BAHAN AJAR

OLEH

LA HATANI, SE,.M.M

JURUSAN MANAJEMEN FAKULTAS EKONOMI UNIVERSITAS HALUOLEO KENDARI 2008
1

DAFTAR ISI Hal : HALAMAN JUDUL ................................................................................... DAFTAR ISI ............................................................................................... KATA PENGANTAR ................................................................................. I. PEMBENTUKAN SIKAP MENTAL WIRAUSAHA .................. II. KEPEMIMPINAN DALAM WIRAUSAHA…………………….. III. MENGAMBIL RESIKO (RISK TAKING) ................................... IV. PENGAMBILAN KEPUTUSAN…………………………………. V. PEMBELAJARAN MENUMBUHKAN SIKAP WIRAUSAHA.. VI. MEMBANGKITKAN MOTIVASI &INOVASI WIRAUSAHA.. VII. MENILAI PELUANG USAHA/BISNIS ........................................ VIII. CONTOH KASUS, REVIEW ARTIKEL & JURNAL…………. DAFTAR PUSTAKA..................................................................................
i ii iii

1 11 20 26 31 51 67 76 98

2

KATA PENGANTAR Alhamdulillah, dengan memanjatkan puji syukur ke hadirat Allah SWT, atas limpahan Rahmat, Taufik dan Hidayah-Nya telah memberikan petunjuk, kesehatan, kesempatan dan kekuatan kepada penulis sehingga dapat menyajikan tulisan Bahan Ajar mata kuliah Kewirausahaan. Di dalam tulisan ini, disajikan pokok-pokok bahasan yang terdiri atas sepuluh 8 Pokok Bahasan yang disusun sebagai bahan penuntun atau pegangan mahasiswa di lingkup Jurusan Manajemen, Fakultas Ekonomi Universitas Haluoleo dengan materi yang telah disesuaikan khususnya mata kuliah Kewirausahaan. Sebagai materi dalam Bahan Ajar ini merupakan hasil penyempurnaan dari materi yang dilakukan dalam perkuliahan yang telah disusun sebelum ditambah dengan beberapa contoh kasus dan trend baru keilmuan Kewirausahaan. Harapan penyusun bahwa Bahan Ajar ini dapat membantu para mahasiswa dan tim pengajar dalam kegiatan perkuliahan. Ucapan terimah kasih disampaikan kepada semua pihak yang telah banyak membantu dan mengarahkan dalam penyusunan Bahan Ajar ini. Disadari bahwa dengan kekurangan dan keterbatan yang dimiliki penulis, walaupun telah dikerahkan segala kemampuan untuk lebih teliti, tetapi masih dirasakan banyak kekurangtepatan, oleh karena itu penulis mengharapkan kritik dan saran yang membangun agar tulisan ini bermanfaat bagi yang membutuhkan. Kendari, Agustus 2008 Penulis,

La Hatani, S.E., M.M. NIP. 132 308 766
3

Semangat wirausaha berasal dari semangat individu itu sendiri yang tercermin dengan jelas dalam menghadapi ketidakpastian dan persaingan. kedua. Ada tiga peranan yang menonjol dari seorang wirausahawan. pertama. ketiga. 4 . Berkaitan dengan bakat dan karakteristik yang khas dari kalangan wirausahawan. Dalam hal ini. TUJUAN UMUM Diharapkan mahasiswa dapat memiliki pengetahuan dan mengubah perilaku untuk bersikap mental wirausaha. 2. wirausahawan sebagai individu yang mencari peluang yang menguntungkan.1. dan budaya di mana wirausahawan tersebut berasal. Sikap &Profesi 4. KATA KUNCI: Hakekat Wirausaha. TUJUAN KHUSUS a. c. maka ia dapat dikatakan memiliki ketiga peranan tersebut. Mahasiswa diharapkan mengubah perilaku bersikap mental wirausaha. masyarakat. dan suka akan risiko. 3. sebagai pencari peluang. yakni. yaitu peranan sebagai inovator. wirausahawan sebagai innovator. RANGKUMAN Wirausahawan merupakan individu yang sangat spesifik dalam perilakunya. Mahasiswa diharapkan dapat membedakan antara wirausaha dan profesi. proses menjadi wirausahawan sangat dipengaruhi oleh faktorfaktor manusia dan intuisinya. Mahasiswa diharapkan dapat menjelaskan falsafah wirausaha b. jika seorang wirausahawan memulai usaha baru dengan produk baru. di mana seorang wirausahawan selalu mencari kombinasi sumberdaya dalam menjalankan usahanya. wirausahawan menyukai risiko.

Memperoleh penghasilan untuk diri sendiri 3.5. Oleh karena itu kewirausahaan melekat pada diri 5 . Hal ini kiranya tidak berlebihan karena kenyataan menunjukkan bahwa mayoritas wirausahawan tidak berpendidikan tinggi. Beberapa keuntungan yang akan diperoleh dengan berwirausaha yaitu: 1. Ide dan motivasi yang timbul untuk maju besar 4. Di sisi lain perubahan yang terjadi merupakan perubahan paradigma persaingan yang bersifat tidak terusmenerus (discontinuous). sehingga faktor pendidikan bukan merupakan hal penting bagi studi wirausaha (entrepreneurship). Hal ini memerlukan suatu perbaikan yang berkelanjutan. bukan oleh faktor-faktor lain. bagaimana seorang wirausahawan memulai usaha dan bagaimana mereka bertahan dalam kondisi lingkungan yang berubah terus menerus (open-ended changes). Masa depan lebih cerah dan tidak tergantung kepada orang lain. serta sikap mental wirausaha. seorang wirausaha memerlukan suatu strategi positioning yang kuat serta konsisten dalam suatu lingkungan persaingan yang dinamis. Keberhasilan usaha kecil. Pendahuluan Karakteristik yang khas dari kelompok usaha kecil. Falsafah/Hakekat Wirausaha Kewirausahaan adalah kemampuan diri seseorang dalam menentukan dan mengevaluasi peluang-peluang usaha dengan mengelola sumber- sumber daya yang ada. terutama yang menyangkut bakat (personality traits). Dalam kaitannya dengan upaya untuk mempertahankan usaha. Pokok bahasan ini menjelaskan tentang falsafah/ hakekat wirausaha. URAIAN PEMBELAJARAN A. wirausaha dan profesi. B. Meningkatnya harga diri 2. sering kali dikaitkan dengan bakat yang dimiliki oleh pengusaha (pemilik usaha).

dinamis dan menyenangkan sehingga keberadaan diri manusia menjadi nyata dan bernilai. kebutuhan manusia mengalami proses perkembangan dan sangat beragam. Dengan bekerja kehidupan lebih bergairah.manusia. artinya bekerja disini adalah berbuat sesuatu agar kehidupan lebih bermakna atau berperadaban. Dari perjalanan peradaban manusia. Dalam hubungan tersebut ada 2 (dua) variabel pengukur hasil kerja yaitu : (1) Manfaat/Kegunaan. merupakan salah satu unsur inner dynamic factor (faktor dinamika yang berada dalam diri manusia). (2) Produktivitas. ada 4 elemen pokok yang perlu disadari akan eksistensi keberadaan manusia dalam memahami falsafah/hekekat wiarausaha yaitu : 1) Hakekat Keberadaan Manusia. adalah pekerja dan tanpa bekerja fungsi diri kehilangan sebagai manusia mahluk makna. dengan utama di muka bumi akan adalah indikator demikian bekerja eksistensi manusia. bekerja berarti menghasilkan sesuatu baik secara kuantitatif maupun kualitatif. 3) Etos Kerja. karena manusia bekerja untuk mempertahankan hidup dan kelansungan hidup. Sehubungan dengan hal tersebut. Manusia dalam hidupnya wajib bekerja. sementara keberadaan manusia di dunia ini merupakan mahluk utama dan titik sentral berkembangnya peradaban masyarakat. Manusia bekerja untuk memenuhi kebutuhan hidupnya dalam rangka mempertahankan kelansungan hidup. 4) Kebutuhan Hidup. 2) Kewajiban Manusia Dalam Hidupnya. Maslow mempertimbangkan kebutuhan manusia sebagai motivasi dan perilaku manusia dalam sebuah model hierarki kebutuhan berdasarkan urutan kadar pentingnya sebagai berikut : 6 . Dengan etos kerja.

Model Hierarki Kebutuhan Maslow C. Pengertian Wirausaha Dan Profesi Wiraswata terdiri atas 3 kata yaitu Wira adalah manusia unggul. Wirausaha adalah sebagai manifestasi dari kemampuan dan kehendak dari individu-individu.1. untuk merasakan dan menciptakan peluang ekonomi baru (produk baru. berjiwa besar. di dalam dan di luar organisasi. paklawan/pendekar kemajuan dan memiliki keagungan watak.Gambar 1. (Soemanto. Swa artinya sendiri. memelihara usaha dan membesarkannya. 1994). Wirausaha (Entrepreneur) adalah orang yang mendobrak sistem ekomomi yang ada dengan memperkenalkan barang dan jasa yang baru. berbudi luhur. keutamaan serta keperkasaan dalam memenuhi kebutuhan serta memecahkan masalah hidup dengan kekuatan yang ada pada diri sendiri. teladan. Kewirausahaan (Entrepreneurship) adalah kegiatan individu atau kelompok yang membuka usaha baru dengan maksud memperoleh keuntungan (Profit). dalam bidang produksi atau distribusi barang dan jasa. dengan menciptakan bentuk organisasi baru atau mengolah bahan baku baru. dan Sta artinya berdiri. metode 7 . 1984). terhadap organisasinya baik secara sendiri-sendiri maupun dalam bentuk tim. Dengan demikian secara etimologis wiraswasta berarti keberanian. berani. (Joseph.

dan suka risiko. maka ia dapat dikatakan memiliki ketiga peranan tersebut. Kirzner dan Knight dalam Carree dan Thurik (2002) mengemukakan bahwa ada tiga peranan yang menonjol dari seorang wirausahawan. di mana seorang wirausahawan selalu mencari kombinasi sumberdaya dalam menjalankan usahanya. Schumpeter. bentuk dan penggunaan sumberdaya dan institusi (Wenneker dan Thurik dalam Carree dan Thurik. dan budaya di mana wirausahawan tersebut berasal. 3) Wirausahawan menyukai risiko. 2002). Definisi tersebut terus sebagai individu yang mencari peluang yang 8 . Morrison 2000) meyakini bahwa sumber wirausaha berasal dari semangat individu itu sendiri yang tercermin dengan jelas dalam menghadapi ketidakpastian dan persaingan. Berkaitan dengan bakat dan karakteristik yang khas dari kalangan wirausahawan. Kirzner (dalam. Dalam hal ini. Morrison (2000) mengemukakan bahwa proses menjadi wirausahawan sangat dipengaruhi oleh faktor-faktor manusia dan intuisinya. skema organisasi baru dan kombinasi produk-pasar yang baru). 2) Wirausahawan menguntungkan. Wirausaha adalah kegiatan memindahkan sumberdaya ekonomi dari kawasan produktivitas rendah ke kawasan produktivitas yang lebih tinggi dan hasil yang lebih besar (Drucker. sebagai pencari peluang. yaitu peranan sebagai inovator. dan memperkenalkan gagasan-gagasan mereka di pasar dalam menghadapi kendala dan ketidakpastian pasar. yakni : 1) Wirausahawan sebagai innovator. masyarakat. dengan cara membuat keputusan terhadap lokasi. jika seorang wirausahawan memulai usaha baru dengan produk baru. 1985). Wirausahawan merupakan individu yang sangat spesifik dalam perilakunya.baru.

Memiliki kemampuan mengidentifikasi suatu pencapaian sasaran (goal) atau visi dalam usaha 2. bangsa dan negara. perancangan proses dan peralatan. Siagian et al. tujuannya adalah tercapainya kesejahteraan individu dan nilai tambah bagi masyarakat. sehingga Drucker menyimpulkan bahwa wirausaha adalah kemampuan seseorang untuk menciptakan suatu produk yang tadinya biasa-biasa saja tetapi dengan penerapan konsep manajemen dan teknik manajemen (yaitu dengan bertanya nilai apa yang berharga bagi pelanggan). Adapun ciri-ciri pokok yang sangat menentukan keberhasilan seorang wirausahawan adalah: 1. Kemampuan untuk mengambil resiko keuangan dan waktu. 9 . Berdasarkan pendapat Drucker tersebut dapat dikemukakan bahwa tidak semua usaha baru. kiat. standarisasi produk. yakni proses penciptaan sesuatu yang baru (kreasi baru) dan membuat sesuatu yang berbeda dari yang sudah ada (inovasi). akan tetapi kemampuan untuk meningkatkan produktivitaslah yang disebut sebagai wirausaha. seni dan tindakan nyata yang sangat perlu. (1999) mengemukakan bahwa wirausaha adalah kesatuan terpadu dari semangat.berkembang sampai sekarang. Kao (1995) juga menyebut wirausaha sebagai suatu proses. nilai-nilai dan prinsip serta sikap. tepat dan unggul dalam menangani dan mengembangkan perusahaan atau kegiatan lain yang mengarah pada pelayanan terbaik kepada pelanggan dan pihak lain yang berkepentingan termasuk masyarakat. kecil dan milik sendiri sebagai wirausaha. dan dengan mendasarkan pelatihan pada analisis pekerjaan yang akan dilakukan serta menetapkan standar yang diinginkan sehingga meningkatkan hasil sumberdaya yang ada dan menciptakan pasar serta pelanggan baru.

Technical Knowledge (pengetahuan teknis). Human Relation Ability (kemampuan menjalin hubungan antar manusia) meliputi: pengendalian diri. 5. 4. karyawan. pengorganisasian dan pelaksanaannya. Adapun sikap dan perilaku yang harus dilakukan oleh seorang wirausaha adalah sebagai berikut: 10 . Communication Ability (kemampuan berkomunikasi). yaitu orang yang memiliki sifat bertanggung jawab. dll. banker. Mampu menjalin hubungan baik dengan para pelanggan. memiliki kemampuan berkomunikasi dan memiliki pengetahuan teknis yang baik dalam menciptakan nilai tambah dari peluang usaha yang ada. berpikir kreatif dan berpikir analitis. D. Drive yang kuat (motivasi untuk maju). menyatakan ada 5 ciri-ciri wirausahawan yang berhasil yaitu : 1. 3.3. Mental Ability (kemampuan mental) meliputi: IQ. inisiatif. Sedangkan Abrahamso (1989). Bekerja keras dan melakukan sesuatu yang diperlukan dan mampu mencapai keberhasilan. 5. 4. mental yang kuat. kemampuan menjalin hubungan dan kemampuan bergaul. Berdasarkan beberapa pendapat para ahli tersebut dapat disimpulkan bahwa seorang wirausahawan yang berhasil memiliki motivasi untuk maju. tekun dan ambisi untuk maju. Memiliki kemampuan di bidang perencanaan. pemasok. giat. Sifat Wirausaha Dan Kebiasaan Sikap dan perilaku pengusaha dan karyawannya merupakan bagian penting dalam etika wirausaha. kreatif dan inovator. kemampuan menjalin hubungan antar manusia. 2.

Rasa memiliki usaha yang tinggi Wirausahawan adalah orang-orang yang mempunyai kemampuan melihat dan menilai kesempatan-kesempatan bisnis. dan perspektif Berorientasi ke Masa Depan Sumber : Meredith . Jujur dalam bertindak dan bersikap 2. Daftar Ciri dan Watak Wirausaha Ciri -Ciri Watak Percaya Diri Berorientasi Tugas & Hasil Pengambil Risiko Kepemimpinan Keorisinilan Keyakinan. berorientasi laba. Selalu ceria dan pandai bergaul 7. individualitas. tidaktergantungan. optimisme Kebutuhan persepsi. Para wirausahawan juga disebut sebagai individu-individu yang berorientasi kepada tindakan. dan inisiatif Kemampuan mengambil risiko. Rajin. Serius dan memiliki rasah tanggung jawab 9. mengumpulkan sumber-sumber daya yang dibutuhkan guna mendapatkan keuntungan daripadanya dan mengambil tindakan yang tepat guna memastikan kesuksesan. suka pada tantangan Bertingkah laku sebagai pemimpin. dan mengetahui banyak hal Pandangan ke depan. 11 . Selalu murah senyum 4. The Practice of Entrepreneurship (1998). menanggapi saran dan kritik Inovatif dan kreatif. punya banyak sumber. mempunyai dorongan (motivasi) kuat.1. Meredith (1988) merinci ciri dan watak seorang wirausahawan sebagai berikut : Tabel 1. energitik. Sopan santun dan hormat 6. Fleksibel dan suka menolong pelanggan 8. ketekunan dan ketabahan. serba bisa. bermotivasi tinggi dan berani mengambil risiko dalam mengejar tujuannya.1. tekad kerja keras. Lemah lembut dan ramah tamah 5. tepat waktu dan tidak pemalas 3. dapat bergaul dengan orang lain.

toleran terhadap banyaknya pilihan. Seorang wirausahawan terlepas apakah dia bawaan sejak lahir atau dari proses pengembangan. memiliki self determination atau locus of control. inisiatif dan memiliki need for achievement. baik antar orang maupun antar fenomena kehidupan. mengumpulkan sumberdaya yang diperlukan untuk memperoleh manfaat dari peluang dan memulai kegiatan yang sesuai untuk meraih keberhasilan. percaya diri. dan memiliki motivasi yang kuat (Lambing dan Kuehl. Wirausaha adalah seorang pencipta perubahan (the change creator). waktu adalah berharga. pada umumnya memiliki ciri-ciri: gemar berusaha. Gede Prama (Swa 09/XI/1996). perfeksionis. mengelola risiko. Hal ini membutuhkan visi. merinci beberapa jiwa dan kemampuan yang biasanya ada pada diri seorang wirausahawan. kreatif. d. Seseorang yang memiliki jiwa wirausaha adalah seseorang yang memiliki tindakan kreatif membangun nilai dari suatu yang tidak nampak menjadi sesuatu yang nampak. sebagai peluang dibanding sebagai kesulitan. 12 . bukan sesuatu yang harus diulangi. untuk kemudian bereksperimen dengan pembaruan-pembaruan. tegar walaupun gagal. perubahan dipandang sebagai kesempatan. b. Wirausaha selalu melihat perbedaan. Wirausaha cenderung jenuh terhadap segala kemampuan hidup. Hal tersebut merupakan upaya untuk mengejar kesempatan tanpa peduli terhadap ketersediaan sumberdaya atau ketiadaan sumberdaya di tangannya. Wirausaha melihat pengetahuan dan pengalaman hanyalah alat untuk memacu kreativitas. di antaranya adalah : a. Wirausaha adalah seorang pakar tentang dirinya sendiri. wirausaha adalah jiwa seseorang yang mempunyai kemampuan untuk melihat dan menilai peluang bisnis. c. memiliki pandangan luas. 2000). kegemaran dan komitmen untuk mencapai visi tersebut. e.Dilihat dari aspek kejiwaan.

. 1998. 1995. Jelaskan ciri-ciri wirausaha yang berhasil tersebut? 4) Jelaskan keterampilan apa saja yang harus dimiliki oleh seorang wirausaha? 5) Setelah menyelesaikan pendidikan. Gibb. 1990. Rae. sifat kepribadian atau bakat (Naffziger. Collins et al. 1993). 2000. 1995. biasanya kita diperhadapkan kepada dua pilihan yaitu menjadi pegawai atau berwirausaha. Leitch dan Horrison. 1997. dan Freel. 6. EVALUASI 1) Uraikan pengertian wirausaha dan kemampuan apa saja yang diperoleh dari hasil wirausaha? 2) Untuk menjadi seorang wirausaha diperlukan watak dan sikap yang baik. 1993. dan Bygrave. Uraikan latar belakang mengapa seseorang perlu untuk melakukan wirausaha atau memilih menjadi pegawai? 13 . 1999. 2003) dan bimbingan pihak lain (Brown. 1994. 2003). Rae. Ardichvili et al. Littunen.. Uraikan sikap dan watak wirausaha yang baik tersebut? 3) Seorang wirausaha yang berhasil dalam usaha memiliki ciri-ciri tertentu. peluang usaha (Eckhardt dan Shane. Mumford. 2002. Minniti. Robinson dan Sexton..Banyak contoh yang menunjukkan bahwa keberhasilan wirausaha sering dikaitkan dengan kemampuan wirausahawan dalam menghadapi permasalahan lingkungan usahanya (Birley dan Westhead. Baron dan Markman. 1990. 1987. 2000). 1999) maupun dari pengalaman (Henderson. 2000. 2003). 2001) baik melalui proses pendidikan dan pelatihan (Ulrich dan Cole. Sulivan. 2000. 2003) dan motivasi dalam memulai usaha (Gray. Kemampuan mengatasi permasalahan juga dikaitkan dengan kemampuan wirausahawan untuk belajar (Deakin. Shane et al. Cope dan Watts.

sehingga dalam proses penetapan definisi kepemimpinan didasarkan pada bagian-bagian alur pikir para teoritukus. Kemampuan mengubah “Egosentrisme” para bawahan menjadi “organisasi-organisasi” 14 . Mahasiswa diharapkan dapat menjelaskan dan memberi contoh sikap kepemimpinan yang positif. 2. TUJUAN UMUM Diharapkan mahasiswa mampu menjelaskan konsep kepemimpinan dalam wirausaha serta penerapanya dalam dunia empiris. Leadership 4. RANGKUMAN Kepempinan (Leadership) mempunyai arti yang luas.1. Mahasiswa dapat merumuskan suatu strategi dalam meningkatkan moral kerja karyawan 3. TUJUAN KHUSUS a. 3. c. Kepeminan adalah kemampuan seseorang untuk mempengaruhi orang lain dalam hal ini para bawahan sedemikian rupa sehingga orang lain itu mau melakukan kehendak pemimpin meskipun secara pribadi hal ini mungkin tidak disenangi. 2. Ada tiga hal yang paling utama dalam penerapan kepemimpinan yaitu : 1. b. Mahasiswa diharapakan dapat menjelaskan faktor-faktor yang dipertimbangkan dalam memimpin orang lain. KATA KUNCI: Entrepreneurship. Kepengikutan sebagai elemen penting menjalankan kepemimpinan. Seseorang yang menduduki jabatan pemimpin dituntut kemampuan tertentu yang tidak dimiliki oleh SDM lainnya dalam organisasi.

