Batasan Penglihatan

Apakah ada batasannya penglihatan mata itu? Penglihatan mata berada antara titik dekat dan titik jauh. 1) Titik dekat(punctum proximum), adalah titik terdekat yang masih dapat dilihat dengan jelas apabila lensa mata berakomodasi maksimum atau lensa mata secembung-cembungnya. Pada waktu berakomodasi maksimum, oto-otot silliaris atau otot-otot lensa mata bekerja sekuat-kuatnya agar lensa mata dalam keadaan secembung-cembungnya. Keadaan seperti itu menyebabkan kelelahan mata. Daya akomodasi maksimum pun terbatas. Semakin dekat benda dengan mata, semakin kuat lensa mata harus dicembungkan, sampai suatu saat tidak mampu lagi untuk dicembungkan. Hal itu terjadi apabila bendanya berada di titik dekat. Apabila bendanya didekatkan lagi melewati batas titik dekat, penglihatan kita akan semakin kabur. Kemampuan otot-otot lensa mata untuk bekerja dipengaruhi usia seseorang. Pada usia anakanak otot lensa mata sangat kuat untuk mencembungkan lensa mata. Oleh karena itu, anakanak mampu melihat benda-benda yang sangat dekat jaraknya. Pada orang dewasa otot-otot lendsa matanya semakin lemah sehingga jarak punctum proximumnya makin jauh. Pada mata emetrop atau mata normal anak-anak, jarak punctum proximumnya antara 10 cm sampai 15 cm, sedangkan pada orang dewasa antara 20 cm sampai 30 cm.

2) Titik jauh (punctum remotum), adalah titik terjauh yang masih dapat dilihat jelas oleh mata tanpa berakomodasi. Pada waktu lensa mata tidak berakomodasi (dalam keadaan sepipihpipihnya), berkas-berkas sinar sejajar berkumpul di retina. Keadaan ini terjadi jika mata sedanng beristirahat atau mata melihat benda yang letaknya jauh sekali. Oleh karena itu punctum remotum mata normal berada di tempat yang jauh tak terhingga.

Konjungtivitis Membran / Pseudo Membrane. Ditandai dengan adanya masa putih atau kekuning-kuningan, yang menutupi konjungtiva palpebra bahkan konjungtiva bulbi. Didapat pada :  Difteri primer atau sekunder dari nasopharynx.

inclusion konjungtivitis. Produk inflamasi terkumpul di COA akan timbul kekeruhan pada COA berbentuk hipopion. cairan humour aquos pada COA keluar. Ulkus menjadi skar berbentuk leukoma adherens. Konjungtiva palpebra : hiperemi dengan membrane diatasnya. mungkin ada membrane.  Streptokokus beta hemolitik eksogen maupun endogen. Konjungtivitis pseudomembrane umumnya terdapat pada semua konjungtivitis yang bersifat hiperakut atau purulen seperti konjungtivitis gonore. tio meningkat sehingga timbul penonjolan membran descement (descmetocele). akibat gonokok. .infeksi dari luar menyebabkan endoftslmitis dan panolftalmitis dan berakhir ptisis bulbi. epidemik keratokonjungtivitis.toksik masuk menembus membran descement dan endotel kornea sehingga terjadi peradangan di iris dan badan silier. Peradangan yang hebat tapi belum terjadi perforasi pada ulkus. Akibat TIO tinggi sehingga leukoma adheren menonjol keluar berbentuk seperti anggur (stafiloma kornea). Gejala klinik : Palpebra bengkak. Kadang-kadang ada ulkus kornea. Menjadi glaukoma sekunder. Akibat perforasi dan tekanan intra okuler yang tinggi iris prolaps sehingga terjadi perlekatan antara iris dan kornea (sinekia anterior). Semakin lama ulkus perforasi. Konjungtiva bulbi : injeksi konjungtiva (+). Kornea pada ulkus makin lama makin menipis sampai membran descement. Steven Johnson Syndrome.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful