0vi Eka Priwantoro 090401080091

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Salah satu agenda kemanusiaan yang mendesak untuk segera digarap adalah menjadikan kesetaraan laki-laki dan perempuan dalam sistem masyarakat. Feminisme memperjuangkan dua hal yang selama ini tidak dimiliki oleh kaum perempuan pada umumnya, yaitu persamaan derajat mereka dengan laki-laki dan otonomi untuk menentukan apa yang baik bagi dirinya dalam banyak hal. Kedudukan perempuan dalam masyarakat lebih rendah dari laki-laki, bahkan mereka dianggap sebagai “the second sex”, warga kelas dua. 1.2 Rumusan Masalah 1. Bagaimana pengertian feminisme? 2. Bagaimana teori sastra feminis? 1.3 Tujuan 1. Memahami Bagaimana pengertian feminisme? 2. Memahami Bagaimana teori sastra feminis? 1.4 Manfaat

Page 1

di tempat kerja. deklarasi kemerdekaan amerika antara lain mencantumkan bahwa “all man are created equal” (semua laki-laki diciptakan sama). Maka dalam konvensi di seneca valles pada tahun 1848. Bahkan diantara perempuan dengan jenis-jenis yang hampir mirip terdapat perbedaan pendapat dan perdebatan mengenai pemikiran feminis.1 Pengertian Feminisme Feminisme tidak seperti pandangan atau pemahaman lainnya. maupun di masyarakat serta adanya tindakan sadar akan laki laki maupun perempuan untuk mengubah keadaan tersebut secara leksikal. 2. ras. dan gender. serta tingkat kesadaran persepsi dan perilaku. tanpa menyebut-nyebut perempuan. dan sampai resolusi final atas perjuangan perempuan akan non-eksploitasi lingkungan. Pengertian feminisme dapat berubah dikarenakan oleh pemahaman atau pandangan para feminis yang didasarkan atas realita secara historis dan budaya.1.BAB II PEMBAHASAN 2. latar belakang. Pengertian feminisme itu sendiri menurut Najmah dan Khatimah sa’ida dalam bukunya yang berjudul “Revisi Politik Perempuan” (2003:34) menyebutkan bahwa : Feminisme adalah suatu kesadaran akan penindasan dan eksploitasi terhadap perempuan yang terjadi baik dalam keluarga. sebagaian didasarkan atas alasan (misalnya akar kebudayaan) patriarkhi dan dominasi laki-laki. Feminisme adalah gerakan kaum perempuan yang menuntut persamaan hak sepenuhnya antara kaum perempuan dan laki-laki “.1 Alasan dan tujuan feminisme Beberapa aspek yang menyulut munculnya gerakan feminisme di barat antara lain: a. Itu sebabnya. para tokoh feminis memproklamasikan versi lain dari deklarasi kemerdekaan amerika yang Page 2 . tidak ada abstraksi pengertian secara spesifik atas pengaplikasian feminisme bagi seluruh perempuan disepanjang masa. Feminisme tidak berasal dari sebuah teori atau konsep yang didasarkan atas formula teori tunggal. kebebasan kelas. Aspek Politik Waktu rakyat amerika memproklamasikan kemerdekaan tahun 1776.

c. Sedangkan gereja katolik beranggapan bahwa wanita adalah mahluk kotor dan wakil iblis. Inti tujuan feminis mengingat kedudukan dan derajat perempuan agar sama atau sejajar dengan kedudukan derajat laki-laki. 2. teori studi sastra yang sukar. Berkaitan dengan itu maka munculah istilah equal right’s movement atau gerakan persamaan hak. bahkan bersifat maco. mengingat pekerjaan mereka sebagai pengurus rumah tangga tidak berharga dan tidak bisa dibandingkan dengan laki-laki yang menghasilkan uang. Dikatakan oleh kaum feminis adalah bahwa wanita-wanita amerika sebagai kelas yang tertindas dalam mesyarakat kapitalis.1. Menurut ajaran martin luther dan john calvin. cara ini sering dinamakan women liberation movement. wanita harus tinggal di rumah mengatur rumah tangga. wlaupun pria dan wanita bisa berhubungan langsung dengan Tuhan. Perjuangan serta usaha feminisme mencakup berbagai cara: memperoleh hak yang sama dengan memiliki laki-laki. Cara lain membebaskan perempuan dari ikatan lingkungan domestik atau lingkungan keluarga dan rumah tangga. Beranjak dari konsep teori dari beberapa pemikir feminis sama sekali enggan menerima “ teori” dalam lembaga-lembaga akademik “ teori “ sering bersifat laki-laki. tidak memiliki nilai ekonomis. Aspek Agama Gereja mendudukan wanita inferior karena baik agama protestan maupun katolik menempatkan perempuan pada posisi yang lebih rendah dari pada laki-laki. wanita tidak layak bepergian.berbunyi “ all men an women created equal” (semua laki-laki dan perempuan diciptakan sama) b. intelektual Page 3 . Aspek konsep sosialisme dan marxis Ini beranjak dari pemikiran patrick angels yang mengemukakan bahwa “within the family in he is the bourgeois and the wife represent the proletarian” ( dalam keluarga.2 Berbagai Pemikiran Feminisme Tentang Gender Beberapa pemikiran feminisme tentang gender: a. Masalah teori psikoanalisis freud. disingkat women “libs atau women emansipation movement yaitu gerakan pembebasan wanita. dia (suami) adalah borjuis dan istri mewakili kaum proletar).

Teori-teori freud dikecam karena seksismenya yang mencolok mata. Ada lima fokus pokok terlibat dalam kebanyakan diskusi tentng berbedaan seksual: biologi. Ungkapan “olah mulier inutero” (perempuan tidak adalah sebuah kandungan). Mendapat perhatian besar dari para feminis. Wacana. dan melahirkan) hanya mereka yang dapat berbicara. Studi tentang gambaran sastra mengenai perbedaan dalam tulisan para wanita dikutip “gynokritika”. wacana. Menurut alasan itu telah mengalami pengalaman hidup yangk husus (ovulasi. Pengalaman perempuan meliputi perbedaan persepsi dan kehidupan emosi: para wanita tidak melihat hal dengan cara yang sama dengan laki-laki dan mempunyai ide dan perasaan yang berbeda tentang apa yang penting dan tidak penting. Pengalaman. tidak Page 4 . Jika tubuh wanita adalah nasibnya. sembrono. ketidaksadaran dan kodisi sosial ekonomi. maka semua usaha untuk menayakan peranan sek yang dicirikan akan menentang order alami. beberapa feminisyang radikal memuja atribut biologis wanita lebih merupakan sumber keunggulan daripada kerendahan ( inferioritas).mens. Biologi. Oleh karena itu lebih baik bagi para penulis wanita untukmenentang daripada hanya mundur ke ghetto wacana feminin. menganggap bahwa wanita secara mendasar ditindas oleh bahasa yang dikuasai laki-laki. Man-made language buku dale spender. Pandangan yang sebaliknya dianut oleh robin lakoff seorang penulis linguis yang percaya bahwa bahasa wanita secara nyata memandang rendah. pengalaman. misalnya asumsi mereka bahwa seksualitas wanita dibentuk oleh “kecemburuan jakar”. karena memuat pola “kelemahan” dan “ketidakpastian” berfokus pada yang dangkal.dan afant garde. Kaum feminis lebih tertarik kepada tipe teori pasca strukturalis lacan dan derida. Resiko ini juga dijalani oleh mereka yang menarik pengalaman wanita yang khusus sebagai sumber nilai-nilai perempuan yang positif dalam kehidupan dan dalam seni. sebagaimana disarankan oleh judulnya. Alasan yang memperlakukan biologi sebagai dasar dan yang mengecilkan sosialisasi telah dipergunakan terutama oleh laki laki untuk meletakan para perempuan dalam “tempat” mereka. Sebaliknya. Jika kita menerima alasan foucaurt bahwa apa yang “benar” tergantung pada siapa yang menguasai wacana. Watak laki-laki yang keras bertujuan mendorong dan berambisi besar mendapatkan tempatnya ketimbang dalam seni penafsiran kritik yang lembut.

Pendekatan ini kurang tampak membawa resiko pengghettoan dan penstereotipan.2 Teori Sastra Feminis Sumbangan terpenting postrukturalisme terhadap kebudayaan adalah pergeseran paradigma dari pusat ke pinggiran. masyarakat yang terpinggirkan. Ketidak sadaran. Ucapan laki-laki. Teori feminis muncul seiring dengan bangkitnya kesadaran bahwa sebagai manusia. Konsep kunci feminis adalah kesetaraan antara martabat perempuan dan laki-laki. Teori sastra feminis. John Stuart Mill dan Harriet Taylor menyatakan bahwa untuk memaksimalkan kegunaan yang total (kebahagiaan / kenikmatan) adalah dengan membiarkan setiap individu mengejar apa yang mereka inginkan. mencoba menghubugkan perubahan kondisi sosial dan ekonomi dan perubahan kekuatan diantara keduanya.adalah salah satu aliran yang banyak memberikan sumbangan dalam perkembangan studi kultural. Sejak itu kaum femins marxis. masyarakat yang terlupakan.serius dan menekan pada tanggapan pribadi. Sosiologi. Studi kultural kemudian diarahkan pada kompetensi masyarakat tertentu. Kebanyakan feminis radikal menganut pandangan bahwa para wanita telah dicuci otaknya oleh tipe ideologi patriarkal yang menghasilkan gambaran stereotipe laki-laki yang kuat dan perempuan yang lemah. Sastra feminis berakar dari pemahaman mengenai inferioritas perempuan. terutama. 2. karena pendekatan ini menolak untuk mendefinisikan seksualitas perempuan. Virgina wolf adalah kritikus wanita yang pertama memasukan dimensi sosiologi dalam analisisnya mengenai tulisan wanita. Mill dan Taylor yakin bahwa Page 5 . tuntutanya adalah lebih kuat dikutip dan hendaknya diambil oleh wanita yang ingin mendapatkan persamaan sosial. masyarakat marjinal. Mereka setuju dengan kaum feminis yang lain dalam menolak hakikat keperempuanan universal. Teori resiko analistik lacan dan kristeva menyediakan fokus keempat proses ketidak sadaran beberapa penulis feminis telah mendobrak sama sekali biologisme dengan mengasosiasikan “perempuan” dengan proses cenderung meruntuhkan otoritas wacana “laki-laki”. yaitu teori yang berhubungan dengan gerakan perempuan. perempuan juga selayaknya memiliki hak-hak yang sama dengan laki-laki. selama mereka tidak saling membatasi atau menghalangi di dalam proses pencapaian tersebut.

Feminisme mencoba untuk menghilangkan pertentangan antara kelompok yang lemah dengan kelompok yang dianggap lebih kuat. baik di dalam akademi. forum. Kaum feminis radikal-kultural menyatakan bahwa perbedaan seks/gender mengalir bukan semata-mata dari biologi. 2001 : 202). Ungkapan male-female yang memperlihatkan aspek perbedaan biologis sebagai hakikat alamiah. Teori feminisme memperlihatkan dua perbedaan mendasar dalam melihat perempuan dan laki-laki. feminisme menolak ketidakadilan sebagai akibat masyarakat patriarki. perempuan ditempatkan sebagai yang Lain atau Liyan. dan. Sedangkan ungkapan masculinefeminine merupakan aspek perbedaan psikologis dan kultural (Ratna. kodrati. yaitu adanya konflik kelas. Kedudukan sebagai Liyan mempengaruhi segala bentuk eksistensi sosial dan kultural perempuan (Cavallaro. 1998 : 23). Feminisme mencoba untuk mendekonstruksi sistem yang menimbulkan kelompok yang mendominasi dan didominasi. 2004 : 186). 1998 : 49). yaitu peranperan yang digunakan sebagai alasan atau pembenaran untuk memberikan tempat yang lebih rendah. 1998 : 71). 2004 : 184). 1985 : 137). karena adanya konflik gender. politik. maupun pasar (Tong. serta pendidikan yang sama dengan yang dinikmati oleh laki-laki (Tong. Betty Friedan menyatakan menentang diskriminasi seks di segala bidang kehidupan : sosial.jika masyarakat ingin mencapai kesetaraan seksual atau keadilan gender. bagi perempuan. Teori ini berkembang sebagai reaksi dari fakta yang terjadi di masyarakat. sebagai manusia kelas dua (deuxième sexe) yang lebih rendah menurut kodratnya (Selden. Friedan ingin membebaskan perempuan dari peran gender yang opresif. dan personal. Masyarakat patriarkal menggunakan Page 6 . maka masyarakat harus memberi perempuan hak politik dan kesempatan. Simon de Beauvoir menyatakan bahwa dalam masyarakat patriarkal. serta sistem hegemoni di mana kelompok subordinat terpaksa harus menerima nilai-nilai yang ditetapkan oleh kelompok yang berkuasa. ekonomi. menolak sejarah dan filsafat sebagai disiplin yang berpusat pada laki-laki (Ratna. melainkan juga dari sosialisasi atau sejarah keseluruhan menjadi perempuan di dalam masyarakat yang patriarkal (Tong. terutama. Teori feminisme menfokuskan diri pada pentingnya kesadaran mengenai persamaan hak antara perempuan dan laki-laki dalam semua bidang. konflik ras. Sebagai seorang feminis liberal. atau tidak memberikan tempat sama sekali. Lebih jauh lagi.

Perilaku ini secara kultural dihubungkan dengan jenis kelamin biologis seseorang. Jadi dapat disimpulkan bahwa menjadi perempuan disebabkan oleh nilai-nilai kutural dan bukan oleh hakiaktnya. Feminisme selain merupakan gerakan kebudayaan. dengan kata lain tuntutan emansipasi. politik. Masyarakat patriarkal menggunakan peran gender yang kaku untuk memastikan perempuan tetap pasif (penuh kasih sayang. ideologi patriarkal dalam akademi. Sementara menurut Millet. Dalam hubungannya dengan studi kultural. baik. yang menempatkan perempuan pada kedudukan tertentu serta melihat bagaimana nilai-nilai tersebut mempengaruhi hubungan antara perempuan dan laki-laki dalam tingkatan psikologis dan budaya. sosial. insitusi keagamaan. penuh rencana. oleh karena itu.fakta tertentu mengenai fisiologi perempuan dan laki-laki sebagai dasar untuk membangun serangkaian identitas dan perilaku maskulin dan feminin yang diberlakukan untuk memberdayakan laki-laki di satu sisi dan melemahkan perempuan di sisi lain. penurut. orisinil. Masyarakat patriarkal menyakinkan dirinya sendiri bahwa konstruksi budaya adalah “alamiah” dan karena itu “normalitas” seseorang tergantung pada kemampuannya untuk menunjukkan identitas dan perilaku gender. dan ekonomi. feminis akan melibatkan Pembicaraan perempuan dari segi teori gender. ceria. Teori sastra feminis melihat bagaimana nilai-nilai budaya yang dianut suatu masyarakat. ramah) dan laki-laki tetap aktif (kuat. Analisis feminis pasti akan mempermasalahkan perempuan dalam hubungannya dengan tuntutan persamaan hak. dan keluarga membenarkan dan menegaskan subordinasi perempuan terhadap laki-laki yang berakibat bagi kebanyakan perempuan untuk menginternalisasi Diri terhadap laki-laki. yaitu sastra feminis. suatu kebudayaan. yang termajinalkan dapat digantikan dengan keseimbangan yang dinamis antara perempuan dan laki-laki. penuh rasa ingin tahu. tanggap terhadap simpati dan persetujuan. studi ini merupakan gerakan keilmuan dan praksis kebudayaan yang mencoba cerdas kritis dalam menangkap teori kebudayaan yang bias “kepentingan elit budaya dan Page 7 . yaitu bagaimana perempuan masalah tersubordinasi secara kultural. juga merupakan salah satu teori sastra. kompetitif) (Tong. 1998 : 72-73). gerakan dan teori feminisme berjuang agar nilai-nilai kultural yang menempatkan perempuan sebagai Liyan. sebagai kelompok “yang lain”. ambisius. bertanggung jawab. agresif.

Feminisme postmoderen. Melihat ketertindasan perempuan dari beban reproduksi yang ditanggung perempuan. umur. Aliran ini yang menungkapkan stereotype bahwa perempuan itu lemah dan hanya cocok untuk urusan keluarga. Gelombang awal a. Melihat ketertindasan perempuan dari perbedaan fisik antara laki-laki dan perempuan. yang menyebabkan perempuan lebih inferior disbanding laki-laki. sehingga tidak mempunyai posisi tawar dengan laki-laki. marxis menekankan pada masalah kelas sebagai penyebab perbedaan fungsi dan status perempuan. b. kesehatan. psikologis.kekuasaan”. Memfokuskan pada permasalahan ketertindasan perempuan (hak untuk memilih adalah slogan mereka). Page 8 . Postmoderen menggali persoalan alienasi perempuan seksual. Feminisme radikal. 3. Gelombang kedua d. c. b. pendidikan. 2. Perbedaannya bila sosialis menekankan pada penindasan gender dan kelas. agama. Studi ini bertujuan menimbulkan kesadaran yang akan membebaskan manusia dari masyarakat iirasional. Feminisme eksistensial. Feminisme gynosentris. Menekankan pada hak individu serta kesempatan yang sama karena perempuan dan lakilaki itu sama. dsb. Melihat ketertindasan perempuan sebagai “satu definisi”. Gelombang ketiga a.3 Aliran Dalam Teori Feminisme 1. 2. Feminisme marxis/sosialis. e. Feminisme liberal. dan sastra dengan bertumpu pada bahasa sebagai sebuah sistem. Feminisme multicultural. Menuntut perubahan kebijakan dengan melibatkan perempuan duduk sebagai pengambilan kebijakan. preferensi sosial. dan tidak melihat ketertindasan terjadi dari kelas dan ras.

2002 : 15). (2002 : 5) “Membaca sebagai perempuan berarti membaca dengan kesadaran untuk membongkar praduga dan idiologi kekuasaan laki-laki yang androsentrisme atau patriarkhat.” 2. Ekofeminisme.4 Kritik Sastra Feminis Sebagai gerakan modern. Hal inilah yang pada akhirnya memunculkan apa yang dinamakan kritik sastra feminis. Yoder juga menyebutkan bahwa kritik sastra feminis itu bukan pengkritik perempuan atau kritik tentang perempuan. adalah upaya pemahaman kedudukan peran perempuan seperti yang tercermin dalam karya sastra (Suharto. Dasar pemikiran feminis dalam penelitian sastra. 2.5 Jenis – Jenis Kritik Sastra Feminis Page 9 . atau kritik tentang pengarang perempuan. d. Menekankan ketertindasannya dalam konteks perdebatan antara feminisme di dunia yang sudah maju dan feminisme di dunia sedang berkembang. feminisme yang mulai berkembang pesat sekitar tahun 1960 di Amerika berdampak luas. Dampak dari gerakan ini juga dapat dirasakan dalam bidang sastra. Berbicara tentang ketidakadilan perempuan dalam lingkungan. Kritik sastra feminis. Feminisme global. Dalam buku “Pengertian Kritik Sastra Feminis” Soeharto mengutip pernyataan Yoder. berangkat dari adanya ketidakadilan yang dilakukan manusia terhadap non-manusia atau alam.c. Perempuan mulai menyadari bahwa dalam karya sastra pun terdapat ketimpangan mengenai pandangan tentang manusia dalam tokoh-tokohnya. membaca sebagai perempuan. kesadaran bahwa ada jenis kelamin yang banyak berhubungan dengan budaya. Secara garis besar Culler menyebutkan kritik sastra feminis sebagai reading as a woman. sastra dan kehidupan. adalah studi sastra yang mengarahkan fokus analisanya pada perempuan. Gerakan ini membuat masyarakat sadar akan kedudukan perempuan yang inferior. Kritik sastra feminis merupakan salah satu ilmu disiplin sebagai respon atas berkembang luasnya feminisme diberbagai penjuru dunia. Arti sederhana kritik sastra feminis adalah pengkritik memandang sastra dengan kesadaran khusus.