5. URAIAN PEMBELAJARAN A. Pendahuluan Dalam kehidupan sehari-hari kita sering menyaksikan berbagai aktivitas wirausaha yang tidak terlepas dari sikap kepemimpinan bahkan dalam kehidupan keluarga dan masyarakat. Kepemimpinan dan kewirausahaan adalah kemampuan diri seseorang dalam menentukan dan mengevaluasi peluang-peluang yang ada dengan mengelola sumber daya yang tersedia. Kewirausahaan dan kepemimpinan melekat pada diri manusia yang

merupakan khalifah yang diutus oleh yang Maha Kuasa untuk menjalankan Misi (Amanah) yaitu jujur, adil, dan bertanggung jawab. Pokok bahasan ini akan diuraikan sikap kepemimpinan yang positif; faktor-faktor yang dipertimbangkan dalam memimpin orang lain; dan merumuskan suatu strategi dalam meningkatkan moral kerja karyawan. B. Definisi Kepemimpinan Kepemimpinan adalah kemampuan meyakinkan orang lain untuk penetapan tujuan atau sasaran dengan penuh semangat Kepemimpinan adalah sebagai kemampuan untuk mempengaruhi kelompok ke arah tercapainya tujuan (Robbins 1996). Kepemimpinan adalah sebuah hubungan yang saling mempengaruhi diantara pemimpin dan pengikut (bawahan) yang menginginkan perubahan yang nyatayang menceminkan tujuan besarnya (J.C. Rost., 1993). Senada dengan yang dikemukakan oleh Richard L. Daft, (1999) bahwa kepemimpinan merupakan salah satu fenomena yang paling mudah diobservasi, tetapi menjadi salah satu hal yang paling sulit untuk dipahami. Akan tetapi perkembangan ilmu saat ini telah membawa banyak kemajuan sehingga pemahaman tentang kepemimpinan menjadi lebih sistematis dan obyektif.

15

Kepemimpinan merupakan proses untuk mendorong dan membantu orang lain untuk bekerja secara antusias dalam pencapaian tujuan. Kepemimpinan yang berhasil bergantung pada perilaku, ketrampilan,

tindakan yang tepat, bukan pada ciri pribadi. Berdasarkan definisi Kepemimpinan di atas ada 3 variabel utama yang tercakup di dalam kepemimpinan yaitu : 1. Kepemimpinan yang melibatkan orang lain. Seorang wirausaha akan berhasil apabila dia berhasil memimpin karyawannya atau mau bekerjasama untuk memajukan perusahaannya. 2. Kepemimpinan menyangkut distribusi kekuasaan. Para wirausaha mempunyai otoritas untuk memberikan sebagian kekuasaan kepada bawahannya dan diangkat menjadi pemimpin pada bagian tertentu. 3. Kepemimpinan menyangkut penanaman pengaruh dalam rangka mengarahkan para bawahan. Seorang wirausaha tidak hanya mengatakan apa yang harus dikerjakan oleh karyawan tetapi harus mampu mempengaruhi karyawannya untuk berprilaku dan bertindak memajukan perusahaan. Mengacu pada definisi kepemimpinan di atas, maka seorang pemimpin diharapkan mempunyai keterampilan yaitu: 1. Ketrampilan teknis ; mengacu pada pengetahuan dan ketrampilan 2. Ketrampilan manusiawi ; kemampuan bekerja secara efektif dengan orang-orang dan membina kerja tim 3. Ketrampilan konseptual ; kemampuan untuk berpikir dalam kaitannya dengan model, kerangka, hubungan yang luas. untuk

16

C. Sikap Kepemimpinan Wirausaha Peranan pemimpin amat penting dalam mencapai tugas organisasi, namun demikian eksistensi bawahan tidak bisa diabaikan begitu saja. Sukses tidaknya dalam mencapai tujuan organisasi tergantung pada kemampuan pimpinan untuk mempengaruhi bawahan dalam mengajak dan meyakinkan mereka, sehingga para bawahan ikut berpartisipasi terhadap apa yang telah dianjurkan dengan penuh semangat. Pemimpin adalah mempunyai pengertian menggerakkan organisasi lain agar organisasiorganisasi tersebut dengan penuh semangat dan bergairah dapat menyelesaikan pekerjaan sesuai tujuan organisasi yang telah ditetapkan. Seorang pemimpin adalah motor penggerak dalam pencapaian tujuan suatu organisasi. Dengan kemampuannya seorang pemimpin harus mampu memotivasi dan menyelaraskan tujuan organisasi ke dalam programprogramnya. Pendapat Fred Luthans, orang yang satu berbeda dengan yang lainnya selain terletak pada kemampuannya untuk bekerja juga tergantung pada keinginan mereka yang bekerja atau tergantung motivasinya. Kepemimpinan yang efektif hanya akan terwujud apabila dijalankan sesuai dengan fungsinya. Fungsi kepemimpinan itu berhubungan langsung dengan situasi sosial dalam kehidupan organisasi/kelompok masingmasing, yang mengisyaratkan bahwa setiap kepemimpinan berada di dalam situasi sosial kelompok atau orgnisasinya. Oleh karena itu situasi sosial itu selalu berubah dan berkembang, maka proses kepemimpinan tidak mungkin dilakukan sebagai kegiatan rutin yang diulang-ulang. Tidak satupun cara bertindak/berbuat yang dapat digunakan secara persis sama dalam menghadapi dua situasi yang terlihat sama, apabila berbeda dilingkungan suatu organisasi oleh seorang pimpinan. Sehingga satu cara bertindak yang efektif dari seorang pimpinan tidak dapat ditiru secara

17

Penguasaan Teknis 7. Integritas 6. kerugian manusiawi. Kepemimpinan negatif . Kesadaran akan Tujuan dan Arah 3. penekanan pada hukuman. pendidikan pegawai yang lebih baik. memberi pujian atau hiburan terhadap anggota kelompok atau bawahannya atau menunjukkan perhatian terhadap kesejahteraan karyawan. dituntut mandiri dan faktor lain yang membuat motivasi tinggi 2. Keramahan dan Kecintaan 5. Dalam hal ini meliputi: menjalin hubunganhubungan kerja. (1976) perilaku kepemimpinan secara umum diartikan sebagai tindakan-tindakan khusus dimana seorang pemimpin para anggota kelompok supaya mereka melakukan serta mengkoordinasikan pekerjaan di dalam kelompok mereka. pemimpin mendominasi dan merasa unggul. Ketergegasan Dalam Mengambil Keputusan 8. Antusiasme 4. Kepemimpinan positif . 18 . Pada prinsipnya sikap kepemimpinan dalam wirausaha dapat dibedakan sebagai berikut: 1. menekankan imbalan-ekonomik. Energi Jasmani dan Mental 2. Kemudian Ordway Tead mengemukakan ada 10 sikap kepemimpinan dalam wirausaha yaitu: 1. Keterampilan Menganjar 10. Kepercayaan Fiedler.tepat dengan mengharapkan hasil yang sama efektifnya oleh pimpinan lain. Kecerdasan 9.

si satu pihak sebagai pimpinan di lain pihak sebagai bawahan. dalam kata tersebut terkandung beberapa pengertian yang saling berhubungan erat. coercive power (kekuasaan paksaan). sebagai perumus kegiatan agar proses-proses dalam organisasi berjalan dan terlaksana. membimbing. Dalam kehidupan berorganisasi tidaklah bisa dihindari dua peran. Memimpin Orang Lain Proses mempengaruhi orang lain. berjalan didepan. 19 . expert power (kekuasaan keahlian) dan refernt power (kekuasaan referent). mengambil langkah pertama. legitimate power (kekuasaan legitimasi). karena fungsi pemimpin sebagai motor penggerak dalam proses-proses organisasi. mempelopori. Seorang pemimpin adalah panutan bagi yang dipimpin. menuntun dan menggerakkan organisasi lain melalui pengaruhnya. seorang pemimpin tidak dapat melepaskan diri dari kekuasaan yang dimilikinya. yakni: bergerak lebih awal. serta kekuasaan referent adalah seseorang karena kepribadian atau kharisma yang dimilikinya. mengarahkan pikiran. Sedangkan kekuasaan keahlian adalah kekuasaan khusus yang tidak dimiliki orang lain (bawahan). Kekuasaan paksaan adalah kekuasaan yang dimiliki oleh seorang pemimpin untuk menghukum atau memberi sangsi kepada orang lain dan kekuasaan legitimasi yaitu. Pemimpin disebut juga kader. Kekuasaan ganjaran maksudnya kekuasaan yang dimiliki oleh seorang pemimpin dalam menyediakan ganjaran/hadiah bagi orang lain. Jadi keberadaan seorang pemimpin dalam organisasi adalah penting. kekuasaan karena jabatan atau hierarki dalam organisasi. French dan Raven dalam Gibson dkk (1995) mendentifikasikan bentuk kekuasaan yaitu reward power (kekuasaan ganjaran).D.

Kepemimpinan tercipta karena adanya dinamika antar pribadi dan kelompok yang meliputi: Proses interaksi oang-orang secara langsung dalam kelompok Memiliki kandungan yang berbeda dari anggotanya Rapat adalah bentuk aktivitas kelompok dan digunakan untuk mendukung suatu keputusan Keberhasilan kepemimpinan seseorang tidak lepas dari peranan pimpinan secara langsung. Keberhasilan seorang pemimpin pada umumnya diukur dari produktivitas dan efektivitas pelaksanaan tugas-tugas yang dibebankan pada dirinya. bahwa kepemimpinan adalah sebagai kemampuan untuk mempengaruhi kelompok ke arah tercapainya tujuan. Pendapat yang dikemukakan oleh Kastz dan Rosesenzwig. (1996). Hal ini sejalan dengan apa yang dikatakan Robbins.Davis (1972) mengemukakan kepemimpinan adalah kemampuan meyakinkan orang-orang lain untuk penetapan tujuan atau sasaran dengan penuh semangat. Kepemimpinan adalah kemampuan untuk mempengaruhi orang lain untuk mencapai tujuan dengan bersemangat. Ini adalah suatu faktor manusiawi yang mengikat kelompok secara bersama-sama dan memberikan dorongan (motivasi untuk mencapai tujuan). 20 . Peranan perilaku pemimpin yang mendorong menyatukan pengikut/bawahan ke arah tujuan-tujuan tertentu dalam tingkungan tertentu. Hal ini disebabkan selain sistem atau manajemen yang mendukung keberhasilan kepemimpinan tetapi faktor sifat-sifat pribadi seorang pemimpin juga menentukan keberhasilan kepemimpinan. Apabila produktivitas naik dan semua tugas dapat dilaksanakan dengan efektif maka dapat disebut sebagai pemimpin yang berhasil.

memotivasi orang untuk memberikan kontribusi. serta etika profesi kepemimpinan. Pemimpin adalah orang yang memimpin umumnya pada kelompok yang lebih dari dua orang (organisasi) dan kepemimpinan yang diartikan sebagai kemampuan dan aktivitas seseorang dalam mengendalikan. persyaratan menjadi pemimpin. mempengaruhi pikiran. kesempatan untuk menyalurkan inisiatif dan kreatifitas guna mencapai tujuan organisasi (teori y). Partisipasi adalah keterlibatan mental dan emosional orang-orang dalam situasi kelompok yang mendorong mereka untuk memberikan kontribusi kepada tujuan kelompok. partisipasi mendorong orang untuk menerima tanggungjawab 21 .E. Strategi Meningkatkan Moral Kerja Karyawan Teori kepemimpinan adalah generalisasi satu seri perilaku pemimpin dan konsep-konsep kepemimpinannya dengan menonjolkan latar belakang historis. sebab musabab timbulnya kepemimpinannya. Untuk pencapain tujuan bersama tersebut maka seorang pemimpin harus merumuskan strategi untuk dapat meningkatkan moral kerja karyawan dengan memberikan kesempatan kepada bawahan untuk berpartisipasi dalam penyelenggaran organisasi atau bisnis. Menerima tanggungjawab. Jadi teori kepemimpinan ada dua pengertian yaitu pemimpin dan kepemimpinan itu sendiri. sarana membina nilai-nilai manusiawi tertentu serta menghendaki adanya upaya jangka panjang para pemimpin organisasi. Pada prinsipnya tiga gagasan penting dalam partisipasi karyawan yaitu: Keterlibatan mental. tugas pokok dan fungsinya. sifat-sifat utama pemimpin. memimpin. perasaan atau tingkah laku orang lain untuk suatu tujuan bersama. partisipasi berarti keterlibatan mental dan emosional Motivasi.

Uraikan rumusan strategi dalam meningkatkan moral kerja karyawan? Berikan contoh rill dengan mengambil kasus wirausaha yang sukses di kota saudara! 22 .6. EVALUASI 1) Jelaskan pengertian kepemimpinan dalam wirausaha? Berikan contoh dalam kehidupan sehari-hari! 2) Pada prinsipnya sikap kepemimpinan terdiri atas dua jenis yaitu kepemimpinan positif dan negatif. kiatkiat apa yang anda lakukan agar meningkatkan semangat kerja karyawannya? 4) Starategi meningkatkan moral kerja karyawan sangat menentukan keberhasilan seorang wirausaha. Uraikan pengertian kepemimpinan yang positif dan negatif serta berikan contoh? 3) Jika saudara sebagai salah seorang pimpinan pada sebuah perusahaan.

Setelah usaha berjalan maka timbul proses pembelajaran berdasarkan pengalaman yang pernah dijumpai atau dirasakan. 2. RANGKUMAN Pada prinsipnya yang paling utama harus dilakukan dan dimiliki oleh seorang wirausahawan adalah: 1. situasi risiko kecil dan situasi risiko tinggi dihindari karena sumber kepuasan ini tidak mungkin terdapat pada masing- 23 . TUJUAN KHUSUS a. Mahasiswa diharapkan dapat mengidentifikasi resiko bisnis b.1. 5. dari pengalamanpengalaman tersebut timbul suatu motivasi untuk mengembangkan usaha. Pendahuluan Para wirausaha menyukai mengambil risiko realistik karena mereka ingin berhasil. Mahasiswa dapat menjelaskan tipologi pengambilan resiko bisnis c. Tipologi & Evaluasi Resiko Bisnis 4. TUJUAN UMUM Diharapkan mahasiswa mampu mengidentifikasi dan mengevaluasi resiko bisnis suatu perusahaan atau organisasi. dari kesenangan berusaha ini akan timbul kreatifitas untuk menciptakan suatu usaha serta keberanian mengambil keputusan yang berisiko. KATA KUNCI: Identifikasi. Jadi. URAIAN PEMBELAJARAN A. Mereka mendapat kepuasan besar dalam melaksanakan tugas-tugas yang sukar tetapi realistik dengan menerapkan keterampilanketerampilan mereka. Kesenangan untuk berusaha. 2. Mahasiswa diharapkan dapat mengevaluasi resiko bisnis 3.

prosedur atau penggunaan teknologi baru. Resiko lahir sebagai akibat kelalaian orang (SDM). dan mengevaluasi resiko bisnis. tipologi pengambilan resiko bisnis. menyatakan bahwa jiwa wirausaha ditimbulkan dari berbagai latar belakang pendidikan. proses yang tidak sesuai dengan sistem. Pengertian & Identifikasi Resiko Bisnis Para wirausaha menyukai mengambil risiko realistik karena mereka ingin berhasil. Ringkasnya. yaitu kelompok “opportunist” dan “craft” entrepreneur. B. hasilnya adalah kemampuan mendapatkan keuntungan. wirausaha menyukai tantangan yang sukar namun dapat dicapai. Ringkasnya. Wirausahawan dikenal sebagai pengambil risiko (risk taker) sejati.masing situasi itu. Mereka mendapat kepuasan besar dalam melaksanakan tugas-tugas yang sukar tetapi realistik dengan menerapkan keterampilanketerampilan mereka. situasi risiko kecil dan situasi risiko tinggi dihindari karena sumber kepuasan ini tidak mungkin terdapat pada masingmasing situasi itu. Hisrich & Peters (1992). 1988). Glancey. dan Pattigrew (1998) mengemukakan bahwa terdapat dua kelompok wirausahawan yang satu sama lain berlawanan. wirausaha menyukai tantangan yang sukar namun dapat dicapai (Meredith et al. Wirausaha adalah proses dinamik dalam tahapan pencapaian kesejahteraan dengan risiko waktu dan risiko lainnya. Selain itu resiko juga disebabkan oleh fakor eksternal misalnya pesaing baru mampu mengubah paradigma bisnis atau bencana alam. Jadi. 24 .. dan hal ini memiliki peranan penting dalam penciptaan lapangan kerja. Pada pokok bahasan ini akan menyajikan tentang pengertian dan identifikasi resiko bisnis. lingkungan keluarga dan pengalaman kerja.

Kelompok wirausahawan opportunist dicirikan oleh rendahnya tingkat pendidikan (terutama pendidikan teknis) dan kurangnya pengalaman manajerial. Tipologi Pengambilan Resiko Pada umum ciri-ciri wirausaha saling berkaitan. Penilaian situasi seorang wirausaha berlainan sekali dari dua tipe orang di atas.1. Pengambil risiko berkaitan dengan kreativitas dan inovasi serta merupakan bagian penting dalam mengubah ide menjadi realitas. mereka enggan untuk menggunakan bantuan dari luar. Resiko bisnis adalah tingkat resiko yang terkandung dalam operasi perusahaan apabila ia tidak menggunakan utang. 2. secara sistimatik dan menyeluruh serta sampai keberanian mengambil resiko yang dapat mempengaruhi kemungkinan tersebut. Kerugian personal dan kewajiban mengganti kerugian. Menggunakan Checklist. 25 . meliputi : Kerugian hak milik. b. pengalaman manajerial yang baik dan proaktif menciptakan usaha baru. Ada tiga Tipologi pengambilan resiko antara lain: a. Perbedaan hakiki terletak pada kenyataan bahwa seorang wirausaha akan menilai kemungkinan sukses perusahaan itu. Pengidentifikasian resiko merupakan proses penganalisaan untuk menemukan secara sistematis dan berkesinambungan resiko (kerugian yang potensial) yang menantang perusahaan. makin rendah rasio utang yang optimal. C. Langkah-langkah mengidentifikasi resiko yaitu : a. terutama pada perilaku pengambil risiko. Menjelaskan jenis-jenis kerugiaan yang dihadapi. dan melakuan reaksi terhadap perubahan berdasarkan kebutuhan pasar ketimbang proaktif dalam menciptakan usaha baru. Kelompok ‘craft entrepreneur’ adalah kelompok wirausaha yang memiliki latar belakang pendidikan tinggi. Makin besar resiko bisnis perusahaan.

D. Pengambil risiko berkaitan dengan kepercayaan pada diri sendiri. Ada dua demensi baru tentang pengukuran dalam evaluasi resiko yaitu : 26 . Pendidikan dan pengetahuan juga turut mempengaruhi rasionalisasi seseorang dalam menerima risiko kegagalan yang mungkin terjadi. dalam arti mengambil risiko yang sesuai (tidak terlalu berat dan tidak terlalu ringan). Evaluasi Resiko Ketika kita menguji resiko dari titik pandang individual investor. c. dengan standar resiko berdiri sendiri (risk on a standalone basis) yang mana dapat dihilangkan dengan diversifikasi. Sebaliknya dengan umur dan jumlah keluarga. kita membedakan diantara resiko pasar yang diukur dengan koefisien beta. Hisrich & Peters (1992).b. Semakin besar keyakinan seorang pada kemampuan diri sendiri. Pengetahuan realistik mengenai kemampuan-kemampuan wirausaha juga sangat penting. Realisme demikian akan membatasi kegiatankegiatan wirausaha pada situasi-situasi yang dapat mempengaruhi hasilnya. Untuk itu dibutuhkan kemauan dan keberanian untuk menghitung dan mengambil risiko yang moderat. semakin besar pula keyakinannya terhadap kesanggupannya mempengaruhi hasil dari keputusan-keputusannya dan semakin besar kesediaannya untuk mencoba apa yang dilihat orang lain berisiko. Seseorang yang memiliki jiwa wirausaha sudah pasti akan memiliki kreatifitas yang tinggi untuk menciptakan sesuatu yang belum pernah ada atau sesuatu yang baru. makin tua umur seseorang yang tidak diikuti dengan tambahan pengetahuan dan pengalaman menjadikan kemunduran pada diri seseorang dan berperilaku negatif yang dapat menurunkan jiwa wirausahanya.

hal ini merupakan resiko bisnis yang mana didefinisikan sebagai suatu ketidakpastian yang melekat pada proyeksi dari ROE yang akan datang dengan asumsi perusahaan didanai semata-mata dengan cammon stock. b. 2. Resiko Bisnis. Variabilitas permintaan (unit yang terjual) artinya semakin stabil penjualan unit produk perusahaan. “Secara konsepsi fase stockholders suatu resiko yang pasti melekat dalam operasional. Variabel harga masukan. artinya produk atau servis dimana dijual pada pasar yang mempunyai tingkat perubahan yang tinggi sangat mendorong suatu resiko bisnis dibanding yang stabil. d. 27 . termasuk biaya pengembangan produk. Resiko finansial merupakan resiko yang berada dalam common stockholders sebagai suatu hasil dari keputusan pendanaan dengan hutang atau saham prioritas. tidak pasti dalam menghadapi resiko bisnis yang tinggi. Variabelitas harga jual. Sejumlah mana biaya-biaya bersifat tetap. Lebih lanjut resiko bisnis tergantung beberapa faktor antara lain : a. Jika perusahaan menggunakan hutang dan saham preferen maka pemusatan resiko bisnisnya pada pemegang saham”. perusahaan yang biasa masukannya. dengan asumsi faktor lain tetap. semakin kecil resiko bisnis. Resiko Keuangan. adalah resiko tambahan yang ditanggung pemegang saham akibat dari leverage keuangan. e. Kemampuan menyesuaikan harga terhadap perubahan harga masukan. c. yaitu tingkat resiko dari aktivitas perusahaan jika tidak menggunakan utang atau resiko yang berkaitan dengan proyeksi tingkat pengembalian aktiva (ROA) dari suatu perusahaan dimasa mendatang.1.

6. EVALUASI 1) Jelaskan pengertian resiko dan cara mengidentifikasi resiko bisnis? 2) Seorang wirausaha dalam mengelola usahanya harus memiliki kemampuan untuk mengetahui tipologi resiko. Uraiakan dan berikan contoh jenis tipologi resiko bisnis yang dihadapi seorang wirausaha? 3) Jelaskan dimensi-dimensi pengukuran dalam mengevaluasi resiko bisnis bagi seorang wirausaha? 28 .

Evaluasi Keputusan 4.1. TUJUAN KHUSUS a. Pembuatan keputusan bagi seorang wirausaha dapat dipandang dari berbagai prespektif yang berbeda. Sedangkan dari sudut pandang lebih luas pembuatan keputusan menggabarkan suatu proses rangkaian kegiatan yang dipilih sebagai penyelesaian suatu masalah tertentu. Mahasiswa diharapkan dapat mengetahui proses pengambilan keputusan c. Mahasiswa diharapkan dapat menjelaskan kedudukan wirausaha dalam pengambilan keputusan b. KATA KUNCI: Proses Keputusan. Dari sudut pandang sempit pembuatan keputusan adalah kegiatan pemilihan atas berbagai alternatif yang berbeda (Choice making). Karena semua wirausaha harus membuat keputusan-keputusan agar dapat menentukan efektivitas dan efisiensi operasional usahanya. 29 . Mahasiswa dapat membedakan evaluasi keputusan yang sistematis dan tak menentu 3. 2. TUJUAN UMUM Diharapkan mahasiswa mampu mengidentifikasi kedudukan wirausaha dalam proses pengambilan keputusan serta membedakan keputusan yang sistemmatis dan yang tidak sistem matis. RANGKUMAN Pembuatan keputusan merupakan elemen penting bagi seorang wirausaha dalam pengelolaan bisnisnya.

Perilaku pemecahan masalah bersifat adaptif. Kaitan dengan kehidupan seharihari sering kali dihadapkan dengan asumsi-asumsi probabilitas. Pemecahan masalah oleh wirausaha berkenaan dengan penggunaan strategi-strategi (rencana atau pola) pencarian alternatif yang relevan. Pendahuluan Kenyataan sehari-hari sering kali kita mendengar adanya pernyataan ”mungkin dan atau tidak mungkin”. maupun sosial. maupun sosial. secara spesifik pernyataan tersebut dapat diartikan sebagai gambaran sebuah pernyataan” kepastian dan atau ketidak pastian”. seperti kemungkinan terjadi lonjakan harga. dapat dikemukakan beberapa pokok pikiran penting. Pengambilan keputusan yang dilakukan oleh seseorang wirausaha berhubungan erat dengan pemecahan masalah-masalah yang dihadapinya. Oleh karena itu sangat dibutuhkan kejelian seorang wirausaha dalam pengambilan keputusan. pekerjaan. URAIAN PEMBELAJARAN A.5. Pengambilan keputusan yang dilakukan oleh seseorang wirausaha berhubungan erat dengan pemecahan masalah-masalah yang dihadapinya. seperti masalah pribadi. 30 . Kedudukan Wirausaha Dalam Proses Pengambilan Keputusan Koonyz dan Weihrich. pekerjaan. Kadudukan wirausaha dalam proses pengambilan keputusan/pemecahan masalah. (2005) mendefinisikan pengambilan keputusan adalah penataan pilihan langkah atau tindakan dari sejumlah alternatif. yaitu: 1. proses keputusan dan metode dalam mengevaluasi keputusan bisnis B. 2. kemungkinan terjadinya gejolak dimasyarakat akibat kenaikan harga kesemunya ini sangat mempengaruhi proses pengambilan keputusan seorang wirausaha. Pada pokok bahasan ini menguraikan kedudukan seorang wirausaha dalam pengambilan keputusan. seperti masalah pribadi.

C. menyatakan bahwa para wirausaha sebagaian besar cenderung untuk menggunakan strategi-strategi yang lebih sederhana. Proses Pemgambilan Keputusan Perumusan Masalah Pengembangan Alternatif Evaluasi Alternatif Pemilihan Alternatif Terbaik Implementasi Keputusan Evaluasi Hasil-hasil 31 . Kompleksnya situasi pemecahan masalah. pilihan strategi. 1997). penggunaan informasi. et al. Pengambilan keputusan yang efektif merupakan suatu proses yang kompleks. Proses Pembuatan Keputusan Pembuatan keputusan dapat digambarkan sebagai suatu urutan langkahlangkah sebagai berikut: Gambar 4.. Para peneliti percaya bahwa sebagian besar wirausaha ingin memperoleh kesempatan untuk berpartisipasi dalam proses pengambilan keputusan.1. walau dalam menghadapi masalah yang kompleks. faktor kepribadian. sangat menentukan pengambilan keputusan akhir seorang wirausaha. tergantung pada keterampilan dan pelatihan yang dimiliki para wirausa (Gibson. Nimran (2004).3. dan usaha mendapatkan solusi yang diinginkan.

1997) Tipe Kep. Pastikan kebutuhan akan suatu keputusan. Kembangkan alternatif-alternatif.. Tidak Terprogram Masalah Prosedur Sering. Para ahli mengembangkan beberapa metode mengklasifikasi keputusan dalam rangka melakukan evaluasi yang intinya dapat dibedakan 2 tipe keputusan yaitu keputusan terprogram dan keputusan tidak terprogram. pemecahan masalah kreatif 32 . Perbandingan Tipe Evaluasi Keputusan (Gibson. Perlunya kreativitas. Hubungan sebab dan akibat. Keputusan tidak terprogram yaitu baru. Evaluasi Keputusan Walaupun para wirausaha di berbagai sektor usaha berbeda-beda berdasarkan latar belakang. yaitu harus mengambil keputusan. baik secara eksplisit atau implisit dalam mengevaluasi keputusan. ketidak pastian dan tidak terstruktur. c. 2. b. tidak berstruktur. d. aturan. jarak tetapi akhirnya mereka semuanya sama. Robbins (1996). Kep. yaitu: a. megembangkan 2 model pengambilan keputusan yaitu model pengambilan keputusan optimasi dan model pengambilan keputusan alternatif.1. Kenali kriteria keputusan. rutin. Keputusan terprogram terjadi jika suatu situasi sering muncul. Pemilihan alternatif terbaik dari alternatif yang telah di evaluasi. et al. prosedur rutin dan dapat disusun untuk melakukan evaluasi menyelesaikannya. Tidak ada prosedur yang ada untuk menangani masalahnya. ketidakpastian dalam hubungan. toleransi pada hal yang membingungkan. dan prosedur pasti Baru. Tabel 4. e.D. Beberapa langkah yang hendaknya diketahui oleh seorang wirausaha. tidak ada cara yang sama dengan sebelumnya juga karena masalahnya kompleks atau sangat penting. intuisi. Ketergantungan pada kebijakan. Terprogram Kep. 1. gaya hidup. Alokasikan bobot (Skor tertinggi pada keputusan prioritas). berulang.

Uraikan kedua tipe keputusan tersebut? 33 . Uraikan prosedur dalam proses pengambilan keputusan bisnis? 4) Dalam evaluasi keputusan dapat dibedakan 2 tipe keputusan yaitu keputusan terprogram dan keputusan tidak terprogram. Evaluasi 1) Jelaskan peran seorang wirausaha dalam kedudukannya sebagai pengambil keputusan? 2) Uraikan beberapa kendala yang dihadapi seorang wirausaha dalam mengambil keputusan? 3) Seorang wirausaha dalam pengambilan keputusan yang baik.6. harus memahami berbagai prosedur dalam pengambilan keputusan.

yaitu dengan memasukkan ide. Pesan yang disampaikan dengan sengaja dimaksudkan untuk menimbulkan kontradiksi dan inkonsistensi di antara komponen sikap individu dan perilakunya sehingga mengganggu kestabilan sikap dan membuka peluang terjadinya perubahan yang diinginkan. dan perilaku. 3. TUJUAN KHUSUS a. RANGKUMAN Belajar merupakan proses perubahan nilai. KATA KUNCI: Wirausaha. Pendidikan Bisnis & Pembelajaran 4. pendapat. pikiran. prilaku dan pengalaman wirausaha. Mahasiswa diharapkan dapat membedakan antara pembelajaran kognitif.1. Mahasiswa diharapkan dapat menjelaskan pembelajaran organisasi dalam pendidikan bisnis. 2. Mahasiswa diharapkan dapat memahami makna pembelajaran wirausaha b. sikap. Salah satu cara untuk merubah sikap dan perilaku tersebut adalah melalui pendekatan persuasif. c. Proses pembelajaran dalam pendidikan bisnis harus diarahkan kepada pemanfaatan pengetahuan dan kemampuan untuk bekal hidup sasaran didik ditengah-tengah kehidupan bermasyarakat. TUJUAN UMUM Diharapkan mahasiswa dapat memiliki pengetahuan dan pembelajaran dalam menumbuhkan sikap wirausaha. kecakapan. dan bahkan fakta baru melalui pesan-pesan komunikatif (proses pembelajaran). maka hal ini berkaitan dengan bagaimana seorang wirausahawan 34 . Ketika pembelajaran dipandang sebagai konsep wirausaha. sehingga belajar sambil bekerja sangatlah penting.

Pengetahuan ditransfer oleh seseorang dari sumbernya sehingga untuk bisa mendapatkan pengetahuan tersebut seseorang harus mempunyai akses terhadap sumber pengetahuan. perilaku. Akan tetapi hal tersebut tidak hanya cukup memahami cara-cara wirausaha saja.mengenali dan bertindak terhadap peluang yang ada. Siklus pembelajaran yang baik dan benar akan terus meningkatkan kemampuan seseorang dalam beradaptasi dengan lingkungannya yang terus berubah sehingga ia dapat unjuk kinerja dengan optimal pada apa yang dikerjakannya. 35 . Pembelajaran wirausaha dilakukan dengan maksud belajar bekerja dengan cara berwirausaha. kapasitas. yang mana hal tersebut akan memperkaya stock of knowledge. Pengalaman yang dikaji maknanya akan memberikan pemahaman dan kesimpulan atas sesuatu kejadian. URAIAN PEMBELAJARAN E. sikap dan perilakunya. dan kinerja. Dalam hal ini belajar tidak hanya bertujuan untuk memperoleh pengalaman semata. 5. serta mengelola dan mengorganisasikan perusahaan. Pendahuluan Pembelajaran merupakan suatu proses mengolah informasi menjadi kompetensi. Efektivitas pembelajaran sangat tergantung pada effektifitas dalam mengakses terhadap sumber pengetahuan ataupun pengalaman serta effektivitas dalam mentransformasi pengetahuan dan pengalamannya menjadi kompetensi dan prestasi. tetapi proses berpikir yang berorientasi ke masa yang akan datang dalam menciptakan suatu realitas masa depan. tetapi harus terjun secara aktif dan melakukan untuk memahami 'what is it that work' dan menyadari bahwa ia dapat melakukan hal tersebut. Proses pembelajaran merupakan siklus dari aktivitas sehari-hari yang memberikan pengalaman pada seseorang.

Teori Pembelajaran Bagi Wirausaha Belajar adalah istilah umum yang sudah tidak asing lagi bagi setiap orang. prilaku dan pengalaman wirausaha. seseorang dapat menyesuaikan diri dengan lingkungannya yang terus berubah (Cope and Watts. topik ini menjadi penting karena pembelajaran wirausaha merupakan faktor yang menentukan bagi pertumbuhan usahanya. Jadi pembelajaran merupakan proses sosial dan organisasional. Berdasarkan konsep pembelajaran sepanjang hayat (long life learning) setiap orang mendapatkan dan mengakumulasikan pengetahuan. serta pembelajaran organisasi dalam pendidikan bisnis. 2000). sistim nilai. Dari aktivitasnya. keyakinan. motivasi. dan disimpulkan sehingga ia mengetahui apa yang harus dilakukan dikemudian hari untuk tidak mengulangi kesalahan masa lalu dan membuat sesuatu yang lebih baik. Namun pembelajaran dalam usaha kecil. Demikian seterusnya. kapabilitas pribadi.Pembelajaran wirausaha dipengaruhi oleh karakteristik internal dan lingkungan eksternal. Sedangkan pengaruh eksternal merupakan faktor-faktor yang berasal dari pola hubungan dengan lingkungan alam. dan prestasi. yang akan dikaji. Dengan demikian pada Pokok bahasan ini akan diuraikan makna pembelajaran wirausaha. ketermpilan. F. Karakteristik internal meliputi sifat. kapasitas dan kapabilitas 36 . Belajar merupakan proses yang kompleks dan dapat bersifat informal dalam memahami fenomena yang terjadi di sekitar individu Dengan belajar. dipahami. seseorang mendapatkan pengalaman. lingkungan sosial dan lingkungan usaha dalam aktivitas wirausahanya. proses siklus tersebut akan memperkaya stock of knowledge. sikap dari aktivitas sosial dan pengalamannya sehari-hari. membedakan antara pembelajaran kognitif.

sehingga seseorang dapat mengimplementasikan. Hall 37 . Selanjutnya. Single loop learning terjadi manakala suatu organisasi melakukan usahanya tetapi tanpa perubahan. Siklus Balajar Progresif Mumford (1996) Argyris dan Schon (1978) mengidentifikasi 2 jenis pembelajaran. Implementing dan improving merupakan dua tahap yang sama dengan single loop learning sedangkan integrating setara dengan double loop learning. yaitu single loop learning dan doule loop learning. (1997 dalam Claston et al. keterampilan. konsep. ataupun mengintegrasikan suatu ide. Pembelajaran akan meningkatkan kemampuan kognisi. 1999) membandingkan tiga cara pembelajaran. maupun teknologi. respon atau perilaku. sedangkan pembelajaran secara double loop learning terjadi manakala ada suatu perubahan dominan yang sejalan dengan cara pembelajaran. maupun pengalaman melakukan sesuatu. Proses pembelajaran tersebut bisa didapat dari pengalaman kognitif. Pedler et al. afeksi.. dan perilaku. memperbaiki. yaitu "mengimplementasikan" (implementing) dan "memperbaiki“ (improving) serta "mengintegrasikan" (integrating).1. Proses pembelajaran tersebut digambarkan oleh sebagai berikut berikut : Gambar 5.seseorang sehingga ia menjadi lebih mampu beradaptasi dan survive dalam lingkungannya.

G. sedangkan dalam jangka panjang mampu menumbuhkan identitas dan daya adaptabilitas seseorang yang sangat penting bagi keberhasilannya. diantaranya adalah : 1. seperti pada Gambar tentang model konseptual pembelajaran kewirausahaan sebagai berikut: Gambar 5.2 menunjukkan bahwa proses pembelajaran wirausaha dipengaruhi oleh banyak faktor seperti motivasi.Metode-Metode Pembelajaran Wirausaha Proses pembelajaran juga dapat dibedakan atas proses serta pengaruh yang diakibatkannya. di mana pengetahuan disebarkan dan 38 . Pembelajaran kognitif Pembelajaran kognitif memfokuskan pada perubahan kandungan kognitif dari proses pembelajaran. lingkungan usaha.2. sistim nilai. Faktor-faktor tersebut kemudian membentuk sebuah karakteristik internal yang mempengaruhinya dalam menggerakkan usahanya. Rae dan Carswell (2000) lebih rinci menggambarkan tentang perkembangan wirausaha. serta prestasi dari usahanya.(1996) menyatakan bahwa dalam jangka pendek pembelajaran akan merubah sikap dan kinerja seseorang. A Conceptual model of entrepreneurial learning Pada Gambar 5. kompetensi.

pemberian atribut dan locus of control.ditransfer sehingga dapat merubah peta kognitif seseorang (Brown and Dugvid. Semuanya adalah konsep kognitif yang mewakili perilaku organisasi dalam hal pencapaian tujuan atau maksud tertentu (purposefullness). Pembelajaran kognitif terjadi karena adanya hubungan antara indikator lingkungan kognitif dan harapan-harapan. 1991. 2003). pendekatan kognitif telah banyak diterapkan terutama dalam teori motivasi. Dalam perilaku organisasi. Lunberg. seperti halnya ekpektansi. Seseorang dapat belajar melalui proses informasi yang mengakibatkan beberapa potensi perilakunya berubah. 1994 dalam Lichtenstein et al. Indikator kognitif berkaitan dengan pilihan harapan terhadap penghargaan (rewards). 1991. Dari perilaku cobacoba tersebut seseorang dapat mengetahui mana yang baik dan benar atau sebaliknya. serta penetapan tujuan (yang merupakan garis depan dari penelitian motivasi moderen). ilmu pengetahuan kognitif berfokus lebih banyak pada struktur dan proses kompetensi manusia.. 39 . Hubber tidak menekankan bahwa pembelajaran harus merubah perilaku seseorang. Pembelajaran perilaku Hubber (1999) memberi ilustrasi tentang pembelajaran sebagai berikut. Hal ini dikarenakan proses belajar bisa saja hanya merubah pola pikir seseorang. Saat ini. 2003). 2. 1995 dalam Lichtenstein. Nanoka. Pembelajaran perilaku (behavioral learning) merupakan proses adaptasi yang dihasilkan dari coba-coba dan mengarah pada proses yang memberikan keuntungan selektif bagi yang bersangkutan (Levintal.

Argyris (1994) mengemukakan bahwa pola pembelajaran single loop berlangsung selama proses pemecahan persoalan dimana yang bersangkutan mengabaikan isu-isu mengapa permasalahan tersebut muncul. Di dalam model pembelajaran ini hasil-hasil umpan balik ditimbulkan oleh suatu proses pengamatan konsekuensi dari suatu tindakan dan menggunakan pengetahuan tersebut untuk menyesuaikan tindakan selanjutnya dalam rangka menghindari kesalahan yang sama di masa depan dan mengembangkan pola perilaku keberhasilan. pengulangan yang terus menerus atau dihafalkan tanpa dipikir lebih lanjut. 40 . Single loop learning meliputi pembelajaran dari konsekuensi perilaku sebelumnya. Walaupun bentuk dari pembelajaran ini dapat menghasilkan inteligensi dalam sistem pembelajaran single loop. 2) Pembelajaran tingkat kedua menggambarkan pengasimilasian sesuatu yang dapat dialihkan dari situasi satu ke situasi yang lain dimana orang tersebut telah memiliki cara pandang yang berbeda tentang konsepsinya pada suatu aspek tertentu. yakni: 1) Pembelajaran tingkat pertama.Burgoyne dan Hodgson (1983) mengemukakan bahwa terdapat tiga tingkat pembelajaran perilaku yang dapat dialami oleh seseorang. menunjukkan adanya asimilasi informasi faktual yang mempunyai manfaat segera tetapi tidak ada implikasi pengembangan dalam jangka panjang. Hal ini digambarkan sebagai pembelajaran pada kulitnya. Pola ini oleh Argyris dan Schon (1978) disebut sebagai single loop learning yang bersifat rutin. tetapi sistem ini tidak dapat menentukan standarnya sendiri yang sesuai. Secara umum hal ini merupakan pembelajaran yang lebih mendasar tetapi masih masuk dalam kategori single loop learning.

sistem akan belajar untuk belajar sehingga menjadi lebih cerdas dalam menentukan kriteria operasional yang mendasari perilaku.tanyakan tidak hanya pada caracara yang telah mapan. Senge. Double loop learning memerlukan asumsi yang mendasari terjadinya nilai-nilai serta risiko yang secara fundamental berubah. 3. Pembelajaran double loop berhubungan dengan ide-ide dari sistem yang terkoordinir. 1990 dalam Lichtenstein. tetapi juga nilai yang mendasarinya serta persepsi perilakunya. Pola pembelajaran double loop terdiri dari sistem monitoring dan koreksi perilaku serta menentukan perilaku yang tepat. 41 . yakni dengan cara terus menerus mempertanyakan dan merefleksikan strategi. Hal ini akan berpengaruh pada visi. Pembelajaran dari pengalaman Pembelajaran dari pengalaman lebih menekankan pada proses yang sedang berjalan daripada belajar bagaimana melakukan sesuatu. kesadaran dan pemahaman diri pada tingkatan yang lebih mendalam. yang sejalan dengan pengertian double loop learning. 2003). Pemahaman tersebut juga akan memunculkan pertanyaan apakah seorang wirausahawan memiliki kemampuan untuk belajar bagaimana cara belajar. sasaran dan nilai-nilai yang mendasarinya (Argyris dan Schon. Dalam pembelajaran double loop. 1978. Burgoyne dan Hodgson (1993) mengidentifikasi bahwa proses pembelajaran dialami oleh seseorang dalam kehidupannya sehari-hari yang menciptakan perubahan secara gradual pada orientasi atau sikap seseorang dari arus informasi yang diterimanya secara berkelanjutan.

Mumford (1996) mengemukakan suatu model pembelajaran dari pengalaman yang terdiri dari empat langkah dimana satu sama lain saling berhubungan atau saling menunjang. sedangkan reflective observation merupakan langkah dimana seseorang berusaha meninjau atau menggali arti pengalaman yang diperolehnya yang selanjutnya dilakukan pemahaman tentang konsep atau hubungan yang mendasari pertimbangan seseorang terhadap suatu tindakan yang akan dilakukan (abstract conceptualisation). Langkah selanjutnya yang tidak kalah penting adalah active experimentation yaitu langkah seseorang untuk selalu mencoba hal-hal baru berdasarkan pengalaman yang pernah didapatkannya. menunjukan bahwa concrete experience merupakan suatu aktifitas atau pengalaman seseorang secara langsung. 42 .3.Cope dan Watts (2000) menegaskan bahwa pembelajaran berdasarkan pengalaman dapat direncanakan dan dimunculkan. sebagai berikut: Gambar 5.3 : Konsep Pembelajaran dari Kolb Gambar 5. Langkah ini merupakan langkah paling penting guna menghindari kesalahan yang sama atau meningkatkan hasil yang lebih baik.

Abstract generalization atau conceptualisation memiliki kesamaan dengan thinking. Reflective observation menurut Kolb sama dengan watching. Pembelajaran merupakan proses belajar seseorang terhadap suatu kejadian yang dialaminya sendiri maupun dari pengalaman orang lain yang diketahuinya. Burgoyne dan Hodgson (1983) juga menekankan pentingnya 'specific critical incident' dalam menstimulasi pembelajaran. small group discussions atau games. dimana seseorang berfikir bagaimana memperoleh informasi terbaru sebagai jalan atau pertimbangan untuk bertindak. sehingga akan meminimalkan kesalahan yang sama 43 .Kolb (1984) dalam Ulrich dan Cole (1989) mengemukakan bahwa concrete experience sama dengan feeling atau sensing. dimensi ini mengharuskan seseorang untuk berfikir atau membandingkan bagaimana suatu hal berkaitan dengan pengalamannya sendiri. dimensi ini mengkaji pengaruh pengalaman yang didapatnya terhadap dirinya. dimensi ini menghadirkan suatu penerimaan berdasarkan pengalaman dan pertimbangan yang matang. Active experimentation menurut Kolb sama dengan doing. Berdasarkan beberapa uraian tersebut dapat dikemukakan bahwa untuk meningkatkan pembelajaran. sehingga proses belajar menjadi lebih efektif. seseorang perlu menggunakan kemampuannya secara terus menerus dan proaktif merefleksikan kejadian masa lalu sebagai media belajar. salah satu langkah yang dapat digunakan adalah dengan cara problem solving. Di sini individu lebih cenderung menggunakan pengalamannya ada sendiri dalam dengan memecahkan permasalahan yang dibandingkan menggunakan pengalaman orang lain. selain itu individu dituntut untuk belajar bagaimana menerapkan teori yang ada melalui analisa sistematis.

dimana ditunjukkan dengan adanya peningkatan output melalui perbaikan cara-cara produksi. sikap manajer. Hatch (1997) mengemukakan bahwa kurva pembelajaran memberikan bukti bahwa suatu organisasi mengalami proses belajar. Untuk mengantisipasi perubahan lingkungan usaha. organisasi harus mampu membangkitkan komitmen anggotanya dan membangun kapasitas belajar pada semua level organisasi secara berkelanjutan. perilaku pekerja dapat dianalisis dan dikelola untuk memperbaiki kinerjanya maupun kinerja organisasi. Selain itu proses pembelajaran dapat menciptakan perubahan secara gradual pada orientasi atau sikap seseorang dengan arus informasi yang berkelanjutan.pada suatu proses yang sama atau meniadakan kesalahan yang sama serta melakukan upaya perbaikan yang berkelanjutan. Berdasarkan prinsip pembelajaran. Sebagai contoh. dan motivasi yang semuanya merupakan hasil dari pembelajaran. Menurut Marquardt (1996) organisasi pembelajaran (learning organization) adalah organisasi yang terus belajar sungguh-sungguh dan 44 .Pembelajaran Organisasi & Wirausaha 1. sehingga seorang wirausahawan akan mampu mengantisipasi adanya perubahan dan siap dengan adanya perubahan yang terjadi. Kurva pembelajaran menunjukkan hubungan negatif antara biaya produksi dan kuantitas barang-barang yang dihasilkan. Dengan proses pembelajaran seorang wirausahawan dapat mengembangkan usahanya lebih maju sehingga produk yang dihasilkan akan jauh lebih baik dan sulit ditiru oleh perusahaan lain atau pesaing. H. kemampuan pekerja. Pembelajaran Organisasi Perilaku organisasi baik secara langsung maupun tidak langsung merupakan proses pembelajaran.

Convergent learning menekankan pada spesialisasi dan standarisasi dari kemampuan. (1995) dalam Kirk (1999) mengemukakan bahwa kandungan dari pembelajaran organisasi harus dipertimbangkan serta prosesnya harus bersifat efisien dan efektif. sistem 45 . organisasi. maka proses pembelajaran itu dapat dikategorikan sebagai "double loop learning". manusia.4.secara bersama-sama. dan tak henti-henti mentransformasi diri agar dapat memperoleh. dan teknologi yang saling berhubungan dan saling menunjang sebagai sistim. Mintzberg dalam Kirk (1999) mengemukakan bahwa pembelajaran organisasi sebagai suatu proses berkelanjutan. Lima sub sistim tersebut dapat dilihat pada Gambar berikut: Gambar 5. Jika dalam proses pembelajaran sebuah organisasi dapat menjalankan kebijakannya dan mencapai tujuannya. Hendry et al. Subsistim Dalam Organisasi Pembelajaran Organization Knowledge Learning People Technology Choueke dan Armstrong (1998) mengemukakan bahwa pembelajaran organisasi adalah suatu proses pendeteksian dan pengoreksian kesalahankesalahan. Dua hal yang biasanya terjadi dalam proses pembelajaran organisasi adalah sifat yang mengarah kepada satu tujuan (convergent) atau mengarah kepada banyak tujuan (divergent). dan menggunakan pengetahuan dengan lebih baik demi keberhasilan. pengetahuan. yaitu belajar. Kesalahan (error) dapat menjadi sifat yang dapat menghambat proses pembelajaran. mengelola. Marquardt berpendapat bahwa organisasi pembelajaran terdiri dari lima sub sistim.

Sebagai contoh. Matlay menyatakan bahwa terdapat banyak kesulitan dalam proses pembelajaran yang mereka gambarkan sebagai "supertitious learning". dan secara tidak langsung dari pengalaman organisasi lain seperti melalui proses peniruan (benchmarking). Kegagalan pembelajaran terjadi karena keragu-raguan dalam meraih keberhasilan. mereka belajar melalui pengalaman langsung ketika mereka dihadapkan pada pengambilan keputusan secara coba-coba (trial and error). Ketika keberhasilan sulit untuk ditunjukkan. Pembelajaran dalam organisasi juga menyangkut proses budaya. Hal ini seringkali sulit untuk diketahui karena indikator dari keberhasilan secara konstan dimodifikasi setiap waktu.pengendalian. organisasi mengkomunikasikannya melalui cerita-cerita dan simbol-simbol serta norma perilaku dan harapan-harapan. keragu-raguan terhadap kompetensi. Pada dasarnya ia menggambarkan bahwa kapabilitas organisasi sebagai “dinamika rutinitas perusahaan yang memungkinkan perusahaan untuk melakukan perbaikan secara terus menerus dalam efisiensi atau efektivitas” dan “kumpulan dari tacit knowledge yang 46 . Selanjutnya. Supertitious learning terjadi ketika hubungan antara tindakan dan hasil yang diperoleh tidak dapat ditentukan secara tepat. Matlay (2000) mengemukakan bahwa organisasi pada dasarnya belajar dari proses pengorganisasian pihak lain. maka sulit pula keberhasilan tersebut dipelajari berdasarkan pada hal-hal yang telah dilakukan di masa lampau. Wright (1997) memasukkan istilah “akumulasi pembelajaran” sebagai salah satu aset tak berwujud yang memberikan kontribusi terhadap kemampuan perusahaan untuk menciptakan produk yang tidak dapat ditiru (inimitability). dan operasi utama dari organisasi dalam bidang tertentu yang memfokukan pada efisiensi. dan jebakan keberhasilan.

menggunakan secara bersama-sama (share) dan menyimpan pengetahuan dalam perusahaan. Sementara itu Pedler (1997) dalam Chaston et al. sistem tersebut dapat belajar untuk belajar. Gibb (1997) mengemukakan dua tipe pembelajaran. yaitu pembelajaran dalam rangka mengatasi atau menyesuaikan diri dengan perubahan. Konsep pembelajaran organisasi juga dapat didekati dari ilmu pengetahuan alam yang mengembangkan pendapat tentang sistem cybernetics dengan menambahkan "reflexive loop” yang memungkinkan sistem memiliki kesadaran dengan sendirinya. dicirikan oleh reliabilitas yang konstan tetapi terbatas karena kurangnya daya tanggap terhadap perubahan lingkungan. melakukan eksperimen secara sistematis dan 47 . dan b) generative learning yaitu kapasitas untuk menciptakan dan berpikir proyektif. dan kemampuan belajar. prosedur dan sistem organisasi yang tertanam dalam cara berperilaku”. a) adaptive learning. Argyris dan Schon (1978) kemudian mengembangkan teori pembelajaran organisasi ini dengan pendapatnya tentang "double loop learning" yang menantang pendapat terdahulu tentang "single loop learning". yaitu: kemampuan inovasi. Sejumlah penulis menjelaskan metode yang berbeda-beda dari perilaku pembelajaran dalam perusahaan yang mempengaruhi mereka untuk menciptakan (create). (1999) mengemukakan tiga tahapan pembelajaran sebagai berkut: (1) Mengimplementasikan (implementing): melakukan sesuatu dengan benar. Ia menyarankan dua faktor penting dalam membangun kapabilitas organisasi.dibangun dalam proses organisasi. (2) Memperbaiki (improving) dicirikan dengan memberikan gagasan (initiative-taking).

(3) Mengintegrasikan (integrating) dicirikan dengan “melakukan hal-hal dengan lebih baik” secara kreatif melalui pemecahan masalah secara sistematis dan holistik (menyeluruh). Berdasarkan beberapa uraian tersebut dapat dikemukakan bahwa sekurang-kurangnya terdapat dua arah konsep pembelajaran organisasi yakni. Hal ini menimbulkan pertanyaan tentang bagaimana cara-cara yang berbeda ini berhubungan dan berdampak pada kapabilitas organisasi? Dari beberapa literatur yang berhubungan dengan pembelajaran organisasi. dari kalangan modernis yang mengikuti arus ilmu pengetahuan alam yang mengembangkan sistem cybernetics dengan menambahkan "reflexive loop” yang memungkinkan sistem untuk memiliki kesadaran belajar dengan sendirinya dan dari kalangan ahli psikologi Amerika. yang memuluskan jalan ke arah pembentukan teori tentang pembelajaran organisasi dengan "double loop learning" yang menantang pendapat terdahulu tentang "single loop learning". Cara-cara tersebut diturunkan dari suatu model “tahapan” dari perkembangan pembelajaran. Hal ini dikarenakan alat yang digunakan untuk mengekplorasi konstruk pembelajaran organisasi pada umumnya dilakukan untuk studi skala besar. Namun demikian. Hill dan McGowan (1999) telah dapat mengukur persepsi individu manajer tentang kecenderungan tenaga kerja yang tergabung dalam masing-masing cara belajar. 48 . jelas bahwa sejumlah penulis mengenali dan berupaya untuk mendefinisikan tipe perilaku pembelajaran yang berbeda pada tataran organisasi.melakukan segala sesuatu dengan lebih baik tetapi masih terkendala oleh masih kecilnya skala peningkatan di dalam batas-batas yang ada. tetapi hanya sedikit yang mengoperasionalkan konstruk pembelajaran melalui aplikasi teknik kuantitatif pada usaha kecil. Dengan demikian.

Mereka belajar dari pengalaman mendirikan dan mengelola usaha. kemampuan untuk mengenali mengapa suatu masalah terjadi dan kemampuan mengatasinya. Pembelajaran dan Pendidikan Wirausaha Kemampuan belajar seorang wirausahawan dalam pemecahan masalah yang tidak terstruktur dan berisiko sudah tidak diragukan lagi.1 Empat Tipe Pembelajaran Fokus pembelajaran Rentang Waktu Jangka Pendek Jangka Panjang Sumber : Hall. (1996) Tugas (Task) Performance Adaptabilitas Pribadi (self) Sikap Identitas Tabel di atas menunjukkan bahwa dalam jangka pendek aktifitas pengembangan difokuskan pada peningkatan performance skill. mereka belajar melalui pengalaman langsung ketika mereka dihadapkan pada pengambilan keputusan secara coba-coba (trial and error). yang meliputi proses pembelajaran. Perolehan kemampuan tersebut merupakan hasil dari proses belajar. dan secara tidak langsung dari pengalaman organisasi lain seperti melalui proses peniruan ataupun pembandingan (Benchmarking). yaitu dimensi rentang waktu (jangka panjang dan jangka pendek) dan dimensi target (tugas atau orang) sebagai mana terlihat dalam tabel berikut: Tabel 5.Selain itu organisasi pada dasarnya dapat belajar dengan cara yang dijelaskan oleh proses pengorganisasian pihak lain. sehingga wirausahawan yang belajar dengan sungguh-sungguh akan lebih berhasil dalam usahanya dibandingkan dengan wirausahawan yang tidak pernah belajar. 2. sebagai contoh. Hall (1996) mengemukakan bahwa proses pembelajaran pengusaha dapat dilihat dari dua dimensi. dan 49 . dimana dalam proses tersebut banyak mempelajari berbagai konsep.

Oleh karena itu perlu diidentifikasi isu-isu kunci dalam proses pembelajaran dan pengembangan wirausaha. Adaptabilitas dan identitas biasa disebut sebagai metaskill. Dalam penelitian ini isu-isu kunci yang akan diangkat adalah isu yang berkenaan dengan pembelajaran melalui pendidikan dan pelatihan. pembimbingan (mentoring). Adapun pengertian dari masing-masing isu tersebut adalah sebagai berikut: Sagir (1986) mengemukakan bahwa program Pendidikan dan Pelatihan pada hakikatnya merupakan jalur dan jenjang yang berkesinambungan yang menunjukkan peningkatan dan pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM) yang meliputi: 1) Pendidikan umum atau pendidikan dasar yang merupakan bekal agar SDM mempunyai pengetahuan dasar yang memadai dan siap untuk dilatih. dan memasukkan cara-cara baru dalam menginstropeksi diri sendiri. karena keduanya memberi kemampuan untuk belajar bagaimana agar bisa belajar. Sedangkan yang termasuk di dalam identitas adalah keterbukaan untuk menerima masukan. atau tinggi. menengah. dan pengalaman. Adapun program pembelajaran jangka panjang diorientasikan pada tingkat adaptabilitas terhadap tugas dan pembentukan identitas pribadi. Metaskill ini identik dengan double loop learning dan merupakan kemampuan yang sangat penting di masa sekarang dan yang akan datang.memasukkan komponen sosialisasi serta sikap yang membentuk identitas perusahaan ke dalam program pengembangan. Termasuk di dalam adaptabilitas adalah belajar bersikap terbuka terhadap perubahan serta melakukan beberapa perubahan. 2) Latihan keterampilan teknis (technical know how) atau profesionalisme untuk bidang tertentu baik tingkat rendah. 50 .

2) Latihan ialah suatu kegiatan untuk memperbaiki kemampuan kerja seseorang dalam kaitannya dengan aktivitas ekonomi. Dari pendapat Sagir di atas tampak bahwa fungsi pendidikan dan pelatihan sesungguhnya adalah upaya untuk meningkatkan dan mengembangkan kemampuan karyawan (teknis maupun manajerial). Ranupandojo dan Husnan (2002) mengemukakan bahwa istilah pendidikan dan pelatihan (Education and training) sering dipertukarkan dengan istilah pengembangan (development) seperti yang dipakai oleh Flippo. program Diklat berhubungan dengan peningkatan kinerja. Dalam prakteknya kedua istilah tersebut mempunyai maksud yang sama. bukan hanya memiliki kemampuan teknis. dan sikap yang diperlukan oleh organisasi dalam usaha mencapai tujuannya. kecakapan.Jenjang latihan untuk pengembangan diri. mengembangkan diri untuk menjadi unsur pimpinan dalam bidangnya yang mampu dikembangkan. terutama aspek profesionalisme kerja. mempersiapkan SDM agar lebih kreatif. Latihan membantu karyawan dalam memahami suatu pengetahuan praktis dan penerapannya guna meningkatkan keterampilan. Jadi. Choueke dan Amstrong (1998) mengusulkan materi pendidikan atau pelatihan wirausaha dalam membangun kompetensi wirausaha sebagai berikut: 51 . Ranupandojo dan Husnan (2002) juga mengemukakan bahwa : 1) Pendidikan ialah suatu kegiatan untuk meningkatkan pengetahuan umum seseorang termasuk di dalamnya peningkatan penguasaan teori dan keterampilan mengambil keputusan terhadap persoalan-persoalan yang menyangkut kegiatan mencapai tujuan. tetapi juga memiliki kemampuan manajerial.

Tabel 5. ‘Critical incident’ yang dialami dapat menghasilkan tingkat pembelajaran yang lebih tinggi serta mendasar.2. sehingga sangat diperlukan bimbingan terhadap pengalaman tersebut. 1998) yang menunjukkan bahwa "pengalaman" merupakan sumber utama dari pembelajaran. Berdasarkan penjelasan di atas dapat dikemukakan bahwa 'critical incident' sangat penting diterapkan untuk memahami proses pembelajaran wirausaha. Program mentoring menekankan pada upaya untuk membantu wirausahawan dalam menafsirkan 'critical incident' sebagai pengalaman belajar yang dapat digunakan untuk meningkatkan hasil pembelajaran. Materi Pendidikan atau Pelatihan Wirausaha Sumber : Choueke dan Amstrong (1998). Choueke and Armstrong. Cope and Watts (2000) melakukan penelitian tentang proses pembelajaran dari wirausahawan dalam hubungannya dengan proses personal dan siklus pengembangan usahanya. Hal ini didukung oleh hasil penelitian Armstrong (dalam. Mereka menemukan konsep 'critical incident' yang menunjukkan bahwa wirausahawan sering menghadapi masa atau episode kritis yang traumatik dan berkepanjangan dan menggambarkan kejadian-kejadian bermuatan emosional. Mentoring atau bimbingan sangat dibutuhkan oleh seorang wirausahawan guna membantu 52 .

Pendekatan pembelajaran dari pengalaman sangat bermanfaat digunakan untuk pengembangan seorang wirausahawan. EVALUASI 1) Jelaskan makna pembelanjaran bagi seorang wirausaha? 2) Uraikan perbedaan antara pembelanjaran kognitif. self-development pada pembelajaran karir jangka panjang. Pendekatan pembelajaran dari pengalaman ini memberikan kemampuan bagi individu dan organisasi untuk melakukan self renewal dengan melakukan pendekatan yang proaktif. karena pembelajaran ini dapat memberikan kesempatan pada wirausahawan untuk memanfaatkan on-the job experience dan memberikan meta skill untuk learning how to learn. Hal ini biasa disebut dengan pembelajaran dari pengalaman (learning from experience). dalam praktek usaha yang sesungguhnya. perilaku dan pembelajaran pengalaman wirausaha? 3) Jelaskan empat tipe dalam pembelajaran wirausaha? 4) Berikan contoh pendidikan kewirausahaan yang ada di Indonesia? 53 . 6.menafsirkan kejadian-kejadian yang dialami selama proses pembelajaran yang dapat digunakan untuk pengembangan usaha. Robinson dan Sexton (1994) mengemukakan bahwa pembelajaran merupakan proses yang terintegrasi dengan pekerjaan.

Keteguhan atau biasa disebut tekad adalah suatu motif yang melibatkan suatu ketahanan untuk terus fokus pada sasaran ketika sedang dihadang berbagai rintangan. Hal ini seringkali disamakan dengan kebutuhan akan kekuasaan. Daya inovasi merupakan salah satu ciri khas utama dari seorang wirausahawan. Mahasiswa diharapkan dapat menjelaskan pengertian motivasi. RANGKUMAN Para wirausahawan efektif harus punya keinginan untuk memimpin. Mahasiswa dapat menggali daya inovasi seorang wirausaha d. 2. Motivasi wirausaha membutuhkan keinginan untuk mempengaruhi orang lain. daya inovasi dan kompentensi wirausaha. TUJUAN KHUSUS a. TUJUAN UMUM Diharapkan mahasiswa mampu membangkitkan semangat/motivasi. b. KATA KUNCI: Motivasi. Seseorang dengan motivasi kepemimpinan yang tinggi banyak berpikir mengenai cara mempengaruhi orang banyak. memenangkan suatu perdebatan atau meraih posisi dengan kewenangan yang lebih besar.1. Seorang wirausahawan yang mempunyai motivasi yang kuat juga menunjukan keteguhan yang kuat. daya inovasi dan kompentesi wirausaha serta penerapanya dalam kehidupan nyata. Mahasiswa diharapakan dapat menjelaskan kiat-kiat membangkitkan motivasi wirausaha c. Mahasiswa diharapakan dapat menjelaskan kompentesi wirausaha 3. Daya Inovasi & Kompentesi Wirausaha 4. karena dengan inovasi seorang wirausahawan akan mampu 54 .

keterampilan. seorang wirausahawan harus bekerja keras. Pendahuluan Seorang individu yang ingin menjadi wirausahawan tapi tidak punya kegairahan dalam meraihnya. seorang wirausahawan harus memiliki manajemen diri yang baik. para usahawan dan manajer harus tekun di sejumlah pekerjaan. dalam arti seorang wirausahawan harus mampu mengelola kemampuan dirinya dengan sebaik-baiknya sehingga dapat meningkatkan kemampuan usaha. 55 . Wirausahawan mempunyai keinginan yang relatif tinggi untuk meraih prestasi. Secara umum kompetensi wirausahawan sama dengan kompetensi manajer ditambah kemampuan membaca peluang dan manajemen diri. Untuk mendapatkan hasil yang maksimal. sedangkan untuk dapat memanfaatkan peluang yang ada. Kompetensi adalah suatu kemampuan lebih dari seorang individu jika dibandingkan dengan individu yang lain. selain itu kompetensi dapat didefinisikan sebagai pengetahuan. URAIAN PEMBELAJARAN A. 5. dan kemampuan yang dapat memenuhi kebutuhan hasil kerja yang lebih efektif. Keinginan untuk berprestasi merupakan faktor motivasi yang penting di antara para wirausahawan handal.meningkatkan produktivitas perusahaan dengan cara menciptakan produkproduk baru yang inovatif maupun mengembangkan cara-cara pemasaran yang inovatif sehingga akan memiliki daya saing yang kuat dibandingkan dengan produk maupun cara pemasaran dari pesaing. Hal ini dikarenakan seorang wirausahawan selain sebagai pemilik usaha (manajer) juga sebagai pelaksana usaha sehingga sangat dibutuhkan kemampuan untuk melihat dan memanfaatkan peluang yang ada dengan sebaik-baiknya. tidak mungkin sukses baik dalam menciptakan maupun mengimplementasikan sebuah visi.

Kekuasan bisa dipandang sebagai mata uang seorang wirausahawan. memerintahkan pada mereka apa yang mesti dilakukan. memindahkan. Dengan demikian motivasi terjadi melalui suatu proses yang berhubungan dengan kebutuhan manusia.Daya inovasi dan kompentensi yang dimiliki seorang wirausaha merupakan kunci keberhasilan dalam penyelenggaran usaha. Pokok bahasan ini akan diuraikan pengertian motivasi. (2003) mengemukakan bahwa keinginan untuk berprestasi merupakan faktor motivasi yang penting di antara para wirausahawan handal. kiat-kiat membangkitkan motivasi wirausaha. Seorang individu yang ingin menjadi wirausahawan tapi tidak punya kegairahan dalam meraihnya. daya inovasi dan kompentensi wirausaha. tidak mungkin sukses baik dalam menciptakan maupun mengimplementasikan sebuah visi. artinya pindah dan suatu kondisi tertentu ke kondisi yang lain. mengaktifkan. dan kompentesi wirausaha B. para usahawan dan manajer harus tekun di sejumlah pekerjaan. seorang wirausahawan harus bekerja keras. mengarahkan dan menyalurkan perilakunya menuju tercapainya tujuan. daya inovasi seorang wirausaha. Motif sebagai sesuatu yang ada dalam diri manusia yang membangkitkan. dan menerapkan sanksi positif dan negatif secara cepat. Motivasi Usaha Motivasi berasal dari kata latin "movere" = to move = memindahkan. Seseorang yang tidak sanggup menggunakan kekuasaan akan mendapatkan kesulitan dalam menjalankan peran wirausaha. Shane et al. Para wirausahawan sukses harus mau menggunakan kekuasaan terhadap para bawahan. sarana utama yang digunakan seorang 56 . Hampir semua tulisan sepakat bahwa para wirausahawan mempunyai keinginan yang relatif tinggi untuk meraih prestasi. Untuk mendapatkan hasil yang maksimal.

mereka mempunyai hal yang diperlukan untuk kelancaran usahanya. atau tidak mempunyai semangat yang menggebu-gebu dalam segala aktivitasnya. ketegaran mesti dilakukan dengan berlandaskan pada sikap rasional. (2000) menjelaskan bagaimana motivasi berpengaruh pada berbagai aspek perilaku manusia. Selanjutnya Collins et al. hal itu adalah : 1) memuaskan pelanggan. Tentu saja. Oleh karena itu. Collins et al. terutama dalam mengkomunikasikan visi mereka kepada para pegawai. Wirausaha merupakan proses yang dimulai dari pengenalan peluang usaha 57 . 2) pertumbuhan. sikap tegar harus ditujukan pada segala hal yang benar. 3) penekanan biaya. dan mesti memiliki keteguhan untuk memastikan bahwa perubahan-perubahan telah melembaga dalam wadah usahanya. Sangat teguh mengejar suatu strategi yang tidak tepat bisa membawa organisasi ke jurang kehancuran. (2000) mengemukakan bahwa keberhasilan wirausaha sangat tergantung pada kemauannya untuk menjadi wirausahawan. Seorang wirausahawan harus mempunyai keinginan untuk mendapatkan kekuasaan dengan maksud untuk melancarkan pengaruh terhadap orang-orang lain. Seluruh proses tersebut sangat tergantung pada kemauan seorang wirausahawan untuk bermain dalam pertandingan tersebut. 4) inovasi dan feature terbaru dari sebuah merek. hal ini karena peluang usaha didapat dalam proses evaluasi. Wirausahawan harus memiliki tekad untuk menindaklanjuti. sementara keputusan dibuat setelah ditemukannya peluang usaha. Dalam kebanyakan wadah usaha yang beroperasi dalam iklim bisnis dewasa ini. Para wirausahawan harus dan tak boleh letih.wirausahawan untuk membereskan banyak hal dalam suatu wadah usahanya. dan 6) kualitas dari barang yang diproduksinya. 5) mengamati kejadian dengan cepat untuk mengambil tindakan-tindakan yang efektif.

tetapi motivasi wirausahawan akan mengarahkan tindakan wirausaha pada kondisi lingkungan yang berbeda. 1998) menyatakan bahwa wirausaha utamanya tidak termotivasi oleh financial incentive. Kemampuan kognitif memungkinkan seorang wirausahawan mengembangkan visi yang hidup termasuk strategi untuk berhasil. Keberhasilan dari seluruh proses tersebut sangat dipengaruhi oleh motivasi serta faktor kognitif seperti pengetahuan. Motivasi membantu seorang wirausahawan memperoleh pengetahuan. keterampilan dan kemampuan pada kesempatan pertama dan memberikan dorongan serta energi untuk menetapkan tindakan yang diperlukan.dan ditindaklanjuti dengan pengembangan produk. Kondisi lingkungan seperti sistem hukum. L. Faktor motivasi yang dimaksud dapat diringkas sebagai berikut : 58 . 1983 (dalam Rambat. Pattigrew (1996) dalam Walton (1999) mengemukakan bahwa motivasi wirausaha (entrepreneurial motivations) dapat merupakan faktor penting untuk kinerja perusahaan. industri. tetapi oleh keinginan untuk melepaskan diri dari lingkungan yang tidak sesuai/diinginkan. dan Jero W. pasar modal dan kondisi ekonomi nasional mempengaruhi wirausaha. Motivasi awal untuk menjalankan aktivitas wirausaha umumnya dikategorikan dalam bentuk faktor-faktor yang "menarik" (pull) seperti menentukan peluang usaha. Studi yang dilakukan oleh Knight. keterampilan dan kemampuan dari seorang wirausahawan. keinginan untuk mengumpulkan kekayaan. di samping guna menemukan arti baru bagi kehidupannya. atau keinginan untuk "menjadi bos bagi diri sendiri" dan faktor-faktor yang "mendorong" (push) seperti ketidakamanan pekerjaan (insecurity) dan kejenuhan bekerja akibat pekerjaan yang berulang-ulang (redundancy).

7) The educational refuge. Banyak orang yang gagal dalam studinya atau mereka yang tidak cocok dengan sistim pendidikan yang ada. 2) The corporate refuge. caranya yaitu dengan mendirikan usahanya sendiri. Para ibu rumah tangga yang pada awalnya sibuk mengurus anak dan rumah tangganya akan mencoba membantu suaminya dalam hal keuangan karena kebutuhan-kebutuhan anak-anak yang makin tinggi. lingkungan kantor/perusahaan maupun dalam masyarakat. 6) The society refuge. 3) The parental (paternal) refuge. 5) The housewife refuge.1) The foreign refuge. pekerja-pekerja yang tidak puas dengan lingkungan perusahaannya merasa bahwa kepuasan kerjanya akan meningkat dengan memulai dan menjalankan bisnis sendiri. akan berusaha membuktikan bahwa dirinya mampu. Banyak individu yang memperoleh pendidikan dan pengalaman dari bisnis yang dibangun oleh keluarganya sejak ia masih anak-anak mereka biasanya kemudian akan berusaha untuk mencoba bisnis lain daripada yang selama ini dikerjakan oleh keluarganya. 4) The feminist refuge. Para wanita yang merasa telah mendapatkan perlakuan diskriminatif dibandingkan kaum laki-laki baik dalam sistim pendidikan. dimana peluang-peluang ekonomi di negara lain yang lebih menguntungkan sering kali mendorong orang untuk meninggalkan negaranya yang tidak stabil secara politis untuk berwirausaha. menjadi terpacu untuk berwirausaha. 59 . Anggota masyarakat yang tidak setuju dengan kondisi lingkungannya biasanya akan mencoba menjalankan usaha yang tidak terkait dengan lingkungan yang ada.

2000 Pada gambar di atas. Model Motivasi Prestasi Kerja Sumber : Kreitner and Kinicki. Konteks pekerjaan mencakup lingkungan hati. seperti diperlihatkan pada Gambar berikut. cukupnya supervisor pengawasan dan pembimbing. dan budaya organsiasi. Organizational Behavior. seorang peneliti Perilaku Organsiasi yang terkenal. mengintegrasikan berbagai elemen yang pada intinya model itu mengidentifikasi penyebab dan konsekuensi dari motivasi.1. Input individu dan konteks pekerjaan adalah dua kategori kunci dari faktor-faktor yang mempengaruhi motivasi. Gambar 6. pendekatan organisasi terhadap pengakuan dan penghargaan. Model tersebut. tugas yang diselesaikan oleh seseorang. mengusulkan suatu model konsep yang menjelaskan bagaimana motivasi mempengaruhi perilaku dan prestasi kerja. Kedua kategori yang menjadi faktor yang mempengaruhi satu sama lain 60 .Mitchell (1999).

Pemberian bimbingan ini mungkin berlanjut pada penyempurnaan model peran karyawan yang berhasil. secara langsung dipengaruhi oleh kemampuan dan pengetahuan (keterampilan) individu. yaitu meminta. Dengan demikian. atau strategi pilihan yang digunakan untuk menyelesaikan sebuah pekerjaan atau tugas. Sebaliknya perilaku yang termotivasi cenderung meningkat pada saat para manajer memberi para karyawan bahan-bahan dan pelengkapan yang mencukupi untuk menyelesaikan pekerjaan dan memberikan bimbingan yang efektif. motivasi berbeda dengan perilaku. Lebih lanjut gambar tersebut memperlihatkan bahwa karyawan lebih cenderung termotivasi pada saat mereka yakin bahwa prestasi kerja mereka akan diakui dan diberi penghargaan yang setimpal. terdapat empat kesimpulan penting untuk diperhatikan dalam model tesebut: Pertama. Sebagai contoh. 61 . Perilaku. mengarahkan. prestasi dipengaruhi oleh motivasi perilaku. dan menetapkan. motivasi. dan membantu mereka mempertahankan self-afficay dan self-esteem yang tinggi. akan sulit untuk bertahan pada suatu proyek jika seseorang bekerja dengan bahan baku yang cacat atau perlengkapan yang rusak. Selanjutnya. Perilaku mencerminkan sesuatu yang dapat kita lihat atau dengar. Hasil dari motivasi secara umum dinilai dengan perilaku yang ditunjukkan.sebagaimana proses yang berkaitan dengan motivasi. jumlah usaha yang dikeluarkan. Motivasi melibatkan suatu proses psikologis untuk mencapai puncak keinginan dan maksud seorang individu untuk berperilaku dengan cara tertentu. Usaha yang sesungguhnya atau prestasi adalah hasil motivasi yang berkaitan dengan perilaku langsung. dan suatu kombinasi dari faktor yang memungkinkan dan membatasi konteks pekerjaan.

proses atau produk. kemampuan dan tujuan pribadi. Perilaku dipengaruhi oleh input dari individu. perilaku dipengaruhi oleh lebih dari sekedar motivasi.Kedua. sehingga memberinya nilai ekonomi. faktor konteks pekerjaan. dan motivasi. (1992) berpendapat bahwa wirausahawan adalah seorang yang inovatif. Mereka membuat perubahan melalui introduksi teknologi. Inovasi menciptakan sumberdaya. Sebagai contoh. faktor konteks pekerjaan. C. motivasi diperlukan tetapi bukan merupakan satu-satunya kontributor yang mencukupi prestasi kerja. Menurut Schumpeter hanya orang-orang yang luar biasa saja yang mempunyai kemampuan menjadi wirausahawan dan mereka mampu melakukan perubahan-perubahan yang luar biasa. jumlah waktu yang dihabiskan untuk belajar dalam menghadapi ujian dipengaruhi oleh motivasi individu. serta kualitas catatan kuliah. Dalam bidang sosial dan ekonomi tidak ada sumberdaya yang lebih besar dalam perekonomian daripada daya beli. Daya Inovasi Drucker (1985) mengemukakan bahwa inovasi adalah tindakan yang memberi sumberdaya kekuatan dan kemampuan baru untuk menciptakan kesejahteraan. Kesimpulan ini mengungkapkan bahwa persoalan prestasi disebabkan oleh suatu kombinasi input individu. Prestasi juga mencerminkan suatu standar eksternal yang biasanya ditetapkan oleh organisasi dan dinilai oleh manajer. 62 . Prestasi mencerminkan suatu akumulasi perilaku yang muncul dari waktu ke waktu dalam seluruh konteks dan orang. Ketiga. karena tidak ada sesuatupun yang menjadi sumberdaya sampai orang menemukan manfaat dari sesuatu yang terdapat di alam. tetapi daya beli adalah hasil ciptaan dari wirausaha yang melakukan inovasi. Keempat. Hirsch dan Peters. motivasi. perilaku berbeda dengan prestasi. dan perilaku motivasi yang sesuai.

ia menciptakan pelanggan dan pasar yang baru. Ia harus terarah secara spesifik. Inovasi yang sukses adalah yang sederhana dan terfokus. Inovasi merupakan sarana seorang wirausaha untuk mengeksploitasi perubahan ketimbang membuat perubahan-perubahan. Di dalam tulisannya The Theory of Economc Development. 1990) : 63 . pengembangan (extention). penemuan (invention). Pengertian seperti ini akan lebih relevan untuk menggambarkan perusahaan besar. Ia juga menjelaskan bagaimana wirausahawan yang inovatif menantang perusahaan-perusahaan yang sedang jaya dengan cara memperkenalkan penemuan baru yang membuat teknologi dan produk yang ada waktu itu menjadi ketinggalan jaman. Ia menekankan peranan dari wirausahawan sebagai penyebab utama dari pembangunan ekonomi. dimana dengan perubahan tersebut akan membangkitkan peluang dan mengkonversi peluang tersebut ke dalam aktivitas-aktivitas produksi. Kuratko dan Hodges (1995) mengelompokkan empat jenis inovasi yang bisa dikembangkan. Pengertian wirausahawan sebagai inovator membedakannya dengan pemilik usaha kecil yang tidak punya ambisi mengembangkan usahanya tetapi tetap sebagai self employed. penggandaan (duplication). dan sintesis. Berikut ini adalah beberapa hal yang menjadi sumber inovasi (Howel dan Higgins.Dengan demikian seorang wirausahawan juga merupakan orang yang mampu mengembangkan teknologi baru. yaitu . Kontribusi Joseph Schumpeter terhadap pemahaman dari mekanisme perkembangan teknologi dan pembangunan ekonomi telah dikenal secara luas. Dalam hal ini seorang wirausahawan lebih dikenal sebagai orang yang menginisiasi perubahanperubahan besar. jelas dan memiliki desain yang dapat diterapkan. Dalam prosesnya.

konsep diri. c. Kompetensi dapat berupa motif. D. b. Kompetensi Wirausaha Hooghiemstra (1992) mendefinisikan kompetensi sebagai karakteristik dasar individu yang berhubungan dengan sebab seseorang menjadi efektif dan superior dalam pekerjaannya. 64 . pengendalian diri. Secara umum kompetensi terdiri dari elemen-elemen sebagai berikut: a. Kompetensi merupakan karakteristik individu yang dapat diukur dengan cara membedakan secara signifikan antara orang-orang yang berprestasi baik dan yang biasa saja atau antara orang yang berkinerja efektif dan yang tidak efektif. sikap atau nilai maupun pendirian. atau keterampilan kognitif dalam perilaku. bakat atau sifat. g. e. Kompetensi akan membedakan orang yang berprestasi baik dengan yang biasa-biasa saja. Sifat dasar (bawaan atau bakat): kecenderungan atau watak umum dalam berperilaku atau cara merespon. Proses sesuai kebutuhan. atau ketahanan. Ketidakharmonisan. b. Perubahan pada industri dan pasar. Konsep pengetahuan dasar (belajar). Kejadian yang tidak terduga. d.a. Perubahan persepsi. Perubahan demografi. menggerakkan dan memilih perilaku individu misalkan kebutuhan untuk berhasil. Motif: kebutuhan yang mendasari atau pola pikir yang mengarahkan. pengetahuan diri. f. Misalkan berkaitan dengan kepercayaan diri. daya tahan stres.

sedangkan sikap dan nilai-nilai merupakan indikator-indikator yang lebih sulit untuk diajarkan. Personal charakteristics disini terdiri dari: Motive. d. sulit dan membutuhkan biaya yang sangat mahal. Kemampuan atau keterampilan kognitif dan perilaku: apakah tersembunyi (misal alasan yang induktif atau deduktif) atau yang terlihat (misal. Self concept. yang diukur dengan uji responden. e. Dari sudut pandang efisiensi. Kekuatan pengetahuan tentang fakta-fakta atau prosedur.2. Kompetensi juga dapat dihubungkan dengan kinerja dalam model alur sebab yang sederhana sebagai berikut: Gambar 6. Konsep diri.c. sikap atau nilai yang diukur oleh uji responden yang menanyakan apa yang mereka hargai. Trait. Hubungan Kompetensi Dengan Kinerja Individu Sumber : Hooghiemstra. dalam proses rekruasi aturannya adalah merekrut berdasarkan karakteristik motivasi inti dan sifat bawaan yang selanjutnya perlu dilakukan 65 . Knowledge dan Skills. Pengetahuan dan keterampilan merupakan salah satu dari indikator kompetensi yang paling mudah diajarkan. apakah teknis atau interpersonal. Merubah motif dan sifat mungkin dapat dilakukan tetapi harus melalui proses yang sangat panjang. kemampuan mendengarkan secara aktif). Kebanyakan temuan menunjukkan bahwa pengetahuan jarang dapat membedakan antara kinerja yang rata-rata dan superior. apa yang mereka pikirkan atau tertarik dalam melakukan sesuatu. (1992) Kompetensi secara umum memiliki perbedaan berdasarkan proses pengajarannya.

Dalam pendekatan orientasi pekerja. Sandberg (2000) mengemukakan bahwa kompetensi adalah pengetahuan dan keterampilan yang berkaitan dengan pekerjaan. keterampilan dan kemampuan (KSAs) dan sifat bawaan individu yang diperlukan untuk dapat melaksanakan tugasnya dengan baik. Pendekatan definisi kompetensi dapat dilakukan melalui 3 hal yaitu orientasi pekerja. kompetensi didefinisikan sebagai atribut yang dimiliki oleh seseorang atau pekerja. Misalkan menetapkan proses serta pekerjaan yang diperlukan. Pendekatan multimethode lebih bersifat komprehensif karena berusaha menghindari kritikan yang muncul dari dua pendekatan lain. Jadi dapat dikemukakan bahwa kompetensi adalah kumpulan atribut-atribut spesifik yang dimiliki dan digunakan oleh seseorang untuk dapat menyelesaikan 66 . Kenyataan menunjukkan bahwa merekrut orang yang memiliki sifat dan motif yang sesuai dengan kebutuhan dan melatih mereka dengan pengetahuan dan keterampilan yang diperlukan dalam pekerjaan tertentu lebih effisien jika dibandingkan dengan merekrut orang yang berpendidikan tinggi namun tidak memiliki sifat dan motif yang sesuai dengan pekerjaan tertentu.pegembangan pengetahuan dan keterampilan. Namun kebanyakan perusahaan melakukan sebaliknya. kompetensi juga disebutkan sebagai atribut kemampuan spesifik yang dibutuhkan seseorang dan dijabarkan dalam langkah-langkah pekerjaan untuk menyelesaikan tugas tertentu. selanjutnya menetapkan kompetensi yang dibutuhkan untuk masing-masing langkah tersebut. mereka merekrut berdasarkan gelar pendidikannya dan berasumsi bahwa kandidat tersebut memiliki atau dapat diindoktrinasi dengan motif dan sifat yang diperlukan. yang ditunjukkan oleh pengetahuan. yakni dengan memadukan kedua metode tersebut. orientasi pekerjaan dan orientasi multimethode. Dalam pendekatan orientasi kerja.

Mereka yang dapat menyelesaikan tugas lebih baik daripada yang lain berarti orang tersebut lebih kompeten daripada lainnya. administrasi. misalkan keterampilan dalam mengambil keputusan. serta daya inovasi yang tinggi. manusia. (2001) mengemukakan bahwa kompetensi wirausaha hampir sama dengan kompetensi seorang manajer tetapi ditambahkan 2 keterampilan yaitu peluang dan manajemen diri. (2000) mengemukakan bahwa secara umum terdapat enam area kompetensi wirausaha yang dapat dikenali yakni: 1. pengenalan keterampilan. keterampilan berkomunikasi dan hubungan antar pribadi 3. Man et al. pemahaman dan penyerapan informasi yang kompleks. peluang dan pengambilan pengembangan keputusan. self management. penggunaan hubungan dan koneksi. 2. peluang. sedangkan human relation dan administrasi dapat digabungkan dalam kepemimpinan. sumberdaya kepemimpinan. kemampuan kognitif.tugas. Menurut Baum paling tidak terdapat beberapa kompetensi wirausaha yang sangat diperlukan yaitu pengetahuan. Relationship competencies (Kemampuan hubungan) yaitu kompetensi yang berhubungan dengan kemampuan interaksi orang per orang atau individu dengan kelompok. kemampuan bernegosiasi. Opportunity competencies (Kemampuan peluang) yaitu kompetensi yang berhubungan dengan mengenali dan mengembangkan peluang pasar melalui berbagai cara. 67 . sementara kemampuan peluang dapat dimasukkan dalam keterampilan memanfaatkan peluang (opportunity skills). Conceptual competencies (Kemampuan konseptual) yaitu kompetensi yang berhubungan dengan kemampuan konseptual yang mana dicerminkan di dalam perilaku usahawan. misalnya dalam konteks kerjasama dan kepercayaan. Baum et al.

evaluasi dan penerapan strategi perusahaan 6. Penekanan proses atau pendekatan perilaku mempelajari sifat wirausaha dengan dimensi proses dari kondisi daya saing. Organizing competencies (Kemampuan pengorganisasian) yaitu kompensasi yang berhubungan dengan pengorganisasian sumberdaya internal dan eksternal seperti SDM. Kompetensi wirausaha sangat diperlukan oleh seorang wirausahawan dalam berupaya pengembangan usahanya. atau hasil (menuju keberhasilan standar kemampuan atau wewenang dalam area fungsional). pelatihan dan pengendalian. Strategic competencies (Kemampuan stratejik) yaitu kompetensi atau kemampuan yang berhubungan dengan penetapan. melainkan kemampuan hanya dapat dipertunjukkan oleh tindakan dan perilaku orang tersebut (Gartner dan Starr.4. teknologi termasuk di dalamnya membangun tim kerja. keuangan. proses (perilaku atau tugas yang mendorong ke arah kemampuan). 1995).. memimpin pekerja. (1999) mengemukakan bahwa kompetensi juga dapat di ukur berdasarkan seberapa besar individu tersebut mampu dalam pencapaian tujuan. 5. 68 . Pendekatan kompetensi menjadi suatu alat yang populer untuk mempelajari krakteristik wirausahawan. Lebih lanjut Man et al. Commitment competencies (Kemampuan komitmen) yaitu kompetensi atau kemampuan yang menggerakkan seorang wirausahawan untuk menjadikan usahanya lebih berkembang. Pendekatan ini semata-mata berasumsi bahwa kemampuan belum tentu membuat seorang wirausahawan berkompeten. Boyatzis (1982) mengemukakan bahwa kemampuan wirausaha berhubungan erat dengan managerial competencies. Kemampuan dapat dipelajari dari masukannya (kemampuan terdahulu).

daya inovasi dan kompentensi wirausaha? 2) Jelaskan beberapa factor motivasi dalam wirausaha dan model motivasi untuk mencapai kinerja yang tinggi? 3) Uraikan beberapa kiat yang dapat menumbuhkan daya inovasi wirausaha? 4) Jelaskan hubungan kompetensi dengan kinerja individu? 5) Uraikan atas enam demensi kompentesi yang harus dikenali oleh setiap wirausaha? 69 .6. EVALUASI 1) Jelaskan pengertian motivasi.

Mahasiswa diharapkan dapat menyusun kelayakan usaha 3. RANGKUMAN Menjadi wirausaha yang handal tidaklah muda. Peluang usaha diartikan sebagai kesempatan usaha. banyak orang merasa masih belum jelas tentang aspek-aspek apa saja yang melingkupi dunia wiraswasta. Kemampuan seseorang untuk menilai peluang dan memanfaatkan peluang tersebut merupakan modal dasar untuk melaksanakan aktivitas wirausaha. Kesadaran akan suatu kesempatan adalah titik awal yang sebenarnya untuk melihat peluang usaha.Pendahuluan Dewasa ini.1. Mahasiswa diharapkan dapat menjelaskan pengertian dan lingkup peluang bisnis/usaha b. Kelayakan Usaha 4. TUJUAN UMUM Diharapkan mahasiswa dapat menilai peluang usaha/bisnis serta mempraktekannya dalam kehidupan sehari-hari. 5. Sebagian orang beranggapan bahwa 70 . dunia kewirausahaan (kewiraswastaan) tampaknya sudah mulai diminati oleh masyarakat luas. Mahasiswa diharapkan dapat mengidentifikasi. bidang dan macam peluang usaha c. TUJUAN KHUSUS a. 2. KATA KUNCI: Menilai Peluang. Namun karena kurangnya informasi. namum tidak sesulit yang dibayakan banyak orang. URAIAN PEMBELAJARAN A. Hal ini meliputi suatu pandangan pendahuluan terhadap kemungkinan adanya peluang-peluang di hari depan.

Semakin sering seseorang berusaha berwiraswasta maka intuisi dalam membaca peluang semakin tajam. Oleh karena itu kewiraswastaan sering dianggap sebagai wacana tentang bagaimana menjadi kaya. serta menyusun kelayakan usaha B. seorang wirausahawan adalah seorang yang mengambil keuntungan dari peluang dagang. Hal ini bisa terjadi karena adanya ketidaksempurnaan pengetahuan ataupun informasi dari mereka yang melakukan transaksi. seorang wirausahawan akan dapat memetik keuntungan dengan bertindak sebagai pemula yang memfasilitasi perdagangan. Kewirausahaan adalah kemampuan diri seseorang dalam menentukan dan mengevaluasi peluang-peluang usaha dengan mengelola sumber-sumber daya yang ada. Pokok bahasan ini di uraikan tentang pengertian dan lingkup peluang bisnis/usaha.kewiraswastaan adalah dunianya kaum pengusaha besar dan mapan. Berdasarkan pendapat Kirzner tersebut di atas dapat dikemukakan bahwa peranan informasi di pasar merupakan faktor yang sangat penting dalam wirausaha. Dengan demikian. bidang dan macam peluang usaha. sementara keberadaan manusia di dunia ini merupakan mahluk utama dan titik sentral berkembangnya peradaban masyarakat. identifikasi. Oleh karena itu kewirausahaan melekat pada diri manusia. penemu yang kreatif. Dengan mengetahui peluang dagang. seseorang yang melakukan transaksi pada peluang yang muncul dari suatu teknologi baru. 71 . Pengertian Dan Lingkup Peluang Usaha Kirzner (1999) menyatakan bahwa wirausahawan adalah sebagai orang yang 'waspada' pada peluang yang menguntungkan dalam mekanisme pasar.

atau hubungan antara means dan ends. berasal dari penemuan bahan baku baru. 2. dan berasal dari cara mengorganisasi. Dalam hal ini keputusan wirausaha meliputi kreasi atau identifikasi daripada means dan ends baru yang sebelumnya tidak terdeteksi oleh pelaku pasar.1. Dalam proses eksploitasi peluang. seperti perubahan yang berasal dari kreasi produk atau jasa baru. Dalam lingkungan kondisi yang tidak seimbang sering muncul peluang baru yang menenggelamkan peluang yang lama. pelanggan (ends). Peluang usaha mempunyai siklus karena dipengaruhi oleh faktor internal dan eksternalnya. Eckhardt dan Shane (2002) juga mengidentifikasi tipe-tipe peluang. jasa. Waktu siklus peluang usaha tersebut tergantung pada pembatasan mekanisme peniruan. peluang yang berasal dari gap antara 72 . berasal dari metode produksi baru. seseorang mencari sumberdaya dan melibatkannya dalam aktivitas yang dapat memberikan informasi guna meningkatkan kepedulian bersama di antara pelaku pasar tentang karakteristik informasi peluang yang dapat mendorong ataupun menekan seseorang dalam menindaklanjuti peluang usaha yang ada. Pengertian Peluang Usaha Eckhardt dan Shane (2002) mendefinisikan peluang sebagai situasi dimana barang. Peluang usaha yang telah dieksploitasi secara maksimal juga akan menenggelamkan peluang tersebut. di antaranya yaitu: 1. perubahan yang berasal dari penemuan daerah pasar baru. bahan baku. Berdasarkan asal perubahannya. serta mekanisme penyebaran informasi. pasar dan metode organisasi baru dapat diperkenalkan melalui pembentukan cara (means) baru. Berdasarkan sumber peluang seperti: peluang yang berasal dari informasi yang asimetrik.

Faktor dinamika perkembangan masyarakat c. Peluang usaha diartikan sebagai kesempatan usaha. Hal ini meliputi suatu pandangan pendahuluan terhadap kemungkinan adanya peluang-peluang di hari depan. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa ada 3 (tiga) faktor utama yang merupakan variabel dasar dalam upaya identifikasi peluang usaha yaitu: a. 2. Kesadaran akan suatu kesempatan adalah titik awal yang sebenarnya untuk melihat peluang usaha. Lingkup Peluang Usaha Kendatipun peluang usaha bersifat luas namun dapat disederhanakan dengan mengklasifikasikan dari berbagai sudut pandang sebagai berikut: 73 .pasokan dan permintaan. dan peluang yang berasal dari identifikasi katalisator perubahan yang menghasilkan peluang usaha. peluang yang berasal dari perbedaan tingkat produktivitas. Faktor kebutuhan masyarakat b. Suatu pengetahuan tentang dimana kita berdiri maka perlu menyadari adanya suatu peluang usaha yang dapat ditinjau dari berbagai aspek yang terdiri dari : Pasar Persaingan Keinginan konsumen/pelanggan Kekuatan-kekuatan kita Kelemahan-kelemahan kita Dengan adanya peluang usaha mencakup aspek-aspek yang sangat luas dan bersifat selalu terbuka karena itu tidak ada alasan tertutupnya kesempatan berusaha asal saja mampu mencermati perubahan-perubahan atau pergeseran peradaban yang terjadi pada masyarakat. Faktor keberadaan dunia usaha dalam memenuhi kebutuhan.

Dalam kaitan itu peluang usaha berdasarkan hierarki kebutuhan Maslow dalam pembagian sebagai berikut : dapat dikelompokan ke 1. Lingkup peluang usaha dengan klasifikasi di atas. b. pendapatan. 2. Berdasarkan lama-barunya peluang usaha. Peluang usaha baru sama sekali.a. pemilik usaha mandiri (selfemployed) dan pelaku usaha (businessman). Peluang usaha untuk pemenuhan kebutuhan sekunder 3. dimana peluang usaha ini sebelumnya belum ada tetapi kemudian diciptakan. Peluang usaha akan terbuka dan menjadi peluang usaha baru khususnya dilakukan pada daerah-daerah baru. kemudian mempunyai demensi kuantitatif dan kualitatif yang ditentukan oleh faktor pendidikan. Berdasarkan Hiraki Kebutuhan Manusia Seperti disajikan pada bagian awal. Dari segi lama barunya peluang usaha dapat dijumpai 3 (tiga) kemungkinan peluang usaha yang terbuka. Peluang usaha baru yang disempurnakan/dikembangkan dari usaha yang sudah ada/lama. Peluang usaha untuk pemenuhan kebutuhan tertier. Karena dalam bahasa sehari-hari sering terjadi kerancuan penggunaan istilah wirausahawan (entrepreneur). Oleh karena itu perlu dibedakan konseptualisasi wirausaha sebagai berikut: (1) Antara konsep di wirausaha dalam (entrepreneurial) pengertian dan manajerial dan (managerial) pengorganisasian pengkoordinasian 74 . 3. dan status sosial masyarakat. peluang usaha timbul karena adanya kebutuhan manusia. yaitu : 1. Peluang usaha untuk pemenuhan kebutuhan primer 2.

Tabel 7. akan dihasilkan tiga tipe yang dapat membedakan dengan wirausaha. yaitu wirausahawan dan pelaku usaha manajerial yang merupakan wirausaha di dalam pengertian formal semata. Bidang Dan Macam Peluang Usaha Ardichvili et al. menciptakan dan menyajikan nilai tambah bagi stakeholders.Identifikasi.1. Hal ini diilustrasikan di dalam Tabel berikut ini. Ketiga tipe ini tergolong ke dalam Schumpeterian entrepreneurs. (2003) mengemukakan bahwa identifikasi dan pemilihan peluang yang tepat untuk usaha baru merupakan kemampuan yang sangat penting bagi keberhasilan wirausahawan. Wirausahawan mengidentifikasi peluang usaha. Peluang usaha tidak akan menjadi usaha yang berhasil apabila tidak dikembangkan lebih lanjut. Ardichvili et al. (2000) lebih lanjut menyatakan bahwa proses identifikasi dan pengembangan peluang usaha dipengaruhi oleh beberapa faktor seperti: kewaspadaan yang dimiliki 75 . Proses identifikasi dan pengembangan peluang itu sendiri merupakan siklus yang terus berkembang. C.(2) Antara pemilik usaha (business-owner) atau usaha mandiri (selfemployed). dan pengembangan peluang usaha memerlukan kerja kreatif dari seorang wirausahawan. Peluang tersebut harus dibuat bukan ditemukan begitu saja. Berdasarkan dikotomi ganda dari self-employed lawan employee dan entrepreneurial lawan managerial. dan pekerja (employee). Tipologi Wirausaha Tipologi Entrepreneurial Self-employed Schumpeterian entrepreneurs Employees Intrapreneurs Executive Managerial Managerial business owners Sumber : Carree and Thurik (2002).

sifat individu dan tipe-tipe peluang itu sendiri.seorang wirausahawan. jaringan sosial. informasi dan pengetahuan yang dimiliki. Untuk lebih memudahkan dalam memahami identifikasi peluang usaha maka dengan pendekatan subyek/pelaku bisnis di masyarakat. begitu banyak ragam peluang usaha. juga memudahkn identifikasi peluang usaha tersebut yang pada umumnya diklasifikasikan berdasarkan sektorsektor jenis kegiatan usaha yaitu : 76 . yaitu : Gambar 7. Skema berikut ini dapat dipakai sebagai acuan.1. Identifikasi Peluang Usaha Pendekatan Subyek Pemakai Prespektif peluang usaha yang sangat terbuka dan sangat luas.

Perusahaan Jasa yaitu perusahaan yang kegiatan utamanya memberikan jasa pelayanan kepada memperoleh penghasilan. Tahapan-tahapan yang dilakukan dalam desain kelayakan usaha : Identifikasi kesempatan usaha dan tujuan usaha Aspek-aspek kelayakan usaha Alat dan kerangka analisis Data dan sumber data Kriteria penilaian 2. kelebihan harg jual barang produksi di atas harga pokok produksinya merupakan keuntungan perusahaan. 1. tidak layaknya) suatu usaha dilakukan yang berdaya guna dan berhasil guna dimasa yang akan datang. Aspek-aspek Penilaian Dalam Kelayakan Usaha : a.1. Keuntungan yang diperoleh merupakan pihak lain. Aspek Pasar. 2. meliputi: Permintaan Pemasaran Harga 77 . Tujuan dilakukan kelayakan usaha adalah untuk menghindari ketelanjuran atau terjadinya penanaman modal yang terlalu besar untuk kegiatan yang ternyata tidak memberikan keuntungan. Perusahaan Manufaktur (Pabrikasi) yaitu perusahaan yang mengolah bahan mentah menjadi produk setengan jadi atau barang jadi. D. perusahaan Perdagangan yaitu perusahaan yang kegiatan utamanya jual-beli barang dagang. Kelayakan Usaha Kelayakan usaha adalah sebagai suatu hasil analisis yang dilakukan secara cermat tentang dapat tidaknya (layak. sebagai imbalannya perusahaan kelebihan harga jual di atas harga beli 3.

meliputi: Skala produksi yang optimal Proses produksi Perlengkapan Pemilikan lokasi Alat analisis aspek teknis dapat dilakukan dengan analisis perbandingan biaya setiap alternatif. SWOT. dll b. 6. meliputi: Jadwal pelaksanaannya Bentuk organisasinya Analisa jabatan & analisa TK e. Contoh : naiknya pendapatan. BEP. c. BCR.Analisis aspek pasar yaitu: peramalan permintaan. NPV. metode transportasi (pemilihan lokasi) dan metode skoring/pemberian bobot. dan adat istiadat. Amndal. kerusakan lingkungan (polusi). Aspek Finasial. IRR. Aspek Teknik. terdiri dari: ROI Alat analisis yang digunakan dalam aspek finansial adalah kriteria investasi seperti : PP. dll d. Uraikan ruang lingkup dalam menilai peluang usaha? 3) Uraikan dengan jelas identifikasi menilai peluang usaha dari sudut pandang pemakai? 4) Berikan salah satu contoh dalam membuat studi kelayakan dalam menilai peluang usaha? 78 . Aspek Manajemen. Aspek Ekonomi. Market Share. EVALUASI 1) Jelaskan pengertian peluang usaha? Berikan contoh rill dalam menilai peluang usaha! 2) Dalam menilai peluang usaha dapat ditinjau dari berbagai sudut pandang. ARR. Budaya dan Sosial Dampak-dampak yang ditimbulkan oleh proyek tersebut.

TUJUAN KHUSUS a. Hasil produksi dan produktivitas yang dihasilkan oleh peternak itik di Kecamatan Konda belum optimal yaitu 43 butir telur per tahun dibanding produktivitas itik yang diusahakan dengan teknik budidaya berkisar antara 150–250 butir telur per tahun sehingga pendapatan yang diperoleh per bulan 79 . Mahasiswa diharapkan dapat mereview artikel nasional dan internasional c. itik albio dan itik lokal. Rewiew Artikel & Jurnal 4. TUJUAN UMUM Diharapkan mahasiswa dapat menyusun kasus studi kelayakan usaha. mereview artikel dan jurnal. KATA KUNCI: Contoh Kasus. Mahasiswa diharapkan dapat menyusun studi kelakan usaha b.Ringkasan Hasil Survei Tahun 2007 Survei yang dilaksanakan di Kecamatan Konda Kabupaten Kendari dengan tujuan untuk mengetahui potensi budidaya ternak yang digunakan dalam mengembangkan hasil produksi telur. MATERI PEMBELAJARAN Contoh Kasus: STUDI KELAYAKAN USAHA POTENSI BUDIDAYA TERNAK ITIK DI KECAMATAN KONDA A. itik khaki.1. Hasil survei menunjukkan bahwa potensi ternak itik yang dikembangkan peternak di Kecamatan Konda relatif kecil karena pengelolaannya masih bersifat tradisional dengan skala usaha kecil dimana populasi ternak yang dikembangkan oleh 20 orang responden adalah 285 ekor yang terdiri dari itik bali. 2. Mahasiswa diharapkan dapat mereview jurnal nasional dan internasional 3.

Oleh karena itu strategi dan program yang harus dilaksanakan oleh pemerintah dalam meningkatkan produksi dan produktivitas ternak itik tentang ternak itik dan bantuan modal. Dengan demikian masalah yang dihadapi adalah : ”Bagaimana potensi dan teknik budidaya yang digunakan oleh peternak itik serta kendala-kendala apa yang dihadapi”.rata-rata sebesar Rp 156. Sedangkan pada akhir tahun populasi ternak meningkat menjadi 285 ekor (214%) terdiri dari 43 ekor jantan (15%) dan 242 ekor betina (85%). Populasi ternak itik pada awal tahun 91 ekor terdiri dari 20 ekor itik jantan atau (22%) dan 71 ekor betina (78%).813 1.006 10.071 2.790 2. B. Secara rata-rata rasio 80 . Faktor penyebabnya adalah penguasaan teknik budidaya ternak itik yang minim dan kekurangan modal. Produksi dan Produktivitas Ternak itik yang dikembangkan di Kecamatan Konda adalah itik tipe pedaging. Populasi. Kondisi populasi produksi dan produktivitas ternak tahun 2007 dapat dilihat pada tabel berikut : Tabel 7.500.-. Sistim usahatani ternak dengan mengoptimalkan teknik budidaya ternak itik dapat meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan peternak tetapi apabila dikelola secara tradisional dan dalam skala usaha kecil maka pengelolaan usaha kurang efisien. tipe petelur dan tipe dwiguna.2.353 47 42 42 43 42 43 Sumber : Hasil Survei Tahun 2007 Pada Tabel 1 di atas menunjukkan bahwa ternak yang diusahakan oleh petani pada akhir tahun 2007 mengalami peningkatan dibanding populasi pada awal tahun 2007.673 1. Produksi dan Produktivitas Ternak di Kecamatan Konda Kelurahan/ Desa Konda Masagena Pouso Jaya Moreme Cialam Jaya Jumlah Awal Tahun Jantan (ekor) Betina (ekor) Jumlah (ekor) adalah pelatihan Akhir Tahun Jantan (ekor) Betina (ekor) Jumlah (ekor) Produksi Telur (butir) Produktivitas (butir) 4 4 2 4 3 20 14 17 14 13 13 71 18 21 19 17 16 91 6 10 9 11 7 43 44 66 69 39 24 242 50 76 78 50 31 285 2.

pemeliharaan. Produktivitas ternak itik dikelola dengan teknik budidaya itik Bali 150 butir dan itik Khaki 250 butir pertahun. Dan pada malam hari dimasukan ke dalam kadang untuk menghindari dan melindungi ternak dari gangguan binatang.5 – 3. Sistim pemeliharaan ternak yang dilakukan di Kecamatan Konda adalah sistem gembala dan perkandangan. C. Artinya pada siang hari itik dilepas untuk mengembala mencari makanan. 40% dedak halus dan 20% kosentrat.Teknologi Budidaya Itik Produksi telur maupun daging yang dihasilkan sangat dipengaruhi oleh kualitas induk dan bibit ternak yang diusahakan. Jumlah produksi yang dihasilkan lebih rendah dibanding hasil produksi ternak itik yang dibudidayakan yaitu produksi daging 146 ekor dan telur 10.353 butir dan produktivitas telur rata-rata perekor 43 butir dalam setahun. pemberantasan hama dan penyakit serta kekurangan modal kerja untuk membiyayi kegiatan usahanya. itik Alabio dan binit itik lokal. Jenis pakan yang diberikan adalah dedak padi. Dari 20 responden menunjukkan 20% memperoleh induk/bibit dengan cara tetas telur. umbi cincang. nasi dan jagung sedangkan kosentrat tidak diberikan akibatnya produksi telur belum optimal. Pemberian pakan yang dilakukan peternak belum optimal yaitu 2x sehari dengan komposisi tidak teratur. Menurut petunjuk komposisi pakan ternak 40% jagung. Kemudian pakan merupakan kebutuhan penting yang menentukan hasil produksi. Faktor penyebab rendahnya produktivitas ternak itik yang dihasilkan oleh peternak di Kecamatan Konda adalah penguasaan teknologi budidaya ternak masih minim terutama cara memilih induk. 10% dari bantuan pemerintah dan 70% di beli. 81 .5 bulan dalam setahun.ternak itik jantan dan betina 1 : 6 dan jangka waktu bertelur rata-rata diantara 2. pemberian pakan. itik Khaki. Induk/bibit ternak yang dikembangkan adalah 285 ekor terdiri dari itik Bali. ampas kelapa.

5 bulan sampai 4 bulan. 82 .353 butir. Cara memanen setiap pagi para peternak mengambil telur itik dikandang dan di bawah kolom rumah atau di halaman dengan mengunakan keranjang atau sejenisnya untuk menyimpan telur itik. Hal ini merupakan salah satu faktor penyebab rendahnya produktivitas ternak di Kecamatan Konda. Cara pengobatan yang dilakukan adalah 20% menggunakan minyak gosok pada kaki dan 80% menyatakan tidak tahu. pencuri. Dari 20 responden yang diteliti menyatakan bahwa lama bertelur dalam 1 (satu) tahun bervariasi yaitu 2. tempat ternak beristrahat/tidur. Salah satu tantangan yang dihadapi oleh peternak itik di Kecamatan Konda adalah penyakit itik. 3. Kelemahan sistim gembala adalah produksi telur rendah dibanding sistim lanting dan sistim terkurung. E. Dari 20 responden yang diteliti 90% menyatakan bahwa kekurangan modal dan 10% modalnya cukup. Dari 20 orang responden 90% diantaranya tidak melakukan dan 10% melakukan pengendalian penyakit.0 bulan 40% dan 3. Hal ini menunjukkan pemeliharaan ternak itik yang dilakukan oleh peternak belum optimal. Oleh karena itu bantuan modal berupa kredit lunak dengan tingkat bunga rendah diharapkan para peternak itik di Kececamatan Konda.5 bulan 45%.Modal Usaha Modal yang digunakan oleh peternak dalam mengembangkan usahanya adalah modal sendiri. tempat berkembang biak dan memudahkan kontrol. Hasil Panen Produsi telur itik yang dipanen di Kecamatan Konda tahun 2004 sebanyak 10. D.5 bulan 15% sedangkan menurut teknik budidaya lama bertelur berkisar antara 3.pemangsa. Jenis penyakit yang menyerang ternak adalah penyakit lumpuh.

pemeliharaan dan perkandangan.2. G. Pemasaran Hasil Produksi Pemasaran hasil produksi ternak itik baik telur maupun daging di Kecamatan Konda melalui 2 jalur seperti gambar berikut : Gambar 7.000-Rp 20.000 – Rp 25. PETERNAK (1) KONSUMEN (2) PENGECER Keterangan : 1. 83 . Harga telur berkisar antara Rp 500-Rp 750 per biji sedangkan daging berkisar antara Rp10. Jalur tata niaga pemasaran hasil produksi ternak itik.F. harga berfluktuasi.000 per ekor. Kendala-Kendala dan Penyelesaiannya Kendala-kendala yang dihadapi oleh peternak itik dalam mengembangkan usahanya adalah kekurangan modal kerja. Harga yang telur berkisar antara Rp 750-Rp 950 per butir sedangkan daging berkisar Rp 15. pemanenan. Jalur kedua adalah peternak menjual telur dan daging kepada pedagang pengecer dan pedangan pengecer menjual kepada konsumen.000 per ekor. pengendalian hama dan penyakit. Dengan demikian pelatihan teknik budidaya ternak itik menjadi prioritas utama disamping pemberdayaan PPL dan bantuan modal kerja berupa kredit lunak dengan tingkat bunga yang rendah. Jalur pertama adalah peternak menjual telur dan daging itik langsung kepada konsumen. pemberian pakan. 2. penguasaan teknik budidaya ternak itik yang minim yaitu mulai dari pemilihan induk/bibit.

000) Rp 3.000 • Biaya Pemeliharaan ………………. 2.500 Jumlah Dari tabel tersebut di atas.…. Rp 1.000 ….296.755.353 butir telur pertahun dengan produktivitas rata-rata 43 butir per ekor pertahun dibanding produktivitas itik yang diusahakan dengan teknik budidaya berkisar antara 150 – 250 butir pertahun per ekor.500 : 24 = Rp 156..000 • Biaya pakan 40 x 720 x 0..051..15 x 300…Rp 1. I. Analisa Usaha Ternak Itik Tabel 7.500 Rp 1. Sumber : Hasil Proyeksi (Rp3. Kesimpulan Dari Kasus 1. Jenis itik tersebut adalah itik Bali.755.. Populasi ternak yang dikembangkan oleh 20 orang responden yang diteliti adalah 285 ekor terdiri dari jantan 43 ekor dan betina 242 ekor.000 • Penyusutan Kandang ……………. itik Alabio dan itik lokal. 84 . Usahatani ternak itik di Kecamatan Konda masih bersifat tradisional dengan skala usaha kecil.000 + Jumlah Pengeluran ……………………………………… Pendapatan ……………………………………………….000.500 Rp 6. Produksi dan produktivitas yang dihasilkan oleh ternak itik di Kecamatan Konda belum optimal yaitu 10.Rp 200.000 ………………………… Jumlah Hasil Penjulan …………………………………… PENGELURAN : • Pembelian itik induk 40 x 20. menunjukkan pendapatan yang diperoleh peternak itik setip bulan rata-rata Rp 3.051.5 x 950) ……………………………… • Penjulan itik 50 x Rp 20.000..296.000 + Rp 7.Rp 800. Analisis Usaha Ternak Itik PEMASUKAN : • Penjulan telur selama 2 tahun (2 x 35 x 26 x 3.. itik Khaki.500.3.H.

3. Faktor yang menyebabkan produktivitas kekurangan modal,

ternak itik

rendah

adalah

penguasaan teknik budidaya ternak itik minim

terutama pemilihan induk/bibit, pemberian pakan, pemeliharan dan perkandangan, pengendalian hama dan penyakit dan teknologi pemanenan. J. Rekomendasi Dalam upaya meningkatkan produksi dan produktivitas ternak itik, diperlukan wirausahawan dan kepemimpinan dimasa datang, sehingga perlu dilakukan langkah-langkah strategis dan program sebagai berikut : 1. Pelatihan tentang teknik budidaya ternak itik dan kewirausahaan. 2. PPL peternakan diberdayakan.

85

Contoh Review Artikel : MANAJER-MANAJER INTEGRASI : PEMIMPIN KHUSUS PADA WAKTU-WAKTU KHUSUS
By.Ronald N. Ashkenas dan Suzanne C. Francis, Des 2006

A.Abstract Tidaklah mudah untuk melintasi wilayah berbatu yang harus diseberangi dua organisasi yang harus bersatu. Inilah mengapa perusahaan-perusahaan yang cerdik akan menunjuk seorang manajer yang baru dan berjenis unik. B. Pendahuluan ⌦ Pertimbangan Irony : Kurang dari separuh keseluruhan Merjer dan Akuisisi (M&A) telah mencapai tujuan-tujuan strategik dan finansial yang diinginkan, namun perusahaan mengeluarkan lebih banyak untuk M&A selama tahun lalu dari yang sebelumnya. Menurut para bankir investasi J.P. Morgan, perusahaan-perusahaan di seluruh dunia mengeluarkan 3,3 trilyun dolar untuk M&A di tahun 1999, tepatnya 32% lebih banyak dibanding tahun 1998. Pada dasarnya, bahwa rata-rata perusahaan yang gagal mendapatkan nilai yang mereka harapkan dari investasi yang bernilai 1,6 trilyun dolar. Tentu saja merupakan suatu irony yang mahal. ⌦ Lebih ironis lagi : meskipun integrasi diantara perusahaan yang dibeli dengan organisasi induk adalah suatu proses yang sulit dan rumit, secara tradisional tidak pernah ada seorang pun yang bertanggungjawab untuk proses tersebut. ⌦ Untuk mengatasi kesenjangan dalam akuntabilitas tersebut, beberapa perusahaan yang telah memahami dapat menunjuk seorang pemandu yaitu manajer integrasi untuk membimbing semua orang melintasi wilayah berbatu dan seringkali tidak terpetakan yang harus diseberangi kedua organisasi tersebut sebelum mereka dapat berfungsi sebagai satu kesatuan. ⌦ Ditemukan bahwa manajer-manajer integrasi membantu proses M&A dalam empat cara pokok : Melakukkan upaya percepatan, Membuat sebuah struktur, Membentuk hubungan-hubungan sosial diantara kedua organisasi, Membantu merancang kesuksesan-kesuksesan jangka-pendek yang memproduksi hasil-hasil bisnis. ⌦ Untuk menunjukkan bagaimana mereka bekerja, kami akan menyampaikan kira-kira lima cara akuisisi dan peranan yang dimainkan manajer-manajer integrasi dalam masing-masing akuisisi. Selanjutnya kami akan melihat siapa yang tepat seharusnya melakukan pekerjaan tersebut :
86

C.Suatu Pekerjaan Yang Menunggu Untuk Dijelaskan Sebagaimana kepala J&J’s Quality Institute & veteran 18 tahun dari perusahaan itu, Quinn memiliki pemahaman kuat atas proses-proses bisnis J&J’s dan bagaimana meningkat kan proses-proses tersebut. Tetapi apa yang diperlukan dalam kasus yang sekarang? Siapa yang akan membelinya ? Apa arti sebenarnya dari integrasi dalam kasus ini? Bagaimana Quinn dapat masuk ke dalamnya ? Dalam banyak hal, peranan dari manajer integrasi adalah lebih mirip dengan pekerjaan kewirausahaan di suatu perusahaan pemula dibanding suatu posisi dalam suatu organi sasi yang sudah mapan. Seperti perusahaan pemula, suatu akuisisi dimulai dengan suatu strategi dan rencana finansial yang mengandung gagasan cemerlang atas bagaimana jadinya suatu organisasi baru di masa mendatang. Ketika integrasi berlangsung, pemikiran awal dari Quinn ini pun terkonfirmasikan. Tetapi timbul dua peranan lain yang tidak diantisipasikannya. Kejutan pertama adalah bahwa Quinn ternyata menjadi pemicu emosi bagi banyak orang. Kejutan kedua bahwa mendapat akses kepada ketua operasi grup J&J’s merupakan jalan dua arah. Semua manajer integrasi yang kami wawancarai mendapat pengalamanpengalaman yang mirip dengan Bill Quinn yaitu mereka memulai penugasan-penugasan mereka dengan suatu deskripsi pekerjaan yang kasar dan tidak jelas, yang mereka isi sendiri dengan berlalunya waktu. D.Hidup di Jalur Cepat Ada dua periode kritis dalam masa berlangsungnya dari sebagian besar akuisisi yaitu : Pertama adalah waktu diantara pengumuman transaksi dan penutupannya. Kedua adalah 100 hari pertama setelah penutupan. Salah satu peranan terpenting manajer integrasi adalah menggerakkan orang secepat mungkin melalui dua batas waktu ini. E. Membuat Kekacauan Menjadi Teratur Menempatkan bersama dua perusahaan membutuhkan pemutusan dan penyambungan hubungan untuk ratusan proses dan prosedur secepat mungkin. Jadi salah satu cara paling efektif dimana seorang manajer integrasi menuntun proses adalah dengan menciptakan struktur di dalam mana tim itu dapat beroperasi secara efektif.

87

sang manajer mungkin menggunakan salah satu atau semua dari empat strategi berikut ini: 88 . yang menuntut suatu keseimbangan dalam upaya-upaya yang berbeda dari sang manajer integrasi. para pekerja di kedua perusahaan perlu membangun hubungan-hubungan baru. Keyakinan ini seringkali merupakan suatu prasyarat yang diperlukan bagi integrasi sejati. Apa yang Dilakukan Manajer-manajer Integrasi ⌦ Dalam akuisisi terdapat perbedaan. Pada perjalanan sampai membawa pada hasil-hasil bisnis. Di samping mempertahankan jalannya bisnis harian. yang seringkali melibatkan perbedaan-perbedaan bahasa dan budaya. yang dijerumuskan bersama dalam suatu perusahaan gabungan. Namun hubungan-hubungan tersebut adalah esensial untuk membawa bersama dua bisnis sangat berbeda yang keberhasilannya tergantung pada fungsi-fungsi mereka yang terjalin erat selagi mempertahankan budayabudaya unik di lokasi-lokasi yang terpisah. membangun struktur-struktur. terkadang di luar kehendak mereka. H. transaksi belumlah impas. Sang manajer integrasi dapat menyelesaiakan diantara dua budaya dengan memudahkan hubungan-hubungan sosial diantara orang di kedua sisi. Mendapatkan Hasil-Hasil Awal Mempercepat berbagai hal.F. Karena tugas bagi manajer integrasi adalah mengarahkan kesuksesan-kesuksesan tangibel secara cepat yang tidak pernah dapat dicapai sebelum perusahaan-perusahaan itu bersatu. G. Keberhasilan semacam ini yang biasanya dicapai dalam 100 hari pertama tidak hanya memberikan impas dari transaksi tetapi juga membangun keyakinan pada pikiran para manajer dan staf bahwa akuisisi ini adalah masuk akal. dan menempatkan hubungan-hubungan sosial adalah hal kritis tetapi mereka sendiri adalah sama dengan punya peta tetapi tidak pernah digunakan untuk pergi. ⌦ Namun dalam suatu proyek integrasi tunggal. Membangun Hubungan-Hubungan Sosial Orang yang terlibat dalam merjer dan akuisisi seringkali merupakan orang lain.

I. menciptakan struktur-struktur yang fleksibel dan tanpa batas. Tetapi jenis kepemimpinan yang telah kami jabarkan memiliki implikasi-implikasi lebih luas. 89 . Di era Internet. Seorang Pemimpin Baru untuk Ekonomi Internet Pemimpin yang telah berfokus pada dikelolanya integrasi atas perusahaanperusahaan yang diakuisisi. Organisasi-organisasi dalam era Internet terus-menerus menemukan kembali diri mereka. membangun dan mengerjakan kembali mitra dan persekutuan. kemampuan untuk terus-menerus belajar dan menyesuaikan diri mungkin merupakan perbedaan diantara organisasi yang sukses dan organisasi yang tidak. dimana organisasi-organisasi berubah dengan kecepatan cahaya.

Disamping itu mereka mempunyai kemampuan yang menonjol dalam menetapkan sasaran dan strategi usahanya. Carayannis & Evans. Bagaimana pengaruh perilaku kewiraswastaan pada masyarakat dan individu agar merubah nilai entrepreneurial pada orang-orang mudah dan masyarakat secara kolektif di Prancis ? 2. serta memimpin dan mensinergikan anak buah serta mitra usahanya untuk keberhasilan usahanya. 2. Untuk menentukan program dan strategi pembelajaran yang efektif dalam membentuk sifat wirausaha di Perancis 90 . Permasalahan Dan Motivasi Riset 1. pembimbingan. B. ⌦ Kompetensi tersebut diperoleh dari kekuatan lainnya yaitu kemampuan dan kemauannya untuk terus belajar baik melalui pendidikan. dan terutama dari pengalaman usahanya.Pendahuluan ⌦ Wirausahawan merupakan individu yang spesifik.Tujuan Riset 1. pencari peluang usaha yang menguntungkan.Contoh Review Jurnal : STRATEGI PEMBELAJARAN LINTAS BUDAYA PENDIDIKAN KEWIRAUSAHAAN : PELAJARAN DAN KONSEP KUNCI DIPELAJARI DARI STUDI SISWA KEWIRAUSAHAAN (Elias G. Untuk memberikan pemahaman yang baik tentang perilaku kewiraswastaan pada masyarakat dan individu agar merubah nilai entrepreneurial pada orang-orang mudah dan masyarakat secara kolektif di Prancis. pelatihan. mengorganisasikan kegiatan dan sumberdaya. Mike Hanson. Mengapa diperlukan strategi pembelajaran baru dalam membentuk sifat wirausaha di Perancis ? C. ⌦ Kemampuan untuk terus belajar dibutuhkan dalam upaya mempertahankan dan mengembangkan usahanya karena mereka memerlukan strategi positioning yang tepat dalam suatu lingkungan persaingan yang dinamis. serta berani mengambil resiko. 2002) A. mereka berperan sebagai inovator.

Kita semua memiliki kemerdekaan untuk menjadi entrepreneur. professor. (1998) menyatakan bahwa “Orang Perancis tidak suka entrepreneur. Schindler dan Thomas (1993) ditemukan lima dimensi kepercayan yaitu integritas.Kajian Riset Dan Konsep Pengembangan Riset 1. kompentesi. Entrepreneurship adalah pembuatan dan pembentukan nilai dari nol. menunjukan bahwa : Arthur Andersen-Apce.. Jika hal ini benar maka pengembangan jiwa entrepreneurial menghadapi tantangan besar. Giget. Beranger dkk (1998) menyimpukan bahwa lingkungan di Perancis membuat proses penciptaan sulit dilakukan oleh entrepreneur.…” Ahar Rahmani. tapi patut mendapatkan…. organisasi dan masyarakat. master dan tingkat pendidikan lanjutan (profesional) di Prancis dan Amerika Serikat. pengacara atau dokter. kecuali mereka telah menganggur lama. dan keterbukaan. Para pemuda di Perancis pada saat ini beranggapan bahwa yang merupakan kewajiban pemerintah dan system untuk memberi keamanan kerja dan pekerjaan. loyalitas. secara definisi optimis. (2001) mengemukakan “Entreprenneurship adalah sebuah kemerdekaan dalam fondasi kontruksi di Perancis. Masyarakat mengiginkan anak-anaknya untuk profesi lebih terhormat seperti pegawai negeri.D. (1998). Artikel yang berjudul “ Dari menciptkan bisnis ke menciptakan pekerjaan” yang ditulis Anhur Andersen dan APCE (Agency For Business Creation) menyatakan bahwa terdapat aspek-aspek budaya tertentu yang membuat enterpreneursip sulit dilakukan di Prancis (Anderson. kami juga berharap jika kita semua mempunyai hak untuk berhasil”. 91 . Rewiew Riset Berdasarkan analisis temuan-temuan terdahulu dari penelitian tentang entrepreneurship di tingkat mahasiswa. 1998). kosistensi. Evans dan Hanson. insinyiur. Menyatakan bahwa pengambilan resiko oleh enterpreneurship. (1999) menyatakan bahwa salah satu tujuan utama strategi ini adalah untuk membawa siswa ketingkatan terlibat secara aktif dalam pembelajaran bersama dengan para instruktur. dilemahkan oleh keluarganya dan lingkungan sosialnya. kelompok. Entrepreneurship berkaitan dengan definisi pembuatan dan distribusi nilai dan manfat pada individu. Branger dkk (1998). Menurut Timmons (1994).

menunjukan adanya “Research Gap” dari penelitian yang dilakukan oleh Arthur AndersenApce. (1998) dan Ahar Rahmani. 5. 92 . 4. Penciptaan : Individu berpindah dari pengetahuan dan pembelajaran kepelaksanaan pembentukan sebuah perusahaan atau bentuk yang lainnya (contoh enterperneurship) dari kemampuan-kemampuan enterperneurship yang dikuasainnya. 1 di atas. (2001). maka jalur karir entrepreneurship untuk setiap individu dapat dibagi atas lima tahapan unik yaitu : 1. 2. juga melalui validasi dan pengutan eksternal dari karir yang telah dipilihnya. 2. Kesadaran : Individu dihadapkan dengan enterperneurship sebagai alternatif yang memungkinkan sebagaimana jalur-jalur karir yang lain.Berdasarkan kajian hasil penelitian terdahulu. Kerengka Konsep Pengembangan Riset Sebagaimana model dalam Fig. Spesialisasi : Kemampuan awal yang dibutuhkan untuk pembuatan suatu bisnis diperoleh individu mengidentifikasikan dirinya sendiri sebagai enterperneurial. Fondasi : Penciptaan dan penguatan nilai-nilai entrepreneurial baik untuk individu dan masyarakat secara keseluruhan. 3. Kedewasaan : Individu membangun berdasarkan pengalaman dan meningkatkan karirnya melalui pengembangan berdasarkan pengetahuan dan networking.

Selanjutnya untuk mengevaluasi riset kuantitatif digunakan metode interval sama Thurstone. dalam rangka menjamin realibilitas dan validitas maksimal. 93 . Para responden tidak akan diberi informasi tambahan melebihi yang diterima disurat. Teknik pengambilan sampling menggunakan non proposional quota sample untuk siswa dan mahasiswa serta proposional sampling untuk manajer bisnis. Populasi & Sampling Populasi dalam penelitian ini adalah para manajer di prancis. Adapun kelompok-kelompok siswa yang dimaksud adalah siswa SMP. tapi bisa juga menjadi masalah karena jarak sehingga akses untuk riset tertentu terbukti sulit. Bisa saja hal ini bukan merupakan masalah. Rancangan Penelitian Observasi dan pengukuran akan terdiri atas complex multi-part sample.E. lulusan sekolah bisnis di Perancis. perlakuan khusus hanya dilakukan pada siswa yang bersifat quasiexperimental karena berhubungan dengan perasaan mereka tengang nilainilai entrepreneurship. 4. Kuisioner pre-test akan diberikan kepada sejumlah orang untuk menjamin bahwa pertanyaan didalamnya dapat dimengerti dengan baik. 3. lulusan sekolah bisnis Internasional. 2. murit SMP dan SMA di Prancis. Perluasan Riset Kenegara Lain Kesulitan lain yang dihadapi adalah ketersediaan riset yang dilakukan di negara lain yang berhubungan dengan topik ini. Metodologi 1. SMA. Teori skor sebenarnya digunakan untuk menguji reabiliti. Selanjutnya dalam penelitian ini menggunakan desain experimental (Pretes/Post-test). Pengukuran rasio akan digunakan dalam riset kuantitatif b. guna mengetahui perubahan nilai entrepreneurial yang diketahui siswa sebelum dan sesudah menerima pengetahuan serta intruksi yang berhubungan dengan entrepreneurship dalam hubungannya dengan ekonomi dan manfaat kolektif pada masyarakat secara keseluruhan. alumni sekolah bisnis. dan professional (manajer). Metode Survey a. Hal ini agar memperkecil error yang disebabkan oleh misunderstanding pertanyaan.

(4) Tidak Setuju. Sukses entrepreneursihp sebagaian besar ditentukan oleh kesempatan Entrepreneur itu egois Kompotisi karena ekonomi tidak disukai menghancurkan Entrepreneurship adalah kebanyakan tempat bagi orang-orang yang gagal dibidang lainnya 94 . dan pendidikan lanjutan. S2. penulis telah mengumpulkan informasi dari siswa entrepreneurship di Perancis secara spesifik yang dibagi menjadi 4 kelompok sample yaitu : Kelompok siswa S2 yang telah mengambil kursus entrepreneurship (series 1) Kelompok siswa yang terus mendidik siswa entrepreneur (series 2) dan (d) kelompok siswa S1 yang telah mengikuti entrepreneurship (series 3 & 4) Peneliti menfokuskan pada beberapa pertanyaan yang ditanyakan dan dibandingkan hasilnya untuk keempat grup untuk menggabrkan temanteman tahap awal dari riset empiris kami. (2) Sangat Setuju. untuk memilih perusahaan besar dibanding dengan perusahaan dibanding dengan banyak perusahaan besar kecil. (3) Setuju. (5) Sangat Tidak setuju. Hingga saat ini. (6) Sangat tidak setuju sekali Daftar pertayaan & histrogram jawaban responden dari masing-masing kelompok sampel dengan menggunakan program Excel : Dalam bisnis lebih disukai Lebih menguntungkan bagi masyarakat untuk menjadi entrepreneur.F. Hasil Penelitian Penelitian ini merupakan survei berkelanjutan yang terdiri atas survei yang dilakukan pada siswa entrepreneurship di Perancis dan Amerika Serikat di tingkat pendidikan S1. Kuisioner menyedikan jawaban yang mungkin menjadi pilihan responden yaitu : (1) Sangat setuju sekali.

siswa harus didorong untuk menjadi berbeda. Sebagai tambahan. Satu-satunya tujuan rencana bisnis dibanding kepribadian adalah untuk mendapatkan pendanaan (personality) sebagai faktor usaha baru. Rencana bisnis merupakan alat paling kehidupan keluarga penting untuk menciptakan bisnis baru. Kesimpulan Berdasarkan pertimbangan bahwa tujuan pendidikan entrepreneurship dan realita lingkungan yang dihadapi pendidikan dan siswa adalah sama.Entrepreneurship merugikan 2. Saran Untuk Pendidikan Tinggi Beberapa rekomendasi untuk pengajaran entrepreneurship dipendidikan tinggi dapat diajukan saran yang berdasarkan kesimpulan yang ditarik dari riset empiris dan literature sebagai berikut : 1. 95 . Training lebih penting 3. kerataif dan mengespresikan individualitasnya. Siswa harus disadarkan tentang realita-realitas-realitas pasar dan mengerti bahwa penciptaan bisnis adalah alternatif yang mungkin. 2. Hasil penelitian kami memberikan pandangan bagi pengajar entrepreneurship dan pembuat keputusan pengembangan ekonomi dalam mengidentifikasi daya dorong maksimal serta faktor keberhasilan dan kegagalan yang dapat mempengaruhi program-program pendidikan dan isentif ekonomi yang ditargetkan pada pengembangan sifat dan budaya usahawan yang berkesinambungan di Prancis dan dinegara lainnya H. maka pendidikan dibuat semirip mungkin dengan keyataan. Dibutuhkan tahap awal pendidikan ulang dimana siswa harus dihadapkan ulang dengan pendapat yang terbentuk sebelumnya mengenai entrepreneur dan entrepreneurship. Data series 1 tidak tersedia untuk tiga pertanyaan berikut : 1. sukses di entrepreneurship G. 3. Ketika diperlukan untuk melibatkan entrepreneur muda dalam proses pendidikan.

Memperkenalkan siswa pada lingkungan entrepreneurial yang kaya dimana kretivitas. Siswa harus memiliki hubungan yang erat dengan professor dan yang lain agar dapat menyedikan informasi dan bantuan bagi siswa dan juga memberikan semacam jaminan proyek-proyek yang berhubungan dengan penciptaan bisnis. Tidak perlu diragukan lagi bahwa pendidikan entrepreneurship memberi pengetahuan dan keahlian serta memberikan kecendrungan keberhasilan entrepreneurial karena sukses ini tergantung pada lingkungan. Selanjutnya beberapa reviuew jurnal lainnya yang berhubungan dengan kewirausahaan sebagai berikut: 96 . 9. 7. Menciptakan lingkungan yang dinamis untuk eksperimen penyelenggaraan bisnis. seharusnya program membuat siswa untuk menciptakan sebuah perusahaan setelah mereka keluar dari sekolah. dan individualitas dapat secara mudah dieksperisikan. Program-program teknik dan bisnis harus bekerja bersama. 5. Mendorong integrasi fertikal dan horizontal. Kita harus mencoba dan menciptakan model pembeljaran yang dibutuhkan untuk menjamin sukses ekonomi perusahaan-perusahaan sejenis di Perancis. motivasi. begitu pula pengetahuan dan keahlian yang diajarkan. 6. Proses pendidikan yang berusaha untuk meningkatkan pengetahuan dan keahlian yang dapat diterapkan dilingkungan yang luas akan tidak efisien bila dengan peningkatan sukses dilingkungan manapun. turut sertakan mahasiswa dalam program pendikan SMP dan SMA. Tujuan melakukan ini dalah untuk mencoba dan membuat pengertian lebih baik atas kontek entrepreneurial di Perancis yang unik. Secara jelas kita dapat melihat bahwa hal yang dapat dialakukan di Amerika Utara selalu bisa diterapkan di negara lain. Harus ada hubungan yang lebih dekat antara kelompok-kelompok konsultan dengan penelitian-penelitian entrepreneurial. penulis menunjukan model lingkungan entrepreneurship dalam rangka memperoleh pengertian yang lebih baik atas kekuatan dan hambatan yang memberi kontribusi pada keberhasilan dan kegagalan aktivitas penciptaan dan penerapan entrepreneurship. ada semacam usaha nasional untuk mendorong kalaborasi dua bidang ini. Riset telah membuktikan bahwa entrepreneur yang mencari nasehat konsultan professional memiliki rasio keberhasilan lebih tinggi. Pada saat yang sama kita bisa mengabaikan keberhasilan program pendidikan di Amerika Serikat atau Kanada. 8. Dalam artikel ini. kemandirian.4.

Dengan cara ini sejarah yang meliputi kejadian. dan efektivitas program pendidikan terutama dari perspektif pendidikan. David Rae (2000): Understanding Entrepreneurial Learning: A Question of How? Penelitian ini menggambarkan bagaimana memahami proses intrinsik manusia dalam mengembangkan praktek dan kemampuan wirausaha. dan pilihan hidup seseorang dalam wirausaha. penuturan dan 'discourse' (percakapan). Hal ini dilakukan untuk kepentingan penetapan kebijakan publik. misalnya "self efficacy" (keberuntungan). c) Pendidikan wirausaha : berfokus pada bentuk. c) Teori wirausaha apa yang dapat dibentuk dari pengalaman wirausahawan. b) Perkembangan karir wirausaha. Sangatlah penting untuk 'dekat' dan membangun pengertian yang dalam melalui kesertaan dalam penelitian ini. Pembahasan perspektif ciri-ciri dan bakat wirausaha telah mengubah penelitian dari penelitian wirausahawan sebagai entitas menuju pemahaman tentang proses pembentukan wirausahawan. proses dan pengetahuan apa yang sangat signifikan dalam pembelajaran mereka dan bagaimana hubungannya dengan teori pembelajaran. pendidikan. 1995) ini bertujuan memahami cara-cara wirausaha dalam konteks budaya melalui bahasa. Pertanyaan-pertanyaan yang diajukan antara lain adalah: a) Bagaimana pengertian identitas personal berubah seiring dengan perubahan seseorang menjadi wirausahawan dengan fokus pada pembentukan dan proses menjadi pribadi wirausahawan. proses. d) Pendekatan kognitif pada pembelajaran wirausaha mengkonsentrasikan pada arti pengetahuan dan penggunaan ingatan. Rae (2000) melakukan penelitian dengan pendekatan naratif yang mengakui bahwa wirausaha dan pembelajarannya merupakan proses kreatif dan melihat bahwa wirausahawan dan perusahaannya sebagai unit analisis. yaitu pola-pola karir sebagai faktor yang signifikan . 97 . d) Mengembangkan model konseptual tentang pembelajaran wirausaha yang akan bermanfaat bagi wirausaha dan pendidikan.1. Pendekatan secara 'constructionism' (Burr. Hal ini disarikan oleh Rae (2000) sebagai berikut: a) Pribadi wirausaha untuk menentukan sifat psikologis dan kepribadiannya. b) Bagaimana orang belajar bekerja dengan cara wirausahawan. Model-model yang menekankan pada karakteristik telah mengesampingkan eksplorasi tentang proses bagaimana manusia belajar dan bekerja dengan cara wirausahanya.

pengembangan wirausaha. penelitian ini menyangkut hanya pada pembentukan usaha kecil dan tahapan awal dari perkembangan usaha kecil. Faktor-faktor yang mempengaruhi perubahan. terutama yang berhubungan dengan heterogenitas dari usaha kecil dan pendirinya serta pengaruh dari faktorfaktor pendorong dan daya tarik di dalam keputusan untuk memulai usaha. Penelitian ini membantu pemahaman tentang apa yang perlu diketahui wirausahawan. Penelitian ini memperkuat proposisi yang diajukan. Sandra Hogarth-Scott and Nicholas Wilson (1999): Small business start-ups: success factors and support implications Hasil penelitian ini memperkuat beberapa temuan empiris dari penelitian sebelumnya pada bidang yang sama. bahkan untuk badan usaha yang sangat kecil sekalipun. Cara ini juga dapat mengungkapkan kejadian-kejadian dalam kurun waktu tertentu. proses dan pengertian yang membentuk kehidupan seorang wirausahawan dapat ditangkap dan dieskplorasi. Walaupun demikian. b) Motivasi untuk memulai usaha dan tujuan di dalam menjalankan usahanya.budaya. dimana mereka mendapatkan keterampilan dan prosesnya. pengalaman belajar dan teori-teori pribadi yang diamati seharusnya dapat digunakan. dari mana mereka mendapat peluang dan prosesnya. 2. 3. mentoring dan mempertemukan antara mentor dan kliennya dari kalangan wirausahawan. Robert Sullivan (2000): Entrpreneurial Learning and Mentoring Penelitian ini. menggunakan metode kualitatif yang menggambarkan tentang isu-isu pembelajaran. c) Orientasi pertumbuhan dan tujuan untuk mengembangkan usaha. maka hal ini akan mengungkap 'the mind and the working of the mind' dari aktor wirausaha. e) Alasan menghentikan usaha. d) Tingkat pelatihan dan bimbingan yang diterima dari lembaga pendukung. dimana terdapat perbedaan yang berhubungan dengan : a) Latar belakang dan pengalaman dari pemilik usaha dan persoalan yang dihadapi dalam menjalankan usahanya. Kathryn Watson. sasaran. bagaimana mereka belajar. dan identitas diri. inovasi. 98 . Lebih lanjut Rae (2000) berpendapat bahwa apabila kita dapat memahami dua nilai nyata dari masyarakat wirausaha. Perubahan-perubahan dalam persepsi. apakah hal itu berhubungan dengan siklus perkembangan perusahaannya dan bagaimana bimbingan (mentoring) yang terbaik diberikan. Menyadari bahwa pembelajaran merupakan proses yang berkelanjutan maka kita haruslah mengikuti proses tersebut dalam periode waktu tertentu.

Sebagai indikator langsung bagi pertumbuhan perusahaan digunakan kompetensi spesifik dari CEO. Hasil temuan Sullivan (2000) mengindikasikan bahwa pertimbangan bimbingan tidak hanya pada isi dari bimbingan yang diberikan tetapi juga kemampuan interpersonal dan sikap dari mentor akan berpengaruh terhadap efektivitas kegiatan bimbingan. yakni : a) Identifikasi proses pembelajaran dan implikasinya. d) Mengembangkan model pembelajaran berbasis studi kasus. general competencies. Sebagai variabel endogen adalah pertumbuhan usaha (venture growth). specific competencies. yaitu dari sudut pandang teori manajemen. teori perilaku organisasi. J. dan wirausaha. b) Identifikasi kebutuhan khusus dan tahapan perkembangan wirausaha saat dimana kebutuhan tersebut perlu diberikan. teori organisasi. dukungan yang diberikan haruslah bersifat responsif (menjawab apa yang dibutuhkan) dan fleksibel terhadap kebutuhan individu pada waktu tertentu. sedangkan variabel eksogen terdiri dari traits. Hasil penelitian mengindikasikan bahwa sifat dari CEO dan kompetensi umum serta lingkungan memiliki pengaruh yang signifikan sebagai pengaruh tidak langsung. Kemampuan memberikan bantuan secara tepat waktu merupakan faktor kunci dalam memberikan nilai tambah terbesar. Sedangkan pendekatan siklus hidup perusahaan perencanaan kapan pelatihan dan bantuan lainnya perlu diberikan. akan tetapi pada akhirnya. Smith (2001) : A Multidimensional Model of Venture Growth Penelitian yang dilakukan oleh Baum (2001) menggambarkan model secara multidimensi tentang faktor-faktor yang mempengaruhi pertumbuhan usaha. Locke. Penelitiannya menunjukkan bahwa adanya mentoring akan memberikan nilai tambah kepada manfaat jangka panjang terhadap klien dan masyarakat. motivation. 99 . dan size. Penelitian Baum ini menggunakan pendekatan model struktural dan pengolahan data yang digunakan adalah program LISREL. Edwin A. Robert Baum. Penelitian ini melibatkan 307 perusahaan dari bidang pengolahan kayu. 4. c) Identifikasi cara dan waktu yang tepat bagi pembelajaran dan pemberian dukungan yang efektif.Sullivan (2000) menetapkan tujuan penelitiannya pada tiga hal. motivasi dan strategi perusahaan. competitive strategies. Sulivan (2000) meyakini bahwa pembelajaran wirausaha merupakan faktor kritis yang menentukan keberlangsungan hidup pertumbuhan usaha kecil dan menengah di berbagai pasar. environment. Sebanyak 18 indikator digunakan untuk mengukur variabel eksogen tersebut. dan Ken G.

Tsang (2001) : The Effects of Entrepreneurial Personality Background and Network Activities on Venture Growth. yaitu: (a) Sifat kepribadian (personality traits) wirausahawan secara umum bukan merupakan faktor penting yang mempengaruhi pertumbuhan usaha. motivation dan competitive strategies. specific competencies. yang semula pada penelitian tentang sifat keperibadian wirausahawan (entrepreneurial traits). General copetencies memiliki pengaruh tidak langsung yang signifikan terhadap venture growth melalui specific competencies. Sebanyak 168 perusahaan yang tergolong usaha kecil dan menengah dari kalangan etnis China di Singapura disurvei dalam penelitian ini. Penelitian ini mengungkap tentang pengaruh dari sifat kepribadian seorang wirausahawan. self reliance dan extroversion. Dua jenis kepribadian wirausaha lainnya. Lee dan Eric W. penelitian ini dinyatakan telah memberikan kontribusi terhadap literatur wirausaha dalam tiga bentuk. Kelompok variabel kepribadian (personality traits) terdiri dari need for achievement. traits memiliki pengaruh tidak langsung yang signifikan terhadap venture growth melalui general competencies. motivation dan competitive strategies memiliki pengaruh langsung yang signifikan terhadap pertumbuhan usaha (venture growth). selanjutnya adalah kemampuan wirausahawan (entrepreneurial skills). Don Y. Sementara itu. yaitu self reliance dan extroversion memiliki dampak negatif terhadap jumlah mitra dan berdampak positif terhadap aktivitas pengembangan jaringan kerja. aktivitas pengembangan jaringan kerja. internal locus of control. sehingga perhatian penelitian harus digeser. dan jumlah mitra usaha serta locus of control dan need for achievement memiliki dampak positif terhadap perkembangan usaha. latar belakangnya dan aktivitas pengembangan jaringan kerja (networking) terhadap pertumbuhan usaha. 5. Kemudian kelompok variabel background terdiri dari education dan experience. motivation dan competitive strategies. (c) Tehnik analisis dengan menggunakan LISREL dengan pendekatan PLS (partial least square) terbukti memberikan hasil analisis yang lebih baik. dan kelompok variabel networking activities terdiri dari besarnya dan frekuensi jaringan komunikasi yang dimiliki. (b) Dalam penelitian ini berhasil dibuktikan bahwa ukuran perusahaan (firm size) merupakan variabel moderator.Hasil penelitian Baum mengindikasikan bahwa specific competencies. Dengan menggunakan metode analisis data LISREL diperoleh kesimpulan bahwa pengalaman. 100 . K. Melalui hasil yang dicapai. Sedangkan pendidikan memiliki dampak positif terhadap perkembangan usaha melalui ukuran perusahaan.

T. 6. P. 2004. Perencanaan Implementasi dan Pengendalian. 2004. Health Care Management Science.unimaas. 2002. Tambunan. Rajawali Pers.S et. STIE Stikubank. Beberapa Isu Penting. The Impact of Entrepreneurship on Economic Growth.al. Jakarta Raju. 2003.caree@mw. Copyright 1999. and Thurik. Kumar. Manajemen Pemasaran Analisis. Kwaku Appiah. Neufeldt Victoria dan Guralnik David. Jakarta. XXXII. 08/TH. The Performance of Small Enterprises During Economic Crisis: Evidence from Indonesia. Carree. Joseph C. 2002. Jakarta. Tranformational Leadership : A Pescription for Contemporary Organizations. M. International Handbook of Entrepreneurship Research. Semarang Richard Daft. 2003. Journal of Euro-Marketing.DAFTAR PUSTAKA Adu. Thiad College Edition Purnomo. Kasmir. P. 1997. Kewirausahaan. Organizational Capabilities and Performance of SMEs in Dynamic and Stable Environments. Tambunan. Jakarta Kotler P. 1988. 1993. The Relationship between Market Orientation and Performance in the Hospital Industry: A Structural Equation Modeling Approach. Dictonary of American English. Rost. Riyanti B. Pencapaian Keunggulan Bersaing Berkelanjutan Melalui Fungsi dan Peran Sumber Daya Manusia. Refleksi Dinamika Inovasi Teknologi UKM di Indonesia: Studi Kasus Industri Logam dan Permesinan. Kewirausahaan dari Sudut Pandang Psikologi Kepribadian. 2002. Kamus Webster’s. Defining & Researching Leadership as a Behavioral Construt : An Idiopathic Approach. Journal of Applied Behavior Science. 1999. Human Resource Systems and Sustained Competitive Advantage a Competence-based Perspective. Wilson M. Organizational Competencies and Performance: An Empirical Investigation of a Path-Analytical Model. Lau. Theresa et. ABI/INFORM Global. 2006. Salemba Empat. Journal of American Academy of Business.A.R. Usaha Kecil dan Menegah di Indonesia. 2000. Penerbit Erlangga.. Entrepreneurship and Innovation journal. Cambridge. (1994). D. 2003. Zukkieflimansyah dan Banu Muhamad H. Usahawan Indonesia No. Acad Managet.al. 3. Internet: m. Market Orientation and Performance: Do the Findings Established in Large Firm Hold in the Small Business Sector?. A. Journal of Small Business Management. Lado A. 2000.A. Kamalesh. Grasindo. 101 . Market Orientation.