Sistem Basis Data

Chapter 5: Logical Database Design and the Relational Model
Andronicus Riyono, M.T.

E-R & Relational Model
• Conceptual Data Model (E-R Model) dibuat
untuk memahami kebutuhan data dan aturan-aturan bisnisnya

• Logical Data Model (Relational Model)

dibuat untuk mengatur struktur data agar data dapat diproses dengan baik Logical Database Design untuk kemudian diimplementasikan pada DBMS yang dipilih.

• Menterjemahkan Conceptual Design menjadi

Komponen-Komponen Relational Data Model
• Data Structure • Data dalam bentuk tabel (baris & kolom) • Data Manipulation • SQL • Data Integrity • Fasilitas untuk menjaga integritas data
(kaitannya dengan aturan-aturan bisnis)

tidak composite) • Setiap baris adalah unik (tidak ada dua baris dengan isi seluruh kolomnya sama) • Attributes (kolom) dalam tabel memiliki nama unik • Urutan baris atau kolom tidak relevan .Relation • Tabel data dua dimensi yang memiliki nama • Tabel terdiri dari baris dan kolom • Tidak semua tabel adalah relation • Syarat Relation • Setiap relation memiliki nama unik • Setiap attributenya atomic (tidak multivalued.

Keterkaitan dengan E-R Model • Relations (tabel) terkait dengan entity types dan many-to-many relationship types many-to-many relationship instances • Baris-baris terkait dengan entity instances dan • Kolom-kolom terkait dengan attributes • Catatan: kata relation (dalam relational database) berbeda dengan relationship (dalam E-R model) .

beberapa kolom) yang merupakan primary key pada relation (tabel) lain dependent relation (sisi many) dengan parent relation (sisi one) • Berguna untuk menghubungkan antara .Kolom-kolom Kunci/Key • Primary key adalah kolom (atau gabungan • Foreign key adalah kolom (atau gabungan beberapa kolom) yang menjadi identitas unik tiap-tiap baris pada sebuah relation.

NIM dari tabel mahasiswa. namun masing-masing merupakan foreign key.. dan Kode_MK dari tabel matakuliah implementasi many-to-many (M:N) relationship antara mahasiswa dan matakuliah Primary & Foreign Key .Primary Key Foreign Key implementasi one-to-many (1:N) relationship antara mahasiswa dan jurusan) bersama membentuk composite primary key (unik untuk tiap mahasiswa mengambil matakuliah)..

Integrity Constraints • Domain Constraints • Batasan mengenai nilai yang boleh muncul dalam sebuah kolom • Entity Integrity • Primary key tidak boleh NULL • Primary key harus berisi data • Action Assertions • Aturan bisnis yang dinamis (Chapter 4) .

membatasi penghapusan baris dari parent apabila ada baris terkait di sisi dependent Cascade .foreign key diubah menjadi null bila parent dihapus (tidak boleh untuk weak entity) .otomatis menghapus baris-baris terkait di sisi dependent apabila parent dihapus Set-to-Null . (atau foreign key boleh null) Restrict .Referential Integrity • Aturan yang menyatakan bahwa nilai suatu • Contoh: Delete Rule • • • foreign key harus cocok dengan sebuah nilai primary key dari sisi one suatu relationship.

Referential integrity constraints digambarkan dengan panah dari tabel dependent ke tabel parent Referential Integrity Constraints .

7 Langkah Mengubah EER Diagram menjadi Relations • Langkah 1: Entity menjadi Relation • Langkah 2: Weak Entity • Langkah 3: Binary Relationships • Langkah 4: Associative Entities • Langkah 5: Unary Relationships • Langkah 6: Ternary (dan n-ary) Relationships • Langkah 7: Supertype/Subtype Relationships .

Langkah 1: Entity menjadi Relation • Simple Attribute: ubah simple attribute langsung menjadi kolom pada Relation • Composite Attribute: ubah hanya component attributes-nya saja menjadi kolom-kolom • Multivalued Attribute: ubah menjadi relation sudah diubah menjadi many-to-many relationships sejak di EER diagram! yang berbeda dengan foreign key diambil dari entitynya • Catatan: Multivalued Attribute seharusnya .

Entity menjadi Relation Simple attributes menjadi kolom-kolom dalam relation Simple Attributes menjadi kolomkolom pada relation .

components dari composite attributes menjadi kolom-kolom dalam relation Components dari Composite Attribute menjadi kolom-kolom pada relation .

Catatan: sebaiknya multivalued attribute sudah diubah terlebih dahulu menjadi many-to-many relationship sejak di EER Diagram Multivalued Attribute menjadi Relation terpisah dengan foreign key dari superior entity .

Langkah 2: Weak Entity • Weak Entity menjadi relation terpisah dengan foreign key dari Strong Entity • Primary Key relationnya akan terdiri dari: • Primary Key dari Strong Entity (foreign key) • Bagian yang membuat tiap Weak Entity instance menjadi unik .

Composite Primary Key ------- Weak Entity menjadi Relation terpisah dengan foreign key menjadi bagian primary key-nya .Foreign Key -----.

Langkah 3: Binary Relationships • One-to-Many: Primary key dari sisi one menjadi foreign key di sisi many • Many-to-Many: Buat sebuah relation baru • One-to-One: Primary key dari sisi mandatory menjadi foreign key di sisi optional dengan primary key dari kedua entities sebagai primary key-nya .

karena minimum cardinalitynya mandatory one Foreign Key One-to-Many Binary Relationship: Primary key sisi one menjadi foreign key sisi many .Perhatikan! mandatory one berarti tidak boleh ada nilai null di foreign key ini.

..Many-to-Many Binary Relationship: Buat sebuah relation baru dengan primary key. .

..dari kedua entities sebagai primary key-nya .NEW Intersection Relation Foreign Key Foreign Key Composite Primary Key Many-to-Many Binary Relationship: .

..One-to-One Binary Relationship: Primary key dari sisi mandatory..

Foreign Key One-to-One Binary Relationship: .. menjadi foreign key di sisi optional ..

atau bila gabungan primary key kedua entity yang dihubungkannya tidak bisa unik .Langkah 4: Associative Entities • Tanpa Unique Identifier-nya sendiri • Primary Key terbentuk dari gabungan primary key dua entities yang membentuknya (seperti pada many-to-many relationship) • Dengan Unique Identifier-nya sendiri • Memiliki Natural Identifier yang memang unik.

Associative Entities: Memiliki Natural Identifier-nya sendiri. ...

Primary Key Foreign Key Foreign Key Associative Entities: ...yang kemudian menjadi Primary Key .

Langkah 5: Unary Relationship • One-to-Many • Ditambahkan foreign key pada tabel itu sendiri yang berasal dari primary key-nya • Many-to-Many • Ditambahkan sebuah Associative Relation yang primary key-nya terdiri atas 2 kolom. yang keduanya berasal dari primary key milik entity yang terkait .

Unary Relationship: One-to-Many .

Unary Relationship: Many-to-Many .

Langkah 6: Ternary (dan n-ary) Relationship • Satu Relation untuk tiap entity dan satu untuk associative entity-nya • Associative entity-nya memiliki foreign key dari tiap-tiap entity yang terkait dalam relationship .

Ternary Relationship .

Ternary Relationship .

Langkah 7: Supertype/Subtype Relationships • Masing-masing satu relation untuk supertype dan tiap-tiap subtypes-nya • Supertype attributes (termasuk subtype discriminator) berada pada supertype relation subtype relation. primary key dari supertype juga menjadi primary key dari subtype supertype-nya • Subtype attribute berada pada masing-masing • One-to-One relationship dari tiap subtype ke .

Supertype/Subtype Relationship .

Supertype/Subtype .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful