Senin, 10 Oktober 2011

ASKEP HIPERPARATIROID

BAB I PENDAHULUAN
A. LATAR BELAKANG Selama sekresi hormone paratiroid (PTH), kelenjar paratiroid bertanggung jawab mempertahankan kadar kalsium ekstraseluler. Hiperparatiroidisme adalah karakter penyakit yang disebabkan kelebihan sekresi hormone paratiroid, hormon asam amino polipeptida. Sekresi hormon paratiroid diatur secara langsung oleh konsentrasi cairan ion kalsium. Efek utama dari hormon paratiroid adalah meningkatkan konsentrasi cairan kalsium dengan meningkatkan pelepasan kalsium dan fosfat dari matriks tulang, meningkatkan penyerapan kalsium oleh ginjal, dan meningkatkan produksi ginjal. Hormon paratiroid juga menyebabkan phosphaturia, jika kekurangan cairan fosfat. hiperparatiroidisme biasanya terbagi menjadi primer, sekunder dan tersier. (Lawrence Kim, MD, 2005) Hipoparatiroid adalah gabungan gejala dari produksi hormon paratiroid yang tidak adekuat. Keadaan ini jarang sekali ditemukan dan umumnya sering sering disebabkan oleh kerusakan atau pengangkatan kelenjar paratiroid pada saat operasi paratiroid atau tiroid, dan yang lebih jarang lagi ialah tidak adanya kelenjar paratiroid (secara congenital). Kadang-kadang penyebab spesifik tidak dapat diketahui. B. Rumusan masalah 1. Apa yang di maksid dengan hiperparatiroid? 2. Bagaimana penatalaksanaan kilen dengan hiperparatirodisme? 3. Jelaskan asuhan keperawatan pada klien dengan gangguan kelenjar hiperparatiroid?

C. Tujuan 1. Tujuan Umum Mahasiswa dapat memahami asuhan keperawatan pada pasien gangguan kelenjar paratiroid 2. Tujuan Khusus a. b. c. d. e. Mahasiswa mampu memahami pengertian hiperparatiroid dan hipoparatiroid Mahasiswa mampu memahami etiologi hiperparatiroid dan hipoparatiroid Mahasiswa mampu memahami patofisiologi hiperparatiroid dan hipoparatiroid Mahasiswa mampu memahamimanifestasi klinik hiperparatiroid dan hipoparatiroid Mahasiswa mampu memahami pemeriksaan diagnosk hiperparatiroid dan hipoparatiroid f. g. h. Mahasiswa mampu memahami komplikasi hiperparatiroid dan hipoparatiroid Mahasiswa mampu memahami penatalaksanaan hiperparatiroid dan hipoparatiroid Mahasiswa mampu memahami konsep dasar asuhan keperawatan hiperparatiroid dan hipoparatiroid.

BAB II TINJAUAN TEORI
A. ANATOMI FISIOLOGI KELENJAR PARATIROID

(R. yaitu sulcus pharyngeus ketiga dan keempat. yang terletak tepat dibelakang kelenjar tiroid. dan setelah itu jumlah sel ini meningkat seiring usia. 2. Namun. dan tebalnya dua millimeter dan memiliki gambaran makroskopik lemak coklat kehitaman. sebelum pubertas hanya sedikit dijumpai.1.Fungsi sel oksifil masih belum jelas. 2004. Kelenjar paratiroid bagian kaudal ini bisa dijumpai pada posterolateral kutub bawah kelenjar tiroid. bahkan berada dimediastinum. Wim de Jong. Akan tetapi. jaringan paratiroid kadang-kadang ditemukan di mediastinum. 695) Secara normal ada empat buah kelenjar paratiroid pada manusia. Kelenjar paratiroid orang dewasa terutama terutama mengandung sel utama (chief cell) yang mengandung apparatus Golgi yang mencolok plus retikulum endoplasma dan granula sekretorik yang mensintesis dan mensekresi hormon paratiroid (PTH). Sjamsuhidajat. Anatomi Kelenjar paratiroid tumbuh dari jaringan endoderm. letak masing-masing paratiroid dan jumlahnya dapat cukup bervariasi. yang kadang menyatu dengan kutub bawah tiroid. Kelenjar yang berasal dari sulcus pharyngeus ketiga merupakan kelenjar paratiroid bagian kaudal. Kelenjar paratiroid kadang kala dijumpai di dalam parenkim kelenjar tiroid. dua tertanam di kutub superior kelenjar tiroid dan dua di kutub inferiornya. Fisiologi . Kelenjar paratiroid yang berasal dari sulcus pharyngeus keempat cenderung bersatu dengan kutub atas kelenjar tiroid yang membentuk kelenjar paratiroid dibagian kranial. tetapi pada sebagian besar binatang dan manusia muda. Sel oksifil yang lebih sedikit namun lebih besar mengandung granula oksifil dan sejumlah besar mitokondria dalam sitoplasmanya Pada manusia. Setiap kelenjar paratiroid panjangnya kira-kira 6 milimeter. sel-sel ini mungkin merupakan modifikasi atau sisa sel utama yang tidak lagi mensekresi sejumlah hormon. sel oksifil ini tidak ditemukan. atau didalam timus. sering kali posisinya sangat bervariasi. lebar 3 milimeter.

dan kalsitonin mengatur kadar kalsium dalam darah. tulang dan usus. PTH) yang bersama-sama dengan Vit D3. Wim de Jong. meningkatkan absorbsi kalsium pada usus halus.Kelenjar paratiroid mengeluarkan hormon paratiroid (parathiroid hormone. 2004. yaitu . PTH akan merangsang reabsorbsi kalsium pada tubulus ginjal. Sintesis PTH dikendalikan oleh kadar kalsium plasma. KONSEP DASAR Hiperparatiroidisme 1. (R. Hiperparatiroidisme dibagi menjadi 2. Jadi PTH akan aktif bekerja pada tiga titik sasaran utama dalam mengendalikan homeostasis kalsium yaitu di ginjal. Pengertian Hiperparatiroidisme adalah berlebihnya produksi hormon paratiroid oleh kelenjar paratiroid ditandai dengan dekalsifikasi tulang dan terbentuknya batu ginjal yang mengandung kalsium. yaitu dihambat sintesisnya bila kadar kalsium tinggi dan dirangsang bila kadar kalsium rendah. 695) B. Sjamsuhidayat. sebaliknya menghambat reabsorbsi fosfat dan melepaskan kalsium dari tulang.

hormon asam amino polipeptida. MD. Kira-kira 85% dari kasus hiperparatiroid primer disebabkan oleh adenoma tunggal. 2. (Brunner & Suddath. section 2). (Lawrence Kim.endocrine. Sedangkan hiperparatiroidisme sekunder disertai manifestasi yang sama dengan pasien gagal ginjal kronis. jika kekurangan cairan fosfat. dengan kata lain satu dari keempat terus mensekresi hormon paratiroid yang banyak walaupun kadar kalsium dalam darah normal atau meningkat. Sedangkan 15% lainnya melibatkan berbagai kelenjar (contoh berbagai adenoma atau hyperplasia). Biasanya herediter dan frekuensinya berhubungan dengan kelainan endokrin lainny . satu dari keempat kelenjar paratiroid yang tidak normal dapat membuat kadar hormon paratiroid tinggi tanpa mempedulikan kadar kalsium. Hiperparatiroidisme adalah suatu keadaan dimana kelenjar-kelenjar paratiroid memproduksi lebih banyak hormon paratiroid dari biasanya. 2005. Hormon paratiroid juga menyebabkan phosphaturia. Rakitisi ginjal akibat retensi fosfor akan meningkatkan stimulasi pada kelenjar paratiroid dan meningkatkan sekresi hormon paratiroid. dan meningkatkan produksi ginjal. sekunder dan tersier. Hiperparatiroidisme primer terjadi dua atau tiga kali lebih sering pada wanita daripada laki-laki dan pada pasien-pasien yang berusia 60-70 tahun. Etiologi Menurut Lawrence Kim. MD. Efek utama dari hormon paratiroid adalah meningkatkan konsentrasi cairan kalsium dengan meningkatkan pelepasan kalsium dan fosfat dari matriks tulang. 2001) Hiperparatiroidisme adalah karakter penyakit yang disebabkan kelebihan sekresi hormone paratiroid.com) 2. Pada pasien dengan hiperparatiroid. Sekresi hormon paratiroid diatur secara langsung oleh konsentrasi cairan ion kalsium. (www. meningkatkan penyerapan kalsium oleh ginjal.etiologi hiperparatiroid yaitu: 1.hiperparatiroidisme primer dan sekunder. 2005. hiperparatiroidisme biasanya terbagi menjadi primer.

Familial hypocalcuric dan hypercalcemia dan neonatal severe hyperparathyroidism juga termasuk kedalam kategori ini. Pada 80% kasus. Beberapa ahli bedah dan ahli patologis melaporkan bahwa pembesaran dari kelenjar yang multiple umumnya jenis adenoma yang ganda. dengan kelenjar lainnya tetap normal. Pembesaran kelanjar paratiroid dan hiperfungsinya adalah mekanisme kompensasi yang dicetuskan oleh retensi . Normalnya terdapat empat kelenjar paratiroid. Kasus keluarga dapat terjadi baik sebagai bagian dari berbagai sindrom endrokin neoplasia. Jika ternyata keempat kelenjar tersebut mengalami pembesaran ahli bedah akan mengangkat ketiga kelelanjar dan meninggalkan satu kelenjar saja yang seharusnya mencukupi untuk mempertahankan homeostasis kalsium-fosfat.3. 4. Etiologi dari adenoma dan hyperplasia pada kebanyakan kasus tidak diketahui. hiperparatiroidisme primer disebabkan oleh adenoma paratiroid jinak.1996). Adenoma atau karsinoma paratiroid ditandai oleh pembesaran satu kelenjar. Sedikit kasus hiperparatiroidisme utama disebabkan oleh paratiroid karsinoma. Hiperplasia paratiroid sekunder dapat dibedakan dengan hiperplasia primer. biasanya kelenjar tersebut diangkat dan laninnya dibiarkan utuh. 3. Pada ± 15 % pasien semua kelenjar hiperfungsi. karena keempat kelenjar membesar secara simetris. Patofisiologi Hiperparatiroidisme dapat bersifat primer (yaitu yang disebabkan oleh hiperplasia atau neoplasma paratiroid) atau sekunder. keempat kelenja membesar. 18% kasus diakibatkan oleh hiperplasia kelenjar paratiroid: dan 2% kasus disebabkan oleh karsinoma paratiroid (damjanov. Jika teridentifikasi salah satu kelenjar tersebut mengalami pembesaran adenomatosa. jadi penting bagi ahli bedah untuk meneliti keempat kelenjar tersebut. Karena diagnosa adenoma atau hiperplasia tidak dapat ditegakan preoperatif. dimana kasus biasanya berhubungan dengan gagal ginjal kronis. chief cell parathyroid hyperplasia. syndrome hiperparatiroid tumor atau hiperparatiroidisme turunan. Pada hiperplasia paratiroid.

section 5) Kelebihan jumlah sekresi PTH menyebabkan hiperkalsemia yang langsung bisa menimbulkan efek pada reseptor di tulang.1999) Produksi hormon paratiroid yang berlebih disertai dengan gagal ginjal dapat menyebabkan berbagai macam penyakit tulang. (Lawrence Kim. dapat mengakibatkan dampak yang sama. Osteomalasia yang disebabkan oleh hipovitaminosis D. Secara fisiologis sekresi PTH dihambat dengan tingginya ion kalsium serum. Hiperparatiroidisme ditandai oleh kelebihan PTH dalam sirkulasi. tubular ginjal mereabsorpsi kalsium secara berlebihan sehingga terjadi keadaan hiperkalsiuria. penyakit tulng yang sering terjadi adalah osteitis fibrosa cystica. tapi tidak muncul secara langsung. Reabsorpsi kalsium dari tulang dan peningkatan absorpsi dari usus merupakan efek langsung dari peningkatan PTH. dan ginjal. PTH terutama bekerja pada tulang dan ginjal. Dengan demikian mengurangi eksresi kalsium dalam urine. seperti pada riketsia. dan kartilago (khondrokalsinosis). 2005. Penyakit tulang lainnya juga sering terjadi pada pasien. yang selanjutnya memudahkan ambilan kalsium dari makanan dalam usus. ( Rumahorbor. tendon (kalsifikasi tendonitis). Hal ini dapat meningkatkan insidens nefrolithiasis. MD. dimana hipersekresi PTH berlangsung bersamaan dengan hiperkalsemia. Konsentrasi PTH serum juga meningkat. Sehingga hiperkalsemia dan hipofosatmia kompensatori adalah abnormlitas biokimia yang dideteksi melalui analisis darah. suatu penyakit meningkatnya resorpsi tulang karena peningkatan kadar hormon paratiroid. Dalam tulang. PTH juga meningkatkan bentuk vitamin D3 aktif dalam ginjal. yang mana dapt menimbulkan penurunan kreanini klearens dan gagal ginjal. atau hiperplasia kelenjar. jaringan subkutis. PTH meningkatkan resorpsi kalsium dari limen tubulus ginjal. Peningkatan kadar kalsium ekstraselular dapat mengendap pada jaringan halus. Vitamin D memainkan peranan .format dan hiperkalsemia yang berkaitan dengan penyakit ginjal kronis. Rasa sakit timbul akibat kalsifikasi berbentuk nodul pada kulit. Hotma. Pada saat kadar kalsium serum mendekati 12 mg/dL. Mekanisme ini tidak aktif pada keadaan adenoma. traktus intestinal.

Gejala apatis. Kerusakan ginjal terjadi akibat presipitasi kalsium fosfat . hipertensi dan aritmia jantung dapat terjadi. Manifestasi psikologis dapat bervariasi mulai dari emosi yang mudah tersinggung dan neurosis hingga keadaan psikosis yang disebabkan oleh efek langsung kalsium pada otak serta sistem saraf. kelemahan otot. Manifestasi Klinik Pasien mungkin tidak atau mengalami tanda-tanda dan gejala akibat terganggunya beberapa sistem organ. mual. Peningkatan kadar kalsium akan menurunkan potensial eksitasi jaringan saraf dan otot. muntah. Pembentukan batu pada salah satu atau kedua ginjal yang berkaitan dengan peningkatan ekskresi kalsium dan fosfor merupakan salah satu komplikasi hiperparatiroidisme primer.penting dalam metabolisme kalsium sebab dibutuhkan oleh PTH untuk bekerja di target organ. semua ini berkaitan dengan peningkatan kadar kalsium dalam darah. keluhan mudah lelah. Kelebihan skresi PTH pahtway Hiperkalsemia Efek reseptor : traktusdigestinal tulang Reabsrobsi kalsium nefrolithiasis Absrobsi usus Penurunan klearens dan gagal ginjal ginjal 4. konstipasi.

Penggambaran dengan sinar X pada abdomen bisa mengungkapkan adanya batu ginjal dan jumlah urin selama 24 jam dapat menyediakan informasi kerusakan ginjal dan resiko batu ginjal. nyeri ketika menyangga tubuh. yang muncul berupa sel-sel raksasa benigna akibat pertumbuhan osteoklast yang berlebihan. (Brunner & Suddath. Pemeriksaan Diagnostik Hiperparatiroidisme didiagnosis ketika tes menunjukkan tingginya level kalsium dalam darah disebabkan tingginya kadar hormone paratiroid. obstruksi. dan pemendekkan badan. obat-obatan dan perubahan pada ginjal serta tulang. Pemeriksaan antibodi ganda hormon paratiroid digunakan untuk membedakan hiperparatiroidisme primer dengan keganasan. 2001) 5. Pemeriksaan USG. Pemeriksaan radioimmunoassay untuk parathormon sangat sensitif dan dapat membedakan hiperparatiroidisme primer dengan penyebab hiperkalasemia lainnya pada lebih dari 90 % pasien yang mengalami kenaikan kadar kalsium serum. yang dapat menyebabkan hiperkalsemia. deformitas. Gejala muskuloskeletal yang menyertai hiperparatiroidisme dapat terjadi akibat demineralisasi tulang atau tumor tulang. MRI. Penyakit lain dapat menyebabkan tingginya kadar kalsium dalam darah. Pasien dapat mengalami nyeri skeletal dan nyeri tekan. pielonefritis serta gagal ginjal. Kehilangan tulang yang berkaitan dengan hiperparatiroidisme merupakan faktor risiko terjadinya fraktur. tapi hanya hiperparatiroidisme yang menaikkan kadar kalsium karena terlalu banyak hormon paratiroid. Perubahan tulang dapat dideteksi dengan pemeriksaan sinarx atau pemindai tulang pada kasus-kasus penyakit yang sudah lanjut. Insidens ulkus peptikum dan prankreatis meningkat pada hiperparatiroidisme dan dapat menyebabkan terjadinya gejala gastroitestinal. fraktur patologik. Kenaikkan kadar kalsium serum saja merupakan gambaran yang nonspesifik karena kadar dalam serum ini dapat berubah akibat diet. khususnya di daerah punggung dan persendian. Pemindai thallium serta biopsi jarum halus .dalam pelvis da ginjal parenkim yang mengakibatkan batu ginjal (rena calculi).

menyebabkan peningkatan palsu kadar PTH serum total. dan pengukuran kepadatan tulang sebaiknya dilakukan untuk memastikan keadaan tulang dan resiko fraktura. 783) Laboratorium:  Kalsium serum meninggi  Fosfat serum rendah  Fosfatase alkali meninggi  Kalsium dan fosfat dalam urin bertambah  Foto Rontgen:    Tulang menjadi tipis.telah digunakan untuk mengevaluasi fungsi paratiroid dan untuk menentukan lokasi kista. adenoma serta hiperplasia pada kelenjar paratiroid. Komplikasi 1. 2005. dan jaringan fibreus bertambah 6. Tes darah mempermudah diagnosis hiperparatiroidisme karena menunjukkan penilaian yang akurat berapa jumlah hormon paratiroid. ada dekalsifikasi Cystic-cystic dalam tulang Trabeculae di tulang PA: osteoklas. peningkatan ekskresi kalsium dan fosfor 2. Penetuan PTH amino akhir atau PTH utuh direkomendasikan untuk menilai fungsi paratiroid pasien gagal ginjal. (Clivge R. osteoblast. tes yang lain sebaiknya dilakukan untuk melihat adanya komplikasi. Sekali diagnosis didirikan. Karena tingginya kadar hormon paratiroid dapat menyebabkan kerapuhan tulang karena kekurangan kalsium. Salah satu kelemahan diagnostik adalah terjadinya penurunan bersihan fragmen akhir karboksil PTH pada pasien gagal ginjal. Dehidrasi . Taylor.

gangguan ginjal atau pembentukan batu ginjal (renal calculi). osteitis fibrosa cystica 7. . pada sebagian pasien yang asimtomatik disertai kenaikaan kadar kalsium serum ringan dan fungsi ginjal yang normal. Jus buah yang asam dapat dianjurkan karena terdapat bukti bahwa minuman ini dapt menurunkan pH urin. hiperkalsemia 5. pasien dianjurkan untuk minum sebanyak 2000 ml cairan atau lebih untuk mencegah terbentuknya batu ginjal. Penatalaksanaan Terapi yang dianjurkan bagi pasien hiperparatiroidisme primer adalah tindakan bedah untuk mengangkat jaringan paratiriod yang abnormal. Dehidrasi karena gangguan pada ginjal mungkin terjadi. Pemberian preparat diuretik thiazida harus dihindari oleh pasien hiperparatiroidisme primer karena obat ini akan menurunkan eksresi kalsium lewat ginjal dan menyebabkan kenaikan kadar kalsium serum. maka penderita hiperparatiroidisme primer dapat menderita penyakit batu ginjal. kepada pasien harus diberitahukan untuk segera mencari bantuan medis jika terjadi kondisi yang menimbulkan dehidrasi (muntah. batu ginjal 4. pasien harus mengambil tindakan untuk menghindari dehidrasi. kemunduran kondisi tulang. Disamping itu.3. Namun demikian. Mobilitas pasien dengan banyak berjalan atau penggunaan kursi goyang harus diupayakan sebanyak mungkin karena tulang yang mengalami stress normal akan melepaskan kalsium merupakan predisposisi terbentuknya batu ginjal. diare). pembedahan dapat ditunda dan keadaan pasien dipantau dengan cermat akan adanya kemungkinan bertambah parahnya hiperkalsemia. Karena itu. Karena adanya resiko krisis hiperkalsemia. Osteoklastik 6. Kepada pasien diuminta untuk melaporkan manifestasi batu ginjal yang lain seperti nyeri abdomen dan hemapturia.

Nyeri tulang dan sendi. anorexia. ia memerlukan preparat antasid dan diet protein yang khusus. Karena anoreksia umum terjadi. Riwayat penyakit dalam keluarga. Riwayat kesehatan klien. Sakit kepala. Riwayat trauma/fraktur tulang. peningkatan selera makan pasien harus diupayakan. Gangguan pencernaan seperti mual.Pemberian fosfat per oral menurunkan kadar kalsium serum pada sebagian pasien. preparat pelunak feses dan aktivitas fisik disertai dengan peningkatan asupan cairan akan membantu mengurangi gejal konstipasi yang merupakan masalah pascaoperatif yang sering dijumpai pada pasien-pasien ini. Penggunaan jangka panjang tidak dianjurkan karena dapat mengakibatkan pengendapan ektopik kalsium fosfat dalam jaringan lunak. Keluhan utama. dan nyeri lambung yang akan disertai penurunan berat badan c. . lethargi dan kelelahan otot b. Jika pasien juga menderita ulkus peptikum. Diet dan obat-obatan. BAB III ASUHAN KEPERAWATAN PADA KLIEN DENGAN GANGGUAN KELENJAR PARATIROID (HIPERPARATIROID) A. Kebutuhan nutrisi harus dipenuhi meskipun pasien dianjurkan untuk menghindari diet kalsium terbatas atau kalsium berlebih. Depresi d. 3. 4. Jus buah. Pengkajian Tidak terdapat manifestasi yang jelas tentang hiperparatiroidisme dan hiperkalsemia resultan. kelemahan. antara lain : a. 2. Pengkajian keperawatan yang rinci mencakup : 1. obstipasi. muntah.

sekresi 0 . Riwayat radiasi daerah leher dan kepala. Perubahan tingkat kesadaran. Bila kadar kalsium tetap tinggi.5. Pemeriksaan laboratorium : dilakukan untuk menentukan kadar kalsium dalam plasma yang merupakan pemeriksaan terpenting dalam menegakkan kondisi hiperparatiroidisme. Amati warna kulit. apakah tampak pucat. a. 8. paratiroid. 6. termasuk : a. Diposkan oleh Ansory"s blog di 16:04 Kirimkan Ini lewat EmailBlogThis!Berbagi ke TwitterBerbagi ke Facebook 0 komentar: Poskan Komentar Asuhan Keperawatan hipoparatiroid Posted: 13 November 2011 in Kumpulan Askep Tag:kelenjar. 7. kadar serum posfat anorganik menurun sementara kadar kalsium dan posfat urine meningkat. maka akan tampak tanda psikosis organik seperti bingung bahkan koma dan bila tidak ditangani kematian akan mengancam. c. b. Hasil pemeriksaan laboratorium pada hiperparatiroidisme primer akan ditemukan peningkatan kadar kalsium serum. Pemeriksaan diagnostik. Pemeriksaan fisik yang mencakup : Observasi dan palpasi adanya deformitas tulang.

(Guyton).4 Etiologi Penyebab spesifik dari penyakit hipoparatiroid belum dapat diketahui secara pasti. 2. penyakit ini jarang dan dapat congenital atau didapat (acquired) Hipomagnesemia Sekresi hormone paratiroid yang tidak aktif Resistensi terhadap hormone paratiroid (pseudohipoparatiroidisme) 2) 3) 4) . ada dua penyebab utama: Post operasi pengangkatan kelenjar paratiroid dan total tiroidektomi Idiopatik. Adapun etiologi yang dapat ditemukan pada penyakit hipoparatiroid. Hipoparatiroid adalah defisiensi kelenjar paratiroid dengan tetani sebagai gejala utama (Haznam).5 mg%).3 Definisi a. Hipoparatiroid adalah hipofungsi kelenjar paratiroid sehingga tidak dapat mensekresi hormon paratiroid dalam jumlah yang cukup. dan yang lebih jarang lagi ialah tidak adanya kelenjar paratiroid (secara congenital).5-12. Dari pengertian diatas maka dapat disimpulkan bahwa hipoparatiroid hipofungsi dari kelenjar paratiroid sehingga hormon paratiroid tidak dapat disekresi dalam jumlah yang cukup. Hipoparatiroid terjadi akibat hipofungsi paratiroid atau kehilangan fungsi kelenjar paratiroid sehingga menyebabkan gangguan metabolisme kalsium dan fosfor. serum kalsium menurun (bisa sampai 5 mg %). c. antara lain : 1)   Defisiensi sekresi hormon paratiroid.2. serum fosfor meninggi (9. b. Keadaan ini jarang sekali ditemukan dan umumnya sering disebabkan oleh kerusakan atau pengangkatan kelenjar paratiroid pada saat operasi paratiroid atau tiroid. Hipoparatiroidisme adalah kondisi dimana tubuh tidak membuat cukup hormon paratiroid atau parathyroid hormone (PTH). dengan gejala utamanya yaitu tetani.

2. Pada pseudohipoparatiroidisme timbul gejala dan tanda hipoparatiroidisme tetapi kadar PTH dalam darah normal atau meningkat. yakni kalsium serum menurun (bisa sampai 5 mgr%) dan fosfat serum meninggi (bisa sampai 9. ovari. Terdapat dua bentuk: (1) pada bentuk yang lebih sering. Operasi kedua berhubungan dengan operasi total tiroidektomi. Hal ini sangat jarang dan biasanya kurang dari 1 % pada operasi tiroid. seperti kelenjarkelenjar tiroid. atau adrenal. Hal ini disebabkan karena letak anatomi kelenjar tiroid dan paratiroid yang dekat (diperdarahi oleh pembuluh darah yang sama) sehingga kelenjar paratiroid dapat terkena sayatan atau terangkat. hipoparatiroidisme hadir waktu kelahiran atau mungkin berhubungan dengan penyakit autoimun yang mempengaruhi kelenjar-kelenjar paratiroid bersama dengan kelenjar-kelenjar lain dalam tubuh. Tujuannya adalah untuk mengatasi sekresi hormon paratiroid yang berlebihan. kondisi yang jauh lebih umum dimana tubuh membuat terlalu banyak PTH. 2. tetapi biasanya terlalu banyak jaringan yang diangkat. Karena jaringan tidak berespons terhadap hormon. Ini berbeda dari hiperparatiroidisme. respons AMP siklik normal tetapi efek fosfaturik hormon terganggu. terjadi pengurangan congenital aktivitas Gs sebesar 50 %. Pada banyak pasien tidak adekuatnya produksi sekresi hormon paratiroid bersifat sementara sesudah operasi kelenjar tiroid atau kelenjar paratiroid. Operasi yang pertama adalah untuk mengatasi keadaan hiperparatiroid dengan mengangkat kelenjar paratiroid. (2) pada bentuk yang lebih jarang.5 mgr%). jadi diagnosis tidak dapat dibuat segera sesudah operasi. Pada kasus-kasus lain. seperti selama operasi kepala dan leher.6 Manifestasi Klinis . dan PTH tidak dapat meningkatkan secara normal konsentrasi AMP siklik. maka penyakit ini adalah penyakit reseptor. Pada yang post operasi disebabkan tidak adekuat produksi hormon paratiroid karena pengangkatan kelenjar paratiroid pada saat operasi.Penyebab yang paling umum dari hipoparatiroidisme adalah luka pada kelenjarkelenjar paratiroid. Hipoparatiroidisme adalah sangat jarang.5 – 12.5 Patofisiologis Pada hipoparatiroidisme terdapat gangguan dari metabolisme kalsium dan fosfat.

emosi tidak stabil 11) Gangguan ingatan dan perasaan kacau 12) Perubahan kulit rambut. Keluhan-keluhan dari penderita (70 %) adalah tetani atau tetanic aequivalent. kuku gigi. Dalam tetanic aequivalent: 1) 2) 3) 4) 5) 6) 7) 8) 9) Konvulsi-konvulsi yang tonis atau klonis Stridor laryngeal (spasme ) yang bisa menyebabkan kematian Parestesia Hipestesia Disfagia dan disartria Kelumpuhan otot-otot Aritmia jantung Gangguan pernapasan Epilepsi 10) Gangguan emosi seperti mudah tersinggung. dan lensa mata 13) Kulit kering dan bersisik 14) Rambut alis dan bulu mata yang bercak-bercak atau hilang 15) Kuku tipis dan rapuh 16) Erupsi gigi terlambat dan tampak hipoplastik Pada pemeriksaan kita bisa menemukan beberapa refleks patologis: . Tetani menjadi manifestasi sebagai spasmus corpopedal dimana tangan berada dalam keadaan fleksi sedangkan ibu jari dalam adduksi dan jari-jari lain dalam keadaan ekstensi. Juga sering didapatkan articulatio cubitti dalam keadaan fleksi dan tungkai bawah dan kaki dalam keadaan ekstensi.Gejala-gejala utama adalah reaksi-reaksi neuromuscular yang berlebihan yang disebabkan oleh kalsium serum yang sangat rendah.

2. Trousseau’s sign: Jika sirkulasi darah dilengan ditutup dengan manset (lebih dari tekanan sistolik) maka dalam tiga menit tangan mengambil posisi sebagai pada spasme carpopedal.1 Hipoparatiroid neonatal Hipoparatiroid neonatal dapat terjadi pada bayi yang dilahirkan oleh ibu yang sedang menderita hiperparatiroid. 2. Kuku : tipis dan kadang-kadang ada deformitas. 2. simpel idiopatik hipoparatiroid. Kulit : kering dan permukaan kasar. 1.7. mungkin terdapat pula vesikula dan bulla. Juga agak sering terdapat katarak pada hipoparatiroidisme. Pada anak-anak badan tumbuh kurang sempurna. Sering pula terdapat keadaan psikis yang berubah. tumbuhnya gigi-gigi tidak baik dan keadaan mental bisa tidak sempurna. diantaranya psikosis.7.1. Terjadinya sebagai akibat pengaruh autoimun yang ada hubungannya dengan antibodi terhadap . dan hipoparatiroid pascabedah. Kadang-kadang terdapat pula perubahan-perubahan trofik pada ektoderm: 1. Erb’s sign: Dengan stimulasi listrik kurang dari 5 milli-ampere sudah ada kontraksi dari otot (normal pada 6 milli-ampere) 2. Chvostek’s sign: Ketokan ringan pada nervus fasialis (didepan telinga tempat keluarnya dari foramen sylomastoideus) menyebabkan kontraksi dari otot-otot muka. Peroneal sign: Dengan mengetok bagian lateral fibula di bawah kepalanya akan terjadi dorsofleksi dan adduksi dari kaki Pada ± 40 % dari penderita-penderita kita mencurigai adanya hipoparatiroidisme karena ada kejang-kejang epileptik.2 Simpel idiopatik hipoparatiroid Gangguan ini dapat ditemukan pada anak-anak atau orang dewasa. 2.7 Klasifikasi Hipoparatiroid dapat berupa hipoparatiroid neonatal. 3. Aktivitas paratiroid fetus sewaktu dalam uterus ditekan oleh maternal hiperkalsemia. Rambut : tumbuhnya bisa jarang dan lekas putih. 2.

ovarium. densitas tulang normal/bertambah. . Diet harus banyak mengandung kalsium dan sedikit fosfor. tiga bulan kemudian dan sewaktu-waktu bila ada kelainan klinis walaupun tak khas yang menjurus pada diagnosis hipoparatiroid. kadang-kadang juga serebellum dan pleksus koroid. 3. diabetes mellitus.paratiroid. Foto Rontgen : sering terlihat klasifikasi bilateral pada ganglion basalis di tengkorak. hipotiroidisme. jaringan lambung dan adrenal. biasanya sebagai akibat putusnya aliran darah untuk kelenjar paratiroidisme karena pengikatan arteri tiroid inferior. Elektrokardiografi : ditemukan interval QT yang lebih panjang. 2. kadar fosfor anorganik tinggi. disuntikkan pula parathormon (100-200 U) dan vitamin D 100. 1. Kerusakan yang terjadi sewaktu operasi tiroid.9 Penatalaksanaan Medis 1. alopesia dan kandidiasis. Karena itu kadar kalsium serum harus diperiksa sesudah melakukan operasi-operasi tersebut. 2.7.000 U per oral. kegagalan ovarium primer.3 Hipoparatiroid pascabedah Kelainan ini terjadi sebagai akibat operasi kelenjar tiroid. fosfatase alkali normal atau rendah. 2. atau paratiroid atau sesudah operasi radikal karsinoma faring atau esofagus. 2. Hipoparatiroid akut Serangan tetani akut paling baik pengobatannya adalah dengan pemberian intravena 10-20 ml larutan kalsium glukonat 10% (atau chloretem calcium) atau dalam infus. anemia pernisiosa. Laboratorium : Kadar kalsium serum rendah.8 Pemeriksaan Diagnostik 1. Hipoparatiroid yang terjadi bersifat sementara atau permanen. Hipoparatiroid menahun Tujuan pengobatan yang dilakukan untuk hipoparatiroid menahun ialah untuk meninggikan kadar kalsium dan menurunkan fosfat dengan cara diet dan medikamentosa. Timbulnya gangguan ini dapat disebabkan karena menderita hipoadrenalisme. Di samping kalsium intravena. hepatitis.

fosfor serum sangat tinggi.4 Intervensi 1.3 Diagnosa Keperawatan 1. karena retensi dari fosfor dan ureum kreatinin darah meninggi. Di samping itu diberikan pula ergokalsiferol (vitamin D2). maka kortisol diperlukan untuk menurunkan kadar kalsium serum. 3. Potensial tidak efektifnya jalan nafas berhubungan dengan spasme laring akibat aktivitas kejang. Resiko tinggi terhadap inefektif penatalaksanaan regimen teraupetik berhubungan dengan kurang pengetahuan tentang regimen diet dan medikasi.10 Komplikasi 1. Kedaan ini mungkin disebabkan oleh terangkatnya kelenjar paratiroid waktu pembedahan atau sebagai akibat destruksi autoimun dari kelenjar-kelenjar tersebut. Insufisiensi ginjal kronik Pada keadaan ini kalsium serum rendah. Resiko cedera berhubungan dengan resiko kejang atau tetani yang diakibatkan oleh hipokalsemia. 4. Hipokalsemia Keadaan klinis yang disebabkan oleh kadar kalsium serum kurang dari 9 mg/100ml. 1. Intoleran aktivitas berhubungan dengan penurunan cardiak output. Hal ini disebabkan tidak adanya kerja hormon paratiroid yang diakibatkan oleh keadaan seperti diatas (etiologi). Resiko cedera berhubungan dengan resiko kejang atau tetani yang diakibatkan oleh hipokalsemia. 3. 2. Tujuan: . 3. 2. Bila ini terjadi.Medikamentosa terdiri atas pemberian alumunium hidroksida dengan maksud untuk menghambat absorbsi fosfor di usus. Selama pengobatan hipoparatiroid. harus waspada terhadap kemungkinan terjadi hiperkalsemia. dan yang lebih baik bila ditambahkan dihidrotakisterol.

Pantau fungsi jantung secara terus menerus/gambaran EKG. Bila aktivitas kejang terjadi ketika pasien bangun dari tempat tidur. makan diet dan obat seperti yang dianjurkan. bantu pasien dalam berat akibat kejang. Potensial tidak efektifnya jalan nafas berhubungan dengan spasme laring akibat aktivitas kejang. d. b. Intervensi: Intervensi a. Antisifasi terhadap hipokalsemia dengan cara penanganan medis. g. 1. efektifitas cairan parenteral dan kalsium.Klien tidak mengalami cedera dengan kriteria: reflek normal. e. f. . Bila pasien dalam tirah baring berikan bantalan paga tempat tidur dan pertahakan tempat tidur dalam posisi rendah. Pemberian kalsium dengan hatihati. Pemberian kalsium yang terlalu cepat akan memberikan dan memantau mengakibatkan tromboflebitis hipotensi. a. Rasional c. Untuk mengetahui abnormalitas dari gambaran EKG. b. h. Pantau tanda-tanda vital dan reflek tiap 2 jam sampai 4 jam. Untuk menghindari cedera yang terjadi bantu pasien untuk berjalan. tanda vital stabil. e. akibat benda yang terdapat di lingkungan singkirkan benda-benda yang sekitar klien dan mencegah kerusakan lebih membahayakan. Kolaborasi dengan dokter dalam menangani gejala dini dengan f. Berikan suplemen vitamin D dan kalsium sesuai program. Untuk membantu memenuhi kekurangan kalsium dalam tubuh. d. kadar kalsium serum normal. untuk mengetahui kelainan sedini mungkin. c. h. Untuk mencegah terjadinya injuri/jatuh. Kaji ulang pemeriksaan kadar kalsium. menangani kejang dan reorientasikan bila perlu. Untuk mengontrol kadar kalsium serum. g.

Bila terjadi kejang otomatis O2 ke otak nafas. Agar perawat bisa siap-siap untuk mempertahankan jalan nafas tetap melakukan suatu tindakan. e. Untuk mencegah penekanan jalan f. e. g.Tujuan: Jalan nafas efektif dengan kriteria: a) Frekwensi. Auskultasi untuk mendengarkan mempertahankan jalan nafas tetap terbuka stridor laring setiap 4 jam. suara setiap 2 jam. g. b) Auskultasi paru menunjukan bunyi yang bersih. Adanya stridor suatu tanda adanya oedema c. dokter saat pertama terjadi tanda kekakuan pada tenggorok atau sesak h. menurun sehingga bisa berakibat fatal ke seluruh jaringan tubuh termasuk pernafasan. i. sepanjang waktu. Edema laring: d. Intruksikan pasien agar nafas/mempertahankan jalan nafas untuk tetap menginformasikan pada perawat atau terbuka. dan kedalaman pernafasan normal. garis . Untuk mengetahui suara dan keadaan jalan nafas. Supaya memudahkan karena serangan bisa jalan nafas oral di dekat tempat tidur secara tiba-tiba. apabila terjadi sumbatan jalan nafas. karena perawat terbatas akan hak dan wewenang. Kolaborasi dengan dokter untuk d. Siapkan tali tracheostomi. Laporkan gejala dini pada dokter dan kolaborasi untuk f. Kaji upaya pernafasan dan kualitas laring. terbuka. Kolaborasi dengan dokter dalam hal pertahankan kepala dalam posisi tindakan wewenang dokter (pengobatan dan kepala dalam posisi alamiah. Intervensi: Intervensi Rasional a. c. dan peralatan resusitasi manual siap pakai sepanjang waktu. Baringkan pasien untuk mengoptimalkan bersihan jalan nafas. Siapkan peralatan penghisap dan a. b. oksigen. irama. Untuk memudahkan dalam tindakan b.

Bila terjadi kejang: pertahankan jalan nafas. berikan O2 sesuai pesanan. tachicardi atau peningkatan tekanan darah. nadi. Rasional j. Untuk memantau keberhasilan perawatan. i. b. Untuk membandingkan aktivitas sebelum sakit dan yang akan diharapkan setelah perawatan. Intervensi: Intervensi a.Intervensi tengah. penghisapan orofaring sesuai indikasi. bagian tubuh yang terlibat dan lamanya aktivitas kejang. b. Intoleran aktivitas berhubungan dengan penurunan cardiak output. b) Melakukan aktivitas tanpa bersusah payah. waktu. Kejang: h. Kaji respon terhadap aktivitas: Catat Rasional a. Kaji pola aktivitas yang lalu. tindakan). j. Lanjutkan perawatan untuk kejang. periksa setelah terjadi kejang. 1. Siapkan untuk berkolaborasi dengan dokter dalam mengatasi status efileptikus misalnya: intubasi. pernafasan dan tanda-tanda neurologis. catat frekwensi. tingkat kesadaran. Kaji terhadap perubahan dalam gejala muskuloskeletal setiap 8 jam. c. . pengobatan. Tujuan: Kien dapat memenuhi kebutuhan aktivitas dengan kriteria: a) Tingkat aktivitas meningkat tanpa dispnoe. pantau tensi. Untuk mencegah terjadinya serangan berulang.

Intervensi perubahan tensi. Intervensi: Intervensi a. Simpan benda-benda dan barang lainnya dalam jangkauan yang mudah bagi pasien. Jelaskan tentang konsep dasar tentang proses penyakit. Resiko tinggi terhadap inefektif penatalaksanaan regimen teraupetik berhubungan dengan kurang pengetahuan tentang regimen diet dan medikasi. menghentikan atau meminta bantuan ketika terjadi perubahan. pasien untuk menentukan aktivitas yang ingin pasien selesaikan: Jadwalkan bantuan dengan orang lain. ajarkan pasien untuk memantau respon terhadap aktivitas dan untuk mengurangi. Rencanakan perawatan bersama f. Penyuluhan tentang penyakitnya sangat penting karena klien membutuhkan medikasi dan modifikasi diet sepanjang hidupnya. Dengan merencanakan perawatan. dengan kriteria: Klien dan orang terdekat mengungkapkan pengertian tentang proses penyakit dan prinsip perawatan tindak lanjut dan perawatan di rumah serta pengobatan dan diet yang diperlukan. Seimbangkan antara waktu aktivitas dengan waktu istirahat. Untuk mengatasi kelelahan akibat latihan. tingkatkan keikutsertaan dalam kegiatan kecil sesuai dengan peningkatan toleransi. d. perawat dengan klien dapat mempermudah suatu keberhasilan karena datangnya kemauan dari klien. b. Tujuan: Klien mengerti tentang diet dan medikasinya. Untuk menghemat penggunaan energi klien. Rasional c. b. nadi. pernafasan. e. 1. hentikan aktivitas bila terjadi perubahan. e. f. Untuk melihat suatu perkembangan perawatan terhadap aktivitas secara bertahap. Agar klien mengerti akan keadaan dirinya . Diskusikan alasan tentang terjadinya perubahan fisik dan Rasional a. d.

tanda chvostek’s atau trusseaus positif perubahan dalam upaya pernafasan. melakukan ADLnya. d. Asupan diet yang seimbang akan meningkatkan kadar kalsium darah. e. Obat-obat tersebut penting untuk atau kelemahan otot. Untuk melatih mobilisasi sehingga klien bisa sebelum dan selama kejang. g. kesemutan. Ajarkan pasien untuk memeriksakan dan melaporkan gejala dini tetani. latihan sesuai toeransi dan untuk melaporkan peningkatan keletihan g. dosis. c. Tekankan aktivitas sehari-hari dan f. f. Ajarkan orang terdekat untuk bila terjadi sesuatu terhadap diri klien dia bisa mengenali aktivitas kejang pasien melakukan sesuatu dan apa yang tidak boleh dan menentukan cara yang harus dilakukan sehingga bisa memperingan dilakukan menghindari restrain atau penyakitnya. tremor. Untuk mencegah cedra akibat dari lingkungan. h. waktu dan metode pemberian. Rasional sehingga klien tahu tentang penanggulangannya. Ajarkan klien tentang diet tinggi kalsium rendah fosfat. menghentikan prilaku. h. mempertahankan hidupnya. Rate this: . tujuan. Ajarkan nama obat-obatan. Orang terdekat adalah orang yang selalu berada dan tahu persis tentang pasien sehingga d. Agar klien bisa mengontrolkan dirinya secara berkala sehingga penyakitnya bisa tertanggulangi dan tidak mengakibatkan lebih parah. observasi dan mencatat prilaku yang diperlihatkan e. seperti mengurangi susu dan keju karena banyak mengandung fosfor. efek smping dan toxik. c. Diskusikan tentang pentingnya mempertahankan lingkungan yang aman.Intervensi emosional.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful