PROGRAM KREATIFITAS MAHASISWA

KAJIAN PENGARUH DIMENSI HORISONTAL
ALAT PEREDAM OMBAK (APO) DARI RANGKAIAN
BAMBU TERAPUNG TERHADAP PEREDAMAN
ENERGI GELOMBANG


BIDANG KEGIATAN : PKM Penelitian (PKMP)


Diusulkan Oleh :

Ketua

ABDUL KADIR
D321 06 017/2006

Anggota



ANDI MAPPATOBA.
D321 04 036/2004

ARDIS MALINO
D321 06 001/2006

FEBRITA LAPASILA.
D321 06 008/2006

AMADIN ALZANUR.
D321 06 024/2006



UNIVERSITAS HASANUDDIN
MAKASSAR
2010
HALAMAN PENGESAHAN
PROGRAM KREATIVITAS MAHASISWA
1. Judul Kegiatan : Kajian pengaruh dimensi horisontal alat peredam
ombak (APO) dari rangkaian bambu terapung
terhadap peredaman energi gelombang
2. Bidang Kegiatan : (\ ) PKMP ( ) PKMK
(Pilih salah satu) ( ) PKMT ( ) PKMM
3. Bidang Ilmu : ( ) Kesehatan ( ) Pertanian
(Pilih salah satu) ( ) MIPA (\ ) Teknologi dan Rekayasa
( ) Sosial Ekonomi ( ) Humaniora
( ) Pendidikan
4. Ketua Pelaksana Kegiatan
a. Nama Lengkap : Abdul Kadir
b. NIM : D321 06 017
c. Jurusan : Perkapalan
d. Universitas/Institut/Politeknik : Universitas Hasanuddin
e. Alamat Rumah dan No Tel./HP : Jln Sahabat 17/ Tamalanrea
081355349658
f. Alamat email : -
5. Anggota Pelaksana Kegiatan/Penulis : 4 orang
6 Dosen Pendamping
a. Nama Lengkap Dan Gelar : Daeng Paroka, ST., MT, PhD
b. NIP : 197201181998022001
c. Alamat Rumah dan No Tel./HP : Perumahan Bosowa Indah Blok
M/16/ 081343930931
7. Biaya Kegiatan Total
a. Dikti : Rp.7.000.000
b. Sumber Lain(Sebutkan ...) : -
8. Jangka Waktu Pelaksanaan : 6 Bulan

Makassar, 25 Oktober 2010
Menyetujui
Ketua Jurusan/Program Studi/ Ketua Pelaksana Kegiatan
Pembimbing Unit Kegiatan Mahasiswa



(Ir.Hj. Sherly Klara.,MT) (Abdul Kadir)
NIP. 194810161976121001 NIM. D321 06 017

Pembantu Rektor III Dosen Pendamping



(Ir. Nasaruddin Salam.,MT) (Daeng Paroka ,ST.,MT, PhD)
NIP. NIP.197201181998021001


1
A. Judul Program : Kajian pengaruh dimensi horisontal alat peredam
ombak (APO) dari rangkaian bambu terapung terhadap peredaman energi
gelombang
B. Latar Belakang Masalah
Indonesia sebagai negara kepulauan mempunyai lebih dari 3700 pulau dan
memiliki pantai yang cukup panjang. Panjang pantai yang dimiliki Indonesia
sekitar 81.000 Km. Indonesia berada pada urutan kedua dunia negara yang
memiliki panjang pantai cukup besar. Panjang pantai yang cukup besar ini
merupakan potensi apabila dimanfaatkan dengan baik. Hanya saja yang menjadi
persoalan, yaitu banyaknya pantai di Indonesia yang mengalami kerusakan berupa
erosi pantai.
Erosi pantai umumnya disebabkan oleh gempuran gelombang laut.
Pemerintah telah berupaya untuk menanggulangi pantai dengan berbagai cara
seperti membuat bangunan pelindung pantai, menambah suplai sedimen dan
penghijauan pantai, yaitu menanam pohon bakau. Permasalahan yang muncul
adalah ketika upaya penanggulangan di atas baru dilaksanakan tidak bisa berjalan
dengan baik, sebab sebelum dimanfaatkan sudah terhempas oleh gelombang. Oleh
sebab itu perlu difikirkan suatu metode untuk melindungi penghijauan pantai yang
telah dilakukan terhadap kerusakan karena hempasan gelombang dan arus. Oleh
karena sifatnya hanya untuk melindungi terhadap penghijauan pantai yang baru
ditanam, maka seharusnya bahannya mudah diperoleh dan harganya terjangkau.
Dengan dasar ini peneliti berkeinginan untuk meneliti bambu sebagai alat
peredam energi gelombang dengan rangkaian bambu terapung.
Maksud dari program ini ialah untuk meninjau potensi rangkaian bambu
terapung terhadap pengurangan tinggi gelombang.


2
C. Perumusan Masalah
Masalah yang dibahas dalam program ini dapat dijabarkan dalam
perumusan masalah sebagai berikut :
1. Bagaimana pengaruh parameter panjang dan jarak spasi horisontal
rangkaian bambu terapung terhadap pengurangan tinggi gelombang di
daerah pantai.
2. Seberapa besar pengaruh parameter panjang dan jarak spasi horisontal
rangkaian bambu terapung terhadap pengurangan tinggi gelombang di
daerah pantai.

D. Batasan Masalah
Berdasarkan fasilitas yang ada serta jumlah variabel dan kondisi yang
berkaitan, maka batasan kegiatan ditetapkan sebagai berikut :
1. Gelombang yang dibangkitkan adalah gelombang teratur (reguler wave)
yang belum pecah dan tegak lurus terhadap model.
2. Gaya gelombang terhadap alat peredam energi dan jangkar tidak dikaji,
3. Fluida yang digunakan adalah air tawar, salinitas dan pengaruh mineral air
tidak diperhitungkan,
4. Model yang digunakan adalah susunan bambu secara horisontal dengan
jarak spasi yang divariasikan

E. Tujuan Program
Terkait dengan masalah yang telah dirumuskan sebelumnya, maka tujuan
yang akan dicapai dalam program ini adalah sebagai berikut:
1. Untuk mengetahui pengaruh parameter panjang dan jarak spasi horisontal
rangkaian bambu terapung terhadap pengurangan tinggi gelombang di
daerah pantai.
2. Untuk mendapatkan besaran parameter panjang dan jarak spasi horisontal
rangkaian bambu terapung terhadap pengurangan tinggi gelombang dalam
bentuk hubungan parameter tak berdimensi.




3
F. Luaran Yang Diharapkan
Dari hasil kegiatan ini, diharapkan dapat menjadi masukan bagi
Pemerintah pusat dan daerah dalam rangka mengatasi masalah pengurangan tinggi
gelombang yang kerap menimbulkan abrasi/erosi disekitar pantai. Disamping itu,
prinsip kerja alat dapat dikembangkan dan diapliksikan dalam berbagai model dan
bentuk yang dapat bermanfaat bagi masyarakat.

G. Kegunaan Program
Adapun kegunaan dari program ini adalah:
1. Sebagai bahan acuan dan informasi bagi para peneliti dalam
mengembangkan penelitian tentang masalah-masalah pengurangan tinggi
gelombang secara sederhana.
2. Sebagai referensi untuk memanfaatkan bambu sebagai salah satu alat
untuk mengurangi tinggi gelombang, pada berbagai keperluan.
3. Salah satu kegiatan yang membutuhkan hasil dalam kajian ini adalah
penanaman mangrove di daerah pantai.

H. Tinjauan Pustaka
a) Beberapa Hasil Penelitian Yang Relevan
Gelombang yang mengenai suatu rintangan, sebagian energinya akan
dihancurkan (absorpsi/disipasi) melalui proses gesekan, turbulensi dan gelombang
pecah. Sisanya akan dipantulkan dan ditransmisikan. Pembagian besarnya energi
gelombang yang dipantulkan (refleksi), dihancurkan (disipasi) dan yang
diteruskan (tansmissi) tergantung dari karakteristik gelombang datang (periode
dan tinggi gelombang), tipe perlindungan pantai (permukaan halus atau kasar,
lulus air atau tidak) dan dimensi serta geometri perlindungan (kemiringan, elevasi
dan lebar halangan) serta kondisi lingkungan setempat (kedalaman air dan kontur
dasar pantai) (CERC, 1984).
Gelombang yang diteruskan atau ditransmisikan melalui suatu struktur
permeabel dipengaruhi oleh parameter-parameter seperti kondisi gelombang, lebar
struktur, ukuran struktur, porositas dan perbedaan porositas vertical material,
tinggi struktur dan kedalaman air. Gelombang dengan kecuraman yang kecil,


4
seperti gelombang pasang surut, kemungkinan akan ditransmisikan secara
keseluruhan melalui struktur atau koefisien transmisi mendekati 1, sedangkan
gelombang angin akan diredam secara efektif (CERC,.1984).
Besarnya energi gelombang yang diredam/diabsorpsi (disipasi) Hd adalah
energi gelombang datang (Hi) dikurangi energi yang direfleksikan dan
ditansmisikan (Ht) (Horikawa, 1978 dalam Dirgayusa, 1997).





Gambar 2.1. Skematik konservasi energi gelombang

Untuk gelombang yang menjalar dalam kondisi gesekan, amplitudo
gelombang akan berkurang secara eksponensial. Dengan demikian, meningkatnya
koefisien gesek Darcy-Weisbach ( f ) akan mengurangi besarnya amplitudo
gelombang (Dean dan Dalrymple, 1992).
Penelitian transmisi gelombang di bawah kondisi gesekan telah banyak
dilakukan. Nizam (1987) melaporkan bahwa transmisi gelombang melalui puncak
bangunan pemecah ombak bawah air dipengaruhi oleh lebar puncak bangunan
(B), kedalaman air diatas puncak (h) dan koefisien gesek material puncak (f).






Gambar 2.2. Skematik penelitian pemecah ombak bawah air (Nizam, 1987).
Hi Ht
Hd
Penghalang
Arah penjalaran
gelombang
Hr
B
h
f
Hi
Ht


5
Dirgayusa (1997) meneliti transmisi gelombang melalui pemecah
gelombang susunan pipa horizontal seperti ditunjukkan Gambar 2.3 dan
mendapatkan bahwa semakin panjang (L) dan semakin kecil diameter pipa (D)
akan semakin memperkecil transmisi gelombang (Ht). Walukow (2000)
menunjukkan dalam hasil penelitiannya bahwa transmisi gelombang akan
diperkecil dengan semakin panjangnya rangkaian plat horizontal sebagai pemecah
gelombang apung (lihat Gambar 2.4).





Gambar 2.3. Skematik penelitian pemecah ombak susunan pipa (Dirgayusa,
1997).






Gambar 2.4. Skematik penelitian pemecah ombak rangkaian plat terapung
(Walukow, 2000).

Murali dan Mani (1997) secara eksperimental meneliti pemecah
gelombang terapung tipe ponton trapesiun dengan barisan pipa vertikal seperti
ditunjukkan dalam Gambar 2.5. Pada penelitian pertama tanpa menggunakan pipa
vertikal didapatkan bahwa nilai koefisien transmisi (Kt) = 0,5 pada rasio W/L >
L
h Susunan pipa horisontal
dgn diameter D
Hi Ht
L
d
Rangkaian plat terapung
Hi Ht


6
0,4. Dengan menambah pipa vertikal, maka nilai W/L bisa dikurangi menjadi
0,15.








Gambar 2.5. Penelitian pemecah gelombang terapung oleh Murali & Mani
(1997)

Keuntungan pemecah gelombang terapung adalah:
1. Mudah dirakit di darat
2. pemasangan cepat
3. biaya pemeliharaan rendah
4. ramah lingkungan
5. bisa dipindah-pindah.

A.1.Kapasitas Teknis Vegetasi Sebagai Pelindung Daerah Pantai
Penelitian tentang pengurangan tinggi gelombang yang menjalar melalui
rumpun tumbuhan dilakukan antara lain oleh Boeters et al, (1993), Dubi A. and
Torum A. (1993). Boeters et al, (1993, dalam Verhagen, 1998) meneliti
pengurangan tinggi gelombang oleh tumbuhan reed (sejenis tumbuhan kecil
dengan batang kokoh, terdapat di Negara Belanda) yang mempunyai kerapatan
tumbuh 100-400 pohon/m
2
. Hasil yang diperoleh dituliskan dengan persamaan
seperti berikut :



7

|
|
|
|
.
|

\
|
÷
=
θ Cos
B Ch
e
i
H
B
H
(2.1)
Dimana H
B
adalah tinggi gelombang selebar B dari depan rumpun, H
i
adalah
tinggi gelombang datang, Ch adalah koefisien Chezy tumbuhan reed (Ch = 0.05
pada rumpun dengan kisaran 125 batang/m2 dan Ch= 0.12 untuk kisaran 400
batang/m2), dan θ adalah sudut datang gelombang.
Dubi A. and Torum A. (1993, dalam Verhagen, 1998) meneliti pengurangan
tinggi gelombang oleh tumbuhan kelp (laminaria hyperborean) salah satu spesies
macroalga yang banyak terdapat di Norwegia yaitu tumbuhan di bawah air
dengan ketinggian berkisar 1-2 meter dengan kerapatan tumbuh 10-15 pohon/m
2
.
Hasil yang diperoleh adalah dituliskan dengan persamaan berikut:

0.00327B
e
o
H
B
H
÷
= (2.2)
dengan H
B
adalah tinggi gelombang di lokasi sejauh B, H
o
adalah tinggi datang
dan B adalah jarak titik yang ditinjau dihitung dari titik mulainya rumpun kelp.
Menurut Schiereck & Booij (1995, dalam Verhagen, 1998) walaupun belum
diverifikasi, persamaan (3.1) diasumsikan dapat digunakan untuk hutan mangrove
dengan nilai Ch pohon mangrove sebesar 10 – 20 (m
0,5
/s) dan nilai Ch = 20
(m
0,5
/s) untuk hutan yang lebat.
Pengusul melalui penelitian Hibah Bersaing X (2002) melakukan simulasi
model fisik rumpun bakau (rhizophora) umur 4-5 tahun dengan skematik
eksperimen model fisik seperti diperlihatkan pada Gambar 2.6 dan mendapatkan
bahwa peredaman energi gelombang dipengaruhi oleh kerapatan perakaran,
ketebalan hutan dan panjang gelombang. Persamaan yang diperoleh adalah:

|
|
|
|
|
.
|

\
|
|
|
.
|

\
|
÷
÷ = =
β Cos L
B
ζ m
e 1 Ks
i
H
a
H
Ka
(2.3)
Kerapatan relatif perakaran bakau () telah dirumuskan sebagai angka tak
berdimensi yaitu volume solid bagian perakaran yang terendam air terhadap


8
volume air yang merendamnya dalam batas panjang gelombang dan selebar
pias yang ditinjau. Seperti telah disebutkan dimuka bahwa  = f (V, N, d, z)
dan V = f (D, l, R) serta N = f (S, L, W). Kerapatan relatif perakaran bakau
ditentukan dari persamaan berikut:

W d L
α 1
S
W
1
S
L
V
|
.
|

\
|
|
.
|

\
|
+ +
= , (2.4)
dengan V adalah volume total akar perpohon bakau, W adalah lebar pias dan 
adalah koefisien volume rendaman, yang besarnya ditentukan oleh perbandingan
kedalaman air (d) dengan ketinggian perakaran bakau (z). Untuk d/z=1 diambil
= 0.95 dan untuk d/z=0.5 diambil  = 0.67.






Gambar 2.6. Skematik penelitian peredaman gelombang dengan model bakau oleh
pengusul (HB X, 2002/2003).

Hiraishi dan Takemura (1999), menguji efektivitas lapis mangrove dalam
mereduksi tekanan gelombang tsunami. Pengujian dilakukan dengan model fisik
dilaboratorium. Model mangrove dibuat dari bahan kimia dengan asumsi
kerapatan daun 31.65%, batang 0.75% dan perakaran 2.74%. Ketebalan model
diambil 110 cm Selanjutnya diukur tinggi muka air dan tekanan gelombang di
belakang model, dan hasilnya adalah tinggi muka air dan tekanan berkurang
masing-masing sekitar 29% dan 27% dari kondisi tanpa model.


d
B
l
Hi
T
Ht Hr

Peredam gelombang
Model rumpun
bakau


9
I. Metode Penelitian
1. Lokasi dan Waktu Penelitian
Kegiatan ini dilaksanakan di Laboratorium Hidrodinamika Teknik
Kelautan Fakultas Teknik Universitas Hasanuddin. Lokasi tersebut dipilih karena
memiliki fasilitas yang menunjang dalam kegiatan tersebut.

2. Bahan dan Alat
Model rangkaian bambu terapung dari bambu dengan diameter 2.0 cm,
yang disusun secara horisontal dengan jarak spasi yang divariasikan menggunakan
paku, ada dua bambu yang berada dibelakang model yang berfungsi sebagai
pengikat agar bambu tersebut dapat tersusun dengan baik dengan lebar sesuai
dengan lebar flume, bambu disusun secara horizontal dengan jarak spasi yang
divariasikan.
Bahan yang digunakan dalam kegiatan ini adalah :
a. Bambu dengan diameter 2,0 cm, dengan jarak spasi dan panjang yang
divariasikan.
b. Paku dengan panjang 2 cm.
Adapun Alat yang digunakan dalam kegiatan ini sebagai berikut :
1.Kolam penelitian yang dilengkapi dengan alat pembangkit gelombang
dengan panjang 10 m dan lebar 7 m
2. Mistar ukur, yang digunakan untuk pengukuran kedalaman
3. Meteran untuk mengukur tinggi gelombang
4. Stopwatch untuk mengukur periode gelombang
5. Gergaji bambu.
6. Kamera untuk dokumentasi

3. Langkah – langkah Kegiatan Penelitian
a). Penelitian secara fisik
Dilakukan di laboratorium untuk mengamati dan mencatat fenomena yang
ada di model yang meliputi studi literatur, persiapan prinsip kerja alat,
perencanaan model dan simulasi, pembuatan model, kalibrasi alat, pemasangan


10
model di saluran, percobaan pendahuluan, simulasi dan pencatatan data tinggi
gelombang di muka dan belakang model, evaluasi akurasi dan data.
b). Penelitian secara hipotetik dan analitik
Dilakukan untuk mendapatkan hubungan antar variabel yang saling
berpengaruh. Bagian ini meliputi analisis data, pembahasan, membuat kesimpulan
dan hingga penyusunan laporan.
4. Perolehan Data
Pada kegiatan ini akan menggunakan dua sumber data yakni :
1. Data primer yakni data yang diperoleh langsung dari pengamatan di
laboratorium.
2. Data Sekunder yakni data yang diperoleh dari literatur dan hasil penelitian
yang sudah ada yang berkaitan dengan penelitian rangkaian bambu
terapung peredam energi gelombang

J. Jadwal Kegiatan
Tabel 1. Jadwal Rencana Kegiatan
No Kegiatan
Bulan Ke
1 2 3 4 5 6
1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4
1
Tahap
Persiapan
2
Penyediaan
Alat dan
Bahan
3
Rangkaian
model
peredam
4
Pengumpulan
Data
5 Analisis Data
6
Penulisan
Laporan


K. Nama dan Biodata Ketua serta Anggota Kelompok
1. Ketua Pelaksana
a. Nama Lengkap : Abdul Kadir
b. Jenis Kelamin : Laki - laki
c. NIM : D321 06 017
d. Fakultas/Jurusan : Teknik/Perkapalan
e. Waktu Kegiatan : 15 jam/minggu


11
2. Anggota Pelaksana
Anggota Pelaksana 1
a. Nama Lengkap : Andi Mappatoba
b. Jenis Kelamin : Laki - laki
c. NIM : D321 04 036
d. Fakultas/Jurusan : Teknik/Perkapalan
e. Waktu Kegiatan : 15 jam/minggu
Anggota Pelaksana 2
a. Nama lengkap : Ardis Malino
b. Jenis Kelamin : Perempuan
c. NIM : D321 06 001
d. Fakultas/Jurusan : Teknik/Perkapalan
e. Waktu Kegiatan : 15 jam/minggu
Anggota Pelakasana 3
a. Nama lengkap : Febrita lapasila
b. Jenis Kelamin : Perempuan
c. NIM : D321 06 008
d. Fakultas/Jurusan : Teknik/Perkapalan
e. Waktu Kegiatan : 15 jam/minggu
Anggota Pelakasana 4
a. Nama Lengkap : Amadin Alzanur
b. Jenis Kelamin : Laki - laki
c. NIM : D321 06 024
d. Fakultas/Jurusan : Teknik/Perkapalan
e. Waktu Kegiatan : 15 Jam/Minggu








12
L. Nama dan Biodata Dosen Pendamping
a. Nama Lengkap dan Gelar : Daeng Paroka,ST.,MT,.Ph.d
b. Jenis Kelamin : Laki – laki
c. NIP : 132 205 946
d. Disipilin Ilmu : Stabilitas dan Keselamatan Kapal
e. Pangkat / Golongan : Penata Muda / IIIb
f. Jabatan Fungsional : Asisten Ahli
g. Fakultas / Jurusan : Teknik / Perkapalan
h. Perguruan Tinggi : Universitas Hasanuddin
i. Waktu Kegiatan : 15 jam/minggu



13
M. Perkiraan Biaya Kegiatan
No Alokasi Dana Unit Satuan
Harga
Satuan
Jumlah
(Rp)
1 ATK
Kertas A4 3 Rim 30000 90.000
Papan Catat 5 lbr 7000 35.000
Tinta Printer 2 27.500 55.000
Jumlah 170.000

2 Bahan-bahan peralatan
Bambu diameter 2 cm 1 Batang 1.000.000 1.000.000
Meteran 5 4000 20.000
Isolasi Bening 5 2000 10.000
Gergaji 2 Unit 50000 100.000
Tali pengikat 1 100 m 3000 300.000
Alat perakitan lain 1 unit 300000 300.000
Pembuatan model peredam 1 unit 1.000.000 1.000.000
Jumlah 2.730.000

3 Operasional Penelitian
Sewa handycam 3 unit 100000 300.000
Sewa kamera 2 unit 50000 100.000
Biaya pemakaian komputer dan printer 2 unit 100.000 200.000
Biaya transportasi selama kegiatan 1 unit 1.800.000 1.800.000
Komsumsi 1.000.000
Pengolahan data/editing 300.000
Jumlah 3.700.000

4 Laporan
Penjilidan 15 rangkap 10000 150.000
Pengiriman 1 unit 150000 150.000
Monitoring 1 unit 200000 100.000
Jumlah 400.000

Jumlah 7.000.000



14
N. Daftar Pustaka

Dirgayusa, ” Pemecah Ombak Rangkaian Plat Terapung, 2000.
Pongmanda, S., Triatmadja, R., dan Nizam, ”Studi Efisiensi Pompa Air laut
Energi Gelombang Tipe Flap”, Teknosains. Jilid 16, Nomer 1, Januari
2003.
Haryanto, B., Triatmadja, R., dan Nizam, “Optimasi Pompa Air Laut Energi
Gelombang”, Teknosains. Jilid 16 Nomer 2, Mei 2003.
Mccormick, E. Michael dan Bowler, L. David, ”Ocean Wave Energy
Conversion”, Departement of naval systems Engineering U.S. Naval
Academy Annapolis, Maryland, May 1974.






















15
O. Lampiran
DAFTAR RIWAYAT HIDUP


DATA PRIBADI

- Nama Lengkap : Abdul Kadir
- Tempat / Tanggal Lahir : Camba / 4 September 1986
● Jenis Kelamin : Laki - Laki
- Agama : Islam
- Tinggi / Berat Badan : 160/ 56
- Alamat : Jln. Sahabat 17 / Tamalanrea
- Telepon Rumah : -
- Handpone : 081355349658




RIWAYAT PENDIDIKAN

SD. NEGERI 16 Ujung TAHUN 1993 – 1999
SLTP NEGERI 1 Camba TAHUN 1999 – 2002
SLTA NEGERI 1Camba TAHUN 2002 – 2005
Prog. Studi Teknik Kelautan Jurusan
Perkapalan Fakultas Teknik Universitas
Hasanuddin
TAHUN 2006 Sampai sekarang



Makassar, 25 Oktober 2010
Yang Bertanda Tangan



Abdul Kadir



16
DAFTAR RIWAYAT HIDUP



DATA PRIBADI

- Nama Lengkap : Andi Mappatoba
- Tempat / Tanggal Lahir : Belawa / 15 Januari1983
● Jenis Kelamin : Laki - Laki
- Agama : Islam
- Tinggi / Berat Badan :163 / 48
- Alamat : BTN. Minasa Upa. Blok N 6 No. 15
- Telepon Rumah : -
- Handpone : 085255559132




RIWAYAT PENDIDIKAN

SD. NEGERI 88 Sinjai TAHUN 1992 – 1998
SLTP NEGERI 1 Mangkutana TAHUN 1998 – 2001
SLTA NEGERI 3 Palopo TAHUN 2001 – 2004
Prog. Studi Teknik Kelautan Jurusan
Perkapalan Fakultas Teknik Universitas
Hasanuddin
TAHUN 2004 Sampai sekarang



Makassar, 25 Oktober 2010
Yang Bertanda Tangan



Andi Mappatoba




17
DAFTAR RIWAYAT HIDUP


DATA PRIBADI

- Nama Lengkap : Ardis Malino
- Tempat / Tanggal Lahir : Pangkep / 29 April 1988
● Jenis Kelamin : Perempuan
- Agama : Kristen Protestan
- Tinggi / Berat Badan : 159 / 55
- Alamat : Perintis Kemerdekaan IV, KOILHAM Lr.5
No. 5
- Telepon Rumah : -
- Handpone : 085299485274




RIWAYAT PENDIDIKAN

SDN. 1 GELLENGGE TAHUN 1994 – 2000
SLTP NEGERI 1 MA’RANG TAHUN 2000 – 2003
SLTA NEGERI 1 PANKEP TAHUN 2003 – 2006
Prog. Studi Teknik Kelautan Jurusan
Perkapalan Fakultas Teknik Universitas
Hasanuddin
TAHUN 2006 Sampai sekarang



Makassar, 25 Oktober 2010
Yang Bertanda Tangan



Ardis Malino





18
DAFTAR RIWAYAT HIDUP


DATA PRIBADI

- Nama Lengkap : Febrita Lapasila
- Tempat / Tanggal Lahir : Poso / 5 Februri 1988
● Jenis Kelamin : Perempuan
- Agama : Kristen Protestan
- Tinggi / Berat Badan : 172 / 60
- Alamat : Perintis Kemerdekaan IV Lr. 2 no. 4
- Telepon Rumah :
- Handpone : 085242429014




RIWAYAT PENDIDIKAN

SD. GKST 1 POSO TAHUN 1994 – 2000
SLTP NEGERI 2 PETASIA TAHUN 2000 – 2003
SLTA CENDRAWASIH TAHUN 2003 – 2006
Prog. Studi Teknik Kelautan Jurusan Perkapalan
Fakultas Teknik Universitas Hasanuddin
TAHUN 2006 Sampai sekarang



Makassar, 25 Oktober 2010
Yang Bertanda Tangan



Febrita Lapasila



19
DAFTAR RIWAYAT HIDUP


DATA PRIBADI

- Nama Lengkap : Amadin Alzanur
- Tempat / Tanggal Lahir : Raha / 24 Novenber 1986
● Jenis Kelamin : Laki-laki
- Agama : Islam
- Tinggi / Berat Badan : 160 cm / 45 kg
- Alamat : Tamalanrea Makassar
- Telepon Rumah : -
- Handpone : 081355349658

RIWAYAT PENDIDIKAN

SDN Tobea TAHUN 1994 - 2000
SLTPN 2 Raha TAHUN 2000 - 2003
SLTA 2 Raha TAHUN 2003 - 2006
Prog. Studi Teknik Kelautan Jurusan
Perkapalan Fakultas Teknik Universitas
Hasanuddin
TAHUN 2006 Sampai sekarang

Makassar, 25 Oktober 2010
Yang Bertanda Tangan




Amadin Alzanur


20
DAFTAR RIWAYAT HIDUP DOSEN PENDAMPING

Nama Lengkap : Daeng Paroka, ST.,MT., Ph.D
NIP : 19720118 199802 1 001
Tempat/Tanggal Lahir : Selayar, 18 Januari 1972
Jenis Kelamin : Laki-laki
Bidang Keahlian : Stabilitas dan Keselamatan Kapal
Alamat Rumah : Perumahan Bosowa Indah Blok M/16
Kota : Makassar
Telepon : 081343930931

Pendidikan S1 ke Atas
No. Perguruan Tinggi Kota & Negara Bidang Studi
1 Institut Teknologi
Sepuluh Nopember
Surabaya Teknik Perancangan Bangunan
Laut
2 Universitas Hasanuddin Makassar Teknik Perkapalan

3 Universitas Osaka Jepang Teknik Perkapalan


Pengalaman Penelitian dan Pengabdian pada Masyarakat
No Judul Riset Periode
1

Probabilistic Assessment Of Ship Stability in Beam Seas,
Disertasi PhD
2007
2 Desain Prototype Kapal Penumpang-Barang untuk Provinsi
Kepulauan Riau, Dinas Perhubungan Kepulauan Riau
2007
3 Implementasi Reliability Center Maintenance pada Sistem
Bahan Bakar Kapal Ikan
2003 - 2004
4 Analisis keandalan operasional prototype kapal penumpang
barang 1000 GRT, DPP/SPP Fakultas Teknik Universitas
Hasanuddin
2008
5 Kajian Tarif Angkutan Laut Perintis, Departemen
Perhubungan
2008
6 Penyuluhan System Konstruksi dan Penempatan Sambungan
Pada Konstruksi gading Kapal Kayu Tradisional.DPP/SPP
Fakultas Teknik Universitas Hasanuddin
2007



Makassar, 25 Oktober 2010




Daeng Paroka, ST.,MT.,PhD
NIP. 19720118 1998021001

HALAMAN PENGESAHAN

PROGRAM KREATIVITAS MAHASISWA
1. Judul Kegiatan : Kajian pengaruh dimensi horisontal alat peredam ombak (APO) dari rangkaian bambu terapung terhadap peredaman energi gelombang Bidang Kegiatan : ( ) PKMP ( ) PKMK (Pilih salah satu) ( ) PKMT ( ) PKMM Bidang Ilmu : ( ) Kesehatan ( ) Pertanian (Pilih salah satu) ( ) MIPA ( ) Teknologi dan Rekayasa ( ) Sosial Ekonomi ( ) Humaniora ( ) Pendidikan Ketua Pelaksana Kegiatan a. Nama Lengkap : Abdul Kadir b. NIM : D321 06 017 c. Jurusan : Perkapalan d. Universitas/Institut/Politeknik : Universitas Hasanuddin e. Alamat Rumah dan No Tel./HP : Jln Sahabat 17/ Tamalanrea 081355349658 f. Alamat email :Anggota Pelaksana Kegiatan/Penulis : 4 orang Dosen Pendamping a. Nama Lengkap Dan Gelar : Daeng Paroka, ST., MT, PhD b. NIP : 197201181998022001 c. Alamat Rumah dan No Tel./HP : Perumahan Bosowa Indah Blok M/16/ 081343930931 Biaya Kegiatan Total a. Dikti : Rp.7.000.000 b. Sumber Lain(Sebutkan ...) :Jangka Waktu Pelaksanaan : 6 Bulan
Makassar, 25 Oktober 2010

2. 3.

4.

5. 6

7.

8.

Menyetujui Ketua Jurusan/Program Studi/ Pembimbing Unit Kegiatan Mahasiswa

Ketua Pelaksana Kegiatan

(Ir.Hj. Sherly Klara.,MT) NIP. 194810161976121001 Pembantu Rektor III

(Abdul Kadir) NIM. D321 06 017 Dosen Pendamping

(Ir. Nasaruddin Salam.,MT) NIP.

(Daeng Paroka ,ST.,MT, PhD) NIP.197201181998021001

yaitu banyaknya pantai di Indonesia yang mengalami kerusakan berupa erosi pantai. Maksud dari program ini ialah untuk meninjau potensi rangkaian bambu terapung terhadap pengurangan tinggi gelombang.1 A. maka seharusnya bahannya mudah diperoleh dan harganya terjangkau. Oleh sebab itu perlu difikirkan suatu metode untuk melindungi penghijauan pantai yang telah dilakukan terhadap kerusakan karena hempasan gelombang dan arus. Panjang pantai yang dimiliki Indonesia sekitar 81. Dengan dasar ini peneliti berkeinginan untuk meneliti bambu sebagai alat peredam energi gelombang dengan rangkaian bambu terapung. Panjang pantai yang cukup besar ini merupakan potensi apabila dimanfaatkan dengan baik. Latar Belakang Masalah Indonesia sebagai negara kepulauan mempunyai lebih dari 3700 pulau dan memiliki pantai yang cukup panjang. Permasalahan yang muncul adalah ketika upaya penanggulangan di atas baru dilaksanakan tidak bisa berjalan dengan baik. Judul Program gelombang : Kajian pengaruh dimensi horisontal alat peredam ombak (APO) dari rangkaian bambu terapung terhadap peredaman energi B. Oleh karena sifatnya hanya untuk melindungi terhadap penghijauan pantai yang baru ditanam. .000 Km. Hanya saja yang menjadi persoalan. Pemerintah telah berupaya untuk menanggulangi pantai dengan berbagai cara seperti membuat bangunan pelindung pantai. sebab sebelum dimanfaatkan sudah terhempas oleh gelombang. yaitu menanam pohon bakau. Erosi pantai umumnya disebabkan oleh gempuran gelombang laut. Indonesia berada pada urutan kedua dunia negara yang memiliki panjang pantai cukup besar. menambah suplai sedimen dan penghijauan pantai.

Seberapa besar pengaruh parameter panjang dan jarak spasi horisontal rangkaian bambu terapung terhadap pengurangan tinggi gelombang di daerah pantai. Untuk mengetahui pengaruh parameter panjang dan jarak spasi horisontal rangkaian bambu terapung terhadap pengurangan tinggi gelombang di daerah pantai. Fluida yang digunakan adalah air tawar. Batasan Masalah Berdasarkan fasilitas yang ada serta jumlah variabel dan kondisi yang berkaitan. Tujuan Program Terkait dengan masalah yang telah dirumuskan sebelumnya. Model yang digunakan adalah susunan bambu secara horisontal dengan jarak spasi yang divariasikan E. 3. salinitas dan pengaruh mineral air tidak diperhitungkan. Perumusan Masalah Masalah yang dibahas dalam program ini dapat dijabarkan dalam perumusan masalah sebagai berikut : 1. D. maka tujuan yang akan dicapai dalam program ini adalah sebagai berikut: 1. Gelombang yang dibangkitkan adalah gelombang teratur (reguler wave) yang belum pecah dan tegak lurus terhadap model. . Untuk mendapatkan besaran parameter panjang dan jarak spasi horisontal rangkaian bambu terapung terhadap pengurangan tinggi gelombang dalam bentuk hubungan parameter tak berdimensi.2 C. Bagaimana pengaruh parameter panjang dan jarak spasi horisontal rangkaian bambu terapung terhadap pengurangan tinggi gelombang di daerah pantai. 2. 2. maka batasan kegiatan ditetapkan sebagai berikut : 1. Gaya gelombang terhadap alat peredam energi dan jangkar tidak dikaji. 2. 4.

porositas dan perbedaan porositas vertical material. 2. lebar struktur. Sebagai referensi untuk memanfaatkan bambu sebagai salah satu alat untuk mengurangi tinggi gelombang. lulus air atau tidak) dan dimensi serta geometri perlindungan (kemiringan. pada berbagai keperluan.3 F. Pembagian besarnya energi gelombang yang dipantulkan (refleksi). sebagian energinya akan dihancurkan (absorpsi/disipasi) melalui proses gesekan. dihancurkan (disipasi) dan yang diteruskan (tansmissi) tergantung dari karakteristik gelombang datang (periode dan tinggi gelombang). G. turbulensi dan gelombang pecah. Kegunaan Program Adapun kegunaan dari program ini adalah: 1. Salah satu kegiatan yang membutuhkan hasil dalam kajian ini adalah penanaman mangrove di daerah pantai. tinggi struktur dan kedalaman air. ukuran struktur. diharapkan dapat menjadi masukan bagi Pemerintah pusat dan daerah dalam rangka mengatasi masalah pengurangan tinggi gelombang yang kerap menimbulkan abrasi/erosi disekitar pantai. 1984). 3. Disamping itu. H. Gelombang yang diteruskan atau ditransmisikan melalui suatu struktur permeabel dipengaruhi oleh parameter-parameter seperti kondisi gelombang. tipe perlindungan pantai (permukaan halus atau kasar. . Sisanya akan dipantulkan dan ditransmisikan. Tinjauan Pustaka a) Beberapa Hasil Penelitian Yang Relevan Gelombang yang mengenai suatu rintangan. Gelombang dengan kecuraman yang kecil. elevasi dan lebar halangan) serta kondisi lingkungan setempat (kedalaman air dan kontur dasar pantai) (CERC. Luaran Yang Diharapkan Dari hasil kegiatan ini. prinsip kerja alat dapat dikembangkan dan diapliksikan dalam berbagai model dan bentuk yang dapat bermanfaat bagi masyarakat. Sebagai bahan acuan dan informasi bagi para peneliti dalam mengembangkan penelitian tentang masalah-masalah pengurangan tinggi gelombang secara sederhana.

amplitudo gelombang akan berkurang secara eksponensial. 1997). meningkatnya koefisien gesek Darcy-Weisbach ( f ) akan mengurangi besarnya amplitudo gelombang (Dean dan Dalrymple. Dengan demikian. 1978 dalam Dirgayusa. . 1987). Penelitian transmisi gelombang di bawah kondisi gesekan telah banyak dilakukan. Nizam (1987) melaporkan bahwa transmisi gelombang melalui puncak bangunan pemecah ombak bawah air dipengaruhi oleh lebar puncak bangunan (B)..2. Skematik penelitian pemecah ombak bawah air (Nizam.1984). 1992). kedalaman air diatas puncak (h) dan koefisien gesek material puncak (f). Arah penjalaran gelombang Hi Hr Penghalang Ht Hd Gambar 2. kemungkinan akan ditransmisikan secara keseluruhan melalui struktur atau koefisien transmisi mendekati 1. Besarnya energi gelombang yang diredam/diabsorpsi (disipasi) Hd adalah energi gelombang datang (Hi) dikurangi energi yang direfleksikan dan ditansmisikan (Ht) (Horikawa. Skematik konservasi energi gelombang Untuk gelombang yang menjalar dalam kondisi gesekan. sedangkan gelombang angin akan diredam secara efektif (CERC. Hi B Ht h f Gambar 2.4 seperti gelombang pasang surut.1.

3 dan mendapatkan bahwa semakin panjang (L) dan semakin kecil diameter pipa (D) akan semakin memperkecil transmisi gelombang (Ht). L Hi d Rangkaian plat terapung Ht Gambar 2.4.3. Skematik penelitian pemecah ombak rangkaian plat terapung (Walukow. L Hi Ht Susunan pipa horisontal dgn diameter D h Gambar 2.5. Walukow (2000) menunjukkan dalam hasil penelitiannya bahwa transmisi gelombang akan diperkecil dengan semakin panjangnya rangkaian plat horizontal sebagai pemecah gelombang apung (lihat Gambar 2. 1997). Pada penelitian pertama tanpa menggunakan pipa vertikal didapatkan bahwa nilai koefisien transmisi (Kt) = 0.5 pada rasio W/L > . 2000). Murali dan Mani (1997) secara eksperimental meneliti pemecah gelombang terapung tipe ponton trapesiun dengan barisan pipa vertikal seperti ditunjukkan dalam Gambar 2. Skematik penelitian pemecah ombak susunan pipa (Dirgayusa.4).5 Dirgayusa (1997) meneliti transmisi gelombang melalui pemecah gelombang susunan pipa horizontal seperti ditunjukkan Gambar 2.

terdapat di Negara Belanda) yang mempunyai kerapatan tumbuh 100-400 pohon/m2. biaya pemeliharaan rendah 4. (1993).4. A.Kapasitas Teknis Vegetasi Sebagai Pelindung Daerah Pantai Penelitian tentang pengurangan tinggi gelombang yang menjalar melalui rumpun tumbuhan dilakukan antara lain oleh Boeters et al. Dengan menambah pipa vertikal.6 0. 1998) meneliti pengurangan tinggi gelombang oleh tumbuhan reed (sejenis tumbuhan kecil dengan batang kokoh. maka nilai W/L bisa dikurangi menjadi 0.15. Hasil yang diperoleh dituliskan dengan persamaan seperti berikut : . ramah lingkungan 5. and Torum A.5. Mudah dirakit di darat 2. (1993. Gambar 2. dalam Verhagen. Penelitian pemecah gelombang terapung oleh Murali & Mani (1997) Keuntungan pemecah gelombang terapung adalah: 1. Boeters et al. Dubi A. bisa dipindah-pindah. (1993). pemasangan cepat 3.1.

dalam Verhagen.7 H B e H i     Ch B θ  Cos        (2.00327B H o (2.12 untuk kisaran 400 batang/m2). dan θ adalah sudut datang gelombang. Menurut Schiereck & Booij (1995.1) Dimana HB adalah tinggi gelombang selebar B dari depan rumpun. Dubi A. Pengusul melalui penelitian Hibah Bersaing X (2002) melakukan simulasi model fisik rumpun bakau (rhizophora) umur 4-5 tahun dengan skematik eksperimen model fisik seperti diperlihatkan pada Gambar 2. persamaan (3. dalam Verhagen. 1998) walaupun belum diverifikasi. 1998) meneliti pengurangan tinggi gelombang oleh tumbuhan kelp (laminaria hyperborean) salah satu spesies macroalga yang banyak terdapat di Norwegia yaitu tumbuhan di bawah air dengan ketinggian berkisar 1-2 meter dengan kerapatan tumbuh 10-15 pohon/m2.1) diasumsikan dapat digunakan untuk hutan mangrove dengan nilai Ch pohon mangrove sebesar 10 – 20 (m0.6 dan mendapatkan bahwa peredaman energi gelombang dipengaruhi oleh kerapatan perakaran.05 pada rumpun dengan kisaran 125 batang/m2 dan Ch= 0. Hasil yang diperoleh adalah dituliskan dengan persamaan berikut: H B  e  0. Hi adalah tinggi gelombang datang. ketebalan hutan dan panjang gelombang.3) . and Torum A. Ho adalah tinggi datang dan B adalah jarak titik yang ditinjau dihitung dari titik mulainya rumpun kelp. (1993. Persamaan yang diperoleh adalah:   B    m ζ   L Cos β    Ha    Ka   Ks1  e  H i       Kerapatan relatif perakaran bakau () telah dirumuskan sebagai angka tak berdimensi yaitu volume solid bagian perakaran yang terendam air terhadap (2.2) dengan HB adalah tinggi gelombang di lokasi sejauh B.5/s) untuk hutan yang lebat.5/s) dan nilai Ch = 20 (m0. Ch adalah koefisien Chezy tumbuhan reed (Ch = 0.

75% dan perakaran 2. dan hasilnya adalah tinggi muka air dan tekanan berkurang masing-masing sekitar 29% dan 27% dari kondisi tanpa model.8 volume air yang merendamnya dalam batas panjang gelombang dan selebar pias yang ditinjau. Pengujian dilakukan dengan model fisik dilaboratorium. z) dan V = f (D.95 dan untuk d/z=0. 2002/2003). Seperti telah disebutkan dimuka bahwa  = f (V.67. Hiraishi dan Takemura (1999). Untuk d/z=1 diambil  0.4) dengan V adalah volume total akar perpohon bakau. Ketebalan model diambil 110 cm Selanjutnya diukur tinggi muka air dan tekanan gelombang di belakang model. L.65%. batang 0. Skematik penelitian peredaman gelombang dengan model bakau oleh pengusul (HB X. W adalah lebar pias dan  adalah koefisien volume rendaman. N.6. Model mangrove dibuat dari bahan kimia dengan asumsi kerapatan daun 31. W).74%. yang besarnya ditentukan oleh perbandingan kedalaman air (d) dengan ketinggian perakaran bakau (z). l.5 diambil  = 0. = B l Hi T Hr Model rumpun bakau Ht d Peredam gelombang Gambar 2. d. . R) serta N = f (S. Kerapatan relatif perakaran bakau ditentukan dari persamaan berikut: L  W  V  1   1  α S S     Ld W (2. menguji efektivitas lapis mangrove dalam mereduksi tekanan gelombang tsunami.

Metode Penelitian 1.9 I. 6. Stopwatch untuk mengukur periode gelombang 5. Bahan yang digunakan dalam kegiatan ini adalah : a. pembuatan model. persiapan prinsip kerja alat. ada dua bambu yang berada dibelakang model yang berfungsi sebagai pengikat agar bambu tersebut dapat tersusun dengan baik dengan lebar sesuai dengan lebar flume. perencanaan model dan simulasi. Lokasi tersebut dipilih karena memiliki fasilitas yang menunjang dalam kegiatan tersebut.0 cm. 2. Kamera untuk dokumentasi 3. Mistar ukur. Paku dengan panjang 2 cm. yang digunakan untuk pengukuran kedalaman 3. pemasangan yang . Adapun Alat yang digunakan dalam kegiatan ini sebagai berikut : 1. Gergaji bambu.Kolam penelitian yang dilengkapi dengan alat pembangkit gelombang dengan panjang 10 m dan lebar 7 m 2. b. yang disusun secara horisontal dengan jarak spasi yang divariasikan menggunakan paku. bambu disusun secara horizontal dengan jarak spasi yang divariasikan.0 cm. kalibrasi alat. Penelitian secara fisik Dilakukan di laboratorium untuk mengamati dan mencatat fenomena yang ada di model yang meliputi studi literatur. Meteran untuk mengukur tinggi gelombang 4. dengan jarak spasi dan panjang divariasikan. Langkah – langkah Kegiatan Penelitian a). Bambu dengan diameter 2. Lokasi dan Waktu Penelitian Kegiatan ini dilaksanakan di Laboratorium Hidrodinamika Teknik Kelautan Fakultas Teknik Universitas Hasanuddin. Bahan dan Alat Model rangkaian bambu terapung dari bambu dengan diameter 2.

percobaan pendahuluan. 4. Penelitian secara hipotetik dan analitik Dilakukan untuk mendapatkan hubungan antar variabel yang saling berpengaruh. simulasi dan pencatatan data tinggi gelombang di muka dan belakang model. Nama dan Biodata Ketua serta Anggota Kelompok 1. evaluasi akurasi dan data. b). NIM d. Fakultas/Jurusan e.laki : D321 06 017 : Teknik/Perkapalan : 15 jam/minggu . Ketua Pelaksana a. pembahasan. 2. Bagian ini meliputi analisis data.10 model di saluran. Waktu Kegiatan : Abdul Kadir : Laki . Jenis Kelamin c. Jadwal Kegiatan Tabel 1. Nama Lengkap b. Data primer yakni data yang diperoleh langsung dari pengamatan di laboratorium. Jadwal Rencana Kegiatan Bulan Ke 1 No 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 3 4 1 Kegiatan Tahap Persiapan Penyediaan Alat dan Bahan Rangkaian model peredam Pengumpulan Data Analisis Data Penulisan Laporan 1 2 4 2 3 4 1 5 2 3 6 4 1 2 3 4 2 3 4 5 6 K. membuat kesimpulan dan hingga penyusunan laporan. Perolehan Data Pada kegiatan ini akan menggunakan dua sumber data yakni : 1. Data Sekunder yakni data yang diperoleh dari literatur dan hasil penelitian yang sudah ada yang berkaitan dengan penelitian rangkaian bambu terapung peredam energi gelombang J.

Anggota Pelaksana Anggota Pelaksana 1 a.laki : D321 06 024 : Teknik/Perkapalan : 15 Jam/Minggu : Febrita lapasila : Perempuan : D321 06 008 : Teknik/Perkapalan : 15 jam/minggu : Ardis Malino : Perempuan : D321 06 001 : Teknik/Perkapalan : 15 jam/minggu : Andi Mappatoba : Laki . Nama Lengkap b.laki : D321 04 036 : Teknik/Perkapalan : 15 jam/minggu . Fakultas/Jurusan e. Jenis Kelamin c. NIM d. Fakultas/Jurusan e. Jenis Kelamin c. Nama lengkap b. NIM d. Jenis Kelamin c. NIM d. Jenis Kelamin c. Waktu Kegiatan Anggota Pelaksana 2 a. Waktu Kegiatan Anggota Pelakasana 4 a. Fakultas/Jurusan e. Waktu Kegiatan : Amadin Alzanur : Laki . NIM d. Waktu Kegiatan Anggota Pelakasana 3 a.11 2. Nama lengkap b. Fakultas/Jurusan e. Nama Lengkap b.

12 L. Fakultas / Jurusan h. NIP d. Jenis Kelamin c. Perguruan Tinggi i. Jabatan Fungsional g. Pangkat / Golongan f..d : Laki – laki : 132 205 946 : Stabilitas dan Keselamatan Kapal : Penata Muda / IIIb : Asisten Ahli : Teknik / Perkapalan : Universitas Hasanuddin : 15 jam/minggu .. Nama Lengkap dan Gelar b.MT. Waktu Kegiatan : Daeng Paroka.Ph.ST. Disipilin Ilmu e. Nama dan Biodata Dosen Pendamping a.

000.000 1.000 2.000 Jumlah 7.500 90.000 1.000 300.000 55.000 35.000 100.800.000.000 1.000 3.000 300.000 20.000 10.000 170.000 3 Operasional Penelitian Sewa handycam Sewa kamera Biaya pemakaian komputer dan printer Biaya transportasi selama kegiatan Komsumsi Pengolahan data/editing Jumlah 3 2 2 1 unit unit unit unit 100000 50000 100.000 1.000 150.000 100.000.000 4 Laporan Penjilidan Pengiriman Monitoring Jumlah 15 1 1 rangkap unit unit 10000 150000 200000 150.000 .000 200.730.000.000.000 300.000 Alokasi Dana Unit Satuan Harga Satuan Jumlah (Rp) 2 Bahan-bahan peralatan Bambu diameter 2 cm Meteran Isolasi Bening Gergaji Tali pengikat Alat perakitan lain Pembuatan model peredam Jumlah 1 5 5 2 1 1 1 Unit 100 m unit unit Batang 1.000 4000 2000 50000 3000 300000 1.800.700.000 1.000 300.13 M.000 400. Perkiraan Biaya Kegiatan No 1 ATK Kertas A4 Papan Catat Tinta Printer Jumlah 3 5 2 Rim lbr 30000 7000 27.000.000 100.

R. “Optimasi Pompa Air Laut Energi Gelombang”.. ”Ocean Wave Energy Conversion”. Mccormick. Triatmadja. Nomer 1. L. E. Pongmanda.14 N. B. dan Nizam. Maryland.. Triatmadja.. Michael dan Bowler. ” Pemecah Ombak Rangkaian Plat Terapung.. May 1974. ”Studi Efisiensi Pompa Air laut Energi Gelombang Tipe Flap”. Naval Academy Annapolis. Teknosains. Jilid 16 Nomer 2. R. dan Nizam. Januari 2003. Mei 2003. . Daftar Pustaka Dirgayusa. S. Departement of naval systems Engineering U. Teknosains. Jilid 16.S. 2000. Haryanto. David.

Laki : Islam : 160/ 56 : Jln. Sahabat 17 / Tamalanrea : : 081355349658 RIWAYAT PENDIDIKAN SD. NEGERI 16 Ujung SLTP NEGERI 1 Camba SLTA NEGERI 1Camba Prog. Studi Teknik Kelautan Jurusan Perkapalan Fakultas Teknik Universitas Hasanuddin TAHUN TAHUN TAHUN TAHUN 1993 – 1999 1999 – 2002 2002 – 2005 2006 Sampai sekarang Makassar. Lampiran DAFTAR RIWAYAT HIDUP DATA PRIBADI   ●      Nama Lengkap Tempat / Tanggal Lahir Jenis Kelamin Agama Tinggi / Berat Badan Alamat Telepon Rumah Handpone : Abdul Kadir : Camba / 4 September 1986 : Laki .15 O. 25 Oktober 2010 Yang Bertanda Tangan Abdul Kadir .

Blok N 6 No.16 DAFTAR RIWAYAT HIDUP DATA PRIBADI  Nama Lengkap  Tempat / Tanggal Lahir ● Jenis Kelamin  Agama  Tinggi / Berat Badan  Alamat  Telepon Rumah  Handpone : Andi Mappatoba : Belawa / 15 Januari1983 : Laki . NEGERI 88 Sinjai SLTP NEGERI 1 Mangkutana SLTA NEGERI 3 Palopo Prog.Laki : Islam :163 / 48 : BTN. Minasa Upa. 25 Oktober 2010 Yang Bertanda Tangan Andi Mappatoba . 15 :: 085255559132 RIWAYAT PENDIDIKAN SD. Studi Teknik Kelautan Jurusan Perkapalan Fakultas Teknik Universitas Hasanuddin TAHUN TAHUN TAHUN TAHUN 1992 – 1998 1998 – 2001 2001 – 2004 2004 Sampai sekarang Makassar.

Studi Teknik Kelautan Jurusan Perkapalan Fakultas Teknik Universitas Hasanuddin TAHUN TAHUN TAHUN TAHUN 1994 – 2000 2000 – 2003 2003 – 2006 2006 Sampai sekarang Makassar. 25 Oktober 2010 Yang Bertanda Tangan Ardis Malino . 5 :: 085299485274 RIWAYAT PENDIDIKAN SDN. KOILHAM Lr. 1 GELLENGGE SLTP NEGERI 1 MA’RANG SLTA NEGERI 1 PANKEP Prog.5 No.17 DAFTAR RIWAYAT HIDUP DATA PRIBADI  Nama Lengkap  Tempat / Tanggal Lahir ● Jenis Kelamin  Agama  Tinggi / Berat Badan  Alamat  Telepon Rumah  Handpone : Ardis Malino : Pangkep / 29 April 1988 : Perempuan : Kristen Protestan : 159 / 55 : Perintis Kemerdekaan IV.

25 Oktober 2010 Yang Bertanda Tangan Febrita Lapasila . GKST 1 POSO SLTP NEGERI 2 PETASIA SLTA CENDRAWASIH TAHUN TAHUN TAHUN Prog. Studi Teknik Kelautan Jurusan Perkapalan TAHUN Fakultas Teknik Universitas Hasanuddin 1994 – 2000 2000 – 2003 2003 – 2006 2006 Sampai sekarang Makassar. 4 : : 085242429014 RIWAYAT PENDIDIKAN SD. 2 no.18 DAFTAR RIWAYAT HIDUP DATA PRIBADI  Nama Lengkap  Tempat / Tanggal Lahir ● Jenis Kelamin  Agama  Tinggi / Berat Badan  Alamat  Telepon Rumah  Handpone : Febrita Lapasila : Poso / 5 Februri 1988 : Perempuan : Kristen Protestan : 172 / 60 : Perintis Kemerdekaan IV Lr.

Studi Teknik Kelautan Jurusan Perkapalan Fakultas Teknik Universitas Hasanuddin TAHUN 1994 .19 DAFTAR RIWAYAT HIDUP DATA PRIBADI   ●      Nama Lengkap Tempat / Tanggal Lahir Jenis Kelamin Agama Tinggi / Berat Badan Alamat Telepon Rumah Handpone : Amadin Alzanur : Raha / 24 Novenber 1986 : Laki-laki : Islam : 160 cm / 45 kg : Tamalanrea Makassar :: 081355349658 RIWAYAT PENDIDIKAN SDN Tobea SLTPN 2 Raha SLTA 2 Raha Prog.2000 TAHUN 2000 .2003 TAHUN 2003 . 25 Oktober 2010 Yang Bertanda Tangan Amadin Alzanur .2006 TAHUN 2006 Sampai sekarang Makassar.

. Departemen Perhubungan 6 Penyuluhan System Konstruksi dan Penempatan Sambungan Pada Konstruksi gading Kapal Kayu Tradisional.MT. ST. DPP/SPP Fakultas Teknik Universitas Hasanuddin 5 Kajian Tarif Angkutan Laut Perintis. Perguruan Tinggi 1 Institut Teknologi Sepuluh Nopember 2 Universitas Hasanuddin 3 Universitas Osaka Kota & Negara Surabaya Makassar Jepang Bidang Studi Teknik Perancangan Bangunan Laut Teknik Perkapalan Teknik Perkapalan Pengalaman Penelitian dan Pengabdian pada Masyarakat No Judul Riset 1 Probabilistic Assessment Of Ship Stability in Beam Seas.2004 2008 2008 2007 Makassar. Ph. 19720118 1998021001 .DPP/SPP Fakultas Teknik Universitas Hasanuddin Periode 2007 2007 2003 .MT. Disertasi PhD 2 Desain Prototype Kapal Penumpang-Barang untuk Provinsi Kepulauan Riau... ST.D : 19720118 199802 1 001 : Selayar. 18 Januari 1972 : Laki-laki : Stabilitas dan Keselamatan Kapal : Perumahan Bosowa Indah Blok M/16 : Makassar : 081343930931 Pendidikan S1 ke Atas No.PhD NIP. Dinas Perhubungan Kepulauan Riau 3 Implementasi Reliability Center Maintenance pada Sistem Bahan Bakar Kapal Ikan 4 Analisis keandalan operasional prototype kapal penumpang barang 1000 GRT. 25 Oktober 2010 Daeng Paroka..20 DAFTAR RIWAYAT HIDUP DOSEN PENDAMPING Nama Lengkap NIP Tempat/Tanggal Lahir Jenis Kelamin Bidang Keahlian Alamat Rumah Kota Telepon : Daeng Paroka.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful