You are on page 1of 1

The future down faether at first may be identified as a minute, pimple like elevation on the surface of the skin.

Within this feather primordium lies an elongated dermal papilla. The primordium elongates and a pit develops around its base. the germinal layer of epidermis at the base of the follicle in the growth zone proliferates tall columns of epidermal cells, which push towards the distal tip of the growing feather between the dermal papilla and the epidermis. These epidermal columns separate from one another, cornify, and develop into barbs with attached barbules. A growing feather still surrounded by its sheath is a pinfeather. When the feather sheath splits open, the fluffy barbs stretch out of the cramped quarters and the quill elongates. When a fether is full grown, the dermal papilla in the shaft dies and becomes the pulp. The living basal potion of the papilla withdraws from the base of the shaft via the inferior umbilicus. Feathers that arise during successive molts develop from reactivated dermal papillae, which have already given rise to the preceding feathers. During natural molts in many birds feathers of the old generation are passively pushed out of the follicles by the incoming feathers. Masa depan turun faether pada awalnya dapat diidentifikasi sebagai satu menit, jerawat seperti elevasi pada permukaan kulit. Di primordial bulu terletak sebuah papilla dermal memanjang. Memanjang pada primordial dan lubang mengembangkan sekitar dasarnya. lapisan germinal epidermis di dasar folikel di zona pertumbuhan berproliferasi kolom tinggi dari sel-sel epidermis, yang mendorong menuju ujung distal dari bulu tumbuh antara papilla dermal dan epidermis. Kolom ini epidermis terpisah satu sama lain, cornify, dan berkembang menjadi duri dengan duri terlampir. Sebuah bulu yang tumbuh masih dikelilingi oleh selubung adalah sebuah pinfeather. Ketika selubung bulu perpecahan terbuka, duri halus meregang keluar dari tempat sempit dan memanjang pada bulu ayam. Ketika bulu sudah penuh tumbuh, papilla dermal di poros mati dan menjadi bubur. Ramuan basal hidup dari menarik diri papilla dari pangkal poros melalui umbilikus rendah. Bulu yang muncul selama molts berturut berkembang dari papilla dermal diaktifkan kembali, yang telah melahirkan bulu sebelumnya. Selama molts alami pada burung banyak bulu dari generasi tua secara pasif didorong keluar dari folikel oleh bulu yang masuk.