Kritik Ideologis. baik dalam kajian perempuan maupun dalam kajian kanon sastra tradisional dan sastra feminis. karena yang dikaji disini adalah masalah perbedaan. Page 10 . (2002:161). Yang menjadi pusat perhatian pembaca wanita adalah citra serta stereotipe wanita dalam karya sastra. Kritik Feminis Ras atau Etnik Sebagaimana halnya dengan pengkritik sastra ideologi dan pengkritik sastra lesbian.Berikut ini merupakan jenis-jenis kritik sastra feminis yang berkembang di masyarakat menurut Dra. Selain itu kritik feminis ini mencoba mengungkapkan bahwa kaum wanita merupakan kelas masyarakat yang tertindas. Berarti studi yang ditulis oleh permpuan mengenai perbedaan antara tulisan perempuan dengan tulisan laki-laki. Kritik Feminis Psikoanalitik Kritik sastra ini diterapkan pada tulisan-tulisan wanita.Pd. Ekarini. karena para feminis percaya bahwa pembaca wanita biasanya mengidentifikasikan dirinya dengan atau menempatkan dirinya pada tokoh wanita. yaitu kelas-kelas masyarakat. kemudian akan ditentukan apakah definisi ini dapat diterapkan pada definisi penulis atau pada teks karyanya. Kritik sastra feminis ini melibatkan perempuan. Kritik ini bertujuan untuk mengembangkan definisi yang cermat tentang makna lesbian. Jenis kritik sastra feminis ini berbeda dari kritik ideologis. Kritik Feminis Lesbian. Gynocritics atan ginokritik Gynocritics atau ginokritik disebut juga dengan kritik yang mengkaji penulis-penulis wanita. Kritik Sastra Feminis Sosialis Jenis kritik ini meneliti tokoh-tokoh wanita dari sudut pandang sosialis. sebagai pembaca. khususnya kaum feminis. Kritik ini juga meneliti kesalah pahaman tentang perempuan dan sebab-sebab mengapa perempuan sering tidak diperhitungkan bahkan nyaris diabaikan. pengkritik sastra etnik ingin membuktikan keberadaan sekelompok penulis feminis etnik beserta karya-karyanya. sedangkan tokoh wanita tersebut pada umumnya merupakan cermin penciptanya. M.

mudah dibaca dan pragmatis.2. Simone de Beauvoir Simone de Beauvoir dalam The Second Sex. Germaine Greer Gagasan Germaine Greer ada kesamaan dengan Friedan yang tertuang dalam The Female Eunuch. Banyak hal yang dapat diceritakan dari majalah perempuan ini tentang kedudukan dan posisi perempuan dalam system patriakhat. De Beauvior telah dibuat lebih rendah dan tekanan ini berlipat ganda oleh keyakinan para laki-laki bahwa wanita lebih rendah menurut kodratnya. bukan para laki-laki yang simpatik adalah dalam posisi terbaik untuk menilai kemungkinan kemungkinan eksistensial kewanitaan. Keduanya menolak untuk membedakan gambaran. tetapi desakan untuk persamaan yang nyata biasanya akan ditentang. Betty Friedan Betty Friedan. tetapi menyatukannya dalam pendekatan yang tidak berkelas. Friedan menggambarkan media konsumerisme perempuan. Page 11 . ramalan emasipasi perempuan akan selalu menjadi teoritis. Greer memperkirakan bahwa ada bentrokan dalam paham feminis. menetapkan dengan sangat jelas masalah dasar feminis modern. Menurutnya. Gagasan abstrak tentang “persamaan” hanya permainan bibir. 3. perempuan merupakan kaum yang pasif atas bentuk kebudayaan yang tetap sebagaimana anggapan feminitas oleh kaum patriakhat. mengetengahkan dalam bukunya The Feminisme Mystique versi pragmatik dari bentuk kepasifan perempuan. misalnya majalah perempuan. Para wanita sendiri. 2.6 Tokoh-tokoh Feminisme Tokoh-tokoh feminisme yang berpengaruh dalam wacana feminisme di antaranya: 1.

dilakukan. maupun sajak sangatlah mungkin untuk diteliti dengan pendekatan feministik. Adapun cara penerapan kritik sastra feminis dalam meneliti sebuah karya sastra menurut Soenardjati Djajanegara adalah sebagai berikut : 1. asal saja ada tokoh perempuan. Meskipun ada kemajuan demokrasi. Mencari status atau kedudukan tokoh perempuan tersebut didalam masyarakat. 2. 5. Jika tokoh perempuan itu dikaitkan dengan tokoh laki-laki tidaklah menjadi soal. wanita masih terus dikuasai. Baik secara rekaan. dan dikatakan oleh tokohtokoh perempuan tersebut. menurut Millet. 3. BAB III Page 12 . 2. pada umumnya karya sastra yang menampilkan tokoh perempuan bisa dikaji dari segi feministik. Mencari tahu tujuan hidup dari tokoh perempuan tersebut didalam masyarakat.4. Mengidentifikasi satu atau beberapa tokoh perempuan yang terdapat pada sebuah karya sastra. 4. Memperhatikan apa yang dipikirkan. Kate Millet dan Michele Barret’ Feminisme Politis Suatu tingkatan penting dalam feminisme modern dicapai oleh Kate Millet dalam bukunya Sexual Politics (1970). Kita tidak akan memperoleh gambaran secara lengkap mengenai tokoh perempuan tersebut tanpa memunculkan tokoh laki-laki yang ada disekitarnya. sehingga kita dapat mengetahui perilaku dan watak mereka berdasarkan gambaran yang langsung diberikan oleh pengarangnya. Meneliti tokoh laki-laki yang memiliki keterkaitan dengan tokoh perempuan yang sedang diamati. apakah mereka berperan sebagai tokoh utama atau tokoh protagonis atau tokoh bawahan.7 Penerapan Kritik Sastra Feminis Menurut Djajanegara bahwa. Patriakhi meletakkan perempuan dibawah laki-laki atau memperlakukan perempuan sebagai laki-laki yang inferior. lakon. Ia mempergunakan istilah “ patriarkhi “ (pemerintah ayah) untuk menguraikan sebab penindasan wanita.

pengajaran. etika. dan sistem norma yang lain. Karya sastra seperti juga kebudayaan memiliki manfaat untuk meningkatkan kehidupan manusia. yang kemudian berpengaruh terhadap kualitas lain. Karya sastra berfungsi menampilkan kembali realitas kehidupan manusia agar manusia dapat mengidentifikasikan dirinya dalam menciptakan kehidupan yang lebih bermakna. misalnya pendidikan. budi pekerti.PENUTUP Sastra menyebarkan berbagai pesan kepada masyarakat yang secara keseluruhan disebut pesan kebudayaan. DAFTAR PUSTAKA Page 13 . Karya sastra memang tidak secara langsung mendidik pembacanya. namun karya sastra menampilkan citra energetis yang secara langsung berpengaruh terhadap kualitas emosional.

id/sastra/hendrati/2009/07/21/pendekatan-feminisme-d Page 14 .undip.ac. Kritik Sastra Feminis.Budiman. 2003. Soenardjati. http://staff. Sebuah Pengantar. Jakarta: Gramedia. Jakarta: Gramedia. A. Djayanegara. 1985. Pembagian Kerja Secara Seksual: Sebuah Pembahasan Sosiologis tentang Peran Wanita di Dalam Masyarakat.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful