salam

Segenap Pengurus dan Karyawan BAZ Jatim Mengucapkan Selamat dan Sukses kepada

SUSUNAN PENGURUS BAZ JATIM SK Gubernur No.188/112/KPTS/03/2011
DEWAN PERTIMBANGAN : Gubernur Jawa Timur, Ketua Umum (MUI) Jawa Timur KOMISI PENGAWAS Ketua : Dr. H.A. Salam Nawawi, M.Ag (PWNU Jawa Timur) • Sekretaris : Drs. H.M. Syakur (Universitas Airlangga Surabaya) • Anggota-anggota : Drs. H. Sutrisno, M.Pd (Kepala Kanwil Kemenag Jatim), Drs. H. Sudjak , M.Ag (Kabiro AKKPSI IAIN Sunan Ampel), Dr. Mahmud Mustain, M. Sc (ITS Surabaya) BADAN PELAKSANA Ketua : Wakil Gubernur Jawa Timur, Wakil Ketua I : Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Timur, • Wakil Ketua II : Asisten Kesejahteraan Masyarakat, Sekretariat Daerah Provinsi Jawa Timur • Wakil Ketua III: Kepala Biro Administrasi Kemasyarakatan, (Sebagai Ketua Harian), Sekretariat Daerah Provinsi Jawa Timur • Wakil Ketua IV : H. Nur Hidayat, S.Pd, MM (Tokoh Masyarakat) • Sekretaris : Kepala Bidang Penyelenggaraan Haji, Zakat dan Wakaf, Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Jawa Timur • Wakil Sekretaris : Drs. H. Kasno Sudaryanto, M.Ag, (Pengurus Masjid Nasional Al-Akbar Surabaya) • Bendahara : Kepala Bagian pendidikan, Biro Administrasi Kemasyarakatan, Sekretariat, Daerah Provinsi Jawa Timur • Wakil Bendahara: Mierza Rahman DR, SE. (Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Jawa Timur) • Bidang-bidang : Bidang Pengumpulan • Kordinator : Kepala Sub Bagian Pembinaan, Biro Administrasi Kemasyarakatan, Sekretariat Daerah Provinsi Jawa Timur • Angota-anggota : K.H. Abdurrahman Nafis, Lc .M.Ag (Pengurus MUI Jawa Timur), Drs. H. Abi Kusno Said, MM (Tokoh Masyarakat), Drs. H. Najib Hamid (Tokoh Masyarakat) • Bidang Pengembangan, Koordinator : Kepala Bagian Agama, Biro Administrasi Kemasyarakatan, Sekretariat Daerah Provinsi Jawa Timur • Anggota-anggota : Kepala Seksi Pemberdayaan Zakat, Wakaf, Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Jawa Timur, K.H. Sholeh Hayat, S.H (Tokoh Masyarakat) • Bidang Pendistribusian, Koordinator : Kepala Sub Bagian Kelembagaan, Biro Administrasi Kemasyarakatan, Sekretariat Daerah Provinsi Jawa Timur • Anggota-anggota : Drs. H. Hafidz Bakri, MSi (Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Jawa Timur, Drs. H. Syamsul Arifin, MM (RRI Stasiun Surabaya) SUSUNAN PEGAWAI: Kepala Sekretariat: Drs. H. Kasno Sudaryanto. M.Ag • Wakil Kepala Sekretariat: H. Sudarto • Kepala Bagian Keuangan: Mierza Rachman DR, SE • Wakil Kepala Bagian Keuangan: Lutfi Nurzuhroidah, SE • Staf Administrasi dan RT: Dwindayatie, SE, Robby Cahyadi, Danang Bagus Triyono, • Kepala Bagian Pendistribusian: Kholik, A.Md • Staf Divisi Pendistribusian: Candra Asmara, SE, Syafrizal Kurniawan, Dedy Eko F. • Korrdinator Pengembangan Ekonomi: Syukron Dossy. M.EI • Staf Pengembangan Ekonomi: Masudah, S.HI, A. Rifa’i • Kepala Bagian Pengembangan dan Dakwah: Imam Fauzi, S.Th.I • Staf Pengembangan dan Dakwah: Siswi Mei, Fajar Cahyono, SE, Ak, Abdul Hamid, ST • Kepala Bagian Pengumpulan: Habib Tri W, SE • Staf Bagian Pengumpulan: Rismiati, SE, Abdullah Sugeng, Rahmat Cahyono, Yoyok W, Makhrus Ihsan REDAKSI BULETIN Penanggung Jawab : H.Thoriq Afandie, SH,MM Pimpinan Umum : Drs. H. Kasno Sudaryanto, M.Ag Pimpinan Redaksi : H. Nur Hidayat, S.Pd, MM Sekretaris Redaksi : H. Sudarto Redaktur Pelaksana : Anwar Djaelani Reporter : Afif • Iklan : Winda • Sirkulasi : Dwindayatie ALAMAT REDAKSI Gedung Islamic Centre Lt.3, Jl. Raya Dukuh Kupang 122-124 Surabaya, Telp. (031) 561 3661, Fax. (031) 5687488 NO. REKENING BAZ JATIM INFAQ • Bank Syariah Mandiri 008-111-6666 • Bank Jatim 001-108-8588 • BRI 0096-01-000800-300 ZAKAT • Bank Syariah Mandiri 008-116-666-1 • Bank Muamalat 0107916994 • Bank Jatim 001-118-3450 • BRI Syariah 707-31-16-00341 • Bank Bukopin Syariah 880-0249-032 • BTN Syariah 703-1000-284 • BNI Syariah 0707070770 • Bank Jatim Syariah 6101000108

Drs. H. Sudjak, M.Ag
(Anggota Komisi Pengawas BAZ Jatim) yang telah dilantik pada 12 Juli 2011 oleh Menteri Agama Suryadarma Ali di Jakarta sebagai Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Jawa Timur.

Assalamu’alaikum Wr. Wb. lhamdulillah! Allaahumma shalli ‘alaa Muhammad wa ‘alaa aali Muhammad. Alhamdulillah, kita bertemu Ramadhan lagi. InsyaAllah lewat puasa Ramadhan kita akan belajar tentang banyak hal, termasuk terkait dengan sikap peduli kepada sesama. Kecuali lewat amalan ibadah puasa itu sendiri, aspek kepedulian sosial dapat pula kita asah melalui pelaksanaan zakat. Kapanpun, jika kita menunaikan kewajiban agama dengan sebaik-baiknya, maka kita akan dapat memetik hikmahnya. Misal, dalam hal zakat. Ternyata, potensi zakat di Indonesia di tahun 2011 mencapai Rp. 217 triliun. Sementara, untuk level dunia potensinya Rp. 6 ribu triliun. Angka-angka itu, jika optimal tergali dan dikelola/disalurkan dengan baik akan dapat mewujudkan kesejahteraan bersama. Tapi, sayang, dalam konteks Indonesia, yang tergali baru pada kisaran 1% saja. Atas fakta itu, setidaknya kita bisa merasa, bahwa: Pertama, kesadaran berzakat dari muzakki belum terbangun dengan baik sehingga angka yang tergali sangat kecil. Kedua, berbagai Badan Amil Zakat yang ada belum cukup bekerja secara optimal, baik dalam hal mengedukasi kaum Muslimin maupun dalam hal proses pengumpulannya. Dengan demikian, diperlukan kerja lebih keras lagi untuk mengejar ‘ketertinggalan’ itu. Semoga, puasa Ramadhan yang kita amalkan sekarang ini, bisa meningkatkan spirit amal shalih kita sehingga bisa berimplikasi kepada naiknya kesadaran berzakat. Adapun ujung harapan kita adalah prosentase potensi zakat yang tergali jauh meninggalkan kisaran angka 1% seperti selama ini. Selamat membaca!

A

Mari Perbesar Potensi Zakat Kita!

STOP PRESS !!... Anda tidak puas dengan BAZ Jatim? Sampaikan Pada Komisi Pengawas SMS ke : 081 857 37 92

Edisi 113 | Agustus 2011 |

3

telaah utama

Bersegeralah Berzakat, karena Sangat Membahagiakan!
Jika pada tahun 2010 potensi zakat di Indonesia adalah Rp. 100 triliun, maka di tahun 2011 meningkat mencapai Rp. 217 triliun. Sementara, untuk level dunia potensinya Rp. 6 ribu triliun. Angka-angka itu, jika optimal tergali dan dikelola/disalurkan dengan baik, akan dapat mewujudkan kesejahteraan bersama. Potensi Itu
Pada 19/7/2011 Wakil Presiden Boediono membuka Konferensi Zakat Internasional di IPB. Kegiatan itu dihadiri peserta dari berbagai Negara, membahas persoalan seputar zakat dengan mengangkat tema “Sustainable Zakat Development in the Poverty Alleviation and Improvement of Welfare of the Ummah” Di . acara itu, Boediono mengungkapkan bahwa potensi zakat di Indonesia terbilang besar (www.kompas.com 19/7/2011). Setahun yang lalu, 2010, potensi zakat di Indonesia diungkapkan oleh Ketua Umum Badan Amil Zakat Nasional (Baznas), Didin Hafidudin. Bahwa berdasarkan kajian Asian Development Bank (ADB) potensi zakat di Indonesia mencapai Rp100 triliun (www. republika.co.id 12/8/2010). Bagaimana di tahun 2011 ini? Wakil Ketua Badan Amil Zakat Nasional (Baznas), Naharus Surur, mengatakan potensi zakat di Indonesia sangat luar biasa. Hal ini dia katakan saat memberi sambutan pada Pelatihan Da’i Baznas-MUI, 21/07/2011, di Kantor Majelis Ulama Indonesia (MUI), Jakarta. “Potensi zakat di Indonesia bisa menandingi APBN,” jelas Naharus Surur. Dia menjelaskan, bahwa berdasarkan hasil riset Islamic Development Bank (IDB) pada 2010 disebutkan jika potensi zakat di Indonesia mencapai Rp. 100 triliun. Sementara di tahun 2011, jumlahnya semakin meningkat, potensi zakat mencapai Rp. 217 triliun, dengan perincian Rp. 117 triliun dari rumah tangga dan Rp. 100 triliun dari perusahaan-perusahaan milik Muslim (www.hidayatullah.com 21/7/2011). Lalu, bagaimana potensi zakat dunia? “Fantastis, Potensi Zakat Dunia Rp 6.000 Triliun” Itulah judul di www.republika.co.id . 19/7/2011. Dikabarkan, bahwa potensi zakat dunia, mencapai Rp6.000 trilun. Potensi sebesar itu didasarkan dari hitungan potensi zakat dari masing-masing negara Muslim yang tersebar di seluruh penjuru dunia. Angka potensi zakat itu –level nasional atupun-dunia- jelas luar biasa. Bila potensi tersebut dapat dikembangkan secara optimal, maka zakat diyakini dapat mengatasi persoalan-persoalan yang dihadapi dunia Islam, seperti tingginya angka pengangguran, kebodohan, dan kemiskinan. Tapi, faktanya -kita tahu- nyaris setiap negara Muslim menghadapi masalah tersebut yaitu

Memerhatikan ayat di atas, maka terlihat bahwa posisi zakat setara dengan shalat. Itu artinya, dalam hal pengamalan zakat sejatinya harus sama dengan saat kita bersungguh-sungguh menegakkan ibadah shalat. Misal, mestinya segenap kaum beriman akan bersegera menunaikan zakat persis sama dengan saat mereka mendengar muadzin berseru “hayya alashshalah” / marilah shalat. Zakat didesain untuk turut memerkukuh “bangunan masyarakat Islam” sehingga , sangat bisa kita mengerti jika Rasulullah Muhammad SAW sangat serius mengurus masalah zakat. Kitapun mudah memahami jika Abu Bakar RA –Khalifah pertama- sangat ketat (untuk tak menyebut keras) saat menangani masalah zakat. Maka, akan terus relevan jika kita tiada henti menelaah ilmu-ilmu di seputar zakat. Karena, kita sangat ingin, bahwa praktik kita dalam berzakat bisa turut memercepat terwujudnya kejayaan Islam dan umatnya sebagaimana dulu di zaman awal Islam. Dan, sebaliknya, apa yang pernah secara getir ditulis oleh

yang ada, dengan adanya kewajiban yaitu kewajiban zakat, seperti yang diakui oleh para cerdik-pandai pada seluruh bangsa-bangsa di dunia ini. Jika seandainya kaum Muslimin melaksanakan kewajiban zakat sebagai rukun agama, tentu di kalangan mereka tidak akan ditemukan lagi orang-orang yang hidupnya sengsara, padahal Allah memberikan kepada mereka rizki yang berlimpah-limpah, akan tetapi kebanyakan mereka melalaikan kewajiban ini. Mereka mengkhianati agama dan umatnya, akibatnya nasib mereka sekarang ini lebih buruk dalam kehidupan ekonomi dan politiknya dari seluruh bangsabangsa lain di dunia ini (Yusuf Qardawi, 1993: 1122). Kesaksian yang ditulis –sekali lagi- lebih dari seabad lalu ternyata masih kita alami sekarang ini.

Tentang Zakat
Secara bahasa, zakat berarti suci, tumbuh, berkembang, atau berkah, yang kesemuanya terkait langsung dengan harta, jiwa, dan perilaku si muzakki (orang yang berkewajiban zakat). Beberapa ayat dapat kita jadikan sebagai rujukan. “Ambillah zakat dari sebagian harta mereka, dengan zakat itu kamu membersihkan dan mensucikan mereka dan mendoalah untuk mereka. Sesungguhnya doa kamu itu (menjadi) ketenteraman jiwa bagi mereka. Dan, Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui” (QS At-Taubah [9]: 103). “Membersihkan” pada ayat di atas bermakna bahwa zakat itu membersihkan muzakki dari sifat kikir dan cinta yang berlebih-lebihan kepada harta-benda. Sementara, “menyucikan” pada ayat di atas bermakna, bahwa zakat itu menyuburkan sifat-sifat kebaikan dalam hati muzakki dan memekembangkan harta-benda mereka. Ayat lain yang bisa dijadikan sandaran adalah: Dan, sesuatu riba (tambahan) yang kamu berikan agar dia bertambah pada harta manusia, maka riba itu tidak menambah pada
Edisi 113 | Agustus 2011 |

masih banyak yang bodoh dan miskin. Lalu, ingatlah kita dengan suruhan Allah, Tuhan yang Maha Kaya ini: “Dan, dirikanlah shalat, tunaikanlah zakat, serta taatlah kepada Rasul supaya kamu diberi rahmat (QS An-Nuur [24]: 56).

Muhammad Rasyid Ridha lebih dari seabad lalu menjadi tak berlaku lagi. Kita renungkan sebentar tentang ‘perlakuan’ umat Islam terhadap zakat dan akibat yang ditimbulkannya, lewat kesaksian ulama terkemuka Muhammad Rasyid Ridha dalam Tafsir Al-Manar Jilid 20. Cendekiawan Muslim dari Universiras Al-Azhar Mesir itu, memberikan analisis yang menarik: “Islam mempunyai kelebihan atas seluruh agama-agama dan syariat-syariat

4

| Warta BAZ

5

telaah utama

sisi Allah. Dan, apa yang kamu berikan berupa zakat yang kamu maksudkan untuk mencapai keridhaan Allah, maka (yang berbuat demikian) itulah orang-orang yang melipat-gandakan (pahalanya) (QS Ar-Ruum [30]: 39). Terasa sekali, kebahagiaan dari si muzakki akan teraih karena dia akan mendapat pahala yang berlipat-lipat dari Allah. Bagi kaum beriman, kebahagian apalagi yang lebih tinggi jika dibandingkan dengan mendapat pahala dari Allah, Tuhan Pemilik Surga? Adapun secara terminologis, zakat berarti mengeluarkan sebagian harta dengan persyaratan tertentu untuk diberikan kepada kelompok tertentu (mustahik) dan dengan persyaratan tertentu pula. Siapa saja yang berhak menerima zakat? Sesungguhnya zakat-zakat itu, hanyalah untuk orang-orang fakir, orang-orang miskin, pengurus-pengurus zakat, para muallaf yang dibujuk hatinya, untuk (memerdekakan) budak, orang-orang yang berutang, untuk jalan Allah dan orang-orang yang sedang dalam perjalanan, sebagai sesuatu ketetapan yang diwajibkan Allah; dan Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana (QS At-Taubah [9]:60). Berdasarkan gambaran pada paragraf pertama tulisan ini, maka kita patut bersyukur. Tapi, sayang, dari potensi sangat “wah” itu yang tergali baru hanya pada kisaran 1%. Padahal, jika potensi zakat sebesar itu tergali dan dikelola secara baik, sungguh akan sanggup ‘berbicara’ banyak. Lewat kalkulasi sederhana, kita bisa menghitung apa yang bisa dikerjakan dengan uang sebesar itu. Misal, uang Rp. 100 triliun itu kita simpan di Bank Syariah. Maka, tiap bulan akan mendapatkan bagi hasil sekitar 0,5 persennya. Uang bagi hasil itu cukup untuk memberi beasiswa kepada sekian ribu siswa SD masingmasing Rp. 100 ribu tiap bulan. Atau, berapa banyak pengangguran bisa terentas menjadi ‘tukang bakso’ jika satu rombong bakso lengkap beserta jualannya ‘hanya’ sekitar 2,5 – 3 juta rupiah?

Atau, berapa banyak tenaga kerja dapat terserap andai uang sebanyak itu dirupakan minimarket-minimarket, yang untuk sebuah minimarket memerlukan biaya 250 – 300 juta rupiah? Dan, lain-lain contoh simulasi yang kesemuanya beraroma “menyejahterakan dan membahagiakan” masyarakat.

Hikmah Zakat, Infaq, dan Sedekah
Apapun amal shalih yang kita lakukan, insyaAllah akan lebih nikmat terasakan jika kita mengetahui (berbagai) hikmah di dalamnya. Lalu, hikmah apa saja di balik zakat, infaq, dan sedekah?

Semua Bahagia
Kembali ke masalah potensi zakat, kita memang harus bekerja keras untuk mewujudkannya. Sebab, meski jumlah potensinya besar, tetapi -kata Naharus Sururjumlah nilai zakat yang terealisasi hanya Rp. 1,2 triliun. “Kesadaran umat untuk berzakat masih tergolong rendah,” jelasnya (www. hidayatullah.com 21/7/2011). Keadaan di atas, tentu saja membuat kita prihatin. Untuk itu, pertama, kepada para muzakki sangat diharapkan kesadaran mereka untuk mengeluarkan harta zakat mereka yang merupakan kewajiban yang harus mereka tunaikan. Kedua, kepada semua Badan Amil Zakat semoga Allah member kemudahan dalam menjalankan amanahnya sehingga potensi zakat yang sangat besar itu dapat tergali dan tersalurkan secara baik. Terakhir, ayo bekerja keras, sehingga kita bisa mendapat rizki yang banyak dan halal. Setelah kita berstatus muzakki, segera tunaikanlah zakat sebab hal itu merupakan bukti kecintaan kita kepada Allah dan RasulNya. Semoga, dengan sikap yang sigap bergegas ‘membereskan’ kewajiban berzakat, kita akan segera merasakan berbagai janji Allah tentang pelipat-gandaan ganjaran dariNya, baik berupa pahala maupun materi. InsyaAllah, balasan Allah yang membuat kita bahagia itu akan datang dengan cepat. Dan, yang berbahagia adalah kedua belah pihak, yaitu yang berhak menerima zakat (mustahik) maupun yang berkewajiban berzakat (muzakki). Allahu-Akbar! []

P

ertama, menjadi indikator keimanan kepada kebenaran ajaran Allah. Kedua, sebagai manifestasi syukur atas nikmat-Nya, terutama nikmat berupa karunia harta-benda. Ketiga, mengikis sifat kikir yang menjauhkan manusia dari rahmat Allah. Keempat, membersihkan, mensucikan dan membuat ketenangan jiwa muzakki atau orang yang berzakat (baca QS Al-Ma’aarij [70]: 19-25). Rasulullah SAW bersabda: “Bertaqwalah kalian kepada Allah, kerjakanlah shalat lima waktu, berpuasalah di bulan Ramadhan, dan keluarkanlah zakat pada harta-bendamu, untuk kebaikan bagi dirimu dan ikutilah perintah pemimpinmu (yang membawa kepada kebaikan) niscaya Allah SWT akan memasukkan kamu ke dalam surga-Nya” (HR Hakim). Kelima, harta yang dikeluarkan zakat, infaq, atau sedekahnya akan berkembang dan memberikan keberkahan kepada pemiliknya. Pintu rizki akan selalu dibuka oleh Allah (baca QS Al-Baqarah [2]: 261, QS Ar-Ruum [30]: 39), dan QS Faathir [35]: 29-30). “Sikap rendah hati itu hanya akan menambah seseorang makin menjadi mulia, maka dari itu berlaku rendah hatilah kalian, niscaya Allah SWT akan memuliakanmu. Sikap pemaaf hanya akan menambah seseorang makin mulia, oleh karena itu banyak maaflah kalian, niscaya Allah SWT akan memuliakanmu. Dan amal sedekah itu hanyalah akan menambah seseorang makin

banyak hartanya, maka bersedekahlah kalian, niscaya Allah SWT akan melimpahkan rahmatNya kepada kalian” (HR Ibnu Abu Dunya). Keenam, zakat, infaq, dan sedekah merupakan bukti kecintaan kepada sesama. Kecintaan muzakki akan menghilangkan rasa iri dan dengki dari kalangan mustahik. Ketujuh, zakat, infaq, dan sedekah merupakan salah satu sumber dana pembangunan berbagai fasilitas yang dibutuhkan umat Islam. Dana itu bisa dipakai untuk membangun –antara lain- sarana pendidikan, kesehatan, dan lain sebagainya. Kedelapan, mengarahkan agar kita hanya mencari harta yang halal dan baik. Hikmah ini kita dapatkan karena zakat bukanlah membersihkan harta yang kotor, melainkan membersihkan harta yang didapat dengan cara yang halal (bersih dan benar). Kesembilan, mempercepat pemerataan kesejahteraan umat. Zakat berfungsi sebagai media pemerataan pendapatan. Jika zakat dikelola secara baik, maka sangat dimungkinkan upaya memercepat pertumbuhan ekonomi sekaligus pemerataan pendapatan. Kesepuluh, mendorong kaum muslimin untuk memiliki etos kerja yang tinggi, sehingga memiliki harta yang cukup. Dengan harta yang cukup itu, kecuali untuk memenuhi kebutuhan hidup diri dan keluarganya, juga untuk memberi kepada orang yang berhak menerimanya (lewat zakat, infaq, atau sedekah).
Edisi 113 | Agustus 2011 |

6

| Warta BAZ

7

ramdhan-ku

Menyiapkan Bekal Terbaik di Bulan Baik
Bekal (atau ‘sangu’) dalam sebuah perjalanan adalah hal yang sangat pen�ng. Jika untuk ‘jarak pendek’ saja kita butuh bekal, maka perjalanan ‘jarak yang sangat jauh’ -yaitu selama kita menjalani hidup ini sampai maut menjemput- tentu kita harus menyiapkan bekal yang terbaik.

Urgensi Bekal
Berikut ini sekadar ilustrasi sederhana betapa perlunya kita membawa bekal. Misal, seorang mahasiswa dengan sepeda motor akan berangkat kuliah ke kampusnya yang berjarak 15 km. Acara dia hari itu pada garis besarnya adalah kuliah dari pukul 7.00 – 11.30. Lalu, sebagai aktivis masjid di kampusnya, dia harus menghadiri rapat pukul 13.00 - 14.30. Lantas, sehabis shalat Ashar, ada tugas dosen yang mengharuskan dia mencari beberapa buku referensi. Dia bisa ke perpustakaan kampus atau –jika tak ada- dia harus ke toko buku untuk membelinya. Untuk sejumlah acara itu, di sekitar separo hari (kira-kira 10 jam), bisakah kita membayangkan bahwa sang mahasiswa berani berangkat dari rumah tanpa bekal yang memadai, dan apalagi jika tanpa bekal sama sekali? Di antara keperluan yang jelas harus dipenuhinya adalah biaya makan siang (tentu saja, ada perkecualian jika dia sedang berpuasa). Lantas, untuk keperluan buku referensi, terbuka dua kemungkinan, yaitu jika buku yang dicari ada di perpustakaan maka dia cukup meminjamnya saja. Tapi, jika tak ada maka dia harus membelinya di toko buku. Dengan demikian, untuk urusan buku, dia akan aman jika menyiapkan sejumlah bekal / uang.

Kecuali itu, ada hal-hal yang susah diprediksi dan sulit untuk bisa dihindari oleh si mahasiswa di tengah jalan. Untuk urusan ban motor, misalnya. Di antara beragam kemungkinan yang bakal terjadi, mulai dari sekadar memompa ban yang anginnya kurang, atau menambalnya jika bocor, atau bahkan menggantinya (ban dalam dan luar sekaligus) karena meletus / rusak berat. Maka, bisakah dibayangkan jika bekal si mahasiswa tak cukup, dan apalagi tanpa bekal sama sekali? Jika untuk jarak pendek saja dan untuk sekitar sepuluh jam saja kita memerlukan bekal yang memadai, maka apatah lagi jika kita akan menempuh pejalanan hidup di dunia ini mulai mukallaf (terbebaninya seseorang dengan hukum-hukum Islam saat dia baligh) sampai meninggal. Dengan demikian, bisakah kita membayangkan bahwa kita bisa menempuh perjalanan hidup yang panjang ini (dan harus dipertanggungjawabkan kelak kepada Allah) tanpa bekal yang cukup? Islam memberi panduan, bahwa bekal terbaik selama kita menempuh perjalanan hidup ini adalah takwa. “Berbekallah, dan sesungguhnya sebaik-baik bekal adalah takwa” (QS Al-Baqarah [2]: 197). Apa takwa? Di tafsir Al-Azhar, (almarhum) HAMKA menjelaskan bahwa takwa itu bermakna memelihara.

Memelihara diri untuk selalu bisa menaati seluruh perintah Allah dan meninggalkan segenap larangan-Nya. Dari penjelasan HAMKA di atas, dengan takwa kita akan selamat menempuh perjalanan hidup di dunia ini (sehingga bisa mengantar kita ke kehidupan bahagia di “Kampung Akhirat”). Kita pantas selamat sampai di tujuan, sebab selama dalam perjalanan selalu taat kepada “rambu-rambu lalu lintas” yaitu syariat Islam. , Manusia bertakwa menduduki posisi istimewa di hadapan Allah. “Sesungguhnya orang yang paling mulia di antara kamu di sisi Allah ialah orang yang paling takwa di antara kamu” (QS Al-Hujuraat [49]: 13). Manusia takwa itu “dimanjakan” Allah. Pertama, diberi jalan keluar dari berbagai problema yang dihadapinya serta diberi rizki dari sumber yang tak diduganya. “Barangsiapa bertakwa kepada Allah niscaya Dia akan mengadakan baginya jalan keluar. Dan memberinya rizki dari arah yang tiada disangka-sangkanya” (QS Ath-Thalaaq [65]: 2-3). Kedua, diberi berbagai kemudahan. “Dan barangsiapa yang bertakwa kepada Allah, niscaya Allah menjadikan baginya kemudahan dalam urusannya” (QS AthThalaaq [65]: 4). Kelak, si manusia takwa itu akan mendiami surga. “Dan dikatakan kepada orang-orang yang bertakwa: ‘Apakah yang telah diturunkan oleh Tuhanmu?’ Mereka menjawab: ‘(Allah telah menurunkan) kebaikan’. Orang-orang yang berbuat baik di dunia ini mendapat (pembalasan) yang baik. Dan sesungguhnya kampung akhirat adalah lebih baik dan itulah sebaik-baik tempat bagi orang yang bertakwa, (yaitu) surga ‘Adn yang mereka masuk ke dalamnya, mengalir di bawahnya sungai-sungai, di dalam surga itu mereka mendapat segala apa yang mereka kehendaki. Demikianlah Allah memberi balasan kepada orang-orang yang bertakwa, (yaitu) orang-orang yang

diwafatkan dalam keadaan baik oleh para malaikat dengan mengatakan (kepada mereka): ‘Salaamun’alaikum, masuklah kamu ke dalam surga itu disebabkan apa yang telah kamu kerjakan’.” (QS An-Nahl [16]: 30-32). Kita bersyukur, kita sedang dididik Allah di sebuah sekolah hebat, yang lulusannya akan bergelar manusia takwa. Sekolah itu bernama Ramadhan, dengan pelajaran utamanya adalah puasa. “Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa” (QS Al-Baqarah [2]: 183). Maka, “bersekolahlah” dengan baik. Artinya, berpuasa Ramadhan-lah sebagaimana sunnah Rasulullah SAW. Agar bertambah spirit kita dalam “bersekolah” perlu juga selalu diingat-ingat , berbagai keistimewaan Ramadhan, antara lain, di dalamnya ada Lailatul Qadr. Lailatul Qadr adalah malam yang penuh kemuliaan / kebesaran karena pada malam itu permulaan turunnya Al-Qur’an.

Pesan Pokok
Dalam ajaran Islam, ajaran takwa adalah yang paling pokok. Itulah mengapa di tiap khutbah Jum’at, pesan agar kita bertakwa dengan takwa yang sebenarbenarnya sampai maut menjemput kita wajib diserukan oleh khotib saat memulai khutbahnya. “Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah sebenar-benar takwa kepada-Nya; dan janganlah sekalikali kamu mati melainkan dalam keadaan beragama Islam” (QS Ali-‘Imraan [3]: 102). Ayo raih takwa lewat “Sekolah Ramadhan” Dengan bekal itu, warnailah . dunia dengan berbagai amal shalih yang hanya akan memancar dari orang-orang bertakwa, yang di sisi Allah berderajat paling mulia. [] Abdullah Al-Madury
Edisi 113 | Agustus 2011 |

8

| Warta BAZ

9

ramadhan-ku

Jangan Sia-siakan 10 Hari Terakhir Ramadhan
Di sepuluh hari terakhir Ramadhan, Allah menyiapkan ‘sajian’ sangat istimewa bernama Lailatul Qadr, malam kemuliaan yang lebih baik dari seribu bulan. Tapi –MasyaAllahperforma kita kerap kedodoran di ‘babak penting’ Ramadhan itu. Jangan Reduksi
Nyaris selalu berulang setiap tahun, tentang berbagai ‘kesibukan’ kaum Muslimin menjelang lebaran. Mari kita baca sebagian. Lebaran masih lama, karena Ramadhan belum kita masuki. Tetapi “Tiket Kereta Api H-3 Lebaran Habis” (www.surya.co.id 18/7/2011). Sementara, www.metrotvnews.com 19/7/2011 menurunkan judul “Tiket Lebaran Sudah Habis” dan dengan lead “Belum lagi puasa kita jalankan, orang-orang sudah bersiap untuk pulang berlebaran. Begitu dibuka loket pemesanan tiket kereta api untuk mudik nanti, tiket yang tersedia hingga tiga hari menjelang lebaran langsung habis dipesan para pemudik” . Silakan bandingkan dengan berita di tahun sebelumnya. KOMPAS 13/8/2010 memberitakan: Lebaran masih sebulan lagi, tetapi pemesanan tiket kereta api jurusan Surabaya-Banyuwangi dan SurabayaYogyakarta telah mencapai 75 persen dari total kursi yang disediakan. Sementara pesanan tiket KA jurusan Malang-Jakarta, Surabaya-Jakarta, dan Surabaya-Bandung baru sekitar 20-30 persen. Berita-berita di atas mengonfirmasikan bahwa aktivitas mudik untuk berhari-raya di kampung halaman masih dilakukan banyak orang karena dinilai sebagai tradisi yang baik. Mudik? Adakah yang perlu kita kritisi? Boleh jadi, ada beberapa hal yang perlu menjadi bahan introspeksi kita bersama. Antara lain, pertama, sebagian dari pemudik itu membatalkan puasanya dengan dalih sedang menjadi musafir. Maka, sebagian dari mereka-pun merasa seperti tak bersalah saat secara demonstratif makan-minum di tempattempat terbuka. Padahal, pemandangan seperti ini, bisa menjadi iklan yang tak bagus tentang (umat) Islam. Kedua, karena begitu banyak orang yang mudik di waktu (hampir) bersamaan, terjadilah situasi yang bisa tak menyenangkan. Misal, bertumpuknya banyak kendaraan di jalan kerap menimbulkan kemacetan yang parah. Lalu, tak sedikit yang tak bisa menahan diri: saling serobot dengan berbagai efek sampingnya, seperti berkata-kata kasar, dan lain-lain. Tentu saja, hal-hal seperti ini sama sekali bukan iklan yang menarik tentang (umat) Islam. Kebiasaan lain adalah menyiapkan hal-hal yang dianggap bertalian langsung dengan Idul Fitri. Misal, menyiapkan baju baru, perabot rumah baru, kue-kue, atau pernik-pernik lain yang serupa dengan itu. Maka, terutama di sepuluh hari terakhir Ramadhan, pasar-pasar (yang tradisional ataupun yang modern) penuh sesak. Sementara, masjid semakin jauh berkurang pemakmurnya. kali pertama Al-Qur’an kepada Rasulullah SAW. Setelah itu, Al-Qur’an diturunkan secara bertahap, selama kurang lebih 23 tahun, yaitu 13 tahun di Mekkah dan 10 tahun di Madinah. Peristiwa turun kali pertama Al-Qur’an itu diabadikan Allah dalam firman-Nya: “Sesungguhnya Kami telah menurunkannya (Al-Qur’an) pada malam kemuliaan” (QS AlQadr [97]: 1). Apa keutamaan Lailatul Qadr? Malam kemuliaan itu lebih baik dari seribu bulan (QS Al-Qadr [97]: 3). Maksudnya, beribadah di malam itu dengan segenap ketaatan (seperti shalat, membaca Al-Qur’an, dzikir, dan doa) bernilai lebih baik jika dibandingkan dengan beribadah selama seribu bulan. Dari Anas RA, bahwa Rasulullah SAW bersabda: “Sesungguhnya bulan ini (Ramadhan) telah datang kepadamu. Di dalamnya terdapat satu malam yang nilai keutamaannya lebih baik daripada seribu bulan. Barangsiapa yang mengabaikannya, maka ia terabaikan dari segala kebaikan. Tidak ada yang mengabaikannya kecuali orang yang diabaikan” (HR Ibnu Majah). Pada Lailatul Qadr para malaikat turun ke bumi membawa kebaikan, keberkahan, dan rahmat. Pada malam itu turun malaikatmalaikat dan malaikat Jibril dengan izin Tuhannya untuk mengatur segala urusan (QS Al-Qadr [97]: 4). Lailatul Qadr adalah malam kesejahteraan dan keselamatan. Malam itu (penuh) kesejahteraan sampai terbit fajar (QS Al-Qadr [97]: 5). Pada malam itu, hamba Allah yang shalih dan menjumpai Lailatul Qadr, akan diampuni dosa-dosanya lantaran ketaatannya kepada Allah. Dari Abu Hurairah RA, bahwa Rasulullah SAW bersabda: “Barang-siapa beribadah pada malam Lailatul Qadr karena keimanan dan mengharapkan pahala, maka diampuni dosa-dosanya yang telah lalu” (HR Bukhari dan Muslim). Bagaimana mendapatkannya? Carilah Lailatul Qadr itu pada salah satu dari malam ganjil sepuluh hari terakhir bulan Ramadhan (HR Bukhari dan Muslim). Apa tanda-tanda kehadiran Lailatul Qadr? Antara lain, malam itu cerah, tidak terasa dingin dan juga tidak terasa panas. Matahari sepanjang hari itu memancarkan mega merah (sesuai HR Ibnu Abbas RA). Lailatul Qadr itu adalah malam yang bersinar. Tidak panas. Tidak dingin. Tidak ada pula “bintang yang dilemparkan” (sesuai HR Watsilah bin Al-Asqa’). Tanda lain, terbitnya matahari pada pagi hari dengan sinar yang tidak terlalu terang seperti biasanya (sesuai HR Muslim).

Jangan Abaikan!
Adakah resep untuk mendapatkan Lailatul Qadr? Adakah kiat menjumpai malam yang lebih baik dari seribu bulan itu? Untuk mendapatkannya, memang tak ada pilihan lain kecuali kita harus terus-menerus beramalshalih secara istiqomah di sepanjang hari, di sepanjang malam, di sepanjang bulan Ramadhan dan terutama di sepuluh malam yang terakhir. Oleh karena itu, adanya sunnah untuk beri’tikaf di masjid pada sepuluh hari terakhir di bulan Ramadhan, harus kita manfaatkan dengan sebaik-baiknya. Sebab, di antara manfaat yang bisa kita peroleh adalah lebih memberi peluang untuk menjumpai Lailatul Qadr. Jadi, jangan abaikan Lailatul Qadr, misalnya, karena kita terbuai oleh aktivitas mudik yang melelahkan! [] M. Anwar Djaelani
Edisi 113 | Agustus 2011 |

Sangat Berharga
Aisyah RA berkata: Nabi SAW apabila memasuki sepuluh malam terakhir (Ramadhan), maka beliau mengencangkan kainnya (tidak menggauli istrinya), menghidupkan malamnya dan membangunkan keluarganya (HR Bukhari). Adapun yang istimewa di sepuluh hari terakhir Ramadhan adalah adanya Lailatul Qadr. Pada malam tersebut, Allah menurunkan untuk

10

| Warta BAZ

11

silaturrahim

Mengumpulkan Zakat untuk Kemaslahatan Umat

ilmu agama itu ia dapat setelah melalui proses pendidikan yang panjang di pondok pesantren, LPBA Jakarta dan Universitas Ibnu Saud di Riyadh, Arab Saudi. • H. Najib Hamid, M.Si. Pak Najib juga tercatat sudah cukup lama aktif menjadi pengurus BAZ Jatim. Keberadaannya menjadi representasi unsur masyarakat, terutama warga Muhammadiyah karena sudah dua periode ini Pak Najib dipercaya sebagai Sekretaris Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Jatim. Pengalamannya dalam mengelola ormas Islam itulah yang menjadi salah satu warna dalam pengelolaan BAZ Jatim. Sehingga BAZ Jatim memiliki seni supaya mampu menyeimbangkan hubungan

M

engumpulkan zakat ini menjadi salah satu permasalahan umat di negeri ini. Betapa tidak, menurut BAZNAS pada tahun 2011 ini potensi zakat secara nasional mencapai angka Rp. 217 trilliun. Sayangnya, selama ini yang tergarap baru mencapai angka sekitar Rp. 1,5 triliun. Sedangkan potensi zakat di Jatim mencapai angka Rp. 5 triliun dan yang tergarap baru sekitar Rp. 700 miliar. Namun demikian, kita patut bersyukur karena pengumpulan zakat cenderung naik. Hampir tak tersentuh dampak krisis ekonomi atau resesi global. Demikian halnya dengan pengumpulan zakat di BAZ Jatim. Karena itu para pengurus bidang pengumpulan sudah menyiapkan strategi agar setiap tahun pengumpulan zakat terus meningkat. Di antara strategi itu adalah layanan jemput zakat melalui juru pungut, layanan transfer zakat, layanan konsultasi zakat, safari dakwah atau kajian rutin di instansi pemerintahan/swasta dan gathering untuk UPZ dan koordinator donatur. Grafik Penerimaan ZIS di BAZ Jatim Tahun 2002-2010

Drs. Rony Irianto, MM

Pria kelahiran Sumenep tahun 1962 ini adalah koordinator bidang pengumpulan di Badan Pelaksana BAZ Jatim. Ia dipercaya mengisi posisi itu sejak tahun 2010, sejalan dengan Tupoksi-nya sebagai Kepala Sub. Bagian Pembinaan pada Biro Administrasi Kemasyarakatan Sekretariat Daerah Pemprov Jatim. Ayah tiga anak ini menyelesaikan pendidikan S-1 di STIE Perbanas Surabaya dan mendapat gelar magister manajemen di STIE Mitra Indonesia Yogyakarta. • KH. Abdurrahman Nafis, Lc, M.HI Kiai asal Sampang ini sudah beberapa tahun dipercaya sebagai anggota bidang pengumpulan BAZ Jatim. Kiprahnya di dunia dakwah di masyarakat dapat memberikan sentuhan agar masyarakat tergerak hatinya untuk meningkatkan kesadaran berzakat bersama BAZ Jatim. Kini, Pengasuh Ponpes Nurul Huda Surabaya ini juga dipercaya sebagai Ketua Komisi Fatwa MUI Jatim dan Wakil Katib Syuriah PWNU Jatim. Tak hanya itu, namanya kian populer di masyarakat karena secara rutin mengisi kajian atau konsultasi agama melalui media elektronik dan cetak, baik harian maupun bulanan, termasuk di Warta BAZ Jatim. Bekal

dengan instansi pemerintah dan perusahaan atau organisasi sosial. • Drs. KH. Abi Kusno Said, MM Meski disibukkan dengan pekerjaan sebagai PNS di Dinas Pekerjaan Umum Pengairan Pemprov Jatim, Pak Abi tak pernah meninggalkan aktivitas dakwahnya di manapun ia berada. Di kantor dinas maupun di rumahnya, Pak Abi dikenal sebagai juru dakwah, pengurus UPZ BAZ Jatim dan aktif memakmurkan masjid. Ketika sudah memasuki masa pensiun, Pimpinan Ponpes Al-Multazam Mliriprowo, Sidoarjo, ini memiliki lahan dakwah baru, yaitu dipercaya sebagai Pengurus BAZ Jatim. Putra dari ayah asli Yaman ini mengaku sangat bersyukur karena bisa memanfaatkan sisa umurnya untuk terus berdakwah dan memberikan manfaat kepada orang lain. afif

Segenap Pengurus BAZ Pemprov. Ja�m Mengucapkan

Selamat atas kelahiran:
Putri pertama Abdullah Sugeng (karyawan BAZ Jatim) dan Dewi Nurhayati. Lahir di Surabaya pada Senin, 30 Mei 2011

Turut berbelasungkawa atas wafatnya:

Mariya Ulfah Nurizahratussita (Riza)

Bapak Ismanto
(Donatur di Badan Penenaman Modal Jawa Timur). Wafat pada 1 Juli 2011.

Putri dari Tutus Yulindawati (donatur BAZ Jatim di RSI Jemursari Surabaya) dan Dwi Prasetyo. Lahir di Surabaya pada Senin, 16 Mei 2011 Semoga menjadi putri yang sholihah, berbakti kepada kedua orang tua dan bermanfaat bagi umat.

Azzahrine Kayyisah Firdaus Zuhriyyah

Ridwan Nur Hidayat
Ketua pengajian Telkomsel call center Graha Pangeran Surabaya. Wafat pada 25 Juli 2011 Semoga diampuni semua dosanya dan diterima segala amal baiknya. Aamiin

Di BAZ Jatim, optimalisasi pengumpulan zakat ini dilakukan oleh para pengurus bidang pengumpulan yang terdiri dari:

12

| Warta BAZ

Edisi 113 | Agustus 2011 |

13

silaturrahim

daftar donatur

Selalu Siap Menjemput Zakat

P

Daftar Donatur Personal Badan Amil Zakat Provinsi Jawa Timur Bulan Juni 2011
No. Nama Instansi Personal Jumlah No. Nama Instansi Personal Jumlah

anasnya terik matahari sudah menjadi sahabat saat melewati hari demi hari. Terpaan hujan telah lama menjadi kawan. Hembusan angin malam tak pernah membuat jera. Semuanya dilalui demi tugas mulia untuk menjemput zakat setiap saat. Tugas itulah yang setiap hari dilakukan oleh para karyawan BAZ Jatim bidang pengumpulan atau biasa disebut jungut alias juru pungut. Mereka adalah orang-orang yang memiliki sifat amanah karena memiliki tugas untuk memberi layanan jemput zakat sehingga para muzakki atau donatur mendapatkan kemudahan, kenyamanan dan kepercayaan. Prinsipnya; Diambil di rumah, boleh. Diambil di kantor, monggo. Mereka adalah: • Habib Tri Wahyudi, SE. Pria kelahiran Surabaya 37 tahun silam ini adalah kepala bidang Pengumpulan Sekretariat BAZ Jatim. Ia dipercaya sebagai kepala bidang setelah bertahun-tahun merasakan suka dan dukanya menjadi jungut sejak tahun 2000. Alumnus Fakultas Ekonomi dari Universitas Wijaya Kusuma (UWK) Surabaya ini kini tinggal di Karangpoh bersama seorang istri dan dikarunia seorang anak. • Rismiati, SE. Wanita kelahiran Surabaya ini termasuk karyawati yang menjadi saksi perjalanan panjang BAZ Jatim sejak tahun 2003. Bidang keahlian alumnus Fakultas Ekonomi UWK ini adalah akuntansi dan administrasi keuangan. Karena

itu, pekerjaannya tidak pernah jauh dari urusan pencatatan dan laporan keuangan yang hingga saat ini bertugas membantu kepala bidang pengumpulan. • M. Sugeng. Sejak menjadi karyawan BAZ Jatim pada pertengahan 2006, pria yang baru saja dikaruniahi seorang putri ini lebih banyak mengabdikan dirinya sebagai jungut. Saat ini, pria kelahiran Surabaya pada 25 tahun silam ini memiliki tugas untuk menjemput zakat di wilayah Surabaya Tengah dan Timur. • Rahmad Tjahyono. Sudah setahun pria kelahiran Surabaya 40 tahun silam ini menjadi jungut BAZ Jatim. Ayah 1 anak ini mengaku sangat bersyukur bisa menjadi bagian dari BAZ Jatim karena telah memiliki pekerjaan tetap sambil berwirausaha kecil-kecilan sebagaimana yang ia geluti sebelumnya. Wilayah kerjanya adalah menjemput zakat di Surabaya Tengah dan Utara. • Yoyok Wahyono. Ayah tiga anak ini juga sudah setahun menjadi jungut BAZ Jatim. Pria yang tinggal di Simorejosari B ini memiliki tugas menjemput zakat di area Surabaya Barat. • Moh. Mahrus, S.HI. Alumnus Fakultas Syariah IAIN Sunan Ampel ini termasuk energi baru di BAZ Jatim alias belum genap setahun menjadi jungut. Pria asal Kediri ini memiliki tugas menjemput zakat di wilayah Surabaya Selatan.

1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 39 40 41 42 43 44 45 46 47 48 49 50 51 52 53 54 55 56 57 58 59 60 61 62 63 64 65 66 67

Karyawan-karyawati Karyawan-karyawati Karyawan-karyawati Karyawan-karyawati Pegawai Pegawai Pegawai Pegawai Pegawai Pegawai Pegawai Pegawai Karyawan-karyawati Pegawai Pegawai Pegawai Pegawai Pegawai Pegawai Pegawai Pegawai Pegawai Pegawai Pegawai Pegawai Pegawai Pegawai Karyawan-karyawati Pegawai Pegawai Pegawai Pegawai Pegawai Pegawai Karyawan-karyawati Karyawan-karyawati Karyawan-karyawati Pegawai Pegawai Pegawai Pegawai Pegawai Pegawai Pegawai Pegawai Pegawai Pegawai Pegawai Pegawai Pegawai Pegawai Pegawai Pegawai Pegawai Pegawai Pegawai Pegawai Karyawan-karyawati Karyawan-karyawati Karyawan-karyawati Karyawan-karyawati Pegawai Pegawai Karyawan-karyawati Warga Karyawan-karyawati Karyawan-karyawati

Apotik Caya Apotik Manukan Krajan ARMINA Surabaya AUTO 2000 Part Center Badan Diklat Prov. Jatim Badan Kepegawaian Daerah Badan Kesatuan Bangsa & Politik Badan Lingkungan Hidup Badan Penanaman Modal Badan Perpustakaan & Kearsipan Balai Kesehatan Mata Masyarakat Prov. Jatim Balai Pelatihan BKKBN Bank Mandiri BAPEMAS Prov. Jatim Bappeprop Jatim Biro Administrasi Kemasyarakatan Biro Administrasi Kerjasama Setda Prov Jatim Biro Administrasi Pembangunan Biro Hukum Biro kerjasama Biro Kesra Biro Organisasi Biro Pemerintahan & Otoda Biro Perekonomian Biro Sumber Daya Alam Biro Umum BKKBN Prop. Jatim BNI’46 Graha Pangeran BNP Prov. Jatim BP2TKI BPBD Prov. Jatim BPKAD BPPKB Prov Jatim BPSBTPH Bumi Jaya Cisadane Multimedia CV. Sonara Indah Depkominfo Prov. Jatim DHD 45 Diklat PU Wil IV Dinas Kehutanan Dinas Kepemudaan & Keolahragaan Prov. Jatim Dinas Koperasi & PKM Dinas P dan K Prov. Jatim Dinas Pariwisata Dinas Pendapatan Prop. Jatim Dinas Perhubungan & LLAJ Prop. Jatim Dinas Perikanan & Kelautan Prop. Jatim Dinas Perindag Prop. Jatim Dinas Perkebunan Dinas Pertanian Prov. Jatim Dinas Peternakan Dinas PU Binamarga Prov. Jatim Dinas PU Pengairan Prov. Jatim Dinas Sosial Prov. Jatim Dinas Tenaga Kerja Transmigrasi & Kependudukan Prov. Jatim DPRD Prop Jatim Era Bimasakti Garden Dian Regency High-Desert Hotel Majapahit Infokom Prov. Jatim Inspektorat Prov. Jatim Institut Pembangunan (IP) Jamaah Pengajian Al Fajar K-24 Boulevard Kantor Yayasan Pesantren

2 1 1 6 24 10 23 19 2 1 2 1 3 16 24 28 2 14 11 4 2 9 17 2 1 3 3 7 1 1 4 8 1 6 1 1 1 16 1 2 6 16 4 8 1 2 22 7 11 8 11 6 20 6 25 11 5 2 13 1 1 1 17 3 26 4 1

Rp. Rp. Rp. Rp. Rp. Rp. Rp. Rp. Rp. Rp. Rp. Rp. Rp. Rp. Rp. Rp. Rp. Rp. Rp. Rp. Rp. Rp. Rp. Rp. Rp. Rp. Rp. Rp. Rp. Rp. Rp. Rp. Rp. Rp. Rp. Rp. Rp. Rp. Rp. Rp. Rp. Rp. Rp. Rp. Rp. Rp. Rp. Rp. Rp. Rp. Rp. Rp. Rp. Rp. Rp. Rp. Rp. Rp. Rp. Rp. Rp. Rp. Rp. Rp. Rp. Rp. Rp.

30,000 50,000 10,000 115,000 1,115,000 485,000 730,000 375,000 75,000 25,000 60,000 250,000 500,000 1,002,500 840,000 1,355,500 50,000 825,000 330,000 185,000 45,000 235,000 620,000 75,000 20,000 50,000 110,000 195,000 100,000 10,000 200,000 335,000 50,000 475,000 10,000 50,000 50,000 280,000 50,000 80,000 200,000 225,000 235,000 380,000 50,000 53,500 650,000 185,000 350,000 320,000 725,000 370,000 1,070,000 160,000 495,000 337,000 600,000 50,000 270,000 150,000 100,000 100,000 650,000 65,000 700,000 45,000 50,000

68 69 70 71 72 73 74 75 76 77 78 79 80 81 82 83 84 85 86 87 88 89 90 91 92 93 94 95 96 97 98 99 100 101 102 103 104 105 106 107 108 109 110 111 113 114 115 116 117 118 119 120 121 122 123 124 125 126 127 128 129 130 131 132 133 134 135 136 137 138

Pegawai Karyawan-karyawati Karyawan-karyawati Pegawai Pegawai Pegawai Pegawai Pegawai Karyawan-karyawati Pegawai Karyawan-karyawati Karyawan-karyawati Karyawan-karyawati Karyawan-karyawati Karyawan-karyawati Pegawai Pegawai Karyawan-karyawati Pegawai Pegawai Karyawan-karyawati Karyawan-karyawati Karyawan-karyawati Karyawan-karyawati Karyawan-karyawati Karyawan-karyawati Karyawan-karyawati Karyawan-karyawati Karyawan-karyawati Karyawan-karyawati Karyawan-karyawati Karyawan-karyawati Karyawan-karyawati Karyawan-karyawati Karyawan-karyawati Karyawan-karyawati Karyawan-karyawati Karyawan-karyawati Karyawan-karyawati Karyawan-karyawati Pegawai Pegawai Karyawan-karyawati Karyawan-karyawati Karyawan-karyawati Karyawan-karyawati Pegawai Pegawai Pegawai Pegawai Karyawan-karyawati Karyawan-karyawati Karyawan-karyawati Karyawan-karyawati Karyawan-karyawati Karyawan-karyawati Karyawan-karyawati Karyawan-karyawati Karyawan-karyawati Pegawai Karyawan-karyawati Karyawan-karyawati Karyawan-karyawati Karyawan-karyawati Karyawan-karyawati Pegawai Pegawai Karyawan-karyawati Karyawan-karyawati Hamba Alloh

Kanwil Dep Agama 6 Klinik Al-Ikhlas 2 Klinik BDS 6 KPP Pratama Surabaya Rungkut 55 KPP Pratama Surabaya Wonocolo 52 KPP Simokerto Surabaya 7 KPP Surabaya Krembangan 75 KPP Tegalsari 35 Lab. Prospek 2 Makodam Brawijaya 5 Matahari Pakuwon PTC 17 MT. Annisa 5 Natasya Skin Care 1 Optik Tunggal 1 P3B FIS UNESA 15 Pengadilan Tinggi Agama Surabaya 9 Peradilan Militer Surabaya 12 PERBANAS 1 Perum ITS 1 Perum Perhutani Unit II Jatim 1 Pramita Lab. Jemur 1 Pramita Lab. Ngagel Jaya 2 PT OCHI 1 PT. Adhi Karya (Persero) 42 PT. Anugerah Sentosa Jaya Abadi 5 PT. ANZ Panin Bank, Plaza BRI Lt. 11 11 PT. Astra Isuzu 2 PT. Asuransi Jiwasraya 9 PT. Brother Silver 1 PT. Citra Gading Asri Tama 2 PT. Dok dan Perkapalan Surabaya 6 PT. Gaharu Sejahtera 5 PT. Jasmsostek 1 PT. Jatim Petroleum Transport 2 PT. LKML 3 PT. MPM Honda 9 PT. Olympindo Multi F. 1 PT. PG Rajawali I 7 PT. Pitamas 91 PT. Takaful 4 PU Cipta Karya & Tata Ruang Prov. Jatim 34 PUSKUD Mina 6 Rabbani Dharma Wangsa 1 Ramayana 79 RS. Husada Utama 1 RSI Jemursari 2 RSJ Menur 11 RSU Haji Surabaya 1 RSUD Dr. Soetomo 494 Satuan Polisi Pamong Praja 3 SDN Kali Kedinding V 2 SDN Kedinding I 251 3 Sekolah Nurul Huda 1 Shangri-La Hotel Surabaya 20 SMA Mahardhika 5 SMAN 5 6 SMK Farmasi 1 SMK Mahardhika 8 SMP Jalan Jawa 10 Staf Ahli Gubernur Jatim 1 STIESIA Surabaya 51 Sukolilo Dian Regency 3 Surabaya In Group 1 Toko Reny 1 UFO Manukan 21 UPT P3E 2 UPT Surabaya Bina Marga Prop. Jatim 3 US Consulate SurabayaJl. Dr. Sutomo No.331 Yayasan Pendidikan Mahardhika 6 Umum 394

Rp. Rp. Rp. Rp. Rp. Rp. Rp. Rp. Rp. Rp. Rp. Rp. Rp. Rp. Rp. Rp. Rp. Rp. Rp. Rp. Rp. Rp. Rp. Rp. Rp. Rp. Rp. Rp. Rp. Rp. Rp. Rp. Rp. Rp. Rp. Rp. Rp. Rp. Rp. Rp. Rp. Rp. Rp. Rp. Rp. Rp. Rp. Rp. Rp. Rp. Rp. Rp. Rp. Rp. Rp. Rp. Rp. Rp. Rp. Rp. Rp. Rp. Rp. Rp. Rp. Rp. Rp. Rp. Rp. Rp.

360,000 80,000 100,000 727,500 790,000 345,000 1,400,000 525,000 30,000 150,000 270,000 80,000 250,000 50,000 185,000 240,000 210,000 100,000 10,000 25,000 10,000 200,000 50,000 2,356,800 105,000 230,000 80,000 300,000 50,000 225,000 270,000 60,000 25,000 100,000 90,000 295,000 20,000 275,000 550,000 35,000 650,000 170,000 100,000 570,000 20,000 40,000 600,000 100,000 6,535,000 125,000 35,000 30,000 15,000 1,145,000 50,000 60,000 20,000 120,000 140,000 50,000 445,000 150,000 250,000 50,000 278,000 50,000 120,000 150,000 75,000 7,363,000

14

Berdiri dari kiri : Habib Tri, Rahmad, Rismiati, Yoyok, Sugeng dan Mahrus

| Warta BAZ

Edisi 113 | Agustus 2011 |

15

daftar donatur

Daftar Donatur Baru Badan Amil Zakat Provinsi Jawa Timur Bulan Juni 2011
NO.
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 39 40 41 42

NAMA
Lilik Wuriantini Imamatur Rofiah Muljani Suprapti Sst Dadang Budi Prasetyo Siti Nuriyam Anang Viki Anang Hartandyo Ashari Rita dr. Disti dr. Rini Devi Nur Lilik Wuriantini Drs. Erfan Efendy Mario Supatmi Yuliasih Wiwid Sri Tri Mawahyu Wiji P. Noviyana Sih Rahayu Sri Lestari Yuli Tri R. Siti Chotimah Hastadi Nike W. Yudi Prasetyo M. Asri Indah Endang P. M. Slamet Retno Denovita Dwi Sarumi Alm. Legiman & Sumayah Yugrono Sutrisno Heri Tantro Bantaran

INSTANSI
BAPEMAS Prov. Jatim RSUD Dr. Soetomo Bag. ITI RSUD Dr. Soetomo Bag. Anak Bobo RSUD Dr. Soetomo Bag GDC Lt. 2 RSJ Menur Dipenda Prov. Jatim Dipenda Prov. Jatim RSUD Dr. Soetomo Bag Diklat RSUD Dr. Soetomo Bag Diklat MPM Honda RSUD Dr. Soetomo Bag Kulit Wanita RSUD Dr. Soetomo Bag Kulit Wanita UFO Manukan Balai Kesehatan Mata Masyarakat Prov. Jatim BAPEMAS Prov. Jatim Badan Kepegawaian Daerah Jl. Tangkuban Perahu No. 73 Perum Pepelegi Indah Waru PT. Pitamas PT. Pitamas PT. Pitamas SMP Jalan Jawa Badan Ketahanan Pangan PT. Roda Mas PT. Roda Mas PT. Roda Mas PT. Roda Mas PT. Roda Mas PT. Roda Mas PT. Roda Mas PT. Roda Mas PT. Roda Mas PT. Roda Mas PT. Roda Mas PT. Roda Mas PT. Roda Mas PT. Roda Mas PT. Roda Mas PT. Roda Mas PT. Roda Mas PT. Roda Mas PT. Sinclair Knight Merz Bank Niaga

JUMLAH
Rp. Rp. Rp. Rp. Rp. Rp. Rp. Rp. Rp. Rp. Rp. Rp. Rp. Rp. Rp. Rp. Rp. Rp. Rp. Rp. Rp. Rp. Rp. Rp. Rp. Rp. Rp. Rp. Rp. Rp. Rp. Rp. Rp. Rp. Rp. Rp. Rp. Rp. Rp. Rp. Rp. Rp. 75,000 15,000 5,000 50,000 50,000 18,500 35,000 20,000 20,000 100,000 20,000 20,000 10,000 50,000 75,000 100,000 20,000 15,000 10,000 25,000 10,000 25,000 10,000 20,000 20,000 20,000 5,000 20,000 35,000 100,000 20,000 10,000 25,000 10,000 10,000 10,000 10,000 50,000 100,000 20,000 200,000 30,000

NO.
43 44 45 46 47 48 49 50 51 52 53 54 55 56 57 58 59 60 61 62 63 64 65 66 67 68 69 70 71 72 73 74 75 76 77 78 79 80 81 82 83

NAMA
Suci Purnama Tri Prihantini dr. Esty Martiana Ny. Achmad Hj. Lely Pudjo B. Ny. Widya Carendy H. Soeparno Bp. Rendy Hj. Nurul Fatimah Hj. Lena Yani Ny. Tutik Swarsono Ny. Titik Sulistyowati Hj. Endang Gunawan Hj. Lilik Budiarti Hj. Salamah Anwar Hj. Siti Roehana Farah Shofa Sunardi Drs. Syaifudin, MA. MM. Ratih Luluk Masyuroh Rosiantoro Siti Fatonah Astuti Hamba Alloh Ibu Diah Thoha Mahsun (Men’s Shoes) Deli (Exit Ked 2) Cahyo (pram Shoes) Tori (play Boy) Ahmad (XPDC) Marshita (kasir) Maria (kasir) Nimas (kasir) Matahari Cito Rizky Mardiana Heri Kristiono Hamba Alloh An. Zahra Sri Endahwati Muhammad Aaqil Rosyad

INSTANSI
Bappeprop Jatim Bappeprop Jatim Jama’ah Pengajian Al Fajar Jama’ah Pengajian Al Fajar Jama’ah Pengajian Al Fajar Jama’ah Pengajian Al Fajar Jama’ah Pengajian Al Fajar Jama’ah Pengajian Al Fajar Jama’ah Pengajian Al Fajar Jama’ah Pengajian Al Fajar Jama’ah Pengajian Al Fajar Jama’ah Pengajian Al Fajar Jama’ah Pengajian Al Fajar Jama’ah Pengajian Al Fajar Jama’ah Pengajian Al Fajar Jama’ah Pengajian Al Fajar Jama’ah Pengajian Al Fajar Jama’ah Pengajian Al Fajar Biro Organisasi Natasya Skin Care Natasya Skin Care Depkominfo Prov. Jatim Depkominfo Prov. Jatim Jl. Kebonsari LVKI/6 Surabaya Widyaswara Badan Diklat Prov. Jatim Jl. Kendung E2/79 Matahari Cito Matahari Cito Matahari Cito Matahari Cito Matahari Cito Matahari Cito Matahari Cito Matahari Cito Matahari Cito Grand Flower Pasar Kembang KPP Simo Kerto CV. Wandah Artah Prima Jl. Mojo III-A/29 Jl. Mojo III-A/29 Jl. Manyar Sabrangan VIIIB/60

JUMLAH
Rp. Rp. Rp. Rp. Rp. Rp. Rp. Rp. Rp. Rp. Rp. Rp. Rp. Rp. Rp. Rp. Rp. Rp. Rp. Rp. Rp. Rp. Rp. Rp. Rp. Rp. Rp. Rp. Rp. Rp. Rp. Rp. Rp. Rp. Rp. Rp. Rp. Rp. Rp. Rp. Rp. 50,000 50,000 100,000 100,000 50,000 50,000 50,000 25,000 41,600 37,500 25,000 25,000 10,000 20,000 10,000 10,000 15,000 10,000 20,000 20,000 20,000 10,000 10,000 250,000 100,000 285,000 10,000 10,000 10,000 10,000 20,000 10,000 20,000 20,000 123,400 250,000 1,000,000 12,000 25,000 25,000 10,000

Daftar Penerimaan ZIS Unit Pengumpul Zakat (UPZ) BAZ Prov. Jatim Bulan Juni 2011
NO.
62 63 64 65 66 67 68 69 70 71 72 73 74 75 76 77 78 79 80 81 82 83 84 85 86 87 88 89 90 91 92 93 94 95 96 97 98 99

Ralat Penerimaan Zis Unit Pengumpul Zakat (Upz) Badan Amil Zakat (Baz) Provinsi Jawa Timur
NO.
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21

UNIT KERJA
PU Cipta Karya & Tata Ruang Prov. Jatim Dinas Perikanan & Kelautan Prov. Jatim Kopertis Wil. VII TVRI Stasiun Surabaya Dinas PU Bina Marga Akademi Gizi Badan Penanaman Modal Badan Perpustakaan & Kearsipan Bakorwil Madiun Balitbang Jatim Bank Jatim Bank Jatim Batu Baristand Industri Bina Marga Bojonegoro Bina Marga BWI Bina Marga Jember,BWS,STB Bina marga PMK Bina Marga Probolinggo Biro Adm Kemasyarakatan Biro Hukum Prov Jatim Biro Humas & Protokol Biro Organisasi Biro Pemerintahan & Otoda Biro Umum Prov Jatim BKKBN BPKAD Prov Jatim Bulog Jatim Dinas Energi & SDM Dinas Kepemudaan & Keolahragaan Dinas Pendapatan Dinas Pendidikan Prov. Jatim Dinas Perkebunan Dinas PU Bina Marga Diskominfo DPRD Tk. I Prov. Jatim Kandir PTPN XII Kopertis Wil VII KP3 Tanjung Perak Rp. Rp.

SEJUMLAH
3,018,750 4,100,000

NO.
100 101 102 103 104 105 106 107 108 109 110 111 112 113 114 115 116 117 118 119 120 121 122 123 124 125 126 127 128 129

UNIT KERJA
UPT PSPA Bima Sakti Batu PT Jasa Marga (Persero) Tbk PT. Kertas Leces Puskud Jatim RRI RS Haji Sukolilo RS Paru Batu RSCN Malang RSGP Madiun UPT RSTS Kediri RSUD Dr. Soedono Madiun Tanpa Keterangan TVRI Universitas Airlangga UPT Bina Marga Madiun UPT Bina Marga Mjk UPT Materia Medica Batu UPT PSA Balita Sda UPT PSLU Bwi UPT PSLU Jbr UPT PSLU pasuruan UPT PSRT Jombang UPT PSRT Bojonegoro UPT Resos Cct Grahita Tuban UPT resos eks psikotik Pasuruan UPT RSGP Pasuruan UPTD Bina Marga UPT PSAA Trg BLK Ponorogo Perum Perhutani II

SEJUMLAH
Rp112,500 Rp4,091,250 Rp50,000 Rp435,000 Rp350,000 Rp7,016,750 Rp1,250,000 Rp142,500 Rp100,875 Rp74,625 Rp6,796,500 Rp4,917,150 Rp2,816,250 Rp3,000,000 Rp1,518,750 Rp270,000 Rp161,250 Rp220,000 Rp94,500 Rp243,000 Rp266,200 Rp219,375 Rp217,000 Rp64,500 Rp122,500 Rp85,000 Rp270,000 Rp88,875 Rp446,000 Rp1,503,000

INSTANSI
P3B FIS UNESA Badan Ketahanan Pangan Balai Diklat Keagamaan Balai Kesehatan Mata Masyarakat Bapemas DHD’45 Diklat PU Wil. IV Dinas Perhubungan & LLAJ Dinas Perhubungan Dinas Perikanan & Kelautan Dinas Perkebunan Dinas Pertanian Dinas PU Bina Marga Dinas PU Pengairan Dinas Sosial PT. Jasostek PT. Jasa Rahardja PU Cipta Karya & Tata Ruang PUSVETMA BPJ Bina Marga Surabaya PUSVETMA

BULAN
Mei April April April April April April April April April April April April April April April April April April April April

JUMLAH
Rp. Rp. Rp. Rp. Rp. Rp. Rp. Rp. Rp. Rp. Rp. Rp. Rp. Rp. Rp. Rp. Rp. Rp. Rp. Rp. Rp 180,000 500,000 1,000,000 431,250 1,200,000 256,750 341,250 4,378,000 1,462,000 5,000,000 1,383,750 4,120,000 4,393,750 8,303,000 2,200,000 285,000 400,000 3,138,000 1,500,000 776,250 1,500,000

Rp. 3,814,125 Rp. 2,816,250 Rp. 4,428,750 Rp438,750 Rp850,000 Rp2,646,000 Rp150,000 Rp1,020,000 Rp771,000 Rp9,900 Rp1,012,500 Rp2,212,500 Rp211,000 Rp1,496,250 Rp2,835,000 Rp750,000 Rp1,000,000 Rp1,975,000 Rp712,000 Rp543,700 Rp648,000 Rp2,043,750 Rp722,000 Rp1,248,750 Rp250,000 Rp907,500 Rp1,815,000 Rp9,859,500 Rp8,172,750 Rp1,602,000 Rp202,500 Rp1,587,000 Rp716,000 Rp925,800 Rp3,814,125 Rp3,800,000

Untuk Periode yang Berakhir Pada Tanggal 31Juni 2011
1 DANA ZAKAT 2 DANA INFAQ/SHADAQAH 3 DANA JASA BANK JUMLAH Rp Rp Rp Rp 49,294,500.00 165,465,525.00 3,955,831.42 218,715,856.42

BAZ Provinsi Jawa Timur Daftar Penerimaan Dana Konsolidasi

BAZ Provinsi Jawa Timur Daftar Penyaluran Dana Konsolidasi Untuk Periode yang Berakhir Pada Tanggal 31 Juni 2011
1 DANA ZAKAT • Bantuan Ibnu Sabil • Bantuan Ibnu Sabil • Bantuan Ibnu Sabil Jumlah • Bantuan Sarana Pendidikan SD dan SMP • Bantuan Bimbingan Belajar Dhuafa • Bantuan Akad Khusus • Pengobatan Gratis • Fasilitator Bidang Pendistribusian • Layanan Kesehatan Ambulance • Bantuan Sosial Keagamaan • Plesterisasi Rumah Dhuafa • Bantuan Dhuafa • Bantuan Pengobatan Dhuafa • Bantuan Program JAMKESBAZ (biaya berobat • di RSU Dr. Soetomo) • Modal Bergulir (69 Dhuafa) • Fasilitator Divisi Umum • Perawatan Peralatan • Media Dakwah Bil Qalam • Fasilitator Div. Pengumpulan • Fasilitator Div. Pengembangan • Fasilitator Ekonomi • Sosialisasi Zakat • Layanan Kesehatan Dhuafa (Klinik Al Ikhlas, Al Fajar) • Peningkatan Kepercayaan Donatur Jumlah 3 DANA JASA BANK • Administrasi & Pajak Mei 2011 • Sekretariat Jumlah Total Penyaluran Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp 191,000.00 191,000.00 191,000.00 Rp 1,625,000.00 150,000.00 645,000.00 1,280,000.00 5,270,000.00 1,725,480.00 17,950,000.00 8,112,500.00 340,000.00 1,000,000.00 20,000,000.00 69,000,000.00 11,962,500.00 2,864,500.00 15,106,840.00 4,105,000.00 3,902,500.00 3,940,000.00 1,800,000.00 20,000,000.00 950,000.00 Rp Rp Rp 796,961.07 11,964,500.00 Rp Rp 12,761,461.07 314,721,781.07 191,729,320.00 573,000.00

Daftar Penerimaan ZIS Unit Pengumpul Zakat (UPZ) BAZ Prov. Jatim Bulan Juni 2011
NO.
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18

UNIT KERJA
BPBD BPKP Prov. Jatim Dinas Kesehatan Prov. Jatim Badan Metrologi & Geofisika Prov. Jatim Kanwil Kementrian Agama Bapedal Prov. Jatim Kanwil Bea & Cukai Inspektorat Prov. Jatim Badan Kepegawaian Daerah Prov. Jatim Dinas Perhubungan Dinas Koperasi & PKM Prov. Jatim Dinas Kebudayaan & Pariwisata Prov. Jatim Dinas Kehutanan Prov. Jatim Dinas Peternakan Prov. Jatim Disperindag Prov. Jatim Dinas Tenaga Kerja Transmigrasi & Kependudukan Prov. Jatim Dinas Pertanian Prov. Jatim Dinas Perhubungan & LLAJ Rp. Rp. Rp. Rp. Rp. Rp. Rp. Rp. Rp. Rp. Rp. Rp. Rp. Rp. Rp. Rp. Rp. Rp.

SEJUMLAH
337,500 500,000 500,000 585,000 645,000 1,012,500 1,222,500 1,335,000 1,399,000 1,474,000 1,507,500 2,000,000 2,351,500 2,760,000 3,296,250 3,600,000 4,277,250 4,584,000

NO.
19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 39

UNIT KERJA
PMI RRI PUSKUD Jatim Biro Organisasi Biro Pemerintahan & Otoda Biro Humas & Protokol BKKBN Prov. Jatim Biro Administrasi Kemasyarakatan Depkominfo Prov. Jatim Dinas Perkebunan Prov. Jatim Universitas Airlangga Dinas Pendidikan Prov. Jatim Dinas PU Pengairan Kanwil Ditjen Pajak Akademi Gizi Badan Penanaman Modal Dinas Kepemudaan & Keolahragaan Badan Perpustakaan & Kearsipan Prov. Jatim RSJ Menur Prov. Jatim RSU Haji Dinas Pendapatan Prov. Jatim Rp. Rp. Rp. Rp. Rp. Rp. Rp. Rp. Rp. Rp. Rp. Rp. Rp. Rp. Rp. Rp. Rp. Rp. Rp. Rp. Rp.

SEJUMLAH
120,000 350,000 435,000 543,750 648,000 712,500 722,000 1,000,000 1,587,000 1,602,000 3,000,000 8,142,000 8,152,000 400,000 438,750 850,000 1,815,000 2,646,000 3,052,500 7,016,750 9,859,500

NO.
40 41 42 43 44 45 46 47 48 49 50 51 52 53 54 55 56 57 58 59 60 61

UNIT KERJA
RSUD Dr. Soetomo PT. ASDP MADA LVRI DHD’45 Prov. Jatim BAKESBANGPOL PTPN X PT. Perikanan Nusantara Balai Kesehatan Mata Masyarakat KPP Genteng Kali PT. Jamsostek Diklat PU Wil. IV Prov. Jatim UPT Bina Marga Surabaya KPP Sby Pabean Cantikan Kanwil Bea & Cukai BAPEMAS Prov. Jatim KPP Sby Gubeng Kantor POL PP Prov. Jatim Prov. Jatim Balai Diklat Keagamaan PUSVETMA PT. Dok & Perkapalan Dinas Sosial Prov. Jatim Badan Diklat Rp. Rp. Rp. Rp. Rp. Rp. Rp. Rp. Rp. Rp. Rp. Rp. Rp. Rp. Rp. Rp. Rp. Rp. Rp. Rp. Rp. Rp.

SEJUMLAH
26,615,000 187,500 200,000 284,250 334,125 356,000 389,500 407,500 450,000 540,000 678,750 780,000 840,000 903,000 1,200,000 1,350,000 1,388,000 1,400,000 1,500,000 1,600,000 2,150,000 2,295,000

16

| Warta BAZ

Edisi 113 | Agustus 2011 |

17

sekitar kita

Pendidikan Karakter dan Harga Diri Bangsa

P

agi itu kendaraan kami perlu membeli BBM. Di pompa bensin dipasang spanduk besar dengan tulisan besar: BBM Untuk Orang Tidak Mampu. Ke situlah kendaraan kami menuju. Ketika ditanya petugas: “Beli apa, Pak?” Suami saya menjawab: “Yang untuk orang tidak mampu. Kami rakyat Indonesia yang tidak mampu.”

Kita menjadi tak tahu lagi maksud para pemimpin. Kita bahkan tak tahu lagi apa yang diajarkan para guru pada anak-anak kita di sekolah. Bukankah perkara rasa malu, kejujuran, ketertiban, kebersihan, kedisplinan, itu tidak ada teorinya; melainkan harus dicontohkan? Tak ada gunanya mulut berbusa bicara kejujuran, kalau kelakuan tidak jujur. Apa gunanya

Saya amat kesal. Negara mempermalukan rakyatnya sendiri di depan publik, di ranah terbuka. Semua orang jadi saling tahu siapa yang mampu dan siapa yang tidak mampu. Dampak psikologis pada pembeli “BBM bagi orang tak mampu” adalah perasaan terhina, kehilangan martabat, bahkan harga diri. Tindakan melecehkan bangsa sendiri ini (oleh pemerintahan Presiden Yudoyono) bertolak belakang dengan pidato 14 Mei Presiden yang sama tentang “Pencanangan Tahun Pendidikan Karakter” Bukankah . pendidikan karakter mestinya memasukkan unsur “bangga atas jati diri bangsa”?

sekolah-sekolah memasang spanduk “Jaga kebersihan” kalau tak ada tempat sampah di tiap sudut sekolah? Apa gunanya kantor mempunyai slogan “Cintai dan Lestarikan Lingkungan” kalau sampah organik dan , sampah daur ulang tempatnya sama? Apa gunanya ayah menasehati anaknya untuk jujur, kalau kemudian dia menyekolahkan anaknya itu melalui pintu belakang alias menyuap? Dan presiden menyerukan “Kita Bisa” bila di tempat-tempat umum kita , digiring ke golongan “tidak mampu”? Beberapa teman memaksakan Alif Pahlawan Kejujuran SD Gadel Surabaya agar diterima secara gratis di SMP Al-

Hikmah Surabaya. Pemaksaan dan pengistimewaan Alif untuk diterima di sekolah bintang, merusak semangat kejujuran itu sendiri. Pengistimewaan Alif tak sejalan dengan ruh kejujuran yang membuatnya menjadi figur percontohan. Untung, Alif dan orangtuanya memutuskan tidak meneruskan mendaftar ke Al-Hikmah. Alif memilih bersekolah di SMPN 26 Tandes-Surabaya, pilihan terbaik bagi Alif dan keluarga, ditinjau dari segi jarak rumah ke sekolah, kondisi sekolah dan temanteman, biaya, dan terutama ..... kemandirian. Dengan menolak masuk Al-Hikmah, Alif dan Siami (ibunya) memberi satu lagi pelajaran bagi kita semua: seenak-enaknya disponsori banyak pihak, lebih enak mandiri. Kemandirian, kemerdekaan, keterlepasan dari ketergantungan, adalah kelengkapan dari tindak kejujuran Alif dan keluarganya. Perilaku rakyat kecil seperti ini amat jauh beda dengan perilaku para pemimpin negara, tokoh politik, baik yang sudah senior maupun yang masih muda-muda (produk reformasi). Rakyat kecil miskin namun terhormat. Para pemimpin mabuk kekuasaan dan tamak harta benda, tak punya harga diri. Ada yang mengaku lupa (alias hilang ingatan), ada yang mengaku sakit-sakitan, ada yang meninggalkan jabatan menteri di tengah jalan karena tak mampu menjawab persoalan Bank Century. Semuanya bertentangan dengan “pendidikan karakter bangsa” yang dicanangkan oleh Presiden SBY Mei lalu. Tahun 2007, ada 1,5 juta siswa Jawa Timur harus mengaku miskin agar mereka mendapatkan haknya atas pendidikan. Sejak muda (usia SMP), mereka diajari untuk “tidak tahu malu” Meskipun UUD 45 . mengatakan pendidikan anak Indonesia dibiayai negara, untuk mengaksesnya anak harus mengaku miskin lebih dulu. Empat tahun lalu para orangtua dipermalukan di tingkat RT, RW dan Kelurahan (karena

Oleh Sirikit Syah, MA
Pengamat media, pengajar di FIB Unair dan Stikosa-AWS, pendiri dan Direktur Lembaga Konsumen Media-Media Watch tinggal di www.sirikitsyah.wordpress.com

mengurus surat miskin) agar anaknya bisa sekolah tanpa bayar. Sekarang untuk menjalankan kehidupan sehari-hari kita harus menahan malu dicap sebagai orang miskin oleh negara. Di pompa bensin, para pengendara sepeda motor, para sopir angkot, para pegawai baik-baik, antre beli BBM “khusus untuk orang tak mampu” Orang. orang ini, rakyat kecil ini, sesungguhnya jauh lebih terhormat daripada Gayus Tambunan, Nazarudin, Nunun, para hakim yang rakus suap, bahkan Sri Mulyani. Indonesia mengalami mismanajemen keuangan. Ditemukan begitu banyak uang, rupiah-dolar-yen, di rumah-rumah para tersangka koruptor (bahkan sampai di bak cucian!). Uang beredar di kalangan petinggi partai politik, wakil rakyat, pemimpin pemerintahan; ada yang dibawa menggunakan mobil box. Namun betapa tega mereka yang berkecimpung dalam uang ini berkata kepada rakyat: “Indonesia sedang bangkrut, kalian beli BBM agak mahal dikit ya. Kalau gak mau mahal ya kena stempel miskin.” Pemerintahan ini telah sangat menyakiti hati rakyat Indonesia. Para penabung di Bank Century yang ditilep dananya, warga negara non-PNS yang rajin bayar pajak tapi tak mendapat privilege apapun dari pemerintah. Banyak rakyat kecil jujur, mandiri, dan punya rasa malu. Sayang, kalau mereka sedang membeli BBM di pom bensin, mereka harus menahan malu. []
Edisi 113 | Agustus 2011 |

18

| Warta BAZ

19

kiprah donatur

mustahik

M

Melalui UPZ
zakat, infaq dan shadaqah (ZIS). Terutama tentang zakat penghasilan, karena banyak yang belum mengerti bahwa ada kewajiban zakat dari penghasilan, apapun profesinya,” terang Sekretaris UPZ Dishub dan LLAJ Jatim, Achmad Avivi, SS, M.PSDM yang sudah 10 tahun menjadi pengurus UPZ. Senada dengan itu, Bendahara UPZ Dishub dan LLAJ Jatim, Moh. Iswanto menambahkan, dakwah UPZ tidak hanya dalam bidang pengumpulan ZIS tapi juga mengajak para pegawai di kantornya untuk aktif mengikuti pengajian dan kegiatan keagamaan lainnya. ”Kalau untuk pengumpulan ZIS, alhamdulillah di Dishub dan LLAJ Jatim cukup lancar. Kerjasama pendistribusian dengan BAZ Jatim juga sudah beberapa tahun berjalan dengan baik,” terang Iswanto. Dalam catatan BAZ Jatim, UPZ Dishub dan LLAJ Jatim memang tergolong sebagai UPZ yang aktif menjalin kerjasama dengan BAZ Jatim. Kini, UPZ Dishub dan LLAJ Jatim diketuai oleh Boedi Prijo S. SH, M.Si, yang diwakili oleh Erna Lukitaningsih, SE, MM. Sedangkan anggota pengurus UPZ lainnya adalah Drs. M. Atik, S.Sos, Ahmad Lanjar, Hariaji, SE, Budi Setiawan dan Saikuddin. Afif

elakukan dakwah atau syiar Islam tak melulu harus dilakukan dengan ceramah agama di mimbar-mimbar. Banyak cara yang bisa dilakukan dan banyak tempat yang bisa dijadikan medan dakwah demi tegaknya agama Allah. Salah satunya sebagaimana yang dilakukan oleh Unit Pengumpul Zakat (UPZ) di Dinas Perhubungan dan LLAJ Provinsi Jawa Timur. “Dengan aktif di UPZ ini, kami sangat bersyukur karena bisa sekalian dakwah dan syiar Islam di lingkungan kantor. Mengajak kawan-kawan untuk meningkatkan kesadaran membayar

Hidup Bagai Terasing di Tengah Hutan

B

dari kiri: M Iswanto, Achmad Avivi dan M Atik

Tanggal 8-25 tim atau Kantor Kantor BAZ Jaungan dan LLAJ Dinas Perhub mur di Jl. A. Yani Provinsi Jawa Ti rabaya. No. 268 Su

udik: ra PendaftaAgn ms 2011 di ustu

Layanan Mudik dan Balik Gratis Bareng Pakde Karwo dan Gus Ipul

Tanggal 8 Agustus – 1 September di UPT LLAJ di kabupaten/kota se-Jatim.

Pendaftaran balik:

Disediakan 90 Armada Bus Full AC untuk mudik ke 38 kabupaten/ kota se-Jatim dan 40 Armada Bus Full AC untuk balik dari 38 kabupaten/ kota se-Jatim. Pemberangkatan dilakukan pada 27-28 Agustus 2011.

ersyukurlah kita yang bisa hidup rukun bersama tetangga dan saudara. Interaksi dan komunikasi dengan sesama sudah menjadi kebutuhan psikologis manusia sebagai makhluk sosial. Namun di ujung timur Kota Surabaya, ternyata masih ada keluarga yang hidup bagai terasing di tengah hutan. Dialah Mbah Riban bersama istrinya, Kasiani. Kakek dan nenek yang sudah berusia senja itu tinggal di rumah kayu yang berdiri di tengah sawah. Untuk sampai di rumah yang tampak kurang kokoh itu harus melalui jalan setapak sepanjang sekitar 300 meter dari jalan raya yang melewati Kantor Kecamatan Rungkut. Tatanan rumahnya berantakan dan hanya beralaskan tanah. Lubang-lubang menganga lebar di dinding dan atap rumah. Kalau sudah diterpa hujan, Mbah Riban tak mampu menghadang banjir dan bocor. Bahkan air yang menggenangi sawah di sekeliling rumahnya sering kali menjadi sarang ular sawah dan kerap mengancam keselamatan Mbah Riban beserta istri. Di rumah itu, Mbah Riban bertahun-tahun mengarungi hidupnya tanpa tetangga dan saudara yang mempedulikannya. Juga tanpa listrik dan layanan akses air bersih. Sehari-hari Mbah Riban memanfaatkan kali kecil yang ada di dekat rumahnya sebagai sumber air.

Di usia yang tak lagi muda Mbah Riban juga tetap berpacu dengan kerasnya dunia. Dari rawa ke rawa kakek berusia 70 tahun ini menggantungkan penghasilan. Mencari kangkung liar yang tumbuh di lahan-lahan basah “tak bertuan” menjadi satusatunya pilihan. Kakek asal Nganjuk ini melakukannya dua atau tiga hari sekali kemudian menjualnya dengan harga Rp. 15 ribu. “Saya punya 1 anak tapi sudah menikah dan tinggal di Nganjuk. Dia juga hidup susah seperti saya jadi saya tidak mau merepotkan dia,” tutur Mbah Riban dengan bahasa Jawa. Mbah Riban mengisahkan bahwa dirinya terpaksa hidup terasing karena tak punya tempat tinggal lain. Sebelumnya, ia tinggal serumah dengan mertua. Namun ketika mertuanya mengalami sakit parah, rumah itu dijual untuk biaya berobat. “Untungnya ada orang yang memiliki tanah ini dan mengizinkan saya membangun rumah seadanya di sini,” lanjutnya. Satu prinsip yang patut kita teladani adalah keteguhannya untuk menjalankan shalat di tengah kondisinya yang serba sulit. Ia sadar bahwa kondisi rumahnya yang kacau tidak layak untuk dijadikan tempat ibadah menghadap Allah. Karena itu, sebisa mungkin Mbah Riban dan istrinya selalu shalat di Masjid meskipun harus menempuh jarak ratusan meter. Selain itu, Mbah Riban juga memegang teguh pendiriannya untuk tidak meminta-minta. Kondisi demikian menjadi catatan penting sehingga BAZ Jatim mengkategorikan Mbah Riban sebagai salah satu dhuafa fakir yang berhak menerima santunan tunai berupa uang senilai Rp. 200 ribu setiap bulan selama satu tahun. “Saya sangat berterimakasih. Saya tidak minta tapi sampean sendiri yang datang ke sini. Insya Allah uang ini akan saya gunakan untuk belanja agar istri saya bisa memasak olahan sayur-sayuran dan dijual di pasar dekat Kantor Kecamatan,” pungkas Mbah Riban. [Afif]
Edisi 113 | Agustus 2011 |

20

| Warta BAZ

Layanan ini dipersembahkan oleh Dinas Perhubungan dan LLAJ Provinsi Jawa Timur.

21

psikologi keluarga

B

Belajar Multi-karakter dalam Ibadah Puasa
sehingga bahasa menjadi hal yang cukup urgen dalam penyampaiannya. Bagi anak TK, mereka memahami puasa sebagai tidak makan dan tidak minum. Sehingga kita bisa membahasakannya bahwa puasa bukan berarti tidak boleh makan dan minum, melainkan ada perubahan jadwal makan. Sarapan dilakukan lebih awal (yaitu sahur) dan makan malam juga lebih awal pula (yaitu berbuka). Melibatkan anak-anak usia prasekolah dalam suasana aktivitas di bulan puasa akan menambah pemahaman mereka, misalnya pada waktu sahur mereka kita bangunkan, saat tarawih kita ajak ke masjid, saat sore kita ajak menyiapkan makanan berbuka, dll. Bagi anak SD, karena tingkatan berpikir mereka sudah lebih tinggi, memaknai puasa dapat kita mulai dengan shiroh Nabi atau Sahabat. Menceritakan mengapa Allah memerintahkan berpuasa, manfaat yang diperoleh mereka dapatkan dari puasa, kerugian apabila tidak menjalankan puasa dan sebagainya. Pemahaman tersebut juga harus didukung dalam bentuk latihan berpuasa, agar mereka dapat merasakan sendiri nikmatnya ibadah puasa. Yang sangat penting diperhatikan dalam latihan tersebut adalah bagaimana membuat anak-anak merasakan bahwa mengerjakan puasa merupakan sebuah aktivitas yang menyenangkan. Sehingga kecenderungan anak untuk mengulangi aktivitas tersebut pada bulan Ramadhan berikutnya lebih besar. Dengan demikian, kita harus menghindari segala cara yang sifatnya paksaan dan ancaman. Paksaan hanya akan membuat anak mengerjakan aktivitas bukan karena kesadarannya sendiri melainkan karena ketakutan mendapatkan hukuman. Hal ini

ulan Ramadhan merupakan bulan yang paling istimewa bagi umat Islam, karena di dalamnya mengandung beragam hikmah dan makna. Bulan yang sarat dengan pahala, barokah dan ampunan ini menjadi sarana yang tepat untuk melakukan tarbiyah (pendidikan), baik secara fisikal maupun mental. Amalan-amalan yang dikerjakan dengan orientasi benar di bulan ini terbukti memberikan efek yang dahsyat terhadap perubahan karakter individu. Mengingat urgensi ibadah puasa di bulan ini, sangatlah tepat apabila kita menjadikannya sebagai madrasah bagi keluarga untuk menumbuhkan dan memelihara karakter positif anggotaanggota keluarga di dalamnya, khususnya anak-anak. Beberapa nilai dari ibadah puasa yang bisa dipetik, seperti jujur, sabar, disiplin, kontrol diri, optimis merupakan karakter dasar yang harus melekat pada setiap pribadi umat Islam. Dalam hal ini, pembangunan karakter menjadi lebih efektif apabila dilakukan sejak dini melalui sebuah proses (tahap demi tahap) secara intensif dan berkelanjutan.

Puasa Bermakna
Untuk mengajarkan dan membiasakan anak berpuasa, diperlukan pendekatan yang berbeda dengan orang dewasa. Dalam hal pembelajaran, apapun menjadi lebih mudah dipahami dan dikerjakan manakala anak tahu makna dari apa yang dipelajarinya. Pemahaman terhadap makna puasa akan mendorong anak-anak untuk melakukan ibadah tersebut dan menjadikannya sebuah kebiasaan kelak di kemudian hari. Pemahaman makna puasa bagi setiap tingkatan usia anak tentunya tidak sama,

justru akan membuat anak melakukan identifikasi, bahwa mengerjakan ibadah dalam Islam merupakan sebuah aktifitas yang tidak menyenangkan dan tidak menguntungkan. Jadi, kondisi ini akan menghambat anak-anak untuk mencintai ibadah itu sendiri. Sebagaimana sifat otak, stimulusstimulus positif akan membuat otak semakin berkembang, sinaps-sinaps akan saling berhubungan satu dengan yang lain. Semakin banyak stimulus positif yang diberikan semakin banyak sinaps yang terhubung (sinaptogenesis) sehingga respon anak juga positif. Sebaliknya, apabila otak dalam keadaan terancam maka sinaps otak tidak akan terhubung bahkan yang sudah terhubung akan putus. Akibatnya, otakpun akan sulit berkembang. Dengan demikian, respon anakpun akan lambat dan cenderung negatif. Dalam melatih anak berpuasa, kunci utamanya adalah menjaga motivasinya, yaitu dengan memberikan penguatan-penguatan positif (reward) dan menghindari penguatan negatif (punishment). Pemberian reward tidak harus berupa materi apalagi yang harganya mahal. Memberikan pujian, menceritakan keberhasilan latihan puasa pada hari itu pada orang lain (ayah, nenek, kakek, saudara) akan membuat anak lebih optimis dan percaya diri untuk mencoba berpuasa lagi.

Anandyah Retno Cahyaningrum, S.Psi.
alumnus Psikologi Unair – peminat masalah sosial kemasyarakatan www.anandyah.com

Puasa Bermanfaat
Melatih anak berpuasa pada dasarnya melatih anak untuk memiliki sifat jujur, sabar, disiplin, pantang menyerah (optimis), dan memiliki kepekaan terhadap lingkungan. Apabila puasanya dikerjakan secara benar maka karakter tersebut akan mendominasi jiwanya dan akan menjadi modal ketrampilan hidup di masa mendatang.

Ketuntasan dalam memahami makna dan tata cara puasa menjadi faktor yang berpengaruh besar dalam memunculkan karakter di atas. Dalam hal ini tentunya peran orang tua sangat utama untuk membantu anak konsisten dengan latihannya. Untuk memperoleh manfaat yang optimal, orang tua perlu membuat program/ kesepakatan bersama anak, misalnya: 1. Pada waktu buka puasa tiba, orang tua mengajak anak membaca doa terlebih dahulu sebelum minum atau makan dengan tujuan untuk belajar sabar. 2. Tidak marah-marah atau bertengkar dengan teman, saudara dengan tujuan belajar menjaga perilaku. 3. Tidak menangis, mengumbar ngambek, khususnya apabila keinginan tidak terpenuhi dengan tujuan belajar mengendalikan emosi. 4. Tidak boleh sembarangan makan dan minum hingga tiba saat berbuka dengan tujuan belajar berdisiplin dan kejujuran. 5. Selalu berbagi sedekah baik berupa makanan, pakaian, ataupun uang, sehingga anak belajar untuk berempati kepada sesamanya. Kunci keberhasilan pembangunan karakter ini adalah keteladanan orang tua untuk selalu memberikan dan menampilkan karakter pribadi terbaiknya dalam berinteraksi dengan anggota keluarga dan masyarakat.
Edisi 113 | Agustus 2011 | 23

22

| Warta BAZ

tips sehat
Komposisi zat gizi kurma

M

Sehat Berbuka Puasa Dan Sahur dengan Kurma
yang mengandung glukosa akan diserap tubuh dalam 20-30 menit. Tetapi gula yang terkandung dalam kurma habis terserap dalam tempo 45-60 menit, karena adanya serat yang terkandung di dalamnya, sehingga orang yang makan kurma pada waktu sahur akan menjadi segar dan tahan lapar lebih lama. Sehubungan dengan manfaatnya, kurma dianjurkan untuk dikonsumsi saat berbuka maupun sahur.

encontoh kebiasaan Nabi Muhammad SAW ketika berbuka puasa, maka di bulan Ramadhan, kurma menjadi makanan favorit untuk berbuka puasa sebelum mengkonsumsi makanan lain. Rasulullah SAW berbuka dengan kurma basah (ruthab), jika tidak ada ruthab maka berbuka dengan kurma kering (tamr), jika tidak ada tamr maka minum dengan satu tegukan air (HR. Ahmad, Abu Dawud, Ibnu Khuzaimah, dan At - Tirmidzi). Pada waktu berbuka puasa, lebih baik minum air putih dan makan kurma daripada minum minuman yang dingin (es). Jika tidak menderita diabetes, boleh juga minum teh manis hangat dan makan beberapa buah kurma. Makanan lengkap yang terdiri dari nasi, lauk-pauk, sayur dan buah segar sebaiknya dilakukan setelah shalat maghrib atau tarawih. Perlu diperhatikan bahwa lebih baik berhenti makan sebelum batas kenyang agar tubuh bisa menyerap zat gizi secara efektif. Kurma memiliki sifat mudah meleleh di mulut, memiliki kandungan kalori yang tinggi dan mudah dicerna oleh tubuh. Oleh karena itu, kurma sangat cocok dikonsumsi untuk berbuka puasa. Kandungan gula dalam kurma bisa segera menggantikan tenaga yang hilang karena berpuasa. Berbuka puasa dengan kurma sangat dianjurkan karena dapat menjaga stamina tubuh agar tetap prima selama menjalankan ibadah puasa. Untuk mendapatkan hasil yang maksimal, dianjurkan untuk mengkonsumsi kurma sebanyak 3 butir saat berbuka dan 4 butir saat sahur. Menurut Dr David Conning, Direktur Jenderal British Nutrition Foundation, segelas air

Manfaat Kurma Bagi Kesehatan.
Kurma memiliki kandungan mineral dan vitamin yang dibutuhkan tubuh sehingga mempunyai banyak manfaat bagi kesehatan. 1. Sumber Mineral Kurma mengandung kalium cukup tinggi yang berfungsi untuk menekan natrium yang berlebih sehingga dapat mengendalikan tekanan darah, baik untuk pembuluh darah , membuat denyut jantung lebih teratur, mengaktifkan kontraksi otot, memelihara sistem syaraf, menyeimbangkan metabolisme dalam tubuh serta mencegah risiko serangan stroke. Makan kurma 5 butir sehari dapat mencukupi kebutuhan tubuh akan kalium. Makin banyak makanan kaya kalium yang dikonsumsi, makin kecil kemungkinan menderita stroke. Kalium tidak disimpan dalam tubuh dan banyak hilang melalui keringat, sehingga perlu disuplai dari makanan. Selain kalium, kurma juga mengandung mineralmineral penting seperti kalsium, besi, magnesium, mangan, tembaga dan fosfor. Kandungan selenium pada kurma dapat memperkuat daya tahan tubuh serta mengurangi

mengontrol diabetes dengan menurunkan Air 18.27 Vitamin : peningkatan kadar Energi 251 kkal Vitamin A 9 IU gula darah. Selain itu Protein 2.81 g Vitamin B1 (tiamin) 0.046 mg serat pangan larut juga Karbohidrat 66.78 g Vitamin B2 (riboflavin) 0.059 mg berperan menurunkan Serat 7.1 g Vitamin B3 (niasin) 1.134 mg kadar kolesterol LDL Gula 56.38 g Vitamin B5 (asam pantotenat) 0.525 mg dalam darah. Total lemak 0.35 g Vitamin B6 (piridoxin) 0.147 mg 3. Sumber Vitamin Lemak jenuh 0.0028 g Vitamin B9 (folat) 17 mcg Vitamin A berfungsi MUFA 0.0032 g Vitamin B12 0 mcg untuk memelihara PUFA 0.017 g Vitamin C 0.4 mg kesehatan mata. Vitamin kolesterol 0 mg Vitamin E 0.04 mg B berfungsi dalam Mineral : Vitamin K 2.4 mcg sistem syaraf dan Kalsium 35 mg Fitonutrisi untuk relaksasi jantung. Besi 0.91 mg Beta karoten 5 mcg Vitamin B dan C penting Magnesium 38 mg Beta kriptoxantin 0 mcg bagi kesehatan dan Fosfor 55 mg Likopen 0 mcg kekebalan tubuh. Kalium 484 mg Lutein dan zeaxantin 67 mcg 4. Sumber Sodium 2 mg Fitofarmaka Seng 0.26 mg Kurma berfungsi (Sumber: USDA National Nutrient Database for Standard Reference) sebagai antioksidan yang dapat resiko penyakit kanker dan jantung. mengurangi radikal bebas dalam tubuh Kurma juga mengandung salisilat yang dengan kandungan karotenoid, polifenol, berfungsi untuk mengurangi rasa sakit (dapat anthocyanin, proanthocyanidins oligomer, meredakan sakit kepala) dan demam. tanin, luteolin, quercetin, dan apigenin. Kurma memiliki konsentrasi polyphenol tertinggi jika 2. Sumber Serat dan Rendah Lemak dibandingkan dengan buah-buahan kering Kurma mengandung rendah lemak dan lainnya. Polyphenol sebagai antioksidan, kaya serat yang berfungsi sebagai prebiotik berperan bagi kekebalan tubuh terhadap infeksi dan pitosterol untuk mengendalikan kadar dan serangan penyakit. kolesterol. Asam lemak omega dalam kurma mirip 5. Sumber Hormon dengan minyak zaitun terbukti menyehatkan Kurma mengandung semacam hormon jantung, kulit, dan otak. yang disebut potuchsin yang bisa menciutkan The American Cancer Society pembuluh darah dalam rahim, sehingga dengan merekomendasikan untuk mengkonsumsi kurma demikian bisa mencegah terjadinya pendarahan 20-30 gram per hari. Serat pangan tak larut rahim. berfungsi meningkatkan volume feses sehingga Dengan berbuka dan sahur secara sehat, menurunkan waktu transit di usus dan lebih berbagai gangguan kesehatan bisa dihindari. mudah dikeluarkan. Penurunan waktu transit Sehubungan dengan manfaatnya bagi feses akan menurunkan waktu kontak sel-sel kesehatan, kurma baik dikonsumsi ketika mukosa usus besar dengan zat-zat karsinogen berbuka puasa ataupun ketika tidak berpuasa. dari feses. Serat pangan larut dapat membantu Yuli Achtien
ZAT GIZI JUMLAH ZAT GIZI JUMLAH
Edisi 113 | Agustus 2011 |

24 |

Warta BAZ

25

liputan khusus

Gus Ipul mengukuhkan 87 UPZ BAZ Jatim

“Ke depan pembayaran zakat para PNS di Pemprov Jatim cukup dilakukan di masing masing unit SKPD tempatnya berdinas. Dengan begitu untuk membayar zakat cukup menghubungi UPZ masing masing SKPD,” ujar Gus Ipul yang bertindak selaku Ketua Badan Pelaksana BAZ Jatim. Selain sistem pengumpulannya yang dibenahi, BAZ juga melakukan perbaikan pembagiannya. Sebab zakat ini nantinya juga diharapkan oleh Gubernur Jatim dapat membantu mengurangi angka kemiskinan di Jatim. Karenanya selama ini BAZ Jatim selalu menjaga dan meningkatkan kualitas penyalurannya secara tepat sasaran dan diterima oleh masyarakat yang betul-betul berhak menerimanya. “Saya menghimbau untuk mengetuk kesadaran para muzakki (wajib zakat), karena itu para Pengrus UPZ harus benar-benar bekerja keras,” tegasnya.

suasana rakor UP

Z BAZ Jatim

Galang Zakat Lebih Progresif

Charity Day
Sekretaris Harian BAZ Jatim, Drs. H. Kasno Sudaryanto, M.Ag menambahkan, untuk memaksimalkan pengumpulan zakat di bulan Ramadhan, BAZ Jatim akan mengoptimalkan kegiatan safari Ramadhan. Selain itu, BAZ Jatim bersama Gubernur dan Wakil Gubernur Jatim juga menggagas untuk deklarasi “Gerakan Jawa Timur Berzakat” pada “Strategi yang kami lakukan adalah dengan

U

nit Pengumpul Zakat (UPZ) adalah ujung tombak keberhasilan pendayagunaan dana zakat bersama BAZ Jatim. Dalam proses pengumpulan, UPZ memiliki potensi besar untuk melakukan sosialisasi dan mendorong kesadaran berzakat di lingkungan masing-masing satuan kerja perangkat daerah (SKPD). Sedangkan dalam proses pendistribusian, UPZ diharapkan menjadi kepanjangan tangan BAZ Jatim untuk memberi masukan dan evaluasi atas realisasi program-program BAZ Jatim. Untuk merealisasikan strategi tersebut, BAZ Jatim melakukan optimalisasi kinerja UPZ di masing-masing SKPD di lingkungan Provinsi Jatim. Dengan pendekatan bottom up tersebut, diyakini bahwa kinerja organisasi akan lebih baik dan semakin maksimal karena masalah–masalah riil

yang terjadi di tingkat paling bawah dapat terpotret secara utuh sehingga dapat terintegrasi dalam Program Kerja BAZ Jatim. Demikianlah seruan Wakil Gubernur Jatim Drs. H. Saifullah Yusuf saat membuka rakor dan mengukuhkan 81 UPZ dari berbagai instansi di Hotel Utami, Sidoarjo, Rabu (13/7/2011). Pembentukan UPZ ini merupakan instruksi langsung dari Gubernur Jatim Dr. H. Soekarwo, M.Hum, supaya pengumpulan dana zakat lebih progresif, lebih cepat dan lebih mudah. UPZ yang dikukuhkan tersebut terdiri atas UPZ Biro, Dinas dan Badan di lingkungan Pemprov Jatim, UPZ BUMN dan BUMD, UPZ TNI dan Polri serta UPZ di beberapa perusahaan swasta. Sedangkan peserta rapat koordinasi sebanyak 150 orang yang terdiri dari pengurus UPZ, koordinator donatur dan Pengurus BAZ Jatim.

mengirim 40 mubalig melakukan safari dakwah secara rutin ke 150 SKPD dan lembaga swasta untuk memberi pencerahan. Selain itu, informasi lewat spanduk dan brosur juga intensif dilakukan. Dan untuk menjemput bola, kami bekerjasama dengan semua UPZ untuk mewujudkan hari beramal atau charity day berupa gerakan pengumpulan zakat secara serentak oleh para pegawai di masingmasing UPZ. Sedangakn sebagai puncak kegiatan Ramadhan pada 13 Agustus nanti kita juga akan menggelar buka puasa bersama 1.000 yatim dan dhuafa di Asrama Haji Sukolilo yang disiarkan secara live oleh Metro TV,” terangnya. Dalam pengukuhan UPZ BAZ Jatim itu, BAZ Jatim juga memberikan bantuan beasiswa secara simbolis kepada seorang siswa SMA senilai Rp. 800 ribu dan seorang dhuafa fakir senilai Rp. 200 ribu per bulan selama setahun. []

Gus Ipul bersama sejumlah pengurus dan karywan BAZ Jatim

26 |

Warta BAZ

Edisi 113 | Agustus 2011 |

27

uang dan saya

CN 235
Strategic Finance Specialist pada SNF Consulting, www.snfconsulting.com

Iman Supriyono,

T

ulisan ini saya buat di kamar hotel Graha Prima Pacitan menjelang subuh. semula saya berencana untuk melakukannya kemarin petang sebelum tidur. Tetapi ternyata saya tidak mampu melakukannya. Badan sudah sangat letih setiba perjalanan panjang 8 jam dari Surabaya. Begitu masuk di kamar saya merebahkan badan di ranjang. Maksud hati ingin sekedar melepas lelah sejenak. Baju kantor berlogo SNF Consulting yang saya kenakan dari Surabaya sejak pagipun masih melekat di badan. Malah ternyata tertidur hingga jam setengah tiga pagi. Ya sudah, begitu bangun, mandi dan sholat saya segera menyalakan laptop dan sepuluh jemaripun menari-nari dalam kesegaran badan dan pikiran menjelang subuh. Sebegitu jauhkah Surabaya ke Pacitan sehingga perjalanannya begitu panjang dan melelahkan? Sebenarnya tidak jauhjauh amat. Perkiraan saya hanya sekitar 250 kilometer. Andai saja mobil bisa dipacu dengan kecepatan rata rata 100 kilometer per jam mestinya saya hanya perlu duduk di bangku mobil selama 2,5 jam. Atau menjadi 3 jam total kalau ditambah dengan istirahat sholat dan makan di jalan. Mengapa kok 8 jam? Itulah Indonesia. Jalan jalan di negeri ini memang jauh sekali dari ideal. Beda sekali misalnya dengan

perjalanan darat Singapura-Kuala Lumpur sejauh sekitar 400 kilometer yang cukup ditempuh dengan bus umum selama sekitar 4 jam melalu jalan tol mulus dan lebar. Terus gimana solusinya? Ya, mestinya dibangun jalan tol. Tapi kalau melihat kinerja negeri ini dalam mengelola fasilitas publik, kayaknya kita masih harus menunggu lama untuk mencapainya. Bahkan jalan tol yang sudah kita miliki pun jauh dari kualitas ideal. Di sana-sini jalan bergelombang atau berlobang. Lalu lintasnya pun terlalu padat. Berat untuk mencapai kecepatan rata-rata 100 kilometer perjam. Dalam kondisi seperti ini saya jadi teringat suatu saat saya menempuh perjalanan dari Denpasar ke Mataram. Kedua kota ini juga jaraknya kurang lebih sama dengan Surabaya-Pacitan. Saat itu saya duduk di kabin pesawat Foker 50 berpenggerak dua baling-baling masingmasing di sayap kiri dan kanan pesawat. Berbeda dengan pesawat jet, pesawat baling baling tidak terbang terlalu tinggi. Saat terbang jelajah (terbang dengan ketinggian tetap, tidak menambah ketinggian maupun mengurangi ketinggian), saya masih bisa melihat dengan jelas pemandangan di bawah sana. Keindahan pulau Bali dan Nusa Tenggara masih bisa dinikmati dengan jelas. Pesawat terbang jelajah pada ketinggian sekitar 4 kilometer di atas permukaan laut. Tidak sampai separuh ketinggian pesawat jet yang sekitar 10 km dari permukaan laut. Terbang rendahnya pesawat foker yang

saya naiki justru menjadi kelebihannya. Bukan semata kelebihan karena saya bisa menikmati pemandangan di bawah sana. Yang lebih penting dari itu adalah efisiensinya. Dengan pesawat jet yang dituntut berketinggian jelajah sekitar 10 kilometer, jarak Denpasar-Mataram hanya cukup untuk lepas landas, naik pada ketinggian jelajah, dan beberapa menit kemudian harus segera turun lagi untuk mendarat. Jelas sekali bahan bakar tersedot dalam volume besar untuk naik dan turun. Tidak untuk terbang jelajah. Pemborosan. Di sinilah peran pesawat berpenggerak baling-baling seperti Foker 50 yang saya naiki ketika itu, ATR 72 buatan Prancis yang saat ini dioperasikan oleh Wings Air, atau MA 60 yang saat ini dioperasikan oleh Merpati. Menyebut 3 jenis pesawat bermesin turboprop alias baling-baling ini, saya jadi teringat dengan CN 235 buatan IPTN ketika bekerja sama dengan CASA Spanyol. Kinerja pesawat ini ternyata luar biasa. Hingga saat ini, CN 235 telah diproduksi sebanyak lebih dari 230 unit. Bandingkan dengan Foker 50 yang 213 unit dan tidak mungkin bertambah lagi karena pabriknya

sudah bangkrut. Bandingkan pula dengan MA 60 Merpati yang buatan RRC yang baru diproduksi 41 unit dimana 15 diantaranya diopersian oleh Merpati dan sudah jatuh kecelakaan di Papua satu unit beberapa waktu lalu. CN 235 jelas lebih unggul. Bahkan hingga kini Turki masih mengopersikan 61 unit CN 235 untuk berbagai keperluan. USA, Perancis, dan puluhan negara hingga kini masih mengopersikan CN 235 baik untuk keperluan angkut militer maupun sipil. Sayang, bangsa ini tidak percaya dengan produknya sendiri yang bahkan Amerika dan Perancispun mempercayainya. Turki apalagi. Maka, tepat menjelang adzan subuh di Pacitan ini saya membayangkan. Andai saja bangsa ini percaya kepada CN 235, perjalanan Surabaya-Pacitan cukup ditempuh dalam waktu tidak sampai setengah jam. Hanya perlu membangun bandar udara kecil di Pacitan. CN235 tidak perlu landas pacu sepanjang lebih dari 3 kilometer seperti Juanda. Sepertiganya saja sudah cukup. Inilah kelebihan lain pesawat buatan Pak Habibie ini. Cocok untuk terbang antarberbagai kota di negeri ini yang jaraknya seperti Surabaya-Pacitan atau Denpasar-Mataram. Semoga…..

Buku TERBARU

ini adalah karya Iman Supriyono, pengasuh rubrik ini. Cukup diminati publik, Tersedia di toko-toko buku. Untuk donatur BAZ dapat pesan ke Bu Winda (031) 5613661 BEBAS ongkos kirim
Edisi 113 | Agustus 2011 |

28

| Warta BAZ

29

konsultasi

info BAZ

Pengusaha Catering Mencicipi Masakan Saat Berpuasa, Bagaimana?
IH.M .CL ,sfiaN namharrudbA .HK

Para penerima beasiswa BAZ Jatim

Gus Ipul menyerahkan beasiswa BAZ Jatim

Assalamu’alaikum Wr. Wb. Ustadz yang saya hormati, saya ibu rumah tangga yang kebetulan punya usaha catering masakan dan kue. Belajar dari pengalaman tahun-tahun sebelumnya, pada bulan Ramadhan apalagi menjelang lebaran pesanan masakan dan kue meningkat. Untuk memastikan bahwa masakan telah siap, saya tidak bisa menghindari untuk mencicipinya terlebih dahulu, padahal waktu itu saya sedang berpuasa. Pertanyaan saya: Adakah batasan-batasan diperbolehkannya mencicipi masakan ketika berpuasa? Dan bagaimana cara aman mencicipi masakan, agar terhindar dari batalnya puasa? Saya sampaikan terima kasih kepadaUstadz atas perhatian dan jawabannya. Kartining, Kebraon, Surabaya Jawaban: Wa’alaikumussalam Wr. Wb. Hal-hal yang membatalkan puasa berkenaan dengan dua hal, yaitu berkenaan dengan perut dan yang di bawah perut. Termasuk di antaranya memasukkan sesuatu benda ke dalam tenggorokan. Baiklah pengasuh jawab pertanyaan Ibu: 1. Mencicipi masakan pada saat puasa hukumnya makruh tapi tidak sampai membatalkan puasa jika tidak ditelan karena tidak ada benda yang masuk. Yang ada hanya rasa makanan. Makruh karena khawatir tertelan’ yekh Dr. Wahbah Azzuhaly menjelasakan: makruh) mencicipi makanan dan menjilatnya, karena khawatit ada benda yang masuk ke dalam tenggorokan dan karena menjilatnya akan memperbanyak ludah, jika ditelan ludah yang bercampur makanan maka akan membatalkannya dan apabila ditelan membuat haus. (Al-Fiqh alIslami wa Adillatuh, 2/636). 2. Batasan yang diperbolehkan mencicipi masakan kalau hanya sekedar ‘merasakan’ dan tidak ada benda yang tertelan, tapi kalau setelah mencicipi ada benda yang tertelan maka akan batal puasanya. 3. Cara aman mencipi masakan. Jika ibu harus mencicipi masakan, maka cicipilah masakan di ujung lidah sekedar terasa rasanya saja, setelah itu ludahkan dan usahakan tidak ada benda yang tertelan. Demikianlah jawaban pengasuh, semoga dapat membantu. Dan semoga Ibu mendapat berkah Ramadhan bukan hanya tambah penghasilan dunia saja tapi tambah nilai pahala dengan meningkatan ibadah tarawih, tadarrus al-Quran dan lainnya, walaupun sibuk dengan usaha cateringnya. Aamiin

Gelar Baksos

BAZ–Satpol PP di Ngantang

S

eribuan pria-wanita bertubuh tegap memenuhi lapangan bumi perkemahan di obyek wisata Waduk Selorejo, Kecamatan Ngantang, Kabupaten Malang. Dengan mengenakan seragam kebanggaan, mereka berbaris secara rapi untuk mengikuti pembukaan Jambore IX Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) se-Jatim pada Selasa (19/07/11) siang dengan menggelar apel upacara. Wakil Gubernur Jatim Drs. H. Saifullah Yusuf (Gus Ipul) berdiri di hadapan barisan dan bertindak sebagai inspektur upacara didampingi oleh Bupati Malang Drs. H. Rendra Kresna, MM dan para anggota Muspika Malang. Upacara pembukaan berjalan khidmat dan lancar kemudian dilanjutkan dengan bakti sosial yang dilakukan oleh seluruh Satpol PP

30

| Warta BAZ

Konsultasi Syariah diasuh oleh : KH. Abdurrahman Nafis, LC. M.HI Ketua Komisi Fatwa MUI Jatim dan Pengurus BAZ Jatim. Bagi para pembaca yang ingin berkonsultasi dapat mengirim pertanyaan melalui Fax. 031-5687488 atau surat@bazjatim.or.id

peserta jambore dari 38 kabupaten/kota se-Jatim bekerjasama dengan BAZ Jatim. Satpol PP Provinsi Jatim, yang merupakan salah satu UPZ BAZ Jatim, membagikan 2000 paket sembako bagi kaum miskin warga desa di sekitar waduk Selorejo dan melakukan bersih-bersih di berbagai fasilitas umum seperti masjid, sekolah dan balai desa. Sedangkan BAZ Jatim mengambil peran dengan memberikan layanan pemeriksaan dan pengobatan gratis di Balai Desa Banturejo yang terletak sekitar 100 meter dari lapangan upacara. Dalam kesempatan itu, BAZ Jatim mendatangkan 4 dokter, 2 perawat dan 2 apoteker serta beberapa tenaga teknis lainnya. Selain itu, BAZ Jatim juga memberikan bantuan berupa uang tunai dengan rincian sebagai berikut: 1. Beasiswa senilai Rp. 800 ribu bagi 5 siswa SMA dari keluarga dhuafa 2. Bantuan sarana pendidikan senilai Rp. 500 ribu bagi 5 siswa SMP dari keluarga dhuafa 3. Bantuan sarana pendidikan senilai Rp. 300 ribu bagi 5 siswa SD dari keluarga dhuafa 4. Bantuan biaya hidup senilai Rp. 200 ribu per bulan selama setahun bagi 5 dhuafa yang terkategori fakir yang umumnya berusia lanjut, tak memiliki penghasilan dan tiada keluarga yang mempedulikan. Bantuan diserahkan secara simbolis di akhir upacara oleh Gus Ipul selaku Ketua Badan Pelaksana BAZ Jatim, Bupati Malang dan Kepala Desa Banturejo, Kusnanto. Kelayakan semua penerima bantuan telah dipastikan sehari sebelumnya setelah disurvei oleh tim pendistribusian BAZ Jatim. Selain itu, BAZ Jatim juga melakukan survey lanjutan guna merealisasikan bekerjasama dengan Pemerintah Desa Banturejo dan Pandansari dalam bidang pendistribusian kepada para dhuafa. []
Edisi 113 | Agustus 2011 |

Kades Banturejo menyerahkan bantuan dhuafa fakir dari BAZ Jatim

31

info BAZ

P

Sambut Ramadhan
• Sidoarjo. Pengobatan gratis di Sidoarjo diselenggarakan di dua lokasi. Pertama, di Balai RW VIII Desa Pepelegi, Kecamatan Waru pada awal Juli lalu. Dalam kegiatan ini sebanyak 80 orang menjadi pasien. Kedua, di Masjid Sabilun Najah Desa Sawotratap, Kecamatan Gedangan pada Ahad (24/07/11). Kegiatan tersebut diikuti oleh 150 pasien dhuafa yang tinggal di sekitar masjid. • Mojokerto. Pengobatan gratis di Sidoarjo diselenggarakan bekerjasama dengan warga Desa Jetis, Kecamatan Jetis. Pengobatan gratis ini dilaksanakan pada Sabtu (23/07/11) yang diikuti oleh 200 pasien. • Malang. Kegiatan progran kesehatan di Malang

emerikasaan dan pengobatan adalah salah satu upaya untuk memaksimalkan persiapan fisik menyambut Ramadhan. Fisik yang kuat diharapkan dapat dimanfaatkan untuk memaksimalkan ibadah di bulan yang teramat mulia itu. Karena itu, BAZ Jatim membantu para dhuafa untuk menyiapkan kondisi kesehatannya agar mereka bisa menjalankan ibadah puasa dengan kondisi kesehatan yang siap. BAZ Jatim mengintensifkan beberapa kegiatan pemeriksaan dan pengobatan gratis keliling dengan mendatangkan beberapa dokter, perawat dan apoteker di beberapa daerah yang banyak dihuni kaum dhuafa. Antara lain: • Surabaya. Pengobatan gratis di Surabaya dipusatkan di tiga titik utama. Pertama, di Musholla

Dhuafa Sehat

Manfaatkan Liburan untuk Bantu 155 Anak Berkhitan
khitan massal di Masjid Margorej o

M

Baiturrochim Simo Tambaan Rw. 9 Rt. 1 pada Selasa (28/06/11) pagi. Kegiatan ini diikuti oleh 109 orang pasien. Kedua, di Masjid Al-Fajar Menanggal pada Ahad (17/07/11) pagi. Kegiatan tersebut diikuti oleh 113 pasien yang mayoritas menghuni rumah susun di sekitar masjid. Ketiga, di Balai Desa Dinoyo Sekolahan pada Sabtu (23/07/11). Kegiatan ini terselenggara berkat kerjasama dengan para mahasiswa KKN dari Fakultas Keperawatan Unair Surabaya yang diikuti oleh 200 pasien.

dipusatkan di Balai Desa Banturejo, Kecamatan Ngantang. Kegiatan ini bersamaan dengan pembukaan Jambore IX Tahun 2011 Satuan Polisi Pamong Praja se-Jatim pada Selasa (19/07/11) yang diikuti oleh 209 pasien. • Pamekasan. Di Pamekasan, BAZ Jatim bekerjasama dengan Ponpes Darul Akhlak di Desa Toronan, Kecamatan Kota Pamekasan. Kegiatan dilaksanakan pada Sabtu (30/07/11) yang diikuti oleh 250 pasien.

omen liburan adalah saat yang tepat untuk mengkhitan anak karena tak mengganggu aktivitas kegiatan belajar selama proses penyembuhan. Karena itu, BAZ Jatim bekerjasama dengan beberapa pihak untuk membantu para orang tua dhuafa yang tak memiliki cukup dana untuk melaksanakan kewajiban mengkhitan putranya. Umumnya aktivitas sosial ini diadakan dalam rangka memperingati hari besar Islam Isro’ Mi’roj Nabi Muhammad SAW. Beberapa pihak yang bekerjasama dengan BAZ Jatim antara lain : • BNI Graha Pangeran Surabaya. BNI Graha Pangeran Surabaya mempercayakan realisasi CSR-nya berupa khitan massal gratis kepada BAZ Jatim. Kegiatan yang dilaksanakan pada Kamis (30/06/11) pagi ini diikuti oleh 70 anak yatim dan keluarga dhuafa. Selain mendapat fasilitas khitan gratis, mereka juga mendapat santunan uang tunai dan bingkisan. • Ittihadul Muslimin. BAZ Jatim juga bekerjasama dengan Jamaah Masjid Margorejo Surabaya yang tergabung dalam Komunitas Pemuda Ittihadul Muslimin. Kegiatan tersebut

dilaksanakan di Jl. Margorejo Masjid No. 42 pada Rabu (29/06/11) yang diikuti oleh 30 anak yatim dan keluarga dhuafa. • Pesantren An-Nur. Selanjutnya adalah Pesantren An-Nur Wonocolo Surabaya. Pesantren mahasiswa itu bekerjasama dengan BAZ Jatim untuk menyelenggarakan khitan massal pada Sabtu (02/07/11) di lokasi pesantren yang terletak di Wonocolo Gang Modin No. 10 Surabaya. Sebanyak 25 anak yatim dan keluarga dhuafa menerima manfaat kegiatan tersebut. • Warga RW XI Penjaringan Sari. Warga RW XI Kelurahan Penjaringan Sari, Rungkut, juga tak mau ketinggalan memberi manfaat kepada warga di sekitarnya melalui khitan massal. BAZ Jatim turut menyukseskan kegiatan yang dilaksanakan pada Ahad (03/07/11) itu. Pada kesempatan tersebut, sebanyak 30 anak yatim dan keluarga dhuafa dikhitan.

l di BNI itan massa Peserta kh Pangeran Graha

khitan massal di Pesantren An-Nur Wonoco lo

32

| Warta BAZ

Edisi 113 | Agustus 2011 |

33

Bismillahirrahmanirrahim… Dengan ini saya menyerahkan infaq untuk buka puasa bagi dhuafa dan ya�m melalui BAZ Ja�m. Nama Alamat/instansi Infak : ........................................................ : ........................................................ : ...................................( ….......Paket) Tgl

Jadwal Waktu Shalat Bulan Agustus 2011 (Ramadhan 1432 H.) untuk Wilayah Surabaya
Imsak Subuh Dhuha Dhuhur Ashar Maghrib Isyak

Bismillahirrahmanirrahim… Dengan ini saya menyerahkan infaq bingkisan lebaran bagi dhuafa dan ya�m melalui BAZ Ja�m. Nama Alamat/instansi Infak : ........................................................ : ........................................................ : ...................................( ….......Paket)

Bismillahirrahmanirrahim… Dengan ini saya menyerahkan infaq dhuafa melalui BAZ Ja�m. Nama Alamat/instansi Infak : ........................................................ : ........................................................ : ...................................( ….......Paket)

1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30

04 : 12 04 : 11 04 : 11 04 : 11 04 : 11 04 : 11 04 : 11 04 : 11 04 : 11 04 : 10 04 : 10 04 : 10 04 : 10 04 : 10 04 : 09 04 : 09 04 : 09 04 : 08 04 : 08 04 : 08 04 : 08 04 : 07 04 : 07 04 : 07 04 : 06 04 : 06 04 : 05 04 : 05 04 : 05 04 : 04

04 : 22 04 : 21 04 : 21 04 : 21 04 : 21 04 : 21 04 : 21 04 : 21 04 : 21 04 : 20 04 : 20 04 : 20 04 : 20 04 : 20 04 : 19 04 : 19 04 : 19 04 : 18 04 : 18 04 : 18 04 : 18 04 : 17 04 : 17 04 : 17 04 : 16 04 : 16 04 : 15 04 : 15 04 : 15 04 : 14

06 : 06 06 : 06 06 : 06 06 : 06 06 : 05 06 : 05 06 : 05 06 : 05 06 : 04 06 : 04 06 : 04 06 : 03 06 : 03 06 : 02 06 : 02 06 : 02 06 : 01 06 : 01 06 : 00 06 : 00 06 : 00 05 : 59 05 : 59 05 : 58 05 : 58 05 : 57 05 : 57 05 : 56 05 : 56 05 : 55

11 : 37 11 : 37 11 : 37 11 : 37 11 : 37 11 : 36 11 : 36 11 : 36 11 : 36 11 : 36 11 : 36 11 : 36 11 : 35 11 : 35 11 : 35 11 : 35 11 : 35 11 : 35 11 : 34 11 : 34 11 : 34 11 : 34 11 : 33 11 : 33 11 : 33 11 : 33 11 : 32 11 : 32 11 : 32 11 : 31

14 : 59 14 : 59 14 : 58 14 : 58 14 : 58 14 : 58 14 : 58 14 : 58 14 : 58 14 : 57 14 : 57 14 : 57 14 : 57 14 : 57 14 : 56 14 : 56 14 : 56 14 : 56 14 : 55 14 : 55 14 : 55 14 : 54 14 : 54 14 : 53 14 : 53 14 : 53 14 : 52 14 : 52 14 : 51 14 : 51

17 : 31 17 : 31 17 : 31 17 : 31 17 : 32 17 : 32 17 : 32 17 : 32 17 : 32 17 : 32 17 : 32 17 : 32 17 : 32 17 : 32 17 : 32 17 : 32 17 : 32 17 : 32 17 : 31 17 : 31 17 : 31 17 : 31 17 : 31 17 : 31 17 : 31 17 : 31 17 : 31 17 : 31 17 : 31 17 : 30

18 : 44 18 : 44 18 : 44 18 : 44 18 : 44 18 : 44 18 : 43 18 : 43 18 : 43 18 : 43 18 : 43 18 : 43 18 : 43 18 : 43 18 : 43 18 : 43 18 : 42 18 : 42 18 : 42 18 : 42 18 : 42 18 : 42 18 : 42 18 : 41 18 : 41 18 : 41 18 : 41 18 : 41 18 : 41 18 : 40

Arah kiblat : 240º 01’ Lintang : 7º 15‘ LS

Bujur : 112º 45’ BT Tinggi : 10 meter

Sumber : Kanwil Kemenag Jawa Timur

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful