Banyuwangi_Lap Uji Geolistrik

Penentuan Akuifer Air Bawah Tanah

Di Dusun Dukuh Pancoran, Desa Sidowangi, Kecamatan Wongsorejo, Kabupaten BanyLrwangi

Propinsi Jawa timur

-.|
*i*:'.::r:

Disusun Oleh i
Laboratorium Geofisika, Jurusan Fisika Fakultas Matematika dan Ilmu pengetahuan Alam Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS). Surabaya
Kampus

ffi

ilK

IfS

Gedung G, Sukolilo-Surabaia. Tetp. 031-5914696, Fa,. 031-5914696

]]FERs 1oj toz 1tl (ms/m) ioo CONDUCTIVITY Gambar l. permeabililas dan suhu. arus.GEOLISTRIK TAHANAN JENIS 1. diantaranya kelimpahan kandungan mineral-elektrolit padat-air serta keragaman tekstur. perbedaan sifat hantaran listik pada batuan tersebut dipengaruhi oleh beberapa faktor. Salah satu metode geolistrik yang sering digunakan untuk mempelajari keadaan bawah permukaan bumi adalah melode tahanan jenis (resistivitas). dan medan elektromagnetik yang terjadi baik dengan penginjeksian arus maupun secara alamiah. Pendeteksian ini meliputi pengukuran potensial. porositas. sehingga anomali batuan dan mineral yang mempunyai sifat berbeda-beda dalam menghantarkan arus listrik digunakan sebagai dasar penafsiran. REEISTIVITY (Q m) 1rl' Griphite SHI!LF NON ?EATHEFEI] FOCKS 'IEATHEBEE FOC€ ALACIAL SEEII4EflTS 5h!le5 S. Pemikiran awalnya dilandasi oleh asumsi bahwa bumi bersifat elektris.1990).ndsiones SEOIMENTAEYFOCKS VATEF AQI.Kisaran nilai tahanan jenis dari beberapa ienis batuan . GAMBARAN UMUM Metode geolistrik merupakan metode yang digunakan untuk mempelajari sifat aliran listrik di dalam bumi dengan cara mendeteksinya di permukaan bumi (Lilik Hendrajaya.

yang diketahui dengan mengalirkan arus searah atau arus bolak-balik berfrekuensi rendah. untuk melakukan akuisisi data sendiri ada beberapa cara yang dapat dilakukan tergantung kebutuhan dan target yang ingin didapatkan. 2 dimensi Pengukuran dilakukan dengan cara memperlebar jarak antar elektroda dan menggeser titik tengah pengukuran sepanjang lintasan pengukuran sehingga didaptkan sebaran nilai resistivitas secara vertikal sepanjang lintasan pengukuran. 3 dimensi Metode ini merupakan gabungan antiara cara pengambilan data mapping dan 2 dimensi. sehingga akan didapatkan sebaran nilai resistjvitas secara vertikal pada Iuasan area pengukuran- Untuk melakukan keempat cara akuisisi geolistrik diatas dapat digunakan beberapa konfigurasi eleKroda. Vertical electrical sounding (VES) / I dimensi Pengukuran dilakukan dengan memperlebar jarak antar elektroda dengan titik tengah yang sama.Besaran fisik yang mendasari metoda geolistrik tahanan jenis adalah nilai tahanan jenis dari batuan yang berada di bawah permukaan bumi. Profiling Untuk melakukan akuisisi data profiling. konfiguras tersebut antara lain : o Konfigurasi schlumberger EleKroda yang digunakan pada konfigurasi ini berjunlah 4. cara akuisisi data tersebul antara lain .21 . Untuk mendapatkan nilai resistivitas semu dari konligurasi ini digunakan persamaan berikut : !. pengukuran dilakukan pada interval yang konstan sepaniang garis pengukuran (profiling) atau sesuai luasan yang dibuluhkan (mapping) dengan jarak elektroda dibuat konstan.2 elektroda merupakan elektroda potensial dah 2 elektrcda lainnya merupakan elektroda penginjeksi arus (Gambar 2) dengan jarak elektroda arus jauh lebih besar dari jarak elektroda potensial. pengukuran dengan cara ini digunakan untuk mendapatkan variasi nilai resistivitas secara vertikal pada satu titik pengukuran.

= jarak elektroda arus (OA. Nilai resestivitas semu persamaan berikut : dari konfigurasi ini didapat dengan menggunakan ^ LI/ pd=tEa. Konfigurasi wenner Untuk melakukan akuisisi data geolistrik menggunakan konligurasi wenner diperlukan 4 buah eleKroda denan jarak antar eleKroda sama panjang. keterangan I = Potensial ! Arus a p" =jarak antar elektroda (AM=MN=NB) = nilai tahanan jenis semu (ohm./OB) = jarak elektroda potensial (OM/ON) p" = nilai tahanan jenis semu (ohm.m) Gambar 2. M&N elektroda potensial.P) LV 2!.m) t-t .r(r: . A&B elektroda arus. keterangan: I = Potensial L !. Konfigurasi Schlumberger.

A&B elektroda ArUS. Seperangkat alat geolistrik dan alat pendukung it B. Prosedur akuisisi data Akuisisi data geolistrik di lokasi ini bertujuan untuk mendapatkan nilaitahanan jenis dibawah permukaan secara vertikal pada salu titik pengukuran agar dapat menentukan ada atau tidaknya dan letak akuifer air bawah tanah. Konfigurasi Wenner. Peralatan Untuk melakukan akuisisi data geolistrik ini diperlukan peralatan sebagai berikut: . Seperangkat alat Geolistrik tahanan jenis Tigre campus Data sheet clobal Positioning System (cps) 2 buah meteran 100 meter Alat tulis Gambar 4. . . METODOLOGI KERJA A.Gambar 3. . . M&N elektroda potensial. Untuk mendapatkan hal tersebut maka digunakan proses pengarnbilan data Vertical t4 . 2.

5 meter dan eleKroda arus L=1. -t n3 ql Gambar 5. Posisi awal elektroda potensial diletakkan pada /= 0.5m sampai 250 meter tergantung ketersediaan lahan. 2. litologi permukaan dan lainnya. 5. Berikut tahapan pengerjaan akuisisi data : 1. pada Tabel 1 dapat dilihat koordinat dan dokumentasi masing-masing titik pengukuran. Pengambilan data pendukung seperti koordinat.5 meter. Evaluasi 5i . Melakukan akuisisi data geolistrik VES dengan konfigurasi schlumberger di 6 titjk pengukuran. untuk elektroda potensial jarak elektroda terjauh adalah 40 meter dan untuk elektroda arus dipindahkan secara gradual dari 1.electrical sounding (VES) dengan konfigurasi schlumberger. Skema perpindahan elekroda konfigurasi schlumberge. Persiapan peralatan Penentuan lokasi pengukuran. 3. 4.

Tabel 1. Lokasi dan dokumentasi titik pengukuran geolistrik .

lnpul data yang dibutuhkan pada software ini adalah Kode titik.3. jarak eleklroda arus dan nilai resistivitas semu. Dari resistivitas semu yang telah didapat harus dilakukan pengolahan data lebih lanjut agar didapatkan nilai tahanan jenis sebenarnya. 7 dan 8 dapat dilihat hasil pengolahan data titik LS-1. dari nilai ini dapat ditentukan nilai tahanan jenis semu dengan menggunakan persamaan yang telah dibahas sebelumnya. . untuk melakukan pengolahan data ini digunakan software lPl2win by Moscow State University. PENGOLAHAN DATA DAN INTERPRETASI Data yang diperoleh dari hasil akuisisi data berupa nilai resistance (R). LS-2 dan LS-3. Hasil pengolahan data tjtik pengukuran LS-1. l Gambar 7. setelah itu dilakukan pengolahan pada masig-masing titik pengukuran. jarak elekroda potensjal. Hasil pengolahan data titik p€ngukuran LS-2.&*H'i' Gambar 6. . pada Gambar 6.

2 22.0 45.2 78.4 Breksi 456 204 6 250.3 164 1053 40.0 0.2 lJo 204.4 Breksi *Akuifer ini kurang produKif dan dimungkinkan ada hanya pada musim hujan :a! .3 40. Yang dihasilkan pada pengolahan data ini adalah data nilai resistivitas tiap kedalaman pada tiap titik pengukuran.6 jenis Litologi Top soil Top soil Breksi Batuan andesit Tuf berpasir Batuan andesit Keterangan 17.4 kedalaman Atas (m) Bawah (m) 0. Hasil pengolahan data titik pengukuran LS-3.3 0. Tabel 2.9 17. dari hasil ini dilakukan proses interpretasi untuk mendefinisikan jenis lapisan penyusun area penelitian dan selanjutnya dapat ditentukan ada tidaknya akuifer serta letak akuifer air bawak tanah_ Berikut hasil interpretasi pada tiap titik pengukuran (Table 24).3 0.2 86. 9351 165. Hasil interprelasi titik LS-1 Resistivitas 22070 15.I ll I cambar 8.9 0.3 0.6 '165.6 Ketebalan (m) 0.6 39.6 384 Akuifer.2 78.9 54.

9 189.3 4.2 0.6 Bongkahan andesit-basalt Tuf berpasir Breksi Breksi Tuf berpasir Breksi Tuf berpasir Akuifer* 31.2 o.i "! .0 42.Akuifer ini kurang produktif dan dimungkinkan ada hanya pada musim hujan '-{ s i.0 123.3 39.64 Tuf berpasir Akuifer* 8.9 Breksi Bongkahan 207 .9 166.0 0. Hasil interpretasi titik LS-2 Resistivitas 1696 8.0 1.9 105 Batuan andesit '18 189.5 393 539 4.3 s92 44.9 0.9 207 .9 250.9 Ketebalan 0.6 Top soil 08 2.0 447 Breksi .2 84.7 Akuifer produktif 242 20.6 194.3 9.3 0.O 40.2 Akuifer produktif 215.3 0.I 45.3 0.0 o.Tabel 3.9 14.9 Breksi 39.47 156 4.21 jenis Litologi Keterangan 814 *Akuifer ini Top soil 0.O 35.9 544 55.7 tuf berpasir Akuifer" 84.8 215.8 72.12 andesit-basalt kurang produktif dan dimungkinkan ada hanya pada musim hujan Tabel 4.9 72.0 42.2 30.8 Ketebalan (m) o.6 jenis Litologi Top soil Top soil Breksi Keterangan 1462 6.O 1.22 Top soil 2.9 14.92 4415 30.5 14541 115 kedalaman Atas (m) Bawah (m) 0. Hasil interpretasi titik LS-3 Resistivitas kedalaman atas bawah 0.1 123.61 Breksi 8.0 250.9 436 172 166.9 51.6 194.5 't7.

coklat kelabu. porfiritik. piroksen dan mineral mafik. setempat berslruktur di skorja.--: Gambar 9. massa dasar tuf kasar. fenokris plagioklas. kemas terbuka dan padu. Pada gambar g dapat dilihat Hidrogeologi daerah penelitian. andesitik-basaltik. Berdasarkan peta Geologi Lokasi peneljtian terletak regional.berbutir kerikil sampai bongkah menyudut tanggung. berbutir lumpur sampai bongkah.4. Kabupaten Banyuwangi. Batuan gunung api rante disusun oleh breksi gunung api. kelabu kecoklatan.m)). lava. umumnya air tanah tidak dimanfaatkan karena dalamnya muka air tanah. . banyak mengandung batu apung yang berukuran lapili pasir. Lahar. pengukuran dilakukan pada 3 lokasi yang mesih berada di Dusun Dukuh pancoran. lahar dan tuf pasiran. breksi gunung api. berkomponen andesit_basalt dan pecahan batuan gunung api. Kecamatan Wongsorejo. dalam massadar kaca gunungapi. rapuh. beMarna kelabu kecoklatan. qrr {r. Lava. berukuran halus. Hidrogeologi lokasi pbnelitien'- 10 . Desa Sidowangi. Berdasarkan peta Hidrogeologi regional. PEMBAHASAN Dusun Dukuh pancoran.r Lrrlr rii . daerah penelitian merupakan batuan gunung api rante (ev(r. tuf pasiran. daerah penelitian termasuk dalam kategori akuifer produktif setempat dengan keterusan sangat beragam.komponennya terdiri dari basalt dan batu apung. berstruktur aliran. setempat terdapat mata air bedebit kecil dapat diturap.

lava. 3 dan 4 dengan cara melakukan korelasi semua data yang ada.Berdasarkan geologi regional daerah penelitian disusun oleh batuan gunung api rante (Qv(r. KESIMPULAN Dari hasil akuisisi. Batuan andesit memiliki nilai resistivitas diatas 1000Om dan tuf pasiran memiliki nilai resistivtas dibawah 100Om. lahar dan tuf pasiran. Bongkahan andesit-basalt memiliki nilai resistivitas 600Om-1000Om. .6 m dan 194. dari beberapa lapisan batuan ini yang memungkinkan menjadi lapisan pembawa air atau akuifer adalah lapisan tuf pasiran.m)). Data primer berupa hasil pengukuran geolistrik dan hasil pengamatan litologi serta morfologi secara langsung dilapangan.9 m -'166. 11 i. pengolahan. interpretasi dan korelasi data yang telah dilakukan dapat disimpulkan bebe€pa hal berikut ini: 1.8 m -2'15 m.. Berdasarkan hasil akuisisi data. Berdasarkan hidrogeologi daerah penelitian memiliki akuifer setempat dengan muka air tanah yang dalam. produktif 3. sedangkan data sekunder berupa data geologi regional dan data hidrogeologi regional- Dari hasil interpretasi didapatkan bahwa daerah penelitian disusun oleh breksi. 5.Data geolistrik dapat diinterpretasikan seperti pada tabel 2. Breksi memiliki nilai resistivitas antara 100Om600Om. baik data primer maupun data sekunder. 2. pengolahan dan interpretasi data geolistrik tahanan jenis akuifer produKif terletak pada lapisan tuf pasiran dititik pengukuran LS-3 pada kedalaman 123.

:* :.f?j: .::.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful