SATUAN ACARA PENGAJARAN Mata kuliah Pokok Bahasan Sasaran Tempat Hari, tanggal Alokasi waktu Pertemuan ke Pengajar

: Sistem Pernapasan : Penyakit Pneumonia : Pasien dan keluarga pasien Pneumonia : Poli Penyakit Dalam RS dr. Saiful Anwar Malang : Senin , 6 Maret 2012 : 30 menit :1 : Revy Sekti A.W

A. Tujuan intruksional 1. Tujuan umum : Mampu menjelaskan salah satu penyakit sistem pernapasan yaitu Pneumonia atau yang sering disebut penyakit Paru Paru Basah 2. Tujuan Khusus : Setelah pemberian penyuluhan peserta dapat : 1. Menjelskan definisi dari Pneumonia 2. Menjelaskan etiologi dari Pneumonia 3. Menyebutkan tanda dan gejala Pneumonia 4. Menyebutkan komplikasi yang mungkin dari Pneumonia 5. Menjelaskan bagaimana penatalaksanaan untuk pasien Pneumonia

B. Sub pokok bahasan a. Leaflet Tanya jawab .Etiologi tentang Pneumonia c. Leaflet Tanya jawab Tahap Pendahuluan Waktu 5 menit Kegiatan Pengajar • Memperkenalkan diri • Kontrak waktu • Pre test Metode Ceramah Media Leaflet • Tanya jawab mengenai • Menjawab materi pertanyaan • Memberikan tanggapan dan pertanyaan mengenai hal yang kurang dimengerti Penutup 5 menit • Post tes • Klarifikasi evaluasi dan • Menjawab pertanyaan • Memberikan tanggapan balik Ceramah. Tanda dan gejala dari Pneumonia d. Pengertian tentang Pneumonia b. Kegiata Belajar Mengajar Kegiatan Mahasiswa • Mendengarkan • Memperhatikan • Menjawab pertanyaan Penyajian 20 menit • Menjelaskan materi • Mendengarkan Ceramah.Komplikasi dari Pneumonia e. Penatalaksanaan penyakit Pneumonia C.

Alih bahasa: I Made Kariasa. Jakarta. tanda gejala. Ilmu Penyakit Dalam . Depkes RI . Alice C. Direktorat Jendral PPM & PLP. 3. Ni Made Sumarwati. Smeltzer Suzan C. Mary Frances Moorhouse. Data Rekam Medik Penderita Reawat Inap Lab/ SMF Ilmu Kesehatan Anak FK Univ. Airlangga/ RSU Dr.2007 4. Evaluasi Kriteria Evaluasi 1. edisi 3 . Tim Penyusun. Materi (terlampir ) F. Jakarta : EGC.2005 5. Daftar Pustaka 1.Evaluasi proses Peserta antusias terhadap materi penyuluhan Tidak ada peserta yang meninggalkan tempat penyuluhan Tidak ada peserta tidak melakukan aktifitas lain ( memperhatikan dgn seksama ) Peserta mengajukan pertanyaan dan menjawab pertanyaan secara benar. Rencana Asuhan Keperawatan: Pedoman untuk Perencanaan dan Pendokumentasian Perawatan Pasien. Evaluasi Struktur         Peserta hadir di tempat penyuluhan Penyelenggaraan penyuluhan dilaksanaan di ruang 17 Pengorganisasian penyelenggaraan penyuluhan dilakukan sebelumnya. 2000. Vol 1 . Editor: Monica Ester. Geissler.D. Jakarta : FKUI Infeksi Jakarta : . dan penanganan untuk orang yang menderita Pneumonia E. penyebab . Bare Brenda G. Yasmin Asih. 2. 2. Edisi 3. volume II. Doengoes. Marilynn E. Pedoman Pemberantasan Penyakit Saluran Pernafasan Akut (ISPA ).Evaluasi hasil Peserta mengerti definisi .Keperawatan Medikal Bedah . EGC 3.Soetomo Surabaya. Edisi 8 . komplikasi .2001.

distal dari bronkiolus terminalis yang mencakup bronkiolus respiratorius dan alveoli. Pada orang dewasa umumnya disebabkan oleh pneumococ sero tipe 1-8. Definisi Pneumonia Pneumonia ialah suatu radang paru yang disebabkan oleh bermacam-macam etiologi seperti bakteri.9. krosen (benda minyak tanah) & cairan amnion. virus. virus adeno. asper gilosis & aktinomikosis. 2. serta menimbulkan konsolidasi jaringan paru dan gangguan pertukaran gas setempat. Pada umumnya infiltran ini dianggap sebagai reaksi alergi terhadap protein asing di daerah tropis dihubungkan dengan migrasi larva cacing dari usus keperedaran darah dan paru. jamur dan benda asing yang mengensi jaringan paru (alveoli). blastima kosis.MATERI PENYULUHAN PENYAKIT PNEUMONIA (PARU PARU BASAH) I. sedangkan pada anak tipe 14. 2000) .6. Pneumonia hipostatik Penyakit yang disebabkan tidur terlentang terlalu lama. virus sitomegalik. (DEPKES. kalsidoidomikosis. Jamur Histoplasmosis capsulatum. 2006) II. (Zuh Dahlan. A. 5. misalnya pada anak sakit dengan kesadaran menurun /penyakit lain yang harus istirahat ditempat tidur yang lama sehingga terjadi kangesti pada paru belakang bawah. Bakteri Bakteri merupakan penyebab utama pneumonia. 2006) Pneumonia adalah peradangan yang mengenai parenkim paru. Sindrom Loeffier Pada foto rontgen terhadap in filtran yang dapat berpindah dari satu lobus ke lobus lain merupakan infiltran dari iosinafil sering kali disangka sebagai TBC miliaris. (Mansjoer. candida albicans. Aspirasi Makanan. 4. virus influenza za. Virus Virus respiratori syn cy tyal. insiden meningkat pada usia > 4thn & menurun dengan bertambahnya umur. Penyebab Pneumonia 1. misalnya pada tetanus neonatorum benda asing. 6.1. 3.

Biasanya disertai kejang karena demam yang tinggi. demam yang timbul dengan cepat (39. Muntah dan diare Anorexia (nafsu makan berkurang) Nyeri dada yang ditusuk-tusuk yang dicetuskan oleh bernafas dan batuk. Lambat laun alveolus menjadi penuh sehingga tak kuat menampung udara dan pecah. Anak akan kelihatan gelisah Batuk beberapa hari .5 ºC sampai 40.  Empisema (Paradangan di paru) Peradangan terjadi karena kuman atau bakteri berhasil dilokalisasi oleh pertahanan tubuh namun tidak dapat dibasmi akhirnya muncul nanah dan mengumpul diantara paru-paru dan dinding dada. Takipnea/ pernafasan cepat (25 – 45 kali/menit) disertai dengan pernafasan mendengur. Komplikasi Pneumonia  Pneumothorax Udara dari alveolus yang pecah disebabkan karena sumbatan atau peradangan disaluran bronkioli yang membuat udara bisa masuk namun tidak bisa keluar.III.  Gagal nafas Gagal nafas adalah gangguan pertukaran gas antara udara dengan sirkulasi yangterjadi di pertukaran gas intrapulmonal atau gangguan gerakan gas masuk keluar paru. oleh karena kapasitas difusi CO2 jauh lebih besar dari O2 dan karena daerah yang mengalami hipoventilasi dapa tdikompensasi dengan meningkatkan ventilasi bagian paru yang normal. mula mula kering kemudian berubah menjadi produktif. .5 ºC). pernafasan cuping hidung Nadi cepat dan bersambung Tarikan otot rusuk (retraksi) Bibir dan kuku sianosis IV.Gangguan pertukaran gas menyebabkan hipoksemia primer.           Tanda dan Gejala Pneumonia Secara khas diawali dengan awitan menggigil.

Antibiotic pilihan pertama: kotrimoksazol (trimetoprim+sulfametoksazol) Antibiotic pilihan kedua: amoksilin  Beri antibiotic intramuscular Untuk anak yang harus segera dirujuk tetapi tidak dapat menelan obat oral.  Meningitis Meningitis adalah peradangan pada selaput meningen. Pericarditis terjadi sebagai proses isolasi atau komplikasi dari penyakit sistemik. Penatalaksanaan Pneumonia  Pemberian antibiotic Beri antibiotic oral sesuai indikasi Untuk semua klasifikasi yang membutuhkan antibiotic yang sesuai. pasien juga akan mendapat terapi tambahan berupa pengaturan makan dan oksigen untuk meningkatkan jumlah oksigen dalam darah. beri dosis (IM) kloramfenikol dan atau ampisilin dan rujuk segera.Selain antibiotika. meski beberapa obat antivirus telah digunakan.    Terapi oksigen Hidrasi : bila ringan hidrasi oral . sampai saat ini belum ada panduan khusus. Jika rujukan tidak memungkinkan ulangi suntikan kloramfenikol setiap 12 jam selama 5 hari dan atau ampisilin setiap 6 ham selama 5 hari. .  Memperbaiki pola hidup * Menjaga kebersihan lingkungan tempat tinggal. Istirahat panjang diperlukan untuk mengembalikan kondisi tubuh. Perikarditis Perikarditis adalah proses peradangan yang mencakup lapisan parietal dan viseral dari pericardium dan lapisan terluar dari myocardium. * Mengusahakan sirkulasi udara yang baik. untuk melengkapi 10 hari pengobatan. Kemudian ganti dengan antibiotic yang sesuai. tetapi bila berat hidrasi dilakukan secara parental Mengatur Pola Makan Untuk pneumonia akibat virus. cairan serebrospinal dan spinal column yang menyebabkan proses infeksi pada sistem saraf pusat V.

* Hindari rokok dan penderita batuk. * Lakukan imunisasi. terutama untuk anak. * Makanlah dengan gizi seimbang. .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful