kantor Yayasan Pesantren Kanwil Kementrian Agama Klinik Al-Ikhlas Klinik BDS KPP Pratama Surabaya Rungkut KPP Pratama Surabaya Wonocolo KPP Surabaya Kerembangan Lab. Prospek MADA LVRI Makodam Brawijaya MT. Annisa Natasya Skin Care Optik Tunggal P3B FIS UNESA Pengadilan Tinggi Agama Surabaya Peradilan Militer Surabaya Perum ITS PMI Pramita Lab PT OCHI PT. Anugerah Sentosa Jaya Abadi PT. ANZ Panin Bank, Plaza BRI Lt. 11 PT. Astra Isuzu PT. Asuransi Jiwasraya (Arjuno) PT. Baja Menara Inti PT. Baja Tehnik Rekatama PT. Brother Silver PT. Citra Gading Asri Tama PT. Dok dan Perkapalan Surabaya PT. Gaharu Sejahtera PT. LKML PT. MPM Honda PT. Olympindo Multi F. PT. Pitamas PT. Takaful PU Cipta Karya & Tata Ruang Prov. Jatim PUSKUD Mina Ramayana RS. Husada Utama Bag. Admission RSI Jemursari RSJ Menur RSU Haji Surabaya RSUD Dr. Soetomo IRD Lt. 1 Bag Lab. Satuan Polisi Pamong Praja SDN Kali Kedinding V SDN Kedinding I 251 Sekolah Nurul Huda Shangri-La Hotel Surabaya SMAN 5 SMK Farmasi SMP Jalan Jawa Staf Ahli Gubernur Jatim STIESIA Surabaya Surabaya In Group Toko Reny UFO Manukan UPT P3E UPT PSBTPH UPT Surabaya Bina Marga Prop. Jatim Umum

18 3 9 1 6 2 6 52 49 75 2 1 5 6 3 1 15 9 12 1 1 4 1 5 9 3 10 14 6 1 2 6 5 3 8 1 92 4 8 6 79 1 2 12 14 441 3 2 4 1 19 4 1 11 1 52 1 1 17 2 1 3 344

Rp. Rp. Rp. Rp. Rp. Rp. Rp. Rp. Rp. Rp. Rp. Rp. Rp. Rp. Rp. Rp. Rp. Rp. Rp. Rp. Rp. Rp. Rp. Rp. Rp. Rp. Rp. Rp. Rp. Rp. Rp. Rp. Rp. Rp. Rp. Rp. Rp. Rp. Rp. Rp. Rp. Rp. Rp. Rp. Rp. Rp. Rp. Rp. Rp. Rp. Rp. Rp. Rp. Rp. Rp. Rp. Rp. Rp. Rp. Rp. Rp. Rp. Rp.

615,000 65,000 350,000 50,000 360,000 80,000 100,000 682,500 710,000 940,000 30,000 200,000 150,000 120,000 290,000 50,000 185,000 240,000 210,000 10,000 120,000 70,000 50,000 105,000 160,000 90,000 300,000 370,000 150,000 50,000 225,000 270,000 60,000 90,000 195,000 20,000 590,000 35,000 305,000 170,000 1,135,000 20,000 40,000 650,000 1,180,000 6,185,000 125,000 35,000 50,000 15,000 1,095,000 40,000 20,000 160,000 50,000 440,000 250,000 50,000 198,000 50,000 50,000 120,000 6,348,000

Daftar Muzakki Ramadhan Badan Amil Zakat Provinsi Jawa Timur Bulan Agustus 2011
NO.
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31

NAMA
H. Soekarwo Saifullah Suyuf DR. H. Rasiyo, M.Si Hadi Prasetyo Hj. Hikmah R. Ir. Budi Setiawan, M.MT, ME Drs. Sudjono, MM. Enny Rahayuningtyas Drs. H. Sukardo, M. Si Hamba Allah Ir. Chairul Djaelani Bank Mandiri Lila Aditya Diana Wulandari Rizki Mardiana Wahyu Endrew Ibu. Nenden Ibu. Yeni Sugeng Karyawan Hamba Allah Dinas Perhubungan LLAJ Dinas Kesehatan Kopertis Ramayana Counter Dr. Sutomo Endang Herlianingsih Sekeluarga Ir. Anik Mulyandari K, MM. Ir. Syahrul Arifin Ir. Syahrul Arifin

INSTANSI
Gubernur Jatim Wakil Gubernur Jatim Sekda Prov. Jatim Assisten Ekonomi Pembangunan Kementerian Agama Prov.Jatim Dinas Perindustrian dan Perdagangan Prov. Jatim Dinas Komunikasi & Informatika Prov. Jatim Bank Mandiri Darmo Park DPRD Prop Jatim Matahari CITO Komisaris Bank Jatim Darmo Park PT. Djarum Grand Flower Pasar Kembang Grand Flower Pasar Kembang Rp. Rp. Rp. Rp. Rp. Rp. Rp. Rp. Rp. Rp. Rp. Rp. Rp. Rp. Rp. Rp. Rp. Rp. Rp. Rp. Rp. Rp. Rp. Rp. Rp. Rp. Rp. Rp. Rp. Rp. Rp.

JUMLAH
10,000,000 5,000,000 3,000,000 1,000,000 1,000,000 1,000,000 1,000,000 500,000 1,500,000 97,200 10,000,000 350,000 100,000 50,000 250,000 100,000 100,000 100,000 150,000 100,000 200,000 150,000 500,000 400,000 150,000 100,000 2,010,000 500,000 300,000 1,200,000 600,000

NO.
32 33 34 35 36 37 38 39 40 41 42 43 44 45 46 47 48 49 50 51 52 53 54 55 56 57 58 59 60 61 62

NAMA
Dr. Rifat Madaniyah Dr. Hary S. Hamba Allah Karyawan Rike R. Rudhit Yanti Ir. Endah Anggraeni Infaq dakwah Ir. Kurnia Setia Merta DR. H. Akmal Boedianto, SH. M.Si Keluarga Poedjo Basoeki Dra. Lies Idawati, MM. Kodrat Firdaus Polres Tanjung Perak Ir. Supardan Ir. Supardan Ir. Supardan Ny. Hj. Ninik Lesmono Rahma Dewi Safarudin Jaimun Hamba Allah Zakat Fitra 40 orang Drs. H. Slamet Hariyono Soedarto Ibu Siti Nurahmi Ibu Rofiq Zainal Muhtadien, SH. MM. Hamba Allah

INSTANSI
Staf Ahli Gubernur Sekardaya Matahari CITO MDS CITO Rp. Rp. Rp. Rp. Rp. Rp. Rp. Rp. Rp. Rp. Rp. Rp. Rp. Rp. Rp. Rp. Rp. Rp. Rp. Rp. Rp. Rp. Rp. Rp. Rp. Rp. Rp. Rp. Rp. Rp. Rp.

JUMLAH
200,000 1,000,000 500,000 200,000 167,100 160,000 220,000 100,000 500,000 300,000 1,000,000 1,000,000 150,000 250,000 2,500,000 2,705,000 750,000 90,000 150,000 1,000,000 500,000 4,000,000 2,500,000 260,000 1,000,000 1,000,000 1,000,000 1,000,000 300,000 1,000,000 450,000

Deddy Eko F. Bisa dibilang, jam kerja pria yang satu ini adalah 24 jam nonstop. Pasalnya, ayah dua anak ini diberi tanggung jawab untuk mengoperasikan layanan mobil ambulan yang harus siap setiap saat. Ada yang membutuhkan bantuan untuk mengantar orang sakit. Banyak pula masyarakat yang meminta bantuan untuk mengantar jenazah ke berbagai daerah di Jatim, Jateng dan Jabar. []

DPU Ciptakarya Dinas Pendidikan Dinas Peternakan Prov. Jatim BKD Prov. Jatim Sekretariat Dinas Komunikasi & Informatika Dinas Energi & SDM Dinas Energi & SDM Dinas Energi & SDM Dinas PU Bina Marga PLN Ngagel PT. Cipta Mortar Utama Badan Diklat Biro Adm. Kemasyarakatan Biro Hukum Bakesbangpol Prov. Jatim Optik Shafira

Matahari CITO BPKP

RSUD Dr. Soetomo Bag GBPT HUPT Pendidikan Pelatihan & Promosi Export BPBD Prov. Jatim BPBD Prov. Jatim

14

| Warta BAZ

Edisi 115 | Oktober 2011 |

15

daftar donatur

Daftar Muzakki Ramadhan Badan Amil Zakat Provinsi Jawa Timur Bulan Agustus 2011
NO.
63 64 65 66 67 68 69 70 71 72 73 74 75 76 77 78 79 80 81 82 83 84 85 86 87 88 89 90 91 92 93 94 95 96 97 98 99 100 101 102 103 104 105 106 107 108 109 110 111 112 113 114 115

Daftar Penerimaan ZIS Unit Pengumpul Zakat (UPZ) BAZ Prov. Jatim Bulan Agustus 2011
JUMLAH
Rp. Rp. Rp. Rp. Rp. Rp. Rp. Rp. Rp. Rp. Rp. Rp. Rp. Rp. Rp. Rp. Rp. Rp. Rp. Rp. Rp. Rp. Rp. Rp. Rp. Rp. Rp. Rp. Rp. Rp. Rp. Rp. Rp. Rp. Rp. Rp. Rp. Rp. Rp. Rp. Rp. Rp. Rp. Rp. Rp. Rp. Rp. Rp. Rp. Rp. Rp. Rp. Rp. 150,000 500,000 30,000 30,000 800,000 400,000 25,000 25,000 25,000 25,000 232,000 300,000 500,000 5,000,000 100,000 100,000 500,000 192,000 3,166,500 2,000,000 3,000,000 50,000 500,000 750,000 1,850,000 300,000 100,000 850,000 100,000 500,000 300,000 500,000 500,000 520,000 25,000 25,000 5,200,000 46,000,000 300,000 4,500,000 17,500,000 30,000,000 100,000 25,000,000 5,025,000 1,350,000 1,000,000 500,000 500,000 500,000 2,000,000 2,000,000 3,000,000

NAMA
Siti Rochanah Siti Rochanah Palal Budi Santuso Esti Setyo Rahayu Dr. H. Idrus, M.si Karyawan Optik Shafira Untung Sugiarto Ibu Hj. Suwiji Sugiarto Hamba Allah Ambico Ferelina Hamba Allah Umi Wiyasih Dra. Elminah, HM. MM. Nyimas Fatria Kompol Muhammad Aldian, SIK Kompol Muhammad Aldian, SIK Setyo Kusheriyatno, SH. SIK Sri Endahwati Hamba Allah An. Zahra Serka Arif Ranu Rudy Herdisampurno I Ketut Budhiwiyono Bapelkes Ir. Suparno Dra. Sukesi, Apt, MARS Dr. Sawitri Dr. Nuniek B. Dr. Poernomo Boedi Dr. Budi Dr. Chandra Irwanadi Rinto B. D. Nurul Mutarridi Iksan Singgih Basuki Irita Rahayu Endang Sutomo Apotik Maleo Lilik Wuryantini Yosa Bahtiar Dr. Nur Siti Maemunah Drs. Djati Suroso Ahmad Hadiwiyanto Ibu Martini Dwi Reno Pawardi Kasman Ananda Catur Y.R. Dr. Umi Drs. Taufiq Fauzi, MM. Dr. Niken Dr. Niken Saraswati

INSTANSI
BPBD Prov. Jatim Kanwil DJP Staf Ahli Gubernur Polres Tanjung Perak Bakesbangpol Prov. Jatim Baja Menara Inti TPA Syi’ar Islam BNP Prov. Jatim BNP Prov. Jatim Waka KPPP Tanjung Perak Surabaya Waka KPPP Tanjung Perak Surabaya Kasatreskrim Polres Pelabuhan Tanjung Perak CV. Wandah Artah Prima Satsel Armatim Surabaya Perum Bumi Mulyo Permai E-20 Dinas Perhbungan & LLAJ Prov. Jatim Kepala Badan Pemberdayaan Perempuan dan Keluarga Berencana Prov. Jatim Rp. Rp. Rp. Rp. Rp. Rp. Rp. Rp. Rp. Rp. Rp. Rp. Rp. Rp. Rp. Rp. Rp. Rp. Rp. Rp. Rp. Rp. Rp. Rp. Rp. Rp. Rp. Rp. Rp. Rp. Rp. Rp. Rp. Rp. Rp. Rp. Rp. Rp. Rp. Rp. Rp. Rp. Rp. Rp. Rp. Rp. Rp. Rp. Rp. Rp. Rp. Rp. Rp.

JUMLAH
150,000 2,500,000 550,000 250,000 1,000,000 300,000 450,000 500,000 7,500,000 500,000 27,000 900,000 2,500,000 200,000 200,000 2,000,000 500,000 12,875,000 25,000 25,000 10,000 87,000 2,000,000 1,000,000 3,000,000 1,000,000 7,000,000 800,000 1,000,000 3,000,000 6,000,000 2,000,000 500,000 2,500,000 650,000 187,500 1,000,000 1,500,000 75,000 100,000 565,000 25,000 15,000 1,000,000 1,500,000 400,000 200,000 1,000,000 500,000 200,000 1,750,000 100,000 650,000

NO.
116 117 118 119 120 121 122 123 124 125 126 127 128 129 130 131 132 133 134 135 136 137 138 139 140 141 142 143 144 145 146 147 148 149 150 151 152 153 154 155 156 157 158 159 160 161 162 163 164 165 166 167 168

NAMA
Saraswati Dr. Lila Dewata A. Ibu Sukarti Drg. Sri Widjayanti Budi Tyas Tidor Arif T. Djati Unun Sri Banoen Nani Sriwinanda Marpinjong Marpinjong Drs. H. Imam Subakti Karyawan/Karyawati MPM Honda Dr. Sri Harmadji Nuriyani Ika Sukmawati Hamba Allah Hamba Allah Hamba Allah dr. Supratiknyo, Spk Bambang Harianto Heri Suprayitno/Ani Oktafia Sari Didik Sudiwinarto, SE, MM Susilowati Ir. Jumadi, MMT Mahmud Yusuf Ibu. Eni Gunawan M. Fachrudin Ir. MustofaChamal Basya, MM. H.M. Djumadi Ramelan, SH. Fedi Mohammad Iskandar Dwi Retno Mierza Dwi Retno Y. Dony Antarius Bambang Diah Palupi Kusumawardhani Bambang Iswanto Ami Raditya, SH. Rachmad Ita Julaikha Achmad Baroto Heru Sufianto Wahyudi Supriono Budi Hartono Hendra Yuniarno Saputra Wiena Mashuri Sukorini H. Djoko Hamba Allah Hamba Allah

INSTANSI

NO.
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 39 40

UNIT KERJA
Akademi Gizi Badan Diklat Badan Kepegawaian Daerah Prov. Jatim Badan Ketahanan Pangan Prov. Jatim Badan Metrologi & Geofisika Prov. Jatim Badan Perpustakaan & Kearsipan BAPEMAS Prov. Jatim BAKESBANGPOL Balai Diklat Keagamaan Balai Kesehatan Mata Masyarakat Bapedal Prov. Jatim Biro Kesra Biro Administrasi Kemasyarakatan Biro Perekonomian Biro Pemerintahan & Otoda BKKBN Prov. Jatim BPBD BPKP Prov. Jatim Depkominfo Prov. Jatim DHD’45 Prov. Jatim Dinas Kebudayaan & Pariwisata Prov. Jatim Dinas Kehutanan Prov. Jatim Dinas Kepemudaan & Keolahragaan Dinas Kesehatan Prov. Jatim Dinas Koperasi & PKM Prov. Jatim Dinas Pendapatan Prov. Jatim Dinas Perhubungan Dinas Perhubungan & LLAJ RSU Haji RSUD Dr. Soetomo Universitas Airlangga UPT Bina Marga Surabaya Dinas Perikanan & Kelautan Prov. Jatim Dinas Perkebunan Prov. Jatim Dinas Pertanian Prov. Jatim Dinas Peternakan Prov. Jatim Dinas PU Pengairan Dinas Sosial Prov. Jatim Dinas PU Bina Marga Dinas Tenaga Kerja Transmigrasi & Kependudukan Prov. Jatim Rp. Rp. Rp. Rp. Rp. Rp. Rp. Rp. Rp. Rp. Rp. Rp. Rp. Rp. Rp. Rp. Rp. Rp. Rp. Rp. Rp. Rp. Rp. Rp. Rp. Rp. Rp. Rp. Rp. Rp. Rp. Rp. Rp. Rp. Rp. Rp. Rp. Rp. Rp. Rp.

SEJUMLAH
453,750 2,295,000 1,365,000 500,000 574,000 2,643,000 1,200,000 289,125 1,400,000 457,500 1,012,500 4,000,000 1,000,000 2,261,500 660,000 709,500 356,250 500,000 1,600,000 284,250 2,000,000 2,445,000 1,826,500 500,000 1,530,000 8,983,500 1,414,000 4,521,750 6,937,500 26,490,000 3,000,000 813,750 5,430,000 1,612,000 4,244,750 2,752,500 7,467,000 2,200,000 4,376,250 10,400,000

NO.
41 42 43 44 45 46 47 48 49 50 51 52 53 54 55 56 57 58 59 60 61 62 63 64 65 66 67 68 69 70 71 72 73 74 75 76 77 78 79 80 81 82 83 84

UNIT KERJA
Disperindag Prov. Jatim DPRD Tk. I Prov. Jatim Inspektorat Prov. Jatim Kantor POL PP Prov. Jatim Prov. Jatim Kanwil Bea & Cukai Kanwil Bea & Cukai Kanwil Ditjen Pajak Kanwil Kementrian Agama Kanwil Ditjen Anggaran KPP Genteng Kali KPP Sby Gubeng KPP Sby Pabean Cantikan Mada LVRI Perum Perhutani II PMI PUSKUD Jatim PTPN X PT. ASDP PT. Dok dan Perkapalan PT. Jamsostek PU Cipta Karya & Tata Ruang Prov. Jatim PUSVETMA RSJ Menur Prov. Jatim PT. Adhi Karya Bakorwil II BJN Bakorwil Madiun Bakorwil MLG Balitbang Jatim Bank Jatim Bank Jatim Batu Bappeda Prov. Jatim Baristand Industri Bina Marga Bjn Bina Marga BWI Bina Marga Jember,BWS,STB Bina Marga Jombang Bina Marga Kdr Bina Marga Lumajang Bina Marga MLG Bina marga PMK Bina Marga Probolinggo Biro Adm Kerjasama Prov Jatim Biro Adm Pembangunan Prov Jatim Biro Kesejahteraan Rakyat Rp. Rp. Rp. Rp. Rp. Rp. Rp. Rp. Rp. Rp. Rp. Rp. Rp. Rp. Rp. Rp. Rp. Rp. Rp. Rp. Rp. Rp. Rp. Rp. Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp

SEJUMLAH
3,213,750 715,200 1,338,750 1,395,000 1,327,500 903,000 420,000 645,000 522,000 150,000 650,000 805,000 200,000 1,049,800 120,000 435,000 262,000 570,000 800,000 540,000 2,966,250 1,500,000 3,087,750 2,459,350 505,000 1,200,000 603,750 990,000 630,500 10,100 6,120,000 1,009,000 2,175,000 211,000 1,462,500 258,750 840,000 296,250 405,000 2,812,500 750,000 2,780,000 660,000 4,000,000

NO.
85 86 87 88 89 90 91 92 93 94 95 96 97 98 99 100 101 102 103 104 105 106 107 108 109 110 111 112 113 114 115 116

UNIT KERJA
Biro Umum Prov Jatim BLKI BP 4 BP4 Pmk BPJ Bina Marga Sby BPKAD Bulog Jatim Dinas Energi & SDM Kopertis Wil VII Masjid Sabilinnajah Pengadilan Tinggi Agama PT Jasa Marga (Persero) PTKL Leces Tanpa Keterangan UPT Bina Marga Mjk UPT Bina Marga Tulungagung UPT PSDA Gembong Pekalen UPT Materia Medica Batu UPT PSAA Trenggalek UPT PSLU Blitar UPT PSLU Bwi UPT PSLU pasuruan UPT PSPA Bima Sakti Batu UPT PSRT Bojonegoro UPT Resos Cct Grahita Tuban UPT resos eks psikotik Pasuruan UPT Resos Gepeng SDA UPT RSCN Malang UPT RSCT Tuban UPT RSGP Madiun UPT RSGP Pasuruan UPT RSTS Kediri Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp

SEJUMLAH
2,010,000 345,000 3,182,000 1,565,000 195,000 2,452,500 250,000 2,235,000 3,834,750 700,000 247,500 4,020,000 50,000 9,915,900 264,375 223,125 860,000 161,500 88,875 94,500 94,500 277,500 352,500 217,000 64,500 75,000 230,000 142,000 410,000 100,875 24,000 63,375

Bank Jatim Cabang UWK Bank Jatim Cabang UWK Dinas Tenaga Kerja Transmigrasi & Kependudukan Dinas Tenaga Kerja Transmigrasi & Kependudukan Dinas Tenaga Kerja Transmigrasi & Kependudukan RSU Haji Surabaya Puskud Mina Minolta Dinas Perhubungan & LLAJ Prov. Jatim Bappeda Prov. Jatim

Bank Jatim Dinas Sosial Prov. Jatim Dinas Sosial Prov. Jatim AUTO 2000

PU Bina Marga Prov. Jatim PT. MAA General Assurance Bank Mega Bank Mega Bapemas Prov. Jatim PT. Sigra Adhi Sejahtera Dir. Akper Sudono Madiun Badan Kepegawaian Negara Badan Kepegawaian Negara

1 2 3

DANA ZAKAT DANA INFAQ/SHADAQAH DANA JASA BANK JUMLAH

Rp Rp Rp Rp

402,243,700.00 351,946,541.09 3,786,228.46 757,976,469.55

Badan Perpustakaan Prov. Jatim

BAZ Provinsi Jawa Timur Daftar Penyaluran Dana Konsolidasi untuk Periode yang Berakhir Pada Tanggal 31 Agustus 2011
1 DANA ZAKAT • Program Ibnu Sabil • Bantuan Beasiswa SMA/SMK/MA • Plesterisasi Rumah Dhuafa • Bantuan Biaya Hidup Faqir • Bantuan Sosial Keagamaan • Program Ramadhan Kerjasama BAZNAZ (Bantuan 12 Masjid & 1000 Yatim) Jumlah 2 DANA INFAQ/SHADAQAH • Bantuan Sarana Pendidikan SD & SMP • Bantuan Pendidikan Guru LBB • Fasilitator Div Pendstribusian • Layanan Kesehatan ambulan • Bantuan kesehatan/pengobatan duafa • Program Ramadhan (Sosialisasi Zakat UPZ) dan Kegiatan Keagamaan • Fasilitator Div Pengembangan • Sosialisasi Ramadhan dan Peningkatan Kepercayaan Donatur • Safari Dakfah Ramadhan • Fasilitator Div Pengumpulan • Penghargaan Juru Penerang Zakat • Fasilitator Tim Ekonomi • Klinik Dhuafa • Media Dakwah Bil Qalam • Modal Bergulir • Fasilitator Div. Umum • Perawatan Peralatan Jumlah DANA JASA BANK • Administrasi & Pajak Juli 2011 • Sekretariat Jumlah Total Penyaluran
1. Laporan ini disusun berdasarkan setoran dana ZIS per tanggal 20 setiap bulan. Bagi UPZ yang belum dimuat mohon konfirmasi ke 031-5613661 2. UPZ yang menyetorkan dana ZIS melalui bank, mohon konfirmasi dengan mengirimkan bukti transfer melalui Fax

DHD’45 BNI

Daftar Penerimaan ZIS Donatur Baru BAZ Prov. Jatim Bln. Agustus 2011
NO.
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38

UNIT KERJA
DR. H. Soekarwo,M.Hum Drs. H. Saifullah Yusuf DR. H. Rasiyo, M.Si Bp. Hadi Prasetyo Didi Daryanto Dwi Retno Hamba Allah Ir. Ketut Liyu Tanpa keterangan Sdri. Ar Intan Tanpa keterangan Bp. Dia Mohammad dr. Budi Siswanto Syaiful Irwan, SE Mukono Anita Dwi Rihan Moh. Sufyan Hendra Dwi Pras Sinarjati RR Achmad Bisri Wijoyo, ST Enny Rahayuningtyas Mayor Agung Santoso & kel Ari Mayor Iwan Serma Cahya Lettu Topan Agung Wagino Serka Arif Ranu Muji Laksono Imansyah Yuasadam Hj. Hikmah R Achmad Basuki Ir. Chairul Djaelani Hartono Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp

SEJUMLAH
10,000,000 5,000,000 3,000,000 1,000,000 7,700,000 300,000 882,000 500,000 525,000 62,500 2,000,000 120,000 100,000 750,000 500,000 300,000 300,000 7,000,000 312,500 750,000 100,000 25,000 100,000 1,500,000 500,000 100,000 300,000 200,000 150,000 330,000 210,000 325,000 75,000 12,500 1,000,000 1,000,000 10,000,000 2,000,000

NO.
39 40 41 42 43 44 45 46 47 48 49 50 51 52 53 54 55 56 57 58 59 60 61 62 63 64 65 66 67 68 69 70 71 72 73 74 75 76

UNIT KERJA
Drs. H. Sukardo, M.Si Drs. Sdjono, MM Ir. Budi Setiawan, M.MT, ME Rizki Mardiana Agus Bahtiar Tanpa keterangan Bp. Sidik Fatchur Rozaq Junied Agus P Gentur DR. Restu Kurnia Cahyani, M.Kes Bp. Imam Teguh Basuki Drs. Sutrisno Bp. Dwi L Kepala UPTD Probolinggo Prasta Andriani Prasta Andrisyah Sofwan Hadi Bp. Pernomo Boedi Ibu Nuniek B Ibu Sawitri Yosa Bahtiar Ir. Suparno Dra. Sukesi, Apt, Mars Chandra Irwanadi Siti Nurahmi Zainal Muhtadien Ibu Rofiq Siti Rochanah Rudy Herdisampurno Saptarina I Lilik Wuryantini Bp. Budi Safarudin Qodrat Firdaus Widjil saptadi Ninik Lesmono Drs. Slamet Hariyono,M.Si Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp

SEJUMLAH
1,500,000 1,000,000 1,000,000 250,000 400,000 18,495,000 500,000 1,000,000 500,000 5,000,000 1,000,000 200,000 600,000 600,000 600,000 200,000 200,000 2,000,000 3,000,000 1,000,000 800,000 100,000 ,000,000 7,000,000 2,000,000 1,000,000 1,000,000 300,000 2,650,000 2,000,000 1,000,000 75,000 6,000,000 4,000,000 2,000,000 1,000,000 1,000,000 1,000,000

NO.
77 78 79 80 81 82 83 84 85 86 87 88 89 90 91 92 93 94 95 96 97 98 99 100 101 102 103 104 105 106 107 108 109 110 111 112 113

UNIT KERJA
Abdul Rohman H. Soedarto Madaniyah H. Idrus Nurul Mutaridi Suwiji Sugiarto Palal Budi S Karyawan Dwi Ari Warga Jamaah H. Soedarto Karyawan Pegawai Pegawai dr. Dyah Karyawan Pegawai Lila Aditya Siti Hajar Santi Ir. Agus Surwanto Agus Bahtiar Tanpa keterangan Siti Rohaniyah Bp. Kusnoto Uch. Hasan Pegawai Satuan Dra. Elminah H.M, MM Nyimas Fatria Pegawai Jamaah Rinto BD Ahmad Hadiwiyanto Drs. Djati Suroso Nur Siti Maemunah Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp

SEJUMLAH
1,800,000 1,000,000 1,000,000 1,000,000 2,500,000 7,500,000 550,000 2,459,350 150,000 133,500 5,400,000 50,000 350,000 400,000 150,000 100,000 100,000 500,000 100,000 5,000 5,000 1,000,000 1,500,000 13,790,000 46,500 500,000 750,000 222,500 250,000 200,000 200,000 300,000 900,000 500,000 15,000 25,000 565,000

Rp Rp Rp Rp Rp Rp

1,185,000.00 800,000.00 10,000,000.00 28,000,000.00 125,734,500.00 519,924,000.00 Rp 685,643,500.00

Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp

2,450,000.00 150,000.00 5,691,000.00 30,960,625.00 2,300,000.00 134,570,750.00 4,407,500.00 19,092,000.00 14,418,000.00 6,835,000.00 2,402,346.00 4,255,000.00 28,666,300.00 25,511,700.00 98,000,000.00 6,222,500.00 2,907,500.00

Rp

388,840,221.00

Rp Rp

972,504.61 19,081,760.00

Rp Rp

20,054,264.61 1,094,537,985.61

16

| Warta BAZ

Edisi 115 | Oktober 2011 |

17

sekitar kita

Reaksi Berlebihan dan Salah Kaprah

Di Sekitar ‘Polemik’ Busana Mini :

P

ada suatu hari di bulan September 2011, media massa memberitakan Gubernur Aceh mengeluarkan pernyataan: “Perempuan yang tidak berjilbab layak diperkosa!” Tentu saja . pernyataan itu menyinggung perasaan banyak perempuan di Indonesia. Para perempuan tak berjilbab di luar Acehpun bersimpati, lalu rama-ramai mengecam Gubernur Aceh. Beberapa hari kemudian, Gubernur DKI Jakarta mengeluarkan pernyataan atas maraknya kasus perkosaan di Jakarta: “Wahai perempuan, kalau tak ingin mengundang pemerkosa, jangan pakai rok mini.” Tak pelak lagi, inipun mengundang reaksi keras dari para perempuan Indonesia, utamanya yang masih suka memakai rok mini. Pada suatu hari di bulan September itu, mereka berduyun-duyun turun ke jalan memprotes Gubernur DKI. Poster dan spanduknya lantang: “Rok Mini is My Right” (Rok Mini adalah Hak Saya), atau “Salahkan Pemerkosa, bukan Korban.” Pada kasus yang pertama, saya tidak setuju dengan pandangan Gubernur Aceh bahwa perempuan tak berjilbab pantas diperkosa. Ini ucapan paling kejam dan tak berperikemanusiaan yang pernah keluar dari mulut seorang pejabat negara. Jahat sekali dia. Saya membayangkan anak perempuan saya yang tak berjilbab kemudian kebetulan berada di Aceh dan dia diperkosa, lalu Gubernur bilang “Kamu memang layak diperkosa.” Saya tak habis pikir ada orang mentolerir perkosaan seperti itu. Namun pada kasus yang kedua, saya menganggap nasehat Gubernur DKI Jakarta

itu tidak ada yang salah. Itu tak jauh beda dengan nasehat para orangtua kepada anak gadisnya, atau nasehat para suami kepada istrinya. Itu nasehat yang baik. Itu tidak berarti melarang rok mini atau merendahkan rok mini. Itu mengingatkan konsekuensi dan risiko mengenakan rok mini, sama dengan nasehat: “Hujan dan berangin begini, pakailah baju tebal dan hangat, agar tak masuk angin.” Bila para perempuan pemrotes itu sedikit saja merenungkan pernyataan itu, akan terserap maknanya: “Hati-hati berpakaian di jalan atau angkutan umum, banyak lakilaki berpikiran kotor dan mesum. Jangan pakai rok mini, berpakaianlah yang sopan supaya tidak memancing hasrat buruk.” Dimana letak salahnya nasehat itu? Kaum liberal dan sekular memutarbalikkan makna nasehat yang amat mendasar itu (dari budi pekerti ketimuran tentang kesopanan berpakaian di tempat umum). Teori mereka menjadi: “Rok mini bukan berarti kami tidak sopan.” (Bayangkan kalau dilanjutkan: “Telanjang tidak berarti kami mengundang birahi laki-laki”). Nasehat baik-baik, diplintir maknanya sebagai “penindasan terhadap hak-hak perempuan” Tentu saja . perempuan berhak pakai rok mini, tank top, you can see, bahkan telanjang. Tapi mereka harus bertanggungjawab atas pilihannya itu, menyadari konsekuensi dan risikonya. Telanjang di jalanan akan dibilang gila, pakai rok serba terbuka akan dipelototi orang. Musykil rasanya kalau para perempuan maju, modern, pintar, cerdas ini menafikan efek, dampak, dan konsekuensi dari perilaku tiap individu.

Ketua MUI Pusat benar ketika menyebutkan adanya dua elemen penting penyebab terjadinya perkosaan: ada laki-laki yang kebetulan pikirannya sedang kotor, mesum, jorok, ngeres; dan ada stimulan di hadapan mata berupa perempuan dengan dada atau paha terbuka. Ada argumen mengatakan: “Kalau dasarnya ngeres, perempuan berjilbab juga diperkosa.” Ini tak dapat dibantah. Memang ada perempuan berjilbab diperkosa, tetapi secara obyektif, coba kita bandingkan frekuensinya. Lagipula secara sedikit agak serampangan, argumen ini bisa di-counter dengan: “Perempuan berjilbab saja diperkosa kok (kalau ada kesempatan), apalagi yang dada dan pahanya terbuka” . Tulisan ini tak hendak mengecam perempuan yang masih pakai rok mini, you can see, dan tank top di tempat umum. Saya hanya ingin menyampaikan bahwa reaksi kaum perempuan mendemo nasehat yang baik itu agak berlebihan. Namanya nasehat, kalau dianggap baik dan dipercaya, laksanakan. Bila dianggap salah atau tidak cocok, abaikan saja. Tak perlu mendemo si pemberi nasehat. Memang kunci dari persoalan kejahatan perkosaan adalah hukuman bagi pemerkosa. Para pejabat dan penegak hukum itu mesti lebih serius menghukum pemerkosa. Para pemerkosa itu adalah laki-laki yang tidak bertanggungjawab, dan kejam, karena menganiaya mental dan menimbulkan trauma serta bekas seumur hidup. Hukuman maksimal amat patut dijatuhkan pada mereka. Kita para perempuan mesti melobby para legislator dan penegak hukum untuk membangun aturan hukum yang setimpal, yang membuat laki-laki jera (bagi yang sudah pernah) atau jeri (bagi yang berhasrat) untuk memperkosa. Jujur saya akui, anak perempuan saya (24 tahun) belum berjilbab. Ada teman

Oleh Sirikit Syah, MA
Pengamat media, pengajar di FIB Unair dan Stikosa-AWS, pendiri dan Direktur Lembaga Konsumen Media-Media Watch tinggal di www.sirikitsyah.wordpress.com

yang mengecam saya, “Kau membiarkan anakmu masuk neraka.” Terpaksa saya menjauhi teman itu, yang menganggap lebih tahu dari Tuhan tentang surga dan neraka. Seperti Gubernur DKI, saya toh tak bosan mengingatkan, “Berpakaianlah yang sopan di depan umum.” Alhamdulillah meskipun belum berjilbab, anak saya (dan mungkin jutaan gadis Muslim di Indonesia) memakai pakaian yang pantas dan sopan. Tidak rok mini, tidak ketat, tidak terbuka dimana-mana. Saya tidak berharap ada hal buruk terjadi pada anak saya, tetapi kalau saja hal buruk terjadi padanya (misalnya dia dicolek penumpang di angkot), saya berharap dia datang pada ibunya dan berkata, “Ibu benar, saya menyesal.” Saya tak ingin anak gadis yang tak berjilbab ketika mengalami peristiwa buruk, tak berani lapor orangtuanya atau aparat kepolisian karena takut malah disalah-salahkan. “Salahmu sendiri! Kan kami sudah bilang!” Dengan mereka tak melapor, kejahatan tak disadari dan tak dapat dihentikan. Oleh sebab itu, saya mengajak para aktivis perempuan untuk merenungkan kembali hakekat nasehat “berpakain pantas dan sopan di depan umum” Saya juga mengimbau para . pejabat untuk menasehati rakyatnya dengan pendekatan yang baik, yang ramah, tidak menghakimi atau merendahkan. Selanjutnya, saya berharap para perempuan Indonesia, termasuk anak saya, mendapatkan hidayah untuk menutup auratnya sesuai tuntunan agama. []
Edisi 115 | Oktober 2011 |

18

| Warta BAZ

19

tadabbur

Hujan, Ayat Penyubur Iman
“Pulau Jawa Paling Beresiko Terkena Kekeringan” (www.detiknews.com 18/9/2011). Di saat-saat seperti itu, biasanya orang lalu ingat hujan dan berharap segera turun. Itu saja! Jarang yang merenungkan, bahwa di balik hujan ada tanda-tanda Kemahabesaran Allah.
Terukur! Hebat!
Mari, kita tadabburi “apa dan bagaimana” hujan itu. Untuk itu, kita ikuti kajian menarik dari Harun Yahya atas sejumlah ayat Al-Qur’an seperti yang ditulisnya di www.harunyahya.com. Berikut ini petikannya. Pertama, air turun ke bumi menurut kadar tertentu. Hujan adalah air yang diturunkan Allah ‘menurut kadar’. “Dan, Yang menurunkan air dari langit menurut kadar (yang diperlukan) …” (QS Az-Zukhruf [43]: 11). Hujan turun dalam takaran yang tepat. Misal, kecepatan turunnya. Benda yang berat dan ukurannya sama dengan air hujan, bila dijatuhkan dari ketinggian 1.200 meter, akan mengalami percepatan terus-menerus dan jatuh ke bumi dengan kecepatan 558 km/jam. Sementara, rata-rata kecepatan jatuhnya air hujan hanya 8-10 km/jam. Air jatuh ke bumi dengan kecepatan yang rendah karena titik hujan memiliki bentuk khusus yang meningkatkan efek gesekan atmosfer dan membantu hujan turun ke bumi dengan kecepatan yang lebih rendah. Andai bentuk titik hujan berbeda, atau andai atmosfer tak memiliki sifat gesekan, bumi akan menghadapi kehancuran setiap turun hujan. Lihatlah angka-angka di bawah ini. Ketinggian minimum awan hujan adalah 1.200 meter. Efek yang ditimbulkan oleh satu tetes air hujan yang jatuh dari ketinggian tersebut sama dengan benda seberat 1 kg yang jatuh dari ketinggian 15 cm. Awan hujan pun dapat ditemui pada ketinggian 10.000 meter. Pada kasus ini, satu tetes air yang jatuh akan memiliki efek yang sama dengan benda seberat 1 kg yang jatuh dari ketinggian 110 cm. Dalam satu detik, kira-kira 16 juta ton air menguap dari bumi. Jumlah ini sama dengan jumlah air yang turun ke bumi dalam satu detik. Dalam satu tahun, diperkirakan jumlah ini akan mencapai 505x1012 ton. Air terus berputar dalam daur yang seimbang berdasarkan ‘takaran’. Kedua, air hujan adalah tawar. “Maka, terangkanlah kepada-Ku tentang air yang kamu minum. Kamukah yang menurunkannya ataukah Kami yang menurunkan? Kalau Kami kehendaki, niscaya Kami jadikan dia asin. Maka, mengapakah kamu tidak bersyukur?” (QS Al-Waqi’ah [56]: 68-70). “… dan Kami beri minum kamu dengan air yang tawar?” (QS Al-Mursalaat [77]: 27). “Dialah Yang telah menurunkan air hujan dari langit untuk kamu, sebagiannya menjadi minuman dan sebagiannya (menyuburkan) tumbuh-tumbuhan, yang pada (tempat tumbuhnya) kamu menggembalakan ternakmu” (QS An-Nahl [16]: 10). Air hujan berasal dari penguapan air dan 97% di antaranya adalah penguapan air laut yang asin. Namun, air hujan adalah tawar. Air hujan tawar karena adanya hukum fisika yang ditetapkan Allah.

Berdasarkan hukum ini, dari manapun asalnya penguapan air ini, baik dari laut yang asin, dari danau yang mengandung mineral, atau dari dalam lumpur, air yang menguap tidak pernah mengandung bahan lain. Air hujan akan jatuh ke tanah dalam keadaan murni dan bersih, sesuai ketentuan Allah. “… Kami turunkan dari langit air yang amat bersih” (QS Al-Furqaan [25]: 48). Ketiga, hujan memberi kehidupan bagi tanah yang mati. Di Al-Qur’an, banyak ayat yang menyeru kita agar memerhatikan bahwa hujan berguna untuk menghidupkan tanah yang mati. “… dan Kami turunkan dari langit air yang amat bersih, agar Kami menghidupkan dengan air itu negeri (tanah) yang mati, dan agar Kami memberi minum dengan air itu sebagian besar dari makhluk Kami, binatang-binatang ternak dan manusia yang banyak” (QS AlFurqaan [25]: 48-49). Hujan juga berfungsi sebagai penyubur. Hujan mengandung zat-zat tertentu yang bisa memberi kesuburan pada tanah yang mati. Tetesan yang ‘memberi kehidupan’ ini disebut ‘tetesan tegangan permukaan’. Tetesan tegangan permukaan terbentuk di bagian atas permukaan laut, yang disebut lapisan mikro oleh ahli biologi. Pada lapisan yang lebih tipis dari 1/10 mm ini, terdapat sisa senyawa organik dari polusi yang disebabkan oleh ganggang mikroskopis dan zooplankton. Dalam sisa senyawa organik ini terkandung beberapa unsur yang sangat jarang ditemukan pada air laut seperti fosfor, magnesium, kalium, dan beberapa logam berat seperti tembaga, seng, kobal, dan timah. Tetesan berisi ‘pupuk’ ini naik ke langit dengan bantuan angin dan setelah beberapa waktu akan jatuh ke bumi sebagai tetesan hujan. Dari air hujan inilah, benih dan tumbuhan di bumi memeroleh berbagai garam logam dan unsur-unsur lain yang penting bagi

pertumbuhan mereka. “Dan, Kami turunkan dari langit air yang banyak manfaatnya lalu Kami tumbuhkan dengan air itu pohonpohon dan biji-biji tanaman yang diketam” (QS Qaaf [50]: 9). Garam-garam mineral yang turun bersama hujan merupakan contoh dari pupuk konvensional (kalsium, magnesium, kalium, dan lain-lain) yang digunakan untuk meningkatkan kesuburan. Sementara, logam berat, yang terdapat dalam tipe aerosol ini, adalah unsur-unsur lain yang meningkatkan kesuburan pada masa perkembangan dan produksi tanaman. Singkat kata, hujan adalah penyubur yang sangat penting. Setelah seratus tahun lebih, tanah tandus dapat menjadi subur dan kaya akan unsur esensial untuk tanaman, hanya dari pupuk yang jatuh bersama hujan. Hutan pun berkembang dan diberi ‘makan’ dengan bantuan aerosol dari laut tersebut. Dengan cara seperti ini, 150 juta ton pupuk jatuh ke permukaan bumi setiap tahunnya. Andai tidak ada pupuk alami seperti ini, di bumi ini hanya akan terdapat sedikit tumbuhan, dan keseimbangan ekologi akan terganggu. Sungguh, “ … Tuhan kami tidak akan salah dan tidak (pula) lupa; Yang telah menjadikan bagimu bumi sebagai hamparan dan Yang telah menjadikan bagimu di bumi itu jalan-jalan, dan menurunkan dari langit air hujan. Maka, Kami tumbuhkan dengan air hujan itu berjenis-jenis dari tumbuh-tumbuhan yang bermacam-macam” (QS Thaahaa [20]: 52-53).

Buah Tadabbur
Sangat mengesankan penjelasan AlQur’an tentang hujan, yang lalu diuraikan secara memikat oleh Harun Yahya. Maka, nikmat besar bernama hujan ini akankah hanya akan berlalu begitu saja tanpa bisa menambah subur iman kita? []
Edisi 115 | Oktober 2011 |

20

| Warta BAZ

21

tips sehat

Kiat Mengatasi INSOMNIA
Insomnia adalah gejala kesulitan untuk tidur pada malam hari yang dapat terjadi berulang-ulang yang antara lain disebabkan oleh permasalahan psikologis dan penyakit. Allah berfirman: ”Dan di antara kekuasaan-Nya ialah tidurmu di waktu malam….(QS [30]: 23). ……dan Kami jadikan tidurmu untuk istirahat (QS [78] : 9).

Perubahan pola tidur antara lain disebabkan oleh:
1. Jet lag , terutama jika bepergian dari timur ke barat. 2. Bekerja pada malam hari. 3. Sering berubah-ubah jam kerja. 4. Penggunaan alkohol yang berlebihan. 5. Efek samping obat (kadang-kadang). 6. Kerusakan pada otak (karena ensefalitis, stroke, penyakit Alzheimer)

11. Faktor hormonal. Sebanyak 67 persen wanita mengalami gangguan tidur. Pada masa pubertas wanita memiliki risiko dua setengah kali lebih besar mengalami insomnia daripada pria.Perubahan hormon estrogen dan progesteron dapat menyebabkan depresi dan kecemasan yang mempengaruhi pola tidur.

Cara Mencegah Insomnia
1. Mandi air hangat sebelum tidur. 2. Gunakan tempat tidur hanya untuk tidur. 3. Keadaan kamar diusahakan senyaman mungkin dan mematikan atau meredupkan lampu sebelum tidur. 4. Berdoa dan berdzikir sebelum tidur membuat hati lebih tenang dan mempermudah untuk segera tidur. 5. Hindari dan segera atasi stress, depresi, dll. 6. Mengatur pola tidur sestabil mungkin. Tidur dan bangun di waktu yang sama setiap harinya meskipun di hari libur. 7. Berolahraga teratur tetapi jangan berolahraga saat menjelang tidur. 8. Melakukan relaksasi. 9. Mendengarkan musik yang tenang. 10. Menghindari makan dalam jumlah banyak sebelum tidur. Tapi disarankan makan sedikit makanan ringan yang mengandug sedikit karbohidrat. 11. Hindari mengonsumsi kopi atau minuman berkafein lainnya dari sore hingga waktu menjelang tidur. 12. Stop merokok karena nikotin dapat menjadi stimulant yang bisa membuat sulit tidur.

Insomnia dikelompokkan menjadi tiga, yaitu:
1. Susah tidur (sleep onset insomnia). 2. Terbangun di tengah malam (sleep maintenance insomnia). 3. Bangun lebih cepat (early awakening insomnia). Sulit tidur pada malam hari atau waktu tidur malam yang tidak mencukupi, tidur yang tidak nyenyak, menyebabkan kepala pusing dan kelelahan keesokan harinya akibat kurangnya istirahat pada malam hari. Tidur malam hari kurang dari 3,5 jam (wanita) dan 4,5 jam (laki-laki) dapat menyebabkan kenaikan 15% tingkat kematian. Tidur lebih awal dengan waktu tidur mencukupi (lebih dari 5 jam) yang diniatkan untuk bangun lebih pagi untuk beribadah bukan termasuk insomnia. Umat muslim banyak yang bangun jam 03.00 untuk sholat tahajut. Insomia dapat terjadi pada usia muda maupun usia lanjut. Dengan bertambahnya usia, waktu tidur cenderung berkurang. Pola terbangun pada dini hari lebih sering ditemukan pada usia lanjut. Orang yang pola tidurnya terganggu dapat mengalami irama tidur yang terbalik, mereka tertidur bukan pada waktunya tidur dan bangun pada saatnya tidur.

Penyebab umum insomnia:
1. Faktor psikologi: kecemasan, gelisah, stres dan depresi. 2. Sakit fisik: asma, sinus, flu , dan penyakit lainnya dapat menyebabkan gangguan tidur. Selama penyakit tersebut belum dapat disembuhkan maka masih terjadi insomnia. 3. Pola tidur yang tidak konsisten. Banyak orang memiliki kecenderungan untuk terjaga sampai sangat larut dan bangun terlambat pada hari libur. Hal ini mengganggu pola tidur yang normal. 4. Makan makanan berat terlalu dekat dengan waktu tidur. Tubuh membutuhkan waktu untuk menyelesaikan proses pencernaan, jika makan malam terlalu dekat dengan waktu tidur, maka akan mengalami kesulitan tidur. 5. Tidur dalam keadaan lapar karena program penurunan berat badan. 6. Terlalu banyak tidur pada siang hari. 7. Merokok. Nikotin pada rokok merangsang jantung berdetak lebih cepat sehingga menghilangkan rasa kantuk. 8. Kafein menyebabkan kesulitan tidur. 9. Suhu ruangan terlalu panas atau terlalu dingin . 10. Ketidak mampuan untuk rileks di tempat tidur. Banyak orang membawa masalah ketika beranjak tidur.

obat tidur dan zat penenang lainnya untuk bisa beristirahat. Obat tidur menyebabkan ketergantungan psikologis , yaitu keyakinan bahwa tidak dapat tidur tanpa obat tersebut. Orang tua yang mengalami perubahan tidur karena bertambahnya usia tidak memerlukan pengobatan karena perubahan tersebut adalah normal. Penderita insomnia hendaknya tetap tenang dan santai beberapa jam sebelum waktu tidur tiba serta menciptakan suasana yang nyaman di kamar tidur dengan cara mematikan atau meredupkan lampu sebelum tidur. Jika penyebabnya adalah stres emosional, diberikan obat untuk mengurangi stres. Jika penyebabnya adalah depresi, diberikan obat anti-depresi. Alternatif lain untuk mengatasi insomnia tanpa obat-obatan adalah dengan relaksasi atau dengan hipnoterapi.

Cara melakukan relaksasi:
1. Tariklah napas melalui hidung dengan tenang dan perlahan sambil merasakan aliran udara melalui hidung dengan cara mengembangkan perut tanpa menggerakkan dada. 2. Jika udara yang dihirup sudah mencukupi, berhentilah sejenak dan rasakan ketenangan. 3. Setelah dirasakan cukup, buanglah napas perlahan-lahan dengan mengempiskan perut secara perlahan dan tenang disertai pembebasan beban emosi yang ada. [] Yuli Achtien

Pengobatan
Pengobatan insomnia tergantung kepada penyebab dan beratnya insomnia. Insomia untuk sementara waktu dapat diatasi dengan pemberian obat tidur, tetapi jangan digunakan terus menerus dalam jangka waktu panjang. Lebih baik mencari penyebabnya dan diterapi berdasarkan penyebabnya. Banyak penderita insomnia tergantung pada
Edisi 115 | Oktober 2011 | 23

22

| Warta BAZ

psikologi keluarga

D

Mengenal FOBIA dan SOLUSINYA

Anandyah Retno Cahyaningrum, S.Psi.
alumnus Psikologi Unair – peminat masalah sosial kemasyarakatan www.anandyah.com

alam kesempatan konsultasi, ada seorang ibu mengeluhkan putri sulungnya (usia 8 tahun) yang sangat cengeng dan penakut. Setiap kali mendengar bunyi petir, gadis kecil tersebut selalu histeris dan menangis. Begitu pula ketika harus ke kamar mandi seorang diri, pasti merengek ketakutan meminta ditemani. Pada keluarga lain, putra bungsunya sejak usia 5 tahun sangat takut melihat nasi putih. Putranya ini selalu melarikan diri ketika melihat nasi putih di hadapannya. Sehingga ibunya selalu mencari makanan pengganti nasi untuk memenuhi kebutuhan makannya. Ketakutan ini berlangsung sampai dia dewasa dan berumah tangga.

tetapi anak yang merasa takut pada kupu-kupu atau karet gelang adalah fobia. Perilaku fobia mencakup aspek emosi dan tingkah laku. Pada dasarnya setiap manusia memiliki rasa takut. Karena setiap manusia dianugerahi insting yang berfungsi melindungi diri dari bahaya. Sebagai manusia, rasa takut kita akan berkurang seiring dengan pertumbuhan dan pengalaman tentang sesuatu yang membahayakan atau tidak. Pada umumnya fobia ditandai dengan gejala seperti kaku dalam bergaul, takut melakukan kesalahan, menyalahkan diri sendiri, rasa takut yang berlebihan, menjerit, berlari tanpa sebab, mengunci diri di kamar, menampilkan tingkah laku yang ketakutan dan tidak mampu mengendalikan diri.

Perilaku fobia juga bisa disebabkan oleh cara asuh orang tua yang overprotektif. Terlalu banyak larangan terhadap sesuatu yang dalam pandangan orang tua membahayakan membuat anak-anak tidak memiliki keberanian untuk mencoba sesuatu. Atau terlalu berlebihan dalam memanjakan anak menjadikan anak selain tidak mandiri juga tidak siap menghadapi tantangan. Misal; melarang anak bermain tanah karena ada kumannya, melarang anak memanjat-manjat karena takut jatuh, melarang anak bergaul dengan teman-teman sebayanya karena takut ketularan penyakit, dll. Fobia juga dapat disebabkan oleh peristiwa traumatik, seperti terperangkap di suatu tempat tertutup, kecelakaan pesawat (fobia ketinggian), terperangkap dalam kerusuhan (fobia keramaian), dll.

Mengatasi Fobia
Penderita fobia harus mendapatkan perawatan intensif agar dapat hidup normal dan produktif. Dalam ilmu psikologi ada beberapa tehnik yang digunakan untuk mengatasi fobia, tergantung pada berat ringannya dan penyebab fobia. Di antara upaya penyembuhannya adalah dengan konseling, psikoterapi, terapi cognitive behavioral, desensitisation dan hipnoterapi. Penyembuhan ini sangat baik apabila dilakukan oleh tenaga ahli seperti psikolog atau psikiater. Konseling merupakan terapi bicara dimana konselor biasanya akan mendengarkan permasalahan seseorang, seperti ketakutannya saat berhadapan dengan barang atau situasi yang membuatnya fobia. Konselor dengan menggunakan pendekatan mendalam membantu menemukan penyebab ketakutan. Setelah itu konselor akan memberikan saran bagaimana cara-cara untuk mengatasinya. Selanjutnya akan dilakukan psikoterapi secara bertahap. Terapi cognitive behavioral juga sering dipakai oleh terapis yaitu suatu konseling yang akan menggali pikiran, perasaan dan perilaku seseorang dalam rangka mengembangkan caracara praktis yang efektif untuk melawan fobia.

Makna Fobia
Dalam kamus psikologi penyakit di atas disebut Fobia. Yaitu, perasaan takut yang irasional terhadap objek yang tidak berbahaya atau tidak menyeramkan dan tidak perlu ditakuti. Fobia merupakan ketakutan yang tidak ada sumber bahaya yang mengancam secara nyata. Anak-anak yang takut pada anjing galak atau topeng yang menakutkan bukanlah fobia,

Penyebab Fobia
Banyak orang tua kebingungan ketika anaknya mengalami fobia. Tanpa mencari penyebabnya orang tua cenderung membiarkan penyakit tersebut. Penyikapan-penyikapan yang salah, seperti memarahi atau memukuli justru memperparah kondisi fobia si anak. Anak–anak belajar dari orang dewasa di sekitarnya. Orang tua yang menunjukkan tingkah laku yang takut kepada sesuatu yang tidak menakutkan justru akan menjadi contoh bagi anak untuk juga menjadi takut kepada sesuatu tersebut. Misal: ibunya selalu menjerit-jerit ketika melihat kecoak, maka anak akan merekam di alam bawah sadarnya bahwa kecoak itu membahayakan. Akibatnya anak memiliki rasa takut pada hewan tersebut. Tidak hanya melihat, membayangkannya pun sudah takut, merasa terancam jiwanya ketika harus memasuki tempat-tempat yang berpeluang terdapat hewan tersebut.

Desensitisation disebut juga terapi pemaparan diri dimana orang yang mengalami fobia sederhana bisa diobati dengan menggunakan bentuk terapi perilaku. Terapi ini dilakukan secara bertahap selama periode waktu tertentu dengan melibatkan objek atau situasi yang membuatnya takut. Secara perlahan-lahan seseorang akan mulai merasa tidak cemas atau takut lagi terhadap hal tersebut. Misal: fobia pada laba-laba, setelah melalui proses konseling biasanya diikuti dengan terapi kognitif berupa persuasi untuk mengubah persepsinya bahwa laba-laba adalah binatang kecil yang lemah, lembut, tidak bisa menyerang manusia, rumahnya rapuh dengan sekali tiup langsung rusak, dll. Setelah persepsinya tentang laba-laba yang menakutkan berubah, maka dapat diperlihatkan gambar laba-laba berawal dari bagian-bagian anggota tubuhnya sampai gambar laba-laba secara utuh. Dari gambar yang tidak berwarna sampai berwarna, dari gambar sketsa sampai foto. Terapi dapat dilanjutkan dengan memegang gambar laba-laba. Selanjutnya dapat ditingkatkan dengan menampilkan laba-laba mainan. Penderita dimotivasi untuk memegang mainan tersebut, meraba bagian per bagian anggota tubuh. Setelah muncul keberaniannya baru penderita ditunjukkan laba-laba yang sesungguhnya. Akhir-akhir ini kasus fobia banyak disembuhkan dengan hipnoterapi. Hipnoterapi adalah terapi dengan memanfaatkan gelombang otak manusia. Dengan mengkondisikan gelombang otak pada kondisi alpha atau theta, seseorang mendapatkan stimuli dari terapis. Stimuli berupa kata-kata yang menenangkan terekam dalam otak bawah sadarnya dan secara bertahap mengubah persepsi seseorang terhadap obyek yang menakutkan menjadi obyek yang tidak menyeramkan. Lama tidaknya proses terapi pada setiap orang tidak sama, sangat tergantung pada penyebab dan jenis fobianya. Berhasil tidaknya penyembuhan ini tergantung pada besarnya dukungan keluarga. Motivasi, partisipasi dan doa orang tua adalah kunci sukses penyembuhan fobia. []
Edisi 115 | Oktober 2011 |

24 |

Warta BAZ

25

uang dan saya

Dijamin

W

aktu sudah cukup larut saat saya tiba di sebuah hotel di kawasan Khao San Road Bangkok jelang Ramadhan itu. Sejak berada di Bandara Kuala Lumpur sengaja saya tidak makan. Tujuan saya adalah supaya bisa makan malam di Negeri Gajah Putih itu. Saya yakin ada sesuatu yang menarik dan inspiratif tentang kuliner di negeri yang mayoritas penduduknya beragama Budha itu. Maka, begitu selesai mandi, segeralah saya keluar hotel mencari makanan. Kao San Road memang tidak pernah tidur. Walaupun jam sudah menunjukkan tanda pergantian hari, toko dan resto tidak tutup. Justru makin ramai dikunjungi para turis. Wajah-wajah bule mendominasinya. Saya amati satu demi satu resto yang ada untuk mencari makanan yang cocok. Dari ujung ke ujung sudah terlalui. Tetapi saya tidak menemukan satupun makanan yang saya yakini cocok dengan

Halal

Strategic Finance Specialist pada SNF Consulting, www.snfconsulting.com

Iman Supriyono,

kriteria utama saya: dijamin halal. Maka, akhirnya saya hanya berani menyantap yang saya yakin kehalalannya: telur bakar. Ya, di Khao San Road banyak penjaja telur kaki lima. Bukan telur asin rebus seperti yang biasa saya jumpai di tanah air. Yang dijajakan adalah telur panggang. Telur bulat dipanggang. Sayapun membelinya beberapa butir plus buah siap santap. Cukup untuk memenuhi kebutuhan energi sampai keesokan harinya saat waktu makan pagi. Sayapun segera kembali ke hotel merebahkan badan yang memang sudah sangat lelah setelah perjalanan Kuala Lumpur - Bangkok. ♦♦♦ Denpasar pada suatu hari. Selepas sholat maghrib bersama istri saya keluar hotel mencari makan malam. Sebagai seorang muslim kriteria yang tidak boleh ditawar adalah kehalalan. Sadar berada di daerah mayoritas non muslim, sayapun

harus hati hati memastikan kehalalan. Kebetulan ada seorang gadis berjilbab melintas. Dari gayanya berjalan yang mantap dan tidak tolah toleh, saya yakin ia familiar dangn kawasan itu. Segeralah saya bertanya kepadanya tentang restoran atau warung makan di kawasan itu yang dijamin halal. “Jalan ini lurus saja. Nanti sekitar 200 meter ada perempatan jalan. Di sebelah kiri perempatan itu ada resto yang dijamin halal” Sebuah jawaban yang cukup jelas . dan membantu. Sayapun segera melangkah. Tidak butuh waktu terlalu lama saya sudah sampai pada perempatan jalan dimaksud. Sayapun segera menengok ke kiri jalan. Betul sekali. Ada sebuah restoran besar yang memajang tulisan besar-besar pula: Dijamin HalalMajelis Ulama Indonesia. Sayapun yakin dan makan di resto yang saya yakin Anda juga sangat mengenalnya: McDonald’s. ♦♦♦ Jamaah…..(hehehehe….menirukan gaya seorang ustadz), kebutuhan makanan halal tidak bisa ditawar lagi oleh kaum muslimin. Telur panggang di Bangkok menjadi “pelarian” untuk kebutuhan ini. Memang tidak ideal tetapi itulah yang

mungkin. Setelah mencari-cari di sekitar hotel, keesokan harinya barulah saya menemukan warung makanan Arab di dekat sebuah masjid. Menu yang lebih cocok untuk kebutuhan daripada sekedar telor panggang. Kebutuhan ini dalam kaca mata bisnis dibaca sebagai sebuah peluang pasar. Pasar yang bahkan bisa menjadi sangat fanatik. Tidak akan berbelanja makanan kecuali yang halal. Inilah yang ditangkap oleh McD di negeri-negeri mayoritas muslim atau negeri yang terdapat penduduk muslim dalam prosentase yang dianggap signifikan. Indonesia, Malaysia dan Singapura oleh McD termasuk yang kelompok ini. Maka, jaringan resto siap saji global ini memastikan kehalalannya melalui kerja sama dengan MUI atau otoritas keislaman sejenis. Di Singapura misalnya, “stempel halal” McD diperoleh dari MUIS alias Majelis Ugama Islam Singapura. Orang Islam pun tidak perlu ragu untuk menyantapnya. Seperti yang saya alami di Denpasar. McD yang asal-usulnya tidak berasal dari kaum muslimin justru menjadi penolong saya di Denpasar. Apakabar resto milik kaum muslim? []

26 |

Warta BAZ

Edisi 115 | Oktober 2011 |

27

silaturrahim

Cepat, Tepat dan Bermanfaat

Pemberdayaan ekonomi (bantuan modal usaha bergulir tanpa agunan dan tanpa bunga, bantuan alat kerja, serta pelatihan ketrampilan dan wirausaha). Selama ini, orang-orang yang bekerja keras menjalankan program pendistribusian BAZ Jatim adalah: Muhammad Isa, M.Si Pria kelahiran Lumajang ini dipercaya menjadi Koordinator Bidang Pendistribusian BAZ Jatim. Pak Isa, sapaan akrabnya, menduduki posisi itu sejak tahun 2009 sejalan dengan kedudukannya sebagai Kepala Sub Bagian Kelembagaan Agama di Biro Administrasi Kemasyarakatan Setdaprov Jatim yang diamanatkan kepada ayah satu anak ini pada Muhammad pertengahan 2008. Isa (kanan) • H. Hafid Bakri, MM Kiprah Pak Hafid, sapaan akrabnya, menjadi bagian penting dari perjalanan BAZ Jatim. Ayah dua anak ini sejak tahun 1993 sudah bergelut dengan urusan zakat selaras dengan perannya di Kanwil Kemenag Jatim. Hampir semua bidang pengelolaan zakat sudah pernah dipercayakan kepadanya. Kemudian beberapa tahun terakhir, pria kelahiran Lamongan (kanan) Hafid Bakri •

J

ini fokus pada bidang pendistribusian. Di Kanwil Kemenag Jatim, jabatan terakhir yang dipercayakan kepadanya adalah Kepala Seksi Sarana Bidang Mapenda. Namun sejak 26 Agustus 2011 silam, Pak Hafid, yang sedang menempuh pendidikan S3 di Universitas Negeri Malang, menerima amanat baru menduduki jabatan sebagai Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Madiun. • H. Syamsul Arifin, MM Pria asal Sumenep ini juga termasuk orang lama di BAZ Jatim. Kiprahnya talah banyak mewarnai akselerasi perkembangan BAZ Jatim hingga saat ini. Baginya, kebahagiaan terbesar menjadi bagian dari BAZ Jatim adalah ketika bisa memberi manfaat sebanyak-banyaknya kepada para dhuafa. Ayah tiga anak ini meniti karir profesionalnya di RRI Surabaya. Di sisi lain, bertahuntahun Pak Syamsul menjadi langganan Pemprov Jatim untuk menjadi MC di setiap kegiatan keagamaan hingga kini ketika ia telah menjadi instruktur l Arifin MC. Syamsu Saat pertama kali menjadi Pengurus BAZ Jatim, Pak Syamsul menduduki posisi seksi reportase bidang keagamaan RRI Surabaya. Kini, peraih gelar Magister Manajemen dari Universitas Wijaya Putra Surabaya ini dipercaya sebagai Kepala Seksi Programa 2 FM RRI Surabaya. Selain itu, Pak Syamsul juga aktif di berbagai organisasi sosial keagamaan seperti PHBI Jatim, LPTQ Jatim, MDI Jatim dan LDNU Jatim. []

udul tulisan ini menunjukkan prinsip pendistribusian BAZ Jatim. Cepat berarti tanggap dalam merespon kebutuhan dhuafa dan dalam waktu singkat bisa membantu menyelesaikan masalahnya. Tepat berarti sesuai sasaran, selaras dengan ketentuan syariat dan dapat dipertanggungjawabkan. Sedangkan bermanfaat berarti program yang didistribusikan memberikan implikasi nyata bagi penyelesaian problem dan peningkatan taraf hidup para dhuafa. Ketiga prinsip tersebut menjadi tolok ukur keberhasilan program pendistribusian BAZ Jatim. Setiap program didesain agar dana yang terkumpul dari zakat, infak dan shadaqah (ZIS) masyarakat Jatim secara optimal berkontribusi untuk menanggulangi kemiskinan.

Dalam catatan bidang pendistribusian, hingga tahun 2011 BAZ Jatim telah memberikan manfaat kepada ratusan ribu dhuafa se-Jatim, antara lain: • 2.154 UMKM terbantu modal bergulir (total Rp. 2,7 M) • 8.339 rak gratis • 666 guru mengaji / sabilillah mengikuti pembinaan • 150 anak jalanan telah dibina • Ratusan warga di 4 kampung miskin menjadi binaan program pendidikan, kesehatan dan pemberdayaan ekonomi • 39.646 orang terbantu melalui program karitatif lainnya Sedangkan program-program pendistribusian BAZ Jatim yang sudah dijalankan antara lain: • Senyum Dhuafa (bantuan biaya hidup dhuafa fakir, program renovasi rumah tinggal dhuafa, penyaluran zakat fitrah dan pembagian daging qurban, bantuan bagi korban bencana alam) • Pendidikan (beasiswa SLTA, bantuan sarana pendidikan siswa SD dan SMP, pelatihan ketrampilan dan wirausaha, layanan LBB gratis di kawasan penduduk miskin) • Kesehatan (jaminan kesehatan BAZ Jatim/ JAMKESBAZ, layanan kesehatan atau klinik gratis bagi dhuafa, pengobatan dan khitanan massal, serta layanan ambulance gratis)

“Distribusi itu adalah amanah. Jadi semua prosesnya harus dijalankan sesuai syariat untuk 8 golongan penerima zakat dan dapat dipertanggungjawabkan secara transparan. Namun dari 8 golongan penerima, BAZ Jatim memprioritaskan pada kelompok fakir dan miskin permasalahan hidup mereka sangat kompleks dan membutuhkan pertolongan secepatnya,” kata Koordinator Bidang Pendistribusian BAZ Jatim, Drs. Muhammad Isa, M.Si.
28
| Warta BAZ

Edisi 115 | Oktober 2011 |

29

spirit

D

i antara nikmat Allah adalah datangnya kesempatan menunaikan ibadah haji. Sementara itu, syariat Islam didesain Allah agar kita hidup bahagia di dunia dan akhirat. Maka, saat berhaji hendaklah kita benar-benar berusaha agar sesuai dengan manasik Nabi Muhammad SAW.

Sesuai, Sesuaikan!
Mereka yang berangkat berhaji didorong oleh iman yang kuat. Bagi mereka, keberangkatannya adalah manifestasi cinta kepada Allah. Mereka datang ‘menemui’ Allah dengan suka-rela, bahkan dengan segenap cinta. Labbaika, Allhumma labbaik. “Yaa Allah, kami datang, kami datang memenuhi panggilan-Mu,” dengan sepenuh cinta. Kita tahu, cinta bisa menjadi sumber energi yang membuat seorang hamba berlari kencang menghampiri Allah: “Labbaika, Allhumma labbaik!” Haji adalah salah satu bagian penting dari pokok-pokok syariat-Nya. Maka, agar bahagia, ibadah haji harus kita tunaikan dengan baik. Tapi, sayang, lewat berbagai pengalaman orang, cukup banyak di antara kita yang berhaji tanpa bekal yang memadai. Dalam hal ini, yang dimaksud bekal memang bukan semata-mata dalam artian dana. Jika hanya itu yang dimaksud, maka sangat mungkin semua jamaah haji tergolong berkecukupan. Tapi -dalam konteks ini- bekal yang dimaksud adalah sedikitnya bekal taqwa yang

disebabkan karena minimnya ilmu mereka. Sejatinya, andai pelaksanaan ibadah haji berjalan sesuai dengan ilmunya atau sesuai dengan sunnah Rasulullah Muhammad SAW, maka insyaAllah haji kita akan mabrur. Kecuali itu, akan banyak manfaat/hikmah yang bisa kita raih. Antara lain, hubungan kita dengan Allah semakin dekat, samakin ‘mesra’. Atau, usaha untuk menguatkan posisi umat Islam, baik dalam skala lokal, regional, nasional, dan internasional bukanlah sesuatu yang mustahil untuk terwujud. Perhatikanlah: “Dan, berserulah kepada manusia untuk mengerjakan haji, niscaya mereka akan datang kepadamu dengan berjalan kaki, dan mengendarai unta yang kurus yang datang dari segenap penjuru yang jauh, supaya mereka mempersaksikan berbagai manfaat bagi mereka” (QS Al-Hajj [22]: 27-28). Berhaji yang sesuai dengan tuntunan Nabi Muhammad SAW adalah sebuah keharusan. InsyaAllah, dengan cara itu kita akan bisa secara baik menangkap pesan atau hikmah di balik serangkaian manasik haji yang –antara lain- mengulang jejak langkah Kekasih Allah -Ibrahim a.s.- plus keluarganya. Paling awal, murnikanlah niat, bahwa kita berhaji semata-mata hanya untuk mengharap ridha Allah. Sungguh, niat yang ikhlas akan menentukan kualitas ibadah haji kita. Maka, -sekali lagi- murnikanlah niat berhaji kita. Jangan cemari ibadah haji kita dengan niat yang tak ikhlas, karena bercampur dengan motivasi keduniawian seperti –antara lain-

agar dianggap alim, agar dipanggil Pak Haji, dan lain-lain contoh yang serupa dengan itu. Setelah niat kita bersih, pelajarilah manasik haji dengan sungguh-sungguh. Dalam konteks ini, hendaklah kita tak hanya berkonsentrasi kepada tata cara berhaji secara lahiriyah saja. Tapi, hendaknya aspek hikmah di balik tiap tahapan ibadah haji itu sebisa-bisanya kita pelajari juga. Dengan cara inilah, insyaAllah, manisnya praktik ibadah haji akan bisa kita nikmati. Nikmat, karena kita melakukan semua manasik haji dengan sepenuh penghayatan. Misal, pesan apa yang hendak disampaikan Allah lewat amaliyah berihram? Maka kita, antara lain, bisa merasakan pesan itu: Duhai jamaah haji, tinggalkan sikap sombong, serakah, dan iri. Lepaskanlah semua sifat jelek itu dan bersiaplah menuju Allah. Tunduk-patuhlah hanya kepada-Nya. Datanglah kepada Allah dengan sepenuh kerendahan hati. Begitu juga, pesan apa gerangan yang hendak disampaikan Allah lewat amaliyah thawaf? Lewat sa’i? Lewat wukuf? Lewat mabit? Atau, lewat aktivitas melempar jumrah? Sungguh, ibadah haji adalah sebuah perjalanan yang -insyaAllah- penuh dengan pengalaman ruhani yang sangat membahagiakan. Isak tangis kerap muncul secara tiba-tiba. Hal itu, bisa sebagai representasi pertobatan kita yang sungguh-sungguh atau bisa pula pertanda kebahagiaan kita karena bisa berdekatdekat dengan Allah. Kita menangis karena Allah serasa sangat dekat. Kita berurai air mata lantaran merasa bahwa ‘kehadiran’ Allah sangat bisa dirasakan. Kita tersedu-sedan tersebab do’a-do’a yang terasa begitu mudah diijabahi Allah. Alhamdulillah! Praktik berhaji yang sangat syahdu dan penuh dengan pengalaman ruhani

itu, hanya akan diperoleh jika kita bisa menghayati nilai-nilai spiritualitas di balik setiap tahapan ibadah haji. Kita hayati sepenuh perasaan, apa “Pesan Ibrahim (dan keluarganya)” di setiap ‘napak tilas’ kita atas sebagian jejak dari “Bapak Agama Tauhid” itu. Hanya dengan cara itu –insyaAllah- kita bisa dengan nikmat menghampiri Allah. Setelah tuntas ibadah haji kita, berikutnya bisalah kita bermuhasabah atau mengevaluasi diri. Mabrurkah haji kita? Maka, sejauh kita sudah berusaha untuk berhaji sesuai dengan sunnah Rasulullah SAW, maka kita patut optimistis bahwa haji kita mabrur, insyaAllah. Adapun balasan bagi haji mabrur adalah surga. “Umrah (yang pertama) kepada umrah yang berikutnya sebagai kaffarat (penghapus) bagi dosa yang dilakukan di antara keduanya. Dan haji yang mabrur tidak ada balasan baginya melainkan jannah” (HR Bukhari, Muslim, Ahmad). Jika dosa-dosa telah diampuni dan terlebih lagi surga telah dijanjikan Allah sebagai tempat kembali di akhirat bagi mereka yang hajinya mabrur, maka bisa dibayangkan jika kehidupan mereka setelah berhaji akan selalu istiqomah untuk terus berada di jalan-Nya. Dan, secara umum, kemabruran haji mereka akan berdampak positif bagi perbaikan kualitas sosial-kemasyarakatan di lingkungan sekitarnya.

Selalu Membenarkan-Nya
Ibadah haji yang kita kerjakan, dinilai Allah sebagai usaha kita untuk membuktikan kepada-Nya bahwa kita selalu membenarkan semua yang datang dari Allah. Bahwa kita termasuk golongan orang yang selalu membesar-besarkan-Nya. Bahwa kita termasuk kelompok orang yang senantiasa mendahulukan kehendak-Nya. Allahu-akbar! Abu Azhar F. Muhammad
Edisi 115 | Oktober 2011 |

30

| Warta BAZ

31

info BAZ

Formulir Partisipasi Qurban Peduli Gizi
masyarakat di pelosokpelosok desa dan pesantren di Jatim yang rawan mengalami gizi buruk atau setidaknya sangat membutuhkan asupan makanan bergizi. BAZ Jatim telah bekerjasama dengan berbagai pihak dan berhasil melakukan pendataan. Sehingga hewan qurban yang terkumpul siap didistribusikan ke beberapa lokasi tersebut. Maka, tak layak kita berfikir bahwa masyarakat di desa-desa itu hidup dengan berkecukupan karena mereka bertani dan beternak. Sungguh banyak masyarakat tani kita, adalah hanya buruh tani, bukan lagi pemilik tanah pertanian yang mereka garap. Hidup mereka berada di bawah garis kemiskinan. Bahkan petani pemilik lahan pun, senantiasa berada di bawah bayangbayang tengkulak, sehingga petani bukan lagi raja di lahannya sendiri, tapi lebih seperti “sapi perahan” . Dengan penuh tulus ikhlas semata-mata hanya mengharapkan ridha Allah SWT, BAZ Jatim mengajak kaum muslimin dan muslimat untuk mengambil kesempatan emas ini. Menyisihkan sebagian dari rezeki dan nikmat yang telah Allah anugerahkan untuk dibagikan kepada saudara-saudara kita yang sangat membutuhkannya.

B

ulan Oktober ini bertepatan dengan datangnya Hari Raya Idul Adha 1432 H. Ada syariat khusus yang harus dijalankan oleh umat Islam sedunia dalam momen yang bersamaan dengan bulan haji itu, yaitu menyembelih hewan qurban. Salah satu filosofi syariat ini adalah bermakna untuk perbaikan gizi dan memberikan kegembiraan kepada para dhuafa dengan menerima daging hewan qurban. Hal ini sangat penting untuk diupayakan mengingat kasus gizi buruk di Jatim masih tinggi. Kasus terakhir mencuat di Kabupaten Nganjuk yang diketahui terdapat sekitar 73 anak usia 0-5 tahun menderita gizi buruk. Selain badan mereka yang kurus, mereka juga menderita penyakit bawaan. Di sisi lain, distribusi hewan qurban sering tidak merata di berbagai daerah produktif seperti Surabaya. Sementara daerah-daerah tertinggal kurang tersentuh karena minimnya kemampuan ekonomi warganya untuk berqurban. Karena itu, tahun ini BAZ Jatim menghimpun qurban dari para pequrban (mudhohi) untuk didistribusikan kepada

Mohon di Fax. ke nomor: 031-5687488 METODE PEMBAYARAN & KONFIRMASI Transfer ke rekening:  Bank Jatim No. Rek. 001-108-8588 a/n Badan Amil Zakat Prov Jatim  Bank Rakyat Indonesia (BRI) No. Rek. 0096-01000-800-300 a/n BAZ Prov Jatim Konfirmasi transfer via SMS ke: 0856 331 3133 / Telp: 0315613661 Dengan format isi pesan: QURBAN#<Tipe>#<Jumlah>ekor# <JATIM/BRI>#<nama pequrban> #<Almt surat dan atau email>#

Jenis dan Harga Hewan Qurban

*Harga sudah termasuk infaq pemotongan dan pendistribusian.

Wakil Sekretaris BAZ Jatim Drs. H. Kasno Sudaryanto memberikan bantuan biaya pendidikan senilai masing-masing Rp. 500 ribu kepada 10 siswa SD, SMP dan SMA di beberapa sekolah di bawah naungan DHD 1945. []
Edisi 115 | Oktober 2011 |

32

| Warta BAZ

33

info BAZ

t bayar zaka Jatim mem Gubernur am rangka Z Jatim dal melalui BA erzakat asi Jatim B Deklar

Wakil Gubernur Jatim mengikuti langkah Gubernur

Suasana buka be rsama dan pemb erian bingkisan lebaran BAZ Jatim kepada 1000 anak yatim dan dhuafa di Masjid Nasional Al-Akba r

Keceriaan anak yatim dalam buka bersama BAZ Jatim bersama 1000 counter zakat anak yatim dan dhuafa di Masjid g zakat melalui Galan Nasional Al-Akbar Surabaya erintah, BUMN/ di instansi pem . g publik lainnya BUMD dan ruan

Safari dakw ah Ramadh kampanye an dan za pemerinta kat BAZ Jatim di inst h, BUMN/B an UMD dan ru si publik lain nya. ang

34

| Warta BAZ

MARI BERPARTISIPASI bersama BAZ Jatim dalam Program Qurban Peduli Gizi. Program ini sangat penting diupayakan mengingat kasus gizi buruk di Jatim masih tinggi. Kasus terakhir mencuat di Kabupaten Nganjuk yang diketahui terdapat sekitar 73 anak usia 0-5 tahun menderita gizi buruk. Di sisi lain, distribusi hewan qurban sering tidak merata di berbagai daerah produktif seperti Surabaya. Sementara daerah-daerah tertinggal kurang tersentuh karena minimnya kemampuan ekonomi warganya untuk berqurban. Karena itu, tahun ini BAZ Jatim menghimpun qurban dari para pemberi qurban (mudhohi)untuk didistrubusikan kepada masyarakat di pelosokpelosok desa dan pesantren di Jatim yang rawan mengalami gizi buruk atau setidaknya sangat membutuhkan asupan makanan bergizi

Pembayaran & Konfirmasi Transfer ke rekening : 1. Bank Jatim No. Rek. 001-108-8588 a/n Badan Amil Zakat Prov Jatim 2. Bank Rakyat Indonesia (BRI) No. Rek. 0096-01000-800-300 a/n BAZ Prov Jatim

Konfirmasi transfer via SMS ke : 0856 331 3133 / Telp : 0315613661 Dengan format isi pesan : QURBAN#<Tipe>#<Jumlah>ekor# <JATIM/BRI>#<nama pequrban># <Almt surat dan atau email>#

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful