Cara Menggunakan Camera

Close Up/ Macro Photography: DSLR vs Prosumer Beberapa rekan tertarik untuk menekuni dunia kecil yang biasa dikenal dengan close-up photography atau lebih populer dengan istilah makro, akan tetapi merasa bahwa alatnya belum mencukupi. Padahal sebetulnya untuk foto-foto close-up, tidak diperlukan peralatan yang terlalu canggih. Kamera poket pun bisa digunakan untuk foto makro, bahkan punya beberapa kaunggulan karena adanya live-view dan DoF yg lebar (baca catatan saya sebelumnya tentang Aperture di kamera DSLR, prosumer dan poket)Jika foto obyek yang diperoleh dirasa kurang besar, bisa ditambahkan close-up filter. Ada beberapa pilihan untuk tambahan filter ini:1. Filter high-end sejenis Raynox Supermacro Scan DCR 250 (harga Rp 900rb)2. Filter close-up Kenko +1, +2, +4 atau sejenisnya (Rp 200-800rb, tergantung ukuran ring)3. Membuat sendiri (harga bervariasi, tergantung kreativitas)Pada kesempatan ini saya coba bandingkan hasil foto close-up pada sebuah obyek berukuran 5 mm x 50 mm. Pemotretan dilakukan di dalam ruangan dengan cahaya dari lampu baca ditambah dengan kertas putih sebagai reflektor. Obyek ditempatkan pada sebuah meja kecil seperti ini:Untuk memberi gambaran ukuran obyek yang sebenarnya, silakan perhatikan foto saat pemotretan dilakukan dengan cara seperti ini:Hasil yang diperoleh:1. Kamera prosumer Canon SX 20 IS ditambah filter close-up buatan sendiri2. Kamera Sony A200 + Tamron 18-200 mm + Raynox DCR 250Kedua kamera memiliki resolusi ... Read More

1/1

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful